Anda di halaman 1dari 21

MK(KELAS D)_TUGAS 1_Rachmat Nur Ibrahim(153010157)

1. Definisi kualitas dengan Unpas sebagai objeknya ?


Jawab :
Kualitas menurut saya adalah sesuatu yang mempunyai value tinggi, jadi sebagai salah satu
mahasiswa Unpas saya merasa bangga. Unpas merupakan kampus yang berstandar
internasional dan telah ter- akridetasi A oleh BAN- PT dan telah menorehkan berbagai
prestasi baik Nasional maupun Internasional. Unpas merupakan kampus yang berkualitas
karena dari segi fasilitas yang ada sudah mendukung seperti Gedung yang memadai, ruangan
kelas yang nyaman dan kelancaran dalam memperoleh internet. Selain itu di Unpas terdapat
dosen dosen yang telah berpengalaman dalam mengajar serta telah banya menerbitkan suatu
karya ilmiah.

MK(Kelas D)_TUGAS 2_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

1. Buat Contoh penerapan filosofi TQM ?


Jawab :
Saya akan mencoba menerapkan filosofi Total Quality Management (TQM)
dalam sebuah perusahaan Ekspedisi. Dalam menerapkan TQM ini maka
perusahaan ekspedisi harus memperhatikan tentang teori TQM itu sendiri
dan menerapkanya dalam perusahaanya. Contoh contoh penerapan TQM
dalam perusahaan ekspedisi diantaranya :

Selalu mengatarkan paket barang tepat waktu sesuai keinginan


konsumen.
Mengganti kerugian apabila terjadi kerusakan pada barang yang
dikirmkan.
Membuat sistem informasi tentang status pengiriman paket
sehingga pelanggan bisa mengetahui status tentang pengiriman
paketnya.
Melakukan perbaikan terus menerus terhadap sistem yang ada
dengan melakukan inovasi inovasi.
Menerapkan Teknologi dalam pelayanan.
2. Buat contoh indikator perusahaan berupaya memberikan kepuasaan
kepada pelanggan!
Memberikan Layayanan konsumen yang melayani tentang detail
produk seta mendengar keluhan tentang konsumen terhadap
produk itu sendiri.
Memberikan Garansi terhadap segala kerusakan produk.
Memberikan pelatihan kerja pada tenaga kerja agar lebih
menghasilkan produk yang lebih dan meminimalisir kecacatan.
Selalu meningkatkan sistem yang ada.

MK(Kelas D)_TUGAS 3_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

1.

Buatlah Daftar Quality Cost !


Jawab :

Kategori
Biaya pencegahan (preventive Cost)

Biaya yang dikeluarkan


Biaya Pelatihan
Perencanaan kualitas dan desain
Vendor Survey
Penelitian kapabilitas proses
Re-check produk

Biaya penilaian (Appraisal Cost )

Testing Produk
Pembelian peralatan
Peninjauan kualitas dan audit
Biaya laboratorium

Biaya kegagalan (failure Cost) Internal

Biaya scrap dan pengerjaan ulang(rework)


Biaya perubahan Desain (Desain Change)
Biaya kelebihan persediaan
Biaya pembeliaan bahan

Biaya Kegagalan (Failure Cost ) Eksternal

Biaya purna jurnal


Biaya pengembalian produk
Biaya ganti rugi
Biaya penangan keluhan pelanggan

Selain tiga kategori diatas terdapat juga kerugiaan kerugian yang muncul akibat kualitas yang buruk.
Biaya sperti ini muncul karena kurangnya kualitas yang terdapat dalam produk, biasanya kerugianya sering
tidak disadari oleh perusahaan seperti berikut :

Biaya Manajemen
Kehilangan Kepercayaan Konsumen
Kerugian Kehilangan proyek bisnis
Biaya Pemeliharaan
Biaya Kehilangan Aset
Kehilangan waktu
Pengeluaran biaya lainnya yang tak terduga
Biaya Pemeliharaan

MK(Kelas D)_TUGAS 4_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)


1.

Tentukan Lot Sebuah Produk !


