Anda di halaman 1dari 20

SEP

18

RENCANA BISNIS keripik labu kuning

RENCANA BISNIS
keripik labu kuning
(jenis produk)

Oleh
(nama pemrakarsa/pengusaha)

(nama perusahaan)

Jln. .
(alamat dan no telp perusahaan)

IDENTITAS PERUSAHAAN
Nama Perusahaan
Alamat Perusahaan
Status Badan Hukum

:
:
:

Pimpinan
Nama

Alamat

EXECUTIVE SUMMARY
Menjelaskan rencana usaha secara ringkas tentang rencana produk, strategi
pemasaran, teknologi produksi, organisasi, dan keuangan. Executive summary tidak
lebih dari satu halaman.

RENCANA BISNIS
keripik labu kuning
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Labu kuning merupakan komoditi yang banyak terdapat di Sumatera Barat, yaitu
yaitu yersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Tetapi sampai saat ini
belum ada untuk pengembagan dari komoditi ini baik dari pemerintah maupun pihak
lain, selama ini labu kuning hanya dijadikan sebagai sayur dan kolak, ini perlu rasanya
supaya komoditi ini dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya sehingga nantinya petani labu
kuning dapat lebih meningkat penghasilannya dan berproduksi secara berkelanjutan.
Salah satu untuk meningkatkan nilai ekonomis dari labu kuning adalah
menjadikan labu kuning berbentuk kripik sehingga nantinya diharapkan daya tahan
simpan dari produk ini dapat lebih panjang, bentuk dan penempakan lebih menarik dan
dapat juga di jadikan beraneka cita rasa.
Dalam meningkatkan nilai ekonomis dari labu kuning dibutuhkan mesin
penggorengan yang lebih spesifik (vacum frying), disamping itu diperlukan keahlian
khusus untuk pengolahan labu kuning menjadi dalam bentuk keripik labu kuning.

1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan
Adapun tujuan dari pe:ndirian industri labu kuning antara lain :
Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari labu kuning yang dikenal sebagai komoditi
khas Sumatera Barat.
Menjadikan nantinya keripik labu kuning menjadi oleh-oleh atau buah tangan seetiap
orang yang berkunjung ke Sumatera Barat
Meningkatkan rasa perhatian dan kecintaan terhadap pangan local serta pemampaatan
komoditi lokal khususnya bengkuang dan labu kuning.
Menyediakan lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran khususnya di
Sumatera Barat.
Meningkatkan perekonomian masyarakat dari pasca gempa yang sempat mematikan
prekonomian Sumatera Barat.

ASPEK PEMASARAN
1. Gambaran Pasar
a. Jenis/Nama produk yang akan dipasarkan
Keripik Labu Kuning : Merupakan produk olahan dari labu kuning menjadi kripik labu
kuning dengan menggunakan vakum prying, sehingga menghasilkan cita rasa
dan tekstur khas labu kining.
b. Kelompok konsumen/segmen pasar
Segmen Pasar dari produk ini adalah khususnya para wisatawan baik wisatawan
lokal maupun wisatawan manca Negara dan pada umumnya masyrakat Sumatera Barat
juga Propinsi tetangga misalnya Riau,jambi, dan Sumatera Utara. Ada kemungkinan
besar para wisatawan akan tertarik untuk menikmati dan mencicipi produk khas
Sumatera
c. Wilayah/daerah pemasaran
Produk ini akan di pasarkan di daerah Sumatera Barat, Riau, Jambi dan khususnya
dikota Padang. Cara pendistribusiannya akan dilakukan dengan menitipkan produk
pada took-toko makanan, mini-market, swalayan misalnya toko makanan Mahkota, Citra
swalayan, toko Farid dan lain-lain.
d. Sarana dan alat transportasi ke wilayah pemasaran
Sarana dengan menggunakan kendraan beroda dua jika daerah pemasaran di luar
daerah sarana yang digunakan adalah jasa pengiriman barang dengan bus yang
berasal dari daerah tersebut.
2. Proyeksi PenjualaN
PENJUALA
N
HARGA
TH
(UNIT)
(RP/UNIT)
8.00
18.00
1 0
0
9.60
19.80
2 0
0
11.52
21.78
3 0
0

PENJUALA
N
(RP/TH)

