Anda di halaman 1dari 17

:

KEMENTERIAN PERTANIAN

DIREKTORAT JENDERAL PETERhIAKAN DAN KESEHI\]AN HEWAI{

PERA'TURAN DIREKTUR

JENDERAI

PETERNAKAN DTTI,J KESEHATAN HEWAN

NotvroR g*6/y t / or. rb /r/t /zo / /

TENTANG

pEDoMAN pELAyANAw vereRrrurR l

DENGAN RAHMAT I-UHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEVV/TN

Menimbang : a.

bahwa untuk melindungi, mengamankan, dan/atau

lingkungan serta dalam

produksi dan produktifitasriya perlu

sebagaimana telah disei.rutkan dalam

menjamin ir,.iavah

yar.sl oapat

Negara Kesatuan Republik rndonesia dari ancaman

mengganggu

kesehatan atau kehidupan manusia, l-rewan, dun

r',ngka meningkatkan clerajad liesehatan hev,.ran,

diselenggarakan pela,yanan veieriner

pasal

6g

Undang-Unclang Nomor

18 tahun 2009 tentang peternakan dan l(esehatan Hewan,

bahwa berdasarkanpertimbangan

sebagaima,ra cjimaksud p^da huruf a,

Veteri,"er dengan P"ritiir"n

qerlu menetaph.un Pedoman perayanai.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewdn.

Mengingat :

1' Undang-Undang Nomor 32 Tahun 20C4 tentang pemerintahan Daeralr

(Lembaran Negara Rl rahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 4437).,

il33[:t"

;'' ljil:

"

2

3.

*,"r:;t

Ti +:ilfi', fo:J"'[,:Hi, %11

1g77 tentang penolakan,

penyakit

Hevvair

"1:^',iH:,"'

Rl Nomor

Tambahan Lembaran

Negara

5015);

Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun

Pencegahan, Pemberantasan dan pengobatan

(Lembararr

Iegara

Rt Nomor 3101);

Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara R: Tahun

Tambahan Lembaran

Negara Rl Nomor

3253);

Negara Rl rahun 1977 Nomoi 20, Tannbahan Le,nbararr

tentang Kesehatan

1gB2 Nomor 2g,

4- Peraturan Pemerintah Nornor 22 Tahurr 1983

5. Peraturan'Pemerintah Nomor 78 Tahun 19J2

(Lembaran Negara Rl

tentang Okat Hewan

rahun 1i)92 Nomor 129, Tamnjhan eml.raran

Negara Rl Nomor'3509);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2OO7 tentang peml;agian

Urusan Pemerintahan Antara

pemerintah, pemerintahan I)aJrah

Kabuapaten/Kota

(Lernbaran

Provinsi, cjan Pernerintahan Daerah

Negara Rl rahaun 2007 Nom or 82, Tambahan Lembaran irlerlara Rl

Nomor 4737);

7. Keputusan Presiden Nomor Kabinet lndonesia Bersatu ll

Menteri Negara;

84/p Tahun 200g

tentang

poriode 2O0g-2014 dan

Pemlientukan

Pengangkatan

Menetapkan :

KESATU

KEDUA

KETIGA

9' Peraturan presiden

^

Nomor 24 Tahun

ttegara

2olotentang

dan Fungsi, Kementerian

Fungsi Eselon l

Kedudukan, Tugas,

rugas, dan

tentang

Hewan

*di;;,;i"ribrg"nisasi

Kementeri"nitegara;

10'Keputusan Menteri

_

F;rd;;;;-ruomor

fi:li,:;n"n' pemoetan;t"n' dan pungobi;n

4BTrKpts/rJm/6/1981

penyakit

11' Peraturan Menteri pertanian

12' Peraturan

tentang pedoman

lgro,

61/permentan/or. 14or1or2o1o

1Aotgt2*ol

tentang organisasi dan Tata xerja

Menteri pertaniari''

r.r.nt.ii*'pl.t"ni"n,

No,'o,.

o+lF"r.n'"ntan/oT.

nu*"n;

perayanan-pusat

plrt"niun

13. Peraturan Menteri

Kesehatan

Nomor 0tp;r,""ntan/or. 14or1r2o1a

Medik Veteriner;

tentang pedoman eeUyaninlu

MEMUTUSKAN ;

Pedoman Perayanan y'eteriner

bagian yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini.

seperti tercantrm

pada rampiran sebagai

Pedoman perayanan Veteriner

KESATU sebagai acuan bagi dokter

sebagaimana dimaksud pacia diktum

hewan

dan/atau tenaga kesehatan

hewan dalam melakukan pui"y"n"n veteriner.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkrn.

l

DIREKTUR .JENDE

'r.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal ez -n - Jc> 11

KAN DAN KESEHATAN HEWAN

N\-

TYO CATURROSO

SALINAN Peraturan ini disampaikan kepacia yth :

1.

