Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH WAWASAN LINGKUNGAN

GLOBAL WARMING

Disusun oleh :
IKKE CHYNTIA APRILIASARI ( 13430207 )
AKUNTANSI B

EKONOMI / AKUNTANSI
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA
SURABAYA
2014/ 2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

........................................................................ i

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

........................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah

........................................................................ 1

1.3 Tujuan

........................................................................ 1

1.4 Manfaat

........................................................................ 2

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Global Warming

........................................................................ 3

2.2 Penyebab Pemanasan Global

........................................................................ 4

2.3 Dampak Pemanasan Global

........................................................................ 6

2.4 Cara Mengatasi Global Warming ........................................................................ 10


PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan

........................................................................ 15

3.2 Saran

........................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA

........................................................................ 16

BAB I
PENDAHULUAN
1.3 Latar Belakang Masalah
Pada jaman dahulu, manusia sangat tergantung pada alam. Mereka bekerja di
sector pertanian dan tidak ;ect melakukan apa-apa bila alam rusak. Jadi jika alam
rusak, mereka akan menderita. Karena itu, mereka berusaha sebaik mungkin untuk
menjaga dan melestarikan alam. Pada jaman sekarang, orang-orang sudah tidak lagi
bergantung pada alam. Mereka lebih tergantung pada ;ector perindustrian. Karena itu
mereka tidak lagi menjaga dan melestarikan alam, tetapi mereka mulai merusak alam
dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari situ. Perusakan inilah yang
membuat terjadinya global warming atau pemanasan global. Global warming merusak
bumi dan merugikan kita. Jika global warming tidak diatasi maka bumi akan semakin
rusak dan akhirnya hancur. Kita tidak mau hal itu terjadi kan? Maka dari itu saya
ingin menambah wawasan pembaca sekalian mengenai global warming sehingga
masalah ini dapat diatasi secepatnya.

1.2 Rumusan Masalah


Apa global warming itu?
Apa saja penyebab global warming?
Apa dampak yang ditimbulkan dari global warming?
Bagaimana cara mengatasi masalah global warming ini?

1.3 Tujuan
Tujuan saya membuat makalah ini adalah untuk menyadarkan betapa
pentingnya masalah global warming ini. Saya harap para pembaca sekalian dapat
menyadari keseriusan global warming ini dan dapat membantu mengatasi masalah ini.

1
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai Global Warming
2. Sebagai bahan masukan untuk memperluas dan memperdalam pemahaman
tentang permasalahan Global Warming
3. Memberikan penjelasan kepada masyarakat luas mengenai dari Global
Warming
4. Sebagai referensi bagi karya karya lain yang relevan.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Global Waming
Global warming atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama
pemanasan global merupakan proses naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut serta
daratan bumi. Meningkatnya suhu tersebut menyebabkan bumi yang kita diami ini
terasa lebih panas dan saat siang hari kita merasakan pana yang berlebihan. Kenaikan
suhu bumi ini dimungkinkan diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah
kaca akibat dari ulah dan aktivitas manusia itu sendiri. Dengan adanya global
warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan, bukan hanya satu namun
bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu sendiri. Global warming
bukanlah persoalan bagi pemerintah melainkan persoalan bagi seluruh umat penduduk
bumi, bayangkan jika seandainya kutub utara dan selatan mencair apakah kita hanya
akan menggantungkan nasib kita ke pemerintah saja? Global warming menjadi
tanggung jawab kita masing-masing, semua masyarakat harus berperan aktif untuk
mencegah atau melambatnya proses global warming. Menaiknya suhu secara global
(global warming) juga diperkirakan akan menimbulkan perubahan yang lain seperti
halnya menyebabkan cuaca yang ekstrem dan menaikkan tinggi permukaan air laut.
Selain itu perngaruh yang lain juga bisa di lihat dengan punahnya berbagai macam
hewan, berpengaruhnya terhadap hasil pertanian dn hilangnya gletser. Ada banyak
tindakan yang dilakukan oleh manusia tanpa menyadari bawhwa yang dilakukan
tersebut ebenarnya membahayakan bumi, kebanyakan dari manusia hanya
memikirkan keuntungan yang sesaat namun tidak memikirkan kerugian yang dapat
ditimbulkan dalam jangka waktu yang panjang. Global warming itu berbahaya? Ya
tentu saja global warming itu sangatlah berbahaya. Dengan meningkatnya suhu ratarata bumi akan bisa menyebabkan perubahan suhu yang sangat ekstrem masih
ditambah lagi dengan kemungkinan es di kutub utara dan selatan akan mencair. Jika
seandainya es kutub utara dan selatan mencair bisa di tebak negara manakah yang
akan pertama kali tenggelam?
3
Indonesia negara kepulauan seperti ini sangat rentan untuk mudah tenggelam.
Terlebih Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil yang sangat mungkin

untuk tenggelam. Tidak hanya itu perubahan cuaca yang ekstrem kadang juga
menimbulkan berbagai macam penyakit baru yang sebelumnya belum pernah ada di
muka bumi.

