Anda di halaman 1dari 169

ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX PADA BAGIAN PRODUKSI PABRIK KELAPA SAWIT GEDONG BIARA PT MOPOLI RAYA

TUGAS SARJANA

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri

Oleh

ZULAIKHA SAJARADJ

080423035

Sarjana Teknik Industri Oleh ZULAIKHA SAJARADJ 080423035 PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS

TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2013

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

PT. Mopoli Raya adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Salah satu pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Mopoli Raya adalah Gedong Biara. Demi meraih profitabilitas yang lebih baik, perusahaan perlu mengetahui dan mengukur produktivitas. Pengukuran produktivitas perusahaan akan menjadi informasi yang bermanfaat dalam menentukan titik ukur bagi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai oleh perusahaan. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode OMAX (Objective Matrix) yang menggunakan 8 rasio yang menggambarkan indeks produktivitas perusahaan. Indeks produktivitas yang paling rendah adalah pada bulan Juli 2012 yaitu sebesar -74,90% dan indeks produktivitas yang paling tinggi adalah pada bulan Juni 2012 yaitu sebesar 166,02%. Dari hasil pengukuran produktivitas ini kemudian dirangkum suatu informasi yang akan menunjukkan bahwa rasio pengukuran produktivitas tersebut merupakan informasi kritis yang harus segera dilakukan tindakan. Strategi tersebut dilakukan dengan menggunakan prinsip paretto 80-20. Dengan menggunakan teori Diagram Pareto mengenai aturan 80 % dan 20 %, maka dapat dilihat dari tabel di atas bahwa yang memberikan kontribusi terhadap rendahnya tingkat produktivitas adalah rasio VIII (perbandingan antara jam kerusakan mesin dengan jam mesin tersedia), rasio IV(perbandingan antara jam lembur dengan jam kerja terpakai), dan rasio VII (rasio antara tingkat absensi tenaga kerja dengan jumlah tenaga kerja). Meningkatkan nilai rasio IV dilakukan dengan meminimalisir jam kerja lembur agar karyawan dapat mengoptimalkan jam kerja normal untuk mencapai target produksi. Meningkatkn rasio VII dilakukan dengan membuat sistem absensi komputerisasi, memperketat peraturan kerja di perusahaan seperti pemberlakuan pemotongan gaji bagi karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas dan membuat peringatan keras bagi karyawan yang melanggar aturan. Meningkatkan nilai rasio VIII dilakukan dengan memperbaiki sistem perawatan mesin yang belum terintegrasi dengan baik, sehingga perawatan dilakukan ketika mesin sudah mengalami downtime. Oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya perlu menelaah sistem pendukung keputusan perawatan mesin sebelum proses mengalami downtime. Perbaikan ini bisa dibuat dengan software sederhana yang mengingatkan operator jadwal pemeliharaan komponen yang didasarkan oleh mean time beetwen failure (MTBF).

Kata Kunci : Produktivitas, Objective Matrix (OMAX), Rasio Produktivitas

Universitas Sumatera Utara

Puji

dan

KATA PENGANTAR

syukur

penulis

ucapkan

kehadirat

Allah

SWT

yang

telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan tugas sarjana ini.

Tugas sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar

sarjana teknik di Departemen Teknik Industri, khususnya program studi ekstensi

strata satu, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul untuk

tugas sarjana ini adalah “Analisis Produktivitas Dengan Menggunakan Metode

Objective Matrix Pada Bagian Produksi Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT.

Mopoli Raya”.

Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, maka penulis menyadari

masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas sarjana ini. Oleh karena itu,

penulis sangat mengharapkan saran dan masukan yang sifatnya membangun demi

kesempurnaan

laporan

tugas

sarjana

ini.

Semoga

tugas

sarjana

ini

dapat

bermanfaat bagi penulis sendiri, perpustakaan Universitas Sumatera Utara, dan

pembaca lainnya.

Medan,

Juli 2013

Penulis,

(Zulaikha Sajaradj)

Universitas Sumatera Utara

UCAPAN TERIMA KASIH

Syukur dan terimakasih penulis ucapkan yang sebesar-besarnya kepada

Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan

dan mengikuti pendidikan di Departemen

Teknik

Industri

USU serta telah

membimbing penulis selama masa kuliah dan penulisan laporan tugas sarjana ini.

Dalam penulisan tugas sarjana ini penulis telah mendapatkan bimbingan

dan bantuan dari berbagai pihak, baik berupa materil, spiritual, informasi maupun

administrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT. selaku Ketua Departemen Teknik Industri

Universitas Sumatera Utara, yang telah memberi izin pelaksanaan Tugas

Sarjana ini.

2. Bapak Ir. Mangara M Tambunan, MSc. selaku Dosen Pembimbing I atas

waktu, bimbingan, pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis

dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.

3. Ibu Tuti Sarma Sinaga, ST,MT. selaku Dosen Pembimbing II atas waktu,

bimbingan, pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis dalam

penyelesaian Tugas Sarjana ini.

4. Bapak Muarifin selaku Pembimbing Lapangan PT. Mopoli Raya yang telah

memberikan bantuan berupa bimbingan serta

melakukan penelitian di perusahaan.

informasi dan data selama

Universitas Sumatera Utara

5.

Ayahanda (Alm) M. Yusuf Usman, Ibunda Hanifah, serta Heri Buniamin yang

tiada hentinya mendukung penulis baik secara moril maupun materil sehingga

laporan ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari tidak dapat membalas segala

kebaikan dan kasih sayang dari beliau, oleh karena itu izinkanlah penulis

memberikan karya ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Ayahanda,

Ibunda, dan Suami tercinta.

6. Staf pegawai Teknik Industri, Bang Ridho, Bang Mijo, Kak Dina, Bang

Nurmansyah, Kak Rahma dan Ibu Ani, terimakasih atas bantuannya dalam

masalah administrasi untuk melaksanakan tugas sarjana ini.

7. Semua teman angkatan 2009 di Departemen Teknik Industri USU yang telah

memberikan banyak masukan kepada penulis.

8. Kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan

laporan

ini

dan

tidak

dapat

penulis

sebutkan

satu

per

satu,

penulis

mengucapkan terima kasih. Kiranya laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Juli 2013

PENULIS

Universitas Sumatera Utara

BAB

LEMBAR JUDUL

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

HALAMAN

ABSTRAK

i

KATA PENGANTAR

ii

UCAPAN TERIMA KASIH

iii

DAFTAR ISI

v

DAFTAR TABEL

xii

DAFTAR GAMBAR

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

xviii

I PENDAHULUAN

I-1

1.1. Latar Belakang Permasalahan

I-1

1.2. Rumusan Permasalahan

I-3

1.3. Tujuan Penelitian

I-4

1.4. Manfaat Penelitian

I-4

1.5. Batasan Masalah dan Asumsi

I-5

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

I-6

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

II-1

2.1.

Sejarah Perusahaan

II-1

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

II-2

2.3. Lokasi Perusahaan

II-3

2.4. Daerah Pemasaran

II-3

2.5. Proses Produksi

II-4

2.5.1. Standar Mutu Bahan/Produk

II-4

2.5.2. Bahan Yang Digunakan

II-5

2.5.2.1. Bahan Baku

II-5

2.5.2.2. Bahan Tambahan

II-6

2.5.2.3. Bahan Penolong

II-6

2.5.3. Uraian Proses Produksi

II-6

2.5.3.1.

Jembatan Timbang (Weighting Bridge)

II-7

2.5.3.2.

Sortasi Dan Pemeriksaan Kualitas

II-7

2.5.3.3.

Proses Perebusan (Sterilizer)

II-8

2.5.3.4.

Proses Penebah (Thrresing)

II-8

2.5.3.5.

Proses Pengempaan (Pressing)

II-9

2.5.3.6.

Proses Pemurnian Minyak (Clarification Process).

II-11

2.5.4. Mesin

II-13

2.6. Organisasi Dan Manajemen

II-15

2.6.1. Struktur Organisasi Perusahaan

II-15

2.6.2. Pembagian Tugas, Wewenang, Dan Tanggung jawab

II-16

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

2.6.3. Jumlah Tenaga Kerja Dan Jam Kerja

II-22

 

2.6.3.1. Jumlah Tenaga Kerja

II-22

2.6.3.2. Jam Kerja

II-22

2.6.4. Sistem Pengupahan Dan Fasilitas Lainnya

II-23

III TINJAUAN PUSTAKA

III-1

3.1. Pengertian Produktivitas

III-1

3.2. Tipe Dasar Produktivitas

III-3

3.3. Siklus Produktivitas

III-5

3.3.1. Pengukuran Produktivitas

III-6

3.3.2. Evaluasi Produktivitas

III-9

3.3.3. Perencanaan Produktivitas

III-9

3.3.4. Peningkatan Produktivitas

III-10

3.4. Manfaat Pengukuran Produktivitas

III-10

3.5. Produktivitas Model Objective Matrix (OMAX)

III-13

3.6. Analytical Hierarchy Process (AHP)

III-16

3.6.1.Prinsip Dasar Analytical Hierarchy Process (AHP)

III-16

3.6.2.

