Anda di halaman 1dari 25

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA


DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA TN. H
DI RUANG SIAK RSJ TAMPAN PEKANBARU

I.

PENGKAJIAN
Ruang Rawat
Tanggal Dirawat
No. RM
Tanggal Pengkajian

:
:
:
:

SIAK
13 Januari 2016
062629
Agustus 2016

Identitas Pasien
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Suku Bangsa
Tanggal Lahir
Alamat
Agama

:
:
:
:
:
:
:

Tn. H
33 Tahun
Laki-Laki
Cina
Bengkalis
Rembang
BUDHA

Identitas Penanggung
Nama
Pekerjaan
Alamat
Hub. Dengan Pasien
II.

Jawab
:
Tn. H
:
Swasta
:
Rembang
:
Paman

ALASAN MASUK
Klien masuk via IGD RSJ Tampan pada tanggal 9 Agustus 2016 pukul 16.30
WIB dengan keluhan mengamuk dirumah, memecahkan hp, berbicara ngaur,
teriak-teriak sehingga meresahkan masyarakat.
KELUHAN UTAMA SAAT PENGKAJIAN
Pada saat pengkajian klien tampak gelisah, pandangan mata tajam, bicara
meracau, suka manjat-manjat dikamar, klien memaksa untuk keluar kamar
dengan cara mendobrak pintu secara paksa dengan sikunya.

III.

FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa masa lalu
a. Ya
b. Tidak
2. Pengobatan sebelumnya
a. Berhasil
b. Kurang berhasil
c. Tidak berhasil
16

17

3. Trauma yang pernah dialami (usia, pelaku, korban, saksi)


a. Aniaya fisik
: tidak ada
b. Aniaya seksual
: tidak ada
c. Penolakan
: mengalami penolakan di masyarakat
d. Kekerasan dalam keluarga
: memecahkan barang-barang dirumah
e. Tindakan kriminal
: tidak ada tindakan kriminal
Masalah keperawatan : Resiko perilaku kekerasan
4. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
a. Tidak ada
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
a. Kegagalan : tidak ada mengalami kegagalan
b. Kehilangan : tidak ada mengalami kehilangan selama hidup
c. Perpisahan/ kematian : tidak ada perpisahan/kematian dalam
kehidupan
d. Trauma selama tumbuh kembang : tidak ada mengalami trauma selama
tumbuh kembang
Masalah Keperawatan : tidak ditemukan masalah keperawatan
IV.

Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda vital : TD: 100/60 mmHg, Nadi : 88 x/i, Suhu: 36,5 C, RR:
24 x/i
2. Antropemetri : TB: 171 cm, BB: 76 kg
3. Keluhan Fisik : tidak ada mengalami keluhan fisik pada tubuh sendiri

Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan


V.

Psikososial
1. Genogram :

---

Pasien
: Tinggal serumah

18

: laki-laki
: Perempuan
: Anak
: Menikah
Jelaskan : Tidak ditemukan masalah keperawatan
a. Masalah yang terkait dengan komunikasi : berbicara tidak nyambung,
meracau
b. Pengambilan keputusan : klien mampu mengambil keputusan, seperti
lebih memilih untuk mandi baru makan
c. Pola asuh : pasien tidak dibedakan oleh oleh keluarganya. Pola asuh
sesuai dengan tumbuh kembang pasien.
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh : klien menyukai ssemua anggota tubuhnya
b. Identitas Diri : klien seorang laki-laki, belum menikah
c. Peran Diri : klien sebagai abang
d. Ideal Diri : klien ingin cepat pulang dan sembuh
e. Harga Diri : klien mau dihargai sebagai seorang laki-laki
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

3. Hubungan Sosial
a. Orang terdekat : Kakak Kandung
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok masyarakat : klien mau
bersosialisasi dengan teman-teman diruangannya.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Tidak ada
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

4. Spiritual
a. Nilai dan Keyakinan : Klien menganut agama Budha
b. Kegiatan Ibadah : Pasien beribadah di rumah
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
VI.

