Anda di halaman 1dari 42

14 Manfaat Umbi Dewa Bagi Kesehatan

Tanaman tradisional memang bukan barang baru lagi untuk masyarakat Indonesia.
Salah satunya adalah Umbi Dewa. Termasuk jenis tanaman yang termaktub dalam
keluarga Asteraceae. Memang menurut asalnya, ia datang dari China. Sehingga lebih di
kenal dengan sebutan Tan Sit atau Sam Tit, sedangan di Sumatra memiliki nama Umbi
Dewa.
Umbi jenis ini memiliki tubuh bulat dan memanjang. Ujung batang yang lancip serta
warna permukaan yang berwarna hijau tua. Akar umbi yang menyembul di dalam tanah
hanya memiliki panjang 3 sampai 6 cm dengan struktur bentuk yang lebih mirip dengan
kentang. Penggunaan umbi dewa sebagai obat memang bukan barang baru. Sejak
jaman nenek moyang kita, penggunaanya memang sudah sebagai obat herbal.
Kandungan Zat
Zat ini memiliki sifat khas yang netral seta baunya yang paling sedap di buat lalapan.
Ada kandungan astringent, senyawa yang ada pada kemangi. Seperti kandungan
saponin, minyak atsiri, serta flavonoid. Kandungan zat inilah yang membuat umbi dewa
ini sangat berkhasiat, seperti berikut ini :
1. Ampuh mengobati patah tulang
Bagian umbi dewa dengan menumbuk daun serta umbinya. Lalu di tempelkan pada
bagian yang terkena luka atau patah tulang. Hal ini dianggap lebih mujarab jika anda
juga meminum sari airnya, atau bekas rebusan umbu dewa. Sebab dalam
kandungannya terdapat zat saponin dan flavonoid yang bekerja baik untuk
penyembuhan, penetral racun serta memperbaiki sistem tulang.
2. Mengobati tumor payudara
Tumor payudara menjadi masalah yang amat riskan untuk para wanita. Mereka
menyadari penyakit ini dianggap mudah menyerang, apalagi di titik rawan seperti

payudara. Solusinya adalah dengan meminum ramuan herbal dari umbi dewa. Caranya
adalah :

Dari luar : menumbuk umbi dewa, lalu di tempelkan pada bagian payudara yang
terkena tumor.

Dari dalam : lembutkan daun umbi dewa sekitar 2/3 lembar. dengan pengeringan
akar umbi dewa. Tambahkan air setengah gelas, dan ambil sarinya. Konsumsilah
sebanyak tiga kali sehari.

3. Radang tonsil
Obat obatan herbal menggunakan umbi dewa ini sangat manjur digunakan, apalagi
yang berhubungan dengan sirkulasi dalam dan luar. Salah satunya digunakan untuk
mengobati radang tonsil, atau biasa dikenal sebagai penyakit amandel. Pemakaian akar
umbi dewa mampu mempercepat penyembuhan luka. Caranya dengan meminum air
sari umbi dewa.
4. Mengobati luka kena pukul
Manfaat umbi dewa memiliki efek farmakologi china yang baik di gunakan kepada
seseorang yang kena pukul. Adanya efek farmanologi tersebut membantu pasien
mempercepat penyembuhan. Bagian yang paling banyak di pakai adalah pada daunya.
5. Baik untuk penderita kanker
Dalam umbi dewa, terdapat kandungan zat yang memiliki sifat anti karsinogenik. Zat ini
sangat ampuh melawan adanya pertumbuhan sel kanker, bahkan ia berusaha
menonaktifkan dan mematikan perkembangan selnya. Maka umbi dewa ini cocok di
konsumsi oleh penderita kanker.
6. Membantu membekukan darah (anti koagulan)

Salah satu manfaat yang dapat anda ambil dari umbi dewa adalah daunya. Ternyata
menurut penellitian terakhir, di dalam kandungan daun tersebut ada zat yang mampu
bekerja sebagai koagulan atau membantu dalam proses pembekuan darah ketika
terjadi luka. Zat ini biasa di kenal dengan sebutan Saponin. Biasanya sangat aktif dalam
proses pelancar sirkulasi. Pada bagian ini yang di nilai sebagai penetral zat.
7. Menjadi stimulator sirkulasi darah
Selain itu, ternyata manfaat dari daun umbi dewa juga baik sebagai penyetimulator atau
yang mendorong terjadinya sirkulasi darah normal. Zat daun inilah juga yang banyak
bekerja sebagai penyeimbang darah, sehingga efeknya baik untuk tubuh, terutama
sistem kardiovaskular. Ada senyawa aktif yang mampu menetralkan dan memperbaiki
sistem sirkulasi darah. Zat ini di namakan sebagai Saponin.
8. Penetral racun
Umbi daun di kenal sebagai zat yang netral dan khas. Kandungan yang cukup di
percaya sebagai obat karena ia memiliki sifat netral. Sehingga racun yang ada dalam
tubuh anda, bisa di netralkan oleh zat yang ada dalam manfaat umbi dewa. Zat yang
bekerja aktif disini adalah zat Saponin. Meski ia dikenal sebagai zat yang baik bekerja
di area sirkulasi darah, namun ia juga ampuh sebagai penetral racun serta melawan
virus atau anti dota.
9. Baik untuk penderita kardiovaskular
Jenis umbi umbian yang berasal dari cina ini memang di kenal dan di gunakan sebagai
obat herbal. Banyak penderita jantung dan stroke yang menggunakanya sebagai
penstabil sirkulasi darah. Oleh karena itu, membantu para penderita kardiovaskuler
agar lebih mampu menormalkan sistem sirkulasi darah.
10. Melancarkan datang bulan
Efek farmanologi yang di hasilkan pada bagian daun membawa manfaat untuk
melamcarkan sirkulasi darah. Terdapat zat yang di sebut Saponin yang baik bekerja

dalam sistem sirkulasi darah. Zat ini juga aktif menetralkan anti pathogen serta bekerja
baik untuk melawan virus. Dengan begitu wanita yang menggunakan daunya sebagai
obat akan lebih lancar proses haidnya. Bahkan gangguan lain yang di sebabkan karena
pengaruh datang bulan juga akan ikut terobati.
11. Mengobati jerawat
Bubuk umbi dewa juga mampu mengobati jerawat. Caranya dengan menumbuk halus
tapal daun umbinya. Lalu di tempelkan pada bagian wajah yang ada jerawatnya. Dalam
tapal daun tersebut terdapat kandungan anti bacterial yang mampu membunuh dan
mengurangi aktivitas pertumbuhan jerawat.
12. Mengobati radang pada kerongkongan
Manfaat umbi dewa juga ampuh menjadi pelega tenggorokan. Apalagi untuk anda yang
sedang mengalami radang kerongkongan. Air sari dari tumbukan tapal daum umbi
dewa ampuh melegakan dan mengobati radang anda.
13. Sebagai pengobatan kencing manis
Dalam dedaunan umbi dewa terdapat zat yang amat baik untuk sistem peredaran
darah. Zat tersebut adalah Saponin. Oleh karena itu, kencing manis dapat di kurangi
resikonya serta di obati dengan ramuan herbal umbi dewa. Kencing manis ini terjadi
karena dalam darah, terjadi filter yang tidak sempurnya. Sehingga kencing yang
harusnya hanya mengeluarkan zat yang sudah tidak berguna seperti racun, malah ikut
mengeluarkan glukosa (sifat manis). Maka solusinya adalah dengan melancarkan
sistem peredaran darah serta perbaikan ginjal.
14. Sebagai zat pencegah penggumpalan darah
Darah yang ada dalam tubuh, jika tercampur dengan darah lain atau perbedaan
tekaanan, mampu menaikan resiko terjadinya penggumpalan. Masalahnya jika darah
yang ada menggumpal, maka ia tak akan bisa mengalir. Bahkan kondisi ini malah
menimbulkan masalah baru, tak terpenuhinya darah di organ organ penting seperti

jantung dan otak, serta mengganggu lalu lintaas sirkulasi darah. Solusinya adalah
dengan memecah atau mencegah terjadinya gumpalan darah tersebut. Yakni dengan
zat yang dinamakan flavonoid. Senyawa ini ada dalam kandungan umbi dewa.
Demikianlah manfaat dari Umbi Dewa yang mampu anda maksimalkan manfaatnya. Selamat
mencoba
http://manfaat.co.id/manfaat-umbi-dewa

Melawan Tumor Payudara Dengan Umbi Dewa


Ramuan-Herbal
Indonesia
.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal berbagai macam ramuan
herbal tradisional untuk mengobati dan melawan berbagai macam
penyakit. Termasuk ramuan herbal untuk melawan tumor payudara.
Untuk tumor payudara nenek moyang kita melawannya dengan Gynura
Pseudochina ?

