Anda di halaman 1dari 18

TREND DAN ISSUE MATERNAL DAN NEONATAL

SENAM NIFAS DALAM MENINGKATKAN


KEKUATAN OTOT PERUT

DISUSUN OLEH
1.
2.
3.
4.

KELOMPOK A

FEBRIAN DHANU
HENDRI PRATAMA
AVI DIAN SARI
VICTORIANA

PROGRAM STUDI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

SURYA MITRA HUSADA


KEDIRI
2016-2017

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya
sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah psikologi tentang perkembangan
fisik, kognitif dan psikososial pada masa dewasa akhir. Makalah ini dibuat dan disusun oleh
penulis dengan tujuan memenuhi Tugas Mata Kuliah Trend & Issue Maternal & Neonatal.
Selain itu makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami
khususnya dan pembaca pada umumnya.
Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dosen Trend &
Issue Maternal & Neonatal. serta semua pihak yang telah membantu pembuatan dan
penyusunan makalah ini, hingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih kurang dari sempurna. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca, sebagai perbaikan bagi kami dalam
penyusunan makalah selanjutnya.
Akhir kata kami sebagai penyusun berharap, agar makalah ini nantinya dapat
bermanfaat bagi kita semua. Amin

Kediri, 28 November 2016

Tim Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehamilan ialah proses bergabungnya sperma dan ovum (gamet pria dan wanita)
untuk menciptakan suatu sel tunggal yang disebut dengan zigot, yang kemudian
menggandakan diri berkali- kali melalui pembelahan sel untuk menjadi lahir (Papalia,
2008).
Setelah mengandung 40 minggu, seorang wanita hamil akan bersiap untuk tahap
selanjutnya yaitu tahap persalinan. Persalinan ada 2 metode yaitu persalinan normal dan
persalinan sectio caesaria. Hal ini tergantung pada pertimbangan berbagai pihak, baik ibu
hamil itu sendiri, keluarga, dokter dan adanya pertimbangan medis yang ditinjau dari
adanya kelainan pada ibu maupun pada janinnya Banyak terjadi permasalahan yang
dialami oleh ibu karena efek lanjut dari proses kehamilan dan persalinan salah satunya
penurunan kekuatan otot perut (Suherni, 2008).
Postpartum atau masa nifas merupakan masa setelah partus selesai dan
berakhirnya setelah kira-kira 6 minggu. Delapan jam pasca persalinan, ibu harus tidur
terlentang untuk mencegah perdarahan. Sesudah 8 jam, ibu boleh miring ke kiri atau ke
kanan untuk mencegah thrombosis. Gangguan masa nifas salah satunya adalah gangguan
proses pemulihan kondisi fisik ibu postpartum yaitu proses involusiuteri dan kejadian
diastasis rectus abdominis (pemisahan otot-otot perut). Gangguan proses involusiuteri
yang tidak sempurna diantaranya adalah subinvolusiuteri yang dapat mengakibatkan
perdarahan, selain itu adalah hiperinvolusiuteri (Ambarwati, 2008).
Perdarahan yang berasal dari tempat implantasi plasenta, robekan pada jalan lahir
dan jaringan sekitarnya merupakan salah satu penyebab kematian ibu disamping
perdarahan karena hamil ektopik dan abortus. Perdarahan yang menetes perlahan-lahan
tetapi terus menerus juga berbahaya. Perdarahan merupakan salah satu sebab utama
kematian ibu dalam masa perinatal yaitu berkisar 5-15% dari seluruh persalinan.

Penyebab terbanyak dari perdarahan post partum tersebut yakni 50-60% karena
kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus yang kurang baik, untuk itu diperlukan
ambulasi dini dengan senam nifas yang dilakukan dalam waktu 24 jam setelah
melahirkan, secara teratur setiap hari. Setelah 6 jam persalinan normal atau 8 jam setelah
operasi sesar, ibu sudah boleh melakukan mobilisasi dini, termasuk senam nifas (Mutia
Alisjahbana, 2008).
Senam bermanfaat

untuk mengurangi infeksi puerperium, melancarkan

pengeluaran lokia, melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan,


meningkatkan kelancaran peredaran darah, serta mempercepat proses involusi alat
kandungan (Saminem,2008). Umumnya pada ibu pasca melahirkan takut melakukan
banyak gerakan. Sang ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang dilakukannya akan
menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, pada ibu bersalin yang melakukan ambulasi
dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uterus (kembalinya rahim kebentuk
semula) (Henry, 2009).

