Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MEKANIKA TANAH DAN TEKNIK PONDASI II


Tar. BENEDICTUS KEVIN FERNANDEZ
NIT. B.V/I.14.10.132

PROGRAM STUDI TEKNIK BANGUNAN DAN LANDASAN


JURUSAN TEKNIK PENERBANGAN
SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA
CURUG TANGERANG
2017

A. Definisi dan Fungsi Pondasi


Pondasi merupakan komponen/struktur paling bawah dari sebuah
bangunan, meski tidak terlihat secara langsung saat bangunan sudah
selesai, namun secara fungsi struktur, keberadaan pondasi tidak boleh
terabaikan. Perlu perencanaan yang matang, karena salah satu faktor yang
mempengaruhi keawetan atau keamanan bangunan adalah pondasi.
Dalam menentukan jenis, ukuran, dan konstruksi pondasi harus
memperhatikan jenis bangunan, beban bangunan, kondisi tanah, dan
faktor-faktor lain yang berpengaruh secara langsung maupun tidak
langsung. Karena fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk
meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya
lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Dengan
demikian, sebaiknya perlu perhitungan matang dan tidak hanya berdasar
kebiasaan setempat. Karena sering ditemui, banyak yang membuat rumah
hanya didasari dari kebiasaan masyarakat.
B. Jenis-jenis Pondasi
Secara umum pondasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu
pondasi dangkal dan pondasi dalam.
1. Pondasi Dangkal
Pondasi dangkal dipakai untuk bangunan bertanah keras atau
bangunan-bangunan sederhana. kedalaman masuknya ke tanah relatif
dangkal, hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu
tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada
rumah-rumah,dibuat dari beton atau pasangan batu, meneruskan beban
dari dinding dan kolom bangunan ke tanah keras. Jenis pondasi
dangkal diantaranya:
a. Pondasi Batu Bata.

Jenis pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu bata. Dalam
pemasangannya disusun sedemikian rupa sehingga dapat menahan
berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskanya ke tanah.

Kelebihan :

Kebutuhan anggaran biaya pembuatannya rendah

Waktu pengerjaannya relatif cepat

Memiliki model konstruksi yang sederhana

Kekurangan :

Daya dukung yang dimiliki tidak terlalu kuat meski layak


digunakan untuk menahan bangunan sederhana

Tidak cocok diterapkan untuk mendukung bangunanbangunan yang bertingkat

Dibutuhkan galian tanah yang cukup banyak di sepanjang


tempat pendirian struktur dinding bangunan

Hanya dapat diaplikasikan apabila kondisi tanah di area


pembangunannya cukup stabil

Tingkat ketahanannya tidak terlalu bagus terutama jika


sering terendam air

Gambar 1. Detail pondasi batu bata

a. Pondasi Batu Kali.


Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu kali yang
disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menahan berat bangunan
yang ada diatasnya dan meneruskan ke tanah.

Gambar 2. Detail Pondasi Batu Kali

Kelebihan :

Mudah pelaksanaanya

Cepat waktu pekerjaannya

Mudah mendapatkan batu belah (umumnya untuk wilayah


Pulau Jawa)

Kekurangan :

Sulit diperoleh batu belah terutama di daerah-daerah


tertentu

Menjadi mahal untuk daerah tertentu

Lebih mahal bila digunakan untuk rumah bertingkat

b. Pondasi Umpak.
Biasanya jenis pondasi ini digunakan pada rumah adat, rumah
kayu, atau rumah tradisional jaman dulu.

Gambar 3. Pondasi Umpak

Kelebihan :

Pelaksanaannya mudah

Waktu pengerjaan cepat

Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)

Kekurangan :

Batu belah di daerah tertentu sulit dicari

Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk


rumah bertingkat.

c. Pondasi Telapak/ Footplat adalah pondasi berbentuk seperti telapak


kaki. Pondasi telapak berguna untuk mendukung kolom baik untuk
rumah satu lantai maupun dua lantai, jadi pondasi ini diletakan
tepat dibawah kolom bangunan. Pondasi ini terbuat dari beton
bertulang dan dasarnya berbentuk persegi/persegi panjang.

Gambar 4. Detail pondasi telapak

Kelebihan :

Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya

Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)

Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plat


lebih handal daripada pondasi batu belah.

Kekurangan :

Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu


(Persiapan lebih lama).

Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu


beton kering/ sesuai umur beton).

Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.

Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.

Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai


setelah dilakukan galian tanah.

d. Pondasi Rakit
Bila dikedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk
diletakan pondasi, maka solusinya bias menggunakan pondasi
rakit. Selain itu pondasi ini juga berguna untuk mendukung kolom
yang jaraknya berdekatan dan tidak mungkin untuk dipasangi
telapak satu persatu.

Gambar 5. Pondasi Rakit


Kelebihan :

Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya.

Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang


terdapat kolom strukturnya.

Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal


disbanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban

vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan,


dan lain-lain.
Kekurangan :

Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu


(persiapan lebih lama).

Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu


beton kering/sesuai umur beton).

Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.

Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.

Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah
dilakukan galian tanah.

1. Pondasi Dalam
Pondasi dalam digunakan untuk menyalurkan beban bangunan
melewati lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah
yang lebih keras, bangunan berbentang lebar (memiliki jarak kolom
lebih dari 6 meter), dan bangunan bertingkat. Jenis pondasi dalam
diantaranya:

a. Pondasi tiang pancang (driven pile).

Merupakan jenis pondasi berbentuk tiang beton pre-cast yang


dipasang

dengan

cara

menancapkannya

kedalam

tanah

menggunakan alat berat (pemancang).


Pondasi ini digunakan pada jenis tanah dengan lapisan tanah
kerasnya cukup dalam.

Gambar 6.Detail Pondasi Tiang Pancang

Kelebihan :

Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton


terjamin.

Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras.

Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga


lekatan pada sekeliling tiang.

Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban


tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang), daya dukungnya
sangat kuat.

Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran.

Kekurangan :

Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit


dikerjakan karena faktor angkutan.

Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.

Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya


jauh lebih mahal.

Proses pemancangan menimbulkan getaran dan


kebisingan.

b. Pondasi Tiang Bor/ Pondasi Sumuran (bored pile)


Merupakan satu jenis pondasi yang dibuat dengan cara mengebor
titik tanah tertentu dalam pekerjaan yang akan dijadikan pondasi,
kemudian diberi tulangan dan dicor dengan beton.

Gambar 7.Detail Pondasi Sumuran

Kelebihan :

Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu


banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang
pancang.

Tidak diperlukan alat berat.

Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

Kekurangan :

Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di


kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari
atas)

Pemakaian bahan boros.

Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada


tulangan).

Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan


karena susah dalam menggalinya