Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KALIBRASI ALAT UKUR

VOLUMETRIK
I.

JUDUL PRAKTIKUM : KALIBRASI ALAT UKUR VOLUMETRIK

II. TANGGAL PRAKTIKUM

: Selasa, 12 Agustus 2014

III. TANGGAL LAPORAN: Rabu, 20 Agustus 2014


IV. GURU PEMBIMBING :
V.

TUJUAN PRAKTIKUM
:
1. Untuk mengetahui layak atau tidaknya alat ukur gelas yang
akan digunakan di laboratorium
2. Dapat membandingkan 2 prosedur kalibrasi yang berbeda
3. Dapat merekomendasikan kepada pihak laboratorium bahwa
alat tersebut tidak layak di gunakan untuk mengukur secara
teliti

VI. PRINSIP KERJA


:
Kalibrasi alat ukur volume dilakukan dengan mengukur bobot
suatu volume air destilat yang dikeluarkan oleh alat ukur volume.
Bobot ini kemudian dibandingkan dengan bobot jenis air pada suhu
pengukuran volume tersebut dilakukan, sehingga dapat ditentukan
nilai ketepatannya. Kalibrasi alat ukur volume dilakukan untuk
menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat
pengukuran volume agar sesuai dengan besaran dari standar yang
digunakan dalam akurasi tertentu (Keenan, 1991).
VII. DASAR TEORI
:
Peralatan gelas misalnya erlenmeyer, gelas beker, pipet
volum, banyak digunakan di laboratorioum kimia baik sebagai
penampung maupun media transfer cairan/larutan. Peralatanperalatan gelas tersebut pada awalnya dibuat dalam kondisi
tertentu dan dimaksudkan untuk mengukur pada kondisi tertentu
pula. Misalnya piknometer merek Pyrex, tepat mengukur 10 mL
pada suhu 250C dan tekanan 1 atmosfir. Karena adanya perbedaan
geografis tempat pemakaian peralatan gelas, kalibrasi peralatan
gelas perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang
akurat.
Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of
International Metrology (VIM), kalibrasi adalah kegiatan yang
menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau
nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah
diketahui tingkat kebenarannya (yang berkaitan dengan besaran
yang diukur). (Rouessac 2007). Kalibrasi biasa dilakukan dengan
1

membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar


nasional
maupun
internasional
dan
bahan-bahan
acuan
tersertifikasi.
Ada tiga metode umum yang digunakan dalam kalibrasi
peralatan gelas volumetric yaitu:
1. Metode kalibrasi langsung
Metode langsung adalah metode kalibrasi yang ditentukan
secara langsung dan merupakan kalibrasi absolut. Metode
kalibrasi langsung didasarkan pada volum air yang ditampung
dalam erlenmeyer atau ditransfer dengan pipet volum atau
buret, yang ditentukan secara langsung dari berat dan
kerapatan air.
2. Metode kalibrasi tidak langsung
Metode tidak langsung atau sering juga disebut meode kalibrasi
perbandingan, juga merupakan kalibrasi absolut. Pada metode
kalibrasi tidak langsung, alat gelas yang akan dikalibrasi pada
suhu tertentu dibandingkan dengan alat gelas lain yang sudah
dikalibrasi, dimana volum berhubungan langsung dengan
massa dan kerapatan air. Metode ini biasanya dilakukan apabila
peralatan gelas yang akan dikalibrasi dalam jumlah banyak.
3. Metode kalibrasi relatif
Kadangkala perlu diketahui hubungan antara dua hal dari
peralatangelas tanpa mengetahui volum absolut dari keduanya.
Misalnya, dari 250 mL larutan dalam erlenmeyer diambil 50 mL
dengan pipet volum untuk dititrasi. Pada perhitungan tidak
perlu diketahui berapa volum absolut dari erlenmeyer ataupun
pipet, tetapi yang perlu diketahui adalah bahwa pipet volum
benar-benar mentransfer 50 mL larutan, sama banyak dengan
berkurangnya volum larutan dalam erlenmeyer.
Persyaratan Kalibrasi
1. Standar acuan yang mampu telusur ke standar Nasional /
Internasional
2. Metoda kalibrasi yang diakui secara Nasional / Internasional
3. Personil kalibrasi yang terlatih, yang dibuktikan dengan
sertifikasi dari laboratorium yang terakreditasi
4. Ruangan / tempat kalibrasi yang terkondisi, seperti suhu,
kelembaban, tekanan udara, aliran udara, dan kedap getaran
5. Alat yang dikalibrasi dalam keadaan berfungsi baik / tidak rusak
Sistem manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran
yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan
terdokumentasi,
untuk
semua
perangkat
pengukuran. ISO
9000 dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.
Kalibrasi diperlukan untuk:
1. Perangkat baru
2. Suatu perangkat setiap waktu tertentu
3. Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam
operasi)

4. Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran


yang berpotensi mengubah kalibrasi
5. Ketika hasil pengamatan dipertanyakan
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk
menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat
pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang
digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat
dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat
ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga
termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya
dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala.
Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable
uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di
evaluasi dengan seksama dengan analisis ketidakpastian.
Peralatan yang paling lazim dalam analisis titrimetri
(volumetri) adalah labu volumetri, buret dan pipet.
Alat berskala untuk analisis kuantitatif umumnya dibuat
mematuhi batas-batas spesifikasi, terutama yang menyangkut
ketepatan kalibrasi. Di Inggris terdapat dua taraf peralatan, yang
ditandai sebagai kelas A dan kelas B oleh British Standards
Instution. Batas toleransi untuk alat-alat kelas A lebih ketat, dan
peralatan semacam ini dimaksudkan untuk digunakan dalam
pekerjaan dengan kecermatan tinggi sedangkan alat-alat kelas B
digunakan untuk kerja rutin. Di Amerika Serikat spesifikasi untuk
hanya satu tahap tersedia di National Bureau of Standars di
Washington dan ini setara dengan kelas A Inggris.
A. LABU BERSKALA (LABU UKUR)
Suatu labu berskala (dikenal sebagai labu volumetri atau
labu ukur), adalah suatu wadah berdasar datar, berbentuk
alpuket, dengan leher panjang dan sempit. Suatu lingkaran tipis
yang dietsa pada leher menunjukan volumenya pada temperatur
tertentu, biasanya 200C (baik kapasitas maupun temperatur ini
tertera jelas pada labu itu).
Labu hendaknnya dibuat sesuai dengan BS 1792 dan
mulutnya hendak diasah sesuai dengan spesifikasi standar
(dapat dipertukarkan) dan pas dengan suatu tutup kaca atau
plastik (biasanya polipropilena) yang dapat dipertukarkan. Labu
ini hendaknya sesuai dengan spesifikasi atau kelas A atau kelas
B, contoh toleransi yang diperbolehkan untuk taraf B adalah
sebagai berikut :
Labu ukuran

