Anda di halaman 1dari 3

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan
Berdasarkan semua uraian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka

penulis mengambil beberapa kesimpulan, yaitu :


1. Patofisiologi terjadinya hepatitis alkoholik diawali dengan peningkatan
permeabilitas usus sehingga endotoksin atau lipopolisakarida yang terdapat
didalam usus halus masuk kedalam sirkulasi yang mengakibatkan
teraktivasinya sell kuppfer sehingga terjadi pelepasan reactive oxygens
species (ROS) dan sitokin-sitokin inflamasi seperti TNF-,IL-8,IL-6. Hal ini
yang menjadi awal perubahan- perubahan patologi didalam hati berupa fatty
livers, hepatitis alkoholik dan sirosis.
2. Pengobatan hepatitis alkoholik lebih berpusat dalam upaya menekankan
produksi sitokin-sitokin inflamasi khususnya TNF- yang menjadi target
dalam pengobatan. Pentoxifylline diberikan sebagai pengobatan alternatif
dengan dosis 400mg 3 kali sekali jika pengobatan kortikosteroid sebagai lini
pertama tidak berhasil. Efektivitas pentoxifylline telah dibuktikan tidak
menghasilkan hasil yang signifikan dalam kelangsungan hidup jangka pendek
tetapi terbukti menurunkan insiden sindrom hepatorenal pada penderita
hepatitis alkoholik.

49

3. Menurut pandangan Islam, pengobatan hepatitis alkoholik menggunakan


pentoxifylline dapat dilakukan jika pengobatan tersebut mendatangkan
maslahat dan tidak mendatangkan mudharat. Tetapi jika terdapat kedua
mafsadah yang bertentangan yaitu timbulnya efek samping pemberian obat
jika diberikan sedangkan terjadi perburukan komplikasi sindrom hepatorenal
pada penyakit hepatitis alkoholik jika tidak di berikan pengobatan, maka dari
itu diambil mafsadah yang paling ringan yaitu timbulnya efek samping dari
pemberian obat. Tindakan ini diambil untuk menghindari kerusakan yang
lebih besar yaitu perburukan komplikasi berupa sindrom hepatorenal dari
penyakit hepatitis alkoholik.
4. 5.2 Saran
1. Bagi Individu
Kepada penderita Hepatitis Alkoholik diharapkan untuk selalu menjaga
kesehatan, bersabar, ikhtiar dan berobat kepada yang ahli yaitu dokter agar
penyakitnya tidak bertambah berat.
2. Bagi Dokter Muslim
Bagi para dokter muslim dan tenaga medis lainnya hendaknya meningkatkan
pengetahuan mengenai ilmu pengetahuan khususnya dalam hal pengobatan
hepatitis alkoholik agar dapat menurunkan angka kematian pada hepatitis
alkoholik.
3. Bagi Peneliti
Kepada para peneliti diharapkan agar terus melakukan penelitian dan
penemuan baru, khususnya terapi untuk penderita hepatitis alkoholik dan
menyebarluaskan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat
4. Bagi Masyarakat

50

Kepada masyarakat yang mempunyai gejala dan faktor resiko hepatitis


alkoholik untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter agar dapat
terdiagnosis secara dini, sehingga dapat diberikan terapi yang sesuai untuk
menurunkan resiko kematian dan meningkatnya komplikasi berat seperti
sindroma hepatorenal akibat penyakit hati kronik
5. Bagi Ulama
Kepada para ulama diharapkan untuk terus meningkatkan dakwahnya agar
dapat menyampaikan bagi umat Islam tentang penyebab hepatitis alkoholik,
cara memelihara kesehatan jasmani maupun rohani, serta kewajiban berobat
kepada ahlinya bagi setiap individu dengan cara yang dihalalkan Allah SWT

51