Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Judul
Instalasi dan Akitivasi Modem GPON G-93T1 Untuk Akses Internet pada
Pelanggan PT. Aplikanusa Lintasarta

Disusun oleh
Ajie Rachmat Aditya Thamrin

NIM
3314130045

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
TAHUN 2017
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Di jaman modern ini, teknologi telekomunikasi berperan sangat
penting. Kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan
sesamanya sudah menjadi salah satu kebutuhan utama. Perkembangan
teknologi pada alat komunikasi yang begitu cepat, menyebabkan informasi
yang dibutuhkan semakin luas. Informasi tersebut tidak hanya terbatas
pada teks saja, tetapi informasi dapat berbentuk data, voice dan televsion.
Informasi tersebut harus dapat dijangkau tanpa dibatasi jarak dan waktu
serta dengan waktu yang cepat. Perkembangan tersebut membutuhkan
sebuah perangkat yang dapat mendukung semua bentuk informasi yang
ada.
Untuk dapat melayani kebutuhan informasi data, voice dan
television tersebut, PT. Aplikanusa Lintasarta memberikan layanan
jaringan Gigabit Passive Optical Network atau GPON. GPON merupakan
teknologi jaringan akses lokal fiber optik berbasis PON. Passive Optical
Network (PON) merupakan arsitektur jaringan broadband berbasis serat
optik yang menggunakan perangkat optik pasif, sehingga dapat digunakan
pada konfigurasi point-to-multipoint. Jaringan GPON mampu melayani
berbagai macam layanan data dengan speed downstream mencapai 2.4
Gbps dan speed upstream mencapai 1.2 Gbps.
Pada implementasinya, PT. Aplikanusa lintasarta menggunakan
modem GPON G-93T1 yang dipasangkan di sisi pelanggan untuk
memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan pelanggan. Oleh karena
itu, penulis membuat laporan praktik kerja lapangan dengan judul
Instalasi dan aktivasi modem GPON G-93T1 untuk Akses Internet pada
Pelanggan PT. Aplikanusa Lintasarta.
1.2. Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan pada praktik kerja lapangan ini meliputi :
1. kegiatan instalasi modem GPON G-93T1 pada pelanggan.

2. Kegiatan setting IP Address dari modem yang telah terpasang.


3. Pengujian modem GPON G-93T1 yang telah di instalasi dan
setting.
4. Kegiatan aktivasi jaringan baru.
5. Pengawasan penyambungan (jointing) fiber optik existing.
6. Survey untuk pemasangan jaringan baru.
1.3. Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan
Waktu dan tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yang
penulis laksanakan adalah sebagai berikut :
a. Waktu
: 13 Juni 2016 s/d 31 Agustus 2016
b. Perusahaan
: PT. Aplikanusa Lintasarta
c. Alamat
: Gedung Menara Thamrin lantai 18, Jln. MH.
Thamrin, Kav 3, Jakarta Pusat
1.4. Tujuan dan kegiatan
Adapun tujuan dan kegunaan yang didapat dar praktik kerja
lapangan (PKL) adalah meliputi beberapa hal diantaranya yaitu :
1.4.1. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktik kerja lapangan di PT. Aplikanusa
Lintasarta diantaranya sebagai berikut :
1. Memperluas ilmu pengetahuan dan
telekomunikasi dan multimedia.
2. Mendapatkan pengalaman tentang

teknologi
dunia

dibidang

kerja

yang

sesungguhnya.
3. Mampu menyesuaikan diri sekaligus beradaptasi di dunia kerja.
1.4.2. Kegunaan
Kegunaan dilaksanakannya praktik kerja lapangan adalah sebagai
berikut :
1. Menambah wawasan dunia kerja yang dapat dijadikan
pengalaman yang berguna.
2. Mengetahui pelayanan teknologi

telekomunikasi

yang

disediakan oleh PT. Aplikanusa Lintasarta..


3. Mengetahui pengaplikasian jaringan GPON.
4. Mengetahui langkah-langkah dan perangkat yang digunakan
untuk melakukan instalasi MODEM GPON G-93T1.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada Bab ini akan dijelaskan tentang pengertian dan fungsi dari
komunikasi data, Gigabit Passive Optical Network (GPON), Serat Optik, Kabel
Unshielded Twisted Pair (UTP), RJ45, Command Prompt, FileZilla dan
NetPerSec.
2.1. Komunikasi Data
Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang berkenaan
dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan piranti lain yang dikirim melalui media komunikasi data.

Komunikasi

data

memungkinkan

komputer-komputer

dapat

berkomunikasi satu sama lain.


2.1.1. Komponen Komunikasi Data
Komponen komunikasi data antara lain :
1.
2.
3.
4.

Pengirim adalah piranti yang mengirimkan data.


Penerima adalah piranti yang menerima data.
Data adalah informasi yang akan dipindahkan.
Media pengiriman adalah media atau saluran yang digunakan untuk

mengirimkan data.
5. Protokol adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan
hubungan.
2.1.2. Tujuan dan Fungsi Komunikasi Data
a. Efisiensi dalam pengiriman data yang besar tanpa kesalahan dari satu
tempat ke tempat lain.
b. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data dalam
berbagai macam sistem komputer.
c. Menghemat waktu dalam pengelolaan dan pengaturan data.
d. Mempercepat penyebaran informasi.
e. Dapat melakukan remote computer user, yaitu penggunaan sistem
komputer dan perangkat pendukungnya dari jarak jauh.
2.2. Gigabit Passive Optical Network
Gigabit Passive Optical Network (GPON) merupakan jaringan
akses lokal fiber optik berbasis PON. Pada GPON, interface antara sentral
dengan fiber optik menggunakan Optical Line Terminal atau OLT.
Sedangkan interface antara fiber optik dengan pelanggan menggunakan
Optical Network Terminal (ONT). Arsitektur GPON ditunjukkan oleh
Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Arsitektur GPON