Menteri Pertanian ;

2. lulenteri Dalam

3. Mlenteri Kesehatan-.

Negeri ;

4. Menteri perO"g"igan

5. Menteri per-inO'ustrLn

;

;

6. Kepala Badan

7.

8.

o

10.

11.

pengawasan Obat dan Makanan

;

lala Plmpinan Esion i

Gubernur di seturuh lndon6s;ia

ringi(;; tie]ienterian pertanian

- ' -"

;

;

peternakan dan/atau kesehatan hewan provinsi,

BupatiA/Valikota di seturun inOohesia ,

[:81!!giia.t;11,jlfi*i;Hj-tungsi

Kepala Unit Pelaks"ni

fukniJ'ililkft'Direktorat Jenderar peternakan dan Kese,hatan r.rewan.

ry-::r Y*; .;4

-"\*<- -E

KEMENTERIAN PERTANIAN

DIREKTORAT JENDERAL PETERhIAKAN DAN KESEHI\]AN HEWAIU

PERA'TURAN DIREKTUR

JENDERAI

PETERNAKAN DTTI,J KESEHATAN HEWAN

NorvroR g*6/y t / or. rb /r/t /ze / /

TENTANG

pEDoMAN pELAyANAw vereRrruen l

DENGAN RAHMAT I-UHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEVV/TN

Menimbang : a.

bahwa untuk melindungi, mengamankan, dan/atau

lingkungan serta dalam

produksi dan produktifitasriya perlu

sebagaimana telah disei.rutkan dalam

menjamin ir,.ialrah

yar.g oapat

Negara Kesatuan Republik lrrdonesia dari ancaman

mengganggu

kesehatan atau kehidupan manusia, l-rewan, dun

r',ngka meningkatkan clerajad liesehatan hev,.ran,

diselenggarakan pela,yanan veieriner

pasal

6g

Undang-Unclang Nomor

18 tahun 2009 tentang peternakan dan l(esehatan Hewan,

bahwa berdasarkanpertimbangan

qerlu menetaph.an Pedoman pelayanai.

sebagaima,ra cjimaksud p^da huruf a,

Veteri,"er dengan lr"rit1'i,",-,

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewdn.

Mengingat :

1' Undang-Undang Nomor 32 Tal-,un 20C4 tentang pemerintahan Daeralr

(Lembaran Negara Rl rahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 4437).,

ilSsffi " ;'' ljff:

"

2

3.

*,"r:;t

Ti +:ilfi', fo:J"'l,:Hi, %11

1g77 tentang penolakan,

penyakit

Hevvair

"1:"',iH:,"'

Rl Nomor

Tambahan Lembaran

Negara

5015);

Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun

Pencegahan, Pemberantasan dan pengobatan

(Lembararr Negara Rl

Iegara

Rt Nomor 3i01);

rahun 1977 Nomoi 20, Tarnbahan Le,nbararr

tentang Kesehatan

1gB, Nomor 2g,

tentang Okat Hewan

4- Peraturan Pemerintah Nornor 22 Tahurr 1983

5. Peraturan'Pemerintah Nomor 78 Tahun 19J2

Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara R: Tahun

Tambahan Lembaran

Negara Rl Nomor

3253);

(Lembaran Negara Rl rahun 1i)gz Nomor 129, Tamnihan eml.raran

Negara Rl Nomor'3509);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2OO7 tentang pemliagian

Urusan Pemerintahan Antara

pemerintah, pemerintahan I)aJrah

Kabuapaten/Kota

(Lernbaran

Provinsi, cjan Pernerintahan Daerah

Negara Rl rahaun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran irlerlara Rl

Nomor 4737);

7.

