Anda di halaman 1dari 7

SOAL DAN UTS HUKUM JAMINAN TAHUN 2014

1. Manakah yang harus didahulukan dalam pelunasan piutang diantara piutang-piutang


dengan hak privilege, gadai dan hak tanggungan jika kewajiban untuk melunasi ada
seorang debitor. Jelaskan !
Jawab : Berdasarkan Pasal 1134 (2) KUH Perdata, gadai dan hipotek adalah lebih tinggi
dari pada privilege, kecuali oleh undang-undang ditentukan sebaliknya. Dengan demikian
yang harus didahulukan adalah gadai dan hak tanggungan dulu baru kemudian hak
privilege.
2. Mengapa dalam penyerahan benda gadai tidak dapat dilakukan dengan penyerahan secara
Constitutum possessorium dan dengan penyerahan apa sajakah penyerahan benda gadai
dilakukan. Jelaskan serta berikan contohnya masing-masing!
Jawab : penyerahan benda gadai tidak dapat dilakukan dengan penyerahan secara
Constitutum possessorium karena syarat gadai adalah inbezit steling, sehingga hak gadai
sah apabila barang gadai keluar dari kekuasaan pemberi gadai/debitor. Karena
penyerahan secara constitutum possessorium tidak menimbulkan terjadinya hak gadai
sehingga perjanjian gadai tidak sah.
Cara-Cara Penyerahan Benda Gadai :
1. Nyata : penyerahan barang langsung dari tangan pemberi gadai ke penerima gadai.
2. Traditio brevi manu (tangan pendek) : benda yang akan diserahkan sudah ada di
tangan orang yang akan menerimanya.
3. Traditio Longa manu (penyerahan tangan panjang) : benda yang akan diserahkan
masih pada pihak ke-3.
3. A telah menyewakan sepeda kepada B. Oleh B sepeda tersebut digadaikan kepada C dan
kemudian dicuri oleh D. Pertanyaan :
a. Apakah perjanjian gadai yang dibuat oleh B dan C tersebut sah. Jelaskan dan
sebutkan Pasalnya!
Jawab : Perjanjian antara B dan C tetap sah karena menurut Pasal 1152 ayat (4) hal
tidak berkuasanya si pemberi gadai untuk bertindak bebas dengan barang gadai, tidak
dapat dipertanggungjawabkan kepada si kreditor yang telah menerima barang tersebut
dalam gadai. Sehingga C tetap memperoleh hak gadai.
b. Sebutkan hak dan kewajiban yang dipunyai oleh C.
Jawab : Hak dan kewajiban C :
Hak C :
1. Mengeksekusi benda gadai
2. Menahan benda gadai
3. Kompensasi
4. Mendapat ganti rugi atas penyelamatan benda gadai
5. Menjual benda gadai dalam kepailitan B
6. Preferensi
7. Atas ijin hakim tetap menguasai benda gadai
8. Menjual benda gadai dengan perantara hakim
9. Menerima bunga piutang gadai
10. Menagih piutang gadai

Kewajiban C :
1. Memberitahukan kepada B jika barang gadai dijual
2. Memelihara benda gadai
3. Memberikan perhitungan dari hasil penjualan barang gadai dan besarnya piutang
kepada B
4. Mengembalikan barang gadai jika :
a. C menyalahgunakan benda gadai
b. B melunasi hutangnya
5. Memperhitungkan hasil penagihan bunga piutang gadai dengan besarnya bunga
piutangnya kepada B
6. Mengembalikan sisa hasil penagihan piutang gadai kepada B
c. Dapatkah C yang bukan pemilik dari sepeda melakukan revindikasi atas sepeda
tersebut dari D. Jelaskan dan sebut Pasalnya!
Jawab : C tetap dapat melakukan revindikasi karena merupakan pemegang hak gadai
(Pasal 1977 (2))
4. Sebutkan dan jelaskan persamaan dan perbedaan antara gadai cessie dengan cessie!
Jawab :
Persamaan :
1. Ada 3 pihak yang tersangkut
2. Objeknya piutang atas nama
Perbedaan :
1. Bentuk prjanjian :
Cessie : Harus dengan akta (Ps. 613 (1) KUH Per.)
Gadai Cessie : Bebas (Ps. 1151 KUH Per.)
2. Pemberitahuan kepada debitor :
Cessie : Dengan dibuatnya akta cessie perbuatan hukum adanya cessie sudah selesai.
Pemberitahuan hanya merupakan upaya agar cessie mengikat (Ps. 613 (2) KUH Per.)
Gadai Cessie : Pemberitahuan merupakah hal mutlak supaya hak gadai terjadi (Ps.
1153)
3. Cara pemberitahuan:
Cessie : dengan exploit juru sita apabila cessus tidak mau menerima dan mengakui
cessie
Gadai Cessie : Bebas
5. Perjanjian Penanggungan bersifat accessoir, namun sifat accessoir dari perjanjian
penanggungan tersebut ada pengecualiannya. Apa pengecualiannya tersebut dan berikan
contohnya!
Jawab : Terdapat pengecualian terhadap hal itu yaitu Apabila penanggung mengajukan
diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan, biarpu perikatan itu dapat dibatalkan
dengan suatu taksiran yang mengenai pribadi dirinya si pribadi berhutang. Contoh :
terhadap perikatan yang dapat dibatalkan karena belum kedewasaan debitor. Maka
menurut Pasal 1821 ayat [2] KUH Perdata Perjanjian Penanggungan tersebut tidak dapat
dibatalkan.
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hak untuk diberhentikan dari penanggungan karena
terhalang melakukan subrogasi akibat perbuatan/kesalahan kreditur!

