Anda di halaman 1dari 39

PEMBEKALAN DIKLAT PRAJABATAN CPNS

GOLONGAN III

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI


DAN PENDIDIKAN TINGGI

WISNU SARDJONO SOENARSO


KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pusat Pendidikan dan Pelatihan


Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
AMBON, 27 OKTOBER 2016

ORGANISASI KEMENTERIAN

DASAR PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN KEMENTERIAN


NEGARA

1) Presiden dibantu oleh


menteri-menteri
negara.
2) Menteri-menteri itu
diangkat dan
diberhentikan oleh
Presiden.
3) Setiap menteri
membidangi urusan
tertentu dalam
pemerintahan.
4) Pembentukan,
pengubahan, dan
pembubaran
kementerian negara
diatur dalam undangundang.

UU 39/2008
- Presiden
membentuk
Kementerian
- Presiden dapat
mengubah/
membubarkan
kementerian
- Pengubahan
akibat pemisahan
atau
penggabungan
dan pembubaran
dg pertimbangan/
persetujuan DPR
- Pembubaran

PERPRES
Organisasi
Kementerian
Negara

KEPPRES
PEMBENTUKAN
KABINET

Pasal 17 UUD 1945

PERPRES
Masing-masing
Kementerian

(paling banyak 34
Kementerian)
BIRO HUKUM & ORGANISASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

BIDANG TUGAS KEMENTERIAN (UU 39/2008)


Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan
Urusan tertentu dalam pemerintahan terdiri atas:

Urusan pemerintahan yang


nomenklaturnya
Kementeriannya secara
tegas disebutkan dalam UUD
Tahun 1945

urusan luar negeri, dalam negeri, pertahanan

Urusan pemerintahanyang
ruang lingkupnya disebutkan
dalam UUD Tahun 1945

urusan agama, hukum, keuangan, keamanan, hak asasi


manusia, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, soaial, tenaga
kerja, industri, perdagangan, pertambangan, energi,
pekerjaan umum, transmigrasi, transportasi, informasi,
komunikasi, pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan,
kelautan, dan perikanan

Urusan pemerintahan dalam


rangka penajaman,
koordinasi, dan sinkronisasi
program pemerintahan

urusan perencanaan pembangunan nasional, aparatur


negara, kesekretariatan negara, badan usaha milik negara,
pertanahan, kependudukan, lingkungan hidup, ilmu
pengetahuan, teknologi, investasi, koperasi, usaha kecil dan
menengah, pariwisata, pemberdayaan perempuan pemuda,
olah raga, perumahan, dan pembangunan kawasan atau
daerah tertinggal

BIRO HUKUM & ORGANISASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

DASAR HUKUM PEMBENTUKAN ORGANISASI KEMENTERIAN


NEGARA

KABINET
KERJA
UU 39/2008
KEMENTERIAN NEGARA
KEPPRES 121/P 2015
KABINET KERJA
PERPRES 7/2015
ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA
PERPRES 13/2015
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN
PENDIDIKAN TINGGI

BIRO HUKUM & ORGANISASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

PEMBENTUKAN KEMENTERIAN RISTEKDIKTI


Perpres 9/2015

Perubahan
Kementerian

Riset, Teknologi
dan Pendidikan
Tinggi Integrasi

Perpres 13/2015

Penataan
Organisasi
Permenristekdikti
15/2015

SUSUNAN ORGANISASI KEMENTERIAN

PERPRES 7/2015

SEBUTAN

PEMIMPIN

MENTERI

PEMBANTU PEMIMPIN

SEKRETARIAT JENDERAL

PELAKSANA

DIREKTORAT JENDERAL

PENGAWAS

INSPEKTORAT JENDERAL

PENDUKUNG

BADAN/PUSAT

BIRO HUKUM & ORGANISASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

UNSUR ORGANISASI PADA KEMENTERIAN


Pemimpin
Pengawas

Lini/
Pelaksana
Pendukung

Staf/Pembantu
Pemimpin

menyelenggarakan dukungan yang bersifat

substantif kepada seluruh unsur organisasi di


lingkungan Kementerian untuk mendukung
pencapaian tujuan dan sasaran strategis
Kementerian

Dukungan yang bersifat substantif meliputi dan


tidak terbatas pada tugas di bidang penelitian
dan pengembangan, pengembangan

sdm, dan pengelolaan data dan informasi.

STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN RISTEKDIKTI

ORGANISASI KEMENTERIAN RISTEKDIKTI


Kemenristekdikti

6 LPNK (BPPT, LIPI,


BAPETEN, LAPAN,
BATAN, BSN)

121 PTN

14 Kopertis

3200 PTS

LOGO KEMENRISTEKDIKTI

RENCANA STRATEGIS
KEMENTERIAN
RISTEKDIKTI

4 PILAR PERUBAHAN, KONTRIBUSI RISTEK DIKTI

ESCAPING FROM
MIDDLE INCOME
ECONOMY TRAP

INNOVATION
DRIVEN
ECONOMY

IMPROVING
COMPETITIVENESS
INDEX

BOOSTING
INNOVATION

FULFILLING PEOPLE
EXPECTATION
(ROLE OF
UNIVERSITY)

AGENT OF
ECONOMIC
DEVELOPMENT

IMPROVING
UNIVERSITY
COMPETITIVENESS

PENINGKATAN
DAYA SAING
DAN
KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT
DAN BANGSA

INCREASING
INTERNATIONAL
PUBLICATION
CONTRIBUTING TO
DEV OF SCI. & TECH

PAPARAN PROF AINUN NAIM, 6 JUNI 2016, DI JOGYA

TAHAP-TAHAP REVOLUSI INDUSTRI


Lini Masa

1800

Penemuan
Mesin Uap
mendorong
munculnya
kapal uap,
kereta api, dll

1900

Penemuan
listrik dan
assembly line
yang
meningkatkan
produksi
barang

2000 now

Inovasi
teknologi
informasi,
komersialiasi
personal
computer, dll.

Fase periode Revolusi Industri membutuhkan


masa yang semakin singkat dari waktu ke waktu
PAPARAN PROF AINUN NAIM, 6 JUNI 2016, DI JOGYA

Revolusi Industri ke-4


Kegiatan
manufaktur
terintegrasi
melalui
penggunaan
teknologi
wireless dan big
data secara
masif

STRATEGI MENGHADAPI ERA DIGITAL

Bagaimana Merespon Masa Depan


1. Komitmen peningkatan investasi di
pengembangan digital skills
2. Selalu mencoba dan menerapkan
prototype teknologi terbaru, Learn
by doing!
3. Menggali bentuk kolaborasi baru
bagi model sertifikasi atau
pendidikan dalam ranah
peningkatan digital skill
4. Dilakukanny kolaborasi antara
dunia industri, akademisi, dan
masyarakat untuk mengidentifikasi
permintaan dan ketersediaan skill
bagi era digital di masa depan
5. Menyusun kurikulum pendidikan
yang telah memasukkan materi
terkait human-digital skills
PAPARAN PROF AINUN NAIM, 6 JUNI 2016, DI JOGYA

KETERKAITAN NAWA CITA DENGAN VISI RISTEKDIKTI


9 PROGRAM PRIORITAS (NAWACITA)

Menghadirkan kembali negara


untuk melindungi segenap
bangsa dan memberikan rasa
aman kepada seluruh warga
negara

Memperkuat kehadiran negara


dalam melakukan reformasi
sistem dan penegakan hukum
yang bebas korupsi,
bermartabat, dan terpercaya.

Mewujudkan kemandirian
ekonomi dengan
menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestik

Membangun tata kelola


pemerintahan yang bersih,
efektif, demokratis, dan
terpercaya.