Keputusan

Kabinet

Presiden Nomor

84/p Tahun 200g

tentang

lndonesia Bersatu ll

poriode 2009-2014 dan

Menteri Negara;

Pemlientukan

Pengangkatan

Menetapkan :

KESATU

KEDUA

KETIGA

9' Peraturan presiden

^

Nomor 24 Tahun

ttegara

2olotentang

dan Fungsi, Kementerian

Fungsi Eselon l

Kedudukan, Tugas,

rugas, dan

tentang

Hewan

*di;;,;i"ribrg"nisasi

Kementeri"nitegara;

10'Keputusan Menteri

_

F;rd;;;;-ruomor

fi:?i,:;n"n' pemoetan;r"n' dan pungobi;n

487rKpts/rJm/6/1981

penyakit

11' Peraturan Menteri pertanian

12'Peraturan

tentang pedoman

lgro,

61/permentan/or. 14ot10/2010

o+7p"r.n'"ntan/oT. 14otgt2oo7

Hewan;

tentang organisasi dan Tata xe4a

Menteri pertanian

r.r.nt.ii*'pl.t"ni"n,

Nomor

Kesehatan

pelayanan-pusat

Plrt"niun

13' Peraturan Menteri

Nomor 0tp;rr"ntan/or. 14or1rzorc

Medik Veteriner;

tentang pedoman eeUyaninlur.

MEMUTUSKAN ;

Pedoman Perayanan y'eteriner

bagian yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini.

seperti tercantrm

pada rampiran sebagai

Pedoman perayanan Veteriner

KESATU sebagai acuan bagi dokter

sebagaimana dimaksud pada diktum

hewan

dan/atau tenaga kesehatan

hewan dalam melakukan pui"y"n"n veteriner.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkrn.

l

DIREKTUR .JENDE

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal ez -// - Jc> 11

KAN DAN KESEHATAN HEWAN

'r. tA

t/,

N\-

-'

TYO CATURROSO

SALINAN Peraturan ini disampaikan kepacia yth :

1.

Menteri Pertanian ;

2. lulenteri Dalam

3. lulenteri Kesehatan-.

Negeri ;

4. Menteri pe.O"g"igan

E

6.

7.

8.

o

10.

11.

Menteri

Kepala Badan

lala Plmpinan Esion i

Gubernur di seluruh lndon6s;ia

per-inO'ustrLn ;'

;

pengawasan Obat dan Makanan

;

ringi(;; tie]ienterian pertanian

- ' -"

;

BupatiA/Vatikota di seturun inOohesia ,

;

peternakan dan/atau kesehatan hewan provinsi,

fi:81llgiiffi.t$,jfffi:5frlj-tunssi

Kepala unit Pelaks"ni

f"kniJ'ililkft'Direktorat Jenderar peternakan dan Kese,hatan r.rewan.

I.AMPIRAN

LqoMoR :

: PERATURAN'DIREKTUR

JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAT.-I

/eorr

9?6 /*Vts /oF. tto/F/n

'n[/

e+t Ac"-'a'o t t

TANGGAL : a' A

PEDOMAN PELAYANAN VETERI NER

"=*oKiuluAN

1. Latar Belakang

Pada hakikatnya upaya kesehatan, termasuk kesehatan hewan

merupakan

tdnggung jawab beisima antara pemerintah dan masyarakat, dan karerranya

pemerintah perlu menata dan mengatu; penyelenggerraan pelayanan veteriner,

tthususnya pengendalian dan penanggulangan p-en'yaicit hewan, pengawasan

kesehatan masyarakat veteriner dan penerapan kesqjahteraan hewan,

peningkatan kelembagaan, pembinaan tenaga kesehatan hewan, monitoring,

evaluasi dan pelaporan serta pembiayaan dalam pelaksanaan pelayanan veteriner, sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas) untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia, derajat

kesehatan hewan serta kehamronisan pelestarian lingkungan.

Dewasa ini pelayanan Veteriner

Masalah utama yang dianggap sebagai

belum berjalan sebagaimana mestinya.

oenyebab

adalah dikarenakan di

di Kementerian Pertanian hanya

tingkat nadional struktur lenlbaga veteriner

pada tingkat eselon

ll, yang menyebabkan keterbatasan dalam perencanaan,

kegiatan dan

penganggarannya serta terjadinya

pelaksanaan jenis

ketimpangan kemitraan medik untuk koordinasi dengan pelayanan medik pada

kesehatan manusia di Kementerian Kesehatarr. Disamping itu, karena

ctonomi daerah dan deserrtralisasi menyebabkan kelembagaan 'reteriner di

adanya

daeralr tidak terstruktur dengan baik, iehingga pelayanai veteriner tidak

terselenggara dalam satu garis komanclo.

