Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KANIBALISME PADA AYAM PETELUR

Oleh :
Nama

: Dendra Chrismasando

NIM

: 135130107111008

Kelas

: 2013 A

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
DAFTAR ISI
Halaman

DAFTAR ISI....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................

1.1 Latar Belakang ...............................................................................

1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................

1.3 Tujuan ............................................................................................

1.4 Manfaat ..........................................................................................

BAB II ISI........................................................................................................

2.1 Ayam Petelur..................................................................................

2.2 Kanibalisme...................................................................................

2.4 Pencegahan dan Penanganan..........................................................

BAB III PENUTUP.........................................................................................


3.1 Kesimpulan.....................................................................................
3.2 Saran ..............................................................................................

7
7
8

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan ilmu kedokteran hewan yang meningkat pada era


sekarang membuat beberapa penyakit mulai ditemukan cara penanganan dan
pengobatannya. Termasuk di dalam dunia perunggasan dimana terdapat
kanibalisme yang dapat menimbulkan mortalitas yang tinggi. Kanibalisme pada
ayam tidak memiliki musim tertentu dalam kejadiannya, namun memiliki gejalagejala yang dapat dianalisis secara fisik. Kanibalisme yang dapat dialami oleh
ayam terdapat dalam jumlah yang cukup banyak, terutama pada ayam petelur,
belum termasuk komplikasi penyakit yang dapat timbul akibat tidak adanya
penanganan maupun penanganan yang terlambat.
Kanibalisme adalah masalah yang dihubungkan dengan unggas dalam
populasi besar dimana unggas dipelihara dalam kandang yag berdekatan dan
mematuk unggas lain. Hal ini dapat menyebabkan kematian yang signifikan pada
flock ketika luka dihasilkan dan juga akan menyebabkan penurunan produksi telur
karena unggas mematuk unggas lain menjadi stress. Ini merupakan penyebab
yang dipicu oleh beberapa aspek manajemen atau lingkungan dimana unggas
menjadi sasaran. Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia unggas dan dalam
banyak spesies.
Perilaku kanibalisme terjadi di seluruh kerajaan hewan dalam populasi
liar dan penangkaran. Fungsi adaptif meningkatkan kebugaran individu dengan
memberikan nutrisi dan mengurangi kompetisi untuk sumber daya di alam liar.
Begitu pula dalam situasi penangkaran, hal itu dirasakan sebagai perilaku
abnormal dan penyebab yang mendasar yang belum dipahami. Kanibalisme
merupakan penyebab utama kematian pada ayam petelur. Sering kali ayam sangat

agresif akan membunuh semua pasangan satu kandang hingga tertinggal satu
kawanan (Halls,2011).
Kanibalisme pada unggas merupakan kebiasaan yang menghabiskan
banyak biaya dan ganas untuk para produsen unggas yang tidak mampu untuk
diabaikan. Kanibalisme biasanya terjadi pada unggas yang tertekan oleh praktek
manajemen yang buruk. Setelah menjadi stress, unggas mulai mematuk bulu,
jengger, jari-jari kaki, atau lubang angin dari unggas lain. Setelah ada luka atau
darah terbuka terlihat pada unggas, kebiasaan galak kanibalisme dapat menyebar
dengan cepat melalui seluruh kawanan dalam flock. Kanibalisme akan
menurunkan nilai unggas karena robek dan mengalami kerusakan daging, bulubulu yang buruk dapat mengakibatkan kerugian kematian yang tinggi. Setelah
kebiasaan ini tidak terkendali sulit dihilngkan (Clauer,2009).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa penyebab kanibalisme terjadi pada ayam layer di Kawan Tani Wijaya
Farm?
2. Bagaimana pencegahan dan penanganan kanibalisme pada ayam layer di
Kawan Tani Wijaya Farm?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui penyebab kanibalisme yang sering terjadi pada ayam layer di
Kawan Tani Wijaya Farm.
2. Mengetahui pencegahan dan penanganan kanibalisme pada ayam layer di
Kawan Tani Wijaya Farm.
1.4 Manfaat

1. Menambah pengetahuan dan kemampuan mahasiswa melalui pengalaman


kerja di lapangan mengenai penyebab kanibalisme yang sering terjadi
pada ayam layer di Kawan Tani Wijaya Farm.
2. Menambah pengetahuan dan kemampuan mahasiswa melalui pengalaman
kerja di lapangan mengenai pencegahan dan penanganan kanibalisme
yang sering terjadi pada ayam layer di Kawan Tani Wijaya Farm.
3. Memberikan edukasi dan pengabdian masyarakat terhadap tempat praktek
kerja lapang di Kawan Tani Wijaya Farm.

