Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUJIAN MESIN
TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH : PRAKTIKUM PENGUJIAN MESIN

DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD ZAINUR RAHMAN (NPM: 16.62.0194)
DOSEN PENGAMPU:

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini saya susun sebagai tugas dari mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan dengan judul Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia.
Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak selaku dosen
mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah membimbing dan
memberikan kuliah demi lancarnya terselesaikan tugas makalah ini.
Demikianlah tugas ini saya susun semoga bermanfaat dan dapat memenuhi
tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan penulis berharap semoga
makalah ini bermanfaat bagi diri kami dan khususnya untuk pembaca. Tak ada
gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini. Dengan segala kerendahan
hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif dan membangun sangat kami
harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas
yang lain dan pada waktu mendatang.

Banjarbaru, Oktober 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa motor bakar sangat luas
penggunaannya, baik untuk alat transportasi pengerak dan alat lain
sebagainya. Motor pembakaran di sini yang sangat di kenal adalah motor
bensin dan motor diesel.
Motor bakar merupakan salah satu dari pengerak mula yaitu mesin
yang menggunakan energy termal untuk melakukan kerja mekanik. Motor
bakar torak yang dapat bergerak bolak balik. Gas pembakaran yang di
hasilkan mampu menggerakkan torak yang di hubungkan dengan poros
engkol sehingga dapat melakukan kerja mekanik.
Pada motor bensin empat langkah terdapat peralatan yang mendukung
proses pembakaran, seperti :
Sistem pengapian di gunakan unutk penyalaan bahan bakar
Karburator untuk mencampur udara dan bahan bakar sebelum masuk ke
dalam ruang bakar
Katup isap dan buang, berfungsi untuk saluran masuk bahan bakar dan
udara ke dalam ruang bakar dan berfungsi untuk mengeluarkan gas hasil
pembakaran.
1.2 Tujuan Pengujian
Tujuan pengujian dalam laporan praktikum ditujukan untuk mencari
hasil dari hasil pengujian, Adapun tujuan pengujian adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat mengetahui kandungan dari gas buangan pada kendaraan
roda dua khususnya Yamaha V-Ixion
2. Mahasiswa sebagai peserta praktikum dapat mengetahui cara mengukur /
menguji gas buangan dari kendaraan roda dua.
3. Mahasiswa dapat menganalisa hasil uji emisi terhadap kendaraan roda dua

BAB II
LANDASAN TEORI

1.

Pengertian motor bakar


Motor bakar adalah suatu perangkat/mesin yang mengubah energi
termal/panas menjadi energi mekanik. Energi ini dapat diperoleh dari proses
pembakaran yang terbagi menjadi 2 (dua) golongan, yaitu:
1. Internal Combustion Engine (Motor Pembakaran Dalam)
Definisi dari motor pembakaran dalam adalah suatu motor yang dalam
merubah tenaga kimia menjadi panas atau proses pembakarannya
berlangsung di dalam mesin itu sendiri bukan di luar mesin. Ada beberapa
contoh mesin yang termasuk motor pembakaran dalam yaitu :

motor/mesin bensin

mesin/motor diesel

mesin gas turbin

mesin roket

mesin jet

dan mesin gas

Dari beberapa contoh mesin yang merupakan internal combustion engine,


mesin bensin dan mesin diesel lah yang akan dipelajari dalam materi
teknik kendaraan ringan, karena kedua mesin diatas merupakan mesin
yang digunakan dalam kendaraan bermotor seperti mobil, motor, bus,
truck dan lain sebagainya. Dimana kedua jenis mesin tersebut adalah
mesin yang terdapat pada kendaraan-kendaraan yang sering kita temui
dalam kehidupan sehari-hari.
Penemu dari mesin diesel adalah Rudolf Chirstian Karl Diesel atau yang
sering disebut dengan Rudolf Diesel. Mesin diesel ini berbahan bakar
solar, dikatakan mesin diesel dikarenakan untuk mengenang jasa

penemunya yaitu Rudolf Diesel. Mesin diesel sedikit berbeda dengan


mesin bensin, tetapi prinsip kerjanya hampir sama. Mungkin kita bahas di
lain kesempatan.
Sementara itu penemu dari mesin bensi adalah Karl Benz yang memiliki
nama lengkap Karl Friedrich Benz, mesin bensin ini menggunakan bahan
bakar bensin, di Indonesia dikenal dengan Premium, Pertamax. Mesin
bensin dibagi lagi menjadi beberapa macam, misal saja berdasarkan
jumlah langkahnya dalam satu siklus maka mesin bensin dapat dibagi
menjadi motor 4 tak (4 langkah), motor 2 tak (langkah) dan motor wankle.
Berikut ini adalah gambar prinsip pengubahan tenaga para motor bakar
internal combustion engine, dimana ada udara yang masuk dan akan
bercampur dengan bahan bakar. Kemudian campuran udara dan bahan
bakar ini akan masuk ke dalam suatu ruangan dan diledakkan. Sehingga
akan menimbulkan suatu ledakan dan menghasilkan suatu tenaga dorong
yang membuat piston bergerak turun. Tenaga ini akan dirubah oleh sistemsistem yang ada pada kendaraan sehingga kendaraan tersebut dapat
berjalan.