Source : Dokumentasi pribadi

2.2.1. Optical Line Terminal (OLT)


Optical Line Terminal (OLT) adalah perangkat yang berfungsi sebagai
interface antara sentral dengan jaringan. OLT juga berfungsi sebagai
converter antara sinyal listrik yang digunakan oleh penyedia layanan dan
sinyal optik yang digunakan di jaringan optik. OLT ditunjukkan oleh
Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Optical Line Terminal


Source: http://www.desss.com/timthumb1.php?src=uplodeImage/thumbImg/657-bannerGPON_OLT_System.png

2.2.2. Passive Splitter


Passive Splitter bertugas membagi jaringan PON tunggal ke banyak
pelanggan. Disebut Passive Splitter karena tidak memerlukan sumber
tenaga eksternal.

Gambar 2.3. Passive Splitter 1x32


2.2.3. Optical Network Terminal (ONT)
Optical Network Terminal (ONT) adalah perangkat yang berada di sisi
pelanggan yang menyediakan interface baik data, voice maupun video.
ONT berfungsi menerima sinyal dalam format optik dan merubah menjadi
bentuk data, video atau data. Pada jaringan GPON, ONT yang digunakan
adalah modem.

Gambar 2.4. Modem GPON


2.2.4. Keunggulan dan Kekurangan GPON
Beberapa keunggulan dari teknologi GPON adalah :
a. Mendukung aplikasi triple play (suara, video, data) pada layanan FTTx
yang dilakukan melalui satu core fiber optik.
b. Bandwidth dapat dibagi sampai 32 ONT.

c. Teknologi GPON mengurangi penggunaan kabel dan peralatan yang


berlebihan karena menggunakan arsitektur point to multipoint.
d. Biaya pemasangan dan pemeliharaan relatif murah.
Kekurangan dari teknologi GPON adalah :
a. Model layering yang kompleks
2.3. Optical Termination Box (OTB)
Optical Termination Box (OTB) Optical Termination Box (OTB) adalah
Kotak tempat menaruh hasil terminasi/splicing. Untuk kapasitas OTB
bervariasi mulai dari OTB 6 core, OTB 12 Core, OTB 24 core, hingga
OTB 256 core. Terdapat 2 jenis OTB, yaitu :
1. OTB Rackmounted
OTB Rackmounted adalah OTB yang terpasang di rak server yang di
mounting menggunakan case nut. Setelah OTB selesai digunakan,
OTB dipasang pada rak server dengan menggunakan nut atau baut
sebagai penyangga.

Gambar 2.5. OTB Rackmounted


Source :
2. OTB Wallmounted
OTB Wallmounted adalah OTB yang dipasang menempel pada
dinding. Setelah selesai digunakan, OTB dipasang di dinding dengan
cara dikaitkan dengan paku atau holder yang sudah dipasang sebagai
penyangga.

Gambar 2.6. OTB Wallmounted


Source :

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar OTB dapat dipakai adalah


sebagai berikut :
a. Harus mempunyai ruang untuk splitter.
b. Harus memiliki akses dari depan.
c. Memiliki pentup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser
yang langsung keluar dari ujung serat.
d. Mempunyai ruangu ntuk memuat dan memandu kabel serat optik.
2.4. Serat Optik
Serat optik adalah saluran trnasmisi yang terbuat dari kaca atau
plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu
tempat ke tempat lain. Serat optik berdiameter kurang lebih 120 nm.
Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari
kaca lebih besar daripada indeks bias udara. Sumber cahaya yang
digunakan adalah laser atau LED. Bandwidth transmisi serat optik sangat
tinggi, sehingga cocok digunakan sebagai saluran komunikasi (Purba,
Kuncara, 2013).

Gambar 2.7. Serat Optik


Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/49/Fibreoptic.jpg

2.4.1. Struktur Dasar Kabel Serat Optik

Gambar 2.8. Struktur Dasar Serat Optik


Source : anonim. 2015

1. Inti (Core)
Bagian inti atau core terbuat dari kaca (glass) yang berdiameter antara
2m s/d 10m. Pada bagian ini, gelombang cahaya yang dikirimkan
akan merambat dan mempunyai indeks bias lebih besar dari lapisan
kedua.
2. Cladding
Cladding berfungsi sebagai cermin, yaitu untuk memantulkan cahaya
agar dapat mermabat ke ujung lainnya. Dengan cladding ini, cahaya
dapat merambat dalam core serat optik. Bahan dasar cladding adalah
gelas dengan indeks bias yang lebih kecil dari core. Diameter cladding
antara 5m s/d 125m.
3. Jaket (coating)
Coating berfungsi melindungi serat optik dari kerusakan dan juga
sebagai indentitas kode warna. Diameter coating antara 400m s/d 1
mm.
2.4.2. Jenis-Jenis Konektor Serat Optik
Beberapa bentuk konektor yang banyak dipakai adalah sebagai berikut :
a. Fiber Connector (FC)

Diameter ferrule pada konektor FC adalah sebesar 2.5mm. konektor ini


menjadi pilihan untuk fiber optic single mode dan multimode.
Konektor ini mempunyai tingkat presisi yang tinggi dan dilengkapi
dengan kunci anti rotasi yang berfungsi mengurangi kerusakat serat
dan sensitivitas keselarasan serat. Konektro FC ditunjukkan oleh
Gambar 2.9.