BAB II
ISI
2.1 Ayam Petelur
Ayam petelur (layer) adalah ayam betina dewasa yang dipelihara khusus
untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan
dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak.
Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para

pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi
dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam
seleksi tadi mulai spesifik.
Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam
broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam layer. Selain itu,
seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam
petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan
cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini.
2.2 Kanibalisme
Tingkah laku kanibalisme pada ayam telah dilakukan dan hasilnya
dilaporkan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi dan penurunan
mortalitas. Pada ayam telah dilaporkan bahwa seleksi melawan kanibalisme dapat
menurunkan angka mortalitas dari 68% menjadi 9% (Muir, 1996). Cukup
tingginya angka pewarisan sifat mematuk pada ayam menggambarkan bahwa
perbedaan antar individu dalam sifat mematuk sebagian disebabkan oleh faktor
genetik yang bersifat menurun.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

Ayam kekurangan pakan dan defisiensi mineral (batu-batuan (grit),


mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya) juga akan
memicu timbulnya sifat kanibalisme. Pada ayam petelur, ayam mematuk
telurnya untuk menambah kekurangan kalsium. Pada ayam broiler ayam

akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya, bahkan hal ini jika
terlalu parah dapat mengakibatkan kematian (www.sentralternak.com)

Kepadatan populasi dalam kandang dapat mengakibatkan suhu ruang


meningkat, sehingga mengakibatkan ayam akan saling berebut atau
bertarung yang menyebabkan kanibalisme untuk mendapatkan tempat
yang nyaman. (www.docayamkampungsuper.com)

Keseragaman umur ternak sangat penting karena kebanyakan ternak yang


lebih dewasa akan menyerang ternak yang lebih muda, hal ini berakibat
fatal jika saat pematukan mengenai mata atau organ lainnya yang
menyebabkan cacat.

Kondisi suhu kandang yang terlalu dan lembab akan mengakibatkan


unggas menjadi stress. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme
karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat
yang nyaman.

Kurang tempat makan dan minum baik dari segi jumlah maupun
luasnya.hal ini ayam akan berebut untuk makan ataupun minum. Sifat
alamiah ternak akan saling memperebutkan makanan. Mereka akan saling
mematuk satu sama lain jika tempat pakan yang tersedia terlalu sedikit.

Kutu, caplak, tungau, dan pinjal juga menyebabkan kanibalisme karena


rasa gatal dan ayam akan mematuk-matuk tubuhnya bahkan sampai
berdarah (www.infoagrobisnis.com)

Ayam cenderung menyerang warna merah (jengger), hal ini sering terjadi
pada ayam kampung dan ayam petelur. Ayam akan mematuk jengger
unggas lainnya. Sifat ini sifat alami ayam (www.infoagrobisnis.com)

2.3 Pencegahan dan Penanganan


Apabila telah terjadi hal tersubut paka tindakan yang dapat diambil
sebagai solusi antara lain:

Cara mengatasinya adalah dengan menambah pakan dan air bersih, kalau
perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air
selama dua (2) hari berturut-turut (www.sentralternak.com)

Populasi kepadatan ayam dalam kandang dikurangi supaya banyak


menyisakan ruang gerak. Sehingga ternak dapat dengan mudah melepas
panas tubuhnya. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi,
hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni,
sebaiknya umur ternak harus seragama, karena unggas yang lebih muda
akan menjadi sasaran kanibalisme.

Suhu ruangan kandang diharuskan tetap segar dan kelembapan tetap baik
tentunya dengan fentilasi kandang yang baik. Suhu ideal untuk unggas
sekitar 33 C.

Takaran pakan diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata
agar semuanya mempunyai akses terhadap pakan. Untuk tempat pakan
dapat disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak.

Melakukan sanitasi kandang dengan membersihkan kandang, dicuci dan


disemprot dengan Antiseptik disinfektan untuk membunuh kutu, caplak.
Pinjal tungau dengan obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S). Untuk
mengatasi lalat didalam kandang dengan penyemprotan obat anti lalat.

Debeaking (potong paruh) yaitu memotong sedikit paruh ayam agar tidak
melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Pemotongan paruh
yang dilakukan pada DOC (Day Old Chiken) atau anak ayam berumur
dibawah 1 minggu juga memberikan keuntungan dalam hal penanganan
jauh lebih mudah dan paruhnya masih lunak, disamping itu apabila ayam
mengalami stress akibat pemotongan paruh maka masih tersedia waktu
yang cukup panjang untuk mengembalikan kondisinya kepada keadaan
semula. Debeaking pada umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur,
yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi
yaitu umur 18 20 minggu. (www.infoagrobisnis.com)

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Telur ayam merupakan salah satu produksi ternak yang potensial di daerah
kita, dilihat dari segi konsumsi masyarakat dan kebutuhan masyarakat akan telur
ayam sangat tinggi karena hampir setiap hari dikonsumsi, sehingga beternak ayam
adalah salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan jika kita mau
menekuninya dengan sungguh sungguh.
Kanibalisme merupakan masalah bagi semua peternak yang menyebabkan
kerugian yang cukup

tinggi.

Maka beternak

ayam

juga memerlukan

profesionalisme dan dedikasi yang penuh, agar hasil yang didapat juga maksimal
dan sangat memuaskan. Dalam arti kita mendapat keuntungan dari sisi ekonomi
dan juga kita akan mendapatkan kepuasan batin dan itu merupakan kebanggaan
tersendiri dari diri kita atas usaha yang kita tekuni.
3.2. Saran
Semoiga makalah ini dapat menjadi panduan yang berguna bagi para
peternak ayam.