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Nifas
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kirakira 6 minggu (Saifuddin, 2008:122).
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alat-alat kaandungan kembali seperti pra-hamil.masa nifas ini yaitu 6 minggu
(Mochtar, 2009:122)
B. Pembagian Masa Nifas
Menurut Moctar R (2009:115) masa nifas di bagi menjadi 3 periode :
a. Puerperium Dini
Puerperium Dini adalah kepulihan dimana ibu di perbolehkan berdiri dan
berjalan. Sekarang tidak di anggap perlu lagi menahan ibu pasca persalinan
terlentang tempat tidurnya selama 7-14 hari setelah melahirkan.
b. Puerperium Intermedial
Puerperium Intermedial adalah kepulihan menyeluruh alat alat genetalia
external dan internal yang lamanya 6-10 minggu.
c. Remote Puerperium
Remote Puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat
sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi
waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu.
C. Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Pada Masa Nifas
Menurut Bubak (2006) perubahan yang terjadi pada masa nifas :
a. Involusi Uteri
Involusi atau pengerutan uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi
sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram.
b. Lochea
Lochea adalah cairan yang keluar dari liang senggama pada masa nifas
(Manuaba,2009:151). Lochea adalah cairan secret yang yang berasal dari kavum uteri
dan vagina dalam masa nifas (Mochtar, 2009:116)
c. Laktasi

Menurut Wiknjosastro (2002:239) sejak kehamilan muda, sudah terdapat persiapan


pada kelenjar mamae untuk menghadapi masa laktasi ini perubahab yang terdapat
pada kedua mamae antara lain sebagai berikut :
1. Proliferasi jaringan, terutama kelenjar dan alveolus mamae dari lemak.
2. Pada duktus laktiverus terdapat cairan yangkadang-kadang di keluarkan
berwarna kuning (kolostrum).
3. Hepervaskulerisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian mamae.
4. Setelah partus, pengaruh oksitosin mengakibatkan miopitelium kelenjar susu
berkontraksi, sehingga keluar air susu.
Pada masa nifas seorang ibu jaman sekarang harus tetap merasa menjaga kestabilan
tubuhnya dan disini ada faktor yang dapat mencetuskannya yaitu dengan cara
melakukan senam nifas.
D. Pengertian Senam Nifas
Senam nifas adalah senam yang di lakukan pada saat seorang ibu menjalani
masa nifas atau masa setelah melahirkan. (Idamaryanti, 2009).
Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah
melahirkan, supaya otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan
persalinan dapat kembali kepada kondisi normal seperti semula (Ervinasby,2008).
Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan guna
mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah
kehamilan (Alijahbana, 2008).
Senam nifas dapat 6-24 jam setelah melahirkan secara normal. Namun, bagi
wanita yang menjalani operasi sesar senam nifas baru boleh dilakukan 3 bulan setelah
operasi. Senam nifas dapat dilakuukan pada pagi hari atau sore hari atau pada saat bayi
lahir.
E. Tujuan Senam Nifas
1. Memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).
2. Mempercepat pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan pada kondisi semula.
3. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul selama menjalani masa nifas.
4. Memelihara dan memperkuat kekuatan otot perut, otot dasar panggul, serta otot
pergerakan.
5. Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, tonus otot
pelvis, regangan otot tungkai bawah.
6. Menghindari pembengkakan pada pergelangan kaki dan mencegah timbulnya varises
F. Manfaat Senam Nifas

1. Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma
serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
2. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan.
3. Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan
bersantai

sehingga

mengurangi

depresi

pasca

persalinan.

Senam nifas memang jarang dilakukan ibu-ibu pasca bersalin. Setidaknya ada 3
alasan mengapa mereka tidak melakukan senam itu.
4. Tidak
tahu
bagaimana
senam

nifas

itu

a. Karena saking bahagianya dan yang dipikirkan hanya bayinya saja.


b. Berpikir boro-boro senam, untuk bangun saja susah.
Sebenarnya senam nifas itu gampang dilakukan. tidak harus melakukan
gerakan yang macam-macam. paling hanya duduk dan bersila. bahkan kalau masih
sakit sambil tiduran juga bisa.Tapi sebelum senam nifas dilakukan, perhatikan dulu
proses persalinan anda. jika persalinan normal, dihari pertama pun bisa melakukan
senam nifas. Tentu jika anda sudah kuat melakukannya. Jika belum anda bisa
menunda 2-3 hari kemudian. Dan jika persalinan melalui proses operasi maka senam
nifas bisa dilakukan manakala anda sudah cukup sehat dan kuat. Tanyakan pada
dokter kapan bisa melakukan senam nifas.

G. Gerakan senam nifas


1. Lakukan latihan pernafasan
Caranya adalah dengan menarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar dan kemudian
tiupkan kembali perlahan-lahan. Jika memungkinkan lakukan dengan bersila. Jika
masih terasa sakit anda bisa sambil tiduran.
Manfaat : Gerakan pertama ini bermanfaat untuk memulihkan bagian tengah perut
yang sempat teregang ketika hamil.

