Anda di halaman 1dari 7

1.

Aktivitas Pembelian
- Penerimaan Barang
a. Mengecek nilai invoice dan spesifikasi barang pada Goods Receipts. Jika tidak
sesuai, hubungi vendor kembali dan meminta pembetulan invoice pada vendor.
b. Cek Faktur Pajak Masukan terkait PPN, apakah atribut pada Faktur Pajak telah
lengkap dan nominalnya telah benar.
c. Cek otorisasi pihak-pihak terkait pengadaan barang.
d. Mengecek jangka waktu pembayaran dan mengkategorikan utang berdasarkan
umur utang.
e. Memperbarui saldo utang kepada vendor dan PPN masukan jika semua
-

dokumen telah benar dengan menjurnal.


Retur Barang
a. Mengecek laporan permintaan pengembalian barang kepada bagian gudang.
b. Meminta pembentulan pada Faktur Pajak kepada vendor terkait atribut dan
nominalnya.
c. Meminta tanda tangan manager keuangan agar manager meengetahui bahwa
ada barang yang diretur.
d. Memperbarui saldo utang kepada vendor dan PPN masukan jika semua

dokumen telah benar dengan cara menjurnal.


Pembayaran Utang
a. Membuat daftar pembayaran utang kepada vendor. Daftar pembayaran ini
didasarkan pada umur utang kepada para vendor yang kemudian diotorisasi
oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.
b. Seluruh pembayaran menggunakan rekening bank perusahaan dan bukti
pembayaran tersebut dicetak dan dilampirkan pada setiap invoice.
c. Melakukan konfirmasi pembayaran kepada para vendor.
d. Memperbarui saldo utang kepada para vendor jika vendor telah

mengkonfirmasi adanya pembayaran dengan cara di jurnal.


Internal Control dan Aktivitas Bulanan
a. Setiap bulan, Bagian Keuangan juga membuat laporan utang dagang bulanan
yang berisi transaksi utang bulan terkait dan merekonsiliasi utang dagang yang
ada pada buku besar dengan saldo utang dagang yang ada pada neraca. Selain
itu membuat daftar pembayaran atas utang kepada vendor, dan merekonsiliasi
juga dengan kas keluar serta saldo utang dagang. Rekonsiliasi tersebut dbuat
dan diotorisasi oleh manager keuangan.
b. Selain itu, bagian keuangan juga membuat laporan aging schedule utang yang
masih belum dibayar. Kemudian diotorisasi oleh manager keuangan. Laporan
Aging Schedule Utang berisi tentang utang-utang kepada vendor yang
dikategorikan berdasarkan umur dan masing-masing vendor. Umur yang
digunakan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

1. 0-30 hari
2. 30-60 hari
3. 60-90 hari
4. 90-120 hari
5. >120 hari
c. Setiap 3 bulan sekali, bagian keuangan melakukan konfirmasi atas saldo utang
dagang kepada para vendor.
2. Aktivitas Penjualan
- Pengeluaran Barang
a. Mengecek kredit dari customer apakah melebihi dari batas kredit yang
diberlakukan atau tidak.
b. Membuat faktur penjualan berdasarkan purchase order dari customer dan
berita acara serah terima.
c. Membuat faktur pajak berdasarkan informasi yang tertera pada faktur
penjualan.
d. Mengelompokkan piutang berdasarkan umurnya.
e. Memperbarui saldo akun piutang kepada customer dan saldo PPN masukan
-

jika semua dokumen telah benar.


Retur Barang
a. Meminta bukti-bukti pengembalian barang ke bagian gudang dan purchase
order terkait pengembalian barang serta mencocokkan spesifikasi barang yang
diretur.
b. Menerbitkan nota retur barang dan retur faktur pajak.
c. Meminta tada tangan manager keuangan agar manager keuangan mengetahui
bahwa ada barang yang diretur.
d. Memperbarui saldo akun piutang kepada customer serta saldo PPN Masukan

jika semua dokumen telah benar.