Gambar 2.9. konektor FC


b. Straight Tip (ST)
Diameter ferrule pada konektor ST adalah sebesar 2.5mm. konektor ST
memiliki tingkat presisi yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk
fiber optic single mode dan multimode. Mekanisme kopling yang
ditekan dapat mendorong dan mengunci konektor sehingga dapat
mencegah kerusakan pada ujung serat. Konektor ST ditunjukkan oleh
Gambar 2.10.

Gambar 2.10. Konektor ST


c. Lucent Connector (LC)
Diameter ferrule pada konektor LC adalah sebesar 1.25mm. konektor
LC menggabungkan desain push dengan kait. Secara eksternal
konektor ini menyerupai RJ45, sedangkan secara internal konektor ini

menyerupai versi miniatur dari konektor SC. Konektor ini pada


umumnya digunakan untuk menghubungkan SFP Transceiver Modul di
router. Konektor LC ditunjukkan oleh Gambar 2.11.

Gambar 2.11. Konektor LC


d. Subscriber Connector (SC)
Diameter ferrule dari konektor SC adalah sebesar 2.5mm. konektor SC
memiliki tingkat presisi yang tinggi dan menggunakan mekanisme
push-pull. Bagian luar konektor ini berfungsi mencegah sensitivitas
rotasi dan kerusakan serat. Konektor SC ditunjukkan oleh Gambar
2.12.

Gambar 2.12. Konektor SC


2.5. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel UTP adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan penghantar
tembaga, mempunyai isolasi dari plastik dan terbungkus oleh bahan isolasi
yang dapat melindungi dari api dan juga kerusakan fisik. Bagian dlam
kabel UTP beru[a 4 pasang inti kabel yang saling berbelit dimana masingmasing pasang mempunyai kode warna yang berbeda. Kabel UTP
digunakan untuk jaringan Local Area Network (LAN) pada sistem
jairingan komputer.
2.5.1. Jenis-Jenis Kabel UTP

Kabel UTP dibagi dalam beberapa jenis, tergantung dari kemampuan


transmisinya. Jenis-jenis kabel UTP yaitu :
1. CAT 1 Kabel UTP Category 1
Kabel UTP pada category 1 biasa digunakan untuk komunikasi telepon
dan juga menghubungkan modem dengan line telepon.
2. CAT 2 Kabel UTP Category 2
Kabel UTP pada category 2 ini mendukung untuk komunikasi data dan
juga suara digital. Kabel ini mampu mentransmisikan data mencapai 4
Mbps. Kabel ini juga sering digunakan pada topologi token ring.
3. CAT 3 Kabel UTP Category 3 (Cat3)
Kabel UTP category 3 ini mendukung komunikasi data dengan
kecepatan mencapai 16 Mbps.
4. CAT 4 Kabel UTP Category 4 (Cat4)
Kabel UTP category 4 ini mendukung komunikasi data dengan
kecepatan mencapai 20 Mbps.
5. CAT 5 Kabel UTP Category 5 (Cat5)
Kabel UTP category 5 ini mendukung komunikasi data dengan
kecepatan mencapai 100 Mbps.
6. CAT 6 Kabel UTP Category 6 (Cat6)
Kabel UTP category 6 ini mendukung komunikasi data dengan
kecepatan mencapai 1000 Mbps dengan frekuensi 200 Mhz.
7. CAT 2 Kabel UTP Category 7 (Cat7)
Kabel UTP category 6 ini mendukung komunikasi data dengan
kecepatan mencapai 1000 Mbps dengan frekuensi 400 Mhz.

Gambar 2.13. Kabel UTP dengan konektor RJ45


Source : dokumentasi pribadi

2.6. RJ45
Konektor RJ45 adalah konektor yang berfungsi sebagai penghubung atau
konektor kabel ethernet (bagian jejaring komputer) yang digunakan dalam
jaringan. Konektor RJ45 merupakan konektor yang sudah terstandar untuk
jaringan lokal seperti LAN. Agar konektor RJ45 dapat berfungsi, hal yang
harus diperhatikan adalah warna yang digunakan. Urutan warna tidak
dapat dipasang sembarangan. Urutan warna dalam konektor RJ45 sudah
memiliki standar, yaitu standar T568A atau T568B.

Gambar 2.14. Konektor RJ45


2.7. Command Prompt (cmd)
Command Prompt atau biasa disebut sebuah command line (baris
perintah) berbasis DOS (Disk Operating System) untuk mengesekusi file
dengan cara menuliskan perintahnya pada jendela cmd. cmd sangat
berguna dalam penggunaan sebagai aplikasi tambahan dengan otorisasi
yang lebih banyak dan kompleks dibanding dengan sistem operasi berbasis
GUI. Untuk masuk ke jendela cmd kita cukup mengetik cmd pada fitur
search pada Start Menu.

Gambar 2.15. Interface Command Prompt


Source: Dokumentasi pribadi

2.8. FileZilla
FileZilla merupakan sebuah aplikasi open source yang berfungsi
untuk upload file dari client ke server atau download file dari server ke
client secara langsung (direct download/direct upload). FileZilla
menggunakan username dan password yang berfungsi untuk menentukan
server lokal atau server internasional yang akan digunakan untuk direct
upload dan direct download.

