Anda di halaman 1dari 34

BAB III

TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN N DENGAN MASALAH GANGGUAN
SISTEM PERNAPASAN COPD(CRONIC OBSTUKTIF PULMONAL
DISEASE)DI RUANG CEMPAKA RST TK II
DR. SOEPRAOEN MALANG
No. Register

: 234XXX

Ruang

: Ruang Cempaka RST TK II Dr Soepraon

Tgl MRS/jam

: 4 Juli 2016

Tgl pengkajian/jam

: 5 Juli 2016

Diagnosa medis

: COPD

1. IDENTITAS
a

Biodata klien
Nama
Jenis kelamin
Umur
Agama
Suku/bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

:
:
:
:
:
:
:
:

Tn M
Laki-laki
63 tahun
Islam
Jawa
SMA
Tidak ada
Jln Tebo Utara Sukun

Biodata penanggung jawab


Nama
Jenis kelamin
Umur
Agama
Suku/Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Hubungan Dengan

: Ny L
: Perempuan
: 30 tahun
: Islam
: Jawa
: SMA
: : Jln Tebo Utara Sukun
Klien : Anak

2. RIWAYAT KESEHATAN
a

Keluhan utama
Klien mengatakan sesak napas

Riwayat penyakit sekarang


1. Alasan masuk rumah sakit

Klien mengatakan masuk rumah sakit pada tanggal 4


Juli 2016 dengan keluhan sesak nafas sejak 5 hari
yang

lalu

dan

klien

merupakan

rujukan

puskesmas,

Batuk, dahak tidak bisa keluar, panas,badan terasa


lemah
2. Keluhan saat didata :
klien mengeluh sesak nafas, batuk,dahak (+) sulit
keluar, warna dahak putih kental,pusing, lemas tidak
ada tenaga,
c

Riwayat penyakit dahulu


Klien mengatakan sebelumnya pernah menderita penyakit
yang

sama

dengan

sekarang

dan

dirawat

ke

pusat

pelayanan kesehatan.
d

Riwayat penyakit keluarga


Klien

mengatakan

tidak

ada

anggota

keluarga

yang

mengalami penyakit seperti klien dan klien tidak tahu


apa2 tentang penyakitnya
e

Riwayat atau faktor penunjang


Klien mengatakan merokok dirumah habis perhari kurang
lebih 8 biji dan tidak mempunyai riwayat alergi, Klien
mengatakan bekerja hanya jadi tukang cukur dirumah.

Genogram

Keterangan:
: Laki-laki hidup
: Prempuan hidup
: Laki-laki Meninggal
: Perempuan meninggal
: Garis Pernikahan
: Garis Keterunan
: Tinggal Serumah
: Pasien
3. DATA PSIKOLOGIS
a

Status emosi
Emosi

klien

penyakitnya

tenang,
atau

ingin

masalah

yang

cepat

sembuh

sedang

di

dari
hadapi

sekarang
b

Konsep diri
1. Body image
Klien

mengatakan

menerima

keadaan

penyakitnya

sekarang dan berusaha ingin cepat sembuh


2. Self care
Klien mengatakan ingin selalu melakukan aktifitas
seperti sebelum sakit.
3. Self esteem
Klien mengatakan citra tubuhnya terganggu karena
penumpukan sekret

dan batuk

4. Role
Klien mengatakan tidak bisa menjalankan perannya
sebagai seorang ayah yang mempunyai 4 anak dan 8
orang cucu.
5. Identity

Klien

mengatakan

dirinya

seorang

laki-laki,

seorang ayah dari 4 orang anak dan seorang

kakek

dari

orang

cucu

dan

di

masyarakat

klien dikenal sebagai kakek yang baik.


4. DATA SOSIAL
a. Pendidikan
Klien mengatakan pernah sekolah sampai tamat SMA
b. Sumber penghasilan
Klien

mengatakan

sumber

penghasilan

hanya

menunggu

pemberian dari anak-anaknya karena klien tidak bekerja


untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
c. Pola komunikasi
Klien

mengatakan

apabila

ada

masalah

keluarga

dimusyawarahkan dengan anak anaknya dan cucunya.


