Anda di halaman 1dari 10

MOTIVASI KERJA, KOMITMEN KARYAWAN, DAN BUDAYA ORGANISASI,PENGARUHNYA

TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. GUDANG GARAM MANADO


Oleh:
Agus Setiawan
Email :123gusagus@gmail.com
Program Studi Tenik Industri
STT. Wastukancana Purwakarta

ABSTRAK
PT. Gudang Garam merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, di mana memiliki
jumlah karyawan melebihi 1.000 orang yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Sebagai suatu
perusahaan rokok terbesar PT. Gudang Garam memperhatikan para karyawan dengan berbagai fasilitas
dan kompensasi yang sesuai dengan upah minimum yang berlaku. Terdapatnya jaminan sosial kesehatan
kerja dan juga tunjangan hari raya, itu diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal dari
karyawan ke PT. Gudang Garam lewat kinerja yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
pengaruh motivasi kerja, komitmen karyawan, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Populasi
penelitian ini adalah 61 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 61 orang dengan menggunakan
teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik dan hipotesis
serta analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan dan parsial motivasi
kerja, komitmen karyawan, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan. Pihak manajemen PT. Gudang Garam Manado sebaiknya meningkatkan motivasi kerja karena
berpengaruh sangat lemah terhadap kinerja karyawan.
ABSTRACT
PT. Gudang Garam is one of the largest cigarette company in Indonesia, which has a number of employees exceeds
1,000 people spread across Indonesia. As one of the largest tobacco company PT. Gudang Garam care for
employees with a variety of facilities and compensation in accordance with the applicable minimum wage. The
presence of social security and occupational health holiday allowance, it is expected to provide a maximum
contribution of employees to the PT. Gudang Garam through maximum performance. This study aimed to examine
the effect of work motivation, employee commitment, and organizational culture on employee performance. The
population was 61 persons and 61 samples were used as the sampling technique using saturated. This study used a
test of validity, reliability, classical assumptions and hypotheses and multiple linear analysis. The results showed
that simultaneous and partial work motivation, employee commitment, and organizational culture and a significant

positive effect on employee performance. The management of PT. Gudang Garam Manado should increase the
motivation to work as a very weak influence on employee performance

Pendahuluan

sebagai hasil interaksi antara individu dengan

Latar Belakang

lingkungan. Berkaitan dengan karyawan PT. Gudang

Organisasi memerlukan manajemen yang berkaitan

Garam, maka lingkungan yang dimaksud tidak lain

dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan tersebut

adalah PT. Gudang Garam Manado sebagai tempat

bagi perusahaan tersebut. Tidak hanya pada sektor

karyawan bertugas. Komitmen karyawan terhadap

swasta, sektor publik juga memerlukan manajemen

organisasi merupakan fenomena sebagai implikasi

yang baik agar dapat memberikan pelayanan kepada

dari berbagai perubahan yang terjadi. Sikap kerja

publik atau masyarakat yang memerlukan dengan

karyawan yang mengalami perubahan pesat adalah

baik pula. Berhasil atau tidaknya suatu organisasi

komitmen karyawan terhadap organisasi tempat

dalam mencapai tujuannya tergantung pada individu

mereka bekerja. Menurutnya, kemajuan teknologi

organisasi itu sendiri dalam menjalankan tugas

dan isu globalisasi mendorong organisasi mengubah

mereka. PT. Gudang Garam merupakan salah satu

cara pengelolaan organisasi, dan secara tidak

perusahaan rokok terbesar di Indonesia, di mana

langsung kondisi ini akan berdampak pada sikap

memiliki jumlah karyawan melebihi 1.000 orang

karyawan terhadap pekerjaannya maupun organisasi

yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Sebagai

yang

suatu persusahaan rokok terbesar PT. Gudang Garam

(organizational

memperhatikan para karyawan dengan berbagai

bagaimana seorang individu mengidentifikasikan

fasilitas dan kompensasi yang sesusai dengan upah

dirinya dengan organisasi dan terikat dengan tujuan-

minimum yang berlaku. Terdapatnya jaminan sosial

tujuannya Budaya organisasi yang tumbuh dalam PT.

kesehatan kerja dan juga tunjangan hari raya, itu

Gudang

diharapkan

meningkatkan

dapat

memberikan

kontribusi

yang

mempekerjakannya.

