Anda di halaman 1dari 333

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi

Pelelangan Umum Pascakualifikasi


Metode Satu Sampul, Sistem Gugur,
Kontrak Harga Satuan

Nomor : 03/A.III.5/PJPA/POKJA/BWS.SII/2017
Tanggal : 19 Desember 2016

Nama Pekerjaan

Nomor Paket
Sumber Dana
Tahun Anggaran
Provinsi

:
:
:
:

Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek


Sibundong 1.200 Ha Kab. Humbang
Hasundutan
A.III.5.
APBN
2017
Sumatera Utara

Sumatera II Provinsi Sumatera Utara


Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Tahun Anggaran 2016 Sumber Dana APBN

DAFTAR ISI
BAB I

UMUM ......................................................................................................................

BAB II

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) ...........................................................................

BAB III

LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)...............................................................................

61

BAB IV

LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK).............................................................................

66

BAB V

BENTUK DOKUMEN PENAWARAN.............................................................................

69

BAB VI

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI......................................................... 108

BAB VII

TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI .. 110

BAB VIII

BENTUK RANCANGAN KONTRAK ............................................................................. 113

BAB IX

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK .......................................................................... 121

BAB X

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) .............................................................. 150

BAB XI

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR............................................................................ 155

BAB XII

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA ............................................................................

310

BAB XIII

BENTUK DOKUMEN LAIN.........................................................................................

317

BAB I
UMUM
A.

Dalam hal pemilihan metode evaluasi apabila ada pertentangan ketentuan yang
tertulis pada Lembar Data Pemilihan (LDP) dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP)
maka yang digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data Pemilihan (LDP).

B.

Dokumen Pengadaan ini disusun untuk membantu peserta dalam menyiapkan


dokumen penawaran.

C.

Dalam dokumen pengadaan ini digunakan pengertian, istilah dan singkatan


sebagai berikut :
-

Pekerjaan Konstruksi :

adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan


dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau
pembuatan wujud fisik lainnya;

Kontrak Harga Satuan :

adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas


penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas
waktu tertentu, berdasarkan harga satuan
yang pasti
dan tetap untuk setiap
satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi
teknis tertentu, yang volume pekerjaannya
masih
bersifat
perkiraan
sementara,
sedangkan pembayarannya didasarkan pada
hasil pengukuran bersama atas volume
pekerjaan
yang
benar-benar telah
dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa;

HEA

adalah Harga Evaluasi Akhir yang merupakan


penyesuaian atau normalisasi
harga
terhadap harga penawaran dalam proses
pengadaan dimana unsur preferensi harga
telah diperhitungkan berdasarkan capaian
TKDN dan status perusahaan;

LDP

adalah Lembar Data Pemilihan yang memuat


ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai
dengan jenis pekerjaan antara lain meliputi
penyiapan,
penyampaian,
pembukaan,
kriteria dan tata cara penilaian dokumen
penawaran,
pengumuman
pemenang,
sanggahan;
1

LDK

adalah Lembar Data Kualifikasi yang memuat


ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai
dengan kualifikasi yang diperlukan penyedia
barang/jasa antara lain dalam menyiapkan,
mengisi formulir isian kualifikasi, dan
melengkapi pakta integritas;

APIP

adalah Aparat Pengawas Intern Pemerintah


(APIP) yang selanjutnya disebut Inspektorat
K/L/D/I bertugas melakukan pengawasan
melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan
dan kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi;

Penyedia

adalah
badan
usaha
yang
menyediakan/melaksanakan
Pekerjaan
Konstruksi;

Sub Penyedia

adalah penyedia yang mengadakan perjanjian


kerja dengan penyedia penanggung jawab
kontrak, untuk melaksanakan sebagian
pekerjaan (subkontrak);

Kemitraan/
Kerja Sama Operasi
(KSO)

adalah kerja sama usaha antar penyedia baik


penyedia nasional maupun penyedia asing,
yang masing-masing pihak mempunyai hak,
kewajiban dan tanggung jawab yang jelas
berdasarkan perjanjian tertulis;

Surat Jaminan

adalah jaminan tertulis yang selanjutnya


disebut Jaminan, bersifat mudah dicairkan
dan tidak bersyarat (unconditional), yang
diterbitkan oleh Bank Umum, Perusahaan
Penjaminan, Perusahaan Asuransi, atau
konsorsium perusahaan asuransi umum/
lembaga penjaminan/ perusahaan penjaminan
yang mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship), dimana konsorsium tersebut
telah ditetapkan/mendapat rekomendasi dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diserahkan oleh
penyedia kepada PPK/Pokja ULP untuk
menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia;

Hari

Adalah hari kalender untuk pelaksanaan


Kontrak dan proses pemilihan secara
elektronik dan batas akhir setiap tahapan
adalah hari kerja;

Daftar kuantitas dan


harga

Adalah Daftar kuantitas yang telah diisi harga


satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang
merupakan bagian dari penawaran;

Harga
Perkiraan
Sendiri (HPS)

Adalah perhitungan perkiraan biaya seluruh


volume pekerjaan dikalikan dengan Harga
Satuan yang disusun dan ditetapkan oleh PPK,
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan
data yang dapat dipertanggungjawabkan
sudah termasuk biaya umum, keuntungan
pekerjaan, dan beban pajak, serta digunakan
oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran
penawaran termasuk rinciannya;

Pekerjaan Utama

Adalah jenis pekerjaan yang secara langsung


menunjang terwujudnya dan berfungsinya
suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang
ditetapkan sebagaimana tercantum dalam
Dokumen Pengadaan;

Mata Pembayaran
Utama

Adalah mata pembayaran yang pokok dan


penting yang nilai bobot kumulatifnya
minimal 80% (delapan puluh per seratus)
dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai
dari mata pembayaran yang nilai bobotnya
terbesar yang ditetapkan oleh Pokja ULP
dalam Dokumen Pengadaan;

Harga Satuan
Pekerjaan (HSP)

Adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per


satu satuan tertentu;

Harga Satuan Dasar


(HSD)

Adalah harga satuan komponen dari harga


satuan pekerjaan (HSP) per satu satuan
tertentu, misalnya :
a. Upah tenaga kerja (per jam, per hari)
b. Bahan (per m, per m2, per m3, per kg, per
ton)
c. Peralatan (per jam, per hari)

Metode pelaksanaan :
pekerjaan

Adalah metode yang menggambarkan


penguasaan penyelesaian pekerjaan yang
sistematis dari awal sampai akhir meliputi
tahapan/urutan pekerjaan (utama) dan
uraian /cara dari masing masing jenis
kegiatan pekerjaan utama dan penunjang
pekerjaan utama yang dapat dipertanggung
jawabkan secara teknis;

Personil inti

Adalah tenaga ahli atau tenaga teknis yang


ditempatkan
sesuai
penugasan
pada
organisasi pelaksanaan pekerjaan;

Bagian pekerjaan
:
yang disubkontrakan

Adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan


utama, atau pekerjaan spesialis yang
ditetapkan sebagaimana tercantum dalam
Dokumen Pemilihan, yang pelaksanaannya
diserahkan kepada penyedia barang/jasa dan
disetujui terlebih dahulu oleh PPK;

Masa Pelaksanaan
(jangka waktu
pelaksanaan)

Adalah jangka waktu untuk melaksanakan


pekerjaan dihitung berdasarkan SPMK
sampai dengan serah terima pertama
pekerjaan;

K/L/D/I

Adalah Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja


Perangkat
Daerah/Institusi
yang
menggunakan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);

PA

Adalah Pengguna Anggaran yang merupakan


pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja
Perangkat Daerah atau Pejabat yang
disamakan
pada
Institusi
Pengguna
APBN/APBD;

KPA

Adalah Kuasa Pengguna


Anggaran
yang
merupakan pejabat yang ditetapkan oleh PA
untuk
menggunakan
APBN
atau
d i t e t a p k a n oleh Kepala Daerah untuk
menggunakan APBD;

ULP

Adalah Unit Layanan Pengadaan yang


dibentuk
oleh
Menteri/Pimpinan
Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi
yang berfungsi melaksanakan Pengadaan
Barang/Jasa yang bersifat permanen. ULP
dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit
yang sudah ada;

Pokja ULP

Adalah Kelompok Kerja ULP perangkat dari


ULP yang dibentuk dan ditetapkan oleh
Kepala ULP atas usulan KPA yang
penugasannya diatur oleh Kepala ULP untuk
melaksanakan
Pemilihan
Penyedia
Barang/Jasa;

PPK

Adalah Pejabat Pembuat Komitmen yang


bertanggung
jawab
atas
pelaksanaan
pekerjaan;

SPPBJ

Adalah Surat
Penunjukan
Penyedia
Barang/Jasa
yang diterbitkan oleh PPK
kepada
penyedia
barang/jasa
untuk
melaksanakan pekerjaan;

TKDN

Adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri


besarnya komponen dalam negeri pada
barang, jasa, dan gabungan barang dan jasa;

RK3K

Adalah Rencana
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, merupakan
dokumen lengkap rencana penyelenggaraan
SMK3 konstruksi bidang PU merupakan satu
kesatuan dengan dokumen kontrak suatu
pekerjaan konstruksi, yang dibuat oleh
penyedia jasa dan disetujui oleh pengguna
jasa, untuk selanjutnya dijadikan sebagai
sarana interaksi antara penyedia jasa dengan
pengguna jasa dalam penyelenggaraan SMK3 konstruksi
bidang PU;

LPSE

Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah


unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk
menyelenggarakan
sistem
pelayanan
pengadaan barang/jasa secara elektronik;
5

Aplikasi SPSE

aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan


Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang
terpasang di server LPSE yang dapat di akses
melalui website LPSE;

Form Isian Elektronik

Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk


grafis berisi komponen isian yang dapat
diinput oleh pengguna aplikasi;

Form Isian Elektronik


Data Kualifikasi

Form isian elektronik pada aplikasi SPSE yang


digunakan penyedia barang/jasa untuk
menginputkan dan mengirimkan data
kualifikasi.

D.

Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan


sebagaimana tercantum dalam LDP.

E.

Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang
berbentuk badan usaha tunggal atau kemitraan/KSO.

BAB II
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
A.

Umum

1.

Lingkup
Pekerjaan

2.

Sumber Dana

3.

Peserta

1.1

Nama paket dan lingkup pekerjaan


sebagaimana tercantum dalam LDP.

1.2

Penyedia yang ditunjuk berkewajiban


untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka
waktu sebagaimana tercantum
dalam
LDP, berdasarkan syarat umum dan syarat
khusus kontrak
dengan mutu sesuai
spesifikasi teknis dan harga yang tercantum
dalam kontrak.
Pengadaan ini dibiayai dari sumber
pendanaan sebagaimana tercantum dalam
LDP.

3.1

Pokja ULP mengumumkan kepada para


peserta untuk menyampaikan penawaran
atas
paket pekerjaan
konstruksi
sebagaimana tercantum dalam LDP.

3.2

Pelelangan Umum pekerjaan konstruksi ini


terbuka dan dapat diikuti oleh semua
peserta penyedia pelaksana konstruksi
tunggal atau kemitraan/KSO yang memenuhi
kualifikasi.

3.3

Peserta pada paket pekerjaan konstruksi


dengan nilai diatas Rp.2.500.000.000,00
(dua miliar lima ratus juta rupiah) sampai
dengan Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah) dipersyaratkan hanya untuk
pelaksana konstruksi dengan kualifikasi
Usaha Menengah yang kemampuan
dasarnya (KD) memenuhi syarat.

3.4

Pelelangan paket pekerjaan konstruksi


sebagaimana dimaksud pada 3.3 dapat
dikerjakan oleh penyedia jasa dengan
kualifikasi besar apabila:
7

a. pelelangan gagal karena tidak ada


penyedia jasa dengan kualifikasi
menengah yang mendaftar; dan/atau
b. peralatan utama dan tingkat kesulitan
pekerjaan yang akan dilelangkan tidak
dapat
dipenuhi/dilaksanakan
oleh
penyedia jasa dengan kualifikasi
menengah.
3.5

Badan Usaha Jasa Konstruksi asing (BUJKA)


dapat mengikuti paket pekerjaan diatas
Rp. 100.000.000.000,00 (seratus milyar
rupiah) dan harus melakukan kerja sama
usaha dengan perusahaan nasional dalam
bentuk kemitraan, dalam hal terdapat
perusahaan
nasional
yang
memiliki
kemampuan dibidang yang bersangkutan.

3.6

Kemitraan/KSO
dilakukan
sebelum
memasukkan dokumen penawaran, antar
badan usaha pelaksana konstruksi swasta
dan/atau milik pemerintah, dan/atau salah
satu peserta BUJKA.

3.7

Dalam hal peserta melakukan kemitraan/KSO


baik dengan perusahaan nasional maupun
asing maka peserta harus memiliki Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat
persentase kemitraan/KSO dan perusahaan
yang mewakili kemitraan/KSO tersebut.

3.8.

Kemitraan/KSO
harus
terdiri
dari
perusahaan nasional untuk nilai pekerjaan
dibawah Rp. 100.000.000.000,00 (seratus
milyar rupiah).

3.9.

Peserta kemitraan/KSO dilarang mengubah


Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi
selama proses pelelangan.

3.10

Penyedia jasa yang bermitra/KSO untuk


memenuhi jenis pekerjaan yang dilelangkan
dapat terdiri dari penyedia jasa konstruksi
umum (general), spesialis, mekanikal/
elektrikal, dan/atau keterampilan tertentu.
8

3.11. Bagi BUJKA yang mengikuti pelelangan harus


memiliki bukti Ijin Perwakilan Jasa Konstruksi
Asing dan melakukan kerja sama usaha
dengan perusahaan nasional dalam bentuk
kemitraan, subkontrak dan lain lain, dalam
hal terdapat perusahaan nasional yang
memiliki
kemampuan
dibidang
yang
bersangkutan.
4.

Larangan Korupsi, Kolusi,


4.1
dan Nepotisme (KKN),
Penyalahgunaan Wewenang
serta Penipuan

Peserta dan pihak yang terkait dengan


pengadaan
ini
berkewajiban
untuk
mematuhi etika pengadaan dengan tidak
melakukan tindakan sebagai berikut :
a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja
ULP dalam bentuk dan cara apapun,
untuk memenuhi keinginan peserta yang
bertentangan
dengan
Dokumen
Pengadaan,
dan/atau
peraturan
perundang-undangan;
b. melakukan
persekongkolan
dengan
peserta lain untuk mengatur hasil
Pelelangan
Umum,
sehingga
mengurangi/menghambat/ memperkecil /
meniadakan persaingan yang sehat
dan/atau
merugikan
pihak
lain
sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan.
Indikasi persekongkolan antar peserta
memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua)
indikasi di bawah ini:
1). terdapat kesamaan dalam Dokumen
Penawaran, antara lain pada:
metode kerja, bahan, alat, analisa
pendekatan teknis, koefisien, harga
satuan dasar upah, bahan dan alat,
harga satuan pekerjaan, dan/atau
spesifkasi
teknis/barang
yang
ditawarkan (merk/tipe/jenis) dan/
atau dukungan teknis;
9

2). seluruh penawaran dari peserta


mendekati HPS;
3). adanya keikutsertaan beberapa
Penyedia Barang/Jasa yang berada
dalam 1 (satu) kendali;
4). adanya kesamaan/kesalahan isi
dokumen penawaran, antara lain
kesamaan/kesalahan
pengetikan,
susunan, dan format penulisan; atau
5). jaminan penawaran dikeluarkan dari
penjamin yang sama dengan nomor
seri yang berurutan.
c. membuat
dan/atau
menyampaikan
dokumen dan/atau keterangan lain
yang tidak benar untuk memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Pengadaan
ini.

5.

Larangan
Pertentangan
Kepentingan

4.2

Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP


terbukti melakukan tindakan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 4.1 dikenakan
sanksi sebagai berikut :
a. sanksi administratif, seperti digugurkan
dari proses Pelelangan Umum atau
pembatalan penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada pihak
berwenang.

5.1

Para pihak dalam melaksanan tugas, fungsi


dan perannya dilarang memiliki/melakukan
peran ganda atau terafiliasi.

5.2

Peran ganda sebagaimana dimaksud pasal 5.1


antara lain meliputi :
a. Seorang anggota direksi atau Dewan
Komisari suatu Badan Usaha merangkap
sebagai anggota direksi atau dewan
komisaris pada badan usaha lainnya yang
menjadi peserta pada Pelelangan
pekerjaan yang sama;
10

b. Penyedia
yang
ditunjuk
sebagai
konsultan
manajemen
konstruksi
berperan sebagai konsultan perencana
dan/atau konsultan pengawas;
c. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai
konsultan
perencana/
pengawas
bertindak sebagai pelaksana pekerjaan
konstrukski yang direncanakannya/
diawasinya;
d. Pengurus koperasi pegawai dalam suatu
Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah
Daerah/ Institusi atau anak perusahaan
pada BUMN/BUMD yang mengikuti
Pengadaan dan bersaing dengan
perusahaan lainnya, merangkap sebagai
anggota Pokja ULP atau Pejabat yang
berwenang menetapkan pemenang
Pelelangan;
e. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik
langsung maupun tidak langsung
mengendalikan
atau
menjalankan
perusahaan peserta;
f. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan
yang dikendalikan, baik langsung
maupun tidak langsung oleh pihak yang
sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh
perseratus) pemegang saham.
6.

Alih Pengalaman dan


Pendayagunaan Produksi
Dalam Negeri

6.1

Dalam hal pelaksanaan paket pekerjaan


konstruksi dengan nilai kontrak di atas
Rp100.000.000.000,00
(seratus
miliar
rupiah) penyedia jasa pelaksana konstruksi
diwajibkan
memberikan
alih
pengalaman/keahlian kepada peserta didik
bidang konstruksi melalui sistem kerja
praktek/magang sesuai dengan jumlah
peserta didik yang diusulkan dalam
dokumen penawaran.

6.2

Peserta berkewajiban untuk menyampaikan


penawaran yang mengutamakan pekerjaan
11

konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia


oleh tenaga Indonesia (produksi dalam
negeri).
6.3

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi


dimungkinkan menggunakan bahan baku,
tenaga ahli, dan perangkat lunak yang tidak
berasal dari dalam negeri (impor) dengan
ketentuan :
a. pemilahan atau pembagian komponen
harus benar-benar mencerminkan bagian
atau komponen yang telah dapat
diproduksi di dalam negeri dan bagian
atau
komponen yang masih harus
diimpor;
b. komponen berupa bahan baku belum
diproduksi di dalam negeri dan/atau
spesifikasi teknis bahan baku yang
diproduksi di dalam negeri belum
memenuhi persyaratan;
c. pekerjaan
pemasangan,
pabrikasi,
pengujian dan lainnya sedapat mungkin
dilakukan di dalam negeri;
d. semaksimal mungkin menggunakan jasa
pelayanan yang ada di dalam negeri,
seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi,
perbankan, dan pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan
semata-mata
untuk
mencukupi
kebutuhan jenis keahlian yang belum
dapat diperoleh di Indonesia, disusun
berdasarkan keperluan yang nyata, dan
diusahakan secara terencana untuk
semaksimal mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga ahli
asing tersebut ke tenaga Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar
Barang yang diimpor yang dilengkapi
dengan spesifikasi teknis, jumlah dan
harga yang dilampirkan pada Dokumen
Penawaran.

6.4

Pemberian preferensi harga terhadap


penawaran peserta atas penggunaan
produksi dalam negeri ditetapkan dalam LDP.
12

7.

Satu Penawaran
Tiap Peserta

B.

Dokumen Pengadaan

8.

Pengambilan Dokumen
Pengadaan

9.

Isi Dokumen
Pengadaan Pekerjaan
Konstruksi

7.1

Setiap peserta, baik atas nama sendiri


maupun sebagai anggota kemitraan/KSO
hanya boleh memasukkan satu penawaran
untuk satu paket pekerjaan.

7.2

Setiap peserta yang termasuk dalam


kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta
baik secara sendiri maupun sebagai anggota
kemitraan/KSO yang lain pada paket
pekerjaan yang sama.

8.1

Semua
peserta
wajib
melakukan
pendaftaran sebelum mengambil Dokumen
Pengadaan.

8.2

Peserta
dapat
mengambil
Dokumen
Pengadaan sesuai hari, tanggal, waktu dan
tempat pengambilan yang ditentukan dalam
pengumuman.

8.3

Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1


(satu) perusahaan dalam pendaftaran dan
pengambilan Dokumen.

9.1

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


terdiri dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen
Kualifikasi.

9.2

Dokumen Pemilihan t e r d i r i a t a s :
a. Umum
b. Instruksi Kepada Peserta;
c. Lembar Data Pemilihan;
d. Contoh Bentuk Dokumen Penawaran
meliputi :
1) Surat Penawaran;
2) Surat Kuasa;
3) Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi(KSO);
4) Dokumen Penawaran Teknis;
5) Formulir Rekapitulasi Perhitungan
TKDN;
13

e.

f.
g.
h.

9.3

9.4

6) Jaminan Penawaran (dipersyaratkan


untuk paket pekerjaan dengan nilai di
atas Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah));
7) Analisa Harga Satuan dan Analisa Teknik
Satuan Pekerjaan pada saat klarifikasi
kewajaran harga terhadap penawaran
di bawah 80% HPS akan diminta, untuk
kepentingan evaluasi dan tidak menjadi
bagian dari ketentuan kontrak.
Contoh Bentuk Rancangan Kontrak
meliputi :
1. Surat Perjanjian/Pokok Perjanjian;
2. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
3. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
Daftar Kuantitas dan Harga;
Formulir RK3K; dan
Contoh Bentuk Dokumen Lain meliputi :
1) Pengumuman pelelangan;
2) SPPBJ;
3) SPMK;
4) Jaminan Pelaksanaan;
5) Jaminan Uang Muka;
6) Jaminan Pemeliharaan;
7) Daftar barang yang di impor.

Isi Dokumen Kualifikasi meliputi :


a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Pakta Integritas;
c. Formulir Isian Kualifikasi;
d. Petunjuk Pengisian Formulir
Kualifikasi;
e. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.

Isian

Peserta
berkewajiban
memeriksa
keseluruhan isi Dokumen Pengadaan.
Kelalaian
menyampaikan
Dokumen
Penawaran
yang
tidak
memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen
Pengadaan sepenuhnya merupakan risiko
peserta.

14

9.5

Peserta dapat meminta penjelasan secara


tertulis mengenai isi Dokumen Pengadaan
kepada Pokja ULP sebelum batas akhir
pemasukan penawaran.

9.6

Pokja ULP wajib menanggapi setiap


permintaan penjelasan yang diajukan peserta
secara tertulis.

10. Bahasa Dokumen


Pengadaan

Dokumen
Pengadaan
beserta
seluruh
korespondensi tertulis dalam proses Pengadaan
menggunakan Bahasa Indonesia.

11. Pemberian
Penjelasan

11.1

Pemberian penjelasan dilakukan pada


waktu dan tempat sebagaimana tercantum
dalam LDP serta dapat dihadiri oleh peserta
yang terdaftar.

11.2

Ketidakhadiran
peserta
pada
saat
pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan
dasar
untuk
menolak/menggugurkan
penawaran.

11.3

Perwakilan peserta yang hadir pada saat


pemberian penjelasan menunjukkan tanda
pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP.

11.4

Dalam pemberian penjelasan, Pokja ULP


menjelaskan kepada peserta mengenai :
a. Lingkup Pekerjaan;
b. Metode Pemilihan;
c. Metode
Pemasukan
Dokumen
Penawaran;
d. Kelengkapan yang harus dilampirkan
bersama Dokumen Penawaran;
e. Jadwal Batas Akhir Pemasukan Dokumen
Penawaran dan Pembukaan Dokumen
Penawaran;
f. Tata
cara
pembukaan
Dokumen
Penawaran;
g. Metode Evaluasi;
h. Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
i. Jenis kontrak yang akan digunakan;

15

j.
k.
l.
m.
n.
o.

Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan


dengan
preferensi
harga
atas
penggunaan produksi dalam negeri;
Ketentuan tentang penyesuaian harga;
Resiko K3 yang mungkin timbul
akibat pekerjaan termasuk kondisi dan
bahaya;
Ketentuan dan cara sub kontrak
sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro
dan Usaha Kecil serta Koperasi Kecil;
Besaran, masa berlaku dan penjamin
yang dapat menerbitkan jaminan; dan
Ketentuan tentang asuransi.

11.5

Apabila diperlukan, Pokja ULP dapat


memberikan penjelasan lanjutan dengan
cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya
Peninjauan Lapangan dan keperluan peserta
ditanggung masing - masing peserta.

11.6

Pemberian
penjelasan
mengenai
isi
Dokumen Pengadaan,
pertanyaan
dari
peserta, jawaban dari Pokja ULP, perubahan
substansi dokumen, hasil
peninjauan
lapangan, serta keterangan lainnya harus
dituangkan dalam Berita Acara Pemberian
Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh
anggota Pokja ULP dan minimal 1 (satu)
wakil dari peserta yang hadir.

11.7

Apabila tidak ada satupun peserta yang


hadir atau yang bersedia menandatangani
BAPP, maka BAPP cukup ditandatangani oleh
anggota Pokja ULP yang hadir.

11.8

Apabila
dalam
BAPP
sebagaimana
dimaksud pada pasal 11.6 terdapat halhal/ketentuan baru atau
perubahan
penting
yang
perlu ditampung, maka
Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum
Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian
tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

11.9

Perubahan rancangan kontrak spesifikasi


teknis, gambar, dan/atau nilai total HPS, harus
16

mendapat
persetujuan
PPK
dituangkan dalam Adendum
Pengadaan.

sebelum
Dokumen

11.10 Apabila ketentuan baru atau perubahan


penting tersebut tidak dituangkan dalam
Adendum Dokumen Pengadaan, maka
ketentuan baru atau perubahan tersebut
dianggap tidak ada dan ketentuan yang
berlaku adalah ketentuan dalam Dokumen
Pengadaan awal.
11.11 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk
mengambil
salinan
BAPP
dan/atau
Adendum Dokumen Pengadaan (apabila
ada).
11.12 Peserta dapat mengambil salinan BAPP
dan/atau Adendum Dokumen Pengadaan
yang disediakan oleh Pokja ULP atau
mengunduh
melalui
aplikasi
sistem
pengadaan secara
elektronik
(SPSE)
sebagaimana tercantum dalam LDP .
11.13 Sangat dianjurkan kepada peserta untuk
menghadiri
Pemberian
Penjelasan
pekerjaan di kantor dan Peninjauan
Lapangan
agar
dapat
menyiapkan
penawarannya dengan baik.
11.4 Dalam hal Pemberian Penjelasan secara
elektronik dilakukan sesuai dengan petunjuk
penggunaan aplikasi SPSE pada website LPSE.
12. Perubahan
Dokumen
Pengadaan

12.1

Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum


batas akhir pemasukan penawaran, Pokja
ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen
Pengadaan, berdasarkan informasi baru
yang mempengaruhi ketentuan Pemilihan
maupun substansi Dokumen Pengadaan.

12.2

Setiap
Adendum
yang
ditetapkan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Dokumen Pengadaan.
17

13. Tambahan Waktu


Pemasukan Dokumen
Penawaran
C.

12.3

Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk


mengambil salinan Adendum Dokumen
Pengadaan.

12.4

Peserta dapat mengambil salinan Adendum


Dokumen Pengadaan yang disediakan oleh
Pokja ULP atau mengunduhnya melalui
aplikasi sistem pengadaan secara elektronik
(SPSE) sebagaimana tercantum dalam LDP.

Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP


dapat memberikan tambahan waktu untuk
memasukkan Dokumen Penawaran.

Penyiapan Dokumen Penawaran

14. Biaya dalam Penyiapan


Penawaran

15. Bahasa
Penawaran

16. Dokumen
Penawaran

14.1

Peserta menanggung semua biaya dalam


penyiapan dan penyampaian penawaran.

14.2

Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas


kerugian apapun yang ditanggung oleh
peserta.

15.1

Semua
Dokumen
Penawaran
menggunakan Bahasa Indonesia.

15.2

Dokumen pendukung yang terkait dengan


Dokumen Penawaran dapat menggunakan
Bahasa Indonesia atau bahasa asing.

15.3

Dokumen pendukung yang berbahasa asing


perlu disertai penjelasan dalam Bahasa
Indonesia. Dalam hal terdapat perbedaan
penafsiran, maka yang berlaku adalah
penjelasan dalam Bahasa Indonesia.

16.1

Dokumen Penawaran pokok/utama paling


kurang terdiri atas:
a. Penawaran Administrasi;
b. Penawaran Teknis;
c. Penawaran Harga; dan
d. Data Kualifikasi.

harus

18

16.2

Dokumen Penawaran, meliputi :


a. Surat Penawaran;
b. Jaminan Penawaran asli (untuk paket
pekerjaan di atas Rp.2.500.000.000,00
(dua miliar lima ratus juta rupiah));
c. Daftar kuantitas dan harga;
d. Surat kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan kepada penerima kuasa yang
namanya tercantum dalam akta pendirian
atau perubahaanya (apabila dikuasakan);
e. surat perjanjian kemitraan/kerja sama
operasi (apabila bermitra);
f. dokumen penawaran teknis:
1) metode pelaksanaan;
2) jangka waktu pelaksanaan;
3) Bagian
pekerjaan
yang
akan
disubkontrakkan;
g. RK3K;
h. Rekapitulasi perhitungan TKDN;
i. Data kualifikasi meliputi :
1) Pakta Integritas;
2) Formulir Isian Kualifikasi;
j. Daftar Barang yang diimpor (apabila
impor);
k. Analisa Harga Satuan Pekerjaan.

17. Harga
Penawaran

17.1

Harga penawaran ditulis dengan


dalam angka dan huruf.

jelas

17.2

Peserta
mencantumkan
harga
kegiatan/keluaran dan harga total untuk
setiap
kegiatan pekerjaan dalam
kebutuhan biaya (daftar kegiatan dan
harga)
dapat
dalam
setiap
mata
pembayaran yang pokok (milestone) atau
dalam rincian. Jika harga kegiatan /keluaran
ditulis nol atau tidak dicantumkan, maka
pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan.
Harga penawaran yang mengikan adalah
harga total penawaran yang terkoreksi.

17.3

Biaya
overhead
termasuk
untuk
penyelenggaraan
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja (K3), keuntungan, semua
19

pajak, bea,
retribusi,
tenaga kerja
praktek/magang, biaya asuransi, dan biaya
lain yang harus dibayar oleh penyedia
untuk pelaksanaan paket
pekerjaan
konstruksi ini telah diperhitungkan dalam
total harga penawaran.
18. Mata Uang Penawaran
dan Cara Pembayaran

19. Masa Berlaku


Penawaran

20. Bentuk Dokumen


Penawaran

18.1

Semua harga dalam penawaran harus


dalam bentuk mata uang sebagaimana
tercantum dalam LDP.

18.2

Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan


dilakukan
sesuai
dengan
cara
sebagaimana tercantum dalam LDP dan
diuraikan
dalam Syarat-Syarat Umum/
Khusus Kontrak.

19.1

Masa berlaku penawaran


tercantum dalam LDP.

19.2

Apabila
evaluasi
belum
selesai
dilaksanakan, sebelum
akhir
masa
berlakunya penawaran, Pokja ULP dapat
meminta kepada seluruh peserta secara
tertulis
untuk
memperpanjang masa
berlakunya penawaran tersebut dalam
jangka waktu tertentu dan diperhitungkan
paling kurang sampai perkiraan tanggal
penandatanganan kontrak.

19.3

Berkaitan dengan pasal 19.2, maka


peserta dapat :
a. menyetujui permintaan tersebut tanpa
mengubah penawaran; atau
b. tidak bersedia memperpanjang sesuai
dengan
permintaan
tersebut
dan
dianggap mengundurkan diri, serta tidak
dikenakan sanksi.

sebagaimana

Dokumen penawaran disampikan secara elektronik,


dan penyerahan dokumen penawaran asli hanya
dilakukan terhadap penawaran yang akan diusulkan
sebagai calon pemenang dan calon pemenang
cadangan (apabila ada).
20

21. Pakta
Integritas

22. Pengisian Data Kualifikasi

21.1

Pakta
Integritas
berisi
ikrar
untuk
mencegah dan tidak melakukan dan akan
melaporkan terjadinya kolusi, korupsi, dan
nepotisme (KKN) termasuk penyalahgunaan
wewenang dalam pengadaan pekerjaan
konstruksi serta akan mengikuti proses
pengadaan secara bersih, transparan, dan
professional.

21.2

Dengan mendaftar sebagai peserta lelang


pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi
SPSE, maka peserta telah menandatangani
Pakta Integritas, kecuali untuk penyedia
barang/jasa
yang
melakukan
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO), badan
usaha yang ditunjuk mewakili Kemitraan/
Kerja
Sama
Operasi
(KSO)
wajib
menyampaikan pakta integritas melalui
fasilitas unggahan lainnya pada form isian
elektronik data kualifikasi di aplikasi SPSE.

22.1

Pengisian Data Kualifikasi


a. Data kualifikasi disampaikan melalui form
isian elektronik kualifikasi yang tersedia
pada aplikasi SPSE;
b. Jika form isian elektronik kualifikasi yang
tersedia pada aplikasi SPSE belum
mengakomodir data kualifikasi yang
disyaratkan Pokja ULP, maka data
kualifikasi tersebut diunggah (upload)
pada fasilitas pengunggahan lain yang
tersedia pada aplikasi SPSE;
c. Dengan mengirimkan data kualifikasi
secara elektronik, peserta menyetujui
pernyataan sebagai berikut:
1) yang
bersangkutan
dan
manajemennya
tidak
dalam
pengawasan pengadilan, tidak pailit,
dan kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan;
2) yang bersangkutan berikut pengurus
badan usaha tidak masuk dalam
daftar hitam;

21

3) yang bertindak untuk dan atas nama


badan usaha tidak sedang dalam
menjalani sanksi pidana;
4) data kualifikasi yang diisikan benar,
dan jika dikemudian hari ditemukan
bahwa
data/dokumen
yang
disampaikan tidak benar dan ada
pemalsuan,
maka
direktur
utama/pimpinan perusahaan, atau
kepala cabang, atau pejabat yang
menurut perjanjian kerja sama
berhak mewakili badan usaha yang
bekerja sama dan badan usaha yang
diwakili bersedia dikenakan sanksi
administratif, sanksi pencantuman
dalam daftar hitam, gugatan secara
perdata, dan/atau pelaporan secara
pidana kepada pihak berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang undangan;
5) pimpinan dan pengurus badan usaha
bukan sebagai pegawai K/L/D/I atau
pimpinan dan pengurus badan usaha
sebagai pegawai K/L/D/I yang sedang
mengambil cuti diluar tanggungan
K/L/D/I; dan
6) pernyataan lain yang menjadi syarat
kualifikasi yang tercantum dalam
dokumen pengadaan
d. Untuk
peserta
yang
berbentuk
konsorsium/
kemitraan/bentuk
kerjasama lain, pemasukan kualifikasi
dilakukan oleh badan usaha yang
ditunjuk
mewakili
konsorsium/
kemitraan/ bentuk kerjasama lain.
22.2

Peserta berkewajiban untuk menyetujui


Pakta Integritas dan mengisi form isian
elektronik data kualifikasi dalam aplikasi
SPSE.

22.3

Pakta Integritas dan Data Kualifikasi


dianggap telah disetujui dan ditandatangani
oleh peserta pengadaan, kecuali untuk
peserta yang melakukan Kemitraan/Kerja
22

Sama Operasi (KSO) Pakta Integritas dan


Data Kualifikasi ditandatangani oleh pejabat
yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama
Operasi
berhak
mewakili
Kemitraan/KSO.

23. Jaminan
Penawaran

22.4

Peserta mengirimkan Data Kualifikasi


melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP
sesuai jadwal yang ditetapkan.

22.5

Peserta dapat mengirimkan kekurangan


data kualifikasi melalui fasilitas pengiriman
data kualifikasi yang tersedia pada aplikasi
SPSE sebelum batas akhir pemasukan data
kualifikasi.

22.6

Data Kualifikasi harus disampaikan melalui


aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling
lambat pada waktu yang ditentukan oleh
Pokja ULP.

22.7

Aplikasi SPSE menolak setiap file penawaran


yang dikirimkan setelah batas akhir waktu
pemasukan penawaran.

22.8

Data Kualifikasi dapat dibuka pada saat Data


Kualifikasi diterima Pokja ULP pada aplikasi
SPSE.

23.1

Penggunaan jaminan penawaran :


a) Paket
pekerjaan
sampai
dengan
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus
juta rupiah) tidak diperlukan surat jaminan
penawaran;
b) Surat jaminan penawaran untuk paket
pekerjaan di atas Rp 2.500.000.000,00 (dua
miliar lima ratus juta rupiah) sampai
dengan Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh
miliar rupiah) dapat diterbitkan oleh Bank
Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Penjaminan,
konsorsium
perusahaan
asuransi umum/lembaga penjaminan/
perusahaan penjaminan yang mempunyai
program asuransi kerugian (suretyship),
bersifat mudah dicairkan dan tidak
bersyarat
(unconditional)
dimana
23

c)

konsorsium
tersebut
telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan
diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada
Kelompok Kerja ULP; atau
Surat jaminan penawaran untuk paket
pekerjaan di atas Rp 50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah) diterbitkan oleh
Bank Umum, konsorsium perusahaan
asuransi umum/lembaga penjaminan/
perusahaan penjaminan yang mempunyai
program asuransi kerugian (suretyship),
bersifat mudah dicairkan dan tidak
bersyarat
(unconditional)
dimana
konsorsium
tersebut
telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan
diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada
Kelompok Kerja ULP.

23.2

Jaminan Penawaran asli bagi penyedia jasa


yang mengikuti pengadaan secara elektronik
wajib diterima Pokja ULP sebelum batas akhir
pemasukan penawaran.

23.3

Peserta menyerahkan Jaminan penawaran


dalam mata uang penawaran sebagaimana
tercantum dalam LDP.

23.4

Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan


sebagai berikut:
a. diterbitkan sesuai dengan nilai
peruntukannya pada pasal 23.1.
b. Jaminan Penawaran dimulai sejak
tanggal terakhir pemasukan penawaran
dan masa berlakunya tidak kurang dari
waktu sebagaimana tercantum dalam
LDP;
c.
nama peserta sama dengan nama yang
tercantum dalam Jaminan Penawaran;
d. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak
kurang dari nilai nominal sebagaimana
tercantum dalam LDP;
e. besaran nilai Jaminan
Penawaran
dicantumkan dalam angka dan huruf;
24

f.

g.
h.

i.

nama Pokja ULP yang menerima


Jaminan Penawaran sama
dengan
nama Pokja ULP yang mengadakan
pelelangan;
paket pekerjaan yang dijamin sama
dengan
paket
pekerjaan
yang
dilelangkan;
Jaminan Penawaran harus dapat
dicairkan tanpa syarat (unconditional)
sebesar nilai Jaminan dalam waktu
paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja, setelah surat pernyataan
wanprestasi dari Pokja ULP diterima
oleh Penerbit Jaminan; dan
Jaminan
penawaran
atas
nama
perusahaan kemitraan (Kerja Sama
Operasi /KSO) harus ditulis atas nama
perusahaan kemitraan/KSO.

23.5

Jaminan Penawaran dari pemenang lelang


dan pemenang cadangan akan dikembalikan
setelah pemenang lelang
menyerahkan
Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani
kontrak.

23.6

Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak


ditetapkan sebagai pemenang pelelangan dan
pemenang cadangan akan dikembalikan
setelah penandatanganan kontrak.

23.7

Jaminan Penawaran akan disita dan dicairkan


apabila :
a. Peserta terlibat KKN;
b. Peserta menarik kembali penawarannya
selama dilaksanakannya pelelangan;
c. Tidak bersedia menambah nilai Jaminan
Pelaksanaan dalam hal sebagai calon
pemenang
dan
calon
pemenang
cadangan 1 dan 2 harga penawarannya
dibawah 80% HPS;
d. Tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau
verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai
calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang
tidak dapat diterima; atau
25

e. mengundurkan diri atau gagal tanda


tangan kontrak.
D.

Dokumen Penawaran

24. Pemasukan dan Cara


Penyampaian Dokumen
Penawaran

25. Batas Akhir


Pemasukan
Penawaran
E.

24.1

Pemasukan dokumen penawaran dengan


menggunakan metode 1 (satu) sampul.

24.2

Peserta
menyampaikan
dokumen
penawaran dengan cara mengunggah
melalui aplikasi sistem pengadaan secara
elektronik (SPSE) melalui pada website LPSE
sesuai ketentuan dalam LDP.

24.3

Jika
terdapat
penarikan/pembatalan/
penggantian Dokumen Penawaran, dapat
dilakukan dengan cara mengupload kembali
dokumen
surat
pengunduran
diri/pembatalan/penggantian.

24.4

Tata
cara
penyampaian
dokumen
penawaran sesuai petunjuk penggunaan
aplikasi SPSE pada website LPSE.

Penawaran harus disampaikan kepada Pokja ULP


melalui aplikasi sistem pengadaan secara elektronik
(SPSE) pada melalui website LPSE paling lambat
pada waktu yang ditentukan dalam LDP.

Pembukaan dan Evaluasi Penawaran

26. Pembukaan
Penawaran

26.1

Dokumen Penawaran dibuka dihadapan


peserta pada
waktu dan tempat
sebagaimana tercantum dalam LDP yang
dihadiri paling kurang 2 (dua) peserta
sebagai saksi.

26.2

Perwakilan peserta yang hadir pada saat


pembukaan
Dokumen
Penawaran
menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas
kepada Pokja ULP.

26

26.3

Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1


(satu) peserta sebagai saksi, maka Pokja
ULP menunda
pembukaan Dokumen
Penawaran selama 2 (dua) jam.

26.4

Apabila setelah ditunda selama 2 (dua)


jam, hanya ada 1 (satu) atau tidak ada
peserta sebagai saksi, maka pembukaan
Dokumen
Penawaran tetap dilanjutkan
dengan menunjuk saksi tambahan di luar
Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP.

26.5

Dinyatakan sebagai penawaran yang masuk


apabila dokumen penawaran pokok/utama
sebagaimana dimaksud dalam pasal 16.1
terpenuhi.
Surat
pengunduran
diri
(misalnya)
tidak
termasuk
sebagai
penawaran.

26.6

Apabila jumlah penawaran yang masuk


kurang dari 3 (tiga) maka dilanjutkan dengan
klarifikasi teknis dan negosiasi harga/biaya
terhadap Penawaran yang masuk.

26.7

Pokja ULP membuka Dokumen Penawaran


dihadapan peserta (apabila ada).

26.8

Pokja ULP memeriksa kelengkapan/


pemenuhan Dokumen Penawaran yang
meliputi :
a. surat penawaran yang didalamnya
tercantum masa berlaku penawaran dan
harga penawaran;
b. surat kuasa dari direktur utama/
pimpinan perusahaan kepada penerima
kuasa (apabila dikuasakan);
c. Jaminan Penawaran asli (untuk paket
pekerjaan
dengan
nilai
diatas
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima
ratus juta rupiah));
d. daftar kuantitas dan harga;
e. surat perjanjian kemitraan/kerja sama
operasi (apabila bermitra);
f. dokumen penawaran teknis:
27

1) metode pelaksanaan;
2) jangka waktu pelaksanaan;
3) Bagian
pekerjaan
yang
akan
disubkontrakkan;
g. RK3K;
h. Formulir Rekapitulasi perhitungan TKDN;
i. Data kualifikasi meliputi :
1) Pakta Integritas;
2) Formulir Isian Kualifikasi;
j. Daftar Barang yang diimpor (apabila
impor);
k. Analisa Harga Satuan Pekerjaan
26.9

Pokja ULP
penawaran
penawaran.

tidak boleh menggugurkan


pada
waktu
pembukaan

26.10 Pokja ULP membuat Berita Acara Pembukaan


Penawaran yang paling kurang memuat :
a. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk;
b. jumlah Dokumen Penawaran yang
lengkap dan tidak lengkap;
c. harga
penawaran
masing-masing
peserta;
d. kelainan-kelainan yang dijumpai dalam
Dokumen Penawaran (apabila ada);
e. keterangan lain yang dijumpai dalam
pembukaan
Dokumen
Penawaran
(apabila ada);
f. tanggal pembuatan Berita Acara; dan
g. tanda tangan anggota Pokja ULP dan
wakil peserta yang hadir atau saksi
yang ditunjuk oleh Pokja ULP apabila
tidak ada saksi dari peserta.
26.11 Dalam hal terjadi penundaan waktu
pembukaan penawaran, maka penyebab
penundaan tersebut harus dimuat dengan
jelas dalam Berita Acara.
26.12 Setelah dibacakan dengan jelas, Berita
Acara ditandatangani oleh anggota Pokja
ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi.

28

26.13 Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran


dalam bentuk file elektronik.
26.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada
peserta yang hadir tanpa dilampiri
Dokumen Penawaran dan Pokja ULP dapat
mengunggah salinan tersebut melalui
aplikasi sistem pengadaan secara elektronik
(SPSE) sebagaimana tercantum dalam LDP
yang dapat diunduh oleh masing-masing
peserta.
26.15 Tata cara pembukaan dokumen penawaran
sesuai petunjuk penggunaan aplikasi SPSE
pada website LPSE.
27. Klarifikasi Dan
Konfirmasi
Penawaran

28

Hak Menolak atau


Menerima Penawaran

27.1

Dalam mengevaluasi dokumen penawaran,


Pokja ULP
dapat melakukan klarifikasi
terhadap hal-hal yang tidak jelas dalam
dokumen
penawaran.
Peserta
harus
memberikan tanggapan atas klarifikasi.
Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi
dan harga penawaran.
Klarifikasi dan
tanggapan atas klarifikasi harus dilakukan
secara tertulis.

27.2

Terhadap hal-hal yang diragukan berkaitan


dengan dokumen penawaran, Pokja ULP
dapat melakukan konfirmasi kebenarannya
termasuk peninjauan lapangan kepada pihakpihak/ instansi terkait.

27.3

Hasil
klarifikasi/konfirmasi
menggugurkan penawaran.

dapat

Dalam keadaan khusus, Pokja ULP berhak


membatalkan proses pelelangan, menerima atau
menolak penawaran atau semua penawaran setiap
saat sebelum penandatanganan kontrak, dan tidak
dapat diminta bertanggung jawab apapun kepada
penawar
atau
berkewajiban
untuk
menginformasikan kepada penawar alasan dari
tindakan tersebut. Dalam hal pembatalan, semua
penawaran khususnya jaminan penawaran segera
dikembalikan kepada penawar.
29

29. Evaluasi
Penawaran

29.1

Evaluasi penawaran
sistem gugur.

dilakukan

dengan

29.2

Data yang digunakan Pokja ULP dalam


evaluasi dokumen penawaran adalah data
yang diunggah (upload) pada aplikasi sistem
pengadaan secara elektronik, sesuai dengan
data syarat syarat yang tertulis dalam
dokumen pengadaan.

29.3

Dalam hal terdapat lebih dari satu data


dokumen elektronik yang berbeda isi dan
tidak saling melengkapi serta tidak ada
keterangan
penarikan,
penggantian,
pengubahan, atau penambahan dokumen,
maka dokumen yang digunakan untuk
evaluasi adalah dokumen yang di upload
paling akhir. Tetapi jika waktu uploadnya
sama maka yang digunakan adalah dokumen
yang waktu modifikasinya paling akhir.

29.4

Data dokumen elektronik yang rusak


(sesudah mendapat klarifikasi dari LPSE)
akibat kesalahan pengiriman dokumen oleh
Penyedia
Jasa,
yang
mengakibatkan
dokumen tersebut tidak dapat dilakukan
evaluasi oleh Pokja ULP, maka dokumen
elektronik
tersebut dinyatakan tidak
memenuhi syarat.

29.5

Sebelum evaluasi penawaran, dilakukan


koreksi aritmatik dengan ketentuan :
a. volume pekerjaan yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga disesuaikan
dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan;
b. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian
antara volume dengan harga satuan
pekerjaan, maka dilakukan pembetulan,
dengan ketentuan harga satuan pekerjaan
yang ditawarkan tidak boleh diubah;
c. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga
satuan dianggap sudah termasuk dalam
30

harga satuan pekerjaan yang lain dan


harga satuan pada daftar kuantitas dan
harga tetap dibiarkan kosong.
d. Jenis pekerjaan yang tidak tercantum
dalam daftar kuantitas dan harga
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan
dan harga satuan pekerjaan dimaksud
dianggap nol serta sudah termasuk
dalam harga satuan pekerjaan yang lain.
e. Jenis pekerjaan yang ditawarkan
berbeda dengan daftar kuantitas dan
harga
disesuaikan
dengan
jenis
pekerjaan yang tercantum dalam
dokumen pengadaan dan harga satuan
pekerjaan menggunakan harga yang
tercantum dalam penawaran.
f. Apabila terdapat koreksi pada huruf a
sampai dengan huruf e dilakukan
klarifikasi kepada penyedia.
29.6

Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai


penawaran sehingga urutan peringkat dapat
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari
urutan peringkat semula.

29.7

Penawaran setelah koreksi aritmatik yang


melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.

29.8

Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja


ULP menyusun urutan dimulai dari nilai
penawaran terendah terkoreksi.

29.9

Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui


aplikasi sistem pengadaan secara elektronik
sebagaimana tercantum dalam LDP.

29.10 Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur


dilakukan
oleh
Pokja
ULP
untuk
mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang
memenuhi syarat yang dimulai
dari
penawaran
terendah
setelah koreksi
aritmatik.
31

29.11 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat


kurang dari 3 (tiga) penawar yang
menawar harga dibawah HPS maka proses
lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan
evaluasi penawaran.
29.12 Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran
yang meliputi :
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis; dan
c. evaluasi harga.
29.13 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi
sebagai berikut :
a. Pokja
ULP
dilarang
menambah,
mengurangi,
mengganti
dan/atau
mengubah kriteria dan persyaratan yang
telah ditetapkan dalam Dokumen
Pengadaan;
b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang
menambah, mengurangi, mengganti,
dan/atau mengubah isi Dokumen
Penawaran;
c. Penawaran yang memenuhi syarat
adalah penawaran yang sesuai dengan
ketentuan antara lain disampaikan oleh
penawar yang berhak, pada waktu yang
telah ditentukan, untuk paket pekerjaan
yang dilelangkan, memenuhi syarat
syarat yang ditetapkan meliputi syarat
administrasi, syarat
teknis dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan dan harga yang
wajar dapat
dipertanggung jawabkan
tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. Penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat
adalah :
1) Penyimpangan
dari
Dokumen
Pengadaan yang
mempengaruhi
lingkup, kualitas dan hasil/kinerja
pekerjaan; dan/atau
32

2) Penawaran dari peserta dengan


persyaratan tambahan yang akan
menimbulkan persaingan usaha tidak
sehat dan/atau tidak adil diantara
peserta yang memenuhi syarat.
e. Para pihak dilarang mempengaruhi atau
melakukan intervensi kepada Pokja ULP
selama proses evaluasi;
f. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti
adanya persaingan usaha yang tidak
sehat dan/atau terjadi pengaturan
bersama (kolusi/ persekongkolan) antara
peserta, Pokja ULP
dan/atau
PPK,
dengan tujuan untuk memenangkan
salah satu peserta, maka :
1) peserta yang ditunjuk sebagai calon
pemenang dan peserta lain yang
terlibat dimasukkan ke dalam Daftar
Hitam
2) anggota Pokja ULP dan/atau PPK
yang terlibat persekongkolan diganti,
dikenakan
sanksi
administrasi
dan/atau pidana;
3) proses evaluasi tetap dilanjutkan
dengan menetapkan peserta lainnya
yang tidak terlibat (apabila ada); dan
4) apabila tidak ada peserta lain
sebagaimana dimaksud pada angka
3), maka pelelangan dinyatakan gagal.
29.14 Evaluasi Administrasi :
a. penawaran
dinyatakan
memenuhi
persyaratan administrasi, apabila :
1) Syarat - syarat substansial yang
diminta
berdasarkan
Dokumen
Pengadaan dipenuhi/dilengkapi :
a) surat penawaran;
b) surat
kuasa
dari
direktur
utama/pimpinan
perusahaan
kepada penerima kuasa (apabila
dikuasakan) ;
c) Jaminan Penawaran asli (untuk
paket
pekerjaan
di
atas
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah));
33

d) Daftar kuantitas dan harga;


e) Surat perjanjian kemitraan/kerja
sama operasi (apabila bermitra);
f) Dokumen penawaran teknis
1. Metode pelaksanaan;
2. Jangka waktu pelaksanaan;
3. Bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan;
g. RK3K;
h. Rekapitulasi perhitungan TKDN
(khusus untuk peserta yang
tidak menyampaikan TKDN,
penawarannya tidak digugurkan
dan nilai TKDNnya dianggap nol);
i. Data Kualifikasi meliputi :
1. Pakta Integritas;
2. Formulir Isian Kualifikasi;
j. Daftar Barang yang diimpor
(apabila impor); dan
k. Analisa Harga Satuan Pekerjaan
2) Memenuhi kriteria sebagai berikut :
a) Surat
penawaran
memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
1. jangka waktu berlakunya surat
penawaran tidak kurang dari
waktu sebagaimana tercantum
dalam LDP, dengan ketentuan :
(a) apabila ada perbedaan
nilai penulisan antara
angka dan huruf maka
yang
diakui
adalah
tulisan huruf;
(b) apabila
nilai
yang
tertulis dalam angka jelas
sedangkan nilai dalam
huruf tidak jelas, maka
nilai yang diakui adalah
nilai yang tertulis dalam
angka; atau
(c) apabila nilai dalam angka
dan nilai yang tertulis
dalam huruf tidak jelas,
maka
penawaran
dinyatakan gugur.
34

2. Bertanggal.
b) Jaminan
Penawaran
Asli
memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
(1) diterbitkan oleh Bank Umum,
perusahaan
penjaminan,
perusahaan
asuransi,
konsorsium
perusahaan
asuransi umum, konsorsium
lembaga atau konsorsium
perusahaan penjaminan, yang
mempunyai program asuransi
kerugian
(suretyship)
sebagaimana ditetapkan oleh
Menteri Keuangan, atau telah
mendapat rekomendasi dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
apabila
berbentuk
konsorsium;
(2) Jaminan Penawaran dimulai
sejak
tanggal
terakhir
pemasukan penawaran dan
masa berlakunya tidak kurang
dari
waktu
sebagaimana
tercantum dalam LDP;
(3) nama peserta sama dengan
nama yang tercantum dalam
Jaminan Penawaran;
(4)besaran
nilai
Jaminan
Penawaran tidak kurang dari
nilai sebagaimana tercantum
dalam LDP;
(5)besaran
nilai Jaminan
Penawaran dicantumkan dalam
angka dan huruf;
(6)nama
Pokja
ULP
yang
menerima Jaminan Penawaran
sama dengan nama Pokja
ULP
yang
mengadakan
pelelangan;
(7)paket
pekerjaan
yang
dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang dilelangkan;
35

(8)Jaminan Penawaran harus


dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) sebesar nilai
Jaminan dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari
kerja, setelah surat pernyataan
wanprestasi dari Pokja ULP
diterima
oleh
Penerbit
Jaminan;
(9)Jaminan penawaran atas nama
perusahaan kemitraan (Kerja
Sama Operasi /KSO) harus
ditulis atas nama perusahaan
kemitraan/KSO;
(10) Kriteria pencairan jaminan
penawaran sesuai dengan
persyaratan yaitu :
a. Peserta terlibat KKN (yang
dilakukan oleh badan usaha
non kecil);
b. Peserta menarik kembali
penawarannya
selama
dilaksanakannya pelelangan;
c. Tidak bersedia menambah
nilai jaminan pelaksanaan
dalam hal sebagai calon
pemenang
dan
calon
pemenang cadangan 1 dan 2
harga
penawarannya
dibawah 80% HPS;
d. Tidak hadir dalam klarifikasi
dan/atau verifikasi kualifikasi
dalam hal sebagai calon
pemenang
dan
calon
pemenang cadangan 1 dan 2
dengan alasan yang tidak
dapat diterima; atau
e. Mengundurkan diri atau
gagal tanda tangan kontrak.
(11) Substansi dan keabsahan/
keaslian jaminan penawaran
telah
diklarifikasi
dan
dikonfirmasi tertulis oleh Pokja
ULP kepada penerbit jaminan.
36

c) Surat kuasa (apabila dikuasakan) :


1. Harus ditandatangani direktur
utama / pimpinan perusahaan;
2. Nama penerima kuasa harus
tercantum
dalam
akte
pendirian/anggaran dasar;
3. Dalam hal kemitraan, surat
kuasa ditandatangani oleh
anggota
kemitraan
yang
diwakili menurut perjanjian
kerja sama.
d) Surat perjanjian kemitraan/ kerja
sama operasi (apabila bermitra)
memenuhi persyaratan antara lain
sebagai berikut:
1. Mencantumkan
nama
kemitraan sesuai dengan data
kualifikasi;
2. Mencantumkan lead firm dan
mitra/anggota;
3. Mencantumkan
modal
(sharing)
dari
setiap
perusahaan;
4. Mencantumkan nama pihak
yang mewakili kemitraan/ KSO;
5. Ditandatangani para calon
peserta kemitraan/KSO.
1. (e) Dokumen penawaran teknis
(akan dievaluasi lebih lanjut sesuai
dengan kriteria persyaratan teknis
pada tahap evaluasi teknis)
b. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi
secara tertulis terhadap hal-hal yang
kurang jelas dan meragukan namun tidak
boleh mengubah substansi;
c. Peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi dilanjutkan dengan evaluasi
teknis;
d. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah
ada yang tidak memenuhi persyaratan
administrasi, Kelompok Kerja ULP
melakukan evaluasi administrasi terhadap
37

penawar terendah berikutnya (apabila


ada);
e. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)
peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka evaluasi tetap
dilanjutkan dengan evaluasi teknis; dan
f. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi
persyaratan
administrasi,
maka
pelelangan dinyatakan gagal.
29.15 Evaluasi Teknis :
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap
peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis
sesuai dengan yang ditetapkan dalam
dokumen pengadaan ini;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem
gugur dengan ketentuan:
1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis
minimal yang harus dipenuhi dengan
membandingkan
pemenuhan
persyaratan
teknis
sebagaimana
tercantum dalam LDP dan khusus
personil inti serta peralatan utama
minimal tercantum dalam LDK;
2) Penilaian persyaratan teknis, minimal
dilakukan terhadap:
a) metode pelaksanaan pekerjaan
memenuhi persyaratan substantif
yang meliputi tahapan/urutan
pekerjaan dari awal sampai akhir
secara
garis
besar
dan
uraian/cara kerja dari masingmasing jenis pekerjaan utama
dan
pekerjaan
penunjang/
sementara yang ikut menentukan
keberhasilan
pelaksanaan
pekerjaan utama yang dapat
dipertanggung jawabkan secara
teknis
dan
diyakini
menggambarkan
penguasaan
dalam penyelesaian pekerjaan.
Penilaian metode pelaksanaan
tidak mengevaluasi job-mix/
38

rincian/ campuran/ komposisi


material dari jenis pekerjaan
pekerjaan;
Jenis-jenis pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang/ sementara
yang
ikut
menentukan
keberhasilan
pelaksanaan
pekerjaan utama ditetapkan
dalam LDP. Pekerjaan penunjang/
sementara dimaksud, misalnya:
(1) Pembuatan
saluran
pengelak
(diversion
channel);
(2) Pengeringan
tempat
pekerjaan
(dewatering/unwatering)sk
ala besar;
(3) Pembuatan
konstruksi
pengaman
(protection
construction);
(4) Pengaturan lalu lintas
(traffic
management)pekerjaan
skala besar; atau
(5) Jalan pengalihan/ jembatan
sementara.
b) Jangka
waktu
pelaksanaan
pekerjaan yang ditawarkan tidak
melampaui batas waktu (yaitu
sampai dengan serah terima
pertama/Provision Hand Over
(PHO)) sebagaimana tercantum
dalam LDP;
c)

Peralatan Utama minimal: jenis,


kapasitas, komposisi dan jumlah
yang
disediakan
untuk
pelaksanaan
pekerjaan
menggunakan data peralatan
yang tercantum pada isian
kualifikasi;

39

d)

Personil inti Tenaga Ahli: tingkat


pendidikan,
jabatan
dalam
pekerjaan
yang
diusulkan,
pengalaman
kerja,
keahlian/keterampilan,
yang
ditempatkan
secara
penuh,
menggunakan data personil inti
yang tercantum pada isian
kualifikasi;

e)

Bagian pekerjaan yang akan


disubkontrakkan sebagai berikut :
(1) sebagian pekerjaan utama
disubkontrakkan
kepada
penyedia jasa spesialis;
(2) penawaran di atas Rp.
25.000.000.000,00 (dua puluh
lima miliar rupiah) sampai
dengan Rp.50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah)
mensubkontrakkan sebagian
pekerjaan
yang
bukan
pekerjaan utama kepada sub
penyedia jasa Usaha Mikro
dan Usaha Kecil serta koperasi
kecil; dan/atau
(3) penawaran di atas Rp.
50.000.000.000,00
(lima
puluh
miliar
rupiah)
mensubkontrakkan sebagian
pekerjaan
yang
bukan
pekerjaan utama kepada sub
penyedia jasa Usaha Mikro
dan Usaha Kecil serta koperasi
kecil
dan
dalam
penawarannya
sudah
menominasikan sub penyedia
jasa dari lokasi pekerjaan
setempat,
kecuali
tidak
tersedia sub penyedia jasa
yang dimaksud.

f)

RK3K memenuhi persyaratan


yaitu adanya sasaran dan
program K3 yang secara umum
40

menggambarkan
penguasaan
dalam mengendalikan resiko
bahaya K3.
3) Pokja ULP dapat meminta uji
mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat
tertentu sebagaimana tercantum
dalam LDP;
d. Apabila dalam evaluasi teknis terdapat
hal - hal
yang kurang jelas atau
meragukan, Pokja ULP melakukan
klarifikasi dengan
peserta. Hasil
klarifikasi
dapat
menggugurkan
penawaran;
e. Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi
teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi
harga;
f. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah
setelah koreksi aritmatik ada yang tidak
memenuhi persyaratan teknis, Pokja ULP
dapat melakukan evaluasi penawaran
terhadap penawar terendah berikutnya
(apabila ada);
g. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)
peserta yang lulus evaluasi teknis, maka
evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi
harga;
h. Apabila tidak ada peserta yang lulus
evaluasi
teknis
maka
pelelangan
dinyatakan gagal.
29.16 Evaluasi Harga :
a. Unsur - unsur yang perlu dievaluasi
adalah hal - hal yang pokok atau penting,
dengan ketentuan :
1) Total harga penawaran terkoreksi
dibandingkan nilai total HPS:
a) apabila total harga penawaran
terkoreksi melebihi nilai total HPS,
dinyatakan gugur; dan
b) apabila semua harga penawaran
terkoreksi diatas nilai total HPS,
pelelangan dinyatakan gagal;
2) Harga satuan penawaran yang nilainya
lebih
besar dari 110% (seratus
sepuluh perseratus) dari
harga
41

satuan yang tercantum dalam HPS,


dilakukan klarifikasi. Apabila setelah
dilakukan klarifikasi ternyata harga
satuan penawaran tersebut timpang,
maka harga
satuan
penawaran
timpang
hanya berlaku untuk
volume
sesuai
dengan
Daftar
Kuantitas dan Harga. Selanjutnya
daftar jenis/item pekerjaan timpang
tersebut dimasukkan ke dalam
kontrak;
3) Mata pembayaran yang harga
satuannya nol atau tidak ditulis
dilakukan klarifikasi dan kegiatan
tersebut harus tetap dilaksanakan.
Harganya dianggap termasuk dalam
harga satuan pekerjaan lainnya;
b. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga
dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Klarifikasi dalam hal penawaran
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) berbeda dibandingkan dengan
perkiraan Pokja ULP;
2) Klarifikasi/Evaluasi kewajaran harga
dalam hal harga penawaran nilainya
dibawah
80%
(delapan
puluh
perseratus) HPS, dengan ketentuan :
a) Meneliti dan menilai kewajaran
harga satuan dasar meliputi harga
upah, bahan dan peralatan dari
harga
satuan
penawaran,
sekurang-kurangnya pada setiap
mata pembayaran utama;
b) Meneliti dan menilai kewajaran
kuantitas/koefisien dari unsur
upah, bahan, dan peralatan dalam
Analisa Harga Satuan;
c) Hasil penelitian butir a) dan butir
b) digunakan untuk menghitung
harga satuan yang dinilai wajar
tanpa
memperhitungkan
keuntungan yang ditawarkan; dan
d) Harga satuan yang dinilai wajar
digunakan untuk menghitung total
harga penawaran yang dinilai
wajar dan dapat dipertanggung
jawabkan;
42

e) Total
harga
sebagaimana
dimaksud pada huruf d) dihitung
berdasarkan volume yang ada
dalam daftar kuantitas dan harga.
Apabila total harga penawaran yang
diusulkan lebih kecil dari hasil evaluasi
sebagaimana tersebut di atas, maka
harga penawaran dinyatakan tidak
wajar dan gugur harga.
Apabila total harga penawaran lebih
besar dari hasil evaluasi sebagaimana
tersebut di atas, maka harga
penawaran dinyatakan wajar dan
apabila peserta tersebut ditunjuk
sebagai pemenang pelelangan, harus
bersedia untuk menaikkan Jaminan
Pelaksanaan menjadi 5% (lima
perseratus) dari nilai total HPS.
Apabila peserta yang bersangkutan
tidak bersedia menaikkan nilai
Jaminan Pelaksanaan menjadi sebesar
5% HPS, penawarannya digugurkan
dan Jaminan Penawaran dicairkan dan
disetorkan ke Kas Negara/Daerah,
serta dimasukkan dalam daftar hitam.
c. Memperhitungkan preferensi harga atas
penggunaan produksi dalam negeri
(apabila
memenuhi
persyaratan
diberlakukannya preferensi harga) dengan
ketentuan
Perhitungan
Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang
disampaikan oleh peserta berdasarkan
penilaian sendiri (self assessment),
digunakan dalam evaluasi penawaran
harga apabila pelelangan pekerjaan
tersebut diberlakukan preferensi harga
yaitu apabila memenuhi ketentuan :
1) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa
dalam negeri diberlakukan pada
Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai
rupiah murni tetapi hanya berlaku
untuk Pengadaan Barang/Jasa bernilai
di atas Rp. 1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah); dan
43

2) Preferensi Harga hanya diberikan


kepada Barang/Jasa dalam negeri
dengan TKDN lebih besar atau
sama dengan 25% (dua puluh lima
perseratus).
Apabila peserta tidak menyampaikan
formulir perhitungan TKDN maka
peserta
dianggap
tidak
menginginkan
diberlakukan
preferensi harga bagi penawarannya
dan tidak menggugurkan.
Ketentuan
dan
tata
cara
penghitungan TKDN merujuk pada
ketentuan yang ditetapkan oleh
Menteri yang membidangi urusan
perindustrian
dengan
tetap
berpedoman
pada
tata
nilai
Pengadaan Barang /Jasa sebagaimana
diatur dalam Peraturan Presiden
Nomor 54 Tahun 2010 yang terakhir
diubah dengan Peraturan Presiden
No. 04 Tahun 2015 beserta petunjuk
teknisnya.
3) rumus penghitungan sebagai berikut :
1
HP
HEA
11 +
KP
HEA = Harga Evaluasi Akhir.
KP = Koefisien Preferensi (Tingkat
Komponen Dalam Negeri
(TKDN)
dikali
Preferensi
tertinggi Barang/Jasa).
HP = Harga Penawaran (Harga
Penawaran/terkoreksi yang
memenuhi persyaratan lelang
dan telah dievaluasi).
4) dalam hal terdapat 2 (dua) atau
lebih penawaran dengan HEA yang
sama, penawar dengan TKDN terbesar
adalah sebagai pemenang;

44

5) pemberian Preferensi Harga tidak


mengubah Harga Penawaran dan
hanya digunakan oleh Pokja ULP
untuk keperluan perhitungan HEA
guna
menetapkan
peringkat
pemenang.
d. Apabila terdapat 2 (dua) calon pemenang
memiliki harga penawaran yang sama
dalam hal tidak diperhitungkan TKDN,
maka Pokja ULP memilih peserta yang
mempunyai kemampuan teknis lebih
besar dan hal ini dicatat dalam Berita
Acara Hasil Pelelangan.
e. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti
harga tidak wajar akibat terjadinya
persaingan usaha tidak sehat dan/atau
terjadi
pengaturan
bersama
(kolusi/persekongkolan)
sebagaimana
ketentuan peraturan dan perundangundangan, maka pelelangan dinyatakan
gagal dan
peserta
yang
terlibat
dimasukkan dalam Daftar Hitam.
29.17 Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga)
penawaran sebagai calon pemenang dan
calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada).
30. Evaluasi Kualifikasi

30.1

Evaluasi
dilakukan
terhadap
calon
pemenang pelelangan dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 (apabila ada).

30.2

Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan


menggunakan metode penilaian sistem
gugur.

30.3

Pakta
Integritas
telah
diisi
dan
ditandatangani oleh peserta anggota
kemitraan/KSO
sebelum
pemasukan
penawaran, apabila tidak ditandatangani
maka tidak dievaluasi lebih lanjut.

45

31. Pembuktian Kualifikasi

30.4

Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai


dengan
ketentuan
dalam
Dokumen
Kualifikasi.

30.5

Apabila tidak ada calon pemenang yang


lulus Evaluasi kualifikasi, maka lelang
dinyatakan gagal.

31.1

Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang


memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan
setelah evaluasi kualifikasi.

31.2

Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan


cara melihat keaslian dokumen dari
dokumen asli atau salinan dokumen yang
sudah
dilegalisir
oleh pejabat
yang
berwenang dan meminta salinan dokumen
tersebut.

31.3

Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau


verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila
dokumen
yang
digunakan
dalam
pembuktian kualifikasi masih diragukan
kebenarannya.

31.4

Apabila peserta tidak hadir dalam


pembuktian kualifikasi dan telah diberikan
kesempatan serta tenggang waktu yang
cukup, maka peserta digugurkan dan
Jaminan Penawaran yang bersangkutan
dicairkan dan disetorkan ke kas Negara/kas
Daerah.

31.5

Apabila hasil pembuktian kualifikasi


ditemukan data tidak benar/pemalsuan
data/tidak dapat menunjukan dokumen asli
atau salinan dokumen yang sudah dilegalisir,
maka peserta digugurkan, badan usaha
dan/atau pengurusnya dimasukkan dalam
Daftar Hitam, Jaminan Penawaran yang
bersangkutan dicairkan dan disetorkan ke
kas Negara/ kas Daerah.

31.6

Apabila tidak ada calon pemenang yang


lulus pembuktian kualifikasi, maka lelang
dinyatakan gagal.
46

32. Klarifikasi dan negosiasi


teknis dan harga

F.

Dalam hal yang memasukkan penawaran kurang


dari 3 (tiga) dilakukan dengan ketentuan :
a. Klarifikasi teknis dan harga dimulai dari penawar
dari urutan terendah pertama setelah koreksi
aritmatik
yang
memenuhi
persyaratan
administrasi dan teknis;
b. Hal yang diklarifikasi adalah metode pelaksanaan
pekerjaan yang dapat mempengaruhi harga
untuk dilakukan negosiasi;
c. Apabila klarifikasi dan negosiasi terhadap
penawaran terendah pertama tidak tercapai
kesepakatan, maka penawarannya dinyatakan
gugur dan dilanjutkan negosiasi terhadap
penawaran terendah kedua, apabila ada.

Penetapan Pemenang

33. Penetapan
Pemenang

33.1

Pokja ULP membuat Surat Penetapan


Pemenang, Pemenang Cadangan 1, dan
Pemenang Cadangan 2 (apabila ada
pemenang cadangan) untuk nilai penawaran
terkoreksi
sampai
dengan
Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah) berdasarkan Berita Acara Hasil
Pelelangan (BAHP).

33.2

PA membuat Surat Penetapan Pemenang,


Pemenang Cadangan 1, dan Pemenang
Cadangan 2 (apabila ada pemenang
cadangan) untuk nilai penawaran terkoreksi
diatas Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja
ULP, dengan ketentuan :
a. usulan
penetapan
pemenang
ditembuskan kepada PPK dan APIP
Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Institusi; dan
b. apabila PA tidak setuju dengan usulan
Pokja ULP dengan alasan yang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangundangan, maka PA memerintahkan
evaluasi
ulang
atau
menyatakan
pelelangan gagal.

47

33.3

Dalam hal nilai penawaran terkoreksi


pemenang
sampai
dengan
Rp. 100.000.000.000,00
(seratus miliar
rupiah) dan nilai penawaran terkoreksi
pemenang
cadangan
diatas
Rp. 100.000.000.000,00
(seratus miliar
rupiah), maka penetapannya oleh PA setelah
mendapatkan usulan dari Pokja ULP.

33.4

Dalam hal hasil evaluasi peserta akan


diusulkan sebagai pemenang pada beberapa
paket pekerjaan, dan sisa kemampuan
menangani paket (SKP) tidak mencukupi
maka dilakukan klarifikasi untuk memilih
paket pekerjaan berdasarkan pilihan
penyedia jasa setelah mempertimbangkan
ketersediaan peralatan dan personil.

33.5

Dalam hal peserta mengikuti pelelangan


beberapa paket pekerjaan konstruksi dalam
waktu penetapan pemenang bersamaan :
a. Menawarkan peralatan yang sama
pada masing masing paket
pekerjaan, maka hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang pada
1 (satu) paket pekerjaan setelah
dilakukan
klarifikasi
untuk
menentukan peralatan tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk paket
pekerjaan
lainnya
dinyatakan
peralatan tidak ada dan dinyatakan
gugur;
b. Ketentuan hanya dapat ditetapkan
sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket
pekerjaan
sebagaimana
dimaksud pada huruf a, dapat
dikecualikan dengan syarat waktu
penggunaan alat tidak tumpang
tindih (overlap), ada peralatan
candangan yang diusulkan dalam
dokumen
penawaran
yang
memenuhi
syarat,
dan/atau
kapasitas dan produktifitas peralatan
secara teknis dapat menyelesaikan
lebih dari 1 (satu) paket pekerjaan;
48

c. Menawarkan personil yang sama


pada
masing-masing
paket
pekerjaan, maka hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang pada
1 (satu) paket pekerjaan setelah
dilakukan
klarifikasi
untuk
menentukan personil tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk paket
pekerjaan
lainnya
dinyatakan
personil tidak ada dan dinyatakan
gugur;
d. Ketentuan pada huruf c hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang pada
1 (satu) paket pekerjaan konstruksi,
dikecualikan apabila personil yang
diusulkan penugasannya sebagai
Kepala Proyek atau ada personil
cadangan yang diusulkan dalam
dokumen
penawaran
yang
memenuhi syarat;
e. Menawarkan personil yang sedang
bekerja di paket lain, maka pada saat
akan ditetapkan sebagai pemenang
dipastikan sudah tidak terikat pada
paket lain.
33.6

Penetapan pemenang disusun sesuai


dengan urutannya dan harus memuat :
a. Nama paket pekerjaan dan nilai total
HPS;
b. Nama dan alamat Penyedia serta harga
penawaran atau harga penawaran
terkoreksi;
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. Hasil evaluasi penawaran administrasi,
teknis, harga; dan
e. Evaluasi kualifikasi.

33.7

Data pendukung yang diperlukan untuk


menetapkan pemenang adalah:
a Dokumen Pengadaan beserta Adendum
(apabila ada);
b BAPP;
c BAHP; dan
49

33.8

Dokumen Penawaran dari pemenang


dan pemenang cadangan 1 dan 2
(apabila ada) yang telah diparaf anggota
Pokja ULP dan 2 (dua) wakil
peserta/saksi.

Apabila terjadi keterlambatan dalam


menetapkan pemenang dan mengakibatkan
surat penawaran dan Jaminan Penawaran
habis masa berlakunya, dilakukan konfirmasi
kepada calon pemenang, calon pemenang
cadangan 1 dan 2 (apabila ada) untuk
memperpanjang masa berlaku surat
penawaran dan Jaminan Penawaran sampai
dengan perkiraan jadwal penandatanganan
kontrak. Calon pemenang, calon pemenang
cadangan 1 dan 2 (apabila ada) yang tidak
bersedia memperpanjang surat penawaran
dan
Jaminan
Penawaran
dapat
mengundurkan diri tanpa dikenakan sanksi.

34. Pengumuman Pemenang

Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang


cadangan 1 dan 2 (apabila ada) kepada masyarakat
di website layanan pengadaan secara elektronik
(LPSE) sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan
pengumuman resmi yang memuat sekurang kurangnya:
a. Nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. Nama dan alamat penyedia;
c. Harga penawaran;
d. Harga penawaran terkoreksi;
e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
f. Hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis,
harga, dan kualifikasi untuk seluruh peserta yang
dievaluasi dilengkapi dengan penjelasan untuk
setiap penawaran yang dinyatakan gugur dari
substansi yang dievaluasi (alasan gugur
administrasi/ teknis/ harga/ kualifikasi).

35. Sanggahan

35.1

Peserta yang memasukkan penawaran dapat


menyampaikan sanggahan secara elektronik
atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP
disertai bukti terjadinya penyimpangan
melalui website, dengan tembusan kepada
PPK, PA/KPA dan APIP Kementerian/
50

Lembaga/ Pemerintah Daerah/ Institusi


sebagaimana tercantum dalam LDP, dengan
ketentuan :
a. Pelelangan Umum paling lambat 5 (lima)
hari kalender setelah pengumuman
pemenang; atau
b. Pemilihan Langsung paling lambat 3 (tiga)
hari kalender setelah pengumuman
pemenang.
35.2

Sanggahan diajukan oleh


peserta
baik
secara sendiri - sendiri maupun bersamasama dengan peserta lain.

35.3

Sanggahan
diajukan
apabila
terjadi
penyimpangan prosedur meliputi:
a. Penyimpangan terhadap ketentuan dan
prosedur yang diatur dalam Peraturan
Presiden No. 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya dan yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
b. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi
terjadinya persaingan usaha yang sehat;
dan/atau
c. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja
ULP dan/atau pejabat yang berwenang
lainnya.

35.4

Apabila sanggahan dinyatakan benar maka


Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal.

35.5

Sanggahan yang diajukan bukan dari peserta


dianggap sebagai pengaduan dan tetap
harus
ditindaklanjuti
serta
tidak
menghentikan proses pelelangan.

35.6

Sanggahan yang disampaikan kepada


PA/KPA, PPK atau disampaikan dan diterima
diluar masa sanggah, dianggap sebagai
pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti
serta
tidak
menghentikan
proses
pelelangan.
51

G.

Penunjukan Pemenang Pengadaan

36. Penunjukan
Penyedia
Barang/Jasa

36.1

Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil


Pelelangan (BAHP) kepada PPK dengan
tembusan kepada Kepala ULP sebagai dasar
untuk menerbitkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

36.2

PPK menerbitkan SPPBJ, dengan ketentuan


apabila:
a. Pernyataan peserta pada formulir isian
kualifikasi masih berlaku;
b. tidak ada sanggahan dari peserta;
c. sanggahan terbukti tidak benar; atau
d. masa sanggah berakhir.

36.3

Rapat persiapan penandatanganan kontrak,


hal-hal yang dibahas antara lain:
a. Draft kontrak (substansi kontrak);
b. Kelengkapan dokumen kontrak;
c. Rencana penandatanganan kontrak;
d. Jaminan Uang Muka (ketentuan, bentuk,
isi, waktu penyerahan)
e. Jaminan Pelaksanaan (ketentuan, bentuk,
isi, waktu penyerahan)
f. Asuransi;
g. Harga satuan timpang;
h. Penyesuaian harga (apabila diperlukan);
i. tenaga kerja praktek/magang;
i. Hal-hal yang telah diklarifikasi dan
dikonfirmasi
pada
saat
evaluasi
penawaran; dan/atau
k. Hal-hal yang dianggap perlu

36.4

Penyedia yang ditunjuk wajib menerima


keputusan tersebut, dengan ketentuan :
a. apabila
yang
bersangkutan
mengundurkan
diri
dan
masa
penawarannya
masih berlaku dengan
alasan yang dapat diterima secara
obyektif oleh Pokja ULP, maka Jaminan
Penawaran yang bersangkutan dicairkan
dan disetorkan sebagaimana tercantum
dalam LDP;
52

b. apabila
yang
bersangkutan
mengundurkan
diri
dan
masa
penawarannya
masih berlaku dengan
alasan yang tidak dapat diterima secara
obyektif oleh Pokja ULP, maka Jaminan
Penawaran yang bersangkutan dicairkan
dan disetorkan sebagaimana tercantum
dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar
Hitam/Black List; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia
ditunjuk karena masa penawarannya
sudah tidak
berlaku, maka tidak
dikenakan sanksi dan Jaminan Penawaran
yang bersangkutan tidak boleh dicairkan.
36.5

Apabila
pemenang
yang
ditunjuk
mengundurkan diri, maka penunjukan
pemenang
dapat
dilakukan
kepada
pemenang
cadangan
sesuai
dengan
urutan peringkat, selama masa surat
penawaran
dan
Jaminan
Penawaran
pemenang cadangan masih berlaku atau
sudah diperpanjang masa berlakunya.

