Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN


KABUPATEN MALANG 2017
SATUAN ACARA BERMAIN

Pokok Bahasan

: Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit

Sub Pokok Bahasan

: Terapi Bermain Anak Usia Prasekolah

Tujuan

: Mengoptimalkan perkembangan motorik halus

Tempat

: Ruang Emputantular RSUD Kanjuruhan Kepanjen

Waktu

: Sabtu 14 januari 2017 jam 09:30

Sasaran

Jenis Permainan

: Skill play

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mendapatkan terapi bermain selama 20 menit, anak
diharapkan bisa merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak
takut lagi terhadap perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama
dirawat dirumah sakit.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapatkan terapi bermain satu (1) kali diharapkan anak mampu
1. Bisa merasa tenang selama dirawat.
2. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan
perawat
3. Mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
4. Anak menjadi kooperatif pada perawat dan tindakan keperawatan
5. Kebutuhan bermain anak dapat terpenuhi
6. Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang norma

7. Dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi anak


terhadap suatu permainan
8. Dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang
tepat
9. Agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit
10. Anak dapat merasakan suasana yang nyaman dan aman seperti
dirumah Sebagai alat komunikasi antara perawat klien.

C. RENCANA PELAKSANAAN :
N
o

Terapis

Waktu

Subjek terapi

Persiapan

5
menit

Ruangan,alat,anak dan
keluarga siap

1. Menyiapkan ruangan.
2. Menyiapkan alat-alat.
3. Menyiapkan anak dan keluarga
2

Proses :
1. Membuka proses terapi bermain
dengan mengucap kan salam,
memperkenalkan diri.
2. Menjelaskan pada anak dan
keluarga tentang tujuan dan
manfaat bermain, menjelaskan
cara permainan.
3. Mengajak anak bermain .
4. Mengevaluasi respon anak dan
keluarga.

1
menit

2
menit

7
menit

Menjawab salam,
Memperkenalkan diri,
Memperhatikan

Bermain bersama
dengan antusias dan
mengungkapkan
perasaannya

3
menit
3

Penutup (1 menit).

2
menit

Memperhatikan dan
menawab salam

Menyimpulkan, mengucapkan salam

Metode
: Bermain bersama
Media
: Lembar gambar, pensil warna dan alat gambar
Materi
: Terlampir
Pembagian tugas kelompok :
1. Leader 1
:
2. Leader 2
:
3. Notulen
:
4. Fasilitator
:

SETTING

Keterangan :
Leader
Notulen
Peserta/ Klien/Anak
Keluarga Klien
Fasilitator

D. EVALUASI
Peserta terapi bermain menggambar mampu:
1. Anak bisa menggambar sesuai dengan tingkat perkembangan
2. Membedakan warna dan bentuk gambar
3. Menulis dan mengambar
4. Merasa senang,tenang terkait hospitalisasi.

MATERI SATUAN ACARA BERMAIN


1. PENDAHULUAN
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan
dan merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak
bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak
seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak
memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik, mentaldan
perkembangan emosinya.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,
kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh
emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah
kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala
sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan

cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk
mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih
mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang
masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain.
Perawatan anak sakit sangatlah perlu karena hal ini adalah salah satu
bentuk upaya dalam proses penyembuhan pada anak sakit. Namum pada sisi
lain, perawatan dan proses keperawatan yang bertujuan penyembuhan
tersebut kadang membuat anak-anak menjadi takut/ trauma dan kejenuhan
pada anak. Karena aktivitas anak sangat sedikit frekuensinya dan hal inlhah
yang membuat anaknsemakin jenuh di Rumah sakit. Hal ini sangat
berpengaruh pada kooperatif anak dalam menerima perawatan dan
pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Selain menimbulkan hal di atas, kejenuhan dan lamanya anak di rawat
di rumah sakit membuat kebutuhan bermain anak sangat kurang, hal ini
terjadi karena banyak hal, antara lain : kondisi fisik klien yang masih lemah
sehingga nak tidak mampu beraktivitas, kondisi ruang atau tempat yang asing
bagi anak dan banyaknya orang-orang baru disekeliling anak sehingga anak
menjadi takut dan lain sebagainya.
Hal di atas di temukan juga pada Ruang Brawijaya di RSUD Kanjuruan
Kepanjen, di mana anak terlihat bosan, takut dan lebih banyak diam atau
menangis. Hal inilah yang akhirnya membuat anak hanya diam terpaku tanpa
melakukan aktifitas sehingga kebutuhan bermainya tidak terpenuhi
Dari latar belakang di atas menurut kelompok 4 perlu di adakan suatu
tindakan keperawatan yang tepat untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan
katakutan anak sehingga anak menjadi aktif dan terpenuhi kebutuhan
bermainya.
2. PRESCHOOL
a. Pengertian Preschool
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia
pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun.
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengukur
tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Anak usia pra sekolah adalah anak yang berusia antara
3-6 tahun ( Wong, 2000), anak usia prasekolah memiliki
karakteristik tersendiri dalam segi pertumbuhan dan
perkembangannya. Dalam hal pertumbuhan, Secara fisik anak
pada tahun ketiga terjadi penambahan BB 1,8 s/d 2,7 kg dan
rata-rata BB 14,6 kg.penambahan TB berkisar antara 7,5 cm
dan TB rata-rata 95 cm.
b. Aspek Bahasa