Komitmen

commitment)

Garam

Manado

organisasi

mencerminkan

semestinya

komitmen karyawannya

dapat
sehingga

maksimal dari karyawan ke PT. Gudang Garam lewat

dapat menghasilkan kinerja yang memuaskan.Namun

kinerja yang maksimal. Kinerja yang maksimal salah

bentuk komitmen yang muncul diharapkan bukan

satunya diukur dengan kehadiran, karena daftar hadir

hanya bersifat loyalitas yang pasif, tetapi juga

yang diambil setaip harinya adalah pengukuran

melibatkan hubungan yang aktif dengan organisasi

kinerja yang paling fleksibel dilakukan, mengingat

kerja yang memiliki tujuan memberikan segala usaha

dengan adanya kompensasrsi dan fasilitas-fasilitas

demi keberhasilan organisasi. Mereka yang lebih

yang menunjang para karyawan PT. Gudang Garam

komitmen terhadap organisasinya akan lebih siap

agar bisa lebih termotivasi untuk berprestasi dan

melakukan

meminimalisir ketidakhadiran mereka di tempat kerja

organisasi. Kolaborasi antara motivasi, budaya

Motivasi adalah keinginan untuk melakukan upaya

organisasi dan komitmen diharapkan mampu menjadi

yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi dan

kesatuan yang kokoh sehingga dapat menghasilkan

sekaligus memuaskan kebutuhan individu. Motivasi

kinerja yang baik dan sesuai dengan pencapaian

merupakan salah satu faktor yang menentukan

tujuan.

berbagai

upaya

demi

keberhasilan

tingkat prestasi kerja individu. Motivasi kerja yang

Tujuan Penelitian

dimiliki karyawan PT. Gudang Garam Manado pada

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh:

dasarnya bisa muncul dari dalam diri sendiri dan

1. Motivasi kerja, komitmen karyawan, dan budaya

Kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri melalui

organisasi

memaksimumkan penggunaan kemampuan, keahlian

secara

simultan

dan

signfikansinya

terhadap kinerja karyawan Gudang Garam Manado.

dan potensi.

2. Motivasi kerja secara parsial dan signifikansinya

Komitmen Karyawan

terhadap terhadap kinerja karyawan Gudang Garam

Rachmawati (2008:45) mendefinisikan komitmen

Manado.

karyawan sebagai kekuatan yang bersifat relatif dari


dan

karyawan dalam mengidentifikasikan keterlibatan

signifikansinya terhadap terhadap kinerja karyawan

dirinya ke dalam organisasi. Pratiwi (2012:21), ketiga

Gudang Garam Manado.

bentuk dari komitmen ini disebut sebagai affective

3.

4.

Komitmen

Budaya

karyawan

organisasi

secara

secara

parsial

parsial

dan

commitment,

continueance

signifikansinya terhadap terhadap kinerja karyawan

normative commitment.

Gudang Garam Manado.

1.

Komitmen

Afektif

commitment

(Affective

dan

commitment),

Komitmen afektif didefinisikan sebagai sampai


derajad manakah seorang individu terikat secara

TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori Motivasi Kerja

psikologis pada organisasi yang mempekerjakannya

Daft (2010:373) motivasi dapat diartikan sebagai

melalui perasaan seperti loyalitas, affection, karena

kekuatan yang muncul dari dalam ataupun dari luar

sepakat terhadap tujuan organisasi. Menurut definisi

diri seseorang dan membangkitkan semangat serta

tersebut, maka komitmen afektif seorang individu

ketekunan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

berhubungan

Motivasi pekerja akan mepengari produktifitasnya

identifikasi tersebut dengan organisasi.

dan sebagai bagian dari tugas dari seorang manajer

2. Komitmen Kontinuen (Continuance commitment),

adalah menyalurkan motivasi kerah pencapaian

Komitmen

kontinuen

tujuan

bahwa

didasarkan

pada

kerugian

manusia dimotivasi untuk memuaskan sejumlah

organisasi,

yang

seringkali

kebutuhan yang melekat pada diri setiap manusia

calculative commitment. Dengan kata lain, seorang

yang cenderung bersifat bawaan. Hipotesis Maslow

karyawan memiliki komitmen kontinuan yang kuat

mengatakan bahwa lima jenjang kebutuhan yang

disebabkan meraka merasa membutuhkannya (need

bersemayam

(Gibson,dkk

to) dan adanya pertimbangan kerugian biaya bila

2013:189) terdiri dari : 1. Fisiologis: Makanan,

meninggalkan organisasi (seperti pensiun, status,

minuman tempat tinggal dan sembuh dari rasa sakit.

senioritas), atau kesulitan mendapatkan alternatif

2. Keamanan dan keselamatan: Kebutuhan untuk

pekerjaan di tempat lain.