25

100

250

Toleransi

0,04

0,06

0,15

0,30

1000
cm3
0,80
cm3

Untuk labu kelas A toleransinya hampir separuhnya: labu


semacam itu dapat dibeli sertifikat kalibrasi kerja, atau dengan
sertifikat BST (British Standard Test).
Labu berskala tersedia dengan kapasitas sebagai berikut:
1, 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 250, 500, 1000, 2000 dan 5000
cm3. Labu-labu ini digunakan untuk membuat larutan standar ke
suatu volume tertentu, dapat juga digunakan untuk memperoleh
bagian-bagian alikuot suatu larutan zat yang akan dianalisis,
untuk itu digunakan pipet.
Kalibrasi
Untuk kebanyakan labu dari standar kelas A dapat
digunakan tanpa kalibrasi, tetapi untuk ketepatan setinggitingginya, semua labu (kecuali yang baru diertai sertifikat BTS)
hendaknya dikalibrasi, ini mencangkup penentuan bobot air
yang diwadahi oleh labu itu bila berisi sampai tanda.
B. PIPET
Pipet transfer terdiri dari balon silindris yang kedua ujungnya
disambung dengan pipa atas (pipa isap), sedangkan pipa bawah
(pipa penghantaran) diruncingkan sehingga ujungnya sangat
sempit, yang hanya mempunyai satu garis tanda dan mengantarkan
cairan dengan volume konstan yang kecil pada kondisi tertentu yang
ditetapkan.
Pipet transfer terbuat dengan kapasitas 1, 2, 5, 10, 20, 25, 50
dan 100 cm3. Pipet 10, 25 dan 50 cm3 paling sering digunakan
dalam kerja makro. Pipet-pipet ini haruslah memenuhi BS 1583 dan
harus diberi cincin kode berwarna pada pipa isapnya untuk
menunjukkan kapasitasnya (BS 3996), seringkali diberi suatu balon
keamanan di atas tanda graduasi. Pipet ini dapat dibuat dari kaca
soda maupun kaca Pyrex, dan pipet-pipet mutu tinggi dibuat dari
kaca Corex (Corning Glass Works, USA). Kaca ini telah dikenai proses
pertukaran ion yang memperkuat kaca dan juga meningkatkan
kekerasan permukaannya, jadi kaca itu lebih tahan goresan dan
sumbing. Pipet tersedia dengan spesifikasi kelas A dan kelas B.
Untuk kelas B nilai toleransi yang khas adalah :
Kapasitas
pipet
Toleransi

10

25

50

100 cm3

0,01

0,04

0,06

0,08

0,12 cm3

Sedangkan untuk kelas A, toleransi kira-kira separuhnya.


C. BURET
Buret merupakan suatu pipa silindris panjang dengan rongga
yang seragam sepajang bagian yang berskala, yang ujung
4

bawahnya berupa keran kaca dan ujung runcing. Pada macam yang
murah, keran ini digantikan oleh katup jepit karet yang disambung
dengan bulatan kaca. Keran buret plastik tipe-diafraga tersedia pula
dipasar, ini dapat dipasang ke buret biasa dan dapat mengendalikan
aliran keluar cairan dengan halusnya.
Seperti dengan alat kaca berskala lain, buret dibuat baik
dengan spesifikasi Kelas A maupun Kelas B, sesuai dengan standar
yang tepat (BS 846), dan buret kelas A dapat dibeli dengan
sertifikaat BST. Semua buret kelas A dan beberapa dari kelas B
mempunyai tanda graduasi yang sepenuhnya melingkari buret itu,
ini merupakan segi yang penting untuk menghindari kesalahan
paralaks dalam membaca buret. Harga yang diizinkan untuk buret
Kelas A adalah :
Kapasitas
Total
Toleransi

10

50

100 cm3

0,02

0,02

0,06

0,10 cm3

Untuk kelas B harga-harga itu kira-kira menjadi dua kali.


Bila sedang digunakan, buret haruslah ditopang dengan kokoh
pada suatu standar. Penggunaan klem laboraturium yang biasa
tidaklah disarankan. Penjepit yang ideal memungkinkan buret itu
dibaca tanpa perlu menggeserkannya dari standar. Diantara yang
lainnya penjepit buret Fisher dan penjepit uret Gallen kamp
merupakan penjepit buret yang sangat memuaskan untuk
digunakan.
Kalibrasi Buret
Jika diperlukan untuk mengkalibrasi suatu buret, sebelum
kalibrasi dilakukan ada beberapa hal yang penting untuk
memastikan bahwa buret itu memuaskan, diantaranya:
a. Kebocoran
Uji kebocoran, Buret dicuci dan dibilas baik-baik,
sumbatan dikeluarkan dari tubuh keran dan kedua bagian keran
dibersihkan dari semua pelumas, setelah dibasahi dengan air
deionisasi, keran disusun kembali. Buret ditaruh pada penjepit, di
isi dengan air suling (deionesasi), sesuaikan ke tanda nol, dan
keringkan paruh buret dengan sepotong kertas isap. Biarkan
buret selama sepuluh menit, dan jika meniskus tidak turun lebih
dari setengah pembagian skala, buret itu dianggap memuaskan
sejauh uji kebocoran yang dipersoalkan.
b. Waktu hantaran
Untuk menguji waktu penghantaran, bongkar lagi
komponen keran, keringkan, lumasi dan gabung kembali,
kemudian diisi buret sampai tanda nol dengan air suling, dan
taruh pada penjepitnya. Atur posisi buret sedemikian sehingga