STATUS MENTAL
1. Penampilan
a. Penampilan tidak rapi : Klien berpenampilan rapi seperti biasa
b. Penggunaan pakaian tidak sesuai : penggunaan pakaian pasien sesuai
seperti posisi baju dan celana yang dipakai
c. Cara berpakaian tidak seperti biasa : cara berpakaian pasien seperti
biasanya.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

19

2. Pembicaraan
a. Cepat
b. Keras
c. Lambat
d. Tidak mampu menilai pembicaraan
e. Inkoherensia
f. Gagap
g. Membisu
h. Apatis
Jelaskan : Klien berbicara seperlunya
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
3. Aktivitas Motorik
a. Lesu: Klien tidak lesu
b. Tegang: Klien tampak tegang
c. Gelisah: Klien tampak sering mondar mandir dikamar
d. Agitasi:
e. TIK:
f. Grimasem:
g. Tremor: Klien tidak tremor saat berbicara
h. Kompulsif:
4. Alam Perasaan
a. Sedih: klien sedih karena merasa sedih karena dikamar terus
b. Putus Asa: klien merasa putus asa karena tidak keluarga yang jenguk
c. Ketakutan: klien tidak takut di ruang siak
d. Gembira yang berlebihan: klien biasa saja
e. Khawatir: Klien tidak khawatir
Masalah keperawatan : Resiko Prilaku Kekerasan
5. Afek
a. Datar:
b. Tumpul:
c. Labil:
d. Tidak sesuai:
Jelaskan : Klien mudah emosi
Masalah keperawatan : RPK
6. Interaksi Selama Wawancara
a. Bermusuhan komunikasi:
b. Tidak kooperatif
c. Mudah tersinggung
d. Kontak mata kurang
e. Devensive
f. Curiga
Jelaskan : Klien tidak fokus ketika diajak berbicara, kontak mata kadangkadang berpaling dan kadang-kadang berfokus
Masalah keperawatan : Resiko Prilaku kekerasan
7. Persepsi

20

a. Halusinasi Pendengaran : Klien sebelumnya pernah mendengar suarasuara yang menggang, suara laki-laki dan perampuan, suara-suara
datang dimalamhari, klien mengatakan ketakutan jika suara-suara
datang dan pengen marah ketika mendengar suara-suara tersebut
b. Halusianasi Penglihatan:
c. Halusinasi Perabaan:
d. Halusiansi Pengecapan:
e. Halusinasi Penghidu:
Masalah Keperawatan: gangguan sensori persepsi: Halusinasi
pendengaran, RPK
8. Proses/ Alur Pikir
a. Sirkumtansial
b. Tangensial
c. Kehilangan asosiasi
d. Flight of idea
e. Blooking
f. Perseverasi
Jelaskan :
Masalah Keperawatan: Tidak ditemukan masalah keperawatan
9. Isi Fikir
a. Obsesi: Rokok, ingin keluar ruangan
b. Phobia
c. Hipokondria:
d. Waham:
- Agama:
- Somatic:
- Kebesaran:
- Curiga:
- Nihilistic:
- Sisip Piker:
- Control Pikir:
e. Depersonalisasi
f. Ide yang terkait
g. Pikiran Magis
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
10. Tingkat Kesadaran
a. Bingung:
b. Sedasi:
c. Stupor:
Disorientasi: klien tahu waktu siang atau malam, beserta jamnya
Tempat: klien mengatakan di RS Jiwa Tampan Orang: mengenal nama
perawat di Siak: Buk Rosa, Isra Ayu, Nelma, Irwan, dan kenal semua
orang yang telah diajak berkenalan olehnya.
Jelaskan: Klien tidak mengalami gangguan jangka pendek maupun
jangka panjang

21

Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan


11. Memori
a. Gangguan daya ingat jangka pendek
b. Gangguan daya ingat jangka panjang
c. Gangguan daya ingat saat ini
d. Konfabulasi
Jelaskan: Klien tidak mengalami gangguan jangka pendek maupun

VII.