BIAYA
PENJUALAN
(RP/TAHUN)
14.400.0

144.000.000 00

PENJUALAN
BERSIH
(RP)
129.600.0
00

19.008.0
190.080.000 00

171.072.0
00

25.090.5
250.905.600 60

Asumsi-asumsi
Peningktan harga (%/th)
Biaya Penjualan (% dari harga)

225.815.0
40

10%
10%

Peningkatan Jumlah penjualan

20%

3. Strategi pemasaran
a. Disain/Spesifikasi produk (bandingkan dengan pesaing)
Bila dibandingkan dengan produk lain, produk yang akan diproduksi masih tergolong
baru karena belum ada dipasaran biasanya keripik terbuat dari singkong dan ubi jalar
b. Harga
Harga keripik labu kuning Rp 18000/kg
c. Sistem distribusi
Sistem distribusi yang dilakukan ialah :
Adapun sistem distribusi yang kami lakukan untuk memasarkan produk keripik ini
adalah dengan mendistribusikan langsung ke tempat-tempat pemasaran dengan cara
menitipkan ke toko-toko makanan, mini market dan swalayan.
d. Promosi
Sistem promosi yang dilakukan antara lain :
- Media massa (seperti : koran dan televisi)
- Blog
- Website
- Stand-stand (seperti : Bazar dan Padang Fair)
- Pamflet
- Brosur-brosur dan Media promosi lainnya

ASPEK PRODUKSI
1. Proses Produksi (gambarkan bagan alir produksi)

2. Kebutuhan Bangunan
N
o

Nama
Bangunan
/Fungsi

1 Renovasi
2

Luas
(M2)
10

Harga
(Rp/M2)
10
0.000

Total Harga
(Rp)
1.00
0.000

Umur ekonomis
(th)
5

Penyusutan
(Rp/th)
20
0.000

Nilai
(Rp
.000

3
Jumlah
3. Mesin dan peralatan
No

Nama Mesin

Merk/

Jumlah

Harga

Total biaya

Umur ekonomis

Penyusutan

/Peralatan

Spesifikasi

(unit)

(Rp)

(Rp)

(th)

(Rp/th)

Alat Penggorengan Vacum

20.000.000

20.000.000

4.000.000

Alat pemotong labu

2.000.000

2.000.000

400.000

Baskom/tampaian

20.000

100.000

20.000

4
5
Jumlah

22.100.000

4. Bahan Baku dan bahan penolong


No

Nama Bahan

Labu kuning

Minyak goreng

Bumbu-bumbu

Kebutuhan
(unit/th)
9.00
0
1.50
0
1.50
0

Harga
(Rp/unit)

Jumlah Biaya
(Rp/th)

2.500

22.500.000

7.000
50

10.500.000

750.000
-

4.420.000

Jumlah
Peningkatan jumlah Produksi (%/th) :
Peningkatan harga bahan baku (%/th) :

33.750.000
20%
10%

5. Tenaga Kerja
N
o

Jenis Pekerjaan

1 Pemotogan
2 Penggorengan

Jumlah TK
(OH/th)
30
0
30
0

Harga
Jumlah Upah
(Rp/OH)
(Rp/th)
50.00
0
15.000.000
50.00
0
15.000.000

Jumlah

Peningkatan jumlah Produksi (%/th) :


Peningkatan upah tenaga kerja (%/th) :

30.000.000

20%
10%

6.

ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN


1. Struktur Organisasi Perusahaan

2. Kualifikasi Tim Manajemen


No

Kualifikasi
(Pendidikan/pengalaman)
Sarjana
SMA

Jabatan
1
2
3
4
5
6

DIRUT
Tukiman

3. Anggaran Balas jasa Tim Manajemen


No

Jumlah
(orang)

Jabatan
1 Direktur

Gaji
(Rp/Th)
18.000.00

Jumlah Gaji
(Rp/th)

18.000.000
12.000.00

2 Manejer

12.000.000

Jumlah

30.000.000

ASPEK KEUANGAN

1. Kebutuhan Modal Investasi

KEBUTUHAN MODAL INVESTASI


NO
1
1.1.
1.2.
1.3
1.4
1.5
1.6
2
2.1
2.2
2.3
2.4

KETERANGAN
Investasi Awal
Tanah
Bangunan
Mesin dan Peralatan
Inventaris kantor
Kendaraan
Lain-lain
Sub Jumlah
Biaya Pra-operasi
Penyusunan Rencana
Usaha
Perizinan
Produksi Percobaan
Lain-lain
sub Jumlah
Jumlah Biaya Investasi