Lho apa itu Gynura Pseudochina ?


Gynura Pseodochina, kalau di China disebut Tan Sit atau Coan Tin Sit atau
Sam Tit. Kalau di Jawa disebut Tigelkio atau Tigelkiyuh . Sedangkan di
Sumatera disebut Umbi Dewa. Umbi Dewa memang berasal dari
China,termasuk keluarga Asteraceae (sembung-sembungan).

Daunya tunggal berbentuk bulat telur sampai bulat memanjang dengan


ujung yang lancip. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah hijau
muda. Kedua permukaan daun mempunyai bulu lembut berwarna putih.
Panjang daun 8-20 cm dengan lebar antara 5 10 cm. Daun tua bercangap
sangat dalam dan banyak berkumpul membentuk roset di pangkal batang.
Daun di ujung batang agak jarang dan letaknya berseling. Bunga muncul di
ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol. Akarnya berumbi warna
keabu-abuan dengan panjang 3-6 cm. penampangnya kurang dari 3 cm
berbentuk mirip kentang. Gynura Pseodochina tumbuh tegak sampai 50 cm.
Ciri-ciri ini perlu dicermati untuk membedakannya dengan tanaman Daun
Dewa, yang sama-sama dapat digunakan sebagai obat herbal.

Sejak jaman dulu, Umbi Dewa sudah digunakan sebagai tanaman obat.
Dalam buku Health Of India telah disebutkan beberapa manfaat Umbi
Dewa. Bahkan konon, kata dewa dimasukkan kedalam sebutannya
karena saking berkhasiatnya umbi ini. Sehingga diyakini sebagai anugerah
istimewa para Dewa pada manusia.

Khasiat umbi dewa begitu banyaknya, mulai untuk pengobatan tumor


payudara, radang amandel ( tonsil ), radang pankreas pada penderita
kencing manis serta radang luka di atas kulit sampai pelembab luka bakar.
Akarnya untuk obat luar dan dalam pada penyakit yang dikarenakan sirkulasi
darah yang terganggu. Pengobatan tradisional Cina menggunakan Umbi
Dewa untuk ramuan herbal setelah dikeringkan. Sedang di Bengkulu, suku
Lembak Delapan menggunakan Umbi Dewa dalam bentuk yang masih
segar.

Misal untuk pengobatan payudara yang meradang akibat tumor ( intraductal


carcinoma ) dapat digunakan ramuan sebagai berikut :

- Sebagai obat luar


tapali payudara yang meradang karena tumor dengan daun umbi dewa
yang telah dimemarkan

- pengobatan dari dalam


Ambil 2-3 daun umbi dewa dilumat menjadi buburan, campur dengan air
matang gelas, disaring. Diminum 3 ( tiga ) kali sehari. Jika dilakukan
secara rutin, telaten dan teratur, insyaAllah sembuh.

Sedangkan untuk mengobati penyakit lain semisal penderita penyakit


amandel, diabetes militus, dan gangguan haid, umbi dewa dapat
digunakan sebagai penyembuhan alternative dengan cara minum air
rebusannya secara teratur. Atau juga menggunakannya sebagai lalapan.

Umbi dan daun juga dapat dikeringkan, digiling halus menjadi bubuk. Bubuk
ini diseduh air panas lalu diminum. Umbi dan daun yang sudah berupa bubuk
dapat juga digunakan sebagai param untuk memboreh bagian yang sakit .
Tapal daun umbi dewa dapat merawat dan mengobati jerawat. Sedang air
sarinya jika dipakai sebagai obat kumur dapat mengobati radang
kerongkongan.

Lalu mengapa umbi dewa mempunyai khasiat yang begitu dahsyatnya ?


Umbi Dewa mampu untuk mengobati beragam penyakit ini gara-gara
adanya kandungan Saponin. Saponin ini merupakan senyawa aktif sejenis
glukosida yang dapat menetralkan racun dan melawan virus ( antidota ).
Karena kerja Saponin ini Umbi Dewa mampu menghentikan pendarahan,
memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan panas. Dan ampuhnya
Saponin pulalah yang berdaya guna mengatasi peradangan pada jaringan
tubuh. Saponin juga berperan merangsang kerja hati sehingga mampu
memperbaiki sirkulasi darah tubuh penderita gangguan haid.

Zat lain yang berperan penting dalam Umbi Dewa adalah Flavanoid. Zat ini
terbukti mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah dan
menghancurkan gumpalan darah ( trombolisis ) pada pembengkakan akibat
luka atau memar. Kandungan minyak atsiri pada daun Umbi Dewa
menyebabkan baunya khas mirip daun sembung. Itu sebabnya daun ini akan
terasa kalau dibuat lalap.
http://ramuan-herbalindonesia.blogspot.co.id/2013/04/melawan-tumorpayudara-dengan-umbi-dewa.html

Manfaat Umbi Daun Dewa

Daun umbi dewa yang barasal dari Indonesia ini ternyata memiliki banyak
manfaat , diantaranya:
1. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul
2. Melancarkan sirkulasi darah

3. Menghentikan pendarahan
4. Pembengkakan payudara
5. Melancarkan haid
6. Kolesterol tinggi
7. Hipertensi
8. Mencegah tumor,
9. Mengobati kencing manis
10.

Diabetes

11.
Umbinya
pembengkakan

berkhasiat

untuk

12.

Pendarahan

13.

Tulang patah, dan lain-lain.

mengatasi

bekuan

darah

14.
Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat
yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah)
15.

Mencairkan bekuan darah

16.

Stimulasi sirkulasi

17.

Menghentikan perdarahan

18.

Menghilangkan panas

19.

Membersihkan racun.

20.
Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan
tumor.
21.
Salah satu manfaat yang diambil dari Daun Dewa yaitu
tumbuhan tersebut bersifat anti coagulant atau mencairkan bekuan
darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan
panas, membersihkan racun, anti karsinogen dan antimutagenitas,
diuretik. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan yang memiliki rasa
khas dan sifat netral.

22.

Mengobati dan Mencegah sakit jantung

23.

Kolesterol

24.

Melancarkan sirkulasi tubuh

25.
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman.
Bagian daun berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi,
menghentikan pendarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan),
pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid,
dan digigit binatang berbisa.
26.
Bagian umbi di bagian akar bawah, berguna untuk
menghilangkan bekuan darah (haematom),pembengkakan, tulang
patah (fraktur) dan pendarahan.
27.
Umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh
darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung
koroner. Selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak
karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis melahirkan, dan
sakit jantung.
28.
Daunnya berguna untuk luka pukul, melancarkan sirkulasi darah,
menghentikan
perdarahan,
pembengkakan
payudara,
infeksi
kerongkongan, terlambat datang bulan dan digigit binatang berbisa.
29.
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman
secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, Daun Dewa
dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

Luka terpukul. Ambil daun dewa segar 15 30 gram direbus dengan air
kira-kira untuk tiga kali minum atau ditumbuk, diambil air-nya, campur
dengan arak yang dipanaskan, minum rutin tiga kali sehari. Jika sudah
membaik hentikan.

Pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk


muntahdarah. Tanaman lengkap 1 batang, direbus, minum.

Kejang pada anak. Satu batang daun dewa diambil airnya, campur
arak, minum.

Digigit ular atau digigit binatang lain. Umbi dilumatkan kemudian


ditempelkan ke tempat yang digigit.

dan

Kutil dan uci-uci. Daun dewa 5 lembar dihaluskan dan dilumurkan pada
tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.

Tumor. Ambil Daun dewa 3 4 lembar, kemudian dimakan mentah atau


dilalap.

Menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah sehingga mencegah


dan mengobati stroke dan serangan jantung. Umbi daun dewa segar
sekitar 10 gram ditumbuk halus, tambahkan air setengah gelas, saring,
peras, minum, setiap sore. Atau, daun 2-4 lembar untuk lalap (tiga
kalisehari).