Munculnya wabah High Pathagenic Avian Influenza (HPAI) atau Flu Burung

beberapa tahun terakhir terus mendapatkan perhatian

dan internasional, yang berbagai pihak menilai lndonesia kurang

cepat dalam

mengendalikan dan menanggulangi vrabah HPAI tersebut. Hal ini diakibatkan

masyarakat lndonesii

antara lain

Agriculture

belum memadainya sistem pelayanan veteriner, sehingga Food and

Organization/FAO mernberikan bantuan teknis

Oilam upaya

dan penanggulangannya. Berdasarkan pelaksanain

pengendalian

pengendalian

Al melalui pendekatan partisipatif (Partisipatory Dr'sease

Surueillance and Response/PDSR) yang

difasilitasi FAO dirasakan sangat

dimaksud tidali terputus

efektif dan perlu terus dilanjutkan agar kegiatan

seirirrg akan berhentinya bantuan

tahapan kegiatan transisi' PDSR

pihak FAO, sehingga

clalam kegiatan

diperlukan satu

veteriner:

pelayanan

(Veterinary Serufces) untuk segera dapat diaplikasikan ke seluruh daerah

terutama daerah percontohan yang telah ditentukan.

Mengingat hal tersebut dan belum terbitnya peraturan pelaksanaan Undang-

Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang

baik

Peternakan dan Kesehatan

Hewan,

dalam bentuk Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri

Pertanian, dan untuk mengiatasi berbagai permasalahan dan kelemahan dalam

pelayanan veterinei,

maka Pemerintah harus segera berupaya

sebelumnya, melalui

menyesuaikan

peraturan yang

Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dilengkapi dengan pedoman

.ada

Kepufusan Direl{ur Jenderal

' pelayanan veteriner sebagai langkah terobosan untuk terselenggaranya

t

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

:

Maksud ditgfitkalnya :Peraturan Direktur Jenderal peternakan

Kesehatan Hewan

teritang

dan

pedoman perayanan,,"t"iin"r'ili;;il'"ebagai

hewan,' kesehatan

masyarakat veteriner

prouinri Jan xaoupaten/Kota dalarn

pedoman bagi aparatu;: t<esehatan

dan kesejahteraan hewan di Pusat,

menyelenggarakan pe,layanan veteriner.

D. tujuan

Tujuan diterbitkannya

(a)

p,egornan perayanan

'

sistem

veteriner ini yaitu:

menyelenggarakan'

(StSKESWANNAS);

ru*"r,"t"n

Hewan Nasional

(b) menjamin

masyarakat;

kepastian, kenyamanan dan/atau ketenteraman bathin bagi

' (c)

acuan hagi otoritas Veteriner dan/atau dokter hewan

,menjadi

oerwenang;

(d) meningkatkan koordinasi dan

tata hubungan kerja bagi organisasi

dokter

profesi kedokteran, hewan dengan Otoritas-r/ebrinLr,:ailatau

hewan berwenang

dalam pelayJnan veteriner; dan

(e) pelaksaRaan standar perayanin minimar veteriner.

3. Ruang Lingkup

Ruang ling.kup yang

diatur dalam pedoman ini

meliputi; kegiatan pelayanan

veteriner, kelembagaan,

sumberdaya manusia veteriner, p]eng"*L."n dan

pembinaan, serta pembiayaan

4. Definisi Operasional

a- Veteriner

penyakit

b' Pelayanan

adararr segara urusan yang berkaitan dengan hewan dan

hewan;

kesehatan hewan yang selanjutnya disebut pelayanan veteriner

'0""g"" -

!ent11\ _petayanan

didalamnya

yang berkaitan

r.esehatan

t<esbnatan masyarakat veteriner dan

:

hewan;

dan/atau kelembagaan

,ft;i yang

adalah segala

hewan, termasuk

kesejahteraan

c' Ctoritas veteriner adalah kelembagaan-pemerintah

yang dibentuk pemerintah

bersifat teknis

dokter hewan

dalam pengambitan keput;ilt

kesehatan hewan de-ngan

melibatkan t<ep,"orelionalan

kemanipiari proresl

dan dengan

mengerahkai semua lini

mulai dari mengindentifikasikln

mengoordinasikan

teknis

operasional di lapangan

kebijakan,

pelaksanaan kebijakan, sampai dengan rn"ng"norlit*"n

masalah, menentukan

d' Dokter hewan

berwenahg ioatan.o.gkier hev.ran yang ditunjuk oleh Menteri,

Bupati atau warikota

sesuai'de-ngan

tugas perayanannyJ

iu*"n"ngannya

daram rangka

Gubernur, atau

berdasarkan jangkauan

penyelenggaraan kesehatan hewan.

e. s,rmberdaya manusia veteriner a<latah

f'

E'

di

tenaga kesehatan hewan

7i dan p"""i7g

Undang-

hewan yang berlokasi

ternaknya, di

kepalai

sebagaimana terah diatur daram pasar 70, 71,

undang No.