d. Peran sosial
Keluarga

mengatakan

peran

sosial

klien

dalam

masyarakat dan lingkungan sekitar baik dan akrab


5. DATA SPIRITUAL
Klien mengatakan tidak dapat melaksanankan ibadah dengan
baik seperti biasanya namun tidak henti-hentinya berdoa
dalam hati agar diberikan kesembuhan seperti sediakala.
6. POLA AKTIVITAS
POLA AKTIVITAS
1
1 Pola Nutrisi

a. Makan

DI RUMAH
2
Makan 3x sehari dengan

DI RUMAH SAKIT
3
Klien makan hanya 3x1

jenis

sehari dengan porsi

makanan,

nasi,lauk pauk
Minum

b. Minum
2 Pola Eliminasi

air

gelas sehari

7-8
Minum air putih 3-4
gelas sehari

1-2 x sehari
Klien mengatakan BAB

1 BAB
2 BAK

putih

dihabiskan

setiap hari
3-4x sehari
Klien mengaatakan 2-3
x

Klien bisa

3 Aktivitas

beraktifitas dengan

Tidak bisa melakukan

baik

aktivitas

karena

penyakit yang
diderita,
klien hanya
menghabiskan waktu
dengan tirang baring

4 Istirahat

Dirumah

klien

bisa

istirahat dengan baik

dan duduk.
Klien sulit tidur dan
sering terbangun

Mandi

5 Personal Hygiene

2x

sehari

dan

keramas 2x seminggu

karena sesaknya
Selama berada dirumah
sakit klien belum
mandi dan hanya di
lap sekali.

6 Ketergantungan

Dalam memenuhi seluruh

Karena keterbatasan

pola

klien

mobilisasi maka klien

melakukannya

dibantu oleh anak dan

aktifitas

dapat

secara mandiri.
7. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : Lemah
b. Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4, V5, M6
c. Tanda-tanda vital
TD : 150/90 mmhg
N : 96x /menit
RR : 34 x /menit
S

: 37 c

d. keadaan fisik
Tinggi badan : 170 cm
Berat badan : 71 Kg
e. Pemeriksaan kepala

cucunya.

1. Wajah
Tampak lemah, bentuk simetris, kulit sao matang
dan terlihat agak berminyak.
2. Rambut
Warna sudah agak uban , lurus, ada ketombe
3. Kulit kepala
Tidak terdapat ketombe, tidak adanya nyeri tekan,
tidak ada massa atau benjolan
4. Mata
Bentuk

simetris,

seklera

tidak

ikterus,

konjungtiva anemis, tidak sianosis


5. Hidung
Simetris, tidak ada peradangan mukosa, tidak ada
cupping hidung
6. Telinga
Semetris,

tidak

terdapat

serumen

dan

tidak

terdapat nyeri tekan.


7. Mulut
Bentuk

simetris,

terdapat

sekret,tidak

ada

sariawan dan tidak ada peradangan pada gusi


8.

Lidah
Pengecapan masih normal (manis,pahit,asam biasa
dibedakan)

9. Leher
reflek menelan ada, palpasi tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid maupun pembesaran vena jugularis
f. Dada dan torak

Paru
1

Inspeksi
simetris, permukaan tidak ada lesi, gerakan dada
kiri

dan

ditemukan

kanan

seirama,

menggunakan

pada

otot

inspeksi

bantu

juga

pernapasan

(muskulus sterno kledo mastoidus yang ditandai


dengan aktifnya otot tersebut pada saat pasien
inspirasi, otot bantu diafragma aktif pada saat
pasien ekspirasi), RR : 34 X/menit, dengan irama
teratur.
2

Palpasi
Tidak ada nyeri tekan, paru kiri dan kanan teraba
sama aktif saat inspirasi

Auskultasi
Ada ronkhi disebabkan oleh banyaknya sekret, dan
terdengar suara mengi

Perkusi
Saat diperkusi suaranya hipersonor

Jantung
1.

Inspeksi

getaran/pulsasi jantung

Tidak

nampak

dan iktus kordis tidak

nampak
2.

Tidak
benjolan

ada

pulsasi

nyeri

jantung

tekan,
kanan

tidak
di

ICS

ada
V

midclavicula sinestra.
3.

Perkusi : Batas jantung normal : atas


ICS II, bawah ICS batas kiri

ICS V midclavucula

sinestra batas kanan ICS IV midsternalis dexstra.


Terdengar redup.
4.

Auskultasi : terdengar suara jantung 1


di

ICS

midclavikularis

Ivsternalis

sinestradengan

sinestra,
bunyi

dan

lup

ICS
dan

terdengar suara jantung 2 di ICS II sternalis


dexstra

dan

ICS

II

sternalis

sinestra

bunyi dup tidak terdengar suara tambahan


g. Abdomen
1.