6
Meningkatkan kualitas hidup
manusia Indonesia.

Melakukan revolusi karakter


bangsa

Membangun Indonesia dari


pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan.
Meningkatkan produktivitas
rakyat dan daya saing di pasar
Internasional sehingga bangsa
Indonesia bisa maju dan bangkit
bersama bangsa-bangsa Asia
lainnya.
Memperteguh kebhinekaan dan
memperkuat restorasi sosial
Indonesia

VISI

Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya
saing bangsa.

MISI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2015-2019

1. Meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas
2. Meningkatkan kemampuan Iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi
PAPARAN MENRISTEKDIKTI DALAM 2 TAHUN
PEMERINTAHAN JOKOWI-JK di METRO TV

5 ISU POKOK PEMBANGUNAN RISTEK dan DIKTI

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS KEMENRISTEKDIKTI


2015-2019
TUJUAN :
Meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas
sumber daya manusia berpendidikan
tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk
keunggulan daya saing bangsa

SASARAN
1. Meningkatnya kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan
pendidikan tinggi
2. Meningkatnya kualitas kelembagaan iptek dan dikti
3. Meningkatnya relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya iptek
dan dikti
4. Meningkatnya relevansi dan produktivitas riset dan
pengembangan
5. Menguatnya kapasitas inovasi

KEBIJAKAN, STRATEGI, PROGRAM, INDIKATOR, DAN TARGET


(1)

STRATEGI

KEBIJAKAN

Meningkatkan tenaga terdidik dan terampil berpendidikan tinggi

Meningkatkan angka partisipasi kasar serta jumlah mahasiswa yang berwirausaha, lulusan
bersertifikat kompetensi, prodi terakreditasi unggul, mahasiswa peraih emas tingkat nasional
dan internasional, lulusan yang langsung bekarja, LPTK yang meningkat mutu
penyelenggaraan pendidikan akademiknya, dan calon pendidik dalam mengikuti
pendidikan profesi guru

PROGRAM

No

Penguatan Pembelajaran dan Kemahasiswaan


Target

Indikator Program

2015

2016

2019

26,86%

28.16%

32.56%

2.000

2.500

4.000

55%

60%

75%

10.800

12.000

15.000

Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (Nominal)

Jumlah mahasiswa yang berwirausaha (Nominal)

Prosentase lulusan bersertifikat kompetensi (Nominal)

Jumlah Prodi terakreditasi unggul (Kumulatif)

Jumlah mahasiswa peraih emas tingkat nasional dan internasional (Nominal)

380

390

420

Prosentase lulusan yang langsung bekerja (Nominal)

50%

60%

90%

Jumlah LPTK yang meningkat mutu penyelenggaraan pendidikan akademik

17

46

46

4.458

5.458

12.000

(Nominal)
8

Jumlah calon pendidik yang mengikuti pendidikan profesi guru (Nominal)

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

KEBIJAKAN, STRATEGI, PROGRAM, INDIKATOR, DAN TARGET


(2)

STRATEGI

KEBIJAKAN

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi dan Lembaga Litbang

Meningkatkan jumlah perguruan tinggi masuk dalam ranking 500 top dunia,
perguruan tinggi berakreditasi A
Mengembangkan jumlah Taman Sains dan Teknologi yang dibangun, Taman
Sains dan Teknologi yang mature, Pusat Unggulan Iptek

Penguatan Kelembagaan

PROGRAM

No

Target

Indikator Program

2015

2016

2019

Jumlah Perguruan Tinggi masuk top 500 dunia (Kumulatif)

Jumlah Perguruan Tinggi berakreditasi A (Unggul) (Kumulatif)

29

39

194

77

100

100

Jumlah Taman Sains dan Teknologi (TST) yang dibangun


(Kumulatif)

Jumlah Taman dan Teknologi yang mature (Kumulatif)

14

58

Pusat Unggulan Iptek (Kumulatif)

12

15

30

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

KEBIJAKAN, STRATEGI, PROGRAM, INDIKATOR, DAN TARGET


(3)