Pembayaran Piutang
a. Membuat daftar penagihan piutang kepada customer. Daftar penagihan ini
berdasarkan umur piutang oleh customer dan ditanda tangani oleh manager
keuangan dan pimpinan perusahaan.
b. Konfirmasi jika adanya pembayaran melalui rekening perusahaan. Jika
pembayaran dilakukan secara tunai, maka penyetoran kas harus dilakukan
pada hari itu juga.
c. Bukti pembayaran oleh customer dicetak dan dilampirkan pada setiap faktur

penjualan.
d. Memperbarui saldo piutang pada customer.
Internal Control dan Aktivitas Bulanan
a. Setiap bulan, Bagian Keuangan juga membuat laporan utang dagang bulanan
yang berisi transaksi utang bulan terkait dan merekonsiliasi utang dagang yang
ada pada buku besar dengan saldo utang dagang yang ada pada neraca. Selain

itu membuat daftar pembayaran atas utang kepada vendor, dan merekonsiliasi
juga dengan kas keluar serta saldo utang dagang. Rekonsiliasi tersebut dbuat
dan diotorisasi oleh manager keuangan.
b. Selain itu, bagian keuangan juga membuat laporan aging schedule utang yang
masih belum dibayar. Kemudian diotorisasi oleh manager keuangan. Laporan
Aging Schedule Utang berisi tentang utang-utang kepada vendor yang
dikategorikan berdasarkan umur dan masing-masing vendor. Umur yang
digunakan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:
1. 0-30 hari
2. 30-60 hari
3. 60-90 hari
4. 90-120 hari
5. >120 hari
c. Setiap 3 bulan sekali, bagian keuangan melakukan konfirmasi atas saldo utang
dagang kepada para vendor.
3. Aktivitas Pemrosesan Barang
- Pengakuan WIP
a. Meminta laporan pengiriman bahan dari bagian gudang ke bagian produksi.
b. Meminta laporan pembayaran biaya tenaga kerja langsung kepada bagian
pengeluaran kas.
c. Meminta faktur atas pembayaran gas dan listrik.
d. Membuat laporan pemrosesan barang yang diotorisasi oleh manager keuangan

dan pimpinan perusahaan.


e. Mencatat penambahan saldo WIP pada laporan keuangan perusahaan.
Pengakuan Finished Goods
a. Meminta laporan barang jadi masuk dari bagian gudang dan
b. Meminta otorisasi dari manager keuangan dan pimpinan perusahaan.
c. Mencatat penambahan saldo atas Finished Goods pada laporan keuangan
Internal Control
a. Otorisasi dari manager keuangan dan pimpinan perusahaan atas laporan
pemrosesan barang jadi dan laporan barang jadi.
b. Mencocokkan inventory, WIP, dan finished goods yang ada pada buku besar

pembantu dan laporan yang ada di bagian gudang.


Aktivitas Mingguan
a. Rekonsiliasi antara buku besar pembantu dengan laporan inventory yg ada di
gudang
b. Cek fisik dan mencocokkan saldo yang ada dengan wujudnya. Dibuat laporan
cek fisik atau stock opname dan diotorisasi oleh manager keuangan dan

pimpinan perusahaan.
4. Aktivitas Pengakuan Beban
- Pengakuan Beban

a. Pengakuan atas beban harus dilakukan setiap bulan dengan membuat daftar
beban yang terjadi pada bulan berjalan dan ditanda tangani oleh manager
keuangan dan pimpinan perusahaan.
b. Pengakuan beban yang dilakukan setiap bulan seperti beban utilitas, depresiasi
aset tetap, beban gaji, beban asuransi harus diakui sebagai utang lain-lain
karena baru dibayarkan pada bulan setelahnya.
c. Membuat laporan pengakuan beban bulanan yang diotorisasi oleh manager
-

keuangan dan pimpinan perusahaan.


Pembayaran Atas Beban
a. Membuat realisasi laporan pembayaran beban setiap bulan yang diotorisasi
oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.
b. Bukti pembayaran dicetak dan diarsipkan berdasarkan pembayaran yang telah

dilakukan.
Internal Control
a. Laporan pengakuan beban dan laporan realisasi pembayaran beban diotorisasi

oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.