Inspeksi

dengan

Bentuk normal, tidak ada asites, vena abdomen


tidak menonjol, warna abdomen kanan dan kiri
simetris dan tidak terdapat lesi.
2.

Auskultasi
Terdengar bising usus 4 X/menit

3.

Perkusi

Suara

timpani

di

kuadran

kiri

atas

dan

suara

dulnes di kuadran kiri bawah, kuadran kanan bawah


maupun kanan atas
4. Palpasi

Tidak

terdapat

kuadran

nyeri

abdomen,

tekan

tidak

diseluruh

terdapat

area

pembesaran

hati, ada distensi abdomen perkusi


h. Ekstremitas
1

Atas

Warna

kulit

sawo

matang,

pergerakan

sendi

dekstra dan sinistra baik, pada daerah dekstra


terpasang

infuse

tetes/menit

Natrium

tidak ada

Clorida

500

ml

oedema, kekuatan

20

otot

5/5.

Bawah

Warna kulit sawo matang, tidak adanya edema


pada

kedua

kaki,

kekuatan

otot

ekstermitas

bawah kiri dan kanan masing-masing 5/5, tidak


ada nyeri saat digerakkan, atau nyeri tekan.
Kekuatan otot :
i. Genitalia
Klien

berjenis

kelamin

laki-laki,

tidak

terpasang

kateter dan mengatakan tidak ada keluhan dengan alat

kelaminnya dan klien juga tidak bersedia untuk dikaji


daerah genitalianya.
8. DATA PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap tanggal 4 Juli 2016

Parameter

Hasil

Nilai Rujukan

14,9

L = 14,0-17,5
P = 12,0- 15,3
4-10 ribu/cmm

HEMATOLOGI
1. Hemoglobin
2. Lekosit
3. Trombosit

3.470
322.000

150-450 ribu
40-50 %

42,9

<125/neg mg/dl

4. PCV
DIABETES (GOOD PAB)
Gula Darah sesaat/Reduksi
FAAL GINJAL
Ureum (Bartelot)
Kreatinin (Jaffe)

143

15-45 mg/dl
0,7-1,4

30
2,00

9. TERAPY
a. 04 Juli 2016
1) Aminophilin drib
2) Ceftriaxone 2x1 / 8 jam
3) Flexotide 3x1
4) Alprazolam 0,5 0-0-1
5) Metil prednisolon / 8 jam
6) Combivent / 8 jam
10. DATA SENJANG
Data Subyektif:
Klien mengatakan sesak nafas,batuk berdahak dan sulit
keluar

dahaknya,warna

tenaga, pusing
Data Obyektif:

putih

kental,lemah

tidak

ada

Klien tampak sesak, batuk, warna sekret putih kental,


lemah, ada ronkhi dan mengi, terdapat otot bantu
pernapasan yaitu muskulus sterno kledo mastoidius, dan
diafragma.
hasil TTV : TD

:150/90 mmHg

N:96X/menit
RR :34X/menit
S

:38 C

Nama : TN. M
Umur : 63 tahun

N
o
1
.