Jawab :
Sebuah pabrik melakukan pemeriksaan pada i1 lot bahan baku yang dipasok oleh sebuah supplier. Dari
suatu lot yang berisi 1000 gulung benang, diambil sampel 20 gulung. Batas maksimum gulungan
benang cacat yang diperbolehkan 1 gulung dengan rata rata cacat sebesar 5 %. Berpakah probabilitas
lot akan diterima dan ditolak ?
Diketahui : N=100
c=1
n=20
p=5%=0,05
=n.p =20*0,05=1
Probabilitas lot diterima :
Pa=P(dc;u)=P(d1;1)=0,736
Probabilitas lot ditolak :
Pa=1-Pa=1-0,736=0,264

2.

Jelaskan Mengapa perlu Acceptance Sampling !


Jawab :
Acceptance Sampling digunakan digunakan untuk memeriksa suatu produk dengan mengambil
beberapa sampel dari suatu produk, hal tersebut dilakukan apabila jumlah produk sangatlah banyak dan
tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan satu per satu. Berikut merupakan beberapa alasan
digunakanya acceptance Sampling :
Populasi/lot yang akan diuji berukuran besar
Waktu pengujianya singkat
Jumlah tenaga kerja sedikit
Biaya unutuk melakukan pengujan terbatas
Pengujian bersifat destruktif
Inspeksi secara manual (dimana dapat menimbulkan kelelahan dan kebosanan sehingga
menyebabkan makin banyak konsumen yang menerima produk defektif)
Mempercepat proses pengiriman dan menghindari delay

MK(Kelas D)_TUGAS 5_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

Cari sebuah kasus/topik aktual (berkenaan dengan produk atau jasa yang
nyata/riil)
Isi tabel berikut ini

Contoh Kasus perhitungan DPMO Six Sigma


Dalam sebuah proses produksi, terdapat 4 langkah proses perakitan dan
masing-masing langkah tersebut memiliki kesempatan untuk terdapat
kegagalan (cacat) dan melakukan perakitan produk. Jumlah Input yang
dimasukan ke dalam proses perakitan adalah 500unit. Dalam proses
perakitanterdapat 2 defect (cacat). Berapakah DPMO Produksi tersebut ?
Penyelesaian :
D (Jumlah Defect) = 2
U (Jumlah Unit) = 500

O (Jumlah Kesempatan) = 4
DPMO = ?
DPMO

= ( D / (U x O)) x 1,000,000

DPMO = (2 / (500 x 4)) x 1,000,000


= 0.001 x 1,000,000
= 1,000 DPMO
Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini :

MK(Kelas D)_TUGAS 6_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

1. Buat Program Quality Improvement !


Jawab :
Proses peningkatan mutu ( Quality Improvement )adalah mengidentifikasi
indikator mutu dalam pelayanan, memonitor indikator tersebut dan mengukur
hasil dari indikator mutu tersebut yang tentunya mengarah pada outcome, serta
selalu berfokus dalam rangka peningkatan proses, sehinga tingkat mutu dari
hasil yang dicapai akan meningkat. Tentunya upaya peningkatan mutu ( Quality
Improvement ) dilakukan dengan terlebih dahulu diawali dari jaminan mutu
(quality assurance), kemudian mengarah pada peningkatan mutu yang proaktif.
Hal penting yang menjadi sebuah catatan adalah mutu yang rendah masih dapat
kita tingkatkan bila kita berkehendak untuk melakukannya dengan melakukan

peningkatan mutu ( quality improvement ). Dalam pembuatan program Quality


Improvement saya akan mengambil contoh kasus dalam perbankan, dalam
peningkatan terdapat program program yang bertujuan untun peningkatan
kualitas Bank diantarnya adalah :

Peningkatan kualitas pengaturan perbankan


Peningkatan fungsi pengawasan
Peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan
Pengembangan infrastruktur perbankan
Peningkatan perlindungan nasabah

a. Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan


Peningkatan efektivitas pengaturan serta pemenuhan standar pengaturan yang
mengacu pada international best practices adalah hal yang sangat penting. Hal
tersebut dapat dicapai dengan penyepurnaan proses penyusunan kebijakan
perbankan serta penerapan 25 Basel Core Principles for Effective Banking
Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dari sisi proses penyusunan
kebijakan perbankan diharapkan dalam waktu dua tahun kedepan Bank
Indonesia telah memiliki system penyusunan kebijakan perbankan yang efektif
dengan melibatkan pihak terkait dalam proses penyusunannya. Hal ini berarti
bahwa pada tahun 2006, bank Indonesia telah memiliki system penyusunan
kebijakan perbankan yang efektif.
b. Peningkatan Fungsi Pengawasan
Peningkatan independensi dan efektivitas pengawasan perbankan dicapai
dengan peningkatan kompetensi pemeriksa bank, oeningkatan koordinasi
antarlembaga pengawas, pengembangan pengawasan berbasis risiko (risk based
supervision
development),
peningkatan
efektivitas
penegakan
hokum
(enforcement), dan konsolidasi organisasi sector perbankan di Bank Indonesia.
Dalam jangka waktu dua tahun kedepan diharapkan fungsi pengawasan bank
yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan
pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas di Negara lain yang telah
lebih dulu menerapkan 25 basel core priciples.
c. Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan
Peningkatan good corporate governance (GCG), kualitas manajemen risiko, dan
kemampuan operasional manajemen perlu diddukung dengan penetapan
standar yang sesuai untuk meningkatkan kinerja operasional perbankan. Dalam
waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan kondisi internal perbankan
nasional menjadi semakin kuat dengan kemapuan menghadapi risiko yang
semakin baik.
d. Pengembangan Infrastruktur Perbankan
Pengembangan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti
biro kredit (credit bureau), lembaga pemeringkat kredit domestic, dan
pengembangan skema penjamin kredit merupakan program penting dalam
pengembangan infrastruktur perbankan. Pengembangan biro kredit akan
membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya.

Penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam utang yang diperdagangkan di


bursa efek (publicly-traded debt) yang dimiliki bank akan meningkatkan
transparansi dan efektivitas manajemen keuangan perbankan. Sedangkan
pengembangan skim penjamin kredit akan meningkatkan akses kredit bagi
masyarakat. Dalam waktu tiga tahu ke depan diharapkan telah tersedia
infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi bagi terwujudnya
perbankan yang sehat dan kuat.
e. Peningkatan Perlindungan Nasabah
Pemberdayaan nasabah dilakukan melalui penetapan standar penyusuanan
mekanisme pengaduan nasabah, pendirian lembaga mediasi independen,
peningkatan transparansi informasi dan pendidikan mengenai produk perbankan
bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan
program-program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada
system perbankan, karena landasan dari beroperasinya lembaga keuangan
adalah kepercayaan.

MK(Kelas D)_TUGAS 7_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

1. Histogram
Tabel 1 Data nila SDN Geger Kalong

N
O

RENTANG NILAI

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Frequensi

10 -20
21-30
31-40
41-50
51-60
61-70
71-80
81-90
90-100
100
TOTAL

2
5
6
8
9
5
3
2
7
1
48

Frequensi
10
9
8
7
6

Frequensi

5
4
3
2
1
0

Jan-20 21-30 31-40 41-50 51-60 61-70 71-80 81-90 90-100 100

Max = 100
Min= 10
RANGE=100-10=90
Jumlah data n=48
K=sqrt(48)=7
H=Range/k=90/7=12,85

2. Diagram Pareto

Merupakan suatu grafik balok berbentuk vertikalyang mengurutkan hasil


pengukuran dari yang tertinggi ke yang terendah Merupakan salah satu
bentuk Bar Chart dimana setiap balok dapat mencerminkan perhitungan
suatu kategori, suatu fungsi dari kategori (misal rata-rata, jumlah atau
standard deviasi) atau
jumlahan nilai dari suatu tabel.
Jenis cacat