ujung paruhnya berada dalam leher sebuah labu erlenmeyer


yang terletak pada dasar standar buret, tetapi tidak menyentuh
dinding dalam labu itu. Buka keran lebar-lebar dan catat waktu
diperlukan oleh meniskus untuk mencapai tanda graduasi yang
terbawah dari buret itu, waktu ini harus cocok dengan waktu
yang dicantumkan pada buret, dan dalam kasus apapun waktu
itu harus masih dalam batas yang ditentukan oleh BS 846. Jika
buret lulus dalam kedua uji ini, barulah kalibrasi dapat dimulai.

VIII. ALAT DAN BAHAN


1. Buret 25 mL
2. Labu ukur 25 mL
3. Pipet seukuran 3 mL
4. Termometer
5. Labu erlenmeyer
6. Botol timbang
7. Corong pendek
8. Statif dan klem
9. Tabung reaksi
10.Botol semprot
11.Batang Pengaduk
12.Neraca Analitik
13.Kertas Isap
14.Aqua DM

IX. LANGKAH KERJA


:
1. Sumber
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/19680
2161994022SOJA_SITI_FATIMAH/Kuliah_teklab_Kalibrasi/Cara_Kalibrasi
_Peralatan_Volumemetri.pdf

A.KALIBRASI LABU UKUR


1. Timbang labu ukur yang sudah bersih dan kering, misal
beratnya A gram.
2. Isi labu ukur tersebut dengan air murni yang sudah diukur
suhunya sampai tanda batas, kemudian timbang kembali,
misal beratnya B gram.

3. Ukur temperatur air, temperatur udara, dan tekanan


udara.
B.KALIBRASI PIPET SEUKURAN
1. Timbang sebuah botol timbang bertutup yang sudah
bersih dan kering, misal beratnya A gram.
2. Pipet air murni yang suhunya telah diukur dengan ball
pipet sampai di atas tanda batas, kemudian turunkan
kelebihan air dengan perlahan-lahan sampai meniskus
bagian bawah menyentuh tanda batas.
3. Tuangkan seluruh air kandungan pipet tersebut ke dalam
botol timbang yang sudah diketahui beratnya, tutup dan
timbang bersama isinya, misal beratnya B gram.
4. Hitung volume pipet dengan menggunakan tabel koreksi
suhu air dan tekanan udara
C.KALIBRASI BURET
1. Timbang 10 buah botol timbang bertutup.
2. Isi buret bersih dengan air murni yang telah diukur
temperaturnya. Kemudian buret ini ditempatkan pada
statif dengan posisi tegak lurus, dan keluarkan air sampai
meniskusnya menyinggung tanda batas nol.
3. Alirkan 5 mL air secara perlahan (30 detik), tampung
dalam botol timbang yang telah diketahui massanya, dan
tutup. Tunggu 30 detik lagi dan baca meniskusnya.
4. Isi buret hingga titik nol, dan alirkan air sebanyak 10 mL.
Tampung dalam botol timbang kedua. Baca meniskusnya.
5. Ulangi pengerjaan di atas untuk volume 15, 20, 25, 30,
35, 40, 45, dan 50 mL.
6. Timbang setiap botol timbang yang berisi air tersebut dan
hitung volume buret dengan menggunakan tabel koreksi
suhu air, menurut rumus Volume = (A B + x) y = Z mL.
7. Baca faktor koreksi dari tiap-tiap volume di atas. Koreksi =
vol (hitung ) vol. (baca)
8. Buatlah tabel dengan tiga kolom untuk volume dibaca:
volume dihitung; dan koreksi.
9. Gambarkan grafik di atas kertas mm blok dengan
menempatkan volume sebagai fungsi dari koreksi.
10.Apabila koreksi rata-rata dari tiap titik tidak lebih besar
dari 0,04 mL, maka buret tersebut memenuhi syarat
untuk dipakai.