Data
S :Klien
mengatakan
batuk

ANALISA DATA
Ruangan : Cempaka
No. Reg : 234XXX

Etiologi
Penumpukan lendir dan
sekresi yang sangat
banyak menyumbat jalan
napas

berdahak

O :
a. Klien terlihat

Ketidak
efektifan
bersihan
jalan nafas

sulit
dikeluarkan

Masalah

Gangguan pergerakan
udara dari dan keluar
paru

sesak
b. Lemah
c. Klien batuk
d. Sekresi sputum

Penurunan kemampuan
batuk efektif

yang purulen
e. TTV:
TD : 150/90
mmHg
RR : 34
X/menit
S

: 36,5 C

: 96

X/menit
- adanya ronkhi
2

-whezing
DS :
Klien

Infeksi sal pernafasan

mengatakan

sesak,

Iritasi Pulmonal

Lingkungan

rumah

berdebu,merokok
dan

tidak

anggota

Edema paru

ada Penurunan ekspansi paru

keluarga

menderita
penyakit
DO :
- lemah
- Sesak napas
- adanya ronkhi
-Adanya mengi
3

bawah

-terpasang
oksigen 3 liter

Penurunan suplai
oksigen

Pola
tidak
efektif

napas

Penumpukan lendir dan


sekresi yang sangat
banyak
S :Klien

Resiko

mengatakan

tinggi

sesak, batuk

Sebagai media tempat


mikro organisme

berdahak

infeksi

susah
Resiko tinggi infeksi

dikeluarkan
O :
Klien terlihat

sesak,Lemah
Klien batuk
Sekresi sputum

yang purulen
Adanya ronkhi,
Whezing
WBC : 13,470

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidak

efektipan

berhubungan
sekret

dengan

jalan

bersihan
adanya

napas

dan

jalan

napas

yang

bronkokonstriksi,akumulasi

menurunnya

kemampuan

batuk

efektif
2. Pola

napas

tidak

efektif

berhubungan

bronkokonstriksi dan iritan jalan napas

dengan

mukus,

3. Resiko

tinggi

infeksi

pernapasan

(pneumonia)

yang

berhubungan dengan akumulasi sekret jalan napas dan


menurunnya kemampuan batuk efektif

RENCANA TINDAKAN

Nama : TN M
Umur : 63 tahun

Diagnosa Kep.
1
Ketidak

Tujuan
2
Setelah diberikan

efektifan

tindakan perawatan

bersihan

: Cempaka
: 234XXX

Rencana Tindakan
3
1. Kaji warna kekentalan 2.
dan jumlah sputum

kembali efektif

berhubungan

ditandai dengan

adanya berkurangnya kualitas

bronkokonstriks

dan viskositas sputum

i,akumulasi

untuk memperbaiki

sekret
napas
menurunnya

kriteria :

2. Atur

posisi

semi
3.

fowler
3. Ajarkan

tekhnik

dalam

dan

napas
batuk

berat

ringannya obstruksi
Meningk

si maksimal membuka lumen


jalan

napas

dan

meningkatkan
4. Lakukan
dada

fisioterapi
dengan

Dapat menyatakan

postural

efektif

dan

drainase,perkusi

mendemonstrasikan

fibrasi dada

dapat

atkan ekspansi dada


4.
Ventila

efektif

kemampuan batuk -

batuk efektif
Tidak ada suara

sputum

menunjukkan

jalan ventilasi paru dan


dan pertukaran gas dengan

Rasionalisasi
4
Karakte
ristik

jalan 3x24 jam, jalan nafas

nafas
dengan

Ruangan
No. Reg.

sekret

tehnik

napas

gerakan

kedalam
besar

jalan
untuk

dikeluarkan
dan

5.

Postura
l drainase dengan perkusi
dan

vibrasi

bantuan

gaya

menggunakan
gravitasi

napas tambahan
Pernapasan klien

untuk

membantu

normal dan tidak

dikeluarkan

ada penggunaan otot

dengan

bantu pernapasan

dapat

sekresi

menaikkan

sehingga
atau

dapat
dihisap

mudah.Terapi

yang

mendilatasi

bronkiolus seperti terapi


aerosol,bronkodilator
aerosolisasi
5. Kolaborasi
obat

pemberian

tindakan

bronkodilator,

nebulizer,

atau
pernapasan

tekanan

mukolitik

positif

intermiten,

dan kortikosteroid
Combivent/8jam
Metil
prednisolon/8

harus

diberikan
drainase

postural
karena

sekresi

akan mengalir lebih mudah

jam

setelah

percabangan

trakeobronkial
berdilatasi
6.

Pemberi
an

bronkodilator

inhalasi

akan

via

langsung

menuju area bronkus yang


mengalami spasme sehingga
lebih

cepat

berdilatasi,

Menurunkan kekentalan dan


perlengketan
untuk

sekret

paru

memudah

kan

pembersihKeterlibatan
luas pada hipoksemia dan
menurunkan
inflamasi
mukosa
Pola
tidak

napas Setelah dilakukan


efektif tindakan perawatan

berhubungan

3x24 jam pola napas

dengan

membaikdengan kriteria

mukus,bronkoko

:
Frekuensi napas 16-20

nstriksi
iritan
napas

dan
jalan

x/mnt, frekuensi nadi


70-90 x/mnt,dan warna

1 Ajarkan klien latihan


napas dalam
2 Kolaborasi untuk
pemberian
bronkodilator secara
aerosol yaitu
combivent / 8 jam

