Anda di halaman 1dari 23

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

Teknologi 5G, Sebuah Lompatan Besar Menuju Era


Komunikasi Tanpa Batas
Oleh:
Anggi Yusuf / 06 / 9D Alih Program
NPM 154060006543

PROGRAM DIPLOMA IV AKUNTANSI ALIH PROGRAM


TAHUN 2017

LEMBAR PERNYATAAN
Bersama ini saya menyatakan:
Pertama, bahwa seluruh isi paper ini, benarbenar hasil tulisan saya sendiri, tidak
ada satu alineapun hasil plagiat dari tulisan orang lain, kecuali yang dikutip secara
resmi dan tertera dengan jelas. Setiap kutipan disebutkan sumbernya dan juga
dicantumkan dalam Daftar Pustaka.
Kedua, bahwa saya mengijinkan tulisan ini dimuat dalam jurnal ilmiah,
majalah, atau website di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
(BPPK) khususnya Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN), agar dapat dipahami
oleh lebih banyak pembaca, serta memberikan banyak manfaat.

Bogor, 14 Januari 2017


Penulis

Anggi Yusuf

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i


LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
A.

Latar Belakang .................................................................................................... 1

PEMBAHASAN ............................................................................................................... 4
A.

Perkembangan Teknologi Telekomunikasi dari Generasi ke Generasi ....................... 4

B.

Teknologi 5G, Sebuah Lompatan Besar Menuju Era Komunikasi Tanpa Batas ..........12

C.

Arsitektur Teknologi 5G ......................................................................................14

D.

Standar 5G dari METIS .......................................................................................16

E.

Keunggulan Teknologi 5G ...................................................................................17

KESIMPULAN ...............................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................19
RIWAYAT HIDUP..........................................................................................................20

iii

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi dewasa ini menjadi wajah dalam kemajuan dunia, tidak dapat dipungkiri bahwa
kehidupan kita setiap harinya sangat bergantung pada teknologi, mulai dari teknologi paling
sederhana berupa menyalakan/mematikan lampu hingga yang paling rumit sekalipun.
Diantara semua teknologi tersebut yang saat ini tidak bisa dilepaskan dari genggaman hidup
kita adalah adanya smartphone. Smartphone atau yang lebih popular dengan sebutan
handphone atau telepon genggam saat ini seolah menjadi kebutuhan primer bagi hidup kita.
Segala macam aktivitas kita setiap harinya berada dalam satu alat super canggih tersebut.
Jika dahulu kita membutuhkan gadget terpisah untuk melakukan berbagai macam aktivitas
seperti untuk mengambil gambar, untuk telpon, bermain game dan lain sebagainya, saat ini
cukup hanya dengan satu gadget bisa untuk memenuhi segala kebutuhan harian kita.
Berbagai macam produk smartphone diproduksi oleh raksasa-raksasa perusahaan, seperti
Apple, Samsung, LG, Asus dan masih banyak lagi. Masing-masing perusahaan berusaha
bersaing dalam menawarkan produknya, mereka bersaing dalam teknologi yang ditaman
dalam produk mereka. Setiap tahunnya masing-masing perusahaan raksasa tersebut
berlomba dalam memproduksi produk teranyar mereka dengan menambahkan keunggulan
teknologinya. Seolah tidak ada habisnya, konsumen atau user pun saling memburu produkproduk teranyar, meskipun produsen membandrol dengan harga selangit. Bahkan saat ini
produk seperti iPhone 7 dan Samsung Galaxy 6 harganya setara dengan harga sebuah sepeda
motor, tetapi tetap saja produk tersebut laris manis dipasaran.
Kecanggihan smartphone yang beredar tidak akan ada artinya tanpa adanya jaringan
komunikasi yang mumpuni yang menjembatani dengan dunia maya/internet. Ibarat makan
nasi tanpa lauk, begitulah gambarannya hubungan antara smartphone dengan jaringan
komunikasi. Bahkan jaringan komunikasi yang lemah pun sangat menghambat kinerja
smartphone menjadi lebih maksimal.
Berbagai macam aplikasi yang tersedia dan dipasang dalam smartphone menuntut
sebuah data komunikasi yang cepat, dalam transfer gambar, suara bahkan video. Teknologi
data komunikasi teranyar saat ini seperti yang kita ketahui adalah teknolgi 4G atau Generasi
keempat. Perlu kita berbangga karena ternyata teknologi canggih ini ditemukan oleh orang
asli Indonesia yaitu Prof. Dr. Khoirul Anwar. Beliaulah yang memiliki paten teknologi 4G
berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).
Menurut penuturan Gunawan Wibisono dan

