Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIKUM ANATOMI II

LEHER = COLLUM
LO:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mahasiswa mampu memahami struktur superficial dan pembagian regio leher


Mahasiswa mampu memmahami segmentasi kompartemen leher oleh fascia profunda
Mahasiswa mampu mengidentifikasi otot-otot superficial leher
Mahasiswa mampu memahami struktur anatomis larynx
Mahasiswa mamapu memahami inervasi larynx
Mahasiswa mampu memahami anatomi permukaan leher

Collum terletak antara cranium dan thorax. Batas atas dibentuk oleh tepi bawah mandibula,
angulus mandibulae, processus mastoideus, linea nuchea superior dan protuberentia
occipitalis externa. Batas bawah adalah incisura jugularis sterni, datara atas clavicula,
articulatio acromioclavicularis, margo superior scapula dan processus spinosus vertebra
cervicalis VIII.
Ossa colli (tulang-tulang penyusun leher) adalah:
1. Vertebra cervicalis I sampai VII. Kondisi fraktur vertebra cervicalis merupakan
keaadaan yang berbahaya karena mengancam nyawa, mengapa? Apa tindakan
pertelongan yang dapat dilakukan?
2. Os hyoideum
Cartilago colli (tulang rawan pada leher)
1. Cartilago larynx: cartilago thyroidea, cartilago cricoidea, cartilago arytenoidea,
cartilago corniculata, dan cartilago cuneiforme. Cartilago thyroidea membentuk
Adams apple (jakun). Cartilago cricoidea dijadikan sebagai patokan untuk
menemukan glandula thyroidea dan untuk melakukan prosedur cricothyroidektomi.
2. Cartilago trachea
KULIT DAN FASCIA
Kulit
Sebagian besar diinervasi oleh cabang dari plexus cervicalis (dibentuk oleh apakah plexus
ini?). pelxus ini mempercabangkan rami cutanei yang keluar menuju kulit dari dorsal tengah
m. SCM. Rami tersebut adalah:
a. N. occipitalis minor: menginervasi kulit regio occipital dan temporal
b. N. auricularis magnus: kulit dibawah auricula (daun telinga) dan kulit yang menutup
glandula parotis.
c. N. Cutaneus colli: menuju ke kulit regio colli anterior
d. N. supraclavicularis: nervus ini dibagi menjadi beberapa kelompok cabang-cabang:
Nn. Supraclavicularis anterior
Nn. Supraclavicularis media

