Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Benih merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan usahatani
jagung, sehingga harus ditangani secara sungguh-sungguh agar dapat tersedia
dengan baik dan terjangkau oleh petani. Berbagai hasil penelitian komponen
teknologi yang mendukung produksi benih telah tersedia, mulai dari cara
penentuan lokasi, penyiapan lahan, teknologi budi daya, sampai pengolahan dan
penyimpanan benih. Namun teknologi tersebut belum dapat diterapkan secara
luas, sehingga benih masih sering tidak tersedia di tingkat petani. Oleh karena
itu, perlu alternatif sistem produksi yang lebih efektif dan efisien, melalui
penyederhanaan prosedur dan mekanisme produksi benih penjenis (BS), hingga
benih sebar (BR).
Kepres 1972 tentang peran swasta yang ditindaklanjuti dengan UU 12/ 1992
dan PP 44/1995 tentang sertifikasi benih (Nugraha et al. 2003) memberi peluang
kepada BUMN/swasta untuk berhubungan langsung dengan penyedia benih
sumber (Balai Penelitian/Pusat Penelitian). Itu juga merupakan peluang kerja
sama bagi kelompok-kelompok tani dengan Balai Penelitian dalam
memproduksi benih sumber, sehingga mudah diakses dan terjangkau oleh
pengguna.
Kajian perbenihan telah dimulai sejak 2003, dengan penekanan kepada sistem.
Hasil kajian menunjukkan bahwa subsistem yang sudah mapan adalah
subsistem produksi dan pengolahan, sedang subsistem distribusi dan pemasaran
belum terorganisasi dengan baik, sehingga keberlanjutan sistem produksi benih
sangat beragam antardaerah (Bahtiar et al. 2005).
Distribusi dan pemasaran benih memerlukan kebijakan yang tegas, terutama
dalam hal wilayah sasaran, penetapan harga benih komposit, dan pemberlakuan
aturan dan sanksi. Wilayah sasaran penyaluran benih ditetapkan berdasarkan
kesesuaian lahan dengan varietas agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat
antarprodusen benih. Wilayah subur dengan pengairan yang baik, misalnya,
dapat ditetapkan sebagai wilayah benih jagung hibrida, sedang wilayah yang
marginal dapat ditetapkan sebagai wilayah benih jagung komposit. Penetapan
wilayah marginal dapat didasarkan pada tipe lahan, kesuburan tanah,

ketersediaan air, dan faktor fisik lainnya, atau penetapan berdasarkan musim
tanam yang dikaitkan dengan ekologi.
Harga benih sering dikeluhkan petani dan menjadi penyebab utama penggunaan
benih turunan oleh petani. Karena itu, harga benih perlu ditetapkan dan dipantau
agar selalu terjangkau oleh petani.

B.

Deskripsi Singkat

Bahan Ajar ini berisikan unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan materi
menghitung kebutuhan benih per Ha dan memilih serta menggunakan benih
bermutu baik yang disajikan melalui pendekatan orang dewasa (andragogi)
dengan metode antara lain ceramah, tanya jawab, penugasan, curah pendapatan,
praktek, praktek kerja lapangan.

C.

Manfaat

1. Bahan ajar ini sebagai acuan standar materi yang diberikan kepada peserta
pelatihan dalam proses pembelajaran pada Pelatihan Teknologi Budidaya
jagung. Walaupun demikian, bahan ajar ini masih dimungkinkan dan dianjurkan
penyesuaian dengan kondisi lokal.
2. materi ini dapat digunakan sebagai panduan oleh widyaiswara atau fasilitator
dalam memberikan pengajaran, mengembangkan materi dan metode pelatihan
yang akan digunakan serta dalam mengevaluasi keberhasilan belajar peserta
pelatihan.
3. Bagi peserta pelatihan, bahan ajar ini dapat digunakan sebagai sarana belajar
mandiri, yaitu sebagai salah satu sumber bahan atau materi pembelajaran yang
harus mereka kuasai dan dapat digunakan sebagai referensi setelah mereka
selesai mengikuti pelatihan.

D.

Tujuan Pembelajaran

1.

Kompetensi Dasar

Setelah Selesai berlatih peserta dapat menghitung kebutuhan benih jagung serta
dapat memilih dan menggunakan benih jagung bermutu baik.
2.

Indikator Keberhasilan

Setelah mempelajari Bahan ajar ini :


a.

Peserta pelatihan dapat menghitung kebutuhan benih Jagung.

b.

Peserta pelatihan dapat menggunakan benih jagung bermutu.

E.

Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Untuk mencapai hasil belajar sebagaimana yang diharapkan, modul ini memuat
materi pokok sebagai berikut :
1.

Menghitung Kebutuhan Benih Jagung

2.

Menggunakan Benih Jagung bermutu baik

F.

Peserta :

G.

Pelatih :

1.

Balai Pelatihan Pertanian

2.

Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP)

3.

Pelaku agribisnis jagung.

H.

Metode :

Curah pendapat, ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, penayangan film,


praktek.

I.

J.

Alat dan Bahan : Alat tulis, LCD, Komputer, Flipchart, selotip, Kertas
Koran

Waktu :

JP @ 45 menit

Pokok bahasan
1. Menghitung Kebutuhan Benih Jagung
a. Benih Tanaman.
Benih

memiliki dan membawa sifat-sifat genetis tanaman induknya, dan akan

tampil optimal jika benihnya tumbuh dan berproduksi pada lingkungan yang optimal
disertai dengan mutu benih yang tinggi Karena itu benih merupakan komponen
penting dalam budidaya tanaman.
Mutu benih ditentukan oleh

Mutu genetik : ditentukan oleh tingkat kemurnian.

Mutu fisiologi : ditentukan oleh daya berkecambah.

Mutu fisik : ditentukan oleh tingkat kebersihan benih, keseragaman ukuran


benih, dan kadar air biji melalui prosesing benih yang tepat.
Cici-ciri benih bermutu

tumbuh serentak

berbunga serentak

tongkol berisi

produktivitas tinggi

daya kecambah > 95%

tahan hama penyakit tanaman

b. Kebutuhan Benih
Kebutuhan benih untuk pertanaman dapat dihitung dengan berbagai cara anatara
lain dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

A
......
......

Y=

S
x

PxQ

100
x

1000

x T

= ...... kg

Y=

Berat benih yang diperlukan (kg)

A=

Luas lahan yang akan ditanami (ha)

P=

Jarak tanam antar barisan (m)

Q=

Jarak tanam dalam barisan (m)

R=

Daya tumbuh benih (%)

S=

Berat 1000 biji (gram)

T=

Jumlah benih tiap lobang (biji)

2. Memilih dan menggunakan benih jagung yang bermutu baik


LANGKAH KEGIATAN
1. Siapkan bahan benih tanaman jagung bersertifikat Label Biru
2. Buka kantong dengan hati-hati tanpa merusah Label
3. Lakukan pengecekan Label Asli atau Palsu
4. Lakukan pengecekan Masa Kadaluarsa pada Label
5. Periksa benih apakah telah diberi perlakuan benih (diberi Ridomil atau yang lain)
6. Lakukan penghitungan kebutuhan benih sesuai keperluan

1. BLANGKO.
2.

Pemeriksaan Benih yang akan digunakan

3.
N

5. Hasil Pengamatan dan


Kemukakan Alasan/Pendapat

4. Tahapan Pemeriksaan

6.
1

10.
2

21.
3

7. Ka
8. -Tidak Rusak
run
g/
Ka
nto
ng
11. La - Label Biru Utuh dan Asli
bel
15. - Masa Kadaluarsa

22. Ko
ndi
si

9.

12.
16.

19. -Daya Tumbuh/


Daya Kecambah
benih

20.

23. Ukuran

24.

27. Pecah

28.

31. Warna

32.

35. Campuran

36.

39. Bentuk

40.

43. Kecerahan

44.

47. Keseragaman

48.

49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57. HASIL
58.

Simpulkan hasil pemilihan benih yang Saudara lakukan

59.

............................................................................................................................

............

60.

............................................................................................................................

.........
61.

............................................................................................................................

.........

62. DAFTAR PUSTAKA


63.Bahtiar, S. Pakki, dan Zubachtirodin. Teknik Produksi dan
Pengembangan Jagung . Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian,
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 2007, Balai
Penelitian Tanaman Serealia.
64.Deptan. 2006. Studi produksi, distribusi dan penggunaan benih tanaman
pangan. Kerjasama antara PT. Prima Kelola Agribisnis Agroindustri
dengan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan.
65. Departemen Pertanian. Direktorat Budidaya Serealia. 2006. Program
pengembangan jagung tahun 2007 dan evaluasi percepatan
pengembangan jagung melalui bantuan benih tahun 2006. Direktorat
Jenderal Tanaman Pangan. Bahan Pertemuan di Banten, 28 Desember
2006.
66.Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, 2006. Penyebaran luas tanam
jagung selama MT.2000 sampai 2005/2006. Ditjen Tanaman Pangan,
Jakarta.
67.Ditjen Tanaman Pangan, 2007. Program pencapaian swasembada jagung
tahun 2007. Bahan Persentase di DKP.
68.Nugraha, U.S., Subandi, A. Hasanuddin, dan Subandi. 2003.
Perkembangan teknologi budi daya dan industri benih jagung. Dalam:
Kasryno, F., E. Pasandaran, dan A.M.Fagi (Eds.). Buku Ekonomi Jagung
Indonesia.
69.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Deptan, Jakarta. p. 3772.
70.Saenong, S. Bahtiar, Margaretha, Y.Tandiabang, R. Arif, Rahmawati,
A.Tenrirawe, M.Sudjak, Syafruddin, A.Najamuddin, Y. Sinuseng, F.
Koes, dan Suwardi. 2005. Pembentukan dan pemantapan produksi benih
bermutu mendukung industri benih berbasis komunal. Laporan Akhir
Tahun. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