jangka panjang
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalh keperawatan
12. Tingkat Konsentrasi
a. Mudah dialihkan
b. Tidak mampu berkonsentrasi
Jelaskan: klien konsisten dalam pembicaraan
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalh keperawatan
13. Kemampuan penilaian
a. Gangguan kemampuan penilain ringan
b. Gangguan kemampuan penilain bermakna
Jelaskan: klien mampu menilai dari hal ringan sampai bermakna
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
14. Daya tilik diri
a. Mengingkari penyakit yang diderita
b. Menyalahkan hal-hal yang diluar dirinya
Jelaskan: klien tahu kalau dirinya sedang sakit
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
Kebutuhan persiapan pulang
1. Makan
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: klien mampu makan secara mandiri
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalh keperawatan
2. BAK/BAB
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: klien mampu BAB/BAK secara mandiri
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalh keperawatan
3. Mandi
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: klien mampu mandi secara mandiri
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
4. Berpakaian/ Berhias
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: klien mampu berpakain secara mandiri.
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
5. Istirahat dan tidur
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: klien mengatakan tidurnya nyenyak
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan

22

6. Penggunaan Obat
a. Bantuan minimal
b. Bantual total
Jelaskan: minum obat sendiri sesuai jadwal
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
7. Pemeliharaan Kesehatan
a. Perawatan Lanjutan
b. Bantusn sistem pendukung
Jelaskan: klien memerlukan perawatan lanjutan karena tidak bisa
mengontrol halusinasi, ketika halusinasi muncul klien marah dan

VIII.

mecahin gelas dan hp.


Masalah keperawatan:
8. Keperawatan dirumah
a. Mempersiapakan makanan
b. Menjaga kerapian rumah
c. Mencuci pakaian
d. Mengatur keuangan
Jelaskan: susun baju, cuci gelas, dan membantu kakak.
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
9. Kegiatan diluar rumah
a. Belanja
b. Transportasi
c. Kegiatan lain
Jelaskan: belanja beli sarapan, beli sabun dan sampo, dan beli baju.
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
Mekanisme Koping
Koping
Bicara dengan orang lain
Mampu menyelesaikan masalah
Teknik relaksasi
Aktivitas konstruktif
Olahraga
Koping Maladaptif

Minum alkohol
Reaksi lambat/ berlebihan
Bekerja berlebihan
Menghindar
Mencederai diri, dll

Jelaskan: klien tampak memukul terali pintu dengan siku, klien juga
memukul kaca dan akhirnya di fiksasi.
Masalah keperawatan: Resiko perilaku kekerasan
IX.

Masalah psikososial dan lingkungan

23

X.

XI.

Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan:


Tidak masalah dengan kelompok
Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan:
Merusak tempat minum kopi orang, gelasnya dipecahi terus dibuang
Masalah dengan perumahan, uraikan:
Dirumah pecahin gelas dan adik jadi benci sama dia
Masalah ekonomi, uraikan:
Bapak h belum bekerja
Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan:
Klien tidak diantar adik, ke pelayanan kesehatn
Masalah lainnya:
Masalah Keperawatan: RPK
Kurang pengetahuan
Penyakit jiwa
Faktor predisposisi
Koping
Sistem pendukung
Penyakit fisik
Obat-obatan
Lain-lainnya
Masalah keperawatan: tidak ditemukan masalah keperawatan
Aspek medik
Diagnosa Medik: Unspecied psikiatrik
Terapi Medik: Clozapin 0-1-2, fungsinya: digunakan untuk gejala psikosis.
Psikosis adalah kumpulan gejala gangguan jiwa di mana seseorang merasa
terpisah dari kenyataan yang sebenarnya, ditandai dengan timbulnya delusi
dan halusinasi.
Haloperidol 2x1, fungsinya: Meredakan gejala skizofrenia dan masalah
perilaku, atau emosional, serta masalah kejiwaan lainnya
Risperidon 2x1, fungsinya: Menangani skizofrenia dan gangguan psikosis

XII.

lain, Mengurangi perilaku agresif dan disruptif.


Analisa Data

Data

Problem

DS : Pasien mengatakan marah, Resiko


pecahin gelas di karenakan Kekerasan
DO :

halusinasinya
Pasien terlihat tegang,
gelisah, pandangan tajam, ,
afek labil, emosi cepat
berubah, klien memukul
terali

dengan

sikunya,

Perilaku

24

memukul

kaca

dan

di

fiksasi, Obat haloperidol


dan risperidon
DS :

Pasien mengatakan jika Halusinasi


ada suara- suara dalam

bahasa cina
DO : Klien tampak tegang,
kontak

mata

kurang,

gelisah, obat clozapin

XIII.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Reriko perilaku kekerasan.
2. Halusinasi
3. Mekanisme Koping tidak efektfif

XIV. POHON MASALAH


Resiko mencederai diri sendiri, orang lain
Dan lingkungan

Resiko perilaku kekerasan

Halusinasi

Mekanisme Koping Tidak Efektif


XV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Reriko perilaku kekerasan.
2. Halusinasi
XVI.