2.2 Penyebab Pemanasan Global


1. ) Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari, sebagaian
besar berbentuk radiasi gelombang pendek. Ketika energi ini tiba di permukaan bumi,
ia akan berubah dari cahaya menjadi panas. Permukaan bumi, akan menyerap
sebagian panas dan memantulkan kembali. Sisanya sebagian dari panas ini berwujud
radiasi infra merah, gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap
terperangkap di atmosfir akibat menumpuknya gas-gas rumah kaca, antara lain: uap
air, karbondioksida, sulfurdioksida, dan metana yang menajadi perangkap gelombang
radiasi ini. Jika keadaan ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan suhu rata-rata
tahunan terus meningkat. Dengan semakin meningkatkanya konsentrasi gas-gas ini di
atmosfir, semakian banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Bumi sebenarnya
telah lebih panas 330C (590F) dari suhu semulanya. Jika tidak ada efek rumah kaca
suhu bumi hanya -180C hingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan
tetapi sebaiknya, apabila gas-gas tersebut berlebihan di atmosfir, akan mengakibatkan
pemanasan global.
2. ) Efek Umpan Balik
Umpan balik dihasilkannya pada saat penguapan air. Pada kasus pemanasan
akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca, seperti CO 2. Pemanasan pada walnya akan
menyebabkan lebih banyaknya uap air yang menguap ke atmosfir. Karena uapm air
sendiri merupakan gas rumah kaca. Pemanasan akan terus berlanjut dan menambah
jumlah air di udara sampai tercapainya siuatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
Umpan balik meningkatkan kandungan air di udara namunkelembaban relatif di udara
hampir konstan atau agak menurun, karena udara menjadi menghangat.
4
Umpan bhalik hanya berdampak secara perlahan dari bawah, awan akan memantulkan
kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek

pemanasan. Sebaliknya jika dilihat dari atas awan tersebut akan memantulkan sinar
matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendingin.
3. ) Variasi Matahari
Variasi yang dihasilkan dari matahari dengan kemungkinan diperkuat oleh
umpan balik dari awan. Variasi matahari akan memanaskan stratosfer. Fenomena
variasi matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi, mungkintelah
memberikan efek pemanasan di masa pra industri hingga tahun 1950. Menurut
perkiraan Duke University bahwa matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 4550% peningkatan suhu rata-rata selama periode 1900-2000 dan sebar 25-35% antara
tahun 1980 dan 2000. Menurut beberapa peneliti, bahwa variasi matahari hanya
membawa pengaruh kecil terhadap pemanasan global, yaitu sekitar 0,07%.
4. ) Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil
Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit
listrik bahan bakar fosil membuat semakin meningkatnya pelepasan gas
karbondioksida sisa pembakaran ke atmosfer. Sekitar 40% dari polusi karbondioksida
dunia, berasal dari produksi listrik Amerika Serikat. Kebutuhan ini akan terus
meningkat setiap harinya. Sepertinya, usaha penggunaan energi alternatif selain fosil
harus segera dilaksanakan. Tetapi, masih banyak dari kita yang enggan untuk
melakukan ini.
5. ) Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi
Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan bermotor.
Apalagi, keadaan semakin diperparah oleh adanya fakta bahwa permintaan kendaraan
bermotor setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan populasi manusia yang juga
tumbuh sangat pesat. Sayangnya, semua peningkataan ini tidak diimbangi dengan
usaha untuk mengurangi dampak.
6. ) Gas Metana dari peternakan dan pertanian.
Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang menjadi
penyebab terdinya efek rumah kaca. Gas metana dapat bersal dari bahan organik yang
dipecah oleh bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen, misalnya dipersawahan.