Jawab : Berdasarkan Pasal 1848 KUH Perdata ini kreditor tidak boleh melakukan
tindakan atau sikap yang menyebabkan penanggung nantinya, kalau ia membayar kepada
kreditor menjadi terhalang untuk menggantikan hak-hak kreditor berdasar perikatan yang
ia bayar.
SOAL DAN UTS HUKUM JAMINAN TAHUN 2011/2012
1. Kreditor pemegang gadai berhak untuk mengambil pelunasan dari barang gadai lebih
dahulu dari pada kreditor-kreditor yang lain. Jelaskan!
Jawab : Pada perjanjian gadai menurut Pasal 1150 KUH Perdata memberikan kepada
pemegang gadai kewenangan untuk menerima pelunasan lebih dahulu dari kreditorkreditor lainnya. Dengan demikian pemegang gadai kedudukannya sebagai Kreditor
Preferen. Apabila pemberi gadai wanprestasi tidak dapat melunasi hutang-hutangnya
terhadap kreditor-kreditornya maka pemegang gadai memiliki mewenangan untuk
didahulukan pelunasannya atas benda gadai, terkecuali terhadap Previlege.
2. Salah satu sifat gadai adalah hak jaminan yang kuat dan mudah pelaksanaan eksekusinya.
Jelaskan!
Jawab : Hak jaminan yang kuat karena pemegang gadai memiliki hak diistimewakan
yaitu hak yang didahulukan dari kreditor lainnya. Pasal 1134 ayat (2), kecuali terhadap
privilege yang diatur dalam Pasal 1150 KUH Perdata meliputi biaya-biaya lelang benda
gadai dan biaya-biaya untuk memelihara dan menyelamatkan benda gadai.
Hak jaminan yang mudah karena apabila debitor (pemberi gadai) wanprestasi, penjualan
terhadap benda gadai tidak membutuhkan keputusan atau perantara Hakim Pengadilan
Negeri.
3. Jelaskan terjadinya gadai terhadap benda bergerak berwujud!
Jawab : terjadinya gadai terhadap benda bergerak berwujud melalui 2 tahap, yaitu :
1.
Tahap Perjanjian Gadai
Perjanjian gadai bersifat accessoir terhadap perjanjian pokoknya yaitu perjanjian
pinjam-meminjam, dan adanya perjanjian gadai cukup bila diantara para pihak
adanya kata sepakat (Konsesual) serta perjanjian gadai menimbulkan kewajiban bagi
para pihak (obligatoir). Sedangkan bentuk perjanjiannya tidak ditentukan (1151 KUH
Perdata)
2.
Tahap Penyerahan Barang atau benda Gadai
Penyerahan Benda gadai harus dengan penyerahan nyata sampai dengan keluar dari
kekuasaan Pemberi gadai (inbezit stelling) seperti yang diatur dalam pasal 1152 ayat
[2] KUH Perdata
4. Jika perjanjian utang piutang dibatalkan karena debitor belum dewasa, apakah perjanjian
penanggungan juga ikut batal?. Jelaskan!
Jawab : Pada setiap perjanjian Jaminan kebendaan bersifat accessoir artinya timbulnya
perjanjian kebendaan karena adanya perjanjian pokok yang mensyaratkan jaminan
kebendaan, sehingga apabila perjanjian pokok batal demi hukum karena debitor belum
dewasa maka perjanjian jaminan kebendaannya pun ikut dibatalkan.