BIAYA (RP)

22.100.000
500.000
22.600.000

500.000
1.000.000
100.000
100.000
1.700.000
24.300.000

2. Kebutuhan Modal Kerja


KEBUTUHAN MODAL KERJA
NO
1
2
3
4
5
6
6
7
8
9
10
11

JENIS BIAYA
Bahan Baku
Upah tenaga kerja langsung
Biaya Umum pabrik (listrik, BBM, pelumas, air)
Gaji Tim Manajemen
Alat tulis kantor
Listrik, Air, telp
Pemeliharaan gedung, mesin dan peralatan
Sewa gedung
Sewa kendaraan
Biaya operasi kendaraan
promosi
Lain-lain

BIAYA (RP)
33.750.000
30.000.000
1.000.000
30.000.000
100.000
1.000.000
1.000.000
10.000.000

Jumlah

111.850.000

Kebutuhan Modal Kerja (bulan)


Kebutuhan Modal Kerja (Rp)
3.

3.000.000
2.000.000

4
37.283.333

Total Kebutuhan Modal dan sumber Permodalan


NO
JENIS MODAL
1
Modal Investasi
2
Modal Kerja
Jumlah

KEBUTUHAN (RP)
24.300.000
37.283.333
61.583.333

SUMBER MODAL
NO
SUMBER
1
Modal sendiri
2
Modal pinjaman
Jumlah

JUMLAH (RP)
10.000.000
51.583.333
61.583.333

4. Proyeksi Rugi-Laba
NO

KETERANGAN

1.
2
2.1.

Hasil Penjualan
Harga Pokok Produksi
Bahan Baku

1
129.600.000

TAHUN
2
171.072.000

3
225.815.04

33.750.000

44.550.000

58.806.00

2.2

Upah Langsung

30.000.000
1.000.00

2.3

3
4
4.1.

Biaya umum pabrik


Total Harga Pokok Produksi
Laba Kotor
Biaya Usaha
Gaji tim Manajemen

4.2.

ATK

4.3

Listrik,telp, air (kantor)

4.4
4.5

Biaya pemeliharaan
Sewa gedung

4.6.

Sewa kendaraan

64.750.000
64.850.000
30.000.000
100.00

39.600.000

52.272.00

1.320.000
85.470.000
85.602.000

1.742.40
112.820.400
112.994.640

33.000.000

36.300.00

110.000

121.00

1.100.000

1.210.00

1.100.000
11.000.000

1.210.00
12.100.00

1.000.00
1.000.00
10.000.000
-

3.000.00
4.7

Biaya operasi kendaraan

3.300.000

3.630.00

47.100.000
4.986.667

2.200.000
51.810.000
4.986.667

2.420.00
56.991.000
4.986.667

52.086.667
12.763.333
6.190.000
6.573.333

56.796.667
28.805.333
6.190.000
22.615.333

61.977.667
51.016.973
6.190.000
44.826.973

2.000.00
4.8
5
6
7
8
9

Biaya promosi
Total Biaya usaha
Penyusutan & Amortisasi
Total Biaya Usaha &
penyusutan
Laba Usaha
Bunga Pinjaman
Laba Bersih

Asumsi Bunga Pinjaman

12%

Pay Back Period (PBP) (th)


BEP (unit/th)
5. Proyeksi Arus Kas
N
O
1

3,7
5.25
8
TAHUN

KETERANGAN

ARUS KAS
MASUK
129.600.00

1.1
1.2
.
1.3
.

Hasil penjualan

0
10.000.00

Modal Sendiri

Modal pinjaman

51.583.33

225.
171.072.000 0

61.583.33
2
2.1
.
2.2
.
2.3
.
2.4
.

Total Kas Masuk


ARUS KAS
KELUAR

Investasi
Biaya Pokok
Produksi

129.600.00
171.072.000 0

24.300.00
64.750.00
0

85.470.00
0

Biaya Usaha

51.810.00
0

Total Kas Keluar

KAS NETTO

6.190.00
0

37.283.33

11.560.00
0

4
37.283.33
3

176.

