Anda di halaman 1dari 16

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433

JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)


RUAS MANTINGAN NGAWI

BAB II
MANAJEMEN PROYEK
2.1. Tinjauan Umum
Manajemen dapat didefinisikan sebagai proses kegiatan dari seseorang pimpinan
yang dilakukan dengan mempergunakan cara cara pemikiran yang ilmiah
maupun praktis untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan melalui
kerjasama orang orang lain dan sumber sumber lain ( tenaga kerja, dana,
waktu dan sumber sumber lainnya ) dengan cara yang setepat tepatnya. Secara
singkat, dapat diartikan sebagai proses kegiatan pencapaian tujuan melalui
kerjasama dengan orang lain. ( Jatmiko , 2016 )
Proyek dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian aktifitas yang bersifat
khusus untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber
daya yang terbatas (Agung , dkk, 2002). Rangkaian aktivitas ini dibatasi oleh tiga
variabel proyek, yaitu waktu (Time), mutu (Quality), harga (Cost) dan Kesehatan
Keselamatan Kerja (Health Safety Enviromental).
Oleh karena itu, manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses
merencanakan, mengatur, memimpin, mengorganisir dan mengendalikan suatu
rangkaian aktifitas yang bersifat khusus dan dibatasi waktu atau yang disebut
dengan proyek yang dilakukan oleh para anggotanya dengan memanfaatkan
sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Dunia konstruksi memiliki unsur unsur atau sumber daya yang akan
digunakan untuk membangun suatu proyek konstruksi. Sumber daya tersebut
berupa :
1.

Biaya ( cost )

2.

Waktu ( time )

3.

Peralatan ( machine )

4.

Bahan ( material )

5.

Tenaga kerja ( labour


Kelima sumber daya tersebut sangat berperan penting dalam suatu proyek

konstruksi. Untuk mencapai tujuan proyek yang diinginkan, maka ke lima sumber
daya tersebut harus dikelola seoptimal mungkin dengan caranya masing masing.

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

11

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

Dalam rangka pengelolaan sumber daya suatu proyek untuk menghasilkan


hasil kerja yang baik, maka diperlukan suatu organisasi kerja yang saling
berhubungan dan berjalan sesuai dengan peraturan peraturan dan tata tertib yang
telah ditentukan. Dengan sistem organisasi seperti ini akan menjamin berjalannya
pelaksanaan proyek dengan lancar sesuai dengan target waktu dan mutu yang ada.
Untuk mencapai tujuan proyek yang diinginkan, diperlukan tahapan tahapan
dalam manajemen proyek yang menurut Nugroho (2016) antara lain :
2.1.1 Tahap Perencanaan (Planning)
Tahap ini merupakan kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas sebelum
melaksanakan tindakan. Diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan
sasaran organisasi maupun tujuan suatu kegiatan. Kegiatan dalam tahap
perencanaan ini dapat berupa
1. Pemilihan maupun penerapan tujuan dan sasaran proyek yang akan dicapai
2. Penentuan strategi ( metode pelaksanaan proyek )
3. Kebijakan proyek ( pengambilan keputusan )
4. Pemilihan prosedur kerja yang baik
5. Menyusun rencana induk jangka pendek dan panjang
6. Persiapan sumber pendanaan proyek
2.1.2 Pengorganisasian (Organizing)
Merupakan tahap penyusunan pembagian kerja ke dalam unit kerja masing
masing. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar menciptakan suatu tatanan atau
struktur organisasi formal dimana pekerjaan tersebut dibentuk, dibagi dan
dikoordinasi dengan baik. Manfaat dari tahap pengorganisasian ini adalah adanya
pembagian tugas dan saling keterkaitan antar unit kerja sehingga pekerjaan
diharapkan dapat diselesaikan dengan cepat dan lebih efisien.
2.1.3 Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan seluruh kegiatan proyek dari mulai penyusunan
personalia sampai tahap pembangunan selesai. Untuk tahap pembangunan, berupa
pelaksanaan di lapangan yang dilakukan sesuai dengan metode yang digunakan.
Tahap pelaksanaan biasanya dilakukan oleh pelaksana yang dibagi pada ttiap
tiap zona di bawah pengawasan Pimpinan Proyek.
Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