Proses ini juga dapat terjadi pada usus hewan ternak, dan dengan meningkatnya
jumlah populasi ternak, mengakibatkan peningkatan produksi gas metana yang
dilepaskan ke atmosfer bumi.
7. ) Aktivitas penebangan pohon
Seringnya penggunaan kayu dari pohon sebagai bahan baku membuat jumlah
pohon kita makin berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon kita tumbuh
semakin sempit akibat beralih fungsi menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit.
Padahal, fungsi hutan sangat penting sebagai paru-paru dunia dan dapat digunakan
untuk mendaur ulang karbondioksida yang terlepas di atmosfer bumi.
8. ) Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia
untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan
nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas,
sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk kimia yang meresap
masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumber-sumber air minum kita.

2.3 Dampak Pemanasan Global

Dampak terhadap alam


Kenaikan temperatur global, menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan

selatan, sehingga mengakibatkan terjadinya pemuaian massa air laut, dan kenaikan
permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang, serta
terjadinya pemutihan terumbu karang (coral bleaching), dan punahnya berbagai jenis
ikan. Selain itu, naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan pulau-pulau kecil
dan daerah landai di Indonesia akan hilang. Ancaman lain yang dihadapi masyarakat
yaitu memburuknya kualitas air tanah, sebagai akibat dari masuknya atau
merembesnya air laut, serta infrastruktur perkotaan yang mengalami kerusakan,
sebagai akibat tergenang oleh air laut. Pergeseran musim sebagai akibat dari adanya
perubahan pola curah hujan. Perubahan iklim mengakibatkan intensitas hujan yang
tinggi pada periode yang singkat serta musim kemarau yang panjang. Di beberapa
tempat terjadi peningkatan curah hujan sehingga meningkatkan peluang terjadinya
banjir dan tanah longsor, sementara di tempat lain terjadi penurunan curah hujan yang
berpotensi menimbulkan kekeringan.
6

Sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang
dan surut yang makin tajam. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kekerapan
terjadinya banjir atau kekeringan. Kondisi ini akan semakin parah apabila daya
tampung badan sungai atau waduk tidak terpelihara akibat erosi. Kedua peristiwa
tersebut akan menimbulkan dampak pada alam, diantaranya :
Iklim Mulai Tidak Stabil
Selama pemanasan global, daerah bagian utama dari belahan bumi utara akan
memanas lebih dari daerah-daerah lain. Akibatnya gunung-gunung es akan mencair
Musim tnam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan
malam hari akan cendrung meningkat. Daerah hangat akan menjadi lembab karena
lebih banayak air yang menguap dari lautan. Kelembapan yang tinggi akan
meningkatkan cuaca hujan. Badai akan menjadi lebih sering, air akan lebih cepat
menguap dari tanah yang akan dapat mengakibatkan beberapa daerah menjadi kering.
Selain itu juga, angin akan bertiup kencang dan cuaca menjadi tidak terprediksi dan
lebih ekstrim.
Peningkatan Permukan Laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan laut juga akan menghangat,
sehingga volumenya akan membesar dan menaikan permukaan laut. Tinggi
permukaan laut diseluruh dunia telah meningkat 10-25cm (9-10 inchi) selama abad ke
20 dan ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9-88cm (4-35inchi) pada
abad ke 21. Perubahan tinggi laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai dan dapat menenggewlamkan beberapa negara.
Suhu Global Cendrung Meningkat
Bagian selatan kanada, sebagai contoh mungkin akan mendapat keuntungan
dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Dilain pihak, lahan
pertanian ropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.
Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh
dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi
sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak musim bulan-bulan masa
tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit
yang lebih hebat.

Gangguan Ekologi
Hewan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghidari dari efek
pemanasan ini, karena sebagaian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam
pemanasan global, henwan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas
pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru
karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia
akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau ke
selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati.
Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub
mungkin juga akan musnah.

Kehutanan
Terjadinya pergantian beberapa spesies flora dan fauna. Kenaikan suhu akan
menjadi faktor penyeleksi alam, dimana spesies yang mampu beradaptasi akan
bertahan dan, bahkan kemungkinan akan berkembang biak dengan pesat. Sedangkan
spesies yang tidak mampu beradaptasi, akan mengalami kepunahan. Adanya
kebakaran hutan yang terjadi merupakan akibat dari peningkatan suhu di sekitar
hutan, sehingga menyebabkan rumput-rumput dan ranting yang mengering mudah
terbakar.

Selain

itu,

kebakaran

hutan

menyebabkan

punahnya

berbagai

keanekaragaman hayati.
Perikanan
Peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu
karang, dan selanjutnya matinya terumbu karang, sebagai habitat bagi berbagai jenis
ikan. Suhu air laut yang meningkat juga memicu terjadinya migrasi ikan yang sensitif
terhadap perubahan suhu secara besar-besaran menuju ke daerah yang lebih dingin.
Peristiwa matinya terumbu karang dan migrasi ikan, secara ekonomis, merugikan
nelayan karena menurunkan hasil tangkapan mereka.

