Anda di halaman 1dari 55

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 3 x 3 x 50 menit

Pertemuan ke-

: 1, 2 dan 3

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menggambarkan satuan besaran fisis dan bentuk vektor.
B. Pokok

Bahasan : Sistem satuan, besaran fisis dan vektor.

C. Sub Pokok Bahasan


1. Ketelitian dan angka berarti
2. Vektor dan penjumlahan vektor
3. Komponen-komponen vektor
4. Vektor Satuan
5. Perkalian vektor
D. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menerangkan

Kegiatan Mahasiswa
- Mahasiswa

Media dan Alat


Pengajar

memperhatikanPapan

tulis

pengertian standar

dan kemudian dapat kembaliwhite board

satuan secara umum

memberikan

dan Internasional

(feed back) atas pertanyaan

System (SI)

yang diterangkan guru.

2. Menjelaskan besaran

umpan

- Memperhatikan

balik

Penyajian

fisis yang sudah dikenal


3. Menjelaskan pengertian - Memperhatikan
standar dan satuan

- Memberikan feedback

Papan

tulis

white board

4. Menanyakan pengertian - Diskusi


standar dan satuan
5. Menjelaskan
konsistensi satuan
6. Memberikan contoh
angka yang berarti
7. Menunjukkan beberapa - Memperhatikan

Penutup

contoh ukuran fisis,

- Diskusi

satuan, angka berarti,

- Tanya jawab, feedback

vektor

- Mengerjakan tugas rumah

Papan

tulis

white board

8. Mengundang
pertanyaan dari
mahasiswa lain
9. Menugaskan mahasiswa
mengerjakan soal pada
halaman 22-23 pada
buku Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid I, 1991)
10. Memberikan gambaran
umum materi
perkuliahan yang akan
datang

E. Evaluasi
1. Pada pengukuran panjang benda, di dapat hasil pengukurannya 0,04070 meter.
Berapakah angka penting dari hasil pengukuran tersebut ?
2. Sebuah kubus mempunyai rusuk-rusuk 25 cm, berapakah volume kubus tersebut
bila dituliskan dengan mengingat aturan angka penting?
3. Tuliskan dimensi dari tekanan!

4. Sebuah perahu hendak menyeberangi sungai, kecepatan perahu 10 m/s. perahu


diarahkan 600 terhadap arus sungai yang kecepatannya 6 m/det. Hitunglah
kecepatan resultan perahu!
5. Tiga vektor gaya, F1, F2, dan F3 sebidang, bertitik tangkap sama, berturut-turut
besarnya 30 dyne, 20 dyne dan 40 dyne. Berapakah sudut apit antara F1 dan F2
agar ketiga gaya setimbang?
6. Cari jumlah atau resultan dari perpindahan berikut ini A 25 m ke barat laut, B =
50 m ke selatan, C = 100 m ke timur secara grafis !
7. Seorang

mengendarai sepeda ke arah selatan sepeda menjadi 25 km/jam.

Berapakah sudut penyimpangan sepeda ?

F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 2 20

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 3 x 50 menit

Pertemuan ke-

:4

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa macam gaya dan aplikasinya
B. Pokok Bahasan : gaya
C. Sub Pokok Bahasan : Macam macam Gaya
D. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

kuliah minggu lalu

Media dan Alat


Pengajar
Papan

tulis

white board

2. menerangkan macammacam gaya


3. Menerangkan
pengertian gaya
Penyajian

4. Menerangkan cara
menghitung gaya

- Memperhatikan, lalu

Papan

tulis

- Tanya jawab

white board

5. Memberikan contoh dan - Diskusi


Penutup

latihan
6. Menerangkan kembali
tentang gaya

- Memperhatikan

Papan

tulis

- Diskusi

white board

7. Memberikan tugas untuk- Tanya jawab, feedback dan


membaca referensi

memberikan tugas

yang dianjurkan
8. Memberikan tugas hal.
48-49 Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid. I, 1991)

E. Evaluasi
1. Sebuah benda P dari 10 kg terletak pada bidang miring yang sudut miringnya 30 0,
koefisien geseknya 1/5 3. pada benda tersebut bekerja sebuah gaya F yang
mengapit seudut 300 dengan arah keatas (atau 600 dengan garis mendatar ke atas).
Jika benda tersebut diberi kecepatan awal ternyata benda bergerak turun beraturan,
hitunglah F!
2. Massa balok 2 kg dengan sudut tg = . Koefisien gesekan antara balok dengan
benda mriing 0,25. Berapakah percepatan balok jika gaya yang menekan balok F
80N?
3. Dua buah pegas dari 100 N/m dan 150 N/m dihubungkan secara paralel. Jika
susunan pegas tersebut bertambah panjang 5 cm, berapakah gaya yang bekerja pada
susunan pegas itu?
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 8

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 3 x 50 menit

Pertemuan ke-

:5

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menjelaskan keseimbangan dan penggunaanya
B. Pokok Bahasan : Keseimbangan

C. Sub Pokok Bahasan :


1. Keseimbangan
2. Model keseimbangan ideal
3. Keseimbangan sebuah partikel

D. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata


kuliah minggu lalu.

Kegiatan Mahasiswa

Media dan Alat


Pengajar

- Menjawab

Papan

- Memperhatikan setelah

white board

2. Menerangkan tentang

tulis

menerangkan tiap sub pokok

keseimbangan

bahasan diminta feeback

3. Menerangkan model

(umpan balik) dari yang

kesetimbangan

telah dijelaskan itu.

4. Menerangkan
kesetimbangan sebuah
partikel
Penyajian

5. Menerangkan cara

Memperhatikan

Papan

tulis

menentukan

Tanya jawab

white board

kesetimbangan

Memberikan feedback

6. Memberikan contoh

diskusi

menentukan model
kesetimbangan
7. Menjelaskan
kesetimbangan sebuah
Penutup

partikel
8. Menerangkan kembali
tentang kesetimbangan,
model-model
kesetimbangan,
kesetimbangan sebuah
partikel
9. Memberikan tugas
membaca referensi

Papan

tulis

white board

yang dianjurkan
10. Memberikan tugas hal.
48-49 Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid. I, 1991)
E. Evaluasi
1. Menurut simetri, pusat gravitasi terletak pada sumbu dan gravitasi dari masingmasing bagian terletak pada tengah-tengah antara kedua ujungnya. Isi dari keping
adalah 8 cm3 dan isi batang 12 cm3. Karena berat dari kedua bagian sebanding
dengan isi.
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 58 70

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 3 x 2 x 50 menit

Pertemuan ke-

: 6 dan 7

A. Tujuan Instruksional
1. Umum

Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada


ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa macam gerak benda tanpa memandang
gaya yang mengakibatkannya.
B. Pokok Bahasan : Gerak Benda
C. Sub Pokok Bahasan
1. Gerak
2. Kecepatan rata-rata
3. Percepatan rata-rata
4. Percepatan rata rata dan percepatan tetap
5. Gerak dan percepatan tetap
6. Kecepatan koordinat dengan integrasi

D. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

Media dan Alat


Pengajar
Papan

kuliah minggu lalu.

tulis

white board

2. Menerangkan tentang
gerak
3. Menerangkan kecepatan
rata-rata
4. Menerangkan kecepatan
sesaat.
5. Menerangkan
percepatan rata-rata dan
percepatan tetap
6. Menerangkan kecepatan
Penyajian

koordinat dan integrasi


7. Menerangkan cara
- Memperhatikan
menentukan gerak
8. Memberikan contoh

- Mengambil
semua

yang

Papan

tulis

kesimpulanwhite board
diterangkan

menentukan model
gerak.

dosen.
- Tanya jawab

9. Menjelaskan gerak

- Diskusi

sebuah partikel.
10. Menerangkan kembali - Memperhatikan

Penutup

tentang gerak,

- Menanyakan

kecepatan rata-rata dan

Papan

hal-hal

tulis

yangwhite board

belum mengerti

kecepatna tetap,gerak
dengan percepatan
tetap, kecepatan,
koordinat dengan
integrasi
11. Memberikan tugas
untuk membaca
referensi yang
dianjurkan.
12. Memberikan tugas hal.
71-72 pada buku Fisika
untuk Universitas
(Sears, W. Jilid I, 1991)

E. Evaluasi
1. Sebuah benda mempunyai kecepatan awal 40 m / dt mendapat perlambatan 5 m/dt

secara beraturan. Maka mobil tersebut akan berhenti setelah menempuh jarak
sejauh berapa meter ?
2. Mobil pada saat mulai direm kecepatannya 72 km/jam hingga mobil bergerak
diperlambat beraturan dengan perlambatan 4m/dt 2. Seberapa jauhkan jarak yang
telah ditempuh mobil untuk berhenti?
3. Suatu kereta api

ekspresss mula-mula bergerak

dengan kecepatan tetap 108

km/jam. Tiba-tiba direm secara beraturan dan setelah menempuh jarak 100 m sejak
direm, kecepatan

tinggal 72 km/jam. Maka berapa jarak yang masih dapat

ditempuh kereta sampai berhenti dan berapa lama pengereman?