12

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

2.1.4 Pengawasan (Controlling)


Kegiatan pengawasan dilakukan untuk menjamin bahwa tujuan dari proyek dapat
tercapai sesuai dengan perencanaan. Dalam tahap ini dilakukan kegiatan
pengawasan di lapangan terhadap standar yang menjadi acuan. Manfaat dari
pengendalian proyek adalah untuk memperkecil resiko terjadinya penyimpangan
terhadap kualitas, kuantitas, biaya maupun waktu proyek.
2.1.5 Evaluasi (Evaluating)
Setelah tahap pelaksanaan dan pengawasan maka hasil yang didapatkan bisa
segera dievaluasi dengan periode tertentu. Evaluasi dapat berupa laporan
mingguan maupun bulanan. Evaluasi harus bisa mencakup semua kekurangan
yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan dan solusi yang harus dilakukan.
Dalam tahap ini memungkinkan terjadinya revisi revisi terhadap pelaksanaan
proyeek mulai dari gambar kerja hingga kebutuhan tenaga kerja.Oleh karen itu,
diharapkan pada fase ini dapat meningkatkan effektifitas dan effisiensi dari kerja
proyek itu sendiri. Dari keseluruhan tahap dalam manajemen proyek dapat
digambarkan dengan skema siklus manajemen proyek yang dapat dilihat pada
Gambar 2.1.
PLANNING
ORGANIZING

EVALUATING

CONTROLLING

ACTUATING

Gambar 2.1 Siklus Manajemen Proyek


( Sumber : Poerwanto, Siklus Hidup Proyek, 2014 )
Dalam pengelolaan suatu proyek atau manajemen proyek terdapat 3 konsep
pengelolaan yang harus dijadikan pedoman dalam pelaksanaan, yaitu :
1.

Tepat waktu

2.

Tepat mutu

3.

Tepat biaya

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

13

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

Ketiga hal tersebut yang akan menjadi pegangan kontraktor dalam


melakukan suatu proyek yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada
pemilik proyek atau pengguna jasa. Apabila ketiga hal tersebut tidak dapat
terlaksana atau tercapai, maka suatu proyek dapat terjadi keterlambatan dan
mengalami banyak kendala atau masalah. Hubungan antar ketiga aspek
pengelolaan proyek dapt dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Konsep pengelolaan dan Manejemen Proyek


(Sumber : Ahadi, Manajemen Proyek, 2011 )
2.2. Unsur Unsur Organisasi Proyek
Unsur unsur proyek memegang peranaan masing masing dalam sebuah
organisasi proyek. Setiap unsur harus dapat bekerja sama dan menjalankan tugas
sebagai sebuah satu kesatuan tim dalam proyek. Setiap personal harus
ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan sertifikasi yang
dimiliki. Setiap personal harus memiliki tugas yang jelas dan dapat saling bekerja
sama sehingga proses pelaksanaan tugas dalam proyek dapat dilaksanakan dengan
seeffisien mungkin.
Pada proyek pembangunan jalan tol Solo Ngawi Kertosono Paket SN2A
ini, unsur unsur pemegang peranan penting antara lain adalah :
1.

Pemilik Proyek (Owner)

2.

Konsultan Perencana

3.

Konsultan Pengawas

4.

Kontraktor Pelaksana

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

14

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

2.2.1. Pemilik Proyek (Owner)


Pemilik proyek atau Owner merupakan seseorang atau instansi maupun badan
hukum yang memiliki proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak
lain yang mampu melaksanakannya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.
Kewajiban owner antara lain menyediakan sumber dana dan membiayai
keseluruhan proyek. Pada proyek pembangunan tol Solo Ngawi Kertosono
paket SN2A ini yang berperan sebagai pemilik proyek adalah PT. Solo Ngawi
Jaya atau sering disingkat PT. SNJ.
Tugas dan wewenang pemilik proyek dalam pelaksanaan proyek konstruksi
antara lain :
1.

Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek

2.

Mengadakan kegiatan administrasi proyek

3.

Memberikan tugas kepada kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan proyek

4.

Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas

5.

Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana

6.

Membuat Surat Perintah Kerja ( SPK )

7.

Meminta pertanggungjawaban kepada pelaksana proyek atas hasil pekerjaan


konstruksi

8.

Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak


dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak,
misalkan pelaksanaan pekerjaan menggunakan bahan yang tidak sesuai
dengan RKS ( Rencana Kerja dan Syarat syarat ).

2.2.2. Konsultan Perencana


Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas dalam hal ini
adalah pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan. Konsultan
perencana ini dapat berupa perorangan atau badan usaha milik pemerintah atau
swasta. Pada proyek pembangunan Tol Solo Ngawi Kertosono SN2A yang
ditunjuk oleh pemilik proyek (Owner) sebagai konsultan perencana adalah PT.
Virama Karya.
Tugas konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:
1.

Membuat gambar kerja pelaksanaan dan spesifikasinya

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

15

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

2.

Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik


proyek

3.

Membuat Rencana Kerja dan Syarat syarat pelaksanaan proyek ( RKS )


sebagai pedoman pelaksanaan

4.

Membuat rencana anggaran biaya

5.

Memproyeksikan keinginan keinginan atau ide ide pemilik proyek ke


dalam desain bangunan

6.

Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan


pekerjaan di lapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud

7.

Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi


kegagalan konstruksi

2.2.3. Konsultan Pengawas


Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek (Owner)
untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan selama proses pelaksanaan konstruksi
berjalan. Konsultan pengawas dapat berupa perorangan atau badan usaha swasta
maupun milik negara yang memiliki sumber daya manusia yang ahli di bidangnya
masing masing seperti teknik sipil, arsitektur, mekanikal dan elektrikal, dan
sebagainya sehingga sebuah konstruksi dapat dibangun sesuai

dengan

perencanaan baik dari segi mutu, waktu, maupun biaya. Dalam Proyek
Pembangunan Tol Solo Ngawi Kertosono yang bertindak sebagai konsultan
pengawas adalah PT. Cipta Strada KSO PT. Hasfarm Dian dan PT. Adhy Duta
Prima.
Tugas dan wewenang konsultan pengawas dalam pekerjaan konstruksi antara
lain :
1. Membantu pemilik proyek dalam hal pengelolaan proyek agar tercapainya
tujuan dan sasaran proyek yang dapat dilihat dari aspek biaya, waktu dan
mutu selama proses pekerjaan konstruksi berjalan.
2. Mengkoordinir, mengarahkan serta mengendalikan pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana.
3.

Mempersiapkan, mengawasi dan melaporkan hasil pelaksanaan pekerjaan.

4. Memeriksa gambar detail pelaksanaan (Shop Drawing).


5. Membuat laporan kemajuan pekerjaan lapangan kepada pemilik proyek.
Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