Puskeswan adalah unit

18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan r""6["t"" i"i"n;

kerja

pelalanan resenaLn

Kecarnatan/desa yang padat populasi hewan

penanggulangan penyakit

seorang dokter

he.wan yang bertanggung jawab pada otoritas veteriner

.

oetugas teknis veteriner yang

-he*:"n,

melaksanakan

kesehatan

";h;i;;

jasa

tingkat kabupaten/kotra.

Petugas Veteriner adalah

dan

pengendalian.

masyarakat veterin-gr;, :kesejahteraan

hevyan, se,rta pelayanan k

-jasa

hewan yang meriputi perayanan

raocratoi-iurnip"liv.n"n

laboratorium pemeriksaan dan pengulian

veteriner, petayinari iasa meoir<

veteriner, dan/atau petayanan jasa d-i Fr"tu"*"n.

h Kesehatan

Hewan adarah

.

segara

urusan yang berkaitan

.ryr-"vin"i

t.*"n,

r,*"ui.,"t"n

perawatari hewan,

dengan

hewan,

pengobatan

hewan,

penge4darian dan penanggutangan-

medik

hewan, serta

Produk hewan adalah

segar dan/atau telah farnnsetik, pertanian,

dan kemaslahatan

penyaiit

p"noruran penyakit,

k$;ffi"

reproduksi, medik [onseriasi,'otiJt'hewan

keamanan pakan.

"e1u,"

dan peralatan kesehatan

hewan yang masih

konsumsi,

i'

bahan yang,berasal dari

oipro'sr" ,ntu[

diolah atau

danlatau r*gudin

iain bagi pemenuhan kebutuhan

bidang kedokteran

mariusia.

i'

Dokter Hewan adalah or?ng yang

hewan, sertifikat. kompetensi"

dai

melaksanakan

memiliki profesi di

rrewan

t<ewenangan medik veteriner dalam

yang dapat menirnbulkan

fu,nritln hewan yang

dengan

petayanan kesehatan newan.

atlalah p"ny"rii

k' Penyakit hewa.n strategis

l'

kerugian ekonomi, keresahan #;6;k;i,'oanlatiu

tinggi

Kesejahteraan hewan 'bdatah

keadaan

segara urusan yang berhubungan

fisik dan mental hewari

r*nr*1 ukuran perilaku aianri hewan

-

untuk ;"li.J;ili hewan dari

"

hewan yang

yang perlu

diterapkan dan ditegakkan

manusia.

perlakukan setiap

dimanfaatkan

orang yang tidak rayak terhadaf

(Kesmavet) adalah

m' Kesehatan Masyarakat Veteriner

segala uru3an yairg

berhubungan dengan hewan dan'produk

atau tidak rangsung

mempengaruhi

hewan y;g-;;ara rangsung

adalah tatanan unsur

saring berkaitan sehingga

n' $istem Kesehatan:Hew.n Na-sional

kesehatan,

.hgy3n

membentuk totaritas

kesehalan manusia.

fbi"t""*unnas)

yang secara teratur

yang berraku secara nasionar.

5. Dasar Hukum

a'

b'

undang-Undang Nomor 32

Tahun

2o}4tentang Femerintahan

ioog

Tahu,n

pengobian

' zi

:iii";

undang-undang Nontor 18 Tahun

Kesehatan

Hewan;

Nomor 15

Daerah;

tentang peternakan

!g77

clan

c' Peraturan pemerintah

tentang penorakan,

Hewan;

Kesehatan

urusan

dan

Pencegahan, pemberantasandan

d' Peraturan Pemerintah t tornoi

I\rlasya ra kat Vete r.i ne

r;

e' Peraturan pemerintarr

f'

Peraturan

penyakit

'r g6'i"ffi;;

NomorTg rahun 1gg2 tentang obat Hewan;

zaar tentang

pemSagian

Pemerint'ah Nomor 38 Tahun

' Pemerintahan

g' Peraturan

!(erja

Antara Pemerintarr, p"r"rintahan

ol"or, provinsi,

pemerintahan Daerah Kabuapaten/Kota;

Pemerintah No'

ai

Daerah (SKpDj;

Tanun zaar tentang Kelembagaan satuan -:l

Tahun

r*r

20qg

tentang

Kedudukan,

r"

r"r""t"ii;;G;"

Tugas,

Rep u b rik

Kil"'

pernerintah

h' Peraturan presiden Nomoi """

i'

i'

lxjl,rr?;,lusunan

o rsan isbsi d an

Keputusarr Presiden

Nomor B4/P Tahun 2009 tentang pembentukan

ll;

Tahun 2o0g

v

rsrrrcrrrg rclllol

tentang

pembentukan dan

Menteri Dalam Negeri

No.

tahun rbil"i"ntans pos

tentang

Kabinet lndonesia Bersatu

Peraturan

Organisasi

Presiden Nomor 47

Kementerian

Negara;

k' Keputusan Bersama naenteri Pertanian dan

-6b

nHf:l#?Hll|0/1ee3 dan- iiJo'o,.