freqwe present cumulative presentase


nsi
ase
70
35.90%
35.90%
30
15.38%
51.28%
45
23.08%
74.36%
50
25.64%
100.00%
195

karat
dent
pesok
Ding
TOTAL

p
r
e
s
e
n
t
a
s
e
k
e
r
u
s
a
k
a
n

100.00%

180
160

74.36%

140
120
100

100.00%
90.00%
80.00%
70.00%
60.00%
50.00%

51.28%

80
35.90%
60

40.00%
30.00%
20.00%

40
20

10.00%
0.00%

0
karat

dent

pesok

Ding

Jenis cacat pada produksi

Figure 1 gambaran cacat produksi

3. FLOWCHART

4. Scatters Diagram
Scatter Diagram atau Diagram Tebar adalah salah satu alat dari QC Seven Tools
(7 alat pengendalian Kualitas) yang berfungsi untuk melakukan pengujian
terhadap seberapa kuatnya hubungan antara 2 (dua) variabel serta menentukan
jenis hubungan dari 2 (dua) variabel tersebut apakah hubungan Positif,
hubungan Negatif ataupun tidak ada hubungan sama sekali. Bentuk dari Scatter
Diagram adalah gambaran grafis yang terdiri dari sekumpulan titik-titik
(point)dari nilai sepasang variabel (Variabel X dan Variabel Y).
Dalam kasus ini saya akan menggunakan hubungan temperture dengan
tingkat penjualan jacket berikut adalah datanya :
Tabel 2 hubungan antara suhu dan penjualan jacket

temperature

penjualan jackets
50
40
30
25
20

2
3
6
10
30

15
10
5

50
80
100

penjualan jackets
120
100
80
penjualan jackets

penjualan jackets

60

Linear (penjualan
jackets)

40
20
0
0 10 20 30 40 50 60
Temperature

5. Fishbone Diagram

MK(Kelas D)_TUGAS 8_Rachmat Nur Ibrahim (153010157)

Tugas 8
1 Buatlah contoh kasus pemeriksaan Common Causes
2 Buatkan contoh kasus pemeriksaan Assignable Causes
Jawab:
1 A common cause of Variance
A common cause of Variance adalah normal, perbedaan diharapkan yang
terjadi. Penyebab umum dapat diprediksi dan tidak dianggap biasa.
Pada peta kendali, A common cause of Variance akan ditandai dengan titiktitik acak dalam batas kontrol.
A common cause of Variance juga dikenal sebagai "random causes.

Variance Special Cause


Namun, Variance Special Cause adalah mereka penyebab yang tidak dapat
diprediksi atau melekat dalam sistem. Penyebab khusus biasanya
berhubungan dengan beberapa jenis cacat.
Pada peta kendali, sebab khusus yang diwakili oleh titik di luar batas kontrol
atau sebagai titik non-acak dalam batas kontrol. Penyebab khusus varians
juga dikenal sebagai "diverted cause.
Contoh 1
Kami baru-baru memiliki kesenangan melakukan pertukaran rumah dengan
beberapa di Paris, Prancis. Tidak seperti Phoenix, Paris memiliki sistem
transportasi umum yang fenomenal. Dengan menggunakan Metro, kami
mampu melakukan perjalanan di seluruh kota dan mengunjungi banyak
lokasi yang besar. Di stasiun Metro, ada papan reader sebelah setiap lagu
menceritakan saat kereta berikutnya akan tiba. Kereta tiba di mana saja
antara empat hingga lima menit terpisah. varians ini akan dipertimbangkan
dari umum, atau acak, menyebabkan. Namun, pada ulang tahun (malam
sangat dingin), kami pergi ke stasiun Metro untuk mendapatkan kereta api
kita kembali ke arrondissement, lihat papan reader, dan melihat bahwa
kereta tertunda 25 menit karena kegagalan mekanis. Varians ini akan
dipertimbangkan dari khusus, atau dialihkan, penyebab.
Contoh 2
Ambil contoh, seorang karyawan yang mengambil sedikit lebih lama dari
biasanya untuk menyelesaikan tugas tertentu. Dia diberi dua hari untuk
melakukan tugas dan bukannya ia mengambil dua setengah hari; ini
dianggap sebagai penyebab umum dari variasi. waktu penyelesaian nya
tidak akan menyimpang banyak dari rata-rata, karena Anda akan harus
mempertimbangkan fakta bahwa ia bisa mengirimkannya sedikit terlambat.
Berikut contoh lain: Anda memperkirakan 20 menit untuk bersiap-siap dan
sepuluh menit untuk pergi bekerja. Sebaliknya, Anda mengambil lima menit
ekstra bersiap-siap karena Anda harus berkemas makan siang dan 15 menit
tambahan untuk mendapatkan untuk bekerja karena lalu lintas. Ini akan
menjadi Penyebab umum dari Variance.
Contoh lain yang berhubungan dengan proyek prosedur yang tidak pantas,
seperti dalam kurangnya prosedur yang jelas standar, kondisi kerja yang
buruk, kesalahan pengukuran, dan keausan normal, waktu respon komputer,
dll

