Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang berbunyi: like father like
son. Artinya, orang tua dan anak sama saja. Di Indonesia sendiri ada pepatah
yang berbunyi : buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Kedua pepatah ini
menjelaskan bahwa karakter, sifat dan bentuk tubuh yang dimiliki seorang
anak tidak akan jauh berbeda dengan orang tuanya. Hal ini disebabkan karena
orang tua mewariskan sifatnya kepada anaknya. Dulunya masalah pewarisan
sifat masih menjadi teka-teki rahasia yang memiliki tanda tanya besar. Hingga
akhirnya Gregor Mendel yang kita kenal sebagai Bapak Genetika, seorang
rahib berkebangsaan Austria melakukan percobaan yang kelak mendasari
disiplin ilmu yang sekarang kita kenal sebagai genetika. Namun demikian,
teka-teki mengenai pewarisan sifat ini masih belum seluruhnya diketahui
hingga saat ini. Hal paling penting dengan ditemukannya ilmu genetika yaitu
bahwa kita dapat mengetahui bahwa sifat atau karakter induk tidak dapat
begitu saja diturunkan kepada keturunannya, melainkan melalui suatu faktor
yang kemudian kita kenal sebagi gen. Banyak faktor yang mempengaruhi
keanekaragaman makhluk hidup, diantaranya faktor genetik atau keturunan
dan faktor lingkungan. Faktor genetik dapat diwarisi dari ayah atau ibu, sifatsifat tersebut ada yang dapat diamati secara langsung disebut sifat fenotif
dengan susunan gen yang tidak dapat diamati disebut genotif. Faktor-faktor
lingkungan mempengaruhi organisme untuk mengembangkan karakteristik
baru untuk memastikan kelangsungan hidup, sehingga berubah menjadi
spesies baru.
Praktikum kali ini, kita akan mencoba meneliti sifat-sifat baka yang
ada pada manusia dan membandingkannya antara sifat baka yang dimiliki
antara orang yang satu dengan yang lainnya.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini adalah membuktikan perbandingan
genotip dan fenotip dari Hukum Mendel dan dasar genotip beberapa sifat baka
pada manusia.
C. Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengamati
langsung sifat-sifat fenotip pada diri mereka sendiri dan diri teman-teman
mereka.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mahluk hidup memiliki variasi. Variasi/Keanekaragaman pada manusia
merupakan suatu rentang dari karakter-karakter yang dapat diukur baik secara
fisik maupun mental. Variasi karakter secara fisik dapat dilihat melalui fenotipe.
Beberapa karakter yang diamati pada praktikum kali ini adalah rambut lurus atau
tidak, ujung daun telinga bebas atau tidak, lidah dapat dilipat/tidak, berlesung
pipit/tidak. (Made. 2015)
Di abad ke-20, ahli genetika meluaskan prinsip-prinsip mendelian tidak hanya
untuk beraneka ragam organisme melainkan juga untuk pola-pola pewarisan sifat
yang lebih kompleks daripada yang dijelaskan oleh Mendel. Untuk penelitian
yang membimbingnya pada dua hukum pewarisan sifat, mendel, memilih
karakter-karakter tanaman ercis yang ternyata memiliki dasar genetik yang relatif
sederhana. Setiap karakter ditentukan oleh satu gen, yang masing-masing hanya
tersiri atas dua alel, yang satu sepenuhnya dominan sedangkan yang satu lagi
sepenuhnya resesif. Akan tetapi, kondisi-kondisi ini tidak dipenuhi oleh semua
karakter yang terwariskan, dan hubungan antara fenotipe dan genotipe jarang
sedemikian sederhana. Mendel sendiri menyadari bahwa ia tidak dapat
menjelaskan pola-pola yang lebih kompleks daripada yang dia amati dalam
persilangan yang melibatkan karakter-karakter lain ercis atau spesies tanaman
lain. Akan tetapi, ini tidak mengurangi kegunaan genetika mendelian, karena
prinsip-prinsip dasar segregasi dan pemilahan bebas juga diterapkan untuk polapola pewarisan sifat yang lebih rumit. Mengingat semua hal yang dapat terjadi
dalam jalur dari genotipe sampai fenotipe , memang mengesankan bahwa mendel
dapat menyingkapkan prinsip-prinsip fundamental yang mengatur transmisi gengen individual dari kedua induk ke keturunan. Kedua hukum mendel. Segregasi
dan pemilahan bebas, menjelaskan variasi- variasi terwariskan dari sisi bentuk
alternatif gen-gen (partikel-partikel herediter, sekarang dikenal sebagai alel-alel
gen), yang diwariskan dari generasi ke generasi, berdasarkan aturan-aturan
probabilitas sederhana. Teori pewarisan sifat ini sama validnya untuk ercis, lalat,