Pertanian
Pada umumnya, semua bentuk sistem pertanian sensitif terhadap perubahan
iklim. Perubahan iklim berakibat pada pergeseran musim dan perubahan pola curah
hujan. Hal tersebut berdampak pada pola pertanian, misalnya keterlambatan musim
tanam atau panen, kegagalan penanaman, atau panen karena banjir, tanah longsor dan
kekeringan. Sehingga akan terjadi penurunan produksi pangan di Indonesia.
Singkatnya, perubahan iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan nasional.

Dampak Sosial dan Budaya


Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-

penyakit yang berhubungan dengan panas dan nkematian. Temperatur yang panas
juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
Perubahan cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya
es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit yang dengan bencana alam (banjir,
badai, dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya
disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian, dimana sering
muncul penyakit diare, malnutrisi, difisiensi mikronutrien, trauma psikologis,
penyakit kulit dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit
melalui air. Seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang
(ekosistem) baru untuk berkembangbiak. Dengan adanya perubahan iklim ini, maka
munculah spesies vektor penyakit (eq. Aedes Agipty). Virus, bakteri, plasmodium
menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang targetnya adalah organisme
tersebut. Selain itu bisa diprediksi bahwa ada beberapa spesies yang akan punah
karena perubahan ekosistem. Gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran
limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vektor-vektor
diseases. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak
terkontrol, akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan, seperti
asma, alergi, coccidiodomicosys, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Selain dampak diatas, tercatat beberapa kejadian luar biasa yang mengindikasikan
terjadinya pemanasan global, yaitu :

Tahun 2005 merupakan tahun terpanas. NASA melaporkan bahwa temperatur

rata-rata global telah meningkat 0,060 C.


Pencairan Artik terbesar terjadi di tahun 2005. Hasil foto salah satu satelit
menunjukkan area yang tertutup es permanen merupakan area tersempit pada

akhir musim panas tahun 2005.


Tahun 2005 merupakan tahun dengan air di Karibia terpanas, lebih lama dari
yang pernah terjadi dan menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral
bleaching) besar-besaran di sepanjang wilayah mulai dari Karibia hingga

Florida Keys, Amerika Serikat.


Tahun 2005 tercatat sebagai tahun dengan nama badai terbanyak. Terdapat 26
nama badai yang melampaui daftar nama resmi. Pada tahun ini juga terdapat
sekitar 14 badai, yang disebut sebagai badai hebat (hurricane), karena
memiliki kecepatan angin melebihi 119 km/jam. Rekor tahun sebelumnya
hanya 12 badai dalam setahun. Tahun 2005 juga merupakan tahun dengan
kategori 5 badai terbanyak dengan kecepatan angin 249 km/jam. Tahun 2005

merupakan tahun yang mengalami kerugian termahal akibat badai.


Tahun 2005 merupakan tahun terkering yang pernah terjadi sejak beberapa
dekade lalu di Amazon, Amerika Selatan. Dan Amerika bagian barat menderita
akibat kekeringan yang panjang.

2.4 Cara Mengatasi Global Warming


Kebiasaan

hidup

manusia

modern

yang

tidak

lagi

mementingkan

keseimbangan alam akan menghadirkan bencana yang mengerikan. Penebangan


pohon, pembuatan gedung berkaca, polusi dan limbah yang dibuang sembaragan,
hanya akan menyebabkan pemanasan global. Sebagai manusia yang peduli
lingkungan, cara mengatasi pemanasan global seperti apakah yang efektif dilakukan
agar kita bisa tetap tinggal di bumi tercinta ini dalam keadaan sehat, dan tanpa
ancaman bencana? Berikut adalah beberapa cara yang bisa diakukan untuk mengatasi
Global Warming
10
Cara mengatasi pemanasan global dengan melakukan pencegahan

1.

Awasi penebangan hutan sembarangan


Di Indonesia ini khususnya, ada pihak pihak kurang bertanggung jawab yang
melakukan penebangan hutan secara sembarangan untuk kepentingan sendiri. Hal ini
sebaiknya diawasi oleh lembaga yang berwenang, agar bisa meminimalisir
jumlahnya. Hutan yang ditumbuhi dengan pepohonan yang lebat dan tinggi akan
memberikan banyak manfaat untuk kita, seperti terhindar dari bencana banjir dan
terjadinya erosi. Selain itu, pohon adalah makhluk yang berperan penting dalam
memberikan supply oksigen bagi kita. Jika pohon ditebang, maka kadar CO2 atau
karbondioksida akan lebih mendominasi udara kita dibandingkan dengan oksigen
(02). Jika itu terjadi, maka peningkatan suhu bumi akan terjadi dengan sangat cepat.