Nn. Supraclavicularis postoerior

Fascia
Fascia di regio colli dibedakan dalam tiga lapisan yaitu: fascia colli superficialis, fascia colli
media, dan fascia colli prafunda.
1. Fascia colli superficialis Merupakan jaringan subcutis yang berisi sejumlah lemak
ssubcutis, nervus cutaneous, vasa limfatica, permbuluh darah, nodus limfaticus
cervicalis superficialis, dan pada bagian antero lateral kanan dan kiri terdapat
paltysma. Paltysma merupakan salah satu dari otot-otot ekspresi wajah.
2. Fascia colli profunda fascia profunda akan membagi leher dalam kompartemenkompartemen. Ada tiga lapisan fascia profunda leher:
1. Lamina superficialis (investing fascia) yaitu fascia prifunda yang terletak tepat
di profunda suncutis dan membungkus leher secara utuh. Fascia ini juga masuk
untuk membungkus otot-otot leher (investing) superficial (trapezius dan SCM);
sedangkan platysma berada didalam jaringan subcutis. Perhatikan Gambar ......
fascia ini di superior melekat pada linea nuchealis superior os occipitalis,
processus mastoideus, arcus zygomaticus, margo inferior mandibulae, os hyoid,
dan processus spinosus vertebrae cervicales. Selain membungkus otot investing
fascia juga membungkus glandula salivarius (submandibularis dan parotis). Di
inferior fascia ini melekat pada manubrium sterni, clavicula, acromion dan spina
scapulae. Pada bagian postero-superior fascia ini menyatu dengan lig. nuchealis
dan pada bagian posteroinfeiror menyatu dengan periosteum processus spinosus
vertebrae VII. Cari tahu mengenai spatuium suprasternalis!
2. Lamina pretrachealis (fascia pretrachealis)
Fascia ini hanya terbatas pada bagian anteiror leher saja (lihat Gambar 1). fascia
ini membungkus larynx, trachea, dan esophagus pars cervicalis. Fascia ini
bermula dari os hyoid sampai ke thorax. Di thorax fascia ini menyatu dengan
pericardium. Di anterior fascia ini terdiri dari pars muscularis yang akan
membungkus otot-otot infrahyoid dan pars visceralis yang membungkus glandula
thyroidea, thrachea, dan esophagus. Di posterior fascia ini dimulai dari basis cranii
pada dinding supero-posteiror naspharynx dan berlanjut ke inferior sampai ke
thorax. Fascia pretrachealis di posterior disebut juga fascia buccopharyngealis. Di
lateral fascia ini menyatu dengan vagina carotica (carotid sheath).
Vagian carotica merupakan sarung fibrous yang melindungi beberapa komponen
penting pada leher. Memanjang dari thorax ke cavum cranii. Pada bagian
anteriormenyatu dengan investing fascia dan fascia pretrachealis dan di posteiror
menyatu dengan fascia prevertebralis. Kedua vagina carotica kanan dan kiri
dihubungkan oleh suatu fascia alaris. Vagina carotica berisi:
a. A. caroticus communis dan a. caroticus internus
b. Vena jugularis internus
c. Nervus vagus
d. Lnn. cervicalis profundus
e. Plexus sympaticus periarterialis
3. Lamina prevertebralis (fascia prevertebralis)

Merupakan sarung tubular yang membungkus columna vertebralis pars cervicalis


dan otot-otot disekitarnya. Otot-otot tersebut adalah:
a. Anterior: m. colli longus dan m. capitis longus
b. Lateral: m. scalenus
c. Posteiror; m. cervicalis profundus
Spatium retropharyngeal
Spatium retropharyngeal merupakan ruangan interfasial yang paling besar dan
penting pada leher karena merupakan jalur utama penyebaran infeksi. Ruangan ini
merupakan ruang potensial yang berisi jaringan ikat longgar di antara pars
visceralis lamina prevertebralis dan fascia buccopharygnealis. Spatium
retropharyngeal di superior ditutup oleh basis cranii, bagian lateral oleh vagian
carotica. Ruangan ini memungkinkan gerakan realtif pharynx, esophagus, larynx,
dan trachea terhadap columna vertebralis sewaktu menelan.

Gambar 1. Fascia cervicalis

REGIO COLLI
Regio colli dibagi menjadi empat regio utama yaitu: regio strnocleidomastoideus (SCM),
regio cervicalis aposterior, regio cervicalis lateral, dan regio cervicalis anterior. Regio SCM
adalah area di superficial dari otot sternocleidomastoideus (SCM). Berdasarkan regio ini
leher dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu trigonum colli anterior dan trigonum colli
posterior.

Gambar 1. Pembagian regio colli dan otot-otot superficialis


Tabel 1. Regio Colli dan struktur yang terdapat di dalamnya (melewatinya) berdasarkan
Gambar 1.
Kod
e
A
B
C

Nama regio

Keterangan (isi)

Regio SCM

m. SCM, bagian superior vena juglaris externus, n. auricularis


major, n. cervicalis transversus
cervicalis m. trapezius

Regio
posterior
Regio cervicalis Disebut juga trigonum colli posterior. Trigonum ini dibagi dua
lateral, terdiri dari oleh venter inferior m. omohyoideus menjadi: trigonum
bagian 2 dan 3
occipitalis (2) dan trigonum supraclavicularis (3)
Regio cervicalis
anterior (trigonum
colli anterior)
Fossa
supraclavicularis
minor
Trigonum

Dibagi menjadi 3mpat bagian: trigonum submentalis (5),


trigonum submandibularis (4), trigonum caroticum (6),
trigonum muscularis (7)
Ruang di antara dua caput SCM, berisi bagian inferior vena
jugularis internus
Rami posterior plexus cervicalis, n. accesorius, trunkus plexus