Batu kandung kemih. Ambil 15 gram daun dewa ditumbuk halus,


tambahkan air segelas, saring, peras, minum tiga kali sehari.

http://besarkanpenisalami.blogspot.co.id/2011/11/manfaat-umbi-daundewa.html

Meninggalkan komentar
MANFAAT DAUN DEWA
DAUN DEWA BERKHASIAT
Daun Dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.) Tumbuhan tahunan, tegak, tinggi 50 cm, pada
umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur
memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai,
bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam.
Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua
permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah
berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 10 cm. Bunga terletak di ujung batang,
warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan,
panjang 3-6 cm., dengan penampang 3 cm.
Nama Lokal :
Beluntas cina, daun dewa (Sumatra), Samsit; San qi cao (China).
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Luka terpukul, Pendarahan, Batuk darah, muntah darah, mimisan; Infeksi kerongkongan, tidak
datang haid, digigit binatang berbisa; Pembekuan darah, Tulang patah, pendarahan setelah
melahirkan;

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Netral, rasa khas. Anti coagulant,
mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan. Menghilangkan panas
dan membersihkan racun. KANDUNGAN KIMIA : Saponin, minyak atsiri, flavonoid.
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman.
KEGUNAAN :
DAUN :
Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah,
mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang
berbisa.
UMBI :
Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan
sehabis melahirkan.
PEMAKAIAN : 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.
PEMAKAIAN LUAR : Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur,
ditempelkan ke tempat yang sakit.
KEGUNAAN :
1. Digigit ular / digigit binatang lain:
Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.
2. Kutil :
5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat
berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.
CARA PEMAKAIAN:
1. Luka terpukul, tidak datang haid:

15-30 gram herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur


dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.
2. Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan
muntah darah :
1 (satu) batang lengkap (15 gram) direbus, minum.
3. Kejang pada anak:
1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.
4. Luka terpukul, masuk angin:
6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya,
kemudian dipanaskan, minum.
https://annisnursuxcez.wordpress.com/tag/manfaat-umbi-tanaman-dewa/

Khasiat Hebat Daun dan Umbi Dewa Bagi Kesehatan


Herbal Kesehatan
REVOLUSIILMIAH.COM - Tanaman Dewa atau Samsit merupakan jenis tanaman yang
tumbuh tegak, panjang kurang lebih 30-40 cm, dengan batang daun pendek lunak
berbentuk segi lima, penampang berbentuk lonjong dan berambut pada sisi luar.
Daunnya memiliki panjang 20 cm, berbentuk bulat longong dengan warna hijau
keunguan. Sedangkan Umbinya berbentuk bulat dan memancang seperti kentang
dengan panjang kurang lebih 3-6 cm. Daun dan Umbi dewa banyak dimanfaatkan untuk
pengobatan sejak jaman dahulu. Konon, kata "Dewa" mengandung unsur bahwa begitu
banyaknya khasiat yang didapatkan dari daun dan umbi tanaman tersebut.

Daun Dewa banyak khasiatnya untuk kesehatan. (Foto : prajnadaksini)


Khasiat Daun dan Umbi Dewa bagi Kesehatan
Baik daun maupun umbi dewa memiliki khasiat yang banyak untuk kesehatan. Kedua
bagian tersebut memiliki kandungan minyak atsiri, flavonoid serta saponin sehingga

baik untuk membantu menjaga kesehatan maupun pengobatan beberapa jenis penyakit.
Berikut beberapa khasiat Daun dan Umbi Dewa.

Khasiat Daun Dewa


1. Membantu mengatasi Perdarahan pada Wanita
Daun dewa dapat dimanfaatkan untuk mengatasi perdarahan pada wanita misalnya
setelah melahirkan.
Caranya : Ambil daun dewa kemudian direbus dan diminum air rebusannya. Sajikan
hangat dalam 1 gelas belimbing, diminum 2 kali sehari sampai perdarahannya
membaik.

2. Mencegah Stroke
Stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah. Penyebab yang sering adalah karena
sumbatan pada pembuluh darah. Daun dewa membantu menghilangkan sumbatan yang
ada pada pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya stroke.
Caranya : Ambillah daun dewa segar10 gram, kemudian ditumbuk halus, tambah air
setengah gelas, peras dan saring. Sajikan dalam 1 gelas, diminum 1 kali sehari. Selain
diminum, dapat pula daun dewa digunakan untuk lalapan makan, 2-3 kali sehari.

3. Mengatasi Luka
Luka terjadi akibat trauma. Berat ringan luka tergantung jenis dan berat trauma yang
terjadi. Pada luka memar akibat trauma pukul misalnya, sering menyebabkan nyeri dan
rasa kurang nyaman pada daerah trauma tersebut. Oleh karena itu segera atasi memar
tersebut, salah satunya dengan daun dewa.
Caranya : Ambil daun dewa segar 15-30 gram kemudian direbus dengan air. Usahakan
untuk 3 kali sajian. Ambil airnya, selanjutnya diminum 3 kali sehari sampai kondisi luka
memar membaik.

Khasiat Umbi Dewa


1.Membantu Pengobatan Patah Tulang

Patah tulang terjadi akibat trauma yang berat misalnya kecelakaan motor. Setelah
dilakukan reposisi, perlu adanya pengobatan untuk mempercepat proses
penyembuhannya, salah satunya dapat menggunakan umbi dewa.
Caranya : Ambil umbi dewa kemudian tumbuk. Tempelkan pada bagian yang patah
tulang. Selain ditempelkan, umbi dewa dapat pula disajikan dalam bentuk minuman.
Caranya ambil daun dewa kemudian rebus, ambil air rebusan tersebut dan diminumkan
2 kali sehari.

2. Penyembuhan Paska Gigitan Ular


Gigitan ular dapat menyebabkan peradangan pada daerah gigitan serta bisa yang dapat
menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Tindakan utama adalah bagaimana
mengeluarkan racun atau bisa dari tubuh. Selanjutnya dapat dilakukan proses
penyembuhan luka, salah satunya dengan umbi dewa.
Caranya : Ambil umbi dewa kemudian ditumbuk, lalu tempelkan pada daerah luka
gigitan. Ulangi 2 kali sehari sampai luka membaik.

3. Mengobati Radang Tonsil


Tonsil atau amandel sering membesar, akibat peradangan, terutama pada anak-anak.
Umbi dewa dapat membantu mengatasi peradangan tersebut sehingga tidak membesar.
Caranya : Ambil umbi dewa kemudian rebus. Sajikan air rebusan yang hangat untuk
diminum dalam 1 gelas. Minum 2 kali sehari sampai peradangan membaik. Dapat pula
dicampur dengan madu untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik.

Demikian khasiat daun dan umbi dewa bagi kesehatan. Beberapa manfaat yang
diuraikan memang secara turun temurun terbukti dapat dibantu penyembuhannya
dengan daun maupun umbi dewa. Dapat pula dikombinasikan antara daun dengan
umbi nya untuk pengobatan-pengobatan tersebut guna memperoleh pengobatan yang
lebih optimal. (M-ANT)

http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3d3dy5yZXZvbHVzaWlsbWlhaC5j
b20vMjAxNS8wNy9raGFzaWF0LWRhdW4tZGFuLXVtYmktZGV3YS1iYWdpLWtlc
2VoYXRhbi5odG1s

http://log.viva.co.id/news/read/655210-khasiat-hebat-daun-dan-umbi-dewabagi-kesehatan

Daun Dewa timpal diabetes, darah tinggi sampai kanker


Daun dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC) bagi para
praktisi obat sudah tidak asing. Tanaman ini dapat
digunakan dalam keadaan masih segar dan atau dalam
bentuk simplisia. Keuntungan ganda dari tanaman ini
adalah selain digunakan sebagai obat, daun dewa juga
bsia sebagai sayur dalam bentuk lalapan. Ada sebagian
orang menyebut tanaman daun dewa untuk tanaman sambung
nyawa, atau sebaliknya. Hasil kajian ilmiah
determinasi tumbuhan terhadap kedua tanaman tersebut
oleh Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Bogor,
menyebutkan bahwa nama ilmiah daun dewa adalah Gynura
pseudochina (Lour.) DC dan sambung nyawa adalah Gynura
procumbens (Lour.) Merr.
Tanaman yang konon berasal dari Birma dan Cina ini
digolongkan pada tumbuhan terna, dengan tinggi 30
45, tumbuh tegak dan memiliki umbi. Selain daunnya,
umbi tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat.
Pada saat ini tanaman daun dewa sudah banyak
didapatkan di Pulau Jawa, bahkan sudah menyebar ke
Pulau Sumatera.
Daun dewa termasuk suku Asteraceae, marga Gynura
dengan klasifikasi sebagai berikut :
Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales

Suku : Asteraceae (Compositae)