2.

Menanam pohon
Cara mengatasi pemanasan global dengan melakukan pencegahan selanjutnya
adalah dengan menanam pohon. Pemerintah dan beberapa lembaga lingkungan perlu
menggalakkan kegiatan menanam pohon untuk kebaikan bumi kita beberapa puluh
tahun ke depan. Hal ini perlu dilakukan sejak saat ini, sebelum semuanya terlambat.
Karena proses penanaman pohon ini tidak akan langsung terasa manfaatnya dalam
beberapa tahun ke depan, melainkan beberapa puluh tahun ke depan. Jadi, tanamlah
pohon untuk generasi penerus kita.
Cara mengatasi pemanasan global dengan merubah kebiasaan
Selain melakukan tindakan pencegahan, kita pun bisa ambil bagian dalam cara
mengatasi pemanasan global, yaitu dengan merubah beberapa kebiasaan kita yang
buruk sebagai berikut :

1. Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor


Kendaraan bermotor memang membuat kita hidup lebih mudah dan praktis.
Namun dari segi kesehatan dan ketahanan alam, hal ini kurang baik jika dijadikan
kebiasaan sehari hari. Oleh karena itu, mari kita mulai untuk mengurangi pemaikaian
kendaraan bermotor, dan beralih kepada sarana transportasi yang lebih sehat seperti
sepeda, atau berjalan kaki untuk menuju tempat tempat yang dekat.

11

Hal buruk yang diberikan oleh kendaraan bermotor adalah polusi yang
dikeluarkannya. Output dari bahan bakar mesin tersebut adalah C02, yang berpeluang
menjadikan suhu bumi menjadi lebih mudah panas. Jadi semakin sedikit
penggunaannya, dan orang yang menggunakannya, maka semakin kecil peluang
terjadinya pemanasa global.
2. Mengurangi penggunaan lampu di siang hari
Lampu yang terlalu lama dinyalakan, apalagi di waktu siang akan membuat
panas bumi semakin meningkat. Memang cukup sepele, tetapi jika seluruh panas
lampu dikumpulkan dari setiap penduduk bumi, maka berapa suhu panas yang akan
terkumpul. Oleh sebab itu, mari kita biasakan menyalakan lampu secukupnya. Dan
hindari penggunaan lampu pada siang hari.
3. Daur Ulang Sampah Organik
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca
melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat
pupuk kompos dari sampah organic (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan)
untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini! Pisahkan Sampah
Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang Mendaur ulang aluminium dapat
menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang
baru menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur
ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda
menghemat 900 kg CO2.
Jangan tunggu sampai bumi kita hancur jika kita mau melakukan berbagai
upaya diatas. Waktu akan terus berjalan, dan jika kebiasaan dan keserakahan kita
terhadap bumi ini tidak dipertimbangkan dengan akal sehat, maka tunggulah bencana
yang akan datang. Sebelum itu terjadi, mari kita lakukan cara mengatasi pemanasan
global yang dijelaskan di atas, mulai dari sekarang, mulai dari hal yang terkecil, dan
mulai dari diri sendiri.

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Global warming disebabkan oleh efek rumah kaca, efek umpan balik, dan
penggundulan hutan. Dampak dari global warming adalah peningkatan suhu,
maraknya penyakit-penyakit, kenaikan air laut, iklim yang tidak stabil dan punahnya
hewan-hewan. Cara mengatasi masalah ini adalah dengan menanam pohon sebanyakbanyaknya, mengurangi penggunaan listrik atau bahan bakar yang menimbulkan asap
yang mencemari udara, membuah sampah pada tempatnya, daur ulanglah barangbarang bekas, dan kurangi pemakaian plastik atau kertas.

3.2 Saran
Kita tidak mau hidup di bumi yang rusak seperti ini terus menerus bukan?
Maka dari itu, marilah kita bergotong royong menyelematkan bumi yang telah
memberikan kita kehidupan yang indah ini. Stop global warming.

13

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Dampak_pemanasan_global
http://gudangmakalahmu.blogspot.com/2013/01/makalah-tentang-pemanasanglobalglobal.html
http://www.slideshare.net/davidrosydi/makalah-globalwarming

14