3
4
5
6

7
E

occipitalis
Trigonum
supraclavicularis
Trigonum
submandibularis
Trigonum
submentalis
Trigonum
caroticum

brachialis, a. cervicalis transversus


Arteri Subclavia (bagian ketiga), a. suprascapularis,lnn.
supraclavicularis
Glandula submandibularis, Lnn. submandibularis, n.
hyppoglossus, n. milohyoideus, bagian dari a/v facialis
Lnn. submentalis

Arteri carotis communis dan cabangnya, vena jugularis internus


dan cabangnya, n. vagus, a. carotis externus dan cabangnya, lnn
cervicalis profundus
Trigonum
m. sternohyoid, m. sternothyroid, glandula thyroid dan para
musculare
thyroid
Regio cervicalis m. trapezius
posterior

TRIGONI COLLI
Leher jika dilihat dari lateral berbentuk persegi panjang dengan m. SCM sebagai salah satu
diagonalnya. Oleh m. SCM setiap sisi leher dibagi menjadi dua trigoni (segitiga) yaitu
trigonum colli anterior dan trigonum colli posterior.
A. Trigonum colli anterior
Trigonum ini dibagi lagi menjadi empat trigonum lebih kecil oleh m. digastricus dan
m. omohyoideus:
1. Trigonum submentalis, trigonum ini dibatasi oleh:
a. Ventro kranial: mentum (dagu)
b. Lateral: venter anterior m. digastricus
c. Caudal: os hyoideum
2. Trigonum submandibularis, trigonum ini dibatasi oleh:
a. Lateral: basis mandibulae
b. Medial: venter anterior m. digastricus
c. Dorsal: venter posteiror m. digastricus
3. Trigonum caroticum, trigonum ini dibatasi oleh:
a. Dorsal: SCM
b. Ventrocranial: venter posterior m. digastricus
c. Ventrocaudal: venter superior m. omohyoideus
Catatan: pada trigonum ini dapat ditemukan pulsasi a. carotis communis
4. Trigonum musculare
a. Ventral: linea mediana
b. Kraniodorsal: venter superior m. omohyodieus
c. Kaudodorsal: SCM
B. Trigonum colli posteirior
Trigonum ini dibagi menjadi dua trigonum oleh venter inferior m. omohyoideus:
1. Trigonum occipitalis, trigonum ini dibatasi oleh:
a. Ventral: SCM
b. Dorsal: m. trapezius
c. Caudal: venter inferior m. omohyoideus
2. Trigonum supraclavicularis, trigonum ini dibatasi oleh:

a. Ventral: SCM
b. Cranial: venter infeiror m. omohyoideus
c. Caudal: clavicula

Gambar 2. Posisi vena jugularis externus pada regio cervicalis lateral


MUSCULI COLLI
Otot-otot leher dapat dibagi menjadi otot superficialis dan profunda
1. Musculi superficialis
a. Paltysma
Otot ini berbentuk membran (tipis dan lebar) segi empat (quadrangualris).
Terletak dibawah kulit leher, ke atas sampai ke sudut mulut dan kebawah sampai
ke regio pectoralis. Origo otot ini pada fascia pectoralis bahu dan dada sedangkan
insersionya pada fascia parotideomessenterica, sudut mulut, dan bibir bawah
(labium infeiror). Sehingga kontraksi platysma dapat menarik sudut mulut ke
latero caudal. Platysma diinervasi oleh ramus colli n. facialis. Bagaimana kondisi
orang yang mengalami parlisis n.facialis sentral dan perifer? (jika ditinjau dari
fungsi platysma)
b. M. sternocleidomastoideus (SCM)
Otot ini berbentuk panjang, membulat dan cukup lebar. Terbentang berbentuk
diagonal pada leher sehingga membagi leher menjadi trigoni-trigoni. Origo otot
ini terletak di dua tempat yaitu: caput medialis pada manubrium sterni dan caput
lateral permukaan kranial ekstrimitas sternalis claviculae. Pada kondisi fraktur
claviclae bagai mana posisi segemen medial patahan? (jika ditinjau dari origo