4. Suatu kereta api bergerak dengan kecepatan tetap 54 km/jam melewati jembatan
yang panjangnya 180 mt. Jika panjang deretan kereta api 60 m, maka berapa lama
kereta api menyeberangi jembatan?

F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 71 72.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 4 x 50 menit

Pertemuan ke-

:8

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menjelaskan benda jatuh bebas dan kecepatan relatif.
B. Pokok Bahasan : Benda jatuh bebas
C. Sub Pokok Bahasan
1. Benda jatuh bebas
2. Kecepatan relatif

D. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahapan

Kegiatan Dosen

Kegiatan Mahasiswa

Pendahuluan 1. Menanyakan mata kuliah- Menjawab


minggu lalu.

Media dan Alat


Pengajar
Papan

tulis

white board

2. Menerangkan tentang
Penyajian

benda jatuh bebas


3. Menerangkan benda
jatuh bebas

- Memahami

Papan

tulis

- Meniru contoh

white board

4. Memberi contoh benda - Memahami


jatuh bebas
5. Menjelaskan kecepatan
relatif
Penutup

6. Menjelaskan topiktopik yang dipelajari


tentang benda jatuh
bebas dan kecepatan
relatif
7. Memberikan tugas soal-

- Pemberian tugas

Papan

tulis

- Tanya jawab

white board

soal latihan dalam buku


Fisika untuk Universits
(Sears, W. Jilid I, 1991)
E. Evaluasi
1. Sebuah benda berada 122,5 m di atas tanah kemudian menjalani jatuh bebas. Jika
percepatan gravitasi dianggap 10 m/dt2, hitunglah kecepatan benda pada saat tepat
menyentuh tanah!
2. Sebuah benda dilemparkan vertikal ke atas dari permukaan bumi dengan kecepatan
awal 50m/dt. Jika percepatan gravitasi dianggap 10 m/dt2, hitung tinggi maksimum
yang dicapai benda tersebut!
3. Seseorang menjatuhkan bebas batu ke dalam sumur yang dalam, ternyata dihitung
mulai batu dilepaskan sampai terdengar bunyi jeburan air setelah 2,5 deetik. Jika
percepatan gravitasi dianggap 10 m/dt 2, dan keceaptan bunyi di udara 340 mt/dt,
maka berapakah dalam sumur dihitung mulai batu dilepas sampai permukaan air?
4. Sebuah penembakan vertikal ke atas jika dilakukan dari permukaan bumi mencapai
tinggi maksimum 800 m. Jika percepatan gravitasi di permukaan bulan = 1/5 dari
bumi, maka berapakah tinggi maksimum yang dicapai jika penembakan dilakukan
di permkaan bulan dengan kecepatan awal sama?
5. Benda A dan B berada di atas tanah kemudian saling dijatuhkan bebas secara
berurutan (tidak bersamaan) maka jarak antara A dan B selama masih bergerak
adalah.
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 71 72.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 3 x 50 menit

Pertemuan ke-

:9

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menguraikan hukum-hukum Newton
B. Pokok Bahasan : Hukum-hukum Newton
C. Sub Pokok Bahasan
1. Hukum Newton
2. Hukum Gravitasi Newton
3. Pemakaian Hukum Newton
D. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahapan
Pendahuluan

Kegiatan Dosen
1. Menanyakan mata
kuliah minggu lalu.

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

Media dan Alat


Pengajar
Papan

tulis

white board

2. Menerangkan tentang
hukum-hukum Newton
3. Menerangkan hukum
gravitasi Newton
4. Menerangkan
pemakaian hukum
Penyajian

hukum Newton
5. Memberikan pengertian - Memahami

Papan

hukum-hukum Newton

tulis

white board

Newton
6. Menghubungkan
Hukum Newton dengan - Menganalisa
Hukum Gravitasi
7. Memberikan contoh
tentang hukum-hukum
Newton dan latihan
mengenai pemakaian

- Menentukan
prosedur

hukum Newton.
8. Menerangkan kembali - Pemberian tugas

Penutup

metode,

tentang hukum-hukum - Tanya jawab

Papan

tulis

white board

Newton, hukum
gravitasi Newton,
pemakaian hukum
Newton.
9. Memberikan tugas
soal-soal latihan dalam
buku Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid I, 1991) hal. 100
E. Evaluasi
1. Sebuah benda

massanya 8 kg terletak pada lantai datar yang licin. Benda

dipengaruhi gaya mendatar ke kanan f = 50 N dan ke kiri F2 = 10 N. setelah


bergerak 4 detik gaya F1 dihapus. Hitung bilamana dan dimana benda geraknya
akan membalik !

2. Sebuah benda, massanya 8 kg terletak pada bidang miring yang licin dengan sudut
miringnya 30 0 terhadap bidang datar (g = 10 m/det2). Kemudian benda dipengaruhi
gaya F = 72 N. sejajar bidang mirng ke atas sealam 5 detik. Hitung berapa gaya
tekan normal yang dialami benda terhadap bidang miring!
3. Sebuah benda massanya 5 kg terletak pada bidang mendatar dari papan

(g=10

m/det2). Hitung gaya tekan normal yang dialami benda terhadap bidang papan, jika
apapun digerakkan vertikal ke atas dengan kecepatan tetap!
4. Dua benda massanya m1 dan m2yang besarnya berbanding 1 : 2. Jika gaya-gaya
yang bekerja pada m1 dan m2 berbanding sebagai 2 : 1, berapakah perbandingan
percepatan kedua benda itu?
5. Sebuah mobil massanya 1, 5 ton bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Pada saat
di A direm dengan gaya teap F = 2,4 x 10 4 N hingga berhenti di besaran berapakah
jarak A - B?
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 71 72.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 4 x 2x 50 menit

Pertemuan ke-

: 10 dan 11

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menggambarkan gerak pada bidang
B. Pokok Bahasan : Gerak pada bidang
C. Sub Pokok Bahasan
1.

Gerak pada bidang

2.

Kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat pada bidang

3.

Percepatan rata-rata dan percepatan sesaat pada bidang

4. Komponen percepatan
5. Gerak sebuah peluru
6. Gerak melingkar
7. Gerak sentripetal
8. Gerak pada lingkaran tegak

D. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

kuliah minggu lalu.

Media dan Alat


Pengajar
Papan

tulis

white board

2. Menerankan tentang
gerak, kecepatan ratarata, kecepatan sesaat,
percepatan rata-rata,
percepatan tetap,
kecepatan, koordinat
Penyajian

dan integrasi.
3. Memberikan pengertian - Memahami
hukum-hukum Newton - Menganalisa

Papan

tulis

white board

4. Menghubungkan hukum - Mencata


Newton dengan Hukum - Menjawab
Gravitasi

- Diskusi

5. Memberikan contoh
tentang hukum-hukum
Newton dan latihan
mengenai pemakaian
hukum Newton
6. Menerangkan kembali - Pemberian tugas
tentang gerak,
kecepatan rata-rata dan
percepatan rata-rata.
7. Memberikan tugas soalsoal latihan dalam buku
Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid I, 1991) hal. 71 72

- Tanya jawab

Papan

tulis

white board

E. Kegiatan Belajar Mengajar


1. Sebuah kereta api ekspres mula-mula bergerak dengan kecepatna tetap 90 km/jam.
Tiba-tiba direm secara beraturan dan setelah menempuh jarak 80 m dari rem
kecepatannya tinggal 54 km/jam. Berapa jarak yang masih dapat ditempuh kerata
api sampai berhenti dan lamanya pengereman?
2. Dua buah titik zat A dan B mula-mula berjarak 34 materi benda A bergerak menuju
B dengan kecepatan awal 4 m/det dan perlambatan 1 m/det2. Sedangkan B menuju
A berangkat 2 detik lebih dulu daripada A dengan kecepatan awal 3 m/det dan
percepatan 2 m/det2. Keduanya bertemu di titik C, maka berapakah jarak AC?
3. Dua mobil A dan B bergerak pada satu jalan yang lurus. Mobil A dari barat ke
timur dengan kecepatan 60 km/jam sedangkan mobil B dari timur ke barat dengan
kecepatan 20 km/jam. Berapakah jarak jika arah ke timur diambil sebagai arah
positif kecepatan relatif mobil A terhadap mobil B?
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 71 72.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 4 x 2 x 50 menit

Pertemuan ke-

: 11, 12 dan 13

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menghitung kerja dan energi
B. Pokok Bahasan : Kerja dan Energi
C. Sub Pokok Bahasan
1. Kerja
2. Kerja yang dilakukan oleh gaya yang berubah
3. Kerja dan energi kinetik
4. Energi potensial
5. Energi potensial elastis

D. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

kuliah minggu lalu.