Marga : Gynura
Jenis : Gynura pseudochina (Lour.) DC
Ciri morfologi tanaman daun dewa adalah :
Batang, pendek dan lunak, tumbuh tegak dengan tinggi
30 45 cm, berbentuk segilima, penampang lonjong,
berambut halus dan berwarna ungu kehijauan.
Daun, berdaun tunggal, tersebar mengelilingi batang,
bertangkai pendek, berbentuk bulat lonjong, berdaging,
berbulu halus, ujung lancip,tepi bertoreh, pangkal
meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau,
panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 10 cm.
Bunga, majemuk yang tumbuh di ujung batang, bentuk
bongkol, berbulu, kelopak hijau berbentuk cawan,
benang sari kuning dan berbentuk jarum.
Biji, berbentuk jarum, panjang sekitar 0,5 cm,
berwarna cokelat
Akar, merupakan akar serabut, berwarna kuning muda
membentuk umbi sebagai tempat cadangan makanan
Efek Farmakologi
Daun dan umbi dari tanaman daun dewa bisa dipergunakan
sebagai obat antikoagulan (mengencerkan bekuan-bekuan
darah), anti pembengkakan, luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan (batuk darah,
muntah darah, mimisan), mengurangi pembengkakan atau
benjolan pada payudara, serta sangat efektif untuk
obat memperlancar haid. Tanaman daun dewa juga
memiliki rasa khas dan bersifat netral. Berdasarkan
hasil penelitian dan pengalaman empiris diketahui
bahwa tumbuhan ini bersifat antikoagulan,
antikarsinogen, antimutagenitas dan diuretic (peluruh
kencing). Selain itu juga diketahui bahwa semua bagian

tanaman ini dapat dipergunakan untuk mengobati tumor


payudara dan luka bakar.
Kandungan Kimia
Berdasarkan hasil penelitian para ahli bahwa kandungan
kimia yang terdapat pada tanaman daun dewa diantaranya
berupa senyawa flavanoid, asam fenolat, asam
klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam
p-hidroksibenzoat dan asam vanilat. Kandungan dan
manfaat senyawa flavanoid, saponin, dan minyak atsiri
diindikasikan dapat menurunkan kolesterol darah.
Minyak atsiri pada daun dewa diduga dapat merangsang
sirkulasi darah, juga bersifat analgetik dan anti
inflamasi. Minyak atsiri dan flavanoid juga bersifat
sebagai antiseptic. Senyawa lain yang terdapat pada
daun dewa adalah alkaloid, tannin dan polifenol.
Daun Dewa, Kanker, dan Stroke
DAUN dewa dikenal juga dengan sebutan bluntas China.
Tumbuhan semak ini hidup di ketinggian 0-1000 meter di
atas permukaan laut, dan tumbuh liar di beberapa
kawasan hutan di Indonesia. Batangnya lunak berwarna
hijau dengan alur memanjang. Ketinggiannya mencapai 30
sampai 50 cm.
Daunnya tunggal berambut lebat, warna permukaan atas
hijau tua dan bawah hijau muda. Panjang daun 8-20 cm,
lebar 5-10 cm. Bunga keluar dari ujung tangkai,
berwarna kuning.
Akarnya membentuk umbi, dengan panjang antara 3-6 cm
berdiameter sekitar 3 cm.
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia,
seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin.
Efek farmakologisnya dapat mencairkan bekuan darah,
menghentikan perdarahan, menurunkan panas,
membersihkan racun, penghilang nyeri, dan antiradang.
Daun dan Umbi

Menurut

Dr

Tumbuhan
yang

Setiawan

Obat

Indonesia,

bermanfaat,

pembekuan

Dalimartha

darah

juga

umbinya

di

pembuluh
stroke

sebagai

obat

Selain

umbinya

berkhasiat

karena

memar,

tulang

Hadi

bukan

bahwa

memungkinkan
itu

dan

Daunnya berguna untuk luka pukul, melancarkan


sirkulasi darah, menghentikan perdarahan, pembengkakan
payudara, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan
dan digigit binatang berbisa.
Cara pemanfaatannya, antara lain direbus, lalu diminum
airnya. Daunnya juga dapat dimakan mentah sebagai
lalapan. Untuk pengobatan luar, daun segar atau umbi
segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh
yang sakit, seperti pembengkakan payudara, memar,
bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan
berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka
berdarah, bisul, radang kulit bernanah, borok di kaki,
cantengan dan kutil.
Untuk luka bakar dan luka teriris, umbi daun dewa
dipipis, tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi
adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada
bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut. Untuk sakit
jantung, ambil umbi segar 10 gram, tumbuk halus,
tambahkan air 1/2 gelas, saring ampasnya, minum airnya
setiap sore, atau 2-4 lembar daun dilalap 3 kali
sehari.
Untuk perdarahan pada perempuan, batuk/muntah darah,
dan payudara bengkak, ambil sebatang daun dewa dengan
berat sekitar 15 gram, rebus dengan 3 gelas air sampai
tersisa separonya. Setelah dingin, dibagi untuk 3 kali
minum, yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2
gelas.

Atlas
daunnya

menghilangkan

darah,

untuk

melahirkan, dan sakit jantung.

hanya

dapat
dan

patah,

dari

sehingga

jantung

koroner.

mengatasi

bengkak

perdarahan

sehabis

Untuk bisul dan koreng, ambil daun dewa dan daun sosor
bebek, keduanya dengan ukuran sama banyak, setelah
dipipis, ramuan ini ditempelkan pada bisul atau
koreng, lalu dibalut.
Mengatasi gigitan binatang berbisa, ambil umbi daun
dewa secukupnya, tumbuk halus. Bubuhkan di bagian
tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.
Bila panas pada anak, ambil daunnya, lalu tumbuk. Air
perasannya diminumkan.
Penelitian
Mengenai khasiat daun dewa bagi penyembuhan kanker,
empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta pernah mengadakan penelitian pada tahun
2003. Dengan dasar pemikiran proses perkembangan
kanker sama dengan proses pertumbuhan
pembuluh-pembuluh darah baru, mereka menguji efek
ekstrak daun dewa terhadap pertumbuhan pembuluh darah
baru. Mereka menggunakan telur ayam dengan embrio di
dalamnya tengah berkembang, sebagai bahan percobaan.
Ekstrak daun dewa yang mereka peroleh dengan
menggunakan etanol diteteskan ke telur-telur itu dalam
jumlah berbeda. Mereka juga menyiapkan sebutir telur
yang berada dalam lingkungan yang sama sebagai
perbandingan.
Hasilnya, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat
pertumbuhan pembuluh darah baru. Pertumbuhannya
terhambat sebanding dengan jumlah tetes ekstrak daun
dewa yang diberikan. Dengan kata lain, semakin tinggi
jumlah tetes ekstrak daun dewa, semakin terhambat
pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru. Sementara
itu, pertumbuhan pembuluh darah baru di telur yang
tidak ditetesi ekstrak daun dewa tetap normal atau
tidak terhambat.
Memang masih diperlukan penelitian lebih jauh mengenai
khasiat daun dewa ini. Namun Prof Hembing, dalam

paparannya di televisi, memasukkan daun dewa sebagai


obat kanker/tumor selain temu putih. Menurutnya, daun
dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver
berlemak dan asam urat.
''Saya tahu soal manfaat daun dewa. Saya memakai
umbinya untuk mengobati istri saya yang kena kanker
payudara. Saya bersyukur, istri saya pun akhirnya
sembuh,'' kata Soemarsono, penduduk Pondok Gede,
Bekasi mengenai pengobatan kanker dengan memanfaatkan
khasiat tumbuhan alam.
Ketika menyampaikan informasi ini beberapa waktu lalu,
ia mengatakan bahwa istrinya ini sudah pernah
dioperasi namun tak juga kunjung sembuh. Akhirnya
setelah mendengar bahwa umbi daun dewa mampu mengatasi
kanker, ia pun mulai meracik sendiri ramuan dari umbi
tersebut untuk istrinya.
Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour)
Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal
sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun
dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit.
Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan
Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris
ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan
tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak
ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat
obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma
menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat.
Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya
berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan
payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara
umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah
pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.
Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada
ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut.

Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya


tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur
berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut
dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian
atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau
muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang,
berwarna kuning berbentuk bonggol.
Efek

farmakologis

(koagulan=zat
pembekuan
panas,
zat

yang
darah),

sirkulasi,

daun

mempermudah
mencairkan

menghentikan
dan
saponin,

bekuan

adalah

antikoagulan

dan

mempercepat
darah,

perdarahan,

membersihkan
minyak

dewa

atsiri,

racun.

