Anda di halaman 1dari 7

RANCANGAN BISNIS

PADANGPANJANG STATION KNALPOT


1. Jika Anda diberikan kesempatan untuk berwirausaha, tentukan jenis
usaha yang akan Anda jalankan, uraikan dan tetapkan langkahlangkahnya. Buatlah 100 daftar hal-hal yang Anda siapkan untuk
memulai usaha tersebut. Hal-hal tersebut bisa berupa:
a.

Detail usaha (pendiri, bidang usaha, system operasi dan lain-lain).

b.

Lingkup usaha.

c.

Tanggapan masyarakat.

d.

Opini pribadi.

2. Pilih dua langkah yang paling penting untuk Anda lakukan sekarang
juga. Berikan alasannya.
Jawab:
A. Jika saya diberikan kesempatan untuk berwirausaha, bidang usaha
yang akan saya kembangkan adalah bengkel spesialis knalpot mobil
dan motor dengan nama usaha Padangpanjang Station Knalpot.
B. Pemaksimalan dari 7P, sebagai berikut:
1.

Product (produk).
Untuk produk, kita menetapkan dari produk yang disediakan di
Padangpanjang Station Knalpot ini yaitu produk knalpot buatan
lokal dengan kualitas baik, kualitas cukup baik dan kualitas sangat
baik. Kualitas ini ditentukan oleh spesifikasi (salah satunya material
pembentuk knalpot), model/type produk knalpot dan bunyi yang
dapat dihasilkan dari knalpot tersebut. Selain produk tersebut di
atas kita juga sediakan produk khusus yaitu dimana jika ada
konsumen yang menginginkan produk dengan desain khusus dan
produksi terbatas (limited edition), untuk memenuhi permintaan ini
kita menjalin hubungan dengan distributor atau bahkan dengan

industri knalpot yang terdapat di Pulau Jawa. Kata kuncinya adalah


produk knalpot yang kita sediakan hanya produk dalam negeri.
2.

Price (harga).
Harga saya variasikan sesuai dengan model/type dan spesifikasi
produk knalpot itu sendiri, dan juga didukung dengan keahlian
teknisi knalpot dalam memodifikasi dan menciptakan bunyi knalpot
seperti apa yang diinginkan oleh konsumen. Harga cukup bervariasi
mulai dari Rp. 250.000,- s/d Rp. 3.500.000,-, tetapi ada juga harga
yang kita tetapkan berdasarkan pesanan khusus dari konsumen.
Pada prinsipnya harga yang kita tawarkan berdasarkan kualitas
yang kita tawarkan kepada konsumen dan tergantung pada
permintaan konsumen dan sesuai dengan harga produk yang
berlaku.

3.

Place (lokasi/tempat).
Kita memilih lokasi yang strategis dalam membangun usaha ini,
yaitu dengan menentukan lokasi di pinggir jalan utama kota agar
aksesnya mudah, disekitaran lokasi yang terdapat juga bengkel
tune-up (service), steam mobil/motor (pencucian), tambal ban atau
juga disekitaran pasar. Tempat yang sangat kita hindari untuk
membangun usaha ini adalah yang lokasi yang berdekatan dengan
mesjid, rumah sakit dan sekolah serta pemukiman penduduk seperti
komplek perumahan.

4.

Promotion (promosi).
Untuk pengembangan uaha ini kita juga melakukan promosi.
Promosi yang efektif dan efisien dapat kita lakukan dengan
mengikuti event-event otomotif daerah maupun nasional di kota kita
dan

sekitarnya

seperti

off-road,

drag-race,

road-race

dan

automotive contest. Pada event seperti ini kita informasikan tentang


usaha kita ini kepada insan otomotif yang mengikuti event tersebut
melalui katalog, stiker logo bengkel dan kartu nama, bisa juga kita
dirikan stand bazaar knalpot pada event otomotif tersebut. Satu hal
lagi, tidak tertutup kemungkinan kita juga akan menjadi salah satu
sponsor

pendukung

untuk

event

otomotif

yang

digelar

oleh

organisasi otomotif maupun komunitas otomotif yang ada di kota


kita dan sekitarnya.
5.

