Anda di halaman 1dari 9

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Pekerjaan tenun tanpa mesin atau yang dikenal dengan Alat Tenun Bukan
Mesin (ATBM) adalah serangkaian kegiatan yang membutuhkan waktu
yang cukup lama dan dalam pengerjaannya dilakukan oleh sumber daya
manusia yang memiliki kemampuan dalam melakukan penunan. Cara
pengoperasiannya pun membutuhkan ketelitian dan juga dilakukan
secara berulang-ulang (monoton). Maka, sangat dibutuhkan keterampilan
dalam proses tenun ini. Selain itu, juga diperlukan kesiapan fisik, mental,
dan kondisi lingkungan kerja yang baik. Karena jika tidak, kelelahan kerja
dapat terjadi setiap saat, yang nantinya dapat menurunkan produktivitas
kerja pada perusahaan tersebut.
Sumber daya manusia (pekerja) adalah salah satu faktor yang sangat
berpengaruh dalam sebuah pekerjaan. Pekerjaan sekecil apapun apabila
tidak didukung dengan sumber daya manusia yang

bagus dalam hal

kualitas dan produktivitas, maka tidak akan memberikan hasil yang


maksimum dan memuaskan pada setiap produksi yang dihasilkan.
Menurut International Labour Organitation (ILO) setiap tahun sebanyak
dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang
disebabkan oleh faktor kelelahan. Dalam penelitian tersebut dijelaskan
dari 58.115 sampel, 18.828 diantaranya (32,8%) mengalami kelelahan.
Sedangkan jika pekerja mengalami kecelakaan kerja yang disebabkan
oleh faktor kelelahan, maka akan berdampak langsung pada tingkat
produktivitas kerjanya. Jadi faktor manusia sangatlah berpengaruh
terhadap tingkat produktivitas kerja, seperti masalah tidur, kebutuhan
biologis, dan juga kelelahan kerja, bahkan diutarakan bahwa penurunan
produktivitas tenaga kerja di lapangan sebagian besar disebabkan oleh
kelelahan kerja (Sedarmayanti, 2009:38).

Oleh sebab itu, pada tugas ini penulis ingin mengetahui hubungan antara
kelelahan dengan produktivitas kerja pada pekerja tenun PT. X dengan
melibatkan faktor usia dan masa kerja dengan dilakukan uji beda pada kedua
faktor tersebut. Sehingga dapat diketahui tngkat produktivitas pada pekerja.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana tingkat kelelahan pada pekerja tenun PT. X?
2. Apakah ada pegaruh tingkat kelelahan terhadap produktivitas?
3. Apakah terdapat perbedaan tingkat produktivitas berdasarkan faktor usia
dan masa kerja?
4. Bagaimana rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas pekerja tenun
PT. X?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui tingkat kelelahan pada pekerja tenun PT. X
2. Mengetahui pengaruh tingkat kelelahan terhadap produktivitas
3. Mengetahui perbedaan tingkat produktivitas berdasarkan faktor usia
dan masa kerja
4. Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas pekerja
tenun PT. X

1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Bagi Perusahaan

Dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja pad pekerja


tenun dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi.
Perusahaan juga mendapatkan rekomendasi guna meningkatkan
produktivitas kerja pada pekerja tenun.
1.4.2 Manfaat Bagi Mahasiswa

Dapat digunakan untuk memperdalam ilmu tentang menganalisa


produktivitas kerja dengan menggunakan berbagai faktor seperti usia
dan masa kerja.

1.5 Batasan Masalah


1. Penelitian ini dilakukan pada pekerja bagian produksi sarung tenun PT.
X

2. Penelitian hanya melakukan pengukuran tingkat kelelahan pekerja


secara obyektif menggunakan alat ukur waktu reaksi (Reaction Timer)
3. Pengamatan tenaga kerja dilakukan pada jam kerja yaitu 08.00-16.00
dengan istirahat satu jam pada saat makan siang dan ibadah.

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1 Definisi Kelelahan
Menurut Nurmianto (2004), kelelahan adalah aneka keadaan yang
disertai penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja. Kemudian,
kelelahan kerja akan menurunkan kinerja dan menambah tingkat kesalahan
kerja.
Kelelahan merupakan masalah yang harus mendapat perhatian. Semua
jenis pekerjaan baik formal dan informal menimbulkan kelelahan kerja.
Kelelahan kerja akan menurunkan kinerja dan menambah kesalahan kerja.
Menurunnya kinerja sama artinya dengan menurunnya produktivitas kerja.
Apabila

tingkat

produktivitas

seorang

tenaga

kerja

terganggu

yang

disebabkan oleh faktor kelelahan fisik maupun psikis maka akibat yang
ditimbulkannya

akan

dirasakan

oleh

perusahaan

berupa

penurunan

produktivitas perusahaan. Pada dasarnya produktivitas dipengaruhi oleh tiga


faktor yaitu beban kerja, kapasitas kerja, dan beban tambahan akibat
lingkungan kerja. Beban kerja biasanya berhubungan dengan beban fisik,
mental maupun sosial yang mempengaruhi tenaga kerja. Sedangkan
kapasitas

kerja

berkaitan

dengan

kemampuan

untuk

menyelesaikan

pekerjaan pada waktu tertentu. Dan beban tambahan akibat lingkungan


kerja meliputi faktor fisik, kimia, dan faktor pada tenaga kerja sendiri yang
meliputi faktor biologi, fisiologis, dan psikologis (Depkes RI, 1990:173).(1)

2.2 Definisi Produktivitas


Secara umum produktivitas kerja adalah perbandingan antara output
dengan input. Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam

memproduksi barang atau jasa. L, Greenberg mendefinisikan produktivitas


sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu
dibagi totalitas masukan selama periode tersebut.(1)

Bab III Metodologi Penelitian


3.1 Diagram Alir

Daftar Pustaka
1.

Aprilian T. ANALYSIS OF LABOUR S PRODUCTIVITY ON BUILDING


STEEL

ROOF

CONSTRUCTION

ANALYSIS

OF

LABOUR

2.

PRODUCTIVITY ON BUILDING STEEL ROOF CONSTRUCTION. 2010.


Muhammad Thamrin, Desi Novita dan FABP. Jumlah Produksi ( KGS )

3.

Tahun Total ( KGS ). 2014;19(1):4451.


Muizzudin A. Unnes Journal of Public Health. 2013;2(4):18.

ANALISIS HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA


TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA PEKERJA TENUN
PT. XYZ

WAHYU FEBRIANTO

6513040041

PROGRAM STUDI
TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016

ANALISIS HUBUNGAN KELELAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS


KERJA PADA PEKERJA TENUN PT. X

SITI AMINATUZZUHRIYAH

6513040051

PROGRAM STUDI
TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016