2 Contoh
Contoh untuk lebih menjelaskan penyebab khusus: Anda mengemudi untuk
bekerja, dan Anda memperkirakan tiba di 10 menit setiap hari, tetapi, pada
hari tertentu Anda mencapai 20 menit kemudian, karena Anda mengalami
zona kecelakaan dan mengangkat.
Contoh yang berkaitan dengan manajemen proyek adalah jika operator
tertidur selama pelaksanaan proyek Anda, atau malfungsi mesin, komputer
crash, ada pemadaman listrik, dll
Salah satu cara untuk mengevaluasi kesehatan proyek adalah untuk melacak
perbedaan antara rencana proyek asli dan apa yang sebenarnya terjadi.
Penggunaan diagram kontrol membantu untuk membedakan antara
Penyebab umum dan Penyebab Khusus Variasi membuat proses membuat
perubahan dan kesalahannya lebih mudah.

Tugas 9
1 Buat daftar persiapan atau pelaksanaan Quality System
Jawab:
1 Misalkan aja kita mengambil contoh QSM pada Industri farmasi. Industri farma
si bertujuan untuk menghasilkan obat yang harus memenuhi persyaratan khasiat
(efficacy), keamanan (safety) dan mutu (quality) dalam dosis yang digunakan un
tuk tujuan pengobatan. Salah satu kriteria penting dari produk industri farmasi i
alah diterimanya kriteria persyaratan kualitas obat. Karena menyangkut soal nya
wa manusia maka industri farmasi dan produk industri farmasi diatur secara ket
at, baik oleh industri farmasi itu sendiri maupun oleh pemerintah (dalam hal ini
Badan POM sebagai regulator industri farmasi di Indonesia). Sebagaimana indu
stri dan produk industri farmasi di negara-negara lain, industri farmasi farmasi d
i Indonesia diberlakukan persyaratan yang diatur dalam Cara Pembuatan Obat y
ang Baik (CPOB).
Dalam pedoman pelaksanaan CPOB disebutkan bahwa faktor faktor yang me
mpengaruhi mutu produk antara lain :
(1) kualitas dari bahan awal dan bahan pengemas yang digunakan.
(2) proses pembuatan dan pengawasan mutu.

(3) bangunan dan peralatan.