Tahapan-Tahapan AHP

III-20

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

IV

METODOLOGI PENELITIAN

IV-1

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian

IV-1

4.2. Jenis Penelitian

IV-1

4.3. Variabel Penelitian

IV-2

4.4. Kerangka Konseptual

IV-2

4.5. Objek Penelitian

IV-3

4.6. Instrumen Penelitian

IV-3

4.7. Prosedur Penelitian

IV-4

4.8. Metode pengumpulan data

IV-6

 

4.8.1. Sumber Data

IV-6

4.8.2. Teknik Pengumpulan Data

IV-6

 

4.9. Metode Pengolahan dan Analisis Data

IV-7

V

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

V-1

5.1.

Pengumpulan Data

V-1

 

5.1.1. Data Produksi

V-1

5.1.1.1. Data Jumlah Produk yang Dihasilkan

V-1

5.1.1.2. Data Jumlah Produk yang Baik

V-2

5.1.1.3. Data Jumlah Produk yang Kurang Sempurna

V-3

5.1.2. Data Jam Kerja

V-4

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

 

5.1.2.1. Data Jam Kerja Normal

 

V-4

5.1.2.2. Data Jam Kerja Lembur (Over Time)

 

V-5

5.1.2.3. Data Jam Kerja Terpakai (Actual Time)

V-6

 

5.1.3. Data Tenaga Kerja

 

V-7

 

5.1.3.1. Data Jumlah Tenaga Kerja

 

V-7

5.1.3.2. Data Jumlah Absensi Tenaga Kerja

 

V-8

 

5.1.4. Data Mesin

 

V-9

 

5.1.4.1. Data Jumlah Jam Mesin Normal

 

V-9

5.1.4.2. Data Jam Kerusakan Mesin

 

V-10

5.1.4.3. Data Jam Mesin Tersedia

V-11

 

5.1.5. Data Pemakaian Bahan Bakar

V-12

5.2.

Pengolahan Data

 

V-14

5.2.1.

Perhitungan Rasio Berdasarkan Kriteria

 

V-14

 

5.2.1.1. Perhitungan Rasio Berdasarkan Kriteria Efisiensi.

V-15

5.2.1.1.1. Rasio I

 

V-15

5.2.1.1.2. Rasio II

V-17

5.2.1.1.3. Rasio III

V-18

5.2.1.1.4. Rasio IV

V-20

5.2.1.2. Perhitungan

Rasio

Berdasarkan

Kriteria

Efektivitas

V-21

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

5.2.1.2.1.

Rasio V

V-21

5.2.1.2.2.Rasio VI

 

V-23

5.2.1.3. Perhitungan

Rasio

Berdasarkan

Kriteria

Inferensial

V-24

5.2.1.3.1. Rasio VII

 

V-24

5.2.1.3.2. Rasio VIII

V-26

5.2.2. Pengukuran Kinerja Standar

V-27

5.2.3. Penetapan Sasaran Akhir

V-28

5.2.4. Penetapan Bobot Kriteria Kinerja

V-32

5.2.5. Pembentukan Matriks Sasaran

V-39

5.2.6. Perhitungan Indikator Pencapaian

V-66

5.2.7. Perhitungan Indeks Produktivitas

V-68

VI ANALISA PEMECAHAN MASALAH

VI-1

6.1. Analisa Rasio dan Indeks Produktivitas

VI-1

6.1.1. Analisa Rasio

VI-1

6.1.2. Analisa Indeks Produktivitas

 

VI-4

6.2. Evaluasi Rasio

VI-6

6.3. Strategi Peningkatan Produktivitas

 

VI-8

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

VII

KESIMPULAN DAN SARAN

VII-1

7.1. Kesimpulan

VII-1

7.2. Saran

VII-2

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

TABEL

HALAMAN

2.1.

Mesin di Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya

II-14

2.2.

Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja Pabrik kelapa sawit Gedong

Biara PT. Mopoli Raya

II-22

3.1.

Skala Prioritas dalam AHP

III-18

5.1.

Data Jumlah Produksi PKS Gedong Biara

V-1

5.2.

Data Jumlah produk yang Bagus PKS Gedong Biara

V-2

5.3.

Data Jumlah Produk Kurang Sempurna PKS Gedong Biara

V-4

5.4.

Data Jam kerja Normal Bagian Produksi PKS Gedong Biara

V-5

5.5.

Data Jam Kerja Lembur (Over Time)

V-6

5.6.

Data Jam Kerja Terpakai

V-7

5.7.

Data Jumlah Tenaga Kerja Bagian Produksi PKS Gedong Biara.

V-8

5.8.

Data Jumlah Absensi Tenaga Kerja PKS Gedong Biara

V-9

5.9.

Data Jam Mesin Normal

V-10

5.10.

Data Jam Kerusakan Mesin

V-11

5.11.

Data Jam Mesin Tersedia

V-12

5.12.

Data Pemakaian Solar

V-13

5.13.

Hasil Perhitungan Rasio I Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-16

5.14.

Hasil Perhitungan Rasio II Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-17

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL

HALAMAN

5.15.

Hasil Perhitungan Rasio III Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-19

5.16.

Hasil Perhitungan Rasio IV Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-20

5.17.

Hasil Perhitungan Rasio V Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-22

5.18.

Hasil Perhitungan Rasio VI Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-23

5.19.

Hasil Perhitungan Rasio VII Pada Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-25

5.20.

Hasil

Perhitungan

Rasio

VIII

Pada

Bagian

Produksi

PKS

Gedong Biara

 

V-27

5.21.

Nilai Kinerja Standar Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

V-28

5.22.

Rekapitulasi Hasil Pengukuran Interpolasi Nilai Level 1-2 dan

Level 4-9 Tiap Rasio

 

V-32

5.23.

Nama Karyawan (Responden) PKS Gedong Biara PT. Mopoli

Raya Yang Mengisi Kuesioner

 

V-33

5.24.

Rekaptulasi Kuesioner AHP Kriteria Kinerja

 

V-34

5.25.

Data Hasil Kuesioner Nilai Geometri AHP

V-36

5.26.

Rekapitulasi Penjumlahan Nilai Rasio

 

V-36

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL

HALAMAN

5.27.

Matrik Normalisasi AHP

V-37

5.28.

Penetapan Bobot Kriteria Kinerja Bagian Produksi PKS Gedong

Biara

V-34

5.29.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Januari 2011

V-42

5.30.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Februari 2011

V-43

5.31.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Maret 2011

V-44

5.32.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan April 2011

V-45

5.33.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Mei 2011

V-46

5.34.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Juni 2011

V-47

5.35.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Juli 2011

V-48

5.36.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Agustus 2011

V-49

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL

HALAMAN

5.37.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan September 2011

V-50

5.38.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Oktober 2011

V-51

5.39.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan November 2011

V-52

5.40.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Desember 2011

V-53

5.41.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Januari 2012

V-54

5.42.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Februari 2012

V-55

5.43.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Maret 2012

V-56

5.44.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan April 2012

V-57

5.45.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Mei 2012

V-58

5.46.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Juni 2012

V-59

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL

HALAMAN

5.47.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Juli 2012

V-60

5.48.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Agustus 2012

V-61

5.49.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan September 2012

V-62

5.50.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Oktober 2012

V-63

5.51.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan November 2012

V-64

5.52.

Matriks Sasaran Pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

Bulan Desember 2012

V-65

5.53.

Hasil Perhitungan Indikator Pencapaian Total Bagian Produksi

PKS Gedong Biara Tahun 2011-2012

V-67

5.54.

Indeks Produktivitas pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

PT. Mopoli Raya Tahun 2011-2012

V-69

6.1.

Hasil Pengukuran Rata-rata Masing-masing Rasio PKS Gedong

Biara PT. Mopoli Raya

VI-2

6.2.

Indeks Produktivitas pada Bagian Produksi PKS Gedong Biara

PT. Mopoli Raya Tahun 2011-2012

VI-4

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (Lanjutan)

TABEL

6.3.

HALAMAN

Persentase Kriteria Buruk Tiap Rasio Pada Bagian Produksi

PKS Gedong Biara PT. Mopoli Raya

VI-7

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

3.1.

Model Siklus Produktivitas “ MEPI”

III-5

4.1.

Kerangka Konseptual Penelitian

IV-3

4.2.

Diagram Prosedur Penelitian

IV-5

4.3.

Blok diagram pengolahan data

IV-8

5.1.

Indikator Pencapaian 2011-2012

V-68

5.2.

Grafik Indeks Produktivitas

V-71

6.1.