Gambar. 2.16. Interface FileZilla


Source : http://info-program-komputer.blogspot.co.id/2012/05/filezilla.html

Keterangan :
1. Kolom Toolbar : kolom yang berisi perintah-perintah untuk
menjalankan FileZilla.
2. Kolom status : kolom yang menampilkan status seperti login,
success, failed, transfer success, transfer failed dan lain-lain.
3. Local Site : kolom yang memberikan informasi mengenai folderfolder yang ada pada sisi client.
4. Remote Site : kolom yang memberikan informasi mengenai folderfolder yang ada pada sisi server.
5. List file local site : kolom yang memberikan informasi mengenai
file-file yang ada di dalam folder-folder pada sisi client.
6. List file remote site : kolom yang memberikan informasi mengenai
file-file yang ada di dalam folder-folder pada sisi server.
7. Kolom history : menampilkan keterangan mengenai file yang
sedang dalam queue/antrian, file yang berhasil ataupun file yang
gagal ditransfer.
2.9. NetPerSec
NetPerSec

merupakan

sebuah

aplikasi

yang

digunakan

untuk

menampilkan traffic network yang sedang dikirim atau diterima oleh


komputer client. Grafik speed yang ditampilkan sangat berguna untuk
mengetahui masalah yang muncul pada jaringan secara sekilas, seperti
jeda/pause mendadak di dalam transfer data.

Gambar 2.17. Interface NetPerSec


Source : https://www.nayuki.io/page/netpersec-nayukis-version

BAB III
HASIL PELAKSANAAN PKL
3.1. Unit Kerja PKL
Peserta PKL melakukan praktik kerja lapangan di PT. Aplikanusa
Lintasarta, peserta PKL ditempatkan di divisi Access Delivery (ADEL)
yang mempunya tugas mengerjakan pasang baru dan mutasi jaringan pada
pelanggan. Projek yang dilakukan peserta PKL adalah membantu
menyelesaikan pasang baru jaringan dan mutasi perangkat jaringan serta
melakukan aktivasi jaringan yang dilakukan di sisi pelanggan. Adapun
yang dikerjakan pada saat pasang baru dan mutasi jaringan pelanggan
diantaranya adalah :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

akses jaringan VSAT (Very Small Aparature Terminal)


BWA (Broadband Wireless Access)
Wireline
VoIP (Voice over IP)
Metro Ethernet
SDL (Sambungan Data Langsung)
Dan lain-lain yang berhubungan dengan telekomunikasi

3.1.1. Stuktur Organisasi


Struktur organisasasi merupakan pembagian wewenang dan tugas dalam
menjalankan setiap amanat yang diberikan kepada pekerja dari perusahaan
tersebut dalam pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan oleh
perusaaan. Struktur organisasi PT. Aplikanusa Lintasarta dapat dilihat pada
gambar berikut :

Gambar 3.1. Struktur Organisasi PT. Aplikanusa Lintasarta


3.2. Uraian Hasil PKL
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilakukan selama 53 hari
kerja di PT. Aplikanusa Lintasarta, mulai dari tanggal 13 Juni 2016 s/d 31
Agustus 2016. Ditempatkan pada divisi Access Delivery (ADEL) yang berada
di gedung Menara Thamrin, Jakarta Pusat bersama dengan pembimbing dari
perusahaan. Kegiatan PKL dilaksanakan setiap hari senin s/d jumat sesuai
dengan jam kerja karyawan dari pukul 09:00 s/d pukul 17:00. Berikut adalah
kegiatan-kegiatan selama PKL :
Kegiatan pada dua hari awal di minggu pertama adalah pengenalan
perusahaan,sejarah perusahaan, pengenalan divisi serta tugas divisi tersebut,
perkenalan dengan staff, perkenalan dengan mahasiswa dari universitas lain
yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan. Pada minggu ini juga sudah
dilakukan pengambilan perangkat GPON di Gudang PT Aplikanusa Lintasarta
yang berada di Taman Tekno Park BSD City Tangerang serta melakukan test
core di daerah tersebut dan melakukan jointing dengan vendor kopkarla.
Pada tiga hari awal di minggu ke-dua dilakukan jointing dengan vendor
kopkarla didaerah masjid istiqlal tetapi dikarenakan kondisi vendor tidak
mendukung akhirnya jointing di reschedule. Pada 2 hari terakhir di minggu ini

juga dilakukan upload berita acara ke database PT Aplikanusa Lintasarta


melalui komputer yang telah disediakan di kantor.
Pada hari pertama di minggu ketiga kegiatan yang dilakukan adalah
peserta PKL mempelajari perangkat GPON G-93T1 serta peralatan yang
mendukung untuk melakukan kegiatan dilapangan seperti Optical Time
Domain Reflector (OTDR), Gigabit Passive Optical Network (GPON) meter,
dan laser serta melakukan upload berita acara di kantor PT. Aplikanusa
Lintasarta. Dan empat hari terakhir pada minggu ini juga dilakukan
pengenalan tentang mapping jalur Fiber Optic (FO) yang dilakukan
menggunakan mymap perusahaan yang ada pada google map, serta diskusi
judul laporan PKL dengan pembimbing perusahaan.
Pada dua hari awal di minggu ke-empat, penulis pertama kalinya
melakukan mapping jalur FO untuk vendor kopkarla serta jointing di depan
Permata Bank Cikini dan di tiga hari terakhir pada minggu ini juga melakukan
survey tiang FO yang sudah dipasang oleh vendor inanda, tugas teknisi
internal untuk mengecek apakah tiang yang terpasang sesuai dengan rincian
biaya yang diberikan vendor ke perusahaan, jadi pihak perusahaan tidak
mengalami kerugian.
Pada dua hari awal di minggu ke-lima kegiatan yang dilakukan mapping
FO kembali untuk vendor kopkarla, serta melakukan upload berita acara, dan
tiga hari terakhir di minggu ini dilakukan survey tiang di jalan sekitar gedung
djoang 45 di JL Menteng Raya serta aktivasi untuk jasa IPVPN di kampus
STAN.
Di hari pertama pada minggu keenam, kegiatan yang dilakukan adalah
instalasi dan aktivasi jasa Lintasarta NET di daerah cakung, dan pada hari
selanjutnya mengambil perangkat GPON