Media dan Alat


Pengajar
Papan tulis

white board

2. Menerangkan
pengertian kerja, energi
kinetik, dan energi
Penyajian

potensial.
3. Menerangkan kerja,

- Menganalisa

energi potensial dengan

Papan

tulis

white board

menunjukkan hubungan
dengan energi kinetik
4. Menerangkan kembali - Pemberian tugas
tentang mata kuliah

- Tanya jawab

Papan

tulis

white board

yang diajarkan
sebelumnya
5. Memberikan tugas soalsoal latihan dalam buku
Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid I, 1991) hal. 195

E. Kegiatan Belajar Mengajar


1. Sebuah benda beratnya 10 N berpindah dalam arah horzontal yang licin, kemudian
mendapat gaya F 20 N sejajar bidang horizontal. Hitunglah kecepatan balok
setelah bergerak sejauh 5 meter.
2. Sebuah mobil mempunyai daya penggerak 50 kW, kemudian bergerak dengan
kecepatna 20 m /det. Berapakah gaya dorong mobil pada saat itu?
3. Mesin pengangkat (derek) dipergunakan untuk menangkat sebuah benda yang
massanya 1 ton sampai setinggi 5 meter dalam waktu 10 det. Berapa daya
pengangkat mesin tersebut ?
4. sebuah benda beratnya 10 N berpindah dalam arah horzontal sejauh 100 cm.
Berapakah usaha yang dilakukan oleh gaya berat tersebut?
5. Suatu benda massanya 2 kg berada di udara di atas tanah setinggi 36 m, kemudian
benda dijatuhkan dengan kecepatan awal 8 m/det ke arah vertikal ke bawah. ( g =

10 m/det2). Tepat menyentuh tanah kecepatannya 20 m/det. Hitunglah usaha yang


dilakukan gaya geseran udara!
6. Suatu mesin dari 2,5 hp (horse power) bekerja selama 2 jam. Hitung besarnya
usaha yang dilakukan mesin selama waktu itu!
7. suatu mesin selama 4 detik melakukan usaha 800 joule. Jika mesin ini melakukan
usaha sebesar 0,6 kwh. Hitung lamanya mesin itu bekerja !
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 195

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

SKS

: 4 sks

Waktu Pertemuan

: 4 x 2 x 50 menit

Pertemuan ke-

: 15 dan 16

A. Tujuan Instruksional
1. Umum
Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
2. Khusus
Mahasiswa dapat menghitung impuls dan momentum

B. Pokok Bahasan : Kerja dan Energi


C. Sub Pokok Bahasan
1. Impuls dan momentum
2. Kekekalan momentum
3. Tumbukan
4. Tumbukan tidak elastis
5. Tumbukan elastis
6. Terpental
D. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahapan

Kegiatan Dosen

Pendahuluan 1. Menanyakan mata

Kegiatan Mahasiswa
- Menjawab

kuliah minggu lalu.

Media dan Alat


Pengajar
Papan tulis

white board

2. Menerangkan
pengertian kerja, energi
kinetik, dan energi
Penyajian

potensial.
3. Menerangkan

momentum dan impuls 4. Memberikan contoh

Memahami

Papan

tulis

Dapat menentukan metode, white board


prosedur

tumbukan yang terjadi


5. Menerangkan cara
menghitung impls,

- Pemberian tugas

Papan

tulis

- Tanya jawab

white board

momentum, tumbukan
6. Memberikan tugas soalsoal latihan dalam buku
Fisika untuk
Universitas (Sears, W.
Jilid I, 1991) hal. 226

E. Kegiatan Belajar Mengajar


1. Hitung momentum benda yang bergerak dengan kecepatan 300 m/det dengan
massa 20 gram!

2. Sebuah gaya sebesar 50 N bekerja pada sebuah benda selama 10 -2 detik. Hitung
impuls gaya tersebut!
3. Seseorang memukul bola dengan gaya 10 N dengan sebuah pemukul. Lama
pemukul menempel pada bola 0,2 detik. Jika massa bola 100 gram, hitung
kecepatan bola waktu lepas dari pemukul!
4. Sebuah peluru dengan massa 4 gram ditembakkan ke sebuah balok dari kayu 5 kg.
Peluru mengenai balok dan bersarang di dalamnya. Kecepatan peluru ketika
mengenai balok 300 m/det. Hitung kecepatan sistem ( balok/ peluru) tersebut
sekarang !
5. Sebuah benda dengan massa 1 kg bergerak ke arah sumbu x dengan kecepatan 2
m/det. Benda yang lain dari 3 kg bergerak dengan kecepatan 2 m/ det berlawanan
arah dengan benda pertama. Hitung kecepatan mereka sekarang!
6. Seutas tali ditarik A (massa = 50kg). Ujung lain ditarik B ( m = 65 kg). Pada waktu
tali putus A terpelanting ke kiri dengan keceatan 3 m/det. Hitung berapa kecepatan
terpelantingnya B!
F. Referensi
Sears W, Mark W. Zemansky, Fisika untuk Universitas, Jilid I, Jakarta (1991).
Erlangga, Jakarta. Hal. 226

KONTRAK PERKULIAHAN
Mata Kuliah

: Fisika I

Kode Mata Kuliah

: MES 1224

Pengajar

: Drs. Syafrul Hadi, ST

Semester

: Ganjil (I)

Hari Pertemuan / Jam : Kamis / 08.00 10.30


Tempat Pertemuan

: Gedung D.3 Kampus ITP Padang

1. Manfaat Mata Kuliah


Pengetahuan fisika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dipelajari
mahasiswa bidang eksakta. Maka kuliah Fisika Dasar I ini merupakan dasar bagi
Mata Kuliah lanjutan, sehingga mata kuliah ini dapat membantu mahasiswa dalam
mempelajari

fisika lanjutan, sebagai wahana pengembangan sikap ilmiah serta

pembinaan cara-cara belajar menurut metode keilmuan yang benar.


2. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah Fisika Dasar I menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika yang
digunakan di Fisika Dasar dan untuk dasar dari Mata Kuliah lanjutan lainnya meliputi
satuan, besaran fisis, vektor, kesetimbangan sebuah partikel, gerak pada garis lurus,
hukum-hukum Newton, gerak pada bidang kerja dan energi serta momentum.
3. Tujuan Instruksional
1. Mahasiswa dapat menggambarkan satuan besaran fisis dan bentuk vektor
2. Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa macam gaya dan aplikasinya
3. Mahasiswa dapat menjelaskan kesetimbangan dan kegunaannya
4. Mahasiswa dapat menguraikan macam-macam gerak benda tanpa memandang gaya
penyebabnya
5. Mahasiswa dapat menjelaskan benda jatuh bebas dan kecepatan relatif.
6. Mahasiswa dapat menguraikan Hukum-hukum Newton
7. Mahasiswa dapat menggambarkan gerak pada bidang
8. Mahasiswa dapat menghitung kerja dan energi
9. Mahasiswa dapat menghitung impuls dan momentum.