Gunadi

Hutomo

menyatakan

bahwa

kemajuan tekonolgi telekomunikasi dan informatika yang biasa disebut Information and

Communication Technology (ICT) telah banyak membantu pengguna dalam kehidupan seharihari. Seperti yang penulis singgung diatas bahwa kemajuan teknologi berkembang sangat
cepat dari generasi ke generasi, salah satunya teknologi telekomunikasi. Perkembangan ini
dimulai dari generasi Fixed Wireline sampai kepada generasi Broadband. Dan dalam tulisan
ini penulis akan membahas mengenai broadband yang tentunya penggunanya di Indonesia
sendiri terus meningkat setiap tahunnya.
Teknologi berbasis broadband ini terus-menerus mengalami perkembangan, dimulai dari
generasi pertama atau lebih dikenal dengan istilah 1G. Hampir seluruh sistem pada generasi
pertama ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah dan suara menjadi objek
utamanya. Lalu kemudian muncul generasi kedua atau dikenal dengan 2G, sistem pada
generasi ini dijadikan standar komersial dengan format digital, dan memiliki kecepatan
rendah-menengah. Selanjutnya muncul generasi ketiga atau 3G, pada generasi ini kita mulai
lebih familiar dan berhubungan aktif dengan internet karena pada generasi ini sudah mampu
mentransfer data dengan kecepatan tinggi pada jamannya. Namun sebelum lahir generasi
ketiga telah muncul sebelumnya generasi 2.5 dengan kecepatan menengah (hingga 150
Kbps). Jika dalam smartphone kita ada tulisa E atau Edge, maka hal tersebut menandakan
bahwa kecapatan jaringan dalam skala 2.5G.
Kemudian seperti yang dituliskan sebelumnya, saat ini teknologi yang banyak digunakan
merupakan teknologi generasi keempat atau 4G yang merupakan pengembangan dari
generasi sebelumnya yaitu 3G. Perlu diketahui bahwa ternyata nama asli 4G menurut IEEE
(Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah 3G and beyond. Namun perlu
diketahui bahwa sebelum 4G ini benar-benar digunakan, terdapat teknolgi 3.5G yang
dikembangan oleh WCDMA, generasi 3.5 ini dikenal dengan nama High-Speed Downlink

Packet Access (HSDPA).


Teknologi 4G merupakan solusi dari permasalahan yang dialami oleh generasi
sebelumnya, dan untuk menyediakan berbagai layanan baru seperti kualitas suara yang
bagus, video berkualitas HD, dan jaringan nirkabel dengan data rate yang tinggi.
Teknologi 4G diusung oleh 3 perangkat terkemuka, diantaranya adalah LTE (Long Term

Evolution), UMB (Ultra Mobile Broadband), dan Wimax. LTE sendiri merupakan perangkat
yang paling banyak digunakan dan lebih popular didengar oleh telinga kita. LTE mampu
memberikan kecepatan akses 10 kali lipat lebih cepat dibandingan teknologi sebelumnya
(3.5G) yang hanya memiliki kecepatan akses data 7,2 Mbps.
Di tahun 2015 ini, Indonesia resmi menerapkan jaringan teknologi seluler 4G LTE, hal
tersebut sebenarnya sudah jauh tertinggal jika dibandingan dengan Negara-negara Eropa,
Jepang, Korea dan 150 negara lainnya. Meskipun sudah menerapkan teknologi generasi
2

keempat tersebut, ternyata belum seluruhnya bisa dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia,
dan masih terdapat banyak kendala terkait kecepatan yang belum maksimal, pengaturan
spektrum frekuensi yang belum tersusun dengan baik, dan masalah terkait regulasi
pemerintah.
Baru-baru ini beredar isu terkait kemunculan generasi selanjutnya, yaitu generasi kelima
atau 5G. Kemunculan generasi ini sudah dilakukan penelitian oleh berbagai ahli, termasuk di
Indonesia sendiri sudah banyak yang melakukan pengujian terkait dengan teknologi teranyar
ini. Di akhir tahun 2015, telah diadakan sebuah pengujian yang melibatkan berbagai pihak,
mulai regulator, operator telekomunikasi, akademisi hingga operator seluller. Penelitian ini
dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sebelumnya di tahun 2013 tepatnya di Bulan Mei teknologi 5G ini sudah dilakukan
pengujian oleh Samsung, dan ternyata pengujian tersebut berjalan sukses. Samsung berhasil
menguji coba platform menggunakan frekuensi 26 GHz waveband untuk mentransimisikan
data dalam kecepatan mencapai 1 GHz.