SCM tersebut?). Insersio otot ini terletak di linea nucheae superior ossis
occipitalis.
Fungsi dari otot ini cukup unik karena otot ini berjumlah dua buah kanan dan kiri.
Kontraksi satu sisi saja (unilateral) maka menyebabkan gerakan menoleh ke sisi
yang berlawanan. Keadaan ini disebut laterofleksi heterolateral. Sedangkan
kontraksi bersamaan kedua otot (bilateral) menyebabkan gerakan retrofleksi
kepala (hiperekstensi). Otot ini diinervasi oleh n. accesorius dan n. occipitalis
minor. Gerakan laterofleksi heterolateral melibatkan sendi apa? Sedangkan
gerakan retrofleksi melibatkan sendi apa? Sebutkan kondisi (penyakit) dimana
terjadi atropi dari SCM dan bagaimana keadaan orang yang mengalami hal itu?
c. M. trapezius
Otot ini lebih berbentuk belah ketupat dari pada sebuat trapezium, tetapi segitiga
atasnya lebih lebar dari pada segitiga bawah. Segitiga atas menutup tengkuk dan
pundak dan segitiga bawah menutup daerah puggung.
d. Mm. Suprahyoideus
Otot-otot ini terletak di superior os hyoideus.
e. Mm. Infrahyoideus
Otot-otot ini berada di inferior os hyoideus.
2. Musculi profunda
a. Mm. Scaleni
b. Mm. Prevertebralis
c. Mm. Larynx
d. Mm. Pharynx
e. Mm. Erector trunci (otot-otot tengkuk)
f. M. Levator scapuale

Gambar 3. Otot-otot superficialis leher


ANATOMI PERMUKAAN REGIO LEHER

TUGAS: sewaktu praktikum mahasiswa bisa mengidentifikasi struktur anatomi permukaan


pada teman salam kelompok!

ORGAN-ORGAN LEHER

1.
2.
3.
4.
5.

Esophagus pars cervicalis


Laryngopharynx
Larynx
Glandula tyroidea
Vasa-vasa besar

Esophagus pars cervicalis


Laryngopharyng
Merupakan bagian paling inferior dari pharyng. Laryngpharing ke inferior berlanjut sebagai
esophagus pars cervicalis. Dinding anterior laryngopharyng adalah larynx, dinding
posteriornya dibentuk oleh m. constrictor pharyngeus posterior yang bersandar pada vertebra
cervicalis.
Larynx
Selain sebagai salah satu penyusun traktus respiratorius, larynx juga merupakan suatu organ
vonasi (penghasil suara). Sebagai organ traktus respiratorius, larynx memiliki peran penting
dalam proses respirasi terutama sewaktu menelan.
Larynx merupakan suaut struktur pipa berdinding cartilago. Cartilago penyusun larynx adalah
sbb:
1. Cartilago thyroid (1 buah). Merupakan cartialgo terbesar penyusun larynx dan
berbentuk siku yang membuka ke posterior. Cartilago ini memiliki empat tanduk yaitu
dua cornu superius dan dua cornu inferior. Bagian tengahnya membentuk lembaran
datar yang disebut lamina dexra dan lamina sinistra. Kedua lamina ini bertemu di
linea mediana membentuk prominentia laryngea (Adams apple = jakun). Cornu
superius dan margo superior cartilago thyroid dihubungkan oleh membrana
thyrohyoid ke os.hyoid. Bagian tengah membran ini menebal disebut lig. thyrohyoid
mediana. Bagian lateral membran juga menebal yang disebut lig.thyrohyoid lateral.
Cornu inferius berartikulasi dengan cartilago cricoid membentuk articulatio
cricothyroid. Gerakan articulatio ini adalah rotasi dan gliding cartilago thyroid
(berefek terhadap pemanjangan plica vocalis)
2. Cartilago cricoid (1 buah). Merupakan satu-satunya cartilago larynx yang membulat
lengkap. Bentuknya seperti cincin stempel raja zaman dahulu dengan permukaan
stempel menghadap posterior. Bagian yang seperti stempel menghadapposteiror
disebut lamina sedangkan pita melengkung di anterior disebut arcus. Cartilago cricoid
walaupun lebih kecil dari pada cartilago thyroid tetapi lebih padat dan lebih kuat.
Bagian antero superior bersendi dengan cartilago thyroid melalui lig. cricothyroid
mediana. Bagian inferior bersendi dengan cartilago pertama thrachea melalui lig.
cricotracheal. Lig. cricothyroid bisa dipalpasi diantara cartilago thyroid dengan arcus
cartilago cricoid. Pada lokasi ini prosedur cricothyroidektomi dilakukan.
3. Cartilago arytenoid (sepasang). Cartilago berbentuk piramida segitiga. Bagian
inferiornya (basis) berartikulasi dengan lamina cartilago cricoid. Tiap cartilago
memiliki tiga sudut meruncing yaitu: apex di superior, processus vocalis di anteiror