Keputusan

Menteri Pertanian

Pencegahan,

!'

Nomor

pemberantasan.dan pentoo-t

m' Peraturan Menteri

4BTrKptstum/6/198 r

n

eeriyar<it.H;;;; Menurar;

Pertanian Nomor 6iiP;rr"ntan/or.1

Kerja

Departem"n purtan i"n

r<eu.naian

;

doilojzolo tentang

Organisasi dan^ Tata

n' Peraturan Menteri pertanian-ivomor

pedoman

petayanan

pusai

e+lpunn"ntin/or. ,Ltalgl2[a7 tentang

ijlil"n;

o' Peraturan Menteri Pertanian

N;;iitF;#entan/or. 140/1t2a10tentang

Pedoman pelayanan Jasa MediL V"t"rirlr;"'

KEGIATAN T='iilJoN vErERr N ER

1. Fe n d ek:af-an T. el,.-.= :

,fnokau.gl

Hewan

pelayanan

veteriner -meliputi

penyelenggaraan (a). Kesehata_n

lx"srlJ,it), termasuk

(Keswan), (b) Kesehatan

Masj"r"t"t-vli"ri#i

da;

iglarylan lsq

pengujian

taboratorium veteriner

hi;iatorium pemeriksaap dan

ltceirawan), dan (d), pelaysnan

hewan

vlng dilakukan

veteriner,. (c)

Kesejahteraan Hewan

jasa di pusat kesehatan hewan

dengan pendekdtan

(promotifl,

atau pos keiehatan

teknis yakli

pbmerrr.raan, peningkatan kesehatan

p""v"l"ri*li"o"*;ki

tesehatan

1*uratif1,

6niaitititig yang

y"ng pada

berkesinamblngan,

pencegahan puny"kit

(preventif),

dan pemulihan

menyeluruh, terpadu, oan'

menyeturuh, terpadu dan

dilaksanakan sec_ara

gilirannya diharapkan meningkatkan derajat kesehatan hewai ternaknya itu

senciiri.

2. Kegiatan Teknis pelayanan Kesehatan Heuran

Kegiatan

Penyerenggaraan Kesehatan

_

Herryan daram pengendarian dan

Frengumpulan

samper,

penanggulangan

penyakit dilakukan dalam bentuk :

pengidbntifikasian penyakit

a. Pengamatan dan

meliputi kegiatan:

dengan

-c"r.

(a) surveilans dan

(b) penyidikan

pengambilan,

pemetaan, yang dilikukan

data penyakit, pengambiran,

analisis

hasilsurve,llans, dan

-perneriksaan

oin p"ng,iji"n"

pemetaan penyakit hasil .rireit"nr;

pengu;iian

-p,enyidikan,

"oufasii

dengan cara pengumpuhn

perneriksaan dan

data'populasi dan data penyakit,

sampel, analisis hasil

serta peringatan

-

penyidikan, dan pemetaan penyakit haiil

dini dilakukan

dengan cara sosialisasi, advokasi, dan

(c) pemeriksaan dilakukan secara klinis, patoiogis,

epidemiologis d.an pengujian labora+oriu* Oitufui"n

diagrtosis

(d) pelaporan.

dan/atau kajian

untuf p"n"gunun

dan dilakukan oleh laboratoriunr veteriner v"ng dii;niuk; dan

b' Pencegahan

c'

penyakit her,van dilakukan berdasarkan ketentuan di bidang

(a) penetapan penyakit

6"ng;;;;

penyakit

(d/ pengebaran

leiantina hewan;

Pengamanan penyakit hewan dirakukan merarui:'

hewan r'nenurar

strategis, (b) penetapan kawa""n'

proseaui

hewan, (c) penerapan

hewan,

orosaiety d,an bio-security,

(e) pengawacan ialulintas

hewan, produk hewan dan media.

kerja kara;iin;,-l;

tg)--punerapan

daerah,

pernbawa penyakit hewan

pelaksanaan

lainnya diluar wilayah

kesiagaan darurat veteriner;

dan/atau,'

kewaspadaan dini.