ikan, burung, dan manusia-bahkan untuk organisme apapun yang memiliki siklus
hidup seksual. Terlebih lagi dengan meluaskan prinsip-prinsip segregasi dan
pemililahan bebas untuk membantu menjelaskan pola-pola pewarisan sifat seperti
epistatis dan karakter-karakter kuantitatif (astuti. 2015).
Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas)
serta segala seluk-beluknya secara ilmiah. Orang yang dianggap sebagai "Bapak
Genetika" adalah Johan Gregor Mendel. Dalam genetika kita mengenal istilah gen
dan kromosom yang merupakan wujud fisik dari karakter-karakter yang ditransfer
dari generasi ke generasi. Kromosom adalah suatu unit struktural seperti benang
yang membawa gen dan terdapat dalam inti sel. Sepasang kromosom adalah
"homolog" sesamanya, artinya mengandung lokus gen-gen yang bersesuaian yang
disebut alel. Gen adalah satuan informasi genetik pembawa sifat yang berupa
urutan nukleotida pada DNA. Lokus adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen
dalam kromosom. Alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel
pada lokus yang sama. (siti salmah. 2011)
Kebakaan atau genetika yakni ilmu mengenai keturunan ,semua makhluk
hidup. Sebenarnya merupakan hasil pengaruh daridalam dan luar.kebakaan atau
genetika adalah cabang ilmu biologi tentang sifat-sifat yang menurun dan
variasinya. Genetika merupakan ilmu pengetahuan dasar bagi ilmu terapan,
misalnya pemuliaan tanaman dan hewan, masalah penyakit dan kelainan pada
tubuh manusia. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam bidang genetika ini
seperti : gen, genotif, resesif, dominan, alela, homozigot, heterozigot hendaknya
sudah diketahui dan dipahami. Ciri-ciri genetis yang dibawa oleh kromosom akan
diberikan kepada sel-sel anaknya. Pada pembelahan mitosis , sel induk yang
memiliki 24 kromosom homolog (diploid) akan menghasilkan dua sel anakn yang
masing-masing juga diploid ( 2n) , sedangkan pada pembelahan meiosis sel induk
yang memiliki 4 sel anakan yang masing- masing hanya mengandung 1 sel
kromosom (haploid). (retta. 2010)
Dalam pewarisan sifat atau persilangan terdapat prinsip yang harus kita ingat,
yaitu :
1. Gen yang berperan dalam pengaturan dan penentuan diberi symbol huruf

2. Gen yang bersifat dominan dinyatakan dengan huruf capital


Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen
yang menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan huruf t. Jadi, dapat
diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya
batang pendek resesif terhadap batang tinggi. Pada manusia dan hewan vertebrata,
penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid (n) akan
membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi induvidu yang bersifat
diploid (2n), sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan
dua huruf (tim penyusun. 2016).

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal : Senin, 09 Januari 2017
Waktu

: Pukul 14:10 15: 50 Wita

Tempat

: Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan


1. Daftar fenotif
C. Prosedur Kerja
1. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada daftar fenotif pada
diri sendiri. Mencatat hasilnya dalam bentuk tabel.
2. Memberi tanda (-) untuk gen kedua bila mempunyai fenotif yang dominan.
3. Mencatat data dari teman-teman kelompok dan menghitung Frekuensinya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Tabel Pengamatan Sifat Baka Manusia
A. Data Pribadi
N
o

Ciri / Sifat Baka (fenotif)

Kemungkinan genotif

Ada lesung dagu (D) tak ada (d)

dd

Anak daun telinga menggantung (E) menempel ee


(e)

Ibu jari tengah kiri di atas (F) di bawah (f)

Ruas jari kelingking terujung menyerong ke BB


dalam (B) tidak menyerong (b)

Rambut dahi menjorok (W) tidak menjorok (w) WW

Rambut pada jari (M) tidak ada rambut (m)

MM

Lesung pipi (P) tidak ada (p)

PP

Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak ll


dapat digulung memanjang (l)

Gigi seri atas bercelah (G) gigi seri atas tidak gg


bercelah (g)

FF

B. Data kelompok
A

dd

E
E

ee

F
F

ff

B
B

bb

WW

ww

MM

m
m

PP

pp

L
L

L
GG
l

gg

Muh. Lutfi
Firdaus

Pandji
Pramulyo H.