16

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

6. Memeriksa hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontrakor.


7. Mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh pemilik proyek dan
kontraktor pelaksana.
2.2.4. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah pihak yang dipercaya untuk melaksanakan
pembangunan proyek oleh pemberi tugas melalui prosedur lelang maupun
ditunjuk secara langsung. Segala pekerjaan yang dilaksanakan harus sesuai
kontrak ( Rencana Kerja Syarat dan Shop Drawing ) dengan biaya sesuai kontrak
yang mereka sepakati. Dalam proyek ini yang bertindak menjadi kontraktor
pelaksana adalah PT. Waskita Karya. Adapun tugas dan wewenang kontraktor
antara lain:
1. Membuat atau mengerjakan pekerjaan sesuai dengan peraturan dan syarat
syarat yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak perjanjian pemborong
dan shop drawing.
2. Menyediakan tempat gudang, memenuhi kebutuhan material dan peralatan
yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan.
3. Bertanggung jawab terhadap penyediaan personil proyek dan tim ahli dalam
pelaksanaan pekerjaan.
4. Bertanggung jawab penuh kepada pemilik proyek.
5. Bertanggung jawab atas semua kegiatan dan metode pelaksanaan yang
diterapkan di lapangan.
6. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan kemajuan pekerjaan
(progress), berupa laporan harian, laporan mingguan, dan laporan bulanan.
7. Melaporkan dan menagih biaya pelaksanaan yang telah dilakukan tiap bulan
sesuai dengan progress yang dicapai kepada pihak pemilik proyek.
8. Menghadiri rapat koordinasi dengan pemilik proyek dan konsultan pengawas.
2.3. Hubungan Kerja Antar Unsur Organisasi
Dalam pelaksanaan pekerjaan sangat perlu adanya hubungan kerja yang harmonis
antar unsur organisasi proyek yang terlibat. Fungsi dari hubungan kerja ini adalah
sebagai pedoman serta batasan dalam melaksanakan tugas dan wewenang masing
- masing pihak. Pola hubungan kerja yang tegas dan jelas bertujuan agar masing

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

17

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

masing pihak dapat menjalankan peran dan kewajibannya tanpa terjadi


overlapping. Adapun hubungan kerja antar unsur organisasi proyek dapat dilihat
pada Gambar 2.3.
PT. Solo Ngawi Jaya
Owner

Pengguna Jasa
Penyedia Jasa
PT. Virama Karya
Konsultan Perencana
PT. Waskita Karya
Kontraktor Pelaksana

PT. Cipta Strada(KSO)


Konsultan Pengawas

Keterangan :
Garis Pertanggungjawaban
Garis Konsultatif / Koordinasi
Garis Perintah / Komando
Gambar 2.3 Skema Hubungan Kerja Antar Unsur Organisasi
(Sumber : Sajekti, Metode Kerja Bangunan Sipil, 2013)
2.3.1. Hubungan Kerja Pemilik Proyek dengan Kontraktor Pelaksana
Hubungan atau koordinasi antara pemilik proyek dengan kontraktor pelaksana
adalah sebagai berikut :
1.

Terdapat hubungan dalam ikatan kontrak kerja.

2.

Kontraktor pelaksana dalam hal ini PT. Waskita karya bertanggung jawab
melaksanakan pekerjaan proyek, kemudian menyerahkan hasil pekerjaannya
kepada pemilik proyek.

3.

Ada hubungan koordinasi dengan pemilik proyek dalam melaksanakan


kegiatan di lapangan.

4.

Pemilik proyek berhak untuk meminta pertanggung jawaban dari kontraktor.

5.

Pemilik proyek membayar biaya pelaksanaan dan imbalan jasa konstruksi


kepada kontraktor pelaksana.

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

18

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

6.

Pemilik proyek harus mengetahui metode yang digunakan dalam pelaksanaan


pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor.

2.3.2. Hubungan Kerja Pemilik Proyek dengan Konsultan Pengawas


Hubungan kerja antara pemilik proyek (owner) dengan konsultan pengawas
adalah sebagai berikut :
1.

Terdapat hubungan dalam ikatan kontrak kerja.

2.

Konsultan pengawas bertanggung jawab terhadap pemilik proyek dalam hal


pengawasan terhadap mutu kerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana.

3.

Konsultan pengawas memberikan hasil pengawasan kepada pemilik proyek.

4.

Pemilik proyek mengadakan rapat koordinasi dengan konsultan pengawas


terkait dengan masalah hasil kerja yang dilakukan oleh kontraktor

2.3.3. Hubungan Kerja Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas


Hubungan atau koordinasi antara kontraktor pelaksana dengan konsultan
pengawas adalah sebagai berikut :
1.

Terdapat ikatan aturan pelaksanaan proyek.

2.