STRATEGI

KEBIJAKAN

Meningkatkan jumlah dosen berkualifikasi S3, jumlah SDM Dikti yang meningkat
kompetensinya, jumlah pendidik yang mengikuti sertifikasi dosen
Meningkatkan jumlah SDM litbang berkualifikasi master dan doktor, jumlah SDM Iptek
yang meningkat kompetensinya, jumlah sarpras Iptek dan Dikti yang direvitalisasi

PROGRAM

No

1
2

Meningkatkan Sumber Daya Litbang dan Pendidikan Tinggi


yang berkualitas

Penguatan Sumber Daya


Target

Indikator Program

Jumlah Dosen Berkualifikasi S3 (Kumulatif)


Jumlah SDM Dikti yang meningkat kompetensinya perubahan
(Nominal)

2015

2016

2019

23.500

28.000

41.500

2.000

2.000

2.000

Jumlah pendidik mengikuti sertifikasi dosen komulatif (Nominal)

8.000

10.000

10.000

Jumlah SDM Litbang Berkualifikasi Master dan Doktor (Kumulatif)

3.350

3.700

5.450

Jumlah SDM iptek yang meningkat kompetensinya (Nominal)

95

161

205

Jumlah Sarpras Lemlitbang dan PTN yang direvitalisasi (Nominal)

126

142

153

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

KEBIJAKAN, STRATEGI, PROGRAM, INDIKATOR, DAN TARGET


(4)

STRATEGI

KEBIJAKAN

Meningkatkan jumlah HKI didaftarkan, publikasi internasional dan prototipe hasil


litbang

PROGRAM

No

Meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan

Penguatan Riset dan Pengembangan


Indikator Program

Target
2015

2016

2019

Jumlah HKI yang didaftarkan (Kumulatif)

1.580

1.735

2.305

Jumlah publikasi internasional (Nominal)

5.008

6.229

12.089

Jumlah prototipe R & D (Nominal)

530

632

1.081

Jumlah prototipe laik industri (Nominal)

15

15

15

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

KEBIJAKAN, STRATEGI, PROGRAM, INDIKATOR, DAN TARGET


(5)
Meningkatkan inovasi

STRATEGI

KEBIJAKAN

Meningkatkan jumlah produk inovasi

Penguatan Inovasi

PROGRAM

No
1

Indikator Program
Jumlah produk inovasi (Nominal)

Target
2015

2016

2019

10

15

30

BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

23

8 BIDANG PRIORITAS RISET (2014-2025)


1. PERTANIAN DAN PANGAN

2. Energy, New and Renewable


Energy
3. KESEHATAN DAN OBAT
4. INFORMASI DAN KOMUNIKASI
5. TRANSPORTASI
6. PERTAHANAN DAN KEAMANAN
7. MATERIAL MAJU
(Nanotechnology)
8.

KEMARITIMAN
BIRO PERENCANAAN KEMENRISTEKDIKTI 2016

REFORMASI BIROKRASI

REFORMASI BIROKRASI
PERMASALAHAN BIROKRASI

Mengapa Harus
Reformasi Birokrasi?

Tumpang tindih Peraturan perundang-undangan di


bidang\ aparatur negara, tidak sesuai dengan kondisi
saat ini
Pola pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set)
birokrasi belum sepenuhnya mendukung birokrasi yang
profesional
Praktik manajemen SDM Belum optimal
meningkatkan profesionalisme
Distribusi PNS belum merata dan
proporsional secara geografis
Fungsi dan kewenangan antar instansi pemerintah
tumpang tindih, berbenturan, terlalu besar
Sistem pengawasan internal belum mampu
berperan sebagai quality assurance
Kualitas pelayanan publik masih belum
memenuhi harapan publik
Sistem monitoring, evaluasi, dan penilaian
belum dibangun dengan baik