2. Gerakan kedua dengan posisi terlentang. Setelah itu tekuk lutut ke dalam dan
kemudian putar-putar gelangan kaki.
3. Gerakan selanjutnya satu kaki diluruskan sedikit, jangan terlalu lurus karena bisa
sakit, lalu tekuk lagi. Lakukan gerakan kaki kanan dan kiri bergantian berulangulang. Lukukan gerakan ini semampu anda.
Tiga gerakan di atas adalah gerakan dasar yang sederhana dari senam nifas.
Meskipun terlihat sederhana dan sepele, jika dilakukan dengan rutin akan menolong
proses pemulihan dengan lebih cepat. Gerakan tersebut juga membuat tubuh anda
terasa lebih segar.
H. Syarat Senam Nifas
1. Untuk ibu melahirkan yang sehat dan tidak ada kelainan.
2. Senam ini dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau
rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.
I. Kerugian Bila Tidak Melakukan Senam Nifas
1. Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat
dikeluarkan.
2. Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang
abnormal dapat dihindarkan.
3. Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
4. Timbul varises.

J. Cara Melakukan Senam Nifas


1. Latihan Senam Nifas
a. Hari Pertama
Sikap tubuh terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali
dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan 3 detik kemudian buang
melalui mulut,
Lakukan 5-10kali.
Rasional :

Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal.


Latihan pernafasan ini ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan
pernafasan. Seluruh organ-organ tubuh akan teroksigenasi dengan baik sehingga
hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.
b. Hari Kedua,
Sikap tubuh terlentang, Kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu
kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat di atas muka. Lakukan 5-10
kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot
lengan.
c. Hari Ketiga,
Sikap tubuh terlentang, kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak
kaki berada dibawah. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga
lalu turunkan pantat keposisi semula
Ulangi 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk menguatkan kembali otot-otot daar panggul yang
sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.
d. Hari Keempat,
Tidur terlentang dan kaki ditekuk 45, kemudian salah satu tangan memegang
perut setelah itu angkat tubuh ibu 45 dan tahan hingga hitungan ketiga.

Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot
punggung.
e. Hari Kelima,
Tidur terlentang, salah satu kaki ditekuk 45, kemudian angkat tubuh dan
tangan yang berseberangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan
menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional :
Latihan ini bertujuan untuk elatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot
punggung, otot-otot bagian perut, dan otot-otot paha
f. Hari Keenam,

Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk 90


lakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional:
Latihan ini ditujukan untuk menguatkan otot-otot di kaki yang selama kehamilan
menyangga beban yang berat. Selain itu untuk memperlancar sirkulasi di daerah
kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.
K. Gambar Senam Nifas
1. Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area igaiga. Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut,
kencangkan

dinding

abdomen

untuk

membantu

mengosongkan

paru-paru

2. Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas.


Kendurkan lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang
bersamaaan rilekskan kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan
penuh

pada

seluruh

bagian

kanan

tubuh.

3. Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar
panggul,

tahan

selama

tiga

detik

dan

kemudian

rileks.

4. Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot


perut sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3
detik

kemudian

rileks.

5. Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan
bahu kira-kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.

6. Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.

7. Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat
kedua kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu
luruskan dan angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan
kembali

ke

lantai.

8. Tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di
ujung kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas.
Lakukan gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini
selama

setengah

menit.

9. Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam
keluar.

Lakukan

gerakan

ini

selama

setengah

menit.

10. Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan
menggergaji.

Lakukan

selama

setengah

menit.

11. Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut
mendekati badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang
ujung kaki, dan urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha.

Lakukan

gerakan

ini

sampai

10

setiap

hari.

12. Berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah
bantal diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan
angkatlah pantat dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4
sampai

kali

selama

setengah

menit.

13. Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan
disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan
kaki dan kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah
ini

sampai

kali

selama

setengah

menit.

L. Tujuan latihan Sikap tubuh terlentang menarik kaki sehingga paha membentuk 90
a. Menguatkan otot-otot punggung.
b. Menguatkan otot-otot di kaki dan memperlancar sirkulasi sehingga mengurangi resiko
edema kaki
c. Menguatkan otot-otot bagian perut.
d. Menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.

BAB III
PEMBAHASAN

Proses pemulihan kesehatan pada masa nifas merupakan hal yang sangat penting bagi
ibu setelah melahirkan, sebab selama masa kehamilan dan persalinan telah terjadi perubahan
fisik. Salah satunya perubahan dinding abdomen yang kendor karena putusnya seratserat
elastic kulit dan distensi yang berlangsung lama akibat pembesaran uterus selama hamil
(Suherni, 2008).
Kekuatan kontraksi otot tergantung dari ciri rangsangan syaraf, cara 5 penyampaian
rangsang, serta kerja ATP (Adenosine Triposfat). Cara yang berhasil dan popular dalam
meningkatkan kekuatan otot adalah dengan resistance exercise atau latihan tahanan. Untuk
pengembangan kualitas kekuatan yang dilakukan harus mengeluarkan suatu usaha yang
maksimal atau hampir maksimal untuk menahan atau mengangkat beban yang ada. Saat
melakukan senam terjadi suatu potensial aksi berjalan di sepanjang sebuah saraf motorik
sampai ke ujung pada saraf otot. Di setiap ujung, saraf menyekresi substansi neuro transmitter,
yaitu asetilkolin dalam jumlah sedikit. Asetilkolin bekerja pada area setempat pada membrane
serabut otot untuk membuka banyak kanal bergebrang asetilkolin melalui molekul-molekul
protein

yang

terapung

pada

membran.