Kontraktor melaksanakan kegiatan pekerjaan dalam proyek dengan


mendapatkan persetujuan dan pengawasan dari konsultan pengawas

3.

Konsultan memberikan pengendalian secara rutin terhadap pelaksanaan


proyek yang dilakukan oleh kontraktor.

4.

Kontraktor dapat merevisi gambar kerja yang sesuai dengan kondisi di


lapangan dan disetujui oleh konsultan pengawas.

2.3.4. Hubungan Kerja Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana


Hubungan kerja antara pemilik proyek dan konsultan perencana antara lain :
1.

Terdapat hubungan dalam ikatan kontrak kerja.

2.

Konsultan perencana bertanggung jawab atas laporan hasil desain struktur


bangunan kepada pemilik proyek

3.

Pemilik proyek memberikan wewenang perencanaan kepada konsultan


perencana.

4.

Konsultan perencana bertanggung jawab membuat Detail Engineering Design

5.

Pemilik proyek bertanggung jawab untuk membayar konsultan perencana.

6.

Konsultan perencanan bertanggung jawab membuat revisi dari gambar DED.

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

19

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

2.4. Struktur Organisasi Proyek


Struktur organisasi proyek adalah skema atau gambaran alur kerjasama yang
melibatkan banyak pihak dalam sebuah proyek. Struktur organisasi ini dibuat
untuk menjabarkan fungsi tugas dan tanggung jawab dari masing masing unit
kerja.Dalam penerapannya, tentu saja antara satu perusahaan dengan perusahaan
lainnya memiliki sistem organisasi yang berbeda, tergantung bagaimana
pemilihan struktur organisasi yang cocok dan dianggap efisien.
Suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan
struktur organisasi sebagai suatu sistem yang mengatur segala kegiatan yang
dilakukan. Dalam pelaksanaannya, menentukan sistem organisasi yang pas untuk
diterapkan pada suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan
pengamatan dan waktu dalam memilih sistem organisasi yang tepat dan sesuai.
Selama pelaksanaan kerja praktek, penulis masuk ke dalam PT. Waskita
karya yang bertindak sebagai kontraktor pelaksana. Oleh karena itu, dalam
pembahasan struktur organisasi proyek akan difokuskan pada sturktur organisasi
pada kontraktor pelaksana.
2.4.1. Kontraktor Pelaksana
Dalam pelaksanaan di proyek, kontraktor pelaksana tentunya memiliki sistem
organisasi yang menunjang kelancaran suatu pekerjaan proyek. Tiap bagian dalam
sistem tersebut tentunya memiliki job description masing masing yang harus
dipertanggungjawabkan. Dalam penerapan sistem organisasi tersebut, diharapkan
tidak terjadinya tumpang tindih (overlapping) antara tugas dan tanggung jawab
masing masing unit kerja sehingga apabila terjadi permasalahan dapat segera
terselesaikan dan diatasi dengan tuntas guna kelancaran pekerjaan dalam proyek.
Susunan organisasi pada PT. Waskita karya dapat dilihat pada Gambar 2.4.
1.

Kepala Proyek (Project Manager)


Kepala Proyek atau sering disebut dengan Project manager adalah wakil dari
perusahaan atau kontraktor utama yang memimpin suatu proyek dan
merupakan pimpinan tertinggi di lapangan dari suatu proyek. Kepala proyek
harus memiliki keahlian dan pemahaman yang menyeluruh dan mendetail
mengenai rencana kerja proyek. Fungsi utama kepala proyek adalah

