Anda di halaman 1dari 5

Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat adalah ibadah yang terkandung didalamnya berbagai macam bacaan/ucapan maupun

perbuatan. Ucapan maupun perbuatan dalam shalat dapat digolongkan menjadi tiga: rukun, wajib, dan sunnah.
Rukun: Jika ditinggalkan maka batal shalatnya baik secara sengaja maupun tidak, atau batal rekaat yang terlewat rukun tersebut
sehingga rekaat yang berikutnya menempati kedudukan rekaat tersebut akan dijelaskan berikutnya- [1].
Wajib: Jika menginggalkannya secara sengaja maka batal shalatnya. Jika tidak sengaja maka tidak batal, namun harus
menggantinya dengan sujud sahwi.
Sunnah: Tidak batal shalat jika ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak. Namun, mengurangi kesempurnaan shalat.
Rasulullah bersabda, Shalatlah kalian sebagaimana melihat aku shalat [2]. Yaitu shalat secara sempurna baik rukun, wajib
maupun sunnah-sunnahnya.
Rukun-Rukun Shalat (14)
1. Berdiri (dalam shalat fardhu)
Allah taala berfirman,

Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu. (QS. al Baqarah: 238)
Merupakan suatu kewajiban dalam shalat fardhu untuk berdiri. Hal ini juga bersandar pada sabda Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam, Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring. [3]. Apabila
tidak mampu berdiri karena sakit atau yang lainnya maka shalat dengan semampunya. Jika shalat dibelakang imam yang duduk
(karena sakit atau yang lainnya), maka ikut duduk [4]. Dalam shalat nafilah (sunnah) tidak mengapa dengan duduk karena kadang
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam shalat nafilah dengan duduk meskipun tidak ada udzur [5].
2. Takbiratul ihram
Berdasar sabda Rasulullah, Lalu menghadaplah ke kiblat dan bertakbir. [6]. Dan sabda beliau, yang mengharamkannya
(permulaanya) adalah takbir [7]. Lafadz takbiratul ihram yaitu mengucapkan Allahu Akbar, tidak pernah diriwayatkan dari Nabi
shalallahu alaihi wassalam selain ini.
3. Membaca al Fatihah
Berdasar sabda Rasulullah, Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca al Fatihah. [8]. Membaca al fatihah merupakan rukun di
antara rukun-rukun shalat. Bagi imam dan orang yang sendirian maka wajib membacanya, tidak ada khilaf disini. Adapun bagi orang
yang shalat dibelakang imam ada khilaf di kalangan para ulama. Sebagai bentuk kehati-hatian hendak makmum tetap membaca al
Fatihah dalam shalat-shalat yang sirriyah (yg tidak dikeraskan bacaanya) dan disaat-saat imam diam/tidak membaca.
4. Rukuk dalam tiap rekaat
Berdasar firman Allah taala,


Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu. (QS. al Hajj: 77)
Dan juga berdasar apa yang dikerjakan Rasulullah, banyak hadist yang menunjukkan akan hal ini [9].
5. Dan ke 6 , bangkit dari rukuk dan Itidal (berdiri tegak)
Karena Nabi shalallahu alaihi wassalam senantiasa melaksanakannya. Rasulullah bersabda, Shalatlah kalian sebagaimana
melihat aku shalat.
7. Sujud
Berdasar firman Allah taala,

Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu. (QS. al Hajj: 77)
Sujud adalah meletakkan kening ke permukaan bumi (tempat sujud), dan hendaknya semua anggota sujud yang tujuh sempurna
menyetuh permukaan bumi. Anggota sujud yang tujuh yaitu : kening serta hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung kedua
telapak kaki. Sujud merupakan salah rukun shalat yang utama karena waktu sujud adalah waktu paling dekat antara hamba dengan
Allah [10].
8. Bangkit dari sujud dan duduk antara dua sujud
Berdasar perkataan Aisyah, Jika Rasulullah mengangkat kepalanya dari sujud maka tidak sujud (kembali) sampai duduk dengan
sempurna. [11].
9. Tumaninah
Yaitu berdiam barang sesaat. Ini yang sering diremehkan sebagian kaum muslimin. Padahal tumaninah termasuk rukun shalat,
tidak sah shalat tanpa tumaninah.
10. Dan ke 11, tasyahud akhir dan duduk padanya
Yaitu dengan membaca attahiyaat.. sampai akhir. Hal ini telah tsabit dari Rasulullah dalam beberapa hadistnya sebagaimana
hadist Aisyah [12] dan Ibnu Masud [13].
12. Shalawat atas Nabi pada tasyahud akhir
Yaitu dengan mengucapkan Allahuma shalli ala muhammad. Adapun menambahnya maka termasuk sunnah.
13. Tertib antara rukun-rukun tersebut
Karena dahulu Rasulullah shalat dengan tertib antara rukun-rukunya. Dan juga berdasar hadist tentang musii shalah (orang yang
jelek shalatnya), lalu rasulullah mengajarinya dengan kata-kata lalu.. yang menunjukan akan urutan [14].

14. Salam
Berdasar sabda Rasulullah, .dan penutupnya adalah salam. Juga sabda beliau, .dan yang menghalalkannya adalah salam.
[15].
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa meninggalkan rukun membatalkan shalat baik secara sengaja ataupun tidak. Berikut
secara ringkas rincian hukum-hukum tentang meninggalkan rukun shalat:
*
*

Jika
Jika

yang
yang

ditinggalkan
ditinggalkan

adalah
selain

takbiratul

takbiratul

ihram,

ihram

maka

dengan

belum

sejaga

dianggap

maka

batal

shalat
shalatnya.