PEMBAHASAN
A. Perkembangan Teknologi Telekomunikasi dari Generasi ke Generasi
Sebelum

menjelaskan

bagaimana

perkembangan teknologi telekomunikasi,


bisa diperhatikan infografis disamping.
Terlihat jelas bahwa perekembangan
teknologi

telekomunikasi

beriringan

dengan

berjalan

perkembangan

teknologi gadget.
Seiring dengan canggihnya gadget yang
berkembang menuntut sebuah teknologi
jaringan

komunikasi

Kebutuhan

transfer

yang
data

mumpuni.
multimedia

mewajibkan jaringan komunikasi semakin


cepat sehingga semakin kesini jaringan
komunikasi menjadi semakin cepat dan
seolah akan mencapai titik dunia tanpa
batas.
Secara singkat, berikut penulis jelaskan
perkembangan teknologi telekomunikasi
dari generasi ke generasi:
1.

Generasi Pertama / 1G

Generasi pertama atau 1G merupakan


teknologi

handphone

pertama

yang

diperkenalkan pada era 80-an dan masih


menggunakan sistem analog. Generasi
pertama
komunikasi

ini

menggunakan

yang

disebut

teknik

Frequency

Division Multiple Access (FDMA). Teknik


ini memungkinkan untuk membagi-bagi
alokasi frekuensi pada suatu clel untuk
digunakan

pada

masing-masing

pelanggan dalam cell tersebut, sehingga

setiap pelanggan saat melakukan pembicaraan memiliki frekuensi sendiri.


Macam-macam teknologi 1G:
a. AMPS (Advanced Mobile Phone Service) atau IS-136 di Amerika Serikat
b. NMT (Nordic Mobile Technology) di Negara-negara Skandavia.
c. HICAP di Jepang
d. TACS (Total Access Communication System) di Inggris, Italia, Spanyol, Austria,
Irlandia, Jepang dan beberapa Negara di Eropa.
e. C 450 di Jerman Barat, Portugal dan Afrika Selatan
f.

C-Netz di Austria dan Jerman

g. Mobitex di Eropa (Swedia) dan Amerika Utara


h. DataTAC di Amerika Serikat (oleh ARDIS) dan Australia (oleh Telecom
Australia/Telstra)
i.

CDPD (Cellular Digital Packet Data) di Amerika Serikat

Teknologi 1G ini terbatas hanya dapat melayani komunikasi suara, belum mampu
melayani komunikasi data dengan kecepatan tinggi dan besar. Selain itu dalam
teknologi pertama ini hanya memiliki kapasitas trafik yang kecil, dalam satu cell nya
hanya mampu menampung sedikit pelanggan, selain itu penggunaan spectrum
frekuensi yang boros serta suara yang dihasilkan tidak jernih atau derau
intermodulasi.
2. Teknologi Kedua / 2G
Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas
yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi digital. Generasi ini
menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division

Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya.


a. Berbasis TDMA (Time Division Multiple Access)

Digital AMPS atau IS-54 atau IS-136 (D-AMPS) di Amerika Serikat

GSM (Global System for Mobile Communications) di Eropa dan Asia


Adapun frekuensi yang digunakan pada jaringan GSM (berdasarkan ETS
05.05)

Jaringan GSM mendukung untuk komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps


yang berarti hanya mampu melayani SMS, download gambar dan ringtone
MIDI saja.

PDC (Personal Digital Cellular) yang dioperasikan di wilayah Jepang.

PHS (Personal Handy System) atau PAS (Personal Access System) di China,
Jepang, Taiwan, dan beberapa Negara di Asia.

CSD (Circuit Switched Data) di Amerika Serikat.

HSCSD (High Speed Circuit Switched Data)

IDEN (Integrated Digital Enhanced Network) di Amerika Serikat, Kanada,


Argentina, Brazil, Chile, China, Kolombia, El Salvador, dan beberapa Negara
lainnya termasuk salah satunya Singapura.

b. Berbasis CDMA

CDMAone atau Interim Standard 95 (IS-95) atau IS-95 CDMA atau TIAEIA-95
di USA, Korea Selatan, Kanada, Meksiko, India, Israel, Australia, Srilanka,
Venezuela, Brazil dan China.