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

20

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

mengelola proyek berdasarkan dokumen kontrak, dokumen spek, dan


Rencana Anggaaran Biaya (RAB) serta harus mampu mengkoordinir seluruh
kegiatan bawahannya sehingga dapat dipastikan pekerjaan yang dilaksanakan
sesuai dengan spesifikasi dan dapat berjalan sesuai dengan program kerja
yang direncanakan.
Pekerjaan apabila terjadi keterlambatan dalam proses pengerjaannya,
maka kepala proyek yang berhak dan bertanggung jawab memutuskan solusi
yang diambil untuk melanjutkan pekerjaan agar proyek yang berjalan sesuai
dengan rencana awal. Adapun tugas dan wewenang seorang Project manager
antara lain :
a. Membuat perencanaan proyek.
b. Mengadakan pra construction meeting ( Rapat Pra Pelaksanaan ).
c. Memberikan persetujuan gambar.
d. Bertanggungjawab dalam berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan di dalam
proyek secara menyeluruh.
e. Mengadakan dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk
kelancaran operasional proyek.
2. Koordinator K3LMP
Koordinator K3LMP adalah orang yang ditunjuk oleh kepala proyek
untuk melaksanakan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja,Lingkungan, Mutu, dan Pengamanan di suatu proyek. Koordinator
K3LMP biasa disebut dengan Safety Manager dimana bertanggungjawab
terhadap keselamatan tenaga kerja proyek, menjamin mutu bahan yang
harus sesuai dengan dokumen kontrak, maupun memberikan sanksi yang
tegas kepada tenaga kerja yang tidak mematuhi aturan keselamatan kerja
yang ada.
Adapun tugas dari seorang koordinator K3LMP antara lain :
a.

Membuat rencana dan melaksanakan kegiatan K3LMP proyek.

b.

Merencanakan dan memasang rambu rambu K3L, Alat Pelindung


Diri (APD), dan lingkungan.

c.

Memimpin inspeksi harian keselamatan dan kesehatan kerja.

d.

Membuat laporan kecelakaan harian dan bulanan.

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

21

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

e.

Memberikan peringatan bagi yang tidak mematuhi K3L.

f.

Melakukan inspeksi guna mengecek mutu pekerjaan apakah sudah


sesuai dengan dokumen spek.

g.

Melakukan uji tes di lapangan sebelum melakukan pekerjaan di


lapangan.

h.

Membuat laporan akhir K3LMP.

3. Seksi Teknik dan Administrasi Kontrak


Seksi teknik bertanggung jawab pada desain teknis, standar, dan gambar
kerja sertan membuat metode kerja yang dianggap paling efektif dan
menguntungkan proyek. Dalan pelaksanaan proyek seksi teknik meliputi
drafter, administrasi proyek, serta suveyor.
Sedangkan seksi administraasi kontrak adalah unit kerja dalam
proyek yang bertanggung jawab mengenai dokumen kontrak, laporan
progress realisasi proyek, menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja
dalam proyek, serta melakukan kontrak dengan sub kontraktor dalam
pelaksanaan pekerjaan proyek.
Tugas dan wewenang dari seksi teknik dan administrasi kontrak
dalam proyek antara lain :
- Seksi Administrasi Kontrak
a. Mengedalikan bobot sub kontraktor
b. Membuat nota pembukuan (biaya atau hutang)
c. Membuat laporan progress harian dan mingguan
d. Membuat laporan kurva S realisasi yang sudah dikerjakan
e. Mengelola tenaga kerja yang ada pada proyek
f. Mengendalikan kontrrak dengan mandor dan sub kontraktor
- Seksi Teknik
a. Membuat schedule shop drawing dan as built drawing.
b. Membuat shop drawing yang efisien dan menguntungkan.
c. Membuat metode kerja yang efektif dan efisien
d. Membuat revisi gambar yang disesuaikan dengan kondisi di
lapangan

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

22

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

e. Membuat laporan progress pekerjaan harian yang telah dilakukan


oleh kontraktor.
f. Melakukan pengukuran dan persiapan lahan.
g. Berkoordinasi dengan pelaksana terkait masalah masalah yang
terjadi di lapangan yang tidak sesuai dengan gambar rencana.
h. Menghitung volume setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan
seperti volume pekerjaan beton, volume pekerjaan besi tulangan,
volume pekerjaan galian timbuan tanah, dan sebagainya.
4. Seksi Logistik
Seksi logistik adalah bagian yang bertugas mengurusi dan mencatat
setiap pemasukan dan pengeluaran barang barang atau material yang
diperlukan proyek dan memeriksa apakah persediaan barang barang
atau material tersebut masih cukup atau tidak sehingga dapat
diperhitungkan jadwal untuk pengadaan material proyek.
Tugas dan wewenang seksi logistik antara lain adalah :
a.