d'

e'

Pemberanh*l penyakit hewan

diiaksanakan melalui penutupan

pembatasan raru rintas hewan, pengebaran

sakit atau

terduga sakit, penanganan hewan

pengeradikasian

Pengobatan hewan

perusahaan peternakan,

kesehatran heyiaL'

Pengobatan dengan

hewan, pengisorasian hewan

sakit, pb*,i*n"rran'uangkai,

lieternak atau

tenaga

b;G;

penyakit hewan, dan pendepopulasian hewan.

meniadi tanggung'lawan

pemilik hewan,

baik sendiri- maupun dengan

menggunakan obat keras dan/atau

berdasark"n r"*Lp dokter

obat yang diberikan .secara parenieral"harui

hewan dan dibawah pengawasan dokter hewan.

Untuk

melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan hewan

yang g.?p."t g"?up. : (a)

diperlukan

dan

(b)

informasi

serangkaian tindakan

merakukan progdris

"pioL*Iorogis,

diagnosis penyakil secari

klinis, laboiatoris' o"nt"t"u

berupa

melakukan tindakarr

awal (prior inform-,consent)

beberapa kemungkinan tiniat<in

pronrotif dengan menghindari tindakan malpraktlh (ci mefairtan olrnl*r*r""

transaksi terapeutik

koneurtagi dan/atau

kepada pemilik

prwentif,

diranjutkan dengan

koperatir, ruratif, rehabilitatif, dan

ne*un'y"'g

'

lln

(d)

penglt:ilan keaman"n, k

keutuhan, dan

kehalalan produk hewan,

hedin rujukan jik.a

f"i"y"nun kepade

o"niqGu

melakukan kgnfirrnasi kepada

"uhatan,

unii

pelayanan kesehatan

tegiatan

iiipuiiuhiiii,

otoritas veter.iner,

iei.Irienyatnpaikan data pbnyat it can

(f)

Y."ng

kesehatan

ne.nojfifa1

raiJan

menindaklanjuti keputusati pemerin'tatr

berkaitan

pemerintah daerah

penyakit hewan dan/atau

dengan pengendalian dan pun"nggulangan

-r*yuratJt veteriner: oan 1gy melakukarr

masyarakat sehubungan dengsn

I

pendidikan klien darlatau.

paradigma sehat dan penerapan

r***"j"r,ieraan hewan.

3.Kegiatan Teknis pelayanan Kesmavet

Kegiatan penyelenggaraan Kesehatan

dilakukan dalam

penjaminan

pembinaan dan pengawasan

asal hewan (daging, susu dan telur)

maupun. cernaran.

kehalalan,

Veteriner (Kesmavet)

.bentuk: (a)rpengendalian o"n' p*n"nggulangan zoonosis, (b)

Masyarakat

keamanan, kesehatan, oan keuiu-rr"n iroout

ri;gdn;"r,-'6i

pLngujian mutu

t.*",

t"j

penanganan hygiene dan sanitasi bahan pangan

lgar

tidik-rnengandung residu bahan kimia

serta

berisiko terhadap

membantu

mikroba yang membahayakan

hewan,l

misyarakat Jun

ke$ehatan manusia,

pelaksanaan analisa risiko dan

kesehatan

asal hewan, dan

oisertai surai reterangan

pangan

produk hevvan dalam rangk; penjaminan keamanan bahan

.(e)

pengambiran specimen produk hewan untuk p"rgul";

laboratorium lebih lanjut.

Pengawasan dan

pemeriksaan produk hewan berturut-turut dilakukan

pemotongan, penampurrg"n

produksi, pada saat

terhadap

ditempat

dalam

dln- p"ngrripur"n

keadaan seg1l, seberr:m

pengawetan- Standarisasi, .sertifikasi dan

pengaweian dan iaoa *""i p""r"o"r"n seterah

registrasi

produk hewan dilakukan

diluar negeri.

produk

produk h"y."l yang diproduksi didadm dan/atau

hewql yang

sertifikat halal.

diproduksi untuk diedarkan *";iU oiuertai sertifikat veteriner dan

4. Penerapan Kesejahteraan Hewan

a'

b'

.Penerapan

hervan

kesejahteraan hewan dilakukan

untuk pemenuhan hak-hak asasi

manusiawi meliputi: (a)

f*nu*p"tan dan

dan

berupa. tindakan yang dilakukan secara

.penangkapan dan penanganan satwa dari. habitatnya, (b)

pengandangan,

perlyayoman

pemanfaatan.

perlakuan'terhadap

(c)

p-emeriharaan,

penyalahgunaan.

p.ng"*"n;;,'-'iui"Lt".r

(ol pengangkutari h6wan,

(e) p"nttun""n dan

heiiar,, dan (g)

.hewan,

hewan, (D

pemotongan dan pembunufran'

hewan harus dihincjari dari tindak.n p.nluniayaan dan

operasionalisasi untuk memenuhi

secara bersama-sama oleh

dilaksanakan

dinilai bebas.

