Anda di halaman 1dari 15

Budi Daya Rumput Odot

Jumat, 19 Juli 2013


Oleh : Kodar Solihat (Harian Pikiran Rakyat).

Faktor ketersediaan pakan hijauan menjadi salah satu penentu utama untuk
mendongkrak populasi ternak Ruminansia di Jawa Barat. Di tengah melonjaknya
harga daging, usaha beternak sapi, domba dan kambing, budi daya rumput odot
diharapkan mampu menambah pasokan
kebutuhan daging secara domestic.
Sejak beberapa tahun lalu, penyediaan
pakan hijauan secara mandiri sudah
dilakukan, baik di lahan sendiri maupun
menumpang di lahan kehutanan negara
dan perkebunan. Ini terutama setelah
rumput
gajah
sudah
cukup
memasyarakat dan menjadi salah satu
andalan utama pasokan pakan hijauan
ternak.
Namun, sejak setahun terakhir ada terobosan baru dalam penyediaan sumber pakan
hijauan bagi ternak ruminansia. Di kabupaten Garut, Bogor, Subang, Ciamis dan
Cianjur mulai dikembangkan pakan hijauan ternak dari rumput odot. Jenis rumput
ini dinilai lebih mampu di cerna dan efisien bagi berbagai hewan ruminansia.
Dari bentuk fisik, rumput Odot memiliki batang yang pendek dan lunak sehingga
memudahkan penanganan, pemeliharaan dan pemanenan. Tinggi rumput ini sekitar
40-75 cm, sehingga tak terlalu tinggi dibandingkan dengan rumput gajah.
Rumput odot nama aslinya rumput mott atau dikenal juga rumput gajah kerdil atau
gajah kate. Secara agronomis, rumput ini tergolong unggul. Rumput ini pada
awalnya dikembangkan di Florida Amerika Serikat. Namun di masyarakat Sunda
menyebutkanya rumput odot, nama yang diambil dari nama orang yang memasukan
jenis rumput ini ke Indonesia.
Dari kelompok peternak, penggunaan rumput odot sudah digunakan oleh kelompok
Barokah di Kab. Bogor sejak 1,5 tahun terakhir, untuk usaha peternakan sapi
potong, domba dan kambing. Cara ini sudah diikuti pula oleh sejumlah kecil
kelompok peternak lainnya, sehingga tidak lagi memerlukan rumput Gajah.
Ketua kelompok Barokah, Bangun Dioro mengatakan dengan penggunaan rumput
odot, para peternak akan memperoleh banyak efisiensi. Apalagi dalam
pembudidayaan rumput odot, para peternak akan memperoleh banyak efisienasi.
Apalagi dalam pembudidayaan rumput odot, rumput ini mudah tumbuh meski
dibawah naungan. Tanaman ini lebih tahan 40-50 persen hidup dibawah naungan
pohon laindibandingkan dengan rumput gajah.
Efisiensi yang dimaksud Bangun adalah, dalam pemberian pakan hijauan dari
rumput odot untuk sapi dan domba sama-sama mencapai 100 persen terdiri atas
rumput odot, sedangkan sisanya dari makanan jenis lain.
Kelebihan lainnya dalam penggunaan rumput odot untuk pakan, peternak tak perlu
lagi menggunakan mesin pencacah (Chopper) seperti yang selama ini digunakan