36.6

Apabila semua pemenang yang ditunjuk


mengundurkan diri, maka pelelangan
dinyatakan gagal oleh PA/KPA setelah
mendapat laporan dari PPK.

36.7

SPPBJ harus diterbitkan, dengan ketentuan :


a pada Pelelangan Umum, paling lambat 6
(enam)
hari
kalender
setelah
pengumuman penetapan pemenang,
apabila tidak ada sanggahan;
b. pada Pemilihan Langsung, paling lambat
4 (empat) hari kalender setelah
pengumuman penetapan pemenang,
apabila tidak ada sanggahan; atau
c. Dalam hal Pelelangan Umum/Pemilihan
Langsung, paling lambat 2 (dua) hari
kalender setelah semua sanggahan
dijawab.

36.8

Di dalam SPPBJ disebutkan/ditegaskan/ditulis


bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan
53

Pelaksanaan
kontrak.
37. Kerahasiaan
Proses

H.

sebelum

penandatanganan

37.1

Proses evaluasi Dokumen Penawaran


bersifat rahasia dan dilaksanakan oleh pokja
ULP secara independen.

37.2

Informasi yang berhubungan dengan


penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfirmasi,
dan usulan calon pemenang tidak boleh
diberitahukan kepada peserta, atau orang
lain yang tidak berkepentingan sampai
keputusan pemenang diumumkan.

37.3

Setiap usaha peserta lelang mencampuri


proses evaluasi dokumen penawaran atau
keputusan pemenang akan mengakibatkan
ditolaknya penawaran yang bersangkutan.

37.4

Evaluasi penawaran yang disimpulkan


dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP)
oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai
dengan saat pengumuman pemenang.

38.1

Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal,


apabila :
a. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi
penawaran;
b. dalam evaluasi penawaran ditemukan
bukti/indikasi terjadi persaingan tidak
sehat;
c. harga penawaran terendah terkoreksi
lebih tinggi dari HPS;
d. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan
pelelangan yang tidak sesuai dengan
ketentuan Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 04 Tahun 2015
beserta petunjuk teknisnya dan Dokumen
Pengadaan ternyata benar;
e. sanggahan dari peserta atas kesalahan
substansi Dokumen Pengadaan ternyata
benar; atau

Pelelangan Gagal

38. Pelelangan Gagal

54

f. calon pemenang
cadangan 1 dan
evaluasi dengan
dalam klarifikasi
kualifikasi.

dan calon pemenang


2, setelah dilakukan
sengaja tidak hadir
dan/atau pembuktian

38.2

PA/KPA sebagaimana tercantum dalam LDP


menyatakan pelelangan gagal, apabila :
a. PA/KPA sebagaimana tercantum dalam
LDP sependapat dengan PPK yang tidak
bersedia menandatangani SPPBJ karena
proses Pelelangan tidak sesuai dengan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
yang terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya;
b. pengaduan masyarakat adanya dugaan
KKN yang
melibatkan
Pokja
ULP
dan/atau PPK ternyata benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan sehat dalam pelaksanaan
Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak
berwenang;
d. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa
atas kesalahan
prosedur
yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan
ternyata benar;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010,
yang terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya;
f. Pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau
menyimpang dari Dokumen Pengadaan;
g. Calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri;
atau
h. Pelaksanaan Pelelangan melanggar
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
yang terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya;

38.3

Menteri/Kepala Lembaga/Pimpinan Institusi


menyatakan pelelangan gagal, apabila
Pengaduan masyarakat atas terjadinya
KKN yang melibatkan KPA, ternyata benar.

55

I.

38.4

Kepala daerah menyatakan pelelangan gagal


apabila Pengaduan
masyarakat
atas
terjadinya KKN yang melibatkan PA dan/atau
KPA, ternyata benar.

38.5

Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka


Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh
peserta.

38.6

Setelah pemberitahuan adanya pelelangan


gagal, Pokja ULP atau Pokja ULP
pengganti (apabila diganti) meneliti dan
menganalisis penyebab terjadinya pelelangan
gagal,
untuk
menentukan
langkah
selanjutnya, yaitu melakukan :
a. Evaluasi ulang;
b. Penyampaian
ulang
Dokumen
Penawaran;
c. Pelelangan ulang; atau
d. Penghentian proses pelelangan.

39.1

Surat Jaminan Pelaksanaan


ketentuan sebagai berikut :

Surat Jaminan Pelaksanaan

39. Surat Jaminan


Pelaksanaan

a.

b.

memenuhi

Paket pekerjaan sampai dengan


Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima
ratus juta rupiah) dapat diterbitkan oleh
Bank Umum, Perusahaan Asuransi,
Perusahaan Penjaminan, konsorsium
perusahaan asuransi umum/lembaga
penjaminan/perusahaan
penjaminan
yang mempunyai program asuransi
kerugian (suretyship), bersifat mudah
dicairkan
dan
tidak
bersyarat
(unconditional) dimana konsorsium
tersebut telah ditetapkan/mendapat
rekomendasi
dari
Otoritas
Jasa
Keuangan (OJK), dan diserahkan oleh
Penyedia Jasa kepada PPK;
Paket
pekerjaan
di
atas
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima
ratus juta rupiah) diterbitkan oleh Bank
Umum,
konsorsium
perusahaan
asuransi
umum/
lembaga
56

c.

d.
e.
f.
g.
h.
i.

j.
k.
39.2

penjaminan/perusahaan
penjaminan
yang mempunyai program asuransi
kerugian (suretyship), bersifat mudah
dicairkan
dan
tidak
bersyarat
(unconditional) dimana konsorsium
tersebut telah ditetapkan/mendapat
rekomendasi
dari
Otoritas
Jasa
Keuangan (OJK), dan diserahkan oleh
Penyedia Jasa kepada PPK;
Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan
sejak tanggal penandatanganan Kontrak
sampai dengan serah terima pertama
pekerjaan berdasarkan Kontrak (PHO)
sebagaimana tercantum dalam LDP;
Nama penyedia sama dengan nama
yang tercantum dalam surat Jaminan
Pelaksanaan;
Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak
kurang dari nilai jaminan yang
ditetapkan;
Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan
dicantumkan dalam angka dan huruf;
nama PPK yang menerima Jaminan
Pelaksanaan sama dengan nama PPK
yang menandatangani kontrak;
paket pekerjaan yang dijamin sama
dengan paket pekerjaan yang tercantum
dalam SPPBJ;
Jaminan Pelaksanaan harus dapat
dicairkan tanpa syarat (unconditional)
sebesar nilai jaminan dalam jangka
waktu paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah surat pernyataan
wanprestasi dari PPK diterima oleh
penerbit Jaminan;
Jaminan Pelaksanaan atas
nama
Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama
Kemitraan/KSO; dan
Memuat nama, alamat dan tanda tangan
pihak penjamin.

Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk


menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan
dipersamakan dengan menolak untuk
menandatangani
Kontrak
atau
tidak
57

menerima keputusan penunjukan sebagai


penyedia barang/ jasa, maka akan dikenakan
sanksi;

J.

39.3

Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan


Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam
Syarat-Syarat Umum Kontrak.

40.1

Penandatanganan
Kontrak
Pengadaan
Barang/Jasa dilakukan setelah DIPA/DPA
ditetapkan.

40.2

Sebelum penandatanganan kontrak PPK wajib


memastikan
isian
kualifikasi
masih
berlaku/valid. Apabila terdapat data isian
kualifikasi tidak valid, maka kontrak tidak
ditandatangani.

40.3

Penandatanganan kontrak dilakukan setelah


penyedia
menyerahkan
Jaminan
Pelaksanaan, dengan ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi antara 80%
(delapan puluh perseratus) sampai
dengan 100% (seratus perseratus) nilai
total HPS adalah sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai Kontrak;
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi dibawah 80%
(delapan puluh perseratus) nilai total
HPS adalah sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai total HPS.

40.4

PPK dan penyedia tidak diperkenankan


mengubah substansi Dokumen Pengadaan
sampai dengan penandatanganan Kontrak,
kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan
pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan
melewati batas tahun anggaran.

40.5

Dalam hal perubahan waktu pelaksanaan


pekerjaan melewati batas tahun anggaran,
penandatanganan kontrak dilakukan setelah
mendapat persetujuan kontrak tahun jamak.
58

Penandatanganan Kontrak

40. Penandatanganan
Kontrak

40.6

PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep


Kontrak
meliputi substansi,
bahasa,
redaksional, angka dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar
Dokumen Kontrak.

40.7

Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian


Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian,
dengan maksud
apabila
terjadi
pertentangan ketentuan antara bagian satu
dengan bagian yang lain, maka berlaku
urutan sebagai berikut :
a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. pokok perjanjian;
c. surat
penawaran
berikut
daftar
kuantitas dan harga;
d. syarat-syarat khusus kontrak;
e. syarat-syarat umum kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar; dan
i. dokumen lainnya seperti: jaminanjaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

40.8

Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai


kebutuhan, yaitu :
a. sekurang - kurangnya 2 (dua) Kontrak asli,
terdiri dari:
1) kontrak asli pertama untuk PPK
dibubuhi materai pada bagian yang
ditandatangani oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia
dibubuhi materai pada bagian yang
ditandatangani oleh PPK;
b. rangkap
kontrak
lainnya
(apabila
diperlukan) tanpa dibubuhi materai.

40.9

Penandatanganan Kontrak bernilai diatas


Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah) dilakukan setelah memperoleh
pendapat ahli hukum Kontrak atau Tim Opini
Hukum Kontrak yang dibentuk oleh K/L/D/I
yang bersangkutan.

59

40.10 Pihak yang berwenang menandatangani


kontrak atas nama penyedia adalah Direksi
yang disebutkan namanya dalam Akta
Pendirian/Anggaran Dasar,
yang
telah
didaftarkan
sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

60

BAB III
LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)
A.

Penerapan IKP dan LDP

B.

Lingkup Pekerjaan

Apabila ada pertentangan ketentuan yang tertulis


pada Lembar Data Pemilihan (LDP) dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP) maka yang
digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data
Pemilihan (LDP).
1.

a. Pokja ULP :
Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/Jasa
Konstruksi Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II Provinsi
Sumatera Utara Balai Wilayah Sungai
Sumatera II Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2017
b. Alamat Pokja ULP :
Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Jl. Jend. Besar DR. A.H. Nasution No. 30 Pkl.
Masyhur Medan
c. Email :
pokja2017.konstruksibwss2@gmail.com

2.

Website : Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

3.

a. Nama paket pekerjaan :


Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek Sibundong
1.200 Ha Kab. Humbang Hasundutan
b. Uraian singkat pekerjaan :
Pekerjaan Bendung
- Rehab. Bendung
Pekerjaan Saluran Induk Kiri
- Normalisasi Saluran
- Pembuatan Pasangan Flume
- Pemb. Bang. Sadap

4.

1,00 Buah
1.483,00 M
1.483,00 M
3,00 Buah

Jangka
waktu
penyelesaian
pekerjaan :
240 (dua ratus empat puluh) hari kalender
61

C.

Sumber Dana

Pekerjaan ini dibiayai dari Sumber P endanaan :


APBN Tahun Anggaran 2017

D.

Pendayagunaan Produksi
Dalam Negeri

Preferensi harga
penawaran peserta

E.

Pemberian Penjelasan
Dokumen Pengadaan dan
Peninjauan Lapangan

F.

Dokumen Penawaran

1.

tidak

diberikan

terhadap

Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan akan


dilaksanakan pada :
Sesuai jadwal yang tercantum dalam sistem
pengadaan secara elektronik.

2.

Peninjauan lapangan akan dilaksanakan pada :


Hari
: Kamis
Tanggal : 05 Januari 2017
Pukul : 10.00 Wib
Tempat : Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Jl. Jend. Besar DR. AH. Nasution No. 30
Pkl. Masyhur Medan

1.

[Daftar Personil Inti dan Peralatan Utama Minimal


yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
adalah daftar yang ada di dalam LDK (Lembar
Data Kualifikasi)]

2.

Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan :


tidak diberlakukan
Persyaratan subkontrak pekerjaan konstruksi:
nilai penawaran > Rp25.000.000.000, Peserta wajib
ada subkontrak, dalam hal Pokja ULP menetapkan
Daftar pekerjaan yang akan disubkontrakkan, maka
Peserta wajib memenuhi daftar tersebut.
Penawaran terkait dengan bagian pekerjaan yang
disubkontrakan memenuhi syarat sebagai berikut :
a. sebagian pekerjaan utama disubkontrakkan
kepada penyedia jasa spesialis; dan/atau
b. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama kepada penyedia jasa
Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi
kecil.

62

3.

Sebagai pekerjaan utama adalah:


- Rehab. Bendung
- Normalisasi Saluran
- Pembuatan Pasangan Flume
- Pemb. Bang. Sadap

4.

Sebagai pekerjaan penunjang/sementara sebagai


pendukung pekerjaan utama adalah:
No.
1

1,00 Buah
1.483,00 M
1.483,00 M
3,00 Buah

Jenis Pekerjaan Penunjang/Sementara


Pekerjaan Persiapan

5.

Identifikasi bahaya sesuai dengan Bab.V Huruf G


pada Tabel 1.

6.

Uji mutu/teknis/fungsi dalam kondisi tertentu


diperlukan untuk :
a. Bahan konstruksi permanen : tidak ada
b. Alat yang menjadi bagian konstruksi
permanen : tidak ada

G.

Mata Uang Penawaran dan


Cara Pembayaran

H.

Masa Berlakunya
Penawaran

I.

Jaminan
Penawaran

1.

Mata uang yang digunakan adalah mata uang


Rupiah.

2.

Pembayaran dilakukan dengan cara bulanan


(monthly certificate) didasarkan pada hasil
pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang
telah dilaksanakan.
Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan
puluh) hari kalender sejak batas akhir pemasukan
penawaran.

1.

Besarnya Jaminan Penawaran adalah :


Rp. 230.250.000,- (Dua ratus tiga puluh juta dua
ratus lima puluh ribu rupiah,-)

2.

Jaminan penawaran berlaku selama 118 (seratus


delapan belas) hari kalender dan efektif mulai
tanggal 17 Januari 2017.

3.

Batas Akhir Penyampaian Jaminan Penawaran


Asli :
63

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

: Senin
: 16 Januari 2017
: 17.00 Wib (Jam Kerja)
: Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Jl. Jend. Besar DR. AH. Nasution No. 30
Pkl. Masyhur Medan

J.

Penyampaian
Dokumen Penawaran

[Sesuai jadwal yang tercantum dalam


sistem pengadaan secara elektronik]

K.

Batas Akhir Waktu


Pemasukan Penawaran

[Sesuai jadwal yang tercantum dalam


sistem pengadaan secara elektronik]

L.

Pembukaan
Penawaran

[Sesuai jadwal yang tercantum dalam


sistem pengadaan secara elektronik]
Tempat : Asrama Haji Medan

m.

Ambang Batas

n.

Sanggahan

Ambang Batas tidak digunakan


1.

Sanggahan ditujukan kepada :


Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/Jasa
Konstruksi Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan
Pemanfaatan Air Sumatera II Provinsi Sumatera
Utara Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Tahun Anggaran 2017
Alamat
: Kantor BWS Sumatera II
Jl. Jend. Besar DR. A.H. Nasution
No. 30 Pkl. Masyhur Medan

2.

Tembusan sanggahan ditujukan kepada :


a. PPK Irigasi dan Rawa III
Alamat
: Jl. Sisingamangaraja No.292
Padangsidimpuan 22711.
b. Kasatker
SNVT
Pelaksanaan
Jaringan
Pemanfaatan Air Sumatera II Provinsi
Sumatera Utara
Alamat
: Kantor BWS Sumatera II Lt.II
Jl. Jend. Besar DR. A.H. Nasution
No. 30 Pkl. Masyhur Medan

64

c. Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan


Umum dan Perumahan Rakyat
Alamat : Jl. Pattimura No.20 Jakarta Selatan
d. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
Alamat : Jl. Pattimura No. 20 Jakarta Selatan

65

BAB IV
LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)
A.

Lingkup
Kualifikasi

Nama Pokja ULP :


Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/Jasa
Konstruksi Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II Provinsi
Sumatera
Utara
Balai
Wilayah
Sungai
Sumatera II Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2017
Alamat Pokja ULP :
Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera II
Jl. Jend. Besar DR. A.H. Nasution No. 30 Medan
Nama Paket Pekerjaan :
Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek Sibundong
1.200 Ha Kab. Humbang Hasundutan.

B.

Persyaratan
Kualifikasi

1.

Peserta Kualifikasi badan usaha harus memiliki :


- Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Bidang
Sipil yang masih berlaku
- Sertifikat Badan Usaha (SBU) Klasifikasi
Bangunan Sipil Sub Klasifikasi (SI001) Jasa
Pelaksana Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan,
DAM, dan Prasarana Sumber Daya Air lainnya.

2.

Peserta Kualifikasi Badan Usaha Jasa Konstruksi


Asing harus memiliki bukti Izin Perwakilan Jasa
Konstruksi Asing dan melakukan kerja sama
usaha dengan perusahaan nasional dalam
bentuk kemitraan, subkontrak dan lain-lain,
dalam hal terdapat perusahaan nasional yang
memiliki
kemampuan
dibidang
yang
bersangkutan.

3.

Memiliki pengalaman pengadaan pekerjaan


konstruksi paling kurang 1 (satu) pekerjaan
sebagai Penyedia Barang/Jasa dalam kurun
waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta,
termasuk pengalaman subkontrak, dikecualikan
bagi Penyedia Barang/Jasa yang baru berdiri
kurang dari 3 (tiga) tahun.
66

4.

Apabila usaha non kecil dengan Kemampuan


Dasar (KD) yang sejenis/sesuai subklasifikasi
(SI001) Jasa Pelaksana Konstuksi Saluran Air,
Pelabuhan, Dam, dan Prasarana Sumber Daya Air
lainnya dengan paket pekerjaan yang
dilelangkan
sekurang-kurangnya
sebesar
Rp. 11.512.471.300,- (Sebelas milyar lima ratus
dua belas juta empat ratus tujuh puluh satu ribu
tiga ratus rupiah,-);

5.

Memiliki kemampuan menyediakan Personil


yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
sebagai berikut :
a. Tenaga Ahli bagi usaha non kecil

6.

Jabatan
dalam
Pengalaman
pekerjaan
Kerja
yang
(Tahun)
diusulkan
Site
3
Manager
(1 orang)

No.

Tingkat
Pendidikan

S1 Sipil

S1 Sipil
atau
D3 Sipil

Pelaksana
Lapangan
(1 orang)

3
atau
5

SKA Ahli
Teknik
SDA

S1 Sipil
atau
D3 Sipil

Ahli
Quantity
(1 orang)

3
atau
5

SKA Ahli
Teknik
SDA

D3 Sipil
atau
SMK Bangunan

Petugas
K3
(1 orang)

3
atau
5

Sertifikat
K3
Konstruksi

Profesi/
Keahlian
SKA Ahli
Teknik
SDA

memiliki surat keterangan dukungan keuangan


dari
bank
pemerintah/swasta
sebesar
Rp. 1.151.247.130,- (Satu milyar seratus lima
puluh satu juta dua ratus empat puluh tujuh ribu
seratus tiga puluh rupiah,-);

67

7.

Memiliki kemampuan untuk menyediakan


peralatan untuk melaksanakan pekerjaan
konstruksi ini, yaitu:

No.

Jenis

Kapasitas

Excavator
Long Reach

0,45 m

Excavator

Jumlah

2,00

0,80 m

2,00

Vibro Roller
Compactor

125 HP

2,00

Baby Roller

14 HP

1,00

Dump Truck

8,00 m

Beton Molen

0.3 M

5,00

Pompa Air

4,00

Kepemilikan
(Milik / Sewa
Beli / Sewa)

10,00

Dengan
ketentuan
kepemilikan
(milik
sendiri/sewa beli/sewa), peralatan utama
minimal yang diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan utama sebagai berikut:
a. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah alat
memenuhi persyaratan;
b. peralatan yang ditawarkan baik dan dapat
digunakan untuk penyelesaian pekerjaan
sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan; dan
c. wajib menggunakan peralatan utama milik
sendiri/sewa beli (alat telah tersedia) untuk
pekerjaan
dengan
nilai
diatas
Rp.
200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah),
dikecualikan untuk peralatan yang didesain
khusus yang ditetapkan dalam dokumen
lelang atau yang dilaksanakan penyedia jasa
spesialis.
8.

memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban


perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan).
SPT Tahunan yang diminta untuk tahun 2015.

68

BAB V
BENTUK DOKUMEN PENAWARAN
A. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN
(KSO)
CONTOH

[Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)]


Nomor
Lampiran

:
:

................,................. 20.

Kepada Yth.:
Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/Jasa Konstruksi Satuan Kerja SNVT
Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II Provinsi Sumatera Utara Balai
Wilayah Sungai Sumatera II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Tahun Anggaran 2017
di
Tempat
Perihal

Penawaran Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek


Sibundong 1.200 Ha Kab. Humbang Hasundutan.

Sehubungan
dengan
pengumuman
pendaftaran dan pengambilan
Dokumen Pengadaan Nomor : ................................... tanggal ...................... dan
setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara
Pemberian Penjelasan (serta Addendum Dokumen Pengadaan, apabila ada],
dengan
ini
kami
mengajukan
penawaran
untuk
Pekerjaan
sebesar
Rp. .............................. (...............dalam huruf.....................) termasuk PPN.
Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di
atas.
Penawaran ini berlaku selama ........ (..........dalam huruf...........) hari kalender
sejak batas akhir pemasukan penawaran.
1.
2.
3.
4.

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan :


Jaminan Penawaran asli;
Daftar Kuantitas dan Harga;
Surat Kuasa [apabila ada];
Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi [apabila bermitra];
69

5. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :


a. Metode pelaksanaan;
b. Jangka waktu pelaksanaan;
c. Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakan;
6. Rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);
7. RK3K;
8. Dokumen Isian Kualifikasi, terdiri dari :
a. Pakta Integritas;
b. Formulir Isian Kualifikasi;
9. Daftar Barang yang diimpor (apabila impor);
10. Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup
dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan
serta Pokja ULP tidak terikat untuk menetapkan penawaran terendah sebagai
pemenang. Apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak tersedia
atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka Pengadaan
Barang/Jasa dapat dibatalkan dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk
apapun.

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................


[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

..........................
Jabatan

70

B. BENTUK SURAT KUASA


CONTOH-1

[Kop Surat Badan Usaha]


SURAT KUASA
Nomor : ..................

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan : .................. ..................
[Direktur Utama/Pimpinan Perusahaan]
Jabatan
: .....................................
Utama/Pimpinan
..............................................
[nama
PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta
Perusahaan]
Pendirian No. ........ [No. Akta Notaris] tanggal .................. [tanggal penerbitan
Akta] Notaris .................. [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya
(apabila ada), yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama : .....................................*)
Alamat : ....................................
Jabatan : ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk melaksanakan dan tidak terbatas
pada hal-hal sebagai berikut:
1. ............. [Menandatangani Surat Penawaran,]
2. ............. [Menandatangani Pakta Integritas,]
3. ............. [Menandatangani Surat Perjanjian,]
4. ............. [Menandatangani Surat Sanggahan,]
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20.....
Penerima Kuasa

Pemberi Kuasa

..................................
(nama dan jabatan)

..................................
(nama dan jabatan)

*) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama


penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya atau
pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan
yang bekerja sama.
CONTOH-2

71

[Kop Surat Badan Usaha KSO]


SURAT KUASA
Nomor : ..................
1. Nama
Alamat Perusahaan
Jabatan

: ....................................
: ....................................
:....................................[Direktur Utama/ Pimpinan
Perusahaan/Kepala
Cabang/
wakil
kemitraan
(KSO)]..................[nama PT/CV/Firma]

2. Nama
Alamat Perusahaan
Jabatan

: ....................................
: ....................................
:....................................[Direktur Utama/ Pimpinan
Perusahaan/Kepala
Cabang/
wakil
kemitraan
(KSO)]..................[nama PT/CV/Firma]

3. (dst.)
masing-masing dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
[perusahaan/kemitraan (KSO)] berdasarkan [Akta Notaris No. ...... [No. Akta
Notaris] tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta] Notaris .................. [nama
Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya (apabila ada) atau Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) No ......... tanggal ..................], yang
selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada:
Nama (lead firm) : ....................................
Alamat
: ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Perusahaan Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk melaksanakan dan tidak terbatas
pada hal-hal sebagai berikut:
1. .............. [Menandatangani Surat Penawaran,]
2. ............. [Menandatangani Pakta Integritas,]
3. ............. [Menandatangani Surat Perjanjian,]
4. ............. [Menandatangani Surat Sanggahan,]

Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
72

.................., .................. 20....


Pemberi Kuasa 1

Penerima Kuasa (lead firm)

..................................
(nama dan jabatan)

..................................
(nama)

Pemberi Kuasa 2

..................................
(nama dan jabatan)

Dst

73

C. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)


CONTOH

SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/


KERJA SAMA OPERASI (KSO)
Sehubungan dengan pengumuman pelelangan pekerjaan ..................................
yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ..................................
pada tanggal .................... 20....., maka kami:
.................................................................... [nama peserta 1]
.................................................................... [nama peserta 2]
.................................................................... [dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersamasama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).
Kami menyetujui dan memutuskan bahwa :
1. Secara bersama-sama :
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah
..................................
b. Menunjuk .................................. [nama peserta 1] dengan modal/sharing
paling besar] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO
dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung
jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua
kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.
2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO
adalah :
............................... [nama peserta 1] sebesar ...% (.. persen)
............................... [nama peserta 2] sebesar .. % (.. persen)
............................... [dan seterusnya] sebesar ..% (.. persen)
3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil bagian
sesuai sharing tersebut pada butir 2. Dalam hal pengeluaran, keuntungan,
dan kerugian dari kemitraan/KSO.
4. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama
masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota
kemitraan/KSO.
5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing
anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap
semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk
memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan
dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.
74

6.

7.
8.
9.

Wewenang menandatangani penawaran untuk dan atas nama


kemitraan/KSO diberikan kepada .................................. [nama wakil peserta]
dalam kedudukannya sebagai
direktur utama/direktur pelaksana
.................................. [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis
(surat kuasa untuk menandatangani penawaran) dari seluruh anggota
kemitraan/KSO.
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.
Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila
pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.
Perjanjian ini dibuat dalam rangkap () yang masing-masing
mempunyai kekuatan hukum yang sama.

DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan


tanda tangan di .. pada hari .. tanggal .. bulan
.., tahun ..

[Peserta 1]

[Peserta 2]

(....)

(....)

[Peserta 3]
(....) [dst]

75

CONTOH

[Kop Surat Badan Usaha]


SURAT KUASA1 *)
(untuk menandatangani penawaran atas nama kemitraan)
Nomor : ..................
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan : .................. ..................
Jabatan
: ..................................... [Direktur Utama/Pimpinan Perusahaan]
.................. [nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Pendirian
No. ........ [No. Akta Notaris] tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta] Notaris
.................. [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya (apabila ada), yang
selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama
Alamat
Jabatan

: ....................................
: ....................................
: ....................................

yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.


Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk menandatangani Surat Penawaran atas
nama kemitraan.. untuk pekerjaan
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20.....
Penerima Kuasa

Pemberi Kuasa

..................................

..................................

(nama dan jabatan)

(nama dan jabatan)

Surat Kuasa diberikan dari masing-masing penyedia/badan usaha anggota kemitraan kepada yang
mewakili kemitraan

76

D. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS


Dokumen Penawaran Teknis
[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan
dapat dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]
1.

2.
3.
4.

Metoda pelaksanaan pekerjaan [memberikan metoda pelaksanaan yang


layak, realistik dan tahapannya dapat dilaksanakan untuk penyelesaian
pekerjaan utama dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam
penyelesaian pekerjaan, tahapan dan cara pelaksanaan yang
menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir
dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis];
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP];
spesifikasi teknis [apabila mengajukan spesifikasi yang berbeda dari yang
ditetapkan]; dan
bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan :
a. sebagian pekerjaan utama disubkontrakkan kepada penyedia jasa spesialis;
b. penawaran di atas Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah)
sampai dengan Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada
penyedia jasa Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil; atau
c. penawaran di atas Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada
penyedia jasa Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil dan dalam
penawarannya sudah menominasikan penyedia jasa dari lokasi pekerjaan
setempat, kecuali tidak tersedia penyedia jasa yang dimaksud.

77

CONTOH

BAGIAN PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN


No.

Jenis Pekerjaan yang


disubkontrakkan

1.

......

2.

......

Dst. Dst.

Nama dan alamat sub


penyedia setempat *)
1. ......
2. ......
Dst.
1. ......
2. ......
Dst.
Dst.

Catatan:
*) peserta wajib mencantumkan nama-nama sub penyedia jasa lokasi setempat
untuk penawaran di atas Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)

78

E.

BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN


DALAM NEGERI (TKDN)

Uraian Pekerjaan

Nilai Gabungan Barang


dan Jasa (Rp)

TKDN

KDN

KLN

Total

(2)

(3)

(4)

Barang
/Jasa
(5)

Barang13
I. Material
langsung (Bahan Baku)

(1A)

(1B)

(1C)

(1D)

II. Peralatan (Barang Jadi)


A. Sub Total Barang

(2A)
(3A)

(2B)
(3B)

(2C)
(3C)

(2D)
(3D)

(4A)

(4B)

(4C)

(4D)

(5A)

(5B)

(5C)

(5D)

(6A)

(6B)

(6C)

(6D)

(7A)
(8A)
(9A)

(7B)
(8B)
(9B)

(7C)
(8C)
(9C)

(7D)
(8D)
(9D)

(1)

Jasa14
III. Manajemen Proyek dan
Perekayasaan
IV. Alat
Kerja/Fasilitas
Kerja
V. Konstruksi dan
Fabrikasi
VI. Jasa Umum
B. Sub Total Jasa
C. Total Biaya (A+B)
1.

2.

3.

Gabungan
(6)

(9E)

Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah biaya Material Langsung


(Bahan Baku), Peralatan (Barang Jadi), Manajemen Proyek dan Perekayasaan,
Alat Kerja/Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan Jasa lainnya dari
dalam negeri.
Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah biaya Material Langsung
(Bahan Baku), Peralatan (Barang Jadi), Manajemen Proyek dan Perekayasaan,
Alat Kerja/Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan Jasa lainnya dari luar
negeri.
Formulasi perhitungan :
% TKDN Gabungan
=
Barang & Jasa (9E)

Biaya Gabungan (9C) Biaya Gabungan LN (9B)

X 100%

Biaya Gabungan (9C)

79

F. BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR


CONTOH

DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR


NO

NAMA
SPESIFIKASI
BARANG/URAIAN

SATUAN

JUMLAH

HARGA

NEGARA
ASAL

TOTAL HARGA

80

G.

BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRUKSI


(RK3K)
CONTOH

I. BENTUK RK3K USULAN PENAWARAN


.................
[Logo & Nama
Perusahaan]

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONSTRUKSI (RK3K)
[digunakan untuk usulan penawaran]

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Perencanaan K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3, dan
Program K3.
B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
........................................................................................................................................
[diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk
menerapkan K3 berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3
yang dilaksanakan secara konsisten]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan
penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian risiko pada saat
penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3,
Dan Program K3.
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian
Risiko K3, dan Program K3 sesuai dengan format pada Tabel 1.
81

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN PROGRAM K3
[digunakan untuk usulan penawaran]
Nama Perusahaan
Kegiatan

NO.
(1)

: .................
: .................

IDENTIFIKASI BAHAYA

URAIAN PEKERJAAN

(3)

(2)

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi

II.

PEKERJAAN BENDUNG

halaman : .. / ..

Pekerja terlindas alat


Terjadi kecelakaan lalu
lintas dengan pengguna
jalan umum.

1. Pek. Pembersihan

Digigit binatang
berbisa, kaki luka
kena babat

2. Pek. Bongkaran Pasangan Lama

--

Tertimpa
Bongkaran/terkena
serpihan bongkaran
berat.
cangkul
dan
-Terkena
Terjadi
kecelakaan
lalulintas
dengan
terjatuh
ke dalam
pengguna jalan
lobang
galian
umum.

Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat
Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat
Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat

3.

Pek. Galian Tanah Biasa untuk


Bangunan

4.

Pek. Galian Tanah Biasa (Mekanis)

5.

Pek. Buang Tanah Bekas Galian,


Jarak Angkut (0,1 1 Km)

6.

Pek. Buang Tanah Bekas Galian,


Jarak Angkut (1 3 Km)

I 7. Pek. Timbunan Tanah Bekas Galian


8. Pek. Timbunan Tanah Didatangkan

SASARAN K3
PROYEK

PENGENDALIAN RESIKO
K3

(4)

(5)

PROGRAM SUMBER DAYA


(6)

BIAYA (Rp.)
(7)

Terkena cangkul/Skop
Tertimbun Tanah/
Tertabrak Truck

82

9.

Pek. Pasangan Batu Kali Camp. 1Pc :


4Psr
10. Pek. Plesteran Camp. 1Pc : 2Psr

Tertimpa Batu

11. Pek. Bekisting dan Bongkar Bekisting

Kaki terjepit / tertimpa


kayu
Tertimpa besi/Tertusuk
besi
Keracunan Zat Kimia

Tertimpa ember kerja

12. Pek. Besi Tulangan


13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
III.

Pek. Beton Cor K.225


Pek. Beton Cor K.100
Pek. Wheep Hole
Pek. Mistar Ukur
Pek. Papan Eksploitasi
Pek. Trashrack
Pek. Pengadaan dan Pemasangan
Pintu Pembilas B = 1,10 m
PEKERJAAN SALURAN INDUK KIRI

Keracunan Zat Kimia


Terluka alat tajam
Terluka alat tajam
Tertimpa/terjepit Pintu Besi
Tertimpa/terjepit Pintu Besi
Tertimpa/terjepit Pintu Besi

1.

Pek. Pembersihan

Digigit binatang
berbisa, kaki luka
kena babat

2.

Pek. Bongkaran Pasangan Lama

3.

Pek. Galian Tanah Biasa untuk


Bangunan

Tertimpa
Bongkaran/terkena
serpihan bongkaran
Terkena cangkul dan
terjatuh ke dalam

4.

Pek. Galian Tanah Biasa (Mekanis)

Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat

5.

Pek. Buang Tanah Bekas Galian,


Jarak Angkut (0 ,1 1 Km)

Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat

lobang galian

83

Tertimbun hasil
galian dan terjepit
alat berat

6.

Pek. Buang Tanah Bekas Galian,


Jarak Angkut (1 3 Km)

7.

Pek. Timbunan Tanah Bekas Galian

Terkena cangkul/Skop

8.

Pek. Timbunan Tanah Didatangkan

Tertimbun Tanah/
Tertabrak Truck

9.

Pek. Pasangan Batu Kali Camp. 1Pc :


4Psr
10. Pek. Plesteran Camp. 1Pc : 2Psr
11. Pek. Bekisting dan Bongkar Bekisting
12. Pek. Besi Tulangan
13.
14.
15.
16.

Pek. Beton Cor K.225


Pek. Wheep Hole
Pek. Mistar Ukur
Pek. Papan Eksploitasi

17. Pek. Pengadaan dan Pemasangan


Pintu Pembilas B = 0,40 m
18. Pek. Pengadaan dan Pemasangan
Pintu Pembilas B = 0,50 m

Tertimpa Batu
Tertimpa ember kerja

Kaki terjepit / tertimpa


kayu
Tertimpa besi/Tertusuk
besi
Keracunan Zat Kimia
Terluka alat tajam
Terluka alat tajam

Tertimpa/terjepit Pintu Besi


Tertimpa/terjepit Pintu Besi
Tertimpa/terjepit Pintu Besi

Ketentuan Pengisian Tabel 1:


1. Kolom (1), (2) dan (3) diisi oleh PPK di dalam dokumen pengadaan;
2. Kolom (4) sampai dengan (6) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran;

84

B.2. Pemenuhan Perundang-Uncdangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU antara lain sebagai berikut:
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. Permen PU No. 09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Managemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum.
4. Permen PU. No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem
Managemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum.
C.

PENGENDALIAN OPERASIONAL K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus
mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 1 kolom (5), diantaranya :
1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai Tabel 1 kolom
(5).
2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penanggung
Jawab Kegiatan SMK3.
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Rencana prosedur/petunjuk kerja yang perlu disiapkan
5. Rencana program pelatihan/sosialisasi sesuai pengendalian risiko pada
Tabel 1 kolom (5).;
6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................


[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

..........................
Jabatan

86

II. BENTUK RK3K PELAKSANAAN PEKERJAAN


Dibuat oleh penyedia jasa pada saat pelaksanaan kontrak, dibahas dan
ditetapkan oleh PPK pada saat rapat persiapan pelaksanaan.
..............
[Logo & Nama
Perusahaan]

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONSTRUKSI (RK3K)
[digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan]
DAFTAR ISI

A. Kebijakan K3
B. Organisasi K3
C. Perencanaan K3
C.1.Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, Penanggung Jawab
C.2.Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C.3.Sasaran dan Program K3
D. Pengendalian Operasional K3
E. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3
F. Tinjauan Ulang Kinerja K3
A. KEBIJAKAN K3
[Berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk menerapkan K3
berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3 yang
dilaksanakan secara konsisten dan harus ditandatangani oleh manajer
proyek/kepala proyek]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. kepala proyek/project manager harus mengesahkan Kebijakan K3
A.3. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.

87

B. ORGANISASI K3
Contoh:
Penanggung Jawab K3

Emergency/
kedaruratan

P3K

Kebakaran

C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab untuk diserahkan,
dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak/Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan.
C.1.Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, dan Penanggung Jawab
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab sesuai dengan format
pada Tabel 1.

88

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN PENANGGUNG JAWAB
Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat

: ..................
: ..................
: ..................
: ..................

halaman : .. / ..
PENILAIAN RISIKO

NO
(1)

URAIAN PEKERJAAN
(2)

IDENTIFIKASI
BAHAYA
(3)

KEKERAPAN
(4)

KEPARAHAN
(5)

TINGKAT
RISIKO
(6)

SKALA
PRIORITAS
(7)

PENGENDALIAN
RISIKO K3
(8)

PENANGGUNG
JAWAB
(Nama Petugas)
(9)

Dst.

89

Ketentuan Pengisian Tabel 1:


Kolom (1) : Nomor urut uraian pekerjaan.
Kolom (2) : Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3) : Diisi dengan identifikasi bahaya yang akan timbul dari
seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3.
Kolom (4) : Diisi dengan nilai (angka) kekerapan terjadinya
kecelakaan.
Kolom (5) : Diisi dengan nilai (angka) keparahan.
Kolom (6) : Perhitungan tingkat risiko K3 adalah nilai kekerapan x
keparahan.
Kolom (7) : Penetapan skala prioritas ditetapkan berdasarkan item
pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko K3 tinggi, sedang
dan kecil, dengan penjelasan: prioritas 1 (risiko tinggi),
prioritas 2 (risiko sedang), dan prioritas 3 (risiko kecil).
Apabila tingkat risiko dinyatakan tinggi, maka item
pekerjaan tersebut menjadi prioritas utama (peringkat 1)
dalam upaya pengendalian.
Kolom (8) : Diisi bentuk pengendalian risiko K3. Bentuk pengendalian
risiko menggunakan hirarki
pengendalian risiko
(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa, Administrasi, APD), diisi
oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran (belum
memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas.
Keterangan :
1. Eliminasi adalah mendesain ulang pekerjaan atau
mengganti material/ bahan sehingga bahaya dapat
dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh: seorang pekerja harus menghindari bekerja
di ketinggian namun pekerjaan tetap dilakukan
dengan menggunakan alat bantu.
2. Substitusi adalah mengganti dengan metode yang
lebih aman dan/ atau material yang
tingkat
bahayanya lebih rendah.
Contoh: penggunaan tangga diganti dengan alat
angkat mekanik kecil untuk bekerja di ketinggian.
3. Rekayasa teknik adalah melakukan modifikasi
teknologi atau peralatan guna menghindari terjadinya
kecelakaan.
Contoh: menggunakan perlengkapan kerja atau
peralatan lainnya untuk menghindari terjatuh pada saat
bekerja di ketinggian .
4. Administrasi
adalah
pengendalian
melalui
pelaksanaan prosedur untuk bekerja secara aman.
90

Kolom (9)

Contoh: pengaturan waktu kerja (rotasi tempat kerja)


untuk mengurangi terpaparnya/ tereksposnya pekerja
terhadap sumber bahaya, larangan menggunakan
telepon seluler di tempat tertentu, pemasangan
rambu-rambu keselamatan .
5. APD adalah alat pelindung diri yang memenuhi
standard dan harus dipakai oleh pekerja pada semua
pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Contoh: Pemakaian kacamata las dan sarung tangan
kulit pada pekerjaan pengelasan.
Diisi penanggung jawab (nama petugas) pengendali risiko
K3.

C.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang
PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang
Penerapan SMK3;
3. Permen PU No. 09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Managemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum.
4. Permen PU. No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem
Managemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum
C.3. Sasaran dan Program K3
C.3.1. Sasaran
1. Sasaran Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal ( Zero Fatal Accidents) pada
pekerjaan konstruksi.
2. Sasaran Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian
risiko yang disusun guna tercapainya Sasaran Umum, contoh
sebagaimana Tabel 2. Penyusunan Sasaran dan Program K3.
C.3.2. Program K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indikator pencapaian,
monitoring, dan penanggung jawab, contoh sebagaimana Tabel 2.
Penyusunan Sasaran dan Program K3.

91

TABEL 2. TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3


Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat

:
:
:
:

..................
..................
..................
..................

SASARAN KHUSUS
NO

(1)

URAIAN PEKERJAAN

(2)

PENGENDALIAN
RISIKO
(3)

URAIAN
(4)

PROGRAM

TOLOK UKUR
(5)

SUMBER
DAYA

JANGKA
WAKTU

(6)

(7)

INDIKATOR
PENCAPAIAN
(8)

MONITORING

PENANGGUN G
JAWAB

(9)

(10)

92

SASARAN KHUSUS
NO

(1)

URAIAN PEKERJAAN

(2)

PENGENDALIAN
RISIKO
(3)

URAIAN
(4)

PROGRAM

TOLOK UKUR
(5)

SUMBER
DAYA

JANGKA
WAKTU

(6)

(7)

INDIKATOR
PENCAPAIAN
(8)

MONITORING

PENANGGUN G
JAWAB

(9)

(10)

93

Ketentuan Pengisian Tabel 2.:


Kolom (1)
: Nomor urut kegiatan.
Kolom (2)
: Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3)
: Diisi pengendalian risiko merujuk pada Tabel 1. kolom
(8).
Kolom (4)
: Diisi uraian dari sasaran khusus yang ingin dicapai
terhadap pengendalian risiko pada kolom (3).
Kolom (5)
: Tolok ukur merupakan ukuran yang bersifat kualitatif
ataupun kuantitatif terhadap pencapaian sasaran pada
kolom (4)
Kolom (6)
: Diisi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran yang hendak dicapai dari kolom
(5)
Kolom (7)
: Diisi jangka waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran khusus yang hendak dicapai.
Kolom (8)
: Indikator pencapaian adalah ukuran keberhasilan
pelaksanaan program.
Kolom (9)
: Diisi bentuk-bentuk monitoring yang dilaksanakan dalam
rangka memastikan bahwa pencapaian sasaran dipenuhi
sepanjang waktu pelaksanaan
Kolom (10) : Penanggung jawab pelaksana program
D. Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus
mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 2., diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang dituangkan dalam
Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas.
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh
Tabel 2.;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko pada
contoh Tabel 2.;
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3 seperti yang
tertera pada contoh Tabel 1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab.
E. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D. (Pengendalian Operasional)
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai
dengan uraian Tabel 2. (sasaran dan program K3).
94

F. Tinjauan Ulang K3
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. diklasifikasikan
dengan kategori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana ditetapkan
pada tabel 2. Sasaran dan Program K3.
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja
dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan perbaikan.

Dibuat oleh,
[Penanggung Jawab Lapangan/Team

Leader]

()
Penyedia Jasa

95

H. BENTUK RINCIAN/ URAIAN HARGA SATUAN PEKERJAAN (HSP)


CONTOH
Jenis pekerjaan
: ....................
Satuan/Unit
: ....................
Nomor Pembayaran :.

No.

Uraian

Satuan

Kuantitas/
Koefisien

(1)

(2)

(3)

(4)

Harga
Satuan
Dasar
(Rp)
(5)

Harga
(Rp)
(6)

Upah/Tenaga
Kerja
-

Sub jumlah I
II
Bahan/Material
Sub jumlah II
III
Peralatan
Sub jumlah III
Sub jumlah (I+II+III)
IV
Lain-lain
- Biaya umum16
.....% x Sub jumlah (I+II+III)
- Keuntungan
.....% x Sub jumlah (I+II+III)
Sub Jumlah IV
Jumlah Harga = I+II+III+IV
Harga satuan pekerjaan .......... (dibulatkan)

.........

.........

.........
.........

.........
.........

Catatan:
Hanya diperlukan untuk klarifikasi kewajaran harga, apabila harga penawaran di bawah
80% dari HPS

Biaya umum termasuk biaya keperluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

96

I.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK


CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PENAWARAN
No. ....

Yang bertanda tangan dibawah ini: ........ dalam jabatan selaku


........ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama .......... [nama
bank] berkedudukan di ....... [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ........ [Pokja ULP]
Alamat
: ........
selanjutnya disebut:
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp ........
(terbilang
................)
sebagai
Jaminan
Penawaran dalam mengajukan penawaran untuk pelelangan pekerjaan .......... dengan
bentuk garansi bank, apabila:
Nama
: ........ [peserta pelelangan]
Alamat
: ........
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu
berlakunya Garansi Bank ini, tidak memenuhi ketentuan yaitu :
a. Terlibat korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
b. Menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan;
c. Tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai calon pemenang dan
calon pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya dibawah 80% HPS;
d. Tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon pemenang
dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau
e. Mengundurkan diri atau gagal tandatangan kontrak.
Sebagaimana ditentukan dalam dokumen pengadaan yang diikuti oleh yang dijamin.

97

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :


1. Garansi Bank berlaku selama (.) hari kalender, dan efektif mulai dari tanggal
.... [diisi sesuai dengan tanggal batas akhir pemasukan penawaran]
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat
Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di
atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)
setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang
diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing
pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri
.....

Dikeluarkan di : ....
Pada tanggal
: ....
[Bank]
Materai Rp.6000,00
....
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan, pemegang
Garansi Bank disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi ini ke
...........[bank]

98

J.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN ATAU


KONSORSIUM PERUSAHAAN ASURANSI UMUM/LEMBAGA PENJAMINAN/PERUSAHAAN
PENJAMINAN
CONTOH

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PENAWARAN

Nomor Jaminan : ........

Nilai : .....

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : .... [nama],.... [alamat]


sebagai Peserta, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan .... [nama penerbit
jaminan], .... [alamat], sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada .... [nama Pokja ULP],
........ [alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan Pekerjaan ,
selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp .... (terbilang
.................)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak
memenuhi ketentuan yaitu :
a. Menarik kembali penawaran selama dilaksanakannya pelelangan;
b. Tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai calon pemenang
dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya dibawah 80% HPS;
c. Tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang tidak dapat
diterima; atau
d. Mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.
e. Terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
3. Surat Jaminan ini berlaku selama . (..) hari kalender dan efektif mulai tanggal
[diisi sesuai dengan tanggal batas akhir pemasukan penawaran]
4. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut
di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)
setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar
Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera
janji/wanprestasi.
5. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN
melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu
disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831
KUH Perdata.

99

6. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan
selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya
masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di
pada tanggal ...

TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke ....[Penerbit Jaminan]

100

K.

BENTUK PAKTA INTEGRITAS


[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Tanpa Kemitraan/KSO]

Dengan mendaftar sebagai peserta pemilihan pada aplikasi


SPSE maka peserta telah menyetujui dan menandatangani
pakta integritas

101

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama
: [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan
: ..
Bertindak : PT/CV/Firma/ atau lainnya [pilih yang
untuk
sesuai dan cantumkan nama
dan atas
nama
2. Nama
: [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan
: ..
Bertindak : PT/CV/Firma/ atau lainnya [pilih yang
untuk
sesuai dan cantumkan nama
dan atas
nama
3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO]

dalam rangka pengadaan [isi nama paket] pada .


ULP] dengan ini menyatakan bahwa:

[isi sesuai dengan nama Pokja

1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);


2. akan melaporkan kepada APIP [isi sesuai dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Institusi] dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan
ini;
3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan
hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima
sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata
dan/atau dilaporkan secara pidana.
[tempat], .. [tanggal]..[bulan] 20. [tahun]
[Nama Penyedia]

[Nama Penyedia]

[Nama Penyedia]

[tanda tangan],[tanda tangan],[tanda tangan],


[nama lengkap][nama lengkap][nama lengkap]
[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan/KSO]

102

L.

BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI

[isian Data Kualifikasi bagi peserta selain anggota Kemitraan/KSO berbentuk Form Isian Elektronik
Data Kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE]

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI


UNTUK BADAN USAHA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

[nama wakil sah badan usaha]

Jabatan

... [diisi sesuai jabatan dalam akta pendirian perusahaan


dan perubahannya]

Bertindak
:
untuk
dan atas nama

PT/CV/Firma/Koperasi [pilih yang sesuai dan cantumkan nama


badan usaha]

Alamat

No. Telepon

........................

No. Fax

........................

E-mail

........................

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :


1. saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan Akte Notaris
[sesuai akta pendirian/perubahannya/surat kuasa, disebutkan secara jelas
nomor dan tanggal akta pendirian/perubahan/surat kuasa. Jika kemitraan/KSO maka
dicantumkan tambahan Surat Perjanjian Kemitraan/KSO];
2. saya bukan sebagai pegawai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/ Institusi [bagi pegawai
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi yang sedang cuti diluar tanggungan
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi ditulis sebagai berikut : Saya merupakan
pegawai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi yang sedang cuti diluar
tanggungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi];
3. saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
4. saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para pihak yang
terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini;
5. badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam, tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
6. salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam;
7. data-data saya/badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut:

103

A. Data Administrasi
1. Nama

(PT/CV/Firma/

atau lainnya)
2. Status
3.

:
Pusat

Alamat Kantor yang


Mendaftar (Pusat/Cabang) :

Cabang

..

No. Telepon

No. Fax

: ..

E-mail

: ..

4. Alamat Kantor Pusat

No. Telepon

: ..

No. Fax

: ..

E-mail
E-mail

: ..
: ..

B. Ijin Usaha
1. Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi

a. Nomor.
b. Tanggal

2. Masa berlaku ijin usaha

3. Instansi pemberi ijin usaha

C. Sertifikat Badan Usaha


1. Sertifikat Badan Usaha

2. Masa berlaku SBU

a. Nomor.
b. Tanggal .
:

3. Instansi Pemberi

: ....

D. Izin Lainnya (Apabila dipersyaratkan, yang sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan)
1. Surat Izin

a. Nomor.
b. Tanggal .

2. Masa berlaku Izin

3. Instansi Pemberi Izin

: ....

104

E. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Akta Pendirian PT/CV/Firma/ atau lainnya
a. Nomor Akta
:
b. Tanggal
:
c. Nama Notaris
:
2. Akta Perubahan Terakhir
a. Nomor Akta
:
b. Tanggal
:
c. Nama Notaris
:

F. Pengelola Badan Usaha


1. Komisaris/Pengawas untuk Perseroan Terbatas (PT)
No.

Nama

No. KTP

Jabatan dalam Badan


Usaha

No. KTP

Jabatan dalam Badan


Usaha

2. Direksi/Pengurus Badan Usaha


No.

Nama

G. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Persero (untuk CV/Firma)
No.

Nama

No. KTP

Persentase

2. Pajak
a.

Nomor Pokok Wajib Pajak

b.

Bukti Laporan Pajak Tahun


Terakhir (SPT Tahunan)

No. Tanggal ..

105

H. Data Personil Inti (Tenaga ahli/teknis badan usaha)


Jabatan
Tingkat
No Nama Tgl/bln/thn
dalam
lahir
Pendidikan pekerjaan
(posisi)
1

Tahun
Pengalaman Profesi/
Sertifikat/
Kerja
keahlian
Ijazah
(tahun)

Kondisi
(%)

Lokasi
Sekarang

Status
Kepemilikan
(milik/sewa
beli/
sewa)

I. Data Peralatan
No.

Kapasitas
atau
Jenis Peralatan Jumlah output
pada saat
ini

Merk
dan
tipe

Tahun
pembu
atan

J. Data Pengalaman Perusahaan (nilai paket tertinggi pengalaman sesuai klasifikasi/sub


klasifikasi yang dipersyaratkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir)
Pemberi Tugas/
Tanggal
Pejabat
Selesai
Pembuat
Kontrak
Nama
Klasifikasi/
Menurut
No.
Lokasi
Komitmen
Paket
Sub
Pekerjaan Klasifikasi
BA
Alamat
Nomor
Nilai Kontrak Serah
Pekerjaan
Nama
dan
dan
(Rp)
Terima
Telepon Tanggal
(PHO)
1

10

K. Data Pengalaman Perusahaan dalam 5 tahun terakhir (digunakan untuk penilaian SKP =
6 atau SKP = 1,2 N bagi paket pekerjaan non kecil)
Pemberi Tugas/
Tanggal
Pejabat Pembuat
Kontrak/
Selesai
Komitmen
Subkontrak
Nama
Menurut
No.
Lokasi
Paket
Pekerjaan
BA
Alamat dan
Nomor
Nilai
Serah
Nama
Kontrak
Telepon
dan
(Rp)
Terima
Tanggal
(PHO)
1

106

L. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan (untuk perhitungan SKP = KP Jumlah paket
yang sedang dikerjakan)

Nama Paket
No. Pekerjaan

Pemberi Tugas /
Pejabat Pembuat
Komitmen
Lokasi

Kontrak

Nama

Alamat /
Telepon

Nomor
dan
Tanggal

Nilai
(Rp)

Rencana
tanggal
kontrak
berakhir

M. Modal Kerja
Surat dukungan keuangan dari Bank:
Nomor

Tanggal

Nama Bank

Nilai

: Rp . ( ....dalam huruf..)

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung
jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak
benar dan/atau ada pemalsuan, maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia
dikenakan sanksi berupa sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam,
gugatan secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

[tempat], .. [tanggal] [bulan] 20. [tahun]


PT/CV/Firma/ atau lainnya
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
[rekatkan meterai Rp 6.000,- dan tanda tangan]
(nama lengkap wakilsahbadanusaha)
[jabatan pada badan usaha]

107

BAB VI
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI

I. Badan Usaha selain Kemitraan/KSO


Petunjuk pengisian untuk peserta bukan Kemitraan/KSO mengikuti petunjuk dan penggunaan
aplikasi SPSE (User Guide).
II. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota kemitraan/KSO wajib
mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing-masing kualifikasi badan usahanya dengan
petunjuk pengisian formulir kualifikasi sebagai berikut:
A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan e-mail badan usaha yang didaftar sebagai
peserta.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan e-mail kantor pusat yang dapat dihubungi,
apabila peserta berstatus kantor cabang.
B. Izin Usaha
1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
C. Sertifikat Badan Usaha
1. Diisi nomor dan tanggal penerbitan.
2. Diisi dengan masa berlaku.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit.
D. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan, yang sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan)
1. Diisi dengan jenis surat izin, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin.
E.

Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta pendirian badan usaha.
2. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta perubahan terakhir badan usaha,
apabila ada.

F.

Pengelola Badan Usaha (Pengawas/Pengurus)


1. Diisi dengan nama, nomor KTP dan jabatan dalam badan usaha, apabila berbentuk Perseroan
Terbatas.
2. Diisi dengan nama, nomor KTP dan jabatan dalam badan usaha.

108

G. Data Keuangan
1. Diisi dengan nama, nomor KTP dan persentase kepemilikan saham/persero.
2. Pajak:
a. Diisi dengan NPWP badan usaha.
b. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan pajak tahun terakhir berupa SPT Tahunan.
H. Data Personil Inti
Diisi dengan nama, tanggal/bulan/tahun lahir, tingkat pendidikan (SLTP/SLTA/S1/S2/S3), jabatan
dalam pekerjaan yang pernah dilaksanakan, lama pengalaman kerja, profesi/keahlian sesuai
dengan Surat Keterangan Ahli/ Surat Keterangan Terampil dan tahun penerbitan sertifikat/ijazah
dari setiap tenaga ahli / teknis sesuai dengan yang diperlukan untuk pekerjaan yang dilelangkan.
I.

Data Peralatan
Diisi dengan jenis, jumlah, kapasitas atau output yang dapat dicapai pada saat ini, merek dan tipe,
tahun pembuatan, kondisi (dalam persentase), lokasi keberadaan saat ini dan status
kepemilikan/dukungan sewa (dapat diisi sebagai milik sendiri/sewa beli/sewa/kontrak atau
lainnya yang tidak sedang digunakan dalam pelaksanaan) dari masingmasing fasilitas/
peralatan/perlengkapan sesuai dengan yang diperlukan untuk pekerjaan utama yang dilelangkan
sesuai ketentuan Dokumen Pengadaan. Pokja apabila diperlukan dapat membuktikan keberadaan
alat dan bukti status kepemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu Pembuktian Kualifikasi.

J.

Data Pengalaman Perusahaan


Diisi dengan nama paket-paket pekerjaan yang dipilih mulai dari nilai paket tertinggi, klasifikasi/sub
klasifikasi pekerjaan yang dipersyaratkan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan
alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak,
tanggal selesai paket pekerjaan menurut kontrak, dan tanggal Berita Acara serah terima (PHO),
untuk masing-masing paket pekerjaan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir.

K. Data Pengalaman Perusahaan dalam 5 tahun terakhir


Diisi dengan nama paket-paket pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan
alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak,
tanggal selesai paket pekerjaan menurut kontrak, dan tanggal Berita Acara serah terima (PHO),
untuk masing-masing paket pekerjaan selama 5 (lima) tahun terakhir.
L.

Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan
alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak,
dan rencana tanggal kontrak berakhir.

M. Modal Kerja
Diisi dengan nomor, tanggal, dan nama bank yang mengeluarkan surat dukungan keuangan serta
nilai dukungan paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS.
N. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota kemitraan/KSO wajib
mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing-masing kualifikasi badan usahanya.

109

BAB VII
TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI
A.

Evaluasi Kualifikasi hanya berdasarkan Formulir Isian Kualifikasi. Data Kualifikasi harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1. Data kualifikasi untuk peserta yang melakukan kemitraan/Kerja Sama Operasi disampaikan
oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili
Kemitraan/KSO.
2. Memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Bidang Sipil yang masih berlaku
Sertifikat Badan Usaha (SBU) Klasifikasi Bangunan Sipil Sub Klasifikasi (SI001) Jasa
Pelaksana Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan, DAM, dan Prasarana Sumber Daya Air
lainnya.
3. Menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan
manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan, tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana;
4. Salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya tidak masuk dalam Daftar Hitam;
5. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT
Tahunan).
6. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat)
tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman
subkontrak, kecuali bagi Penyedia Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
7. Memiliki kemampuan pada klasifikasi Bangunan Sipil subklasifikasi pekerjaan yang
sesuai/sejenis (SI001) Jasa Pelaksana Konstuksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam, dan Prasarana
Sumber Daya Air lainnya untuk badan usaha non kecil;
8. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan;
9. Menyampaikan/mengisi daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;
10. Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti
pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS.
Dalam hal kemitraan yang menyampaikan surat dukungan keuangan hanya lead firm;
11. Untuk usaha non-kecil (paket di atas Rp. 2.500.000.000,00) memiliki Kemampuan Dasar (KD)
pada sub klasifikasi pekerjaan yang sejenis/kompleksitas yang setara yaitu (SI001) Jasa
Pelaksana Konstuksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam, dan Prasarana Sumber Daya Air lainnya,
dengan ketentuan :

110

a.

KD
NPt

= 3 NPt
= Nilai pengalaman tertinggi pada sub klasifikasi pekerjaan yang sesuai dalam 10
(sepuluh) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub klasifikasi pekerjaan, nilai kontrak dan status
peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present
value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

NPs
Npo

=
=

Nilai pekerjaan sekarang


Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah
terima pertama
Io
= Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama
Is
= Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi(apabila belum ada, dapat
dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari
pekerjaan;
12. Mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan :
a. SKP
= KP jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP
= Kemampuan menangani paket pekerjaan
untuk usaha kecil KP = 5
untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
N
= Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat
bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari masing-masing
perusahaan yang bermitra/KSO;
c. untuk paket pekerjaan non kecil perhitungan SKP dipilih yang nilainya terbesar dari cara
sesuai butir a.
13. Dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO :
a. Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat
persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut;
b. Evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 7, angka 9, dan angka 12
dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO. Khusus untuk angka
8 evaluasi persyaratan digabungkan sebagai evaluasi kemitraan/KSO, sedangkan
dukungan keuangan (angka 10) hanya atas nama kemitraan/KSO;
B.

Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian sistem gugur. Pokja ULP
memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Data Isian Kualifikasi
dalam hal :
1. kelengkapan Data Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

111

C.

Formulir Isian Kualifikasi yang tidak dibubuhi materai tidak digugurkan, peserta diminta untuk
membubuhi materai senilai Rp.12.000,00 (dua belas ribu rupiah).

D.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta
peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi
formulir isian kualifikasi termasuk dapat melakukan peninjauan lapangan pada pihakpihak/instansi terkait.

E.

Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran.

F.

Evaluasi kualifikasi (pascakualifikasi) sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak
dapat dilengkapi.

112

BAB VIII
BENTUK RANCANGAN KONTRAK
CONTOH 1 PENYEDIA TUNGGAL

SURAT PERJANJIAN

Kontrak Harga Satuan


Paket Pekerjaan Konstruksi:
............................................
Nomor : ........................
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah kontrak kerja konstruksi
harga satuan, yang selanjutnya disebut Kontrak dibuat dan ditandatangani di
..................... pada hari ...................... tanggal . Bulan ...................... tahun ......................
[tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf], berdasarkan Surat Penetapan Pemenang No.
tanggal . dan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No . Tanggal ., [jika
kontrak tahun jamak ditambahkan: dan Surat Menteri Keuangan Nomor: ....., tanggal:.....,
perihal: .....] antara:
Nama
NIP
Jabatan
Berkedudukan di

: ......................
: ......................
: PPK...............
: ......................

[nama PPK]
[NIP PPK]
[sesuai SK Pengangkatan]
[alamat PPK]

yang bertindak untuk dan atas nama18 Pemerintah Indonesia c.q. Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat c.q. Direktorat Jenderal ....... c.q. Satuan Kerja ....... berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: ...... Tanggal ..... Tentang
............................ [SK pengangkatan PPK] selanjutnya disebut PPK, dengan:
Nama
Jabatan
Berkedudukan di
Akta Notaris
Nomor
Tanggal
Notaris

: ...................... [nama wakil penyedia]


: ...................... [sesuai akta notaris]
: ...................... [alamat penyedia]
:...................... [sesuai akta notaris]
:...................... [tanggal penerbitan akta]
: ...................... [nama Notaris penerbit akta]

yang bertindak untuk dan atas nama ....................................... [nama Badan Usaha]
selanjutnya disebut Penyedia
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang - Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi;
2. Kitab Undang - Undang Hukum Perdata (Buku III Tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 2010;
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir
diubah dengan Peraturan Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta petunjuk teknisnya;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman pengadaan
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi.

113

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a) telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan;
(b) PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini melalui suatu Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan .............. sebagaimana diterangkan
dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang merupakan satu kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya
disebut Pekerjaan Konstruksi;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya
teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan
mengikat pihak yang diwakili;
(e) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan
Kontrak ini masing-masing pihak :
1)
2)
3)
4)

telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;


menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan
semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat untuk membuat perjanjian pelaksanaan
paket pekerjaan ..... [ditulis nama paket pekerjaan] dengan syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang
tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan terdiri atas dari :
1. ................
2. ................
3. Dst.
[ruang lingkup utama pekerjaan diisi dengan output dari pekerjaan tersebut]
Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
(1) Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan total harga
penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar
Rp...................... (.........ditulis dalam huruf............. rupiah).

114

(2) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank : .. rekening nomor: ............. atas nama
penyedia : ...............;
[Catatan : untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk masing masing
tahun anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Kontrak ini :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

adendum Surat Perjanjian (apabila ada);


pokok perjanjian;
surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga;
syarat-syarat khusus Kontrak;
syarat-syarat umum Kontrak;
spesifikasi khusus;
spesifikasi umum;
gambar-gambar; dan
dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan
antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang
berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki
sebagaimana dimaksud pada ayat (1);
Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya :
a.

PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :


1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah
ditetapkan kepada Penyedia;

b.

Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :


1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;

115

4) melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN secara periodik kepada


PPK;
5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam Kontrak;
6) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab
dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan,
dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan,
penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;
7) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang
dilakukan PPK;
8) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak;
9) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi lingkungan tempat kerja, serta membatasi
perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.
[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor disesuaikan dengan lingkup pekerjaan yang harus
dilaksanakan sesuai kontrak]
Pasal 6
MASA KONTRAK
(1) Masa kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir;
(2) Masa pelaksanaan kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam
Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan selama ......... (.......dalam
huruf......) hari kalender;
(3) Masa pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak tanggal
penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan selama .........
(.......dalam huruf......) hari kalender.
Dengan demikian PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal
tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat
diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi materai.
Untuk dan atas nama
......................
Penyedia

Untuk dan atas nama


......................
PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk


Penyedia maka rekatkan materai Rp 6.000,- )]

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk


satuan kerja PPK maka rekatkan materai Rp 6.000,- )]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

116

CONTOH 2 Penyedia Bermitra/KSO

SURAT PERJANJIAN

Kontrak Harga Satuan


Paket Pekerjaan Konstruksi:
..........................
Nomor : ........................
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah kontrak kerja konstruksi harga satuan, yang
selanjutnya disebut Kontrak dibuat dan ditandatangani di ...................... pada hari ......................
tanggal . Bulan ...................... tahun ...................... [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf],
berdasarkan Surat Penetapan Pemenang No. tanggal . dan Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) No . Tanggal ., [jika kontrak tahun jamak ditambahkan: dan Surat Menteri
Keuangan Nomor: ....., tanggal:....., perihal: .....] antara :
Nama
NIP
Jabatan
Berkedudukan di

: ...................... [nama PPK]


: ...................... [NIP PPK]
: PPK............... [sesuai SK Pengangkatan]
: ...................... [alamat PPK]

yang bertindak untuk dan atas nama19 Pemerintah Indonesia c.q. Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat c.q. Direktorat Jenderal ....... c.q. Satuan Kerja ....... berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: ...... Tanggal ..... Tentang
............................ [SK pengangkatan PPK] selanjutnya disebut PPK, dengan kemitraan/KSO yang
beranggotakan sebagai berikut:
1. ...................... [nama Penyedia 1];
2. ...................... [nama Penyedia 2];
..... dst
yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua
kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk ...................... [nama anggota
kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang
berkedudukan di ...................... [alamat Penyedia wakil kemitraan], berdasarkan surat Perjanjian
kemitraan/KSO No. ...................... tanggal ...................... selanjutnya disebut Penyedia.
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang - Undang Nomor : 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi;
2. Kitab Undang - Undang Hukum Perdata (Buku III Tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 2010;
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir
diubah dengan Peraturan Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta petunjuk teknisnya;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman pengadaan
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi.

117

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a) telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan;
(b) PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini melalui suatu Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan .............. sebagaimana diterangkan
dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang merupakan satu kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya
disebut Pekerjaan Konstruksi;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya
teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan
mengikat pihak yang diwakili;
(e) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan
Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan
semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat untuk membuat perjanjian pelaksanaan
paket pekerjaan ..... [ditulis nama paket pekerjaan] dengan syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang
tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan terdiri dari :
1. ................
2. ................
Dst.
[ruang lingkup utama pekerjaan diisi dengan output dari pekerjaan tersebut]
Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
(1) Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan total harga
penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar
Rp...................... (.........ditulis dalam huruf............. rupiah).
(2) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor : ............. atas nama penyedia :
...............;
[Catatan : untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk masing masing
Tahun Anggarannya]
118

Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Kontrak ini :
a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga;
d. syarat-syarat khusus Kontrak;
e. syarat-syarat umum Kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar; dan
i. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.
(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan
antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang
berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki
sebagaimana dimaksud pada ayat (1);
Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya :
a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh
Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan
kepada Penyedia;
b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan
dalam Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
4) melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN secara periodik kepada PPK;
5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam Kontrak;
6) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab
dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan,
dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan,
penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;
7) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang
dilakukan PPK;
8) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan
dalam Kontrak;
119

9) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan Sistem Manajemen


Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi lingkungan tempat kerja, serta membatasi
perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.
[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor disesuaikan dengan lingkup pekerjaan yang harus
dilaksanakan sesuai kontrak]
Pasal 6
MASA KONTRAK
(1) Masa kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal
penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir;
(2) Masa pelaksanaan kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam
Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan selama ......... (.......dalam
huruf......) hari kalender;
(3) Masa pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak tanggal
penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan selama .........
(.......dalam huruf......) hari kalender.
Dengan demikian, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal
tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat
diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi materai.

Untuk dan atas nama


......................
Penyedia/Kemitraan (KSO)

Untuk dan atas


nama....................
PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini


untuk Penyedia maka rekatkan materai
Rp 6.000,- )]

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk


satuan kerja PPK maka rekatkan materai
Rp 6.000,- )]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

120

BAB IX
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
A. Ketentuan Umum
1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak selanjutnya


disebut SSUK harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan
sebagai berikut :
1.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan
dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik
lainnya.
1.2 Kontrak Harga Satuan adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu,
berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap
satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume
pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan
pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia
barang/jasa.
1.3 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat
pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/
Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada
Institusi Pengguna APBN/APBD.
1.4 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah
pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau
ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.
1.5 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah
pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi.
1.6 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang
ditetapkan oleh KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil
pekerjaan.
1.7 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada
Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan
kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi.
1.8 Penyedia adalah badan usaha yang menyediakan/ melaksanakan
Pekerjaan Konstruksi.
1.9 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja
dengan penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan
sebagian pekerjaan (subkontrak).
1.10 Kemitraan/KSO adalah kerjasama usaha antar penyedia baik penyedia
nasional maupun penyedia asing, yang masing-masing pihak
mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis.
1.11 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan
tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum, Perusahaan
Penjaminan, Perusahaan Asuransi, Konsorsium perusahaan asuransi
umum/lembaga penjaminan/perusahaan penjaminan yang mempunyai
program asansi kerugian (suretyship) dimana konsorsium tersebut telah
121

1.12

1.13
1.14
1.15

1.16
1.17

1.18

1.19

1.20

1.21
1.22

1.23

1.24

ditetapkan/mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan


(OJK) dan diserahkan oleh penyedia kepada PPK/Pokja ULP untuk
menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia barang/jasa.
Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak
adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan penyedia yang mencakup
Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus
Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari
kontrak.
Nilai Kontrak adalah total harga pelaksanaan pekerjaan yang tercantum
dalam Kontrak.
Hari adalah hari kalender untuk proses pemilihan secara elektronik,
pelaksanaan kontrak dan batas akhir setiap tahapan adalah hari kerja.
Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh
PPK (dapat dijabat oleh PPK atau Pejabat lain dan diberitahukan secara
tertulis kepada penyedia), terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, yang
ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengelola
administrasi kontrak dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.
Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK
yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.
Daftar kuantitas dan Harga adalah daftar kuantitas yang telah diisi
harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian
dari penawaran.
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya
pekerjaan yang disusun oleh PPK, dikalkulasikan secara keahlian
berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan
oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk
rinciannya.
Pekerjaan Utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai
peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP.
Mata Pembayaran Utama adalah Mata pembayaran yang pokok dan
penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh per
seratus) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang ditetapkan oleh Pokja
ULP dalam Dokumen Pengadaan.
Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan
tertentu per satu satuan tertentu.
Metoda Pelaksanaan Pekerjaan adalah metode/cara kerja yang layak,
realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam
penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis dari
awal sampai akhir dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis
berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar.
Personil inti adalah tenaga ahli atau tenaga teknis yang akan
ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadaan serta posisinya
dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi
pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan.
Bagian Pekerjaan yang Disubkontrakan adalah pekerjaan spesialis atau
bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam penawaran, yang pelaksanaannya diserahkan kepada
penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
122

1.25 SPMK adalah Surat Perintah Mulai Kerja yang diterbitkan oleh PPK
kepada penyedia barang/jasa untuk memulai melaksanakan pekerjaan.
1.26 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung
sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa
pemeliharaan berakhir.
1.27 Masa Pelaksanaan (jangka waktu pelaksanaan) adalah jangka waktu
untuk melaksanakan pekerjaan dihitung berdasarkan SPMK sampai
dengan serah terima pertama pekerjaan.
1.28 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah kerangka waktu yang sudah
terinci berdasarkan masa pelaksanaan, setelah dilaksanakan
pemeriksaan lapangan bersama dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak.
1.29 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang dinyatakan pada Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang diterbitkan oleh PPK untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.30 Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama
pekerjaan selesai (Provisional Hand Over/PHO), dinyatakan dalam
Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.
1.31 Masa Pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan
dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak tanggal penyerahan
pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan.
1.32 Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai
dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak
baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna
atau penyedia dalam periode pelaksanaan kontrak.
1.33 Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah
diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih dahulu
diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan,
menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian
dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja,
dan/atau keselamatan umum sebagai akibat kesalahan penyedia atau
Pengguna Jasa.
2. Penerapan

SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini tetapi
tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen
Kontrak yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki dalam Surat Perjanjian.

3. Bahasa dan
Hukum

3.1

3.2
3.3

Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka


pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan
bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa
Inggris.
Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia,
Apabila sumber dana berasal dari pinjaman/hibah luar negeri,
menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang
berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan
antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah), pilihan
hukum yang digunakan agar dicantumkan dalam Syarat Syarat Khusus
Kontrak yang selanjutnya disebut SSKK

123

4. Larangan
Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme
(KKN),
Penyalahgunaan
Wewenang serta
Penipuan

4.1

4.2

4.3

4.4
4.5
5. Asal Material/
Bahan

5.1
5.2

6. Korespondensi

6.1
6.2

7. Wakil Sah Para


Pihak

Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, dilarang untuk :


a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau
menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan
tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui
atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini;
b. mendorong terjadinya persaingan tidak sehat;
c. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen
dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan
pelaksanaan Kontrak ini.
Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua
anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub
penyedianya (jika ada) tidak pernah dan tidak akan melakukan tindakan
yang dilarang di atas.
Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan laranganlarangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh PPK
sebagai berikut :
a. pemutusan Kontrak;
b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK;
c. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia; dan/atau
d. Sanksi pengenaan daftar hitam.
[Catatan :Sanksi pengenaan Daftar Hitam, diterbitkan oleh KPA atas
usulan PPK.
KPA mengirimkan dokumen penetapan sanksi Daftar Hitam
kepada :
1. Penyedia yang dikenakan Daftar Hitam; dan
2. Kepala LKPP]
Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh PPK/KPA kepada
Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi.
PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari
rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.
Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh,
antara lain tempat material/bahan ditambang, tumbuh, atau
diproduksi.
Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili
dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK.
Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan
Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan
dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung
kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK, atau jika disampaikan melalui
surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum
dalam SSKK.

Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan


setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat
berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau
dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.
124

8. Pembukuan

Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan


sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku.

9. Perpajakan

Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang bersangkutan


berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain
yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini.
Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai
Kontrak.

10. Pengalihan
dan/atau
Subkontrak

10.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak


ini. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal
pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger)
maupun akibat lainnya.
10.2 Penyedia dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama
berdasarkan Kontrak, dengan melakukan subkontrak kepada pihak lain,
kecuali sebagian pekerjaan utama kepada penyedia spesialis setelah
mendapat persetujuan tertulis dari PPK. Penyedia tetap bertanggung
jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.
10.3 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia
dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK.

11. Pengabaian

Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan


tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi
pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi
pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya
dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh
Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

12. Penyedia
Mandiri

Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil


dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

13. Kemitraan/ KSO

Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam
Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam
pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini.

14. Pengawasan
Pelaksanaan
Pekerjaan

14.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika dipandang


perlu
dapat
mengangkat
Pengawas
Pekerjaan
(Direksi
Pekerjaan/Direksi Teknis) yang berasal dari personil PPK atau konsultan
pengawas. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi
pelaksanaan pekerjaan.
14.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan selalu
bertindak untuk kepentingan PPK. Jika tercantum dalam SSKK,
Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah PPK.

15. Persetujuan Atau


Pernyataan Tidak
Berkeberatan
Dari Pengawas
Pekerjaan

15.1 Semua gambar yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai


kontrak, untuk pekerjaan permanen maupun pekerjaan sementara
harus mendapatkan persetujuan dari Pengawas Pekerjaan.
15.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu ada
pekerjaan sementara yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan
harga di dalam kontrak maka penyedia berkewajiban untuk
menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan pekerjaan sementara
125

tersebut untuk mendapatkan pernyataan tidak berkeberatan (no


objection) untuk dilaksanakan dari Pengawas Pekerjaan.
Pernyataan tidak berkeberatan atas rencana pekerjaan sementara ini
tidak melepaskan penyedia dari tanggung jawabnya sesuai kontrak.
16. Perintah

Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas


Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam
Kontrak ini.

17. Penemuanpenemuan

Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada pihak yang


berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah
atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan
perundang-undangan dikuasai oleh negara.

18. Akses ke Lokasi


Kerja

18.1 Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses PPK, Wakil Sah PPK,
Pengawas Pekerjaan dan/atau pihak yang mendapat izin dari PPK ke
lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan
dilaksanakan.
18.2 Penyedia harus dianggap telah menerima kelayakan dan ketersediaan
jalur akses menuju lapangan. Penyedia harus berupaya menjaga setiap
jalan atau jembatan dari kerusakan akibat penggunaan/lalu lintas
penyedia atau akibat personil penyedia. Kecuali ditentukan lain maka:
a Penyedia harus bertanggung jawab atas pemeliharaan yang
mungkin diperlukan akibat pengunaan jalur akses.
b Penyedia harus menyediakan rambu atau petunjuk sepanjang jalur
akses, dan mendapatkan perizinan yang mungkin disyaratkan oleh
otoritas terkait untuk penggunaan jalur, rambu, dan petunjuk.
c Biaya karena ketidaklayakan atau tidak tersedianya jalur akses
untuk digunakan oleh penyedia, harus ditanggung penyedia.
d PPK tidak bertanggung jawab atas klaim yang mungkin timbul akibat
penggunaan jalur akses.
18.3 PPK tidak bertanggung jawab atas klaim yang mungkin timbul selain
penggunaan jalur akses tersebut.