Peta Indeks Produktivitas Bagian Produksi PKS Gedong Biara

VI-5

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

PT. Mopoli Raya adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Salah satu pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Mopoli Raya adalah Gedong Biara. Demi meraih profitabilitas yang lebih baik, perusahaan perlu mengetahui dan mengukur produktivitas. Pengukuran produktivitas perusahaan akan menjadi informasi yang bermanfaat dalam menentukan titik ukur bagi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai oleh perusahaan. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode OMAX (Objective Matrix) yang menggunakan 8 rasio yang menggambarkan indeks produktivitas perusahaan. Indeks produktivitas yang paling rendah adalah pada bulan Juli 2012 yaitu sebesar -74,90% dan indeks produktivitas yang paling tinggi adalah pada bulan Juni 2012 yaitu sebesar 166,02%. Dari hasil pengukuran produktivitas ini kemudian dirangkum suatu informasi yang akan menunjukkan bahwa rasio pengukuran produktivitas tersebut merupakan informasi kritis yang harus segera dilakukan tindakan. Strategi tersebut dilakukan dengan menggunakan prinsip paretto 80-20. Dengan menggunakan teori Diagram Pareto mengenai aturan 80 % dan 20 %, maka dapat dilihat dari tabel di atas bahwa yang memberikan kontribusi terhadap rendahnya tingkat produktivitas adalah rasio VIII (perbandingan antara jam kerusakan mesin dengan jam mesin tersedia), rasio IV(perbandingan antara jam lembur dengan jam kerja terpakai), dan rasio VII (rasio antara tingkat absensi tenaga kerja dengan jumlah tenaga kerja). Meningkatkan nilai rasio IV dilakukan dengan meminimalisir jam kerja lembur agar karyawan dapat mengoptimalkan jam kerja normal untuk mencapai target produksi. Meningkatkn rasio VII dilakukan dengan membuat sistem absensi komputerisasi, memperketat peraturan kerja di perusahaan seperti pemberlakuan pemotongan gaji bagi karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas dan membuat peringatan keras bagi karyawan yang melanggar aturan. Meningkatkan nilai rasio VIII dilakukan dengan memperbaiki sistem perawatan mesin yang belum terintegrasi dengan baik, sehingga perawatan dilakukan ketika mesin sudah mengalami downtime. Oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya perlu menelaah sistem pendukung keputusan perawatan mesin sebelum proses mengalami downtime. Perbaikan ini bisa dibuat dengan software sederhana yang mengingatkan operator jadwal pemeliharaan komponen yang didasarkan oleh mean time beetwen failure (MTBF).

Kata Kunci : Produktivitas, Objective Matrix (OMAX), Rasio Produktivitas

Universitas Sumatera Utara

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan

PT. Mopoli Raya adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan

dan pengolahan kelapa sawit. Salah satu pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh

PT. Mopoli Raya adalah Gedong Biara. Selama ini dalam hal produktivitas, PT

Mopoli Raya masih menghitung profit (keuntungan) dari hasil penjualan produksi

sebagai ukuran baik atau tidaknya produktivitas perusahaan. Perusahaan ini belum

pernah melakukan perhitungan produktivitas dengan metode tertentu sehingga

sulit

untuk

mendeteksi

kriteria

apa

saja

yang

menghambat

produktivitas

perusahaan.

Untuk

mengatasi

hal

ini

dapat

dilakukan

dengan

pengukuran

produktivitas

model

Objective

Matrix

(OMAX)

yang

dapat

mengukur

produktivitas untuk masing-masing kriteria secara lebih spesifik.

OMAX menggabungkan

kriteria-kriteria produktivitas ke dalam

suatu

bentuk yang terpadu dan berhubungan satu sama lain. Kebaikan model OMAX

dalam pengukuran produktivitas perusahaan antara lain relatif sederhana dan lebih

fleksibel, tergantung pada masalah yang dihadapi, adanya sasaran produktivitas

yang jelas dan mudah dimengerti yang akan memberi motivasi bagi pekerja untuk

mencapainya,

berbagai

faktor

yang

berpengaruh

terhadap

peningkatan

produktivitas dapat diidentifikasikan dengan baik dan dapat dikuantifikasikan,

adanya pengertian bobot yang mencerminkan pengaruh masing-masing faktor

terhadap peningkatan produktivitas yang penentuannya memerlukan persetujuan

Universitas Sumatera Utara

manajemen. Model ini menggabungkan seluruh faktor yang berpengaruh terhadap

peningkatan produktivitas dan dinilai ke dalam satu indikator atau indeks. Bentuk

model ini fleksibel, tergantung lingkungan mana diterapkan, dalam hal ini juga

berarti bahwa data-data yang diperlukan dalam model ini mudah diperoleh di

lingkungan perusahaan dimana model ini digunakan.

Dengan menggunakan OMAX,

maka pihak manajemen dapat dengan

mudah menentukan kriteria apa yang akan dijadikan ukuran produktivitas, pada

akhirnya pihak manajemen dapat mengetahui produktivitas perusahaan yang

menghambat dan menjadi tanggung jawabnya berdasarkan bobot dan skor untuk

setiap kriteria pada matriks sasaran atau kerangka OMAX. Oleh karena itu dengan

metode Objective Matrix (OMAX) akan diketahui bagaimana tingkat produktivitas

perusahaan pada setiap periode tertentu dan kriteria apa yang mempengaruhinya,

serta dapat dijadikan patokan untuk pengukuran produktivitas tahun berikutnya.

Leonard,K.C dan Wahyu (2010) dalam penelitiannya yang

berjudul

Analisa Produktivitas dengan Menggunakan Metode Objective Matrix Pada

Bagian Produksi Potong (cutting) PT. X, dapat disimpulkan bahwa terdapat 10

kriteria yang berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan antara lain mini

masi jumlah produk cacat, minimasi jumlah produk rework, minimasi jumlah

scrap,

mengoptimalkan

karyawan,

mengefisienkan

penggunaan

material,

mengoptimalkan kapasitas produksi, optimasi jam kerja, minimasi jumlah jam

absen, minimasi over time, minimasi jumlah karyawan tidak hadir.

Nur Aditya Saddad, et al (2012) dalam penelitiannya berjudul Analisis

Produktivitas

Bagian

Pengolahan

Menggunakan

Metode

Objective

Matrix

Universitas Sumatera Utara

(OMAX) (Studi Kasus Di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon

Kabupaten Kediri), dapat disimpulkan bahwa Produktivitas bagian pengolahan

pada perusahaan dipengaruhi beberapa kriteria yaitu pemakaian bahan baku,

pemakaian tenaga kerja, pemakaian bahan bakar kayu, jam kerja mesin genset,

dan pemakaian energi listrik. Berdasarkan kriteria tersebut nilai tertinggi tingkat

produktivitas total yang dicapai perusahaan selama periode pengukuran tahun

2009 – 2011 terdapat pada periode pengukuran bulan Juli 2009 sebesar 6,18 dan

nilai terendah pada periode pengukuran bulan Juni 2010 sebesar 1,37.

Oleh sebab itu, maka peneliti mengangkat judul “Analisa Produktivitas

Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix Pada Bagian Produksi Pabrik

Kelapa Sawit Gedong Biara PT.Mopoli Raya”.

1.2. Rumusan Permasalahan

Berdasarkan

latar

belakang

yang

disebutkan

sebelumnya,

rumusan

permasalahan dalam penelitian ini adalah PT. Mopoli Raya masih

menghitung

profit (keuntungan) dari hasil penjualan produksi sebagai ukuran baik atau

tidaknya produktivitas

perusahaan. Perusahaan

ini belum pernah melakukan

perhitungan

produktivitas

dengan

metode

tertentu

sehingga

sulit

untuk

mendeteksi kriteria apa saja yang menghambat produktivitas perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

1.3.

Tujuan Penelitian

Tujuan umun dari penelitian ini adalah :

1. Mengukur indeks produktivitas.

2. Menentukan kriteria apa yang paling mempengaruhi tingkat produktivitas

yang dicapai perusahaan.

Adapun yang menjadi tujuan khusus penelitian ini adalah suatu kesempatan

untuk melatih keterampilan dalam bidang ilmu yang ditekuni secara khusus untuk

melengkapi tugas sarjana.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat

penelitian

produktivitas

perusahaan

ini

bagi

selama

ini,

perusahaan

mengetahui

adalah

dapat

kriteria

apa

mengetahui

saja

yang

mempengaruhi rendahnya produktivitas sehingga dapat dilakukan perbaikan –

perbaikan,

serta

dapat

membantu

PT

Mopoli

Raya

dalam

mengukur

produktivitasnya dan berusaha memecahkan masalah produktivitas yang timbul

dalam perusahaan.

Manfaat yang diperoleh bagi mahasiswa adalah mempunyai kesempatan

menerapkan ilmu yang diperoleh, untuk menyelesaikan permasalahan dalam dunia

nyata.

Universitas Sumatera Utara

1.5.

Batasan Masalah dan Asumsi

Batasan

masalah

ditetapkan

di

awal

penelitian

untuk

memudahkan

pembahasan dalam penelitian tersebut, oleh sebab itu pembatasan masalah yang

diambil dalam penelitian ini adalah :

1. Pengukuran produktivitas dilakukan di bagian produksi pabrik kelapa sawit

Gedong Biara PT. Mopoli Raya.

2. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan metode Objective

Matrix.

3. Data yang diamati adalah data selama Januari 2011 – Desember 2012.

4. Data yang diperoleh adalah data non finansial.

5. Pengukuran produktivitas disini tidak dimaksud untuk membandingkan

dengan produktivitas tiap departemen dan perusahaan lainnya.

Sedangkan asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan produksi berjalan normal dan tidak mengalami perubahan selama

dilakukan penelitian.