Tekenologi kedua / 2G ini secara garis besar dapat dilihat perbandingannya sebagai
berikut:

Dibandingkan dengan teknologi sebelumnya, generasi kedua ini memiliki beberapa


kelebihan/kemajuan disamping digunakan dalam komunikasi suara, generasi kedua
ini juga bisa digunakan dalam SMS, voice call, call waiting, dan transfer data dengan
kecepatan 9,6 Kbps. Meskipun demikian teknologi generasi kedua masih memiliki
kelemahan diantaranya masalah kecepatan transfer data yang masih rendah, tidak
efisien digunakan pada trafik rendah, dan jangkaun jaringan yang masih sangat
terbatas karena masih bergantung kepada BTS (Base Transceiver Station).
3.

Teknologi 2.5G
Teknologi 2.5G hadir sebagai penyempurnaan dari teknolgi 2G, khususnya
penyempurnaan platform dasar GSM untuk aplikasi data. Teknologi 2.5G yang
berbasis GSM diimplementasikan dalam GPRS (General Packet Radio Services) dan
WiDEN, sedangkan yang berbasis CDMA diimplementasikan dalam CDMA2000 1x.
a. GPRS (General Packet Radio Services)
Merupakan teknologi overlay dimana disisipkan di atas jaringan GSM untuk
menangani sebuah komunikasi data pada jaringan. Jadi dengan begitu
komunikasi data akan tetap berlangsung di atas jaringan GSM ketika jaringan
tersebut masih menangani komunikasi suara dan untuk transfer data ditangani
oleh GPRS. Kecepatan transfer data GPRS datap mencapai hingga 160 Kbps.
b. WiDEN (Wideband Integrated Dispatch Enhanced Network)
WiDEN merupakan pengembangan dari iDEN (2G) dari sisi software yang
dikembangkan oleh Motorola dan diperkenalkan pada tahun 1993. WiDEN mampu
mentransfer data sampai kecepatan 100 Kbps dan telah digunakan di 20 negara.
c. CDMA2000 1x Release 0/RTT (1 times Radio Transmission Technology) atau IS2000 (berdasarkan standar dari ITU) atau CDMA2000 (berdasarkan standar dari
3GPP2 (3rd Generation Partnership Project)).
Merupakan teknologi pengembangan dari CDMAone dengan penambahan
kemapuan pada layanannya dan beroperasi di frekuensi 400 MHz, 800 MHz, 900
MHz, 1700 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, dan 2100 MHz (khusus di Indonesia
beroperasi pada 800 Mhz dan 1900 Mhz).

4.

Jaringan 3G
Berdasarkan penelitian dari ITU (Internal Telecommunication Union) 3G didefinisikan
sebagai teknologi yang memiliki kinerja sebagai berikut:
a. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100
km/jam.

b. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan
kaki.
c. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada untuk user diam
(stasioner).

Keunggulan-keunggulan teknologi 3G dibanding generasi-generasi pendahulunya


adalah sebagai berikut:
a. Kualitas suara jauh lebih bagus
b. Keamanan yang jauh terjamin
c. Kecepatan transfer data mencapai 2 Mbps untuk area lokal dan 384 Kbps untuk

wide area access


d. Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat

browse internet bersamaan dengan melalukan call (telepon) ke tujuan yang


berbeda
e. Infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama.
Interkoneksi ke other mobile dan fixed users
f.

Roaming nasional dan internasional

g. Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan


video conferencing. Juga high data rate communication services dan asymetric
data transmission
h. Efisiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum
bandwidth yang terbatas
i.

Support untuk multiple cell layer

j.

Co-existance and interconnection dengan satellite-based services

k. Mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan
waktu
5.

Teknologi 3.5G
Tidak lama setelah keluarnya teknologi 3G, munculah teknologi yang lebih
menyempurnakan yaitu teknologi 3.5G, teknologi ini lebih dikenal dengan super 3G.
Teknologi 3.5G ini mengalami perubahan signifikan terkait dengan kecepatan transfer
data dibanding pendahulunya 3G (>2Mbps), dengan demikian layanan komunikasi
multimedia seperti akses internet dan video sharing menjadi lebih baik dan
memuaskan. Teknologi 3.5G ini termasuk:
a. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)
HSDPA merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson. HSDPA merupakan protokol
tambahan pada sistem WCDMA (wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan
data berkecepatan tinggi. HSDPA fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps. Kemudian
menyusul fase 2 berkapasitas 11 Mbps dan kapsitas maksimal downlink peak data
rate hingga mencapai 14 Mbit/s.Kecepatan jaringan HSDPA di lingkungan
perumahan dapat melakukan download data berkecepatan 3,7 Mbps. Seorang
yang sedang berkendaraan di jalan tol berkecepatan 100 km/jam dapat
mengakses internet berkecepatan 1,2 Mbps. Sementara itu, pengguna di
lingkungan perkantoran yang padat tetap masih dapat menikmati streaming
video meskipun hanya memperoleh 300 Kbps. Kelebihan HSDPA adalah
mengurangi keterlambatan (delay) dan memberikan respon yang lebih cepat saat
pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses
Internet kecepatan tinggi, yang dapat disertai pula dengan fasilitas gaming atau

download audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistim
tanpa memerlukan spektrum frekuensi tambahan, sehingga pasti akan
mengurangi biaya layanan mobile data secara signifikan.
b. Wireless Broadband (WiBro)
WiBro dikembangkan Samsung bersama dengan Electronics and Technology

Research Institute (ETRI) dan telah mendapat sertifikat dari Wimax Forum. WiBro
merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang
dikenal dengan kebijakan 839. WinBro mampu men-deliver data dengan
kecepatan hingga 50 Mbps. Kecepatan transfer data mampu mengungguli
kecepatan transfer data berplatform HSDPA yang memiliki kemampuan
mendeliver data hingga 14 Mbps.

6.

Teknologi 4G
Sesuai yang telah dijelaskan dalam pendahuluan bahwa generasi keempat / 4G ini
mempunyai nama lain 3G and beyond, nama lain tersebut dijelaskan menurut IEEE.
Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut
sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV- DO
mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang
memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications

System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar
(sampai 14,4 Mbps).
Teknologi 4G berkembang lebih jauh dari teknologi sebelumnya, sistem 4G secara
komperhensif tidak hanya suara dan data tetap arus multimedia yang lebih besar
bisa dengan mudah ditransferkan dari satu pengguna ke pengguna lainnya dengan
mudah, kapapun dan dimanapun. Sampai saat ini, belum ada penamaan resmi bagi
teknologi 4G ini, namun beberapa pendapat mengemukakan bahwa 4G ini
merupakan sistem berbasis IP yang terintegrasi secara menyeluruh.
Teknologi 4G ini didukung oleh beberapa teknologi lainnya, diantaranya adalah:
a. Long Term Evolution (LTE)
b. Ultra Mobile Broadband (UMB)
c. Mobile Wimax II (IEEE 802.16m)
Diantara teknologi pendukung diatas, kita akan lebih familiar dengan teknologi LTE,
teknologi ini dianggap lebih baik dibandingkan teknologi lainnya, hal ini karena
teknologi ini:
a. Tingkat download sampai dengan 299.6 Mbps dan tingkat upload sampai dengan
75.5 Mbps
b. Adanya peningkatan dukungan mobilitas
c. Dukungan untuk semua gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem
IMT dan ITU-R.
d. Untuk daerah perkotaan peningkatan kecepatan lebih terasa, frekuensi bandnya
lebih tinggi, bahkan di Uni Eropa bisa mencapai 2.6GHz
e. Dukungan untuk MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network). Fitur
ini dapat memberikan layanan seperti Mobile TV menggunakan infrastruktur LTE,
dan merupakan pesaing untuk layanan DVB-H berbasis siaran TV

10

Secara singkat, perkembangan teknologi mobile bisa dilihat melalui gambar berikut:

sedangkan secara kecepatan transfer data dari generasi ke generasi bisa dilihat dari
gambar berikut:

11

B. Teknologi 5G, Sebuah Lompatan Besar Menuju Era Komunikasi Tanpa Batas
Beberapa

waktu

lalu,

perusahaan

telekomunikasi

Inggris

melakukan

uji

broadband dengan kecepatan sangat tinggi, 1.4 Tbps. Akan tetapi, pengujian tersebut
masih berupa eksperimen alias belum dapat dinikmati oleh konsumen dalam waktu dekat.
Beda halnya dengan rencana penerapan jaringan 5G di Korea Selatan. Sebagaimana
dilaporkan oleh Phone Arena, Negeri Ginseng itu sedang menyiapkan implementasi
jaringan nirkabel 5G yang kecepatannya 1.000 kali lebih kencang dibanding teknologi 4G
terkini.
Angka persisnya adalah sekitar 10 gigabit per detik atau gbps (1 Gbps sama dengan 1.000
megabit per detik). Dengan kecepatan setinggi itu, sebuah film utuh berukuran 800 MB
dikatakan bisa diunduh dalam waktu kurang dari 1 detik. Sebagai perbandingan, jaringan
4G membutuhkan waktu 40 detik untuk mengunduh file yang sama. Kementerian Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan menyiapkan dana sebesar 1,5 miliar dollar AS
untuk membuat jaringan internet yang disebut terkencang di dunia ini. Rencananya,
jaringan 5G akan mulai diterapkan pada 2017 dan sepenuhnya rampung untuk keperluan
komersial pada 2020. "Kami membantu pertumbuhan nasional melalui layanan 2G pada
dekade 1990-an, 3G pada tahun 2000-an, dan 4G sekitar tahun 2010. Kini waktunya
melangkah lebih jauh dengan 5G," tulis Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Para raksasa elektronik dan operator seluler di negeri itu, seperti Samsung, LG, SK
Telecom, dan Korea Telecom, diharapkan ikut berinvestasi dalam program jaringan 5G.
Korea Selatan sendiri memang dikenal sebagai salah satu negara dengan koneksi internet
terbaik di dunia. Negeri ini terus-menerus berada di urutan teratas dalam urusan
kecepatan internet terkencang.
Di tahun 2014, tepatnya pada 28 November 2014 salah satu raksasa operator seluluar
Jepang, Docomo telah melakukan demonstrasi langsung menggunakan teknologi multielemen antenna/sirkuit terintegrasi untuk konektivitas jaringan generasi kelima / 5G.
Rencananya Docomo akan meluncurkan teknologi 5G secara komersial pada tahun 2020
mendatang.
Dalam melakukan migrasi ke dalam teknologi 5G bukan perkara yang mudah, hal ini harus
jelas didukung oleh perangkat teknologi akses radio yang mendukung. Sehingga akan
berdampak pada pendapatan operator global serta interoperabilitas yang lebih baik dan
menguntungkan. Untuk mencoba teknologi 5G pada semua perangkat teknologi akses
radio diperlukan suatu plaform yang unik. Salah satu contoh platform yang unik adalah

12

IP Flat network, tentunya platform ini adalah cikal bakal dari 5G untuk terintergrasi
dengan semua jenis teknologi yang sudah ada saat ini. Dalam memenuhi permintaan
pelanggan secara real time untuk mengakses aplikasi data yang besar melalui jaringan
mobile broadband. Maka operator nirkabel harus beralih ke aksitektur IP Flat network.
Arsitektur ini akan menyediakan cara tersendiri untuk mengindentifikasi perangkat
menggunakan nama simbolik tertentu, tidak seperti arsitektur hirarki yang digunakan
pada IP Address.

Teknologi 5G sedang dikembangkan untuk dapat mengakomodasi Qos (Quality of

Service) dan menunjang persyaratan lebih lanjut untuk aplikasi masa datang seperti akses
broadband nirkabel, MMS, video chat, mobile TV, konten HDTV, Digital Video

Broadcasting (DVB), layanan minimal seperti suara dan data serta layanan lain yang
membutuhkan kapasitas bandwidh yang besar. Definisi 5G adalah untuk menyediakan
cakupan RF yang memadai, lebih banyak bits/Hz untuk melakukan interkoneksi semua
jaringan heterogen nirkabel untuk memberikan kelancaran dan kestabilan dalam
melakukan hubungan telekomunikasi kepada pelanggan.

13

Evolved packet core adalah suatu jaringann inti bebasis IP yang didefinisikan oleh 3GPP
(standart Telekomunikasi) untuk digunakan dengan LTE dan akses teknologi lainnya.
Tujuan dari EPC ini adalah untuk menyediakan semua arsitektur secara sederhana dan
efisien dari jaringan IP inti untuk memberikan akses ke berbagai layanan yang disediakan
oleh IMS (IP Multimedia subsytem). Pada dasarnya EPC terdiri dari sebuah mobility

management entity (MME) & Akses routing gateway dari user datargram.
C. Arsitektur Teknologi 5G

14

Gambar diatas menunjukkan model sistem yang mengusulkan desain arsitektur jaringan
untuk sistem mobile 5G, yang Model all-IP berbasis interoperabilitas nirkabel dan jaringan
mobile. Sistem ini terdiri dari terminal pengguna (yang memiliki peran penting dalam
arsitektur baru) dan sejumlah independen, otonom teknologi akses radio. Dalam setiap
terminal, masing-masing teknologi akses radio dipandang sebagai link IP ke dunia internet
luar. Namun, harus ada radio yang berbeda untuk setiap antarmuka Radio Access