Widjajanti, Endang (2009). KALIBRASI


PERALATAN GELAS DI LABORATORIUM KIMIA Makalah
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, Yogyakarta.

2. Sumber

A.KALIBRASI LABU UKUR


1. Cuci, keringkan dan timbang labu ukur
dikalibrasi. Catat beratnya.

yang akan

2. Isi labu ukur dengan akuadest sampai tanda batas.


Keringkan bagian luar dari labu ukur dan timbanglah labu
ukur yang berisi akuadest terebut. Catat beratnya.
3. Ukur dan catat suhu akuadest.
4. Gunakan Tabel 2. untuk menentukan volum terkoreksi
pada suhu percobaan.
5. Volum terkoreksi dihitung berdasarkan persamaan
6. Ulangi langkah kerja 2. sampai dengan langkah 5.
sebanyak 3 kali.
7. Tentukan volum rata-rata (x) dan standar deviasi ().
8. Tentukan dan catat akurasi labu ukur
9. Tentukan dan catat persen kesalahan
B.KALIBRASI PIPET SEUKURAN
1. Cuci, keringkan dan timbang erlenmeyer 50 mL. Catat
beratnya.
2. Transferkan sebanyak 10 mL akuadest ke dalam
erlenmeyer 50 mL menggunakan pipet volum 10 mL.
3. Ukur dan catat suhu akuadest
4. Gunakan Tabel 2. untuk menentukan volum terkoreksi
pada suhu percobaan
5. Ulangi sebanyak 3 kali
6. Tentukan volum rata-rata (x) dan standar deviasi ().
7. Tentukan dan catat akurasi Erlenmeyer
8. Tentukan dan catat persen kesalahan
C.KALIBRASI BURET
1. Cuci, keringkan dan timbang erlenmeyer 50 mL. Catat
beratnya.
2. Isi buret 50 mL dengan akuadest sampai penuh.
3. Alirkan air sampai meniskus buret di angka nol pada
buret.
4. Tempatkan erlenmeyer 50 mL yang sudah ditimbang di
buret.
5. Alirkan 10 mL air dari buret dan tampung dalam
erlenmeyer.
6. Hentikan aliran air dari buret
7. Catat volume yang ditransfer oleh buret.
8. Timbanglah erlenmeyer yang sudah terisi akuadest dari
buret..
9. Ulangi langkah 2 sampai dengan langkah 8 sebanyak 3
kali.
10.
Ukur dan catat suhu akuadest
11.
Gunakan Tabel 2. untuk menentukan volum
terkoreksi pada suhu percobaan
12.
Tentukan volum rata-rata (x) dan standar deviasi
().
13.
Tentukan dan catat akurasi Erlenmeyer
14.
Tentukan dan catat persen kesalahan

X. DATA PENGAMATAN:

Widjajanti, Endang (2009). KALIBRASI


PERALATAN GELAS DI LABORATORIUM KIMIA Makalah
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, Yogyakarta.
Sumber

Tabel:

Sumber
Prosedur
:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/19680
2161994022SOJA_SITI_FATIMAH/Kuliah_teklab_Kalibrasi/Cara_Kalibrasi_Peralata
n_ Volumemetri.pdf

10

A. KALIBRASI LABU UKUR


Volume Labu Ukur
= 25 mL
Suhu Air
= 25oC
Berat Labu Ukur + Aquadest
(B gram)
Berat Labu Ukur Kosong (A
gram)
Berat Aquadest (gram)
Volume Terkoreksi (mL)
Akurasi (%)
Persen Kesalahan (%)
Volume Terkoreksi Rata
rata + Standar Deviasi
Perhitungan

42,0420
g
17,1958
g
24,8462
g
24,9192
mL
0,32%

Percobaan
42,0411
g
17,1933
g
24,8478
g
24,9208
mL
0,0028 %
0,32%

42,0418
g
17,1945
g
24,8473
g
24,9203
mL
0,32%

24,9208

a.

b. Harga rata rata ( )