reaksi
akibat
dan

edema
dinding

bronkus
1. Untuk melonggarkan jalan
napas
2. Terapi aerosol membantu
mengencerkan sekresi
sehingga dapat
dibuang.Bronkodilator
yang dihirup sering
ditambahkan kedalam

kulit normal, tidak

nebulizer untuk

ada mukus

memberikan aksi
bronkodilator langsung
pada jalan napas,dengan
demikian memperbaiki
pertukaran gas.Tindakan
inhalasi atau aerosol
harus diberikan sebelum
waktu makan untuk
memperbaiki ventilasi
paru dan dengan demikian
mengurangi keletihan yang
3 Lakuakn fisioterapi
dada

menyertai aktivitas makan


3. Setelah inhalasi
bronkodilator
nebuliser,klien
disarankan untuk meminum
air putih untuk lebih
mengencerkan

sekresi.Kemudian
membatukkan dengan
ekspulsif atau postural
4 Kolaborasi pemberian
oksigen via nasal

drainase akan membantu


dalam pengeluaran
sekresi.Klien dibantu
dalam melakukan hal ini
dengan cara yang tidak

Risiko

tinggi

pernapasan
(pneumonia)
berhubungan
dengan
akumulasi
jalan

napas
menurunnya
kemampuan

membuatnya keletihan

asuhan keperawatan

infeksi

sekret

Setelah dilakukan

dan

4. Oksigen diberikan ketika

selama 3 x 24 jam

terjadi

diharapkan infeksi

hipoksemia.Perawat harus

tidak terjadikriteria

memantau kemajuan terapi

evaluasinya :
- Frekuensi nafas 16- 1 Kaji kemampuan batuk

oksigen dan memastikan

20
nadi

x/mnt,frekuensi
70-90

x/mnt,

klien

bahwa klien patuh dalam


menggunakan alat pemberi
oksigen.Klien

dan kemampuan batuk

diinstruksikan tentang

efektif

penggunaan oksigen yang

optimal,

dapat
tidak

ada

batuk efektif

tanda
-

peningkatan

tepat dan bahaya

suhu tubuh
WBC : 4-11

peningkatan laju aliran


oksigen tanpa ada arahan
yang eksplisit dari
2 Monitor adanya

perawat

perubahan yang
mengarah pada tanda-

1 Batuk yang berkaitan

tanda infeksi

dengan infeksi bronkhial

pernapasan

memulai siklus yang ganas


dengan trauma dan
kerusakan pada paru lebih
lanjut,kemajuan
gejala,peningkatan
bronkhospasme, dan
peningkatan lebih lanjut
terhadap kerentanan
infeksi bronkial. Infeksi
mengganggu fungsi paru
dan merupakan penyebab

umum gagal napas pada


klien dengan PPOM
2 Klien diinstruksikan
untuk melaporkan dengan
segera jika sputum
mengalami perubahan
warna,karena pengeluaran
sputum purulen atau
3 Ajarkan latihan

perubahan karakter,warna

bernapas dan training

atau jumlah adalah tanda

pernapasan

dari infeksi.Segala
gejala yang memburuk
(peningkatan
kesesakandidada,peningkat
an dispnea dan keletihan)
juga menandakan infeksi
dan harus
dilaporkan.Infeksi virus
sangat berbahaya bagi

klien kalau infeksi ini


terlalu sering disertai
oleh infeksi yang
disebabkan oleh organisme
seperti pneumonia dan
H.influenza.
3 Latihan bernapas.Sebagian
besar
individu
dengan
PPOM bernapas dalam dari
dada bagian atas dengan
cara yang cepat dan tidak
efisien. Jenis bernapas
dengan dada atas dapat
diubah menjadi bernapas
dengan
diafragmatik
dengan latihan. Training
pernapasan
diafragmatik
mengurangi
frekuensi
pernapasan,meningkatkan
ventilasi
alveolar,dan
kadang
membantu
mengeluarkan
udara
sebanyak mungkin selama

ekspiasi. Bernapas dengan


bibir
yang
dirapatkan
melambatkan
ekspirasi,mencegah kolaps
unit
paru,dan
membantu
klien untuk mengendalikan
frekuensi serta kedalaman
pernapasan
dan
untuk
rileks,yang memungkinkan
klien
untuk
mencapai
kontrol terhadap dispne
IMPLEMENTASI
Nama : TN. M
Umur : 63 tahun