TIM REFORMASI BIROKRASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

REFORMASI BIROKRASI
Membangun profil dan perilaku aparatur negara yang memiliki
integritas, produktivitas, dan bertanggungjawab serta memiliki
kemampuan memberikan pelayanan yang prima melalui
perubahan pola pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set)
dalam sistem manajemen pemerintahan

Pelaksanaan 8 area perubahan reformasi


birokrasi

TIM REFORMASI BIROKRASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

GRAND DESIGN REFORMASI BIROKRASI

TUJUAN
Untuk memberikan arah
kebijakan pelaksanaan
reformasi birokrasi selama
kurun waktu 2010-2025
agar
pelaksanaan
reformasi birokrasi di K/L
dapat berjalan secara
efektif, efisien, terukur,
konsisten,
terintegrasi,
melembaga
dan
berkelanjutan.

TIM REFORMASI BIROKRASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

TUJUAN JANGKA PANJANG REFORMASI BIROKRASI


... diharapkan melalui reformasi birokrasi, pemerintah sudah beranjak ke tahapan pemerintahan
yang berbasis kinerja; dan pada tahun 2025 diharapkan pemerintahan sudah beranjak pada
tatanan pemerintahan yang dinamis ...

DYNAMIC GOVERNANCE
PERFORMANCE BASED
BUREAUCRACY
RULE BASED
BUREAUCRACY

2025
2019
2014

efektif, efisien dan ekonomis


difokuskan pada upaya untuk mewujudkan outcomes
(hasil)
menerapkan manajemen kinerja yang didukung dengan
penerapan sistem berbasis elektronik
Setiap individu pegawai memiliki kontribusi yang jelas
terhadap kinerja organisasi

PROGRAM AREA PERUBAHAN REFORMASI BIROKRASI 20152019


Terciptanya budaya kerja positif yang

Agenda Reformasi Birokrasi

2. PENGUATAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
3 PENGUATAN KELEMBAGAAN

Terciptanya budaya/perilaku yang lebih


kondusif dalam upaya mewujudkan
birokrasi yang efektif dan efisien

4. PENGUATAN TATALAKSANA

Mendorong efisiensi penyelenggaraan


pemerintahan dan pelayanan,sekaligus
juga untuk mengubah mental aparatur

5. PENGUATAN SISTEM
MANAJEMEN SDM APARATUR

Sistem manajemen SDM yang mampu


menghasilkan pegawai yang profesional

6. PENGUATAN SISTEM
PENGAWASAN

Meningkatnya
penyelenggaraan
birokrasi yang bersih & bebas KKN

7. PENGUATAN AKUNTABILITAS
KINERJA

Birokrasi lebih berkinerja dan mampu


mempertanggungjawabkan kinerjanya
sesuai dengan segala sumber-sumber
yang dipergunakannya

8. PENINGKATAN KUALITAS
PELAYANAN PUBLIK
a. Penguatan Layanan Mahasiswa
b. Penguatan Layanan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
c. Penguatan Layanan Riset dan
Pengembangan

mendorong
perubahan
profesionalisme para penyedia
pelayanan serta peningkatkan
kualitas pelayanan

Hasil yang Diharapkan

1. MANAJEMEN PERUBAHAN

kondusif bagi terciptanya birokrasi yang


bersih dan akuntabel, efektif, dan efisien
serta mampu memberikan pelayanan
yang berkualitas
Sistem peraturan perundang-undangan
yang lebih efektif dan menyentuh
kebutuhan masyarakat

SKEMA REFORMASI BIROKRASI KEMENRISTEKDIKTI


Reformasi
birokrasi
di
lingkungan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi
ditujukan
untuk
mewujudkan
pemerintahan yang bersih dan akuntabel,
efektif dan efisien, dan memiliki pelayanan
publik berkualitas. Dalam pelaksanaan
reformasi birokrasi tahun 2015-2019, terdapat
dua fokus utama pembenahan, yaitu:

Reformasi Birokrasi Kementerian Riset,


Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Reformasi Birokrasi Internal
(8 Area Perubahan + Quick Wins)
Reformasi Pelayanan Publik

Reformasi Birokrasi Internal Kementerian


Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Reformasi Layanan
Mahasiswa

Reformasi Layanan
Riset &
Pengembangan

Reformasi Pelayanan Publik, yang terdiri


dari:
a.Reformasi Layanan Mahasiswa
b.Reformasi Layanan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
c.Reformasi Layanan Riset dan
Pengembangan
d.Reformasi Layanan Kelembagaan
e.Quick Wins: Unit Layanan Terpadu

Reformasi Layanan
PTK

Reformasi Layanan
Kelembagaan

Quick Wins

TIM REFORMASI BIROKRASI KEMENRISTEKDIKTI 2016

INDIKATOR KEBERHASILAN REFORMASI BIROKRASI

Birokrasi yang
bersih dan
akuntabel

Opini WTP atas Laporan Keuangan


Tingkat Kapabilitas APIP
Tingkat Kematangan Implementasi SPIP
Instansi Pemerintah yang Akuntabel
Penggunaan e-Procurement terhadap Belanja
Pengadaan

Birokrasi yang
efektif dan efisien

Indeks Reformasi Birokrasi


Indeks Profesionalitas ASN
Indeks e-Government

Birokrasi yang
memiliki
Pelayanan Publik
berkualitas

Indeks Integritas Nasional


Survei Kepuasan Masyarakat
Persentase kepatuhan pelaksanaan UU Pelayanan
Publik

TIM RB KEMENRISTEKDIKTI 2016

KOMPETENSI ASN

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

DIKLAT BAGI ASN / PNS

PP 101/2000 DIKLAT JABATAN PNS


DIKLAT DALAM JABATAN

DIKLAT PRA JABATAN

PRAJABATAN
K1 & K2
Gol. II dan III

KEPEMIMPINAN
Pim Tk I
Pim Tk II
Pim Tk III
Pim Tk IV

INSTANSI PEMBINA (LAN)

TEKNIS
Umum, Adm
Manajemen
Substantif

INSTANSI PEMBINA
PEMBINA TEKNIS

FUNGSIONAL
Jenjang pertama
Jenjang muda
Jenjang madya
Jenjang utama
Fungsional teknis
INSTANSI PEMBINA
PEMBINA JABFUNG

KOMPETENSI: KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTORIK


PENYELENGGARA DIKLAT PNS: LEMBAGA DIKLAT TERAKREDITASI

TAHAPAN MENJADI SEORANG ASN - PNS

Lulus
Seleksi

Lulus Tes
Kesehatan

Sumpah
PNS

Job
Test

Lulus Diklat
Prajabatan

ASN/PNS

UU NO. 5 TAHUN 2014 TENTANG ASN

1.
2.

3.

Pasal 21: PNS berhak memperoleh


pengembangan kompetensi
Pasal 70 ayat 2: Pengembangan
kompetensi antara lain melalui pendidikan
dan pelatihan, seminar, kursus, dan
penataran.
Dalam RPP pengembangan kompetensi
disebutkan jam wajib 80 JP setahun

RENCANA REVITALISASI ASN 2017-2019


PEMETAAN ASN
Kuadran I

Kuadran II

Kuadran III

Kuadran IV

TINDAK LANJUT

Kualifikasi &
Kompetensi

Baik

PROMOSI

Kinerja

Baik

Kualifikasi &
Kompetensi

Baik

Kinerja

Rendah

Kualifikasi &
Kompetensi

Rendah

Kinerja

Baik

Kualifikasi &
Kompetensi

Tidak Baik

Kinerja

Rendah

MUTASI /
PEMBINAAN

DIKLAT

RASIONALISASI

KemenPAN &RB : Liputan6.com, 30 Mei 2016

Terima Kasih
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
Gedung BPPT 2, Lantai 18
Jl. MH Thamrin No 8, Jakarta 10340