4. Organisasi Materi
Menguraikan Prinsip-Prinsip Dasar Mekanika
dan Aplikasinya pada Ilmu Fisika

Impuls dan Momentum

Kerja dan Energi

Gerak pada Bidang

Hukum Hukum Newton

Benda Jatuh Bebas


dan Kecepatan
Relatif

Kesetimbangan

Gerak Benda

Gaya

Satuan Besaran Fisis dan Bentuk Vektor

5. Strategi Perkuliahan
Metode perkuliahan memakai cara ceramah, diskusi, tanya jawab, tugas /
latihan serta demonstrasi (praktikum), sehingga mahasiswa diharapkan berperan aktif
diadakan perkuliahan.
6. Materi / Bacaaan Perkuliahan
Buku / Bacaan pokok dalam perkuliahan ini adalah :
a. Halliday D. Resnick, R. 1998. Fisika Dasar I. Erlangga. Jakarta.

b. Sear W, Mark Zemansky. 1991. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta.


c. Sutrisno. 1996. Fisika Dasar. ITB. Bandung
d. Yohandes S. dan Ananta. 1989. Fisika Dasar, Intan Pariwara. Jakarta.
7. Tugas-Tugas
a. Mahasiswa diwajibkan terlebih dahulu membaca bahan bacaan sebelum mengikuti
perkuliahan.
b. Anda diwajibkan membuat tugas-tugas pekerjaan yang merupakan sebagian besar
bahasan soal.
c. Evaluasi tengah semester akan diadakan pada tanggal 9 Desember 2002 dan
evaluasi semester akhir tanggal 14 Februari 2003.
8. Kriteria penilaian
Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteria sebagai
berikut :
Point

Nilai

Range

> 80
70 79
60 - 69
50 59
< 49

Dalam menentukan nilai akhir ini dilakukan pembobotan sebagai berikut :


a. Nilai Ujian akhir Semester (UAS)

40%

b. Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) :

20%

c. Tugas-Tuas dan Latihan

20%

d. Praktikum

20%

9. Jadwal perkuliahan
Tanggal
14 Okt 2002

Pokok Bacaan / Sub Pokok Bahasan


Kuliah pertama

Bacaan

Penjelasan umum kontrak Perkuliahan


21 Okt 2002

dan materi keseluruhan


Sistem satuan, besaran vektor

Sear W, Bab I

25 Okt 2002
4 Nov 2002
11 Nov 2002
18 Nov 2002
25 Nov 2002
2 Des 2002
7 Des 2002
16 Des 2002
13 Des 2002
30 Des 2002
10 Jan 2002
13 Jan 2003
20 Jan 2003
28 Jan 2003
4 Feb 2002
14 Feb 2002

Lanjutan vector
Macam-macam gaya
Gerak benda
Lanjutan gerak benda
Benda jatuh bebas
Hukum-hukum Newton
Ujian Tengah Semester
Gerak pada Bidang
Lanjutan gerak pada Bidang
Lanjutan gerak pada Bidang
Kerja dan energy
Lanjutan kerja dan energy
Lanjutan kerja dan energy
Impuls dan momentum
Lanjutan impuls dan momentum
EVALUASI AKHIR SEMESTER

Sear W, Bab II
Sear W, Bab III
Sear W, Bab IV
Sear W, Bab V
Sear W, Bab VI
Sear W, Bab VII

CONTOH SOAL ESSEI


Program Studi / Jurusan

: Teknik Mesin D.3

Mata Kuliah

: Fisika Terapan

Semester / Tahun

: I ( satu ) Ganjil 2007/2008

Lama Ujian

: 180 menit

Jumlah Soal

: 20 butir

Petunjuk : Jawablah pertanyaan ini dengan jelas, singkat dan padat!


1. Tekanan itu adalah gaya per satuan luas. Tulislah dimensi dari tekanan tersebut!
a Ai 8 j k
2. Bila vektor
dan vektor b 2i j 2k Hitunglah perkalian vektor
dengan a dan b
3. Ada persegi panjang OABC, OA 12 daN AB 5
Jika OA u dan b 2i j 2k ; maka vektor u dikali dengan vektor v adalah..
4. Buktikan bahwa A + B = B + A!
5. Sebuah balok yang massanya 5 kg diletakkan pada suatu permukaan yang koefisien
geseknya 0,3, kemudian balok itu diberi gaya sebesar 50 Newton. Hitunglah percepatan
yang timbul jika gaya F mendatar!
6. Sebuah balok yang massanya 1 kg ditarik dengan gaya mendatar 10 N. setlah 5 detik,
ternyata jarak yang ditempuh benda 50 m. hitunglah koefisien gesek balok denan
bidang tumpunya dan kecepatan akhir balok tersebut!

7. Sebuah balok diletakkan pada bidang miring dengan sudut kemiringan yang telah
diatur sehingga balok meluncur ke bawah dengan laju tetap, sebab balok tersebut
digerakkan. Tentukan sudut !
8. Misalkan gerak partikel dinyatakan oleh persamaan x = 20 cm ( 4 cm. Det -2-)2.
Tentukan pergeseran partikel dalam selang waktu antara t1 = 2 dt dan t2 = 5 dt!
9. Bila t1 2 det dan t2 4 det dan v1 8 m.det-2. Tentukan percepatan rata-ratanya.
10. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal 10 m/det. Setelah bergerak selama 20
det benda tersebut berhenti. Tentukan jarak yang ditempuh dari keadaan awal sampai
benda berhenti!.
11. Sebuah benda dilempar ke atas dengan kecepatan awal 20 m/det. Percepatan gravitasi
bumi 10 m.det. Jika waktu untuk sampai pada titk tertingi 2 detik, maka berapakah
tinggi maksimum (titik tertinggi) yang dapat dicapai diukur dari permukaan tanah?
12. Untuk peluru yang diluncurkan dengan laju V0 pada awal 0, turunkan persamaan
umum untuk tinggi maksimum H dan jarak maksimum R!
13. Pada suatu komidi putar para penumpang diputar melalui lintasan lingkaran dengan
jejari 5 m, sekali mengelilingi lingkaran dalam 4 det. Berapakah percepatannya?
14. Kompas sebuah pesawat terbang menunjukkan bahwa pesawat itu menuju ke utara dan
petunjuk kecepatan menunjukkan bahwa pesawat bergerak ke kiri pada 20 m/det. Bila
angin bertiup daribarat ketimur pada 50 mil/jam, berapakah kecepaan pesawat terbang
relatif terhadap bumi?
15. Misalkan suatu benda yang massanya 0,5 kg meluncur ke bawah pada lintasan dengan
jejari R = 1 m, tetapi laju benda di dasar lintasan 3 m/det, berapakah kerja gaya
gesekan pada benda tersebut?
16. Mesin suatu jet menghasilkan daya dorong sebesar 15.000 N (secara kasar 3.000 lb).
Bila pesawat terbang dengan kecepatan 300 m/det (secara kasar 600 mil/jam);
berapakah daya kuda yang dihasilkannya?
17. Sebuah gaya sebeasr 50 N bekerja pada sebuah benda selama 10 2 detik; hitunglah
impuls gaya tersebut!
18. Hitung momentum benda yang bergerak dengan kecepatan 300 m/det dengan massa 20
gram!
19. Sebuah peluru dengan massa 4 gram ditembakkan ke sebuah balok kayu dari 5 kg.
Peluru mengenai balok dan bersarang didalamnya. Jika kecepatan peluru ketika
mengenai balok 300 m/det, hitunglah kecepatan sistem (balok + peluru) tersebut
sekarang!
20. Menurut simetri pusat gravitasi terletak pada sumbu dari gravitasi dari masing-masing
bagian terletak pada tengah-tengah kedua ujungnya. Isi dari ekping adalah 8 cm 3 dan
isi batang 12 cm3. Karena berat dari kedua bagian sebanding dengan isi!

JAWABAN SOAL ESSEI


Program Studi / Jurusan

: Teknik Mesin D.3

Mata Kuliah

: Fisika Terapan

Semester / Tahun

: I / ( satu ) 2007/2008

Lama Ujian

: 180 menit

Jumlah Soal

: 20 butir

1. Diketahui

Ditanya

= gaya (kg m/det2)

:F
A

= luas ( m2)

= tekanan

: Dimensi tekanan P ?

Jawab

2. Diketahui

F
A

kg.m / det 2 kg / det 2

M .L1T 2
m2
m
4

a 8
1

ditanya : a. b ?

b=
Jawab

1
2

: a. b

4

a 8
1

1
2

= 8 + -8 + -2
= -2
Jadi, a. b = -2
3. Diketahui

: OA= u = 12

AB = v = 5
Ditanya

: u. v ?