Ruangan : Cempaka
No. Reg.: 234XXX

Tangga

Jam

DX

Implementasi

Respon hasil

o
1

l
Selasa

08.0

1 Mengukur Tanda-tanda Vital

5 Juni

1. TD : 130/90 mmHg
RR : 32 X/menit
S

2016
2 Mengkaji warna dan
kekentalan
3 Mengatur posisi semi fowler

: 37 C

N : 95 X/menit
2. Warna putih, agak kental
3. Klien kooperatif

Paraf

09:3

4 Membantu klien latihan

4. Klien tidak kooperatif

napas dalam
5 Memberikan obat pada pasien

5. Pasien mengatakan sudah

yaitu combivent melalui

10:0
0

agak longgar sedikit

nebulizer
6 Menganti cairan infuse

6. Klien kooperatif

1 Mengajarkan klien napas

1. Klien terlihat antusias

dalam
2
2 Melakukan fisioterapi dada
3 Berkolaborasi pemberian

dan klien ingin mencoba


terus
2. Klien kooperatif
3. Klien kooperatif

oksigen via nasa 2- 3 liter


11:0
1. Klien kooperatif

0
1. Mengkaji kemampuan batuk
klien
2. Memonitor adanya perubahan

11:2
0
11:3
0

yang mengarah pada tandatanda infeksi pernapasan


3. Mengajarkan mencuci tangan
6 langkah

2. Klien kooperatif
3. Klien kooperatif

11:4
0
12:0
0
2

Rabu,

1. Mengukur TTV

1. TD
RR
S
N

2. Mengkaji warna dan

2. Warna putih, agak kental


3. Klien kooperatif
4. Klien tidak kooperatif

6 Juni
2016

kekentalan
3. Mengatur posisi semi fowler
4. Membantu klien latihan
napas dalam
5. Memberikan obat pada pasien
yaitu combivent melalui
nebulizer
6. Memberikan obat pada pasien

:
:
:
:

120/90 mmHg
32 x/mnt
37 C
90 x/mnt

5. Pasien mengatakan sudah


agak longgar sedikit
6. Klien kooperatif

yaitu metil prednisolon dan


ceftrioxone
1 Mengajarkan klien napas
dala
2

1. Klien terlihat antusias


dan klien ingin mencoba

2 Memberikan obat combivent

terus
2. Klien terlihat sedikit

dengan nebulizer 1 ampul


3 Melakukan fisioterapi dada
4 Berkolaborasi pemberian

tenang
3. Klien kooperatif
4. Klien kooperatif

oksigen via nasa 2- 3 liter


1. Mengkaji kemampuan batuk
klien
2. Memonitor adanya perubahan
yang mengarah pada tanda3

Kamis,

1. Klien kooperatif
2. Klien kooperatif
3. Klien kooperatif

tanda infeksi pernapasan


3. Mengajarkan latihan
bernapas
1. Mengukur TTV

8 Juni
2016
2. Mengkaji warna dan

1. TD : 120/90 mmHg
RR : 28 x/mnt
S : 36,5 C
N : 88 x/mnt
2. Warna putih, agak kental
3. Klien kooperatif

kekentalan
3. Mengatur posisi semi
fowler
4. Membantu klien latihan
napas dalam
5. Memberikan obat pada

4. Klien tidak kooperatif


5. Pasien mengatakan sudah
agak longgar sedikit
6. Klien kooperatif

pasien yaitu combivent


melalui nebulizer
6. Memberikan obat pada
pasien yaitu metil
prednisolon dan

1. Klien terlihat antusias


dan klien ingin mencoba
terus

ceftriaxone
2. Klien terlihat sedikit
2

1 Mengajarkan klien napas


dala

2 Memberikan obat combivent


dengan nebulizer 1 ampul
3 Melakukan fisioterapi dada
4 Berkolaborasi pemberian
oksigen via nasa 2- 3

tenang
3. Klien kooperatif
4. Klien kooperatif
1. Klien kooperatif
2. Klien kooperatif
3. Klien kooperatif

liter
1. Mengkaji kemampuan batuk
3

klien
2. Memonitor adanya perubahan
yang mengarah pada tandatanda infeksi pernapasan
3. Mengajarkan latihan
bernapas

EVALUASI
Nama : TN M
Umur : 63 tahun

No
1
1

Tgl
2
Selasa
05-072016

Ruangan : Cempaka
No. Reg.: 234XXX

No Dx
3
I
S :