B. Pelaksanaan, Penyelesaian, Adendum dan Pemutusan Kontrak


19. Masa
Pelaksanaan
(Jangka Waktu
Pelaksanaan)
Pekerjaan

19.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat


Perjanjian oleh Para Pihak atau yang ditetapkan dalam SSKK.
19.2 Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan
dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja
yang tercantum dalam SPMK.
19.3 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan masa
pelaksanaan yang ditentukan dalam SSKK.
19.4 Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan
sesuai masa pelaksanaan karena keadaan diluar pengendaliannya yang
dapat dibuktikan demikian, dan penyedia telah melaporkan kejadian
tersebut kepada PPK, dengan disertai bukti-bukti yang dapat disetujui
PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan
tugas penyedia dengan membuat adendum kontrak.
19.5 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan disepakati bersama dalam rapat
persiapan pelaksanaan kontrak, jadwal pelaksanaan pekerjaan tidak
boleh melebihi dari masa pelaksanaan.
126

B.1 Pelaksanaan Pekerjaan


20. Penyerahan
Lokasi Kerja

20.1 PPK berkewajiban untuk menyerahkan lokasi kerja sesuai dengan


kebutuhan penyedia yang tercantum dalam rencana kerja yang telah
disepakati oleh para pihak untuk melaksanakan pekerjaan tanpa ada
hambatan kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penyerahan
dilakukan setelah sebelumnya dilakukan peninjauan lapangan bersama.
Hasil peninjauan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara
penyerahan lokasi kerja.
20.2 Jika dalam peninjauan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat
mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan tersebut harus
dituangkan dalam adendum Kontrak.
20.3 Jika PPK tidak dapat menyerahkan lokasi kerja sesuai kebutuhan
penyedia yang tercantum dalam rencana kerja (sesuai angka 20.1)
untuk melaksanakan pekerjaan dan terbukti merupakan suatu
hambatan, maka kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi.

21. Surat Perintah


Mulai Kerja
(SPMK)

21.1 PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari


sejak tanggal penandatanganan kontrak.
21.2 Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan
kontrak oleh penyedia.

22. Program Mutu

22.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat


persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK.
22.2 Program mutu disusun paling sedikit berisi:
a informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan;
b organisasi kerja penyedia;
c jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e prosedur instruksi kerja; dan
f pelaksana kerja.
22.3 Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan.
22.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika
terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi.
22.5 Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan
kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa
pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.
Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan PPK.
22.6 Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban
kontraktual penyedia.

23. Rencana
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Konstruksi
(RK3K)

23.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program RK3K pada rapat


persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK.
23.2 RK3K disusun paling sedikit berisi:
a Kebijakan K3 Proyek;
b Organisasi K3;
c Perencanaan K3
d Pengendalian dan Program K3;
e Pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3;
f Tinjauan Ulang Kinerja K3;
23.3 RK3K dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan.
127

23.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan RK3K jika terjadi


addendum kontrak dan peristiwa kompensasi.
23.5 Pemutakhiran RK3K harus mendapatkan persetujuan PPK.
23.6 Persetujuan PPK terhadap RK3K tidak mengubah kewajiban kontraktual
penyedia.
24. Rapat
Persiapan
Pelaksanaan
Kontrak

24.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak diterbitkannya SPMK


dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia,
unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus sudah
menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak.
24.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak meliputi :
a program mutu;
b rencana K3 Kontrak;
c organisasi kerja;
d tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
e jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang diikuti uraian tentang metode
kerja yang memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
f jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan
personil;
g penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan.

25. Mobilisasi

25.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu
30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterbitkan SPMK, atau sesuai
kebutuhan dan rencana kerja.
25.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan, termasuk instalasi alat;
b mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung
laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan/atau
c mendatangkan personil-personil.
25.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan.

26. Pengukuran/
Pemeriksaan
Bersama

26.1 Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK bersama-sama dengan


penyedia melakukan pemeriksaan lokasi pekerjaan dengan melakukan
pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lokasi pekerjaan untuk
setiap rencana mata pembayaran (Mutual Check 0%).
26.2 Untuk pemeriksaan bersama ini, KPA dapat membentuk Panitia Peneliti
Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.
26.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila
dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak,
maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak (Berita Acara Mutual
Check 0%).
26.4 Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau
Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka
penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil
dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti
dalam jangka waktu yang disepakati bersama.

128

27. Penggunaan
Produksi
Dalam Negeri

27.1 Penggunaan produk dalam negeri dilakukan sesuai besaran komponen


dalam negeri pada setiap Barang/Jasa yang ditunjukkan dengan nilai
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada saat penawaran.
27.2 Penyedia wajib membuat laporan penggunaan produksi dalam negeri
secara periodik.
27.3 Apabila di dalam penggunaan produksi dalam negeri berbeda dengan
yang ditunjukkan dengan nilai TKDN pada saat penawaran akan
dikenakan sanksi sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya, dan ditetapkan dalam SSKK.

B.2 Pengendalian Waktu


28. Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan

28.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk


memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu, serta
menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal
Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.
28.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat
Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau
kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.
28.3 Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa
Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.
Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian
disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang.
28.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal
penyelesaian seluruh pekerjaan.

29. Perpanjangan
Waktu

29.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan


akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data
penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan
memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui Adendum
Kontrak.
29.2 PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah
menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam
jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari kalender setelah penyedia
meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan
peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama
untuk mencegah keterlambatan sesegera mungkin, maka
keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk
memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

30. Penundaan
oleh Pengawas
Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk


menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera
ditembuskan kepada PPK.

129

31. Rapat
Pemantauan

31.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat


pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat
tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas
perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta
untuk menindaklanjuti peringatan dini.
31.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan
dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada PPK dan
pihak-pihak yang menghadiri rapat.
31.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas
Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat
melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat.

32. Peringatan
Dini

32.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin


Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat
mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau
menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis
perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai
Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus
sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia.
32.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas
Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau
kondisi tersebut.

B.3 Penyelesaian Kontrak


33. Serah Terima
Pekerjaan

33.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia


mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan
pekerjaan.
33.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia
Penerima Hasil Pekerjaan. Apabila memerlukan keahlian teknis khusus
dapat dibantu oleh tim/tenaga ahli untuk membantu pelaksanaan
tugas Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.
33.3 Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil
pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat
kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib
memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK.
33.4 PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak sejak tanggal
berita acara penyerahan pekerjaan dan telah diterima oleh Panitia
Penerima Hasil Pekerjaan.
33.5 Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus)
dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan
retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan
sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia
harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai kontrak.
33.6 Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan
sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama
pekerjaan.

130

33.7 Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan


permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir
pekerjaan.
33.8 PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia
melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan
baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum
dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan.
33.9 Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan
sebagaimana mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang retensi
untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan
Pemeliharaan.
33.10 Serah terima pekerjaan dapat dilakukan perbagian pekerjaan (secara
parsial) yang ketentuannya ditetapkan dalam SSKK.
33.11 Dalam hal dilakukan serah terima pekerjaan secara parsial, maka cara
pembayaran dan kewajiban pemeliharaan tersebut di atas disesuaikan.
33.12 Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan setelah penyerahan bagian
pekerjaan tersebut dilaksanakan pertama kali.
33.13 Umur konstruksi bangunan hasil dari pelaksanaan pekerjaan ditetapkan
dalam SSKK.
34. Pengambilalihan

PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu
tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan.

35. Pedoman
Pengoperasian
dan Perawatan/
Pemeliharaan

35.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang


pedoman pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan sesuai dengan
SSKK.
35.2 Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan
perawatan/pemeliharaan, PPK berhak menahan uang retensi atau
Jaminan Pemeliharaan.

B.4 Adendum
36. Perubahan
Kontrak

36.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak.


36.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh para
pihak, meliputi:
a perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan
oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup
pekerjaan dalam kontrak;
b perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan
dan/atau karena perubahan pelaksanaan pekerjaan;
c perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan
pekerjaan;
d perubahan harga kontrak akibat adanya penyesuaian harga
(eskalasi/de-eskalasi).
36.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak, PPK menugaskan Panitia
Peneliti Pelaksanaan Kontrak.

37. Perubahan
Lingkup
Pekerjaan

37.1 Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi


pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang
ditentukan dalam Dokumen Kontrak, maka PPK bersama penyedia
dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain:
131

a menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum


dalam kontrak;
b menambah atau mengurangi jenis pekerjaan;
c mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan
kebutuhan lokasi pekerjaan; dan/atau
d melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam
kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan
sesuai lingkup kontrak awal.
37.2 Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan
paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal.
37.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada
penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak
awal.
37.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar
penyusunan adendum kontrak.
38. Perubahan
Kuantitas dan
Harga

38.1
38.2
38.3

38.4

38.5

39 Perubahan
Jadwal
Pelaksanaan
Pekerjaan

39.1

39.2
39.3

Perubahan kuantitas hanya dilakukan apabila terdapat perubahan


gambar dan spesifikasi (lingkup pekerjaan).
Harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga digunakan untuk
membayar prestasi pekerjaan.
Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang akan dilaksanakan
berubah lebih dari 10% (sepuluh perseratus) dari kuantitas awal, maka
pembayaran volume selanjutnya dengan menggunakan harga satuan
yang disesuaikan dengan negosiasi.
Apabila dari hasil evaluasi penawaran terdapat harga satuan timpang,
maka harga satuan timpang tersebut hanya berlaku untuk kuantitas
pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. Untuk
kuantitas pekerjaan tambahan digunakan harga satuan berdasarkan
hasil negosiasi.
Apabila ada daftar item pekerjaan yang masuk kategori harga satuan
timpang, maka dicantumkan dalam lampiran A SSKK.
Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka penyedia jasa harus
menyerahkan rincian harga satuannya kepada PPK. Penentuan harga
satuan mata pembayaran baru dilakukan dengan negosiasi.
Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas
pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut :
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan/atau
e. keadaan kahar.
Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya
sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar atau
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada 39.1.
PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak
setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan
oleh penyedia.

132

39.4 PPK dapat menugaskan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk


meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan.
39.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam
adendum kontrak.
40 Penyesuaian
Harga
(Eskalasi/Deeskalasi)

40.1 Ketentuan penggunaan rumusan Penyesuaian Harga (Price Adjustment)


adalah sebagai berikut:
a. Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya
penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak Tahun Jamak yang
masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan
diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan
pekerjaan.
c. Penyesuaian harga berlaku bagi seluruh kegiatan/mata
pembayaran, kecuali mata pembayaran Lump Sum serta pekerjaan
dengan Harga Satuan timpang.
d. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh komponen harga
satuan (upah, bahan, peralatan, dan bahan bakar), tidak termasuk
komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana
tercantum dalam penawaran.
e. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum
kontrak.
f. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal
dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari
negara asal barang tersebut.
g. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat
adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai
bulan ke-13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut
ditandatangani.
h. Jenis pekerjaan yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh
kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan
indeks harga jadwal awal pelaksanaan pekerjaan.
i. Jenis pekerjaan yang lebih cepat pelaksanaannya diberlakukan
penyesuaian harga berdasarkan indeks harga pada saat
pelaksanaan
40.2 Ketentuan lebih lanjut sebagaimana diatur dalam SSKK.

B.5 Keadaan Kahar


41 Keadaan Kahar

41.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat
diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam
Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.
41.2 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka penyedia memberitahukan
kepada PPK paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak
terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan
Kahar dari pejabat yang berwenang.
41.3 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan
kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang
sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak
akibat Keadaan Kahar.
133

41.4 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang


dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak
terjadinya Keadaan Kahar, tidak dikenakan sanksi.
41.5 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan
sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan, Penyedia
berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau
kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Jika selama masa
Keadaan Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia
untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak
untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak
dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah
dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya
ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak.
B.6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak
42 Penghentian
dan Pemutusan
Kontrak

42.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai


atau terjadi Keadaan Kahar.
42.2 Dalam hal kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada
penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai,
termasuk:
a. biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk
pekerjaan ini. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan oleh
Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi hak milik PPK;
b. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil Pekerjaan
Sementara dan Peralatan;
c. biaya langsung demobilisasi Personil.
42.3 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak
PPK.
42.4 Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata, pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat
dilakukan apabila :
a. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan
tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan;
b. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak memulai
pelaksanaan pekerjaan;
c. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan)
hari kalender dan penghentian ini tidak tercantum dalam program
mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan;
d. penyedia berada dalam keadaan pailit;
e. penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu
dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PPK;
f. penyedia
tidak
mempertahankan
keberlakuan
Jaminan
Pelaksanaan;
g. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan
penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak
dan PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan
sisa pekerjaan;
h. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda
pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak
ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari kalender;
134

i. PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran


sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK;
j. penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan
dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang
berwenang; dan/atau
k. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau
pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan
dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.
42.5 Dalam hal pemutusan Kontrak pada masa pelaksanaan dilakukan
karena kesalahan penyedia, maka:
a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan;
b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang
Muka dicairkan;
c. penyedia membayar denda (apabila pelaksanaan pekerjaannya
terlambat); dan
d. penyedia dimasukkan kedalam Daftar Hitam.

43 Keterlambatan
Pelaksanaan
Pekerjaan dan
Kontrak Kritis

42.6

Dalam hal pemutusan Kontrak pada masa pemeliharaan dilakukan


karena kesalahan penyedia, maka:
a. Jaminan
Pemeliharaan
dicairkan
untuk
membiayai
perbaikan/pemeliharaan; dan
b. penyedia dimasukkan ke dalam Daftar Hitam.

42.7

Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat


penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan usaha didalam pelaksanaan pengadaan yang sudah
diputuskan oleh instansi berwenang, maka PPK dikenakan sanksi
berdasarkan peraturan perundang-undangan.

43.1

Apabila penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal,


maka PPK harus memberikan peringatan secara tertulis atau dikenakan
ketentuan tentang kontrak kritis.
Kontrak dinyatakan kritis apabila :
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% 70% dari kontrak),
selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan dengan
rencana pelaksanaan lebih besar 10%;
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
kontrak), selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan
dengan rencana pelaksanaan lebih besar 5%;
c. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
kontrak), selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan
dengan rencana pelaksanaan kurang dari 5% dan akan melampaui
tahun anggaran berjalan.
Penanganan kontrak kritis.
a. Dalam hal keterlambatan pada 43.1 dan penanganan kontrak pada
43.2, penanganan kontrak kritis dilakukan dengan Rapat
pembuktian (show cause meeting/SCM)
1) Pada saat kontrak dinyatakan kritis direksi pekerjaan
menerbitkan surat peringatan kepada penyedia dan selanjutnya
menyelenggarakan SCM.

43.2

43.3

135

2) Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia


membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba
pertama) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat
Tahap I
3) Apabila penyedia gagal pada uji coba pertama, maka harus
diselenggarakan SCM Tahap II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua) yang
dituangkan dalam berita acara SCM Tahap II
4) Apabila penyedia gagal pada uji coba kedua, maka harus
diselenggarakan SCM Tahap III yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga) yang
dituangkan dalam berita acara SCM. Tahap III
5) Pada setiap uji coba yang gagal, PPK harus menerbitkan surat
peringatan kepada penyedia atas keterlambatan realisasi fisik
pelaksanaan pekerjaan.
b. Dalam hal terjadi keterlambatan dan akan melampaui tahun
anggaran berjalan akibat kesalahan penyedia pekerjaan konstruksi,
sebelum dilakukan pemutusan kontrak penyedia pekerjaan
konstruksi dapat diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan
sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa
berakhirnya pelaksanaan pekerjaan dengan diberlakukan denda
sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai kontrak atau nilai bagian
kontrak apabila ditetapkan serah terima pekerjaan secara parsial
untuk setiap hari keterlambatan. Kesempatan menyelesaikan
pekerjaan selama 50 (lima puluh) hari tersebut dapat melampaui
tahun anggaran berjalan.
c. Dalam hal penyelesaian pekerjaan akibat keterlambatan melampaui
tahun anggaran berjalan, diterbitkan addendum untuk
mencantumkan sumber dana tahun anggaran berikutnya atas sisa
pekerjaan yang akan diselesaikan dan memperpanjang masa
berlaku jaminan pelaksanaan.
d. Dalam hal keterlambatan pada 43.2 a atau 43.2 b, setelah dilakukan
penanganan kontrak kritis sesuai 43.3 a, PPK dapat langsung
memutuskan kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan
Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PPK dapat memutuskan kontrak secara sepihak, apabila:
1) Kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas
berakhirnya kontrak;
2) Berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang/Jasa tidak akan
mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun
diberikan kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari
kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk
menyelesaikan pekerjaan; dan/atau
3) setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan.
136

44 Peninggalan

C.

Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan, Hasil Pekerjaan Sementara yang


masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau
kesalahan penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh PPK tanpa
kewajiban
perawatan/pemeliharaan.
Pengambilan
kembali
semua
peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah
mempertimbangkan kepentingan PPK.

Hak dan Kewajiban Para Pihak

45 Hak dan
Kewajiban Para
Pihak

Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh


PPK dan penyedia dalam melaksanakan kontrak, meliputi :
45.1 Hak dan kewajiban PPK :
a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
penyedia;
b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan
d. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan
oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak.
45.2

Hak dan kewajiban penyedia :


a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam kontrak;
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan
prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d. melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN
secara periodik kepada PPK;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;
f. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat
dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan
segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan
untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang
dirinci dalam kontrak;
g. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
h. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan
i. mengambil langkah-langkah yang memadai dalam rangka memberi
perlindungan kepada setiap orang yang berada di tempat kerja
maupun masyarakat dan lingkungan sekitar yang berhubungan
dengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja
konstruksi dan proses produksi.
[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor disesuaikan dengan lingkup
pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai kontrak]
137

46 Penggunaan
DokumenDokumen
Kontrak dan
Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen


kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk
kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar,
serta informasi lain yang berkaitan dengan kontrak, kecuali dengan izin tertulis
dari PPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

47 Hak Kekayaan
Intelektual

Penyedia wajib melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak
ketiga yang disebabkan penggunaan atau atas pelanggaran Hak Kekayaan
Intelektual (HAKI) oleh penyedia.

48 Penanggungan
dan Risiko

48.1

49 Perlindungan
Tenaga Kerja

49.1

Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan


menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua
bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian,
denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan
biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali
kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal
berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal
penandatanganan berita acara penyerahan akhir:
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia,
Subpenyedia (jika ada), dan Personil;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit
atau kematian pihak ketiga;
48.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal
penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko
kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan
merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut
diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK.
48.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi
kewajiban penanggungan dalam Pasal ini.
48.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang
menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas
akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia
atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut
terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia.

49.2

49.3

Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk


mengikutsertakan Personilnya pada program Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan
Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. Pada waktu
pelaksanaan pekerjaan, penyedia beserta Personilnya dianggap telah
membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut.
Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada
setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia, jika ada)
perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.

138

49.4

Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan


berdasarkan hukum yang berlaku, penyedia wajib melaporkan kepada
PPK mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah
kejadian.

50 Pemeliharaan
Lingkungan

Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang memadai


untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan
membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya
sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini.

51 Asuransi

51.1

51.2
52 Tindakan
Penyedia yang
Mensyaratkan
Persetujuan
PPK atau
Pengawas
Pekerjaan

52.1

53 Laporan Hasil
Pekerjaan

53.1

52.2

53.2

53.3

Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan


tanggal selesainya pemeliharaan untuk :
a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi
terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk
pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan,
kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga;
b. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan
c. perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan
termasuk dalam nilai kontrak.
Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan
tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut:
a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan dalam Lampiran A SSKK;
b. menunjuk Personil Inti yang namanya tidak tercantum dalam
Lampiran A SSKK;
c. mengubah atau memutakhirkan program mutu dan RK3K;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.
Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan
tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakan-tindakan
berikut:
a. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam Pasal 15 SSUK;
b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
c. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.
Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk
menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan
guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan
dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.
Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan
pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan
dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan
yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian.
Laporan harian berisi:
a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;

139

e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya


yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan; dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
53.4 Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh
konsultan, dan disetujui oleh wakil PPK.
53.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi
hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal
penting yang perlu ditonjolkan.
53.6 Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi
hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal
penting yang perlu ditonjolkan.
53.7 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, PPK dan
penyedia membuat foto-foto dokumentasi dan video pelaksanaan
pekerjaan di lokasi pekerjaan sesuai kebutuhan.
54 Kepemilikan
Dokumen

Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumendokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan
Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik PPK. Penyedia paling lambat
pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk
menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar
rinciannya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap
dokumen dan piranti lunak tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai
penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari
diatur dalam SSKK.

55 Kerjasama
Antara
Penyedia dan
Sub Penyedia

55.1 Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp 25.000.000.000,00


(dua puluh lima miliar rupiah) sampai dengan Rp 50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan
sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.
55.2 Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp 50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan
sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada sub penyedia
jasa dari lokasi pekerjaan setempat, kecuali tidak tersedia sub penyedia
jasa yang dimaksud.
55.3 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam
Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
55.4 Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang
disubkontrakkan tersebut.
55.5 Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada
Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.

56 Usaha Mikro,
Usaha Kecil
dan Koperasi
Kecil

56.1 Apabila penyedia yang ditunjuk sebagai pelaksana konstruksi adalah


penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, maka pekerjaan
tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan
dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain.
56.2 Apabila penyedia yang ditunjuk sebagai pelaksana konstruksi adalah
penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka:
a. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan koperasi kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan
sebagian pekerjaannya;
140

b. dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap


bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut;
c. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama; dan
d. membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di
atas.
56.3 Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan
sanksi yang diatur dalam SSKK.
57 Penyedia Lain

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja


termasuk jalan akses bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan
pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang
perlu, PPK dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja.

58 Alih
Pengalaman/
Keahlian

Dalam hal paket pekerjaan dengan nilai di atas Rp 25.000.000.000,00 (dua


puluh lima miliar rupiah) diwajibkan mengalokasikan alih pengalaman/
keahlian dengan merekrut tenaga magang dan/atau fresh graduate.

59 Keselamatan
dan Kesehatan
Kerja

Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan semua pihak di


lokasi kerja. Penyedia setiap saat harus mengambil langkah-langkah yang patut
diambil untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para personilnya. Penyedia
harus memastikan bahwa staf kesehatan, fasilitas pertolongan pertama pada
kecelakaan, dan layanan ambulance dapat disediakan setiap saat di lapangan
bagi personil penyedia termasuk subpenyedia maupun personil PPK dan telah
dibuat perencanaan yang sesuai dengan semua persyaratan kesehatan dan
kebersihan untuk mencegah timbulnya wabah penyakit. Penyedia harus
menunjuk petugas keselamatan kerja yang bertanggung jawab untuk menjaga
keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas yang bersangkutan
harus memenuhi aturan dan persyaratan K3. Petugas K3 dipersyaratkan
berdasarkan tingkat risiko pekerjaan : diperlukan Ahli K3 untuk pekerjaan
berisiko tinggi dan diperlukan Petugas K3 untuk pekerjaan berisiko sedang atau
kecil sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

60 Pembayaran
Denda

Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda


sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban
penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong
angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak
mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia.

61 Jaminan

61.1 Penggunaan jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, dan jaminan


pemeliharaan sebagai berikut:
a. paket pekerjaan sampai dengan Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah) dapat diterbitkan oleh Bank Umum,
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Penjaminan, konsorsium
perusahaan asuransi umum/lembaga penjaminan/ perusahaan
penjaminan yang mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship), bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional)
dimana
konsorsium
tersebut
telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), dan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada PPK.

141

b. paket pekerjaan di atas Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus


juta rupiah) diterbitkan oleh Bank Umum, konsorsium perusahaan
asuransi umum/lembaga penjaminan/perusahaan penjaminan yang
mempunyai program asuransi kerugian (suretyship), bersifat mudah
dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional) dimana konsorsium
tersebut telah ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), dan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada PPK.
61.2 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK selambat-lambatnya 14
(empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan penandatanganan
kontrak dengan besaran/nilai :
a. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak; atau
b. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh
perseratus) HPS.
61.3 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak
tanggal penanda-tanganan kontrak sampai dengan serah terima
pertama pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).
61.4 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan
Pemeliharaan atau dengan menahan uang retensi sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai kontrak;
61.5Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan
uang muka sekurang-kurangnya sama dengan besarnya uang muka;
61.6 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai
dengan pencapaian prestasi pekerjaan;
61.7 Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak
tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal
penyerahan pertama pekerjaan (PHO).
61.8 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan
dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).
61.9 Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan
diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak;
61.10 Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak
tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal
penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO);
D. Personil Inti dan/atau Peralatan Penyedia
62 Personil Inti
dan/atau
Peralatan

62.1 Personil inti dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan
yang tercantum dalam Dokumen Penawaran.
62.2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan
kecuali atas persetujuan tertulis PPK.
62.3 Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan
permohonan terlebih dahulu kepada PPK dengan melampirkan riwayat
hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan
penggantian.
62.4 PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil
inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan.

142

62.5 Jika PPK menilai bahwa personil inti :


a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik;
b. berkelakuan tidak baik; atau
c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya,
maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan
menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu
7 (tujuh) hari kalender sejak diminta oleh PPK.
62.6 Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan, maka
penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan
kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau
peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun.
62.7 Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya.
Jika diperlukan oleh PPK, Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan
untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah.
E.

Kewajiban PPK

63 Fasilitas

64 Peristiwa
Kompensasi

PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan
lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan
pekerjaan ini.
64.1 Peristiwa Kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia yaitu :
a. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau
instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak;
e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan
pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata
tidak ditemukan kerusakan/ kegagalan/ penyimpangan;
f. PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan;
g. PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak
dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
h. ketentuan lain dalam SSKK.
64.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan
dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK
berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
64.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang
dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK,
dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi.
64.4 Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan perlunya
tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi.
64.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu
penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk
memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi
dampak Peristiwa Kompensasi.

143

F.

Pembayaran Kepada Penyedia

65 Harga
Kontrak

65.1 PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam


kontrak sebesar harga kontrak.
65.2 Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan
biaya overhead termasuk penyelenggaraan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan semua pajak, bea, retribusi, tenaga kerja
praktek/magang, biaya asuransi, dan biaya lain yang harus dibayar oleh
penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi.
65.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga.

66 Pembayaran

66.1 Uang muka


a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil,
pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material dan
persiapan teknis lain;
b. untuk usaha kecil, uang muka dapat diberikan paling tinggi 30%
(tiga puluh perseratus) dari nilai kontrak pengadaan barang/jasa;
c. untuk usaha non kecil, uang muka dapat diberikan paling tinggi 20%
(dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan Barang/Jasa;
d. untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka dapat diberikan:
1) 20% (dua puluh perseratus) dari alokasi anggaran tahun
pertama; atau
2) 15% (lima belas perseratus) dari nilai Kontrak .
e. Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah
penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka
yang diterima;
f. penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka
secara tertulis kepada PPK disertai dengan rencana penggunaan
uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak;
g. PPK harus mengajukan surat permintaan pembayaran untuk
permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari
kalender setelah Jaminan Uang Muka diterima;
h. Jaminan Uang Muka dapat diterbitkan oleh Bank Umum,
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Penjaminan, konsorsium
perusahaan asuransi umum/lembaga penjaminan/ perusahaan
penjaminan yang mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship), bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional)
dimana
konsorsium
tersebut
telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) untuk paket pekerjaan sampai dengan Rp 2.500.000.000,00
(dua miliar lima ratus juta rupiah);
i. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh Bank Umum, konsorsium
perusahaan asuransi umum/lembaga penjaminan/ perusahaan
penjaminan yang mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship), bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional)
dimana
konsorsium
tersebut
telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) untuk paket pekerjaan di atas Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah);

144

j.

pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur


secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan
dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai
prestasi 100% (seratus perseratus).

66.2 Prestasi pekerjaan


Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh
PPK, dengan ketentuan :
1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil
pekerjaan;
2) Pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau
pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK;
3) Pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang;
4) Pembayaran harus memperhitungkan:
1) angsuran uang muka;
2) peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian permanen dari
hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan (material on site)
yang sudah dibayar sebelumnya;
3) denda (apabila ada);
4) pajak; dan/atau
5) uang retensi.
5) Untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan
pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh
sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. Pembayaran
kepada sub penyedia dilakukan sesuai prestasi pekerjaan yang
selesai dilaksanakan oleh sub penyedia tanpa harus menunggu
pembayaran terlebih dahulu dari PPK.
6) pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai
100% (seratus perseratus) dan Berita Acara Penyerahan Pertama
Pekerjaan diterbitkan;
7) PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah pengajuan
permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan
surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan
Surat Perintah Membayar (PPSPM);
8) apabila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran,
tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat
meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi
sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi
perselisihan.
66.3 Peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian permanen dari hasil
pekerjaan yang akan diserahterimakan
Sesuai dengan ketentuan yang tercantum di dalam SSKK, peralatan
dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan memenuhi
ketentuan :
a. Peralatan dan/atau bahan yang merupakan bagian dari pekerjaan
utama namun belum dilakukan uji fungsi (commisioning) harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Berada di lokasi pekerjaan sebagaimana tercantum dalam
Kontrak dan perubahannya;
2) Memiliki sertifikat uji mutu dari pabrikan/produsen;
145

3) Bersertifikat garansi dari produsen/agen resmi yang ditunjuk


oleh produsen
4) Disetujui oleh PPK sesuai dengan capaian fisik yang diterima;
5) Dilarang dipindahkan dari area lokasi pekerjaan dan/atau
dipindahtangankan oleh pihak manapun; dan
6) Keamanan penyimpanan dan risiko kerusakan sebelum
diserahterimakan secara satu kesatuan fungsi merupakan
tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa.
b. Sertifikat uji mutu dan sertifikat garansi tidak diperlukan dalam hal
peralatan dan/atau bahan dibuat/dirakit oleh Penyedia
Barang/Jasa;
c. Besaran yang akan dibayarkan dari material on site (berkisar antara
50% sampai dengan 70%). Besaran nilai pembayaran dicantumkan
di dalam SSKK;
66.4 Denda dan ganti rugi
a. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada
penyedia;
b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK
karena terjadinya cidera janji/wanprestasi;
c. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari
keterlambatan adalah :
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang
belum dikerjakan (sebelum PPN), apabila bagian pekerjaan
yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi; atau
2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak (sebelum PPN),
apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum
berfungsi;
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK;
d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan
pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat
dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu
menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan
kompensasi;
e. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam
pembayaran prestasi pekerjaan;
f. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam
adendum kontrak;
g. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh PPK, apabila
penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan datadata.
67 Hari Kerja

67.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh
penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing
pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK.
67.2 Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya
setelah formulir upah ditandatangani.
67.3 Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan.

146

68 Perhitungan
Akhir

68.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan


berdasarkan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan
berita acara penyerahan awal telah ditandatangani oleh kedua belah
Pihak berdasarkan Berita Acara Pekerjaan Selesai dari Panitia Penerima
Hasil Pekerjaan (PPHP).
68.2 Sebelum pembayaran terakhir dilakukan, penyedia berkewajiban untuk
menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai
tagihan terakhir yang jatuh tempo. PPK berdasarkan hasil penelitian
tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP
untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya
7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan
dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan.

69 Penangguhan

69.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi


pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban
kontraktualnya, termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan.
69.2 PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang
penangguhan hak pembayaran, disertai alasan-alasan yang jelas
mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk
memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.
69.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi
kegagalan atau kelalaian penyedia.
69.4 Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran akibat
keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan
dengan pengenaan denda kepada penyedia.

G. Pengawasan Mutu
70 Pengawasan
dan
Pemeriksaan

PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap


pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan,
PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan
dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
penyedia.

71 Penilaian
Pekerjaan
Sementara
oleh PPK

71.1 PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian


sementara atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.

72 Cacat Mutu

PPK atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan
memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang
ditemukan. PPK atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia
untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji Hasil
Pekerjaan yang dianggap oleh PPK atau Pengawas Pekerjaan mengandung
Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama
Masa Kontrak.

71.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan
fisik pekerjaan.

147

73 Pengujian

Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan


pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan
Gambar, dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia
berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak
ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai
Peristiwa Kompensasi.

74 Perbaikan
Cacat Mutu

74.1 PPK atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan


cacat mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu
tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama masa
pelaksanaan dan masa pemeliharaan.
74.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, penyedia berkewajiban
untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan
dalam pemberitahuan.
74.3 Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang
ditentukan maka PPK, berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan,
berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk
oleh PPK melakukan perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah
menerima permintaan penggantian biaya/klaim dari PPK secara tertulis
berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. PPK dapat
memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas
tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau
pencairan Surat Jaminan Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya
penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada PPK
yang telah jatuh tempo.
74.4 PPK mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan
perbaikan Cacat Mutu, dan mengenakan sanksi daftar hitam kepada
penyedia jika tidak melaksanakan perbaikan Cacat Mutu. Besaran
denda keterlambatan akibat cacat mutu ini ditentukan dalam SSKK.

75 Kegagalan
Konstruksi
dan Kegagalan
Bangunan

75.1
75.2

75.3

Apabila terjadi kegagalan konstruksi pada pelaksanaan pekerjaan dan


masa pemeliharaan, maka PPK dan/atau penyedia bertanggung jawab
atas kegagalan konstruksi sesuai dengan kesalahan masing-masing.
Apabila terjadi kegagalan bangunan maka PPK dan/atau penyedia
terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan
akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan
kesalahan masing-masing selama umur konstruksi yang tercantum
dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun, dan dalam SSKK
pada umur konstruksi agar dicantumkan lama pertanggungan terhadap
kegagalan bangunan yang ditetapkan apabila rencana umur konstruksi
kurang dari 10 (sepuluh) tahun.
Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan
menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua
bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian,
denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan
biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali
kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian PPK) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan
harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang
timbul dari kegagalan konstruksi dan/atau kegagalan bangunan.

148

75.4
75.5

Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi


kewajiban penanggungan penyedia dalam Pasal ini.
PPK maupun Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan
memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan
pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK
tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.

H. Penyelesaian Perselisihan
76 Penyelesaian
Perselisihan

76.1

76.2

77 Itikad Baik

77.1
77.2

Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh


menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau
berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau
setelah pelaksanaan pekerjaan ini.
Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam
Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah, arbitrase, mediasi,
konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Penyelesaian perselisihan atau sengketa yang
dipilih ditetapkan dalam SSKK.
Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan
dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.
Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa
menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama
kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan
yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

149

BAB X
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
A.

Korespondensi

Alamat Para Pihak sebagai berikut:


Satuan Kerja PPK :
Nama : ...
Alamat : ...
Website : ...
E-mail : ...
Faksimili : ...
Penyedia :
Nama : ...
Alamat :
E-mail : ..........................
Faksimili :

B.

Wakil Sah Para Pihak

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut :


Untuk PPK
:
.................................
Untuk Penyedia :
.................................

C.

Jenis Kontrak

Kontrak Harga Satuan

D.

Tanggal Berlaku
Kontrak

Kontrak mulai berlaku sejak : penandatanganan kontrak


sampai dengan masa pemeliharaan berakhir.

E.

Masa Pelaksanaan

Masa pelaksanaan selama : 240 (dua ratus empat puluh) hari


kalender, terhitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum
dalam SPMK.

F.

Masa
Pemeliharaan

Masa Pemeliharaan berlaku selama : 180 (seratus delapan


puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal penyerahan
pertama (PHO) pekerjaan.

G.

Perbaikan
Cacat Mutu

Denda keterlambatan akibat cacat mutu untuk setiap hari


keterlambatan adalah sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari
biaya perbaikan cacat mutu. Jangka waktu perbaikan cacat
mutu sesuai dengan perkiraan waktu yang diperlukan untuk
perbaikan dan ditetapkan oleh PPK.

H.

Umur Konstruksi

a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi :


5 (lima) tahun sejak tanggal penanda-tanganan Berita
Acara penyerahan akhir.
Catatan: ketentuan umur konstruksi ini diisi apabila
perencanaan konstruksi yang ditetapkan diperkirakan
hanya dapat mencapai umur kurang dari 10 (sepuluh)
150

tahun.
b. Pertanggungan terhadap kegagalan bangunan ditetapkan
selama 5 (lima) tahun sejak tanggal penyerahan akhir.
[diisi sesuai dengan umur rencana pada huruf a untuk yang
umur konstruksinya tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun]
I.

Pedoman
Pengoperasian dan
Perawatan/
Pemeliharaan

Gambar As built dan/atau pedoman pengoperasian dan


perawatan/pemeliharaan harus diserahkan selambat lambatnya :
7 (tujuh)
hari kalender setelah tanggal
penandatanganan Berita Acara penyerahan awal.

J.

Pembayaran
Tagihan

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP


oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuran adalah
7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan
diterima oleh PPK.

K.

Pencairan Jaminan

Jaminan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara.

L.

Tindakan Penyedia
yang Mensyaratkan
Persetujuan PPK atau
Pengawas Pekerjaan

Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan


PPK adalah :
a). Menambah dan/atau mengurangi volume pekerjaan yang
menimbulkan perubahan nilai kontrak;
b). Menambah jenis item pekerjaan baru;
c). Menambah dan/atau mengurangi nilai kontrak;
d). Merubah jadwal pelaksanaan pekerjaan;
e). Persetujuan pembayaran prestasi pekerjaan.
Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
Pengawas Pekerjaan adalah :
a). Merubah dan memodifikasi spesifikasi teknik;
b). Metode dan ijin pelaksanaan pekerjaan;
c). Pengesahan rancangan mutu kerja
d). Pengujian mutu bahan dan hasil pekerjaan;
e). Pengesahan perbaikan cacat mutu pekerjaan;
f). Pengesahan hasil prestasi pekerjaan dilapangan

M.

Kepemilikan
Dokumen

Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan


piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini
dengan pembatasan sebagai berikut : Penyedia berhak
menyimpan 1 (satu) set dokumen, jika Penyedia
mempergunakan dokumen tersebut harus sepengetahuan PPK.

N.

Fasilitas

PPK akan memberikan fasilitas berupa : Lokasi pekerjaan

O.

Peristiwa
Kompensasi

Termasuk peristiwa kompensasi yang dapat diberikan ganti


rugi adalah keterlambatan pembuatan Berita Acara Serah
Terima Pekerjaan yang disebabkan jangka waktu pelaksanaan
Serah Terima Pekerjaan melampaui jangka waktu 14 (empat
151

belas) hari.
Jangka waktu tersebut terhitung sejak Penyedia mengajukan
permohonan Serah Terima Pekerjaan setelah pekerjaan
konstruksi selesai seluruhnya dan dinyatakan telah memenuhi
syarat oleh Direksi teknis. Kompensasi yang diberikan untuk
peristiwa tersebut adalah perpanjangan waktu sebagaimana
disebutkan pada SSUK pasal 62.4.
P.

Sumber
Pembiayaan

Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari


APBN Tahun Anggaran 2017

Q.

Pembayaran
Uang Muka

Uang muka diberikan sebesar 20% (dua puluh perseratus) dari


Nilai Kontrak

R.

Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

Personil K3 yang dipersyaratkan : Petugas K3

S.

Pembayaran
Prestasi
Pekerjaan

Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara :


Bulanan.

T.

U.
V.

Pembayaran
Peralatan
dan/atau
Bahan

Serah Terima
sebagian pekerjaan
Penyesuaian Harga
(Eskalasi/De-eskalasi)

Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan


tagihan pembayaran prestasi pekerjaan:
- Laporan harian;
- Laporan mingguan;
- Laporan bulanan;
- Perhitungan volume pekerjaan yang telah dilaksanakan;
- Photo-photo pelaksanaan;
- Hasil test jika dipersyaratkan.
Penentuan dan besaran pembayaran untuk item peralatan
dan/atau bahan yang menjadi bagian permanen dari
pekerjaan utama (material on site), ditetapkan sebagai
berikut:
1. ....[diisi item peralatan/bahan].... dibayar .......% dari harga
Kontrak
2. ....[diisi item peralatan/bahan].... dibayar .......% dari harga
Kontrak
3. ................... dst
[contoh peralatan: eskalator, lift, pompa air stationer, turbin,
peralatan elektromekanik; contoh bahan fabrikasi: sheet pile,
geosintetik, konduktor, tower, insulator; contoh bahan jadi:
beton pracetak]
Tidak diberlakukan
Penyesuaian harga tidak diberikan

152

W.

Denda

1. Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk


setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu)
dari total nilai kontrak yang belum dikerjakan.
2. Sanksi finansial terhadap realisasi pelaksanaan yang tidak
sesuai dengan nilai TKDN Penawaran dikenakan berdasarkan
perbedaan antara nilai TKDN Penawaran dengan nilai TKDN
realisasi pelaksanaan dikalikan dengan Harga Penawaran,
dengan perbedaan nilai TKDN maksimal sebesar 15% (lima
belas persen).

X.

Usaha Mikro, Usaha Kecil


dan Koperasi Kecil

Sanksi kepada penyedia apabila melanggar ketentuan


mengenai subkontrak :
a. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia Usaha
Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil mensubkontrakkan
pekerjaan,
maka
akan
dikenakan
denda
.... [ketentuan ini untuk nilai paket di
bawah Rp 2.500.000.000, dengan mengisi didenda senilai
pekerjaan yang dikontrakkan kepada pihak lain atau
sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, misalnya
didenda senilai pekerjaan yang akan disubkontrakkan yang
dicantumkan dalam dokumen penawaran]
b. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia bukan
Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil yang tidak
mensubkontrakkan pekerjaan, maka akan dikenakan
denda .. [ketentuan ini untuk nilai paket di
atas Rp 25.000.000.000, dengan mengisi di denda senilai
pekerjaan yang akan disubkontrakkan yang dicantumkan
dalam dokumen penawaran atau sesuai ketentuan
peraturan yang berlaku, misalnya didenda senilai
pekerjaan yang akan disubkontrakkan yang dicantumkan
dalam dokumen penawaran]
c. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia bukan
Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil yang
mensubkontrakkan pekerjaan utama, maka akan
dikenakan denda [ketentuan ini untuk nilai paket
di atas Rp 25.000.000.000, dengan mengisi didenda senilai
pekerjaan utama yang disubkontrakkan atau sesuai
ketentuan peraturan yang berlaku, misalnya didenda
senilai pekerjaan utama yang disubkontrakkan]

Y.

Penyelesaian
Perselisihan/Sengketa

Dalam hal terjadi perselisihan/sengketa diantara para Pihak,


para pihak terlebih dahulu menyelesaikan perselisihan
tersebut melalui musyawarah untuk mufakat.
Dalam hal musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka
para pihak sepakat menyelesaikan perselisihan/sengketa
melalui ..................................... [diisi pengadilan atau arbitrase]

153

Lampiran A Syarat-Syarat Khusus Kontrak


Daftar Harga Satuan Timpang, Subpenyedia, Personil Inti, dan Peralatan

Daftar jenis/item pekerjaan yang masuk kategori harga satuan timpang [dicantumkan apabila
ada]

Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian
personilnya seperti uraian detil tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi, dan jumlah orang
bulan]

Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja,
minimum kualifikasi, dan jumlah orang bulan]

Peralatan khusus yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan
untuk pelaksanaan pekerjaan]

154

BAB XI
SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

1.

URAIAN PEKERJAAN
1.1. UMUM
Daerah Irigasi Hutapaung terletak di Kecamatan Dolok Sanggul dan Kecamatan Pollung
Kabupaten Humbang Hasundutan Propinsi Sumatera Utara, Daerah Irigasi tersebut termasuk
kewenangan dinas PSDA Provinsi Sumatera Utara yang utuh dalam satu Kabupaten dan
mengairi areal seluas 1.200 Ha. Sumber air berasal dari sungai Aek Sibundong.
Secara Geografis lokasi pekerjaan (wilayah survey) terletak diantara koordinat :
1.1.1. 02o 13 00 LU dan 02o 19 00 LU
1.1.2. 98o 40 00 BT dan 98o 46 00 BT

1.2. AKSES KE LOKASI PEKERJAAN


Lokasi pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Aek Sibundong 1.200 Ha Kab. Humbang
Hasundutan berada di wilayah Kecamatan Doloksanggul dan Kecamatan Pollung, Kabupaten
Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara.
Lokasi ini dapat dicapai dari Kota Medan dengan kendaraan roda empat sejauh 200 km
selama 6 jam perjalanan.

155

1.3. LINGKUP PEKERJAAN


Lingkup pekerjaan yang akan diikat dalam kontrak adalah Rehab. Bendung, Rehab. Saluran
Induk Kiri serta bangunan pelengkap lainnya.
Rincian lingkup pekerjaan/ kontrak sebagai berikut:
Pekerjaan Rehab. Bendung.
Penimbunan Tanggul sebelah Kanan
Pekerjaan Saluran Induk Kiri
Normalisasi Saluran
Pembuatan Pasangan Flume
Rehab. Bangunan Sadap

2.

L =
L=
L=
=

400,00 M.
1.483,00 M.
1.483,00 M.
3,00 Buah.

PROGRAM PELAKSANAAN
2.1. PROGRAM PELAKSANAAN
(a) Sebagaimana yang ditentukan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak, dalam 7 (tujuh) hari
sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan kepada Direksi, untuk persetujuan, suatu suatu Program Pelaksanaan yang
merupakan revisi dari jadwal pelaksanaan pekerjaan yang terlampir dalam Dokumen
Penawaran.
(b) Program pelaksanaan harus mencakup detail dari kegiatan-kegiatan utama yang
dibutuhkan untuk Pekerjaan, yaitu program:
(i) mobilisasi dan demobilisasi;
(ii) survey, pemeriksaan lapangan dan pengujian;
(iii) penyiapan dan persetujuan gambar dan sample;
(iv) pengadaan dan pengiriman bahan dan peralatan;
(v) mendapatkan seluruh lisensi dan ijin yang dibutuhkan;
(vi) pelaksanaan setiap item pekerjaan;
(vii) pelaksanaan item khusus; dan
(viii) kemungkinan keterlambatan yang diakibatkan oleh banjir, kondisi iklim yang buruk,
hari libur umum dan libur tradisional.
(c) Program pelaksanaan harus dipersiapkan dengan menggambarkan bahwa keseluruhan
Pekerjaan akan dapat selesai dalam jangka waktu pelaksanaan yang dinyatakan dalam
Kontrak. Temuan baru sebagai hasil dari pemeriksaan lapangan dan adanya instruksi
lebih lanjut dari Pemberi Tugas dan/atau Direksi pada dan setelah penandatanganan
Kontrak harus sudah termasuk dalam program. Program Pelaksanaan ini harus diajukan
dan disetujui oleh Direksi dan dianggap sebagai Program Pelaksanaan yang disahkan dan
menjadi bahagian dari Kontrak.
(d) Bilamana perlu atau sesuai dengan arahan Direksi, Program pelaksanaan dapat
disesuaikan dan dirubah, dan setelah disetujui Direksi maka akan dianggap sebagai
Program Pelaksanaan yang baru dan menjadi bahagian dari Kontrak.
(e) Program Pelaksanaan yang disahkan harus dimonitor dengan teliti dan dijaga
kemutahirannya.
(f) Bila dalam perjalanan pelaksanaan, laju kemajuan pekerjaan pada suatu bahagian
pekerjaan turun menjadi dibawah rencana, dan menurut pendapat Direksi, Penyedia Jasa
156

tidak akan dapat menyelesaikan Pekerjaan atau bahagian Pekerjaan tersebut dalam
waktu yang diharuskan, maka Direksi dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk
meningkatkan tenaga kerjanya atau menambah peralatan konstruksinya di lapangan
atau langkah lain yang dianggap perlu untuk meningkatkan laju kemajuan untuk
bahagian pekerjaan tersebut. Penyedia Jasa harus, dalam waktu 14 (empat belas) hari,
menyerahkan untuk persetujuan suatu revisi program pelaksanaan yang menunjukkan
usaha-usaha yang diusulkan untuk menyelesaikan Pekerjaan pada waktunya. Tidak ada
tagihan yang akan menjadi pertimbangan Direksi atas pembayaran ekstra dalam usaha
mempercepat tersebut kecuali keterlambatan tersebut disebabkan oleh resiko yang
dikecualikan menurut Kontrak.
(g) Bila Penyedia Jasa mengusulkan untuk mengubah atau merevisi Program Pelaksanaan,
dan jika perubahan tersebut mempengaruhi desain dan gambar Direksi, maka Direksi
tidak akan bertanggungjawab atas konsekwensi yang disebabkan keterlambatan
persetujuan perubahan Gambar Kerja, walaupun Direksi menyetujui perubahan atau
revisi terhadap Program Pelaksanaan yang sah tersebut.
2.2. METODE KERJA
(a) Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah diterbitkannya SPMK, Penyedia Jasa harus
menyerahkan kepada Direksi, untuk persetujuan, suatu metode pelaksanaan yang rinci
termasuk gambar dan uraian tertulis dari usulannya dan khususnya tentang Pekerjaan
Sementara utama. Metode pelaksanaan harus disiapkan oleh Penyedia Jasa sesuai
dengan program pelaksanaan. Instruksi lebih lanjut yang diberikan Pemberi Tugas
dan/atau Direksi pada dan setelah penandatanganan Kontrak haruslah digabungkan.
(b) Detail metode kerja yang disetujui Direksi harus dianggap sebagai metode kerja yang sah
dan harus menjadi bagian dari Kontrak. Penyedia Jasa, bagaimanapun, harus
menambahkan metode kerja tersebut setidaknya dalam 15 (lima belas) hari sebelum
dimulainya Pekerjaan atau bahagian Pekerjaan dengan rencana kerja yang mendetail
sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi.
(c) Bilamana Penyedia Jasa memperbaharui atau bermaksud merubah metode kerjanya, dia
harus menyerahkan usulan perubahan metode kerja tersebut kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.
2.3. PEMBAYARAN
Seluruh biaya yang timbul pada Penyedia Jasa dalam memenuhi keharusan tersebut tidak
akan dibayar secara terpisah dan harus dianggap sudah termasuk dalam harga satuan dan
harga lump sum berbagai variasi item Daftar Kuantitas dan Harga.
3.

GAMBAR-GAMBAR
3.1. GAMBAR KONTRAK
Gambar-gambar yang termasuk dalam Dokumen Lelang, bahagian gambar-gambar desain
pekerjaan yang tidak seluruhnya termasuk dalam Dokumen Lelang, dan gambar-gambar yang
diterbitkan sebagai addendum Dokumen Lelang, bila ada, akan menjadi Gambar-Gambar
Kontrak. Penyedia Jasa dapat menggunakan Gambar Kontrak tersebut untuk pemesanan awal
material dan untuk mempersiapkan gambar kerja untuk Pekerjaan Permanen dan Pekerjaan
Sementara. Bagaimanapun, Gambar Kontrak tidak boleh digunakan langsung sebagai dasar
untuk fabrikasi dan/atau untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi.

157

3.2. GAMBAR-GAMBAR YANG HARUS DIPERSIAPKAN OLEH PENYEDIA JASA


3.2.1.

Umum

(a) Seluruh gambar dalam berbagai tipe sebagaimana yang dinyatakan di bawah ini,
termasuk perhitungan pendukungnya, harus dipersiapkan oleh Peyedia Jasa dalam
bentuk yang disetujui oleh Direksi dan diajukan lebih awal untuk memberikan
cukup waktu kepada Direksi untuk memeriksa dan menyetujuinya tanpa
mengakibatkan adanya keterlambatan pekerjaan di lapangan. Penyedia Jasa harus
mempersiapkan juru gambar dan pembantunya yang memenuhi syarat
kemampuan dan dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi seluruh gambargambar yang dibutuhkan.
(b) Pekerjaan yang dilakukan sebelum disetujuinya gambar tersebut oleh Direksi
adalah sepenuhnya menjadi resiko Penyedia Jasa. Persetujuan Direksi atas gambargambar yang dipersiapkan oleh Penyedia Jasa tidaklah mengurangi kewajiban
apapun dari Penyedia Jasa menurut Kontrak.
(c) Penyedia Jasa harus tetap bertanggungjawab atas seluruh gambar-gambar yang
tidak diserahkan dalam kurun waktu 90 hari dan atas seluruh biaya yang timbul
sebagai konsekwensi keterlambatan dan kerusakannya. Gambar-gambar Penyedia
Jasa yang digunakan untuk pelaksanaan konstruksi adalah gambar-gambar yang
telah disetujui Direksi.
(d) Penyedia Jasa harus menyerahkan suatu contoh usulan kotak judul, nomor gambar,
korespondensi, instruksi operasi dan pemeliharaan dan lainnya untuk mendapat
persetujuan Direksi. Kotak judul harus menunjukkan nama Kontraktor dan
Subkontraktornya, tanggal, judul dan jumlah gambar. Setiap penerbitan baru dari
gambar harus teridentifikasi melalui surat revisi. Penyedia Jasa dapat, bila dia
menginginkan, menyisipkan nomor referensinya pada tempat yang pantas di kotak
judul. Nomor gambar harus sebagaimana yang dialokasikan oleh Direksi.
(e) Penyedia Jasa harus menyusun suatu indeks keseluruhan gambarnya dan gambar
Subkontraktornya. Setiap bulan atau atas permintaan Direksi, Penyedia Jasa harus
mengirimkan 3 (tiga) kopi lembar indeks yang terbaru kepada Direksi.
(f) Seluruh gambar kerja, gambar perbengkelan, dan as-built drawings (gambar
sebagaimana terbangun) yang dibuat oleh Penyedia Jasa atau Subpenyedia Jasa
untuk Kontrak ini haruslah menggunakan dimensi sistem metrik. Kalau tidak
ditentukan dan disetujui secara khusus oleh Direksi, gambar harus dibuat dalam
ukuran kertas A1 (594 mm x 841 mm).
(g) Kopi dari keseluruhan gambar revisi terakhir yang telah disetujui harus sesegera
mungkin dikirimkan ke kantor lapangan Penyedia Jasa. Gambar-gambar tersebut
harus tersedia pada saat pemeriksaan oleh Direksi.
3.2.2.

Prosedur Penyerahan dan Persetujuan Gambar

(a) Kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi ini, setidaknya 30 (tiga puluh) hari
sebelum dimulainya pelaksanaan suatu item pekerjaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan kepada Direksi 2 (dua) kopi gambar kerja, gambar bengkel dan
gambar lain yang dapat terbaca jelas, dengan format pengiriman yang disetujui
Direksi, untuk mendapat persetujuan. Gambar bengkel untuk setiap item yang
difabrikasi diluar lokasi kerja dan akan diangkut ke lokasi kerja harus diserahkan
lebih awal agar dapat memberikan waktu yang cukup untuk memeriksa,
menyetujui, memfabrikasi, mengangkut, dan menerimanya di lokasi kerja.

158

(b) Direksi berhak untuk mengarahkan Penyedia Jasa untuk mempersiapkan tambahan
gambar detail dan/atau merubah gambar, apabila diperlukan untuk menjamin
pemenuhannya terhadap ketentuan dan maksud dari spesifikasi ini. Dalam 14
(empat belas) hari setelah diterimanya gambar yang diserahkan Penyedia Jasa,
Direksi akan mengembalikan 1 (satu) kopi dari padanya kepada Penyedia Jasa yang
ditandai dengan Disetujui untuk Dilaksanakan, Disetujui untuk Dilaksanakan
Kecuali yang Bercatatan, atau Tidak Disetujui Diserahkan Kembali).
(c) Pengembalian dan penerimaan setiap gambar yang disetujui harus dianggap
memberi ijin kepada Penyedia Jasa untuk memproses lebih lanjut pekerjaan yang
dimaksud pada gambar tersebut. Seluruh gambar yang telah disetujui harus
dipelihara dengan cara yang patut di kantor lapangan Penyedia Jasa.
(d) Apabila diarahkan untuk merevisi gambar yang diserahkan oleh Penyedia Jasa
maka Penyedia Jasa harus membuat koreksi dan/atau revisi yang dibutuhkan
dalam waktu yang tepat dan menyerahkan kembali kepada Direksi 2 (dua) kopi
gambar yang telah dikoreksi atau direvisi dengan cara yang sama seperti gambar
baru. Prosedur ini harus berlanjut sampai akhirnya gambar disetujui.
3.2.3.

Gambar Kerja
Penyedia Jasa harus menyiapkan Gambar Kerja dari seluruh item Pekerjaan
Permanen yang didasarkan pada gambar desain yang diterbitkan oleh Direksi.
Gambar kerja harus menunjukkan detail konstruksi yang cukup, metode kerja atau
prosedur seperti, tetapi tidak terbatas pada, rencana penulangan beton termasuk
daftar pembengkokan/ pemotongan dan daftar batang, expansion joints,
construction joints, detail pengecoran beton, layout waterstop, pemasangan
peralatan, dan lain-lain, dengan mana Penyedia Jasa akan melanjutkannya dengan
pekerjaan dan operasi di lapangan. Lebih lanjut, gambar yang menunjukkan detail
seluruh item yang bukan menjadi bagian Pekerjaan Permanen tetapi
mempengaruhi kualitas pekerjaan seperti cetakan beton, penyokong, dan lainlain, harus juga dimasukkan dalam Gambar Kerja. Seluruh Gambar Kerja yang
berhubungan dengan setiap bagian Pekerjaan harus disetujui oleh Direksi terlebih
dahulu sebelum Penyedia Jasa melaksanakan bagian pekerjaan tersebut.

3.2.4.

Gambar Perbengkelan
Gambar perbengkelan harus dibuat oleh Penyedia Jasa, atau oleh suplayer
material / alat atas nama Penyedia Jasa, yang menunjukkan garis bentuk, dimensi,
tipe material, dan lain-lain, dari item tertentu yang ditunjukkan dalam gambar
dan/atau spesifikasi dan sebagaimana yang diarahkan Direksi. Gambar
perbengkelan tersebut harus diserahkan Penyedia Jasa kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan sebelum pengiriman atau pelaksanaannya.

3.2.5.

Gambar Pekerjaan Sementara


(a) 30 (tiga puluh) hari sebelum memulai suatu Pekerjaan Sementara, Penyedia
Jasa harus menyerahkan kepada Direksi, untuk persetujuan, gambar yang
menunjukkan tambahan atau perubahan dari gambar pekerjaan tambah
yang telah diserahkan sebelumnya.
(b) Gambar Pekerjaan Sementara tersebut harus menunjukkan lokasi dan detail
hal-hal yang berhubungan dengan komponen utama lainnya dari peralatan
konstruksi, kantor, tempat tinggal, area penyimpanan, bengkel, barak
159

pekerja dan bangunan serta fasilitas sementara lainnya yang diusulkan


Penyedia Jasa untuk dibangun atau disewa di area atau di sekitar area kerja.
(c) Apabila ada perubahan yang dibuat atas item-item yang dijelaskan di atas
pada masa pelaksanaannya atau setelah beroperasi, Penyedia Jasa harus
mengajukan kepada Direksi, untuk persetujuan, gambar revisi yang
menunjukkan perubahan-perubahan tersebut.
3.2.6.

Gambar Terbangun
(a) Sepanjang masa pelaksanaan, Penyedia Jasa harus memelihara suatu gambar
pekerjaan terbangun yang terbaru untuk berbagai item pekerjaan yang telah
selesai. Gambar-gambar tersebut harus menunjukkan, sampai taraf tertentu,
seluruh perubahan-perubahan yang disetujui terhadap gambar kerja, dan
benar-benar menggambarkan secara detail kondisi Pekerjaan Permanen
sebagaimana terbangun.
(b) Gambar terbangun yang terbaru harus cocok dengan hasil pemeriksaan
lapangan oleh Direksi, dan bila gambar tersebut ditemukan tidak memuaskan
atau tidak yang terbaru, Penyedia Jasa harus membawa gambar yang terbaru
dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah pemeriksaan. Bila bahagian
Pekerjaan Permanen yang tidak cocok tersebut selesai maka, gambar yang
tersebut, setelah disetujui Direksi, harus ditandatangani bersama oleh Direksi
dan Penyedia Jasa, atau oleh mereka yang mewakilinya, dan 3 (tiga) kopi
harus disimpan oleh Direksi.
(c) Set gambar terbangun yang telah selesai harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
kepada Direksi, untuk persetujuan dan dikirim kepada Pemberi Kerja. Gambar
terbangun tersebut harus dibuat di atas kertas berkualitas tinggi sehingga
dapat dibuat kopinya yang dapat dengan jelas dibaca.
(d) Sebelum pembayaran akhir, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi,
untuk persetujuan dan dikirim kepada Pemberi Kerja, versi akhir dari Gambar
Terbangun, yang terdiri atas:
(i)
1 (satu) set gambar terbangun diatas kertas transparan;
(ii) 1 (satu) set gambar terbangun dalam format elektrik Auto-CAD;
(iii) 2 (dua) set gambar pada kertas ukuran A1 (bila diharuskan Direksi); dan
(iv) 5 (lima) set gambar pada kertas ukuran A3.

3.2.7.

Gambar Lain
Gambar-gambar selain gambar yang dijelaskan di atas, yang secara natural, seperti
gambar usulan metode kerja, diagram skematik dan ikhtisar tentang bagaimana
berbagai tipe pekerjaan tersebut akan dilaksanakan, sebagaimana yang diarahkan
Direksi atau sebagaimana dituangkan dalam Syarat-Syarat Kontrak dan Spesifikasi,
harus diserahkan kepada Direksi untuk persetujuan.

3.3. PEMBAYARAN
Apabila tidak ada mata pembayaran untuk pekerjaan penyiapan gambar-gambar dalam
Daftar Kuantitas dan Harga maka semua biaya yang timbul untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk di dalam berbagai harga satuan dan
harga lump sum yang terdapat dalam Daftar Kuantitas dan Harga Kontrak.
Apabila ada mata pembayarannya, maka pembayaran progresnya maksimal sama dengan
pembayaran progres fisik pada bulan dimaksud.
160

4.

SURVEY
4.1. BENCHMARK DAN TITIK REFFERENSI
Penyedia Jasa harus menggunakan koordinat dan elevasi dari benchmark dan titik referensi
yang ditentukan oleh Direksi. Sebelum menggunakan koordinat dan elevasi tersebut,
Penyedia Jasa harus melakukan suatu survey untuk memeriksa dan memferifikasi akurasinya.
Bila terdapat ketidakcocokan atau kesalahan maka hal tersebut harus diberitahukan kepada
Direksi untuk keputusan lebih lanjut. Keputusan Direksi atas ketidakcocokan atau kesalahan
tersebut adalah final.
Untuk kemudahan dalam pelaksanaan, Penyedia Jasa dapat mendirikan benchmark dan titik
referensi sementara tetapi setiap titiknya harus dengan desain dan lokasi yang disetujui oleh
Direksi. Setiap titik keakuratannya harus berkaitan dengan titik yang didirikan Direksi.
Seluruh benchmark atau titik referensi yang rusak akibat pelaksanaan pekerjaan harus
diperbaiki oleh Penyedia Jasa dengan biayanya sendiri.
4.2. SETTING OUT
Penyedia Jasa harus melakukan setting out Pekerjaan dengan benar dan semata-mata
sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kebenarannya. Penyedia Jasa harus menyerahkan
rencana setting out kepada Direksi untuk mendapat persetujuan dan harus mempekerjakan
surveyor yang berpengalaman dan ahli serta disetujui Direksi.
Karena setting out merupakan bahagian dari mutual check awal (MC-0) maka setting out
harus dilakukan dengan disaksikan langsung oleh Direksi atau orang yang ditunjuk Direksi.
Setting out dilakukan dalam bentuk survey dan pengukuran kondisi lokasi pekerjaan yang
meliputi Pengukuran Poligon, Pengukuran Leveling dan pengukuran Situasi. Pengukuran
harus dilaksanakan dengan ketelitian sesuai yang berlaku umum yaitu ketelitian pengukuran
poligon 1:3000 dan ketelitian pengukuran leveling 10 d, dimana d = jarak dalam km.
Penyedia Jasa harus menyediakan seluruh material, buruh dan peralatan termasuk patok,
profil, platform dan buruh khusus yang mungkin diperlukan oleh Penyedia Jasa dalam setting
out Pekerjaan. Penyedia Jasa harus menggunakan alat survey theodolite dan waterpass
dengan tipe dan akurasi yang diijinkan Direksi untuk setting out dan kontrol Pekerjaan.
Hasil setting out harus dituangkan dalam bentuk gambar yang sekaligus merupakan koreksi
bersama atas gambar desain yang sebelumnya diberikan sebagai gambar pelelangan /
gambar kontrak. Penyedia Jasa harus menyerahkan seluruh data survey, perhitungan, hasil
dan rekaman survey segera setelah tersedia.
4.3. PEMBAYARAN
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk melaksanakan
dan menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan
dan harga lump sum pekerjaan lainnya.
Apabila ada ditentukan dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, pembayaran progres dibuat setara
dengan progres fisik pekerjaan.

5.

MUTUAL CHECK (PEMERIKSAAN BERSAMA)


Mutual check adalah kegiatan pemeriksaan bersama yang dilaksanakan bersama-sama oleh
Penyedia Jasa dan Direksi atau yang ditunjuk oleh Direksi, yang merupakan rangkaian dari kegiatan:

161

survey dan pengukuran lokasi pekerjaan pada kondisi awal setelah atau kondisi baru di lokasi
pekerjaan yang tidak terlihat / terdeteksi pada kondisi awal atau kondisi setelah pekerjaan
selesai;
survey dan pengukuran pekerjaan pada kondisi sedang dalam pelaksanaan atau kondisi setelah
pekerjaan selesai;
penggambaran hasil survey dan pengukuran saat kondisi awal atau sedang pelaksanaan atau
setelah pekerjaan selesai;
pembuatan gambar kerja yang didasarkan pada gambar desain atau gambar perubahan desain
yang disesuaikan dengan hasil survey dan pengukuran lokasi pada saat kondisi awal atau
kondisi baru saat pelaksanaan pekerjaan yang tidak terlihat / terdeteksi pada saat kondisi awal;
setting out rencana pekerjaan (desain) atau perubahan desain ke lokasi pekerjaan
penghitungan volume pekerjaan sesuai dengan item pekerjaan berdasarkan gambar kerja atau
perubahan gambar kerja atau gambar terbangun.

5.1. MUTUAL CHECK AWAL (MC-0)


Mutual check awal (MC-0) adalah kegiatan pemeriksaan bersama atas rencana pekerjaan
yang didasarkan pada gambar desain, yang sudah ditindaklanjuti dengan menyesuaikan dan
mendetailkannya dalam gambar kerja, atas kondisi lokasi pekerjaan saat kondisi awal.
5.2. MUTUAL CHECK SATU (MC-1), DUA (MC-2), TIGA (MC-3),
Mutual check satu (MC-1), dua (MC-2), tiga (MC-3), dan seterusnya adalah kegiatan
pemeriksaan bersama atas rencana pekerjaan yang didasarkan pada gambar perubahan
desain yang sudah ditindaklanjuti dengan menyesuaikan dan mendetailkannya dalam
perubahan gambar kerja, atas kondisi lokasi pekerjaan saat kondisi awal maupun atas kondisi
baru yang dijumpai saat pelaksanaan pekerjaan dimana kondisi ini tidak terlihat / terdeteksi
pada saat kondisi awal.
5.3. MUTUAL CHECK AKHIR (MC-100)
Mutual check akhir (MC-100) adalah pemeriksaan bersama atas hasil pekerjaan yang telah
selesai dilaksanakan, yang didasarkan pada gambar terbangun, atas kondisi lokasi pekerjaan
saat kondisi awal atau kondisi yang terakhir disepakati dalam mutual check mutual check
sebelumnya.
5.4. PEMBAYARAN
Tidak ada pembayaran khusus untuk pekerjaan ini. Seluruh biaya untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan dan
harga lump sum pekerjaan lainnya.
6.

PROGRAM PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


6.1. PERALATAN DAN MATERIAL YANG HARUS DISEDIAKAN
(a) Penyedia Jasa harus menyerahkan daftar detail dari peralatan dan bahan yang
dibutuhkan untuk pelaksanaan Pekerjaan dalam memenuhi Program Pelaksanaan. Daftar
peralatan harus mencakup tanggal kedatangan, tipe, ukuran, kapasitas atau power, dan
jumlah dari masing-masing alat.

162

(b) Penyedia Jasa harus menyediakan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan setiap fase pekerjaan, dan alat harus berada di lapangan dan diperiksa
dan disetujui oleh Direksi sebelum pekerjaan dimulai pada setiap fase tertentu. Setiap
peralatan atau bahagian darinya yang usang atau tidak efektif harus diperbaiki atau
segera dipindahkan untuk memuaskan Direksi.
(c) Dalam segala hal, Penyedia Jasa hanya boleh memindahkan peralatan setelah mendapat
persetujuan Direksi terlebih dahulu.
(d) Kerusakan peralatan, bangunan, fasilitas, dan lain-lain, yang disebabkan kelalaian
Penyedia Jasa, tidak dapat digunakan Penyedia Jasa sebagai alasan untuk mendapatkan
perpanjangan periode Kontrak.
(e) Seluruh peralatan dan bahan yang merupakan bahagian dari Pekerjaan Permanen
haruslah baru dan harus memenuhi standar yang ditentukan dalam Spesifikasi ini. Bila
tidak dinyatakan dalam Spesifikasi, peralatan dan material tersebut harus memenuhi
kepantasan dan yang aktual di Indonesia.
6.2. PEMERIKSAAN PERALATAN DAN BAHAN
(a) Peralatan dan bahan yang disediakan oleh Penyedia Jasa harus dapat diperiksa dalam
kaitannya dengan Kontrak di tempat produksi, pengapalan, di lapangan, dan ditempat
lainnya.
(b) Penyedia Jasa harus menyediakan seluruh fasilitas, tenaga kerja, sample dan bahan yang
layak dibutuhkan untuk melaksanakan pemeriksaan, pengujian dan test yang dibutuhkan
oleh Direksi tanpa ada permintaan tambahan harga.
6.3. PEMERIKSAAN PERALATAN DAN BAHAN
Apabila ada item tersendiri dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk penyediaan peralatan
dan bahan maka biaya penyediaannya, transportasi, menyimpanan dan pemindahan
peralatan dan bahan tersebut harus dianggap sudah termasuk dalam harga satuan
penawaran peralatan dan bahan tersebut.
Apabila tidak ada item pembayaran terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga maka seluruh
biaya peralatan dan bahan tersebut dianggap sudah termasuk dalam harga satuan
penawaran pada Daftar Kuantitas dan Harga.
7.

LAPORAN PELAKSANAAN
7.1. JADWAL MINGGUAN
Pada setiap akhir minggu, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi, untuk
pemeriksaan dan komentarnya, 3 (tiga) kopi dari suatu jadwal mingguan untuk minggu
berikutnya dalam bentuk yang disetujui Direksi. Jadwal tersebut harus berisi komentar yang
sesuai yang berkaitan dengan pekerjaan utama yang akan dilaksanakan seperti pekerjaan
tanah, pekerjaan beton dan pekerjaan tiang, dan juga pekerjaan konstruksi yang berkaitan
dengan pelaksanaan Pekerjaan termasuk produksi agregat, pengadaan material, transport
material dan peralatan, penyiapan gambar dan jadwal lainnya yang diharuskan Direksi.
7.2. LAPORAN KEMAJUAN MINGGUAN DAN BULANAN
Penyedia Jasa harus, pada setiap akhir minggu dan akhir bulan atau pada setiap waktu yang
ditentukan oleh Direksi, menyerahkan 3 (tiga) kopi laporan mingguan atau laporan bulanan
dalam bentuk yang dapat diterima oleh Direksi yang merinci kemajuan Pekerjaan dalam
163

minggu atau bulan berjalan. Laporan harus mencakup, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
(a) Penjelasan ringkas tetapi mendetail tentang Pekerjaan yang dilaksanakan pada minggu
dan bulan laporan dan permasalahan penting yang dihadapi.
(b) Rangkuman kumulatip dari progres fisik dan keuangan sampai tanggal laporan untuk
setiap kegiatan utama dan total kegiatan.
(c) Persentase aktual dari setiap dan keseluruhan pekerjaan utama yang telah selesai sampai
dengan minggu atau bulan yang dilaporkan, termasuk persentase yang dijadwalkan,
dengan komentar yang sesuai atas progres tersebut.
(d) Jadwal kegiatan yang akan dimulai dalam kurun waktu 1 (satu) bulan ke depan, dengan
perkiraan tanggal mulai dan tanggal selesai. Bila tanggal tersebut berbeda dengan yang
tercantum dalam Program Pelaksanaan yang sah, maka suatu penjelasan haruslah
diberikan.
(e) Daftar tenaga kerja lokal dari Penyedia Jasa per-pekerjaan, personil inti berdasarkan
posisinya, yang dipekerjakan selama bulan yang dilaporkan.
(f) Daftar peralatan konstruksi dan bahan di lapangan yang digunakan untuk melaksanakan
Pekerjaan termasuk peralatan dan material yang tiba pada atau yang dipindahkan dari
lapangan. Catatan harus termasuk durasi dari peralatan konstruksi dan peralatan yang
(g) Gambaran umum tentang kondisi iklim dalam bulan laporan, termasuk durasi dan
intensitas curah hujan pada setiap hari kerja.
(h) Daftar setiap kecelakaan termasuk perumahsakitan dan/atau kematian seseorang,
kerusakan Pekerjaan, kerusakan harta benda, peralatan dan bahan.
(i) Kejadian atau peristiwa yang mungkin akan memperlambat atau menghambat
penyelesaian Pekerjaan dibandingkan dengan Program Kerja yang sah, dan langkahlangkah yang telah diambil Penyedia Jasa untuk memperbaiki situasi tersebut.
(j) Kejadian lain yang mungkin dibutuhkan menurut Kontrak atau pernyataan yang berkaitan
dengan hal yang timbul dari atau berkaitan dengan pelaksanaan Pekerjaan selama
minggu atau bulan yang dilaporkan.
7.3. LAPORAN HARIAN
Berdasarkan permintaan Direksi, Penyedia Jasa harus mempersiapkan laporan harian atau
laporan periodikal atas setiap pekerjaan dalam bentuk yang disetujui Direksi. Laporan harus
mengandung, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:
(a) kondisi cuaca;
(b) staff dan pekerja yang dipekerjakan pada pekerjaan;
(c) bahan dan peralatan di lapangan;
(d) Pekerjaan dalam progres termasuk lokasi dan estimasi produksi harian;
(e) Pekerjaan yang sedang dalam persiapan;
(f) Kecelakaan, atau alasan lainnya yang menyebabkan penangguhan pekerjaan;
(g) Kejadian dari setiap peristiwa atau kondisi yang mungkin memperlambat laju kemajuan
pekerjaan; dan
(h) Semua informasi yang berkaitan dengan kemajuan Pekerjaan.
7.4. PERTEMUAN BERSAMA UNTUK MENDISKUSIKAN PROGRES
Suatu pertemuan reguler antara personil Direksi dengan Penyedia Jasa harus diselenggarakan
sekali seminggu pada waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk mendiskusikan
progres yang dibuat, pekerjaan yang diusulkan untuk minggu yang akan datang dan
permasalahan yang mempunyai sangkut paut langsung pada kegiatan berikutnya.

164

7.5. FOTO PELAKSANAAN PEKERJAAN


Sepanjang periode kontrak, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi 3 (tiga) kopi dari
foto pelaksanaan pekerjaan berwarna (dengan ukuran tidak lebih kecil dari 8 cm x 12 cm)
yang secara jelas menunjukkan progres pekerjaan yang dibuat. Foto harus diambil pada saat
memulai, sedang, dan selesainya setiap komponen utama Pekerjaan dan pada waktu dan
tempat yang lain sebagaimana yang diarahkan Direksi. Foto yang diserahkan kepada Direksi
tersebut harus dilampirkan pada Laporan Kemajuan Bulanan. Uraian singkat atas subjek dan
tanggal kapan foto diambil harus dicantumkan pada setiap foto. Tambahan cetakan, bila
diperlukan oleh Direksi dan Pemberi Tugas, harus disediakan oleh Penyedia Jasa.
Negatip atau dokumen format elektrik dari foto harus menjadi milik Pemberi Tugas dan tidak
ada pencetakan dari negatip atau dokumen format elektrik yang harus disediakan kepada
orang lain kecuali disetujui oleh Pemberi Tugas. Setelah penyelesaian Pekerjaan, Penyedia Jasa
harus menyerahkan seluruh negatip atau dokumen format elektriknya kepada Pemberi Tugas,
yang disusun secara kronologis dan ditandai untuk identifikasi. Penyedia Jasa harus
menyerahkan 2 (dua) set foto berwarna yang diedit memadai dan dalam bentuk booklet yang
menunjukkan keseluruhan urut-urutan pekerjaan sampai selesai.
7.6. PENYERAHAN LAINNYA
(a) Penyedia Jasa harus, selama pelaksanaan, menyerahkan kepada Direksi untuk
persetujuan, berbagai rencana kerja, survey, test dan operasi, laporan hasil survey, test
dan pemeriksaan, uraian tertulis dari peralatan yang digunakan, pamflet, brosur dan
contoh material dan peralatan, dan dokumen serta barang-barang lainnya yang
diharuskan menurut Spesifikasi dan sebagaimana arahan Direksi.
(b) Dokumen dan barang-barang serahan tersebut harus diserahkan lebih awal untuk
memberikan waktu yang cukup bagi Direksi untuk memeriksa dan menyetujuinya tanpa
menyebabkan adanya keterlambatan pekerjaan lapangan.
(c) Dalam waktu 60 (enam puluh) hari setelah diterbitkannya SPMK, Penyedia Jasa harus
menyerahkan 3 (tiga) set kepada Direksi untuk persetujuan katalog, pamflet, spesifikasi
pabrik, diagram, gambar, atau deskriptif data dari seluruh peralatan dan bahan yang akan
disediakan menurut Kontrak dan dalam hal mana Penyedia Jasa mengajukannya untuk
digunakan atau sebagaimana yang dijelaskan dalam Spesifikasi Teknik.Persetujuan Direksi
atas descriptif data tersebut tidaklah berarti mengurangi tanggung jawab Penyedia Jasa
menurut Kontrak.
(d) Selama atau segera mengikuti penyerahan gambar, Penyedia Jasa harus menyerahkan
instruksi prosedur test kepada Direksi untuk persetujuan yang menggambarkan test yang
mungkin dibutuhkan selama pengerjaan dan yang harus dilakukan atas penyelesaikan
pekerjaan. Instruksi tersebut harus menjelaskan urut-urutan test, penyiapan peralatan,
prosedur operasi yang harus diikuti, dan prosedur detail untuk melaksanakan test. Detail
lebih lanjut diuraikan dalam Spesifikasi Teknis tentang instruksi prosedur test dan tipe
test yang harus diikuti.
(e) Penyedia Jasa harus sesegera mungkin menyerahkan manual instruksi tentang cara
pemasangan peralatan permanen sebelum item tersebut dikirim ke lapangan. Manual
instruksi untuk operasi dan pemeliharaan dari peralatan terpasang harus efektip dalam
60 (enam puluh) hari setelah pengiriman.
(f) Manual instruksi tersebut harus menjelaskan dengan detail tentang prosedur
pemasangan yang harus diikuti dan kegunaan seluruh peralatan yang terpasang, alat
pengukur, dan item lainnya. Prosedur pemasangan, penyetelan, pengoperasian, dan
pelapisan dari setiap sistem komponen, mesin, atau peralatan harus dengan jelas

165

diuraikan dan diilustrasikan. Pemeliharaan yang harus dilakukan terhadap item ini harus
dijelaskan dengan detail termasuk rekomendasi frekwensi untuk inspeksi dan pelumasan.
(g) Untuk memfasilitasi pemahaman penggambaran informasi, manual instruksi harus
dilengkapi diagram peralatan yang mudah dibaca. Penyedia Jasa, dalam mempersiapkan
manual instruksi, harus mempertimbangkan kurangnya pengalaman dan tidak
familiarnya personil dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan tipe tersebut.
Dalam kaitan ini, Penyedia Jasa harus sepenuhnya bekerja sama dan membantu Direksi
dalam membangun suatu program operasi dan pemeliharaan (O&P) termasuk on-the-job
training atas seluruh peralatan permanen yang terpasang.
(h) Manual instruksi harus termasuk daftar komplet dari seluruh gambar yang dipakai, daftar
spare part, dan suatu daftar part dari setiap komponen item peralatan. Daftar part harus
termasuk kode pabrikan, nomor seri, dan instruksi pemesanan dan harus mendetailkan
stok peralatan. Lebih lanjut, harus diikuti detail yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis
yang berkenaan dengan manual instruksi.
(i) Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi 3 (tiga) set manual instruksi dalam
Bahasa Indonesia.
7.7. PEMBAYARAN
Seluruh biaya yang timbul pada Penyedia Jasa dalam memenuhi keharusan tersebut tidak
akan dibayar secara terpisah dan harus dianggap sudah termasuk dalam harga satuan dan
harga lump sum berbagai variasi item Daftar Kuantitas dan Harga.
8.