Dijawab

u. v u . v . cos

= 12 x 13 .

12
13

= 144
Jadi, vektor u kali vektor v = 144
4.

OP PQ OQ atau A B C
OR RQ OQ atau B A C

Jadi A + B = B + A
5. Diketahui

: N = W = mg = 50 Newton, uk 0,3 m 5kg


fn u k .N

= 0,3 . 50
=15 N
Jawab

: Ftot = m.a
F fn m.a
50 15 = 5.a
a = 35/5
a = 7m/det2

6. Diketahui

: s
t

= 50 m, s0 = 0
= 5 det

F = 10 N
m = 1 Kg
Vo = 0 (benda semula diam)
Ditanya

: v ???

Jawab

:
a. S = S0 + Vot + at2
50 = a. 52
50 = (25a/d)
a

= 100/25 = 4m/det2

b. v

= Vo + at

= 0 + 4.5

= 20m/det

6. Gaya pada balok adalah beratnya W, dan komponen-komponen gaya yang diberikan
adalah bidang miring, yaitu gaya normal dan gaya gesekan. Ambil sumbu-sumbu yang
tegak lurus dan sejajar dengan bidang miring, maka :

F
F

u .n w. sin 0

n w. cos

sehingga u .n w. sin 0
n w. cos

7. Diketahui : t1 = 2 det
t2 = 5 det
Ditanya

: Pergeseran partikel ?

Jawab

: Pada saat t1 2 det


Kedudukan partikel adalah x1
x1 = 20 cm + (4 cm.det-2). (2 det2) = 36 cm.
Pada saat t2 5 det
Kedudukan partikel adalah x2
x2 = 20 cm + (4 cm.det-2). (5 det2) = 120cm.

Maka pergeserannya adalah x2- x1 = 120 cm - 36 cm = 84 cm.


8. Diketahui :

Jawab :
a

12m. det 1 8m det 1


2 m. det 2
4 det 2 det

9. Diketahui :
V0 = 10 m /det
Vt = 0 (berhenti)
t

= 0 det

= 0,5

Ditanya : a ?
Jawab

: St

= Vot + at2
= 10 20 + (-0,5) . (20)2

10. Diketahui : Vo 20 m/det

m/det2

titik tertinggi Vt = 0
t 2dt
Ditanya

: b maksimum ?

Jawab

St = Vot. at2
= 20.2 . 10 . 4
= 40 20
= 20 meter
11. Penyelesaian
Bola peluru mencapai titik tertinggi, pada ttiik ini vy = 0 sehingga waktu .pada
tinggi maksimum diberikan oleh :
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
12. Penyelesaian
Baju adalah lingkaran dibagi oleh waktu untuk satu kali mengelilingi :

2 R 2 (5m)

7,85 m. det 2
t
4 det

13. Penyelesaian
Ambil indeks A untuk pesawat terbang, indeks F untuk udara yang bergerak indeks.
E untuk bumi diberikan :
VAE= 120 mil jam ke utara
VFE = 50 mil/jam ke timur
Kita menghitung besar dan arah VAE, maka VAE - VAF + VFE
14. Penyelesaian :
WI = (mv. mvt2) + (mgy2 mgy1)
= (0,5 kg) . ( 9 m2. det2) 0 + - (0,5 kg) . ( 9.8 m.det2) . ( 1 m)
15. Penyelesaian :
P = FV ( 1,5 . 104 N ) ( 300 m.det-3) 4,5. 106W
1 hp

60.50
= . 746

16. Diketahui : F

= 50 N
= 102det

t
Ditanya

:I?

Jawab

:I

= F. t
= 50.10-2
= 0,5N.detik

17. Diketahui m = 20 gram = 20 . 10-3kg


v = 300m/det
Ditanya

:P?

Jawab

: P = m.v
20.10-3.300
6kgm/det

18. Diketahui : mp = 4 gram 4.10-3kg


mb = 5 kg
vp = 300 m/det
vt = 0 ( balok diam sebelum kena peluru)
Vp1 Vb1 (peluru masuk balok sehingga tumbukan kecepatan akan
sama)
Ditanya

:Vb1 ?

Jawab

:
mp.vp + mb.vb

= mp.vp2 + mb.vb2

( 4.10-3). 300 + 0

= ( 4.10-3 + 5) vb1
= 5,001vb1

1,2
1

vb

1,2
5,004

= 0,24 m/det
19. Penyelesaian
Menurut simetri, pusat gravitasi terletak pada sumbu dan gravitasi dari masing-masing
bagian terletak pada tengah-tengah antara kedua ujungnya . isi dari keping adalah 8
cm3 dna isi batang 12 cm3.
W (keping )
W
8
2
1

W (ba tan g ) W2 12
3

JAWABAN SOAL ESSEI


Mata Kuliah

: Fisika Terapan

Kode Mata Kuliah

: MED 1243

SKS

: 3 SKS

Dosen

: Drs. Syafrul Hadi, ST

TINJAUAN UMUM MATA KULIAH

A. Deskripsi Singkat
Mata kuliah Fisika Dasar I akan menguraikan prinsip-prinsip dasar dan untuk dasar
dari Mata Kuliah lanjutan lainnya meliputi : satuan, besaran, fisis, vektor, kesetimbanan
sebuah partikel, gerak

pada garis lurus, Hukum-hukum Newton, Gerak-Gerak pada

bidang, kerja dan Energi dan Momentum.

B. Manfaat Mata Kuliah


Mata kuliah Fisika Dasar salah satu ilmu dasar yang harus dipelajari mahasiwa
bidang eksakta. Mata Kuliah Fisika Dasar I merupakan dasar bagi Mata Kuliah Lanjutan.
Sehingga Mata Kuliah ini diberikan untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari fisika
lanjutan. Sebagai wahana bagi pengembangan sikap ilmiah serta pembinaan cara-cara
belajar menurut metode keilmuan yang benar.

C. Tujuan Instruksional Umum


Mahasiswa dapat menguraikan prinsip-prinsip dasar mekanika dan aplikasi pada
ilmu fisika.
D. Susunan Bahan Ajar
Sesuai dengan GBPP maka materi yang akan diuraikan dalam buku bahan ajar
dapat disusun sebagai berikut :
Bab I

: Sistem Satuan, Besaran Fisis, dan Vektor

Bab II

: Gaya

|Bab III

: Kesetimbangan

Bab IV

: Gerak benda

Bab V

: Benda jatuh bebas

Bab VI

: Hukum hukum Newton

Bab VII

: Kerja dan Energi

Bab VIII

: Impuls dan Momentum

E. Petunjuk Pengunaan Bahan Ajar


1. Mahasiswa harus mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dipelajari dan
dosen memberikan penjelasan manfaat dari mata kuliah Fisika Dasar I
2. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil, sebelum masuk, mahasiwa telah selesai
mengerjakan makalah masing-masing kelompok memiliki pokok bahasan berbeda
yang akan didiskusikan dalam forum perkuliahan.
3. Dalam perkuliahan dosen bertindak sebagai fasilitator, diharapkan keaktifan
mahasiswa dalam belajar dengan memakai metode tanya jawab dan pemecahan soal.
4. Untuk memperkaya dan mengembangkan materi perkuliahan, mahasiswa lebih
kreatif mencari informasi melalui sumber-sumber yang relevan dengan pembahasan.
5. Untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa menguraikan masalah-masalah
Kalkulus I, dosen memberikan tugas-tugas dan latihan.
6. Untuk menentukan penguasaan Kalkulus I mahasiswa diberikan evaluasi Mid
Semester dan Ujian Akhir Semester dengan penilaian.