untuk mengolah rumput gajah. Begitu pula saat dicerna hewan ruminansia, rumput
odot gampang habis karena tak memiliki batang yang keras, katanya.
Dari segi pemanenan, antara rumput odot dengan rumput gajah tak berbeda jauh,
sekitar 40 hari, namun untuk pembibitan dilakukan dengan panen sekitar tiga bulan.
Dikatakan pula, penggunaan rumput odot sudah banyak dilakukan di Jawa Timur.
Lain halnya di Jawa Barat, baru sekitar 2 tahun terakhir, tetapi hasil dan efisiensinya
sudah terasa bagi usaha peternakan ruminansia.
Pengamat ternak, Mansyur dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
(Unpad) menyebutkan, pembudidayaan rumput odot potensial dilakukan di Jawa
Barat karena memiliki curah hujan relative tinggi setipa tahunnya. Jika
dibudidayakan pada daerah yang cocok, potensi produksi segar antara 120-250
ton/ha/tahun, karena memiliki anakan yang sangat banyak.
Ditambahkan, jika dibandingkan dengan pembudidayaan rumput gajah asal Taiwan,
pada pemotongan awal maksimal 10 tunas, lain halnya rumput odot, pada saat
panen awal, jumlah sekitar 26 tunas per rumpun. Pada panen selanjutnya mencapai
200 tunas. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di Sulawesi Utara.
Rumput odot produksinya banyak karena banyaknya anakan yang dihasilkan.
Berbeda dengan rumput gajah, lebih sedikit lebih karena besar dan beratnya
batang, ujarnya.
Dikatakan pula, daun yang banyak pada rumput odot menunjukan banyaknya
kandungan protein. Hasil analisis yang dilakukan Fakultas Peternakan Unpad, tak
kurang 11 persen dibandingkan dengan rumput lapangan yang hanya kisaran 6-8
persen.
Terkait social budaya masyarakat, menurut Mansyur, karena rumput odot ukurannya
pendek, memudahkan peternak dalam memanen. Hampir sebagian peternak kita
seringnya memanen hijauan berupa hijauan yang dibawa Carangka, Karung
ataupun Sundung.
Pada sisi lain, katanya, peternakan di Jawa Barat kebanyakan peternakan domba.
Rumput odot sangat disukai hewan ini. Lain halnya dengan rumput gajah, karena
ukurannya lebih besar dianggap sulit diberikan kepada ternak domba.
Begitu pula dengan kondisi lahan peternak di Jawa Barat, yang rata-rata tak begitu
luas. Rumput odot dapat ditumpangsarikan dan dapat tumbuh bersamatanaman
lain, sehingga terjadi optimalisasi penggunaan lahan dan dapat meningkatkan per
satuan luas lahan.
Dalam pembudidayaanya, harus diperhatikan pemeliharaan yang baik, terutama
pemupukan, pembersihan gulma dan teknik pemanenan. Jika gagal melakukan
pemeliharaan tersebut, jangan terlalu berharap semua potensi genetiknya muncul.
http://epaper.pikiran-rakyat.com/index.php/component/flippingbook/book/1713rabu-17-juli-2013/61-juli.html

Bertanam Rumput pun Sudah tidak aman


Jumat, 19 Juli 2013

Pustaka
http://www.pn8.co.id/pn8/index.php?
option=com_content&task=view&id=1119&Itemid=2

Rumput ini merupakan rumput yang sangat mudah dibudidayakan yang


sangat disukai kambing, rumput ini hampir mirip dengan rumput gajah,
perbedaannya daun lebih lemas, tidak gatal karena bulu daun halus,
pertumbuhannya sangat cepat. Asal mula rumput ini berasal dari Amerika
dengan nama latin (Pennisetum purpureum cv. Mott) di daerah Jawa Timur,
rumput ini mulai dibudidayakan oleh seorang Peternak PE Tulungagung yang
bernama Pak Odot. Oleh sebab itu rumput ini juga dikenal dengan rumput
odot. Dari pengalaman di lapangan, pertumbuhan rumput ini sangat cepat,
jarak penanaman di upayakan 0,5 hingga 1 meter, karena 1 bibit rumput
odot dapat beranak menjadi lebih dari 60 batang lebih. sehingga dalam jarak
waktu 36 hari (apabila asupan kandungan humus tinggi) sudah dapat
dipanen. Keunggulan rumput ini: Setelah dipanen, 2 hari sudah mulai
bersemi kembali dan tetap tumbuh dengan baik dan cepat Pertumbuhan
cepat Tidak berbulu gatal Daun lemas dan batang lunak Sangat disukai
kambing 8. 200110120010 Fajar Nurani Pertanyaan: Apa yang akan terjadi
jika pemberian rumput gajah terlalu berlebihan pada ternak? Apakah rumput
gajah ini dapat terserang hama dan penyakit? Dan bagaimana cara
pencegahannya? Jawab: Seperti diketahui bahwa jika pemberian tanaman
pakan yang mengandung air tinggi secara berlebihan dapat menyebabkan
bloat pada ternak yang mengkonsumsinya. Juga karena serat kasarnya yang
cukup tinggi sehingga menyebabkan tidak sepenuhnya bagian daun dari
rumput gajah dapat dicerna oleh ternak.