di Gudang Taman Tekno BSD,

Tangerang. Dan di hari terakhir pada minggu ini penulis untuk pertama
kalinya berkunjung ke PT Aplikanusa Lintasarta cabang Bambu Apus untuk
mengambil beberapa dokumen serta mengantar beberapa karyawan yang
pindah ke cabang Bambu Apus.
Di hari kedua pada minggu ke-tujuh, kegiatan yang dilakukan adalah cek
alokasi core di rooftop Apartemen Permata Hijau Residence dengan cara
melaser dari shelter milik Lintasarta yang ada di rooftop apartemen permata

hijau ke arah handhole terdekat. Untuk mengetahui handhole mana yang


terdekat menggunakan OTDR dan di hari terakhir pada minggu ini melakukan
jointing dengan vendor NetFO untuk pelanggan KFC Roxy.
Pada dua hari pertama di minggu ke-delapan, melakukan kegiatan aktivasi
jasa IPVPN di pelanggan KFC Roxy dan di hari selanjutnya melakukan
mapping jalur FO untuk vendor di kantor PT. Aplikanusa Lintasarta. Dan juga
di dua hari terakhir pada minggu ini dilakukan jointing dengan vendor NetFO
didekat stasiun gondangdia.
Di hari pertama pada minggu ke-sembilan, kegiatan yang dilakukan adalah
aktivasi modem GPON di Graha Fatta untuk jasa Lintasarta NET dan di hari
selanjutnya melakukan mapping jalur FO untuk vendor NetFO dan juga mulai
mengerjakan laporan PKL dikantor Lintasarta.
Pada minggu ke-sepuluh di hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah
ikut jointing dan splicing FO pada splitter di dekat kantor MNC TV. Dan
dihari selanjutnya melanjutkan mengerjakan laporan PKL dan juga melakuka
survey tiang FO disekitar stasiun cikini.
Pada 3 hari terakhir di minggu kesebelas, penulis mempelajari serta
mengumpulkan informasi tentang judul yang diambil. Dan penulis berpamitan
dengan staf dan karyawan di PT. Aplikanusa Lintasarta.

3.3. Pembahasan Hasil PKL


Pembahasan laporan hanya meliputi alur kerja instalasi dan
aktivasi modem GPON G-93T1. Pada pembahasan laporan, Peralatan yang
dibawa pada saat menemuni pelanggan adalah identity card (ID Card)
sebagai tanda pengenal teknisi PT. Aplikanusa Lintasarta, Surat Perintah
Kerja (SPK Instalasi dan aktivasi) sebagai bukti bahwa terdapat pekerjaan
yang akan dilakukan di lokasi serta jenis pekerjaan yang akan dilakukan
serta Berita Acara (BA) yang akan ditandatangani oleh pihak pelanggan
sebagai bukti bahwa pekerjaan telah selesai dilakukan.

3.2.1

Instalasi MODEM GPON G-93T1

Sebelum melakukan instalasi modem GPON dipelanggan , Sebaik nya


mempersiapkan semua peralatan dan perangkat yang digunakan pada
proses instalasi dan aktivasi. Peralatan yang dipersiapkan adalah sebagai
berikut :
a. Modem GPON G-93T1
Modem GPON yang akan digunakan bertipe G-93T1

Gambar 3.2. Modem GPON


Gambar 3.2. merupakan gambar Modem GPON yang akan dipasang di
pelanggan.
b. Patch cord
Patch cord digunakan untuk menghubungkan modem GPON dengan
port splitter yang berada di dalam Optical Termination Box (OTB).

Gambar 3.3. Patch Cord SC


Gambar 3.3. merupakan patch cord yang akan digunakan pada sisi
pelanggan. Konektor patch cord yang digunakan adalah subscriber
connector (SC).
c. Optical Termination Box (OTB)
Optical Termination Box merupakan kotak yang berisi splitter yang
akan digunakan untuk menghubungkan modem GPON dengan serat
optik.

Gambar 3.4. Optical Termination Box


Gambar 3.4. merupakan Optical Termination Box yang di dalamnya
terdapat splitter.
d. GPON Powermeter
GPON Powermeter merupakan alat untuk mengukur redaman yang ada
di Optical Termination Box.

Gambar 3.5. GPON Powermeter


Gambar 3.5. merupakan hasil redaman yang dihasilkan oleh port splitter
no 1 di Optical Termination Box.
e. Notebook / Laptop
Notebook / Laptop digunakan pada saat melakukan aktivasi dan
pengujian setelah modem GPON selesai di instalasi.
Gambar 3.6. Notebook / Laptop
Gambar 3.6. merupakan tahap aktivasi dan pengujian yang dilakukan
setelah proses instlasi selesai.
Setelah semua peralatan dan perangkat siap digunakan, selanjutnya
memulai proses instalasi. Sebelum memulai proses instalasi cek terlebih
dahulu redaman yang ada di port splitter yang akan digunakan. Pada tahap
ini, port patch cord GPON
powermeter

dihubungkan

ke

port splitter yang ada didalam


OTB, menggunakan patch cord.
Port

patch

cord

GPON

powermeter yang dihubungkan


ke port splitter ditunjukan oleh

Gambar 3.7. dan hasil dari redaman yang diukur di port splitter ditunjukan
oleh Gambar 3.8.