STANDAR DAN PENGUJIAN


8.1. STANDAR
Seluruh bahan dan peralatan yang akan disediakan dan dipasang untuk Pekerjaan dan seluruh
pekerjaan konstruksi yang akan dikerjakan menurut Kontrak, harus memenuhi masing-masing
standar yang dinyatakan dalam Spesifikasi dan yang berlaku pada tanggal undangan
pelelangan. Bila, setelah tanggal undangan pelelangan, terdapat suatu amandemen terhadap
standar atau code yang relevan terhadap Kontrak maka Direksi akan mengarahkan apakah
amandemen tersebut dipakai.
Daftar standar yang disetujui adalah:

SII
: Standar Industri Indonesia

PUBI
: Persyaratan Umum Bahan bangunan di Indonesia

PBI / NI-2 : Peraturan Beton Indonesia

NI
: Normalisasi Indonesia

PKKI / NI-5 : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia

SNI
: Standar Nasional Indonesia

JIS
: Japanese Industri Standar

BS
: British Standard

ASTM
: American Society Burreau of Reclamation

ACI
: American Concreate Institute

AASHTO
: American Association of State Highways and Transportation Officials

ISO
: International Organization for Standardization

AWS
: American Welding Society

SPI-KP-03 : Standar Perencanaan Irigasi Dan Drainase Indonesian


Bila Penyedia Jasa mengusulkan untuk menyediakan bahan dan peralatan yag memenuhi
suatu standar yang ekivalen, dia harus menyatakan dengan jelas sifat dasar dari
perubahannya dan harus menyerahkan standar dan spesifikasi yang lengkap, termasuk
166

informasi dan data dari material dan peralatan tersebut, untuk persetujuan Direksi.
Kegagalan menyerahkan usulan tersebut dalam waktu yang cukup untuk persetujuan Direksi
atau persetujuan Direksi untuk pembelian bahan dan peralatan ekivalen yang diusulkan
adalah menjadi resiko Penyedia Jasa.
8.2. PENGUJIAN DAN LABORATORIUM
Penyedia Jasa harus merencanakan semua pengujian beton, tanah dan bahan lain yang
ditentukan untuk dilaksanakan oleh laboratorium independen yang disetujui dan untuk
pengujian lapangan. Setidaknya, 30 (tiga puluh) hari sebelum memulai pengujian, Penyedia
Jasa harus menyerahkan secara lengkap detail laboratorium yang diusulkan digunakan untuk
pengujian tersebut.
Penyedia Jasa harus menyediakan staf yang berkualitas dan kenderaan untuk melaksanakan
seluruh hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian bahan dan peralatan yang akan
digunakan pada Pekerjaan Permanen.
Direksi akan mengawasi pengujian yang dilakukan Penyedia Jasa untuk maksud kontrol
kualitas yang memenuhi syarat dan mencukupi selama pelaksanaan pekerjaan. Labortorium
dan peralatannya harus selalu tersedia dan dapat didatangi Direksi setiap saat.
Seluruh laporan pengujian harus diserahkan kepada Direksi, dalam bentuk yang disetujui,
sesegera mungkin dalam waktu 24 jam setelah selesai.
8.3. PENGUJIAN DAN LABORATORIUM
Tidak akan dilakukan pembayaran secara terpisah untuk memenuhi ketentuan Standar dan
Pengujian. Seluruh biaya harus dianggap sudah termasuk dalam harga satuan dan harga lump
sum berbagai item dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
9.

MOBILISASI DAN DEMOBILISASI


9.1. PROGRAM DAN PEMBERITAHUAN MOBILISASI
Mobilisasi dan demobilisasi adalah mengacu pada transportasi peralatan dan personil dari
tempat asalnya ke lokasi pekerjaan berdasarkan revisi Program Pelaksanaan yang diajukan
Penyedia Jasa.
Penyedia Jasa harus memberi tahu bilamana mobilisasi secara substansi telah selesai untuk
tingkatan bahwa Pekerjaan dapat dimulai dalam kaitannya dengan Program Pelakanaan yang
disetujui.
9.2. PEMBAYARAN
Pembayaran progres mobilisasi dan demobilisasi akan dilakukan dengan harga lump sum
pada Daftar Kuantitas Dan Harga, dengan ketentuan:
(a) Pembayaran sebesar 60% dari harga lump sum dilakukan bila mobilisasi secara substansi
telah selesai dilakukan untuk masing-masing sub-item.
(b) Pembayarn sisanya sebasar 40% dari harga lump sum dilakukan bila demobilisasi telah
selesai dilakukan untuk masing-masing sub item.

167

10. PAPAN NAMA PROYEK

Sebelum dimulainya kegiatan di Lokasi Kerja, Penyedia Jasa harus membuat dan memasang Papan
Nama Proyek sebanyak 1 (satu) buah dengan ukuran dan penulisan informasi sebagaimana yang
diarahkan oleh Direksi.
Papan nama proyek tersebut harus tetap dalam kondisi baik selama masa pelaksanaan pekerjaan
dan mudah dibaca serta ditempatkan dengan cara memacaknya dengan baik di lokasi yang mudah
dibaca oleh masyarakat.
Pembayaran
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan dan harga
lump sum pekerjaan lainnya.
11. PEKERJAAN SEMENTARA

11.1. UMUM
Setidaknya, dalam 30 (tiga puluh) hari sebelum memulai pekerjaan sementara, Penyedia Jasa
harus menyerahkan kepada Direksi untuk persetujuan detail usulan bahagian Pekerjaan
Sementara yang akan dikerjakan atau disediakan, termasuk denah, gambar, jadwal dan
informasi lain. Seluruh Pekerjaan Sementara harus disediakan, dipasang, dioperasikan,
dipelihara dan kemudian dibongkar oleh Penyedia Jasa, kecuali bila ditentukan lain dalam
Kontrak.
Penyedia Jasa harus membuat aman, mengembalikan ke keadaan semula, membersihkan
dan melepaskan sebahagian lokasi pada akhir periode pemeliharaan atau pada waktu yang
lebih awal sebagaimana arahan Direksi.
11.2. KANTOR LAPANGAN DAN FASILITAS PELAKSANAAN LAINNYA
Penyedia Jasa harus dengan segera setelah SPMK menyediakan, memelihara dan
mengoperasikan kantor lapangan untuk Penyedia Jasa dan termasuk kantor untuk Direksi
dengan luas minimal 36 m2, serta fasilitas pelaksanaan yang mencakup pemondokan staff,
gudang, bengkel, kam pekerja dan bangunan sementara lainnya serta fasilitas yang
diperlukan untuk melaksanakan Pekerjaan sesuai dengan Program Kerja yang disetujui.
Sebelumnya, Penyedia Jasa harus menyerahkan layout rencana kantor lapangan dan fasilitas
pelaksanaan kepada Direksi untuk persetujuan. Setelah kantor lapangan dan fasilitas
pelaksanaan tersebut siap untuk dioperasikan, Penyedia Jasa harus segera memberitahukan
kepada Direksi untuk pemeriksaan dan persetujuan.
Kantor lapangan dan fasilitas pelaksanaan tersebut harus dipersiapkan lengkap dengan
layanan air bersih, power listrik, sistem telekomunikasi, peralatan dan bahan operasional
kantor, drainase, listrik, area parkir, pagar, sanitasi, dapur, pencegah kebakaran dan
pemadam kebakaran, dan kebutuhan lain yang disyaratkan.
Bangunan atau fasilitas sementara ini harus disediakan memenuhi ketentuan ini dengan cara
membangun atau membeli atau menyewa fasilitas yang ada di sekitar lokasi pekerjaan.
Kecuali ditentukan lain dalam Kontrak atau arahan Direksi, Penyedia Jasa harus
membongkarnya setelah selesainya pelaksanaan pekerjaan.
Pembayaran
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan dan harga lump sum pekerjaan lainnya.

168

11.3. TEMPAT SEMENTARA BAHAN, PENGAMBILAN BAHAN DAN PEMBUANGAN MATERIAL


Penyedia Jasa harus bertanggungjawab menyediakan, memelihara dan merestorasi seluruh
tempat sementara material yang digunakan sebagai tempat penumpukan, pengadukan,
pengeringan bahan dan tempat sementara bahan konstruksi dan peralatan lainnya. Sebelum
digunakan, Penyedia Jasa harus terlebih dahulu membersihkan dan membabat, stripping
lapisan atas tanah, dan membuat sistem drainase pada areal tempat sementara bahan dan
tempat pengambilan bahan tersebut.
Pembayaran
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan dan harga lump sum pekerjaan lainnya.
11.4. JALAN DAN JEMBATAN SEMENTARA SERTA PENGGUNAAN JALAN
Penyedia Jasa harus membangun dan memelihara jalan sementara, termasuk jalan untuk
mengangkut dan jalan masuk, jembatan sementara, drainase terkait yag dibutuhkan untuk
melaksanakan Pekerjaan sesuai dengan metode pelaksanaan yang disetujui. Penyedia Jasa
juga harus meningkatkan atau menyesuaikan jalan yang ada di lokasi pekerjaan, yang
disediakan oleh Pemberi Tugas, untuk maksud pelaksanaan pekerjaan. Pembongkaran dan
pemindahan bangunan sementara ini harus mendapat persetujuan Direksi terlebih dahulu.
Bila harus dibongkar maka setelah selesainya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus
mengembalikannya ke keadaan semula.
Untuk maksud pekerjaan sementara ini, dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum
dimulainya pembangunan jalan dan jembatan sementara ini, Penyedia Jasa harus
menyerahkan kepada Direksi tentang rencana pembangunan tersebut untuk persetujuan,
yang mencakup rencana lokasi, rencana drainase, metode pelaksanaan, jadwal pelaksanaan,
dan desainnya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus menata lalulintas kenderaannya atau
merencanakan tempat berselisih sehingga lalu lintas maksimum yang umumnya ada di jalan
tersebut tidak menjadi terganggu. Penyedia Jasa tidak diijinkan menutup jalan manapun
atau mengalihkan arus lalu lintas tanpa mendapat persetujuan Direksi terlebih dahulu.
Pembayaran
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan dan harga lump sum pekerjaan lainnya.
11.5. COFFERDAM, SALURAN PENGELAK, PENGERINGAN DAN DINDING PENAHAN SEMENTARA
Apabila diperlukan untuk medapatkan lokasi kerja yang harus dalam kondisi kering, untuk
dapat memenuhi persyaratan pekerjaan dan untuk memenuhi petunjuk Direksi, maka
Penyedia Jasa harus membuat upaya-upaya yang diperlukan untuk itu seperti pembuatan
cofferdam, pembuatan saluran pengelak dan pelaksanaan pengeringan. Penyedia Jasa harus
membuat cofferdam yang cukup kuat untuk mengamankan pekerjaan dan memeliharanya
untuk tetap dalam kondisi baik dan kering sepanjang pelaksanaan pekerjaan di lokasi
tersebut. Bangunan cofferdam tidak boleh mengakibatkan terbloknya aliran air dan
tergenangnya area di sekitarnya.
Penyedia Jasa harus menjamin bahwa tebing suatu galian, yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pekerjaan, tidak mempunyai kecenderungan runtuh atau longsor. Apabila ada
maka, untuk mencegah keruntuhan atau longsor tersebut, Penyedia Jasa harus membuat
konstruksi dinding penahan tanah sementara untuk menahannya.
169

Semua resiko akibat terjadinya kegagalan pada cofferdam dan kegagalan pengeringan serta
kegagalan dinding penahan tanah sementara adalah menjadi resiko Penyedia Jasa semata.
Apabila pekerjaan sudah selesai maka, bila tidak diperlukan lagi, bangunan cofferdam
tersebut harus dibongkar dan dikembalikan ke keadaan semula. Kerusakan pada pekerjaan
akibat kegagalan tersebut harus diperbaiki kembali oleh Penyedia Jasa.
Pembayaran
Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Dan Harga, seluruh biaya untuk
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini dianggap sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan dan harga lump sum pekerjaan lainnya.
12. PENYELIDIKAN GEOLOGI

Penyedia Jasa harus melaksanakan penyelidikan geologi yang dimintakan oleh Direksi dan harus
menyerahkan, untuk persetujuan Direksi, hasil dengan interpretasi dan analisisnya, setidaknya
dalam 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal program memulai pekerjaan yang berkaitan dengan
kebutuhan penyelidikan tersebut. Penyedia Jasa harus mempersiapkan seluruh buruh, perkakas,
peralatan dan bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan penyelidikan geologi berikut di bawah
ini.
Walaupun tidak disyaratkan dalam Kontrak, untuk memastikan gambar kerja seperti pada
pekerjaan tiang pancang dan pekerjaan sejenis, Penyedia Jasa diharapkan, atas inisiatip dan biaya
sendiri, melakukan penyelidikan geologi dan menyerahkan hasil dengan interpretasi dan
analisisnya kepada Direksi.
12.1. BOR TANGAN (HAND-AUGER BORING)
Bila diminta oleh Direksi, Penyedia Jasa harus melaksanakan bor tangan pada area
pengambilan bahan (borrow pit) tempat pengambilan bahan tanah untuk timbunan.
Penyelidikan dilakukan sebelum memulai penggalian di borrow pit sehingga dapat
diverifikasi besarnya volume yang tersedia dan pemenuhan persyaratan tanah tersebut
untuk bahan timbunan. Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi bore log dan hasil
pengujian laboratoriumnya.
12.2. BOR MESIN
Bila diminta oleh Direksi, untuk memverifikasi kedalaman lapisan pendukung dan bearing
capacity dari tiang, Penyedia Jasa harus melakukan bor mesin pada lokasi bendung,
jembatan, pintu air, bangunan berat, dan lokasi lain yang diarahkan Direksi. Untuk
mengevaluasi kekuatan mekanis dari lapisan tanah, dalam penyelidikan ini harus dilakukan
Standard Penetration Test (SPT) setiap 1 (satu) meter sampai suatu kedalaman dijumpainya
lapisan yang kuat dengan ketebalan yang cukup.
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi bore log yang menginformasikan elevasi
titik bor, klasifikasi tanah, elevasi air tanah dan informasi lainnya serta hasil pengujian tanah.
12.3. PENGGALIAN PENGUJIAN
Bila diminta oleh Direksi, Penyedia Jasa harus melaksanakan penggalian untuk pengujian di
area borrow pit dan area lainnya untuk melengkapi data bor tangan dan bor mesin. Penyedia
Jasa harus melaksanakan pengujian laboratorium dan pengujian kepadatan atas sample
tanah yang diambil dari lubang pengujian.

170

12.4. PENGUJIAN TANAH


Pengujian tanah di laboratorium yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa adalah Grain
Size Analysis, Liquid Limit of Soils, Plastic Limit of Soils, Specific Gravity of Soils, Moisture
Content of Soils.
Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas pengujian laboratorium dan bertanggungjawab
untuk terlaksananya pengujian laboratorium sample yang diambil dari bor tangan, bor
mesin, dan penggalian pengujian.
12.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
Pengukuran untuk pembayaran bor tangan, bor mesin dan pengujian tanahnya harus
dilakukan sesuai dengan panjang lubang bor yang aktual dibor dalam satuan meter panjang.
Pembayaran akan dilakukan atas total panjang lubang bor sebagaimana hasil pengukuran di
atas dengan harga satuan per-meter panjang sebagaimana dinyatakan dalam item masingmasing dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pengukuran untuk pembayaran penggalian pengujian dan pengujian tanahnya harus
dilakukan sesuai dengan volume penggalian yang aktual digali dalam satuan meter kubik.
Pembayaran akan dilakukan atas volume penggalian sebagaimana hasil pengukuran di atas
dengan harga satuan per-meter kubik sebagaimana dinyatakan dalam item masing-masing
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
13. PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN JALAN UMUM

Atas penggunaan jalan umum oleh Penyedia Jasa dan/atau Sub Penyedia Jasa dan/atau suplyernya,
Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk memelihara, memperbaiki dan merestorasi jalan
umum, jaringan jalan raya, termasuk jalan perkebunan dan jalan masuk yang ada sesuai dengan
undang-undang, peraturan dan pembatasan lalu lintas, perlintasan, batasan struktur dan beban,
dan ketentuan lain dari pihak yang berwenang. Penyedia Jasa tidak boleh melaksanakan
transportasi tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi dan mendapat ijin dari pihak yang berwenang.
Apabila, dalam operasinya, Penyedia Jasa akan merintangi atau memblokir lalu lintas pada jalan
umum maka Penyedia Jasa harus menyediakan dan memelihara sepanjang periode gangguan,
suatu jalan alternatip yang dapat digunakan di segala cuaca sehingga tidak terjadi gangguan besar
pada lalu lintas.
Jalan dan jembatan yang ada masing-masing mempunyai batasan beban. Penyedia Jasa harus
bertanggungjawab untuk memastikan batas beban tersebut dan menjamin bahwa peralatannya
atau peralatan Subpenyedia Jasa atau peralatan Suplayer tidak sampai melebihi batas tersebut.
Sebelum menggerakkan suatu peralatan berat di jalan utama, jalan dan jembatan, Penyedia Jasa
harus membuat rencana bersama pihak yang berwenang dan mendapatkan persetujuan mereka
untuk pergerakan lalu lintasnya. Kopi dari persetujuan tersebut harus diserahkan kepada Direksi 7
(tujuh) hari sebelum dimulainya lalu lintas yang menggunakan jalan dan jembatan tersebut. Apabila
pihak yang berwenang mensyaratkan suatu perlindungan khusus atau memperkuat jalan utama,
jalan atau jembatan maka, setelah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang, Penyedia
Jasa harus menyerahkan, untuk persetujuan, usulannya atas pekerjaan tersebut dan harus
dilaksanakan sesuai arahan.
Penyedia Jasa harus mengusahakan setiap cara yang memungkinkan untuk mencegah kerusakan
pada jalan dan jembatan umum yang diakibatkan lalu lintas dari setiap peralatan Penyedia Jasa
atau Subpenyedia Jasa atau Suplyernya. Penyedia Jasa tidak boleh menjalankan kenderaan atau
peralatan bertapak rangkaian baja di atas jalan aspal, kecuali pada jalan dari lapisan batu atau

171

kerikil. Kenderaan roda karet yang memenuhi batasan beban yang berlaku akan diijinkan untuk
menggunakan jalan berpermukaan aspal.
Penyedia Jasa harus menjaga agar jalan tidak menjadi kotor akibat muatan yang jatuh atau jalan
kotor akibat kotoran roda atau menjadi berabu akibat pergerakan dari peralatannya atau peralatan
Subpenyedia Jasa atau Suplyer.
Penyedia Jasa, atas biayanya sendiri, harus memperbaiki atau mengganti setiap struktur atau jalur
atau pengaman lalu lintas atau tanda lalu lintas yang rusak akibat kelalaiannya. Perbaikan atau
penggantian tersebut harus dilaksanakan hingga memuaskan Direksi atau pihak yang berwenang.
Setiap peningkatan atau modifikasi pada jalan umum yang diperbuat Penyedia Jasa atas biayanya
sendiri adalah merupakan resiko dan biaya Penyedia Jasa.
Pembayaran
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang timbul
dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai item yang
tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
14. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

Penyedia Jasa harus menjaga agar Lokasi Kerja dan Area Kerjanya dalam kondisi bersih dan sehat,
dan harus menyediakan dan memelihara kamar kecil yang bersih untuk digunakan para pekerja.
Penyedia Jasa harus menyediakan suatu sistem yang cocok untuk pembuangan yang sehat dari air
selokan yang berasal dari Lokasi Kerja dan dari kantor lapangan dan fasilitas peralatan Penyedia
Jasa.
Penyedia Jasa harus mengumpulkan dan membuang seluruh sampah dari Lokasi Kerja dan Area
Kerja. Pengumpulan sampah harus dilakukan sedikitnya dua kali seminggu dan harus berlanjut
sampai selesainya Pekerjaan. Sampah harus dibuang dalam suatu tempat sampah dan selanjutnya
dibuang atau ditanam di lokasi yang disetujui Direksi.
Aktivitas konstruksi dari Penyedia Jasa harus dilaksanakan dengan metode yang mencegah zat
padat, kotoran, reruntuhan dan polutan serta buangan lain masuk atau tumpah ke sumber air
permukaan atau sumber air tanah. Polutan serta buangan tersebut termasuk, tetapi tidak teratas
pada, sampah, semen, beton, aliran air selokan, buangan industri, oli dan produk minyak lainnya.
Penyedia Jasa harus menyerahkan, untuk persetujuan, rencananya yang menunjukkan lokasi dan
desain dari sistem pencegahan polusi air dan fasilitasnya.
Penyedia Jasa harus mencegah terjadinya erosi tanah permukaan, erosi tanah pada borrow area,
tanah hasil galian, dan timbunan tanah di Lokasi Kerja dan Area Kerja dan mencegah masuk serta
mengendapnya material erosi tersebut ke aliran air.
Penyedia Jasa harus menahan diri untuk tidak merusak, membuang atau merusak pohon, kayu,
semak atau tanaman lainnya pada area yang lebih luas dari yang disetujui Direksi, sebagaimana
yang sepantasnya dibutuhkan untuk melaksanakan Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengambil
upaya-upaya yang dibutuhkan untuk mencegah pekerjanya memburu, mengganggu, menangkap
atau merusak stok dari binatang yang dilindungi oleh pihak yang berkompeten.
Pembayaran
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang timbul
dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai item yang
tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
15. KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KEAMANAN KERJA

Seluruh upaya untuk keselamatan, kesehatan dan keselamatan kerja harus dibangun dan dipelihara
oleh Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk seluruh keselamatan, kesehatan
dan keselamatan kerja dan harus menyerahkan kepada Direksi, untuk persetujuan, organisasi dan
pengaturan untuk maksud tersebut. Penyerahan kepada atau persetujuan Direksi atas usulan
172

Penyedia Jasa tersebut tidaklah membebaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawab dan
kewajibannya atas keselamatan, kesehatan dan keselamatan kerja menurut Kontrak.
15.1. KESELAMATAN KERJA
Penyedia Jasa harus memenuhi seluruh instruksi keselamatan yang diberikan Direksi. Dalam
melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa harus mengerjakan upaya pencegahan yang perlu
untuk melindungi orang atau harta benda dari cedera atau kerusakan. Penyedia Jasa harus
membuat dan memelihara, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal sebagai berikut di bawah ini.
15.1.1. Petugas Keselamatan
Penyedia Jasa harus mempekerjakan, sepanjang masa pelaksanaan Pekerjaan,
pegawai yang berkualitas dalam keselamatan, dan akrab dengan tipe pekerjaan yang
sedang dilaksanakan, yang penugasannya harus termasuk mengawali upaya
perlindungan kesehatan serta pencegahan kecelakaan dan orang yang harus
melihat, dengan pemeriksaan perorangan, bahwa seluruh kaidah dan peraturan
keselamatan telah dilaksanakan. Penyedia Jasa harus mempertahankan jadwal
reguler pertemuan keselamatan sedikitnya satu kali sebulan dengan pelaksana,
pengawas dan mandor dan, bila diarahkan, dengan Direksi.
15.1.2. Pagar Sementara
Penyedia Jasa harus membuat, memelihara dan mebongkar pagar sementara
dengan tipe yang disetujui untuk melingkungi area Pekerjaan Permanen dan area
tanah yang ditempati Penyedia Jasa di Area Kerja sebagaimana yang mungkin
diperlukan untuk melaksanakan kewajibannya menurut Kontrak.
15.1.3. Penerangan
Penyedia Jasa harus menyediakan penerangan yang cukup di semua tempat dimana
pekerjaan dilaksanakan untuk menjamin:
kondisi kerja yang aman
pekerjaan dapat dilaksanakan dengan pemenuhan Kontrak yang lengkap
pemeriksaan yang lengkap oleh Direksi terhadap seluruh pekerjaan yang sedang
dilaksanakan
kondisi kerja yang aman bagi peralatan kerja yang bekerja di malam hari.
Tidak kurang 14 (empat belas) hari sebelum dimulainya pekerjaan di malam hari,
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi, untuk persetujuan, usulan
penerangan di area kerja. Penyedia Jasa harus memperbaiki usulannya bila
diarahkan demikian oleh Direksi dan tidak boleh memulai pekerjaan di malam hari
sampai usulan tersebut disetujui.
15.1.4. Tanda
Penyedia Jasa harus menyediakan tanda-tanda yang diperlukan untuk Pekerjaan,
yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada:
rambu jalan standar, termasuk tanda pemutaran / pengalihan dan tanda arah bila
ada pekerjaan di jalan umum;
tanda peringatan dan tanda bahaya
Kata-kata dalam semua tanda harus dalam Bahasa Indonesia atau bahasa daerah
setempat bila diarahkan Direksi demikian. Ukuran, warna, penulisan dan lokasi dari
seluruh tanda harus mendapat persetujuan dan mengacu pada standar terkait.
15.1.5. Pemberi Isyarat
173

Bilamana diperlukan atau bila diarahkan Direksi, Penyedia Jasa harus menyediakan
dan menempatkan pemberi isyarat yang tugasnya semata-mata mengatur
pergerakan lalu lintas di sekitar Lokasi Kerja yang ada di atau di sekitar jalan umum.
15.1.6. Bahan Peledak
Penyedia Jasa tidak diijinkan menggunakan alat peledak selama pelaksanaan
Pekerjaan.
15.1.7. Peralatan Keselamatan
Semua orang yang dipekerjakan di Pekerjaan harus dilengkapi dengan dan wajib
menggunakan peralatan keselamatan yang cukup untuk tugas untuk mana mereka
dipekerjakan. Peralatan tersebut termasuk helm, masker abu, sepatu, sarung tangan
dan safety belt.
15.1.8. Laporan Kecelakaan
Penyedia Jasa harus melaporkan dengan segera kepada Direksi, dalam bentuk
sebagaimana yang disetujui Direksi, seluruh kecelakaan termasuk kematian dan
cedera serius pada staff atau pekerja. Setiap bulannya, Penyedia Jasa juga harus
menyampaikan laporan seluruh kecelakaan yang terjadi di Area Kerja.
15.2. PERLAKUAN TERHADAP BAHAN BAKAR
Penyedia Jasa harus merencanakan pengangkutan, penyimpanan dan pemindahan bahan
bakar dengan cara yang aman untuk melindungi masyarakat umum dalam kaitannya dengan
undang-undang dan peraturan keselamatan.
Penyedia Jasa harus mendapatkan lisensi yang diperlukan dan harus membayar semua biaya
dan ongkos yang mungkin diperlukan untuk memindahkan bahan bakar dari tempat yang
satu ke tempat lain dan untuk menyimpannya. Tanki bahan bakar cair dan gas yang
ditempatkan di atas tanah tidak boleh ditempatkan sejarak kurang dari 50 m dari bangunan
di Lokasi Pekerjaan.
15.3. PENCEGAH KEBAKARAN
Penyedia Jasa harus mengambil upaya tindakan pencegahan untuk mencegah terjadinya
kebakaran pada dan di sekitar Lokasi Kerja. Penyedia Jasa harus memenuhi undang-undang
dan peraturan dari pihak yang berwenang terkait kebakaran dan harus menyediakan
peralatan pencegahan kebakaran, yang menurut pertimbangan Direksi cocok dan
diperlukan, siap untuk digunakan di seluruh struktur, bangunan atau pekerjaan yang sedang
dilaksanakan, termasuk pondok tempat tinggal, kam pekerja dan bangunan tambahan.
Penyedia Jasa harus memelihara peralatan tersebut tetap dalam kondisi kerja yang baik
sampai Pekerjaan diterima oleh Pemberi Tugas.
Penyedia Jasa harus segera memadamkan kebakaran yang mungkin terjadi di Lokasi Kerja,
darimanapun api mungkin berasal. Dalam kaitan ini, dia harus mempekerjakan peralatan dan
tenaga kerja yang dibutuhkan sampai batasan peralatan dan tenaga kerja yang dipekerjakan
di lapangan, termasuk peralatan dan tenaga kerja Subpenyedia Jasanya.\
15.4. PEMBUMIAN
Seluruh perkakas dan fasilitas yang berkemungkinan untuk mengalami percikan api harus
dibumikan secara elektrik dan efektivitas pembumian tersebut harus diperiksa secara
periodik oleh Pengguna Jasa.
174

15.5. PENGOBATAN DAN PELAYANAN KESEHATAN


Penyedia Jasa harus membuat perencanaan unit penanganan pertama pada korban
kecelakaan di Lokasi Kerja. Penyedia Jasa harus bertanggungjawab atas semua biaya yang
timbul dalam kaitannya dengan penanganan pertama pada kecelakaan, termasuk
pemindahan pemindahan pekerja yang sakit dengan ambulance ke rumah sakit terdekat
atau rumah sakit lainnya. Pelayanan pertama pada kecelakaan tersebut harus disediakan
tanpa menarik biaya apapun dari orang-orang yang dipekerjakan oleh Peyedia Jasa sendiri
atau oleh Subpenyedia Jasanya.
Penyedia Jasa harus menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat untuk mendukung
kecepatan pertolongan dan penanganan segera kepada pekerja yang sakit dan/atau cedera.
Dalam hal emergency, Penyedia Jasa juga harus melayani sebagaimana diuraikan di atas
bilamana terjadi kecelakaan pada staff Pemberi Tugas dan Direksi saat mereka bekerja di
Lokasi Kerja atau di Area Kerja.
15.6. KEAMANAN
Penyedia harus bertanggungjawab atas keamanan Pekerjaan dan harus menyediakan dan
secara terus menerus memelihara tenaga pengaman yang cukup untuk memenuhi
kewajiban ini. Tugas tenaga pengaman Penyedia Jasa tersebut harus termasuk, tetapi tidak
terbatas pada, memelihara perintah di Lapangan, memelihara persediaan seluruh
penerangan, pagar, pengawal, pemberi tanda, dan seluruh upaya yang dibutuhkan untuk
melindungi Pekerjaan di kem dan tempat lain di lapangan, menjaga seluruh bahan yang
disampaikan ke lapangan, publik, dan seluruh pekerja dalam hubungannya dengan
Pekerjaan, bekerja terus menerus termasuk malam, hari Minggu dan hari libur, disepanjang
waktu Kontrak.
Seluruh pegawai Penyedia Jasa, perwakilannya, dan pegawai Subpenyedia Jasa harus
menggunakan badge / tanda pengenal yang disediakan oleh Penyedia Jasa. Tanda pengenal
harus menunjukkan identitas Penyedia Jasa, menunjukkan nomor pegawai, dan harus
digunakan setiap saat di lapangan.
Seluruh kenderaan yang digunakan Penyedia Jasa harus diberi tanda yang jelas dengan nama
Penyedia Jasa.
Penyedia Jasa lain yang bekerja di Lokasi Kerja berbarengan dengan Penyedia Jasa harus
menyediakan pengamanan untuk peralatan dan bahan mereka sendiri. Bagaimanapun,
ketentuan pengamanan mereka ini tidaklah melepaskan tanggung jawab Penyedia Jasa
dalam hal pengamanan ini.
15.7. MORALITAS PUBLIK
Untuk mencegah perselisihan antara pegawai dengan orang-orang yang berada di sekitar
Lokasi Kerja, Penyedia Jasa harus memberi perhatian pada moralitas publik staff dan
pekerjanya di dalam dan diluar Lokasi Kerja. Penyedia Jasa juga harus bertanggungjawab
untuk memelihara lalu lintas termasuk tempat pejalan kaki di jalan umum dan di jalan yang
sedang dikerjakan, untuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa ada bahaya.
15.8. MORALITAS PUBLIK
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang
timbul dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai
item yang tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
175

16. RELOKASI FASILITAS YANG ADA

Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk memindahkan, mengalihkan dan memasang kembali
fasilitas publik yang ada di lokasi Pekerjaan Permanen atau Pekerjaan Sementara, bila ada dan
mengganggu pekerjaan, baik berupa pemindahan sementara mupun pemindahan secara
permanen. Fasilitas umum tersebut dapat berupa, tetapi tidak terbatas pada, pipa suplai air
minum, kabel telekomunikasi, jaringan listrik, dan jaringan drainase.
Penyedia Jasa harus memberi tahu Direksi apabila kegiatan pelaksanaan menjadi terganggu akibat
adanya fasilitas umum tersebut dan informasi tentang kebutuhan relokasinya, bila diperlukan.
Apabila diperlukan relokasi, maka pelaksanaan relokasi harus dilakukan dalam koordinasi dengan
pihak yang berwenang pada fasilitas umum tersebut.
Sebelum melaksanakan relokasi, Penyedia Jasa harus menyerahkan rencana, jadwal dan estimasi
biaya pelaksanaan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan, yang harus mencakup pematian
sementara, pengalihan lokasi fasilitas, metode pemasangan dan penyambungan kembali, bahan
dan peralatan yang digunakan, dan hal-hal lain yang diperlukan. Rencan dan jadwal tersebut juga
harus mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang atas fasilitas umum tersebut. Pelaksanaan
relokasi baru boleh dimulai apabila telah mendapat persetujuan Direksi.
17. HAL-HAL LAIN MENYANGKUT KONTRAKTUAL

17.1. AUDIT OLEH PEMBERI TUGAS


Pemberi Tugas berhak untuk melakukan audit sebagaimana yang diperlukannya untuk
menyelidiki dalam hal-hal hubungannya dengan:
(a) biaya yang timbul dalam peristiwa penundaan pekerjaan menurut Kontrak;
(b) biaya yang timbul dalam peristiwa pemutusan Kontrak menurut Kontrak;
(c) biaya yang diklaim oleh Penyedia Jasa, yang tidak secara jelas diatur dalam ketentuan
Kontrak;
Untuk keperluan tersebut maka Penyedia Jasa harus menyimpan dan memutahirkan laporan
dan rekaman data menyangkut hal-hal di atas.
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang
timbul dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai
item yang tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
17.2. SERTIFIKAT BULANAN (MONTHLY CERTIFICATE)
Setiap bulannya, Penyedia Jasa harus menyerahkan Sertifikat Bulanan dalam kaitannya
dengan ketentuan tentang pembayaran pekerjaan menurut Kontrak. Sertifikat Bulanan
tersebut harus dilengkapi dengan kopi seluruh data survey, data pengukuran hasil pekerjaan
dan data hasil perhitungan kuantitas pekerjaan sebagaimana yang diarahkan Direksi untuk
mendukung jumlah biaya yang ditagihkan Penyedia Jasa atas pekerjaan yang sudah
dilaksanakannya pada bulan tersebut.
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang
timbul dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai
item yang tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.
17.3. JAM DAN HARI KERJA
Sebelum memulai Pekerjaan, Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi, untuk mendapat
persetujuan, tentang hari kerja, jam kerja dan jumlah sift pekerja yang diusulkannya dalam
176

melaksanakan pekerjaan. Apabila dalam pelaksanaannya ternyata diperlukan perubahan,


maka Penyedia Jasa harus terlebih dahulu memberitahukannya kepada Direksi, dalam waktu
48 (empat puluh delapan) jam sebelum dimulainya perubahan tersebut, untuk mendapat
persetujuan.
17.4. RETRIBUSI
Penyedia Jasa harus membayar retribusi atas batu, pasir, kerikil dan bahan timbunan yang
diambil dari borrow area yang diajukan oleh Penyedia Jasa untuk digunakan dalam
Pekerjaan. Pembayaran retribusi harus dilakukan sesuai dengan peraturan pada Pemerintah
Daerah atas bahan galian yang digunakan untuk Pekerjaan. Volume bahan yang dikenakan
retribusi akan dihitung dari kuantitas volume pekerjaan yang menggunakan bahan galian
tersebut.
Penyedia Jasa juga harus bertanggung jawab untuk hanya menggunakan bahan galian dari
suplayer yang juga membayar retribusi atas bahan galian tersebut. Kelalaian Penyedia jasa
atas hal ini adalah menjadi resiko Penyedia Jasa semata.
Tidak ada pembayaran untuk memenuhi ketentuan tersebut di atas. Seluruh biaya yang
timbul dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump sum dari berbagai
item yang tertuang dalam Daftar Kuantitas Dan Harga.

177

BAB - II
SPESIFIKASI TEKNIK

18.

PEKERJAAN TANAH
18.1. PENEBASAN DAN PEMBERSIHAN PERMUKAAN TANAH
Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah kegiatan penebasan dan pembersihan
permukaan tanah, pembongkaran pangkal / tunggul batang pohon, gelondongan kayu,
semak, belukar dan tanaman lain serta bahan non-organik berupa pagar, bangunan,
fondasi, puing dan kotoran lainnya pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau
sebagaimana petunjuk Direksi Pekerjaan.
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus sudah memperoleh persetujuan
PPK mengenai batas wilayah kerja, objek-objek yang harus dibiarkan tetap ada dan
metode pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus melaksanakan dengan penuh kehatihatian agar tidak merusak pohon dan bangunan yang ada di luar batas-batas wilayah kerja
atau benda yang diidentifikasi untuk tetap ada atau benda yang dilindungi, dan Penyedia
Jasa wajib melindungi dan menjaga keberadaan benda-benda tersebut.
Hasil penebasan dan pembersihan semak belukar ini harus dikumpulkan dan
ditempatkan pada satu lokasi untuk selanjutnya di dimusnahkan, dihancurkan, atau
dibuang. Pemusnahan dan penghancuran dengan cara membakar hanya diijinkan setelah
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi Pekerjaan.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran pekerjaan ini dilaksanakan dalam satuan luas per-meter kuadrat (m2),
yang diukur dalam batas garis yang ditunjukkan dalam gambar terbangun. Pembayaran
untuk pekerjaan ini dilakukan berdasarkan harga satuan item ini, yang tercantum dalam
Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga tersebut harus sudah termasuk biaya seluruh
pekerja, bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh kegiatan
tersebut di atas dan kegiatan lain yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan pekerjaan ini.
Tidak akan dilakukan pembayaran untuk pekerjaan penebasan dan pembersihan
permukaan tanah di borrow area / quarry.
18.2. PENGUPASAN LAPISAN ATAS TANAH (STRIPPING)
Yang dimaksud dengan pekerjaan pengupasan lapisan atas tanah (stripping) adalah
pengupasan lapis atas tanah yang banyak mengandung bahan organik seperti rumput,
akar-akaran, humus maupun bahan non-organik seperti plastik, besi, sisa bangunan
fondasi dan lain-lain. Pekerjaan pengupasan ini dilaksanakan pada lokasi yang ditunjukkan
dalam gambar dan dilokasi borrow area atau lokasi lain yang diperintahkan Direksi
Pekerjaan. Material hasil kupasan tersebut harus ditempatkan di / diangkut ke lokasi yang
disetujui oleh PPK atau sebagaimana yang ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan.
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari PPK menyangkut batas area kerja. Pengupasan lapisan atas tanah
dilaksanakan pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar kerja dengan ketebalan
pengupasan 20 cm atau sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran pengupasan lapisan atas tanah (stripping)
dilakukan atas Pekerjaan Permanen dan harus dihitung menurut garis, kemiringan, dan
178

ukuran sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana yang diarahkan
Direksi Pekerjaan.
Pembayaran dilakukan menggunakan harga satuan yang tercantum pada Daftar
Kuantitas dan Harga dalam satuan per-meter kubik (m3), dimana harga tersebut harus
dianggap sudah termasuk biaya seluruh pekerja, bahan dan peralatan yang dibutuhkan,
biaya pengangkutan dan biaya lain yang terkait.
Biaya stripping pada area stockpile dan borrow area dianggap sudah termasuk
dalam harga timbunan tanah. Tidak ada pembayaran untuk stripping di stockpile area dan
di borrow area.
Biaya stripping pada area galian dihitung sebagai pekerjaan galian tanah yang
sesuai.
18.3. PEKERJAAN GALIAN TANAH
18.3.1.

UMUM
Pekerjaan penggalian mencakup penggalian dan pemindahan /
pengangkutan material hasil galian ke area stockpile atau area pembuangan
yang jaraknya kurang dari 100 m, baik material yang cocok maupun yang tidak
cocok untuk bahan timbunan, termasuk perapian dan semua penanganan yang
diperlukan di area stockpile atau area pembuangan. Galian harus dibentuk dan
dirapikan sesuai dengan lokasi, garis, elevasi, kemiringan dan dimensi yang
ditunjukkan pada Gambar dan sebagaimana diperintahkan Direksi Pekerjaan.
Sebelum pekerjaan penggalian dimulai, Penyedia Jasa wajib menyerahkan
kepada PPK, untuk persetujuannya, gambar kerja, peralatan yang akan
digunakan, dan metode menggali serta metode memindahkan / mengangkut
tanah hasil galian ke area stockpile atau ke area pembuangan. Pekerjaan
penggalian juga hanya dapat dimulai apabila seluruh pekerjaan penebasan dan
pembersihan semak belukar di atasnya sudah selesai.
Metode kerja penggalian dengan menggunakan alat berat hanya diijinkan
apabila tersedia ruang kerja untuk peralatan berat tersebut atau Penyedia Jasa,
dengan biayanya sendiri, dapat menyediakan ruang kerja untuk operasional
peralatan beratnya dan penggunaan alat berat tersebut diyakini tidak akan
mengakibatkan rusaknya bangunan lama yang ada di lokasi pekerjaan, baik
kerusakan akibat beratnya peralatan, kerusakan karena getaran alat, kerusakan
karena pergerakan alat, kerusakan karena penggalian, dan kerusakan lain dalam
hubungannya dengan keberadaan alat berat tersebut.
Kontraktor harus melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk
menjaga material tanah di bawah dan di luar garis penggalian Pekerjaan
Permanen tetap dalam keadaan stabil. Setiap kerusakan pekerjaan akibat
kegiatan Penyedia Jasa, termasuk menghancurkan dengan cara peledakan,
terhadap material di luar garis penggalian yang dibutuhkan, haruslah diperbaiki
oleh Penyedia Jasa dengan biayanya sendiri. Setiap penggalian yang berlebih
atau menggali lebih, yang dilakukan oleh Penyedia Jasa untuk tujuan atau alasan
apapun, kecuali karena hal-hal sebagaimana diperintahkan secara tertulis oleh
Direksi Pekerjaan, harus menjadi beban biaya Penyedia Jasa. Bila mana
diperlukan, seluruh penggalian yang berlebih tersebut harus diisi dengan bahan
yang cocok, yang disediakan dan ditempatkan oleh Penyedia Jasa dengan biaya
yang menjadi bebannya sendiri.

179

Ketika penggalian telah selesai dan telah dirapikan, Direksi Pekerjaan


harus diberitahu sehingga ia dapat memeriksa galian dan karakter tanah dasar.
Setiap pengujian yang dari hasil pemeriksaan ini harus diselesaikan oleh
Penyedia Jasa. Tidak ada galian yang ditimbun atau ditutupi dengan beton
sampai diperiksa dan disetujuinya hasil pekerjaan galian tersebut oleh Direksi
Pekerjaan.
18.3.2.

KLASIFIKASI PEKERJAAN GALIAN TANAH


Kecuali ditentukan lain, seluruh pekerjaan galian tanah diklasifikasikan sebagai
berikut :
18.3.2.1. PEKERJAAN GALIAN TANAH BIASA
Pekerjaan galian tanah biasa adalah pekerjaan galian pada
lahan yang permukaan tanahnya tidak terendam air secara
permanen, dengan material yang digali dari jenis tanah biasa, tanah
endapan, pasir, kerikil, kerakal, tanah keras atau batu yang dapat
digali dengan mudah tanpa menggunakan alat khusus (ripper), dan
bukan galian tanah untuk bangunan.
18.3.2.2. PEKERJAAN GALIAN TANAH TERENDAM
Pekerjaan galian tanah terendam adalah pekerjaan galian
pada lahan yang permukaan tanahnya terendam air secara
permanen, dengan material yang digali dari jenis tanah biasa, tanah
endapan, pasir, kerikil, kerakal, tanah keras atau batu yang dapat
digali dengan mudah tanpa menggunakan alat khusus (ripper), dan
bukan galian tanah untuk bangunan.
18.3.2.3. PEKERJAAN GALIAN TANAH TERENDAM SERTA PEMBENTUKAN DAN
PERAPIAN TANAH HASIL GALIAN
18.3.2.4. PEKERJAAN GALIAN ALUR SUNGAI
Pekerjaan galian alur sungai adalah pekerjaan menggali
tanah, lumpur, sedimen, atau material apapun yang terdapat pada
alur sungai dengan menggunakan alat yang biasa digunakan untuk
penggalian di bawah air seperti excavator, floating excavator, swamp
dozzer, cutter suction, clamshell, dan peralatan lain yang sejenis.
Penggalian harus dilaksanakan dengan menggunakan
peralatan dan metode kerja yang sesuai dengan kondisi lapangan
sehingga dapat diperoleh bentuk dan ukuran penampang sungai
sebagaimana ditentukan pada gambar rencana dan tanah / material
hasil galian dapat dibuang ke lokasi pembuangan akhir.
Penyedia Jasa harus menggunakan peralatan dan metode
kerja sedemikian rupa sehingga kegiatan tersebut tidak
mengakibatkan terhambatnya aktivitas lalu-lintas perahu yang
sehari-hari mungkin melintas di alur sungai. Penggalian juga tidak
boleh mengakibatkan melayang dan hanyutnya material dasar
180

sungai sehingga sungai menjadi keruh berat dan mengakibatkan


sedimentasi berlebihan di lokasi lain di hilirnya.
Apabila hasil galian ditempatkan di lokasi penampungan
sementara sebelum diangkut / dipindahkan ke lokasi akhir
pembuangan maka, Penyedia Jasa harus melaksanakannya dengan
metode, peralatan, dan konstruksi sementara yang diperlukan
sehingga tanah, material, atau larutan tanah hasil galian tidak
menyebar ke luar lokasi penampungan sementara tersebut, tidak
mengakibatkan keruhnya air di sekitarnya, atau menimbulkan
pengendapan di lokasi lain.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran kuantitas untuk pembayaran pekerjaan galian
dilakukan berdasarkan bentuk, ukuran, kemiringan dan elevasi yang
telah dilaksanakan sebagaimana dimintakan dalam gambar yang
dinyatakan dalam satuan meter kubik (m).
Pembayaran untuk pekerjaan galian tanah dilakukan
menggunakan harga satuan pekerjaan galian tanah yang sesuai, yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Bila pembayaran untuk pengangkutan / pembuangan tanah
tidak ditetapkan secara terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga
maka harga tersebut harus dianggap sudah termasuk biaya pekerja,
peralatan, bahan, pengukuran, pemindahan / pembuangan tanah
hasil galian ke area pembuangan, perapian penampang galian dan
pencegahan longsornya tebing, penampungan sementara tanah hasil
galian, penanganan hasil galian dan penyiapan bangunan sementara
di lokasi penampungan sementara agar tidak menyebar keluar,
pengangkutan tanah hasil galian dari lokasi penampungan
sementara ke lokasi akhir pembuangan. dan semua pekerjaan
penunjang untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan seperti jalan
akses sementara, pengeringan / pemompaan dan lain-lain.
Bila terdapat pembayaran tersendiri untuk pengangkutan /
pembuangan tanah maka pekerjaan galian tanah harus dianggap
sudah termasuk biaya untuk memindahkan / mengangkut tanah hasil
galian ke lokasi pembuangan atau ke lokasi pemanfaatannya untuk
jarak sampai dengan 100 m.
18.3.2.5. PEKERJAAN GALIAN TANAH BIASA CARA MANUAL
Pekerjaan galian tanah cara manual adalah pekerjaan galian
tanah pada lokasi-lokasi saluran, lokasi jalur pipa, yang karena situasi
dan kondisi di lokasi pekerjaan, hanya diijinkan atau hanya
memungkinkan untuk dilaksanakan dengan menggunakan tenaga
manusia dan dibantu dengan peralatan-peralatan kecil / ringan.
18.3.2.6. PEKERJAAN GALIAN TANAH BERBATU CARA MANUAL
Pekerjaan galian tanah berbatu cara manual adalah
pekerjaan galian tanah berbatu pada lokasi saluran, lokasi jalur pipa,
yang karena situasi dan kondisi di lokasi pekerjaan, hanya diijinkan
atau hanya memungkinkan untuk dilaksanakan dengan

181

menggunakan tenaga manusia dan dibantu dengan peralatanperalatan kecil / ringan.


Tanah berbatu adalah jenis tanah dimana 50% dari
volumenya merupakan batu yang berukuran 20 mm atau lebih.
18.3.2.7. PEKERJAAN GALIAN TANAH UNTUK BANGUNAN
Pekerjaan galian tanah pada bangunan adalah pekerjaan
penggalian tanah, selain batu, dalam batasan pekerjaan
sebagaimana yang ditentukan atau ditunjukkan dalam Gambar atau
yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, untuk pondasi jembatan,
gorong-gorong, dan bangunan lain yang akan dibangun menurut
Kontrak.
Penggalian
untuk
gorong-gorong,
gorong-gorong
pembuang, sub-structures jembatan (selain jembatan yang dibangun
memotong penampang galian saluran) dan talang, harus
dilaksanakan sebelum dimulainya pekerjaan timbunan.
Pekerjaan galian untuk bangunan selain dari yang diuraikan
di atas, seperti bangunan bagi, sadap dan bangunan akhir harus
dilaksanakan setelah selesainya galian saluran atau pekerjaan
timbunan, dan jika tidak, dilaksanakan sebelum selesainya pekerjaan
timbunan.
Kecuali ada ditunjukkan dalam Gambar atau ada petunjuk
Direksi Pekerjaan, batasan penggalian untuk bangunan untuk
maksud pengukuran dan pembayaran, harus mengikuti kemiringan
dan dimensi :
Kemiringan atau
Uraian
Kondisi Galian
Dimensi
Tebing / talud galian
bukan pasir, bukan
1 : 0.5
yang terbuka untuk
kerikil
sementara
pasir, kerikil
1 : 1.0
Tebing / talud galian
di atas muka air
1:1 s.d. 1:1.5
yang terbuka secara
di bawah muka air
1:2
permanen
Jarak horizontal pada
0.50 m dari tepi
dasar galian
bawah luar
pondasi
Lebar berm pada setiap
0.50 m
3.0 m kedalaman
galian
Apabila Penyedia Jasa menggali melebihi batasan
kemiringan atau ruang kerja di atas atau karena suatu alasan yang
bukan diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan maka Kontraktor tidak
berhak atas tambahan pembayaran dari kelebihan penggalian
tersebut dan atas kelebihan penimbunan tanahnya kembali.
Dasar dan lereng samping galian dimana pekerjaan beton
atau pasangan batu akan ditempatkan, harus diselesaikan dengan
teliti sesuai dengan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar atau
yang ditentukan Direksi Pekerjaan, dan permukaan yang
dipersiapkan tersebut, setelah pemeriksaan atau pengujian, harus
182

sesuai atau dipadatkan hingga memuaskan Direksi Pekerjaan. Setiap


saat, apabila akibat kegiatan Penyedia Jasa, material pondasi
menjadi terganggu, mengembang atau berubah menjadi tidak sesuai
lagi maka material pondasi tersebut harus dipadatkan kembali
ditempat atau harus dibuang dan diganti dengan material timbunan
yang sesuai atau beton dengan biaya Penyedia Jasa.
18.3.2.8. PEKERJAAN GALIAN TANAH PADA BORROW PIT
Tanah untuk pekerjaan timbunan dapat diambil dari
borrow-pit yang telah disetujui PPK. Paling lambat 30 (tiga puluh)
hari sebelum dimulainya kegiatan penggalian di borrow pit, Penyedia
Jasa harus menyerahkan hasil pemeriksaan atau pengujian atas
tanah di borrow-pit yang diusulkan beserta metode penggalian di
borrow pit kepada PPK guna mendapatkan persetujuan.
Borrow pit dikelompokkan dalam 2 jenis, yaitu:
a. Borrow Pit,
yaitu borrow pit yang ditentukan berdasarkan jenis tanahnya,
dimana tanahnya dinilai cocok untuk digunakan sebagai tanah
bahan timbunan dan tanah tersebut dapat diangkut ke lokasi
penimbunan sesuai dengan ketersediaan jalan untuk
transportasi tanah;
b. Borrow Pit di Lokasi Kerja,
yaitu borrow pit yang berada di sisi lokasi penimbunan, dimana
penentuan borrow pit tersebut didasarkan pada pertimbangan
ketiadaan jalan untuk transportasi tanah dari luar lokasi
pekerjaan.
Penggalian di kedua jenis borrow pit di atas hanya diijinkan
untuk dimulai apabila pekerjaan pengupasan lapisan atas tanah
(stripping) telah diselesaikan dengan baik dan material hasil
stripping telah ditempatkan dengan baik sehingga dijamin
bahwa tanah bahan tibunan tidak akan tercampur dengan
material hasil stripping dan tanah bahan timbunan benar-benar
sudah bersih dan bebas dari bahan organik.
Apabila borrow pit berada berdekatan dengan lokasi timbunan /
tanggul atau rencana lokasi penimbunan maka penggalian
borrow pit tersebut hanya diijinkan dimulai dari titik sejauh tidak
kurang 5 m dari kaki timbunan / tanggul / rencana lokasi
penimbunan.
Penyedia Jasa wajib memperhatikan dan menjaga kadar
air/moisture content tanah bahan timbunan tersebut agar
memenuhi persyaratan. Bila mana diperlukan, Penyedia Jasa
harus membangun sistem drainasi dan membuat kemiringan
tertentu pada permukaan galian agar kadar airnya memenuhi
syarat.
18.3.3.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN


Pengukuran untuk pekerjaan Galian Tanah diukur dalam satuan meter kubik
(m3) galian tanah, termasuk pekerjaan pengupasan lapisan atas tanah (stripping)

183

di atasnya, yang dihitung sesuai dengan dimensi dan kemiringan yang


ditunjukkan dalam gambar kerja dan telah diselesaikan dengan rapi.
Pembayaran untuk pekerjaan galian tanah dilakukan menggunakan harga satuan
pekerjaan galian tanah yang sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
Bila pembayaran untuk pengangkutan / pembuangan tanah tidak ditetapkan
secara terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga maka harga pekerjaan galian
tanah tersebut harus dianggap sudah termasuk biaya pekerja, peralatan,
landasan / gambangan pembantu, bahan, pengukuran, pemindahan /
pembuangan tanah hasil galian ke area pembuangan, perapian penampang
galian dan pencegahan longsornya tebing, penampungan sementara tanah hasil
galian untuk nantinya digunakan sebagai bahan timbunan, perapian dan
penanganan di lokasi pembuangan tanah, dan semua pekerjaan penunjang
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan seperti jalan akses sementara,
pengeringan / pemompaan dan lain-lain.
Bila terdapat pembayaran tersendiri untuk pengangkutan / pembuangan tanah
maka pekerjaan galian tanah harus dianggap sudah termasuk biaya untuk
memindahkan / mengangkut tanah hasil galian ke lokasi pembuangan atau ke
lokasi pemanfaatannya untuk jarak sampai dengan 100 m atau sampai dengan
10 m (khusus pada pekerjaan galian tanah cara manual.
Tidak dilakukan pembayaran atas pekerjaan galian tanah di borrow pit.
Biaya penggaliannya dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan pekerjaan
timbunan tanah dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
18.4. PEKERJAAN GALIAN TANAH TERENDAM DAN PERAPIAN TANAH HASIL GALIAN
18.5. PEKERJAAN GALIAN ALUR SUNGAI
Pekerjaan galian alur sungai adalah pekerjaan menggali tanah, lumpur, sedimen,
atau material apapun yang terdapat pada alur sungai dengan menggunakan alat yang biasa
digunakan untuk penggalian di bawah air seperti excavator, floating excavator, swamp
dozzer, cutter suction, clamshell, dan peralatan lain yang sejenis.
Penggalian harus dilaksanakan dengan menggunakan peralatan dan metode kerja
yang sesuai dengan kondisi lapangan sehingga dapat diperoleh bentuk dan ukuran
penampang sungai sebagaimana ditentukan pada gambar rencana dan tanah / material
hasil galian dapat dibuang ke lokasi pembuangan akhir.
Penyedia Jasa harus menggunakan peralatan dan metode kerja sedemikian rupa
sehingga kegiatan tersebut tidak mengakibatkan terhambatnya aktivitas lalu-lintas perahu
yang sehari-hari mungkin melintas di alur sungai. Penggalian juga tidak boleh
mengakibatkan melayang dan hanyutnya material dasar sungai sehingga sungai menjadi
keruh berat dan mengakibatkan sedimentasi berlebihan di lokasi lain di hilirnya.
Apabila hasil galian ditempatkan di lokasi penampungan sementara sebelum
diangkut / dipindahkan ke lokasi akhir pembuangan maka, Penyedia Jasa harus
melaksanakannya dengan metode, peralatan, dan konstruksi sementara yang diperlukan
sehingga tanah, material, atau larutan tanah hasil galian tidak menyebar ke luar lokasi
penampungan sementara tersebut, tidak mengakibatkan keruhnya air di sekitarnya, atau
menimbulkan pengendapan di lokasi lain.
Pengukuran dan Pembayaran

184

Pengukuran kuantitas untuk pembayaran pekerjaan galian dilakukan berdasarkan


bentuk, ukuran, kemiringan dan elevasi yang telah dilaksanakan sebagaimana dimintakan
dalam gambar yang dinyatakan dalam satuan meter kubik (m3).
Pembayaran untuk pekerjaan galian tanah dilakukan menggunakan harga satuan
pekerjaan galian tanah yang sesuai, yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Bila pembayaran untuk pengangkutan / pembuangan tanah tidak ditetapkan secara
terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga maka harga tersebut harus dianggap sudah
termasuk biaya pekerja, peralatan, bahan, pengukuran, pemindahan / pembuangan tanah
hasil galian ke area pembuangan, perapian penampang galian dan pencegahan longsornya
tebing, penampungan sementara tanah hasil galian, penanganan hasil galian dan
penyiapan bangunan sementara di lokasi penampungan sementara agar tidak menyebar
keluar, pengangkutan tanah hasil galian dari lokasi penampungan sementara ke lokasi
akhir pembuangan. dan semua pekerjaan penunjang untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan seperti jalan akses sementara, pengeringan / pemompaan dan lain-lain.
Bila terdapat pembayaran tersendiri untuk pengangkutan / pembuangan tanah
maka pekerjaan galian tanah harus dianggap sudah termasuk biaya untuk memindahkan /
mengangkut tanah hasil galian ke lokasi pembuangan atau ke lokasi pemanfaatannya
untuk jarak sampai dengan 100 m.
18.6. PEKERJAAN GALIAN BATU
Kecuali ditentukan lain, seluruh pekerjaan galian batu diklasifikasikan sebagai berikut :
18.6.1.

PEKERJAAN GALIAN BATU LUNAK


Galian batu lunak adalah galian lapisan batu atau galian batu lepas
dengan ukuran terkecil batu 30 cm, yang dapat dilaksanakan dengan
menggunakan peralatan berat dan peralatan bantu tertentu, misalnya ripping
dozzer, pick hammer, dan giant breaker.
Bila atas inisiatipnya sendiri dan telah disetujui sebelumnya oleh PPK,
dimana untuk kemudahan dan kelancaran pelaksanaan, Penyedia Jasa
menggunakan metoda kerja peledakan (blasting) maka biaya tambahan yang
dikeluarkan pengerjaannya termasuk biaya menyangkut keselamatan kerja
adalah menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.

18.6.2.

PEKERJAAN GALIAN BATU KERAS


Galian batu keras adalah galian batu yang marupakan lapisan batuan
masif, padat, dan kokoh atau berupa batuan lepas dengan volume masingmasing lebih dari 1.0 m3 dengan diameter lebih dari 0.30 m, yang tidak dapat
dipisahkan dengan bulldozer atau peralatan berat lainnya atau hanya dapat
dipisahkan dengan peledakan (blasting). Batuan seperti ini disebut juga sebagai
sound-rock, yang karena keras dan susunan teksturnya, tidak dapat dipecah
dengan hand pick-hammer.

18.6.3.

PEKERJAAN PELEDAKAN (BLASTING)


18.6.3.1.

UMUM

185

Fuse, detonator atau blasting cap setiap saat harus


diangkut dan disimpan terpisah dari seluruh bahan peledak. Untuk
mencegah kecelakaan, lokasi dan rencana tempat penyimpanan,
metode pengangkutan dan tindakan pencegahan terhadap orang,
pekerja, dan Pekerjaan serta harta benda harus disetujui oleh PPK
atau pihak keamanan, tetapi persetujuan ini tidak membebaskan
Penyedia Jasa atas tanggungjawabnya berkaitan dengan penggunaan
dan pemindahan dari dinamit atau bahan peledak lainnya.
Paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulainya
setiap pekerjaan peledakan, rencana pengeboran dan peledakan
harus diajukan lengkap kepada PPK untuk mendapat persetujuan.
Seluruh pekerjaan peledakan harus dilaksanakan hanya oleh ahli
peledakan yang disetujui PPK dan dilakukan dengan penuh kehatihatian. Penyedia Jasa harus sepenuhnya bertanggungjawab atas
setiap klaim kerusakan atau diduga rusak, cedera pada masyarakat,
dan lain-lain yang timbul akibat operasi peledakan. Tanggung jawab
ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, lokasi dan rencana tempat
bubuk mesiu, metode pengangkutan bahan peledak, dan dalam
mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah terjadinya
kecelakaan berkaitan dengan bahan peledak dan peledakan. Setelah
disetujui, Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada PPK rencana
pengamanan dalam menangani bahan peledak dan peledakan,
dalam jumlah set sebagaimana yang ditentukan oleh Direksi
Pekerjaan.
Penyedia Jasa harus melengkapi fasilitas perlindungan yang
cukup untuk pengamanan gudang dan mencegah hilang atau
dicurinya bahan peledak. Tidak diijinkan menyimpan bahan peledak
dan detonator bermalam di luar tempat bubuk mesiu.
Penyedia Jasa harus memelihara data inventaris dan data
setiap pengambilan bahan peledak, termasuk detonator. Rekaman
data ini harus tersedia bagi Direksi Pekerjaan dan Direksi Pekerjaan
harus segera diberi tahu apabila terjadi kehilangan atau pencurian
bahan peledak.
Dinamit dan detonator dilarang diangkut oleh satu
kenderaan. Untuk pengangkutan harus digunakan kenderaan khusus.
Penyedia Jasa harus mendapatkan ijin tertulis penggunaan
bahan peledak dari pihak keamanan atau pihak lain yang
berwenang.Penyedia Jasa harus tunduk sepenuhnya pada peraturan
sebagaimana diharuskan oleh pihak terkait menyangkut pembelian,
pengangkutan, penyimpanan dan pengeluaran serta penggunaan
bahan peledak.
Semua biaya yang berhubungan, termasuk biaya
pengawasan peledakan yang diharuskan oleh pihak keamanan, harus
dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan peledakan dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.
Sebagai tambahan, pelaksanaan peledakan harus
sepenuhnya tunduk pada ijin PPK.
18.6.3.2.

PENGERJAAN PELEDAKAN

186

Pada seluruh pengerjaan peledakan, kedalaman dan ukuran


lubang dan ukuran serta karakteristik penyetruman harus
direncanakan dengan baik dan harus disetujui Direksi Pekerjaan.
Bahan peledak untuk setiap peledakan harus sedemikian rupa dan
tenaga yang digunakan pada lokasi tersebut tidak akan menimbulkan
lipatan yang terbuka maupun retakan pada batu diluar batas
penggalian.
Bilamana penggalian mendekati garis akhir, kedalaman
lubang peledakan dan jumlah bahan peledak yang digunakan
perlubangnya harus dikurangi secara berangsur-angsur. Bilamana
penggalian untuk pondasi struktur beton mencapai 30 cm di atas
garis formasi, agar sisi dan dasar batu pondasi tidak rusak karena
menjadi terbuka dan melapuk, maka penggalian harus dihentikan
sampai pelaksanaan struktur beton mulai dikerjakan. segera sebelum
penempatan beton, pondasi batu digali sepenuhnya hingga garis
formasi dengan menggunakan peralatan tangan atau metode lain
yang disetujui.
Peledakan hanya akan diijinkan setelah disiapkannya halhal yang dibutuhkan untuk melindungi orang, Pekerjaan, harta
benda milik umum atau pridadi. Persetujuan dari Direksi Pekerjaan
tidaklah berarti membebaskan Penyedia Jasa dari tanggungjawabnya
atas keselamatan orang, Pekerjaan dan harta benda.
Peledakan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada
pekerjaan tidak dapat disetujui Direksi Pekerjaan. Saat peledakan
dilaksanakan, seluruh pohon dan bangunan di lokasi terbuka harus
dilindungi dengan baik dari kerusakan tanpa ada tambahan biaya.
Pengeboran dan peledakan harus direncanakan dan, bilamana
diperlukan, digunakan matras ledakan untuk mencegah
berhamburannya batu-batu yang dapat menyebabkan cedera pada
masyarakat atau kerusakan pada tempat tinggal, bangunan, harta
benda atau Pekerjaan. Setiap kerusakan akibat peledakan, termasuk
hancur atau lepasnya material diluar garis penggalian yang
ditentukan, harus diperbaiki oleh Penyedia Jasa dengan biayanya
sendiri.
Peledakan harus dilaksanakan dengan hati-hati untuk
menghindari pecah atau lepasnya permukaan batu yang seharusnya
tetap utuh, khususnya dalam hal dimana beton akan ditempatkan
langsung di atas permukaan batu. Lereng yang hancur atau lepas
akibat peledakan harus diambil oleh Penyedia Jasa dengan biayanya
sendiri.
Paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulainya
peledakan dari setiap lokasi kerja, Penyedia Jasa harus mengajukan
kepada PPK, untuk persetujuan, menyangkut penggunaan teknik prespitting, suatu uraian lengkap dari metode yang diusulkan dan
prosedur penggalian. Jarak dan diameter lubang pre-splitting dan
perencanaan bahan peledak untuk setiap lubang harus sesuai
dengan kondisi batu dan harus dipilih untuk dapat memberikan
permukaan galian yang baik setelah peledakan.
Selama hujan yang disertai petir dan gangguan elektrik
lainnya, tidak ada penyetruman atau pembakaran yang akan
diijinkan.
187

Bila akan dilaksanakan metode pre-splitting, maka untuk


mendapatkan pecah atau retak batu berlebihan yang minimal di luar
garis penggalian, pada area yang disetujui, Penyedia Jasa harus
melakukan percobaan lapangan atas teknik peledakan pre-splitting.
Percobaan ini harus dilaksanakan dalam berbagai variasi ukuran bor,
bentuk lubang, kedalaman lubang, dan jumlah bahan peledak. Biaya
yang dibutuhkan untuk percobaan ini harus termasuk dalam harga
satuan pekerjaan pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Saat peledakan, Penyedia Jasa harus memberi perhatian
khusus untuk mencegah kerusakan pada beton atau grouting
bertekanan yang sudah diselesaikan. Tidak ada peledakan yang
diijinkan dalam hal jaraknya kurang 25 m dari area tersebut kecuali
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Peledakan harus dilaksanakan pada waktu yang telah
disetujui antara Kontraktor dan PPK. Pengumuman dan penghambat
yang cukup haruslah dibuat termasuk penyediaan dan pemasangan
sistem sirene dan loudspeaker, dan segera sebelum peledakan,
peringatan secara visual dan suara harus diberikan kepada pekerja di
lokasi dan kepada masyarakat sehingga tidak ada seorangpun yang
masuk ke zona berbahaya sampai peledakan selesai. Area peledakan
harus dibersihkan sebelum pengujian jalur pengapian dilaksanakan,
Setelah peledakan selesai, suatu tanda aman harus diberikan.
Tanda tersebut harus ditahan oleh blasting master atau teknisi
peledakan yang bertanggungjawab sampai dia yakin bahwa semua
beban penyetruman telah dilepas dan tidak ada lagi peledakan yang
tertunda atau kesalahan pengapian yang mungkin terjadi.
Penyedia Jasa harus mencatat pada form yang disetujui,
seluruh event peledakan termasuk lokasi, waktu, penyetruman,
tujuan, dll. Setiap saat, catatan ini harus tersedia bagi Direksi
Pekerjaan.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pekerjaan Galian Batu diukur dalam
satuan meter kubik (m3) yang dihitung mulai dari permukaan batu
sampai ke garis dan elevasi galian yang sudah dirapikan sesuai
gambar kerja. Penetapan tentang garis batas antara jenis galian batu
lunak dan galian batu keras ditetapkan oleh PPK.
Pembayaran untuk galian batu lunak dan galian batu keras
akan dilakukan sesuai dengan harga satuan jenis pekerjaan tersebut
dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Kecuali bila sudah ditetapkan
terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga, harga satuan tersebut
dianggap sudah termasuk semua biaya yang diperlukan untuk
pekerja, peralatan, bahan, pengukuran, galian, angkutan dan
pembuangan hasil galian, perapian dan pencegahan longsoran
tebing galian dan upaya lainnya, misalnya jalan akses sementara,
relokasi saluran dan bangunan pengelak / pengaman, pengeringan /
pemompaan, partisi dan lain-lain.
Harga satuan pekerjaan galian batu keras dianggap sudah
termasuk biaya yang dibutuhkan untuk peledakan batu dan upaya
lainnya yang diperlukan kelancaran pelaksanaan. Tidak dilakukan
pembayaran tersendiri untuk pekerjaan peledakan.
188

Harga pekerjaan peledakan harus sudah termasuk semua


biaya yang diperlukan untuk pekerja, peralatan, bahan, pengukuran,
perijinan, angkutan bahan peledak, gudang bahan peledak dan
pelindungnya, pengeboran batu, peledakan, pembersihan dan
pembuangan hasil peledakan, perapian dan pencegahan longsoran
tebing galian, keamanan dan pengamanan, dan upaya lainnya,
misalnya jalan akses sementara, relokasi saluran dan bangunan
pengelak, pengeringan dan pemompaan, cofferdam dan lain-lain.
18.7. PEMANFAATAN DAN PENGANGKUTAN SERTA PEMBUANGAN TANAH HASIL GALIAN
Dalam waktu 30 hari sebelum dimulainya pekerjaan galian tanah, Penyedia Jasa
harus menyerahkan metode kerja untuk pemanfaatan tanah hasil galian sebagai bahan
timbunan, pengangkutannya, dan pembuangan tanah hasil galian yang tidak memenuhi
syarat sebagai bahan timbunan.
Metoda kerja tersebut dilampiri dengan peta rencana pemindahan tanah secara
mekanis (earth moving work plan) dilengkapi jalur / lintasan jalan untuk transportasi
tanah.
18.7.1.

PEMANFAATAN TANAH HASIL GALIAN


Apabila Direksi Pekerjaan berpendapat bahwa tanah hasil galian dinilai
layak atau dinilai masih layak dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan untuk
digunakan sebagai tanah bahan timbunan maka tanah hasil galian tersebut
harus dimanfaatkan untuk bangunan permanen seperti untuk tanggul, timbunan
badan jalan, saluran, dan bangunan.
Bila tanah hasil galian tersebut terdiri dari jenis tanah yang layak dan tidak
layak untuk digunakan sebagai tanah bahan timbunan maka, dalam pelaksanaan
pekerjaan galian, Penyedia Jasa wajib berupaya agar kedua jenis tanah tersebut
tidak tercampur.
Tanah hasil galian yang memenuhi syarat pada umumnya sebagai berikut:
diameter butiran (partikel) maksimum 100 mm
plasticity Index (PI), lebih besar dari 15%.
Tanah hasil galian yang tidak memenuhi syarat untuk bahan timbun adalah:
tanah lapis atas yang mengandung banyak bahan organik
plasificity Index (PI) kurang dari 15%
liquid limit (LL) lebih dari 50%
diameter butiran lebih dari 100 mm
batu lunak dan batu keras.
Bila tanah yang sudah disepakati digunakan sebagai bahan timbun
tersebut terlalu basah, dimana kandungan airnya melampaui kadar air optimum
hasil uji laboratorium (Standard Practor Test), maka tanah tersebut harus
ditampung untuk sementara waktu di area stockpile yang disediakan Penyedia
Jasa dan disetujui Direksi Pekerjaan. Area stockpile tersebut harus dilengkapi
dengan fasilitas drainase dan fasilitas penghamparan sehingga tanah basah
tersebut dapat dikeringkan hingga mencapai kadar air yang memenuhi
persyaratan sebagai tanah bahan timbunan.

189

18.7.2. ANGKUTAN TANAH HASIL GALIAN UNTUK TIMBUNAN


Penyedia Jasa harus mengangkut tanah hasil galian yang cocok untuk
bahan timbunan tersebut dari lokasi penggalian tanah atau area stockpile ke
lokasi pekerjaan timbunan tanah, kecuali PPK memerintahkan lain.
Penyedia Jasa harus mengatur jadwal pelaksanaan pekerjaan galian tanah
dan pelaksanaan pekerjaan timbunan tanah sedemikian rupa sehingga dapat
diperoleh jarak / biaya pengangkutan / pendistribusian tanah bekas galian yang
efisien.
18.7.3. PEMBUANGAN TANAH HASIL GALIAN
Kelebihan tanah hasil galian harus dibuang ke lokasi pembuangan yang
disediakan Penyedia Jasa dan disetujui PPK. Kecuali telah mendapat persetujuan
dari Direksi Pekerjaan, tinggi timbunan tanah di lokasi pembuangan tidak lebih
dari 2 m. Timbunan tanah di lokasi pembuangan harus diselesaikan dengan rapi
dan tidak diperbolehkan mengganggu jaringan drainase di sekitarnya. Bila
menurut Direksi Pekerjaan, timbunan hasil galian tersebut berdampak negatip
terhadap lingkungan di sekitarnya maka Penyedia Jasa wajib menutup timbunan
tanah hasil buangan tersebut dengan tanah hasil galian yang baik.
18.7.4. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
Tidak dilakukan pembayaran tersendiri untuk pekerjaan memisahkan
antara tanah yang layak dan tidak layak untuk tanah bahan timbunan,
menampung sementara di area stockpile, maupun untuk kegiatan dalam upaya
memenuhi persyaratan kadar air. Seluruh biaya yang dikeluarkan sehubungan
dengan kegiatan tersebut harus sudah diperhitungkan di dalam harga satuan
pekerjaan galian tanah dan timbunan tanah pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Biaya yang dibutuhkan untuk penanganan tanah buangan di lokasi
pembuangan harus sudah termasuk di dalam harga satuan pekerjaan galian tanah
pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Kecuali bila ditetapkan terpisah dalam Daftar Kuantitas dan Harga dimana
terdapat harga satuan untuk angkutan tanah hasil galian untuk timbunan dan
harga satuan untuk pembuangan tanah hasil galian, untuk suatu jarak yang lebih
dari 100 m, maka pembayaran pekerjaan pengangkutan tanah hasil galian ke
lokasi penimbunan dan pembayaran pembuangan tanah hasil galian ke lokasi
pembuangan dilakukan menggunakan harga satuan masing-masing yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Harga tersebut dianggap sudah
termasuk biaya seluruh pekerja, bahan, peralatan, dan kegiatan pendukung yang
dibutuhkan untuk loading material ke alat pengangkut, pengangkutan tanah hasil
galian, dan untuk unloading material.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pengangkutan tanah hasil galian
ke lokasi penimbunan dan pembayaran pembuangan tanah hasil galian ke lokasi
pembuangan dilakukan dalam satuan meter kubik (m3) yang dihitung
berdasarkan volume pekerjaan galian tanah yang hasil galiannya diangkut, bukan
berdasarkan volume tanah gembur di atas alat pengangkut.
18.8. TIMBUNAN TANAH

190

18.8.1. UMUM
Pekerjaan timbunan tanah yang dimaksudkan dalam spesifikasi ini harus
mencakup semua jenis pekerjaan timbunan tanah untuk saluran, tanggul sungai,
jalan inspeksi, untuk bangunan irigasi, bangunan pelengkap irigasi, bangunan
sungai dan bahagian lain dari Pekerjaan, dengan bahan tanah yang cocok dan
disetujui PPK.
Sebelum pekerjaan timbunan dimulai, Penyedia Jasa harus menyerahkan
metode kerja penimbunan kepada PPK untuk persetujuannya. Metode kerja harus
menguraikan secara jelas detail semua kegiatan pengerjaan timbunan tanah,
termasuk jalan masuk ke lokasi pekerjaan, bahan, peralatan dan tenaga kerja yang
akan digunakan, metode penanganan dan pengendalian kadar air tanah bahan
timbunan, metode dan urut-urutan penghamparan tanah dan pemadatannya,
perapian timbunan, pengujian kepadatan lapangan, dan kegiatan-kegiatan lain
yang berhubungan dengan pekerjaan timbunan tanah.
Pekerjaan timbunan tanah harus dilaksanakan sesuai dengan jalur, ukuran,
kemiringan lereng timbunan, elevasi (termasuk timbunan tambahan),
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar kerja. Kecuali ditentukan lain, Penyedia
Jasa harus menambah elevasi permukaan timbunan sebesar 5% dari ketinggian
timbunan yang ditunjukkan pada gambar kerja (sebagai timbunan tambahan).
Tanah bahan timbunan dapat berasal dari tanah hasil galian yang dinilai
cocok dan layak atau masih layak untuk digunakan sebagai bahan timbunan atau
berasal dari borrow pit.
Timbunan saluran dan timbunan tanggul sungai harus dibangun, sejauh
yang dapat dilakukan dengan layak, menggunakan material tanah impervius,
kecuali ditentukan lain oleh PPK. Material kasar yang cocok, sejauh yang dapat
dilakukan dengan layak dan disetujui PPK, digunakan untuk bahan timbunan jalan
atau di bahagian sisi luar timbunan saluran atau tanggul sungai.
18.8.2. JENIS TIMBUNAN TANAH
Pekerjaan timbunan tanah dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
18.8.2.1. TIMBUNAN TANAH (TANAH HASIL GALIAN)
Pekerjaan timbunan tanah (tanah hasil galian) adalah
pekerjaan timbunan tanah dengan bahan tanah timbun berasal dari
tanah hasil pekerjaan galian tanah di sekitarnya dan dari lokasi
penggaliannya.
18.8.2.2. TIMBUNAN TANAH DARI BORROW PIT (JARAK ANGKUT 1 3 KM)
Pekerjaan timbunan tanah dari borrow pit adalah pekerjaan
timbunan tanah dengan bahan tanah timbun berasal dari borrow pit,
yang didatangkan dengan jarak angkut sesuai dengan yang ditentukan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
18.8.2.3. TIMBUNAN TANAH DARI BORROW PIT DI LOKASI KERJA

191

Pekerjaan timbunan tanah dari borrow pit di lokasi kerja


adalah pekerjaan timbunan tanah dengan bahan tanah timbun berasal
dari borrow pit yang lokasinya berada di sisi lokasi penimbunan.
18.8.3. KEPADATAN TIMBUNAN TANAH
Kepadatan timbunan tanah dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :
a. Kepadatan tanah tidak kurang dari 95% kepadatan kering maksimum,
diperuntukkan bagi timbunan tanah pada badan jalan; pada saluran dan
tanggul yang sekaligus juga merupakan badan jalan inspeksi untuk kenderaan
roda 4 atau lebih; pada timbunan tanah yang menjadi pondasi bangunan; dan
menggunakan bahan tanah timbun yang berasal dari tanah hasil galian yang
cocok atau tanah dari borrow pit;
b. Kepadatan tanah tidak kurang dari 92% kepadatan kering maksimum,
diperuntukkan bagi timbunan tanah pada saluran dan tanggul yang tidak
diperuntukkan sebagai jalan inspeksi untuk kenderaan roda 4 atau lebih;
pada bangunan; pada timbunan tanah kembali, dan menggunakan bahan
tanah timbun yang berasal dari tanah hasil galian yang cocok atau tanah dari
borrow pit;
c. Kepadatan tanah tidak kurang dari 85% kepadatan kering maksimum,
diperuntukkan bagi timbunan tanah pada saluran dan tanggul yang tidak
diperuntukkan sebagai jalan inspeksi untuk kenderaan roda 4 atau lebih;
pada bangunan; dan menggunakan tanah bahan timbunan yang berasal
borrow pit di lokasi kerja yang disetujui PPK, dimana tanah yang menjadi
bahan timbunan bukanlah jenis tanah terseleksi.
18.8.4. PERSIAPAN, PENGHAMPARAN, DAN PEMADATAN TIMBUNAN TANAH
18.8.4.1.

