Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Engineering bukanlah ilmu yang ada karena titah penguasa atau pun
karena amanat undang-undang. Ilmu ini telah tumbuh dan berkembang baik
sebagai seni maupun sebagai profesi selama lebih dari 50 abad. Dapat
dikatakan, akar-akar ilmu ini sudah ada sejak awal dimulainya peradaban itu
sendiri dan berkembang seiring dan sejalan dengan perkembangan manusia.
Nenek moyang kita telah berupaya mengendalikan dan memenfaatkan
bahan-bahan dan kemampuan alam demi kepentingan masyarakat persis
seperti yang kita lakukan sekarang. Mereka mempelajari dan mengamati
hukum-hukum alam serta mengembangkan pengetahuan matematika dan
sains yang ketika itu tidak dimiliki oleh orang pada umumnya. Penerapan
pengetahuan ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat
seperti pelabuhan, jalan, bangunan, irigasi dan fasilitas pencegahan banjir,
serta hasil karya bermanfaat lainnya. Dengan mempelajari asal-muasal ilmu
engineering, kita dapat merasakan betapa besarnya gelombang sejarah
tersebut. Ini membantu kita menempatkan sejarah sesuai konteksnya dan
memperbaiki cara kita memandang tujuan, aspirasi dan tindakan kita.
Engineering adalah sebuah profesi, sama seperti halnya dengan
ilmuan,dokter maupun profesi lainnya. Profesi dimana didalamnya ada
pengetahuan matematika dan ilmu alam yang dapat melalui pendidikan dan
1

pengalaman praktek. Profesi engineering menuntut standard sikap terhadap


yang tinggi serta memliki tanggung jawab kepad klien dan mitra dan
masyrakat sebagai satu kesatuan yang utuh. Proses ini membutuh kan bidang
pengetahuan yang yang spesifik, dan para anggotanya mendapatkan status
profesional setelah melalui jalur-jalur pendidikan dan pelatihan yang jelas.
Insinyur maupun ilmuan memiliki pengetahuan matematik dan ilmu yang
sama baiknya, namun ilmuan untuk memperoleh pengetahuan yang baru,
sedangkan insinyur untuk merancang dan menghasilkan perangkatperangkat,struktur-struktur dan proses-proses yanga dapat digunakan. Dengan
kata lain, ilmuan berupaya untuk mengetahui, sedangkan insinyur berupaya
untuk melakukan.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan kami menulis makalah ini adalah agar kita dapat
mengetahui tentang definisi engineering yang ada, mampu membedakan
antara engineering, engineer, dan technician. serta mampu membatasi diri
dalam bertindak dan berpikir kritis serta logis dalam mengambil sebuah
keputusan dikehidupan sehari-hari.
1.3 Rumusan Masalah
Mengetahui pengertian dari definisi engineering agar dapat memahami
arti kata dan pengaplikasiannya

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Engineering


Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktekkan ke dalam
kehidupan

kita

untuk

mempermudah

kita

dalam

melakukan

sesuatu. Engineering mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar


kehidupan sehari-hari dari hal yang terkecil hingga besar.
Engineering dalam Oxford Advanced Learner Dictionary diartikan
sebagai "The activity of applying scientific knowledge to the design, building
and control of machines, roads, bridges, electrical equipment, etc: The bridge
is a triumph of modern engineering". Dari pengertian tersebut, ada lima kata
kunci: knowledge, design, building, and control.
John Calhoun (1963) dalam JPT menyebutkan bahwa engineering itu
terdiri atas banyak bagian. Bagian-bagian ini berupa n-dimensi dan tiap
dimensi terdiri atas n-buah spektrum.
Beberapa dimensi dari engineering antara lain:

jenis pekerjaan yang ingin diselesaikan (bendungan, jalan, pabrik, dll)

tipe pekerjaanya (konstruksi, proses, manufaktur)

alat-alat yang digunakan (kompressor, pompa, reaktor,dll)

ilmu-ilmu dasar (matematika, termodinamika, fisika, dll)