RENCANA KEPERWATAN

Keterangan

Intervensi

Tujuan

Kriteria hasil

TUM
Pasien

Setelah 3x8 jam


dapat

mensosialisasikan
acara,
mengendalikan

pasien

dapat

1. Bina
hubungan

menentukan tanda-

saling

tanda

percaya

percaya

25

perilaku kekerasan.
TUK

kepada perawat.
a. Wajah

1) Pasien dapat
membina
hubungan
saling
percaya.

cerah,
tersenyum.
b. Ada kontak
mata.
c. Bersedia
menceritak
an
penyebab
marahnya.

dengan
menggunaka
n

prinsip

komunikasi
terapeutik.
2. Beri

salam

selam
interaksi.
3. Perkenalkan
nama, nama
panggilan
dan

tujuan

perawat
berinteraksi.
4. Tanya nama
panggilan
yang disukai
pasien.
5. Jelaskan
tentang
kontrak yang
akan dibuat.
6. Beri
aman
2) Pasien dapat

1. Pasien

rasa
dan

sikap empati.
1. Beri

mengidentifi

dapat

kesempatan

kasi

mengungka

untuk

penyebab

pakan

mengungkap

perilaku

perasaanny

kan

kekerasan

a.

perasaannya

2. Pasien

2. Bantu pasien

dapat

untuk

mengungka

mengungkap

26

pkan

kan

penyebab

penyebab

perasaan

jengkel/kesal

jengkel

(dari

diri

sendiri,
lingkungan
dan
3) Pasien dapat

orang

lain )
1. Pasien

1. Anjurkan

mengidentifi

dapat

pasien untuk

kasi

mengungk

mengungkap

apakan

kan perasaan

marah/

perasaan

saat marah /

jengkel

saat marah

jengkel

tanda-

tanda

saat

/ jengkel.

2. Observasi

2. Pasien

tanda

dapat

perilaku

menyimpu

kekerasan

lkan tanda-

pada pasien

tanda

3. Simpulkan

marah

jengkel
yang

pasien tandadi

alami
4) Pasien dapat

bersama

1. Pasien

tanda jengkel
/ marah yang
dialami.
1. Anjurkan

mengidentifi

dapat

pasien untuk

kasi perilaku

mengungk

mengungkap

kekerasan

apkan

kan perilaku

yang

perilaku

kekerasan

kekerasan

yang

yang bisa

dilakukan.

dilakukan

bisa

dilakukan

bisa

2. Bantu pasien

27

2. Pasien

untuk

dapat

bermain

bermain

peran dengan

peran

perilaku

dengan

kekerasan

perilaku

yang

kekerasan

dilakukan.

yang bisa
dilakukan
3. Pasien

bisa

3. Bicara
dengan
pasien

dapat

apakah

mengetahu

dengan cara

i cara yang

pasien

bisa

masalahnya

dilakukan

akan selesai.

untuk
menyesuai
kan
5) Pasien dapat

atau

tidak.
1. Pasien

1. Anjurkan

mengidentifi

dapat

pasien untuk

kasi

menjelaska

mengungkap

perilaku

kan

kekerasan.

cara yang

menjelaskan

digunakan

akibat

pasien

perilaku

akibat

akibat

kekerasan
yang
dialami.
2. Bantu klien
untuk
menjelaskan
akibat
yang

cara

28

digunakan.
6) Pasien dapat

6.1 klien dapat

6.1

diskusikan

mendemonstr

menyebut

kegiatan

asikan

kan

fisik

contoh

biasa

pencegaha

dilakukan

n perilaku

klien.

fisik

cara
untuk

mencegah
perilaku

kekerasan

kekerasan.

yang

6.2 beri pujian

secara

atas kegiatan

fisik: tarik

fisik

napas

biasa

dalam,

dilakukan

pukul

klien

kasur, dan

6..3

bantal.