http://www.slideshare.net/Ibrahimsandi/46-sandi-ibrahim

MENGENAL RUMPUT KAMBING SI ODOT


Kambing adalah hewan piaraan atau hewan ternak yang banyak
dibudidayakan oleh warga. Bagi kalangan warga desa, kambing sangat akrab
sekali sebagai tempat menabung, atau sebagai alternative sumber dana
yang mudah didapatkan. Ada beberapa keuntungan dari pemeliharaan
kambing yang diantaranya adalah : pakan sudah tersedia disekitar rumah,
mudah berkembang biak karena beranak lebih dari satu, tidak memerlukan
tempat yang istimewa, mudah perawatannya, sangat dibutuhkan oleh
banyak kalangan.
Dari beberapa keuntungan yang didapat itulah, banyak warga khususnya
warga desa ataupun petani berkeinginan membudidayakannya. Sebagian
besar dari warga desa atau petani sudah memiliki kambing. Kepemilikan
mereka tidak ada yang hanya seekor, tetapi kecenderungannya mereka
memiliki lebih dari satu ekor kambing. Bahkan banyak dari mereka
mengusahakan secara besar besaran alias komersial.
Untuk merawat ternak kambing yang utama adalah ketersedian pakan setiap
harinya harus terpenuhi. Karena kegiatan yang sangat sibuk terkadang
untuk menyediakan pakan harus kebingungan. Para petani yang sekaligus
peternak ini, timbullah pemikiran untuk menyediakan pakan yang lebih
gampang, mudah tersedia, cepat penyajiannya, dan tidak terlalu
memerlukan tenaga berlebih.
Ada satu cara dalam penyediaan pakan bagi ternak kambing ini, yaitu
membudidayakan rumput sebagai sumber utama dari pakan ternak
kambing. Salah satu dari rumput rumput yang disukai oleh kambing dan
banyak dipilih oleh para peternak adalah rumput gajah pendek, untuk daerah
Tulungagung dan sekitarnya sering dikenal sebagai nama rumput odot.
Konon cerita yang tersampaikan tentang rumput ini adalah berasal dari
Amerika latin yang dibawa oleh salah satu TKI asal Tulungagung. Rumput
yang panjangnya satu jengkal sebanyak tiga buah dicoba ditanam, ternyata
bisa tumbuh kemudian diujikan pada kambing, hasilnya ternyata palatabilitas
dari rumput jenis ini sangat baik. Dari sinilah lalu dibudidayakan dan
dikembangkan oleh bapak Odot, dan sekarang berkembang sangat luar
biasa.
Pembudidayaan rumput ini sangat gampang dan mudah sekali, cukup
membuat larikan, dan batang dari rumput ini dibenam dalam larikan.
Sebagai perawatan tanaman gunakan saja kotoran yang dihasilkan oleh
kambing, dan siram air cukup seminggu sekali atau bila diperlukan. Rumput
ini akan mati bila tergenang lebih dari dua malam dan tidak tumbuh
sempurna bila kekurangan air. Rumput ini sangat menyukai pada tanah yang
cukup air, tetapi tidak tergenang.
Dari pengalaman para peternak dengan keadaan yang subur, seekor
kambing hanya memerlukan pakan dengan luas rata rata 2 - 2,5 ru atau
seluas kurang lebih 28 35 m2. Dan memerlukan pakan kering tambahan
seberat 0,5 - 1 kg/hari/ekor.
Ciri ciri dari rumput ini adalah panjang ruas batang sekitar 1 cm, daun
seperti pita berwarna hijau, ketinggian panen tidak lebih dari 80 cm.
Perawakan pendek, sehingga cocok untuk hiasan ataupun ditanam dimuka

rumah, atau sebagai tanaman sela atau samping pagar rumah. Untuk
pemanenan diperlukan waktu sekitar 26 sampai dengan 32 hari. Dalam satu
larik sepanjang satu meter memiliki berat tanaman sekitar 15 kg, tergantung
dari besarnya rumpun.
Perkembangan dan permintaan yang luar biasa ini, dari para petani
mengupayakan terpenuhinya bibit. Untuk antisipasi hal tersebut, petani
sudah menyiapkan bibit berupa stek batang yang siap untuk ditanam.
Tanaman rumput ini sudah menyebar didaerah Blitar, Kediri, bahkan ada
permintaan dari Kalimantan. Untuk lebih lanjut, penulis belum menemukan
adanya pengujian gizi dari rumput ini. Untuk lebih jelasnya bisa
menghubungi BPP kec. Ngunut Kabupaten Tulungagung. Matur Suwun. Andri
Esaprana
http://epetani.deptan.go.id/budidaya/mengenal-rumput-kambing-si-odot2651