Pada awal masa prasekolah perbendaharaan kata yang


dicapai jarang dari 900 kata,mengunjak tahun keempat sudah
mencapai 1500 kata atau lebih dan pada tahun kelima sampai
keenam mencapai 2100 kata,mengunakan 6 sampai 8
kata,menyebut 4 warna atau lebih,dapat menggambar dengan
banyak komentar serta menyebutkan bagiannya,mengetahui
waktu seperti hari,minggu dan bulan,anak juga sudah mampu
mengikuti 3 perintah sekaligus.
c. Aspek Sosial
Pada tahun ketiga anak sudah hamper mampu
berpakaian dan makan sendiri,rentang perhatian meningkat
,mengetahui jenis kelaminnya sendiri,dalam permainan sering
mengikuti aturannya sendiri tetapi anak sudah
mulai berbagi.tahun keempat anak sudah cenderung mandiri
dank eras kepala atau tidak sabar,agresif secara fisik dan
vweerbal,mendapat kebanggan dalam pencapaian,masih
mempunyai banyak rasa takut.pada akhir usia prasekolah
anak sudah jarang memberontak,lebih tenang,mandiri,dapat
dipercaya,lebih bertanggungjawab,mencoba untuk hidup
berdasarkan outran,bersikap lebih baik,dalam permainan sudah
mencoba mengikuti aturan tetapi kadang curang.
Personal social
:
Menyatakan keinginan untuk melakukan sesuatu
yang ingin dilakukan supaya di anggap di
masyarakat
Anak mulai mengetahui aturan-aturan, di
lingkungan keluarga dan lingkungan
Menyadari hak dan kepentingan orang lain
Mulai dapat bermain dengan teman sebaya
Keluarga harmonis, komunikasi baik maka anak
akan mempunya kemampuan dan penyesuaian
dalam hubungan dengan orang lain.

Masuk TK akan sangat membantu anak untuk jembatan bergaul dan


sosialisasi dengan teman sebaya.

4. Aspek Kognitif
Tahun ketiga berada pada fase pereptual,anak cenderung egosentrik dalam berfikir
dan berperilaku,mulai memahami waktu,mengalami perbaikankonsep tentang

ruang,dan mulai dapat memandang konsep dari perspektif yang berbeda. Tahun
keempat anak berada pada fase inisiatif,memahami waktu lebih baik,menilai sesuatu
menurut dimensinya,penilaian muncul berdasarkan persepsi,egosentris mulai
berkurang,kesadaran social lebih tinggi,mereka patuh kepada orang tua karena
mempunyai batasan bukan karena memahami hal benar atau salah. Pada akhir
masa prasekolah anaka sudah mampu memandang perspektif orang lain dan
mentoleransinya tetapi belum memahaminya,anak sangat ingin tahu tentang factual
dunia.
Motorik halus

: Bisa menggunakan gunting

Menggambar lingkaran, kotak, X


Motorik kasar

: Melempar bola melewati atas kepala

Memanjat
Menaiki sepeda roda tiga
Belajar menalikan tali sepatu, mengkancing, menyikat gigi

5. Faktor Pengaruh Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


1. Faktor herediter
Merupakan faktor yang dapat diturunkan sebagi dasar dalam mencapai tumbuh
kembang anak disamping faktor lain. Faktor herediter adalah bawaan, jenis kelamin,
ras, suku bangsa.
2. Faktor lingkungan
Merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam menentukan tercapai dan
tidaknya potensi yang sudah dimiliki antara lain :
a. Lingkungan pranatal
Merupakan lingkungan dalam kandungan, mulai konsepsi lahir sampai yang meliputi
gizi pada waktu ibu hamil, zat kimia atau toksin, kebiasaan merokok dan lain-lain.
b. Lingkungan post natal
Seperti sosial ekonomi orang tua, nutrisi, iklim atau cuaca, olahraga, posisi anak
dalam orang tua dan status kesehatan.