Karena

banyaknya

dimensi

yang

tercakup,

untuk

memahami engineering, menurut John Calhoun, kita perlu menggunakan


konsep sistem.
Dalam Webster's Third New International Dictionary "System: A
complex unity formed of many often diverse parts subject to a common plan
or serving a common purpose; an aggregation or assemblage of objects
joined in regular interaction or interdependence; a set of units combined by
nature or art to form an integral, organic or organized whole; an orderly
3

working totality; a coherent unification." Calhoun menekankan sistem pada


definisi yang ketiga, yaitu adanya sekumpulan unit yang digabungkan baik
secara alami ataupun buatan. Secara alami, misalnya Petroleum System,
sedangkan yang buatan misalnya Robotics system.Tiap bidang engineering
memiliki suatu sistem yang menjadi pusat kajiannya.
Dengan memasukkan konsep sistem pada pengertian engineering, hal
ini akan membawa pada beberapa konsekuensi, antara lain:

kebutuhan akan ilmu pengetahuan (knowledge) yang menyokong


pengertian terhadap sistem yang menjadi perhatiannya/ kebutuhan
terhadap basic

science/mother

science.

Namun,

bukan

berarti engineering itu berkutat pada sains itu sendiri, akan tetapi harus
bisa memilah, bidang-bidang sains mana yang benar-benar mendukung
untuk bisa memahami suatu sistem.

kebutuhan terhadap pengetahuan tentang sistem itu sendiri. Hal di atas


juga membawa konsep baru tentang pendidikan engineering. Ketika
seseorang berbicara mengenai sistem untuk mengacu pada engineering,
maka yang menjadi penekanan bukan lagi tentang bagaimana melakukan
suatu pekerjaan tertentu atau tentang cara kerja suatu alat. Namun, yang
akan menjadi penekanan adalah basic knowledge yang menjadi bagian dari
sistem, metode analisis, dan metode sintesis sistem. Dari uraian di atas,
kita memperoleh pengertian yang lebih jelas mengenai engineering, dan
apa yang membedakannya dengan bidang lain, misalnya sains dan
keteknikan terapan (misal yang didapat siswa-siswa STM). Dalam sains,
tidak harus ada suatu pekerjaan spesifik, dan tidak harus ada alat-alat yang
digunakan,

sedangkan

dalam

keteknikan

terapan,

tidak

wajib

adanya engineering science yang harus benar-benar dipahami, dan tidak


harus ada pengertian mengenai sistem secara menyeluruh. Selain itu,
seseorang yang ingin belajar engineering, maka dia wajib memahami
tentang basic engineering science-nya. Tidak boleh hanya berkutat pada
aplikasi.

2.1.1 Engineer
Menurut Oxford

Advanced

Learner's

Dictionary:

noun,

verb noun
1. a person whose job involves designing and building engines,
machines, roads, bridges, etc: an electrical / a mechanical
engineersee also CHEMICAL ENGINEER, CIVIL ENGINEER,
LIGHTING ENGINEER, SOFTWARE ENGINEER, SOUND
ENGINEER
2. a person who is trained to repair machines and electrical
equipment: They're sending an engineer to fix the phone.
3. a person whose job is to control and repair engines, especially on a
ship or an aircraft: a flight engineer * the chief engineer on a
cruise liner
Sedangkan menurut John Calhoun, berdasarkan pengertiannya
terhadap

engineering

dengan

menggunakan

konsep

sistem,

berpendapat bahwa engineer:"The Individual responsible for a


complete analysis of the system and for a synthesis that will enable
the system to continue a healthful existence or to evolve into a more
useful and more efficient system."
Dari pengertian di atas, kita juga dapat menarik kesimpulan
bahwa tugas dari engineer antara lain, membuat sistem (untuk sistem
buatan), menganalisis sistem, dan melakukan optimasi terhadap
kinerja sistem.
2.1.2. Technician
Menurut Oxford Advanced Learner Dictionary: noun
1. a person whose job is keeping a particular type of equipment or
machinery in good condition: laboratory / aircraft technicians
2. a person who is very skilled at the technical aspects of an art, a
sport, etc: As a pianist, she's a brilliant technician, but she lacks
passion.