Tetapi khusus dalam perjanjian penanggungan yang diatur dalam Pasal 1820 KUH
Perdata, terdapat pengecualian terhadap hal itu yaitu Apabila penanggung mengajukan
diri sebagai penanggung terhadap perikatan yang dapat dibatalkan karena belum
kedewasaan debitor. Maka menurut Pasal 1821 ayat [2] KUH Perdata Perjanjian
Penanggungan tersebut tidak dapat dibatalkan.
5. Bagaimanakah jika debitor pemberi hak jaminan atas Resi Gudang wanprestasi kepada
kreditor penerima hak jaminan atas Resi Gudang?. Jelaskan!
Jawab : Jika demikian maka dapat dilakukan dengan :
- Melalui Lelang umum tanpa menunggu penetapan Pengadilan, untuk benda-benda
yang dinilai masih memiliki nilai ekonomi jangka panjang. Perkiraan kerugian yang
mungkin diderita dalam jangka waktu yang panjang
- Melalui Penjualan langsung oleh pengelola gudang untuk barang-barang yang nilai
komoditasnya berjangka pendek sehingga dimungkinkan timbul kerugian pada jangka
pendek
SOAL DAN UTS HUKUM JAMINAN TAHUN 2011
1. Mengapa penyerahan benda gadai dengan constitutum possessorium tidak terjadi
gadai. Jelaskan!
Jawab : Karena penyerahan secara constitutum possessorium tidak memenuhi syarat
inbezitstelling yang merupakan syarat mutlak adanya gadai, sebagaimana ditentukan
dalam Pasal 1152 ayat 2 KUHPer bahwa badai harus keluar dari kekuasaan si
pemberi gadai. Cara penyerahan benda gadai adalah:
a.
Penyerahan secara nyata, benda yang akan diserahkan sudah berada di tangan
penerima gadai
b.
Penyerahan secara simbolis
c.
Penyerahan secara taditio brevi manu, benda yang akan diserahkan sudah
dikuasai lebih dahulu oleh penerima gadai
d.
Penyerahan secara traditio longa manu, benda yang akan digadaikan masih
berada pada pihak ketiga

inbezitstelling = hak gadai terjadi dengan dibawanya barang gadai keluar dari
kekuasaanya si pemberi gadai / debitur
2. Biaya lelang dan penyelesaian warisan dengan biaya penginapan, mana yang harus
didahulukan dalam pelunasannya. Jelaskan!
Jawab : Yang harus didahulukan adalah biaya lelang dan penyelesaian warisan
karena keduanya termasuk sebagai privilege (hak istimewa) yang menurut Pasal
1134 adalah suatu yang oleh undang-undang diberikan kepada seseorang berpiutang
sehingga tingkatannya lebih tinggi dari pada orang berpiutang lainnya, semata-mata
berdasarkan sifat utangnya.
Menurut Pasal 1139, privilege terhadap benda tertentu milik debitur antara lain:
a.
Biaya lelang dan penyelesaian warisan
b.
Biaya penguburn
c.
Biaya perawatan dan pengobatan

3.

4.

5.

6.

d.
Upah para buruh
e.
Piutang karena penyerahan bahan makanan
f.
Piutang para pengusaha sekolah / asrama
g.
Piutang anak yang belum dewasa dan pengurusan wali
h.
Piutang orang yang terampu dan pengurusan terampu
Apa akibat hukumnya jika dalam gadai cessie tidak dilakukan pemberitahuan adanya
Gadai Cessie kepada Debitor Cessus. Jelaskan!
Jawab : Syarat mutlak dalam Gadai cessie adalah harus adanya pemberitahuan
kepada Debitor Cessus pasal 1153 KUH Perdata, Sehingga apabila tidak didahului
dengan pemberitahuan kepada Debitor Cessus maka dianggap tidak ada Piutang
gadai Atas Nama (Gadai Cessie)
Jelaskan Asas Paritas Kreditorium dari Asas Schuld dan Haftung!
Jawab : Paritas Creditorium adalah apabila Debitor memiliki beberapa kreditor,
kedudukan kreditor adalah sama atau seimbang
Schuld adalah secara umum berupa Kewajiban berprestasi dari debitor terlepas dari
sanksinya. Dapat dikatakan schuld sebagai hutang debitor terhdap kreditor, posisi
debitor dalam hal ini pasif.
Haftung adalah tanggung jawab debitor terhadap hutangnya kepada kreditor berupa
harta kekayaan yang dimiliki oleh debitor.
Jelaskan hak atas ijin hakim tetap menguasai benda gadai dari pemegang gadai!
Jawab : Ini terjadi apabila sdebitor atau pemberi benda gadai cedera janji, maka
kreditor dapat menuntut dimuka Hakim agar segera barang gadai dijual sesuai dengan
ketentuan yang telah diputuskan Hakim untuk melunasi hutang, bunga dan biayabiaya yang timbul akibat perjanjian gadai. Atas tuntutan ini Kreditor atas ijin Hakim
tetap menguasai benda gadai sebesar hutang, bunga dan biaya lainnya. Pasal 1156
ayat [1] KUH Perdata
Jelaskan pendaftaran kapal menggunakan stelsel negatif dan menganut ajaran kausal!
Jawab : Stelsel Negatif adalah Pendaftaran kapal tidak memberikan jaminan bahwa
orang yang namanya terdaftar adalah Pemilik yang sebenarnya dari kapal yang
didaftarkan
Ajaran Kausal yang dianut dalam Pendaftaran Kapal adalah Ajaran yang
memberikan pengertian tetang adanya hubungan antara Pemilik Terakhir dengan
Pemilik-Pemilik sbelumnya dalam hal memperoleh hak atas kapal