2. Penentuan bobot kriteria perusahaan dilakukan oleh responden yang dianggap

benar-benar paham akan kondisi perusahaan.

3. Operator

berada

pekerjaannya.

dalam

kondisi

normal

dan

dianggap

telah

menguasai

4. Semua mesin dan peralatan yang digunakan pada proses produksi dalam

kondisi tidak rusak.

5. Kondisi lingkungan kerja tidak berubah selama pengamatan.

Universitas Sumatera Utara

1.6.

Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan tugas akhir ini dapat

diuraikan sebagai berikut :

BAB I

Pendahuluan

berisi

latar

belakang

masalah

yaitu

masalah

produktivitas di PT Mopoli Raya, rumusan permasalahan, tujuan

penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan asumsi, serta

sistematika penulisan tugas akhir.

 

BAB II

Gambaran Umum Perusahaan menjelaskan tentang PT. Mopoli

Raya

yang

merupakan

perusahaan

yang

berdiri

Tahun

1980

bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Produk yang diolah

adalah Tandan buah segar menjadi CPO.

 

BAB III

Landasan

Teori

berisikan

Teori

produktivitas

dan

konsep

Analytical

Hierarchy

Process

(AHP),

sedangkan

teori

yang

digunakan

untuk

mengukur

produktivitas

pabrik

adalah

teori

objective matrix (OMAX).

 

BAB IV

Metodologi Penelitian menjelaskan jenis penelitian yang dilakukan

yaitu penelitian studi kasus merupakan metode yang mengacu pada

penelitian yang mempunyai unsur how dan why pada pertanyaan

utama penelitiannya dan meneliti masalah-masalah kontemporer

serta

sedikitnya

peluang

peneliti

(kasus) yang ditelitinya.

dalam

mengontrol

peristiwa

Universitas Sumatera Utara

BAB V

Pengumpulan dan Pengolahan Data berisikan data yang digunakan

dalam penelitian ini yaitu data produksi, data produksi yang bagus,

data produksi yang kurang sempurna, data pemakaian bahan bakar

minyak, data jam kerja normal, data jam kerja lembur, data jumlah

tenaga kerja, data jumlah absensi tenaga kerja, data jumlah operasi

mesin

normal,

dan

data

frekuensi

kerusakan

mesin.

Pada

pengolahan data berisikan data-data yang diolah menggunakan

langkah-langkah metode Objective Matrix.

BAB VI

Analisis Pemecahan Masalah

menjelaskan hasil pengolahan data

dan pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan metode

Objective Matrix.

BAB VII

Kesimpulan dan Saran berisikan kesimpulan yang didapat dari

hasil pemecahan masalah dan saran-saran yang bermanfaat bagi

perusahaan yang bersangkutan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

PT. Mopoli Raya adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 1980 atas

usaha dari tiga pendiri utama yaitu:

1. H.A. Basyah Ibrahim (almarhum)

2. H.M. Sati (almarhum)

3. Mustafa Sulaiman (almarhum)

Anggaran dasar perseroan ini telah mengalami perubahan-perubahan,

terakhir dengan akte No.10 Tanggal 5 Maret 1991 mengenai kepengurusan

kekuasaan direksi yang dibuat di hadapan Djaidir, SH, Notaris di Medan. Adapun

Akte pendirian dan perubahan-perubahannya, kecuali Akte No.10 tersebut di atas

telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai

dengan surat keputusan No.J.A.5/164/18 tanggal 11 Mei 1981 dan dimuat dalam

tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.23 tanggal 19 Maret 1982. Atas

kepercayaan dan kerja sama dari Bank Ekspor Impor Indonesia maka pada tahun

yang sama dimulailah penanaman kelapa sawit di kebun Upah. Hal ini terus

berlanjut hingga sampai dengan saat ini areal yang sudah tertanam ± 22.000 Ha,

yang terbesar di dua provinsi yaitu Sumatera Utara dan Aceh.

Areal

yang

sudah

tertanam

tersebut

bernaung

dibawah

beberapa

perusahaan perkebunan yang dikoordinir oleh PT. Mopoli Raya.

Universitas Sumatera Utara

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah:

1. PT. SURYA MATA IE, yang mengelola perkebunan Upah.

2. PT. SUMBER ASIH, yang mengelola perkebunan Biara dan Paya Rambe.

3. PT. PERAPEN, yang mengelola perkebunan Perapen

4. PT. DHARMA AGUNG, yang mengelola perkebunan Mopoli

5. PT. SULAIMAN SALEH, yang mengelola perkebunan Damar Condong

6. PT. PUGA, yang mengelola perkebunan Sawit Rambe

7. PT. MASDAH, yang mengelola perkebunan Serang Jaya

8. PT. TENGGULUN JAYA, yang mengelola perkebunan Tenggulun

9. PT. ALOER TIMUR, yang mengelola perkebunan Aloer The

10. PT.WATUGEDE UTAMA, yang mengelola kebun Kreung semayam

Pada tanggal 26 Agustus 1984 dimulailah secara resmi pembangunan

pabrik kelapa sawit yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur

Aceh. Pabrik ini memiliki kapasitas awal 30 ton Tandan Buah Sawit Segar

(FFB)/jam dan pada tahun 1991 kapasitas pabrik tersebut diperluas sehingga

menjadi 60 ton TBS/Jam.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PT. Mopoli Raya Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara adalah perusahaan

yang bergerak di bidang industri pengolahan pengolahan sawit.

Adapun ruang lingkup bidang usaha pada perusahaan ini adalah :

1. Tandan Buah Segar menjadi Crude Palm Oil/CPO (Minyak Sawit)

2. Tandan Buah Segar menjadi Kernel (Inti Sawit)

Universitas Sumatera Utara

2.3.

Lokasi Perusahaan

Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara berlokasi di Blok 53 Perkebunan

Gedong Biara, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Nanggroe

Aceh Darussalam. Untuk lebih memudahkan urusan administrasi maka kantor

direksi di tempatkan di Medan yaitu di Jl. Sunggal no. 91. Adapun mengenai

lokasi pabrik ditempatkan di Kuala Simpang melalui beberapa pertimbangan

yaitu:

1.

Dekat dengan sumber bahan baku yaitu perkebunan kelapa sawit yang

terdapat di sekitar lokasi pabrik.

 

2.

Tersedianya tenaga kerja yang ada di sekitarnya.

 

3.

Sarana transportasi yang cukup baik karena terletak di sisi jalan negara yang

menghubungkan

Provinsi

Nanggroe

Aceh

Darussalam

dengan

Provinsi

Sumatera Utara.

4.

Tersedianya lahan yang cukup dan harganya relatif murah.

 

2.4.

Daerah Pemasaran

 

Pemasaran produk hasil pengolahan kelapa sawit dilakukan oleh pihak

direksi PT. Mopoli Raya PKS Gedong Biara menerima pesanan CPO dan Kernel

sesuai dengan kontrak yang telah disepakati oleh Direksi dengan pelanggan.

PKS Gedong Biara mempunyai beberapa daerah pemasaran produk yang

dihasilkan

diantaranya

diekspor

keluar

negeri

seperti

ke

Malaysia,

melalui

pelabuhan Belawan dan sebagian produk dipasarkan didalam negeri antara lain

Universitas Sumatera Utara

dipasarkan ke Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam khususnya, serta wilayah

Sumatera, dan Jawa.

2.5. Proses Produksi

Proses produksi diartikan sebagai kegiatan

yang mengubah masukan

berupa bahan baku (input) menjadi keluaran (output) yang berupa produk/hasil.

Teknologi, mesin, dan peralatan serta berbagai cara kerja direncanakan dan

digunakan untuk proses produksi.

Tandan buah sawit bila diolah menghasilkan dua jenis produk, yaitu :

Minyak Sawit (Crude Palm Oil) dari hasil olahan daging buah dan Inti Sawit

(Palm Kernel) yaitu inti yang dihasilkan dari pengolahan biji (Nut).

Pabrik kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli raya merupakan unit

pengolahan TBS menjadi minyak sawit (Crude Palm Oil) dan Inti sawit.

2.5.1. Standar mutu Bahan/Produk

Standar mutu dari produk yang dihasilkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

Gedong Biara PT. Mopoli Raya disesuaikan dengan spesifikasi standar mutu

internasional. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan pihak pabrik dapat

diterima di pasar nasional maupun internasional. Jadi untuk meningkatkan daya

saing, minyak sawit dan inti sawit yang dihasilkan harus memenuhi spesifikasi

mutu. Mutu FFB (Fresh Fruit Bunch) adalah suatu ukuran mutu yang sangat

penting karena mempengaruhi dari proses ekstraksi minyak (ektraksi minyak dan

Universitas Sumatera Utara

kehilangan)

dan

mutu

dari

hasil

minyak.

Minyak

yang

maksimum

dapat

dihasilkan dengan kematangan FFB yang optimum.