17.194.44
Angsuran Pinjaman
SALDO KAS
5
AKHIR
NILAI SISA
6
HARTA TETAP
Analisis Finansial
1
NPV
2
IRR

6.

118.040.00
0

56.
0

6.190.00
Bunga Pinjaman

112.
0

47.100.00

24.300.00
3

225.

4
(5.634.444

143.470.000 0
27.602.00
0
17.194.44
4
10.407.55
6

49.

17.

32.

8.
0
Rp50.960.645
23%

Rate

6.

KESIMPULAN
Simpulkan semua aspek mulai dari pemasaran, produksi, organisasi dan keuangan.
Berdasrkan kesimpulan tersebut beri saran untuk merealisasikan rencana bisnis
tersebut menjadi bisnis yang sesungguhnya.
Diposkan 18th September 2011 oleh M.Ridho
0

Tambahkan komentar

M.Ridho's
Blog--------------------Timeslide

Beranda

DEC

23

Perbedaan Mendasar Marketing dan Sales


Sebenarnya, apa perbedaan sales dan marketing? Bagaimana kedua divisi berbeda dan bagaimana
kedua divisi dapat bekerja sama dengan baik? Kebanyakan orang salah memahami tugas dan pengertian
dari marketing ataupun sales. Satu hal yang jelas adalah, kedua divisi tersebut bukanlah hal yang sama.

Cara / Strategi Pemasaran Produk baru

Jika anda adalah seorang pengusaha pemula atau seorang salesman untuk produk baru, maka anda
dituntut untuk mencapai target atau melampaui target penjualan yang ditetapkan, tmeraih keuntungan
sebesar besarnya dengan biaya sekecil kecilnya agar anda & perusahaan anda mendapatkan uang untuk
menghidupi

Packaging / Kemasan
Resume Jurnal : Analisa Statistical Quality Control dalam Penentuan Pengawasan Kualitas
Produk

Contoh Laporan Praktikum Manajemen Katering

NOV

14

Contoh Perancangan Produk


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perancangan Produk
Perancangan dan pembuatan produk merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik
yang ada.

Contoh Struktur Organisasi, Perencanaan Tenaga Kerja Langsung


dan Tak Langsung
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Struktur Organisasi
Organizational structure is partly affected by the firms external environment. Research suggests that
firms organized to deal with reliable and stable markets may not be as effective in a complex, rapidly
changing environment.

JIT and Job Satisfaction


Poka Yoke - alat untuk menghindari kesalahan
Siapakah Konsumen ?
Jidoka - Kata kunci lain dari Pull System
Push System to Pull System
OCT

5S Manufacturing - Japanese Management


Practices
5S Manufacturing
Fenomena lain dari Japanese Management Practices adalah 5S. kependekan dari 5 kata Jepang yaitu
Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke.

Ky'zen ( kaizen ) / Heijunka


Heijunka

Kyzen, yang terdiri dari dua makna penting yaitu:


perbaikan terus menerus tiada henti melibatkan seluruh anggota organisasi telah merasuki berbagai
pemikiran di manajemen operasi sehingga memuculkan berbagai fenomena baru yang berasal dari
pengalaman di Gemba dan bukan berasal dari kajia

Muda ( Non Added Value : tidak memberikan nilai tambah )

Teori keputusan ( Decision Teory ) : Decision tree & Decision Analysis

Mengenal Kanban dalam sistem industri


Apakah dengan JIT, EOQ tidak dipakai?

OCT

EOQ Economic Order Quantity, Wagner & Within


dan Silver & Meal
EOQ atau Economic Order Quantity memiliki rangkaian asumsi yang harus dipenuhi untuk membuat
model tersebut valid bila henda diterapkan.

Teori persediaan ( inventory teory )


Pertanyaan yang harus dijawab ketika akan mengadakan persediaan bahan baku atau bahan pembantu
adalah berapa harus dibeli, kapan harus dibeli, dan dimana harus dibeli pada saat proses perencanaan.
Jawaban terhadap pertanyaan ini dicari agar efisiensi dan efektifitas operasi dijaga.

Memuat
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.