Gambar 3.7. port splitter yang dihubungkan ke GPON powermeter


Gambar 3.7. merupakan port splitter yang terhubung ke GPON
powermeter guna melihat redaman yang ada di port splitter tersebut

Gambar 3.8. Hasil redaman yang ada pada port splitter GPON powermeter

Gambar 3.8. merupakan hasil redaman yang didapatkan di port splitter


setelah port patch splitter pada OTB dihubungkan ke GPON powermeter.
Setelah GPON powermeter terhubung dengan splitter di OTB, maka angka
redaman akan muncul di GPON powermeter adalah -27,3 dB seperti yang
ditunjukan oleh Gambar 3.9. Standarisasi redaman pada PT Aplikanusa
Lintasarta sendiri merupakan -29 dB, Apabila lewat dari batas itu maka
port splitter tersebut belum dapat dilakukan instalasi, karena dapat
mengurangi bandwidth yang akan diterima oleh pelanggan.
Setelah didapat redaman yang sesuai dengan standarisasi, langkah
berikutnya adalah memulai proses instalasi. Pada tahap ini, port patch
cord pada modem disambungkan ke port patch cord splitter di dalam OTB
menggunakan patch cord. Port patch cord pada modem ditunjukkan oleh
Gambar 3.9. dan port splitter pada OTB ditunjukkan oleh Gambar 3.10.

Gambar 3.9. port patch cord pada modem

Gambar 3.9. merupakan port patch cord pada modem GPON

Gambar 3.10. port splitter pada OTB


Gambar 3.10. merupakan port patch cord pada splitter.
Setelah modem terhubung dengan port splitter di OTB, maka proses
instalasi telah selesai dilakukan. Modem yang telah tersambung dengan
splitter ditunjukkan oleh Gambar 3.11.
Gambar 3.11. modem yang telah terhubung dengan splitter

Gambar 3.11. modem sudah tersambung ke port splitter OTB


menggunakan patch cord
3.3.1. Tahap Aktivasi Modem yang Sudah Terinstalasi
Setelah proses instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan
aktivasi. Sebelum melakukan tahap ini, terlebih dahulu koordinasikan
dengan bagian tim provisioning, lalu selanjutnya modem dihubungkan ke
notebook menggunakan kabel UTP yang mempunyai konektor RJ45.

Gambar 3.12. Modem terhubung dengan notebook


Gambar 3.12. merupakan modem yang sudah terhubung dengan notebook
menggunakan RJ45
Setelah modem terhubung dengan notebook, langkah selanjutnya adalah
melakukan konfigurasi IP address yang akan digunakan nanti. Konfigurasi
IP Address, pada desktop notebook, klik start lalu pilih control panel.

Gambar 3.13. Menu control panel


Gambar 3.13. merupakan menu pada control panel.
Pada menu control panel, pilih Network and Internet.

Gambar
3.14.
menu network
and
internet.
Setelah memasuki menu network and internet,
akan muncul sub-menu baru. Pada sub-menu ini, memilih view network
status and tasks lalu memilih change adapter setting.

Gambar 3.15. sub-menu netwok and internet


Setelah memilih change adapter setting, akan muncul menu network
connections. Tampilan dari menu network connections ditunjukkan oleh
Gambar 3.16.

Gambar 3.16. Menu network connections


Terdapat 2 pilihan pada menu ini, yaitu Local Area Network dan Wireless
Network Connection. Karena proses aktivasi menggunakan notebook yang
terhubung dengan modem menggunakan kabel UTP, maka menu yang
digunakan adalah Local Area Network. Melakukan klik kanan pada menu
Local Area Networks dan memilih properties.

Gambar 3.17. options pada LAN


Gambar 3.17. menunjukkan options pada LAN.
Setelah memilih porperties akan muncul menu baru, yaitu Local Area
Network Properties. Untuk melakukan konfigurasi IP Address, pada menu
ini memilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).

Gambar 3.18. tampilan menu Local Area Network Properties


Tampilan dari menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) ditunjukkan
oleh Gambar 3.19.

Gambar 3.19. tampilan menu Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)


Mengisi IP Address secara manual, memilih Use the following IP Address.

Gambar 3.20. pilihan use the following IP Address


Langkah

selanjutnya

adalah

mengisi

IP

address

yang

telah

dikoordinasikan dengan pihak NPAE. IP address yang telah di konfigurasi,


ditunjukkan oleh Gambar 3.21.

Gambar 3.21. Konfigurasi IP Address


a) IP address 182.23.20.162
merupakan IP address class B, dimana IP kelas ini mempunyai range
IP antara 128.1.x.x hingga 191.255.x.x. pada konfigurasi yang

dilakukan, 182.23. merupakan network ID dan 20.162 merupakan


host ID.
b) Subnet Mask 255.255.255.255
Subnet mask merupakan pembagi dari IP address. Pembagian ini
bertujuan untuk mengetahui ip network, ip boradcast dan jumlah IP
host yang dapat digunakan,
c) Default Gateway 182.23.20.161
Merupakan IP address pihak IDOLA

Setelah konfigurasi IP address selesai, klik OK.


Untuk memastikan apakah IP Address sudah terkonfigurasi, menggunakan
command prompt. Membuka command prompt, pada desktop klik start,
lalu ketik run. Akan muncul menu run. Pada menu run, ketik cmd.exe lalu
OK.

Gambar. 3.22 menu run


Selanjutnya akan muncul interface dari command prompt. Interface
command prompt ditunjukkan oleh Gambar 3.23

Gambar 3.23. Interface command prompt


Untuk mengecek apakah IP address sudah terkonfigurasi dengan benar
dan sesuai dengan yang diinginkan, masukkan perintah ipconfig pada
command prompt.

Gambar 3.24. perintah ipconfig


Gambar 3.24. menunjukkan perintah ipconfig yang dimasukkan pada
command prompt. Setelah memasukkan perintah ipconfig, tekan enter.