 

Ada

tiga

komponen

kualitas

yang

dipakai

sebagai

standar

dalam

pengendalian mutu minyak sawit di Pabrik kelapa Sawit Gedong Biara yaitu:

kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar Air, dan kadar Kotoran

Analisa mutu produksi dilakukan tiap hari untuk mengetahui kualitas

bahan, kualitas produk yang dihasilkan dan dikirim sudah sesuai dengan mutu

yang diharapkan, sehingga dapat diterima pasar diketahui seberapa kehandalan

pabrik dalam mendapatkan minyak dan inti sesuai ISO 9000.

2.5.2. Bahan Yang Digunakan

Ada 3 jenis bahan yang digunakan dalam pengelolahan proses produksi

pada Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara ada 3 yaitu bahan baku, bahan penolong

dan bahan tambahan.

2.5.2.1. Bahan Baku

Bahan baku yang telah matang sebaiknya langsung diolah agar kandungan

minyaknya tidak berkurang dan kualitas minyak yang dihasilkan tidak menurun.

Oleh karena itu bahan baku yang digunakan adalah Tandan Buah Segar

(TBS) yang harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan oleh Pabrik

Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya.

Universitas Sumatera Utara

2.5.2.2

Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan dalam proses produksi

dan bercampur dengan bahan baku yang membentuk produk akhir dan diharapkan

dapat meningkatkan mutu produk. Dalam hal ini tidak ada bahan tambahan yang

digunakan dalam proses produksi pada Pabrik kelapa Sawit Gedong Biara PT.

Mopoli Raya.

2.5.2.3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi

tetapi tidak terdapat dalam produk akhir yaitu bahan-bahan yang diperlukan dalam

memperlancar penyelesaian suatu produk dimana keberadaan bahan penolong ini

tidak mengurangi nilai tambah produk yang dihasilkan tersebut.

Adapun

bahan

penolong

yang digunakan

pada Pabrik

Kelapa Sawit

Gedong Biara PT. Mopoli Raya adalah air delusi yang berguna untuk mengurangi

kekentalan minyak.

2.5.3. Uraian Proses Produksi

Proses pengolahan TBS menjadi minyak sawit dan minyak inti sawit,

terdiri dari proses ekstraksi secara mekanis dilanjutkan dengan proses pemurnian.

Dimana uraian proses produksi dari tandan buah segar (TBS) sampai menjadi

CPO/Kernel secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

2.5.3.1.

Jembatan Timbang (Weighting Bridge)

Tujuan

dari

dilakukannya

penimbangan

adalah

untuk

mengetahui

produktivitas kebun sehingga memerlukan data berat, asal kebun, bagian, dan

blok. Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu truk yang melewati jembatan

timbang berhenti ± 5 menit, kemudian dicatat berat truk awal sebelum TBS

dibongkar dan sortir, kemudian setelah dibongkar truk kembali ditimbang, selisih

berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima di pabrik.

2.5.3.2. Sortasi Dan Pemeriksaan Kualitas

Kualitas

buah

yang

diterima

pabrik

harus

diperiksa

tingkat

kematangannya. Sortasi dilakukan untuk menjamin bahan baku (TBS) yang

diterima di pabrik sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Sebelum TBS diterima

dan diolah pabrik, kualitas buah harus diperiksa tingkat kematangannya secara

visual. Kriteria matang panen merupakan faktor penting dalam pemeriksaan

kualitas buah distasiun penerimaan TBS (Tandan Buah Segar). Peralatan dan

bahan yang digunakan untuk melakukan sortasi adalah gancu, sekop, blong,

timbangan, buku sortasi dan Surat Pengantar Buah.

Setelah

disortir,

TBS

tersebut

dimasukkan

ketempat

penimbunan

sementara (Loading ramp) dan selanjutnya diteruskan ke stasiun perebusan

(Sterilizer).

Universitas Sumatera Utara

2.5.3.3.

Proses Perebusan (Sterilizer)

Lori

yang

telah

diisi

TBS

dimasukan

kedalam

sterilizer

dengan

menggunakan capstand. Sterilizer adalah bejana uap tekan yang digunakan untuk

merebus

buah.

Dalam

melakukan

proses

perebusan

diperlukan

uap

untuk

memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer

adalah saturated steam dengan tekanan 2,8 – 3,0 kg/cm2 pada suhu 140 o selama ±

90 menit. Sistem perebusan menggunakan sistem double peak (2 peak) dengan

rincian sebagai berikut :

a. pembuangan uap awal 2,5 menit

b. Pemasukan uap dan pembuangan puncak I dan puncak II 20 menit

c. Masa penahanan tekanan 2,8 – 3,0 Kg/cm 2 60 menit

d. Pembuangan uap terakhir 7,5 menit

Lori buah dimasukkan ke dalam stasiun perebusan dengan tujuan :

1. Menurunkan kadar air dalam daging buah

2. Menghentikan aktifitas enzim yaitu mengurangi peningkatan asam lemak

bebas.

3. Mempermudah pelepasan buah dari tandannya

4. Melunakkan daging buah (Pericarp)

5. Mempersiapkan biji untuk memperoleh inti biji

2.5.3.4. Proses Penebah (Thressing)

Pada stasiun ini proses yang berlangsung adalah berondolan dipisahkan

dari janjangan/tandannya.

Universitas Sumatera Utara

Proses thressing terdiri dari :

a. Alat pengangkut lori (Hoisting Crane)

Fungsi dari Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori dan menuangkan isi

lori ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi TBS

yang sudah direbus.

b. Mesin Thresser

Fungsi dari Mesin Thresser adalah untuk memisahkan buah dari janjangannya

dengan

cara

mengangkat

dan

membantingnya

kosong ke empty bunch conveyor.

2.5.3.5. Proses Pengempaan (Pressing)

serta

mendorong

janjang

Proses Kempa adalah pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah

Kelapa

Sawit

dengan

jalan

pelumatan

dan

pengempaan.

Baik

buruknya

pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak. Proses ini

terdiri dari :

a. Fruit Distributing Conveyor

Menghantarkan berondolan dari Fruit Top Transfer Conveyor sekaligus

membagi berondolan ke dalam digester yang dioperasikan.

b. Recycling Conveyor

Mengembalikan berondolan yang tidak tertampung oleh digester didorong ke

Under Transfer Fruit Conveyor.

Universitas Sumatera Utara

c.

Digester (Pengaduk)

Setelah buah pisah dari janjangan, maka buah dikirim ke Digester dengan

cara buah masuk ke Under Transfer Fruit Conveyor yang berfungsi untuk

membawa buah ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk mengangkat buah ke

atas masuk ke distribusi conveyor yang kemudian menyalurkan buah masuk

ke Digester. Didalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah

terisi penuh diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk yang

terpasang pada bagian

poros

II, sedangkan

pisau bagian dasar sebagai

pelempar atau mengeluarkan buah dari digester ke screw press.

Fungsi Digester :

1. Melumatkan daging buah.

2. Memisahkan daging buah dengan biji.

3. Mempersiapkan Feeding Press.

4. Mempermudah proses di Mesin Press.

5. Menaikkan Temperatur.

d. Screw Press (Mesin kempa)

Fungsi dari Screw Press adalah untuk memeras berondolan yang telah

dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah –

buah yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau

pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya

masuk kedalam mesin pengempa ( twin screw press ). Oleh adanya tekanan

screw yang ditahan oleh cone, massa tersebut diperas sehingga melalui

lubang

lubang

press

cage

minyak

dipisahkan

dari

serabut

dan

biji.

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya minyak menuju stasiun klarifikasi, sedangkan ampas dan biji

masuk ke stasiun kernel.

2.5.3.6. Proses Pemurnian Minyak (Clarification Process)

Setelah melewati proses Screw Press maka didapatlah minyak kasar /

Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Oil masuk ke

stasiun

klarifikasi.

Stasiun

pemurnian/klarifikasi

minyak

berfungsi

untuk

memisahkan minyak dengan kotoran serta unsur – unsur yang mengurangi

kualitas minyak dan mengupayakan agar kehilangan minyak seminimal mungkin.

Stasiun klarifikasi adalah stasiun terakhir untuk pengolahan minyak, dimana

proses pengolahannya adalah sebagai berikut :

a. Sand Trap tank (Tangki Pemisah Pasir)

Setelah di press maka Crude Oil yang mengandung air, minyak, lumpur

masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk

menampung pasir. Temperatur pada sand trap tank mencapai 95 o C sehingga

yang terbuang adalah benar – benar NOS ( Non Oil Solid ).

b. Vibro Separator/Vibrating Screen

Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut-

serabut yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja

mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran-getaran pada Vibro

control melalui penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor.

Getaran yang kurang mengakibatkan pemisahan tidak efektif.

Universitas Sumatera Utara

c.

Crude Oil Tank

Crude Oil Tank merupakan tangki penampung minyak kasar hasil saringan

dari

vibro

separator

sebelum

dikirim

kebagian

tangki

ditribusi

dengan

menggunakan pompa. Crude oil tank dilengkapi dengan steam coil untuk

memanaskan campuran minyak yaitu dengan suhu 95° C.

d. Vertical Clarifier Tank (VCT)

Fungsi dari VCT adalah untuk memisahkan minyak, air dan kotoran (NOS)

secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih kecil dari 1

akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada

lapisan tengah sedangkan NOS dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan

berada pada lapisan bawah. Fungsi Skimmer dalam VCT adalah untuk

membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk dan

memecahkan

padatan

serta

mendorong

lapisan

minyak

dengan

Sludge.