Dari definisi di atas, nampak bahwa istilah technician/teknisi


sangat berkaitan erat dengan peralatan, alat, dan teknik. Jika
dibandingkan dengan definisi engineer, maka technician ini lebih
condong pada satu dimensi engineer, yaitu berhubungan dengan alat
yang dipakai. Oleh karena itu, seorang teknisi tidak berkewajiban
untuk menganalisis sistem, melakukan desain, ataupun optimasi.
Singkat cerita secara definisi sederhana, engineer merupakan
gabungan antara scientist dan technician atau bisa pula dikatakan
seorang scientist dengan skill technician.
2.2. Definisi Engineering
Dewan Akreditasi untuk Engineering dan Teknologi (ABET), salah satu
lembaga akreditasi di Amerika Serikat, mendefinisikan engineering sebagai
profesi di mana di dalamnya pengetahuan matematika dan ilmu alam yang
diperoleh melalui pendidikan, pengalaman dan praktek diaplikasikan dengan
semestinya untuk menemukan cara-cara yang ekonomis dalam memanfaatkan
bahan-bahan dan kemampuan alam demi kemaslahatan umat manusia.
Di dalam definisi ini terkadang elemen-elemen fundamental tertentu
yang menggambarkan esensi dari disiplin ilmu engineering. Engineering
adalah sebuah profesi. Sebagaimana layaknya hokum, kedokteran, arsitektur,
pendidikan dan manajemen/administrasi, profesi engineering menuntut
standard sikap yang tinggi serta memiliki tanggung-jawab kepada klien,
mitra, dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh. Proses ini
membutuhkan bidang pengetahuan yang spesifik, dan para anggotanya
mendapatkan status professional setelah melalui jalur-jalur pendidikan dan
pelatihan yang jelas.
Landasan engineering adalah matematika dan ilmu alam.Baik insinyur
maupun ilmuwan memiliki pengetahuan matematika dan ilmu alam yang
sama baiknya, namun ilmuwan memanfaatkan pengetahuan ini terutama
untuk memperoleh pengetahuan yang baru, sedangkan insinyur menerapkan
pengetahuan ini untuk merancang dan menghasilkan perangkat-perangkat,
struktur-struktur dan proses-proses yang dapat digunakan. Dengan kata lain,

ilmuwan berupaya untuk mengetahui, sedangkan insinyur berupaya untuk


melakukan.
Engineering dipandang sebagai seni dan sekaligus juga sebagai sains.
Engineering dipandang sebagai suatu sistem yang beranggotakan prinsipprinsip, metode-metode dan keahlian-keahlian yang tidak dapat dikuasai
melalui pendidikan semata. Kemampuan engineering harus diperoleh,
setidaknya sebagian, melalui pengalaman dan praktek lapangan.
Pengetahuan insinyur harus diperkuat dengan pengalaman di lapangan.
Solusi-solusi permasalahan engineering harus memenuhi beragam kriteria
yang bisa saja saling bertentangan dan solusi terbaik tidak selalu diperoleh
dari penerapan prinsip-prinsip dan rumus-rumus ilmiah belaka. Insinyur harus
memikirkan kendala-kendala yang ada dan mencari solusi terbaik
berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya .
Dalam upayanya mencari solusi, insinyur memanfaatkan bahan-bahan
dan kemampuan alam. Terdapat begitu banyak bahan, baik alamiah maupun
buatan, yang dapat digunakan oleh insinyur untuk membuat rancangan
mereka. Para insinyur memilih bahan-bahan yang sesuai berdasarkan kriteriakriteria seperti ketersediaan, biaya dan berbagai sifat fisik (berat, kekuatan,
ketahanan, elastisitas dan sebagainya).
Di sisi lain, sumber energi yang tersedia jauh lebih sedikit: minyak
bumi, batu bara, gas alam, fisik nuklir, tenaga hidroelektrik, sinar matahari
dan angin. Sumber-sumber energi ini juga memiliki ketersediaan, biaya,
keamanan

dan

kompleksitas

teknologi

yang

sangat

beragam.