Evaluasi
4

Klien mengatakan sesak nafas dan batuk


, sekret tidak bisa keluar
O :
Klien nampak masih lemah,sesak
napas,batuk positif dan adanya sekret,
terdengar suara ronkhi
TD : 130/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 95 x/mnt

A :
Masalah ketidak efektipan bersihan
jalan nafas belum teratasi
P :
Tindakan keperawatan tetap dilanjutkan
seperti:
1.Mengkaji, bunyi napas dan kecepatan
napas
2.Mengajarkan klien batuk epektif
3.Memberikan posisi fowler/semi fowler
tinggi
4.Mengajarkan

klien

latihan

napas

dalam
5.Berkolaborasi

dengan

dokter

dalam

pemberian obat
2

Selasa

II

05-07-

S :
Klien mengatakan sesak napas, lemah,

2016

sekret tidak bisa keluar


O :
Keadaan umum masih lemah, terlihat
sesak
TD : 130/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 95 x/mnt

A :
Masalah belum teratasi
P :
III
Selasa
05-072016

Intervensi di lanjutkan
S :
Klien mengatakan sesak napas,warna
sekret putih kental dan sulit sekali
keluarnya
O :
Keadaan umum masih lemah,batuk +,
warna sekret putih kental dan sedikit
TD : 130/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 95 x/mnt

A :

Masalah teratasi sebagian


P :
2

Rabu 0607-2016

Tindakan keperawatan dilanjutkan


S :
Klien mengatakan sesak nafas dan batuk
,sekret tidak bisa keluar
O :
Klien nampak masih lemah,sesak
napas,batuk positif dan adanya sekret,
terdengar suara ronkhi
TD : 120/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 90 x/mnt

A :
Masalah ketidak efektipan bersihan
jalan nafas belum teratasi
P :
Tindakan keperawatan tetap dilanjutkan
seperti:
1.Mengkaji, bunyi napas dan kecepatan
napas
2.Mengajarkan klien batuk epektif
3.Memberikan posisi fowler/semi fowler
tinggi
4.Mengajarkan
dalam

klien

latihan

napas

Rabu 06-

07-2016

S :
Klien mengatakan sesak napas, lemah,
sekret tidak bisa keluar
O :
Keadaan umum masih lemah, masih sesak
TD : 120/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 90 x/mnt

A :
Masalah belum teratasi
P :
Rabu 0607-2016

III

Intervensi di lanjutkan
S :
Klien mengatakan sesak napas,warna
sekret putih kental dan sulit sekali
keluarnya
O :
Keadaan umum masih lemah,batuk +,
warna sekret putih kental dan sedikit
TD : 120/90 mmHg
RR : 32 x/mnt
S

: 37 C

: 90 x/mnt

A :
Masalah tidak teratasi

P :
Kamis

07-07-

Tindakan keperawatan dilanjutkan


S :
Klien mengatakan sesak nafas dan batuk

2016

,sekret tidak bisa keluar


O :
Klien nampak masih lemah,sesak
napas,batuk positif dan adanya sekret,
terdengar suara ronkhi
TD : 120/90 mmHg
RR : 28 x/mnt
S

: 36,5 C

: 88 x/mnt

A :
Masalah ketidak efektipan bersihan
jalan nafas belum teratasi
P :
Tindakan keperawatan tetap dilanjutkan
seperti:
1.Mengkaji, bunyi napas dan kecepatan
napas
2.Mengajarkan klien batuk epektif
3.Memberikan posisi fowler/semi fowler
tinggi
4.Mengajarkan

klien

latihan

napas

dalam
Kamis
07-07-

II

S :
Klien mengatakan sesak napas, lemah,

2016

sekret tidak bisa keluar


O :
Keadaan umum masih lemah, sesak napas
TD : 120/90 mmHg
RR : 28 x/mnt
S

: 36,5 C

: 88 x/mnt

A :
Masalah belum teratasi
P :
Intervensi di lanjutkan
Kamis
07-072016

III

S :
Klien mengatakan sesak napas,warna
sekret putih kental dan sulit sekali
keluarnya
O :
Keadaan umum masih lemah,batuk +,
warna sekret putih kental dan sedikit
TD : 120/90 mmHg
RR : 28 x/mnt
S

: 36,5 C

: 88 x/mnt

A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Tindakan keperawatan dilanjutkan

Anda mungkin juga menyukai