(4) personalia yang terlibat dalam pembuatan obat.
Dengan semakin meningkatnya tuntutan terhadap jaminan khasiat, keamanan da
n kualitas produk, maka konsep pengawasan mutu yang saat ini masih banyak
digunakan di industri farmasi, menjadi sangat tidak memadai lagi. Konsep peng
awasan mutu (quality control concept) didasarkan pada konsep defect detectio
n, artinya bagaimana suatu sistem pengawasan tersebut dapat mendeteksi terja
dinya suatu kesalahan/penyimpangan yang telah terjadi. Dengan kata lain, siste
m ini hanya bisa mendeteksi kesalahan yang sudah terjadi. Tentu saja, di teng
ah arus globalisasi saat ini, konsep yang demikian sudah sangat tidak memadai l
agi, apalagi untuk bisa memberikan jaminan terhadap khasiat, keamanan dan m
utu suatu produk. Jaminan terhadap khasiat, keamanan dan mutu produk industr
i farmasi tersebut hanya bisa dilakukan jika terdapat sistem yang secara proaktif
mencegah sebelum terjadinya kesalahan dan/atau penyimpangan dalam prose
s pembuatan obat tersebut. Konsep ini disebut dengan Konsep Penjaminan M
utu (Quality Assurance).
Secara sederhana, Konsep Penjaminan Mutu dapat diilustrasikan sebagai beri
kut: ada sebuah industri farmasi memiliki 5 buah mesin tablet dengan kapasitas
masingmasing 1.000.000 tablet perhari. Jadi industri farmasi tersebut dalam seh
ari memproduksi 5 juta tablet, dalam seminggu dihasilkan 25 juta tablet (5 x 5 j
uta), sebulan = 100 juta tablet, setahun 12 x 100 juta = 1,2 milyar tablet. Pertany
aannya adalah apakah ke1,2 milyar tablet tersebut SEMUAnya dapat dijamin ku
alitasnya? Berapa persenkah dari 1,2 milyar tablet tadi yang boleh tidak memen
uhi syarat yang telah ditetapkan? Tentu saja jawabannya adalah 0% (NOL PER
SEN) alias tidak boleh ada SATU tabletpun yang tidak memenuhi syarat. Konse
p ini yang disebut dengan Zero Defect Concept.
Nah, konsep ini tidak mungkin berjalan kalau masih menggunakan konsep Pen
gawasan Mutu karena konsep ini hanya mencari kesalahan. Penjaminan hany
a bisa dilaksanakan jika ada sistem yang mengatur seluruh komponen (unsur) da
lam industri farmasi tadi agar tujuan mutu dapat tercapai. Sistem inilah yang ser
ing disebut dengan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System).
Quality Management System (QMS) adalah sistem yang mengatur atau mengel
ola SELURUH komponen atau sumber daya yang ada di dalam industri farmasi
agar tujuan mutu, yaitu jaminan terhadap khasiat, keamanan dan kualitas produk
dapat tercapai. Agar QMS ini dapat berjalan, maka harus ada departemen khus
us yang mengawasi pelaksanaan QMS. Departemen ini bertindak sebagai pol
isi yang mandiri untuk memantau keseluruhan proses pembuatan obat mulai da
ri konsep desain di R&D hingga obat tersebut berada di tangan konsumen. QMS
mencakup atau memiliki ruang lingkup, antara lain : (1) Sistem Mutu (Quality S
ystem), (2) Personalia, (3) Sanitasi dan Higiene, (4) Inspeksi Diri dan Audit Mut
u, (5) Sistem Dokumentasi Perusahaan, (6) Program Kualifikasi dan Validasi, se
rta (7) Penanganan Keluhan Terhadap Produk, Penarikan Kembali Produk serta

Produk Kembalian. Sebagai penanggung jawab dan pengawas pelaksanaan QM


S adalah Departemen QA.
Contoh pelaksanaan QMS sehari-hari di industri farmasi diilustrasikan sebagai
berikut, kita ambil contoh kasus Pengadaan Bahan Baku :
1. Bahan baku digunakan untuk memproduksi obat jadi. Agar bisa dihasilkan o
bat jadi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, salah satu faktor pe
nting yang harus diperhatikan adalah kualitas dari bahan baku yang digu
nakan, harus sesuai dengan spesifikasi bahan bahan baku yang telah ditetap
kan. Departemen yang berhak menentukan spesifikasi bahan baku yang digu
nakan adalah Departemen R&D, karena departemen inilah yang tahu secar
a persis spesifikasi bahan baku, misalnya kadar airnya, ukuran partikelnya, a
tau sifat-sifat amorfnya, dan lain-lain. Tugas Departemen QA adalah menyet
ujui spesifikasi yang telah dibuat oleh Departemen R&D tersebut, agar spesi
fikasi yang dibuat oleh Departemen R&D tidak menyimpang dari peraturan
perundang-undangan, seperti Farmakope, aturan CPOB dan sebagainya. Sel
ain itu, departemen QA juga harus memastikan bahwa seluruh bahan baku y
ang digunakan oleh industri farmasi tersebut harus sesuai dengan spesifikasi
yang telah dibuat, dengan cara membuat aturan atau Sistem Pelulusan Baha
n Awal. Jadi, hanya bahan awal/baku yang sesuai dengan spesifikasi yang b
oleh diterima dan digunakan untuk proses produksi oleh industri farmasi ter
sebut.
2. Pembelian bahan baku. dilakukan oleh Departemen Pembelian (Purcashing).
Prosedur/tata cara pembelian dibuat oleh departemen yang bersangkutan, ya
itu Departemen Purcashing. Tugas Departemen QA adalah (1). Menyetujui
prosedur pembelian tersebut (Protap harus disetujui oleh Departemen QA) (
2). Memastikan bahwa Departemen Purcashing hanya membeli bahan baku/
awal sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan membeli bahan ba
ku/awal tersebut dari suplier yang telah disetujui oleh Departemen QA (app
roved supplier). (3) Untuk memastikan Depatemen Purcashing melakukan h
al tersebut, maka Departemen QA melakukan audit internal (inspeksi diri) d
an audit external. Audit internal dilakukan untuk mengetahui apakah Depart
emen Purcashing telah melakukan sistem/aturan yang telah dibuat, sedangka
n audit eksternal dibuat untuk mengetahui kondisi supplier yang memasok b
ahan awal/baku.
3. Setelah bahan awal/baku datang, yang menerima bahan tersebut adalah Dep
artemen/bagian Gudang. Prosedur atau tata cara penanganan bahan di gudan
g, yang paling tahu tentunya adalah departemen/bagian yang bersangsangku
tan. Sehingga yang membuat Protap tentang penanganan bahan di gudang a
dalah departemen/bagian gudang. Tugas QA adalah (1) menyetujui protap te
rsebut, (2) memastikan apakah protap tersebut dijalankan, dengan cara mela
kukan audit internal.