dan processus muscularis di lateral. Masaing-masing apex melekat dengan cartilago


corniculata dan keduanya melekat pada plica aryepiglottica. Processus vocalis
merupakan tempat melekatnya ligamentum vocalis di posterior. Processus muscularis
tempat melekatnya m. cricoarytenoid. Articulatio cricoarytenoid memungkinkan
gerakan diamana kedua cartilago arytenoid saling mendekat dan saling menjauh satu
sama lain. hal ini penting dalam menegangkan dan melonggarkan plica vocalis.
Ligamentum vocalis: memanjang dari processus vocalis carilago arytenoid di
posterior ke pertemuan kedua lamina cartialgo thyroid di anterior. Ligamentumini
merupakan rangka submucosa olica vocalis. Lig. vocalis merupakan bagian tepi batas
atas bebas yang menebal dari membrana cricovocalis (conus elasticus). Membran ini
meluas ke lateral menuju cartilago cricoid. Membran ini menutup laryng kecuali pada
bagian tengah (rima glottidis).
4. Cartilago epiglotis
Tersusun oleh cartilago elastic yang memberikan fleksibilitas pada epiglottis.
Berbentuk jantung dan dilapisi mukosa. Terletak di posteiror pangkal lidah dan os
hyoid, dan terletak di anterior aditus laryngeus. Cartilago epiglottis menempel pada
cartilago thyroid seperti daun menempel pada dahan. Tangkai daun menempel pada
permukaan dalam pertemuan kedua lamina cartilago thyroid. Sementara itu bagian
daunnya bebas ke superior. Epiglottis bergerak ke posterior menutup adidus laryngeus
ketika menelan.
Permukaan dalam larynx
Cavitas laryngeus di mulai dari aditus laryngeus ke level setinggi margo inferior cartilago
cricoid dan berlanjut ke lumen trachea. Cavita laryngeus dapat dibagi menjadi:
1.
2.
3.
4.

Vestibulum larynx
Bagian tengah cavitas laryngeus
Ventriculus larynx
Cavum infraglottidis

Nervus larynx
Nervus larynx terdiri dari nervus laryngeus inferior dan superior. Keduanya dipercabangkan
oleh n. vagus. N. laryngeus superior berasal dari ganglion vagalis inferior dan dibagi menjadi
dua cabang terminal ketika di dalam vagina carotica yaitu nervus laryngeus internus (sensoris
dan autonom) dan nervus laryngeus externus (motoris).
Nervus laryngeus internus menembus membrana thyrohyoid bersama dengan a.laryngea
superior. Nervus ini membawa serabut sensoris dari mukosa vestibulum, bagian tengah
cavum larynx, dan permukaan superior plica vocalis. Nervus laryngeus externus turun
posterior terhadap m. sternothyroidea bersama a.thyroidea superior. Nervus ini menginervasi
m. cricothyroid.
Nervus laryngeus inferior merupakan kelanjutan dari n. laryngeus recurrent menginervasi
otot-otot intrinsik larynx kecuali cricothyroid. Nervus ini juga mebawa serabut sensoris
mukosa dari cavitas infraglottidis.