BAB I
SISTEM SATUAN, BESARAN FISIS DAN VEKTOR
PENDAHULUAN
Ilmu fisika adalah suatu telaah empiris. Segala sesuatu yang kita ketahui tentang
dunia fisika dan tentang prinsip-prinsip yang mengatur perilakunya telah dipelajari melalui
pengamatan-pengamatan terhadap gejala-gejala alam. Kesesuaian dengan pengamatanpengamatan dan pengukuran-pengukuran terhadap suatu gejala fisis merupakan ujian
untuk teori dalam ilmu fisika.
Dengan demikian ilmu fisika adalah suatu ilmu pengetahuan tentang pengukuran.
Lord Kelvin (1824 1907), salah seorang perintis dalam menemukan hubungan energi
pada kalor dengan gejala termal, menyatakan prinsip yang berikut :
Suatu angka atau kumpulan angka-angka yang dipakai untuk menyatakan suatu
gejala fisis secara kualitatif disebut besaran fisis. Untuk mendefinisikan suatu besaran fisis
kita harus menentukan suatu cara untuk mengukur besaran itu atau cara menghitung
kuantitas dari kuantitas lain yang dapat diukur. Misalnya kita dapat mendefinisikan jarak
dan waktu dengan menyatakan cara untuk mengukurnya dan kemudian mendefinisikan laju
suatu benda yang bergerak sebagai jarak yang telah ditempuhnya dibagi dengan waktu
yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.
Suatu definisi yang menyatakan dalam cara mengukur besaran yang didefinisikan
disebut definjisi operasional. Beberapa besaranbesaran dasar hanya dapat didefinisikan
dengan definisi-definisi operasional. Besaran-besaran fisika dasarnya

termasuk suhu,

muatan listrik, dan intensitas cahaya, akan dibahas kemudian.

STANDAR DAN SATUAN


Dalam mengukur suatu besaran, kita selalu membandingkannya dengan suatu
acuan standar yang telah diakui keberadaannya. Seutas tali dikatakan panjangnya 30 meter

bila panjang tali tersebut 30 kali panjang suatu benda yang panjangnya telah didefinisikan
sebagai satu meter. Satu meter adalah suatu jarak, detik adalah satuan waktu.
Agar suatu pengukuran menjadi teliti, maka perlu definisi satuan pengukuran yang
tepat dan dapat ditiru. Ketika pada tahun 1971 Paris Academy of Sciences menetapkan
sistem metri, mula-mula meter didefinisikan sebagai satu per sepuluh juta jarak dari
khatulistiwa ke kutub utara dan detik sebagai waktu untuk sebuah bandul berayun dari satu
sisi ke sisi lainnya. belakangan ini definisi-definisi tersebut telah

disesuaikan dan

disempurnakan.
Sejak tahun 1889 definisi satuan-satuan dasar ditetapkan oleh suatu organisasi
internasional yang bernama General conference on weights and

Measures, di mana

sebagian besar dari negara-negara di dunia mengirimkan wakilnya. Sistem satuan yang
didefinisikan oleh organisasi ini didasarkan pada sistem matrik, sejak tahun 1960 dikenal
secara resmi sebagai International System, disinkat SI karena setara dengan bahasa
Perancis, Sistem Internasional.
Dua buah sifat penting suatu satuan standar adalah abadi dan dapat ditiru. Dengan
demikian pada tahun 1889 telah dipilih batang meter dari logam campuran platina-iridium
sebagai standar panjang. Pada tanggal 14 Oktober 1960, general conference, mengubah
standar panjang ke suatu tetapan atom yaitu panjang gelombang cahaya merah yang
dipancarkan oleh atom-atom crypton 86 di tabung yang diisi dengan gas crypton dan
diberi loncatan listrik standar semacam itu lebih tepat dan mudah ditiru di beberapa tempat
dari pada yang didasarkan pada suatu benda.
Dalam matrik (SI) satuan tambahan ini selalu merupakan kelipatan 10 atau 1/10
dari suatu standar. Dengan demikian satu kilometer (1 km) adalah 1000 meter, satu cm
(1cm) adalah 1/100 meter, dan seterusnya. Faktor pelipatan ini lebih sesuai dinyatakan
dalam eksponen. Dengan demikian 1000-103, 1/1000-103 dan seterusnya. Nama dari satuan
tambahan diturunkan dari nama satuan dasar dengan menambahkan awalan. Misalnya,
awal kilo, disingkat k, selalu berarti satuan yang lebih besar 1000 kali. Jadi :
1 Kilometer

= 1 km

= 103 meter

= 103 m

1 Kilogram

= 1 kg

= 103 gram

= 103 g

1 Kilo Wat

= kw

= 103 watt

= 103 w.

KONSISTENSI SATUAN DAN KONVERSI


Hubungan antara besar-besar fisis sering dinyatakan oleh persamaan-persamaan
dimana besaran tersebut dinyatakan dalam tanda aljabar. Suatu tanda aljabar selalu

dinyatakan dalam angka dan satuan. Misalnya, s menyatakan jarak 10 meter, t waktu 5
detik dan v laju m/det atau 2 m. det-1.
Satuan persamaan dimensinya harus selalu konsisten, ini berarti bahwa dua buah
suku hanya boleh dijumlahkan atau disamakan bila keduanya mempunyai satuan yang
sama. Misalnya, bila suatu benda bergerak dengan laju tetap v menempuh jarak s dalam
waktu t, besaran-besaran ini dihubungkan oleh persamaan :
S = vt
Bila s dinyatakan dengan meter, kemudian hasil vt juga mempunyai satu meter,
dengan menggunakan angka-angka diatas sebagai contoh kita dapat menulis :
M = (2m. det-1) (5 det)
Di sebelah kanan tanda sama dengan, satuan (det -1) dan satuan (det) saling
menghilangkan, dengan demikian di sebelah kanan tanda sama dengan mempunyai satuan
meter, seharusnya. Contoh di atas menunjukkan bahwa suatu prehitungan, satuan-satuan
diperlukan sebagai tanda-tanda aljabar dalam hal perkalian, pembagian, peniadaan.
Apakah yang dimaksud dengan dimensi dari suatu besaran pokok itu ?
Yang dimaksud dengan dimensi dari suatu besaran pokok ialah eksponen dari
besaran pokok yang bersangkutan.
Lalu apa yang dimaksud dengan rumus dimensi ?
Rumus dimensi adalah notasi suatu besaran yang dinyatakan dalam besaranbesaran pokok yang berdimensi.
Semua besaran fisika yang termasuk mekanika dalam sistem metrik dapat tersusun
dalam tiga besaran pokok, yaitu : panjang, massa dan waktu yang masing-masing
disimbulkan dengan huruf : L; M; dan T.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
-

Panjang

Berdimensi 1 terhadap besaran pokok L

Luas

Berdimensi 2 Terhadap besaran pokok L

Isi

Berdimensi 3 Terhadap besaran pokok L

Massa Berdimensi 1 Terhadap besaran pokok M

Waktu Berdimensi 1 Terhadap besaran pokok T


dan sebagainya
Jadi rumus-rumus dimensi dalam sistem ini ialah :

Panjang

= L1

Luas

= panjang x lebar = L x L

= L2

Isi

= Panjang x lebar x tinggi

Massa

= M1

Waktu

= T1

= L x L x L = L3

Kecepatan (v) = [panjang : waktu] = L/T = L1 T-1


Percepatan (a) = [kecepatan : waktu ] = (L1T-1/T) = L1. T2.
Sering dimensi 1 tidak dituliskan cukup hanya ditulis besaran pokoknya saja. Begitu pula
sering rumus dimensinya selalu dibatasi dengan tanda harga mutlak tetapi hal ini tidak
selalu harus.
Contoh : |M3| ; |L. T-2| dan sebagainya.