A.
Nurul
Azizah

Jamila

Jumlah

2 2

3 1

Nama

DD

C. Data Kelas
A

d
d

E
E

e
e

F
F

ff

B
B

b
b

W
W

w
w

M
M

m
m

P
P

p
p

L
L

ll

Kelompok 1 -

3 4

2 1

Kelompok 2 -

4 2

5 -

Kelompok 3 -

2 1

2 1

Kelompok 4 -

3 3

3 -

Kelompok 5 -

2 1

Kelompok 6 1

1 -

2 -

Jumlah

2
5

1
7

1
1

1 11 1
5
4

19 24

1
8

1
2

1 3
4

2
3

Nama

DD

Analisis Data

G
G

gg

1. Data Kelompok
Frekuensi Gen Resesif

Frekuensi Gen Dominan =

Jumlah Gen Resesif


Jumlah Praktikan
Jumlah Gen Dominan
Jumlah Praktikan

x 100%

x 100%

Jumlah Praktikan = 5 orang.


A. Resesif =

4
5

x 100% = 80%

Dominan =

0
5

x 100% = 0%

B. Resesif =

2
5

x 100% = 40%

Dominan =

2
5

x 100% = 40%

C. Resesif =

2
5

x 100% = 40%

Dominan =

2
5

x 100% = 40%

D. Resesif =

1
5

x 100% = 20%

Dominan =

3
5

x 100% = 60%

E. Resesif =

3
5

x 100% = 60%

Dominan =

1
5

x 100% = 20%

F. Resesif =

0
5

x 100% = 0%

Dominan =

4
5

x 100% = 80%

G. Resesif =

2
5

x 100% = 40%

Dominan =

2
5

x 100% = 40 %

H. Resesif =

3
5

x 100% = 60%

Dominan =

1
5

x 100% = 20%

I. Resesif =

3
5

x 100% = 60%

Dominan =

1
5

x 100% = 20%

2. Data Kelas
Frekuensi Gen Resesif

Frekuensi Gen Dominan =


Jumlah Praktikan = 26 orang.
1. Lesung dagu

Jumlah Gen Resesif


Jumlah Praktikan
Jumlah Gen Dominan
Jumlah Praktikan

x 100%

x 100%

Presentasi gen resesif :

jumlah data resesif


100 =
jumlah praktikan

96 %
Presentasi gen dominan :
100% = 4 %
2. Daun telinga

65%
Presentasi gen dominan :
100% = 35 %
3. Ibu jari tangan

58 %
Presentasi gen dominan :
100% = 42 %
4. Ruas jari kelingking

jumlah data dominan


jumlah praktikan

54%
Presentasi gen dominan :
100% = 42 %
5. Rambut dahi

jumlah data dominan


jumlah praktikan

73 %
Presentasi gen dominan :

jumlah data dominan


jumlah praktikan

jumlah data resesif


100
jumlah praktikan

%
Presentasi gen dominan :

jumlah data dominan


jumlah praktikan

15
26

14
26

19
26

2
26

9
26

11
26

100% =
11
26

100% =

100% :

100% =

100% :

1
26

100% =

100% :

jumlah data resesif


100
jumlah praktikan

Presentasi gen resesif :

17
26

100% :

jumlah data reses if


100
jumlah praktikan

Presentasi gen resesif :

100% =92 %
7. Lesung pipi

jumlah data resesif


100
jumlah praktikan

Presentasi gen resesif :

Presentasi gen resesif :

jumlah data dominan


jumlah praktikan

100% =

100% :

jumlah data resesif


100
jumlah praktikan

Presentasi gen resesif :

100% = 27 %
6. Rambut pada jari

jumlah data dominan


jumlah praktikan

25
26

7
26

100% = 8

100% :

24
26

Presentasi gen resesif :


69%
Presentasi gen dominan :
100% = 31 %
8. Lidah
Presentasi gen resesif :
54 %
Presentasi gen dominan :
100% = 46%
9. Gigi
Presentasi gen resesif :
88 %
Presentasi gen dominan :
100% = 12 %

jumlah data resesif


100
jumlah p raktikan
jumlah data dominan
jumlah praktikan
jumlah data resesif
100
jumlah praktika n
jumlah data dominan
jumlah praktikan
jumlah data resesif
100
jumlah praktikan
jumlah data dominan
jumlah praktikan

18
26

100% =

100% :

14
26

23
26

100% =

100% :

8
26

12
26

100% =

100% :

