Anda di halaman 1dari 8

E.

Dalil Esbach
Seperti pada pemantulan cahaya, pada pembiasan cahaya juga digunakan dalil Esbach
untuk membantu Anda menentukan posisi dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa
positif. Untuk lensa nomor ruang untuk benda dan nomor ruang untuk bayangan dibedakan.
Nomor ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan IV), sedangkan
untuk ruang bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4) seperti pada gambar
berikut ini:

Gambar 30. Penomoran ruang menurut Dalil Esbach.


Seperti tampak pada gambar 30 untuk ruang benda, ruang I antara pusat optik dan F2,
ruang II antara F2 dan 2F2 serta ruang III di sebelah kiri 2F2, sedangkan ruang IV benda
(untuk benda maya) ada di belakang lensa. Untuk ruang bayangan, ruang 1 antara pusat
optik dan F1, ruang 2 antara F1 dan 2F1 serta ruang 3 di sebelah kanan 2F1, sedangkan
ruang 4 (untuk bayangan maya) ada di depan lensa.
Sama seperti pada pemantulan cahaya pada cermin lengkung, posisi bayangan ditentukan
dengan menjumlahkan nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan, yakni harus sama
dengan lima. Misalnya benda berada di ruang II, maka bayangan ada di ruang 3.
Lengkapnya dalil Esbach untuk lensa dapat disimpulkan sebagai berikut.
Dalil Esbach
1. Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan lima.
2. Untuk setiap benda nyata dan tegak:
a. Semua bayangan yang terletak di belakang lensa bersifat nyata dan terbalik.
Semua bayangan yang terletak di depan lensa bersifat maya dan tegak.
b.
3. Bila nomor ruang bayangan lebih besar dari nomor ruang benda, maka ukuran
bayangan lebih besar dari bendanya dan sebaliknya.
Contoh:
Sebuah benda diletakkan pada jarak 25 cm di depan sebuah lensa positif yang fokus
utamanya 10 cm. Tentukan sifat-sifat bayangan yang terbentuk!
Penyelesaian:
Dari data soal dapat disimpulkan bahwa benda diletakkan di ruang III, yakni di suatu titik
antara 2F dan dan tak terhingga (lihat gambar 30 di atas). Oleh karena jumlah nomor ruang
benda dan nomor ruang bayangan harus lima, berarti bayangan ada di ruang 2 (di belakang

lensa). Jadi, sesuai dengan dalil Esbach sifat bayangan adalah nyata dan terbalik (karena di
belakang lensa) serta diperkecil (nomor ruang bayangan lebih kecil dibandingkan nomor
ruang benda).

Menentukan sifat bayangan dengan metode penomoran ruang (Dalil Esbach)


Untuk memudahkan kita mengingat letak dan sifat-sifat bayangan suatu benda yang
diletakkan di depan cermin cekung, maka jarak antara dua titik tertentu pada cermin
cekung diberi nomor-nomor ruang. Jarak sepanjang OF diberi nomor ruang 1, sepanjang FC
= ruang 2, sebelah kiri C = ruang 3 dan sebelah kanan O atau di belakang cermin = ruang
4 seperti diperlihatkan gambar 27.

Gambar 28
Penomoran ruang-ruang pada cermin cekung.
Berdasarkan penomoran ruang seperti pada gambar 28 ini dengan mudah kita dapat
menentukan letak dan sifat bayangan suatu benda di depan cermin cekung. Sebagai contoh,
misalnya benda diletakkan di ruang 2. Bayangan benda itu pasti terletak di ruang 3 dan
sifatnya nyata, diperbesar dan terbalik (bandingkan dengan gambar 22). Sebaliknya bila
benda diletakkan di ruang 3, maka bayangan yang terbentuk akan terletak di ruang 2 dan
sifatnya nyata, terbalik, diperkecil (bandingkan dengan gambar 23). Apa rahasianya? Untuk
dapat menentukan posisi bayangan dengan metode yang disebut dalil Esbach ini, maka
haruslah

dalil

Bila benda di ruang 3, maka agar penjumlahan dengan ruang bayangan sama dengan 5,
maka bayangan benda harus di ruang 2. Bila Anda perhatikan, nomor ruang benda (yaitu 3)
lebih besar dari nomor ruang bayangan (yaitu 2) berarti bayangan diperbesar, terbalik dan
nyata. Pada saat benda di ruang 3, maka agar mendapatkan 5, maka nomor ruang
bayangan = 2. Benda di ruang 3, sedangkan bayangan di ruang 2 berarti dari nomor besar
(yakni 3) ke nomor kecil (yakni 2) berarti bayangan benda diperkecil, terbalik dan nyata.
Cara ini berlaku untuk semua ruang benda/bayangan menurut Gambar 28 di atas. Cara ini

tidak melingkupi benda yang tepat terletak di pusat kelengkungan cermin C dan titik fokus
utama F. Untuk benda nyata yang terletak tepat di pusat kelengkungan cermin C
bayangannya terletak di pusat kelengkungan itu juga, namun dengan posisi terbalik, sama
besar dengan bendanya dan nyata. Sedangkan bayangan benda nyata yang berada tepat di
titik fokus utama F berada di titik tak terhingga seperti dijelaskan di atas.
Mungkinkah benda terletak di ruang 4?
Bila sebuah benda diletakkan di antara dua cermin cekung yang disusun saling berhadapan
dengan sumbu utama kedua cermin berhimpit (lihat contoh 5 di depan), maka bayangan
benda yang dibentuk oleh cermin pertama merupakan nyata benda bagi cermin kedua
disebut benda maya. Posisi benda maya ini ada di ruang 4 cermin kedua. Oleh cermin kedua
akan dibentuk bayangan dari benda maya ini. Bayangan yang terbentuk bersifat nyata dan
posisinya berada di ruang 1 cermin kedua yang berarti memenuhi Dalil Esbach di atas.