PERCOBAAN TIMBUNAN TANAH


Sebelum Penyedia Jasa memulai pekerjaan timbunan tanah
pekerjaan permanen, ia harus melaksanakan percobaan timbunan
tanah dengan menggunakan bahan yang disetujui, dan peralatan serta
metode kerja yang diusulkan Penyedia Jasa, untuk menunjukkan
bahwa hal-hal yang diusulkan tersebut efektip, memenuhi spesifikasi,
dan dapat memuaskan Direksi Pekerjaan. Dimensi timbunan tanah
percobaan adalah lebar tidak kurang dari 10 m, panjang tidak kurang
dari 50 m, terdiri sedikitnya 3 (tiga) lapisan timbunan dimana
pengujian kepadatan dan kadar air harus dilakukan.
Berdasarkan hasil percobaan timbunan tanah, jenis dan
jumlah peralatan yang digunakan maka akan ditetapkan jumlah
minimum lintasan alat untuk pemadatan dan ketebalan lapisan
sebelum pemadatan. Ditentukan bahwa, penetapan hasil percobaan
timbunan tanah tersebut tidaklah menjadi melepaskan Penyedia Jasa
dari tanggungjawabnya untuk mendapatkan tingkat kepadatan yang
disyaratkan. Jika suatu saat material atau metode kerja berubah,
karena alasan apapun, maka Penyedia Jasa harus menyiapkan dan
melaksanakan kembali percobaan timbunan tanah.
Apabila percobaan timbunan tanah dilakukan di lokasi
pekerjaan permanen dan Direksi Pekerjaan puas dengan hasilnya
maka timbunan tanah percobaan tersebut harus diukur sebagai
192

pekerjaan timbunan tanah yang telah selesai. Apabila tidak memenuhi


syarat maka timbunan tanah percobaan tersebut harus disingkirkan
dengan biaya Penyedia Jasa.
Tidak ada pembayaran terpisah yang akan dilakukan untuk
percobaan timbunan tanah ini.
18.8.4.2.

PERSIAPAN PERMUKAAN TANAH DI BAWAH TIMBUNAN


Pertama-tama, tanah dibawah timbunan tanah harus
dibersihkan dan dikupas lapisan atas tanahnya (stripping) atau digali
sampai kedalaman yang ditunjukkan pada gambar kerja atau
sebagaimana arahan Direksi Pekerjaan.
Sebelum material lapis pertama timbunan tanah dihampar,
seluruh permukaan tanah di bawah timbunan tanah harus diluku /
dibajak sampai kedalaman tidak kurang dari 15 cm. Biaya meluku /
membajak tersebut dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan
pekerjaan timbunan tanah pada Daftar Kuantitas dan Harga.

18.8.4.3.

PENGHAMPARAN, PENGENDALIAN KADAR AIR, DAN PEMADATAN


TIMBUNAN TANAH
Sebelum memulai pekerjaan timbunan tanah, Penyedia Jasa
harus mendapatkan persetujuan PPK terlebih dahulu menyangkut
peralatan yang akan digunakan dan metode pelaksanaannya.
Sebelum material timbunan tanah dihampar, bila diperlukan,
permukaan tanah atau timbunan tanah harus dibuat bertangga
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diinstruksikan
Direksi Pekerjaan. Bila lereng juga dibuat bertangga maka, untuk
kepuasan Direksi Pekerjaan, haruslah dipersiapkan dengan membuang
seluruh permukaan vegetasi dan dibuat beranak tangga sehingga
timbunan tanah baru menjadi terkunci pada timbunan tanah lama.
Material timbunan tanah harus dihampar dalam lapisan
horizontal dan ketebalan setiap lapisan tidak lebih dari 30 cm, kecuali
ditentukan sesuai dengan hasil percobaan timbunan tanah atau sesuai
arahan Direksi Pekeraan
Timbunan tanah tidak boleh diperlebar dengan material lepas
yang dituang dari atas. Seluruh gumpalan atau bongkahan tanah liat
berat harus dipecah dengan cara diluku dan permukaannya harus
diratakan sebelum dimulainya pelaksanaan pemadatan.
Kadar air material timbunan tanah harus disetel dengan
pengkondisian yang cocok dengan toleransi + 3% sampai - 5 % dari
kadar air optimum, atau suatu toleransi yang ditentukan Direksi
Pekerjaan, tergantung pada karakteristik material., dan kemudian
dipadatkan sampai kepadatan yang ditentukan.
Lereng timbunan tanah yang akan menjadi berada di bawah
beton canal lining, setelah dirapikan, harus dipadatkan dengan alat
tamper mekanis atau cara lain yang disetujui.

193

18.8.5. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN


Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan timbunan tanah harus dibuat
dalam satuan meter kubik (m) tanah setelah padat, dimana kuantitasnya
dihitung antara garis yang ditentukan, kemiringan, elevasi dan dimensi
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar. Bila pelaksanaan timbunan
dilakukan dengan metode menimbun penuh terlebih dahulu dan setelah itu digali
kembali, maka volume tetap dihitung antara garis yang ditentukan, kemiringan,
elevasi dan dimensi sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar. Dalam hal
timbunan berada di atas pondasi lunak, yang terus mengalami penurunan akibat
konsolidasi tanah pondasi, maka kuantitasnya dihitung berdasarkan data hasil
survey yang dilakukan sebelum dan segera setelah pekerjaan timbunan tanah
selesai.
Pembayaran untuk setiap jenis pekerjaan timbunan tanah adalah :
a. Pembayaran untuk pekerjaan timbunan tanah (tanah hasil galian),
dilakukan menggunakan harga satuan item tersebut yang terdapat dalam
Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga tersebut harus dianggap termasuk
biaya untuk memindahkan tanah hasil galian dari lokasi penggalian atau dari
area stockpile sementara ke lokasi penimbunan yang berada di dekatnya,
termasuk biaya platform sementara untuk alat yang bekerja di atas tanah
lunak, dan biaya menghampar tanah lapis demi lapis, pengkondisian kadar air
tanah, pemadatan tanah, penggalian kembali dan membentuk dan merapikan
sebagaimana yang disyaratkan, termasuk seluruh biaya untuk pekerja, bahan,
peralatan Penyedia Jasa, perijinan, dan royalti.
b. Pembayaran untuk pekerjaan timbunan tanah dari borrow pit (jarak angkut
s.d. 1 3 Km),
dilakukan menggunakan harga satuan item tersebut yang terdapat dalam
Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga tersebut harus dianggap termasuk
semua biaya untuk penyediaan borrow pit, penebasan dan pembersihan,
pemindahan lapisan atas tanah dan pengembaliannya ke keadaan semula
setelah selesai, termasuk biaya penggalian di borrow pit, pemindahan,
pembuangan tanah, pengangkutan ke stockpile dan ke lokasi penimbunan
dengan total jaraknya sebagaimana dinyatakan pada item pembayaran,
termasuk biaya platform sementara untuk alat yang bekerja di atas tanah
lunak, dan biaya menghampar tanah lapis demi lapis, pengkondisian kadar air
tanah, pemadatan tanah, penggalian kembali dan membentuk dan merapikan
sebagaimana yang disyaratkan, termasuk seluruh biaya untuk pekerja, bahan,
peralatan Penyedia Jasa, perijinan, dan royalti.
c. Pembayaran untuk pekerjaan timbunan tanah dari borrow pit di lokasi kerja,
dilakukan menggunakan harga satuan item tersebut yang terdapat dalam
Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga tersebut harus dianggap termasuk
semua biaya untuk penyediaan borrow pit, penebasan dan pembersihan,
pemindahan lapisan atas tanah dan pengembaliannya ke keadaan semula
setelah selesai, termasuk biaya penggalian di borrow pit, untuk
memindahkan tanah hasil galian dari lokasi penggalian atau dari area
stockpile sementara ke lokasi penimbunan yang berada di dekatnya,
pembuangan tanah, termasuk biaya platform sementara untuk alat yang
bekerja di atas tanah lunak, dan biaya menghampar tanah lapis demi lapis,
pengkondisian kadar air tanah, pemadatan tanah, penggalian kembali dan
membentuk dan merapikan sebagaimana yang disyaratkan, termasuk seluruh
biaya untuk pekerja, bahan, peralatan Penyedia Jasa, perijinan, dan royalti.
194

18.9. TIMBUNAN TANAH KEMBALI


Pekerjaan timbunan tanah kembali harus dilaksanakan sebagaimana yang
ditunjukkan pada gambar atau sebagaimana yang diarahkan Direksi Pekerjaan. Timbunan
tanah kembali diklasifikasikan dalam 2 (dua) tipe, tergantung pada tujuannya, yaitu :
Tipe A : Timbunan tanah kembali untuk bangunan bendung, bangunan di sungai, di
saluran, di saluran drainase, dan lokasi lain yang ditentukan Direksi Pekerjaan,
dengan pemadatan dan kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi ini.
Tipe B : Timbunan tanah kembali tanpa kontrol pemadatan dan kepadatan, yang
digunakan untuk timbunan kembali pada saluran pengelak sementara atau
pada lokasi lain yang ditentukan Direksi Pekerjaan.
Penyedia Jasa, sebelum memulai pekerjaan timbunan tanah kembali, harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi Pekerjaan atas material dan metode
pelaksanaan yang akan digunakan.
Material yang digunakan untuk Tipe A haruslah material yang cocok, yang
diperoleh dari tanah hasil galian atau dari borrow pit atau dari borrowpit di lokasi kerja,
bila ditentukan lain dan disetujui Direksi Pekerjaan.
Material yang digunakan untuk Tipe B adalah material dari hasil galian saluran
pengelak itu sendiri atau dari lokasi lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Untuk timbunan tanah kembali Tipe A :
tebal setiap lapisan penghamparan tanah harus ditentukan berdasarkan percobaan
timbunan, yang akan tergantung pada sumber material, lokasi penimbunan dan tipe
alat pemadat yang digunakan. Bagaimanapun, tebal padat maksimum dari material
yang digunakan tidak boleh lebih dari 15 cm;
Kandungan air harus disetel pada kondisi yang sesuai dengan rentang + 3% ke 5% dari
kadar air optimum, atau suatu rentang sebagaimana yang ditentukan Direksi Pekerjaan
yang tergantung pada karakteristik material, dan selanjutnya dipadatkan;
Kecuali diinstruksikan lain oleh Direksi Pekerjaan, timbunan tanah kembali Tipe A
tidak boleh dimulai sampai setidaknya 14 hari setelah selesainya pekerjaan beton;
Tidak diijinkan untuk memadatkan timbunan tanah kembali dengan vibrator roller
untuk tanah yang berada sampai 0.5 m di atas permukaan beton, kecuali sebelumnya
telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
Material timbunan tanah kembali harus ditempatkan sedemikian rupa dalam upaya
menjamin tanah dapat dipadatkan dengan baik tanpa merusak bangunan.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran timbunan tanah kembali Tipe A harus dilakukan
dalam meter kubik (m3), yang dihitung sebagai kuantitas antara garis penggalian dengan
permukaan luar bangunan dengan elevasi muka tanah timbunan, sebagaimana yang
ditunjukkan dalam gambar.
Pembayaran untuk timbunan tanah kembali akan dilakukan dengan menggunakan
harga satuan yang sesuai yang terdapat dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga
tersebut harus sudah mencakup seluruh biaya untuk penggalian, pemindahan,
pengangkutan tanah, penghamparan, pengaturan kadar air tanah, pemadatan, perapian,
termasuk biaya untuk pekerja, bahan dan peralatan Penyedia Jasa, dan royalti.
Kecuali ditentukan lain dalam Kontrak, seluruh biaya pekerjaan timbunan tanah
kembali dianggap sudah termasuk dalam harga lump sum yang sesuai dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

195

18.10. GEBALAN RUMPUT


Pekerjaan gebalan rumput adalah penanaman rumpun rumput, bersama lapisan
tanah permukaan yang melekat di akarnya, ke tanah permukaan lereng timbunan atau
lereng galian atau permukaan timbunan tanah atau ke permukaan tanah sebagaimana
yang ditunjukkan dalam gambar.
Penyedia Jasa harus menyediakan rumput tersebut dalam bentuk rumpun, yang
diambil dari lokasi yang disetujui sebelumnya oleh Direksi Pekerjaan, mempunyai batang
dan akar yang sehat dan teba, bebas dari rumput liar dan tanaman yang tidak
diharapkan. Rumput harus dipotong lurus dan mempunyai setidaknya 5 cm tanah yang
melekat di akarnya pada waktu di angkat, dengan tinggi rumput tidak lebih dari 10 cm.
Dalam waktu 24 jam sejak dipotong, rumput harus sudah ditanam. Rumput harus
terletak dengan baik dan kuat. Untuk rumput yang ditanam di permukaan lereng maka
rumput diperkuat dengan menancapkan penusuk bambu atau kayu atau penusuk dari
material lain yang disetujui Direksi Pekerjaan. Bidang kosong antara rumput dengan
rumput harus juga diisi dengan tanah permukaan yang baik. Area yang baru ditanami
rumput harus segera dibasahi dan selanjutnya dibasahi setidaknya sekali dalam sehari.
Pemberian air dilakukan sampai rumput tersebut telah bertumbuh dengan baik.
Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk memelihara tanaman rumput
tersebut dengan menyianginya dari rumput liar atau tanaman lain, memotong,
mengganti tanaman yang mati, dan membasahinya sampai diterbitkannya Serah Terima
Kedua Pekerjaan.
Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran gebalan rumput dilakukan dalam meter kuadrat
(m2) rumput yang ditanam, dengan tahapan :

bila gebalan rumput telah ditanam maka diukur sebagai 50% permukaan tanah telah
ditanami rumput;

50% sisanya akan diukur bila rumput tersebut telah bertumbuh dengan baik dan
keseluruhan permukaan tanah tersebut telah ditutupi rumput dengan baik.
18.11. PERKERASAN JALAN INSPEKSI
18.12. RETAKAN TANAH
Bilamana terjadi retakan pada timbunan tanah atau lokasi lain yang ditentukan
oleh Direksi Pekerjaan maka Penyedia Jasa harus menutup retakan tersebut dengan
menuangkan air lempung, yaitu campuran tanah lempung / liat dengan air. Penyedia Jasa
harus terlebih dahulu membuat percobaan perbandingan campurannya dan
pengisiannya ke retakan untuk selanjutnya mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan.
Pada dasarnya air lempung dituang ke dalam retakan tanah sampai retakan
dipenuhi air lempung dan berikutnya dituang kembali setelah air lempung sebelumnya
telah menyerap seluruhnya di dalam retakan. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang
sampai retakan tertutup dengan endapan air lempung.
Tidak dilakukan pembayaran tersendiri untuk pekerjaan ini. Biaya yang dibutuhkan
untuk pekerjaan ini dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan timbunan tanah.

196

18.13. TOLERANSI PEKERJAAN TANAH


Toleransi dimensi untuk penyelesaian garis, kemiringan, dan formasi pekerjaan
tanah setelah perapian, kecuali ditentukan lain atau diinstruksikan oleh Direksi Pekerjaan
adalah :
Pekerjaan timbunan tanah,
o
elevasi dasar
- 5 cm dan + 0 cm
o
lebar dasar
- 0 cm dan + 5 cm
o
lebar atas
- 0 cm dan + > 0 cm
o
elevasi atas tanggul
- 0 cm
dan + 10 cm
o
alignment
+ 5 cm
o
kemiringan memanjang + 0.1%
Pekerjaan jalan,
o
permukaan jalan- 0 cm dan + 5 cm
o
lebar jalan
- 0 cm dan + 15 cm
o
alignment
+ 5 cm
Pekerjaan galian,
o
elevasi dasar
- 5 cm dan + 0 cm
18.14. PENGUJIAN BAHAN DAN PEKERJAAN
Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian bahan tanah timbun dan bahan
tanah timbunan kembali sebelum digunakan dan kontrol selama masa pelaksanaan,
dengan menggunakan alat laboratorium lapangan milik Penyedia Jasa atau dari
laboratorium independen yang disetujui PPK.
Penyedia Jasa juga harus melaksanakan Standard Cone Penetration Test pada
lokasi rencana bangunan yang tekanannya pada pondasi dinilai besar oleh PPK sehingga
dapat dipastikan kecocokan material pondasi bangunan sebelum pekerjaan dimulai.
Hasil semua pengujian material yang diajukan Penyedia Jasa untuk digunakan
dalam Pekerjaan harus disampaikan kepada PPK untuk dievaluasi dan disetujui sebelum
material tersebut digunakan dalam Pekerjaan.
Pengujian yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa, metode standar pengujian
yang akan digunakan dan frekwensi pengujian adalah sebagaimana diuraikan pada tabel
berikut atau pada saat tertentu sebagaimana yang ditentukan PPK.
Pengujian Untuk Pekerjaan Tanah
Standar
Nama Pengujian
Pengujian
Specific Gravity
ASTM C127
ASTM C 128
ASTM D 854
Natural Moisture
JIS 1203 atau
Content
ASTM ZD 221651
Liquid Limit
ASTM D423
Plastic Index
Moisture/Density
ASTM D2216
Relationship
Unconfined
JIS 1216

Nilai yang
Disyaratkan
> 15%
-

Frekwensi Pengujian
Sebelum bahan tanah
timbun digunakan
2. Sesudah dikerjakan,
setiap 50000 m3 atau
sekali setiap bulan
setiap perubahan lokasi
borrow pit
setiap ada perubahan
bahan tanah timbun
1.

197

Standar
Pengujian

Nama Pengujian

Nilai yang
Disyaratkan

Compression Test
Permeability Test
California Bearing
Ratio (CBR)

19.

AASHTO T193

Minimum
30% (for
road
metalling)

Cone Penetration Test AASHTO T206

Field Density Test

ASTM D1556

Field Moisture Test

ASTM D2216

> 95% MDD


> 92% MDD
> 85% MDD
OMC + 3%, 5%

Frekwensi Pengujian
Sebagaimana diperintah
Direksi Pekerjaan
1. Setiap 10 km panjang
subgrade atau setiap
seksi/bagian panjang jalan.
2. Perkerasan jalan :
untuk setiap sumber
material baru
paling sedikit sekali
sebulan.
Pada setiap dasar bangunan
berat, sebagaimana perintah
PPK
2 kali sehari (pagi, sore) pada
setiap lokasi pekerjaan, atau
setiap 250 m3 pekerjaan
rehabilitasi saluran, atau
sesuai perintah PPK

PEKERJAAN BETON
19.1. PEKERJAAN BETON
19.1.1.

MATERIAL BETON
Semua bahan yang digunakan pada pekerjaan beton harus memenuhi
persyaratan sebagaimana ditentukan berikut di bawah ini, dan Penyedia Jasa
harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan Pekerjaan terlebih dahulu
menyangkut bahan-bahan tersebut sebelum digunakan dalam Pekerjaan.
Penyedia Jasa harus menyimpan dan memindah-mindahkan material
tersebut (bila diperlukan) untuk maksud menjaga kualitas material sebelum
digunakan.
Material yang tidak memenuhi persyaratan di atas dan spesifikasi ini
akan ditolak oleh Direksi Pekerjaan dan Penyedia Jasa harus segera
mengeluarkan material tersebut dari lokasi pekerjaan atau lokasi
penyimpanan. Material yang ditolak tidak diijinkan digunakan dalam
Pekerjaan.
19.1.1.1. SEMEN
Semen yang digunakan adalah Semen Portland Biasa
produksi dalam negeri yang sesuai dengan ketentuan AASHTO M85
Tipe-1 dan mempunyai standar kualitas SNI.
Semen harus ditaruh dalam kantong kertas yang kuat dan
tahan terhadap bantingan dengan nama produsen, tipe semen,
bulan dan tahun produksi yang tercetak jelas pada kantong.
198

Segera setelah sampai di lokasi, semen harus disimpan di


gudang yang kering, terlindung dari air, berventilasi cukup, dengan
lantai yang ditinggikan dan diberi alas untuk mencegah terserapnya
air oleh semen yang berada di lapisan bawah. Semen yang sudah
menunjukkan tanda-tanda pengerasan, menggumpal atau lengket
harus ditolak dan tidak digunakan. Penyedia Jasa harus
menyampaikan metode pemindahan dan penyimpanan semen untuk
mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan.
Semen tidak boleh disimpan dalam bentuk tumpukan
dengan ketinggian lebih dari 13 kantong. Apabila semen tersebut
akan disimpan dalam waktu lebih dari 2 bulan maka tumpukan
kantong semen harus dibatasi tidak lebih dari 7 kantong. Semen
yang lebih dulu masuk harus digunakan lebih dulu dan semen yang
telah disimpan lebih dari 1 bulan pada musim hujan atau lebih dari 3
bulan pada musim kering, tidak boleh lagi digunakan.
19.1.1.2. AGREGAT BETON
Agregat beton harus bebas dari kotoran, bahan organik,
kandungan kimia atau bahan merusak lainnya dan harus padat, kuat,
dan tahan lama.
Penyedia Jasa harus mempersiapkan stockpile yang
berdrainase baik, terpisah antara agregat kasar dan agregat halus,
baik di lokasi sumbernya atau di lokasi stockpile lapangan, dan upaya
yang sesuai harus dilakukan untuk mencegah terkontaminasi dengan
agregat lain atau benda asing. Agregat dari sumber yang berbeda
atau berbeda gradasi tidak boleh ditempatkan pada stockpile yang
sama. Penyimpanan dan pemindahan agregat tersebut harus
dilakukan tanpa mengakibatkan terjadinya segregasi.
Pada lokasi kerja di Lapangan dimana agregat dalam jumlah
kecil akan ditempatkan sementara, seperti pada pekerjaan saluran
pasangan dan bangunan kecil, maka Penyedia Jasa harus meletakkan
agregat tersebut tanpa tercecer ke atas alas atau platform kayu agar
tidak terkontaminasi dengan tanah dasar.
19.1.1.2.1. AGREGAT KASAR
Agregat kasar harus mengandung dari bahan
yang bersih, kuat, berdaya tahan, yang diproduksi oleh
pemecah batu (stone crusher) atau berasal dari kerikil
sungai alam yang memenuhi persyaratan atau yang
disaring.
Ukuran maksimum nominal butiran agregat
kasar secara umum tidak boleh melebihi 40 mm, tetapi
untuk struktur pra-cetak atau bilamana terdapat
banyak tulangan beton di dalamnya atau bilamana
diinstruksikan oleh Direksi Pekerjaan maka digunakan
butiran agregat kasar dengan ukuran nominal tidak
lebih dari 20 mm. Gradasi agregat kasar adalah
sebagaimana ditentukan pada tabel berikut dan analisa
ayakan harus dilaksanakan sesuai dengan AASHTO T.27.
199

Ukuran
Saringan
(mm)
50
40
25
20
10
5
2.5

Persen lolos (%), berdasarkan berat


Ukuran nominal
Ukuran nominal
40 mm
20 mm
100
95~100
*
100
35~70
90~100
10~30
20~55
0~5
0~10
0~5

Ambang batas kandungan partikel yang berpengaruh


buruk pada beton harus memenuhi ketentuan sbb:
Item Pengujian
Bongkahan tanah, sesuai AASHTO
T 112
Kehilangan saat diuji sesuai
AASHTO T 112
Persentase material yang berat
jenisnya kurang dari 1.95

Nilai
Maksimum
(%)
0.25
1.0
1.0

Sifat fisik agregat kasar harus memenuhi ketentuan :


Karakteristik dan Standar
Nilai yang diijinkan
Pengujian
Berat jenis, menurut
Lebih dari 2,55
AASHTO T 85
Kehilangan akibat abrasi,
Kurang dari 30%
menurut AASHTO T 96
Kehilangan (soundness),
Kurang dari 12%
menurut AASHTO T 104
19.1.1.2.2. AGREGAT HALUS
Agregat halus harus berupa pasir hasil
pemecahan batu alam atau berasal dari pasir sungai
atau pasir hasil galian, berbentuk tajam, padat, keras,
berdaya tahan, bebas kotoran, bahan organik atau
material lain yang mengganggu / merusak beton.
Gradasi agregat halus harus sebagaimana
yang ditentukan dalam tabel berikut dan analisa ayakan
harus dilakukan sesuai dengan AASHTO T 27.
Ukuran Saringan
(mm)

Persentase Lolos
Berdasarkan Berat
(%)
200

Ukuran Saringan
(mm)
10
5
2,50
1,20
0,60
0,30
0,15

Persentase Lolos
Berdasarkan Berat
(%)
100
90 ~ 100
80 ~ 100
50 ~ 90
25 ~ 65
10 ~ 35
2 ~ 10

Bila fineness modulus dari agregat halus


(modulus kehalusan butiran) menunjukkan variasi lebih
dari 0.20 bila dibandingkan dengan nilainya bila
perbandingan material beton telah ditentukan, maka
perbandingan material tersebut harus dimodifikasi.
Untuk setiap pertambahan variasi fineness modulus +
0.10 maka kandungan pasir dalam beton harus
disesuaikan dengan + 0.50% beratnya.
Kandungan unsur yang merusak harus tidak
lebih dari nilai-nilai berikut :

Uji laboratorium
Gumpalan tanah, menurut AASHTO T
112
Kehilangan bila diuji sesuai AASHTO T
112
Persen agregat dengan berat jenis
kurang dari 1.95

Nilai
Maksimu
m
(%)
1,0
3,0
1.0

Sifat pisik agregat halus harus memenuhi ketentuan:


Karakteristik dan Standar
Pengujian
Berat jenis, menurut
AASHTO T 84
Penyerapan air, menurut
AASHTO 84
Kehilangan akibat abrasi,
menurut AASHTO T 96
Kehilangan (soundness),
menurut AASHTO T 104

Nilai yang diijinkan


Lebih dari 2,55
Kurang dari 3.0%
Kurang dari 30%
Kurang dari 10%

19.1.1.3. AIR PENCAMPUR

201

Air yang digunakan untuk pekerjaan beton harus yang


disetujui oleh Direksi Pekerjaan dan harus dari kualitas air untuk
dapat diminum dan bebas dari minyak, asam, garam, bahan organik
atau unsur yang merusak lainnya yang dapat berdampak merugikan
kualitas beton.
Bila diperlukan oleh Direksi Pekerjaan, kualitas air
pencampur harus dikonfirmasi sesuai dengan standar menurut ASTM
C70 atau JIS yang sesuai.
19.1.1.4. BAHAN KIMIA TAMBAHAN (ADMIXTURE)
Penggunaan bahan kimia tambahan (admixture) tidak akan
diijinkan bila tidak ada persetujuan terlebih dahulu dari Direksi
Pekerjaan dan, bagaimanapun juga, tidak diijinkan penggunaan
bahan kimia tambahan yang dapat mengakibatkan korosif.
Bahan kimia tambahan harus memenuhi persyaratan :
a. Air-entraining admixture harus sesuai dengan ASTM C260 atau
JIS A 6204;
b. Water reducing admixture harus sesuai dengan ASTM C260 atau
JIS A 6204.
Penggunaan bahan kimia tambahan seperti air-entraining
admixtures, water reducing admixtures, super plasticizer, set
accelerator dan retarder dan sejenisnya harus, dari waktu ke waktu,
diarahkan oleh Direksi Pekerjaan, sesuai dengan kebutuhan dan
penyesuaian lapangan. Dalam hal tersebut di atas, biaya untuk
penyediaan bahan kimia tambahan tersebut sepenuhnya disediakan
oleh Penyedia Jasa. Dalam hal percobaan campuran beton yang
diminta oleh Direksi Pekerjaan untuk mengaplikasikan bahan kimia
tambahan tersebut maka Penyedia Jasa harus melaksanakan
percobaan tersebut dengan biayanya sendiri.
19.1.2.

CAMPURAN BETON
19.1.2.1.

PERCOBAAN DAN PERBANDINGAN CAMPURAN


Sebelum dimulainya pekerjaan beton, dan setelah
disetujuinya seluruh bahan beton, Penyedia Jasa harus membuat
dan menguji, dibawah perintah Direksi Pekerjaan, percobaan seluruh
tipe campuran beton yang akan digunakan dalam Pekerjaan.
Percobaan cmpuran harus menunjukkan bahwa campuran
mempunyai workability yang cukup dan tidak terjadi segregasi
campuran beton sewaktu diangkut dan dituangkan. Kandungan
semen pada campuran beton harus minimum agar dapat
menghasilkan beton dengan tegangan yang sesuai, workability dan
daya tahan yang sesuai.
Penyedia Jasa harus menyampaikan seluruh pengujian
campuran percobaan, termasuk perandingan campuran dan hasil
pengujian tegangan tekan pada 7 hari, 14 hari, dan 28 hari, untuk
dinilai dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Berdasarkan hasil percobaan campuran dan pelaksanaan
pengujiannya maka Penyedia Jasa akan menentukan perbandingan
202

campuran dari setiap tipe beton. Setiap saat, Direksi Pekerjaan dapat
memodifikasi perbandingan campuran tersebut untuk mendapatkan
beton dengan berat jenis maksimum, workability, konsistensi, dan
tegangan dengan rasio air terhadap semen yang minimum.
Perbandingan campuran, setelah disetujui Direksi Pekerjaan,
harus dikonversi menjadi perbandingan bahan di lapangan. Agregat
dan semen harus diukur dalam berat dan air pencampur beserta
bahan aditif harus diukur dalam volume.
Beton yang digunakan dalam Pekerjaan akan diklasifikasikan
oleh tegangan tekan 28 harinya, yang ditentukan dari pembuatan
dan pemecahan sampel kubus ukuran 15 cm dan sampel silinder
diameter 15 cm dan panjang 30 cm sesuai dengan AASHTO T22 dan
AASHTO T23. Pengklasifikasian beton adalah sebagaimana diuraikan
di bawah ini.

Tipe
Beton

K.450
K.400
K.350
K.300
K.300
Shootcre
te
K.225
precast,
fibre

Tegangan
Tekan Umur
Kandun
Ukuran
28 hari
Maks.
g an
Maks.
(kg/cm2)
Rasio air Semen
Agregat
/ semen
(+
Silinder
(mm)
Kubus
kg/m)
15x30
15 cm
cm
450
400
0,40
420
400
330
20
0,45
400
350
290
20
0,45
365
300
250
20
0,60
350

Nilai
Slum
p
(cm)

2~5
2~5
2~5

300

250

15

0,35 ~
0,50

400

2~5

260

225

20

0.55

330

5~
12

K.225

260

225

40

0.55

330

K.175
precast,
fibre

5~
12

200

175

20

0.60

300

5~
12

K.175

200

175

40

0.60

300

K.125

145

125

40

0.60

250

K.100

115

100

20

0.70

200

5~
12
5 ~ 7.5
5~
10

Nilai slump dari campuran beton harus serendah yang


memungkinkan untuk dapat dipadatkan dengan alat yang disetujui.
Penambahan air untuk mengimbangi pengerasan beton sebelum
pengecoran tidak akan diijinkan.
Apabila tidak ditunjukkan dalam Gambar atau tidak
diinstruksikan Direksi Pekerjaan maka penggunaan beton adalah
sesuai dengan klasifikasi beton sebagai berikut di bawah ini.
203

Concrete
Classification
K.450
K.450
K.350
K.300
K.225
K.175
K.125
K.100

Location in the Works


Balok beton pracetak pratekan
Beton pratekan untuk balok jembatan atau beton
pracetak sesuai dengan gambar atau perintah
Direksi Pekerjaan
Beton pratekan untuk lantai jembatan atau sesuai
dengan gambar atau perintah Direksi Pekerjaan
Shotcrete
Lantai dan balok jembatan, beton pracetak
Lantai landasan, abutment dan pier, tembok
penahan, concrete block, flume, culvert, lainnya
selain lantai dan balok jembatan, canal lining
Beton masif
Lean concrete dan beton lantai kerja

19.1.2.2. CONCRETE BATCHING PLANT


Lokasi mesin pengumpul dan pengaduk beton secara
terpusat harus direkomendasi oleh Direksi Pekerjaan. Sebelum
mesin didirikan, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi
Pekerjaan, untuk persetujuan, usulan rencananya untuk menyimpan
agregat dan pengumpul serta pengaduk beton. Penyedia Jasa juga
harus menyampaikan detail tipe dari pengaduk dan mesin yang
digunakan, dan usulannya untuk membawa campuran beton dari
pencampur ke titik penuangan.
Mesin pengumpul harus termasuk penampung yang terpisah
untuk semen, agregat halus dan untuk setiap ukuran agregat kasar,
alat pengumpul yang dilengkapi timbangan dan skala yang mampu
menentukan dengan akurat berat setiap komponen tumpukan.
Agregat dan semen harus disatukan dengan berat dan air
diukur dengan volume kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan.
Alat penimbang agregat dan pengukur air harus dijaga tetap akurat
dan dalam keadaan baik saat digunakan untuk Pekerjaan dan
diperiksa sebagaimana dibutuhkan oleh Direksi Pekerjaan untuk
menentukan bahwa alat tersebut teregister dengan benar. Material
harus disatukan dengan rencana adukan yang disetujui dalam
toleransi sebagai berikut :

Semen
+ 2%

Agregat halus
+ 2%

Agregat kasar
+ 3%

Air pencampur
+ 1%

Admixture + 1%
Penyedia Jasa harus menyediakan alat penguji berat dan
alat bantu lainnya yang diperlukan untuk memeriksa keakuratan
skala. Setiap bulannya, seluruh skala dan alat pengukur harus diuji
keakurasiannya oleh Penyedia Jasa dan oleh teknisi pembuatnya
yang disetujui setiap 6 bulan.

204

19.1.2.3. CONCRETE BATCHING


Tipe mesin pengaduk yang disetujui harus mempunyai
sebuah drum berputar kira-kira horizontal atau miring dan harus
dijaga setiap saat tetap bersih dan dalam kondisi baik. Drum harus
berputar pada kecepatan yang cukup sebagaimana yang disetujui
Direksi Pekerjaan. Pengaduk tanpa henti tidaklah diijinkan.
Kira-kira 10% dari air yang dibutuhkan untuk penyatuan
harus dimasukkan ke dalam drum lebih dulu dari semen dan agregat,
dan sisanya harus ditambahkan bertahap sewaktu drum berputar
sehingga seluruh air telah berada dalam drum pada akhir saat
seperempat waktu pengadukan. Beton harus diaduk sampai
diperoleh adukan dengan warna dan kekentalan yang seragam.
Untuk adukan dengan kapasitas 750 liter atau kurng, pengadukan
harus berlangsung tanpa henti sedikitnya 1.5 menit setelah seluruh
air ditambahkan. Untuk setiap pertambahan kapasitas 500 liter atau
kelipatannya, waktu minimum pengadukan harus ditambah sebesar
15 detik.
Jumlah adukan beton dalam satu pengumpul tidak boleh
lebih dari kapasitas pengaduk. Keseluruhan campuran harus
dipindahkan sebelum material baru dimasukkan ke dalam drum.
Pada penghentian pekerjaan, termasuk penyetopan yang lebih dari
20 menit, maka alat pengaduk dan seluruh alat pemindah harus
dicuci dengan air bersih. Sebelum beton baru diaduk maka setiap
sisa beton lama harus dibersihkan keluar terlebih dahulu dengan
memutarkan agregat bersih dan air di dalam drum.
Penyedia Jasa harus memeriksa pengaduk setiap hari atas
kerusakan pemakaian mata pisau atau akumulasi penumpukan
beton keras dan memperbaiki atau membersihkannya bila
diperlukan.
19.1.2.4. TRUK PENGADUK
Bila disetujui oleh Direksi Pekerjaan, material untuk beton
dapat diaduk dalam sebuah truk pengaduk. Drum di atas truk
pengaduk yang disetujui harus berputar pada kecepatan yang
direkomendasikan oleh pembuatnya.
Pelaksanaan pengadukan harus dimulai dalam 30 menit
setelah semen dan agregat memasuki pengaduk, dan beton harus
dibawa ke lokasi pekerjaan dan dituangkan seluruhnya dalam waktu
1 jam setelah dimasukkannya air pengaduk.
19.1.2.5. PENGADUKAN BETON MENGGUNAKAN PORTABLE MECHANICAL
MIXER (MOLEN)
Pengadukan beton dengan tangan (manual) tidak diijinkan
kecuali karena kondisi lapangan membuatnya menjadi tidak
memungkinkan dan itupun hanya untuk beton dengan volume kecil
dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan.
Bila karena kondisi lapangan atau karena metode kerja
Penyedia Jasa hanya melaksanakan pengadukan beton untuk volume
205

kecil maka pengadukan beton dapat dilakukan menggunakan mesin


pengaduk portable dengan persetujuan Direksi Pekerjaan terlebih
dahulu.
Agregat, semen dan air harus digabungkan dengan akurat
secara volume dan Penyedia Jasa harus menyediakan, dan
mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan, kotak / kantong
pengukur yang cocok dan kuat pada setiap penggunaan mesin
pengaduk portable.
Sekitar 10% dari kebutuhan air (untuk suatu penggabungan)
harus dimasukkan ke dalam drum mendahului semen dan agregat,
dan sisa air harus dimasukkan secara bertahap saat drum sedang
berputar hingga pada akhir menit pertama dari waktu pengadukan,
seluruh air telah berada dalam drum. Beton harus diaduk sampai
diperoleh adukan yang warna dan kekentalannya seragam. Waktu
pengadukan optimum untuk beton harus ditentukan berdasarkan
pengujian, akan tetapi waktu pengadukan tersebut tidak boleh
kurang dari 3 menit.
Penyedia Jasa harus menjamin bahwa pengawas / mandor
dan pekerjanya telah dilatih dan diinstruksikan untuk mampu
memproduksi beton dengan mesin pengaduk portable dan dapat
dengan konsisten memenuhi kebutuhan spesifikasi ini.
19.1.3.

PENGANGKUTAN DAN PENUANGAN / PENGECORAN BETON


19.1.3.1. UMUM
Sebelum pekerjaan pengecoran beton pada Pekerjaan
Permanen dilaksanakan, Penyedia Jasa harus menyampaikan
Metode Kerja secara detail kepada Direksi Pekerjaan yang
menjelaskan seluruh kegiatan pekerjaan beton, jalan masuk ke dan
sekitar area kerja, material, peralatan dan pekerja yang akan
digunakan, metode dan urut-urutan pengecoran, penggetaran /
pemadatan dan perawatan beton serta rencana pelaksanaan
pengujian untuk dievaluasi, dikomentari atau disetujui. Tidak
diijinkan melaksanakan pekerjaan pengecoran sampai Metode Kerja
tersebut disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Sebagai tambahan, tidak diijinkan memulai pelaksanaan
pembetonan sebelum Direksi Pekerjaan melakukan pemeriksaan
setiap pekerjaan galian, cetakan beton, penulangan atau angker dan
menyetujuinya. Penyedia Jasa harus menyediakan jalan masuk untuk
pemeriksaan tersebut.
Segera setelah pengadukan, beton harus diangkut ke tempat
penuangannya dengan metode yang dapat memastikan kontinuitas
pengiriman beton, mencegah pemisahan, kehilangan atau
kontaminasi dan menjamin bahwa beton mudah dikerjakan pada
saat penuangan pada titiknya. Seluruh beton harus sudah dituang
dan dipadatkan dalam waktu 1 jam sejak diaduk, dan tidak ada beton
yang sudah mengeras sebahagian digunakan dalam Pekerjaan.
19.1.3.2. PEMBATASAN KARENA CUACA

206

Beton tidak boleh dituang / dicor pada saat hujan. Bila hujan
datang, atau akan turun selama pelaksanaan pembetonan,
pekerjaan harus dihentikan dan suatu persambungan konstruksi
harus dibentuk dan perawatan beton yang sudah dituang dan
diselesaikan harus dimulai. Dalam hal penghentian pekerjaan beton
setelah datangnya hujan, permukaan beton yang masih basah
tersebut, yang sedang dalam proses pengerasan, harus ditutupi
dengan baik dengan lembaran penutup dan dilindungi dengan cara
yang sesuai yang disetujui Direksi Pekerjaan dalam upaya untuk
mencegah hilangnya semen atau terjadinya sarang tawon pada
permukaan beton akibat curah hujan tersebut, dan mencegah
terjadinya kerusakan akibat curah hujan dan aliran air
permukaannya.
Bila beton dituang pada saat cuaca yang dapat
mengakibatkan suhu beton melebihi 320C maka Penyedia Jasa harus
melakukan upaya yang efektip, seperti mendinginkan agregat dan air
pencampur terlebih dahulu, memayungi area kerja atau
melaksanakan pengecoran pada malam hari dalam upaya untuk
menjaga temperatur beton tetap berada di bawah 32 0C.
Bila kualitas beton, dinilai oleh Direksi Pekerjaan, menjadi
menurun akibat pengabaian persyaratan di atas atau karena
keteledoran Penyedia Jasa atau alasan lain, Penyedia Jasa harus,
dengan biayanya sendiri, membongkar dan membuang beton
tersebut dan menggantinya kembali dengan mengikuti persyaratan
sehingga memuaskan Direksi Pekerjaan.
19.1.3.3. PENYIAPAN PONDASI UNTUK BANGUNAN DAN LINING SALURAN
Sebelum menuangkan beton ke atas pondasi atau galian
yang telah disiapkan, Peyedia Jasa harus membersihkan semua
permukaan berminyak, cat, tanah lepas atau lunak, lumpur, pecahan
dan genangan air hingga memuaskan Direksi Pekerjaan, dan harus
menjaga permukaan tersebut tetap kering dan bebas dari genangan
air selama proses pengecoran. Tidak boleh ada beton yang dituang
sebelum Direksi Pekerjaan memeriksa dan menyetujui galian
tersebut.
Apabila ditunjukkan dalam Gambar, suatu lapisan beton
lantai kerja harus dituangkan sebagai persiapan untuk pekerjaan
struktur.
Bila beton yang baru akan ditempatkan di atas batu maka
permukaan batu harus dikasarkan terlebih dahulu untuk
mendapatkan mengikatan yang kuat, dibersihkan, dicuci dari
material lepas dan permukaannya harus diberi mortar. Mortar harus
mempunyai rasio pasir / semen yang sama dan harus termasuk
kuantitas yang sama dari bahan kimia tambahan per-m3
sebagaimana yang digunakan dalam beton. Tidak ada mortar yang
perlu dituang untuk pondasi di atas lantai kerja atau proteksi pondasi
lainnya.
Bila beton akan dituang ke beton lama atau pekerjaan
pasangan batu maka permukaan dari beton lama atau pasangan
batu harus dikasarkan dan dibersihkan dengan sikat baja atau sesuai
207

dengan arahan Direksi Pekerjaan, dan harus dibersihkan dari semua


benda-benda lepas, lumpur, tanah atau material yang merugikan.
Segera sebelum penuangan beton, permukaan yang sudah
dibersihkan harus segera dibasahi dengan air bersih.
Bila beton akan dituangkan ke sisi lereng maka lereng
tersebut harus dirapikan sesuai dengan garis, ketinggian dan dimensi
yang ditunjukkan dalam Gambar. Perapian harus dilakukan dengan
hati-hati sehingga dapat dihindari penggalian yang berlebih dan
untuk mencegah terlepasnya lapisan tanah dasar.
Permukaan tanah timbunan yang akan dicor dengan beton
harus dipadatkan terlebih dahulu dengan baik dan setiap material
yang terlepas harus dibuang. Apabila diinstruksikan oleh Direksi
Pekerjaan maka Penyedia Jasa harus menutup setiap rongga dengan
material yang cocok dan dipadatkan sesuai spesifikasi, dengan
menggunakan peralatan yang sesuai yang disetujui Direksi
Pekerjaan.
Seluruh weep holes (lubang rembesan), underdrains dan
flap valves harus dipasang sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar
dan sebagaimana spesifikasinya sebelum pengecoran beton
dilaksanakan.
Segera sebelum pengecoran beton, seluruh permukaan
tanah harus dibasahi dengan air untuk maksud mengurangi
kehilangan air dari adukan beton.
19.1.3.4. PENUANGAN / PENGECORAN ADUKAN BETON
Sebelum beton dituangkan ke dalam cetakan beton maka
segala kotoran, debu, paku, kawat, batu lepas atau puing lainnya
harus dibuang dan permukaan cetakan harus dilapisi dengan bahan
pelepas atau dibasahi dengan air secukupnya.
Adukan beton harus dituang sedekat mungkin ke lokasi
akhirnya untuk menghindari segregasi beton atau pergeseran
tulangan, cetakan atau angker dan dituangkan membentuk lapisan
horizontal dengan tebal padat tidak lebih dari 30 cm. Penuangan
harus dilakukan menerus antara persambungan konstruksi yang
ditentukan atau yang disetujui.
Beton dapat dituang dengan menggunakan talang miring,
kantong dengan dasar dapat dibuka atau pompa, tetapi dengan
tinggi jatuh tidak lebih dari 1 m. Bila pelaksanaan pengecoran
membutuhkan tinggi jatuh lebih dari 1.5 m maka pengecoran harus
dilakukan melalui pipa besi atau pipa jenis lain yang disetujui. Pipa
harus dijaga tetap penuh dengan beton selama pengecoran dan
ujung bawahnya harus dijaga tetap tertanam dalam beton cor yang
baru.
Bila dibutuhkan kemiringan yang tajam maka talang harus
dilengkapi dengan papan penahan atau dalam dengan talang yang
pendek-pendek yang dapat membalikkan arah pergerakan adukan.
Pengecoran beton menggunakan pompa akan diijinkan bila
disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Alat harus diatur sehingga tidak ada
getaran yang dapat mengakibatkan rusaknya beton yang baru
dituang. Bila beton dialirkan dan dituangkan dengan penggunaan
208

tekanan mekanis maka alat tersebut haruslah yang sesuai dan


dengan kapasitas yang cukup untuk pekerjaan. Pengoperasian
pompa harus sedemikian sehingga aliran beton kontinu tanpa
menimbulkan kantong udara. Beton tidak boleh dituangkan atau
bersentuhan dengan genangan atau aliran air, dan setiap ada
kumpulan air selama pelaksanaan pengecoran harus dibuang.
Adukan beton tidak boleh dituangkan pada beton yang telah
ada diposisinya selama 30 menit atau lebih kecuali pada suatu
bentuk persambungan konstruksi. Bila suatu penghentian
pelaksanaan pembetonan dihentikan karena suatu alasan maka
suatu persambungan konstruksi harus dibuat, apakah dalam arah
horizontal maupun vertikal sebagaimana yang dibutuhkan,
melengkapinya dengan pengunci untuk menahan geser, dan dowels
(pasak) untuk membentuk ikatan, sebagaimana arahan Direksi
Pekerjaan. Sebelum pengecoran dilanjutkan, permukaan beton harus
dikasarkan untuk membuang seluruh semen dan agregat yang
terbongkar dan permukaan beton harus dibasahi dengan air.
Dalam hal kesulitan pengerjaan pengecoran karena kecilnya
jarak batang tulangan dan banyaknya material angker, tipisnya
ketebalan beton dan sejenisnya maka, sebagaimana pertimbangan
atau arahan Direksi Pekerjaan, atas biayanya sendiri, Penyedia Jasa
harus menyediakan superplasticizer untuk menambah likuiditas dari
beton. Sebelum penggunaan superplasticizer tersebut maka
Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Direksi Pekerjaan detail
dari superplasticizer tersebut termasuk spesifikasi, cara
penggunaannya, tingkatan manfaatnya, unsur-unsurnya dan
sejenisnya untuk mendapat persetujuan.
Kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan maka,
untuk meningkatkan kemudahan pelaksanaan dan untuk
meningkatkan kekedapan air, Penyedia Jasa harus menggunakan airentraining admixtures (AE admixtures) pada pengecoran lining
saluran dengan biaya Penyedia Jasa sendiri. Sebelum penggunaan
air-entraining admixtures tersebut, Penyedia Jasa harus
menyampaikan kepada Direksi Pekerjaan detail dari air-entraining
admixtures tersebut termasuk spesifikasi, cara penggunaan,
tingkatan penggunaan, unsur-unsurnya dan sejenisnya untuk
mendapat persetujuan.
19.1.4.

PENGGETARAN DAN PEMADATAN BETON


Beton harus dipadatkan dengan alat tusuk penggetar (poker vibrator)
mekanikal atau elektrikal dari tipe yang disetujui Direksi Pekerjaan. Alat tusuk
penggetar harus mempunyai diameter yang sesuai dengan jarak besi tulangan,
harus mempunyai frekwensi yang cukup dan harus ditangani oleh personil
yang berpengalaman.
Beton harus dipadatkan dengan hati-hati dan kontinu serta dikerjakan
di sekitar besi tulangan dan angker dan ke sudut-sudut cetakan sehingga beton
akan menjadi melekat dengan baik pada besi tulangan dan bebas dari sarang
tawon. Penggetaran beton yang berlebihan yang dilakukan pada cetakan tidak
diijinkan.

209

Tusuk penggetar harus dibenamkan dengan interval yang teratur


dengan jarak 10 kali diameter penggetar dan pada suatu kedalaman sehingga
beton baru akan menyatu dengan beton sebelumnya. Setiap benaman harus
menerus sampai segera setelah munculnya balon udara di permukaan beton,
tetapi harus tidak lebih dari 30 detik. Penggetar harus dicabut berangsurangsur dan vertikal untuk menjamin tidak terbentuknya kantong udara.
Perhatian harus diberikan untuk menghindari kontak dengan, dan pergeseran
dari, tulangan dan cetakan atau mengganggu beton yang baru mulai mengeras.
Dalam setiap keadaan, alat penggetar tidak boleh menyentuh tulangan.
Penyedia Jasa harus menyediakan vibrator stand-by selama
pelaksanaan pengecoran, dan tanpa ada penggetar stand-by maka Direksi
Pekerjaan dapat menghentikan pekerjaan penuangan beton. Keterlambatan
pekerjaan akibat kesalahan pengaturan Penyedia Jasa ini harus menjadi
tanggungjawab Penyedia Jasa untuk kembali mengejar progres pekerjaan.
Beton yang ditempatkan sebagai lining saluran harus dipadatkan untuk
mendapatkan tegangan dan kepadatan yang ditentukan tidak kurang 98% dari
yang didapat dalam percobaan campuran dengan tipe yang sama. Perhatian
khusus harus diberikan di sepanjang sudut lining untuk memastikan bahwa
beton telah dipadatkan dengan baik.
Pemadatan beton pada lining saluran harus dicapai apakah dengan
menggunakan kepingan plat penggetar mekanikal dari arah luar atau kepingan
plat pelantak / pemukul manual. Alat dan metode pemadatan Penyedia Jasa
harus disetujui Direksi Pekerjaan.
Beton lining saluran tidak boleh dipadatkan dengan menggunakan
tusuk penggetar ke bahagian dalam beton.
19.1.5.

PERCOBAAN PENGERJAAN BETON LINING SALURAN


Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan beton lining saluran maka
Penyedia Jasa harus terlebih dahulu membuat setidaknya 4 panel lining pada
sisi lereng dan 2 panel lining pada sisi dasar, dengn menggunakan bahan dan
peralatan serta metode kerja yang telah disetujui, untuk menunjukkan bahwa
hasilnya memenuhi syarat dan memuaskan Direksi Pekerjaan.
Apabila diperlukan, Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia
Jasa untuk melakukan uji tekan pada setidaknya 1 bh silinder beton
berdiameter 100 mm, yang diambil (dibor) dari panel percobaan, dengan
mengacu pada ASTM C42.
Berdasarkan hasil percobaan pengerjaan tersebut, Direksi Pekerjaan
dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk merubah metode kerjanya,
merubah alat atau mengganti pekerja agar dapat memenuhi persyaratan, serta
melakukan percobaan pengerjaan kembali. Ditentukan bahwa setiap
perubahan yang diperintahkan Direksi Pekerjaan tidak membebaskan Penyedia
Jasa dari tanggungjawabnya menurut Kontrak.

19.1.6.

PERAWATAN (CURING) BETON


Seluruh beton yang baru dituang harus dirawat. Perawatan harus
dimulai segera setelah pengecoran dan harus terus berlangsung sekurangkurangnya selama 7 hari. Perawatan harus dilakukan sehingga beton tetap
dalam keadaan lembab / basah. Perawatan beton yang tidak sesuai akan
dianggap tidak efektip dan Direksi Pekerjaan akan menghentikan seluruh
210

pelaksanaan penuangan beton yang dilaksanakan Penyedia Jasa sampai


prosedur perawatan beton yang sesuai telah dilaksanakan.
Perawatan beton harus menjadi satu kesatuan kegiatan dari
pelaksanaan pembetonan.
Permukaan cetakan beton yang terbuat dari kayu harus selalu dibasahi
dengan air agar tidak kering selama masa perawatan. Cetakan besi yang
terkena sinar matahari harus diberi naungan, dicat putih atau dilindungi
selama periode perawatan. Bila cetakan dibuka sebelum 7 hari maka harus
dilaksanakan prosedur perawatan yang disetujui dan harus terus dilaksanakan
oleh Penyedia Jasa sampai berakhirnya hari ke-7 periode perawatan.
Penyedia Jasa harus mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan
menyangkut metode perawatan termasuk bahan perawatan beton yang akan
digunakan, dan memiliki ketersediaan bahan perawat beton di lapangan
sebelum dimulainya pekerjaan pebetonan.
Perawatan dengan pembasahan dapat dilakukan dengan cara
menggenangi permukaan beton dengan air atau dengan memercikkan air
(sprinkling). Selimut penutup seperti lembaran goni harus digunakan untuk
menahan air yang telah diberikan. Selimut penutup harus diletakkan sesegera
mungkin setelah selesainya penuangan beton. Selimut penutup harus dijaga
tetap basah selama 7 hari periode perawatan.
Penggunaan serbuk gergaji tidak diijinkan. Penutupan yang dapat
mengakibatkan perubahan warna beton tidak diijinkan.
Metode yang menjadikan beton kadang kala basah dan kadang kala
kering dianggap sebagai prosedur perawatan yang tidak sesuai.
Bila Direksi Pekerjaan menyetujui, dapat digunakan bahan perawatan
beton (curing compound) berupa membran cair yang sesuai dengan AASHTO
M148 Tipe 2 sebagai bahan perawatan pada beton struktur dan beton lining
mulai dari awal sampai akhir perawatan.
Apabila pada masa perawatan terjadi kerusakan pada lapisan membran
maka bidang-bidang yang rusak tersebut harus dilapis ulang sebagaimana
persyaratan awal. Bahan perawat harus diaplikasikan pada bidang yang
terbuka segera setelah cairan yang mengkilat di permukaan beton telah hilang
atau segera setelah cetakan beton dibuka. Apabila akan terjadi keterlambatan
dalam memasang bahan perawatan beton maka permukaan beton harus
dijaga tetap basah sampai bahan perawat beton dapat diaplikasikan.
Bahan perawat beton harus disemprot dengan menggunakan peralatan
yang dapat menghasilkan semprotan / semburan halus dan seluruh bahan
harus terlebih dahulu diaduk merata sebelum digunakan. Permukaan harus
segera disemprot kembali dengan arah tegak lurus terhadap penyemprotan
pertama. Dosis pada setiap lapisan tidak boleh kurang dari 1 liter untuk setiap
3.6 m2 permukaan beton. Perhatian harus diberikan untuk mencegah
tersemprotnya bidang persambungan dimana akan dibutuhkan pengikatan
antara beton dengan besi tulangan dan pada persambungan dimana joint
sealer akan dipasang.
19.1.7.

PENYELESAIAN PERMUKAAN BETON


Permukaan beton harus diselesaikan sesuai dengan yang ditunjukkan
dalam gambar atau sebagaimana yang diminta oleh Direksi Pekerjaan.
Permukaan akhir beton harus rapi, seragam, padat dan bebas dari sarang
tawon, benjolan, gelombang, ketidak teraturan dan cacat. Penyelesaian
211

permukaan beton, bila diperlukan, harus dilaksanakan hanya oleh pekerja yang
ahli untuk itu.
Perbaikan pada permukaan beton hanya boleh dilakukan apabila
permukaan beton tersebut telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan
bila tidak maka perbaikan tersebut akan ditolak.
Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan permukaan beton, terdapat
bahagian pekerjaan yang mutu pengerjaannya diduga rendah atau terdapat
cacat maka, untuk memastikan mutunya, Direksi Pekerjaan dapat
memerintahkan Penyedia Jasa untuk melakukan pengujian pada beton
tersebut, termasuk pengujian dengan cara penghancuran pada sampel yang
diambil dari bahagian beton tersebut.
19.1.8.

TOLERANSI PEKERJAAN BETON


Bila gambar tidak ada menyatakan tentang toleransi maka digunakan
toleransi sebagaimana yang diuraikan pada Pasal ini.
Pekerjaan beton yang melebihi batas toleransi haruslah diperbaiki atau
dibongkar atau diganti dengan biaya yang ditanggung Penyedia Jasa.
Toleransi yang diijinkan untuk pekerjaan beton adalah sebagaimana
pada tabel berikut.
Item
1.

2.

3.

Sipon monolit, gorong-gorong, bench


flume :
a. pergeseran sumbu
b. pergeseran dari kemiringan profil
c. variasi tebal
d. variasi dimensi sisi dalam
Bendung, pilar pintu, jembatan,
abutmen jembatan, pilar jembatan,
transisi inlet dan outlet, bangunan
pembuangan dan mercu pelimpah,
bangunan kontrol, bangunan terjun,
bangunan bagi, bangunan sadap, dan
bangunan sejenis :
a. pergeseran sumbu
b. pergeseran dari kemiringan profil
c. variasi dari pengukur tegak lurus
atau variasi terhadap garis
permukaan kolom, pilar, dinding,
anak tangga
terlihat
tertimbun
Bangunan umum
a. variasi elevasi atau kemiringan
lantai, balok, lekukan / alur
horizontal, pegangan tangga
terlihat

Toleransi yang diijinkan


terhadap yang ditetapkan
5 cm
1 cm
yg terbesar antara -2.5% / 1cm dan
yg terbesar antara +5% / +1cm
0.5%

5 cm
1 cm

1 cm setiap 3 m
5 cm setiap 3 m

1 cm setiap 3 m
212

Item

4.

5.

19.1.9.

tertimbun
b. variasi dimensi penampang kolom,
pilar, lantai, dinding, balok
c. variasi tebal beton lantai jembatan
d. variasi dimensi (lebar, panjang)
footing (pondasi)
e. pergeseran eksentrisitas terhadap
lebar footing ke arah kesalahan
f. kekurangan tebal footing
g. perbedaan ukuran dan lokasi
bukaan lantai dan dinding
h. deviasi vertikal atau horizontal sill
dan dinding
Penempatan / pemasangan besi
tulangan
a. perbedaan tebal selimut beton
b. perbedaan jarak besi tulangan
Penempatan / pemasangan beton
pracetak
a. pergeseran terhadap sumbu / jalur
b. terhadap kemiringan (L = panjang
pracetak)
c. pergeseran arah vertikal beton
pracetak yang dipasang tegak.

Toleransi yang diijinkan


terhadap yang ditetapkan
5 cm setiap 3 m
-1 cm / +2 cm
-1 cm / +2 cm
-1 cm / +5 cm
2% / < 5 cm
5%
5 cm
0.1%

10%
2 cm
1% L / < 5 cm
1% L / < 2 cm
1 cm setiap 3 m

PENGUJIAN PEKERJAAN BETON


Pengujian atas bahan beton, kubus beton, silinder beton, dan sampel bor
harus, secara umum, dilaksanakan di laboratorium Penyedia Jasa, atau
laboratorium yang ditunjuk oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh PPK.
Kecuali bila ditentukan lain, bahan dan hasil pekerjaan beton harus diuji
dengan standar dan frekwensi sebagaimana ditentukan di bawah ini.
Bagaimanapun, Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian lebih sering lagi
bila, menurut pendapat Direksi Pekerjaan, bahan yang ada di lapangan atau
hasil pekerjaan beton ternyata tidak memenuhi spesifikasi ini.

19.1.10. PENGUJIAN BETON SELAMA PELAKSANAAN


Standar pengujian yang akan digunakan adalah sebagai berikut, atau
yang setara JIS, atau sebagaimana yang ditentukan PPK.
Material & Uji Mutu
1.

Semen (sertifikat
pabrik)
a. soundness
b. time of setting
c. compressive

Standar

Frekuensi
Setiap 100 ton semen

ASTM C151
ASTM C191
ASTM C109
213

Material & Uji Mutu


strength
d. false set
e. firmness test
2. Agregat kasar
a. gradation
b. loss test (washing)
c. specific gravity
d. loss by abrasion
e. soundness
Agregat halus
a. gradation
b. loss test (washing)
c. specific gravity
d. loss by abrasion
e. soundness
f. water absorption
4. Beton
a. slump

Standar
ASTM C451
ASTM C184
ASTM C 136
ASTM C128
ASTM C131
ASTM C535
ASTM C88

Setiap sebelum percobaan


campuran;
2. Setiap 500 m3 material dari
setiap quarry yang dikirim ke
lokasi kerja; dan
3. Setiap kali ganti quarry.
1.

ASTM C 136
ASTM C128
ASTM C131
ASTM C535
ASTM C88
ASTM C143

b. compresive
strength

ASTM C39
ASTM C192

c. air content

ASTM C231

e. kuat desak (canal


lining)
f. batching plant

Setiap sebelum percobaan


campuran;
3
2. Setiap 500 m material dari
setiap quarry yang dikirim ke
lokasi kerja; dan
3. Setiap kali ganti quarry.
1.

3.

d. density (canal
lining)

Frekuensi

2 kali sehari untuk setiap tipe


beton yang dicor di lokasi
kerja;
2. setiap bagian / segmen
pekerjaan untuk pengecoran
beton,
3. setiap campuran / adukan
beton (batching)
Satu set sampel (3 benda uji)
untuk setiap tipe beton yang
dicor setiap hari atau setiap
bagian (segment)
Setiap percobaan campuran
(trial mix) dan setiap 3 bulan
untuk setiap tipe beton.
1 coring sample setebal lining
per 100 m3 beton yang dicor
1.

100 mm
coring, ASTM
C42
100 mm coring 1 coring sample setebal lining
ASTM C42
per 100 m3 beton yang dicor.
1. uji berat dan volume sekali
sebulan
2. kalibrasi setiap 6 bulan

Hasil pengujian harus secara progresif dianalisa dan dievaluasi secara


statistik. Evaluasi harus dibuat terhadap lebih daro 10 hasil pengujian yang
melebihi dengan dasar sebagai berikut :
1) Probabilitas pengujian tegangan yang di bawah tegangan yang disyaratkan
harus tidak lebih dari 25%;

214

2) Probabilitas pengujian tegangan yang di bawah 80% dari tegangan yang


disyaratkan harus tidak lebih dari 5%.
19.1.11. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN PEKERJAAN BETON
Pengukuran untuk berbagai klasifikasi Tipe beton harus dibuat dalam
meter kubik (m3) yang diukur dari bersih dari bangunan sebagaimana yang
ditunjukkan dalam gambar. Tidak dilakukan pengurangan volume beton
sehubungan dengan keberadaan besi tulangan beton yang tertanam di
dalamnya.
Pembayaran terhadap semua klasifikasi Tipe beton akan dilakukan
menggunakan harga satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Harga satuan dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang dibutuhkan untuk
seluruh pekerja, bahan, pelengkapan, peralatan, penuangan beton,
penggetaran dan perawatan beton, penyediaan bahan perawatan beton,
bahan admixture beton, bahan additives, penyelesaian permukaan beton dan
semua jalan sementara dan pendukungnya, semua penutup dan pengaman
sementara, seluruh pekerjaan pengalihan dan pelindung sementara, pekerjaan
pengeringan kecuali pekerjaan cofferdam yang ditentukan dalam Spesifikasi
Umum dan seluruh biaya untuk percobaan dan pengujian beton yang
disyaratkan dalam spesifikasi ini, dan termasuk terhadap setiap pekerjaan
perbaikan.
19.2. PEKERJAAN BESI TULANGAN BETON
19.2.1.

BESI TULANGAN
Penyedia Jasa harus menyediakan, memotong, membengkok, dan
menempatkan seluruh besi tulangan sebagaimana yang ditunjukkan dalam
Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Kecuali bila telah ditentukan pada Gambar atau diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan, besi tulangan harus berupa besi ulir. Besi polos dengan
Grade 40, 50, dan 60 harus sesuai dengan standar ASTM A615M atau ASTM
A616 atau ASTM A617 dan besi ulir Grade 60 harus sesuai dengan standar
ASTM A706 atau SD 295 atau sesuai standar SNI yang setara. Tulangan
pabrikasi harus sesuai dengan standar ASM A 185 atau SNI yang setara.
Spesifikasi besi ulir dan besi polos untuk beton bertulang Grade 60
adalah sebagaimana pada tabel berikut.
Sifat
2

Tensile strength (kg/mm )


Yield point (kg/mm2)
Elongation (%)

Besi Ulir

Besi Polos

45 - 57
30 atau lebih
16 atau lebih

45 - 57
30 atau lebih
18 atau lebih

Penyedia Jasa harus mendapatkan dan menyerahkan manufacturers


mill sheet atau sertifikat setiap pengiriman ke Lapangan kepada Direksi
Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Bila diminta oleh Direksi Pekerjaan,
Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian bahan dengan standar yang
disetujui Direksi Pekerjaan dengan biaya Penyedia Jasa.
215

Penampang besi pada setiap titik di batang, untuk setiap tulangan yang
dikirim ke Lapangan haruslah sama dengan yang telah disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Dua tulangan dari setiap diameter, yang dipilih secara random dari
setiap pengiriman ke Lapangan, tidak boleh bervariasi lebih dari 2% terhadap
diameter yang ditentukan. Tulangan harus bebas dari sisik, kerak air, minyak,
kotoran dan tidak cacat secara struktur.
19.2.2.

GAMBAR PEMBESIAN
Penyedia Jasa harus mempersiapkan dan mengajukan usulannya
kepada Direksi Pekerjaan, seluruh gambar rencana penulangan yang
diperlukan, daftar batang besi dan rencana pembengkokkannya sebelum
tulangan ditempatkan di Pekerjaan.

19.2.3.

PEMASANGAN BESI TULANGAN


Semua besi tulangan harus dipasang dengan mengaturnya sehingga
didapat tebal selimut beton yang sesuai dengan ketentuan dalam gambar atau
sesuai perintah Direksi Pekerjaan.
Besi tulangan harus dipotong, dibengkok, ditempatkan, dan diikat
dengan kaku satu sama lain pada posisinya yang tepat sehingga didapat bentuk
dan dimensi sebagaimana dimaksudkan dalam gambar kerja yang telah
disetujui. Susunan tulangan secara keseluruhan, untuk sementara, harus
disokong / dicagak untuk mempertahankannya tetap di posisinya yang benar
selama proses pengecoran dan pemadatan beton. Ujung kawat pengikat harus
dibengkok ke arah badan utama beton dan tidak diijinkan muncul di
permukaan beton.
Agar nantinya didapat selimut beton yang ditentukan maka dapat
digunakan penyangga pengatur jarak yang diikat ke kawat beton agar posisinya
tidak berubah, dan dengan mutu bahan atau mutu penyangga yang setidaknya
sama dengan mutu beton pada beton di tempat tulangan beton yang akan
dicor. Penyangga pengatur jarak tersebut harus dibasahi terlebih dahulu segera
sebelum pengecoran.
Kawat beton yang digunakan harus kawat yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
Sebelum beton dicor, seluruh besi tulangan beton harus dibersihkan
terlebih dahulu dan bebas dari karat, kerak, lumpur, minyak atau pelapisan lain
pada besi tulangan beton yang dapat mengurangi ikatan besi dengan beton.
Seluruh tulangan yang sudah terikat harus diperiksa dan disetujui Direksi
Pekerjaan terlebih dahulu sebelum dimulainya pengecoran beton. Penyedia
Jasa harus memberi tahu kesiapan untuk pemeriksaan tulangan setidaknya 24
jam sebelum rencana pengecoran.

19.2.4.

PENYAMBUNGAN BESI TULANGAN


Untuk mendapatkan panjang tulangan sebagaimana yang ditentukan
dalam Gambar maka harus digunakan tulangan dengan ukuran panjang yang
penuh. Penyedia Jasa hanya diijinkan untuk melakukan penyambungan pada
tempat yang ditunjukkan dalam gambar dan tidak diijinkan penyambungan
dengan cara pengelasan, kecuali hal-hal tersebut telah mendapat persetujuan
Direksi Pekerjaan.
216

Penyambungan hanya diijinkan dengan cara penyambungan over lap


dengan panjang over lap sebagaimana ditunjukkan dalam gambar. Bila tidak
ditentukan dalam gambar maka panjang over lap harus minimal 30 x dari
diameter batang tulangan. Besi yang over lap harus diikat dengan kuat dan
harus dijaga rencana tebal selimut betonnya.
19.2.5.

BESI ANGKER
Sebelum beton dituang, Penyedia Jasa harus memastikan bahwa
seluruh angker sudah berada di posisinya sebagaimana yang ditunjukkan pada
gambar dan terikat kuat. Seluruh angker harus bersih dan bebas dari karat,
minyak, mortar atau bahan yang merusak lainnya.

19.2.6.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN BESI TULANGAN


Kecuali pada beton pracetak, pengukuran dari besi tulangan, apakah
untuk besi polos maupun besi ulir, harus dilakukan dalam satuan Kg, yang
beratnya dihitung berdasarkan ukuran dan panjang batang yang ditunjukkan
dalam tabel rencana penulangan yang telah disetujui Direksi Pekerjaan.
Untuk menghitung berat besi tuangan beton, harus digunakan berat
yang didasarkan pada SNI 07-2052-1990 yang setara dengan JIS G.3112, yaitu :
Diameter besi ulir
Diameter (mm)

10

13

16

19

22

25

29

32

0.617

1.04

1.58

2.23

2.98

3.85

5.19

6.31

10

12

16

19

22

25

28

32

0.222 0.395 0.617 0.888 1.58

2.23

2.98

3.85

4.83

6.31

Unit weight (kg/m)

Diameter besi polos


Diamete
r (mm)
Unit
weight
(kg/m)

Bila diameter tulangan tidak terdapat dalam tabel di atas maka beratnya
akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi Pekerjaan untuk digunakan pada
penghitungan berat besi tulangan.
Tidak dilakukan pembayaran terpisah untuk penjepit, pengikat, alat
pemasang atau bahan-bahan lain yang digunakan untuk menempatkan dan
memasang besi tulangan beton tersebut. Biaya tersebut harus sudah
dimasukkan ke dalam harga satuan besi tulangan.
Pembayaran besi tulangan beton akan dilakukan menggunakan harga
satuan yang sesuai yang ada dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan
tersebut harus dianggap sudah termasuk biaya-biaya pekerja, peralatan,
bahan, perkakas, dan pekerjaan lainnya yang dibutuhkan untuk memotong,
membengkokkan,
memasangnya
menjadi
rangkaian
tulangan,
menempatkannya, menyetel, dan menyelesaikan keseluruhan penulangan besi
beton yang dimaksudkan dalam Spesifikasi ini.

217

19.3. PEKERJAAN CETAKAN BETON (BEKISTING)


19.3.1.

PEMBUATAN CETAKAN BETON


Desain dan pembuatan seluruh cetakan beton sepenuhnya menjadi
tanggungjawab Penyedia Jasa semata. Cetakan beton dapat dibuat dari kayu
atau besi. Desain cetakan, penyekat, perancah, penopang, penguat, pengikat,
serta gambar kerja, bahan yang akan digunakan, dan metode pelaksanaannya
harus diajukan kepada Direksi Pekerjaan paling lambat 2 minggu sebelum
dimulai pembuatannya. Cetakan harus mampu untuk memikul beban beton
yang masih plastis, beban karena penuangan beton, beban saat pengecoran,
beban tambahan lainnya, dan tidak terjadi deformasi yang besar serta tidak
bocor.
Cetakan beton harus dibuat dengan akurat untuk mendapatkan bentuk
beton yang sesuai dengan Gambar dan dilengkapai dengan fasilitas membuka
untuk keperluan inspeksi cetakan bahagian dalam.
Cetakan beton untuk beton yang akan terbuka harus dilapis dengan
plywood atau metal, sebagaimana yang disetujui Direksi Pekerjaan, sehingga
diperoleh permukaan akhir beton yang halus dan bertekstur segaram. Material
pelapis tidak boleh meninggalkan noda pada beton.
Untuk maksud pengukuran dan pembayaran, cetakan beton
diklasifikasikan dalam 2 tipe, yang tergantung pada tipe konstruksi penopang
cetakan, yaitu :
Tipe A
: Cetakan beton dengan tinggi konstruksi penopang atau tinggi
rata-rata dinding yang disokong tidak lebih dari 1.50 m,
diukur dari permukaan tanah / lantai dasar berdirinya
penopang / sokong.
Tipe B
: Cetakan beton dengan tinggi konstruksi penopang atau tinggi
rata-rata dinding yang disokong lebih dari 1.50 m, diukur dari
permukaan tanah / lantai dasar berdirinya penopang /
sokong.
Untuk mengikat cetakan dapat digunakan penjepit atau baut. Baut dan
penjepit cetakan harus dalam jumlah dan kekuatan yang cukup untuk
mencegah mengembangnya cetakan beton. Baut dan penjepit cetakan harus
dapat dibuang atau dipotong 2 cm atau lebih dibawah permukaan beton.
Permukaan cetakan yang akan bersinggungan / kontak dengan beton
harus dioles dengan bahan yang tidak membuat beton menjadi melekat dan
yang tidak menimbulkan noda sehingga cetakan beton dapat dilepas dengan
bersih. Pelumas tersebut harus diaplikasikan sebelum pengikatan tulangan dan
harus dijaga dengan baik agar bahan pelumas tersebut tidak bersinggungan
dengan tulangan.Sebelum pengecoran beton, seluruh cetakan harus
dibersihkan seluruhnya dan dibasahi.
Ke dalam cetakan, Penyedia Jasa harus memasang seluruh tulangan
yang dibutuhkan, waterstop, angker, elemen penyambung, lengan, bahan
penancap lainnya yang termasuk dalam spesifikasi dan gambar.
Tidak diperbolehkan untuk menuang beton ke dalam cetakan sampai
seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan cetakan dan
penempatan seluruh besi tulangan, angker dan bahan tertancap telah
diperiksa dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

218

19.3.2.

PEMBONGKARAN CETAKAN BETON


Cetakan vertikal pada bangunan hanya dapat dibuka bila beton telah
berumur 3 hari. Cetakan dan penyokong sementara dari balok dan lantai
menggantung harus dijaga untuk tetap ditempatnya dalam suatu periode
minimum 10 hari atau sampai beton mencapai suatu tegangan tekan
sedikitnya 85% dari tegangan yang disyaratkan. Cetakan samping dari saluran
pasangan dapat dibongkar setelah 24 jam dari saat pengujian beton.
Penyedia Jasa harus menjamin bahwa metode kerja yang digunakan
dalam membongkar cetakan tidak akan mengakibatkan rusaknya permukaan
beton atau bangunan.

19.3.3.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN CETAKAN BETON


Pengukuran cetakan beton harus dibuat dalam meter kuadrat (m2)
cetakan beton struktur untuk masing-masing tipe cetakan beton Tipe A dan
Tipe B. Kuantitas harus dihitung netto dari area permukaan akhir yang kontak
dengan beton sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar, termasuk bentuk
permukaan sambungan dan celah besar.
Pembayaran cetakan beton akan dilakukan menggunakan harga satuan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan tersebut harus dianggap
sudah mencakup biaya pekerja, peralatan, bahan dan pekerjaan lain yang
berkaitan, termasuk pemasangan dan pembongkaran cetakan dan penyediaan
dan pemindahan setiap sokong, perancah, jalan masuk dan kayu yang
dibutuhkan.
Cetakan beton tidak dihitung atau dibayar secara terpisah untuk
mentirai, lantai kerja, atau beton pracetak dan harus dianggap sudah termasuk
di dalam harga satuan pekerjaan beton yang sesuai.

19.4. PEKERJAAN PERSAMBUNGAN


19.4.1.

SAMBUNGAN KONSTRUKSI (CONSTRUCTION JOINT)


Persambungan konstruksi hanya akan dibuat pada lokasi yang
ditunjukkan dalam Gambar atau yang disetujui Direksi Pekerjaan, kecuali
dalam hal pembongkaran atau hal-hal yang tidak terduga sebelumnya dan
karena penghentian / penundaan yang tidak dapat dihindari.
Beton baru baru akan dituang pada persambungan konstruksi bila
beton sebelumnya telah berumur sekurang-kurangnya 24 jam. Permukaan
beton lama harus dibersihkan terlebih dahulu dari pasta semen dan beton yang
cacat dengan cara menyemprot dengan air bertekanan, mengupas, menyikat
dengan brus kawat hingga diperoleh permukaan yang bersih dan mempunyai
ikatan agregat yang kuat.
Setelah permukaan beton dibersihkan, sebelum beton baru dituang,
maka beton harus terlebih dahulu dijenuhkan dengan air selama 4 jam. Segera
sebelum beton baru dituang, pada seluruh bermukaan beton lama yang akan
disambung harus dituangkan bahan pengikat beton (bonding-agent) atau, bila
disetujui Direksi Pekerjaan, dengan lapisan mortas tipis dari campuran 1 pasir :
2 semen.

219

19.4.2.

SAMBUNGAN PEMUAIAN (EXPANSION JOINT)


Sambungan pemuaian harus diletakkan dan dibentuk sebagaimana
yang dirinci pada Gambar.
Bila ditentukan dalam Gambar atau diarahkan oleh Direksi Pekerjaan,
waterstop atau pipa / tube PVC untuk batang pasak (dowel bar) harus dengan
teliti ditanamkan di dalam beton sebelumnya. Bila beton pada persambungan
telah dirawat, pengisi sambungan (joint filler), sebagaimana yang ditentukan
dalam spesifikasi, harus dipotong untuk mendapatkan bentuk yang sama
dengan permukaan yang akan disambung. Bahan pengisi harus diselesaikan
dengan baik pada permukaan beton yang sudah dicor sehingga tidak bergerak
pada saat penuangan beton baru. Pengisi sambungan (joint filler) harus dari
bahan aspal dengan pasir, tebal 10 mm atau sebagaimana yang ditentukan
Direksi Pekerjaan atau Gambar.
Segera setelah cetakan dibuka, sambungan pemuaian harus diperiksa
dengan teliti dan setiap beton atau mortar yang menutupi persambungan
harus dibuang dengan rapi.
Seluruh muka dalam dan luar dari sambungan selanjutnya harus
dibersihkan untuk persiapan pemasangan penutup sambungan (joint sealant).
Bahan penutup sambungan harus sesuai dengan bahan pengisi dan
dipasangkan dengan rapi pada persambungan horizontal dan vertikal.
Ketebalan dan cara penggunaan bahan penutup termasuk lapisan dasar yang
dibutuhkan harus sesuai dengan petunjuk pabrikan. Bahan penutup hanya
boleh dipasang bila beton sudah berumur lebih dari 14 hari dan permukaan
beton dalam keadaan benar-benar kering.

19.4.3.

SAMBUNGAN PENYUSUTAN (CONTRACTION JOINT)


Sambungan penyusutan harus ditempatkan dan dibentuk sebagaimana
dirinci dalam Gambar atau sebagaimana diarahkan Direksi Pekerjaan.
Persambungan harus dibuat dengan membentuk beton di satu sisi dari
sambungan dan membiarkannya mengeras sebelum beton dituang di sisi
lainnya. Permukaan sambungan pada beton yang dicor sebelumnya harus
disapukan lapisan cat minyak atau lapisan dari bahan lain yang disetujui oleh
Direksi Pekerjaan sehingga dapat dicegah terjadinya pengikatan antara kedua
permukaan beton yang disambung.
Bila ditentukan dalam gambar atau diarahkan oleh Direksi Pekerjaan
maka Penyedia Jasa harus menyiapkan dan memasang waterstop yang sesuai
spesifikasi pada sambungan penyusutan tersebut.

19.4.4.

SAMBUNGAN PADA BETON LINING SALURAN


Bila tidak ditentukan dalam Gambar, sambungan pada beton lining
saluran harus dibuat pada setiap jarak tidak lebih dari 12 m atau sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan.
Penyedia Jasa harus mengajukan metode kerja dan bahan-bahan yang
akan digunakan kepada Direksi Pekerjaan untuk dievaluasi, mendapat
komentar dan persetujuan dan melaksanakan percobaan di lapangan untuk
menunjukkan kepada Direksi Pekerjaan bahwa metode kerja dan bahan yang
diajukan adalah memenuhi persyaratan.