Gambar 3.25. IP Address telah kerkonfigurasi


Gambar 3.25 menunjukkan bahwa IP address telah sesuai dengan
konfigurasi yang dilakukan pada langkah sebelumnya.
Setelah konfigurasi IP address selesai dan sesuai dengan yang diinginkan ,
selanjutnya melakukan test ping ke arah gateway dan Domain Nam Server
(DNS) IdOLA.

Gambar 3.26. Test ping ke Gateway

Gambar 3.27. Test ping ke DNS IDOLA


Setelah proses instalasi dan aktivasi telah selesai, langkah selanjutnya
adalah melakukan pengujian. Fungsi pengujian adalah untuk mengetahui

apakah bandwith telah sesuai dengan permintaan pelanggan. Pengujian


dilakukan dengan menggunakan software NetPerSec dan FileZilla, serta
menggunakan speedtest.net.

3.3.2. Tahap Pengujian modem


1. Pengujian dengan FileZilla dan NetPerSec
Pengujian pertama dilakukan dengan menggunakan software FileZilla dan
NetPerSec. Pengujian ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pengujian
pertama menggunakan server lokal dan pengujian kedua menggunakan
server internasional. Membuka FileZilla, pada desktop click start lalu
memilih FileZilla. Ikon FileZilla ditunjukkan oleh Gambar 3.28 dan
interface FileZilla ditunjukkan oleh Gambar 3.29.

Gambar. 3.28. Ikon FileZilla

Gambar 3.29. Interface FileZilla

Setelah FileZilla terbuka, memasukkan host, username dan password.


Pengujian pertama menggunakan server lokal PT. Aplikanusa Lintasarta
yang berlokasi di T.B. Simatupang. Setting server lokal ditunjukkan oleh
Gambar 3.30.
Gambar
3.30.Setting Server lokal pada FileZilla
Setelah username/nama pengguna dan password/kata kunci diisi,
kemudian klik QuickConnect/KoneksiCepat.
Selanjutnya melakukan unduh dan unggah berkas sampai didapat kapasitas
bandwidth yang diinginkan pelanggan yaitu 8.1 Mbps.

Gambar 3.31. Lokal Download Berkas dengan Filezilla

Gambar 3.32. Lokal Upload Berkas dengan Filezilla


Lalu cek kapasitas bandwidth dengan menggunakan aplikasi NetPerSec.

Gambar 3.33. Cek Bandwidth Download

Gambar 3.34. Cek Bandwidth Upload

Setelah pengujian bandwidth upload dan download ke server lokal selesai,


berikutnya adalah melakukan pengujian speed upload dan download ke
server internasional PT. Aplikanusa Lintasarta yang berlokasi di
Singapore. Setting server internasional ditunjukkan oleh Gambar 3.36.

Gambar 3.35. Setting server internasional pada FileZilla


Selanjutnya adalah melakukan upload dan download lagi untuk server
internasional.

Gambar 3.36. Internasional Upload pada FileZilla.

Gambar 3.37. Internasional Download pada FileZilla.


Lalu cek kapasitas bandwidth dengan menggunakan aplikasi NetPerSec.

Gambar 3.38. Bandwidth internasional upload


Gambar 3.38. merupakan pengujian bandwidth upload menggunakan
server internasional.

Gambar 3.39.

Bandwidth
internasional download

Gambar 3.39. merupakan pengujian bandwidth upload menggunakan


server internasional.
Hasil pengujian upload dan download menggunakan server lokal
ditunjukkan oleh Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Hasil pengujian menggunakan server lokal

Current
Max
Average

FileZilla
Lokal (T.B. Simatupang)
Download
8.1 Mbps
8.2 Mbps
8.1 Mbps

Upload
8.2 Mbps
8.3 Mbps
8.1 Mbps

Hasil pengujian upload dan download menggunakan server internasional


ditunjukkan oleh Tabel 3.2.

Tabel 3.2. Hasil pengujian menggunakan server internasional


FileZilla
Internasional (Singapore)
Download
8.1 Mbps
8.1 Mbps
8.1 Mbps

Current
Max
Average

Upload
8.3 Mbps
8.7 Mbps
8.1 Mbps

Setelah pengujian FileZilla menggunakan server lokal dan internasional


dilakukan, maka pengujian pertama telah selesai. Selanjutnya Pengujian
kedua menggunakan spedtest.net.
2. Pengujian dengan Speedtest.net
Pengujian berikutnya dilakukan dengan menggunakan speedtest.net.
speedtest.net merupakan sebuah aplikasi yang dibuka menggunakan web
browser yang digunakan untuk menguji speed download dan upload ke
server pilihan. Pengujian dengan speedtest.net ini menggunakan 2 sever,
server lokal yang berlokasi di Jakarta dan server internasional yang
berlokasi di Singapore.
Untuk membuka speedtest.net, membuka browser seperti Mozilla FireFox
atau Google Chrome. Ketikan speedtest.net pada kolom url. Home page
speedtest.net ditunjukkan oleh Gambar 3.40.

Gambar 3.40. Home page speedtest.net

Menentukan server yang akan digunakan, memilih menu setting.

Gambar. 3.41. pilihan setting pada speedtest.net


Pada menu setting, terdapat sub-menu Preferred Server. Sub-menu ini
berfungsi untuk menentukan server yang akan digunakan untuk pengujian.

Gambar 3.42. Preferred Server


Menentukan server yang akan digunakan memilih kolom pilihan pada
preferred server. Kolom pilihan pada preferred server ditunjukkan oleh
Gambar 3.43.