Daun

flavonoid,

farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.


Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan
bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak
dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka
terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita,
pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh
tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya
diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum
air dari satu batang daun dewa.
Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan
ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga
keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan
makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah
ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu
putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air
hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya
diminum.
Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka
terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan
bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar,
haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.

stimulasi
menghilangkan

dewa
dan

mengandung
tanin.

Efek

Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk


halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap
sore hari.
Untuk memperoleh daun dewa mungkin bisa didapatkan
pada penjual tanaman obat-obatan, atau pada penjual
tanaman hias. Bahkan ada yang sengaja
membudi-dayakannya, sebagaimana yang dilakukan oleh Ny
Zuli, warga Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan, Jalan
Girimulyo Mukti 252, Perumahan Grahamukti Utama,
Semarang, telepon (024) 6723891. Ia ingin membantu
mereka yang membutuhkan daun dewa.(M Ali-35)
http://solusiherbal.blogspot.co.id/2008/03/daun-dewa-timpal-diabetes-darahtinggi.html

Daun dan Umbi Daun Dewa (Genura Segetum)


Masyarakat sering rancu antara Mahkotadewa dan Daun Dewa, mungkin karena sama-sama ada
nama Dewa. Daun Dewa (Genura Segetum) bentuk tanamannya seperti sayuran dan berumbi
berbeda dengan Mahkotadewa (Phaleria Macrocarpa) yang merupakan tanaman perdu dan
tingginya bisa mencapai 10meter. Dalam pengobatan kanker Mahkotadewa sering digabungkan
dengan Umbi daun Dewa.
Kandungan Kimia Daun Dewa : Saponin, Minyak Atsiri, Flavonoid
Sifat Kimiawi dan Efek farmakologis : Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan
darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan.
Daun : Penyembuhan luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk
darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang
haid, digigit binatang berbisa.
Umbi : Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur),luka
terpukul, megobati masuk angin dan perdarahan sehabis melahirkan.
Pengolahan obat yang berasal dari daun dewa, bisa dengan daun segar yang disajikan langsung
ataupun dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. Setelah benar-benar
kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus
rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.
Menurut Dr Setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, bahwa bukan
hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di
pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. Selain itu
umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis

melahirkan, dan sakit jantung.


Prof Hembing, dalam paparannya di televisi, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor
selain temu putih. Menurutnya, daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak
dan asam urat.
Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pernah mengadakan penelitian
pada tahun 2003. Hasilnya, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat pertumbuhan tumor
dan sel kanker.
Idealnya daun dewa untuk kesehatan :
Untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari.
Untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun
dewa setiap hari.
Cara pemanfaatannya, antara lain :
Daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum untuk sakit panas dan kejang pada anak.
Daun dewa dengan berat sekitar 15 gram, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya.
Setelah dingin, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2 gelas,
untuk perdarahan pada perempuan, batuk/muntah darah, dan payudara bengkak, kolesterol
tinggi, hipertensi, mencegah tumor, mengobati kencing manis.
Untuk pengobatan luar, daun segar atau umbi segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian
tubuh yang sakit, seperti pembengkakan payudara, memar, bengkak akibat tulang patah, wasir,
digigit hewan berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka berdarah, bisul, koreng, radang kulit
bernanah, borok di kaki, cantengan dan kutil.
Umbinya seberat 15 gram di tumbuk ditambah air dan diperas, air perasannya di minum setiap
hari, untuk penyakit : batu kandung kemih, menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah,
tumor, sakit jantung, stroke, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan.
Tanaman daun dewa mengandung berbagai unsur kimia, antara lain saponin, flavonoid, minyak
atsiri, dan antikoagulan. Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang
mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi
sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun.
https://idid.facebook.com/tanaman.obat.herbal.indonesia/posts/704308509586363

Laporan Praktikum Biodiversitas_Keanekaragaman Tanaman Obat Hal 53


DAUN DEWA (
Gynurasegetum
(Lour.) Merr.)
Gambar 23. Morfologi tanaman daun dewa

KLASIFIKASI
Divisio :
Spermathophyta
Sub divisio :
Angiospermae
Class :
Dicotyledonae
Ordo :
Asterales
Family :
Asteraceae
Genus :
Gynura
Species :
Gynura segetum
(Lour.) Merr.
NAMA DAERAH

Sumatera : beluntas cina

Jawa : tigel ijo

Cina
:
sam sit
CIRI-CIRI
Daun dewa merupakan terna tahunan. Pertumbuhannya tegak dengan tinggi sekitar 30 -45 cm.
Batang daun dewa pendek, lunak, berbentuk segi lima, berpenampang lonjong, berambut halus,
berwarna ungu kehijauan. Daunnya tergolong daun tunggal, tersebar mengelilingi batang,
bertangkai pendek, berdaging, berbulu halus, berbentuk bulat telur, berujung lancip, tepi
bertoreh, pangkal meruncing, pertulangan menyirip. Daun tua membagi sangat dalam.

Laporan Praktikum Biodiversitas_Keanekaragaman Tanaman Obat Hal 54


Daun banyak berkumpul di bawah , agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Warna
permukaan daun hijau tua, bagian bawahnya berwarna hijau muda. Panjang daun 8

20 cm dan lebarnya 5

10 cm. Bunga daun dewa termasuk bunga majemuk yang tumbuh di ujung batang, berbentuk
bongkol, berbulu, kelopak hijau berbentuk cawan, benang sari berwarna kuning, dan berbentuk
jarum. Biji daun dewa berbentuk jarum dengan panjang 0,5 cm dan berwarna coklat. Akarnya

merupakan akar serabut, berwarna kuning muda. Tanaman ini memiliki umbi yang
berfungsisebagai tempat cadangan makanan, berwarna keabuabuan, panjang 3

6 cm dan diameter 3 cm.


KANDUNGAN KIMIA
Daun dewa mengandung senyawa flavonoid, asam fenolat, asam kloraogenat, asam kafeat, asam
p-kumarat, asam p-hidroksibenzoat, asam valiant, alkaloid, tannin, polifenol, saponin dan
minyak atsiri.
KHASIAT/MANFAAT
Menghilangkan bekuan darah (
hematom
) pembengkakan, tulang patah (
fraktur
), perdarahan sehabis melahirkan. Khasiat dan cara pemakaian : 1.
Luka terpukul, masuk angin

Bahan : umbi segar 6,9 gr, arak kuning (


wong ciu
) secukupnya

Pemakaian : umbi segar ditambah arak kuning secukupnya, kemudian dipanaskan. Minum. 2.
Digigit binatang berbisa

Bahan : umbi daun dewa 10 gram

Pemakaian : umbi daun dewa ditumbuk sampai halus. Bubuhkan dibagian tubuh yang tergigit
binatang berbisa, lalu dibalut. 3.
Mencegah stroke dan serangan jantung

Bahan : umbi daun dewa 10 gram, air gelas

Pemakaian: tumbuk umbi daun dewa, tambahkan air matang, saring, lalu peras. Minum air
perasan setiap sore. 4.
Pencegahan dan pengobatan rematik

Bahan : umbi daun dewa 10 gram, air matang gelas


Pemakaian: tumbuk umbi daun dewa, tambahkan air matang, saring, lalu peras. Minum air
perasan setiap sore.
https://www.scribd.com/doc/231414520/15/DAUN-DEWA-Gynura-segetumLour-Merr