220

Pada sambungan pemuaian, bahan pengisi harus dipasangkan dengan


baik pada permukaan seluruh tebal persambungan. Pengisi sambungan (joint
filler) harus dari campuran perbandingan berat 5 aspal : 14 pasir : 1 filler, tebal
10 mm atau sebagaimana yang ditentukan Direksi Pekerjaan atau Gambar.
Penutup sambungan (joint sealant) harus berupa tuangan aspal panas
atau dingin, yang cocok untuk maksud ini, dapat bertahan saat terendam air
atau saat terkena terpaan matahari tanpa mengalami kerusakan.
19.4.5.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN PEKERJAAN PERSAMBUNGAN


Kecuali ditentukan lain dalam Kontrak, pembayaran untuk pelaksanaan
pekerjaan pembuatan sambungan permuaian, sambungan penyusutan,
termasuk sambungan jenis tersebut di beton lining saluran dianggap sudah
termasuk di dalam harga satuan beton yang terkait. Pembayaran yang
berkaitan dengan pekerjaan persambungan hanya akan dilakukan terhadap
waterstop, batang pasak (dowel bar), pengisi sambungan (joint filler) dan
penutup sambungan (joint sealant) dengan harga satuan masing-masing yang
sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Pengukuran untuk pembayaran batang pasak (dowel bar) dibuat dalam
kilogram (kg). Pengukuran untuk pembayaran pengisi sambungan (joint filler)
dibuat dalam meter kuadrat (m2). Pengukuran untuk pembayaran penutup
sambungan (joint sealant) dibuat dalam meter panjang (m) sambungan,
dihitung menurut sambungan yang ditunjukkan dalam gambar. Biaya-biaya
tersebut dianggap sudah termasuk biaya yang dibutuhkan untuk bahan,
pekerja, peralatan, perlengkapan, cetakan dan lain-lain yang dibutuhkan untuk
melaksanakan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan ini.

19.5. PEKERJAAN BETON PRACETAK


19.5.1.

PIPA BETON BERTULANG


Kecuali bila ditentukan lain dan disetujui Direksi Pekerjaan, Penyedia
Jasa harus menggunakan pipa beton bertulang pracetak dengan konstruksi
sambungan lidah dan alur yang dibeli dari produsen yang disetujui Direksi
Pekerjaan. Tipe beton untuk pipa beton bertulang precetak harus minimum
berkualitas K.225. Penyedia Jasa wajib menyerahkan rincian campuran adukan
beton, gambar pengaturan besi tulangan beton, detail cetakan beton dan
metode penggetaran dan perawatan beton yang digunakan di pembuatnya
selain dari hasil pengujian kuat tekan beton dan kapasitas beban pipa dan data
hasil pengujian lainnya yang diminta Direksi Pekerjaan. Sebelum memberikan
persetujuan, Direksi Pekerjaan dapat memeriksa pabrik pembuat untuk
memeriksa material, tata kerja dan kualitas produk yang diselesaikan di lokasi
pabrik.
Direksi pekerjaan dapat memeriksa pabrik pembuat pipa secara
periodik untuk memastikan pemenuhannya terhadap material dan metode
kerja dan standar pekerja yang disetujui. Penyedia Jasa harus, pada interval
waktu yang disetujui Direksi Pekerjaan, menyediakan sampel bahan untuk
pengujian laboratorium guna memastikan pemenuhan kualitas pembuatan
pipa pada periodenya.

221

Direksi Pekerjaan akan memeriksa seluruh pipa beton bertulang di


lokasi pekerjaan sebelum mengijinkan Penyedia Jasa memasang pipa tersebut.
Setiap pipa yang cacat atau rusak akan ditolak.
Penyedia Jasa dapat membuat sendiri pipa beton bertulang pracetak di
lokasi pekerjaan dengan persetujuan Direksi Pekerjaan terlebih dahulu. Semua
bahan yang akan digunakan untuk pipa beton bertulang pracetak dan tenaga
kerja harus memenuhi persyaratan spesifikasi dan harus sesuai dengan bentuk,
garis dan dimensi yang ditunjukkan dalam Gambar atau yang diarahkan Direksi
Pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengajukan seluruh detail, termasuk
perhitungan, untuk pengajuan dan persetujuan Direksi Pekerjaan.
19.5.2.

PEMASANGAN DAN PENYAMBUNGAN PIPA BETON BERTULANG PRACETAK


Pekerjaan galian dan timbunan kembali pada gorong-gorong pipa harus
memenuhi persyaratan spesifikasi Pekerjaan Tanah dan spesifikasi ini.
Pipa harus diletakkan dengan akurat dengan kemiringan dan jalur
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar dan untuk sementara harus dikunci
dengan sokong kayu. Pipa harus diletakkan dengan ruang antara yang cukup
untuk selanjutnya dapat diberi mortar penyambung dengan benar. Mortar
untuk sambungan pipa dan collar harus berkomposisi volume 1 semen : 3 pasir
dan kapur kering sebanyak 10% dari berat semen. Mortar harus mempunyai
tegangan tekan minimum 50 kh/cm2 pada umur 28 hari.
Celah antara pipa di persambungan harus diisi penuh dengan mortar
dan disekiling luar diisi dengan mortar hingga membentuk suatu cincin
mengelilingi persambungan, termasuk bahagian di bawah pipa. Mortar mengisi
penuh celah persambungan sehingga bahagian dalam persambungan pipa rata
dan rapi. Mortar pada bahagian luar harus dirawat dan dibiarkan tetap basah
untuk 2 hari atau sampai Direksi Pekerjaan mengijinkan untuk melanjutkannya
dengan penimbunan kembali. Penyedia Jasa tidak diijinkan menimbun kembali
pipa-pipa sampai Direksi Pekerjaan memeriksa kondisinya dan menyetujuinya.
Penyedia Jasa harus menimbun kembali dan memadatkan tanah
disekitar dan di atas gorong-gorong pipa beton bertulang dengan
menggunakan bahan yang tidak mengandung batu ukuran lebih dari 50 mm.
Penyedia Jasa harus mengupayakan untuk memadatkan timbunan kembali
dibawah pangkal pipa sepantasnya.

19.5.3.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN PIPA BETON BERTULANG PRACETAK


Pengukuran pipa beton pracetak dilakukan dalam meter panjang (m)
pipa yang terpasang. Kuantitas harus diukur sebagaimana panjang pipa beton
bertulang pracetak diameter tertentu yang terpasang, termasuk
persambungan. Tidak dilakukan pengukuran untuk persambungan pipa dengan
dinding atau bangunan.
Pembayaran untuk pipa beton pracetak dilakukan menggunakan harga
satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga dari setiap diameter.
Harga satuan dianggap sudah mencakup seluruh biaya yang dibutuhkan untuk
menyediakan dan memasang pipa, termasuk pekerja, peralatan dan
perlengkapan, peletakan, penyambungan dan hal-hal lain dalam
menyelesaikan pekerjaan pipa.

222

Pembayaran pekerjaan galian dan penimbunan kembali akan dibuat


terpisah sebagaimana item pekerjaan yang tercantum pada Daftar Kuantitas
dan Harga.
19.6. PELAKSANAAN PRACETAK SEBAGAI ALTERNATIF
Pembuatan pracetak juga dapat dilakukan untuk elemen bangunan.
Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi Pekerjaan atas rencananya untuk
menggunakan pracetak untuk menggantikan pekerjaan pengecoran di tempat, untuk
mendapat persetujuan. Pengajuan harus diajukan lengkap dan detail termasuk
perhitungan dan modifikasi dimensi dan bagian beton untuk menggantikan konstruksi
tersebut. Pengajuan Penyedia Jasa juga harus termasuk metode yang diusulkan untuk
membuatan, pemindahan, peletakan setiap unit pracetak dan penimbunan kembali.
Direksi Pekerjaan dapat menyetujui usulan tersebut, dengan atau tanpa koreksi.
Pembayaran pracetak kepada Penyedia Jasa akan dilakukan menggunakan harga
satuan yang tercantum pada Daftar Kuantitas dan Harga sebagaimana bila pekerjaan
tersebut dilaksanakan seperti rencana aslinya dan dengan kuantitas sebagaimana
gambar sebelumnya bila dilaksanakan tanpa ada perubahan metode kerja ini.
Unit beton pracetak alternatif yang dibuat di Lokasi Kerja harus mempunyai
tegangan yang cukup untuk menahan seluruh proses pembuatan, pemindahan dan
terhadap beban yang direncanakan.
Kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, unit pracetak harus dicetak dalam
posisi horizontal. Beton harus dituang menerus dalam setiap unitnya dan dipadatkan
dengan menggunakan penggetaran dengan cara yang disetujui Direksi Pekerjaan.
Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa metode penggetaran dan
pemadatan yang digunakan tidak akan menggeser posisi tulangan.
Unit pracetak harus tetap dicetakan sampai diperoleh 80% tegangan 28 hari.
Selama periode tersebut permukaan beton harus ditutup dengan karung dan dijaga tetap
basah atau dirawat dengan menggunakan bahan perawatan yang disetujui. Sisi cetakan
harus juga dijaga tetap basah atau dilindungi dari terpaan sinar matahari langsung.
19.7. PEKERJAAN MORTAR
Pekerjaan mortar massa digunakan untuk membuat abutmen dan pondasi kecil
pada jembatan orang, mengisi celak atau lubang kecil dengan cara grouting, papan nama
dan lain-lain. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus sesuai dengan seluruh
ketentuan penggunaan mortar untuk pekerjaan plesteran. Mortar yang digunakan untuk
pekerjaan mortar harus terdiri dari semen dan pasir yang dicampur dengan
perbandingan volume 1 semen : 3 pasir.
Pengukuran untuk pekerjaan mortar harus dibuat dalam meter kubik (m3), yang
dihitung dari garis pekerjaan mortar yang ditunjukkan dalam Gambar.
Pembayaran pekerjaan mortar akan dilakukan menggunakan harga satuan yang
sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan tersebut harus
dianggap sudah termasuk biaya pekerja, bahan dan peralatan, pengeringan dan
pekerjaan sementara kecuali ditentukan lain, untuk melaksanakan dan menyelesaikan
pekerjaan mortar, termasuk hal-hal insidentil yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan.

223

20.

PEKERJAAN BATU
20.1. PEKERJAAN PASANGAN BATU
20.1.1.

UMUM
Pasangan batu akan digunakan pada lokasi-lokasi :
a. Lining
: pekerjaan lining dan proteksi pada dasar dan
sisi miring saluran, drainase, proteksi tebing
sungai dan anak sungai, dan lain-lain;
b. Bangunan dan tembok : bangunan termasuk bangunan bagi, bangunan
sadap, bangunan pengontol / check, bangunan
terjun, gorong-gorong drainase, tangga dan
tembok proteksi dan lain-lain di sekitar saluran
dan bangunan jalan.

20.1.2.

BATU UNTUK PASANGAN BATU


Batu untuk pasangan batu harus batu yang berasal dari sungai atau dari
quarry batu dimana batu tersebut harus kuat, keras, awet / dapat bertahan
lama, padat, bebas dari retakan, tahan terhadap udara dan air dan dalam
segala hal cocok untuk pekerjaan pasangan batu. Berat jenis batu tidak boleh
kurang dari 2.50
Ukuran maksimum dari batu adalah 2/3 dari tebal lining atau tebal
bangunan, dan tidak lebih dari 40 cm. Batu yang digunakan harus mempunyai
ukuran yang seragam sehingga tidak terdapat rongga yang besar di antara
batu.
Batu harus bersih, bebas minyak, tanah lempung, dan dari semua
bahan yang dapat mengakibatkan berkurangnya daya lekat mortar dengan
batu.
Penggunaan kembali batu yang berasal dari bekas atau hasil bongkaran
bangunan lama hanya diijinkan bila mendapat persetujuan dari Direksi
Pekerjaan. Bila diijinkan untuk digunakan, permukaan batu lama harus disikat
hingga bersih dari material yang dapat mengganggu daya lekat mortar dengan
batu.

20.1.3.

MORTAR
Mortar digunakan pada pekerjaan pasangan batu sebagai pengikat dan
pengisi rongga di antara batu, sebagai plesteran, dan sebagai siaran.
Semen, pasir dan air yang digunakan untuk mortar harus memenuhi
persyaratan spesifikasi ini. Pengadukan mortar dengan tangan tidak diijinkan.
Penyedia Jasa harus menjamin bahwa bahan yang digunakan terukur dengan
akurat perbandingannya secara volume dan diaduk secara mekanis. Mortar
harus diaduk sesuai kuantitas yang akan segera digunakan. Mortar yang tidak
digunakan dalam waktu 45 menit setelah dicampur dengan air harus dibuang.
Kandungan air dalam mortar harus cukup untuk memberikan suatu
adukan yang mudah dikerjakan, tetapi bagaimanapun rasio air / semen
tersebut tidak boleh lebih dari 0.55. Ke dalam mortar dapat ditambahkan
kapur kering sejumlah 10% dari berat semen.

224

Mortar, dimanapun digunakan, harus mempunyai tegangan tekan tidak


kurang dari 50 kg/cm2 pada umur 28 hari.
Mortar dikalisikasikan sesuai dengan perbandingan bahan, yaitu :
Tipe Mortar
(perbandingan
volume)
Mortar campuran 1
semen : 2 pasir
Mortar campuran 1
semen : 3 pasir
Mortar campuran 1
semen : 4 pasir

Penggunaan
Pekerjaan siar, bila ditentukan menurut kontrak,
gambar, atau perintah PPK
Bangunan proteksi terhadap abrasi, terhadap batu
bulat dan kerikil, bangunan pada air mengalir dan
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar.
Bangunan lainnya dan sebagaimana yang
ditunjukkan dalam gambar.

Secara keseluruhan, pekerjaan pasangan batu tidak boleh dimulai


sebelum Direksi Pekerjaan menyetujui semua bahan, gambar, dan metode
pelaksanaan. Pekerjaan pasangan batu suatu bangunan baru dapat
dilaksanakan bila pekerjaan pondasi telah selesai dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
20.1.4.

PEMASANGAN MORTAR DAN BATU


Sebelum digunakan, batu harus direndam terlebih dahulu sampai
mendekati jenuh agar batu tidak menyerap air dari mortar.
Sebelum mulai memasang batu, Penyedia Jasa harus harus menuang
terlebih dahulu mortar setebal tidak kurang dari 3 cm di atas tanah pondasi
yang telah dipersiapkan sebelumnya. Penyedia Jasa harus mempersiapkan
lokasi pekerjaan sehingga pekerjaan pondasi dan pasangan batu di atasnya
dikerjakan dalam kondisi kering dan tidak berlumpur.
Batu harus dipasang dengan tangan dengan cara yang tepat sehingga
seluruh permukaan batu dan rongga di antara batu sepenuhnya berisi mortar
dengan padat. Batu harus dipasang sehingga jarak antara permukaan batu
yang satu dengan yang lainnya seragam sebesar 2 cm. Pengerjaan pasangan
batu harus dilakukan berangsur-angsur sampai suatu batas sampai ketinggian
yang diyakini tidak akan mengakibatkan bergesernya susunan batu yang telah
dipasang akibat dari beratnya sendiri.
Kecuali bila ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana diarahkan
Direksi Pekerjaan, dan bila di balik pasangan batu terdapat muka air tanah
yang lebih tinggi dari muka air di sisi muka pasangan batu maka, pada sisi tegak
dan sisi miring pasangan batu dengan luas setiap 4 m2, harus dipasang pipa
lobang rembesan (weep hole) yang memenuhi spesifikasi.
Sebelum memulai pekerjaan plesteran atau siar maka permukaan batu
yang akan diplester atau disiar harus dibersihkan dan dibasahi terlebih dahulu.
Seluruh pekerjaan pasangan batu, termasuk pekerjaan plesteran dan
siar, harus dirawat sebagaimana perawatan pada pekerjaan beton.

20.1.5.

PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

225

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pasangan batu harus dibuat


dalam volume meter kubik (m3), yang dihitung berdasarkan garis bangunan
yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana diarahkan Direksi
Pekerjaan. Tidak dilakukan pengurangan volume pasangan batu akibat adanya
besi tulangan, angker, pipa lubang drainase atau pipa di dalamnya.
Pembayaran pekerjaan pasangan batu akan dibuat menggunakan harga
satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan tersebut
dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pekerja, bahan
dan peralatan, pengeringan dan pekerjaan sementara lainnya (kecuali
ditentukan lain dalam Kontrak), yang dibutuhkan untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan pasangan batu, termasuk semua keperluan insidentil
untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan plesteran harus dibuat dalam
meter kuadrat (m2), yang dihitung dari garis ukuran permukaan pasangan batu
yang diplester sebagaimana ditunjukkan dalam gambar.
Pembayaran pekerjaan plesteran akan dibuat menggunakan harga
satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan tersebut
harus dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang sibutuhkan untuk pekerja,
bahan dan peralatan, pengeringan dan pekerjaan sementara lainnya (kecuali
ditentukan lain dalam Kontrak), yang dibutuhkan untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan plesteran, termasuk semua keperluan insidentil
untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan siar harus dibuat dalam
meter kuadrat (m2), yang dihitung dari garis ukuran permukaan pasangan batu
yang terlihat sebagaimana ditunjukkan dalam gambar.
Pembayaran pekerjaan siar akan dibuat menggunakan harga satuan
yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga. Harga satuan tersebut harus
dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang sibutuhkan untuk pekerja, bahan
dan peralatan, pengeringan dan pekerjaan sementara lainnya (kecuali
ditentukan lain dalam Kontrak), yang dibutuhkan untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan siar, termasuk semua keperluan insidentil untuk
menyelesaikan pekerjaan.
20.2. PEKERJAAN BRONJONG
Anyaman kawat keranjang bronjong harus anyaman pabrik, dari besi digalvanis
dengan diameter 2.70 mm atau diameter lainnya, bila ditentukan lain dalam Kontrak, dan
tegangan tarik di antara 4220 5980 kg/cm2 dan lapisan zinc lebih dari 240 g/m2 pada
permukaan kawat sebagaimana yang ditentukan pada AASHTO T65 atau standar yang
setara yang disetujui PPK. Apabila diperlukan atau ditunjukkan dalam gambar atau
diinstruksikan oleh PPK, kawat digalvanis tersebut dapat dibalut dengan PVC highly
corrosion resistance dengan tebal lapisan 0.5 mm dan tahan terhadap sinar ultra violet,
panas, dan abrasi. Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi Pekerjaan, nama
pabrik yang memproduksi keranjang bronjong, untuk disetujui sebelum dilakukan
pengadaannya.
Keranjang bronjong harus dibagi rata dengan diafragma dari anyaman yang sama
dan ukuran yang sama dengan ukuran badan keranjang, dimasukkan ke dalam keranjang
dan diikat dengan baik ke keliling keranjang sehingga dapat menjaga keranjang tidak jadi
melebar.
Keranjang harus diletakkan sesuai dengan garis dan ketinggian yang ditunjukkan
dalam gambar. Kawat harus disandingkan dan diikat menerus satu dengan yang lainnya
226

di sepanjang tepi vertikalnya. Pengikatan dilakukan menggunakan kawat dari jenis yang
sama. Untuk menjaga posisinya, keranjang dapat diikatkan ke batang besi yang
ditancapkan.
Kecuali ditentukan lain dalam gambar atau diperintahkan Direksi Pekerjaan, dasar
bronjong harus diletakkan di atas tanah pondasi yang sudah dilapisi dengan filter
geotextile. Demikian juga dengan bidang lainnya dari bronjong yang akan kontak
langsung dengan tanah, juga harus lapisi / diantarai dengan filter geotextile.
Batu pengisi bronjong harus keras, berdaya tahan lama dan tidak turun mutunya
bila terendam dalam air atau terbuka dan terkena kondisi iklim. Batu harus secara umum
berukuran seragam dengan ukuran bervariasi antara 100 mm 200 mm.
Keranjang harus diisi dengan batu secara teliti dengan tangan untuk memastikan
bentuk dan posisi keranjang serta untuk meminimalkan rongga batu di dalam keranjang.
Setelah penuh, tutup keranjang ditekuk sehingga menutup bagian atas keranjang dan
selanjutnya diikat ke seluruh dinding dan diafragma keranjang menggunakan kawat
pengikat dari jenis yang sama.
Apabila diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan untuk melindungi bronjong terhadap
sliding atau scouring, bronjong harus dikunci dengan menggunakan beberapa tiang yang
dipancangkan vertikal ke dalam tanah dengan panjang tertanam masing-masing tidak
kurang dari 2.0 m dan ada bahagian tiang yang tertanam di dalam bronjong. Tiang yang
digunakan adalah Kayu Dolken diameter 10 cm atau tiang jenis lain yang diarahkan oleh
Direksi Pekerjaan. Tiang harus dari bahan yang kuat, lurus, dan bebas dari tonjolan yang
dapat merusak kawat pada saat dipancang.
Pengukuran Dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan bronjong harus dibuat dalam volume
meter kubik (m3) yang dihitung berdasarkan garis, kemiringan dan dimensi yang
ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana diarahkan Direksi Pekerjaan.
Pembayaran untuk pekerjaan bronjong akan dibuat menggunakan harga satuan
yang sesuai pada Daftar Kantitas dan Harga. Harga satuan tersebut harus dianggap sudah
termasuk seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pekerja, keranjang bronjong, batu, dan
bahan lainnya, peralatan, persiapan dan pengisian batu dan biaya insidentil lainnya untuk
menyelesaikan pekerjaan bronjong sesuai gambar dan spesifikasi ini dan sesuai perintah
Direksi Pekerjaan.
Pengukuran dan pembayaran untuk filter geotextile, tiang kayu atau tiang jenis
lain beserta biaya pemancangannya akan dilakukan secara terpisah dari pembayaran
pekerjaan bronjong.
20.3. PEKERJAAN PASANGAN BATU LEPAS (RIPRAP)
Batu untuk pasangan batu lepas harus batu yang berasal dari sungai atau dari
quarry batu dimana batu tersebut harus kuat, keras, awet / dapat bertahan lama, padat,
bebas dari retakan, tahan terhadap udara dan air dan dalam segala hal cocok untuk
pekerjaan pasangan batu lepas. Berat jenis batu tidak boleh kurang dari 2.50. Ukuran
batu harus bervariasi mulai dari ukuran 15 cm sampai dengan 40 cm (bila tidak
ditentukan lain dalam Kontrak), dengan 50% dari batu harus mempunyai ukuran tidak
kurang dari ukuran batu rata-rata yang ditentukan.
Sebelum batu dipasang, ke atas tanah pondasi harus dibentangkan lapisan filter
geotextile. Batu lepas harus diletakkan dengan tangan ke atas lapisan filter geotextile
tersebut. Batu yang ukuran lebih kecil harus diletakkan terlebih dahulu dan batu ukuran
yang besar harus disusun di ahagian atas dan menjadi lapisan penutup. Batu harus
disusun sedemikian rupa tidak banyak rongga, padat, saling mengunci, dan tidak mudah
227

bergeser. Penyusunan batu dengan alat mekanis hanya diijinkan bila, karena situasi di
lokasi pekerjaan, hal tersebut adalah tidak mungkin untuk dilaksanakan dan harus
mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan terlebih dahulu.
Apabila tidak ditentukan dalam gambar, tebal pasangan batu lepas harus tidak
kurang dari 40 cm.
Pengukuran Dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran pasangan batu lepas harus dibuat dalam meter
kubik (m3), yang dihitung berdasarkan garis, elevasi, kemiringan yang ditunjukkan pada
gambar atau yang ditentukan Direksi Pekerjaan.
Pembayaran pekerjaan pasangan batu lepas akan dibuat menggunakan harga
satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga satuan tersebut harus
dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang dibutuhkan untuk penyediaan bahan,
pemasangan batu lepas, peralatan, dan biaya insidentil lainnya yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan pasangan batu lepas, kecuali biaya untuk pengadaan dan
pemasangan filter geotextile yang akan dibayar secara terpisah.
20.4. TIMBUNAN KERIKIL ATAU BATU BULAT UNTUK PONDASI
Timbunan kerikil atau batu bulat untuk pondasi harus dikerjakan di bawah
abutmen atau pier, tubuh bendung, gorong-gorong atau tempat lainnya yang
ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana yang diarahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Kerikil atau batu bulat yang digunakan harus kuat, keras, padat dan berdaya tahan
lama, berasal dari sungai atau dari quarry batu yang disetujui Direksi Pekerjaan. Kecuali
ditentukan lain atau ditunjukkan lain pada gambar, ukuran batu harus tidak lebih dari 20
cm. Tebaran dan timbunan kerikil atau batu bulat harus dipadatkan sehingga diperoleh
rongga batu yang minimal.
Pengukuran Dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan timbunan kerikil atau batu bulat untuk
pondasi harus dibuat dalam meter kubik (m3), yang dihitung berdasarkan garis,
kemiringan dan dimensi yang ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana yang
diarahkan Direksi Pekerjaan.
Pembayaran untuk pekerjaan timbunan kerikil atau batu bulat untuk pondasi akan
dibuat menggunakan harga satuan yang sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga, dimana
harga satuan tersebut harus dianggap sudah termasuk seluruh biaya yang dibutuhkan
untuk pekerja, bahan, peralatan, persiapan, penimbunan kerikil atau batu bulat,
pemadatan, dan biaya insidentil lainnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
ini dan sebagaimana yang diarahkan Direksi Pekerjaan.
20.5. PEKERJAAN LAPISAN BATU PADA JALAN INSPEKSI
Perkerasan lapisan batu dilaksanakan pada jalan inspeksi atau jalan lain yang
ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana yang diarahkan Direksi Pekerjaan.
Bahan yang digunakan harus keras, berdaya tahan lama dan padat, berasal dari
kerikil alam atau batu pecah, berat jenis tidak kurang dari 2.50 m, bebas dari kotoran,
bahan organik, gumpalan tanah lempung atau bahan-bahan lain yang merusak.
Kecuali ditentukan lain pada gambar atau ditentukan oleh Direksi Pekerjaan,
lapisan batu dibagi dalam 2 tipe, yaitu :
Lapisan batu Tipe A, yaitu lapisan batu yang menggunakan butiran dengan gradasi dan
sifat :
228

Ukuran
Ayakan
(mm)
50
37.5
25
9.5
4.75
2.0
0.425
0.075

Persentase Yang Lolos


Berdasarkan Berat
(%)
100
88 95
70 85
30 65
25 55
15 40
8 20
28
Property

Plasticity Index of material passing the


0.425 mm sieve in accordance with
AASHTO T90
Soaked CBR (AASHTO T193) at max. dry
density in accordance with AASHTO
T180, Method D

Nilai
4 10
min. 30%

Lapisan batu Tipe B, yaitu lapisan MacAdam dengan gradasi butiran dan sifat :
Ukuran
Persentase Yang Lolos
Ayakan
Berdasarkan Berat
(mm)
(%)
150
100
125
85 100
100
0 15
Properti

Nilai

Kandungan lempung dalam berat


Kandungan batu lunak dan kandungan
batu dalam berat sesuai dengan JIS A
1126.
Kandungan batu datar atau tipis (rasio
panjang maksimum dan tebal minimum
lebih dari 5) dalam berat

Kurang dari 0.25%


Kurang dari 5.0%
Kurang dari 10.0%

Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan metode kerja untuk
meletakkan, menghampar dan memadatkan lapisan batu untuk mendapat persetujuan
Direksi Pekerjaan sebelum dimulainya pekerjaan ini.
Lapisan batu tidak boleh diletakkan, dihampar atau dipadatkan pada saat hujan.
Tidak diijinkan melakukan pemadatan bila kandungan air dari bahan tidak memenuhi
batasan yang ditentukan. Pemadatan hanya diijinkan bila kandungan air pada lapisan
batu berada -3% atau +2% dari kadar air optimum yang diperoleh untuk maximum dry
density menurut AASHTO T180, Metod D. Apabila kadar air berada di luar batasan
tersebut maka Penyedia Jasa harus mengolah lapisan batu tersebut hingga diperoleh
kadar air yang memenuhi syarat.

229

Area yang dipersiapkan untuk dihampar dengan lapisan batu harus dipadatkan
terlebih dahulu untuk setidaknya panjang 100 m ke depan hingga diperoleh permukaan
dan kepadatan tanah yang disetujui Direksi Pekerjaan.
Apabila tebal lapisan batu adalah 150 mm atau kurang maka lapisan batu dapat
dihampar dan dipadatkan dalam satu lapis. Apabila tebal lapisan batu lebih dari 150 mm,
batu harus dihampar dan dipadatkan dalam dua lapisan atau lebih, dengan tebal masingmasing lapisan kira-kira sama. Tebal setiap lapisan penghamparan dan pemadatan tidak
boleh lebih dari 150 mm tebal padat.
Pemadatan harus berlangsung terus hingga diperoleh kepadatan lapangan
setidaknya 100% dari maximum dry density, yang dihitung menurut AASHTO T180,
Metod D. Bahagian-bahagian yang belum tercapai kepadatannya harus diperbaiki atau
diganti materialnya dan dipadatkan kembali sampai diperoleh kepadatan yang
disyaratkan dan didapat permukaan yang rata dan seragam. Pengujian kepadatan
lapangan dan kandungan air lapangan harus dilakukan sesuai dengan AASHTO T191.
Bila diminta oleh Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus melakukan percobaan
pemadatan lapisan batu dengan menggunakan material, peralatan, dan metode
sebagaimana yang diajukan untuk mendemontrasikan bahwa metode tersebut dapat
memenuhi spesifikasi ini.
Pengukuran Dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran lapisan batu pada jalan inspeksi harus dibuat
dalam meter kuadrat (m2) yang dihitung berdasarkan bidang yang dilapis yang
ditunjukkan menurut garis, kemiringan dan elevasi yang ditunjukkan pada gambar atau
yang ditentukan Direksi Pekerjaan.
Pembayaran pekerjaan lapisan batu untuk jalan inspeksi akan dibuat dengan
menggunakan harga satuan yang sesuai yang ada pada Daftar Kuantitas dan Harga
dimana harga satuan tersebut harus dianggap sudah termasuk biaya penyiapan tanah
dasar lapisan batu, penyediaan, pengangkutan, penempatan, penebaran, dan pemadatan
lapisan batu, termasuk biaya untuk pekerja, peralatan, pengujian dan perbaikan
kerusakan.

21.

PEKERJAAN PEMANCANGAN
21.1. UMUM
21.1.1.

URAIAN
Pekerjaan yang dimaksud di sini terdiri dari penyediaan tiang dan
pemancangan atau penempatannya sesuai dengan gambar hingga ke penetrasi
atau kedalaman yang diperintahkan Direksi Pekerjaan.
Untuk konfirmasi dalam memastikan jumlah dan panjang tiang serta
kapasitas beban tiang maka, sebelum mulai memproduksi atau memesan
tiang, Penyedia Jasa harus melakukan penyelidikan tanah dan/atau
pengeboran tanah dan/atau percobaan pemancangan tiang dan/atau pile
loading test. Berdasarkan hasil konfirmasi tersebut maka Penyedia Jasa
mengajukan kepada PPK usulannya menyangkut panjang dan jumlah tiang,
untuk dievaluasi dan disetujui oleh PPK.

21.1.2.

TIPE TIANG

230

Tipe tiang yang mungkin digunakan, yang akan ditunjukkan dalam


gambar, yaitu :

Tiang kayu

Tiang beton pracetak (precast concrete pile)

Tiang beton pre-stressed pracetak (precast prestressed concrete pile)

Tiang beton cetak ditempatnya / bor (cast-in place concrete / bored pile)

Sheet pile beton pre-stressed pracetak (precast prestressed concrete


sheet pile)

Tiang besi struktur (structural steel pile)

Tiang pipa besi (steel pipe pile)

Sheet pile besi (steel sheet pile)


21.1.3.

TIANG UJI
Direksi Pekerjaan dapat meminta tiang uji, yang menurutnya
diperlukan, untuk mengetahui dan memastikan daya dukung dari tipe pondasi
di lokasi pekerjaan. Penyedia Jasa harus menyediakan dan melaksanakan tiang
pengujian tersebut pada lokasi yang ditentukan Direksi Pekerjaan. Jumlah titik
yang harus diuji akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, tetapi jumlah ini tidak
kurang dari 1 dan tidak lebih dari 4 untuk jembatan, talang, atau bangunan lain
yang membutuhkan pondasi tiang, kecuali ditentukan lain oleh Direksi
Pekerjaan dalam kaitannya dengan jumlah bentang jembatan atau talang atau
panjang lain dari konstruksi. Tiang uji dapat dilakukan di dalam atau di luar
batas pinggir pondasi.

21.1.4.

PENGUJIAN BEBAN (LOADING TEST)


Kualitas

21.1.5.

JAMINAN MUTU (QUALITY ASSURANCE)


Kualitas bahan yang akan disediakan, keahlian pekerja dan
penyelesaian produk harus dimonitor dan dikontrol sebagaimana standar yang
ditentukan dalam spesifikasi ini.

21.1.6.

TOLERANSI
Tiang harus dipancang pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar.
Pergeseran ke samping dari kepala tiang dari posisi yang ditentukan, dalam
segala arah, tidak boleh lebih dari 75 mm.
Variasi kemiringan terhadap garis vertikal atau terhadap garis yang
direncanakan tidak boleh lebih dari 20 mm per-meter ( 1 : 50).
Variasi pada tiang beton precetak harus dalam batasan sebagai berikut :

dimensi penampang tiang


:
+ 6 mm

total panjang tiang


: + 25 mm

deviasi terhadap garis lurus :


1 mm per-meter panjang

head out of square


: 2 mm dalam lebar dari kepala tiang

clear over to reinforcement (termasuk tendon)


:
+ 5 mm, - 3
mm
231

tendon exit holes di cetakan dan plat :


+ 2 mm

tendon generally
:
+ 5 mm
Sepatu dan penyambung, bila sambungan diijinkan, harus melekat
dengan kuat pada tiang, berada di tengah-tengah dan segaris dengan as tiang.
Kecuali ditunjukkan dalam gambar atau disetujui oleh Direksi
Pekerjaan, tiang harus dicetak dalam satu panjang batang, tanpa
persambungan.

21.1.7.

STANDAR YANG DIREFERENSIKAN


Standar yang direferensikan adalah sebagaimana berikut di bawah ini
atau yang setara dengan standar tersebut, yaitu :

struktur besi :
ASTM A36 atau AASHTO M183

steel sheet pile:


ASTM A500 atau AASHTO M202

tiang struktur kayu


:
AASHTO M168

bahan pengawet kayu :


AASHTO M133

tiang besi
:
ASTM A252

21.1.8.

PENGAJUAN UNTUK PERSETUJUAN


Sebelum memulai setiap pekerjaan pemancangan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan pernyataannya menyangkut :
a. program yang mendetail menyangkut pekerjaan pemancangan;
b. rincian metode kerja yang diusulkan untuk memasukkan tiang beserta
peralatan yang akan digunakan;
c. perhitungan desain, termasuk driving formulae, yang akan menunjukkan
kapasitas dari tiang saat pemancangan dengan menggunakan peralatan
yang diusulkan Penyedia Jasa;
d. usulan untuk pile loading test, termasuk metode pemberian beban,
pengukuran beban dan penurunan serta usulan data yang akan diberikan
(bila ditentukan dalam Kontrak atau atas perintah Direksi Pekerjaan).
Persetujuan tertulis Direksi Pekerjaan atas hal-hal tersebut di atas harus
didapat sebelum dimulainya pekerjaan pemancangan.

21.1.9.

PENYIMPANAN DAN PERLINDUNGAN BAHAN


Tiang beton bertulang atau pre-stressed dan tiang besi harus disimpan
tidak langsung meletakkannya di atas tanah, tetapi diletakkan di atas sokong
kayu yang ditempatkan di atas tanah yang kuat yang tidak berkecenderungan
untuk turun akibat berat tiang, baik saat basah atau kering. Bila tiang akan
ditumpuk berlapis maka harus ditempatkan sokong di antara setiap lapisan dan
tinggi tumpukan tersebut tidak boleh lebih dari 2 m. Sokong pada setiap
lapisan harus ditempatkan di atas lapisan sebelumnya dan jaraknya dari ujung
tiang tidak boleh lebih dari 20% panjang tiang.

21.1.10. KUALITAS PEKERJAAN DAN PERBAIKAN PEKERJAAN YANG TIDAK


MEMUASKAN
a. Bila tiang melebihi toleransi yang ditentukan di atas maka Penyedia Jasa,
dengan biayanya sendiri, harus melaksanakan perbaikan yang dinilai perlu
oleh Direksi Pekerjaan;
232

b. Setiap tiang yang rusak akibat kerusakan di dalam atau pemancangan yang
salah harus dicabut dari posisinya atau dipancang ke bawah elevasi yang
ditunjukkan dalam gambar atau yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan dan
harus diperbaiki dengan biaya Penyedia Jasa;
c. Perbaikan pekerjaan, sebagaimana yang ditentukan Direksi Pekerjaan dan
dilaksanakan dengan biaya Penyedia Jasa, harus termasuk, tetapi tidak
terbatas pada, hal-hal berikut :
1) menarik kembali tiang yang tidak sempurna dan menggantinya dengan
tiang yang baru dan / atau yang lebih panjang, bila dibutuhkan;
2) memancang tiang kedua disepanjang pipa yang rusak atau tiang yang
mutunya rendah;
3) memperpanjang tiang dengan menyambung, sebagaimana yang
ditentukan spesifikasi ini, untuk mendapatkan kedalaman tertanam yang
cukup dari kepala tiang.
21.2. BAHAN
21.2.1.

SHEET PILE KAYU


Sheet pile kayu, kecuali ditunjukkan dalam gambar, harus diawetkan
terlebih dahulu. Sheet pile harus dibuat dari kayu gergajian, dengan sudut
persegi.
Kayu untuk tiang beban dapat diawetkan atau tidak diawetkan, dan
dapat dipotong untuk memberikan bentuk penampang persegi atau untuk
membuatnya menjadi batang lurus. Diameter tiang kayu tidak boleh kurang
dari 10 cm atau sebagaimana yang ditentukan dalam gambar. Kecuali
ditentukan lain, tipe tiang kayu harus kayu lokal / kayu dolken Klas III
menurut standar PPKI, NI-5, 1961.

21.2.2.

PRECAST REINFORCED CONCRETE PILE


Precast reinforced concrete pile harus sesuai dengan yang ditentukan
dalam JIS A5372 atau yang setara. Beton harus dari tipe K.350 dengan dimensi
penampang, panjang, bentuk, dan penulangan sebagaimana yang ditunjukkan
dalam gambar. Persyaratan pengerjaan beton harus memenuhi spesifikasi
pekerjaan beton.
Tiang tidak boleh dipindah dari lokasi pembuatan sampai hasil
pengujian menunjukkan compressive strength telah mencapai 80% dari
rencana compressive strength umur 28 hari. Tiang tidak boleh diangkut atau
dipancang sampai hasil pengujian menunjukkan tercapainya rencana
compressive strength umur 28 hari.

21.2.3.

PRECAST PRE-STRESSED CONCRETE PILE


Precast pre-stressed concrete pile harus memenuhi persyaratan JIS A
5373 atau yang setara.
Diameter dan grade tiang harus sebagaimana yang ditunjukkan dalam
gambar atau yang diarahkan Direksi Pekerjaan. Seluruh bahan untuk
prestressed concrete pile harus sesuai dengan persyaratan berikut :
Diameter luar (mm)
300
400
600
233

Tipe
Cracking bending moment
(ton.m)
Concrete compressive
strength (kg/cm2)
Effective prestressed
(kg/cm2)
21.2.4.

A
2.5

AB
3.0

AB
6.5

B
7.5

AB
20.0

600

600

600

600

600

40

60

60

80

60

PRECAST PRE-STRESSED CONCRETE SHEET PILE


Precast pre-stressed concrete (PC) sheet pile harus disediakan dan
dipancang oleh Penyedia Jasa sesuai dengan tipe, dimensi, dan posisi yang
ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana diarahkan Direksi Pekerjaan.
Sheet pile harus dipancang pada posisinya dalam struktur yang lengkap dan
cukup rapat pada keseluruhan sambungannya.
Precast pre-stressed concrete sheet pile harus sesuai dengan yang
ditentukan pada JIS A5326-1988 atau yang setara. Bentuk dari PC sheet pile
adalah sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diarahkan
Direksi Pekerjaan. Panjang penuh dari tiang harus digunakan bila
memungkinkan..
PC sheet pile harus sesuai dengan persyaratan berikut, yaitu :

minimum concrete compressive strength


500 kgf/cm2

minimum cracking moment 13.88 ton.m

21.2.5.

STEEL SHEET PILE


Steel sheet pile harus memenuhi persyaratan dalam JIS A5528 atau
AASHTO M202 atau yang setara. Steel sheet pile harus dari tipe dan berat yang
ditunjukkan dalam gambar atau yang diinstruksikan oleh Direksi Pekerjaan.
Tiang, bila telah dipancang menjadi struktur yang lengkap harus kedap air pada
persambungannya.

21.2.6.

STEEL PIPE PILE


Steel pipe pile (tiang pipa baja) harus dari Grade 2 yang ditentukan
pada ASTM A252 atau yang setara. Plat penutup untuk menutup ujung pipa
harus sesuai dengan yang ditentukan pada ASTM A36 atau yang setara.
Steel pipe pile harus mempunyai diameter 400 1200 mm
sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar. Tebal dinding tidak boleh kurang
dari yang ditunjukkan dalam gambar. Pipa baja harus cukup kuat untuk
dipancang sesuai dengan kebutuhan sebagai berikut :

minimum tensile strength


41 kgf/mm2

minimum yield strength


24 kgf/mm2
Plat penutup dan las penyambungnya tidak boleh melebihi keliling dari ujung
tiang.

22.

PEKERJAAN GEO - TEXTILE


22.1. Geo-textile dan Geo-membrane
22.1.1.

Umum
234

Material geo-textile dan geo membrane harus bersih, kuat bebas dari luka,
sobek atau cacad-cacad lainnya serta dibuat dan diperoleh dari
produsen/pabrik dan supplier yang dapat dipertanggung jawabkan.
Penempatan/pemasangan geo-textile dan geo-membrane harus di lokasi yang
sesuai dengan gambar atau perintah PPK.
Pemasangan geo-textile dan geo-membrane dimaksudkan untuk meningkatkan
daya dukung fondasi dan stabilitas lereng yang sekaligus untuk melindungi
permukaan lereng. Bila geo-textile dipasang pada fondasi riprap dan bronjong
batu pada pekerjaan perbaikan sungai, geo-textile berfungsi sebagai filter
untuk mencegah tanah/butiran material fondasi lolos kedalam bronjong batu
yang merusak stabilitas fondasi.

22.1.2.

Matras Geo-textile dan Geo-Membrane


(1) Material untuk Matras Geo-textile
Geo-textile yang dipakai/berfungsi sebagai matras harus geo-textile dari
tipe tenunan yang dibuat dari material yang tahan/awet terhadap
keasaman tanah dan tanah yang bersifat alkali, bakteri & efek biologis
lainnya, ultra-violet, dan harus fleksibel. Untuk itu, material geo-textile
harus dibuat dari bahan stabilized poly propylene atau polyster atau bahan
sejenis yang disetujui PPK. Material geo-textile harus memiliki sifat pisik
yang harus memenuhi syarat/ketentuan paling sedikit sbb:
Allowable Value
Items

Common Use

Foundation of
Rip-rap for
River etc.

Remarks

1. Minimum Strip
Tensile Strength
- in warp *)

40kN/m

100kN/m.

- in weft *)

40kN/m

100kN/m

2. Thickness

1.0 mm~2.0 mm 10 mm

3.

Max.Elon
gation at
Max.Load
4. Water
Permeability
*)

21%

>5
liter/sqm/sec

10% ~ 20%

>15
liter/sqm/sec

ASTM D 4595 or
equivalent.
ASTM D 4595 or
equivalent
ASTM D 1777 or
equivalent
ASTM D 4595 or
equivalent
BS 6906 or
equivalent

tenunan (woven)

(2) Material untuk Matras Geo-Grid


235

Material untuk matras geo-grid sama dengan material untuk matras geotextile seperti diuraikan pada H-16.2.(1), tetapi harus memiliki sifat pisik
yang harus memenuhi syarat/ketentuan paling sedikit sbb:
Items

Allowable Value

Remarks

180 kN/m

ASTM D4595

12%

15 x 15 mm ~ 20 x 20 mm

1. Minimum Tensile
Strength
2. Max.Strain at Max.Load
3. Seam Size
(3) Metoda Kerja Penyedia Jasa

Penyedia Jasa wajib menyerahkan metoda kerja penempatan dan


pemasangan matras geo-textile & geo-grid termasuk penyambungannya,
spesifikasi geo-textile dan geo-grid termasuk data yang rinci hasil uji
laboratorium dan informasi penting lainnya kepada PPK untuk mendapat
persetujuan, sebelum melakukan permintaan kepada produsen atau
supplier.
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab tentang kuantitas, kualitas, jadwal
pengiriman dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pengaduan dan
pemasangan geo-textile dan geo-grid berdasarkan metoda kerja yang
diusulkannya.
(4) Pemasangan, Penghamparan Matras Geo-textile dan Geo-grid.
Matras geo-textile dan geo-grid harus dipasang, dihampar dengan merata
pada permukaan tanah sehingga tidak boleh ada bagian matras yang
bergelombang. Harus dicegah timbulnya gaya tarik, tensile stress,
terhadap matras kecuali bila diperintahkan PPK.
Cacad sobek atau cacad-cacad lain yang terjadi pada matras pada saat
dihampar dan diratakan harus dicegah, dan bila terjadi cacad harus segera
diperbaiki oleh Penyedia Jasa dengan menambah matras, over laid, diatas
matras geo-textile dan geo-grid yang sudah terpasang atau dengan cara
lain yang disetujui PPK. Apabila geo-textile atau geo-grid dipakai untuk
membungkus pematus lantai (under drain) yang terdiri dari kerikil, maka
kedua ujung geo-textile atau geo-grid harus diberi sambungan overlapped
tidak kurang dari 20 cm atau sesuai dengan perintah PPK.
Sambungan geo-textile atau geo-grid harus dilaksanakan cara yang sesuai
dan dengan material dan peralatan yang mendapat rekomendasi produsen
atau suplier sesudah mendapat persetujuan PPK. Penyambungan harus
dikerjakan berhati-hati sehingga tidak merusak material sesuai dengan
perintah PPK atau metoda yang direkomendasi produsen atau suplier,

236

material sambungan harus memiliki strip strength yang lebih kuat


dibanding material matras geo-textile.
Apabila geo-grid dipasang/dihampar pada talud, geo-grid harus dipasang
dengan rapat dan kuat pada permukaan talud tersebut dengan paku kawat
atau pasak yang masuk kedalam tanah tidak kurang dari 15 cm seseuai
dengan ketentuan yang direkomendasi produsen atau suplier atau
perintah PPK.
(5) Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk matras geo-textile dan geo-grid harus dilakukan dengan
satuan ukuran luas, meter persegi (m2), yang dipasang sesuai dengan
ukuran dan dimensi yang ditentukan dalam gambar kerja atau perintah
PPK tentang lokasi dan pemasangan geo-textile dan geo-grid.
Pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah luas geo-textile dan geo-grid
yang dipasang dengan harga satuan sesuai dengan yang tercantum dalam
Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah termasuk semua beaya untuk
pekerja, material, alat, peralatan, pengangkutan & bongkar-muat,
penghamparan, perataan, menjahit, menyambung, overlapping dan
pekerjaan lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan ini.

22.2. Filter Geo-Textile


(1)

Umum
Lokasi pemasangan filter geo-textile diperlihatkan dalam gambar atau sesuai
dengan perintah PPK. Material filter harus bersih, bagus tanpa cacad/luka dan
harus berasal dari produsen atau suplier yang bertanggung jawab. Filter geo-textile
akan dipakai untuk fasilitas pematus/drain : under drain, weep hole, gabion
mattress, riprap dll.

(2)

Material
Geo-textile yang dipakai sebagai filter harus tipe bukan tenunan/non-woven type,
terbuat dari material yang kuat dan tahan/awet terhadap bakteri dan pengaruh
biologi lainnya, keasaman & alkali tanah, ultra violet dan fleksibel serta berasal dari
bahan stabilized polyster yang setara atau material yang disetujui PPK.
Sifat pisik material filter geo-textile harus memenuhi ketentuan sbb:

Item

Tipe-1

Tipe-2

Keterangan

1. Berat minimum (g/m2)

300

550

ASTM D5261 atau setara

2. Tebal minimum (mm)

4,5

ASTM D 1777 atau setara

3. Tensila strength

28

35

ASTM D 1777 atau setara


237

minimum (kN/m)
4. Permeabilitas
(cm/detik)

>1x10-1

>1x10-1

ASTM D 4491 atau setara

Kecuali bila ditentukan lain oleh gambar atau PPK, geo-textile yang dipakai di lokasi
pekerjaan harus Tipe-1 sedang Tipe-2 terbatas hanya dipasang untuk bangunan
besar misalnya penyambat/seal untuk terowong.
(3)

Metoda Kerja Penyedia Jasa


Penyedia Jasa harus menyerahkan usulan metoda kerja kepada PPK untuk
mendapatkan persetujuan sebelum melaksanakan pengadaan material filter.
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk kuantitas, kualitas, jadwal
pengadaan dan pengiriman dan pekerjaan lain yang perlu untuk penyelesaian
pekerjaan ini.

(4)

Pemasangan, Penghamparan Filter geo-textile


Penempatan, penghamparan, pemasangan, pembungkusan, penyambungan filter
geo-textile harus mengikuti ketentuan yang diuraikan dalam Pasal H-15.2(4).

(5)

Pengukuran dan Pembayaran


Pengukuran untuk pembayaran filter geo-textile dilakukan dengan satuan ukuran
luas, meter persegi (m2), geo-textile yang dipasang sesuai gambar atau luas geotextile yang dipasang dan diukur di lokasi pekerjaan atau sesuai perintah PPK.
Penyambungan dan overlapping tidak diperhitungkan dalam pengukuran dan
pembayaran kecuali kalau diperintahkan PPK.
Pembayaran dilaksanakan berdasarkan luas filter geo-textile yang
dipasang/dikerjakan serta harga satuan pekerjaan filter geo-textile yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah diperhitungkan termasuk semua
beaya untuk pekerja, peralatan, material, pengangkutan bongkar-muat,
penghamparan, pemasangan, penyambungan, overlapping, dan pekerjaan lainnya
yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan ini.

22.3. Geo-Membrane /Water Proofing Sheet


(1)

Umum
Material geo-membrane harus bersih, bagus, tanpa ada cacad sobek atau luka atau
cacad-cacad lain dan berasal dari produsen dan supplier yang bertanggung jawab.
Geo-membrane biasa dipakai untuk membentuk lapisan keap air, water proofing,
yang ditempatkan di saluran atau terowong pada lokasi yang ditentukan sesuai
dengan gambar atau yang direncanakan/diperintahkan PPK.

(2)

Material Geo-Membrane

238

Geo-membrane yang dipakai harus dari tipe bukan tenun dari bahan yang
awet/tahan terhadap bakteri dan efek diologis lainnya, keasaman tanah, alkali
tanah, ultra violet dll. serta bersifat cukup fleksibel. Material geo-membrane ini
harus berasal dari stabilized polyethylene atau material yang setara yang disetujui
PPK.
Sifat pisik material geo-membrane tersebut harus memenuhi criteria sbb:
Item

Tipe-1

Tipe-2

Tipe-3

1. Minimum thickness
(mm)

0,50

1,00

1,50

ASTM D 751

2. Minimum
(g/cm3)

0,94

0,94

0,94

ASTM D 1505

3. Min.tensile at break
(kN/m)

14

21

40

ASTM D638 Type


IV

4. Min.tensile at yield
(kN/m)

17

27

ASTM D638 Type


IV

5. Elongation at yield
(%)

13

13

13

ASTM D 638 Type


IV

density

Standard Test

Tipe geo-membrane yang dipakai dilokasi pekerjaan harus sesuai dengan yang
ditetapkan dalam gambar kerja atau perintah PPK.
(3)

Metoda Kerja
Penyedia Jasa wajib menyerahkan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan
tentang metoda kerja, penyambung, over lapping/splicing, spesifikasi geomembrane yang akan dipergunakan yang dilampiri secara rinci hasil uji/tes
laboratorium, sebelum persetujuan diterbitkan oleh PPK, Penyedia Jasa tidak
diperbolehkan melakukan pemesanan/pengadaan material kepada produsen atau
supplier. Selanjutnya, Penyedia Jasa tetap bertanggung jawab atas kuantitas,
kualitas, jadwal pengiriman dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pemesanan
geo-membrane berdasarkan usulannya.

(4)

Penempatan & Pemasangan Geo-membrane


Geo-membrane harus diletakkan dengan berhati-hari, teliti dan baik sehingga tidak
timbul kerutan, gelombang, luka atau cacad dan terletak rapih dan merata pada
permukaan tanah fondasi, atau beton. Tidak boleh terjadi tegangan tarik, tensile
stress, pada saat penghamparan dan pemasangan geo-membrane dan bila terjadi
luka, sobek, atau cacad lain harus diperbaiki sesuai dengan rekomendasi produsen
atau suplier atau dipasang lapisan tambaham, atau cara lain dengan persetujuan
PPK.

239

Bila dilakukan splicing, harus dikerjakan dengan baik sesuai dengan metoda,
peralatan, dan material yang direkomendasi produsen/supplier dan bila geomembrane dipasang pada talud lereng, harus dikerjakan dengan metoda yang
direkomendasikan produsen, suplier atau sesuai dengan perintah PPK.
(5)

Pengukuran & Pembayaran


Pengukuran geo-membrane dilakukan berdasarkan satuan ukuran luas, meter
persegi (m2), berdasarkan gambar kerja atau yang sesungguhnya terpasang di
lokasi kerja atau perintah PPK, tetapi tidak termasuk splicing atau over lapping.
Pembayaran geo-membrane dilakukan berdasarkan harga satuan pekerjaan
tersebut yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga, sudah diperhitungkan
semua beaya untuk pekerja, teknisi, alat & peralatan, material, pengiriman,
pemasangan dan pekerjaan lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan ini.

22.4. Geo-grid untuk Perlindungan Talud/Lereng


(1) Umum
Geo-grid umumnya dipasang untuk mencegah erosi talud/lereng timbunan atau
galian tanah sebelum gebalan rumput tumbuh dengan baik, dilokasi yang
ditunjukkan pada gambar kerja atau sesuai perintah PPK. Geo-grid yang dipakai
harus bersih, bagus dan utuh tanpa luka/sobek atau cacad lainnya.
(2) Material Geo-grid untuk Perlindungan Talud/Lereng
Geo-grid yang dipasang untuk perlindungan talud/lereng harus tipe jaring, net, yang
terbuat dari bahan alamiah yang kuat dan tahan untuk beberapa musim hujan. Geogrid yang dipakai untuk pekerjaan ini harus terbuat dari bahan yang berasal dari fiber
sabut kelapa atau material lain yang disetujui PPK dengan tebal 10 mm yang terdiri
dari lapisan jaring atas dan jaring bawah/dasar yang terbuat dari tali rami dimana
kedua lapis tersebut harus menyatu dengan kuat. Babot geo-grid yang dipakai harus
600 ~ 700 gram/m2 sesuai dengan persetujuan PPK.
(3) Metoda Kerja
Penyedia Jasa wajib menyerahkan metoda kerja, Spesifikasi material yang dipakai,
splicing data hasil uji laboratorium dll. kepada PPK untuk mendapat persetujuan.
Sebelum mendapat persetujuan dari PPK, pemesanan dan pengiriman geo-grid tidak
diperbolehkan dan Penyedia Jasa tetap bertanggung jawab atas kuantitas, kualitas
dan jadwal pengiriman geo-grid dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pemesanan
material berdasarkan usulannya.
(4) Penampatan & Pemasangan Geo-Grid untuk Perlindungan Talud/Lereng
Tanah tempat geo-grid akan dipasang harus dipersiapkan lebih dahulu dengan
kedalaman tidak kurang dari 7,50 cm pada kondisi tanah yang tidak terlalu basah
atau kering sesuai dengan penilaian PPK.

240

Sesudah permukaan tanah selesai dipersiapkan, geo-grid dipasang dengan teliti,


merata tiatas permukaan tanah yang baik tanpa kerutan/gelombang, atau tegangan
dan bila terjadi kerusakan, luka, sobek dan cacad lain harus diperbaiki dengan
metoda yang direkomendasi produsen atau suplier atau memberi lapisan tambahan
geo-grid atau cara lain sesuai perintah PPK.
Bila lembaran geo-grid dipasang berderet/berdampingan, kedua ujung tepi/pinggir
harus diberi kelebihan, over lapping, selebar paling sedikit 10 cm. Dan bila dipasang
pada lereng, tepi atas lembaran geo-grid yang dibawah harus berada dibawah tepi
bawah lembaran yang diatasnya dengan over lapping selebar paling sedikit 10 cm.
Kalau diperlukan splicing, harus dikerjakan dengan metoda yang mendapat
rekomendasi dari produsen atau suplier. Agar supaya lembaran geo-grid terpasang
dengan rapat dan kuat pada permukaan tanah harus dipaku dengan kawat atau paku
dari bambu dengan kedalaman paling sedikit 15 cm sesuai dengan rekomendasi
produsen atau suplier atau perintah PPK.
(5) Pengukuran & Pembayaran
Pengukuran geo-grid untuk perlindungan talud/lereng dilakukan dengan satuan
ukuran luas, meter persegi (m2), yang dipasang pada lokasi dan dimensi sesuai
dengan gambar kerja, atau diukur sesuai dengan yang dipasang di lokasi kerja atau
perintah PPK dengan ketentuan lebar untuk over-lapping dan splicing tidak
diperhitungkan untuk pembayaran, kecuali bila ditentukan lain oleh PPK.
Pembayaran akan dilaksanakan berdasar luas yang dipasang sesuai dengan uraian
diatas dan harga satuan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang
diperhitungkan sudah termasuk beaya untuk pekerja, teknisi, alat & peralatan,
material, pengiriman bongkar-muat, pemasangan dan pekerjaan lain yang perlu
untuk penyelesaian pekerjaan pemasangan geo-grid untuk perlindungan
talud/lereng.

23.

PEKERJAAN BRONJONG BATU.


Bronjong Batu
Bronjong batu atau bronjong kawat yang diisi batu dipergunakan untuk stabilisasi dan
pengamanan tebing sungai, pangkal jembatan, talang dan perlindungan tebing lainnya, dipasang
di atas fondasi yang telah dipersiapkan lebih dulu berdasarkan gambar kerja atau perintah PPK.
Bronjong kawat harus produksi pabrik yang dibuat dari kawat berdiameter tidak kurang dari 3.0
mm, yang digalvanisasi/dilapisi zinc dengan kandungan lebih dari 240 gram/m 2 luas permukaan
kawat dan kuat tarik antara 4220 kg/cm 2 sampai 5980 kg/cm2 sesuai ketentuan AASHTO T65
atau standar lain yang disetujui PPK.
Sebelum pengadaan bronjong kawat produksi pabrik dilaksanakan, terlebih dahulu Penyedia
Jasa harus menyampaikan mill certificate kepada PPK untuk dipelajari dan disetujui. Bronjong
kawat harus dilengkapi dengan diafragma dari kawat sejenis yang membagi bronjong kawat

241

menjadi bagian-bagian/segmen dengan panjang tiap segmen tidak lebih dari lebar bronjong
kawat.
Bronjong kawat diletakkan pada posisi yang tepat diatas geotekxtile yang telah terpasang lebih
dahulu. Bronjong kawat dirangkai menjadi satu dengan cara mengikat setiap sudut verticalnya
dengan bronjong kawat yang lain. Untuk memperkokoh kedudukan brojong perlu dipancang
beberapa dolken panjang 2.0 m, diameter 10 cm atau besi tulangan diameter 16 mm dengan
panjang yang sama sesuai dengan gambar kerja.
Kayu dolken harus memenuhi syarat PKKI, N1-5, 1961, kualitas kayu kelas III sedang besi
tulangan harus sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini Pasal C-12. Kayu dolken atau besi
tulangan harus dipancang tegak lurus masuk kedalam fondasi bronjong sehingga ujung atasnya
berada di dalam bronjong sesuai dengan gambar atau perintah PPK.
Bronjong kawat yang telah terpasang dengan baik diisi batu dengan specific gravity tidak kurang
dari 2.5 dengan ukurang 100 mm sampai 200 mm tetapi harus lebih dari 1,5 kali jarak/lebar
jaring kawat bronjong. Pengisian harus padat sehingga kepadatan (density) bronjong batu tidak
boleh kurang dari 1400 kg/m3. Batu pengisi bronjong harus uniformly graded, keras dan tahan
air dan cuaca pengisian dilaksanakan dengan manual untuk menjamin kepadatannya.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan bronjong batu dilakukan berdasarkan volume dalam
meter kubik (m3) yang dihitung sesuai dengan dimensinya dalam gambar atau perintah PPK.
Pembayaran pekerjaan bronjong batu dilakukan berdasarkan harga satuan yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah termasuk biaya dan ongkos untuk pekerja,
material, peralatan, penyiapan, pemasangan dan pengisian bronjong dan pekerjaan pendukung
yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan berdasarkan gambar dan perintah PPK.
Penyedia Jasa tidak diberi pembayaran untuk biaya penyediaan, pemasangan dan
pemancangan: geotextile, dolken atau besi tulangan, biaya yang dikeluarkan Penyedia Jasa
untuk aktivitas tersebut dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan bronjong batu.

24.

PEKERJAAN WHEEP HOLE.


24.1. Lubang Keluar (Wheep Hole)
Dua tipe lubang keluar atau weep hole : (i) weep hole sederhana, pipa PVC diameter 50
mm atau sesuai dengan gambar kerja dan (ii) weep hole dengan bola, pipa PVC diameter
50 mm yang dilengkapi dengan bola sebagai kutup untuk mencegah aliran air dari
saluran.
Weep hole seherhana dipasang pada dinding/tembok pasangan batu sedang weep hole
dengan bola dipasang pada dinding vertikal lining saluran atau flume, tembok penahan
tanah dari beton bertulang, saluran dengan lining dll.
Pipa PVC untuk weep hole harus diberi lubang perforasi yang disetujui sehingga tidak
berakibat butiran pasir filter mengalir keluar, sesuai dengan gambar kerja atau perintah
PPK. Pipa weep hole harus dilengkapi dengan filter dari pasir bergradasi dan kerikil, dan
inlet weep hole pada sisi tanah urugan harus dibungkus dengan ijuk atau chemical filter
membrane sesuai dengan ketentuan dalam Pahal H-17 atau sesuai perintah PPK.
242

24.2. Katup (Flap Valve)


Katup yang dipasang pada pematus lantai bangunan underdrain harus katup tipe pipa
PVC yang dibuat berdasarkan gambar kerja. Diameter pipa PVC harus 100 mm atau
berdasarkan gambar kerja dan ditempatkan di lokasi yang tepat sesuai gambar kerja atau
perintah PPK.
24.3. Pasir-Kerikil Bergradasi
Pasir-Kerikil bergradasi harus terdiri dari campuran pasir dan kerikil dengan susunan
gradasi yang sesuai dengan ketentuan dalam Pasal D-8 dan dengan cara pembayaran
yang sama.

24.4. Pengukuran dan Pembayaran


Pengukuran untuk pembayaran pipa PVC ber-perforasi untuk pematus lantai underdrain
dan pipa pematus (drainpipe/tube) dilakukan dengan satuan ukuran panjang, meter (m),
dari panjang pipa yang terpasang dari ujung ke ujung, untuk setiap diameter pipa yang
berbeda dengan tidak ada toleransi untuk sambungannya.
Pembayaran untuk pipa PVC ber-perforasi dilakukan berdasarkan harga satuan pekerjaan
tersebut yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah termasuk semua
beaya untuk menyediakan, mengangkut, menyambung, perforasi, dan pemasangan pipa
PVC, penyediaan komponen sambungan, tikungan dan semua asesoris lainnya seperti
uraian diatas, upah pekerja, material dan peralatan. Penyediaan dan pemasangan filter
disekeliling pipa perforasi akan dibayar tersendiri sesuai dengan harga satuannya yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pengukuran untuk pembayaran weep hole dan katup dilakukan dengan satuan ukuran
jumlah weep hole yang terpasang sesuai dengan gambar kerja atau perintah PPK.
Pembayaran untuk pengadaan dan pemasangan katup (diameter 100 mm), pipa PVC
untuk weep hole dengan katup bola (diamter 50 mm) dan weep hole sederhana dengan
pipa PVC (diameter 50 mm) dilakukan berdasarkan harga satuannya yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, harga satuan tersebut sudah termasuk semua beaya
untuk penyediaan, pengangkutan, pembuatan dan pemasangan katup bola dan
katupnya, filter membrane dan pekerjaan lainnya sesuai dengan uraian diatas juga beaya
untuk upah pekerja, material dan peralatan.

25.

PEKERJAAN WATERSTOP
25.1. PVC Waterstops
25.1.1.

Lingkup Pekerjaan
Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang waterstops yang terbuat dari
bahan polyvinyl-chloride dengan bentuk dan ukuran/dimensi sesuai dengan
lokasi pekerjaan dan berdasarkan gambar kerja atau perintah PPK. Untuk
mempermudah pelaksanaan pemasangan waterstop dalam cetakan beton
243

dapat dilakukan dengan memakai watestop dengan sayap atau flange yang
terpisah, tetapi, sebelum beton untuk bagian akhir sambungan dituang/dicor,
bagian sayap atau flange tersebut harus disambungkan terlebih dahulu dengan
metoda yang disetujui PPK sehingga tidak ada beton atau mortar mengalir ke
celah diantara 2 (dua) flange tersebut.
25.1.2.

Pembuatan
Penyedia Jasa harus menyediakan material, peralatan dan sumber daya listrik
yang diperlukan untuk sambungan flange dan pemasangan waterstop.
Sambungan flange yang dibuat kerja dapat dilakukan dengan memotong
waterstop sesuai dengan keperluan, memanasi ujung-ujungnya sehingga
meleleh dan menyambungnya kembali sesuai dengan yang direncanakan.
Pemanasan ujung sambungan harus dikerjakan dengan peralatan untuk
penyambungan yang telah memperoleh rekomendasi dari produsen waterstop
bersangkutan atau dengan peralatan thermostatically controlled electric device
lain yang disetujui PPK.
Waterstop yang akan dipasang di lokasi dimana terdapat perubahan
arah/sumbu harus dipotong dan disambung dilokasi tersebut untuk mencegah
distorsi dan tekukan pada wed atau flange.
Pemasangan waterstop khususnya ditempat pertemuan 2 (dua) lembar
waterstop harus dikerjakan dengan hati-hati sehingga kedua sumbunya
berimpitan. Penyedia Jasa harus merawat, menjaga dan mengamankan
waterstop selama pelaksanaan seluruh pekerjaan sedang berlangsung.
Bila sesudah penuangan/pengecoran beton selesai dikerjakan, dijumpai
perubahan posisi atau bentuk waterstop, beton disekitar waterstop harus
dibongkar untuk membetulkannya dan selanjutnya beton dicor ulang dengan
beaya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.

25.1.3.

Material
Waterstop harus terbuat dari bahan senyawa elastometric plastic, 100% PVC
(polyvinyl-chloride). Produk tersebut harus padat, homogen (serba sama), tidak
berongga/berlubang atau cacad lainnya.
Waterstop yang dipakai harus memenuhi syarat pisik sbb:
-

Specific gravity
Tensile strength
Ultimate elengation
Brittleness
Durometer

:
:
:
:
:

1,33 0,03, pada temperatur 230C


1,55 ~ 1,76 kg/cm, pada temperatur 230C
360% ~ 400%, pada temperatur 230C
- 480C
65 - 75

Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian material yang akan dipakai kepada
PPK untuk mendapat persetujuan sebelum pengadaan material PVC waterstop
tersebut.

244

25.1.4.

Pengukuran dan Pembayaran


Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pemasangan PVC waterstop
dilakukan dengan satuan ukuran panjang, meter (m), waterstop yang telah
dipasang dengan baik diukur sepanjang sumbunya sesuai gambar kerja.
Pembayaran pekerjaan PVC waterstop dilakukan berdasarkan harga satuan
pekerjaan tersebut yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

26.

PEKERJAAN BONGKARAN PASANGAN LAMA


26.1. Pekerjaan Batu Lainnya
Yang dimaksud dengan pekerjaan batu yang lain adalah :
Pembongkaran, pengelupasan dan pembuangan pasangan batu atau beton lama
Pembongkaran pasangan batu atau beton lama dan menggantinya dengan yang baru
Siaran ulang pasangan batu lama
Plaster ulang pasangan batu lama
26.2.

Pembongkaran, Pengelupasan dan Pembuangan


Konstruksi pasangan batu atau beton lama yang cacat atau sudah tidak lagi memenuhi
syarat harus dibongkar atau dikupas dengan hati-hati sampai mencapai bagian konstruksi
yang kondisinya masih baik atau dibongkar seluruhnya sesuai perintah PPK.
Pengupasan permukaan pasangan batu atau beton lama harus dikerjakan dengan hatihati sehingga melukai/merusak pasangan batu atau beton lama dengan kedalaman tidak
kurang dari 3 cm atau sesuai dengan perintah PPK bila ternyata tidak dijumpai bagian
konstruksi yang masih baik.
Bila pembongkaran dan pengelupasan pasangan batu atau beton lama ternyata merusak
bagian dari konstruksi/bangunan yang berdasarkan gambar kerja tidak perlu dibongkar.
Penyedia Jasa wajib memperbaikinya kembali dengan biaya sendiri sehingga dapat
diterima PPK.
Sesudah pembongkaran dan pengupasan mencapai bagian konstruksi/bangunan yang
kondisinya masih baik, bagian tersebut harus dibersihkan dari material lepas, puing dan
embedded material yang sudah tidak dipakai lagi. Pembersihan dikerjakan menggunakan
sikat baja dan disemprot air sehingga agregat beton atau batu dari pasangan lama
muncul, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal C-14.1.
Sebelum pasangan batu atau beton yang baru akan dituang, permukaan yang lama
terlebih dahulu disiram/dibasahi air sampai jenuh (selama tidak kurang dari 4 jam)
kemudian dilapisi bounding-agent. Semua bahan yang akan dipakai harus mendapat
persetujuan PPK dan puing-puing hasil bongkaran harus dibuang keluar lokasi kerja.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pembongkaran dan pembuangan pasangan
batu atau beton lama dilakukan dengan satuan ukuran volume dalam meter kubik (m3)
material yang dibongkar yang dihitung mulai dari permukaan konstruksi/bangunan lama

245

sampai ke bagian yang kondisinya masih baik atau sesuai gambar kerja yang disepakati
atau perintah PPK.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pengelupasan dan pembuangan pasangan
batu atau beton lama dilakukan dengan satuan ukuran luas dalam meter persegi (m 2)
permukaan bangunan lama yang dikupas sesuai dengan gambar kerja atau perintah PPK.
Pembayaran untuk pekerjaan pembongkaran, pengelupasan dan pembuangan pasangan
batu atau beton dilakukan berdasarkan harga satuan pekerjaan tersebut yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah diperhitungkan biaya untuk pekerja, alat
kerja, peralatan, material termasuk bonding-agent, pembongkaran dan pembuangan
embedded material, besi tulangan dan pembuangan seluruh hasil bongkaran ke lokasi
yang dipilih dan disediakan oleh Penyedia Jasa.
26.3. Perbaikan Pasangan Batu/Beton Lama (pembongkaran bangunan lama dan
penggantian dengan yang baru)
(a) Pasangan Batu
Permukaan pasangan batu yang keadaannya masih baik harus dibersihkan dari
puing-puing dan benda lepas lainnya. Kemudian bagian bangunan dengan pasangan
batu yang baru, dikerjakan sesuai ketentuan dalam Pasal D-2 dalam Spesifikasi ini.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pasangan batu dilakukan dengan satuan
ukuran volume dalam meter kubik (m3) pekerjaan yang dilaksanakan. Pembayaran
pekerjaan pasangan batu dilakukan berdasarkan harga satuan pekerjaan yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang diperhitungkan termasuk biaya
untuk pekerja, material dan peralatan untuk pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan pasangan batu.
(b) Perbaikan Beton
Permukaan beton yang keadaannya masih bagus dibersihkan dari puing-puing
bongkaran dengan sikat baja dan dicuci sampai kelihatan agregat beton lama, sesuai
dengan Pasal C-14.1. Permukaan tersebut dibasahi dengan air sampai jenuh selama
tidak kurang dari 4 (empat) jam kemudian dilapisi dengan bonding-agent sebelum
dituang beton yang baru. Sedang lubang-lubang yang ada harus diisi/ditutup dengan
beton tipe-C dipadatkan dengan baik.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan perbaikan beton dilakukan dengan satuan
ukuran volume dalam meter kubik (m3) termasuk beton pengisi lubang. Pembayaran
dilakukan berdasarkan harga satuan pekerjaan beton yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga yang diperhitungkan termasuk biaya untuk labour, alat, cetakan.
26.4. Siar dan Plaster Ulang
Pasangan batu atau beton lama yang akan disiar atau diplaster ulang permukaannya
harus dibersihkan/dikupas sampai dijumpai permukaan yang kondisinya masih bagus
atau sesuai dengan persetujuan PPK. Permukaan tersebut harus dibersihkan dari puingpuing, benda lepas dan kotoran lain menggunakan sikat baja.
246

Semua pekerjaan siar dan plaster ulang harus dikerjakan dengan memperhatikan
ketentuan dalam Pasal D-2.
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan ini dilakukan dalam satuan ukuran luas, meter
persegi (m2) permukaan bangunan yang dikupas, disiar atau diplaster ulang berdasarkan
data prestasi kerja di lokasi kerja. Pembayaran untuk pekerjaan ini dilakukan berdasarkan
harga satuan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang sudah
diperhitungkan biaya untuk kerja, material, alat, peralatan dan pekerjaan lain yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

27.

PEKERJAAN PEMBABATAN
27.1. Penebasan dan Pembersihan Semak Belukar
Pemborong harus membersihkan lapangan kerja untuk saluran dan bangunan yang ada
dari semua tumbuhan dan bambu, termasuk pohon-pohon. Pemborong harus
membongkar akar-akar, mengisi lubang-lubangnya dengan tanah dan dipadatkan
kemudian membuang dari tempat pekerjaan semua bahan-bahan hasil pembersihan
lapangan
(1)

Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah pekerjaan pembersihan dan
pembongkaran tanah dari pangkal/tunggul bentang pohon, gelondongan kayu,
belukar dan tanaman lain serta bahan non-organik yang berupa pagar, bangunan,
fondasi, puing dan kotoran lainnya sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar
kerja atau dalam batas wilayah garis sempadan daerah/lokasi pekerjaan.
Penyedia Jasa wajib terlebih dahulu mendapat persetujuan PPK sebelum pekerjaan
ini dilaksanakan terutama batas daerah yang akan ditebas dan dibersihkan, dan
pohon, bangunan dan obyek lainnya yang tidak boleh diganggu/dirusak serta
metode kerja yang harus menjaga keutuhan tanaman dan bangunan di luar batas
daerah kerja. Bila metode tebas-bakar dipilih Penyedia Jasa dalam pelaksanaan
pekerjaan, maka pengendalian, keamanan, dan penilaian atas aspek lingkungan
harus diperhatikan.
Bila lahan dalam batas wilayah garis sempadan didominasi tanaman yang tingginya
kurang dari 2.0 m atau tanaman dengan diameter batas setinggi dada (DSD) kurang
dari 10 cm, maka pembukaan dan pembersihan lahan di daerah tersebut tidak
dapat dikategorikan sebagai pekerjaan penebasan dan pembersihan semak
belukar dalam Spesifikasi Teknik ini, tetapi sebagai pekerjaan stripping sesuai
dengan ketentuan dalam Pasal 2 ialah pengupasan tanah organik: lapisan rumput,
tanah bagian atas, akar-akaran dan bahan non-organik yaitu sisa bangunan, fondasi
dan lain-lain serta mengeluarkannya dari lokasi pekerjaan.

(2)

Pengukuran dan Pembayaran

247

Pengukuran pekerjaan ini dilaksanakan dalam satuan luas meter persegi yang
diukur dalam batas wilayah garis sempadan dan pembayaran untuk pekerjaan ini
dilakukan berdasarkan harga satuan yang ditawarkan Penyedia Jasa dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
Untuk keperluan pengukuran dan pembayaran pekerjaan penebasan dan
pembersihan semak belukar diklasifikasikan sebagai berikut:

28.

Tipe-A

: semak belukar atau tanah pertanian sawah, tanaman pangan lain


dan buah-buahan.

Tipe-B

: hutan ringan atau hutan sekunder termasuk perkebunan karet


atau kelapa sawit termasuk tanaman sela.

PEKERJAAN PINTU BESI


28.1. Pintu-Pintu Sorong dan Pengangkat
28.1.1.

Umum
Kontraktor akan merencanakan, menyediakan dan memasang set-set lengkap
dari pintu-pintu sorong baja dan pintu-pintu dioperasikan tangan (bilamana
ada) tipe persegi empat dengan rangka-rangka pengarah dan pengangkatnya
sebagaimana ditunjukan pada Gambar-Gambar atau ditunjukan oleh Engineer.
Pintu-pintu ini direncanakan untuk dipasang pada bangunan pembagi,
bangunan offtake, wasteway dan lain-lain supaya mengatur dan menghentikan
aliran air masuk / keluar. Semua bagian-bagian dari pintu-pintu ini dan
kelengkapanya dipakai dari pekerjaan-pekerjaan yang harus di-desain,dibuat,
disediakan, ditest, diselesaikan, dicat dan dikirim ke site, dipasang dan ditest
site sebagaimana ditetapkan dalam Sub-bagian ini.
Jumlah dari masing-masing tipe pintu akan ditunjukan pada Bill of Quantity,
final tipe dan jumlah yang akan dipakai di site akan diputuskan atas
persetujuan Engineer.
Kontraktor akan melakukan perhatian khusus dalam merencanakan dan
pembuatan/fabrication dari semua tipe pintu-pintu untuk menghindari vibrasi
selama suatu kondisi peng-operasian. Susunan pintu-pintu harus sebagaimana
ditunjukkan pada gambar-gambar, dan semua bagian-bagian dari pintu sorong
atau harus sesuai kebutuhan-kebutuhan yang ditetapkan atau ditunjukan oleh
Engineer.

28.1.2.

Beban-Beban dan Tegangan-Tegangan Perencanaan


(1) Kondisi dan Beban Perencanaan
(a) Daun Pintu (Gate leaf)
Kondisi dan beban perencanaan untuk dipertimbangkan pada
dasarnya harus mengikuti kebutuhan yang ditetapkan dalam Sub-

248

klause
G-2.1.2
diatas
dan
perencanaan
mempertimbangkan juga kondisi berikut :

pintu

akan

(i) Tekanan air


Tekanan air ditimbulkan oleh ketinggian muka air pada pintupintu akan ditunjukan pada Gambar-Gambar.
(ii) Beban-Beban Lain
Reaksi akibat beratnya sendiri. Semua muatan-muatan
dibebankan selama memulai, penaikkan atau penurunan pintu.
(b) Rangka Pengarah
Beban-beban pada rangka pengarah pada dasarnya harus mengikuti
kebutuhan-kebutuhan yang ditetapkan dalam Sub-klause G-2.1.2
diatas dan akan mempertimbangkan beban-beban bantalan, bebanbeban penyekat / seal dan semua lainnya sebagian besar akibat
kesalahan pengoperasian dari pintu dan pengangkatnya.
Rangka-rangka pengarah harus mampu mentransfer beban-beban
pintu ke betonan/concrete dan atau bangunan-bangunan batu
masonry.
(c) Pengangkat
Pengangkat-pengangkat akan direncanakan untuk menaikan,
menurunkan dan mengangkat pintu dalam suatu posisi antara posisi
ditutup penuh dan posisi dibuka penuh. Tinggi pengangkatan dari
pengangkat/hoist akan ditunjukkan sebagaimana pada gambar.
Tingkat kapasitas dari pengangkat/hoist dan spindel ulir pada
dasarnya harus mencukupi kebutuhan yang ditetapkan dalam Subklause G-2.1.3 dan mampu untuk menaikkan atau menurunkan pintu
pada berbagai kerugian sebagian besar gabungan dari beban-beban.
(2) Beban-Beban Perencanaan
(a) Bagian Struktur baja
Tegangan-tegangan yang diijinkan untuk pembebanan normal dari
bagian struktur baja harus untuk SS 400 dan SM 400 yang
ditetapkandalam Sub-klause G-2.3.1 diatas.
Sub-klause G-2.3.5 diatas menetapkan tegangan yang diijinkan
dibawah kondisi pembebanan lebih (kondisi pembebanan masa
pendek)
dan
tegangan-tegangan
yang
diijinkan
untuk
dipertimbangkan tegangan dari biaxial atau tegangan utama triaxial.
Bilamana suatu material baja (pada ketebalan 40mm atau kurang)
selain dari pada SS 400 atau SM 400 ada dipakai, tegangan regang
yang diijinkannya untuk kondisi pembebanan normal akan dihitung

249

berdasarkan rumus/formula berikut sesuai dengan hasil batas


kekuatan yang dijamin dari material baja yang digunakan.
Ta = Ty / ( Fm x Fs )
Dimana ;

Fm

Ta

= Tegangan regang yang diijinkan (kgf/cm2)

Ty

= hasil batas kekuatan yang dijamin (kgf/cm2)


= Faktor material, yakni 1.00 kecuali 1.05 dapat dipakai untuk
material-material yang mempunyai hasil batas kekuatan 60
kgf/cm2 dan lebih.