kemerdekaan dan ancaman yaitu keamanan dari

3. Komitmen Normatif (Normative Commitment),

kejadian atau lingkungan yang mengancam 3. Rasa

Komitmen normatif adalah keyakinan dari karyawan

memiliki, sosial dan kasih sayang: Kebutuhan atas

bahwa dia merasa harus tinggal atau bertahan dalam

persahabatan, berkelompok, interaksi dan kasih

organisasi karena suatu loyalitas personal, sehingga

sayang 4. Penghargaan: Kebutuhan atas harga diri

karyawan dengan komitmen normatif yang tinggi

dan pengahrgaan dari pihak lain 5. Aktualisasi Diri:

akan bertahan dalam organisasi.

organisasi.

dalam

Maslow

diri

menyatakan

manusia

dengan

ikatan

adalah

emosional

komitmen
bila

atau

yang

meninggalkan

diartikan

sebagai

Menggunakan rumus, responden terpilih Slovin


Budaya Organisasi

sebagai sampel dari 50,5% dari jumlah 198 karyawan

Riani (2011:7) mengemukakan, budaya organisasi

yang berasal dari pembuatan 155 karyawan, sumber

adalah nilai-nilai, keyakinan dan prinsip-prinsip dasar

daya manusia sejumlah 19 karyawan, pemasaran

yang merupakan landasan bagi sitem dan praktek-

sejumlah 14 karyawan, dan akuntansi dari 10

praktek manajemen serta pelikau yang meningkatkan

karyawan.

dan

tersebut.

menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)

Ivancevich,dkk (2007:44) mendefinisikan budaya

melalui program AMOS 16.0, hasil penelitian

organisasi sebagai suatu pola dari sumber dasar yang

menunjukkan hipotesis yang diajukan 7, ada hipotesis

diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh

yang signifikan 6 atau diterima dan ada hipotesis

sekelompok

menghadapi

ditolak. Puspasari (2012), penelitian ini bertujuan

masalah, adaptasi eksternal dan integritas internal

untuk menganalisis pengaruh motivasi dan budaya

yang telah berjalan cukup baik untuk dianggap valid

organisasi terhadap komitmen organisasi dan kinerja

dan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang

karyawan. Penelitian ini dilakukan pada seluruh

benar untuk berpersepsi, berpeikir, dan berperasaan

karyawan PT. Citra Sena Sukses Semarang yang

sehubungan dengan masalah yang dihadapi.

berjumlah 60 orang. Penelitian ini dirancang sebagai

Kinerja Karyawan

suatu penelitian empiris untuk menguji hipotesis dan

Riani (2011:98) Kinerja adalah hasil kerja secara

didesain sebagai penelitian cross sectional. Metode

kualitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam

yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung

analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda.

jawab yang diberikan. Kinerja atau performance

Sedangkan untuk menguji instrument dilakukan

merupakan perilaku organisasi yang secara langsung

melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis

berhubungan dengan aktivitas hasil kerja, pencapaian

regresi diketahui bahwa motivasi dan budaya

tugas dimana istilah tugas berasal dari pemikiran

organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap

aktivitas

komitmen organisasi, motivasi dan budaya organisasi

mengutkan

prinsip-prinsip

tertantu

yang

saat

belajar

dibutuhkan

oleh

pekerjaan

(Hasibuan,2011:56).

Berdasarkan

hasil

analisis

data

berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja


pegawai. Hasil analisis diketahui bahwa motivasi dan

Penelitian Terdahulu

budaya organisasi secara bersama-sama (simultan)

Noor (2012), penelitian ini bertujuan untuk menguji

berpengaruh terhadap komitmen organisasi dan

dan membuktikan pengaruh budaya organisasi,

kinerja karyawan

komitmen organisasi, dan motivasi kerja terhadap

Paradigma Penelitian

kepuasan kerja dan kinerja karyawan PT Indofood

Paradigma penelitian dapat digambarkan sebagai

Sukses Makmur Tbk Kalimantan. Populasi dalam

berikut:

penelitian ini adalah karyawan PT Indofood Sukses


Makmur Tbk Kalimantan beberapa 392 karyawan
yang berasal dari manufaktur, pengembangan sumber
daya

manusia,

pemasaran,

dan

akuntansi.
Gambar 1. Paradigma Penelitian

Sumber: Kajian Teori 2014

Populasi dan Sampel Penelitian

Hipotesis

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri

Hipotesis penelitian sebagai berikut :

atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau

H1 : Motivasi kerja, komitmen kerja, dan budaya

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

organisasi diduga berpengaruh secara simultan

untuk

terhadap kinerja karyawan.

kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi

H2 : Motivasi kerja diduga berpengaruh secara

obyek dan benda-benda alam lain. Populasi juga

parsial terhadap kinerja karyawan.

bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau

H3 : Komitmen kerja diduga berpengaruh secara

subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh

parsial terhadap kinerja karyawan.

karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau

H4 : Budaya organisasi diduga berpengaruh secara

obyek tersebut (Sugiyono, 2010:79). Populasi dalam

parsial terhadap kinerja karyawan.

penelitian ini adalah karyawan PT. Gudang Garam

dipelajari

dan

kemudian

ditarik

Manado yang berjumlah 61 orang. Sampel dalam


METODE PENELITIAN

penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT.