Daun Dewa timpal diabetes, darah tinggi, sampai kanker

Daun dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC) bagi para


praktisi obat sudah tidak asing. Tanaman ini dapat
digunakan dalam keadaan masih segar dan atau dalam
bentuk simplisia. Keuntungan ganda dari tanaman ini
adalah selain digunakan sebagai obat, daun dewa juga
bsia sebagai sayur dalam bentuk lalapan. Ada sebagian
orang menyebut tanaman daun dewa untuk tanaman sambung
nyawa, atau sebaliknya. Hasil kajian ilmiah
determinasi tumbuhan terhadap kedua tanaman tersebut
oleh Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Bogor,
menyebutkan bahwa nama ilmiah daun dewa adalah Gynura
pseudochina (Lour.) DC dan sambung nyawa adalah Gynura
procumbens (Lour.) Merr.
Tanaman yang konon berasal dari Birma dan Cina ini
digolongkan pada tumbuhan terna, dengan tinggi 30
45, tumbuh tegak dan memiliki umbi. Selain daunnya,
umbi tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat.
Pada saat ini tanaman daun dewa sudah banyak
didapatkan di Pulau Jawa, bahkan sudah menyebar ke
Pulau Sumatera.
Daun dewa termasuk suku Asteraceae, marga Gynura
dengan klasifikasi sebagai berikut :
Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae (Compositae)
Marga : Gynura
Jenis : Gynura pseudochina (Lour.) DC
Ciri morfologi tanaman daun dewa adalah :
Batang, pendek dan lunak, tumbuh tegak dengan tinggi
30 45 cm, berbentuk segilima, penampang lonjong,
berambut halus dan berwarna ungu kehijauan.
Daun, berdaun tunggal, tersebar mengelilingi batang,
bertangkai pendek, berbentuk bulat lonjong, berdaging,
berbulu halus, ujung lancip,tepi bertoreh, pangkal
meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau,
panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 10 cm.
Bunga, majemuk yang tumbuh di ujung batang, bentuk
bongkol, berbulu, kelopak hijau berbentuk cawan,
benang sari kuning dan berbentuk jarum.
Biji, berbentuk jarum, panjang sekitar 0,5 cm,
berwarna cokelat
Akar, merupakan akar serabut, berwarna kuning muda
membentuk umbi sebagai tempat cadangan makanan
Efek Farmakologi
Daun dan umbi dari tanaman daun dewa bisa dipergunakan
sebagai obat antikoagulan (mengencerkan bekuan-bekuan
darah), anti pembengkakan, luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan (batuk darah,
muntah darah, mimisan), mengurangi pembengkakan atau
benjolan pada payudara, serta sangat efektif untuk
obat memperlancar haid. Tanaman daun dewa juga
memiliki rasa khas dan bersifat netral. Berdasarkan

hasil penelitian dan pengalaman empiris diketahui


bahwa tumbuhan ini bersifat antikoagulan,
antikarsinogen, antimutagenitas dan diuretic (peluruh
kencing). Selain itu juga diketahui bahwa semua bagian
tanaman ini dapat dipergunakan untuk mengobati tumor
payudara dan luka bakar.
Kandungan Kimia
Berdasarkan hasil penelitian para ahli bahwa kandungan
kimia yang terdapat pada tanaman daun dewa diantaranya
berupa senyawa flavanoid, asam fenolat, asam
klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam
p-hidroksibenzoat dan asam vanilat. Kandungan dan
manfaat senyawa flavanoid, saponin, dan minyak atsiri
diindikasikan dapat menurunkan kolesterol darah.
Minyak atsiri pada daun dewa diduga dapat merangsang
sirkulasi darah, juga bersifat analgetik dan anti
inflamasi. Minyak atsiri dan flavanoid juga bersifat
sebagai antiseptic. Senyawa lain yang terdapat pada
daun dewa adalah alkaloid, tannin dan polifenol.
Daun Dewa, Kanker, dan Stroke
DAUN dewa dikenal juga dengan sebutan bluntas China.
Tumbuhan semak ini hidup di ketinggian 0-1000 meter di
atas permukaan laut, dan tumbuh liar di beberapa
kawasan hutan di Indonesia. Batangnya lunak berwarna
hijau dengan alur memanjang. Ketinggiannya mencapai 30
sampai 50 cm.
Daunnya tunggal berambut lebat, warna permukaan atas
hijau tua dan bawah hijau muda. Panjang daun 8-20 cm,
lebar 5-10 cm. Bunga keluar dari ujung tangkai,
berwarna kuning.
Akarnya membentuk umbi, dengan panjang antara 3-6 cm
berdiameter sekitar 3 cm.
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia,
seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin.
Efek farmakologisnya dapat mencairkan bekuan darah,

menghentikan perdarahan, menurunkan panas,


membersihkan racun, penghilang nyeri, dan antiradang.
Daun dan Umbi
Menurut Dr Setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas
Tumbuhan Obat Indonesia, bahwa bukan hanya daunnya
yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan
pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga
memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner.
Selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak
karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis
melahirkan, dan sakit jantung.
Daunnya berguna untuk luka pukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan perdarahan, pembengkakan
payudara, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan
dan digigit binatang berbisa.
Cara pemanfaatannya, antara lain direbus, lalu diminum
airnya. Daunnya juga dapat dimakan mentah sebagai
lalapan. Untuk pengobatan luar, daun segar atau umbi
segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh
yang sakit, seperti pembengkakan payudara, memar,
bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan
berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka
berdarah, bisul, radang kulit bernanah, borok di kaki,
cantengan dan kutil.
Untuk luka bakar dan luka teriris, umbi daun dewa
dipipis, tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi
adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada
bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut. Untuk sakit
jantung, ambil umbi segar 10 gram, tumbuk halus,
tambahkan air 1/2 gelas, saring ampasnya, minum airnya
setiap sore, atau 2-4 lembar daun dilalap 3 kali
sehari.
Untuk perdarahan pada perempuan, batuk/muntah darah,
dan payudara bengkak, ambil sebatang daun dewa dengan
berat sekitar 15 gram, rebus dengan 3 gelas air sampai

tersisa separonya. Setelah dingin, dibagi untuk 3 kali


minum, yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2
gelas.
Untuk bisul dan koreng, ambil daun dewa dan daun sosor
bebek, keduanya dengan ukuran sama banyak, setelah
dipipis, ramuan ini ditempelkan pada bisul atau
koreng, lalu dibalut.
Mengatasi gigitan binatang berbisa, ambil umbi daun
dewa secukupnya, tumbuk halus. Bubuhkan di bagian
tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.
Bila panas pada anak, ambil daunnya, lalu tumbuk. Air
perasannya diminumkan.
Penelitian
Mengenai khasiat daun dewa bagi penyembuhan kanker,
empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta pernah mengadakan penelitian pada tahun
2003. Dengan dasar pemikiran proses perkembangan
kanker sama dengan proses pertumbuhan
pembuluh-pembuluh darah baru, mereka menguji efek
ekstrak daun dewa terhadap pertumbuhan pembuluh darah
baru. Mereka menggunakan telur ayam dengan embrio di
dalamnya tengah berkembang, sebagai bahan percobaan.
Ekstrak daun dewa yang mereka peroleh dengan
menggunakan etanol diteteskan ke telur-telur itu dalam
jumlah berbeda. Mereka juga menyiapkan sebutir telur
yang berada dalam lingkungan yang sama sebagai
perbandingan.
Hasilnya, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat
pertumbuhan pembuluh darah baru. Pertumbuhannya
terhambat sebanding dengan jumlah tetes ekstrak daun
dewa yang diberikan. Dengan kata lain, semakin tinggi
jumlah tetes ekstrak daun dewa, semakin terhambat
pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru. Sementara
itu, pertumbuhan pembuluh darah baru di telur yang

tidak ditetesi ekstrak daun dewa tetap normal atau


tidak terhambat.
Memang masih diperlukan penelitian lebih jauh mengenai
khasiat daun dewa ini. Namun Prof Hembing, dalam
paparannya di televisi, memasukkan daun dewa sebagai
obat kanker/tumor selain temu putih. Menurutnya, daun
dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver
berlemak dan asam urat.
''Saya tahu soal manfaat daun dewa. Saya memakai
umbinya untuk mengobati istri saya yang kena kanker
payudara. Saya bersyukur, istri saya pun akhirnya
sembuh,'' kata Soemarsono, penduduk Pondok Gede,
Bekasi mengenai pengobatan kanker dengan memanfaatkan
khasiat tumbuhan alam.
Ketika menyampaikan informasi ini beberapa waktu lalu,
ia mengatakan bahwa istrinya ini sudah pernah
dioperasi namun tak juga kunjung sembuh. Akhirnya
setelah mendengar bahwa umbi daun dewa mampu mengatasi
kanker, ia pun mulai meracik sendiri ramuan dari umbi
tersebut untuk istrinya.
Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour)
Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal
sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun
dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit.
Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan
Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris
ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan
tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak
ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat
obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma
menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat.
Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya
berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan
payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara

umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah


pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.
Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada
ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut.
Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya
tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur
berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut
dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian
atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau
muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang,
berwarna kuning berbentuk bonggol.
Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan
(koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat
pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi
sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan
panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung
zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek
farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.
Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan
bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak
dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka
terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita,
pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh
tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya
diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum
air dari satu batang daun dewa.
Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan
ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga
keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan
makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah
ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu
putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air
hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya
diminum.

Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka


terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan
bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar,
haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.
Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk
halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap
sore hari.Untuk memperoleh daun dewa mungkin bisa didapatkanpada penjual tanaman obatobatan, atau pada penjualtanaman hias.
Bahkan ada yang sengaja membudi-dayakannya, sebagaimana yang dilakukan oleh NyZuli,
warga Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan, JalanGirimulyo Mukti 252, Perumahan Grahamukti
Utama,Semarang, telepon (024) 6723891. Ia ingin membantumereka yang membutuhkan daun
dewa.
- See more at: http://sehat-secara-alami.blogspot.co.id/2008/03/daun-dewa-timpaldiabetes-darah-tinggi_31.html#sthash.lPzta90u.dpuf

http://sehat-secara-alami.blogspot.co.id/2008/03/daun-dewa-timpal-diabetes-darahtinggi_31.html

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Dewa


Mas Joko
Klasifikasi dan Morfologi

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Dewa Daun dewa atau yang dikenal dengan nama
latin Gynura divaricata merupakan tanaman yang kaya akan khasiat, salah satunya dimanfaatkan
sebagai bahan untuk obat herbal.

Bagi Anda yang kiranya tertarik jangan ragu untuk memulai budidaya tumbuhan yang satu ini,
hasilnya sangat menguntungkan apalagi nilai jualnya yang semakin lama semakin meningkat.
Beberapa orang menyebut tanaman ini sebagai samsit. Kandungan yang ada di dalamnya
memang sangat bermanfaat diantaranya adalah flavonin, saponin dan juga minyak atsiri.
Daun dewa banyak digunakan sebagai bahan obat rasa nyeri, mengingat kandungan di dalamnya
juga ada anti, anti inflamasi dan yang lainnya. sekilas tanaman yang satu ini memang tampak

seperti rumput liar biasa, namun jangan salah karena satu daunnya saja memiliki fungsi yang
sangat banyak bagi tubuh manusia.
Semakin lama permintaan akan daun ini semakin meningkat, hal ini jugalah yang membuat
harganya kian mahal. Jadi seandainya Anda sedang mencari tanaman apa yang kiranya memiliki
prospek bagus maka yang satu ini adalah pilihan paling tepat.
Salah satu keuntungan berbudi daya tanaman daun dewa ini adalah dari segi pengelolaan atau
perawatan yang tak begitu sulit begitu juga dengan biaya, bayangkan saja jika satu biji yang
Anda tanam sudah bisa menghasilkan satu tanaman yang besar dengan daun yang lebat, apalagi
untuk waktu panen sendiri tergolong singkat hanya butuh 4 bulan. Itupun dengan pemetikan
dilakukan secara berkala, mulai dari 4 sampai dengan 5 helai untuk hari ini dam diteruskan pada
minggu-minggu berikutnya, nilai yang dikantongi tentunya tak bisa dikatakan sedikit jika
dilakukan berulang-ulang. Selain dengan menjualnya pada pengepul secara langsung untuk Anda
yang memiliki keahlian meracik obat akan lebih baik memproduksinya sendiri.
Hasil atau nilai jualnya akan jauh lebih mahal. Untuk mengenal lebih dekat mengenai tanaman
daun dewa ini, berikut beberapa ciri morfologisnya:

Tanaman ini memiliki tinggi yang tak terlalu panjang yaitu antara 30 sampai
dengan 50 cm saja, namun dari sini akan banyak jumlah daun yang bisa
diproduksi.

Untuk daunnya sendiri memiliki panjang 20 cm dan lebar 10 cm, terbilang


cukup besar bukan, namun dari segi ketebalan juga cukup berisi, bentuknya
adalah bulan lonjong pendek.

Warna yang ditawarkan adalah hijau dan beberapa diantaranya sedikit


berwarna ungu mengkilat untuk yang sudah tua dan bisa dipanen.

Ujung daun lancip dan memiliki bulu halus pada permukannya, sekilas
memang tampak seperti daun tembakau namun tak menyimpan racun.

Memiliki bunga majemuk yang biasanya tumbuh di ujung batang, bunga


tersebut juga hanya bisa dilihat pada tanaman yang sudah siap petik atau
tua.

Kelopak bunganya berwarna hijau berbentuk cawan dengan kelopak bengsai


berwarna kuning.

Tanaman berkhasiat yang satu ini umumnya hanya bisa tumbuh pada dataran rendah dengan
ketinggian tak lebih dari 1.200 m dari permukaan laut, curah hujan juga sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhannya.

Jangan sampai Anda menanamnya pada tempat yang curah hujannya kurang, mengingat
pertumbuhannya juga tak akan bisa maksimal, utamakan mencari lahan yang senantiasa basah
dan curah hujan yang tinggi.
Intensitas pengairan yang tepat bisa membuat perkembangbiakannya maksimal dan lebih cepat.
Untuk modal yang diperlukan dalam pembudidayaannya juga tak terlalu banyak, sangat cocok
bagi yang ingin menambah penghasilan atau mencari usaha sampingan.
http://jokowarino.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-daun-dewa/

TANAMAN DAUN DEWA, UMBI DEWA


Gynura segetum ( Lour.) Merr. atau Gynura pseudochina
Familia: Asteraceae
Indonesian= Daun dewa, umbi dewa
Ready Stock ( Fresh and dried)
* SMS= + 62858-763-89979 mentary
* SMS= + 6281-32622-0589 simpaty
* SMS= + 6281-901-389-117 proXL
* Email= Dipokusumo01@ yahoo.com
* Ready Stock= Fresh Daun Dewa Flakes
* Pemanfaatan= Bagian yg dipakai seluruh tanaman
Daun Dewa ( Gynura divaricata, Gynura segetum ( Lour) Merr, atau Gynura
pseudochina)
> > Sedia Umbi DaunDewa Segar/ Kering
> > Sedia Umbi Kering Daun Dewa
KLASIFIKASI
TANAMAN DAUN DEWA, UMBI DEWA disebut Gynura segetum ( Lour.) Merr.
atau Gynura pseudochina atau Sinonim :
= Gynura procumbens, ( Lour.) , Merr. = Gynura pseudo-china DC. =
Gynura divaricata DC. = G. ovalis DC. = Senecio divarigata L.
termasuk kedalam Familia: Asteraceae , di Indonesian dikenal dengan=
Daun dewa, umbi dewa , Indonesian Lokal = Beluntas cina, daun dewa
( Sumatra) , Samsit; San qi cao ( China) .
HABITAT
Tanaman Daun Dewa adalah tanamanTerna tahunan, tegak, tinggi 50
cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang
muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak
tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat
telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat
dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang,
letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih.
Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda.
Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang,
warna kuning berbentuk bonggol ( kepala bunga) . Mempunyai umbi
berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang 3 cm.
KASIAT TRADISIONAL* * RESEP TRADISIONAL* *
~ Daun Dewa cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di
beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau
samsit.
~ Menurut penelitian, secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu

menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit ( tikus putih kecil) .


~ Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
~ Manfaat daun dewa berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat
untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah,
menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid,
dan dapat juga menurunkan kadar gula dalam darah.
~ Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah
pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.
* Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 01.000 meter di atas permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai
50 cm. Daunnya tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur
berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan warna
putih. Warna permukaan daun di bagian atas hijau tua, sedangkan di
bawahnya berwarna hijau muda. Bunganya terletak di bagian ujung
batang, berwarna kuning berbentuk bonggol.
~ Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan ( koagulan= zat yang
mempermudah dan mempercepat pembekuan darah) , mencairkan bekuan
darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan
panas, dan membersihkan racun.
~ Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan
tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.
~ Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa daun
dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis
pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan
pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh
tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila
anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.
~ Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor.
Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan
biarkan hingga keesokkan harinya.
~ Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk
kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu
putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300
cc, lalu disaring dan airnya diminum.
~ Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka terpukul, masuk
angin, digigit ular, dan menghilangkan bekuan darah, serta mengobati
stroke.
~ Untuk luka luar, haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.
~ Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk halus dan
ditambah air. Air perasannya diminum setiap sore hari..
* Manfaat Kegunakan DAUN Gynura pseudochina :

~ Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan ( Batuk


darah, muntah darah, mimisan) , pembengkakan payudara, infeksi
kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
* Manfaat UMBI Gynura pseudochin :
Menghilangkan bekuan darah ( haematom) pembengkakan, tulang patah
( Fraktur) , perdarahan sehabis melahirkan.
PEMAKAIAN DAUN SEGAR gynura pseudochin= 15-30 gram daun segar,
direbus atau ditumbuk kemudian diperas, diminum.
* PEMAKAIAN LUAR : Ambil Secukupnya daun tumbuhan gynura
pseudochin ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat
yang sakit..
* Daundewa ( Gynura divaricata, Gynura segetum ( Lour) Merr, cukup lama
dikenal sebagai tanaman antikanker.
~ Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir
Nasional ( BATAN) , secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu
menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit ( tikus putih kecil) .
~ Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
* Tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma
menyampaikan bahwa
~ Daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu berasal dari daun dan
umbinya.
~ Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan
sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara,
melancarkan haid.
~ Umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan,
pendarahan, tulang patah.
~ Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan ( koagulan= zat yang
mempermudah dan mempercepat pembekuan darah) , mencairkan bekuan
darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan
panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin,
minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari
seluruh tanaman.
* Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa=
~ Daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis
pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan
pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh
tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila
anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.
~ Bagian Daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor.
Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan
biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan
daun dewa sebagai lalap.