11

c. Standar deviasi (

d. Akurasi

e. Persen Kesalahan

12

B. KALIBRASI PIPET SEUKURAN


Volume Pipet Seukuran
= 3 mL
o
Suhu Air
= 25 C

Berat Erlenmeyer +
Aquadest (B gram)
Berat Erlenmeyer Kosong (A
gram)
Berat Aquadest (gram)
Volume Terkoreksi (mL)
Volume Terkoreksi Rata rata
+ Standar Deviasi
Akurasi (%)
Persen Kesalahan (%)
Perhitungan

1
24,8090
g
21,8586
g
2,9504 g
2,9591
mL

Percobaan
2
24,8099
g
21,8591
g
2,9508 g
2,9595
mL

3
24,8229
g
21,8586
g
2,9643 g
2,9724
mL

2,9704
1,38 %

0,22 %
1,37 %

0,91 %

a.

13

b. Harga rata rata ( )

c. Standar deviasi (

-3

d. Akurasi

e. Persen Kesalahan

14

C. KALIBRASI BURET
Volume Buret = 25 mL
Suhu Air
= 25oC
Tabel Penimbangan Botol Timbang
Botol
1
2
Massa Botol
21,630
27,109
Timbang + Air
1g
4g
Massa Botol
16,789
17,397
Timbang Kosong
6g
5g
Massa Air
4,8405
9,7119
g
g
Tabel Pembacaan Skala Buret
Skala
Volume
Suhu Air
Buret
Buret
(oc)
Seharusn
Terbaca
ya
25oc
5 mL
5 mL
25oc
25oc
25oc
25oc L

Perhitungan

10 mL

10 mL

15 mL

15 mL

20 mL

20 mL

25 mL

25 mL

Timbang
3
31,320
0g
16,790
7g
14,529
3g

Volume
Hitung
(mL)
4,8547
mL
9,7404
mL
14,5720
mL
19,4694
mL
24,3466
mL

Ke4
36,809
6g
17,397
2g
19,412
4g

5
41,0511
g
16,7758
g
24,2753
g

Volume
Koreksi (V.
hitung berat
isi)
0,0142 ml
0,0285 ml
0,0427 ml
0,0570 ml
0,0713 ml

a.
15

b. Volume Koreksi Rata-rata

16

Sumber Prosedur : Widjajanti, Endang (2009). KALIBRASI

PERALATAN GELAS DI LABORATORIUM KIMIA


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, Yogyakarta.

Makalah

A. KALIBRASI LABU UKUR


Volume Labu Ukur
= 25 mL
Suhu Air
= 25oC
Percobaan
Berat Labu Ukur + Aquadest
(B gram)
Berat Labu Ukur Kosong (A
gram)
Berat Aquadest (gram)
Volume Terkoreksi (mL)
Volume Terkoreksi Rata rata
+ Standar Deviasi
Akurasi (%)
Persen Kesalahan (%)
Perhitungan

1
42,0417
g
17,1991
g
24,8426
g
24,9206
mL

2
42,0308
g
17,1974
g
24,8334
g
24,9064
mL

3
42,0234
g
17,1914
g
24,8320
g
24,9050
mL

24,9177
0,32 %

0,03 %
0,38 %

0,38 %

a.

17

b. Harga rata rata ( )

c. Standar deviasi (

18

d. Akurasi

e. Persen Kesalahan

B. KALIBRASI PIPET SEUKURAN


Volume Pipet Seukuran
= 3 mL
Suhu Air
= 25oC
Percobaan
Berat Erlenmeyer + Aquadest
(B gram)
Berat Erlenmeyer Kosong (A
gram)
Berat Aquadest (gram)
Volume Terkoreksi (mL)
Volume Terkoreksi Rata rata
+ Standar Deviasi
Akurasi (%)
Persen Kesalahan (%)

1
114,339
6g
111,378
7g
2,9609 g
2,9696
mL

2
114,305
2g
111,382
5g
2,9227 g
2,9313
mL

3
114,3313
g
111,3803
g
2,9510 g
2,9597
mL

0,9697
1,02 %

0,55 %
2,34 %

1,02%

19

Perhitungan

a.

