Anda di halaman 1dari 3

KEJANG

DEMAM

Oleh :
Perez Wahyu Purnasari
(01.209.5979)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNISSULA SEMARANG
2013

Apa itu kejang demam?

Kejang demam adalah kejang yang


biasa terjadi pada anak usia 6 bulan
sampai 5 tahun.
Kejang demam timbul akibat naiknya
suhu tubuh secara tiba-tiba di atas 38
derajat Celcius.

Faktor-faktor yang
Dapat Menimbulkan
Kejang
Infeksi flu, radang tenggorokan,
gondongan, campak, demam berdarah,
tipus, dan paling sering disebabkan
oleh diare.
Keturunan.

Ciri-ciri Seorang Anak


yang Terkena Kejang
Demam
Kedua kaki dan tangan kaku disertai
gerakan-gerakan kejut yang kuat dan
kejang-kejang selama 5 menit.
Bola mata berbalik ke atas
Gigi terkatup
Muntah
Tak jarang si anak berhenti napas
sejenak.
Pada beberapa kasus tidak dapat
mengontrol pengeluaran buang air
besar/kecil.
Pada kasus berat, si kecil kerap tak
sadarkan diri. Adapun intensitas
waktu
kejang
juga
sangat
bervariasi dari beberapa detik
sampai puluhan menit.

Macam
demam?
Kejang
Sederhana

kejang
Demam

Kejang demam sederhana adalah


bila kejang berlangsung kurang
dari 15 menit dan tidak berulang
pada hri yang sama. Kejang

menyeluruh. Tidak ada kelainan


saraf sebelum dan sesudah kejang.
Kejang demam sederhana tidak
menyebabkan
kelumpuhan,
meninggal,
mengganggu
kepandaian.

Kejang
Demam
Kompleks
kejang demam kompleks
adalah bila kejang hanya
terjadi pada satu sisi tubuh
atau kejang menyeluruh tetapi
di awali dari kejang sisi dulu,
berlangsung lama lebih dari
25 menit atau berulang dua
kali atau lebih dalam satu
hari. Diantara 2 kejang anak
sadar.
Resiko dapat terjadi epilepsi
di kemudian hari.

Penangan
Kejang
Demam
Segera beri obat penurun
panas begitu suhu tubuh anak
melewati angka 37.5oC. Jika
ada, berikan obat anti kejang
(diazepam) lewat anus.
Kompres dengan lap hangat
(yang suhunya kurang lebih
sama dengan suhu badan si
kecil).
Jangan
kompres
dengan air dingin karena
dapat
menyebabkan
korsleting/benturan kuat di
otak antara suhu panas tubuh
si kecil dengan kompres
dingin tadi.
Agar si kecil tidak cedera,
pindahkan benda-benda keras
atau tajam yang berada dekat
anak.
Tak perlu menahan mulut si
kecil agar tetap terbuka
dengan
mengganjal
/

menggigitkan sesuatu di
antara giginya.
Miringkan posisi tubuh si
kecil agar penderita tidak
menelan cairan muntahnya
sendiri
yang
bisa
mengganggu pernapasan.
Jangan memberi minum /
makanan
segera
setelah
berhenti kejang karena hanya
akan berpeluang membuat
anak tersedak.
Catat lamanya kejang dan apa
yang dialami selama kejang.
Catatan ini penting bagi
dokter atau praktisi medis
untuk menilai kejang demam
anak.
SETELAH KEJANG
BERHENTI, SEGERA
BAWA ANAK KE
DOKTER, PUSKESMAS,
ATAU RUMAH SAKIT
TERDEKAT.
Pencegahan

1. Mencegah demam tinggi

2.

Segera beri obat anti kejang


walau belum kejang jika
demam meninggi > 38.