yang

Diskusikan
cara
melakukan
tarik

napas

dalam
dengan
klien.
6.4 Beri contoh
klien

cara

menarik
7) Klien

dapat

7.1 Klien

dapat

7.1.

napas dalam.
diskusikan

mendemonstra

menyebutkan

cara

bicara

sikan

cara

cara

bicara

yang

baik

social

untuk

yang

baik

dengan klien

mencegah

dalam

perilaku

mencegah

cara

kekerasan.

perilaku

yang baik :

kekerasan

dengan baik

Meminta

dengan baik

dengan baik

Menolak

dengan baik

7.1. Beri contoh


bicara

Meminta
Menolak

Mengungka

29

pkan

Mengungkap

perasaan

kan perasaan

dengan baik

dengan baik
7.2 Klien dapat

7.2 Minta klien


mengikuti

mendemonstr

contoh cara

asikan

cara

bicara yang

verbal

yang

baik

baik.

Meminta
dengan
baik : Saya
minta

uang

untuk

beli

makanan

Menolak

dengan
baik

Maaf,

saya

tidak

dapat

melakukann
ya

karena

ada kegiatan
lain.

Mengungka
pkan
perasaan
dengan
baik : Saya
kesal karena
permintaan
saya

tidak

dikabulkan
disertai nada
suara

yang

rendah.
7.3. Minta klien
mengulang

30
sendiri
7.4 Beri pujian
atas
keberhasilan
8) Klien

dapat

8.1 Klien

dapat

8.1

klien.
Diskusikan

mendemonstra

menyebutkan

dengan klien

sikan

kegiatan

kegiatan

cara

spiritual untuk

yang

mencegah

dilakukan

perilaku
kekerasan.

biasa

8.2 Klien dapat


mendemonstr
asikan

cara

ibadah yang
pernah
dilakukan
8.2 Bantu klien
menilai

ibadah yang

kegiatan

dipilih

ibadah yang

8.3

Klien

dapat

mempunyai

dilakukan di

jadwal untuk

ruang rawat

melatih

8.2Bantu

klien

kegiatan

memilih

ibadah.

kegiatan
ibadah yang
akan
dilakukan.
8.3 Minta klien
mendemonst
rasikan
kegiatan
ibadah yang
dipilih.
8.4 Beri pujian
atas
keberhasilan
klien

8.3.1

Diskusikan
dengan klien
tentang

31
waktu
pelaksanaan
kegiatan
ibadah.
9) Klien

dapat

9.1Klien

dapat

9.1

Diskusikan

mendemonstra

menyebutkan

dengan klien

sikan

jenis,

dosis,

tentang jenis

kepatuhan

dan

waktu

obat

minum

obat

minum

obat

yang

diminumnya

untuk

serta manfaat

(nama,

mencegah

dari obat itu

warna,

perilaku

(prinsip

besarnya);

kekerasan.

benar: benar

waktu

orang,

minum obat

5
obat,

dosis, waktu

(jika

dan

pukul 07.00,

cara

pemberian)
9.2Klien

3x

13.00,
19.00); cara

mendemonstr
asikan

minum obat.
9.1Diskusikan

kepatuhan

dengan klien

minum

obat

tentang

sesuai jadwal

manfaat

yang

minum obat

ditetapkan.

secara
teratur :
Beda
perasaan
sebelum
minum obat
dan sesudah
minum obat

Jelaskan

bahwa dosis
hanya boleh
diubah oleh

32
dokter

Jelaskan
mengenai
akibat
minum obat
yang

tidak

teratur,
misalnya,
penyakit
kambuh
9.2

Diskusikan
tentang
proses
minum
obat

Klien
meminat
obat kepada
perawat
(

jika

di

rumah
sakit),
kepada
keluarga
(jika

di

rumah)

Klien
memeriksa
obat

susuai

dosis

Klien
meminum
obat

pada

waktu yang
10)

Klien dapat
mengikuti

10.1

Klien

mengikuti

10.1

tepat.
Anjurkan
klien untuk

33
TAK

TAK

mengikuti

stimulasi

stimulasi

TAK

persepsi

persepsi

stimulasi

pencegahan

pencegahan

persepsi

perilaku

perilaku

pencegahan

kekerasan.