3
26

B. Pembahasan
1. Data kelompok
Hasil pengamatan untuk data kelompok yang terdiri dari 5 orang
menunjukkan bahwa tidak seorang pun dari anggota kelompok III yang
memiliki lesung dagu (D) atau dengan kata lain 0%, semua anggota adalah
resesif (dd). 40% dari anggota kelompok memiliki ujung daun telinga yang
menggantung (E) dan 40% anggota memiliki ujung daun telinga yang
menempel (ee). Saat menjalinkan jari-jari kedua tangan, 40% anggota yang
ibu jari tangan kirinya berada di atas (F) dan 40% yang berada di bawah (ff).
40% anggota memiliki jari kelingking yang menyerong ke dalam (B) dan 40%
tidak menyerong. 60% anggota yang memiliki rambut dahi menjorok (W) dan
20% tidak menjorok (ww). Rambut pada jari (M) dimiliki oleh 20% atau 60%
yang tidak memiliki rambut pada jari (mm). Lesung pipi (P) dimiliki 80%
anggota dan 0% lainnya tidak memiliki lesung pipi (pp). 40% anggota dapat
menggulung lidahnya (L) dan 40% anggota yang tidak dapat menggulung
lidahnya (ll). Untuk gigi seri atas bercelah (G) 20% dari anggota kelompok,
dengan kata lain 60% anggota tidak memiliki celah pada gigi seri atasnya (gg).
2. Data Kelas
a. Lesung dagu
Frekuensi sifat dominan (D) lesung dagu adalah 4%, ini artinya dari 26
orang yang diamati, ada 2 orang yang memiliki lesung dagu. Sebaliknya untuk
resesif (dd) adalah sebesar 96%, ini artinya hampir seluruh mahasiswa yang
diamati merupakan pembawa sifat resesif untuk lesung dagu.
b. Ujung telinga menggantung
Hasil pengamatan menunjukkan sifat dominan (E) ujung telinga
menggantung memiliki Frekuensi sebesar 35%. Sedangkan sifat resesifnya
sebesar 65%. Ini menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak jumlahnya
pada kelas ini.

c. Letak ibu jari kiri


Frekuensi sifat dominan (F) ibu jari kiri di atas saat menjalinkan kedua
tangan sebesar 42%, sedangkan sifat resesif (ff) sebesar 58%. Ini menandakan
sifat resesif lebih banyak dari pembawa sifat dominan di kelas ini.
d. Ruas jari kelingking meyerong ke dalam
Frekuensi sifat dominan (B) ruas jari kelingking menyerong ke dalam
sebesar 42%, sedangkan sifat resesifnya (bb) sebesar 54 %. Ini menandakan sifat
resesif lebih banyak pada populasi daripada sifat dominan.
e. Rambut dahi menjorok
Frekuensi sifat dominan (W) rambut dahi menjorok sebesar 27%,
sedangkan sifat resesifnya (ww) sebesar 73%. Ini menandakan sifat resesif lebih
banyak pada populasi daripada sifat dominan.
f. Rambut pada jari
Frekuensi sifat dominan (M) rambut pada jari sebesar 92%, sedangkan
sifat resesifnya (mm) sebesar 8%. Ini menandakan sifat dominan lebih banyak
daripada sifat resesif untuk sifat baka ini.
g. Lesung pipi
Frekuensi sifat dominan (P) lesung pipi sebesar 31%, sifat resesifnya (pp)
sebesar 69%. Ini berarti sifat resesiflah yang lebih banyak pada kelas ini.
h. Lidah digulung memanjang
Frekuensi sifat dominan (L) lidah digulung memanjang sebesar 46%,
sedangkan sifat resesifnya (ll) sebesar 54%. Ini menandakan sifat dominan.lebih
sedikit pada populasi daripada sifat resesif.
i. Gigi seri atas bercelah
Frekuensi sifat dominan (G) gigi seri atas bercelah sebesar 12%, sangat
kecil dibandingkan sifat resesifnya (gg) sebesar 88%. Ini berarti sifat resesiflah
yang lebih banyak pada kelas ini.
Dari semua hasil pengamatan dan analisis data, menunjukkan bahwa sifat
resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas ini dibandingkan sifat
dominan.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 9
(sembilan) sifat baka (fenotif) yang diamati, menghasilkan Frekuensi
perbandingan sifat fenotif resesif yang lebih sedikit daripada sifat dominan.
B. Saran.
1. Untuk Praktikan: Setelah percobaan ini, praktikan diharapkan dapat
mengetahui sifat-sifat baka pada manusia.
2. Untuk Laboran: Diharapkan dapat menyediakan alat dan bahan yang akan
dipraktikumkan agar praktikum bisa berjalan secara teratur dan lancar.

DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun. 2016. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: Universitas
Negeri Makassar
Retta Ramdhina. 2010. Kebakaan. Lampung : Universitas Lampung
Siti Salmah,Dkk 2011. Bahan Ajar Biologi Umum. Padang :Universitas Andalas
Made Pharmawati. 2015. Penuntun Praktikum Genetika. Universitas Udayana