Temperatur yang cukup (95 o C) akan memudahkan proses pemisahan ini.

Prinsip kerja didalam VCT dengan menggunakan prinsip keseimbangan

antara larutan yang berbeda jenis. Prinsip bejana berhubungan diterapkan

dalam mekanisme kerja di VCT.

e. Oil Tank

Fungsi dari Oil Tank adalah untuk tempat sementara Oil sebelum diolah oleh

Purifier.

Pemanasan

dilakukan

dengan

menggunakan

Steam

Coil

untuk

mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95 o C. Kapasitas Oil Tank 10

Ton / Jam.

Universitas Sumatera Utara

f. Oil Purifier

Oil purifier berfungsi untuk mengurangi NOS dan kadar air dengan cara

centrifugal.

Pembukaan

seal

water

dilakukan

diawal

proses

dan

saat

beroperasinya kran seal water harus di tutup, karena apabila kran terbuka

akan mengakibatkan kadar air dalam minyak meningkat.

g. Vacuum Dryer

Fungsi dari Vacuum Dryer adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak

produksi. Sistem kerjanya sendiri adalah minyak disimpan kedalam bejana

melalui Nozel. Suatu jalur resirkulasi dihubungkan dengan suatu pengapung

didalam bejana, sehingga bilamana ketinggian permukaan minyak menurun

pengapung akan membuka dan mensirkulasi minyak ke dalam bejana.

h. Storage Tank

Fungsi dari Storage Tank adalah untuk penyimpanan sementara minyak

produksi yang dihasilkan sebelum dikirim. Storage Tank harus dibersihkan

secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara

rutin,

karena

apabila

terjadi

kebocoran

pada

pipa

Steam

mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO.

2.5.4.

Mesin

Oil

dapat

Pada Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli raya mesin-mesin

yang digunakan pada saat proses dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1. Mesin di Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya

NO.

Mesin

Spesifikasi

   

Merk : Vickers, Type : 10 bays, Daya : 4

1.

Loading Ramp

kw/300 volt, Jumlah : 2 unit

   

Merk : Teco Induction, Type : wire rope,

2.

Capstand

Daya : 15 hp, Tipe tali : 5/8” ARW C6x29,

jumlah : 6 unit

   

Merk : Kesco, Diameter : 2.100 mm,

Panjang : 29.265mm, Kapasitas : 25 ton,

3.

Sterilizer

Tekanan uap : 0–3,5 kg/cm2, Temperatur

uap : 115°C–130oC, Jumlah : 4 unit

   

Merk : Demag Indonesia, Kapasitas : 5 ton, ,

4.

Hoisting Crane

Cos Ø : 0,8, putaran : 40 rpm, Jumlah : 3 unit

   

Merk : Renold Chain, Panjang : 5860 mm,

5.

Automatic feeder

Lebar : 3300 mm, Kapasitas : 30 ton/jam,

Putaran : 0,3-0,7 rpm, Cos Ø : 0,8

   

Merk : Asian Motor Swed, Diameter : 2057

mm, Panjang : 5029 mm, Putaran : 22,5 rpm,

6.

Thresser

Kapasitas : 30 ton/jam, Cos Ø : 0,8, Daya :

20 hp

   

Merk : Ronald Chain, Panjang : 3000 mm,

7.

Fruits Elevator

Daya : 10 hp, Cos Ø : 0,8, kapasitas :

30ton/jam

Universitas Sumatera Utara

   

Merk : Stock Amsterdam, Internal diameter

:

1200 mm, Tinggi Conteiner : 3000 mm,

8.

Digester

Isi : 3200 ltr, Kapasitas : 10-15 ton/jam,

Putaran : 23 rpm, Daya : 22 Kw, Cos Ø :

0,8, Type : LD 3200, Jumlah : 8 unit

   

Merk : MJI, Panjang : 4910 mm, Lebar :

 

1478

mm, Tinggi : 1035 mm, Kapasitas :

9.

Twin Screw Press

15 – 17 ton/jam, Putaran : 10,5 rpm, Cos Ø

:

0,8, Daya : 40 hp, Type : LP 10 – 12,

Jumlah : 8 unit

   

Merek : Amkco, Diameter : ± 1524 mm

(60” ), Jumlah : 2 unit, Kapasitas : 9-12

10.

Vibro Separator

ton, Daya : 2,5 hp, Putaran : 1450 rpm, Cos

Ø : 0,8

11.

Crude Oil Tank

Merk : Sweeo, Kapasitas : 30 ton, Putaran :

1450

rpm, Jumlah : 3 unit

12.

Continuous Settling Tank

Kapasitas : 90 M3, Jumlah : 1 unit,

Diameter : 500m

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1. Mesin di Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli

Raya (Lanjutan)

No.

Mesin

Spesifikasi

13.

Sludge Tank

Kapasitas : 6 ton, Diameter : 2.32 m,

Tinggi : 2,7 m, Jumlah : 2 unit

14.

Oil Tank

Kapasitas : 6 ton, Diameter : 2,32 m,

Tinggi : 2,7 m, Jumlah : 3 unit

15.

Sludge Drain Tank

Kapasitas : 15 M3, Panjang : 5000

m, Lebar : 2000m, Tinggi : 1500 m

16.

Vacuum Dryer

Merk : Papemmeler, Type :

500/1583-01, Cos Ø : 0,8, Kapasitas

: 9 ton, jumlah : 2 unit

17.

Depericarper

Merk : GNM, Kapasitas : 30 ton

TBS/jam, Jumlah : 2 unit, Daya : 75

hp, Putaran : 1800 rpm

18.

Nut Cyclone

Merk : GNM, Diameter : 2500 mm, Daya : 5,5 hp, Putaran : 59,54 rpm, kapasitas : 35 ton/jam, jumlah : 2 unit

19.

Nut Silo

Merk : Warman-Australia, Panjang :

2580 m, Tebal: 3050 m, Kapasitas :

74 ton, jumlah : 6 unit

20.

Ripple Mill

Merk : GNM, Diameter : 380 mm, Daya : 3 hp, Cos Ø : 0,8, Putaran :

34,8 rpm. Jumlah : 2 unit

Universitas Sumatera Utara

2.6.

Organisasi Dan manajemen

2.6.1. Struktur Organisasi Perusahaan

Sejak dimulai berdirinya PT. Mopoli Raya pada tahun 1980, PT. Mopoli

Raya banyak mengalami perkembangan dan kemajuan pada sruktur organisasi.

Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menjadikan pelaksana proyek sebagai

mitra dalam mengembangkan usahanya, maka perusahaan telah menyusun suatu

struktur organisasi yang jelas sehingga tidak menemui tumpang tindih dalam

bekerja.

Pada Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli raya, struktur

organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi yang berbentuk fungsional

dimana berdasarkan fungsi yaitu pembagian atas unit-unit organisasi didasarkan

pada

spesialisasi

tugas

yang

dilakukan

dan

juga

wewenang

dari

pimpinan

dilimpahkan pada unit-unit organisasi di bawahnya pada bidang tertentu secara

langsung. Gambar struktur organisasi dapat dilihat pada Lampiran.

2.6.2. Pembagian Tugas, Wewenang, Dan Tanggung jawab

Pada Pabrik kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya ada tugas dan

tanggung jawab dari berbagai jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi

perusahaan yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Dewan Komisaris

Menurut anggaran dasar perusahaan, Dewan Komisaris terdiri dari 5 orang

dan salah seorang diantaranya menjabat sebagai Komisaris Utama.

Adapun wewenang dan tugas-tugas Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

a. Mengawasi jalannya pengurusan oleh Direksi, untuk ini anggota Dewan

Komisaris baik secara sendiri maupun bersama-sama berhak memasuki

bangunan atau pekarangan perseroan, memeriksa persediaan, memeriksa

uang kas, dan surat berharga lainnya serta mengetahui segala tindakan

yang telah dijalankan oleh Direksi.

b. Mengadakan Rapat Umum Tahunan dan Rapat Umum Luar Biasa Para

Pemegang Saham.

c. Memberikan pengesahan atas RAPB tahunan.

d. Memberikan pengesahan dalam RUPS atas Neraca dan Perhitungan Rugi atau

Laba tahunan yang merupakan laporan pertanggungjawaban Direksi.

2. Kepala Biro komisaris

Kepala Biro Komisaris merupakan kelompok staf karyawan yang membantu

Dewan

Komisaris

dalam

melaksanakan

tugas-tugas

pengawasannya

di

perseroan. Kepala Biro Komisaris bertanggung jawab atas selesainya tugas-

tugas yang dilaksanakan oleh Biro Komisaris dengan tujuan membantu tugas-

tugas Dewan Komisaris dalam perseroan serta bertanggung jawab atas segala

harta perusahaan yang ada di Biro Komisaris.