Jenis Penelitian

Gudang Garam Manado yaitu 61 karyawan. Metode

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

pengambilan sampel yang digunakan adalah metode

adalah penelitian asosiatif untuk melihat pengaruh

total sampling yakni seluruh populasi menjadi

dan

hubungan

(independent

kausal

antar

variabel

bebas

anggota

yang

akan

variable)

yaitu

motivasi

kerja,

(Sugiyono, 2010:82).

diamati

sebagai

sampel

komitmen karyawan dan budaya organisasi, dengan

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

variabel terikat (dependent variable) yaitu kinerja

1. Motivasi Kerja (X1) adalah dorongan yang

karyawan pada PT. Gudang Garam di Manado

melandasi semangat kerja karyawan yang muncul

(Sugiyono, 2010:40).

dari diri karyawan (Gibson,dkk.2013:189).Indikator:

Tempat dan Waktu Penelitian

a. Fisiologis.

Penelitian ini dilakukan pada di PT. Gudang Garam

b. Keamanan dan keselamatan.

dengan alamat Kantor Jl. Raya Manado Tomohon

c. Rasa memiliki, sosial dan kasih sayang.

Kelurahan Winangun Kecamatan Malalayang Kota

d. Penghargaan.

Manado Provinsi Sulawesi Utara. Waktu penelitian

e. Aktualisasi diri.

ialah pada Bulan Mei dan Juni 2014.

2. Komitmen Karyawan (X2) adalah kekuatan yang


bersifat

relatif

dari

karyawan

dalam

Metode Pengumpulan Data

mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data-

organisasi (Pratiwi,2012). Indikator :

data penelitian ini adalah:

a. Komitmen afektif

1. Studi kepustakaan
2. Studi lapangan
3. Penyebaran kuesioner

b. Komitmen kontinuen
c. Komitmen normatif
3. Budaya organisasi (X3) adalah sebagai suatu pola
dari sumber dasar yang diciptakan, ditemukan atau

dikembangkan oleh sekelompok tertentu saat belajar

Uji

menghadapi

dan

Cronbach yang dihitung baik berdasarkan varian skor

integritas internal yang telah berjalan cukup baik

dari setiap butir dan varians total butir ataupun

untuk dianggap valid dan diajarkan kepada bawahan

melalui koefisien korelasi produk momen antar skor

(Ardana, dkk.2009:167). Indikator:

setiap butir (Mustafa, 2009:45). Jika koefisien

a. Inovasi dan pengambilan resiko.

reliabilitas hasil perhitungan menunjukkan angka

b. Perrhatian ke hal rinci (detail).

0,60, maka dapat disimpulkan bahwa instrument

c. Orientasi hasil.

yang bersangkutan dinyatakan reliabel.

d. Orientasi orang.

Teknik Analisis Data

e. Orientasi tim.

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke

f. Keagresifan.

dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan

g. Kemantapan stabilitas

diinterpretasikan.

4. Kinerja Karyawan (Y) adalah sesuatu yang

digunakan statistik. Fungsi pokok statistik adalah

dicapai, kemampuan dan kemauan karyawan yang

untuk menyederhanakan data penelitian, selain itu

dipengaruhi oleh imbalan yang diberikan oleh

fungsinya untuk memungkinkan peneliti untuk

pimpinan perusahaan sehingga karyawan terdorong

menguji apakah ada hubungan atau hubungan yang

untuk bekerja lebih giat Riani (201:98). Indikator:

diamati memang betul terjadi atau hanya secara

masalah,

adaptasi

eksternal

menggunakan

Dalam

koefisien

proses

ini

Alpha

seringkali

kebetulan (Effendi & Tukiran, 2012:45).

a. Kualitas kerja.

Analisis Regresi

b. Kuantitas kerja.