SOAL DAN UTS HUKUM JAMINAN TAHUN 2010


1. Jelaskan proses pembebanan HT melalui SKMHT terhadap objek HT yang belum dibalik
nama atas nama pemberi HT sampai keluarnya sertipikat HT!
Jawab : (masuk ke materi soal UAS)
2. Jelaskan perbedaan eksekusi HT antara : (masuk ke materi soal UAS)
a. Hak pemegang HT pertama untuk menjual objek HT sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 UU HT.
b. Titel eksekutorial yang terdapat dalam sertipikat HT sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 14 ayat (2) UU HT.

3. Sebutkan dan Jelaskan ciri-ciri Lembaga Jaminan Fidusia!


Jawab : cirri-ciri jaminan fidusia adalah :
a. Memberikan kedudukan yang mendahulu kepada kreditor penerima fidusia terhadap
kreditor lainnya (Pasal 27 UUF). Penerima Fidusia memiliki hak yang didahulukan
terhadap kreditor lainnya. Hak yang didahulukan dihitung sejak tanggal pendaftaran
benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia.
b. Selalu mengikuti obyek yang dijaminkan di tangan siapapun obyek itu berada (droit
de suite) (Pasal 20 UUF). Jaminan Fidusia tetap mengikuti benda yang menjadi obyek
Jaminan Fidusia dalam tangan siapapun benda tersebut berada, kecuali pengalihan
atas benda persediaan yang menjadi obyek Jaminan Fidusia.
c. Memenuhi asas spesialitas dan publisitas sehingga mengikat pihak ketiga dan
memberikan jaminan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan
(Pasal 6 dan Pasal 11 UUF).
d. Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya (Pasal 29 UUF). Dalam hal debitor cidera
janji, pemberi fidusia wajib menyerahkan obyek Jaminan Fidusia dalam rangka
pelaksanaan eksekusi. Eksekusi dapat dilaksanakan dengan cara pelaksanaan titel
eksekutorial oleh penerima fidusia.
4. A memiliki toko dan berjualan TV merk LG sebanyak 20 buah. Untuk menambah modal
ia meminjam Rp. 15.000.000,- kepada B dengan Jaminan fidusia atas 20 TV tersebut.
a. Bagaimana proses terjadinya jaminan fidusia tersebut diatas?
Jawab : proses terjadinya jaminan fidusia tersebut melalui beberapa tahap yaitu
sebagai berikut :
1. Permohonan pendaftaran fidusia dilakukan oleh penerima fidusia, kuasa atau
wakilnya dengan melampirkan pernyataan jaminan fidusia.
2. Pejabat Pendaftaran Jaminan Fidusia setelah menerima permohonan tersebut
memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan. Apabila tidak lengkap, harus
langsung dikembalikan berkas permohonan tersebut. Apabila sudah lengkap,
Pejabat Pendaftaran Fidusia memberikan sertifikat jaminan fidusia dan
menyerahkan kepada pemohon yang dilakukan pada tanggal yang sama dengan
tanggal pencatatan permohonan pendaftaran jaminan fidusia.
3. Apabila terdapat kekeliruan penulisan dalam sertifikat jaminan fidusia, dalam
waktu 60 hari setelah menerima sertifikat jaminan fidusia pemohon memberitahu
kepada Kantor Pendaftaran Fidusia untuk ditertibkan sertifikat perbaikan.
Sertifikat jaminan fidusia ini memuat tanggal yang sama dengan tanggal sertifikat
semula.
b. Jika sebagian objek jaminan fidusia ia gadaikan kepada C tanpa sepengetahuan B.
Jelaskan akibat hukumnya bagi A!
Jawab : Karena tindakannya, A dapat dikenakan Pasal 36 UUJF yang berbunyi:
Pemberi Fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan Benda yang
menjadi obyek jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (2) yang
dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia, dipidana

dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak
Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
Logikanya, benda yang dijaminkan dengan fidusia mengakibatkan beralihnya segala
hak milik dari benda tersebut kepada kreditor (penerima fudusia) sehingga pemberi
fidusia sudah tidak mempunyak hak atas benda dengan jaminan fidusia tersebut.
c. Bagaimana jika A wanprestasi, jelaskan!
Jawab : Jika wanprestasi, maka objek jaminan fidusia tersebut dapat di sita atau di
eksekusi oleh krediturnya sesuai dengan kesepakatan masing-masing pihak. (Dasar
Hukum : UU No. 42 tahun 1999 tentang JF.