5. Pemeliharaan, Pembelian, Penjualan dan Penukaran Aset Tetap
- Pemeliharaan Aset Tetap
a. Membuat laporan biaya terkait pemeliharaan aset tetap dari departemen
terkait.
b. Mengklasifikasikan biaya tersebut, apakah biaya tersebut akan menambahkan
manfaat dari aset tersebut. Jika menambah manfaat, maka biaya tersebut dapat
dikapitalisasikan kepada nilai aset, begitu pula sebaliknya. Dan membuat

laporan kapitalisasi biaya.


c. Meminta otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan.
d. Jika diotorisasi, meminta faktur kepada departemen terkait.
e. Memperbarui saldo akun aset tetap dan / atau beban pemeliharaan aset.
Pembelian Aset Tetap
a. Membuat laporan perencanaan pembelian aset tetap dari departemen terkait
yang berisikan tentang alasan mengapa harus menambah aset tetap.
b. Koordinasi dengan departemen terkait untuk membuat laporan biaya-biaya
terkait aset baru tersebut sampai aset tersebut bisa digunakan untuk
operasional perusahaan.
c. Meminta daftar vendor yang menyediakan penjualan aset tetap minimal 3
kepada departemen terkait.
d. Meminta otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan terkait
perencanaan pembelian aset tetap beserta laporan biaya-biaya tersebut.
e. Jika diotorisasi, meminta departemen terkait untuk menilai masa manfaat dari
aset tetap tersebut, meminta berita acara serah terima dari departemen terkait

dan meminta faktur atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan agar aset tetap
tersebut dapat digunakan dalam operasional perusahaan.
f. Memperbaui saldo aset tetap dan biaya-biaya yang dikeluarkan agar aset tetap
dapat digunakan oleh operasional perusahaan dikapitalisasi ke nilai aset tetap
-

tersebut.
Penukaran Aset Tetap
a. Meminta laporan penggantian aset tetap dari departemen terkait yang
berisikan tentang alasan mengapa aset tetap harus diganti.
b. Koordinasi dengan departemen terkait dan membuat laporan mengenai biayabiaya yang terkait penggantian aset tersebut, sampai aset tersebut dapat
digunakan oleh operasional perusahaan.
c. Menghitung keuntungan atau kerugian dari pertukaran aset dan membuat
laporan keuntungan atau kerugian atas pertukaran aset.
d. Meminta otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan terkait

semua laporan yan telah dibuat.


Internal Control
a. Otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan dimaksudkan
untuk menimbang perlukah adanya penambahan aset tetap yang nilainya
material di laporan keuangan.
b. Yang menetapkan vendor dalam hal penambahan aset tetap adalah pimpinan
perusahaan demi menjaga independensi atas pemilihan vendor.
c. Biaya-biaya yang dapat menambah masa manfaat aset dapat dikapitalisasikan
ke nilai aset.
d. Biaya-biaya terkait pemasangan aset tetap sampai aset tersebut siap digunakan

oleh operasional perusahaan juga dapat dikapitalisasikan kedalam nilai aset.


Aktivitas Bulanan
a. Membuat laporan depresiasi aset tetap.
b. Merekonsiliasi saldo buku besar dengan saldo di laporan posisi keuangan dan

laba rugi.
6. Penyisihan Piutang Tak Tertagih
- Saat menyisihkan piutang
a. Mengumpulkan data-data terkait transaksi yang macet seperti faktur
penjualan, faktur pajak, bill of lading atau delivery order dan saldo yang masih
ada.
b. Menagih kembali piutang customer dengan mengirimkan faktur penjualan.
c. Jika sampai dengan 30 hari tidak ada jawaban, dilakukan kunjungan ke kantor
tersebut dengan tujuan menagihkan piutang yang masih belum ada pelunasan.
d. Meminta jaminan atas piutang tersebut..
e. Jika jaminan tidak tersedia, maka diproses melalui hukum.
f. Membuat pencadangan nilai yang kira-kira dapat ditagih oleh perusahaan.
Diotorisasi oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.

Piutang dihapuskan
a. Bila perusahaan customer telah dinyatakan pailit, maka piutang customer
tersebut dihapuskan dengan membuat laporan pengahapusan piutang,

diotorisasi oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.