71.
72.
73.
74.
75.
76.SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) / RENCANA
PEMBELAJARAN DIKLAT (RPD)
77.PELATIHAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG
A. Mata Diklat: Menghitung kebutuhan benih jagung serta memilih dan
menggunakan benih jagung bermutu baik
B. W a k t u :
JP @ 45 Menit
78.Tujuan Pembelajaran : Setelah Selesai Berlatih peserta diharapkan dapat
menghitung kebutuhan benih per Ha serta dapat memilih dan
menggunakan benih jagung bermutu baik.
79.C. Tujuan Pembelajaran Khusus :
80.1.

Peserta pelatihan dapat menghitung kebutuhan benih Jagung.

81.2.
Peserta pelatihan dapat memilih dan menggunakan benih jagung
bermutu
82.D.
83.

Pokok Bahasan :

Menghitung kebuthan benih jagung per Ha dan memilih serta


menggunakan benih jagung bermutu baik

84.E.

Sub Pokok Bahasan / Sub Materi Pokok :

85.a)

Luas Tanam

86.b)

Proporsi Penggunaan Benih Jagung

87.c)

Penggunaan Varietas bermutu baik

88.e)

Wilayah Produksi Benih

89.

90.
91.
92.
93.
94.
95.
A. Kegiatan Belajar Mengajar

96.
97.

98. Tah

99. Kegiatan

apa

Widyaisw

ara/

Kegi

Fasilitator

100.

Kegiatan
Peserta
101.

102. Metode

104.A

105.

103. Pembel

Esti

ajaran

a
t

atan

B
a
n
t

106.

107.2

108.3

1
113.

114. Cli

- Menyampaika

109.

110. 5

u
111. 6

112.
7

mat
e
Sett
ing

Salam
- Memperkenal kan
diri

Memperhatikan

115.

Cera

116. P

Bertanya dan

mah, tanya

Menjawab

jawab

Memperhatikan

dan

mendengarkan

T
u
li
s
,
S
p
i
d
o
l,
fl
i
p
c
h

118.
10

a
r
119.
2

120.Klari

126.Memperhatik

fikas

gkan

an judul

Jawa

Power

materi ;

b;

Tuju

Point;

Menyimak

128.Brain

an

122.Menyamp

127.Tanya

t
129.K

121.Menayan

dan member

Storm

aikan

saran

ing

judul

terhadap

materi;

tujuan

r,

pembelajara

123.Menjelas
kan
tujuan

pembelaj

130.
5

aran;
124.
131.
3

125.
133.Membagi

137.Mengerjakan

uasi

kan

evaluasi

Awa

lembar

awal;

evaluasi

Memberikan

awal;

lembar

132.Eval

138.Penu

141.L

gasan

139.Tertuli

140.

143.
20

134.Menugas

jawaban

kan

evaluasi

peserta

awal kepada

untuk

pelatih/fasilit

mengerja

ator

kan;

135.Mengawa

si

kegiatan

evaluasi

awal;

136.Mengump

ulkan

l;

lembar

142.

jawaban
evaluasi
144.
4

145.Pen

awal
146.Menayan

yajia

gkan

n/

Power

Pen

Point

yam

147.Menjawa

paia

148.Memperhatik

150.Cera

151.K

an tayangan;

mah,

Tanya

Jawa

b,

Disku

149.Mengajukan
pertanyaan;

152.

pertanyaa

Mat

n.

si

e
r,

eri

L
C
D
,
P
a
p
a
n
T
u
li
s
,
F
li
p
c
h
a
r

153.
5

154.Eval

155.Membagi

160.Mengerjakan

uasi

kan

evaluasi

Akhi

lembar

akhir ;

evaluasi

Memberikan

akhir;

lembar

161.Penu

t
164.L
e

20

162.Tertuli

167.

163.

156.Menugas

jawaban

kan

evaluasi

peserta

akhir kepada

untuk

pelatih/fasilit

mengerja

ator

kan;

157.Mengawa

si

kegiatan

evaluasi

akhir;

158.Mengump

ulkan

ir

lembar
jawaban
evaluasi

166.

gasan

165.

akhir.
168.

169.Pen

159.
170.Menyimp

gak

ulkan dan

an

Storm

hira

menanya

penyimpulan

ing,

kan

pelatih/fasilit

Tanya

aplikasi

ator

Jawa

materi di

171.Memperhatik

172.Brain

lapangan

173.K

e
r,
L
C
D
,
P
a
p
a
n
T
u
li
s
,
F
li
p
c
h
a
r
t

175.
176.
177.
178.
179.
180.
181.
182.

174.
10