* Jika tertinggal (selain takbiratul ihram, seperti rukuk atau sujud)karena lupa dan ingat sebelum berdiri tegak untuk membaca al
Fatihah

rekaat

berikutnya

maka

kembali

mengulangi

ke

rukun

yang

ditinggalkan

dan

yang

berikutnya.

* Jika tertinggal karena lupa dan sudah berdiri tegak untuk membaca al fatihah rekaat berkutnya maka rekaat yang tadi (yang
tertinggal rukunya) tidak dianggap, sehingga sekaraat yang sekarang menempati kedudukan rekaat sebelumnya. Dan melakukan
sujud

sahwi.

* Jika mengetahui rukun yang ditinggalkan setelah salam maka jika rukun tersebut adalah tasyahud akhir dan salam maka langsung
mengerjakannya lagi lalu salam lalu sujud sahwi. Jika selain keduanya (tasyahud akhir dan salam) seperti sujud dan rukuk maka
mengerjakan

satu

rekaat

secara

sempurna,

lalu

sujud

sahwi.

* Jika ingat setelah salamnya lama maka mengulangi shalat dari awal. Allahu Alam
Wajib-Wajib Shalat (8)
1. Seluruh takbir, kecuali takbiratul ihram
2. Tasmii
Yaitu membaca samiallahu liman hamidah . wajib dibaca oleh imam ataupun orang yang shalat sendirin, adapun makmum tidak
membacanya.
3. Tahmid
Yaitu membaca rabbana walakal hamd. Wajib dibaca oleh imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian. Berdasarkan
sabda Rasulullah, Jika imam membaca samiallahu liman hamidah maka ucapkanlah rabbana walakal hamd .[16]
4. Bacaan rukuk.
Yaitu seperti bacaan subhaana rabbiyal adzim. Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali. Jika lebih maka tidak
mengapa.
5. Bacaan sujud.
Yaitu seperti bacaan subhaana rabbiyal ala. Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali.
6. Bacaan duduk antara dua sujud.
Yaitu seperti bacaan rabbighfirliy... Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali.
7. Tasyahud awal

Yaitu membaca bacaan-bacaan tasyahud yang telah diriwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wassalam.
8. Duduk pada tasyahud awal
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa meninggalkan wajib shalat dengan sengaja membatalkan shalat. Adapun jika tidak
sengaja atau karena jahil maka menggantinya dengan sujud sahwi.
Sunnah-Sunnah Shalat
Bagian ketiga dari amalan (baca:perbuatan) dan bacaan dalam shalat adalah sunnah-sunnah shalat, yaitu selain apa-apa yang
telah disebutkan dalam rukun maupun wajib shalat. Sunnah shalat ada dua jenis, ucapan maupun perbuatan.
Pertama, sunnah berupa perkataan, bentuknya banyak sekali. Diantaranya: membaca doa iftiftah, taawudz, membaca basmalah,
membaca surat setelah al Fatihah, membaca bacaan rukuk, sujud, doa antara dua sujud lebih dari sekali, doa setelah tasyahud
akhir dan lainnya.
Kedua, sunnah berupa perbuatan, bentuknya juga baca. Diantaranya: mengangkat tangan saat takbiratul ihram serta ketika akan
dan setelah rukuk, meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dan meletakkannya di atas dada saat berdiri, melihat tempat sujud,
meletakkan tangan diatas lutut saat rukuk, menjauhkan antara perut dan paha, paha dan betis saat sujud, dan lainnya.
Sunah-sunah ini tidak harus dikerjakan, tetapi barang siapa melakukannya maka ada tambahan pahala atasnya, adapun jika
ditinggalkannya maka tidak ada dosa baginya.
Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.
-Insyaallah bersambung pembahasan tentang tatacara (sifat) shalat NabiSelesai ditulis di Riyadh, 1 Jumadil Awwal 1432 H (5 April 2011)
Abu Zakariya Sutrisno
Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com
Note:
[1]. Misal dalam suatu rekaat terlewat satu sujud, maka rekaat tersebut tidak dihitung. Misal shalat isya trus pada rekaat keempat
lupa hanya sujud sekali, maka ia tetap menambah 1 rekaat lagi (shalat sampai 5 rekaat) karena rekaat yang keempat tersebut tidak
dianggap.
[2]. Dikeluarkan muslim dari hadist Abu Hurairah (602/152)
[3]. Dari hadist Imran bin Hushain, Bukhari (1117), Abu Dawud(952), Tirmidzi (372)
[4]. Sebagaimana dalam hadist muttafaqun alaihi dari Anas bahwa pada saat Rasulullah sakit para sahabat shalat dibelakangnya
dengan duduk, Bukhari (379, 689,805), Muslim (411).
[5]. Dikeluarkan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu anha (730)

[6]. Diriwayatkan dari Abu Hurairah tentang musii shalah (orang yang jelek shalatnya), Bukhari (6251), Muslim (397)
[7]. Abu Dawud (61), Tirmidzi (3), Ibnu Majah (275)
[8]. Dari hadist Ubadah bin Shamith, Bukhari (756), Muslim(394)
[9]. Hadist tentang rukuk baik yang berupa ucapan (perintah) maupun perbuatan Nabi mencapai tingkatan mutawatir.
[10]. Dikeluarkan Muslim dari hadist Abu Hurairah (482)
[11]. Muslim dari hadist Aisyah (498)
[12]. Muslim (498)
[13]. Bukhari (6328), Muslim (895), NasaI (1277).
[14]. Bukhari (6251), Muslim (397)
[15]. Muslim (498)
[16]. Idem no. 4, dari hadist Anas , Bukhari (379, 689,805), Muslim (411).
Sumber : http://ahlussunnahunpad.wordpress.com