KETELITIAN DAN ANGKA BERARTI


Pengukuran-pengukuran tidak pernah dibuat dengan ketelitian mutlak, besaranbesaran fisis yang diperoleh dari eksperimen selalu mempunyai ketidak pastian. Suatu
jarak yang diukur dengan mistar atau batang meter biasanya hanya teliti sampai militer,
sedangkan sebuah mikfrometer dapat mengukur jarak dengan keteleitian sampai 0,01
memberikan atau bahan kurang. Ketelitian suatu bilangan sering dinyatakan dengan tanda
+ di belakangnya dan bilangan berikutnya menyatakan kesalahan terbesar dari bilangan
tersebut. Bila diameter suatu baja adalah 56,47 + 0,02 memberikan, berarti bahwa harga
sebenarnya tidak mungkin lebih dari 56,45 memberikan atau lebih besar dari 56,49
memberikan. Kata mungkin dan tidak mungkin dapat diberi arti yang lebih tepat dengan
menggunakan konsep statistik, tetapi ini diluar jangkauan.
Ketelitian dapat dinyatakan dalam kesalahan bagian atau kesalahan persen. Suatu
hambatan dengan tulisan 47 ohm, 10% mungkin mempunyai hambatan sebenarnya yang
berada dari 47 ohm dengan tidak lebih dari 10%-nya 47 ohm kira-kira 5 ohm yaitu harga
sebenarnya ketidak pastian bagian (0,02 memberikan) (56,47 memberikan) ataukira-kira
0,00035, ketidak pastian persennya adalah (0,00035) (100%) ataukira-kira 0,035%.
Pembahasan yang sama juga berlaku bila bilangan yang sangat besar atau sangat
kecil harus dikaitkan. Misalnya energi E yang sesuai dengan masa m dari sebuah elektron
diberikan oleh persamaan :
E = mc2
Dimana c adalah laju cahaya. Harga-harga yang tepat adalah m = 9,11 x 10-31 kg dan c =
3,00 x 108 m. det-1, kita peroleh persamaan :
E
= (9,11 x 10-31 kg) (3,00 x 108 m, det-1)2

= (9,11) (3,00)2 (10-31) (108)2 kg m. det-2


= (82,0) (10[-3 + (2 x 8)) kg m2. det2.
Kebanyakan kalkulator menggunakan notasi ilmiah dan dengan demikian
menghindari kesukaran dalam menjumlakan eksponen, harus diingat bahwa harga c
mempunyai tiga buah angka berarti meskipun dua buah diantaranya adalah nol. Dalam
ketelitian yang lebih tinggi c = 2,997925 x 108 m. det-1.
Angka penting ialah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran termasuk
angka terakhir yang ditaksir. Misalnya pada pengukuran panjang berturut-turut
menggunakan mistar ukur, jangka seorang dan mikrometer sekrup di mana alat ini masingmasing mempunyai derajat ketelitian sampai 0,5 mm: 0,1 mm dan 0,01 mm. misalnya
berturut-turut dengan ketiga alat tersebut menghasilkan harga 12,5 mm ; 12,64 mm. jadi
ketelitian pengukuran tergantung jenis alat ukur yang dipergunakan.
Pada contoh pengukuran dengan mikrometer sekrup angka 1 ; 2 dan 6 adalah angka
pasti sedangkan 4 adalah angka terakhir yang ditaksir. Angka pasti dan angka yang ditaksir
ini disebut angka penting. Sedangkan 12,64 disebut bilangan penting. Jadi pada contoh ini
tingkat ketelitiannya adalah 4 angka penting, dan pada contoh yang lain seperti itu juga.
Dalam pengukuran dikenal adanya kesahlahan mutlak () yang besarnya adalah
separoh dari ukuran terkecil yang masih dapat diamati oleh alat tersebut.
Contoh :
Mistar ukur

1mm
0,5 mm
= 2

Jangka sorong

0,1mm
0,0 mm
2
=

Kesalahan relatif

Kesalahan Mutlak
= KesalahanPengukuran x 100%.

Mulai penulisan angka-angka dari hasil pengukuran harus disesuaikan dengan tingkat
keterlitiah pengukuran, dalam hal ini ada aturan-aturan sebagai berikut :
a) Semua angka yang bukan angka nol adalah angka penting
b) Angka nol yang terletak antara angka-angka bukan nol adalah angka penting
c) Angka nol disebelah kanan bukan nol termasuk angka penting, kecuali kalau ada
penjelasan lain, penjelasan itu bisa berupa garis i bawah angka terakhir yang masih
dianggap penting.

d) Angka nol yang hanya terletak disebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak
disebelah kiri maupun sebelah kanan koma desimal bukan angka penting.
Pengertian Bilangan Eksak Dan Bilangan Penting
Khusus pembahasan tentang angka-angka penting diatas kita harus dapat
membedakan antara pengertian bilangan eksak dan bilangan penting.
Kita telah tahu bahwa bilangan penting selalu terdiri dari angka-angka yang
digunakan. Sedangkan bilangan eksak yaitu bilangan yang tidak diragukan jumlahnya,
misalnya 10 piring, 15 keliling, 24 pensi dan sebagainya.
Bilangan Bagian 2 :
1. Bilangan eksak (Tidak diragukan jumlahnya)
2. Bilangan penting terdiri dari : - angka-angka yang sudah pasti
- 1 angka penting yang diragukan.
Penting perhitungan (operasi) bilangan penting dengan bilangan penting, maupun
bilangan eksak dengan bilangan penting ada ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Hasil operasi dengan bilangan penting hanya boleh mengandung satu angka yang
diragukan.
2. Hasil perkalian maupun pembagian dari bilangan bilangan penting yang mengandung
banyaknya angka penting berada akan menghasilkan bilangan penting yang terdiri dari
angka-angka penting paling sedikit.
3. Pembulatan ke atas dilakukan untuk angka 5 atau lebih sedangkan angka kurang dari 5
dihilangkan.
4. Hasil perkalian maupun pembagian bilangan penting dengan bilangan eksak adalah
menghasilkan bilangan penting yang jumlah angka pentingnya dengan jumlah angka
penting dari bilangan penting semula.
Contoh :
1) Hitunglah : 182,813 + 72, 56 + 4,5 =.?

Jawab :
182,813
72,56

4,5
259, 873

+
= 259,9

2) Hitunglah : 192,594 18,86 = ?


192, 591
18, 86
173,734

= 173,73

3) Hitunglah : 14,72 x 2,3 =.?


Jawab :
14,72 (4 angka penting)
2,3 (2 angka penting).
x
4416
2944
33,856

= 34 (2 angka penting).

Banyak sekali besaran-besaran fisika yang mempunyai harga sehingga jika ditulis
terdiri dari deretan angka-angka yang jumlahnya banyak, sehingga timbullah cra untuk
menyingkat penulisan. Cara ini disebut cara baku atau notasi jumlah.
Contoh :
-

Kecepatan cahaya (c) 300.000.000 m/det = 3.108 m/dt.

Panjng gelombang sinar merah m

= 8000 A
8000
m 8 .107 m
10
.
000
.
000
.
000
=

= 1,6 x 10-19 C.

Quantum muatan elementer (c)

Pada ketiga contoh diatas bilangan-bilangan 3; 8; (1,6) disebut bilangan penting,


sedangkan 108; 10-7 dan 10-19 disebut orde. Harga mutlak bilangan penting pada notasi
ilmiah nilainya selalu antara 1 dan 10 (tetapi tidak boleh sama dengan 10).
Contoh perhitungan dengan notasi ilmiah :
Hitunglah : a). (4,7 x 103) + 98

b). 98 (4,7 x 103).

Jawab :
a) (4,7 x 103) + 98

= (4,7 x 103) (0,098 x 103) 4,798 x 103


= 4,8 x 103 .(dua angka penting).

b) 98 (4,7 x 103)

= (0,098 x 103) - (4,7 x 103) = - 4,602 x 103


= - 4,6 x 103.(dua angka penting).

VEKTOR DAN PENJUMLAHAN VEKTOR


Berapa besaran fisis yang telah cukup lengkap bila dinyatkaan oleh sebuah
bilangan satuannya, misalnya waktu, suhu massa, rapat dan muatan listrik. Akan tetapi
besaran-besaran lainnya mempunyai arah yang tidak dapat dinyatakan oleh sebuah
bilangan, contohnya keceptan dan gaya.
Bila sebuah partikel yang kita nyatakan sebagai sebuah titik bergerak dari suatu
tempat lain dalam ruangan. Maka dikatakan partikel tersebut mengalami pergeseran.
Dalam gambaran dibawah ini perubahan kedudukan dari titik p 1 ke titik p2 dinyatakan
dengan cara grafik oleh p1 p2 dengan ujung anak panah yang menyatakan arah gerak
pergeseran adalah suatu besaran vektor karena untuk menyatakannya kita tidak hanya
menyatakan berapa jauh partikel tadi bergerak tetapi juga ke mana arahnya. Pergeseran 3
km ke utara tidak sama dengan pergeseran 3 km ke selatan.
P2

P1

Peningkatan atau resultan (=R) dari vektor v 1 dan p2 yang saling membentuk sudut
dirumuskan :
P P2 2 P1 P2 Coa
Untuk menjumlahkan beberapa vektor misalnya v1, v2, v3 vn masing-masing
membentuk sudut 1, 2, 3.n terhadap sumbu x maka resultannya dincari dengan cara
berikut :

Komponen x

Vektor

Komponen y

V1

V1 cos 1

V1 sin 1

V2

V2 cos 2

V2 sin 2

V3

V3 cos 3

V3 sin 3

Vn cos n

Vn sin n

Vn

tg 0

R ( Rx ) ( RY ) 2

( RY )
( Rx )

Jumlah resultan vektor A dan B dibentuk dengan menempatkan titik pangkal 13


pada ujung A, kemudian menghubungkan titik pangkal A ke titik ujung B. Metode
penjumlahan ini disebut metode jajaran genjang.
Sifat penjumlahan vektor ada dua :
1. Sifat komulatif : A B B A
2. Sifat asosiatif

: A ( B C ) ( A B) C

KOMPONEN-KOMPONEN VEKTOR
Penjumlahan

dan

pengurangan

vektor-vektor

sangat

dipermudah

dengan

menggunakan komponen-komponen. Suatu vektor terletak pada bidang xy dapat


dinyatakan sebagai jumlah sebuah vektor sejajar sumbu x dan sebuah vektor sejajar sumbu
y kedua vektor ini diberi tanda Ax dan Ay, kedua vektor tadi disebut vektor-vektor
komponen dari vektor A. hubungan resminya adalah A Ax Ay.