Fs

= Faktor keamanan, 2.00

Minimum ketebalan dari bagian-bagian baja struktur utama dari pintu


harus enam (6) millimeter untuk plat-plat baja dan lima (5) millimeter
untuk bagain-bagian baja , berturut-turut. Perbandingan tipis kritis
harus sebagaimana ditetapkan dalam Sub-klause G-2.5.

(b) Bagian mesin


Semua bagian-bagian mesin dari pengangkat atas kondisi
pembebanan normal dari tingkat kapasitas kondisi pembebanan akan
di-desain berdasarkan pada faktor-faktor keamanan yang ditetapkan
dalam Sub-klause G-2.3.2 diatas.
(c) Tegangan concrete
Tegangan-tegangan bantalan concrete yang diijinkan tidak akan lebih
dari yang ditetapkan dalam Sub-klause G-2.3.4.
Tegangan-tegangan kompresif yang diijinkan dari pekerjaan masonry
tidak akan lebih dari lima belas (15) kgf/cm2.
28.1.3.

Detail-Detail Pintu
(1) Daun Pintu
Daun pintu akan terdiri dari plat pintu (skin plate), beam-beam utama,
karet-karet sekat atau penyekat logam keras (bila ada), sepatu pengarah
tepi, tap baji (tapered wedges bila ada), kelengkapan pengangkat dan
komponen-komponen lain yang perlu.
Pintu-pintu harus dari tipe sorong dan semua dari konstruksi baja dilas.
Bentang bersih dan tinggi pintu harus sebagaimana ditunjukkan dalam
Gambar-Gambar.
Detail-detail pembuatan dan konstruksi dari pintu, tidak ditetapkan disini,
akan dibuat oleh Kontraktor atas persetujuan Engineer.
(2) Plat pintu (skinplate)

250

Plat pintu akan ada disisi hulu. Minimum ketebalan plat pintu harus enam
(6) millimeter, termasuk batasan korosi dua (2) millimeter. Ketebalan yang
dibutuhkan dari plat pintu akan ditentukan sesuai dengan DIN 19704. Plat
pintu barangkali tidak dipertimbangkan untuk bertindak sebagai bagian
dari beam utama.
(3) Beam Utama
Beam-beam utama horizontal harus dari baja potongan berasal dari balok
(gider) plat yang mempunyai suatu batasan korosi dua (2) millimeter.
Defleksi beam harus kurang dari 1 / 800 dari bentang penopang pintu
dibawah beban penuh. Ketentuan harus dibuat untuk membuang air dari
bagian-bagian beam horizontal. Beam utama bawah harus disusun untuk
menjaga jarak minimum dari 75 mm dari sisi bawah plat pintu guna
menghindari ketidak sempurnaan penutupan akibat sediment pada beam
ambang (sill beam).
(4) Penyekat-Penyekat
Penyekat-penyekat harus dari perunggu atau penyekat karet sebagaimana
ditunjukkan pada Gambar-Gambar atau sebagaimana diinstruksikan oleh
Engineer dan di-kelem ke plat pintu dari pintu dengan menggunakan
kelem plat baja yang tahan korosi dan / atau baut-baut material kuningan,
mur dan ring-ring. Penyekat-penyekat karet utamanya harus memenuhi
syarat-syarat sebagaimana yang ditetapkan dalam Sub-klause G-2.2.5
didalam ini.
(5) Block-Block Bantalan
Block-block bantalan baja tahan korosi akan disediakan pada permukaan
sisi tanah dari pintu sorong untuk menunjang dan meneruskan gaya
beban-beban pada daun pintu ke rangka pengarah.
(6) Sepatu Pengarah Tepi
Dua (2) sepatu pengarah tepi dibuat dari baja tahan korosi akan disediakan
di setiap sisi dari pintu untuk membatasi gerakan menyamping dari pintu.
(7) Tap Baji (Tapered Wedge)
Empat (4) tap baji akan disediakan untuk menekan daun pintu ke rangka
pengarah guna menjamin suatu penutupan yang sempurna dari penyekat
karet dengan plat penyekatan pada posisi ditutup penuh. Tap baji akan
dibuat dari baja tahan korosi, tuangan perunggu atau material-material
yang disetujui lainnya.
(8) Toleransi-Toleransi
Daun pintu harus dibuat secara akurat /teliti dan dipasang dalam toleransitoleransi berikut:
Point untuk diukur

Toleransi (mm)

251

Lebar pintu
Tinggi pintu
Kedalaman pintu
Perbedaan panjang diagonal
Bentang sepatu tepi
Jarak antara block-block bantalan
Penyekatan antara penyekat karet tepi
Ketinggian penyekatan
Kerataan dari block-block bantalan

5
5
4
5
5
5
6
5
0.5 /m

Toleransi-toleransi yang tidak ditetapkan disini akan ditentukan oleh


Kontraktor, atas persetujuan Engineer.
28.1.4.

Detail Rangka Pengarah


Setiap rangka pengarah akan terdiri dari sebuah beam ambang, beam atas dan
rangka track dan komponen-komponen lain yang perlu untuk kelengkapan
pemasangan dari rangka pengarah dan pengoperasian pintu yang memuaskan.
Ambang (sill) dan rangka-rangka track dari pintu akan disediakan dengan platplat baja tahan korosi yang di-mesin terhadap yang mana daun-daun pintu dan
karet-karet penyekat, bilamana ada, harus meluncur dan kontak. Plat-plat
akan memanjang dari permukaan ambang ke atas dari pintu dimana itu posisi
dinaikkan penuh dan disediakan dengan pengelasan.
Detail-detail pembuatan dan konstruksi dari rangka pengarah, tidak ditentukan
disini, akan dibuat oleh Kontraktor atas persetujuan Engineer.
(1) Beam Ambang
Beam ambang harus betul untuk membentuk dan bebas dari puntiran dan
lengkungan serta akan di-desain untuk mampu meneruskan semua
beban-beban yang diterapkan padanya ke beton/concrete dan/atau
bangunan-bangunan batu masonry, tanpa dan defleksi.
(2) Rangka Track
Rangka track harus mampu meneruskan beban air dari daun-daun pintu ke
bangunan beton/concrete. Permukaan-permukaan rangka track harus
benar dan rata. Maksimum penyimpangan permukaan dari teori bidang
harus tambah atau kurang satu (1) millimeter pada suatu panjang tiga (3)
meter. Permukaan harus seuai dimesin dan mempunyai kekerasan yang
cukup untuk mencegah pemakaian yang berlebihan.
(3) Beam Atas
Beam atas akan disediakan pada bagian atas dari rangka track tepid dan
akan menopang pengangkat spindle. Beam atas akan dipasang ke rangkarangka track sisi dengan memakai baut-baut, mur dan ring-ring, dan harus
dapat dibongkar pada saat pekerjaan pemeliharaan mendatang. Beam
atas harus mampu menopang beban pengangkatan.
252

28.1.5

Detail-Detail Pengangkat (Hoist Details)


(1) Umum
Pengangkat-pengangkat akan dioperasikan secara manual tipe spindle ulir,
sesuai dipasang pada beam-beam atas dari rangka pengarah untuk
menaikkan, menurunkan dan mengangkat pintu-pintu. Pengangkatpengangkat akan terdiri dari rangka berdiri dengan rangka dasar peralatan
mekanikal, yakni as tenaga putaran, bantalan-bantalan, gigi reduser,
spindle ulir, handle peng-operasian manual, indikator-indikator posisi
pintu mekanik, dan lain-lain dan semua komponen-komponen lain yang
perlu untuk peng-operasian yang efisen dan tepat.
Pengangkatpengangkat akan di-desain untuk tingkat beban pengangkatan pada
tegangan-tegangan unit diijinkan yang ditetapkan dan faktor-faktor
keamanan , serta mampu tegak menahan beban-beban akibat dari suatu
tenaga peng-operasian manual 50 kgf pada kgf per manusia untuk tingkat
beban pengangkatan. Diameter handle harus 700 milimeter maksimum.
Untuk tujuan perencanaan pengangkat-pengankat , koefisen-koefisen
gesekan harus mengikuti syarat-syarat yang ditetapkan dalam Sub-Klause
G-2.8 disini.
Detail-detail konstruksi pengangkat, tidak ditetapkan disini, tetapi akan
dibuat oleh Kontraktor atas persetujuan Engineer.
(2) Peralatan Mekanikal
(a) Bantalan
Bantalan harus dari ball / peluru dapat digrease ulang pelurusan
sendiri, atau tipe bidang.
(b) Reducer gear
Semua gear-gear, kecuali worn gear reducer itu harus dari tuangan
perunggu fosfor, harus tuangan dari baja tempa dengan mesin
pemotong gigi.
Bilamana worn gear digunakan, penopangpenopangnya harus cukup kuat untuk mencegah gerakan-gerakan
yang tidak semestinya. Gear-gear akan mempunyai rumah-rumah
yang dapat dipindahkan dengan syarat mudah dicapai untuk
pelumasan.
( c) Kopling
Kopling akan disediakan , bila ada , dengan maksud untuk penyetelan
dilapangan, dan dengan alat yang sesuai untuk perlengkapan
permanen ke as-as setelah penyetelan di lapangan.
(d) Spindle Ulir
Spindle-spindle ulir harus dari baja tempa atau material-material lain
yang disetujui dan di-mesin potong pada bagian ulir. Spindle-spindle
akan disambung dengan flange joints dan terdiri dari flen-flen
253

penopang pintu dan penopang-penopang tengah yang dapat


dipindahkan untuk mencegah tekukan bila perlu. Mur-mur kunci
(stopper) akan disediakan guna membatasi jalan gerak ke-atas dan kebawah dari spindle.
(e) As penggerak
As penggerak akan diselesaikan pengasan baja komersial.
(f) Handle operasi manual
Setiap pengangkat akan disediakan dengan sebuah handle
pengoperasian manual yang mana dapat mengangkat beban penuh
yang direncanakan. Tenaga-tenaga manual dari alat pengangkat harus
kurang dari 50 kgf untuk tingkat beban pengangkat. Alat-alat pengunci
akan disediakan untuk menghindari kemungkinan kejahatan operasi
dari pengangkat oleh seseorang selain dari pada operator yang sah.

28.1.6

Perakitan dan Test Bagian-bagian


(1) Pintu dan Rangka Pengarah
Pintu-pintu dengan penyekat-penyekat karet atau perunggu akan dirakit di
bengkel. Bagian-bagian lain dari pintu akan dirakit di masing-masing pintu
di site, kecuali ditentukan lain Engineer. Saat dirakit, ukuran-ukuran,
toleransi-toleransi dan akurasi pelurusan harus diperiksa. Suatu kesalahan
dan salah pelurusan ditemukan harus secepatnya dibetulkan. Penyekatpenyekat karet atau perunggu akan diletakan pada posisinya selama
perakitan di bengkel.
Rangka-rangka track, beam-beam atas dan beam-beam ambang untuk
rangka-rangka pengarah harus diperiksa kelurusannya. Semua ukuranukuran rangka pengarah, itu sesuai untuk ukuran-ukuran pintu, harus
diperiksa dan suatu kesalahan-kesalahan dan salah pelurusan ditemukan
harus dibetulkan. Semua bagian-bagian harus diberi kode/ditandai
dengan jelas sebelum dibongkar untuk pengiriman.
(2) Pengangkat
Setiap pengangkat harus lengkap dirakit dibengkel dan ditest dibawah
tingkat beban untuk kelancaran dan performa yang tepat. Semua unit-unit
akan diperiksa untuk menjamin bahwa semua jarak dan toleransi-toleransi
yang perlu telah diadakan dan tidak ada jepitan terjadi pada suatu bagian
yang bergerak.
Semua bantalan-bantalan harus diperiksa dengan teliti. Semua grease dan
minyak pelumasan dibutuhkan untuk performa test-test akan disediakan.
Suatu kerusakan oleh pengoperasian yang tak benar ditemukan harus
dibetulkan, dan seluruh pengetesan harus diulang.

254

28.1.7

Pemasangan dan Test-Test di Site


(1) Rangka Pengarah
Rangka pengarah akan dirakit dan dipasang dalam block-out sesuai dengan
Gambar-Gambar, dibawa ke batas dan diratakan dalam toleransi-toleransi
yang ditetapkan dan betul-betul dijamin kuat di-tempatnya. Penjajaran
baut-baut atau kelengkapan yang perlu lainnya akan digunakan untuk
memasang rangka-rangka pengarah pada suatu posisi yang tepat dan
sesuai.
Sambungan-sambungan dengan rangka-rangka pengarah, materialmaterial angkur dan alat-alat penjajaran harus betul-betul ketat dan kuat
untuk memegang rangka pengarah terjamin pada posisinya pada saat
beton / concrete sedang dimasukkan kedalam block-out. Penguat
tambahan akan disediakan dimana perlu untuk menjamin pelurusan yang
diperlukan.
Ketelitian yang sangat akan diambil untuk menjamin bahwa permukaan
penyekat terletak pada suatu dudukan yang benar dalam toleransitoleransi yang ditetapkan untuk panjang seluruh.
Penempatan
beton/concrete pada block-out tidak akan diteruskan hingga rangkarangka pengarah telah dirakit lengkap dan dijamin. Selama penempatan
concrete, pejajaran/pelurusan dan toleransi-toleransi akan diperiksa dan
kegiatan perbaikan akan diambil bilamana menunjukan bahwa
pemindahan telah terjadi.
(2) Daun Pintu
Daun-daun pintu akan dirakit lengkap dandipasang sesuai dengan detaildetail yang ditunjukkan pada gambar-gambar konstruksi dan gambar kerja.
Pintu-pintu akan dirakit dan dipasang dalam toleransi-toleransi yang perlu
untuk memenuhi toleransi-toleransi yang ditetapkan.
(3) Pengangkat
Sebelum perakitan , semua permukaan-permukaan bantalan , journal,
grease-grease dan/atau alur-alur minyak harus dibersihkan dengan hatihati dan dilumasi dengan grease atau minyak yang disetujui. Setelah
perakitan, setiap sistim pelumasan harus diperiksa.
Setiap pengangkat, lengkap dengan semua asesoris, akan dirakit dan
dipasang sesuai dengan gambar.
Pengangkat-pengangkat akan
ditempatkan dan disetel sehingga mereka dalam suatu pelurusan yang
benar dengan pelengkap angkat dari pintu-pintu.
Setelah pemasangan pengangkat-pengangkat dan sebelum penyambungan
ke pintu, pengangkat-pengangkat akan dioperasikan dan diperikas untuk
operasi yang tepat. Setelah penyelesaian test diatas, spindle ulir akan
disambung ke pintu-pintu dan pengangkat-pengangkat akan di-test, pada

255

waktu yang mana indikator-indikator posisi akan disetel dan di-test untuk
peng-operasian yang tepat.
Suatu kerusakan atau pengoperasian yang tidak benar ditemukan
selama pengetesan harus dibetulkan, dan seluruh pengetesan harus
diulang.
28.1.8

Pintu Angkat (Hand Gate)


Kontraktor akan menyediakan dan memasang pintu angkat pada pengatur
(turnouts) atau (pengatur utama dari saluran tersier) sebagai ditunjukkan pada
gambar-gambar atau sebagai ditunjukan oleh Engineer. Pintu angkat akan
terdiri dari plat pintu datar dan bagian penopang untuk ditanam kedalam dasar
concrete. Plat pintu akan menyorong kedalam bagian-bagian penopang yang
di-angkur kedalam dasar concrete dengan baut-baut sebagaimana ditunjukkan
pada gambar-gambar. Suatu bagian-bagian dari beam-beam horizontal, bila
ada, betul-betul akan di-angkur ke betonan/concrete. Semua materialmaterial yang dipakai dalam pembuatan dan pemasangan pintu-pintu angkat
akan mengikuti dengan spesifikasi-spesifikasi ini Sub-bagian G Pekerjaan
Hidromekanikal dan Elektrikal dan harus dipasang dan disekat untuk
menjamin memperkecil kebocoran air melalui pintu.

28.2

Pintu-Pintu Ukur Crum-de Gruyter


28.2.1

Umum
Kontraktor akan menyediakan dan memasang pintu-pintu Crump-de Gruyter
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar-Gambar yang ditunjukkan oleh
Engineer. Pintu-pintu ukur Crump-de Gruyter di-rencanakan untuk dipasang
di bangunan-bangunan pengambilan (intake), bangunan pembagi (division),
bangunan offtake untuk saluran tersier, dan lainnya supaya mengatur dan
mengukur aliran air masuk dan menghentikan / menutup air melalui
bangunan-bangunan pintu.
Semua bagian-bagian dari pintu-pintu ukur Crump-de Gruyter dan asesoris
yang dipakai untuk pekrjaan-pekerjaan ini akan direncanakan , dibuat ,
diadakan , ditest, diselesaikan, dicat, dan dikirim ke Site, dipasang dan test site
sebagaimana ditetapkan dalam Sub-Klause 3.4 ini.
Kontraktor akan melakukan perhatian khusus dalam perencanaan dan
pembuatan dari semua tipe pintu-pintu untuk menghindar vibrasi selama
kondisi pengoperasian.
Susunan pintu-pintu akan ditunjukkan pada gambar-gambar, dan semua
bagian-bagian dari pintu Crump-de Gruyter akan mengikuti syarat-syarat yang
ditetapkan atau diatur oleh Engineer.

28.2.2

Tegangan dan Muatan Perencanaan


(1) Kondisi-Kondisi dan Muatan perencanaan
(a) Pintu
256

Pintu-pintu akan direncanakan dibawah kondisi-kondisi berikut :


(i) Tekanan air
Tekanan air dihasilkan oleh ketinggian muka air pada pintu-pintu
akan ditunjukan pada gambar-gambar.
(ii) Muatan-muatan lain
Reaksi akibat beratnya sendiri.
Semua muatan-muatan
dibebankan pada waktu memulai, penaikan dan penurunan pintu.
(b) Rangka pengarah
Muatan-muatan pada rangka-rangka pengarah akan dari beban-beban
bantalan (bearing) , beban-beban penyekat dan beban-beban lain
sebagian besar akibat operasi yang tidak sesuai dari pintu dan
pengangkat-pengangkatnya.
Tingkat kapasitas pengangkat pengangkat dan spindle ulir harus
mencukupi untuk menaikkan atau menurunkan pintu-pintu dibawah
sebagian besar gabuangan dari beban-beban yang merugikan.
(2) Tegangan Perencanaan
Tegangan-tegangan perencanaan harus memenuhi syarat-syarat yang
ditetapkan dalam Sub-klause G-2.3 diatas.

28.2.3

Detail-Detail Pintu
Daun pintu akan terdiri dari rangka pengangkat, plat pintu atas, plat pintu
bentuk lengkung semi linkaran bawah , plat-plat tepi, plat-plat diapragma
vertikal, plat penguat horizontal, penyekat metal dan komponen lain yang
perlu.
Pintu harus dari tipe sorong (slide) dan semua dilas dan konstruksi dibaut.
Bentang bersih dan tinggi bersih pintu dan lain-lain akan ditunjukkan pada
gambar-gambar.
Detail-detail konstruksi pintu , untuk pembuatan tidak ditetapkan disini , akan
dibuat oleh Kontraktor atas persetujuan Engineer.
Minimum ketebalan dari plat pintu harus delapan (8) milimeter. Plat-plat
penguat horizontal akan dilas ke plat pintu dan plat-plat pinggir tepi. Plat-plat
penguat horizontal harus diberi lobang pembuangan.
Setiap pintu akan disediakan dengan sebuah penunjuk posisi pintu untuk
memungkinkan operator pintu mengatur dan mengukur pengeluaran air
melalui bangunan pintu.
Alat ukur penunjukan posisi pintu, tanda skala ukuran dalam centimeter, akan
dipasang pada plat penopang yang ditempelkan pada rangka pengarah,
sebagaimana ditunjukkan pada gambar. Alat ukur akan bekerja bersama
257

dengan rangka pengangkat dimana tepi atas akan bergerak sebagai pointer
untuk menunjukan bukaan-bukaan pintu.
Plat-plat skala penunujuk posisi pintu harus dari material perunggu yang
digrafir dengan graduation. Skala penunjuk posisi pintu akan disediakan
dengan lubang-lubang slot untuk menyediakan pengaturan vertikal dari skala
dan akan dipasang ke plat penopang dengan baut ulir kepala kuningan di bor
dan lubang diatas pada plat penopang.
28.2.4

Detail-detail Rangka pengarah


Suatu rangka pengarah baja akan terdiri dari beam ambang, beam atas, rangka
track dengan alur dan semua komponen-komponen yang perlu lainya untuk
pemasangan seluruh rangka pengarah dan operasi yang memadai dari pintu.
Rangka-rangka track akan disediakan dengan penyekat perunggu fosfor yang
di-mesin dan plat-plat luncur. Plat-plat akan memanjang dari level ambang/sill
ke atas pintu dimana posisi dinaikkan penuh dan di- pasang dengan baut-baut
kuningan.
Kebutuhan-kebutuhan untuk rangka pengarah akan sesuai pada item-item
yang berkaitan dari Sub-Klause G-3.3.4 diatas.

28.2.5

Detail-detail Pengangkat
Pengangkat akan dioperasikan secara manual tipe spindle ulir, dipasang yang
sesuai pada beam atas dari rangka pengarah untuk menaikkan, menurunkan
dan mengangkat pintu. Pengangkat akan terdiri dari bantalan, spindle ulir,
handle pengoperasian manual, dan lain-lain dan semua komponen-komponen
yang perlu lainnya untuk pengoperasian yang tepat dan efisien.
Pengankat akan mengikuti syarat-syarat dari Sub-Klause G-3.3.5 diatas.

28.2.6

Perakitan dan Pengetesan bagian-bagian


(1) Pintu dan Rangka pengarah
Pintu-pintu dengan penyekat perunggu akan dirakit didalam bengkel.
Bagian-bagian lain dari pintu akan dirakit pada setiap pintu di site, kecuali
diperintahkan lain oleh Engineer.
Pada saat dirakit, ukuranukuran,toleransi-toleransi dan pelurusan yang akurat akan diperiksa.
Suatu kesalahan dan salah pelurusan/penjajaran ditemukan harus
dibetulkan secepatnya. Penyekat-penyekat perunggu akan dipasang pada
posisinya pada waktu perakitan di bengkel.
Rangka-rangka pengarah akan diperiksa pelurusannya dan kerataannya.
Semua ukuran-ukuran dari rangka pengarah yang berhubungan dengan
ukuran pintu akan diperiksa dan suatu kesalahan dan salah pelurusan
ditemukan akan dibetulkan. Bagian-bagian akan diberi kode/tanda dengan
jelas sebelum dibongkar untuk pengiriman.
(2) Pengangkat-Pengangkat

258

Setiap pengangkat harus lengkap dirakit di bengkel dan ditest dibawah


tingkat beban untuk kelancaran dan performa yang sesuai/tepat. Semua
unit-unit akan diperiksa untuk menjamin bahwa semua jarak-jarak yang
perlu dan toleransi-toleransi telah disediakan dan tidak ada lengkung
/bengkok terjadi pada suatu bagian yang bergerak.
Semua bantalan-bantalan akan diperiksa secara teliti. Semua
grease/gemuk dan / atau minyak pelumasan dibutuhkan untuk performa
dari test-test harus dilengkapi. Suatu kesalahan atau ketidak sesuaian
pengoperasian ditemukan harus dibetulkan, dan seluruh test-test harus
diulang.
28.2.7

Pemasangan dan Pengetesan di Site


(1) Rangka Pengarah
Rangka-rangka pengarah akan dirakit dan dipasang dalam bloc-out sesuai
dengan Gambar-Gambar, membawa ke garis dan perataan dalam
toleransi-toleransi yang ditetapkan dan dijamin kokoh pada tempatnya.
Baut-baut pelurusan /alignment dari kelengkapan yang perlu lainnya akan
digunakan untuk memasang rangka pengarah disuatu posisi yang akuart
dan sesuai.
Sambungan dengan rangka pengarah, material-material angkur dan
kelengkapan pelurusan benar-benar diketatkan untuk memegang rangka
pengarah terjamin pada posisinya pada saat betonan/concrete akan
diletakkan dalam bloct-out. Penguat-penguat akan disediakan dimana
perlu untuk menjamin pelurusan yang diperlukan.
Perhatian yang sangat akan diperlukan untuk menjamin bahwa rangka
track dan permukaan penyekat terletak pada posisi yang benar dalam
toleransi-toleransi yang ditetapkan untuk panjang seluruh. Penempatan
concrete dalam block-out tidak akan diteruskan hingga rangka pengarah
telah dirakit lengkap dan dijamin. Selama penempatan concrete/betonan,
pelurusan dan toleransi-toleransi harus diperiksa, dan kegiatan perbaikan
akan dilakukan bilamana bacaan-bacaan menunjukkan bahwa pemindahan
telah terjadi.
(2) Pintu-Pintu
Pintu harus lengkap dirakit dan dipasang sesuai dengan detail-detail yang
ditunjukkan pada konstruksi dan gambar-gambar kerja. Pintu akan dirakit
dan dipasang dalam toleransi-toleransi yang perlu untuk memenuhi
toleransi yang ditetapkan.
(3) Pengangkat
Sebelum perakitan, semua permukaan-permukaan bantalan, journal, aluralur grease dan/atau minyak harus dibersihkan dengan cermat dan
dilumasi dengan suatu grease/gemuk atau minyak/oli yang disetujui.
Setelah perakitan, setiap sistim pelumasan harus diperiksa.
259

Setiap pengangkat, lengkap dengan semua asesorisnya, akan dirakit dan


dipasang sesuai dengan Gambar-Gambar. Pengangkat akan ditempatkan
dan disetel untuk bahwa benar-benar lurus/sejajar dengan kelengkapan
angkat dari pintu.
Setelah pemasangan dari pengangkat dan sebelum penyambungan ke
pintu, pengangkat akan dioperasikan dan diperiksa untuk peng-operasian
yang tepat. Setelah penyelesaian test diatas, spindle ulir akan disambung
ke pintu dan pengangkat harus diperiksa, pada waktu yang mana penunjuk
posisi harus disetel dan ditest untuk peng-operasian yang tepat/sesuai.
Suatu kerusakan atau pengoperasian yang tidak benar ditemukan
selama pengetesan harus dibetulkan, dan seluruh pengetesan harus
diulang.

28.3

Pintu Kepak/Flap (bila ada)


28.3.1

Umum
Kontraktor akan merencana, menyediakan dan memsang set lengkap pintu flap
dengan rangka pengarah pada saluran keluar tambahan dan/atau bangunan
pembuang.
Pintu akan digunakan untuk menyuplai dan/atau pembuangan air tepi tnggul
ke tepi sungai dan mencegah kerusakan akibat dari tepi sungai ke tepi tanggul
selama banjir. Pintu harus secara otomatis akan membuka dan menutup
dengan adanya perbedaan tinggi muka air antara hulu dan hilir pada pintu.
Kontraktor akan melakukan perhatian khusus dalam merencanakan dan
membuat pintu-pintu untuk menjamin pergerakan pintu yang bisa diandalkan
dengan perbedaan muka air yang minimum dan menghindari suatu kebocoran
dibawah kondisi pintu tertutup.
Susunan dan daftar ukuran pintu-pintu harus ditunjukan dalam gambargambar.

28.3.2

Beban-Beban dan Tegangan-Tegangan Perencanaan


Tegangan-tegangan perencanaan akan mengikuti sebagaimana ditetapkan
dalam Sub-Klause G-2.3, Kriteria Perencanaan dan Partikular

28.3.3

Data Perencanaan
Kondisi-kondisi dan beban perencanaan untuk dipertimbangkan secara
mendasar akan mengikuti keperluan yang ditetapkan dalam Sub-Klause G-2.1.2
dan itu akan mempertimbangkan juga kondisi-kondisi berikut :
(1) Pintu
Kondisi-kondisi beban normal

260

Beban Hidrostatis
Ketinggian air (air tepi sungai) yang ditetapkan sebagai muka air banjir
(FWL) dalam gambar.
Air belakang (air tepi daratan) bawah ambang dari gorong-gorong
pembuang.
Beban mati dari pitnu.
(2) Rangka Pengarah
Pembebanan pada rangka pengarah pada dasarnya akan mengikuti
kebutuhan yang ditetapkan dalam Sub-Klause G-2.1.2 dan akan
mempertimbangkan beban-beban bantalan dan semua beban-beban lain
akibat operasi pintu yang sangat tidak sesuai. Rangka-rangka pengarah
dan angkur-angkur harus mampu mentransfer beban pintu ke bangunan
beton/concrete.
28.3.4

Detail-detail Pintu
(1) Umum
Pintu-pintu harus dibuat dari besi tuang dan terdiri dari plat pintu,
penyekat-penyekat, penggantung dan lengan dan semua komponenkomponen lain yang diperlukan.
Penyangga sementara yang cukup harus disediakan untuk mengangkat
pintu secara kuat dalam posisi yang tepat selama pemasangan di lapangan.
Rantai-rantai pengangkat harus disediakan dengan angkur-angkurnya
untuk tujuan-tujuan pemeriksaan dan pemeliharaan.
Detail-detail dari konstruksi pintu, tidak ditetapkan disini, akan dibuat oleh
Kontraktor atas persetujuan Engineer.
(2) Plat Pintu
Plat pintu harus pada tepi sungai (tekanan samping) dari pintu dengan
lentikular atau bentuk datar.
(3) Lengan dan Penggantung
Sisi penggantung dan lengan harus disediakan pada kedua sisi dari pintu
untuk menopang pintu dan menjalankan pintu membuka atau menutup.
Lengan dan penggantung serta tempat ring-ring harus mempunyai pin-pin
dari baja tahan karat.
(4) Penyekat-Penyekat
Penyekat-penyekat pintu harus dari penyekat karet tipe P atau bentuk lain
yang disetujui diklem ke daun pintu menggunakan klem plat baja tahan
karat dan baut-baut, mur serta ring-ring tahan karat. Penyekat-penyekat
karet pada dasarnya akan memenuhi ketentuan sebagaimana yang
ditetapkan dalam Sub-Klause G-2.2.5 ini.

261

(5) Toleransi-Toleransi
Pintu-pintu harus secara akurat/teliti dibuat dan dipasang dalam toleransitoleransi berikut :
Point-point untuk diukur

Toleransi (mm)

Ketebalan daun pintu


Bentang lengan penggantung
Diameter karet penyekat

1
4
4

Toleransi-toleransi tidak ditetapkan disini, akan ditetapkan oleh Kontraktor


atas persetujuan Engineer.
28.3.5

Detail Rangka Pengarah


(1) Umum
Rangka pengarah akan terdiri dari rangka penyekat, bracket penggantung
dan semua komponen-komponen lain yang diperlukan untuk kelengkapan
dan pemasangan yang memuaskan dari rangka pengarah.
Detail-detail konstruksi dari rangka pengarah tidak ditetapkan disini, akan
dibuat oleh Kontraktor dengan persetujuan Engineer.
(2) Rangka Penyekat
Rangka-rangka penyekat untuk pintu flap harus dari besi tuang dan
mempunyai dudukan penyekat sirkular yang anti karat.
Permukaan-permukaan dudukan penyekat harus selesai mulus dan benarbenar dalam toleransi yang ditetapkan pada waktu perakitan.
Rangka-rangka penyekatan harus diangkur kuat dengan baut-baut dan
mur-mur merata yang tahan karat pada bangunan beton untuk menopang
daun pintu dan mentransfer semua beban-beban yang dikenakan pada
bangunan beton.
(3) Bracket engsel penggantung
Bracket engsel penggantung harus disediakan untuk menopang dan
mengarahkan pintu bergerak keluar atau kedalam tanpa bengkok dan
rekatan dengan pin-pin, tempat ring-ring dan mur-mur pengunci baja
tahan karat.
(4) Toleransi-Toleransi
Rangka pengarah harus secara akurat/teliti dibuat dan dipasang dalam
toleransi-toleransi berikut :
Point-ponit untuk diukur
Diameter
Kerataan permukaan penyekat

Toleransi (mm)
4
0.5

262

Toleransi tidak ditetapkan disini, akan ditentukan oleh Kontraktor atas


persetujuan Engineer.
28.3.6

Saringan Sampah tetap


(1) Umum
Beberapa Saringan sampah tetap (bila ada) akan dipasang pada bangunan
Irigasi/Drainase oleh Kontraktor. Susunan dari saringan-saringan sampah
ini akan ditunjukkan dalam gambar-gambar tipikal. Data umum untuk
perencanaan dari saringan sampah akan diberikan sebagaimana Data
Perencanaan disini.
(2) Data Perencanaan
Saringan sampah akan direncanakan untuk kondisi-kondisi berikut :
Lokasi
Tipe

Tetap
(Fixed Trashrack)

Tetap
(Fixed Trashrack)

Jumlah
Bentang Bersih
Tinggi Vertikal
Kemiringan
Jarak
Batang/Jeruji
Tinggi Rencana

(3) Detail Saringan Sampah (Trashrack Details)


Saringan sampah (trashrack) akan terdiri dari panel-panel saringan
sampah, rangka penopang terendam dan semua komponen-komponen
lain yang perlu. Panel saringan sampah akan dipasang pada rangka-rangka
penopang terendam dengan baut-baut, mur dan ring-ring tahan karat.
Elemen Bar / batang dari panel saringan sampah harus batang-batang
potongan segi empat panjang. Semua elemen-elemen batang akan
disambung melintang dengan baut-baut penyambung, mur dan pipa jarak
(pipe spacing) dan kuat fixed nempel pada rangka penopang. Ketebalan
minimum dari elemen bar harus 10 mm.
Panel-panel saringan sampah akan dipasang dalam toleransi-toleransi
berikut :

263

Point point untuk diukur

28.3.7

Toleransi-Toleransi
(mm)

Lebar panel

Tinggi panel

Jarak bar (batang)

Kelurusan elemen bar/jeruji

1/m

Kerataan lateral/kesamping
dari permukaan saringan.

2/m

Perakitan dan Pengetesan di Bengkel


Setiap pintu dan rangka pengarah termasuk penyekat-penyekat harus dirakit di
bengkel dalam posisi perkiraan sebagaimana akan dipasang di Site. Pada saat
dirakit, pintu dan rangka pengarah harus di chek untuk dimensi, toleransi, dan
keakuratan kelurusan dan performa yang tepat dan mulus.
Suatu kesalahan dan ketidak lurusan ditemukan harus dibetulkan. Bagianbagian harus diberi tanda secara jelas sebelum dibongkar untuk dikirim.

28.3.8

Pemasangan dan Pengetesan di Site


(1) Rangka Pengarah
Rangka-rangka pengarah harus dirakit dalam block out sesuai dengan
Gambar-Gambar Disetujui , menyetujui dan memeriksa dalam toleransi
yang ditetapkan dan betul-betul terjamin ditempatnya. Pelurusan bautbaut atau kelengkapan-kelengkapan lain yang diperlukan yang akan
dipakai untuk pemasangan rangka pengarah pada posisi yang betul-betul
sesuai.
Sambungan-sambungan antara rangka pengarah, material-material angkur
dan peralatan pelurusan harus dapat diatur dan benar-benar kencang
untuk menahan rangka pengarah betul-betul pada posisinya pada saat
betonan/concrete dimasukan kedalam block-out.
Penguat-penguat
tambahan harus disediakan dimana diperlukan untuk menjamin pelurusan
yang diperlukan.
Penempatan betonan dalam block-out tidak akan dilakukan hingga rangka
pengarah telah lengkap dirakit dan dijamin. Selama dan setelah
penempatan betonan, pelurusan dan toleransi-toleransi harus di chek dan
kegiatan perbaikan harus diambil bilamana terlihat bahwa salah
penempatan telah terjadi.
264

(2) Pintu-Pintu
Pintu-pintu lengkap dengan engsel penggantung, lengan dan penyekatpenyekat harus dirakit dan dipasang sesuai dengan Gambar-Gambar
Disetujui dalam toleransi-toleransi yang ditetapkan. Penyekat-penyekat
karet harus dipasang pada setiap daun pintu dan harus diatur untuk
memperoleh kerapatan air yang efektif pada rangka penyekat dari rangka
pengarah.

(3) Pengetesan di Site


Setelah selesai pekerjaan pemasangan di Site, Kontraktor akan
menunjukan pengetesan-pengetesan sesuai dengan prosedur pengetesan
yang disetujui. Pengetesan-pengetesan akan termasuk tetapi tidak
terbatas pada :
-

Pemeriksaan dengan pengukur feeler gauge dari penyekatan yang


memuaskan dari semua penyekat-penyekat.

Pemeriksaan pemasangan yang memuaskan dari semua komponenkomponen.

Pengechekan operasi yang memuaskan dibawah kondisi kering/tanpa


ada air.

Pengechekan operasi yang memuaskan dibawah kondisi permukaan


air yang sesuai.

Pengechekan kebocoran air pada saat pintu ditutup dibawah


permukaan air yang sesuai.

Suatu cacat/kerusakan atau pengoperasian yang tidak benar ditemukan


harus segera dibetulkan dan seluruh pengetesan harus diulang untuk
memuaskan Engineer.
28.3.9

Pengetesan pada Penyelesaian akhir.


Setelah pengetesan-pengetesan di Site selesai lengkap dan telah disetujui oleh
Engineer dan struktur yang berhubungan dengan bagian-bagian yang lain
seluruhnya dipasang, test-test berikut harus ditunjukkan oleh Kontraktor
sebagai Pengetesan padaa Penyelesaian akhir :
(a) Pemerikasaan pengoperasian yang memuaskan dibawah suatu kondisi
permukaan air yang sesuai.
(b) Pemeriksaan kebocoran air pada saat pintu ditutup penuh dibawah suatu
kondisi permukaan air yang sesuai.
Suatu cacat/kerusakan atau pengoperasian yang tidak benar ditemukan harus
segera dibetulkan dan seluruh pengetesan harus diulang untuk memuaskan
Engineer.

265

29.

PEKERJAAN HIDRO-MEKANIKAL
29.1. Umum
29.1.1.

Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini akan meliputi perencanaan, perhitungan desain,
gambar-gambar, pengadaan material, pembuatan/fabrikasi,
perakitan,
pengetesan di pabrik, finising, pengecatan, pengepakan, asuransi,
pengangkutan, dan pengiriman ke Site, pemasangan, pengetesan uji coba
dan pengetesan akhir serta perbaikan bila ada yang rusak termasuk
material yang
berhubungan dengan pekerjaan Hidromekanikal yang
berada di Saluran Induk, Sekunder hingga Tersier serta Saringan sampah
untuk irigasi sesuai dengan spesifikasi umum yang ditetapkan yang semua
akan dilaksanakan oleh Kontraktor sebagai berikut :
(a)

Penggantian dan/ atau penyediaan baru set lengkap pintu-pintu sorong


baja dengan masing-masing rangka pengarah/ guide frame dan
pengangkat/ hoist, mencakup masing-masing bukaan lebar dan tinggi
pada masing-masing ukuran sebagaimana ditunjukkan dalam gambar
desain tipikal serta dalam tabel detail khusus untuk pintu-pintu.

(b)

Satu (1) lot peralatan pemeliharaan/ maintenance dan kunci-kunci


(tools) sebagaimana ditetapkan dalam spesifikasi.

(c)

Satu (1) lot suku cadang (spare parts) untuk peralatan sebagaimana
ditetapkan dalam spesifikasi.

Lingkup pekerjaan ini akan termasuk juga penyediaan dan pemasangan


semua peralatan mekanikal dan elektrikal berkaitan dengan lingkup
pekerjaan yang akan dikerjakan nanti. Pekerjaan akan termasuk juga
penyediaan peralatan maintenance dan tools, dan memberikan pedoman
/ petunjuk kepada staff proyek.
Semua harus sesuai dengan Spesifikasi yang ada, disertai gambar-gambar
dan program.
29.1.2.

Pelatihan untuk Staff Proyek


Selama masa dari mulai pelaksanaan pekerjaan pemasangan di lapangan
hingga selesainya pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor akan memberikan
secara penuh petunjuk atau pelatihan yang berkenaan dengan detaildetail pengoperasian, maintenance dan perbaikannya kepada para staf
proyek dari Direksi pekerjaan yang nantinya akan diberi tanggung jawab
untuk melaksanakan operasi dan pemeliharaan peralatan hydromekanikal.
Kursus/pelatihan akan diberikan dalam bahasa Indonesia. Biaya pelatihan
dapat dimasukan dalam harga satuan pengadaan dan pemasangan
peralatan hidromekanikal yang terdapat dalam Bill of Quantities dan tidak
ada pembayaran terpisah akan diadakan untuk jasa ini.

29.1.3.

Perencanaan Dasar dan Standar Standar


266

29.1.3.1.

Standar - Standar
Kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi ini atau oleh Engineer
, standar-standar yang dipakai untuk semua peralatan, material
dan detail-detail pemasangan selain Japanese Industrial
Standard
(JIS) yang diberikan oleh Jpanese Standard
Association of Japan dan American Society for Testing and
Materials (ASTM) adalah :
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
(f)

International Organization for Standardization (ISO)


American Institute of Steel Construction (AISC)
Indonesian National Standard (SLI, SII, SPLN)
Deutsches Institute fur Normalisierung (DIN)
American Welding Society (AWS), dan
Standar-standar setempat yang diakui dan berbadan
hukum.

Standar-standar nasional atau internasional lain yang mungkin


dapat diterima sebagaimana kebutuhan yang ada yang
ditentukan oleh Engineer, setara dengan atau lebih baik dari yang
diberikan Japanese Industrial Standards untuk mendukung
standar yang sudah ditetapkan dan tahapan perhitungannya
adalah konversi sistim metrik.
Kecuali ditentukan lain, Desain fabrikasi, pemasangan dan testtest peralatan harus sesuai dengan ketetapan-ketetapan yang
dapat dipakai dari : Technical Standard for Gates and
Penstocks yang dikeluarkan oleh Hydraulic Gate and Penstock
Assciation in Japan.
Bilamana Dokumen Kontrak ada suatu konflik/perbedaan dengan
salah satu atau semua standard-standard dan kode yang ada
diatas, Dokumen Kontrak yang menentukan dan diutamakan
sebagaimana pengesahan dari Engineer.
29.1.3.2.

Perencanaan dan Tegangan-tegangan kerja


Perencanaan, ukuran-ukuran dan material-material semua bagian
dari rencana harus sedemikian rupa sehingga tidak akan
mengalami kerusakan dibawah kondisi yang sangat tidak sesuai,
maupun mengalami pembengkokan/defleksi dan getarangetaran/vibration yang mana berpengaruh terhadap operasi
peralatan. Peralatan mekanik harus dibuat sedemikian rupa untuk
menghindari kelengkatan dikarenakan adanya karat atau korosi.
Semua bagian-bagian yang mana akan dibongkar atau mungkin
harus dibongkar, untuk tujuan perbaikan atau penggantian harus
dipelihara dengan memasang bahan anti karat/korosi. Tipe ,
material dan ukuran semua bahan peyambung harus diseleksi agar
267

aman menahan terhadap tenaga kinetik dan beban/muatan


thermal maksimum serta beban yang diakibatkan oleh pekerja
pada saat pemasangan atau perpindahan selama umur peralatan.
Semua perencanaan harus sebegitu rupa, hingga pemasangan,
penggantian dan pemeliharaan umum mungkin dikerjakan dengan
waktu dan pengeluaran biaya yang minimum. Toleransi-toleransi
yang dipakai untuk dimensi/ukuran dan penyelesaian harus
diseleksi dalam pertimbangan khusus sesuai fungsi bagian-bagian
dan diperlukan keakuratan/ketelitian untuk mendapatkan
pengoperasian yang tepat serta kerapatan sekat/tight sealing.
Dimanapun mungkin semua bagian yang serupa/setara, termasuk
suku cadang, harus dibuat standar ukuran dan dapat
dipertukarkan. Bagian-bagian seperti itu harus dari material dan
pembuatan yang sama dan harus dibuat semacam toleransi untuk
memungkinkan pergantian atau penggantian dari suku cadang
dilakukan lebih mudah dan cepat.
Struktur dasar baja atau frame dimana perlu harus disediakan
untuk meneruskan semua beban yang dibebankan ke pondasi
beton oleh berbagai bagian dari peralatan. Dasar-dasar seprti itu
atau kerangka harus disuplai lengkap dengan baut-baut angkur
yang sesuai dan harus sebanding sehingga tekanan-tekanan dari
pondasi beton menjadi dalam tekanan/beban yang diijinkan.
Semua rencana harus didesain untuk meminimalkan resiko dari
konsekwensi kerusakan dan kebakaran, untuk mencegah
masuknya binatang kecil, debu dan kotoran, serta kebetulan
kontak dengan bagian-bagian listrik yang hidup atau bergerak.
Perencanaan harus mampu dari pengoperasian secara terus
menerus dengan minimum perhatian dan pemeliharaan dalam
beberapa kondisi yang luar biasa kemungkinan menghadapi iklim
tropis.
Informasi lengkap berkaitan dengan asumsi asumsi perencanaan,
pembebanan dan kondisi pengoperasian, defleksi dan satuan
tegangan-tegangan yang digunakan dalam perencanaan harus
diberikan dengan gambar-gambar dan lembar hitungan yang tepat
oleh Kontraktor ke Engineer.
Kontraktor harus mempertimbangkan untuk mendapatkan
pengujian Spesifikasi dan bersama Gambar-gambar untuk dapat
disetujui dengan perencanaan dan rencana pekerjaan, seperti itu
akan cukup untuk menjamin ketahanan dan keamanan dalam
pengoperasian, bebas dari beban/tegangan tak semestinya,
pembuangan yang memadai dan lain-lain yang perlu guna suatu
pengoperasian yang memuaskan dari perencanaan.
Sebaiknya dicatat bahwa Gambar-gambar dan Spesifikasi hanya
menunjukan tipe umum dari peralatan dan penentuan
268

ukuran/dimensi dan tidak dimaksudkan untuk menetapkan detaildetail yang tepat dari peralatan untuk dilengkapi. Suatu masa
tenggang
diperlukan
dalam
bangunan
ini
untuk
pelurusan/penjajaran dan grouting bagian-bagian yang ditanam
selain dari pada yang ditunjukan dalam Gambar dan Spesifikasi
yang harus ditetapkan oleh Kontraktor dan mendapatkan
persetujuan dari Engineer.
29.1.3.3.

Satuan Ukuran
Didalam semua koresponden, rencana teknis, Gambar-gambar dan
Spesifikasi didalam atau dibawah Kontrak, satuan-satuan metrik
harus dipakai sebagai sebuah peraturan. Pada gambar-gambar
atau brosur cetakan dimana satuan-satuan lain harus digunakan,
ukuran setara metrik harus ditandai.

29.1.3.4.

Tropikalisasi
Didalam pemilihan material dan penyelesaian akhir yang harus
diberikan pada kondisi kelembaban tropis dengan peralatan yang
mana akan dikerjakan. Kotraktor akan menyerahkan detail-detail
praktisnya yang mana mendapat jaminan dan rekomendasinya
untuk diterapkan pada bagian-bagian perencanaan yang mana
mungkin dipengaruhi oleh kondisi tropis dan kondisi setempat.
Material-material dan penyelesaian akhir yang dipakai harus
disetujui oleh Engineer sebelum mulai kerja.

29.1.3.5.

Perubahan Material atau Peralatan


Kontraktor tidak akan membuat suatu perubahan pada peralatan
atau material untuk dimasukan kedalam rencana dari yang
ditetapkan atau termasuk dengan Spesifikasi-spesifikasi ini tanpa
persetujuan tertulis dari Engineer. Perubahan-perubahan seperti
itu atau perubahan yang sama sekali tidak akan merusak untuk
kepentingan pemakai dan tidak akan mengakibatkan suatu
penambahan Harga Kontrak.

29.1.3.6.

Papan dan Label


Kontraktor akan menyuplai dan memasang paling sedikit satu (1)
pelat nama yang dibuat dari perunggu atau baja tahan korosi/karat
dalam lebar kira-kira 500 mm dengan tinggi 400 mm, untuk setiap
item BQ dari perencanaan untuk ditetapkan dibawah Kontrak ini.
Semua papan nama, papan instruksi dan lampu-lampu indikasi
pada bok dan peralatan, termasuk papan nama diatas, harus
dalam bahasa Indonesia. Kontraktor akan menyerahkan suratsurat dan dalam kalimat bahasa Indonesia semua papan dan labellabel kepada Direksi Pekerjaan.

269

Kecuali sebaliknya kalau diperlukan oleh Direksi Pekerjaan atau


Engineer, semua penetapan dan ketentuan pelat nama pada
bagian elektrik harus dalam bahasa Indonesia.
29.1.4.

Gambar-gambar dan dokumen yang harus disediakan oleh Kontraktor


29.1.4.1.

Gambar-gambar dan Dokumen-dokumen


Dokumentasi
tehnik
sebagaimana
diperlukan
didalam
Spesifikasi sebaiknya agar ditinjau dan dapat persetujuan dari
Engineer dibawah syarat-syarat dalam kontrak.
Kontraktor pertama-tama akan menyerahkan sebuah master
list
gambar-gambar
dan
dokumen-dokumen
untuk
diperlengkapi dalam kontrak untuk persetujuan Engineer,
secara jelas menunjukkan judul (biasanya berisi nama-nama
karyawan, nama Proyek, no. Kontrak, item pekerjaan dan
seterusnya), cara penomoran, ukuran dan jumlah gambar,
dimensi dan bentuk title block serta bibliographynya, dll.
Biaya persiapan gambar-gambar, dokumen dan lain-lain akan
disediakan pada section ini akan dipertimbangkan untuk
dimasukkan dalam Bill of Quatities pada harga yang pantas
dan tidak ada pembayaran terpisah akan dibuat.
Sebelum pembuatan peralatan untuk pekerjaan hidromekanikal
dan
pekerjaan-pekerjaan
konstruksi
lapangan
dimulai,
Kontraktor harus mengajukan Kriteria Desain, Perhitungan
Desain, Spesifikasi-spesifikasi, Gambar kerja dalam detail, dan
Diagram kerja yang menunjukkan semua detail-detail peralatan
dan material-material yang akan digunakan kepada Engineer
dan Direksi Pekerjaan untuk dimintakan persetujuan sesuai
dengan Klause 26 dari Spesifikasi Umum.
Prosedur penyerahan Gambar-gambar dan Dokumen-dokumen
untuk persetujuan, penanganan nya, As-built darwing (gambar
final) akan mengikuti pada Klausal-klausal 4 dan 26 dari Spesifikasi
Umum, kecuali sebaliknya ditetapkan lain disini.

29.1.4.2.

Jumlah diperlukan dari Gambar Gambar dan Dokumen


Jumlah dari gambar gambar dan data elektronik (bila ada)
untuk diserahkan ke Engineer, harus sesuai dengan Klausule 4
Spesifikasi Umum. Jumlah data-data untuk diserahkan ke Engineer
harus sebagai berikut :

1
2

Deskripsi
Petunjuk Pengoperasian dan
Pemeliharaan
Petunjuk Prosedur-Prosedur
Test

Jumlah
7

Keterangan
Dalam bahasa
Indonesia

3
270

3
4
5

Petunjuk Pemasangan
Spesifikasi Pengecatan
Prosedur Pengelasan

3
3
3

Selanjutnya salinan-salinan dari gambar-gambar khusus dan


dokumen untuk disediakan dengan biaya dari Kontraktor sendiri
bilamana diminta oleh Engineer atau Direksi Pekerjaan.
29.1.4.3

Target Penyerahan Gambar-Gambar dan Dokumen


(a) Sebelum memulai konstruksi yang berkaitan dengan
bangunan-bangunan sipil :
- Gambar-gambar denah umum dari semua rencana.
- Gambar-gambar detail dan data yang berkaitan untuk
pekerjaan Sipil seperti gambar yang menunjukkan
blockout (secondary concrete) dan pondasi dari
rencana, kondisi-kondisi pembebanan, ukuran dan lokasi
batang - batang angkur, hook, sistim pengkabelan tanah
(grounding wiring system) dan seterusnya.
(b) Sebelum memulai pabrikasi rencana
Umum dan gambar-gambar kerja pabrik, calculation
sheet dan data.
(c) Persetujuan berikut dari gambar-gambar untuk komponenkomponen utama dari rencana :
- Petunjuk-petunjuk Pemasangan dalam Sub klause G1.5.2

Petunjuk
untuk
Pekerjaan-Pekerjaan
Pemasangan
- Prosedur Pengetesan di Bengkel / Pabrik dan di Lapangan
/ Site dalam Sub Klause G-1.5.3 Petunjuk ProsedurProsedur Test
- Spesifikasi-spesifikasi Pengecatan, rencana warna dan
contoh pengecatan dalam Sub-klause G-1.6.10
Pembersihan, Pengecatan dan Perlindungan
- Petunjuk-Petunjuk pengoperasian dan Pemeliharaan
dalam Sub klause
G-1.5.1 Petunjuk-petunjuk
Operasi dan Pemeliharaan
- Daftar Suku cadang-suku cadang dalam Sub-Klause G1.10 Suku cadang -Suku cadang
- Daftar Peralatan Pemeliharaan dan Kunci-kunci dalam
Sub klause G-1.11 Peralatan Pemeliharaan dan Kuncikunci
(d) Sebelum tiga (3) bulan dari memulai pekerjaan pabrikasi :
- Dokumen-dokumen
Kualifikasi
untuk
prosedur
pengelasan dan untuk pengelas dan kualifikasi operator
pengelasan dalam Sub klause G-1.6.8 Pengelasan

271

29.1.5

Buku-Buku Petunjuk
29.1.5.1

Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan (O.P)


Kontraktor harus menyerahkan kepada Engineer petunjukpetunjuk umum yang menggambarkan cara yang benar dari
pengoperasian dan pemeliharaan dari semua rencana yang
diadakan dibawah Sub-bagian ini dengan referensi khusus
untuk suatu yang utama dikembangkan terakhir ini. Buku
petunjuk pemeliharaan harus dalam bahasa Indonesia.
Buku-buku Petunjuk akan memasukkan suatu yang dapat
dipisah dan bagian lengkap yang menggambarkan prosedurprosedur pengoperasian yang normal dan emergensi untuk
pengontrolan dari rencana , dan akan memasukkan gambargambar diagramatic yang mudah dibaca dari semacam
prosedur-prosedur
pengoperasian
guna
memudahkan
pengertian dari gambaran keterangan yang diberikan.
Buku-buku petunjuk / pedoman akan menggambarkan dan
memberikan penjelasan dalam detail metode dan prosedur
untuk perakitan, penyetelan, pengoperasian dan pembongkaran
dari setiap komponen, sistim dan mesin dan penggunaan alat
peralatan yang perlu untuk pekerjaan-pekerjaan semacam itu.
Petunjuk pemeliharaan akan menggambarkan atas item-item
inspeksi rutin dari setiap komponen dan pelumasan dengan
frekwensi yang dianjurkan dari pekerjaan semacam itu.
Kemungkinan gejala-gejala yang mana menunjukkan kondisi
ketidak beresan dari setiap komponen versus kriteria yang
diperbolehkan daripadanya dan ukuran pembanding oleh
karena itu akan juga dimasukkan dalam buku petunjuk.
Kontraktor harus, dalam mempersiapkan buku petunjuk,
memperhitungkan kekurangan pengalaman dan ketidaktahuan
dari personil pengoperasi, dengan tipe dari peralatan.
Buku petunjuk juga akan memasukkan sebuah daftar lengkap
dari semua gambar- gambar yang disiapkan untuk rencana
dalam bagian ini, spesifikasi pengecatan yang disetujui, daftar
kunci-kunci (tools) , daftar suku-cadang, daftar bagian-bagian
untuk masing-masing komponen dari item peralatan dengan
catalog-katalog yang diperlukan, dan seterusnya. Daftar bagianbagian yang akan memasukkan kode dan nomor-nomor seri
dan petunjuk pemesanan pembuatnya. Daftar bagian-bagian
harus detail untuk hanya peralatan yang disediakan dan tidak
akan memasukkan referensi umum atau gambaran dari
peralatan yang sama yang mana adalah dari model yang sama
tetapi berbeda hanya dalam detail.

29.1.5.2

Petunjuk-Petunjuk untuk Pekerjaan Pemasangan


272

Kontraktor akan menyerahkan kepada Engineer untuk


persetujuan buku petunjuk / pedoman untuk pekerjaan
pemasangan dari perencanaan untuk dilaksanakan di Lapangan /
Site.
Buku petunjuk akan menggambarkan dan memberikan
penjelasan dalam detail metode-metode dan prosedur-prosedur
untuk pemasangan dari rencana, penggunaan fasilitas-fasilitas
konstruksi dan alat-alat pengukuran bersama dengan
kapasitasnya dan jumlah kebutuhan, bengkel lapangan untuk
disediakan untuk pekerjaan pemasangan dan keteranganketerangan yang perlu lainnya pada pekerjaan pemasangan.
29.1.5.3

Petunjuk-Petunjuk Prosedur Pengetesan


Kontraktor akan menyerahkan kepada Engineer untuk
persetujuan, selama atau dengan segera berikut penyerahan
gambar-gambar, instruksional prosedur-prosedur pengetesan,
penggambaran setiap pengetesan untuk dilakukan di Bengkel
Kontraktor dan di Site dalam waktu yang disebutkan pada
Klause G-1.4.6 Gambar-Gambar dan Dokumen untuk
disediakan oleh Kontraktor .Prosedur-prosedur pengetesan
akan menetapkan
sikwen
dari
pengetesan-pengetesan,
persiapan peralatan dan prosedur-prosedur pengoperasian
untuk diikuti dan prosedur-prosedur detail untuk melakukan
pengetesan-pengetesan, toleransi-toleransi untuk dimensi dan /
atau kontrol -kontrol kwalitas dan item-item yang perlu lainnya
untuk pengetesan-pengetesan. Prosedur-prosedur pengetesan
akan dipersiapkan secara terpisah untuk pengetesanpengetesan yang akan dilakukan di Bengkel dan di Site /
lapangan. Prosedur- prosedur ini akan diserahkan dan di
distribusikan dalam cara yang sama sebagaimana gambargambar.

29.1.6

Pekerjaan-Pekerjaan Struktur dan Mekanikal


29.1.6.1

Umum
Semua material-material harus baru, macam-macam jenisnya
dan seperti yang biasanya dan sesuai untuk pekerjaan yang
bersifat seperti itu. Semua material -material harus mengikuti
Japanese Industrial Standard (JIS) atau American Society for
Testing and Materials (ASTM) yang terakhir kecuali sebaliknya
ditentukan atau disetujui oleh Engineer.
Semua kecakapan pekerja harus yang tingkatan sangat tinggi
untuk seluruh pekerjaan-pekerjaan guna menjamin kelancaran
dan pengoperasian bebas dari vibrasi dibawah segala
kemungkinan kondisi pengoperasian, dan desain, dimensidimensi dan material-material dari semua bagian-bagian
273

rencana harus seperti itu tegangan -tegangan untuk yang mana


mungkin persoalan membuat besar kemungkinan distorsi,
pemakaian tak semestinya, atau kerusakan kedalam kondisikondisi yang berat yang dijumpai dalam tugas.
Semua bagian-bagian dari rencana harus sesuai dengan
dimensi-dimensi yang ditunjukan dan akan dibuat sesuai
dengan GAMBAR DISETUJUI .
Semua
sambungan-sambungan,
data
permukaan,
dan
pencocokkan komponen- komponen akan dibuat dan semua
tuangan-tuangan akan diberi tanda pada permukaan untuk
mur-mur.
Penyelesaian-penyelesaian
yang
dibuat
akan
ditunjukkan dalam gambar.
Semua ulir-ulir, baut-baut, tiang-tiang dan mur-mur serta galurgalur / ulir drat untuk pipa-pipa harus memenuhi standarstandar yang terakhir dari International Organization for
Standardization (ISO) meliputi komponen-komponen dan harus
mengikuti standar-standar untuk ukuran metrik. Kontraktor
harus menggunakan semata-mata standar-standar dan sistim
ukuran yang diterima dan dimasukkan dalam kontrak.
29.1.6.2

Jalan, Tangga dan Handrail


Tempat jalan, Tangga, dan handrail-handrail pengaman yang
memadai / mencukupi dan pelindung-pelindung akan disediakan
pada dan sekitar setiap peralatan, dimana diperlukan, untuk
memberikan jalan masuk dan perlindungan dari semua gerakan
/ perpindahan dan bagian-bagian elektrikal. Item-item semacam
akan direncana untuk memudahkan perpindahan dengan
mudah untuk ijin bebas jalan masuk ke berbagai macam bagian
dari peralatan.

29.1.6.3

Pekerjaan Mesin
(1) Umum
Semua toleransi-toleransi, kelonggaran-kelonggaran dan
ukuran-ukuran untuk metal yang cocok antara bagianbagian berbentuk silinder biasa harus memenuhi sesuai
dengan JIS atau standar-standar lain yang setara disetujui
untuk tingkatan yang sama sebagaimana ditunjukkan atau
sebaliknya.
Penyediaan permesinan yang mencukupi harus disediakan
diatas tempat landasan / bantalan
guna
menjamin
permukaan yang benar dari alat-alat yang kokoh.
Permukaan-permukaan bantalan harus benar dan tepat
guna menjamin kontak langsung. Journal dan permukaanpermukaan luncuran harus halus dan semua permukaanpermukaan harus dihaluskan dengan kehalusan yang cukup
274

dan akurasi guna menjamin pengoperasian yang tepat


pada saat dipasang. Bagian-bagian yang masuk ke suatu
mesin harus hati-hati dan secara akurat dibuat. Semua
lubang-lubang yang dibor untuk baut-baut harus secara
akurat ditempatkan dan dibor dari template-template.
(2) Permukaan-permukaan dihaluskan
Permukaan-permukaan dihaluskan harus ditunjukkan pada
gambar-gambar Kontraktor dan harus sesuai dengan
standar JIS yang tepat atau setara lain yang disetujui.
Pemenuhan permukaan yang ditetapkan akan ditentukan
dengan pikiran dan perasaan dan dengan pemeriksaan
visual dari pekerjaan diperbandingkan pada contoh-contoh
standar kekasaran, sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari
standar-standar yang ditetapkan diatas.
(3) Permukaan-permukaan tidak dihaluskan
Sejauh yang dapat diterapkan, semua pekerjaan-pekerjaan
akan disusun untuk memperoleh machining yang tepat
diantaranya permukaan-permukaan tidak dihaluskan.
Bilamana ada ketidak sesuaian yang besar antara
permukaan-permukaan tidak dihaluskan diantaranya, itu
harus dikelupas/ditatah dan digerinda halus, atau
dimachining, untuk menjamin alignment/pelurusan yang
tepat. Permukaan- permukaan tidak dihaluskan harus betul
pada garis-garis dan ukuran-ukuran yang ditunjukkan pada
gambar-gambar dan harus dikelupas atau digerinda bebas
dari tonjolan-tonjolan dan bintik-bintik kasar. Penurunanpenurunan atau lubang-lubang yang tidak mempengaruhi
kekuatan atau kegunaan dari bagian-bagian yang mungkin
dipenuhi dalam suatu cara yang disetujui.
(4) Pin-pin dan Lubang-lubang Pin
Lubang-lubang pin akan dibor untuk diukur, halus dan
lurus, dan pada sudut-sudut yang benar untuk as / poros
dari member.
Pengeboran akan dikerjakan setelah bagian dijamin kuat di
posisinya. Pin-pin akan dikeraskan dan baja gerinda dan
sungguh-sungguh ditahan pada posisinya. Roda-roda atau
roller untuk dipakai di pintu-pintu harus dapat dipasang pada
pin-pin yang bisa dilepas dan mempunyai bantalan dan ring
kuningan yang dapat melumasi sendiri dengan merata.
29.1.6.4

Penyeimbangan ( Balancing )
Semua bagian-bagian yang berputar harus betul-betul
diseimbangkan keduanya secara statis dan dinamis sehingga
pada saat berputar pada kecepatan-kecepatan normal dan
275

pada suatu beban hingga maksimum, harus tidak ada vibrasi


yang berlebihan dikarenakan kurang seimbang dan rencana
akan beroperasi dengan kemungkinan sedikit jumlah
kegaduhan.
29.1.6.5

Pipa-pipa kaliber kecil


Pipa baja tanpa sambungan dan / atau pipa tembaga akan
digunakan untuk saluran saluran minyak / oil. Pipa baja Galvanis
atau pipa tembaga akan digunakan untuk semua saluran saluran udara atau gas.
Pipa baja akan digunakan untuk
saluran air.
Semua kebutuhan-kebutuhan stud-stud, baut-baut, ulir-ulir, murmur, ring-ring, gasket -gasket, packing, penopang-penopang, dll ,
diperlukan pada sambungan-sambungan dengan bidang
pemasangan dari sistim perpipaan, yang akan disediakan oleh
Kontraktor.
Semua gasket-gasket dan balutan / packing harus dari material
yang disetujui dan dari suatu tipe yang telah betul-betul
disetujui untuk kondisi-kondisi pelayanan, untuk yang mana
menjadi subjek.
Pipa-pipa harus dipasang pada lokasi-lokasi, elevasi-elevasi, dan
jalur-jalur yang ditunjukkan pada GAMBAR DISETUJUI. Semua
jalur-jalur / lines harus dilandaikan / dimiringkan untuk
memberikan pengaliran pada tempat yang rendah.
Dimana sebuah cabang tidak dapat dialiri melalui peralatan
tetap, sebuah katup aliran akan disediakan pada suatu tempat
yang mudah dicapai.
Semua pipa-pipa akan dicocokan dan dipasang untuk
memasukkan tekanan-tekanan minimum ke pipa, pengepasanpengepasan dan struktur-struktur yang berhubungan, dan
pemasangan harus sesuai dengan pengerjaan perpipaan terbaik.
Penyatuan-penyatuan pipa, sambungan-sambungan fleksibel dan
pembongkaran flens harus dicocokkan dimana perlu untuk
fasilitas pemasangan atau pemeliharaan peralatan, sebagaimana
ditunjukkan dan disetujui oleh Engineer.
Kontraktor akan menyediakan dan memasang semua
penggantung-penggantung pipa, bracket-bracket dan penopangpenopang yang diperlukan untuk menopang pipa-pipa,
termasuk pengeboran dan penggrotingan untuk expansion
anchor dan suatu pekerjaan insidentil untuk penyetingan
seperti angkur-angkur tanam atau disisipkan masuk ke betonan.

276

Kecuali ditentukan lain, penopang-penopang pipa akan diberi


spasi pada maksimum dua (2)-meter center untuk baja dan satu
(1)- meter center untuk tembaga. Penggantung-penggantung
pipa untuk pipa tembaga harus tembaga-diplat dan dari suatu
tipe yang disetujui.
Tempat bergerak vertikal akan ditopang dengan cara jepitan /
klem-klem pipa atau pegangan-pegangan pada setiap lantai /
dasar. Penggantung-penggantung dan
penopang-penopang
harus dicat. Penopang-penopang pipa untuk ditanam didalam
konkret / beton yang akan dibuat dari material, yang mana
tidak akan memperburuk, memperlemah atau penyebab
kerusakan pada pipa.
29.1.6.6

Sambungan Bagian-Bagian Struktur


Sambungan-sambungan diantara masing-masing bagian struktur
akan dibuat dengan cara pembautan, pengelasan atau
pengelingan dan direncana dalam suatu cara agar semua
tenaga-tenaga disalurkan dengan suatu metode penyambungan
seperti pembautan, pengelingan atau pengelasan. Tidak ada
pertimbangan muatan khusus dengan tipe-tipe yang berbeda
dari penyambungan yang akan disetujui.
Bilamana baut-baut tipe bantalan digunakan, itu harus
proporsional agar bagian tak berulir dari baut-baut akan
menahan beban pada lubang-lubang reamer dari materialmaterial bersama dengan ring-ring yang mempunyai minimum
ketebalan lima (5) milimeter.
Untuk semua permukaan-permukaan kemiringan, ring-ring yang
diserong harus disediakan. Sambungan-sambungan baut daya
regang tinggi tidak akan diijinkan untuk dipasang pada daun
pintu mengingat korosi dan akan dibatasi untuk sambungansambungan pada kondisi-kondisi kering. Untuk sambungansambungan baut daya regang tinggi, mur-mur pengunci dan
ring-ring harus disediakan.
Semua tepi-tepi plat untuk dilas harus telah dipersiapkan tepi /
pinggir dengan alat mesin atau metode-metode lain yang
disetujui supaya sesuai dengan tipe dari las yang dikerjakan.

29.1.6.7

Pekerjaan baja ditanam, terbuka, dll.


Kecuali kalau sebaliknya secara spesifikasi yang ditetapkan
dalam Spesifikasi- Spesifikasi dan Gambar-Gambar pada bagian
ini, batang - batang angkur, plat-plat angkur, pekerjaanpekerjaan baja ditanam, pipa-pipa, conduit-conduit dan sleevesleeve dihubungkan dengan dan diperlukan untuk pemasangan
dari rencana akan disediakan dan dipasang oleh Kontraktor
dibawah bagian ini selain dari itu untuk diset didalam konkret
277

utama atau dipendam didalam tanah. Material-material disini


akan disediakan dan dipasang oleh Kontraktor pada bagian
lain. Kontraktor akan menunjukkan lokasi dan detail-detail
lengkap dari semua komponen-komponen yang ditanam pada
gambar-gambarnya dan harus bertanggung jawab untuk
kelengkapannya dan akurasi dari gambar-gambarnya.
Suatu pengangkuran material-material yang mana diset
kedalam pondasi-pondasi konkret ( concrete ) tidak akan dicat
atau dilapisi kecuali kalau sebaliknya disetujui.
Selama pemasangan dari semua pipa-pipa baja yang ditanam,
bukaan-bukaan dari ujung setiap pipa akan disumbat dengan
penutup-penutup yang sesuai yang mana akan dilepas setelah
penyelesaian.
29.1.6.8

Pengelasan
(1) Umum
Semua pengelasan akan dikerjakan salah satunya dengan
manually
dengan proses shielded metallic arc atau
automatically by shielded arc atau metode submerged arc.
Kontraktor akan menyiapkan dan menyerahkan sebuah
prosedur pengelasan untuk persetujuan Engineer. Setelah
prosedur pengelasan telah disetujui, Kontraktor akan
mencatat pada gambar khusus yang mana setelah itu
menjadi satu dengan gambar- gambar Kontrak. Ukuranukuran las dan tipe-tipe akan ditunjukkan pada semua
gambar-gambar kontraktor dimana pengelasan dikerjakan.
Pemerikasaan yang bersifat tidak merusak semacam
Radiographic atau Ultrasonic, atau Magnaflux atau
pemeriksaan Dye Penetrated akan dilakukan oleh
Kontraktor dimana diperlukan dengan standar-standar,
Spesifikasi-Spesifikasi ini atau kriteria- kriteria rencana yang
dipakai. Semua las-las yang mana dipandang penting oleh
Engineer, mungkin persoalan disebabkan tegangan penuh
didalam plat berimpitan, atau yang mana didalam
pandangan Engineer atau Inspector, tidak menampakkan
untuk memenuhi standar-standar pengelasan, harus ditest
yang bersifat tidak merusak.
Ukuran-ukuran yang sesuai akan disediakan untuk
menunjukkan arus pengelasan dan arc voltage pada semua
waktu-waktu selama pengerjaan-pengerjaan pengelasan.
Kecuali sebaliknya khusus ditetapkan, bagian-bagian dilas
membutuhkan penyelesaian dimesin harus dilas secara
penuh sebelum diselesaikan.

278

Semua las-las biasanya akan dibuat terus menerus dan


kedap air. Minimum dimensi throat dari las fillet (fillet
weld) harus 4.5 milimeter. Plat-plat akan disambung
dengan pengelasan harus dengan teliti memotong untuk
ukuran dan di roll dengan tekanan untuk lengkungan yang
sesuai yang mana harus terus menerus dari ujung dengan
koreksi by blow tidak akan diijinkan. Dimensi-dimensi dan
bentuk pinggir untuk disambung harus seperti itu untuk
memberikan peleburan yang cermat dan penetrasi penuh
dan pinggiran plat-plat harus dibentuk secara tepat untuk
menyesuaikan berbagai kondisi pengelasan. Permukaan
plat-plat untuk suatu jarak 25 milimeter dari pinggiran yang
dilas harus seluruhnya dibersihkan dari semua karat ,
gemuk dan kerak agar metal betul-betul bersih.
(2) Kualifikasi Prosedur Pengelasan
Tehnik pengerjaan pengelasan, penampilan dan kwalitas
dari las-las yang dibuat dan metode-metode yang
digunakan dalam pekerjaan perbaikan yang rusak / cacat,
akan mengikuti syarat-syarat American Welding Society
(AWS) Standard D.1.1, atau standar-standar lain,
sebagaimana diusulkan dalam Tender dan kemudian
dimasukkan dalam Kontrak atau standar lain yang disetujui
oleh Engineer.
(3) Kualifikasi Tukang Las dan Operator-Operator Pengelasan
Semua pengelas-pengelas dan operator-operator las yang
ditugaskan untuk pekerjaan -pekerjaan pengelasan harus
telah lulus suatu test kualifikasi, dalam enam (6) tahun
sebelumnya, untuk tukang las dan operator-operator
pengelasan, sesuai dengan JIS Z 3801 dan / atau Z 3841
atau standar-standar setara lainnya yang disetujui.
Kontraktor akan memberi Engineer copy-copy sertifikat
report-report dari hasil-hasil physical test dari contohcontoh yang dilas dalam test-test kualifikasi.
Bilamana, dalam pandangan Engineer, pekerjaan dari suatu
pengelas pada suatu waktu kelihatan diragukan, akan
diharuskan untuk lulus test kualifikasi ulang yang pantas.
Semua biaya-biaya dari test kualifikasi ulang akan
ditanggung oleh Kontraktor.
(4) Electrode-Elektrode Pengelasan
Elektrode-elektrode pengelasan harus mengikuti JIS Z 3211
atau Z 3212, meliputi tipe hydrogen rendah atau setara
lain yang disetujui.

279

Weld metal tipe anti karat, dimana digunakan dalam air


berjalan untuk menjaga terhadap lubang poros, harus dari
steel nickel chromium. Tipe, chemical composition dan
jumlah welding rod JIS untuk maksud ini harus sesuai
dengan persetujuan dari Engineer.
(5) Perbaikan
Bilamana kecakapan kerja tidak memuaskan bagi Engineer,
pengelasan harus dikupas untuk sound metal, ditest dan
perbaikan las, atas persetujuan Engineer. Pekerjaan
pengelasan yang mengandung semacam kerusakan harus
diperiksa dan ditest semua sepanjang alur las dengan
metode yang sama yang digunakan pertama sebagaimana
diinstruksikan oleh Engineer untuk memuaskannya.
29.1.6.9

Pelumasan
Ketentuan akan dibuat untuk pelumasan semua bearingbearing, termasuk ball dan roller-roller bearing, dengan sistim
pressure Gun. Semua pelumasan nipple-nipple harus dengan
mudah dapat dicapai.
Dimana hal mudah dicapai untuk sebuah bearing untuk
maksud-maksud pelumasan adalah begitu berat, suatu
ketentuan harus dibuat untuk pelumasan yang jauh atau jalan
yang aman untuk titik- titik pelumasan. Ball dan roller bearing
harus dimasukkan dalam block / kerangka yang rapat kedap
debu untuk penggunaan didalam ruang terbuka dan dalam
ruang/ kerangka kedap air untuk penggunaan dalam daun
pintu.
Semua bearing-bearing/bantalan dan tempat gigi-gigi harus
diberi grease / gemuk dan minyak oli dan kaleng pengisi oli harus
disediakan dimana diperlukan untuk mencegah kelebihan oli atau
gemuk yang menetes ke lantai/deck.
Oli dan grease harus dari suatu tipe yang mudah didapat di
Indonesia sebagaimana yang disetujui oleh Engineer. Tipe yang
ada di Indonesia harus dicari oleh Kontraktor itu sendiri.

29.1.6.10 Pembersihan, Pengecatan dan Perlindungan Cat


(1) Umum
Rencana pengecatan harus memasukkan persiapan
permukaan-permukaan metal, pemakaian cat, perlindungan
dan pemanasan lapisan-lapisan cat, sebaik penyediaan
semua alat-alat, pekerja-pekerja dan material-material yang
perlu untuk seluruh pekerjaan pengecatan.