Para insinyur menyadari bahwa persediaan bahan-bahan dan energi di bumi


ini bisa habis, dan karenanya yang harus mereka pikirkan bukanlah
pemanfaatannya semata melainkan juga pelestariannya. Ini melibatkan daurulang (recycle) dan penggunaan kembali bahan bekas pakai, rehabilitasi
(bukan penggantian) fasilitas lama dan penggunaan kreatif terbatas. Insinyur
juga berupaya mencari solusi-solusi hemat-energi dan menemukan sumber
energi baru untuk mengganti sumber-sumber yang persediaannya menipis.
Insinyur berupaya mencari solusi yang ekonomis. Di sini tersirat bahwa
manfaat solusi harus melebihi biayanya. Ini juga berarti insinyur harus

berhati-hati dalam hal pengelolaan uang, waktu, bahan dan pengelolaan


sumber-sumber lainnya.
A. M. Wellington mempertegas hal ini pada 1887 lewat definisi
engineeringnya. Mungkin ada baiknya jika engineering tidak dipandang
secara umum sebagai seni membangun. Dalam satu pengertian tertentu yang
penting engineering adalah seni tidak membangun...melakukan yang sama
baiknya dengan satu dolar sementara orang ceroboh harus mengeluarkan dua
dolar akibat ketidakbecusannya.
Hingga penghujung 1960-an, faktor-faktor ekonomi adalah kendala
utama dalam perencanaan dan pembangunan proyek-proyek engineering.
Sedikit sekali perhatian yang diberikan pada dampak negatif terhadap
lingkungan hidup yang mungkin timbul dari pelaksanaan pembangunan
fasilitas-fasilitas seperti bandar udara, jalan raya, dan gedung-gedung
bertingkat. Perubahan besar dalam pandangan masyarakat dan pemerintah (di
Amerika Serikat) mengenai hal ini berpuncak pada tahun 1969, dengan
disahkannya Undang-undang Kebijakan Lingkungan Nasional oleh senat A.S.
peraturan perundangan ini mewajibkan diserahkannya analisis dampak
lingkungan (AMDAL) untuk setiap proyek pemerintah federal yang dianggap
berpotensi membahayakan lingkungan. Pengesahan undang-undang tersebut
mencerminkan semakin perlunya para insinyur untuk mempertimbangkan
tidak saja dampak positif dari hasil pekerjaan mereka melainkan juga dampak
negatifnya. Engineering harus dipraktekkan dengan mempertahankan sebaikbaiknya bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi pada keselamatan
manusia dan lingkungan hidup.
Hasil akhir yang diinginkan adalah semua hasil karya insinyur
bermanfaat bagi umat manusia. Kesadaran akan hal ini tercermin dari
diberlakukannya peraturan wajib daftar bagi profesional engineering di
negara-negara bagian di AS dengan tujuan melindungi nyawa, kesehatan dan
properti, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Insinyur harus
mengevaluasi secara objektif pekerjaan mereka untuk memastikan dampak
positif selalu melebihi dampak negatif dan bahwa, secara keseluruhan, solusi
mereka bermanfaat bagi masyarakat.

2.3. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2014


Tentang Keinsinyuran
2.4.1 Isi UU tersebut yakni Program Profesi Insinyur
Pasal 7
(1) Untuk memperoleh gelar profesi Insinyur, seseorang harus lulus
dari Program Profesi Insinyur.
(2) Syarat

untuk

dapat

mengikuti

Program

Profesi

Insinyur

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:


a. sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik, baik
lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi
luar negeri yang telah disetarakan; atau.
b. sarjana pendidikan bidang teknik atau sarjana bidang sains yang
disetarakan dengan sarjana bidang teknik atau sarjana terapan
bidang teknik melalui program penyetaraan.
(3) Program

Profesi

Insinyur

dapat

diselenggarakan

melalui

mekanisme rekognisi pembelajaran lampau.