4. Yang berkewajiban untuk melakukan pemeriksaaan bahan awal/baku terseb


ut adalah Departemen QC, karena departemen inilah yang memiliki labor
atorium pengujian. Untuk dapat melakukan pengujian, maka Departemen Q
C membuat Prosedur Tetap Cara Pengujian Bahan. Tugas Departemen QA a
dalah (1). Menyetujui Protap pengujian tersebut, (2). Memastikan bahwa pr
otap pengujian tersebut akan senantiasa menghasilkan hasil pengujian yang
konsisten. Untuk menguji cara pengujian tersebut Departemen QA melakuk
an Validasi Metode Analisa.
5. Demikian seterusnya. Jadi Departemen QA membuat suatu sistem/aturan ya
ng mengatur tentang sistem/aturan di seluruh departemen/bagian yang ada d
alam industri farmasi tersebut.

Tugas 10
1. contoh Tolerance Design
2. contoh Parameter Design
Jawab:
1

Taguchi juga menganjurkan studi toleransi untuk menentukan,


berdasarkan pada kerugian atau biaya fungsi, yang variabel telah toleransi
penting yang perlu diperketat ini penawaran bagian dengan masalah
bagaimana, dan kapan, untuk menentukan toleransi diperketat untuk
produk atau proses sehingga kualitas dan kinerja / produktivitas yang
ditingkatkan. Setiap produk atau proses memiliki nomor, mungkin
sejumlah besar, komponen. Kami jelaskan di sini bagaimana
mengidentifikasi komponen-komponen penting untuk menargetkan ketika
toleransi harus diperketat.
Ini adalah dorongan alami untuk percaya bahwa kualitas dan
kinerja dari setiap item dapat dengan mudah diperbaiki dengan hanya
pengetatan pada beberapa atau semua persyaratan toleransi. Dengan
ini dimaksudkan bahwa jika versi lama item tertentu, katakanlah,
mesin untuk 1 mikron, kita secara alami percaya bahwa kita dapat
memperoleh kinerja yang lebih baik dengan menetapkan mesin
mikron.

Hal ini dapat menjadi mahal, bagaimanapun, dan sering tidak


jaminan kinerja yang jauh lebih baik. Satu memiliki hanya untuk
menyaksikan biaya awal dan pemeliharaan yang tinggi item ketattoleransi tingkat seperti kendaraan ruang angkasa, mobil mahal, dll
untuk menyadari bahwa desain toleransi, pemilihan toleransi kritis
dan re-spesifikasi tersebut toleransi kritis, adalah tidak tugas yang
harus dilakukan tanpa pemikiran yang cermat. Bahkan, dianjurkan
bahwa setelah studi desain parameter ekstensif telah selesai harus
desain toleransi dilakukan sebagai upaya terakhir untuk meningkatkan
kualitas dan produktivitas.
2