280

Rencana pewarnaan pengecatan terakhir harus disetujui


oleh Engineer. Kontraktor akan mengusulkan rencana
warna untuk peralatan dan akan menyerahkan contohcontoh cat.
Contoh keping warna akan dimasukkan dengan spesifikasispesifikasi pengecatan yang disetujui untuk tiap-tiap tipe
yang terakhir.
Semua warna lapisan-lapisan dasar harus cocok dengan
warna lapisan cat terakhir (finish coat). Cat harus sebuah
product dari pabrik pembuat yang bereputasi dan harus
dikirim didalam kaleng / blek yang disegel dari pabriknya,
disimpan dibawah penutup dan digunakan dalam waktu
penyimpanan
dan
sesuai
dengan
metode
yang
direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya.
Kontraktor akan menyiapkan dan menyerahkan spesifikasispesifikasi pengecatan untuk persetujuan dari Engineer
dalam cara yang sebagaimana yang ditetapkan dalam
Klause G-1.4 Gambar-Gambar dan Dokumen-Dokumen
untuk disediakan oleh Kontraktor .
Spesifikasi-spesifikasi pengecatan akan meliputi jadwal
pengecatan, pernyataan pabrik pembuatnya dari physical
dan performance characteristic untuk material- material cat
untuk
dipilih,
dan
prosedur-prosedur
yang
direkomendasikan pabrik pembuatnya untuk persiapan
permukaan yang akan dicat, penggunaan, instruksi-instruksi
perlakuan,
peralatan,
kondisi
ambient,
petunjuk
pencampuran, keamanan dan instruksi penyimpanan, dan
seterusnya.
Prosedur-prosedur juga akan mencakup suatu keperluankeperluan khusus untuk perbaikan-perbaikan dilapangan
untuk lapisan-lapisan cat yang rusak dan pelapisan cat
sambungan-sambungan di lapangan.
Untuk bagian-bagian yang pada akhirnya dipendam didalam
konkrete harus dibersihkan dan dilindungi, sebelum keluar
dari pabrik pembuatnya, dengan sebuah cucian semen
Portland atau metode lain yang disetujui. Sebelum akan
dipasang harus sepenuhnya tanpa kelupas dan dibersihkan
dari semua karat dan bahan pengikut.
(2) Persiapan Permukaan
Semua oli, parafin, grease dan kotoran harus dibuang dari
permukaan-permukaan
yang
akan
dicat,
dengan
penggosokkan permukaan-permukaan dengan kain bersih
yang dicelupkan kedalam mineral pelarut. Berikut
pembersih pelarut, percik-percik las, terak, kotoran kecil,
karat lepas dan kerak pabrik serta bahan-bahan asing lain
281

harus dibuang dengan shot atau grit-blasting pada Sa 2


dari Swedish Standard SIS 055900 atau SSPC-SP 10
dari Steel Structures Painting Council Manual Volume 2.
Perhatian khusus akan diberikan untuk pembersihan pojok pojok dan pertemuan sudut sudut.
Permukaan-permukaan yang dibersihkan dengan semburan
angin / peledakan akan menunjukkan permukaan plat yang
rusak-rusak semacam keropeng-keropeng atau congkelancongkelan tajam harus diperbaiki dalam suatu cara
disetujui sebelum pengecatan. Setelah blast cleaning,
permukaan-permukaan berdebu disapu atau disembur
angin dengan kompresor angin bebas dari air atau minyak
yang mengganggu. Semua permukaan-permukaan yang
akan dicat harus betul-betul kering, bersih dan bebas dari
kelembaban uap sebelum hingga selama pengecatan.
Bilamana bentuk-bentuk karat atau permukaan menjadi
terkontaminasi dalam interval antara pembersihan dan
pengecatan, pengecatan ulang pada derajat yang sama
harus diperlukan.
(3) Prosedur Penggunaan
Penggunaan lapisan pelindung akan dilakukan di Bengkel
Kontraktor dan / atau bengkel lapangan, bilamana mungkin.
Pekerjaan pengecatan di Site pemasangan akan dibatasi
untuk lapisan - lapisan Touch-up untuk area-area yang
rusak dan lapisan- lapisan untuk bagian-bagian pengelasan
lapangan.
Semua cat, kapan digunakan, harus memberikan lapisan
tipis / film yang memuaskan dan licin serta permukaan
yang rata. Cat harus seluruhnya diaduk, disaring, dan
dijaga pada konsistensi yang sama selama pekerjaan
pengecatan. Cat tidak akan dikerjakan bilamana temperatur
dari metal atau udara sekitar dibawah 10 derajat Celsius
dan metalnya diatas 50 derajat Celsius, atau bilamana
humidity diatas 90 %, atau bilamana ancaman-ancaman
akan hujan sebelum lapisan dicat menjadi kering. Setiap
lapisan cat harus dilindungi selama periode awal
pengeringan terhadap kemungkinan dari kondensasi
penguapan atau kontaminasi bahan asing. Semua
pekerjaan-pekerjaan pengecatan kuwas dan / atau airless
spraying.
Pada saat material lapisan cat diterapkan dengan spraying,
alat yang cocok harus disediakan untuk mencegah
pemisahan selama pengerjaan pelapisan. Bebas minyak dan
kelembaban udara / embun harus dikeluarkan dari jalan
masuk udara dari semua peralatan spraying. Setiap lapisan
282

harus sama dan bebas dari lobang-lobang, kerutan-kerutan


dan cacat-cacat lainnya. Waktu antara selama pelapisanpelapisan harus tidak kurang dari minimum maupun lebih
dari maksimum waktu pelapisan ulang yang ditetapkan
oleh pabrik pembuat cat.
Cat akan diterapkan agar supaya ketebalan pada suatu
titik tidak kurang dari pada yang ditentukan dalam
spesifikasi-spesifikasi pengecatan yang disetujui.
Permukaan-permukaan yang tidak diperlukan untuk dicat,
tetapi berdekatan dengan permukaan-permukaan yang
mana akan dibersihkan dan dicat, harus cukup dilindungi
selama pembersihan dan pengecatan.
Perbaikan-perbaikan pada area-area yang rusak dari lapisan
cat harus dilakukan dengan tepat sesuai dengan spesifikasispesifikasi pengecatan yang disetujui.
Dikarenakan sifat mudah terbakar dan sifat mengadung
racun dari material-material lapisan cat, Kontraktor akan
melakukan tindakan pencegahan untuk eliminir sesuatu
kesehatan atau bahaya keamanan bahwa kemungkinan
meningkat selama pelaksanaan pengecatan. Asap dan
pengelasan tidak akan diperbolehkan dalam 10 m dari
tempat dimana pengecatan sedang dilakukan.
Pekerjaan baja dimana untuk dilas, hanya primer akan
berlanjut diatas area las. Lapisan-lapisan cat selanjutnya
akan ditahan 150 mm dari las dan setelah pengelasan
sempurna.
Primer / Cat dasar harus bebas dari uap / asap baracun
atau semacamnya dibuang selama pengelasan.
Kemungkinan lain, pelindung sementara disetujui semacam
pita mungkin disediakan sebagai suatu alternatif untuk
dasar area-area melas. Pinggiran-pinggiran lapisan- lapisan
cat bengkel tak terlindung diatas pelepsan pita harus
diperlakukan sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat
untuk menjamin pelekatan pada lapisan cat yang
dipergunakan di Site. Pengecatan harus dihentikan 75 mm
dari tepi area-area yang berhadapan untuk baut-baut
penjepit pergesekkan kekuatan tinggi. Pengecatan diatas
atau sekitar semacam baut-baut akan disempurnaka
sebagaimana ditentukan setelah pemasangan.
(4) Permukaan-permukaan tidak dicat
Perunggu, kuningan, permukaan bagian-bagian dimesin dari
roda-roda gigi, permukaan-permukaan ferrous ditutup,
permukaan didalam rolling atau contact sliding setelah
283

pemasangan lapangan dan tali-tali hoist tidak akan dicat.


Semua permukaan-permukaan baja tahan karat untuk
bearing-bearing dan bagian-bagian machinery juga tidak
akan dicat. Pada penyelesaian pembersihan, permukaanpermukaan yang tidak dicat akan dicat dengan suatu
material lapisan cat pencegah karat atau suatu adhesive
plastic film untuk melindungi permukaan-permukaan dari
kerusakan mekanikal minor dan korosi selama pengiriman
dan penyimpanan di Site. Material lapisan cat harus
dibuang lagi setelah pemasangan lapangan peralatan.
Fitting-fitting tak terpasang, pin, baut-baut, dan mur-mur
harus di oli dan dibungkus dengan kertas tahan
embun/uap atau dilindungi dengan cara-cara lain yang
disetujui.
(5) Jadwal Pengecatan
Satu lapisan primer epoxy resin zinc rich dan dua atau
tiga lapisan-lapisan dari coal-tar epoxy resin paint, total
dry film ketebalan 0.45 0.60 milimeter atau 0.28 0.34
mm , akan diberikan untuk item-item berikut :
Permukaan terbuka dari semua guide frames dan
embedded frame yang mana tidak dibuat dari plat-plat baja
tahan karat
Permukaan dalam dari semua pintu-pintu
Daun Pintu Pembagi, Sekunder, Sadap dan Offtake
Saringan sampah tetap pada Irigasi/Drainase (bila ada)
Satu lapisan primer epoxy resin zinc rich, dua lapisanlapisan non-bleed type tar epoxy resin paint sebagai
lapisan bawah, satu lapisan epoxy resin micaceous iron
oxide paint sebagai suatu lapisan menengah dan dua
lapisan-lapisan dari chlorinated rubber paint sebagai
lapisan-lapisan akhir, total dry film ketebalan 0.45 0.60
milimeter, akan diberikan untuk item item berikut :
Semua daun-daun pintu dan stop log selain dari yang
disebutkan diatas,
Semua Lifting beam (bila ada)
Semua kelengkapan dogging/tambat (bilamana ada)
Semua jembatan-jembatan inspeksi dan handrail,
Permukaan terbuka dari peralatan hoisting, monorail
cranes (bila ada)
Semua permukaan-permukaan tidak diselesaikan dari metal
ferrous kecuali itu ditentukan diatas harus diberikan satu
lapisan primer zinc rich dan empat lapisan- lapisan
chlorinated rubber paint (dua lapisan-lapisan dibawah, satu

284

lapisan menengah dan satu lapisan akhir) sampai


mempunyai total dry film ketebalan 0.15 0.18 milimeter.
Peralatan komersial selain dari pada yang disebutkan diatas
kemungkinan di cat sesuai dengan praktek standar pabrik yang
harus disetujui Engineer.
(6) Inspeksi/Pemeriksaan
Semua pekerjaan pengecatan harus diperiksa oleh Kontraktor
sendiri sesuai dengan prosedur test yang disetujui yang
ditetapkan dalam Sub-klause G-1.5.3 Petunjuk Prosedur Test
atas persetujuan Engineer.
Berikut pemeriksaan visual pada permukaan-permukaan
yang telah dicat, ketebalan dry film pelapisan akan dichek
pada banyak spot-spot dari area yang dicat sebisa mungkin
untuk
membuktikan
ketebalan
keseluruhan
untuk
menentukan minimum ketebalan dengan Electro magnetic
thickness meter. Selanjutnya, untuk maksud pengukuran
secara kontinyu dari lapisan-lapisan, area-area yang dilapisi
akan diperiksa dengan pin hole detector (Holiday
detector). Pemeriksaan cat-cat yang mengelupas juga akan
dilakukan untuk area-area yang dicat.
29.1.7

Asuransi
Kontraktor harus mengasuransikan Pekerjaan-pekerjaan dalam nama-nama
gabungan dari Kontraktor dan Direksi Pekerjaan untuk nilai penggantian
penuh mereka sebagaimana ditetapkan dalam Klausal dari Kondisi
Kontrak. Asuransi harus mencakup semua kehilangan, kerugian-kerugian
(korban jiwa), kerusakkan, kerusakkan pekerjaan yang mana mungkin
timbul diluar selama pengiriman dari tempat pabrik pembuat sampai ke
site dan pekerjaan-pekerjaan instalasi / pemasangan dari pekerjaanpekerjaan hingga periode pertanggung jawaban kerusakan.
Biaya asuransi dari asuransi semua resiko pemasangan, asuransi
pertanggung jawaban pihak ketiga, asuransi kompensasi pekerja-pekerja
dan asuransi pertanggung jawaban kendaraan mobil untuk pekerjaanpekerjaan
yang
mencakup
dibawah Sub-bagian
disini
harus
dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam satuan harga yang ada dalam Bill
of Quantities.
Asuransi untuk transportasi harus Marine Cargo Insurance dan Institute
Cargo Klausal (all risk) dengan Klausal pengganti khusus dan akan
mencakup Inland transportation (Transportasi Darat). Asuransi akan
mencakup nilai penggantian penuh dari rencana selama marine dan
transportasi darat dari gudang penyimpanan pabrik pembuat sampai
pengiriman ke gudang penyimpanan di Site. Nilai masa pertanggung

285

jawaban penuh tidak akan kurang dari pada C.I.F. atau nilai ex-Factory
plus sepuluh (10 %) percen dari padanya.
Marine Cargo Insurance harus efektif dan kontinyu untuk periode penuh
hingga rencana deliveri ke gudang penyimpanan di Site.
29.1.8.

Pengepakan, Pengiriman dan Penyimpanan


29.1.8.1

Pengepakan
Masing-masing item harus dipak dengan sebaik-baiknya atau
dilindungi untuk pengiriman dengan kapal / shipment dari
tempat pabrik pembuat hingga ke Site.
Setiap peti kemas akan berisi sebuah daftar paket dalam
sebuah amplop tahan air dan sebuah copy dalam rangkap tiga
akan diserahkan kepada Engineer sebelum pengiriman.
Semua item-item dari material harus diberi tanda dengan jelas
untuk memudahkan identifikasi terhadap daftar paket.
Semua peti-peti kemas, paket dan lain-lain, harus diberi tanda
dengan jelas pada sisi luar untuk menunjukkan berat total,
untuk menunjukkan dimana berat muat dan posisi yang benar
dari sling-sling dan akan memuat suatu tanda pengenal yang
berhubungan dengan mereka untuk dokumen-dokumen
pengapalan yang tepat.
Peti-peti kemas yang mana tidak dapat diberi tanda
sebagaimana diatas harus mempunyai label-label metal / logam
dengan penandaan yang perlu padanya. Label- label logam
harus aman dicantelkan pada paket dengan kawat baja yang
kuat atau yang setara. Engineer akan berhati-hati benar untuk
memeriksa paket / peti kemas sebelum pengiriman ke Site.
Kontraktor harus sepenuhnya bertanggung jawab untuk
penjaminan bahwa pemaketan sesuai / pantas untuk
pengangkutan dan semacam pemeriksaan tidak akan
membebaskan Kontraktor dari pertanggung jawaban untuk
suatu kehilangan atau cacat atau kerusakan akibat kesalahan
pengepakan.
Semua material-material pengepakan akan tinggal milik
Kontraktor dan harus dibuang / dibersihkan dari Site pada
kesempatan secepatnya dan dibuang pada tempat / area-area
yang mana dinstruksikan oleh Engineer.
Tanda-tanda pengapalan akan terdiri dari informasi-informasi
berikut dalam urutan dan dalam kerangka yang sepadan
dengan ukuran dari container :
(a)
(b)
(c)
(d)

Penerima Barang
: ________________
No. Kontrak
: ________________
Pelabuhan / Lokasi tempat tujuan
: ________________
Jumlah Item, bila dapat dipakai, urutan
286

nomor paket, dan jumlah per paket : ________________


( e ) Deskripsi isi muatan
: ________________
( f ) Berat kotor dan berat bersih, dalam - : ________________
kubik.
29.1.8.2

Pengiriman
Kontraktor akan mengirim semua rencana termasuk peralatan
Kontraktor yang akan disediakan dibawah Sub-bagian ini ke
lokasi Site dalam waktu yang cukup untuk pekerjaan persiapan
dan pemasangan sesuai dengan Jadwal waktu pelaksanaan
(Construction Time schedule). Tidak ada bagian dari rencana
dan Peralatan Kontraktor yang akan dikirim ke Site hingga
persetujuan tertulis yang telah diperoleh dari Engineer untuk
pengiriman.
Pemberitahuan seperti pengiriman akan diberikan kepada
Direksi Pekerjaan dan kepada Engineer dalam tertulis tidak
lebih dari empat belas (14) hari sebelum untuk tanggal
pengapalan / pengiriman yang sebenarnya untuk suatu
peralatan untuk dikapalkan/dikirimkan. Setiap pemberitahuan
harus memasukkan sebuah dartar pengapalan/pengiriman
lengkap isi muatan dari setiap paket untuk dikirim dan
menunjukkan tanggal yang diperkirakan dari pengiriman dan
nomor seri untuk setiap komponen untuk digunakan guna
identifikasi dan copy-copy dari polis asuransi yang diatur untuk
itu.
Kontraktor akan bertanggung jawab untuk menyambut di Site
dari pengiriman pengiriman untuk tujuan Kontrak.
Kontraktor harus pada pertanggung jawabanya memeriksa
muatan-muatan di Site atas datangnya barang-barang dan akan
melaporkan secara khusus tertulis, jumlah, kondisi, kerusakan,
bilamana ada dari barang-barang tersebut kepada
Direksi
Pekerjaan dan kepada Engineer dalam tiga (3) hari setelah
kedatangan.

29.1.8.3

Penyimpanan di Site
Kontraktor
harus
bertanggung
jawab
untuk
semua
pemeliharaan rutin, yakni ; pelumasan, pemeriksaan, dan
pengaturan dari semua peralatan sesuai rencana, hingga
pengeluaran Sertifikat Serah terima.
Kontraktor akan menyusun atas pengeluaran-pengeluarannya
untuk
perlindungan
penyimpanan
atau
perlindunganperlindungan lain dari semua material-material dan peralatan
terhadap korosi dan kerusakan mekanikal. Suatu korosi atau
kerusakan yang mungkin terjadi pada suatu item dari rencana
harus dibuat baik sebelum alat itu dipasang.
287

Kontraktor
akan
menyediakan
semua
drainage
dan
perlindungan cuaca untuk gudang penyimpanan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari Engineer.
Kebutuhan minimum dari semua item harus meletakan diatas
block-block kayu yang mana dasar ketinggian sedikitnya 150
mm diatas lantai atau permukaan tanah. Tidak ada item-item
yang akan diletakkan langsung diatas lantai atau tanah.
Semua muatan-muatan yang berisi mesin-mesin/peralatan
penting dan bagian- bagian elektrik harus disimpan didalam
gudang yang mana harus disediakan oleh kontraktor.
Item-item tahan cuaca dan bagian-bagian baja struktur
mungkin disimpan dalam ruang terbuka, tetapi dalam semua
hal harus dilindungi untuk persetujuan Engineer. Kontraktor
harus
bertanggung
jawab
untuk
mencukupi
semua
perlindungan.
29.1.9

Pengujian dan Pemeriksaan (Tests and Inspection)


29.1.9.1 Umum
Selama
pembuatan,
konstruksi
dan
setelah
pekerjaan
pemasangan dari setiap item dari rencana dalam bagian ini,
Kontraktor harus melakukan test-test sebagaimana digambarkan /
ditentukan
dalam
prosedur-prosedur
pengetesan
untuk
membuktikan akurasi pemasangan dan untuk membuktikan
kecukupan dari material-material dan pekerja-pekerja.
Kontraktor harus memberikan Engineer pemberitahuan tertulis
data pengetesan- pengetesan tidak kurang dari empat belas (14)
hari sebelumnya.
Kontraktor harus menyediakan semua tenaga kerja, peralatanperalatan, meteran- meteran, material-material, dan lain-lain
yang perlu untuk melakukan test-test dan sepenuhnya harus
bertanggung jawab terhadap test-test.
Suatu kerusakan ditemukan selama test-test harus diperbaiki
dan dilakukan oleh Kontraktor dan ditest hingga memenuhi
Spesifikasi-Spesifikasi. Tidak ada bagian dari rencana yang akan
dipertimbangkan dapat diterima hingga test-test berhasil sesuai
Spesifikasi-spesifikasi.
Biaya pembuatan-pembuatan suatu pengetesan yang diperlukan
dalam bagian ini akan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam
harga-harga yang pantas didalam Bill of Quantity dan tidak ada
pembayaran terpisah yang akan dibuat.
29.1.9.2 Pemeriksaan Material dan Pengujian (Material Inspection and Test)

288

Material-material, bagian-bagian dan pemasangan-pemasangan


dari padanya, dimasukan kedalam rencana yang akan ditest,
kecuali sebaliknya ditunjuk, sesuai dengan metode yang
bersifat terbaik untuk tipe khusus dan tingkatan pekerjaan.
Bilamana pabrik pembuat berkeinginan untuk menggunakan
material stock tidak dibuat secara khusus untuk diperlengkapi
peralatan,
data-data
yang
mencukupi
agar
material
semacamnya sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang
ditetapkan disini, akan diperlengkapi, yang mana dalam testtest yang sebenarnya pada material- material disini mungkin
dilepaskan. Laporan-laporan test pabrik yang disahkan (Certified
mill test reports) dari tempat-tempat dan bagian-bagian yang
akan dapat diterima.
Saksi-saksi pengetesan-pengetesan dan pemeriksaan material
mungkin dibuat di tempat pabrik/pembuat oleh inspector yang
ditunjuk oleh Engineer, kecuali sebaliknya ditetapkan.
Kesaksian dan pemeriksaan seperti itu akan diadakan sebagai
begitu turut mencampuri sedikit mungkin dengan operasi
pembuatan. Kontraktor bagaimanapun harus memenuhi dengan
suatu permohonan yang beralasan dibuat oleh inspector
berkenaan metode pengetesan atau koreksi dari pembuatan
yang kurang sempurna.
Kontraktor akan melengkapi, bebas biaya, semua bagian test,
dan lain-lain, pemotongan dan dimesin untuk ukuran-ukuran,
bentuk-bentuk dan dimensi-dimensi sebagaimana ditunjukan
oleh Engineer. Pengetesan dari contoh-contoh akan dilakukan
oleh Kontraktor atas biaya dan pengeluarannya, dan akan
ditunjukkan sesuai dengan petunjuk-petunjuk prosedur
pengetesan yang disetujui.
Bagian-bagian test itu menunjukan material yang diapkir / reject
akan disimpan dan menjadi milik dari Direksi Pekerjaan.
Pelepasan dari pemeriksaan oleh Engineer/Inspector tidak akan
membebaskan Kontraktor dari suatu pertanggung jawabanya
untuk penyediaan material dan pekerjaan dapat diterima
kepada Engineer.
29.1.9.3

Pengujian di Bengkel pabrik (Tests at Manufacturers Shop)


Semua
item-item
peralatan
akan
dirakit/dipasang
di
bengkel/pabrik sebelum pengkapalan / pengiriman lewat darat
dan test-test akan diperlihatkan oleh Kontraktor sebagaimana
mungkin diperlukan untuk mempertunjukkan guna kepuasan
Engineer atas kecukupan peralatan dan bagian-bagian
komponennya. Semua test-test akan disimulasikan untuk
kondisi-kondisi pengoperasian normal sedekat mungkin.

289

Semua bagian-bagian yang dibongkar harus secara tepat diberi


tanda yang sesuai dan di drip / pahat untuk menjamin
perakitan / pemasangan yang benar di Site.
Test-test dibengkel pabrik/pembuat harus dilakukan sesuai
dengan kebutuhan- kebutuhan paragraph yang sesuai dari
peralatan pada bagian ini dan petunjuk- petunjuk prosedur
pengetesan yang disetujui.
29.1.9.4

Pengujian di Site / Lapangan (Tests at Site)


Kontraktor akan membongkar peralatan dari paketnya dan
akan memeriksa peralatan untuk kerusakan sebagaimana
ditentukan dalam Sub-Klause G-1.8.2 Pengiriman .
Kontraktor akan memperbaiki atau mengganti suatu bagian
yang rusak dari peralatan, atas persetujuan Engineer. Selama
konstruksi dan setelah pemasangan dari setiap item peralatan,
peralatan kontrol, sistim perpipaan dan lain-lain, test-test akan
dilakukan sebagaimana ditetapkan dalam bagian ini, untuk
menentukan akurasi dari pemasangan dan menjamin
kecukupan peralatan dan pekerja. Semua test-test akan dibuat
atas persetujuan Engineer.

29.1.9.5

Pengujian pada Penyelesaian (Tests on Completion)


Setelah suatu bagian atau keseluruhan rencana dibawah bagian
ini telah dipasang lengkap seluruhnya, disetel, ditest dan
disetujui dan bagian-bagian dibawah bagian- bagian lain untuk
pengoperasian rencana dipasang sepenuhnya, Kontraktor akan
melakukan test-test pada penyelesaian dalam kehadiran Direksi
Pekerjaan/Proyek dan Engineer untuk mempertunjukkan bahwa
rencana
telah
dipasang
dengan
benar,
semua
penyetelan/penyesuaian yang perlu dan penyetingan dibuat,
dan bebas dari vibrasi dan kebocoran dibawah beban, dan
memenuhi spesifikasi dalam semua hal.

29.1.9.6

Pengujian Kebocoran Air (Watery Test)


Test kebocoran air akan dilakukan bersaman dengan test
berair (watery test).
Pemancaran atau kebocoran yang
terpusat pada suatu titik dilokalisir tidak akan dibolehkan,
sekalipun kurang dari pada tingkat kebocoran air praktis.
Penyekat- penyekat/seals pada tempat-tempat demikian akan
disetel/diatur atau dibuat baik sebagaimana diperlukan.
Tingkat kebocoran air yang diijinkan untuk setiap pintu, stoplog
dan katup irrespective dari tekanan hidroliknya akan dinilai
berdasarkan pada kriteria berikut :

290

Untuk pintu-pintu dan stoplog


: 200 cc / menit per satu (1)
meter dari panjang penyekatan/sealing.
29.1.9.7

Pengujian dan Laporan-Laporan


Inspection Reports)

Pemeriksaan (Test and

Kecuali sebaliknya ditentukan, Kontraktor akan menyerahkan


kepada Engineer semua test-test dan laporan-aporan
pemeriksaan sesuai dengan hal-hal berikut :
Tempat pengujian
Atau pemeriksaan

Jumlah
laporan

Waktu penyerahan
setelah pengujian

Bengkel kerja / Pabrik 6


Sebelum permintaan untuk
pengiriman pengapalan / angkuatan darat dalam 14 hari.
Site
6
29.1.10

Suku Cadang ( Spare Part )


Kontraktor harus melengkapi satu (1) lot Suku cadang-suku cadang
sebagaimana daftar dalam Sub-Klause G-1.12 dan sebagaimana terdaftar
dalam analisa Harga Satuan ( unit price ).
Suatu suku cadang yang disediakan harus dipaket atau dijaga dalam suatu
cara sebagaimana untuk penyimpanan yang pantas / semestinya dalam
suasana di Site untuk suatu periode tidak kurang dari lima (5) tahun, dan
setiap bagian harus dengan jelas ditandai dengan gambaran dan
kegunaan pada bagian luar dari paking / paket.
Suku cadang-suku cadang yang juga disediakan harus dikirim kedalam
suatu penyimpanan-penyimpanan sebagaimana mungkin ditunjuk oleh
Direksi Pekerjaan dan pengiriman tidak akan dianggap lengkap hingga
paket-paket telah dibuka oleh Kontraktor, isi-isinya dichek oleh seorang
perwakilan dari Direksi Pekerjaan dan barang-barang dilindungi ulang dan
dipaket ulang oleh Kontraktor untuk kepuasan dari Direksi Pekerjaan dan
dipasang kedalam unit-unit atas kehendak Direksi Pekerjaan.

29.1.11

Peralatan Pemeliharaan dan Kunci Kunci / Tools


Kontraktor harus melengkapi satu (1) lot peralatan pemeliharaan /
maintenance dan kunci-kunci / tools yang mencukupi untuk pemeliharaan
yang sebaiknya dari semua rencana yang disediakan dibawah bagian ini
sebagaimana daftar dalam Analisa Harga Satuan.
Peralatan pemeliharaan dan kunci-kunci harus memasukkan, tetapi tidak
akan dibatasi untuk :
( a ) Satu (1) lot Kunci-kunci/Tools untuk penggunaan umum semacam ;
set Kunci inggris, Waterpas besi, Tang pemotong, set Kunci pas
291

( b ) satu (1) lot Kunci-Kunci pekerjaan bongkar muat barang semacam ;


block- block pengungkit / lever blocks, chain block/takal rantai, snatch
blocks/ pengencang, dan tali-tali baja / wire rope
( c ) Satu (1) lot instrumen-instrumen pengukuran semacam;
Electro
magnetic paint thicness meter tipe Digital, jangka lengkung,
penggaris plat baja, pengukur ketebalan / thickness gauge dan stop
watch.
( d ) Satu (1) lot Tester-tester semacam ; insulation tester, universal
tester.
( e ) Suatu kunci-kunci dan peralatan lain yang dapat direkomendasikan.
( f ) Satu (1) lot bahan terpakai habis seperti gemuk/grease.
Peralatan pemeliharaan dan kunci-kunci harus dikirim dengan rencana,
dalam cabinet-kabinet yang dapat dikunci dipasang dibagian dalam
sehingga kunci-kunci mungkin aman tersimpan dalam suatu cara yang
baik.
29.1.12

Ukuran-Ukuran Pembayaran
29.1.12.1 Umum
Pembayaran untuk Pekerjaan-Pekerjaan yang tercakup dalam
Bagian ini akan dibuat pada Kontrak Lump sum untuk Item
Nos. dalam Bill of Quantities, Yang mana harga-harga akan
merupakan kompensasi penuh untuk biaya-biaya semua
pekerja-pekerja, alat-alat kunci, peralatan dan material-material
termasuk
perencanaan,
pembuatan,
pengangkutan,
pemasangan, pengecatan, penyetelan, pengetesan dan semua
ongkos-ongkos tambahan serta pekerjaan-pekerjaan tambahan
yang perlu untuk keberhasilan penyelesaian pekerjaanpekerjaan.
29.1.12.2 Ukuran Pembayaran
(1) Ukuran pembayaran untuk Pekerjaan-Pekerjaan yang
ditetapkan dalam Sub-bagian G harus dibuat sebagai berikut :
(i) Pembayaran hingga tujuh puluh (70 %) percent dari
Kontrak unit price atau lump sum price atas kedatangan
/ tibanya hingga ke Site dan disetujui oleh Engineer
asalkan ;
Kontraktor telah menyerahkan kepada Engineer untuk
persetujuan faktur-faktur terperinci, daftar-daftar paket,

292

faktur-faktur pembayaran, bill of lading, dan sertifikat


asuransi.
Sebelum pengapalan / pengiriman peralatan dan
material, gambar- gambar dan / atau sertifikat-sertifikat
test harus telah diserahkan oleh Kontraktor dan
disetujui oleh Engineer.
Kontraktor telah dengan semestinya menyimpan
peralatan atau material -material dan telah diserahkan
sebuah penerimaan detail dan / atau laporan
kerusakan.
Engineer telah menyetujui penerimaan dan / atau
laporan kerusakan dan penegasan penyimpanan yang
semestinya / sebaik-baiknya dari peralatan dan materialmaterial.
(ii) Pembayan hingga tiga puluh (30 %) percent dari
Kontrak lump sum price terhadap penyelesaian yang
penting / substantial dari pemasangan yang disetujui
oleh Engineer.
(2) Ukuran dan pembayaran untuk pekerjaan-pekerjaan yang
ditetapkan dalam Sub-Klause G-1.10 Suku cadang dan
dalam Sub-Klause G-1.11 Peralatan Pemeliharaan dan
Kunci-Kunci dalam Sub-bagian ini akan dibuat pada
Kontrak Lump sum sebagai berikut :
(i) Pembayaran seratus (100 %) percent dari lump sum
atas kedatangan / tibanya dari semua peralatan dan
bagian-bagian hingga ke Site yang disetujui oleh
Engineer dibawah kondisi kondisi yang sama
disebutkan dalam Sub-Klause G-1.13.2 (1) ( i ) diatas.
29.2. Kriteria Desain dan Keterangan - Keterangan
29.2.1. Muatan -Muatan Rencana ( Design Loads )
29.2.1.1.

Umum
Beban-beban / muatan-muatan harus betul-betul dipertimbangkan
didalam mendesain dari suatu perencanaan sebagaimana
ditetapkan dalam bagian ini.
Plant, peralatan dan struktur harus direncana / didesain dengan
gabungan-gabungan dari muatan-muatan ini sebagaimana
digambarkan dalam detail dalam Sub-Klause G-2.1.2, G-2.1.3 dan
G-2.1.4 dari Sub-bagian ini dalam kondisi normal dan kondisi kondisi pembebanan lebih yang mana ditentukan oleh frekwensi
terjadinya muatan-muatan dan kemungkinan dari kejadian yang
kebetulan/tak terduga.
293

Beban-beban
yang
ditetapkan
disini
akan
betul-betul
dipertimbangkan sebagai minimum dan kebutuhan-kebutuhan
yang perlu dan muatan-muatan dan gabungan- gabungannya
selain dari yang ditetapkan harus diuji oleh Kontraktor dalam
desain detail dari Rencana.
29.2.1.2.

Daun Pintu, Stoplog dan Saringan sampah


Daun pintu, stoplog dan saringan sampah akan didesain untuk
gabungan dari muatan-muatan berikut :
(a)

Beban Hidrostatis
Beban hidrostatis akibat perbedaan tinggi muka air antara
sisi - sisi hulu dan sisi- sisi hilir dari pintu, stoplog dan
saringan sampah.

(b)

(c)

Beban tekanan Sedimentary.


Beban tekanan sedimentary/ endapan akan dihitung
dengan persamaan dan nilai nilai :
Pe = Ce . W 1. d
Dimana,
Pe: Tekanan sedimen horisontal pada kontak d (tf/m 2)
Ce
: Koefisien tekanan sedimentary 0.6
W1
: Satuan berat sedimen didalam air 1.2 tf / m
d
: Kedalaman sedimen pada titik kontak ( m )
Berat mati

(d)

Beban angin
Beban angin harus pada tekanan angin basic 300 kgf / m
untuk sebuah area vertikal yang sudah diperhitungkan
dengan factor-aktor bentuk perkalian sebagai berikut :
-

Untuk
Untuk
Untuk
Untuk

permukaan bidang
sebuah permukaan berbentuk silinder
bagian kisi-kisi, pada sisi depan
bagian kisi-kisi, pada sisi belakang

:
:
:
:

1.2
0.7
1.6
1.2

(e)

Beban pengoperasian dari pengangkat / hoist

(f)

Tekanan air dinamis pada waktu gempa bumi.


Tekanan air dinamis pada waktu gempa bumi akan
dihitung dengan rumus Westergaard sebagai berikut :
Pd = 7 Wo . k x ( H x h ) / 8
Dimana ;
Pd : Tekanan air dinamis pada acting point h : ( tf / m )
Wo: Berat spesifik dari air
: 1.0 tf / m
k : Intensitas seismic
: 0.15
H : Kedalaman air dari dasar pondasi
: (m)
294

h : Kedalaman air dari muka air pada acting point :( m )

29.2.1.3

(g)

Tenaga inertia pada waktu gempa


Tenaga inertia pada waktu gempa harus perkalian berat
mati dengan intensitas seismic yang ditetapkan ( f ) diatas.

(h)

Variasi tekanan air dan tenaga vibrasi disebabkan oleh


aliran air semacam tenaga uplift, tenaga down-pull (
tarikan kebawah ), dll.

Pengangkat ( Hoist )
(1) Untuk tipe Stationary ( tetap )
Alat pengangkat tipe stationary akan
kombinasi dari beban beban berikut :

didesain

untuk

(a) Berat mati dari daun pintu dan berat ballast, bila ada
(b) Tenaga pergesekkan akibat perputaran dan / atau
bagian-bagian sliding / luncur.
(c) Tenaga pergesekkan akibat penyekat-penyekat karet
(rubber seals)
(d) Tenaga pergesekkan akibat sediment , bila ada.
(e) Buoyancy/ daya apung
(f) Tenaga Uplift / angkat dan tenaga down-pull/ tarik
kebawah.
(g) Semua beban-beban yang ditentukan oleh kondisi macet
pintu pada waktu operasi pengangkatan / naik.
Tenaga penutupan dari semua pintu-pintu kecuali untuk
dioperasikan itu dengan hoist tipe spindle harus mempunyai
suatu kelonggaran lebih dari 25 % terhadap semua tenagatenaga keatas / naik semacam tenaga-tenaga pergesekkan
dan buoyancy, dll. dalam suatu bukaan-bukaan pintu
dibawah suatu permukaan air. Bilamana ada suatu
kekurangan dari tenaga penutupan, ballast / pemberat (untuk
penyeimbang ) mungkin disediakan pada daun pintu. Ballast
akan dibuat dari baja atau material-material lain yang
disetujui oleh Engineer kecuali untuk konkret / beton dibuat
ballast.
(2) Untuk Tipe Moveable (gerak)
Alat pengangkat tipe moveable akan didesain untuk
kombinasi dari beban beban berikut disamping itu untuk
tipe stationary ditetapkan dalam (1) diatas :
(a) Tenaga inertia dan / atau tenaga centrifugal akibat
pengereman atau
memulai dari pengangkatan dan
travelling operation.
(b) Beban angin
295

- 40 kgf / cm dibawah kondisi pengoperasian


- 300 kgf / Cm pada posisi storing.
(c) Beban seismik.
29.2.1.4

Peralatan Lain
(a) Jembatan inspeksi, jalan kecil / setapak,
tangga, deck lantai / platform, dll : Beban desak 300 kgf/m
(b) Anak tangga ladder
: Beban vertikal 180 kgf
(c) Handrail
: Beban horisontal 30kgf

29.2.2 Material - Material


29.2.2.1

Umum
(1) Umum
Semua material-material dari rencana tercakup dalam bagian
ini harus baru dan berkwalitas tinggi, terutama sekali dipilih
guna memenuhi kewajiban yang diperlukan untuk
pengoperasian yang tepat dari rencana, dan ditunjukkan
sepenuhnya didalam gambar-gambar detail Kontraktor untuk
persetujuan.
Material-material harus memenuhi dengan kebutuhankebutuhan dalam Japanese Industrial standards (JIS) yang
terakhir atau American Sociaty for Testing and Materials
(ASTM) yang terdaftar disini atau yang setara dan / atau
kwalitas lebih baik atau sebagaimana yang telah disetujui
sebelumnya oleh Engineer, kecuali sebaliknya ditetapkan.
(2) Tuangan - tuangan
Semua tuangan-tuangan timbangan 226.8 kilogram (500
pound) atau lebih harus mempunyai kupon test yang
dicantelkan dari yang mana contoh-contoh test mungkin
dipersiapkan. Jumlah, ukuran, dan lokasi dari kupon-kupon
test harus persetujuan dari Engineer. Material cacat atau
ditemukan material-material yang rendah mutunya untuk itu
ditetapkan harus direject / diapkhir dan segera sesudah
dikeluarkan, dan tidak akan digunakan lagi dalam suatu
bagian dari rencana.
Semua tuangan-tuangan harus padat, bunyi dan benar
susunanya, dari kesempurnaan penyelesaian dan dari kondisi
dan kwalitas yang sama, bebas dari lubang-lubang pukulan,
porosity, noda / bintik-bintik dalam, penyusutan, retakan retakan atau cacat / kerusakan yang merugikan, dan harus
dibersihakan dengan memuaskan untuk tujuan yang
diharapkan. Semua tuangan-tuangan harus dichek untuk
kerusakan-kerusakan sebelum final machining.
296

Tuangan tidak akan boleh diperbaiki, di plug / sumbat, atau


dilas tanpa seijin dari Engineer.
Semacam ijin akan diberikan hanya bilamana kerusakankerusakan kecil dan tidak merugikan mempengaruhi
kekuatan material, penggunaan atau kemampuan mesin
tuangan-tuangan. Pemisahan berkelebihan dari kotorankotoran atau logam campuran (alloy) pada titik-titik kritis
didalam tuangan yang menyebabkan untuk direject /
diapkhir. Potongan-potongan tipis yang terbesar dengan
desain harus digambungkan kemanapun suatu perubahan
dalam potongan terjadi.
Permukaan-permukaan yang tidak melalui proses machining
dan tak terlindung dalam pemasangan final harus dibalut
untuk menyediakan suatu penampilan yang memuaskan
sehingga tidak akan memerlukan permukaan yang halus di
Site sebelum pengecatan.
(3) Tempaan
Batang-batang dari yang mana tempaan dibuat harus
mencetak dalam cetakan - cetakan logam. Kecakapan kerja
harus tingkat utama dalam setiap hal dan tempaan harus
bebas dari semua kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi
kekuatan dan daya kemampuan, termasuk kelim, pipa-pipa,
cacat, retakan-retakan, kerak-kerak, sirip-sirip, porosity,
noda-noda dalam, termasuk nonmetal yang berkelebihan
dan pemisahan.
Potongan-potongan tipis yang terbesar dengan desain harus
digabungkan kemanapun suatu perubahan dalam potongan
terjadi. Semua permukaan-permukaan selesai dari tempaan
harus mulus / halus dan bebas dari tanda-tanda perkakas.
Tempaan harus benar-benar bersih ditandai dengan nomor
yang ditekan dalam semacam lokasi agar supaya dapat
dilihat / dibaca dengan jelas pada waktu tempaan dipasang
dalam suatu satuan lengkap.
29.2.2.2

Plat-Plat baja, Batang -Batang dan Pipa-Pipa dan lain-lain


(a) Plat-plat baja untuk plat pintu / skin plate
JIS G 3106, SM
400 B ,
bagian-bagian utama struktur, kecuali - SM 490 B atau ASTM
untuk bentuk baja diroll dari daun pintu.
A 516 Grade
60,70
(b) Plat-plat baja untuk struktur-struktur umum/
400 atau

JIS G 3101,SS

297

biasa. ASTM A 36
(c) Bentuk Baja
JIS G 3192 dan
JIS
G3101,SS400
atau ASTM A 6
(d) Baut-baut baja, Mur dan Ring-ring
JIS B1180, B 1181 dan
B1256atauASTMA 633
Dan A 675
(e) Baut-baut baja hexagon kekuatan tinggi, JISB1186 atau ASTM
mur-mur hexagon. A 325
(f) Baut-baut, mur-mur dan Ring-ring baja JISG4303, 4304, 4305
tahan korosi
4306, dan 4307 atau
ASTM A276 , Tipe 316

29.2.2.3

(g) Pla-plat baja tahan korosi, baut-baut ,


JIS G4303, 4304, 4305,
dan lain-lain.
4306 ASTM A 167,
dan 4307 atau
(h) Plat-plat clad baja tahan korosi
JIS 3601 atau ASTM
A 264 , tipe 304
Tuangan - Tuangan
(a) Tuangan-tuangan besi
ASTM A 48 , No. 25

JIS G5501,FC250 atau

(b) Tuangan-tuangan baja


( to be fully annealed )

JIS 5101 , SC 410 atau


ASTMA27/AU60 30

(c) Tuangan-tuangan baja carbon daya regang


5111,SCMnCr 3B
tinggi dan Tuangan-tuangan baja alloy rendah
148 /A dan 148 / M.

JISG
atau ASTM A

(d) Tuangan-tuangan Bronze / perunggu


ASTM B 584 , C 90500

JIS H 5111 , BC 3 atau

(e) Tuangan-tuangan fosfor perunggu


ASTM B 505, C 90700

JIS H 5113, PBC 2 atau

29.2.2.4

Tempaan - Tempaan

29.2.2.5

(a) Tempaan-tempaan baja carbon JISG3201,SF490A atau ASTM


A668, ClasE 50
Penyekat Karet untuk Pintu
Penyekat-penyekat ( seals ) akan didesain dan dipasang betulbetul suatu cara agar itu dapat diatur / disetel , kedap air dan
harus dengan mudah dapat dilepas dan diganti.
Penyekat-penyekat harus dibentuk / dicetak. Penyekat-penyekat
extruded tidak akan diperbolehkan. Dimana penyekat-penyekat
298

dipasang lengkung, dan akan diklem / dijepit dalam suatu


harapan yang mana akan membentuk pada radius yang tepat
sebelum lubang-lubang dipersiapkan dan dibor, dan ujungujungnya dipotong. Lubang-lubang dalam bagian-bagian yang
berkaitan dari pemasangan-pemasangan penyekat harus dibor
dengan hati-hati, penggunaan sebuah template, untuk menjamin
penandaan yang t6epat pada waktu satuan-satuan penyekat
dipasang. Penyekat-penyekat akan disambung pada sudut-sudut
untuk menyediakan kontinyuitas penyekatan dari pintu-pintu.
Daya regang/rentang dari semua sambungan-sambungan harus
tidak kurang dari 50 persen dari daya regang dari material yang
tanpa sambungan.
Semua sekrup-sekrup penyetelan / setting, baut-baut dan ringring untuk penguncian penyekat-penyekat dan pemasangan
penyekat dalam tempat yang harus baja tahan korosi.
Penyekat-penyekat akan dibuat dari natural / alam atau karet
sintetis yang cocok untuk tingkatan-tingkatan temperatur dan
kondisi-kondisi di Site dan harus dari suatu material itu telah
terjamin berhasil dalam penggunaan-penggunaan yang serupa.
Material-material penyekat akan mempunyai physical properties
berikut sebagaimana ditentukan dengan test-test yang dibuat
sesuai dengan standar-standar yang bersangkut-paut :
Sifat / Karakteristik
-

29.2.2.6

Batasan-Batasan

Daya regang / Kuat lentur


: Minimum 210 kgf /
cm
Elastisitas
: Minimum 450 %
Durometer Hardness ( Shore, type A )
: 60 sampai
70
Berat Jenis
: 1.1 sampai 1.3
Daya serap air ( 70 C selama 48 jam ) :
Maksimum 5 %
dari berat
Compression Set ( as a percent dari total
: Maksimum
30 % original defleksi )
Daya regang setelah teroksidasi
: Minimum 80% dari ( 70 C selama 48 jam )
regangan
sebelum oksidasi

Berbagai macam Material-Material Lain


(a) Bantalan/bearing dengan pelumasan
JIS H 5102, tuangan sendiri digabungkan dengan pelumas kuningan daya tinggi,
HBsC4 gemuk padat. atau ASTM B 22, Alloy E, Min. HB 210
dengan pelumas gemuk padat.
(b) Stranded wire ropes JIS G 3525, Grade G, 6 x 37 ( galvanized )
konstruksi atau 6 x WS (36)atau ASTM A 603

299

(c) Saluran pipa baja untuk pipapipa udara JIS G 3452 SGP dan air
( galvanized )
(d) Saluran pipa baja untuk jaringan listrik
C 80.1 (galvanized)- bilamana ada.
29.2.3

JIS C 8305 atau ANSI

Tegangan -Tegangan Perencanaan


29.2.3.1

Daun-Daun Pintu dan Stoplog, Rangka-Rangka Pengarah,


Saringan sampah, dan Struktur-Struktur Baja Lain
Tegangan-tegangan yang bekerja untuk bagian-bagian baja struktural tidak
akan melebihi tegangan rencana yang diijinkan sebagaimana ditunjukkan
dalam tabel berikut dibawah kondisi pembebanan normal :

(1) MaterialMaterial baja ( dengan ketebalan Plat 40 milimeter


atau kurang )
Satuan tegangan : kgf / cm
Tegangan diijinkan

SS 400 dan SM 400

1.Tegangan regang aksial


1,200
( per luas penampang bersih )
2.Tegangan kompresif axial
Pada kondisi :
( per luas penampang kotor ) ( l / r ) = < 20, 1,200
Pada kondisi :
20 < ( l / r ) = < 93,
1,200-7.5 { ( l / r ) 20 } 1,600-11.2{(l/r 15}
Pada kondisi :
93 < ( l / r ),
10,000,000/{6,700 + (l/r)}
Dimana ,

SM 490

1,600
Pada kondisi :
( l / r ) = < 15, 1,600
Pada kondisi :
15 < ( l / r ) = < 80,
Pada kondisi :
80 < ( l / r ),
10,000,000/{5,000 + (l/r) }

: Panjang tekuk struktur ( cm )


: Radius putaran luas penampang struktur ( cm )

Bagian sambungan kompresif1,200

1,600

3. Tegangan regang tekuk


1,200
1,600
( per luas penampang bersih )
Tegangan kompresif tekuk Pada kondisi
Pada kondisi
( per luas penampang kotor ) ( l / b ) = < ( 9 / K ),
( l / b ) = < ( 8 / K ),
1,200
1,600
Pada kondisi
Pada kondisi
( 9 / K ) < ( l / b ) = < 30, ( 8 / K )< (l / b)=< 30,
1,20011 {(Kl / b )9}
1,60016 {Kl /b) 8 }
Dimana , b : Lebar flens kompresif ( cm )
L
: Jarak penguat flens kompresi ( cm )
K
: { 3 + ( Aw / 2 Ac ) }
Aw : Luas penampang plat web ( cm )
Ac : Luas penampang flens kompresif ( cm )
300

Dalam kasus ( Aw / Ac ) < 2, K diambil sebagai 2


Pada kondisi flens kompresif itu langsung dilas pada plat daun pintu (skin plate), dan
seterusnya.
1,200
1,600
4. Tegangan geser / Shearing 700
stress ( per luas penampang kotor )
5. Tegangan bantalan / Bearing 1,800
stress.

900
2,400

Catatan :
1) Dalam kasus ketebalan melebihi 40 mm, tegangan yang diijinkan untuk kondisi
pembebanan normal dari bagian-bagian baja struktur harus diatur / disesuaikan
sebagai berikut :
Untuk SS 400 dan SWM 400
: Tegangan diijinkan diatas dikalikan 0.92
Untuk SM 490
: Tegangan diijinkan diatas dikalikan 0.94
2) Bilamana material baja selain dari pada yang disebutkan dalam tabel diatas
digunakan, tegangan rentang / lentur yang diijinkan untuk kondisi pembebanan
normal tidak akan melebihi 50 persen dari kekuatan minimum yield point atau
kekuatan ketahanan / daya tahan material baja yang digunakan, manapun yang paling
kecil. Semua tegangan tegangan diijinkan lainnya harus menurut perbandingan
dihitung sesuai dengan tabel diatas berdasarkan pada tegangan- tegangan rentang
yang diijinkan.
( 2 ) Material Material Baja anti karat
Tegangan diijinkan

SUS 304

SUS 304 L

1. Tegangan regang aksial


1,050
900
( per luas penampang bersih )
2. Tegangan kompresif aksial Pada kondisi :
Pada kondisi :
( per luas penampang kotor ) ( l / r =< 19, 1,050
( l / r ) = < 21, 900
Pada kondisi :
Pada kondisi :
19 < ( l / r ) = < 96,
21 < ( l / r ) = < 104,
1,050-6.0{ ( l / r ) 19 }
900-4.7{(l /r) 21 }
Pada kondisi :
Pada kondisi :
96 < ( l / r ),
104 < ( l / r ),
9,700,000 / { 7,200 + ( l / r ) } 9,700,000/{8,400+(l / r ) }
Dimana , l
r

: Panjang tekuk struktur ( cm )


: Radius putaran luas penampang struktur ( cm )

Bagian sambungan kompresif1,050


3. Tegangan regang tekuk
1,050
( per luas penampang bersih )
Tegangan kompresif tekuk Pada kondisi :
( per luas penampang kotor ) ( l / b ) = < ( 10 / K ),
1,050

900
900
Pada kondisi :
( l / b ) = < ( 10 / K ),
900
301

Pada kondisi :
( 10 / K ) < ( l / b ),
1,050 9{(Kl / b) 10}

Pada kondisi :
( 10 / K ) < ( l / b ),
900 7{(Kl/b) 10 }

Dimana , b
: Lebar flens kompresif ( cm )
L
: Jarak penguat flens kompresi ( cm )
K
: { 3 + ( Aw / 2 Ac ) }
Aw : Luas penampang plat web ( cm)
Ac: Luas penampang flens kompresif ( cm)
Dalam kasus ( Aw / Ac ) < 2 , K diambil sebagai 2.
Pada kondisi flens kompresif langsung dilas pada plat daun pintu ( skin plate ), dan
seterusnya. 1,050
900
4. Shearing stress / tegangan 600
500
geser ( per luas penampang kotor )
5. Bearing stress / tegangan 1,600
1,350
bantalan.
Catatan :
1) Bilamana material baja selain dari pada yang disebutkan dalam tabel diatas
digunakan, tegangan rentang / lentur yang didijinkan untuk kondisi pembebanan
normal tidak akan melebihi 50 % dari kekuatan minimum yield point atau kekuatan
ketahanan / daya tahan material baja yang digunakan, manapun yang paling kecil.
Semua tegangan-tegangan diijinkan lainnya harus menurut perbandingan dihitung
sesuai dengan tabel diatas berdasarkan pada tegangan- tegangan rentang yang
diijinkan
( 3 ) Baja Tuangan dan Tempaan
Satuan tegangan : kgf / cm
Tegangan diijinkan

SF 440 A / SC 450

S 25 C

SCS 13

1. Tegangan regang aksial


2. Tegangan kompresif aksial
3. Tegangan tekuk
4. Tegangan geser
5. Tegangan bantalan

1,150
1,150
1,150
650
1,750

1,350
1,350
1,350
800
2,050

950
950
950
550
1,450

Catatan :
1) Bilamana material baja selain dari pada yang disebutkan dalam tabel diatas
digunakan, tegangan rentang / lentur yang diijinkan untuk kondisi pembebanan normal
tidak akan melebihi 50 persen dari kekuatan minimum yield point atau kekuatan
ketahanan / daya tahan material baja yang digunakan, manapun yang paling kecil.
Semua tegangan-tegangan diijinkan lainnya harus menurut perbandingan dihitung
sesuai dengan tabel diatas berdasarkan pada tegangan- tegangan rentang yang
diijinkan.
( 4 ) Kelingan / Rivet

302

Tegangan-tegangan geser / shearing dan bantalan / bearing dari shop rivet tidak akan
melebihi 0.8 dan 1.7 kali dari tegangan rentang yang diijinkan dari berturut-turut
material baja dasar. Tegangan-tegangan geser dan bantalan yang diijinkan dari site
rivet/kelingan setempat harus 80 % dari itu untuk kelingan bengkel/shop rivet.
29.2.3.2

Bagian Bagian Mesin


Tegangan-tegangan rencana yang diijinkan dari semua bagianbagian mesin dari alt pengangkat (hoist) harus mempunyai
factor-faktor keamanan / safety factor (SF) terhadap ultimate
strength material baja untuk tingkat kapasitas alat pengangkat
dalam kondisi pembebanan normal.
Material
Baja di-roll untuk umum 5
atau struktur dilas.
Baja karbon tempaan
Baja karbon untuk
penggunaan
Struktur mesin
Baja tahan karat
Baja karbon tuangan
Besi abu-abu tuangan
Tuangan perunggu

FS untuk
Tegangan
rentang

FS untuk
Tegangan
kompresi

FS untuk
Tegangan
geser
8.7

8.7

8.7

5
5
10
8

5
5
3.5
8

8.7
8.7
17
10

Tegangan satuan tidak akan ada dalam kasus melebihi sembilan


puluh (90) persen dari kekutan yield point minimum atau
kekuatan ketahanan / daya tahan dari matetrial yang digunakan
manapun yang paling sedikit dibawah akibat beban dari
kemacetan / gangguan atau tenaga putaran rotor-terkunci dari
motor pengangkat / hoist, manapun yang paling besar.
29.2.3.3

Elemen Batang / Jeruji Saringan Sampah


Tegangan pada elemen-elemen batang ( Bar elements ) dari
saringan sampah tidak akan melebihi tegangan kritis berikut
dibawah kondisi pembebanan normal :
fcr = 0.6 fy ( 1.23 - 0.0153 L / t )

Dimana ,
fcr
: Tegangan kritis diijinkan ( kgf / cm)
fy: Kekuatan minimum yield point atau kekuatan ketahanan / daya
tahan dari material, manapun yang paling sedikit ( kgf / cm)
L : Panjang tak didukung/ditopang laterally dari bar elements (cm) ,
tetapi tidak akan melebihi 70 t.
t : Ketebalan dari bar elements (cm), dikurangi toleransi korosi
sebagaimana ditetapkan.
29.2.3.4

Tegangan Beton / concrete


303

Tegangan-tegangan geser dan bantalan beton yang diijinkan


tidak akan melebihi 70 dan 7 kgf / cm berturut turut.
Tegangan adhesive yang diijinkan dari batang- batang angkur
harus 7 kgf / cm untuk round dan 14 kgf / cm untuk perubahan
bentuk berturut-turut.
29.2.3.5

Gabungan Tegangan yang diijinkan dan Kondisi Pembebanan


lebih
Tegangan-tegangan yang diijinkan dalam masalah pembebanan
lebih mungkin dinaikkan dengan 50 % dari pada untuk kondisi
pembebanan normal. Dalam tidak ada masalah, bagaimanapun,
suatu tegangan akan melebihi 90 % dari kekuatan minimum
yield point atau kekuatan ketahanan / daya tahan dari material
yang digunakan, manapun yang paling kecil.
Tegangan gabungan akan diuji dengan rumus berikut
sebagaimana dikembangkan oleh Mises, Hencky dan Huber :
fg = ( fx + 3 fq )
fg = ( fx + fy - fx.fy + 3 fq )
Dimana ,
fg: Tegangan gabungan ( kgf / cm)
fx: Tegangan langsung (ketegangan dipertimbangkan sebagai
positif) ( kgf / cm)
fy: Tegangan langsung acting tegak lurus pada as / poros fx.
( Ketegangan dipertimbangkan sebagai positif ) ( kgf / cm)
fq: Tegangan geser ( kgf / cm)
Tegangan-tegangan yang diijinkan untuk tegangan-tegangan
gabungan dari tegangan biaxial atau tegangan utama triaxial
tidak akan melebihi 110 % dari tegangan rentang axial yang
diijinkan untuk kondisi pembebanan normal.

29.2.4 Ketebalan-Ketebalan Minimum


Ketebalan dari bagian-bagian utama struktur harus tidak kurang dari pada
nilai-nilai berikut termasuk toleransi korosi, kecuali sebaliknya terutama
sekali ditetapkan disini :
Bagian- bagian
Minimum Ketebalan ( mm )
(a) Daun Pintu / Stoplog : bentang 2.00 m atau lebih
- Plat daun, semua platplat baja lain dan merupakan girder/beams 9.0
- Baja bentuk/steel shape
6.0
(b) Rangka pengarah/Sponing untuk pintu / stoplog : bentang 2.00 m atau
lebih
- Plat baja dan merupakan girder / beams
9.0
- Baja bentuk/steel shapes
6.0

304

(c) Pengangkat tipe stasioner untuk pintu / stoplog : bentang 2.00 m atau lebih
- Plat Baja dan merupakan girder / beams
9.0
- Baja bentuk/steel shapes
6.0
(d) Daun Pintu / stoplog lain, guide frame dan hoist stationary
- Plat daun,semua plat-plat baja lain dan merupakan girder/beams
- Baja bentuk/steel shapes
(e) Elemen Jeruji saringan sampah

9.0
6.0

10.0

(f) Plat baja tahan korosi dari guide frames/pengarah


- Plat penyekat pada sisi dan lintel beams
- Plat penyekat pada sill beams
- Trak dan plat bantalan/bearing
- Lain-lain

6.0
9.0
9.0
6.0

(g) Plat-plat penutup dan proteksi untuk pengangkat/hoist.

3.0

Ketebalan minimum dari bagianbagian komponen lain dan bagianbagian secondary harus 6.0 mm termasuk toleransi korosi pada
prinsipnya, kecuali sebaliknya disetujui oleh Engineer.
29.2.5 Perbandingan Kerampingan Kritis
Perbandingan kerampingan kritis untuk bagian-bagian kompresi utama
harus kurang dari 120, dan 150 untuk bagian-bagian secondary.
Perbandingan dikatakan untuk bagian-bagian ketegangan boleh dinaikkan
hingga 200 dan 240 berturut-turut.
29.2.6

Defleksi Maksimum
Perbandingan defleksi terhadap bentang penopang dari setiap komponen dari rencana
tidak akan melebihi nilai-nilai berikut dibawah kondisi rencana normal.

Komponen
Defleksi Maksimum
Beam utama horisontal dari semua daun pintu
1 / 800
Beam utama horisontal dari daun stoplog dan lifting beam
1 / 800
Beam penopang intermediate dari saringan sampah
1 / 600
Beam runway dan girder dari moveable hoist
1 / 1,200
Beam utama dari jembatan inspeksi
1 / 600
Komponen komponen lain
1 / 1,000
29.2.7 Batasan / Kelonggaran Korosi
Batasan / kelonggaran korosi untuk peralatan dan struktur-struktur harus
sebagai berikut :
Peralatan / Struktur
Batasan Korosi ( mm )
( a ) Pintu Pembilas/Scouring dan Pengambilan/ intake : - - plat
daun/skin
plate
2.0
- semua bagian daun pintu lain
2.0
305

( b ) Pintu Penguras sedimen (bila ada) : - plat daun/skin plate


1.0
- semua bagian daun pintu lain
0.0
( c ) Balok sekat/Stoplog
0.0
( d ) Pintu-pintu irigasi & pembuang/drainase :
- plat daun/skin plate
2.0
- semua bagian daun pintu lain
2.0
( e ) Saringan Sampah/Trashrack :
- elemen jeruji/element bars
2.0
29.2.8 Koefisien Gesekkan
Untuk tujuan rencana perencanaan, koefisien pergesekkan tidak akan
kurang dari pada nilai berikut :
Pergesekkan static
( starting )
Penyekat logam
Penyekat karet
Penyekat permukaan kuningan
Penyekat permukaan Fluoro-karbon
Bantalan/bearing pelumasan sendiri( Oiles bearing )
Bantalan gulung atau bantalan peluru
Antara logam dan endapan
Antara baja dan baja tak berkarat
Worm dan worm roda
Drat spindel dan mur

Pergesekkan kinetic
( sliding atau Rolling )
0.6
1.5
0.5
0.2

0.4
0.7
0.2
0.1

0.2
0.02
0.4
0.5
0.07
0.2

0.1
0.01
0.05
0.2

29.2.9 Mekanikal Efisiensi


Untuk tujuan perencanaan pintu-pintu dan alat angkat stoplog (stoplog
hoist), mekanikal efisiensi tidak akan lebih dari nilai-nilai berikut :
Bagian-bagian

Spur gear dari wheel dan pinion per satu set

Mekanikal Efisiensi

Bevel gear dari wheel dan pinion per satu set ( oil bath )
Worm reduce
Sprocket dengan chain driving ( per masing masing )
Pinion gear dan rack spindle hoist

0.95

0.97
0.50
0.95
0.95

29.2.10 Peralatan Mekanikal dan Bagian - Bagiannya


Peralatan mekanikal dan bagian-bagiannya untuk rencana harus memenuhi
kebutuhan-kebutuhan berikut kecuali sebaliknya khusus disebutkan :
(1) Kelengkapan gigi-gigi

306

Semua gigi-gigi / gears harus dipotong pakai mesin dengan mesin hobbing,
dari solid blanks dan, bagaimanapun mungkin, harus dibuat pas / tepat
pada shaft-shaftnya / porosnya. Kebutuhan-kebutuhan minimum untuk
material-material adalah sebagai berikut :
Wheels/Roda
Pinyon/Gigi kerucut
Roda Worm
Worm

Rolled atau forged steel


Rolled atau forged steel
Baja dengan bronze rim
Baja atau baja tempa

Dimana gigi worm adalah digunakan sebagai penggerak gerakan


pertama, itu akan direncana untuk mempunyai beban sama dan
tingkatan waktu sebagai motor penggerak dan untuk mempunyai
kerangka / blok-blok mesin kedap oli yang dapat dipindahkan dengan
pelumasan plug oli, keran saluran buang, saluran keluar uap air/
embun dan indikator level oli. Kenaikan temperatur dari oil bath, ketika
diukur dengan thermometer, harus tidak melebihi 40 derajat Celsius.
Semua roda-roda gigi dan pinyon-pinyon harus ditutup rapat sempurna
dengan baja atau pelindung-pelindung metal lain, kecuali kalau
dilindungi dengan hasil baik dengan struktur-struktur yang berdekatan
untuk keamanan.
Kunci-kunci penting dalam menyusun gigi harus betul-betul dipaskan /
dicocokan dan dijamin bahwa itu tidak boleh bekerja longgar / goyah.
(2) Kopling-Kopling
Kopling-kopling tipe gigi fleksibel dengan maksud untuk pengaturan
dilapangan harus disediakan dimana as / poros-poros penggerak
diperlukan untuk disambung.
(3) Bantalan-Bantalan / Bearings
Bantalan-bantalan bushed / ring perunggu akan digunakan untuk semua
as-as / shafts kecepatan rendah, dan ball kecepatan tinggi atau
bantalan-bantalan roller akan digunakan untuk semua lokasi-lokasi lain.
As-as / shafts dan bantalan-bantalan / bearing akan dipotong sehingga
panjangnya tidak melebihi satu dan satu setengah kali diameter as
untuk bantalan-bantalan perunggu / bronze agar supaya tidak melebihi
suatu tegangan bantalan yang diijinkan pada luas yang sudah
diperhitungkan.
(4) Kunci-kunci dan Jalan Kunci
Kunci-kunci dan jalan kunci akan direncana sesuai dengann standarstandar yang berkaitan. Dimana kunci-kunci meruncing digunakan, itu
akan disediakan dengan sebuah gib head atau perlengkapanperlengkapan lain yang sesuai untuk memudahkan pengambilan
kembali. Feather keys harus dijamin dalam posisinya dengan cara
menyekerup masuk berlawanan melalui kunci.
307

(5) Paku Paku Semat / Dowels


Box-box gigi dan bantalan-bantalan yang mana harus lurus secara
akurat akan ditopang pada posisinya dengan cara pengepasan pakupaku semat selama perakitan / pemasangan.
(6) Kelengkapan Pengoperasian Manual
Kelengkapan pengoperasian manual akan disediakan untuk alat
pengangkat pintu tipe stationary. Tenaga operasi pada alat
pengoperasian manual harus kurang dari 10 kgf / orang dibawah kondisi
perencanaan normal. Diameter dari handle harus 300 hingga 600
milimeter maksimum yang mana akan ditempatkan pada kira-kira 0.60
hingga 0.90 meter ketinggian dari lantai pelayanan / operation deck.
Pengoperasian secara manual akan dilakukan dibawah kondisi
terputusnya hubungan dari sistim elektrikalnya, sehingga sistim
penggerak elektrik ( Elektric Actuator ) pintu tidak biasa jalan.
(7) Kerangka Dasar Struktur dari Alat Pengangkat
Kerangka dasar struktur dari alat pengangkat pintu / hoist harus dari
konstruksi baja dilas akan menggunakan bentuk-bentuk struktur di-roll
dan plat-plat. Baut-baut angkur yang diperlukan dan mur-mur untuk
kerangka-kerangka dasar akan disediakan oleh Kontraktor.
(8) As-As Pemutar ( Torque Shafts )
Tenaga putaran poros-poros / as akan diselesaikan yang bersifat steel
shaftings. Diameter dari shaft / as -as tidak akan kurang dari pada 50
milimeter. Sudut distorsi tidak akan melebihi 0.25-deg. / m untuk
tingkat tenaga putaran rencana.
(9) Spindel-spindel Pengangkat ( Hoist Spindles )
Spindel-spindel akan mempunyai bentuk bulat dengan diameter
minimum 60 mm atau bentuk rack dan akan dibuat dari baja tahan
korosi yang mana harus dibuat dengan mesin pemotong denag bentuk
gear rack atau dilas dengan bentuk rack pin pada panjang yang
diperlukan. Tutup-tutup spindel akan disediakan guna mencegah spindel
dari karat, kotoran dan hujan / air.
(10) Penopang-Penopang Spindel ( Spindle Supports )
Penopang-penopang spindel untuk setiap alat pengangkat mekanis /
elektrik akan disediakan pada posisi-posisi yang tepat untuk
menghindari spindel bengkok / melengkung akibat tenaga penurunan
yang berlebihan dari pengangkat-pengangkat / hoist dibawah kemacetan
pintu dalam posisi pintu tertutup penuh. Baut-baut tahan korosi, murmur dan ring-ring akan digunakan untuk perlengkapan tetap dari
penopang.
308

(11) Indikator Posisi Mekanikal


Indikator-indikator posisi tipe mekanikal, kecuali sebaliknya kalau tidak
dicatat, akan dipasang pada setiap alat pengangkat, dan harus dapat
dibaca dengan mudah tipe dial untuk memutar kira-kira 300 derajat
untuk full travel. Plat dial harus dari baja anti karat / stainless steel
atau kuningan / brass dengan digravir atau lainnya, dan bagian-bagian
utama dari indicator-indikator akan dibuat dari material-material anti
korosi / karat yang mana dimasukkan dalam ruang kedap debu dan
tahan cuaca terlindung. Indikator-indikator harus mampu dibaca dengan
akurat tegak lurus dari peralatan bukaan dengan 1.0 centimeter.

309

BAB XII
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

REKAPITULASI DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA


Nama Pekerjaan

Nomor Paket

Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek Sibundong


1.200 Ha Kab. Humbang Hasundutan
A.III.5.

Satuan Kerja
Kegiatan

:
:

SNVT PJPA Sumatera II Provinsi Sumatera Utara


Irigasi dan Rawa III

Tahun Anggaran

2017

NO.

JENIS PEKERJAAN

JUMLAH HARGA
(Rp)

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN

II.

PEKERJAAN BENDUNG

III.

PEKERJAAN SALURAN INDUK KIRI

(A)

Jumlah Harga (termasuk Biaya Umum dan Keuntungan)

(B)

Pembulatan Harga

(C)

Pajak Pertambahan Nilai (PPn) = 10% x (B)

(D)

Harga Penawaran = (B) + (C)


Terbilang :

...., ........ 20..


Penawar :
PT/CV..............................
.
Tanda Tangan & Cap Perusahaan
...............................
Direktur

310

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA


Nama Pekerjaan

Nomor Paket

Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Aek Sibundong 1.200 Ha Kab.


Humbang Hasundutan
A.III.5.

Satuan Kerja
Kegiatan
Tahun Anggaran

:
:
:

SNVT PJPA Sumatera II Provinsi Sumatera Utara


Irigasi dan Rawa III
2017

No.
I.

Jenis Pekerjaan

Satuan

Kuantitas

Harga
Satuan
( Rp.)

Jumlah
Harga
( Rp. )

PEKERJAAN PERSIAPAN
1 1.

Ls

1,00

1
2
3
4

m
m
m
m

1.250,25
65,22
2.750,00
12.356,45

8.649,52

3.089,11

m
m

125,56
13.300,00

1.920,00

10 Pek. Plesteran 1Pc : 2Psr

4.800,00

11 Pek. Bekisting dan Bongkar Bekisting

18,00

12 Pek. Besi Tulangan

Kg

213,75

13 Pek. Beton Cor K.225

2,25

14 Pek. Beton Cor K.100

1,25

15 Pek. Wheep Hole

250,23

16 Pek. Mistar Ukur

2,00

17 Pek. Papan Eksploitasi

Buah

2,00

18 Pek. Trashrack

Buah

1,00

19 Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu B = 1,10 m

Buah

1,00

II.

5
6
7
8

Mobilisasi dan Demobilisasi Alat


Jumlah I Pekerjaan Persiapan
PEKERJAAN BENDUNG
Pek. Pembersihan
Pek. Membongkar Pasangan Lama
Pek. Galian Tanah Biasa untuk Bangunan
Pek. Galian Tanah Biasa (Mekanis)
Pek. Buang Tanah Bekas Galian, Jarak Angkut (0,1-1
Km)
Pek. Buang Tanah Bekas Galian, Jarak Angkut (1-3
Km)
Pek. Timbunan Tanah Bekas Galian
Pek. Timbunan Tanah Didatangkan

9 Pek. Pasangan Batu Kali Camp. 1Pc : 4Psr

Jumlah II Pekerjaan Bendung


III.

PEKERJAAN SALURAN INDUK KIRI

1 Pek. Pembersihan

7.453,95

2 Pek. Membongkar Pasangan Lama

675,90

3 Pek. Galian Tanah Biasa untuk Bangunan

2.087,95

4 Pek. Galian Tanah Biasa (Mekanis)


Pek. Buang Tanah Bekas Galian, Jarak
5
Angkut (0,1-1 Km)

3.011,16

2.107,82

311

Pek. Buang Tanah Bekas Galian, Jarak


Angkut (1-3 Km)
7 Pek. Timbunan Tanah Bekas Galian
6

602,24

1.350,25

8 Pek. Timbunan Tanah Didatangkan

250.22

9 Pek. Pasangan Batu Kali Camp. 1Pc : 4Psr

2.298,88

10 Pek. Plesteran 1Pc : 2Psr

5.213,78

11 Pek. Bekisting dan Bongkar Bekisting

9,44

12 Pek. Besi Tulangan

Kg

112,10

13 Pek. Beton Cor K.225

1,18

14 Pek. Wheep Hole

834,39

15 Pek. Mistar Ukur

6,00

Buah

3,00

Buah

4,00

Buah

6,00

16 Pek. Papan Eksploitasi


Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu B
17
= 0,40 m
Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu B
18
= 0,50 m
Jumlah III. Pekerjaan Saluran Induk Kiri

...., ........ 20..


Penawar :

Dibuat Oleh :

PT/CV...............................
Tanda Tangan & Cap Perusahaan
...............................
Direktur

.............................
Staf Teknik

312

Daftar 1: Mata Pembayaran Umum


CONTOH

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

Harga
Satuan

Total Harga

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

313

Daftar 2 : Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: ...............................


CONTOH

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

Harga
Satuan

Total
Harga

Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

Pekerjaan yang disubkontrakkan


No.

Uraian Pekerjaan

Nama
Perusahaan

Domisili

314

Daftar 3 : Mata Pembayaran ...............................


CONTOH

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

Harga
Satuan

Total
Harga

Total Daftar 3
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

315

Daftar Rekapitulasi
CONTOH

Mata Pembayaran

Harga

Daftar No.1 : Mata Pembayaran Umum


Daftar No.2 : Mata Pembayaran Pekerjaan
Utama
Daftar No.3 : Mata Pembayaran

--dll-Jumlah (Daftar 1+2+3+ )


PPN 10%
TOTAL NILAI

316

BAB XIII
BENTUK DOKUMEN LAIN
A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)
[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
Nomor
: ....................
Lampiran : ....................

..............., . ................ 20....

Kepada Yth.:
....................
di ....................
Perihal :

Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan


........................................ .................... .................... ....................

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor .................... tanggal
.................... perihal .................... dengan penawaran terkoreksi sebesar Rp....................
(.........dalam huruf...........) telah ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan surat penetapan
nomor .................... tanggal .................... dan kami menyatakan menerima hasil
penetapan tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara
diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat
Perjanjian. Penunjukan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap penawaran
Saudara tersebut diatas, apabila Saudara tidak bersedia menerima penunjukan ini akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
tentang Pengadaan Barang/Jasa yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No.
04 Tahun 2015 beserta petunjuk teknisnya.
Satuan Kerja ....................
Pejabat Pembuat Komitmen
....................
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. ....................
Tembusan Yth. :
1. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi
2. APIP ............... [Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi]
3. Unit Eselon 1
4. Unit Eselon 2. /Kepala Satuan kerja..
5. .................... [Pokja ULP]
......... dst
317

B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)


[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor : ....................
Paket Pekerjaan : ....................
Yang bertanda tangan di bawah ini :
........................................ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]
........................................ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
........................................ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian .................... nomor .................... tanggal ...................., bersama ini
memerintahkan :
........................................ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
........................................ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh : ....................
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut :
1. Lingkup pekerjaan : ....................;
2. Tanggal mulai kerja : .................... [hari/bulan/tahun];
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;
4. Waktu penyelesaian : selama (.........dalam huruf...........) hari kalender dan pekerjaan
harus sudah selesai pada tanggal .................... [hari/bulan/tahun];
5. Denda : Terhadap setiap hari keterlambatan penyelesaian pekerjaan Penyedia akan
dikenakan Denda Keterlambatan sebesar ........ [1/1000 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak
atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum
Kontrak].
...................., . .................... 20.....
Untuk dan atas nama ....................
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: ....................
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama ....................
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]

318

C.

BENTUK SURAT JAMINAN


Jaminan Pelaksanaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ........................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : ................................................................... dalam


jabatan selaku ................................................. dalam hal ini bertindak untuk dan atas
nama
...............................................
[nama
bank]
berkedudukan
di
................................................. [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada :


Nama
: ................................................. [nama PPK]
Alamat
: .................................................
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp .................................................


(terbilang ..............................................dalam huruf..................................................)
sebagai Jaminan Pelaksanaan untuk pekerjaan ............ dalam bentuk garansi bank,
apabila:
Nama
: ................................................. [nama penyedia]
Alamat
: .................................................
selanjutnya disebut :

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada
Penerima Jaminan berupa :
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik
dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama ................. (........dalam huruf.........) hari kalender, dari tanggal .................................. s.d. ..................................

319

2.

3.

4.

5.
6.

Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan
Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana
tercantum dalam butir 1.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar
Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi
akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda
yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang
Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada
pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masingmasing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan
Negeri .....................
Dikeluarkan di
Pada tanggal

Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke ..[bank]

: .....................
: .....................

[Bank]
Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]

320

Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


( Hanya Untuk Badan Usaha Kecil )
[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN PELAKSANAAN
Nomor Jaminan : ...................................

Nilai : ...................................

1.

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ................................... [nama],


................................... [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan ................................... [nama penerbit jaminan], ...................................
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung
jawab dan dengan tegas terikat pada ................................... [nama PPK],
...................................... [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut
PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ................................... (terbilang
...................................)

2.

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN
tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan ................. yang telah
dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan Pemenang Barang/Jasa
(SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No. ................................... tanggal
...................................

3.

Surat Jaminan ini berlaku selama .. (dalam huruf) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal sampai dengan tanggal

4.

Jaminan ini dicairkan apabila :


a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik
dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.

5.

PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan


tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN
berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji.

6.

Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

321

7.

Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di
pada tanggal
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini
ke [Penerbit Jaminan]

322

Jaminan Uang Muka dari Bank


[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ........................................
Yang bertanda tangan dibawah ini : .......................................................................... dalam
jabatan selaku ........................................................ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ........................................ [nama bank]
berkedudukan di
........................................ [alamat]
untuk selanjutnya disebut :

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada :


Nama
: ........................................ [nama PPK]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut :

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp ................................................................................


(terbilang
..................................................................................................................)
sebagai Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan ........... dalam bentuk garansi bank,
apabila :
Nama
: ........................................ [nama penyedia]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut :

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada
Penerima Jaminan berupa :
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali Uang
Muka yang sudah diterima Yang Dijamin kepada Penerima Jaminan sebagaimana
ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama . (.dalam huruf....) hari kalender, dari
tanggal . s.d. .
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan
Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana
tercantum dalam butir 1.

323

3.

4.

5.
6.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan


tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin
dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang
Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda
yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang
Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada
pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masingmasing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan
Negeri ..
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: .
: .

[Bank]
Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke ..[bank]

324

Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


(Hanya Untuk Badan Usaha Kecil)
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN UANG MUKA
Nomor Jaminan : ........................................

Nilai : ..................................

1.

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ........................................ [nama],


........................................ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan ........................................ [nama penerbit jaminan], ........................................
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung
jawab dan dengan tegas terikat pada ...................................... [nama PPK],
........................................ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya
disebut
PENERIMA
JAMINAN
atas
uang
sejumlah
Rp .................................................................. (terbilang ................................. )

2.

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN
tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan .................. yang telah
dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan Pemenang Barang/Jasa
(SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No. ................... tanggal .................................

3.

Surat Jaminan ini berlaku selama .. (............dalam huruf.................) hari kalender


dan efektif mulai dari tanggal ................... sampai dengan tanggal
........................................

4.

Jaminan ini dicairkan apabila :


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada
PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen
Kontrak.

5.

PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan


tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima
tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6.

Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

325

7.

Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di ..........................
pada tanggal .............................
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

...............................

............................

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
[Penerbit Jaminan]

326

Jaminan Pemeliharaan dari Bank


[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ........................................
Yang bertanda tangan dibawah ini : .......................................................................... dalam
jabatan selaku ................................................. dalam hal ini bertindak untuk dan atas
nama ........................................ [nama bank] berkedudukan di ........................................
[alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ........................................ [nama PPK]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp ................................................................................


(terbilang .........................................................................................................) sebagai
Jaminan Pemeliharaan untuk pekerjaan ................ dalam bentuk garansi bank, apabila:
Nama
: ........................................ [nama penyedia]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut :

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada
Penerima Jaminan berupa :
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana
ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama .. (dalam huruf) hari kalender, dari tanggal
........................................ s.d. ........................................
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan
Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana
tercantum dalam butir 1.
3.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar
Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi
akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
327

4.

5.
6.

Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda


yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang
Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada
pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masingmasing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan
Negeri ..................

Dikeluarkan di
Pada tanggal

: ..........................
: ..........................

[Bank]
Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan
untuk mengkonfirmasi
Garansi ini ke .[bank]

328

Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


(Hanya Untuk Badan Usaha Kecil)
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PEMELIHARAAN
Nomor Jaminan : ........................................

Nilai : ..............................

1.

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ........................................ [nama],


........................................ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan ........................................ [nama penerbit jaminan], ........................................
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung
jawab dan dengan tegas terikat pada ........................................ [nama PPK],
........................................ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya
disebut
PENERIMA
JAMINAN
atas
uang
sejumlah
Rp ...................................................(terbilang .....................................)

2.

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN
tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan ....................... yang
telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan Pemenang Barang/Jasa
(SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No. ......................... tanggal .............................

3.

Surat Jaminan ini berlaku selama .. (........dalam huruf.........) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ......................... sampai dengan tanggal ..........................

4.

Jaminan ini dicairkan apabila :


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana
ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

5.

PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan


tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN
berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji.

6.

Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

329

7.

Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di
pada tanggal ...

TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

......................................

......................................

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini
ke .[ Penerbit Jaminan]

330

D. BENTUK SURAT KETERANGAN DUKUNGAN KEUANGAN DARI BANK

[Kop Bank Penerbit Dukungan Keuangan]


SURAT KETERANGAN DUKUNGAN KEUANGAN
No. ........................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : ........................................................................


dalam jabatan selaku ....................................................... dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ..........................................................................................
[nama bank] berkedudukan di ....................................................... [alamat]
Dalam
rangka
memenuhi
persyaratan
kualifikasi
pengadaan
pekerjaan................................... pada ......................................
dengan ini menerangkan kesediaan memberikan dukungan keuangan kepada :
Nama Perusahaan
Alamat
Nomor Rekening
Nama Penanggung Jawab

: .......................................................
: .......................................................
: .......................................................
: .......................................................

Apabila Perusahaan tersebut diatas dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai


Pemenang, maka Bank .................. bersedia mendukung pelaksanaan pekerjaan
dengan dana paling kurang Rp. .................. (terbilang ..................).
Demikian Surat Keterangan Dukungan Keuangan diberikan untuk di pergunakan
semestinya.
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: ..................
: ..................

[Bank]
Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan, pemegang
Dukungan Keuangan Dari Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi ke .[bank]

331

E. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

E.1. Pengumuman pelelangan umum secara elektronik mengikuti petunjuk/


pedoman sistem pengadaan secara elektronik pada website LPSE.
E.2. Pengumuman pelelangan umum secara elektronik di lingkungan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diatur dengan mekanisme sesuai yang
tercantum di dalam portal LPSE dengan langkah-langkah antara lain:
1.

No. Pengumuman :
[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

2.

Nama Pokja
[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

3.

Paket Pekerjaan
[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

4.

Persyaratan Peserta
[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

5.

Pelaksanaan Pengadaan
[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

6.

Jadwal Pelaksanaan Pengadaan *)


[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

332