Technology (RAT) di terminal mobile. Sebagai contoh, jika kita ingin memiliki akses ke
empat tikus yang berbeda, kita perlu memiliki empat berbeda interface tertentu aksesdalam terminal mobile, dan memiliki semua dari mereka yang aktif pada saat yang
sama, dengan tujuan untuk memiliki arsitektur ini menjadi fungsional.
Perangkat selular saat ini didesain untuk komunikasi langsung berhubungan dengan

Radio Access Network dengan menggunakan cell, perangkat memperoleh layanan


dengan proses downlink dan uplink, sistem kontrol dan lalu lintas data, dengan Base
Station sebagai informasi terpusatnya. Paradigma ini yang coba akan dirubah untuk
teknologi 5G, berikut :
1. Hutan tower saat ini telah dirasakan oleh kita bersama, karena banyaknya operator
yang mendirikan tower komunikasi untuk base station. Penyebaran BTS untuk
teknologi 5G, diharapkan komunikasi antar BTS dapat terjalin dengan baik, BTS sudah
harus mampu meneruskan informasi tanpa harus berkomunikasi dengan tingkatan
yang lebih tinggi misalnya MSC
2. Kebutuhan spektrum frekuensi tidak mungkin menggunakan alokasi pada frekuensi
yang sekarang. Spektrum frekuensi harus mampu mengakomodasi banyaknya
perangkat. Oleh karena itu solusi dari mmWave dengan menggunakan frekuensi tinggi
diharapkan mampu menjadi solusi terbaik
3. Komunikasi koperatif, merupakan perkembangan dari komunikasi nirkabel, teknik
yang digunakan pada koperatif sangat menguntungkan dari sisi diversitas gain,
sehingga BER semakin kecil. beberapa skema seperti Cooperative Multipoint (CoMP)
dan beberapa strategi relay menjadi bagian yang penting dari fungsi kooperatif
4. Network Coding, tidak hanya menggunakan spektrum yang tinggi untuk mendapatkan
jumlah user yang banyak, akan tetapi perlu adanya efiesiensi penggunaan

throughput, sehingga jumlah user dengan bandwidth yang terbatas dapat diatas.
Network coding merupakan teknik yang menggunakan node tengah sebagai media
perantara antara source dan destination.

15

D. Standar 5G dari METIS

Mobile and wireless communications Enablers for Twenty-twenty (2020) Information


Society (METIS), merupakan salah satu project konsorsium untuk standarisasi teknologi
5G, pendekatan teknologi ini berbasis dari evolusi teknologi yang telah ada untuk didesain
menjadi konsep radio baru, berikut konsep yang dikembangkan dari METIS : Massal
MIMO, Ultra Jaringan Padat, Jaringan Bergerak, Perangkat ke Perangkat, Ultra
kehandalan, dan Massal komunikasi antar mesin.
METIS mendeskripsikan tentang teknologi 5G dilihat dari penyerapan pasar, kondisi social
masyarakat, di sisi teknikal, dan kemampuan ekonomi dibagi menjadi:
1. Komunikasi Perangkat ke Perangkat
2. Massive Machine Communication (MMC)
3. Moving Networks (MNs)
4. Ultra Dense Network (UDNs)
5. Ultra-reliable Communication (URC)

Perkembangan tentang multi node ditujukan untuk meningkatkan performansi dan


kemampuan sistem nirkabel pada target 5G. Massive multiple input multiple output
(MIMO) dapat meningkatkan kecepatan, meningkatkan efisiensi spektrum frekuensi,
meningkatkan jaringan yang handal, memperluas coverage, dan efisiensi energi.
Koordinasi antar antar node merupakan salah satu bagian yang penting dalam
meningkatkan efisien spektrum, dan meningkatkan throughput di sisi user. METIS
mengusulkan pemadatan jaringan dapat menggunakan infrastruktur jaringan relay dan
teknik dari backbone wireless, seperti wireless network coding, buffer-aided relaying, dan
joint proses antar komunikasi.

16

E.