-D atam

azas kesejahteraan hewan ini

Pemerintah oan pemerintah

memastikan hewan dalam

manusia, harus

Daerah' Prinsip.

konteks sebagai makhruk

kesejahteraan hewan adalah

ruhan :efq

*;;jadi kepentingan

ture), (c)

yaitu : (a) bebas

.dari lapar,'haus dan rialn utrisi (free from

-&-;;;;;

tirif o"n'lelyesuaian

bebas dari rasa

(d) bebas

hunger, thirst and

temperature. (free

penderitaan karena

malnutition), (b) bebas dari-sitsa"n

fram pniiiii

pen-yakit

(free from pain, injuries A

ii""r"""),

dari rasa stress '(free

from fear gna disstres), (e)

o"p"t.,"ngukspresikan

iiuiuiii'rl

periiaku yang normal (to expre!-s the

normat oi nitirat

Kegiatart pelayanan hewah dilaksanakan

ke.sehatan hewan,

.di. bawah

kesmavet,.

dan penerapan

h'ewan

p"ng"*".";

'5"*"nung

kesejahteraan

daram

J;tt*

-""--

pemblnaan otoritas veteriner UellairOfitan:'--

nftE

ttl.

-.d

KELEiviBAgAAr,t pE#i'nnAN VETERINER

'

1. Fungsi Petayanan

Veterine1{Vetedn=rySenb=s,,

y3ng

Mengacu Undang-Undang Nomor

Kesehatan Hewan

tb tahun ioos tentang peternakan dan

mengamanatkan perlunya penyelendg"t;n kesehatan

Negara

Kesatuan nepuntir lioonesia melalui

beniuk f."gi"i"" y"nn

menjadi

adabhlehyanan veteriner

pusai, provinsi, dan

hewan di seluruh wilalah

yang kini dilakukan

/Kabupaten/Kota. Unit

u' 9i tingkat pusat,

kelembagaan otoritas veteriner, maka satah satu

bagian dari kelernbagaan otoritas veteiiner tersebut

menunrt tingkatan pemerintahan yakni

Pelayanan Veteriner yang saat i"i

u.rr."g"u ng yaitu :

.kelembagaannya beraua pada

Direktorat Jendersl

t""g i;rd;;

Veteriner, Balai

Peternakan dan Kesehatan

Hewan, Kementerian pertanian,

Teknis

atas Direktorat_Kesehatan Hewan dan Direktorat

Kesenaian [n"r:y"or."i

fUpfr, Vaitu

Veteriner dan Pasca Panen beserta Unit Pelaksana

Farma, dan

Hewan dan

Karantina Pertanian.

Di tingkat provinsi, berada

kesehatan hewan dan kesehatan pelaksana teknis daerah yaitu Balai

Balai Bebar Veteriner, Balai penyidikan dan pengujian

Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat

Hewln, pusat Veterinaria

Balai Pengujian Mutu Produk Feternakan r.rt"Frurt Karantina

Keamanan Hayati Hewani yang merupakan Unit Kerja Badan

pada

dinas daerah yang rnembidangi

fungsi

b'

masyarakat veteriner beserta unit

Keiehatan Hewan dan/atau Balai

Masyarakat

Veteriner serta Unit

yang perru

khususnya dalam

hewan menular

Laboratorium Kesehatan Herruan/Kesehatan

Pengendali Penyq[it: Avian lnfluenza (uppfu) provinsi

dilanjutkan pada

tahapan kegiatan transisi pbsn

kegiatan pengendalian dan

strategis (pHMS).

penanggulangan penyakit

c'

Di tingkat kabupaten/kota, berada

pada dinas daerah yang mernbidangi

masyarakat veterinJr beserta unit

Kesehatan

Hewan (pr;k;;;;i.

pendekatan p"iinit"47 Disease

fungsi kesehatan hewan dan kesehatan

kerja pelayanan veteriner

Puskeswan yang

Surueillance dan

yaitu

pusat

rrantinya n:$gluasis<