People (ahli knalpot).


Untuk mendukung usaha ini kita membutuhkan seorang tenaga
profesional dalam proses pengerjaan yaitu seorang teknisi ahli yang
faham tentang material knalpot, sambungan dengan las serta
pengerjaan tekuk pipa dan plat baja, selain teknisi ahli kita juga
akan mempekerjakan seorang asisten teknisi sebagai kader untuk
menjadi teknisi ahli dimasa depan. Disamping itu kedua teknisi
tentunya juga harus mampu bersikap ramah pada konsumen yang
berorientasi pada kenyamanan konsumen kita, baik itu konsumen
dari kalangan mana saja dan siapa saja tanpa pandang bulu. Karena
resikonya akan tetap saja ada konsumen yang komplain ketika hasil
pekerjaan kita sudah maksimal.

6.

Process (proses).
Proses adalah hal yang mutlak, kita harus maksimalkan kemampuan
yang ada seperti teknisi ahli yang handal, asisten teknisi yang
cekatan dan peralatan yang digunakan dalam proses pengerjaan
merupakan peralatan permesinan dan peralatan manual dengan
kualitas yang baik. Tentu saja ini sangat mendukung terhadap hasil
pekerjaan yang akan kita serahterimakan kepada konsumen,
harapan kita konsumen puas dengan layanan dan hasil pekerjaan
yang mereka dapatkan dan semoga konsumen juga menjadi duta
promosi setelah meninggalkan bengkel kita.

7.

Physical Evidence (bukti fisik).


Bukti fisik merupakan bagian yang juga harus kita perhatikan.
Bagaimana kita mendesain bengkel dengan estetika yang indah
sehingga menjadi salah satu daya tarik konsumen. Tujuannya agar
konsumen merasa betah dan tidak lelah menunggu pekerjaan yang
dilakukan oleh teknisi sampai selesai. Disamping itu kita juga buka
cafe yang menyediakan minuman dan makanan kecil untuk
konsumen melapas dahaga. Bukti fisik ini diharapkan dapat
membangun persepsi konsumen terhadap pelayanan prima yang

kita berikan dan memperkecil rasa was-was konsumen akan hasil


kerja yang tidak maksimal akan produk yang kita tawarkan.
C. STP (Segmenting Targeting Positioning).
Segmen pasar yang tujuan kita adalah semua kalangan yang
menggunakan kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor
di sekitar kita yang bermasalah dengan knalpot kendaraannya, dan
juga para pengguna jalan yang lewat dimana kita membangun usaha
ini. Khususnya kita juga melirik pasar para pencinta modifikasi
kendraan bermotor khususnya modifikasi knalpot.
Dimana akhir-akhir ini perkembangan dunia otomotif di negeri kita ini
cukup mengairahkan dengan hadirnya produk-produk otomotif baru
yang mana knalpot merupakan salah satu spare part utamanya.
Seiring

dengan

itu

dunia

modifikasi

kendaraan

bermotor

juga

berkembang, atas dasar ini kita berusaha memediasi kepentingan


pencinta otomotif untuk dapat menyalurkan hobi dan bisa saja ini
menjadi salah satu faktor pendukung untuk memunculkan bussines
plan lainnya akibat dari permintaan-permintaan yang tidak dapat kita
penuhi di bengkel yang sederhana ini.
Sebagai permulaan, mau tidak mau tentunya usaha kita ini berada
pada posisi sebagai pengikut, karena memang sudah ada yang lebih
dahulu menjalankan usaha ini di kota Padangpanjang. Namun karena
ada beberapa faktor yang harus kita ubah dalam pengembangan
(seperti performance) usaha ini dan dengan berbagai inovasi yang
akan kita lakukan secara terencana maka kita percaya kedepannya
usaha ini kita upayakan bagaimana bisa menjadi sahabat sekaligus
leader bagi konsumen di Padangpanjang dan sekitarnya.
D. Berikut adalah 100 hal mengenai persiapan saya dalam bisnis ini:
1.

Modal.

19. Kawat las.

2.

Las asetilen (karbid).

