Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM ANALISIS BATUBARA

Penentuan Titik leleh Abu Batubara


(Ash Fushion Temperature)

Disusun Oleh:
Kelompok 3 ( Tiga )
Disusun Oleh:
Nama:
-

Ade Kurnadi
Agem Gunardi
Anita Zoraya Rachmawaty
Bima Santri Mulya
Shanti Novalia
Tiara Anggraini
Veberia Panjaitan
Wahyu Triaji Rahadianto
Kelas

Dosen Pembimbing

061540412253
061540412254
061540412256
061540412257
061540411901
061540411902
061540411903
061540411904
3 EGC

Ir.Sahrul Effendi, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2016
TITIK LELEH ABU BATUBARA

(ASH FUSHION TEMPERATURE)

I.

TUJUAN PERCOBAAN
- Mahasiswa dapat mengetahui titik leleh Abu Batubara
- Mahasiswa dapat mengoprasikan alat AP-4000 dengan baik

II.

ALAT DAN BAHAN


- Alat yang digunakan
AF-4000
Carousel
Penjepit
Spatula
Cetakan Piramid
Gelas Kimia
Pipet tetes
- Bahan yang digunakan
Abu Batubara
Glukol
Dextrin
Air

III.

DASAR TEORI
Ash Fusion Temperature (AFT) merupakan kondisi dimana ash
batubara meleleh pada temperatur tertentu. Biasanya AFT batubara
berkisar antara 1000 - 1400 C. Proses melelehnya ash ini tentunya
mengganggu proses operasi yang dapat menyebabkan operasi terhenti
untuk melakukan pembersihan di area tersebut. Pada suatu operasi
dimana temperatur operasi melebihi nilai AFT batubara, ash akan
meleleh,lalu menumpuk dan mengeras Bentuknya biasanya padat,
porous, mengkilat karena high silika dan bau sulfur khas untuk
batubara kadar rendah. Biasanya kondisi ini sering di temui di PLTU
di bagian heat exchanger. Makanya boiler-boiler dilengkapi dengan
fasilitas sootblower untuk meniup ash yang menempel sehingga tidak
menumpuk.
Ash Fushion Temeprature (ART) adalah titik leleh Abu Batubara
yang dinyatakan dalam temperature dalam berbagai kondisi pelelehan
yaitu : Deformasi, Spherical, Hermispherical, dan flow. Beradasarkan
kondisi athmosphere pada pengujiannya yaitu Reduksi dan Oksidasi.
Sifat sifat titik leleh abu batubara
Ash fushion dalam Batubara sangat bervariasi, ada
yang yang homogen dalam satu seam, ada juga yang sangat
heterogen baik secara vertikal maupun secara lateral. Nilai
AFT tergantung pada material matter yang dikandung oleh
batubara. Pada batubara produksi nilai AFT dapat
dipengaruhi oleh dilusi atau material yang terbawa pada saat
penambangan.
Titik leleh Abu batubara merupakan data yang sangat
berguna untuk mengevaluasi hal-hal yang berhubungan
dengan slagging dan penumpukan abu. Apabila temperatur
gas yang mengandung abu lebih rendah dan mudah untuk
dibuang dan apabila temperature gas lebih tinggi dari ash
softening maka akan terjadi pembentukan kerak.
Untuk nilai AFT rendah tidak diinginkan dalam
untirisasinya karena dianggap dapat menyebabkan slagging
atau fouling pada pipa-pipa boiler.

1. Slagging
Slagging adlah fenomena menempelnya partikel
abu batubara baik yang berbentuk padat maupun
leburan, pada permukaan dinding penghantar panas
yang terletak di zona gas pembakaran suhu tinggi
(High Temperature Combustion Gas Zone), sebagai
akibat dari proses pembakaran batubara. Terkait hal
ini, percobaan penting yang perlu mendapat perhatian
terutama dinding penghantar panas konveksu=i pada
bagian outlet dari tungku (Furnace) Bila suhu gasnya
melebihi temperatur melunak abu (Ash Softening
Temperature)
2. Foulling
Fouling adalah fenomena menempel pada
menumpuknya abu pada dinding penghantar panas
(Super heater maupun re-heater) yang dipasaing di
lingkaran dimana auhu gas di bagian belakang furnace
lebih rendah dibandingkan suhu melunak abu (Ash
Softening Temperature)
Unsur yang paling berpengaruh pada
penempelan abu ini material basa terutama Na, yang
dalam hal ini adalah kadar NO2O
Bila kdar abu batubara banyak, kemudian unsur
basa dalam abu juga banyak, ditambah kadar NO2O
yang tinggi maka foullingakan mudah terjadi

IV.

LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan Sampel Abu Batubara
2. Membuat larutan dksrin yaitu dengan takaran 50ml dan 1gr
dekstrin
3. Menambahkan bahan dekstrin dengan Abu, usahakan jangan terlalu
encer dan jangan terlalu keras
4. Memasukkan sampel yang telah bercampur dekstrin kedalam
cetakan
5. Memindahkan sampel yang telah di cetak ke dalam corousel
6. Memasukkan carausel yang telah berisi sampel kedalam alat AP4000
7. Memilih metode gas pada layar monitor
8. Mengklik start, dan analisa akan berlangsung selama 4-6 jam

V.

DATA PENGAMATAN

VI.

ANALISA DATA
Pada percobaan kali ini praktikum penentuan titik leleh abu
batubara (Ash Fusion Temperature) metode pengukuran temperatur
titik leleh abu (AFT) untuk memprediksi ash pada temperature elevasi
menggunakan ASTM standar D1857 fusibility of coal and coke ash
dimana elemen yang muncul dalam ash diukur secara kuantitatif
menggunakan kombinasi dari spektrokospu emisi & Fotometri nyala
Dari data yang didapatkan dihasilkan (DT) adalah temperatur awal
pembentuka dimana puncak dari piramid mulai terbentuk atau
emnunjukkan tanda pembentukkan. Softening temperature (ST) adalah
temperatur dimana sampel telah terbentuk melengkung,
Hemispherical Temperature (HT) adalah temperatur dimana segitiga
telah terbentuk menjadi gumpalan hemispherical dan tingginya sama
dengan setengah lebarnya, Fluid Temperature (FT) adalah temperatur
dimana segitiga ash telah mencair.
Pengamatan sifat pelelehan ini silakukan pada suhu 900
sampai dengan 1600 . Pengamatan dicatat dan dilaporkan pada
saat contoh abu meleh dan berubah menjadi cair. Batubara yang
abunya memiliki AFT yang tinggi (Initial Deformation
Temperature /OT >1350 ) , Sangat cocok dipergunakan pada
operasi dengan sistem penanganan / pembuangan abu berupas padatan
kering. Sedangkan batubara yang abunya memiliki AFT rendah (Initial
Deformation Temperature /OT<1350 ) sangat cocok
dipergunakan pada operasi dengan sistem penanganan/pembuangan
abu berupa lelehan .
Dari data yang didapat dari percobaan, dianalisa bahwa batubara
yang digunakan memiliki suhu deformasi kurang dari 1350
sehingga batubara ini cocok dipergunakan pada operasi sistem
penanganan / pembuangan abu berupa lelehan.

VII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Ash Fusion Temperature (AFT) adalah titik leleh abu batubara
yang digunakan dalam temperatur dalam berbagai kondisi
pelelehan
2. Nilai AFT pada:
Sampel 1:
Deformation temperature (DT) = 1171
Softening Temperature (ST) = 1212
Hemispherical Temperature (HT) = 1236
Fluid Temperature (FT) = 1285
Sampel 1:
Deformation temperature (DT) = 1101
Softening Temperature (ST) = 1215
Hemispherical Temperature (HT) = 1276
Fluid Temperature (FT) = 1287

DAFTAR PUSTAKA
- Academia.edu/10196487/Analisis_Batubara
- Bt brd.bbpt.go.id
- Modul Penuntun praktikum Analisis Batubara Politeknik Negeri
Sriwijaya 2016

(LAMPIRAN)
GAMBAR ALAT

ASH FUSION TESTER

CAROUSEL
SPATULA

PENJEPIT