Pengertian dan Macam-macam Motor Bakar


Kemudian untuk mesin gas, merupakan mesin yang menggunakan bahan
bakar gas. Di Jakarta sendiri sudah mulai dikembangkan dan diterapkan
pada salah satu jenis angkutan umum, yaitu bajaj. Pada mulanya bajaj ini
berbahan bakar minyak, tetapi karena menimbulkan polusi yang sangat
3

besar kemudian pemerintah jakarta memberikan suatu kebijakan bahwa


semua pengendara bajaj akan dialihkan ke bajaj yang menggunakan bahan
bakar gas. Selain angkutan umum, mobil dengan berbahan bakar gas juga
akan mulai dikembangkan di Indonesia. Karena dipercaya dapat mengatasi
masalah polusi, dan lebih irit.
2. External Combustion Engine (Motor Pembakaran Luar)
Setelah memahami tentang internal combustion engine, maka selanjutnya
mari kita membahas tentang motor pembakaran luar. Definisi dari motor
pembakaran luar adalah suatu mesin yang proses pembakaran atau proses
merubah suatu energi menjadi energi panas terjadi di luar mesin itu
sendiri. Sehingga dinamakan motor pembakaran luar, atau dapat juga
dikatakan mesin yang memiliki ruang bakar di luar kontruksi dari mesin
tersebut.
Berikut ini adalah beberapa contoh mesin yang menggunakan external
combustion engine :

Mesin nuklir turbin

Mesin nuklir

Mesin uap

Mesin turbin uap

Mesin uap yang merupakan external combustion engine biasa digunakan


pada kereta api yang bertenaga uap. Tetapi sekarang ini kereta api jenis ini
mulai ditinggalkan karena kurang efisien, sehingga kereta api jaman
sekarang hampir semuanya sudah menggunakan mesin yang berteknologi
modern, seperti kereta api listrik dan lain sebagainya.

2.

Klasifikasi motor bakar


Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam. Adapun
pengklasifikasian motor bakar adalah sebagai berikut:

2.2.1 Berdasarkan terjadinya tempat pembakaran


a) Mesin bakar dalam
Mesin pembakaran dalam atau sering disebut sebagai Internal
Combustion Engine (ICE), yaitu dimana proses pembakarannya
berlangsung di dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas
pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.
Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran dalam yaitu :
- Pemakian bahan bakar irit
- Berat tiap satuan tenaga mekanis lebih kecil
- Kontruksi lebih sederhana, karena tidak memerlukan ketel
uap,kondesor,

dan

sebagainya.

Pada

umumnya

mesin

pembakaran dalam dikenal dengan nama motor bakar.


b) Mesin bakar luar
Mesin pembakaran luar atau sering disebut sebagai Eksternal
Combustion Engine (ECE) yaitu dimana proses pembakarannya
terjadi di luar mesin, energi termal dari gas hasil pembakaran
dipindahkan ke fluida kerja mesin. Hal-hal yang dimiliki pada
mesin pembakaran luar yaitu :
-

Dapat memakai semua bentuk bahan bakar.


Dapat memakai bahan bakar bermutu rendah.
Cocok untuk melayani beban-beban besar dalam satu poros
Lebih cocok dipakai untuk daya tinggi. Contoh mesin
pembakaran luar yaitu pesawat tenaga uap, pelaksanaan
pembakaran bahan bakar dilakukan diluar mesin.

2.2.2 Berdasarkan system penyalaan


a) Motor bensin Motor bensin dapat juga disebut sebagai motor otto.
Motor tersebut dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi

menghasilkan loncatan bunga api listrik yang membakar campuran


bahan bakar dan udara karena motor ini cenderung disebut spark
ignition engine. Pembakaran bahan bakar dengan udara ini
menghasilkan daya. Di dalam siklus otto (siklus ideal) pembakaran
tersebut dimisalkan sebagai pemasukan panas pada volume konstan.
b) Motor diesel
Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor
bensin. Proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga
api listrik. Pada waktu torak hampir mencapai titik TMA bahan
bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran
pada ruang bakar pada saat udara udara dalam silinder sudah
bertemperatur tinggi. Persyaratan ini dapat terpenuhi apabila
perbandingan kompresi yang digunakan cukup tinggi.
2.2.3 Berdasarkan proses kerja
Motor bakar torak menggunakan beberapa silinder yang
didalamnya

terdapat

torak

yang

bergerak

translasi

bolak-

balik (reciprocating engine). Didalam silinder itulah terjadi pembakaran


antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas pembakaran yang
dihasilkan oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak yang
dihubungkan dengan poros engkol oleh batang penghubung (batang
penggerak). Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi pada
poros engkol dan sebaliknya. Berdasarkan langkah kerjanya, motor
bakar torak dibedakan menjadi motor bakar 4 langkah dan motor bakar
dua langkah.