Menyusun jadwal pengadaaan material proyek.

b.

Penyimpanan material dan bukti penerimaan material.

c.

Menerima bon keluar gudang dan pengecekan kesesuaian material.

d.

Melakuan inspeksi (visual, pengukuran, dan spesifikasi) serta


identifikasi material.

e.

Mengatur penyimpanan material di gudang supaya tidak rusak.

f.

Melakukan monitoring pengadaan dan penerimaan barang serta


membuat rekapitulasi jumlah material.

g.

Melakukan pemesanan material dan penerimaaan material proyek.

h.

Membuat laporan logistik yang keluar masuk gudang.

i.

Membuat laporan monitoring apabila terjadi kerusakan pada alat dan


bahan material yang ada di gudang.
Susunan organisasi dari PT. Waskita Karya selaku kontraktor
pelaksana pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Ngawi
Kertosono Seksi 2A pada ruas Mantingan Ngawi adalah sebagai
berikut:

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB 2 Manajemen Proyek

23

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

Gambar 2.4. Struktur Organisasi PT. Waskita Karya Selaku Kontraktor Pelaksana
(Sumber : Dokumen Struktur Organisasi PT. Waskita Karya,2016)
Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB II Manajemen Proyek

24

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

2.4.2. Konsultan Pengawas


Dalam menjalankan tugasnya dalam pengawasan proyek, suatu konsultan
pengawas memiliki bagian bagian penting untuk menunjang kelancaran dalam
pelaksanaan tugasnya. Tiap bagian tersebut sudah tentu mempunyai job
description masing masing. Dalam Struktur ini diharapkan tidak terjadi tumpang
tindih antara tugas dan tanggung jawab dari masing - masing unit kerja.
Pada proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Ngawi Kertosono SN2A ini,
yang bertindak untuk melakukan pengawasan proyek baik dari segi geoteknik,
struktur, maupun perkerasan jalan tol adalah PT. Cipta Strada KSO PT. Hasfarm
Dian dan PT. Adhy Duta Prima. Adapun susunan organisasi konsultan pengawas
dalam hal ini PT. Cipta Strada dapat dilihat pada Gambar 2.5.
2.4.3. Pemilik Proyek (Owner)
Dalam proyek pembangunan jalan tol Solo Ngawi Kertosono ini yang
bertindak sebagai pemilik proyek atau pengguna jasa adalah PT. Solo Ngawi Jaya.
PT. SNJ merupakan perseroan terbatas yang merupakan hasil dari konsorsium
antara perusahaan induk PT. Waskita Karya dengan Jasa Marga. Proporsi saham
pada PT. SNJ adalah 60 % dimiliki oleh PT. Waskita Karya dan 40 % dimiliki
oleh Jasa Marga ( Sumber : Website PT. Solo Ngawi Jaya). PT Solo Ngawi Jaya
juga mempunyai struktur organisasi sendiri agar tidak tejadi overlapping dalam
pembagian tugas dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pekerjaan di Proyek
Pembangunan Jalan Tol Solo Ngawi Kertosono ini.

Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB II Manajemen Proyek II-25

PEMBANGUNAN OVERPASS WIDODAREN 2 STA 66+433


JALAN TOL SOLO KERTOSONO (SEKSI 2A)
RUAS MANTINGAN NGAWI

Gambar 2.5. Struktur Organisasi PT. Cipta Strada Selaku Konsultan Pengawas
(Sumber : Dokumen Struktur Organisasi PT. Cipta Strada KSO PT Adhy Duta Prima,2016)
Aryo Bimantoro

21010113120115

BAB II Manajemen Proyek

26