Permukaan sebuah lensa dapat berupa bola, parabola atau silinder. Namun uraian materi artikel
ini hanya membicarakan lensa tipis dengan permukaan-permukaannya merupakan permukaan
bola. Lensa dibedakan atas lensa positif atau lensa cembung dan lensa negatif atau lensa cekung.

Lensa positif disebut juga lensa konvergen karena lensa positif mengumpulkan berkas sinar,
sedangkan lensa negatif disebut lensa divergen karena menyebarkan berkas sinar.

lensa cembung mempunyai harga fokus positif (+) sedangkan lensa cekung mempunyai harga
fokus negatif (-). dalam penggambaran lensa secara sederhana tidak perlu dibuat gambar cekung
atau cembungcukup sebuah garis yang tegak lurus dengan sumbu dan diberi tanda (+) untuk
lensa cembung dan tanda (-) untuk lensa cekung.

Berkas Sinar Istimewa


pada lensa cembung (positif)dikenal tiga berkas sinar istimewa. tiga sinar istimewa tersebut
adalah:

Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui fokus utama.

Sinar datang melalui fokus utama dibiaskan sejajar sumbu utama.

Sinar datang melalui pusat optik akan diteruskan tanpa dibiaskan.

Pada lensa cekung (negatif) juga dikenal tiga sinar istimewa, yakni :

Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah sinar bias itu berasal dari
fokus utama F1.

Sinar datang menuju fokus utama F2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

Sinar datang melalui pusat optik akan diteruskan tanpa dibiaskan .

Dalil Esbach
Untuk lensa nomor ruang untuk benda dan nomor ruang untuk bayangan dibedakan. Nomor
ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan IV), sedangkan untuk ruang
bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4) seperti pada gambar berikut ini:

s = Benda bertanda positif/nyata (+) jika benda terletak di depan lensa.


s = Benda bertanda negatif/maya () jika benda terletak di belakang lensa.
s = Bayangan bertanda positif/nyata (+) jika bayangan terletak di belakang lensa.
s = Bayangan bertanda negatif/maya () jika benda terletak di depan lensa
f = Jarak fokus bertanda positif (+) untuk lensa positif (lensa cembung).
f = Jarak fokus bertanda negatif () untuk lensa negatif (lensa cekung).
R = Jari-jari bertanda positif (+) untuk permukaan lensa yang cembung.
R = Jari-jari bertanda negatif () untuk permukaan lensa yang cekung.
R = Jari-jari tak terhingga untuk permukaan lensa yang datar.
Melukis bayangan pada lensa cembung
Pembentukan bayangan pada lensa positif untuk benda yang diletakkan antara F dan 2F (Ruang
II).

Pembentukan bayangan oleh lensa positif untuk benda yang diletakkan pada jarak lebih besar
dari jarak antara pusat optik ke titik 2F (Ruang III).

Pembentukan bayangan pada lensa positif bila benda diletakkan antara pusat optik O dan fokus
utama F (Ruang I).

Melukis bayangan pada lensa cembung


Berbeda dengan lensa cembung yang mempunyai sifat bayangan yang berbede2 untuk setiap
ruangnyalensa cekung hanya mempuyai satu sifat bayangan seperti yang terlukiskan di bawah
ini :

sifat bayangan yang terbentuk dari penggambaran lensa cembung (+) dan cekung (-) di atas
sebagai berikut :

Persamaan Lensa Tipis

s = jarak benda
s = jarak bayangan
n1 = indeks bias medium sekeliling lensa
n2 = indeks bias lensa
R1 = jari-jari kelengkungan permukaan pertama lensa
R2 = jari-jari kelengkungan permukaan kedua lensa
jari2 (R)(+) untuk lensa cembung (konkaf) dan (-) untuk lensa cekung (konveks)
Jarak Fokus Lensa-lensa

Perbesaran Bayangan

Kekuatan Lensa (P)

Lensa Gabungan

Harus diingat bahwa dalam menggunakan persamaan ini jenis lensa perlu diperhatikan. Untuk
lensa positif (lensa cembung), jarak fokus (f) bertanda plus, sedangkan untuk lensa negatif (lensa
cekung), jarak fokus bertanda minus.

Dalil Esbach
Posted on Februari 3, 2011 by fisikanyaman2
Untuk lensa nomor ruang untuk benda dan nomor ruang untuk bayangan dibedakan. Nomor
ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan IV), sedangkan untuk ruang
bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4) seperti pada gambar berikut ini:

Keterangan :
s = Benda bertanda positif/nyata (+) jika benda terletak di depan lensa.
s = Benda bertanda negatif/maya () jika benda terletak di belakang lensa.
s = Bayangan bertanda positif/nyata (+) jika bayangan terletak di belakang lensa.

s = Bayangan bertanda negatif/maya () jika benda terletak di depan lensa


f = Jarak fokus bertanda positif (+) untuk lensa positif (lensa cembung).
f = Jarak fokus bertanda negatif () untuk lensa negatif (lensa cekung).
R = Jari-jari bertanda positif (+) untuk permukaan lensa yang cembung.
R = Jari-jari bertanda negatif () untuk permukaan lensa yang cekung.
R = Jari-jari tak terhingga untuk permukaan lensa yang datar.
About these ads