Pasal 8
(1) Program Profesi Insinyur diselenggarakan oleh perguruan tinggi
bekerja sama dengan kementerian terkait, PII, dan kalangan
industri dengan mengikuti standar Program Profesi Insinyur
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4).
(2) Seseorang yang telah memenuhi standar Program Profesi Insinyur,
baik melalui program profesi maupun melalui mekanisme rekognisi
pembelajaran lampau, serta lulus Program Profesi Insinyur berhak
mendapatkan sertifikat profesi Insinyur dan dicatat oleh PII.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Profesi Insinyur diatur


dalam Peraturan Pemerintah.
Pasal 9
(1) Gelar profesi Insinyur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
disingkat dengan Ir. dan dicantumkan di depan nama yang berhak
menyandangnya.
(2) Gelar profesi Insinyur sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan oleh perguruan tinggi penyelenggara Program Profesi
Insinyur yang bekerja sama dengan kementerian terkait dan PII.
2.4 Penjelasan Profesi engineering
Profesi engineering menuntut standard sikap yang tinggi serta memliki
tanggung jawab kepad klien dan mitra dan masyarakat sebagai satu kesatuan
yang utuh. Proses ini membutuh kan bidang pengetahuan yang yang spesifik,
dan para anggotanya mendapatkan status profesional setelah melalui jalurjalur pendidikan dan pelatihan yang jelas. Insinyur maupun ilmuan memiliki
pengetahuan matematik dan ilmu yang sama baiknya, namun ilmuan untuk
memperoleh pengetahuan yang baru, sedangkan insinyur untuk merancang
dan menghasilkan perangkat-perangkat,struktur-struktur dan proses-proses
yanga dapat digunakan. Dengan kata lain, ilmuan berupaya untuk
mengetahui, sedangkan insinyur berupaya untuk melakukan.
2.4.1 Sumber Daya Manusia Pendukung Engineering
Meskipun insinyur dapat bekerja sendiri, mereka lebih sering
dibantu oleh tim pendukung. Insinyur dan tim pendukung ini
membentuk sebuah tim kerja engineering dan peranan dari setiap
kelompok spesialisasi dibagi berdasarkan bidang pekerjaan. Pembagian
menurut bidang ini meliputi insinyur, teknolog engineering, teknisi
engineering dan tukang, disusun vertikal
- Engineer (insinyur)
- Team Pendukung Insinyur : Designer,Teknisi,Drafter,Tukang

10

Insinyur : Merancang konsep riset, Perancangan proyek,Inovasi


Produk, Pengembangan sistem, Mensupervisi pekerjaan
teknolog,teknisi dan pekerja.
Teknolog : Pengembangan produk rutin, Mensupervisi pekerjaan
kontruksi

Technical

sales,

Merancang

dan

mengembgangkan Hardware, Mengkordinir tenaga kerja,


bahan-bahan dan peralatan, Mensupervisi pekerjaan
teknisi dan tukang.
Teknisi :

Pembuatan Gambar teknik, Estimasi proyek, Inspeksi


Lapangan, Pengumpulan data, Survei, Penulisan teknis.

Ada 2 tipe teknisi.


Tipe Engineer dan tipe Engineer / Helper.
1. Engineer tidak berarti harus insinyur sajana teknik, tapi memiliki
konsep kerja seorang engineer, diantaranya memiliki minat dalam
rekayasa teknik, dan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan
performance mesin. Teknisi yang masuk di type ini, melihat
knowledge dan skill sebagai modal, ada minat yang sangat besar
untuk memperdalam spesialisasinya dan berusaha menguasai bidang
keilmuan lain yang dapat menunjang kerja mereka meski di tingkat
basic. Misal seorang Teknisi mekanik, juga menguasai electric,
instrumentasi, drawing design, manajemen perawatan, dll. Jadi
benar-benar dasar ilmunya menunjang untuk melakukan rekayasa
teknik dan koordinasi lintas bidang keilmuan.
2. Engineer/Helper, Sarjana Teknik-memiliki karakter helper Teknisi
yang masuk di kategori ini ;
1) Lebih mengutamakan pengalaman dibanding dengan kedalaman
proses berpikir dalam analisa masalah,
2) Melihat bidang keilmuan dari sisi yang sangat sempit Mekanik ya
mekanik, electric ya electric, dst. Tidak ada minat untuk
mempelajari bidang lain, sehingga memiliki banyak keterbatasan
dalam melakukan rekayasa teknik. Meskipun bisa tidak lebih dari
menjadi "Helper".