20. Stang las.

3.

Las listrik.

21. Kacamata las

4.

Mesin potong.

22. Plat besi.

5.

Mesin tekuk manual.

23. Plat stainless.

6.

Mesin gerinda.

24. Besi strip.

7.

Mesin bor.

25. Besi profil.

8.

Kikir manual.

26. Karet gantungan.

9.

Ragum.

27. Bush knalpot.

10. Obeng.

28. Intake knalpot.

11. Tang.

29. Saringan knalpot.

12. Tang stel.

30. Muffler.

13. Elektroda las.

31. Silencer.

14. Oksigen.

32. Pipa besi.

15. Tabung asetilen.

33. Pipa stainless.

16. Tabung oksigen.

34. Palu besi.

17. Daya listrik.

35. Palu kayu.

18. Travo las.


37. Dongkrak.

36. Palu karet.


69. Survey produk.

38. Baju kerja.

70. Survey area bisnis.

39. Alat safety kerja.

71. Organisasi otomotif

40. Pemadam api.

72. Event otomotif.

41. Alat P3K.

73. Promosi.

42. Oli.

74. Katalog produk.

43. Air.

75. Daya beli.

44. Mur.

76. Hubungan yang baik.

45. Baut.

77. Kepercayaan konsumen.

46. Paku keling.

78. Minat konsumen.

47. Sepeda motor.

79. Pelayanan prima.

48. Mobil.

80. Bukti fisik.

49. Tempat usaha yang strategis.

81. Distributor knalpot lokal.

50. Surat izin usaha.

82. Industri knalpot lokal.

51. Tabungan.

83. Modifikasi.

52. IMB.

84. Inovasi.

53. Deposito.

85. Sponsor.

54. Pajak usaha.

86. Persaingan yang sehat.

55. NPWP.

87. Pengembangan usaha.

56. Asuransi.

88. Gaji.

57. Ilmu pengetahuan.

89. Website.

58. Kemampuan.

90. Nomor telepon/HP.

59. Keberanian.

91. Ruangan istirahat.

60. Semangat.

92. Media sosial.

61. Resiko yang akan dihadapi.

93. Alat pembersih.

62. Ketahanan modal.

94. Cafe.

63. Tenaga kerja.

95. Ruang tunggu.

64. Konsumen.

96. Menu makanan.

65. Loyalitas.

97. Minuman dingin.

66. Analisis konsumen.

98. Meja.

67. Analisis kompetitor.

99. Kursi.

68. Survey minat konsumen.

100. Lemari es.

Dua langkah yang sangat krusial yang harus kita lakukan sekarang ini
yaitu:
1. Mengumpulkan dana untuk modal.
Modal

dana

merupakan hal

yang

mutlak

untuk

memulai

dan

menjalankan usaha ini dan untuk memenuhi kebutuhan berupa


pengadaaan peralatan permesinan dan las serta pengadaan produk
yang akan dijual. Ketika kita kekurangan modal untuk memulainya
usaha ini dapat mengakibatkan usaha menjadi tersendat-sendat atau
bisa saja tidak beroperasi sama sekali.
2. Mencari tempat yang strategis.
Khususnya di Padangpanjang ini, untuk mendapatkan tempat usaha ini
yang strategis cukup sulit, apalagi dengan harga yang terjangkau.
Dalam persaingan untuk mendapatkan tempat strategis ini saja kita
harus berani bersaing dengan wirausahawan lain untuk berani
mengambil resiko membayar mahal sewa tempat yang kita butuhkan
tersebut. Tempat usaha yang kita butuhkan yaitu di pinggir jalan
utama kota agar cukup mudah dijangkau dari segala arah, atau juga
berdekatan dengan pusat kegiatan otomotif seperti disekitaran yang
terdapat

juga

bengkel

tune-up

(service),

steam

mobil/motor

(pencucian), tambal ban atau juga disekitaran pasar. Tempat yang


sangat kita hindari untuk membangun usaha ini adalah yang lokasi
yang berdekatan dengan mesjid, rumah sakit dan sekolah serta
pemukiman penduduk seperti komplek perumahan.