3. Direktur Utama

Direktur Utama merupakan dewan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang

bertanggung

jawab

atas

kekayaan

perusahaan

dan

pencapaian

tujuan

perusahaan yang telah ditetapkan baik dalam Anggaran Dasar Tahunan

Universitas Sumatera Utara

perusahaan dan hasil-hasil yang dicapai perusahaan kepada Dewan Komisaris

dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam hal ini Direktur

Utama dibantu oleh 2 (dua) orang direktur masing-masing:

a. Direktur Komersil

Direktur Komersil membawahi bagian-bagian sebagai berikut:

1. Bagian Komersil

2. Bagian Umum/ Personalia

3. Bagian Pembukuan

4. Bagian Pembiayaan

b. Direktur Produksi

Direktur Produksi membawahi bagian-bagian sebagai berikut:

1. Bagian Teknik

2. Bagian Tanaman

3. Area Manager

4. Sekretaris Direksi

Sekretaris Direksi merupakan karyawan yang membantu direksi atau direktur

utama

dalam

melaksanakan

tugas-tugasnya.

Adapun

tugas-tugas

yang

dilaksanakan oleh sekretaris direksi pada PT. Mopoli Raya adalah:

a. Mengadministrasikan surat-surat masuk dan surat-surat keluar Direksi

b. Mengarsip surat-surat masuk dan surat-surat keluar Direksi

c. Membantu direksi dalam melaksanakan tugas-tugasnya dan bertanggung

jawab langsung kepada Direksi.

Universitas Sumatera Utara

5.

Kepala Internal Audit

Kepala

internal

audit

adalah

kelompok

staf/karyawan

yang

tugasnya

membantu Top Management dalam melaksanakan fungsi kontrol dalam

lingkungan

perusahaan.

Kepala

Internal

Audit

bertanggung

jawab

atas

pelaksanaan kegiatan-kegiatanpengawasan intern terhadap prosedur kerja,

proses pencatatan, pengeluaran biaya, dan kemudian membuat laporan dan

saran-saran perbaikan atas hasil pemeriksaan tersebut.

6. Kepala bagian Komersil

Kepala Bagian Komersil bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan-

kegiatan: pemasaran komoditi-komoditi

yang

dihasilkan perusahaan

dan

pengadaan barang-barang atau bahan-bahan yang mengusahakan semaksimal

mungkin harga yang paling menguntungkan bagi perusahaan.

7. Kepala Divisi Keuangan

Kepala Divisi Keuangan dan Umum membantu Direktur Komersil dalam hal

memonitor: keuangan perusahaan, anggaran perusahaan, proses pencatatan

akuntansi,

ketepatan

waktu

laporan

keuangan

dan

laporan

manajemen,

pelaksanaan peraturan kepegawaian, perawatan harta perusahaan dan masalah

yang berkaitan dengan pihak Bank.

8. Kepala Bagian Umum/Personalia

Adapun tugas-tugas Kepala Bagian Umum/ Personalia adalah

Universitas Sumatera Utara

a. Menyusun bagian tugas para bawahan dan memberikan pengarahan dalam

melaksanakan tugas-tugas tersebut

b. Menyusun rencana pertambahan dan program pengembangan pegawai

c. Mengatur dan mengelola administrasi kepegawaian serta penyimpanan

arsip-arsip pegawai

d. Melaksanakan pencarian dan penerimaan pegawai

9. Kepala Bagian Pembukuan

Kepala Bagian Pembukuan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan-

kegiatan

yang berhubungan dengan proses pencatatan akuntansi, proses

pembuatan

laporan

keuangan/

laporan

manajemen,

penyelesaian

pajak

perseroan

dan

menjamin

bahwa

seluruh

transaksi

telah

dibukukan

sebagaimana mestinya.

10. Kepala Bagian Pembiayaan

Kepala Bagian Pembiayaan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan-

kegiatan yang berhubungan dengan proses penyusunan anggaran, proses dan

pelaksanaan

pembayaran,

penerimaan

pembayaran,

laporan

posisi

dana,

penyimpanan uang kas dan penyimpanan cek, bilyet giro milik perusahaan.

11. Kepala Bagian Teknik

Universitas Sumatera Utara

Adapun

tugas-tugas

Kepala

bagian

Teknik

membuat

perencanaan

dan

mamonitoring instalasi/ listrik/ mesin/ bangunan dan memonitor hasil-hasil

yang dicapai pabrik dan mengatur pengelolaan bengkel.

12. Kepala Bagian Tanaman

Kepala Bagian Tanaman bertugas membuat perencanaan investasi kebun,

membuat perencanaan pengendalian serangan hama, menyusun program dan

rencana kerja bagian tanaman.

13. Manager Kebun

Manajer Kebun bertanggung jawab atas kontinuitas jalannya operasi kebun.

Untuk menghasilkan komoditi-komoditi seperti yang telah ditargrtkan dengan

biaya-biaya

yang

tidak

melebihi

anggaran

yang

telah

ditetapkan

dan

melaksanakan tugas-tugas lain yang diminta Direktur Produksi tentang hal-

hal yang berkaitan dengan kegiatan unit kebun.

14. Manager Pabrik

Manajer Pabrik bertanggung jawab atas kontinuitas jalannya operasi pabrik

untuk menghasilkan komoditi-komoditi seperti yang telah ditargetkan dengan

biaya-biaya yang tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Universitas Sumatera Utara

15.

Manager Proyek

Manajer Proyek bertanggung jawab atas kelancaran, keamanan pelaksanaan

proyek dan menjamin penyelesaian proyek sesuai dengan waktu. Sedangkan

tugasnya mengarahkan dan mengawasi agar dalam mengerjakan proyek

berjalan seefisien mungkin, menentukan persiapan: penilaian, fasilitas dan

bahan-bahan

yang

diperlukan

untuk

menjamin

kelancaran

penyelesaian

proyek.

2.6.3.

Jumlah Tenaga kerja Dan Jam kerja

2.6.3.1.

Jumlah Tenaga Kerja Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya memiliki tenaga

kerja sebanyak 149 karyawan. Susunan dan jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada

Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja Pabrik kelapa sawit Gedong Biara PT. Mopoli Raya

   

JUMLAH

No

KETERANGAN

(Orang)

1

Karyawan Pimpinan

8

2

Karyawan Administrasi / Umum

7

3

Karyawan Laboratorium

6

4

Karyawan Sortasi

21

5

Karyawan teknik/Bengkel Umum

26

6

Karyawan Dinas Sipil

11

7

Karyawan Pengolahan

64

8

Karyawan Keamanan

6

 

Jumlah

149

Sumber:PT. Mopoli Raya PKS Gedong Biara

2.6.3.2. Jam Kerja

Universitas Sumatera Utara

Kebijakan perusahaan dituangkan dalam suatu Perjanjian Kerja Bersama.

Kebijakan tersebut antara lain berisi tentang hari dan jam kerja. Dimana hari dan

jam kerja kantor adalah 5 (hari) dari dalam 1 (satu) minggu yaitu hari Senin

sampai dengan Jumat. Jam kerja 1 (satu) hari bagi kantor direksi adalah 8

(delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu. Sedangkan untuk

bagian pengolahan 7 hari kerja.

Penjadwalan jam kerja untuk tenaga kerja adalah sebagai berikut :

1. Karyawan Kantor mulai bekerja pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan waktu

istirahat pukul 12.00- 14.00 WIB.

2. Karyawan Bagian Pengolahan

Karyawan pada bagian pengolahan dibagi atas dua shift kerja, yaitu :

a. Shift

I, mulai

bekerja

pukul

07.00-

19.00 WIB dengan masa

istirahat

disesuaikan oleh karyawan sendiri secara bergantian selama 2 jam.

b. Shift II, mulai bekerja pukul 19.00 - 07.00 WIB dengan masa istirahat

disesuaikan oleh karyawan sendiri secara bergantian selama 2 jam.

2.6.4. Sistem pengupahan Dan Fasilitas Lainnya

Perusahaan memberikan imbalan kepada karyawannya berupa uang dan

natura atas pekerjaan yang dilakukannya. Imbalan itu terdiri dari:

1. Gaji, yaitu imbalan berupa yang diterima karyawan atau pegawai dalam hal

ini

adalah

Pegawai

Bulanan

(PB)

dari

perusahaan

atau

tugas

yang

dilakukannya yang komponennya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap.

Yang termasuk dalam tunjangan tetap disini yaitu tunjangan istri yang

Universitas Sumatera Utara

dihitung 20 % dari gaji pokok. Selain itu yang juga termasuk dalam tunjangan

tetap adalah tunjangan anak yang juga dihitung berdasarkan gaji pokok.