7. Menyewakan Aset Tetap
- Langkah-langkah menyewakan aset tetap
a. Menanyakan kepada departemen terkait ketersediaan aset tetap. Diotorisasi
oleh manager departemen terkait.
b. Meminta otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan terkait
menyewakan aset tetap. Otorisasi berisikan daftar aset tetap, kuantitas, dan
harga pokok dari sewa tersebut.
c. Memberikan penawaran kepada klien mengenai ketersediaan, kuantitas dan
harga sewa serta persentase bunga.
d. Koordinasi dengan klien terkait masa penyewaan, jika lebih dari 75% masa
manfaat aset tetap dan nilai sewa lebih dari 90% dari harga aset maka dapat
menjadi capital lease. Jika tidak maka menjadi operating lease.
e. Membuat berita acara serah terima (BAST) kepada klien dan memberikan
faktur sewa atas aset tetap termin pertama.
f. Mengurangi saldo aset tetap yang disewa, mengakui adanya pendapatan sewa
-

dan meminta surat setoran pajak atas pph23 yang dipotong oleh klien.
Aktivitas Tahunan (Capital Lease)
a. Rekonsiliasi saldo lease receivables.
b. Memberikan faktur sewa atas aset tetap kepada klien.
c. Meminta SSP (jika vendor merupakan NPPKP).
Internal Control
a. Otorisasi manager keuangan dan pimpinan perusahaan terkait penyewaan aset

tetap dan BAST


b. Otorisasi manager departemen terkait mengenai ketersediaan aset tetap.
c. Rekonsiliasi dengan klien atas saldo lease receivables.
d. Memberikan faktur guna penagihan atas sewa kepada klien.
8. Menyewa Aset Tetap
- Langkah-langkah menyewa aset tetap
a. Meminta departemen terkait untuk membuat laporan permintaan penyewaan
aset tetap yang berisikan daftar aset tetap, spesifikasi, kuantitas, masa
persewaan dan perkiraan harga sewa yang diotorisasi oleh manager
departemen terkait.
b. Meminta otorisasi kepada manager keuangan dan pimpinan perusahaan terkait
dengan laporan permintaan persewaan aset tetap.
c. Setelah diotorisasi, meminta kepada departemen terkait untuk mencari
minimal 3 vendor yang menyediakan sewa atas aset tetap tersebut dan
membuat laporannya.
d. Laporan tersebut diberikan kepada pimpinan perusahaan untuk dipilih.

e. Membuat laporan permintaan persewaan aset tetap kepada vendor yang telah
dipilih.
f. Mengkategorikan sewa aset, jika menyewa 75% dari masa manfaat aset dan /
atau 90% dari nilai perolehan aset maka aset tersebut dapat diklasifikasikan
menjadi capital lease. Diotorisasi oleh manager keuangan dan pimpinan
perusahaan.
g. BAST diterima dari vendor, dan melakukan pencatatan di laporan keuangan.
h. Menerima faktur dan melakukan pembayaran termin pertama yang juga
diotorisasi oleh manager keuangan dan pimpinan perusahaan.
i. Memotong Pph 23 atas sewa aset tetap.
j. Menghitung depresiasi setiap bulan atas aset yang dikategorikan sebagai
-

capital lease
Aktivitas Tahunan (Capital Lease)
a. Rekonsiliasi saldo lease equipment.
b. Faktur sewa dan copy Surat Setoran Pajak harus dilampirkan pada saat setelah
pembayaran sebagai arsip.
Internal Control
a. Otorisasi manager departemen terkait mengenai kebutuhan akan aset tetap.
b. Otorisasi manager keuangan keuangan terkait laporan permintaan persewaan
aset tetap, pengkategorian capital lease dan operating lease serta pembayaran
per termin.
c. Otorisasi pimpinan perusahaan terkait dengan laporan permintaan persewaaan
aset tetap, pengkategotian capital lease dan operating lease serta pembayaran
per termin kepada vendor.
d. Rekonsiliasi dengan vendor terkait saldo-saldo yang ada di laporan keuangan.
e. Rekalkulasi depresiasi aset tetap setiap bulan.

Pengakuan beban pada setiap bulan?


Sebenernya kalo pas kita buat po, ada fungsi budgeting. Tp sukar dibuat karena
budgeting susah

Beri Nilai