Rumput Gajah Super / Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Rumput Gajah Super adalah jenis rumput yang sangat mudah dibudidayakan sangat disukai kambing,
rumput ini mirip rumput gajah, perbedaannya daun lebih lemas, tidak menimbulkan gatal karena bulu daun
halus, pertumbuhannya rumput ini sangat cepat.
Rumput ini berasal dari Negeri paman sam dengan nama latin (Pennisetum purpureum cv. Mott) di daerah
Jawa Timur, rumput ini mulai dibudidayakan oleh Peternak PE Tulungagung yang sering di sapa Pak Odot.
Oleh karena itu rumput ini dikenal dengan nama rumput odot.
Dari pengalaman di lapangan, pertumbuhan rumput ini sangat cepat, jarak penanaman di usahakan 50
sampai dengan 100 cm, karena 1 bibit rumput odot dapat berkembang biak 60 batang lebih. sehingga
dalam kurun waktu 36 hari sudah dapat dipanen dengan catatan asupan nutrisi terpenuhi `
rumput gajah super ini sangat cocok untuk pakan ternak kamping, sapi, kerbau dan jenis ternak lain.

Keunggulan rumput ini:

setelah dipanen, 2 hari sudah mulai bersemi kembali dan tetap tumbuh dengan baik dan cepat

pertumbuhan cepat

tidak berbulu gatal

daun lemas dan batang lunak

sangat disukai kambing

Ciri-ciri Rumput Gajah Super/ Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Perkembangan biakan rumput odot ini sangat cepat, asalkan cukup asupan kandungan hara. Untuk pupuk
kami menggunakan pupuk dari kotoran kambing yang telah kami fermentasi dan urine kambing

http://ternakkambingmodern.blogspot.com/2013/01/rumput-gajah-superodot-pennisetum.html

Merupakan rumput yang sangat mudah dibudidayakan yang sangat disukai kambing,
rumput ini hampir mirip

dengan rumput gajah, perbedaannya daun lebih lemas,

tidak gatal karena bulu daun halus, pertumbuhannya sangat cepat.


Asal mula rumput ini berasal dari Amerika dengan nama latin (Pennisetum purpureum
cv. Mott) di daerah Jawa Timur, rumput ini mulai dibudidayakan oleh seorang Peternak
PE Tulungagung yang bernama Pak Odot. Oleh sebab itu rumput ini juga dikenal dengan
rumput odot.
Dari pengalaman di lapangan, pertumbuhan rumput ini sangat cepat, jarak penanaman di
upayakan 0,5 hingga 1 meter, karena 1 bibit rumput odot dapat beranak menjadi lebih
dari 60 batang lebih. sehingga dalam jarak waktu 36 hari (apabila asupan kandungan
humus tinggi) sudah dapat dipanen.
Keunggulan rumput ini:
-setelah dipanen, 2 hari sudah mulai bersemi kembali dan tetap tumbuh dengan baik dan
cepat
-pertumbuhan cepat
-tidak berbulu gatal
-daun lemas dan batang lunak
-sangat disukai kambing

Ciri-ciri Rumput Gajah Super/ Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Ini adalah foto rumput gajah super mott yang ditanam dengan jarak 1,2 meter. Pada
awalnya hanya satu bibit dan dapat berkembang menjadi lebih dari 60 anakan. Semakin
lebar jarak tanam, maka anakan semakin banyak
Tinggi rata-rata rumput ini sekitar 1 meter.
http://www.lembahgogoniti.com/component/content/article/37-rumput-gajah-superodot.html

Perkembangan rumput ini sangat cepat, asalkan cukup asupan kandungan hara,
pupuk foto di bawah adalah foto rumput ini setelah berumur 5 hari(di panen 5 hari
yang lalu sejak foto ini diambil 16-10-2010). Untuk pupuk kami menggunakan pupuk
dari kotoran kambing yang telah kami fermentasi dan urine kambing