Gambar 3.43. kolom pilihan pada preferred server


Memilih server lokal, pada kolom pilihan pilih Jakarta [ID] PT. Indosat,
Tbk

Gambar 3.44. Setting server lokal pada speedtest.net


Gambar 3.45. merupakan setting untuk server lokal yang digunakan.
Setelah setting server selesai, memilih save lalu pilih take a speed test.

Gambar 3.45. Pilihan take a speed test


Setelah memilih server, akan kembali ke home page. Memilih begin test untuk
memulai pengujian.

Gambar 3.46. pilihan begin test


Gambar 3.46. menunjukkan pilihan begin test untuk memulai pengujian.
Gambar 3.47. menunjukkan hasil pengujian speedtest.net menggunakan
server lokal.

Gambar 3.47. Pengujian speedtest.net menggunakan server lokal


Pada Gambar 3.47, bagian yang ditandai dengan warna merah
menandakan bahwa server yang digunakan adalah server lokal.

Selanjutnya melakukan pengujian speedtest.net menggunakan server


internasional. Untuk melakukan pengujian ini, merubah preferred server
ke Yokohama [JP] at2wn.

Gambar 3.48. Setting server pada speedtest.net


Gambar 3.48. merupakan setting untuk server lokal yang digunakan.
Setelah setting server selesai, memilih save lalu pilih take a speed test.
Gambar 3.49. menunjukkan hasil pengujian speedtest.net menggunakan
server internasional.

Gambar 3.49. Pengujian speedtest.net menggunakan server internasional

Pada Gambar 3.49, bagian yang ditandai dengan warna merah


menandakan bahwa server yang digunakan adalah server internasional.
Hasil pengujian download dan upload pada speedtest menggunakan server
lokal dan server internasional ditunjukkan oleh Tabel 3.3.
Tabel 3.3. Hasil pengujian speedtest.net
Lokasi Server
Jakarta
Yokohama

Speedtest.net
Download
7.86 Mbps
7.90 Mbps

Upload
7.24 Mbps
1.41 Mbps

Berdasarkan Tabel 3.3. Kecepatan download dan upload server lokal,


maupun download dan upload server internasional berbeda pada server
internasional

kecepatan

upload

hanya

1.41

Mbps

menggunakan

speedtest.net karena laptop teknisi yang digunakan dilapangan tidak terlalu


baik, tetapi pada saat menggunakan FileZilla dalam proses Upload
internasional kecepatannya tidak terlalu jauh dari permintaan pelanggan,
maka proses pengujian ke-2 selesai.
3.4. Identifikasi Masalah Yang Dihadapi
Selama melaksanakan praktik kerja lapangan, peserta PKL mengalami
beberapa masalah atau kendala. Beberapa kendala tersebut adalah :
3.4.1. Kendala Pelaksanaan Tugas
Adapun kendala yang dihadapi peserta PKL pada saat melakukan praktik
kerja lapangan, antara lain :
a. Kurangnya kendaraan operasional yang menyebabkan terhambatnya
pekerjaan.
b. Downtime yang diberikan oleh pelanggan terlalu cepat, sehingga
pekerjaan dilakukan secara terburu-buru.
c. Perangkat yang digunakan belum dipelajari, sehingga peserta PKL
kesulitan mengoperasikan perangkat tersebut.
d. Tidak diberikannya izin untuk memasuki tempat pelanggan karena
belum ada koordinasi antara pihak pelanggan dengan pihak kantor.

e. Banyaknya perangkat dan kabel yang harus dibawa ke lapangan,


sehingga mengurangi efisiensi dalam melakukan pekerjaan.
3.4.2. Cara Mengatasi Kendala
Cara yang digunakan untuk mengatasi masalah yang timbul saat
melakukan kegiatan adalah sebagai berikut :
a. Menggunakan kendaraan umum seperti taxi sebagai alat transportasi
alternatif.
b. Menyelesaikan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin agar sesuai
dengan downtime yang diberikan pelanggan.
c. Mempelajari lebih lanjut mengenai perangkat-perangkat

yang

digunakan untuk memudahkan dalam penggunaan dan pengoperasian.


d. Pihak PT. Aplikanusa Lintasarta menjelaskan ke pihak pelanggan agar
peserta PKL diperbolehkan masuk dan menjamin semua tanggung
jawab terhadap masalah yang akan terjadi.
e. Memilih serta menyiapkan perangkat dan kabel yang akan dibawa
sebelum berangkat ke lapangan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan Hasil Praktik Kerja Lapangan dan pembuatan Laporan


Praktik Kerja Lapangan ini, maka dapat didapat kesimpulan sebagai
berikut :
1. Proses instalasi secara fisik harus selalu mengikuti prosedur dan urut
agar tidak terjadi kesalahan dalam instalasi.
2. hasil pengujian upload dan download FileZilla menggunakan server
lokal, NetPerSec menunjukkan rata-rata (average) bandwidth upload
2.1 Mbps dan rata-rata (average) bandwith download 2.1 Mbps. dan
pengujian upload dan download FileZilla menggunakan server
internasional, NetPerSec menunjukkan rata-rata (average) bandwidth
upload 2.1 Mbps dan rata-rata (average) bandwith download 2.0
Mbps.
3. Pengujian speedtest.net menggunakan server lokal menunjukkan speed
download sebesar 2.02 Mbps dan speed upload sebesar 1.93 Mbps, dan
pengujian speedtest.net menggunakan server lokal menunjukkan speed
download sebesar 2.03 Mbps dan speed upload sebesar 1.96 Mbps.
4. Berdasarkan hasil pengujian, maka bandwidth telah sesuai dengan
permintaan pelanggan, yaitu 2 Mbps.