kekerasan

perilaku

10.2

Klien

mempunyai

kekerasan
10.2

Klien

jadwal TAK :

mengikuti

stimulasi

TAK

persepsi

stimulasi

pencegahan

persepsi

perilaku

pencegahan

kekerasan.

perilaku

kekerasan
(kegiatan
tersendiri)
10.3 Diskusikan
dengan klien
tentang
kegiatan
selama TAK
10.4

Fasilitasi
klien untuk
mempraktik
an

hasil

kegiatan
TAK da beri
pujian

atas

keberhasilan
nya.
10.5 Diskusikan
dengan klien
tentang
jadwal TAK
10.6Masukkan
jadwak TAK

34
ke

dalam

jadwal
kegiatan
harian (self11) Klien

evaluation).
11.1 Identifikasi

11.Keluarga

mendapatkan

dapat

kemampuan

dukungan

mendemonstr

keluarga

keluarga

asikan

dalam

dalam

merawat

merawat

melakukan

klien.

klien sesuai

cara

cara

dengan yang

pencegahan

telah

perilaku

dilakukan

kekerasan.

keluarga
terhadap
klien selama
ini
11.2

Jelaskan
keuntungan
peran

serta

keluarga
dalam
merawat
klien
11.3

Jelaskan
cara-

cara

merawat
klien :
Terkait
dengan cara
mengontrol
perilaku
marah
secara
konstruktif

Sikap

35
dan

cara

bicara

Membantu
klien
mengenal
penyebab
marah

dan

pelaksanaan
cara
pencegahan
perilaku
kekerasan
11.4

Bantu
keluarga
mendemonst
rasikan cara
merawat
klien.

XVII.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO. TANGGAL/PUKUL
IMPLEMENTASI
1
Senin
Data :
22 Agustus 2016
Ds :
Klien mengatakan dibawa ke rumah

EV

S:
- Klien men

setelah ber

sakit oleh kakaknya karena suka

maraah-marah di rumah
Klien mengatakan menghancurkan

barabg-barang (seperti: Hp, kursi, dll)


Klien mengatakan marah karena tidak

perawat
Klien men

setelah dia
-

mengontro
Klien men

17

suka dengan orang-orang dikeluarganya.


Do :
Klien tampak mengamuk sesekali
Klien sering manjat-manjat dikamar
Klien tampak mencoba mencoba

membuka pintu kamar secara paksa


Klien tampak suka mengusik
barang-barang perawat seperti

09.00 WIB
09.15 WIB
09.30 WIB
10.00 WIB

mengontro

cara tarik n

telah diaja
O:
- Klien mam

kembali pe
-

komputer jika dikeluarkan dari

cara meng

kamar
Diagnosa : Resiko Prilaku Kekerasan

12.00 WIB
12.30 WIB

akibatnya
Cara mengontrol secara fisik 1 (tarik

nafas dalam 5x)


5. Memberikan diit
6. Memberikan obat
2

Selasa
23 Agustus 2016

RTL : SP 1 RPK tercapai, lanjut SP2 RPK


Data:
DS:
Klien mengatakan sudah mengontrol

emosinya dengan cara tarik nafas dalam


Klien mengatakan emosi masih datang

dengan ca
Klien men

mengontro

Tindakan keperawatan :
1. Mengarahkan ADL pasien secara
mandiri
2. Melakukan TTV pasien secara mandiri
3. Memberikan diit pasien
4. Melakukan SP 1 RPK, yaitu :
Membina hubungan saling percaya
Identifiksi penyebab perasaan marah
Tanda dan gejala yang dirasakan
Prilaku kekrasan yang dilakukan dan

dirasakan
Klien mam

cara tarik n
-

emosi data
Klien mau

mengontro

yang kedu

bantal untu
A:
- SP 1 terca
P:
-

Latih SP 1

dikamar ji

S:
Klien meng

setelah berc

sekali-sekali

perawat
Klien meng

setelah diaj

DO:

mengontrol

cara memuk
Klien meng

Klien mampu mengulangi cara

mengontrol emosi dengan tarik nafas

mengontrol

dalam
Klien masih suka manjat-manjat

cara pukul

18

dikamar
Klien masih tampak membuka pintu

kamar secara paksa


Klien masih tampak mengamuk sesekali

O:

mengontrol

09.00 WIB
09.15 WIB
09.30 WIB
10.00 WIB
12.00 WIB
12.30 WIB

DX:

Klien tamp

caraa tarik
Klien mam

mengontrol

Resiko Prilaku Kekerasan (RPK)

diajarkan p
Tindakan:

kasur dan b

1. Mengarahkan ADL pasien secara


mandiri
2. Melakukan TTV dan timbang BB
3. Memberikan diit pasien
4. Melakukan SP 2 RPK dengan cara

belum mam

cara mengo

memukul bantal dan kasur


5. Memberikan diit pasien
6. Memberikan obat pasien

pukul kasur
Klien meny

kembali car

dengan cara
kasur esok

RTL:
A:
SP 2 RPK belum tercapai, ulangi SP 2

SP 2 tidak terca
P:

Latih SP 2 RPK

bantal setiap ba
3

Rabu
24 Agustus 2016

Data:
DS:
Klien mengatakan sudah mengontrol

S:

setelah

emosinya dengan cara tarik nafas

dalam
Klien mengatakan marah saat rokok

dengan
Klien m
setelah

tidak dikasih

mengon
dengan

DS:

Pasien m

Pandangan mata klien tajam


Klien masih terlihat emosi
Kadang-kadang sering mengamuk

dan kas
Klien m

mengon

cara yan

19

dikamar
DX : Resiko Perilaku Kekerasan (RPK)

DO :

Tindakan :
Mengarahkan ADL pasien secara

mandiri
Melakukan TTV pasien dan

menimbang BB pasien
Meriview kembali SP 1 RPK ( Tarik

nafas dalam )
Melakukan SP 2 RPK ( Pukul

bantal dan kasur )


Memberikan obat

RTL : SP 2 RPK tercapai ( pukul bantal


dan kasur ) lanjutkan SP 3 RPK (meminta
dan menolak dengan baik )

Klien m

cara me

dengan
Klien m

emosi d

bantal d
Klien m

selanjut

A : SP 2 RPK t

bantal dan kasu

P : SP 1 dan SP

dipertahankan d
mandiri

Jumat
26 Agustus 2016

Data
DS:
Klien mengatakan sudah mengontrol

S:

setelah

emosinya dengan cara tarik nafas

dalam dan pukul-pukul bantal


Klien mengatakan hari ini pusing

Emosi klien relatif stabil


Klien tampak tenang dan kooperatif
Klien mampu mengulangi cara
mengontrol emosinya dengan tarik
nafas dalam dan pukul-pukul bantal
dan kasur

DX : Resiko Perilaku Kekerasan (RPK)

dengan
Klien m
setelah

DS:

Klien m

mengon
Klien m

memint
dengan
O:

Klien ta

nafas da
Klien b

memper

20

Tindakan :

Mengarahakan ADL pasien secara

mandiri
Melakukan timbang BB dan TTV
Melakukan SP 3 RPK ( Belajar

meminta dan menolak dengan baik)


Memberikan diit pasien
Memberikan obat pasien

mengon

cara me

dengan
Disaaat

yang ba

sedikit e

tinggi
Klien m
belajar

RTL : SP 3 RPK (Meminta dan menolak

mengon

dengan baik ) belum tercapai

A : SP 3 RPK b

(Belajar memin
dengan baik )

P : Latih SP 2 R

menolak denga

atau sesama tem

Sabtu
27 Agustus 2016

Data
DS:
Klien mengatakan sudah bisa

S:

mengontrol emosi dengan cara tarik

Klien m

telah di
Klien m

nafas dalam
Klien mengatakan mau keluar kamar

DO :

telah di

mengon
O:

Klien tampak tenang, obsesi keluar

kamar, kooperatif emosi relatif stabil

memper

dalam d

DX : Resiko Perilaku Kekesaran (RPK)

Tindakan:

Mengarahkan ADL pasien

Klien ta

serta ka
Klien b

dan men
Tampak

nada tin

21

Menimbang BB dan TTV


Memberikan diit pasien
Meriview SP 1 dan SP 2 RPK
Melakukan SP 3 RPK (Belajar

A: Sp 3 RPK b

meminta dan menolak dengan baik)


Memberikan diit
Memberikan obat pasien

P: Latih SP 3 R

(Belajar memin
dengan baik )

meminta dan m

baik ) sesama t