VEKTOR SATUAN
Vektor satuan adalah suatu vektor yang besarnya satu. Tanpa satuan kegunaannya
adalah untuk menyatakan arah didalam ruang. Vektor satuan sangat berguna dalam
beberapa pernyataan termasuk juga untuk komponen komponen vektor.

Dalam sistem koordinat xy kita ambil sebagai vektor satuan dalam arah sumbu x
positif dan j sebagai vektor satuan dalam arah sumbu y positif. Dengan demikian hubungan
antara vektor-vektor komponen dengan komponennya yaitu :
Ax = Axj

Ayj

Maka vektor A dapat dituliskan dalam komponen-komponen sebagai berikut :


A - Axj

Axj

VEKTOR PERKALIAN
Banyak hubungan fisis menjadi sederhana apabila dinyatakan sebagai perkalian
vektor. Karena bukan bilangan biasa, konsep perkalian biasa tidak langsung belaku bagi
vektor. Ada dua macam perkalian vektor yang biasa dipakai. Pertama disebut perkalian
skalar, karena menghasilkan suatu skalar sedang yang kedua disebut perkalian vektor.
Perkalian skalar dua buah vektor A dan B didefinisikan sebagai berikut

( kedua

vektor tersebut dilukiskan dari titik awal yang sama):


AB AB cos A B cos

Karena rotasi ini, maka perkalian skalar disebut juga perkalian titik. Hasilnya
adalah sebuah bilangan, bukan vektor dan dapat positif atau negatif. Bila antara nol dan
900, perkalian skalar adalah positif dan 1800. perkalian skalar adalah negatif dan bila =
900, A.B = 0, (perkalian skalar dua buah vektor yang tegak lurus sesamanya selalu nol).
B

Vektor B dapat juga dinyatakan komponen yang sejajar dengan A dan komponen
yang tegak lurus pada A, seperti gambar diatas.

RANGKUMAN
Dalam ilmu fisika sistem satuan sangat perlu dikethaui oleh mahasisaw. Sistem
sauan sekarang yang digunakan adalah SI (Internasional System). Hubungan besaranbesaran fisis yang sering digunakan dengan menggunakan tanda-tanda aljabar. Tanda
aljabar selalu menyatakan angka dan satuan. Dalam pengukuran-pengukuran tidak pernah
dibuat dengan ketelitian yang mutlak. Besaran-besaran fisis yang diperoleh dari
eksperimen selalu mempunyai ketidakpastian.
Banyaknya angka yang berarti suatu hasil perhitungan tidak akan melebihi jumlah
angka berarti dari angka yang menghasilkan angka tersebut. Besaran yang mempunyai
arah yang tidak dapat dinyatakan oleh sebuah bilangan disebut vektor. Ada beberapa cara
dalam menentukan komponen-komponen

vektor yaitu dengan cara pertama disebut

perkalian skalar karena menghasilkan suatu skalar, sedang yang kedua disebut perkalian
vektor.

PENUTUP

F. LATIHAN
1. Suatu benda bergerak dengan laju tetap v menempuh jarak s dalam waktu l, tuliskan
persamaan untuk dimensi jarak tersebut!
2. Dua buah vektor masing-masing 8 cm dan 10 cm, satu sama lain membentuk sudut 30 0,
tentukan luas jajaran genjang yang dibentuk oleh vektor-vektor tersebut!
3. Hitunglah sudut antara dua buah vektor :
A = 2i + 3J + 4k,

B = i - 2j + 3k

G. Kunci Jawaban
1. Diketahui :

laju tetap v
Jarak s
Waktu t

Ditanya

Persamaan untuk dimensi laju ?

Penyelesaian : s = v x t
2. Luas jajaran genjang yang dibentuknya adalah :
L

= ab sin atau L = ba sin


= 8.10 sin 30
= 8. 10. = 20 cm2

Jadi luas jajaran genjang yang dibentuk adalah 40 cm2


3. Diketahui
Ditanya

: Ax = 2

Bx = 1

Ay = 3

By = -2

: Hitung sudut antara dua vektor!

Penyelesaian :

= AxBx + AyBy + AzBz


= (2) (1) + (3) (-2) + (4) (3) = 8

DAFTAR PUSTAKA

1. Halliday D. Resnick, R. 1998. Fisika Dasar. Erlangga, Jakarta


2. Sean W, Mark Zemasky. 1991. Fisika Universitas. Erlangga, Jakarta
3. Sutrisno.1996. Fisika Dasar. ITB. Bandung
4. Yohanes S dan Ananta. 1989. Fisika. Intan Pariwara, Jakarta.
SENARAI
Meter (m)

= meter

Kilogram (kg)

= kilogram

Sekon (s)

= sekon atau detik (det)

Amkpere (A)

= ampere

1 Newton

= 1000 gr 100 cm/det 2

1 dyne

= 105 gr cm / det2

1 Newton

= 105 dyne

1 dyne (1 dn)

= besarnya gaya yang bekerja pada massa 1 gram hingga


menimbulkan percepatan 1 cm /det2

1 Newton ( 1N)

= besarnya gaya yang bekerja pada massa 1 kg hingga menimbulkan


percepatna 1 m/det 2

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dari program applied
approach ini. Penulis mengambil mata kuliah Fisika Terapan, karena sesuai dengan
minat dan penguasaan penulis dalam materi ini.
Dengan selesainya

penulisan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada

Seluruh bagian terkait atas segala petunjuk dan bimbingan yang telah diberikan, sehingga
terssusunnya, Garis - garis Besar Program Pengajaran dan Satuan acara Pengajaran .
Dan rasa terima kasih yang dalam kepada Bapak-Bapak dan Ibu dan yang telah
memberikan ilmunya pada saat penulis mengikuti lokakarya program applied approach ini.
Akhir kata penulis berharap agar bahan ini dapat bermanfaat bagi kita ssemua
G. Padang, Agustus 2007

H. Penulis

ANALISIS INTRUKSIONAL
GARIS GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
SATUAN ACARA PENGAJARAN DAN KONTRAK PERKULIAHAN
KISI-KISI TEST DAN SOAL ESSAY
BAHAN AJAR

FISIKA TERAPAN

Oleh :
Drs. Syafrul Hadi, ST

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................
LEMBARAN PENGESAHAN ...............................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
Analisis Instruksional.................................................................................................
Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)........................................................
Satuan Acara Perkuliahan..........................................................................................
Kontrak Perkuliahan...................................................................................................
Kisi-Kisi Test Essey...................................................................................................
Contoh Soal Essey......................................................................................................
Jawaban Soal Essey...................................................................................................
BAHAN AJAR

Tinjauan Umum Mata Kuliah...............................................................................

Bahan Ajar : Bab I Sistem Bilangan Riil.............................................................

Referensi

Senarai

ANALISIS INSTRUKSIONAL
MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN

Menguraikan Prinsip-Prinsip Dasar Mekanika


dan Aplikasinya pada Ilmu Fisika

Impuls dan Momentum

Kerja dan Energi

Gerak pada Bidang

Hukum Hukum Newton

Benda Jatuh Bebas


Kesetimbangan
dan
Kecepatan
Gerak
BendaSatuan Besaran Fisis dan Bentuk Vektor Gaya
Relatif