Terbukanya

kanal

bergebrang

asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium untuk berdifusi ke bagian dalam
membran serabut otot. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial aksi pada membran.
Potensial aksi akan berjalan di sepanjang membrane serabut otot dengan cara yang
sama seperti potensial aksi berjalan di sepanjang membran serabut saraf. Potensial aksi
menimbulkan depolarisasi membran otot, dan banyak aliran listrik potensial aksi mengalir
melalui pusat serabut otot, potensial aksi menyebabkan reticulum sarkoplasma melepaskan
sejumlah besar ion kalsium yang telah tersimpan di dalam retikulum. Ion kalsium
menimbulkan kekuatan menarik antar filamen aktin dan miosin, yang menyebabkan kedua
filamen tersebut bergeser satu sama lain sehingga terjadi kontraksi dan saat kontraksi filamen
aktin telah tertarik ke dalam diantara filament miosin, sehingga ujung- ujungnya sekarang
saling tumpang tindih satu sama lain dengan pemanjangan yang maksimal. Lempeng Z juga
telah ditarik oleh filamen aktin sampai keujung filament miosin. Kemudian setelah kurang
dari satu detik, ion kalsiumdiproses kembali de dalam retikulum sarkoplasma oleh pompa
sarkoplasma membrane Ca++ , dan ion-ion ini tetap disimpan dalam retikulum sampai
potensial aksi otot yang baru datang lagi; pengeluaran ion kalsium dari myofibril akan

menyebabkan kontraksi otot terhenti terjadi relaksasi otot dimana ujung-ujung filamen aktin
yang memanjang dari dua lempeng Z yang berurutan sedikit saling tumpang tindih satu sama
lain. (Guyton & Hall, 2007).
Bentuk latihan untuk meningakatkan kekuatan otot yaitu dengan latihan beban (weight
training). Setiawan mengatakan bahwa latihan beban merupakan metode latihan tahanan
menggunakan beban sebagai alat untuk meningkatkan kondisi fisik termasuk kesegaran
jasmani dan kesehatan umumnya. Kemudian menurut Bowers dan Fox terdapat empat prinsip
latihan dasar tentang latihan beban yaitu: 1) Prinsip beban berlebih (over Load Principle ),
kekuatan otot akan lebih efektif bila diberikan beban sedikit diatas kemampuannya. Hal ini
bertujuan untuk mengadaptasikan fungsional tubuh sehingga dapat 6 meningkatkan kekuatan
otot.
Latihan yang menggunakan latihan beban dibawa atau diatas kemampuannya hanya
akan menjaga kekuatan supaya tetap stabil, tetapi tidak akan meningkatkannya. Dengan
prinsip beban berlebih ini maka kelompok-kelompok otot akan berkembang kekuatannya
secara efektif. Peningkatan beban yang dilakukan harusla lebih berat dari latihan sebelumnya
pada batas ambang rangsang kepekaannya . 2) prinsip peningkatan secara bertahap.
Pembebanan terhadap otot yang bekerja harus ditambah secara bertahap selama pelaksanaan
program latihan beban. Yang menjadi dasar kapan beban itu ditambah adalah dengan
menghitung jumlah repetisi/ angkatan yang dapat dilakukan sebelum datangnya kelelahan.
Gerakan senam yang mengarah untuk meningkatkan kekuatan otot perut yaitu
berbaring dengan posisi kedua lutut lurus. Tangan diletakkan diperut bagian bawah pusar, lalu
angkat kepala dan leher dengan melihat ujung jari kedua kaki, jika sudah melakukan gerakan
ini tanpa kelelahan berarti baru mengganti gerakan yang bebannya lebih berat yaitu berbaring
dengan posisi kedua lutut ditekuk. Tangan diletakkan disamping tubuh kemudian angkat
kepala dan badan, jika gerakan ini juga sudah dilakukan dan tanpa ada kelelahan yang berarti
maka lakukan gerakan yang sama hanya posisi kedua tangan disilangkan kedepan tubuh jika
gerakan ini juga sudah mahir maka ulangi gerakan yang sama namun posisi kedua tangan
diletakkan di belakang leher.