Keunggulan Teknologi 5G
Teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena
saat ini hal itu masih berupa konsep.Tetapi dari konsep-konsep yang diciptakan tersebut,
terdapat beberapa konsep yang menjadi tujuan utama dari teknologi 5G, yaitu:
1. Kecepatan data yang lebih signifakan dari 4G.
2. Memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu mili
detik.
3. Dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, mobil, dan peralatan rumah tangga.
4. Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih
cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. Dengan kecapatan seperti itu, teknologi
5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film High Definition hanya dalam
beberapa detik

17

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, penulis memberikan kesimpulan bahwa kedepan teknologi
5G ini dimungkinkan untuk terkoneksi ke perangkat elektrnik yang ada, namun pada saat ini
belum bisa diterapkan dalam sektor komersil, beberapa raksasa perusahaan masih mencoba
pengujian dalam skala industri. Jika teknologi ini sudah benar-benar diimplementasikan
dengan baik, tentunya teknologi ini akan sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kecepatan yang berkali-kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya yaitu 4G, maka
teknologi ini semakin membiaskan jarak, transfer data multimedia akan lebih nyaman,
sehingga hubungan yang berbeda benua akan semakin terasa seperti satu rumah.
Dari segi arsitekturnya, teknologi ini terbilang lebih simple jika dibandingkan arsitektur
teknologi sebelumnya akan walaupun dengan arsitektur yang lebih simple tersebut,
dimungkinkan memberikan output yang lebih besar.
Untuk Indonesia, saat ini di Negara kita masih menapaki teknologi 4G, itupun belum tersebar
secara merata, baru menjangkau kota-kota besar itupun belum sempurna, artinya Negara kita
masih harus banyak melakukan pembenahan agar nantinya bisa lebih siap dalam menyambut
kedatangan teknologi teranyar, yaitu 5G. sejauh ini Negara kita jauh tertinggal dengan
Negara-negara lain, hal ini dikarenakan teknologi yang masih belum maju serta keterbatasan
akan regulasi pemerintah yang banyak mengatur masalah jaringan telekomunikasi.
Jika melihat dari timeline ITU dan timeline 5G, di tahun 2015/2016 merupakan penyusunan
key requirements dari teknologi 5G, dengan begitu tentunya menjadi peluang bagi Negara
kita untuk melakukan penyesuaian dalam mempersiapkan hadirnya teknologi tersebut.

18

DAFTAR PUSTAKA
Admaja, Awangga Febian Surya. 2015. Kajian Awal 5G Indonesia. Jakarta: Buletin Pos dan
Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2015) 97-114
Herutomo, Anton. Et al. ______. Analisis Metode Probe Gap Model (PGM) untuk Menentukan
Ketersediaan Bandwidth pada Jaringan Femtocell Backhaul. Laporan Tugas AKhir.
Universitas Telkom
Oktaviani. 2009. Perkembangan Teknologi Komunikasi. Laporan Tugas Akhir. Universitas
Guna Darma
Prakosi, M Huda. 2015. Teknologi 5G (Fifth Generation). Paper SISKOM. STT Telematika
Telkom Purwokerto
Pasaribu,

Parlin.

_____.

Evolusi

Teknologi

Telekomunikasi

Bergerak:

1G

to

4G.

ilmukomputer.com
http://www.seminarsonly.com/Labels/5g-Mobile-Technology-Abstract.php

(diakses

14

Januari 2017)
http://syahidanms.blogspot.co.id/2012/04/evolusi-teknologi-komunikasi.html

(diakses

14

Januari 2017)
http://tekajedotcom.blogspot.co.id/2015/06/perkembangan-teknologi-komunikasi-g.html
(diakses 14 Januari 2017)
https://blog.dashburst.com/mobile-communications-report-journey-1g-to-5g/

(diakses

14

Januari 2017)
https://lsc2183mohamedismail.wordpress.com/2015/04/ (diakses 14 Januari 2017)
http://zakaria-alfaeyza.blogspot.co.id/2014/01/teknologi-jaringan-5g-tahun-2020.html#
(diakses 14 Januari 2017)
http://area-teknik.blogspot.co.id/ (diakses 14 Januari 2017)

19

RIWAYAT HIDUP

Nama

: Anggi Yusuf

Tempat, Tanggal Lahir

: Kuningan, 12 Desember 1990

Jenis Kelamin

: Pria

Agama

: Islam

Alamat

: Perumahan Graha Arradea Blok B-07, Desa Ciherang


Kecamatan Dramaga, Bogor

No Telepon

: 081111 22997

RIWAYAT PENDIDIKAN

1997 2003

: SDN 1 Darma, Kuningan

2003 2006

: MTsN Darma, Kuningan

2006 2008

: SMAN 2 Kuningan

2008 2011

: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, D3 Penilai/PBB

2015

: Politekntik Keuangan Negara STAN, D4 Akuntansi Alih Program

RIWAYAT PEKERJAAN

Pelaksana Subbagian Umum KPKNL Biak

Bendahara Penerimaan KPKNL Biak

20