Foto-foto rumput gajah super / odot selengkapnya dapat Anda lihat di sini

Pengaruh Jarak Tanam terhadap Hasil, Komponen dan


Kualitas Rumput Gajah Mott ( Pennisetum purpureum cv.
Mott)
22 November 2011

Rumput Gajah mott merupakan rumput yang mempunyai tekstur daun yang halus dan
batang yang lunak. Setelah kami mencari referensi dari berbagai literatur dan internet,
berdiskusi dan sharing dengan rekan ternyata peternaka rumput ini mempunyai banyak
kesamaan dengan rumput gajah odot. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jarak
penanaman , Muhammad Yassin, M. Asghar Malik dan M. Shafi Nazir Jurusan Agronomi
Universitas Agriculture Pakistan melakukan penelitian tentang pengaruh jarak tanam
terhadap hasil, komponen dan kualitas rumput gajah mott. Penelitian ini dilakukan
dengan cara menanam rumput gajah mott dengan jarak penanaman 45cm x 45cm, 60cm
x 60cm, 75cm x 75cm, 90cm x 90cm, 105cm x 105 cm, 120cm x 120cm. Dengan
perlakuan yang sama seperti pemupukan, pengairan, pemanenan dan pengujian lab
kandungan rumput gajah mott, ternyata terdapat perbedaan hasil, komponen dan kualitas
rumput tersebut. Untuk keakurasian data, pengukuran dilakukan berulang sebanyak 4
kali dan hasilnya di rata-rata. Hasil maksimal panen rumput gajah mott setelah 3 kali
pemanenan.

Berikut data tabel pengaruh jarak tanam rumput gajah mott


No.
Jarak Tanam
Tinggi
Anakan
P. Daun
P. Btng
L. Daun
L. Btng
D.daun
D.btng
Hasil
1
45cm x 45 cm
128,9
11,50
14,90
8,18
2,88
1,00
72,93
62,49
387,50
2

60cm x 60 cm
128,1
13,42
13,80
8,02
2,56
0,82
72,43
62,64
252,91

3
75cm x 75 cm
126,9
16,00
13,15
7,78
2,46
0,75
72,41
61,95
177,54
4
90cm x 90 cm
122,0
18,00
12,55
7,05
2,15
0,68
72,16
61,63
140,75

5
105cm x 105 cm
117,2
20,50
12,13
6,60
2,14
0,61
71,56
61,29

116,23
6
120cm x 120 cm
111,5
22,25
11,50
6,50
2,03
0,50
71,08
61,16
100,19

Keterangan

Tinggi (rata-rata tinggi rumput dalam cm)

Anakan= Jumlah rata-rata anakan dalam 1 lubang

P. Daun = Protein Daun (dalam %)

P. Btng = Protein Batang (dalam %)

L. Daun = Lemak Daun (dalam %)

L. Btng = Lemak Batang (dalam %)

D. Daun = Digestibility / Kecernaan Daun (dalam %)

D. Btng = Digestibility / Kecernaan Batang (dalam %)

Hasil =hasil (dalam ton per ha, setelah 3 kali masa panen)

Dari data tabel di atas dapat kami simpulkan bahwa semakin dekat jarak tanam, maka
kandungan protein, lemak kecernaan dan hasil dari rumput gajah mott semakin tinggi.
Yang menarik dari data di atas yaitu kecernaan daun dan batang ternyata tidak begitu

jauh. Hal ini disebabkan batang rumput gajah mott yang lunak sehingga apabila
diberikan ke ternak dapat dimakan langsung tanpa harus dichoper terlebih dahulu.
Untuk Jumlah Anakan rumput gajah mott ternyata berbeda dengan yang kami tanam di
lahan kami. Untuk penanaman pada jarak 120 cm Jumlah anakan rumput gajah mott
yang kami tanam di lahan kami anakannya bisa mencapai 60 anakan.
Sumber : Pakistan Journal of Agronomy- Universty of Agriculture, Faisalabad
Pakistan
http://www.lembahgogoniti.com/artikel/29-pakan-kambing/117-pengaruh-jarak-tanamterhadap-hasil-komponen-dan-kualitas-rumput-gajah-mott-pennisetum-purpureum-cvmott.html