11

Tukang :

Menggunakan peralatan tangan dan mekanik untuk


merawat, meperbaiki dan mengoperasikan mesin-mesin
atau

produk-produk

yang

bermamfaat

bagi

tim

Engineering.
2.5. Cabang-Cabang Engineering
Engineering adalah satu profesi yang sangat luas. Engineering memiliki
beberapa cabang spesialisasi utama dan puluhan cabang yang lebih kecil. Para
insinyur mengembangkan cabang-cabang ini sebagai jawaban atas terus
berkembangnya basis pengetahuan engineering yang dikuasai manusia.
Adapun cabang-cabang engineering diantaranya adalah sebagai berikut:

Teknik Elektro
Teknik Komputer
Teknik Industri
Teknik Penerbangan
Teknik Material
Teknik Arsitektur
Teknik Kelautan
Teknik Nuklir
Teknik Pertekstilan
Teknik Pertanian

2.6. Aktivitas Engginering


1. Riset adalah aktivitas yang betujuan mencari pengetahuan baru atau
menemukan pemahaman baru yang lebih baik mengenai fakta-fakta yang
telah diketahui.
2. Pengembangan adalah aktivitas yang bertujuan untuk mengubah hasilhasil dan penemuan yang diperoleh dari riset kedalam bentuk
produk,metode, atau proses yang berguna.
3. Desain atau perenacanaan adalah proses mengubah konsep-konsep dan
inforamsi menjadi rencana-rencana dan spesifikasi yang terperinci, yang
dengannya sebuah produk jadi atau fasilitas tertentu dapat dibuat atau
dibangun.
4. Produksi adalah aktivitas industri yang menghasilkan produk-produk jadi
dari bahan-bahan mentah melalui proses manufaktur.

12

5. Konstruksi atau pembangunan adalah proses merubah desain dan bahanbahan menjadi bangunan-bangunan fasilitas-fasilitas semisal gedung, jalan
raya, dan fasilitas-fasilitas telekomunikasi dan daya listrik.
6. Operasi didalam engineering diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip
engineering ataupelaksanaan kerja lapangan. Dalam manufaktur, operasi
melibatkan kegiatan-kegiatan seperti pembelian bahan-bahan mentah,
pemeliharaan pabrik dan pengarahan serta pengawasan buruh. Para
insinyur berperan penting dalam menjalankan aktivitas operasi di
perusahaan-perusahaan fasilitas pabrik (listrik dan sebagainya), perkeretan
api, telekomunikasi, dan dalam menangani sistem-sistem pengendalian
lalu lintas dikota-kota besar AS.
7. Penjualan didalam industri berbasis teknologi sering kali melibatkan jasa
para insinyur terlatih untuk merekomendasikan mesin-mesin peralatan,
suku cadang, atau layanan-layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.
8. Manajemen dibanyank perusahaan di berbagai industri dipegang dan
dikendalikan oleh para insinyur. Secara umuum, para insinyur ini
bertanggung jawab memecahkan masalah-masalah kebijakan,keuangan,
orrganisasi dan SDM, humas, dan pemesanan serta penjualan.

13

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktekkan ke dalam
kehidupan

kita

untuk

mempermudah

kita

dalam

melakukan

sesuatu. Engineering mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar


kehidupan sehari-hari dari hal yang terkecil hingga besar.
pengertian engineering diatas, maka dapat disimpulkan bahwa secara
umum engineering adalah ilmu keteknikan yang di praktekkan untuk
mempermudah kehidupan dan dapat mengatasi permasalahan.
3.2 Saran
Setelah membaca uraian di atas, kami menyarankan kepada diri sendiri
khususnya dan juga rekan-rekan semuanya untuk selalu bisa mengaplikasikan
ilmu teknik yang kita dapat untuk membantu orang lain ataupun masyarakat
untuk memcahkan masalah baik kecil maupun besar. Semoga kita semua bisa
mengaplikaskannya di lingkungan sekitar kita dan di negara kita.

14

15

DAFTAR PUSTAKA

anonyom, http://insinyur-muslim.blogspot.co.id/2010/04/engineering-engineerdan-technician.html (diakses tanggal 11 November 2016. Jam 09.14)


anonym, http://dunia-atas.blogspot.co.id/2011/03/definisi-engineering.html.
(diakses tanggal 11 November 2016. Jam 10.01)

16