~ PENGOBATAN KANKER= Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram


daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
~ Bagian UMBINYA bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka terpukul,
masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan bekuan darah, serta
mengobati stroke.
~ Untuk luka luar, haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit.
~ Sedangkan untuk PENGOBATAN DALAM, umbinya ditumbuk halus dan
ditambah air. Air perasannya diminum setiap sore hari.
http://dpksm.indonetwork.co.id/4715058/tanaman-daun-dewa-umbi-dewa-gynurasegetum-lour-merr-gynura.htm

Mengenal tanaman Daun Dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC)


Daun dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC) bagi para praktisi obat sudah tidak
asing. Tanaman ini dapat digunakan dalam keadaan masih segar dan atau dalam
bentuk simplisia. Keuntungan ganda dari tanaman ini adalah selain digunakan
sebagai obat, daun dewa juga bsia sebagai sayur dalam bentuk lalapan. Ada
sebagian orang menyebut tanaman daun dewa untuk tanaman sambung nyawa,
atau sebaliknya. Hasil kajian ilmiah determinasi tumbuhan terhadap kedua tanaman
tersebut oleh Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Bogor, menyebutkan bahwa nama
ilmiah daun dewa adalah Gynura pseudochina (Lour.) DC dan sambung nyawa
adalah Gynura procumbens (Lour.) Merr.
Tanaman yang konon berasal dari Birma dan Cina ini digolongkan pada tumbuhan
terna, dengan tinggi 30 45, tumbuh tegak dan memiliki umbi. Selain daunnya,
umbi tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat. Pada saat ini tanaman daun
dewa sudah banyak didapatkan di Pulau Jawa, bahkan sudah menyebar ke Pulau
Sumatera.
Daun dewa termasuk suku Asteraceae, marga Gynura dengan klasifikasi sebagai
berikut :
I. Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae (Compositae)
Marga : Gynura
Jenis : Gynura pseudochina (Lour.) DC
II. Ciri morfologi tanaman daun dewa adalah :
1. Batang, pendek dan lunak, tumbuh tegak dengan tinggi 30 45 cm, berbentuk

segilima, penampang lonjong, berambut halus dan berwarna ungu kehijauan.


2. Daun, berdaun tunggal, tersebar mengelilingi batang, bertangkai pendek,
berbentuk bulat lonjong, berdaging, berbulu halus, ujung lancip,tepi bertoreh,
pangkal meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau, panjang daun sekitar 20
cm dan lebar 10 cm.
3. Bunga, majemuk yang tumbuh di ujung batang, bentuk bongkol, berbulu, kelopak
hijau berbentuk cawan, benang sari kuning dan berbentuk jarum.
4. Biji, berbentuk jarum, panjang sekitar 0,5 cm, berwarna cokelat
5. Akar, merupakan akar serabut, berwarna kuning muda membentuk umbi sebagai
tempat cadangan makanan
III. Efek Farmakologi
Daun dan umbi dari tanaman daun dewa bisa dipergunakan sebagai obat
antikoagulan (mengencerkan bekuan-bekuan darah), anti pembengkakan, luka
terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan (batuk darah,
muntah darah, mimisan), mengurangi pembengkakan atau benjolan pada payudara,
serta sangat efektif untuk obat memperlancar haid. Tanaman daun dewa juga
memiliki rasa khas dan bersifat netral. Berdasarkan hasil penelitian dan
pengalaman empiris diketahui bahwa tumbuhan ini bersifat antikoagulan,
antikarsinogen, antimutagenitas dan diuretic (peluruh kencing). Selain itu juga
diketahui bahwa semua bagian tanaman ini dapat dipergunakan untuk mengobati
tumor payudara dan luka bakar.
IV. Kandungan Kimia
Berdasarkan hasil penelitian para ahli bahwa kandungan kimia yang terdapat pada
tanaman daun dewa diantaranya berupa senyawa flavanoid, asam fenolat, asam
klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam p-hidroksibenzoat dan asam
vanilat. Kandungan dan manfaat senyawa flavanoid, saponin, dan minyak atsiri
diindikasikan dapat menurunkan kolesterol darah. Minyak atsiri pada daun dewa
diduga dapat merangsang sirkulasi darah, juga bersifat analgetik dan anti inflamasi.
Minyak atsiri dan flavanoid juga bersifat sebagai antiseptic. Senyawa lain yang
terdapat pada daun dewa adalah alkaloid, tannin dan polifenol.
V. Manfaat daun dewa
(a) Sayuran segar (lalapan)
Di daerah Jawa Barat biasa memanfaatkan daun dewa sebagai lalapan teman
makan nasi untuk menambah selera makan. Sebagai lalapan, baik untuk

pencernaan karena mengandung cukup banyak serat, juga sebagai pencegah dan
pengobat suatu penyakit.
(b) Sebagai obat
Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman empiris ternyata daun dewa dapat
dimanfaatkan sebagai obat. Beberapa contoh resep dapat disajikan sebagai
berikut :
Demam berdarah
Bahan : 30 gram daun dewa segar
Cara pembuatan : direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring.
Cara pemakaian : diminum dalam keadaan hangat 3 x 100 cc per hari atau
mengonsumsi kapsul serbuk daun dewa @ 500 mg,

Reumatik
Bahan : 30 gram daun dewa segar
Cara pembuatan : direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring.
Cara pemakaian : diminum dalam keadaan hangat sebanyak 2 x 150 cc per hari.
Keseleo
Bahan : 30 gram daun dewa segar, 25 gram temu hitam dan 25 gram temulawak
Cara pembuatan : direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring.
Cara pemakaian : diminum dalam keadaan hangat sebanyak 2 x 150 cc per hari.
VI. Peluang bisnis daun dewa
Seiring dengan pergeseran perilaku konsumen untuk kembali pada konsep
kesehatan dan kecantikan alamiah (back to nature), maka daun dewa mempunyai
prospek yang cukup menjanjikan karena banyak digunakan dalam industri jamu dan
industri obat-obatan. Baik daun maupun umbi dari tanaman daun dewa sama
pentingnya dan manfaatnya. Daun dewa setelah dipanen dapat digunakan dalam
keadaan segar atau dalam bentuk kapsul serbuk dan kapsul ekstrak (setelah
melalui proses pengolahan). Pembuatan daun dewa sebagai kapsul serbuk harus
memenuhi standar pembuatan obat yang baik untuk menjaga agar higienis dan
mutunya terjamin.
Kebutuhan daun dewa kering untuk saat ini sangat tinggi, oleh karenanya sering
terjadi para pengobat memburu daun dewa karena pasokannya kurang kontinyu.
Pada saat ini, harga daun dewa dalam keadaan kering dengan kadar air sekitar 1015% bisa mencapai Rp 40.000,- Rp 50.000,- per kg, sedangkan umbi daun dewa di
tingkat produsen mencapai Rp 25.000,- per kg kering. Daun dewa telah ada di
pasar-pasar tradisional di beberapa kota di Pulau Jawa seperti DKI, Semarang dan
DIY. Sementara di pasar umum di DKI bisa diperoleh di pasar tradisional seperti

pasar Senen, pasar Jatinegara dan beberapa Swalayan.


Daun dewa dalam bentuk simplisia yang ada di pasar-pasar sebagaimana
disebutkan diatas, umumnya dipasok oleh pedagang pengumpul dan belum
berkesinambungan. Hal ini terjadi karena belum adanya petani yang
mengembangkan tanaman daun dewa secara intensif dan professional. Mengingat
kebutuhan daun dewa yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan permintaan
cukup besar, hal ini merupakan peluang bisnis yang prospektif untuk
mengembangkan tanaman daun dewa.
http://ilham-agt08.blogspot.co.id/2009/04/mengenal-tanaman-daun-dewagynura.html