Analisis regresi linear berganda adalah analisis untuk

c. Kehadiran di tempat kerja.

mengukur kekuatan hubungan antar dua variabel atau

d. Sikap kooperatif.

lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara


variabel dependen dengan variabel independen

Metode Analisis Uji Validitas


Uji validitas atau derajat ketepatan mengukur sejauh
mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam
melakukan fungsi ukurnya (Yamin & Kurniawan,
2009:23). Cara mengukurnya

reliabilitas

validitas melalui

menghitung harga koefisien korelasi sederhana


(Pearson Correlation) antara skor masing-masing
butir dengan skor total dari butir-butir tersebut
sebagai kriterianya.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas/keandalan (derajat konsistensi) adalah
ukuran yang menunjukkan seberapa tinggi suatu
instrument dapat dipercaya atau dapat diandalkan,
artinya reliabilitas menyangkut ketepatan (dalam
pengertian konsisten) alat ukur (Mustafa, 2009:44).

(Ghozali, 2009:53). Adapun formula untuk metode


Analisis Regresi Berganda adalah sebagai berikut:
Y = b0 + 1X1 + 2X2 + 3X3 +
Dimana:
b0 = Konstanta
1 = Koefisien regresi untuk X1
2 = Koefisien regresi untuk X2
3 = Koefisien regresi untuk X3
= Standar error
Y = Kepuasan Konsumen
X1 = Fasilitas
X2 = Servicescape
X3= Kualitas pelayanan

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Tabel 4. Hasil Pengujian Validitas Z

Hasil Peneltian
Hasil penelitian yang dilakukan dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1.

Pengujian Validitas

Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas X1

2.

Pengujian Reliabilitas
Tabel 5. Hasil Pengujian Reliabilitas X1

Tabel 6. Hasil Pengujian Reliabilitas X2

Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas X2

Tabel 7. Hasil Pengujian Reliabilitas X3

TAbel 8. Hasil Pengujian Reliabilitas Z


Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas X3

3.

Hasil Pengujian analisis jalur

Output Hasil Pengujian Analisis Jalur

Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

Kinerja_Karyawan
Kinerja_Karyawan
Kinerja_Karyawan

Estimate S.E.
C.R.
P
<--- Komitmen_Karyawan
-0.357 0.246 -1.452 0.146
<--- Budaya_Organisasi
2.445 0.857 2.852 0.004
<--- Motivasi_Kerja
-0.059 0.135 -0.438 0.662

Label
par_12
par_13
par_14

Effendi, S., & Tukiran, 2012. Metode Penelitian


Survei. Edisi Revisi 2012. LP3ES, Jakarta.

Pembahasan
Dari

hasil

analisis

menggunakan

SPSS

dan

AMOS,diketahui bahwa :
Pengaruh

Komitmen

Karyawan

Terhadap

Hasil analisis menunjukkan komitmen karyawan


tidak berpengaruh terhadap kinerja karena

Universitas Diponegoro, Semarang.


Jilid 1. Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta.
Hasibuan,

Malayu

S.P. 2011.

Manajemen

Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta:

bernilai -0,357.
Budaya

dengan Program SPSS. Badan Penerbit


Gibson, Ivancevich, Donnelly. 2013. Organisasi

Kinerja Karyawan

Pengaruh

Ghozali, I. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate

Organisasi

Terhadap

Kinerja Karyawan

Bumi Aksara
Ivancevich John M, Robert Konopaske, Michael

Hasil analisis menunjukkan budaya organisasi

T. Mateson (2007) Perilaku dan manajemen

berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan

Organisasi Jilid Edisi ke tujuh. Penerbuit

nilai 2.445

Erlangga

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja


Karyawan
Hasil analisis menunjukkan Motivasi kerja tidak

Mustafa, Z. 2009. Mengurai Variabel Hingga


Instrumentasi. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Noor Zainul Arifin. 2012 Pengaruh Budaya

berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan

Organisasi,

Komitmen

Organisasi

dan

nilai -0,059.

Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja


dan Kinerja Karyawan Ekuitas: Jurnal

Penutup

Ekonomi dan Keuangan. ISSN 1411- 0393

Kesimpulan

Volume 16, Nomor 4, Desember 2012.

Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Diakses 30 April 2014. Hal 473 486.

1.

Budaya organisasi secara simultan berpengaruh


signifikan terhadap kinerja karyawan

2.

Sedangkan komitmen karyawan dan motivasi


kerja secara siultan tidak mempunyai pengaruh
besar terhadap kinerja karyawan.

Daftar Pustaka

Ardana Komang, Ni Wayan Mujiati, Anak agung


Ayu Sriathi 2009 Perilaku Keorganisasian.
Edisi 2 Penerbit Graha Baru, Jakarta.
Daft Richard L. 2010 Era Baru Manajemen.
Penerbit Salmba Empat, Jakarta.