6. Macam Bermain
1. Bermain aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari apa yang
diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi :
1. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat permainan
tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada bunyi, mencium, meraba,
menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar.
1. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan mendengar.
Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif dan membutuhkan
sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya.
Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita atau musik,menonton
televisi dsb.
Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam bermain,
yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :
1. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi
untuk aktif bermain.
2. Tidak ada variasi dari alat permainan.
3. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.
4. Tidak mempunyai teman bermain.

7. APE ( ALAT PERMAINAN EDUKATIF )


Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya,
serta berguna untuk :
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat
menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari
motorik kasar dan halus.
Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola, mainan yang ditarik dan didorong,
tali, dll. Motorik halus : gunting, pensil, bola, balok, lilin, dll.
1. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan
kalimat yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku
cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.

2. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara,


ukuran, bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku
bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
3. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya
dengan interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat
Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak
pasir, bola, tali, dll.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Bermain


1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan
anak.
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum
meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk.
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin
bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.

8. Permainan yang dianjurkan :


Menggambar
Bermain kertas lipat
Menyusun balok
Menyanyi
Alat olahr raga, masak, menghitung
Mobil mobilan dll.

1. C.
2. 1.

MATERI BERMAIN MENGGAMBAR


Pengertian

Menggambar adalah sebuah ekspresi yang di keluarkan oleh seseorang yang


didalamnya menunjukkan sebuah seni dan mengandung arti atau makna tertentu.
Menggambar bisa dijadikan sebuah metode terapi pada seseorang anak yang
menderita sakit untuk menghibur dan mengeksplorasi dirinya baik intelegensi dan
emosional.

1. 2.

Keuntungan Menggambar

Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain dengan menggambar, antara


lain:
1. Membuang ekstra energi.
2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang,
otot dan organ-organ.
3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.
4. Anak belajar mengontrol diri.
5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna
sepanjang hidupnya.
6. Meningkatnya daya kreativitas.
7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada
disekitar anak.
8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati
dan kedukaan.
9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.
10.
Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.
11.
Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.

1. 3.

Metode menggambar

Ada beberapa metode dalam menggambar yang tujuannya mengembangkan


kreativitas dan imajinasi anak, yaitu :
1. Menggambar dengan cara mengamati (observasi).
Anak bisa menggambar dan mewarnai gambarnya sendiri tanpa menjiplak atau
dengan contoh pola. Dengan demikian anak dapat melupakan observasi dengan
cara menciptakan, bereksperimen, dan melampaui kemampuannya.
1. Menggambar berdasarkan pengalaman/kenangan.

Menggambar dengan metode ini lebih memotivasi anak untuk menggambarkan


sesuatu berdasarkan pengalaman dan kenangannya. Saat latihan, guru harus
banyak menggunakan pertanyaan untuk membantu mereka mengingat detail yang
berarti dari pengalaman mereka.
1. Menggambar berdasarkan imajinasi.
Kejadian mendorong kita untuk keluar dan bisa diekspresikan dalam bentuk gambar,
lukisan, dan model. Menggambar dengan imajinasi menjadi lebih efektif dengan
latihan yang rutin.

1. 4.

Hal hal yang perlu diperhatikan saat menggambar

Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.

Menggambar disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.

Ulangi suatu cara menggambar sehingga anak terampil, sebelum meningkat


pada keterampilan yang lebih majemuk.

Jangan memaksa anak menggambar, bila anak sedang tidak ingin


menggambar.

5. Evaluasi
Peserta terapi bermain menggambar mampu:
Anak bisa menggambar sesuai dengan tingkat perkembangan
Membedakan warna dan bentuk gambar
Menulis dan mengambar
Merasa senang,tenang terkait hospitalisasi.

DAFTAR PUSTAKA :
Soetjiningsih, 1988, Tumbuh Kembang Anak, EGC, Jakarta.
Markum.A.H, 1991, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, Jakarta

http://zaebetterhealth.blogspot.com/2009/01/tumbuh-kembang-anak-usiaprasekolah.html
http://jauharieffendy.blogspot.com/2008/08/pembelajaran-menggambaruntuk-anak.html