Tujuannya di sini adalah untuk membuat suatu produk atau proses


yang kurang variabel (lebih kuat) dalam menghadapi variasi di mana
kita memiliki sedikit atau tidak ada kontrol. Sebuah contoh fiktif
sederhana mungkin bahwa motor starter mobil yang harus melakukan
andal dalam menghadapi variasi suhu lingkungan dan berbagai negara
kelemahan baterai. insinyur memiliki kontrol atas, katakanlah, jumlah
angker ternyata, mengukur kawat angker, dan konten besi paduan
magnet.
Konvensional, kita dapat melihat ini sebagai percobaan dalam lima
faktor. Taguchi telah menunjukkan kegunaan melihatnya sebagai setup dari tiga faktor dalam array (bergantian, gauge, besi%) di mana
kita memiliki kontrol desain, ditambah sebuah array luar faktor di
mana kita memiliki kontrol hanya di laboratorium ( suhu, tegangan
baterai).
Representasi bergambar dari Taguchi desain pictorially, kita dapat
melihat desain ini sebagai desain konvensional dalam faktor array
yang dalam (membandingkan Gambar 3.1) dengan penambahan array
luar desain faktorial "kecil" di setiap sudut kotak "array yang dalam".
Mari I1 = "bergantian," I2 = "gauge," I3 = "% besi," E1 = "suhu",
dan E2 = "tegangan." Kemudian kita membangun 23 desain "box"
untuk saya, dan pada masing-masing dari delapan sudut sehingga
dibangun, kami menempatkan 22 desain "box" untuk E, seperti
ditunjukkan pada Gambar 5.17.

GAMBAR 5.17: Inner 23 dan luar 22 array untuk desain yang kuat
dengan `Saya array batin,` E 'array luar.
Contoh dari array dirancang percobaan dalam dan luar Kami sekarang
memiliki total 8x4 = 32 pengaturan eksperimental, atau berjalan. Ini
diatur dalam Tabel 5.7, di mana 23 desain di I diberikan dalam rangka
standar di sebelah kiri meja dan 22 desain di E ditulis ke samping di
bagian atas. Perhatikan bahwa percobaan tidak akan dijalankan dalam
urutan standar tapi harus, seperti biasa, telah berjalan nya acak. Output
diukur adalah persen (teoritis) torsi maksimum.
Run
number
1
2
3
4
5
6
7
8

I1
1
1
1
1
1
1
1
1

I2
1
1
1
1
1
1
1
1

I3
1
1
1
1
1
1
1
1

1
E1
E2

2
-1
-1
75
87
77
95
78
56
79
71

3
+1
-1
86
78
89
65
78
79
80
80

4
-1
+1
67
56
78
77
59
67
66
73

+1
+1
98
91
78
95
94
94
85
95

OUTPUT OUTPUT
MEAN STD.DEV
81.5
78.0
63.0
83.0
77.3
74.0
77.5
79.8

13.5
15.6
37.1
14.7
14.3
16.3
8.1
10.9

Tabel yang menunjukkan desain Taguchi dan tanggapan dari percobaan


TABEL 5.7: Desain meja, agar standar (s) untuk desain parameter
Gambar 5.9
Interpretasi meja Perhatikan bahwa ada empat output diukur pada
setiap baris. Ini sesuai dengan empat `luar array yang 'poin desain di

setiap sudut` array yang luar' kotak. Karena ada delapan penjuru
kotak array yang luar, ada delapan baris dalam semua.
Setiap baris menghasilkan mean dan standar deviasi% dari torsi
maksimum. Idealnya akan ada satu baris yang memiliki kedua ratarata torsi tertinggi dan standar deviasi terendah (variabilitas). Row 4
memiliki torsi tertinggi dan baris 7 memiliki variabilitas terendah,
sehingga kita terpaksa berkompromi. Kita tidak bisa hanya 'memilih
pemenang. "
Gunakan plot kontur untuk melihat di dalam kotak One juga bisa
mengamati bahwa semua hasil terjadi di sudut-sudut desain 'kotak',
yang berarti bahwa kita tidak dapat melihat 'dalam' kotak. Titik
optimum mungkin terjadi dalam kotak, dan kita bisa mencari titik
tersebut dengan menggunakan plot kontur. plot kontur yang
digambarkan dalam contoh analisis desain permukaan respon yang
diberikan dalam Bagian 4.
factorials pecahan Perhatikan bahwa kita bisa menggunakan
faktorial fraksional baik untuk desain array yang dalam atau luar, atau
untuk keduanya.

Anda mungkin juga menyukai