Anda di halaman 1dari 3

Analisa

Pada percobaan kali ini dimana penggunaan motor sinkron tiga phasa. Pada
percobaan kami tidak mendapatkan data dikarenakan terjadinya masalah yakni tidak
sanggupnya penghantar menahan besarnya tegangan yang diberikan sehingga
kabel atau penghantar mengalami short saat melakukan percobaan.
Motor sinkron sendiri merupakan motor tiga phasa yang memiliki putaran
stabil dan tidak ada slip. Motor ini memiliki gerakan lambat dikarenakan slipnya
bernilai nol. Slip mempengaruhi kecepatan nilai putar motor (N). Motor ini pada saat
kami memasukkan tegangan mencapai 220 Volt masih belum mencapai kecepatan
100 rpm. Sehingga untuk menaikkan kecepatan itu kami menaikkan nilai tegangan.
Namun pada saat sudah diaatas tegangan 220 tersebut dan belum mencapai
tegangan nominalnya yakni 380 volt kabel sudah berapi dan putus dari sambungan
yang berada di wattmeter.
Pada saat pertama pengujian dimana kami menggunakan generator dan itu
tidak dapat berputar. Setelah itu kami tidak menggunakan generator dan motor mulai
berputar dengan lambat. Sesuai instruksi kami memutar motor dengan usaha dari
manusia yakni dengan menggunakan tangan sebagai tenaga tambahan, namun
tidak terlalu berpengaruh.
Pada percobaan dimana terjadinya kenaikan sumber tiga fasa juga
berpengaruh pada nilai tegangan dc untuk kumparan medan penguatnya. Semakin
besar nilai sumber tiga fasa maka semaikn besar juga nilai tegangan dcnya.
Pada teori dimana nilai Ns dan Nr bernilai sama berarti nilai slip nol.
Berdasarkan pengamatan kami kekelompok tiga dimana melalukan pengujian nilai
slip pda motor induksi tiga fasa. Nilai kecepatan putarnya mencapai nominal tidak
sama seperti penelitian kami. Sehingga dapat ditarik kemungkinan bahwa nilai slip
berpengaruh pada kecepatan putar motor.
Penggunaan

motor

sinkron

sendiri

kebanyakan

digunakan

untuk

menganngkat beban berat seperti pada kren dan lift. Dikarenakan motor ini nilai
putarnya tetap dan mampu mengangkat beban berat tidak sama dengan motor
lainnya walau bisa menggangkat beban berat namun nilai putarnya berbengaruh
pada nilai tegangan.

Beberapa

cara

untuk

menstart

motor

sinkron

agar putarannya

mencapai kecepatan adalah dengan menggunakan motor induksi pembantu kecil


yang dipasangkan sementara pada rotor sampai rotor mencapai kecepatan sinkron.
Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu.
Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan

kepada

belitan

stator. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan


eksitasi medan

dc

kepada

rotor. Beban

sekarang

boleh

diberikan kepada

motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan


sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor
kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai 95%
kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai
sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai
sinkronisasi disebut pull-in torque.

KESIMPULAN
Aplikasi / Kegunaan motor sinkron:
1. Generator.
2. Penggilingan karet.
3. Penggilingan bubur kayu.
4. Pompa-pompa sentrifugal.
5. Motor pada jam.
6. Motor pada kompresor.
Keuntungan:
Daya motor sinkron lebih baik sehingga efisiensi
energi sangat besar.
Putaran tidak berkurang meskipun beban bertambah.
Bila terjadi overload, motor akan langsung berhenti
sehingga akan lebih aman.
Dapat memperbaiki motor daya.
Dapat beroperasi pada penyetelan arus penguat medan
Kerugian:
Motor sinkron lebih mahal dari motor induksi.
Tidak mampu menstart sendiri.
Tidak praktis bila digunakan sebagai pemutar.