b. Harga rata rata ( )

c. Standar deviasi (

20

d. Akurasi

e. Persen Kesalahan

C. KALIBRASI BURET
Volume Buret = 25 mL
Suhu Air
= 25oC
Tabel Penimbangan Botol Timbang
Botol Timbang Ke1
2
3
4
5
Massa Botol
116,278
116,184
116,224
116,260 116,2325
Timbang + Air
1g
2g
4g
9g
g
Massa Botol
111,379
111,384
111,382
111,380 111,3818
Timbang
5g
5g
9g
2g
g
Kosong
Massa Air
4,8986 g 4,7997 g 4,8415 g 4,8807 g 4,8507 g
Tabel Pembacaan Skala Buret
21

Skala
Awal
Buret

Skala
Akhir
Buret

Volume
Penga
matan

0,00 mL

5,10 mL

5,10 mL

5,10 mL
10,00
mL
15,00
mL
20,00
mL
Perhitungan

10,00
mL
15,00
mL
20,00
mL
25,00
mL

4,90 mL
5,00 mL
5,00 mL
5,00 mL

Volume
Terkore
ksi
(mL)
4,9130
mL
4,8138
mL
4,8557
mL
4,8950
mL
4,8650
mL

Akurasi
(%)

Persen
Kesala
han (%)

V.
Terkore
ksi
Rata
rata +
Std
Deviasi

3,81 %
1,79 %
0,70 %

2,97 %

4,9027

2,14 %
2,77 %

a.

22

b. Harga rata rata ( )

c. Standar deviasi (

d. Akurasi

e. Persen Kesalahan

23

XI. PEMBAHASAN
:
1. Praktikum penetapan alat-alat ukur gelas volumetrik bertujuan
untuk mengkalibrasi suatu alat ukur, hal ini dilakukan karena
pada saat menggunakan alat ukur tersebut seringkali volume
yang tertera pada alat tersebut tidak sesuai dengan volume
sebenarnya
yang
disebabkan
oleh
beberapa
faktor
seperti suhu. Suhu sangat mempengaruhi berat jenis air karena
1 ml air tidak sama dengan 1 gram untuk semua suhu, Volume
wadah gelas pun dapat berubah-rubah dengan suhu yang

24

berbeda begitupun dengan gaya tekan udara yang sangat


bergantung pada suhu.
2. Sebelum dilakukan kalibrasi, alat gelas harus bersih dan benar
benar kering. Harus bersih dimaksudkan agar tidak ada
pengotor yang tertimbang dan harus kering dimaksudkan agar
tidak ada aquadest ataupun air yang ikut tertimbang.
3. Dasar umum dalam kalibrasi alat adalah menentukan berat air
yang dimuat atau dikeluarkan oleh suatu alat gelas tertentu,
dengan density air yang diketahui, volume yang tepat akan
dapat dihitung.
4. Air digunakan sebagai salah satu bahan untuk mengkalibrasi
alat, dikarenakan kerapatan air pada berbagai suhu telah
diketahui dengan tepat dalam keadaan vakum sehingga lebih
memudahkan untuk kalibrasi.
5. Pengkalibrasian sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang,
agar diperoleh data yang akurat. Standar kalibrasi adalah
merupakan standar yang diperboleh untuk melakukan suatu
pengukuran. Pengkalibrasian dilakukan untuk membandingkan
nilai ukur dengan standar nasional atau internasional.
6. Dalam kalibrasi alat ukur volumetrik ini besarnya akurasi yang
dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa kesalahan seperti
kesalahan pada saat membaca meniskus pada alat ukur
tersebut atau kesalahan saat penimbangan yang tidak stabil
pada saat pembacaan.
7. Alat yang tidak layak digunakan di laboratorium industri akan
direkomendasikan kepada laboratorium yang tidak memerlukan
ketelitian tinggi seperti laboratorium mikro
8. Parameter kelayakan pada pengujian kelibrasi alat ukur gelas
ditinjau dari % akurasi tingkat ketelitian alat ukur yang diuji.
XII. KESIMPULAN
:
XIII. DAFTAR PUSTAKA
:

25