Namun tarif tunjangan anak ini adalah 5 % dari gaji pokok. Jumlah anak yang

ditanggung perusahaan dari tunjangan anak ini adalah maksimal 3 (tiga)

orang. Untuk karyawan Syarat Kerja Umum (SKU) menerima imbalan

berupa

upah

yang

berdasarkan

Upah

Minimum

Regional

(UMR)

yang

berlaku pada tahun tersebut, namun dihitung per hari. Upah tersebut belum

termasuk dengan tunjangan tetap. Tunjangan tetap bagi SKU merupakan catu

beras yang diberikan kepada karyawan yang terdiri dari:

2.

a. Karyawan diberikan sebesar 15 kg

b. Istri 9 kg

c. Anak (maksimal 3 orang) 7,5 kg

Premi/lembur. Yang berhak memperoleh uang lembur adalah karyawan

Pegawai Bulanan (PB) dan karyawan Syarat Kerja Umum (SKU).Perhitungan

uang lembur antara PB dengan SKU ini berbeda. Perhitungan lembur untuk

PB adalah sebagai berikut:

berbeda. Perhitungan lembur untuk PB adalah sebagai berikut: Perhitungan lembur untuk SKU adalah sebagai berikut :

Perhitungan lembur untuk SKU adalah sebagai berikut :

Perhitungan lembur untuk SKU adalah sebagai berikut : Perhitungan lembur ditetapkan sebagai berikut: Universitas

Perhitungan lembur ditetapkan sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

a. Hari biasa. Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah lembur

sebesar 1,5 kali upah sejam. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya

harus dibayar upah sebesar 2 kali upah sejam.

b. Hari istirahat minggu/hari besar. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7

jam kerja pertama, dibayar 2 kali upah sejam. Setelah 7 jam kerja,

dibayar uang lembur sebesar 3 kali upah sejam.

c. Tanggal 1 Januari, 17 Agustus dan Hari Besar Keagamaan. Untuk 7 jam

kerja pertama, dibayar uang lembur sebesar 3 kali uang lembur 1 jam.

Setelah 7 jam kerja pertama, dibayar uang lembur sebesar 4 kali uang

lembur 1 jam.

3. Tunjangan jabatan, diberikan kepada karyawan yang memiliki jabatan yaitu

manager unit, kepala tata usaha, kepala bagian, kepala urusan, asisten kepala

dan asisten afdeling. Tunjangan jabatan diberikan sesuai dengan ketentuan

yang diatur dalam peraturan perusahaan.

4. premi,

Tunjangan

diberikan

kepada

karyawan

yang

dalam

tugasnya

mendukung

kegiatan

produksi

yang

besarnya

sesuai

dengan

ketentuan

perusahaan.

5. Santunan dan bantuan sosial/ fasilitas. Perusahaan juga memberikan bantuan

dana

sosial

bagi

karyawan

yang

ditentukan

sesuai

dengan

peraturan

perusahaan.

Misalnya:

sewa

rumah,

transport,

bantuan

anak

sekolah

(beasiswa), dan kendaraan dinas bagi karyawan tertentu.

Universitas Sumatera Utara

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Pengertian Produktivitas

Produktivitas

pertama

sekali

muncul

pada

artikel

Francoiis

Quesney

(1776) yang berjudul “ The School Of Physioeraft”. Tetapi menurut Aigner

filosofi tentang produktivitas sudah ada sejak awal peradapan manusia karena

makna

produktivitas

adalah

keinginan

dan

upaya

manusia

untuk

selalu

meningkatkan kehidupan dan penghidupan di segala bidang.

Seabad kemudian pada tahun 1883, Littre mendefinisikan produktivitas

sebagai “ Faculty To Produce”. Defenisi ini masih tetap berlaku hingga abad ke-

20 pada saat itu kemudian muncul pengertian yang lebih jelas, produktivitas

menggambarkan hubungan antara keluaran dengan alat yang digunakan untuk

menghasilkan keluaran tersebut. Keluaran atau hasil produksi diproleh dari suatu

peroses kegiatan. Bentuk kegiatan dapat berupa produk nyata atau produk jasa.

Pada

tahun

1950,

Organization

for

European

Economic

(OEEC)

mengusulkan defenisi peroduktivitas yang lebih formal/resmi yaitu produktivitas

ialah hasil bagi yang diperoleh dengan membagi ouput dengan salah satu dari

faktor-faktor produksi. Dengan cara ini dapat diperhitungkan produktivitas dari

modal, investasi, dan bahan baku. 1

Sedang defenisi produktifitas menurut Dewan Produktivitas Nasional yaitu

produktivitas mengandung pengertian sebagai perbandingan antara hasil yang di

1 Summanth, D. J., (1985). Productivity Engineering and Management. New York: Mcgraw Hill Book Company.

Universitas Sumatera Utara

capai dengan keseluruhan daya yang digunakan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa produktivitas adalah perbandingan

antara rasio beberapa keluaran (output) dengan masukan (input), yang dinyatakan

sebagai berikut:

Produktivitas =

input ) , yang dinyatakan sebagai berikut: Produktivitas = Masukan dari output di atas adalah hasil

Masukan dari output di atas adalah hasil yang bermanfaat bagi manusia yang di

peroleh melalui sesuatu kegiatan dapat berupa barang atau jasa. Sedangkan yang

dimaksud dengan input adalah sumber-sumber yang digunakan untuk memperoleh

hasil tersebut. Input-input adalah tenaga kerja, modal, bahan baku, dan energi.

Sehingga berdasarkan konsep tersebut maka produktivitas total dapat dijabarkan

sebagai berikut:

Produktivitas Total =

dapat dijabarkan sebagai berikut: Produktivitas Total = Dimana tenaga kerja dalam (Rp), Modal (Rp), Material (Rp),

Dimana tenaga kerja dalam (Rp), Modal (Rp), Material (Rp), dan energi (Rp).

Pengertian produktivitas menurut E.E Adam Jr, J.C Hershauer adalah

konsep sistematis yang berkaitan dengan konversi dari masukan menjadi keluaran

dari sebuah sistem yang berada pada kondisi tertentu.

Pengertian produktivitas tidak hanya dikaitkan dengan aspek kuantitas saja

tetapi juga aspek kualitas. Nilai kuantitas suatu produk bartambah baik maka

produktivitas pun meningkat karena nilai keluaran semakin tinggi. Hal ini karena

nilai

masukan

tetap

peningkatan kualitas.

sedangkan

nilai

keluaran

bertambah

karena

adanya

Universitas Sumatera Utara

3.2.

Tipe Dasar Produktivitas

Menurut David J. Summanth dari banyaknya variasi definisi produktivitas

dapat dibedakan menjadi 3 tipe dasar produktivitas, yaitu :

1. Produktivitas Parsial

Rasio

dari

output

dengan

I

jenis

input

(per

satuan

waktu)

contoh

:

produktivitas tenaga kerja (rasio antara output dengan input tenaga kerja),

produktivitas

material

(rasio

antara

output

dengan

input

material).

Keuntungan pengukuran produktivitas parsial adalah mudah dimengerti, data

mudah diperoleh, indeks produktivitas mudah dihitung, dan alat diagnosa

yang baik untuk bagian-bagian yang perlu diperbaiki produktivitasnya, serta

dapat

digunakan

sebagai

indikator

produktivitas

total.

pengukuran produktivitas parsial adalah :

Keterbatasan

a. Bila digunakan tersendiri dapat merugikan perusahaan dari segi biaya.

b. Tidak

dapat

rnenjelaskan

terjadinya kenaikan

menjadi kontrol manajemen.

biaya total

perusahaan

c. Mempunyai kecenderungan untuk menyalahkan suatu area yang menjadi

kontrol manajemen.

d. Perbaikan produktivitas hanya pada bagian yang diukur

2. Produktivitas Total Faktor

Rasio dari output bersih terhadap jumlah dari input tenaga kerja dan input

modal (per satuan waktu). Output bersih merupakan selisih dari output total

dengan jurnlah peralatan dan jasa yang dibeli. Produktivitas total faktor ini

untuk 2 hal yang paling terkait yang menggambarkan bagaimana informasi

Universitas Sumatera Utara

perusahaan apakah padat karya atau padat modal. Keuntungan pengukuran

produktivitas total faktor adalah data dari perusahaan relatif mudah diperoleh,

dapat dianalisis dari sudut pandang ekonomi karena menyangkut sebagian

besar keadaan ekonomi perusahaan. Keterbatasan pengukuran produktivitas

total faktor tidak banyak berpengaruh terhadap input bahan baku dari energi

dan hanya input tenaga kerja dan modal yang dipertimbangkan dalam input

total faktor.

3. Produktivitas Total

Rasio dari total output dibagi total input (persatuan waktu) jadi pengaruh

semua faktor input terhadap total output dapat diukur. Produktivitas total juga

dapat dihitung untuk tiap departemen dan bisa juga dihitung untuk tiap

produk yang ada dalam perusahaan. Keuntungan pengukuran produktivitas

total adalah memperhatikan semua faktor input yang rnempengaruhi output,

sehingga dapat rnenunjukkan kondisi ekonomi perusahaan secara akurat,

kontrol profit yang dapat dihasilkan merupakan keuntungan besar perusahaan,

dan bila digunakan bersamaan dengan produktivitas parsial akan dapat

mengarahkan perhatian manajenren untuk melakukan tindakan yang lebih

efektif.

Keterbatasan

pengukuran

produktivitas

total

sama

seperti

produktivitas parsial dan total fakfor yaitu tidak dapat mengukur faktor tidak

nyata dari output dan input.

Universitas Sumatera Utara

3.3.

Siklus Produktivitas

Summanth

memperkenalkan konsep formal yang disebut sebagai siklus

produktivitas

(productivity

produktivitas terus menerus.