Anda di halaman 1dari 2

Kajibanding dapat difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melalui

pertemuan kajibanding kinerja antar puskesmas, atau dapat dilakukan atas insiatif
beberapa puskesmas untuk bersama-sama melakukan kajibanding kinerja.

Instrumen kajibanding yang disusun untuk membandingkan kinerja dengan


puskesmas lain dapat berupa instrumen untuk membandingkan capaian indikatorindikator kinerja atau perbandingan proses pelaksanaan kegiatan (best practices).

Elemen Penilaian:
1. Kepala Puskesmas bersama dengan Penanggung jawab Upaya Puskesmas menyusun
rencana kaji banding.
2. Kepala Puskesmas bersama dengan Penanggung jawab Upaya Puskesmas dan
pelaksana menyusun instrumen kaji banding.
3. Kegiatan kaji banding dilakukan sesuai dengan rencana kaji banding.
4. Hasil kaji banding dianalisis untuk mengidentifikasi peluang perbaikan.
5. Disusun rencana tindak lanjut kaji banding.
6. Dilakukan pelaksanaan tindak lanjut kaji banding dalam bentuk perbaikan baik dalam
pelayanan maupun dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
7. Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kaji banding,tindak lanjut dan manfaatnya.

BAB. IV. Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi Sasaran (UKMBS)


Standar:

4.1. Kebutuhan akan Upaya Kesehatan Masyarakat dianalisis.


Penanggung jawab UKM Puskesmas mengidentifikasi kegiatan-kegiatan upaya
tersebut sesuai dengan kebutuhan harapan masyarakat.
Kriteria
4.1.1. Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab UKM Puskesmas menetapkan jenisjenis kegiatan UKM Puskesmas yang disusun berdasar analisis kebutuhan serta
harapan masyarakat yang dituangkan dalam rencana kegiatan program.
Pokok Pikiran:

Kegiatan-kegiatan dalam setiap UKM Puskesmas disusun oleh Kepala Puskesmas


dan Penanggung jawab UKM Puskesmas tidak hanya mengacu pada pedoman
atau acuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan
Provinsi, maupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, tetapi perlu memperhatikan
kebutuhan dan harapan masyarakat terutama sasaran program.

Kebutuhan dan harapan masyarakat maupun sasaran dari UKM Puskesmas dapat
diidentifikasi melalui survei, kotak saran, maupun temu muka dengan tokoh
masyarakat.

Komunikasi perlu dilakukan untuk menyampaikan informasi tentang UKM


Puskesmas kepada masyarakat, kelompok masyarakat maupun individu yang
menjadi sasaran.

Komunikasi dan koordinasi perlu juga dilakukan kepada lintas program maupun
lintas sektor terkait.