a. Mesin empat langkah


Pada motor bakar 4 langkah, setiap 1 siklus kerja memerlukan 4
kali langkah torak atau 2 kali putaran poros engkol, yaitu:

Langkah Isap (Suction Stroke)


Torak bergerak dari posisi TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati
bawah), dengan katup KI (katup isap) terbuka dan katup KB (katup
buang) tertutup. Karena gerakan torak tersebut maka campuran
udara dengan bahan bakar pada motor bensin atau udara saja pada
motor diesel akan terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
Langkah Kompresi (Compression Stroke)
Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB
tertutup.Sehingga terjadi proses kompresi yang mengakibatkan
tekanan dan temperatur di silinder naik.
Langkah Ekspansi (Expansion Stroke)
Sebelum posisi torak mencapai TMA pada langkah kompresi, pada
motor bensin busi dinyalakan, atau pada motor diesel bahan bakar
disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi proses
pembakaran. Akibatnya tekanan dan temperatur di ruang bakar naik
lebih tinggi. Sehingga torak mampu melakukan langkah kerja atau
langkah ekspansi. Langkah kerja dimulai dari posisi torak pada
TMA dan berakhir pada posisi TMB saat KB mulai terbuka pada
langkah buang. Langkah ekspansi pada proses ini sering disebut
dengan power stroke atau langkah kerja.

Langkah Buang
Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB
terbuka. Sehingga gas hasil pembakaran terbuang ke atmosfer.

Skema masing masing langkah gerakan torak di dalam silinder


motor bakar 4 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut.

b. Mesin dua langkah


Pada motor bakar 2 langkah, setiap satu siklus kerja memerlukan
dua kali langkah torak atau satu kali putaran poros engkol. Motor
bakar 2 langkah juga tidak memiliki katup isap (KI) atau katup
buang (KB), dan digantikan oleh lubang isap dan lubang buang
yang dibuat pada sisi-sisi silinder (cylinder liner). Secara teoritis,
pada berat dan displacement yang sama, motor bakar 2 langkah
menghasilkan daya sekitar dua kali lipat dari motor bakar 4
langkah,

tetapi

pada

kenyataanya

tidak

demikian

karena

efisiensinya lebih rendah akibat pembuangan gas buang yang tidak


kompit dan pembuangan sebagian bahan bakar bersama gas buang
akibat panggunaan sistem lubang. Tetapi melihat konstruksinya
yang lebih simpel dan murah serta memiliki rasio daya berat dan
daya volume yang tinggi maka motor bakar 2 langkah cocok
untuk

sepeda

motor

dan

alat-alat

pemotong.

Dua langkah kerja motor bakar 2 langkah tersebut dijelaskan


sebagai berikut :
a) Langkah Torak dari TMA ke TMB Sebelum torak mencapai
TMA, busi dinyalakan pada motor bensin (atau bahan bakar
dikompresikan pada motor diesel) sehingga terjadi proses
pembakaran, karena proses ini torak terdorong dari TMA
menuju TMB, langkah ini merupakan langkah kerja dari motor
bakar 2 langkah. Saat menuju TMB, piston lebih dulu membuka
lubang buang sehingga gas sisa pembakaran terbuang , setelah
itu dengan gerakan piston yang menuju TMB, lubang isap

terbuka, dan campuran udara bahan bakar pada motor bensin


atau udara pada motor diesel akan masuk ke dalam silinder.
b) Langkah Torak dari TMB ke TMA Setelah torak mencapai TMB
maka torak kembali menuju TMA. Dengan gerakan ini, sebagian
gas sisa yang belum

terbuang akan didorong keluar

sepenuhnya. Selain itu, gerakan piston yang turun menuju TMA


menyebabkan terjadinya kompresi yang kemudian akan
dilanjutkan dengan pembakaran setelah lubang isap tertutup oleh
torak.
Skema masing-masing langkah gerakan torak di dalam silinder
motor bakar 2 langkah tersebut ditunjukkan dalam gambar
berikut.

3.

Siklus dan thermodinamika motor bakar

2.2.1 Siklus daya otto


2.2.2 Siklus daya diesel
4.

Daya motor bakar

5.

Kebutuhan bahan bakar

6.

Kebutuhan udara pemabakaran

7.

Reaksi pembakaran