Anda di halaman 1dari 3

PELAJARAN DARI ABAH ANOM.

Aku masih ingat Tausiah sholat Shubuh oleh Abah Anom di Pondok Persantren Suryalaya. Tasik
Malaya. Secara harfiah, dalam bahasa Sunda iaitu Surya = Matahari, Laya = Tempat Terbit. Jadi
secara harfiah bererti Tempat Matahari Terbit.
Sebahgian tausiah yg aku masih ingat....
HATI TETAP MENYAKINI.
Rasa sabar dan syukur, redha dan pasrah serta tawakal dengan penyerahan hati yang tinggi
kepada Allah, itulah sebenarnya kunci kebahagiaan bagi seorang mukmin.
Biarpun diasak dengan seribu macam ujian, godaan, kesusahan mahupun keperitan, tetapi hati
tetap teguh menyakini dan berpegang pada janji-janji-ALLAH.
Dalam kesempitan, Allah melapangkan. Dalam kesusahan, Allah memberikan kekuatan luar
biasa, betapa ajaibnya orang mukmin.
Orang-orang yang terus bersabar dan berpegang kepada-Nya pasti akan diberi kemenangan.
Dan nikmat yang paling tidak terperi rasanya adalah mendapat kemenangan yang paling agung
kelak, iaitu dengan dibalasi nikmat JANNAH yang kekal abadi bahagia selamanya.
Kalam-Nya menyebut :
" Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan
berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah
kamu dengan (memperoleh) kebahgiaan yang telah dijanjikan kepadamu." (Fussilat:30)
Subhanallah..! Sangat indah janji Sang Khalik. Di dunia lagi DIA telah memberi pelbagai
kurniaan kepada manusia, di sana pula menanti sebuah nikmat yang tidak terbanding taranya.
Betapa pemurahnya ALLAH, tetapi sedikit sekali manusia berfikir akan hal tersebut dan sedikit
pula mereka yang bersyukur.
N U K T A H@ Nama awal ALLAH.
A Z A L I.
Ada suatu waktu dimana Tuhan hanya sendirian, pada waktu itu Tuhan belum bernama Allah,
Arasy dan Qursy pun belum di jadikan,
Saat itu belum ada apa-apa, belum ada siapa-siapa, jangankan binatang, jangankan tumbuhan,
jangankan manusia, bahkan zat lain selain Tuhan pun belum ada.
Belum ada malaikat, belum ada langit dan bumi, belum ada surga dan neraka, bahkan waktu itu
pun belum ada waktu, belum ada zaman, belum ada sesuatu apapun jua.

Pada saat itu, Tuhan masih bernama Nuktah, selanjutnya Nuktah melihat kepada dirinya
sebagai Tuhan, tetapi siapakah hamba.?
Selanjutnya Nuktah melihat kembali pada dirinya, lalu dinamainya-lah dirinya "Kun."
Kemudian Ia menamai dirinya adalah DZAT UL-HAQ, Dzat ini menurunkan kwalitas dirinya
menjadi NUR ALLAH, dari Nur Allah kemudian menjadikan pula dirinya NUR MUHAMMAD, saat
itu, Adam dan Muhammad belum juga ada, Allah pun belum juga nyata, yang ada hanya Nur
Dzat yaitu Nur Muhammad, maka Nur Muhammad itulah bersifat " ILLA UL-HAQ."
Berkata Tuhan :
" Jika Engkau Haq, mengapa Engkau tidak melihat..? "
Nur Muhammad menjawab :
" Jika Engkau Tuhan mengapa Aku tidak melihat...?.
Tuhan menjawab :
" Penglihatanmu itu serahkan kepadaKu."
Tuhan berkata kepada Nur Muhammad :
Katakan olehmu :
" LAA ILAHA ILLALLAH AKU MUHAMMAD RASULULLAH."
Selanjutnya Nur Muhammad berkata :
" Kulihat diri Tuhan " tetapi "siapa hamba..?"
dan "Kulihat diri hamba", tetapi " siapa Tuhan..?"
Maka pada saat itu juga ALLAH pun menyatakan dirinya TUHAN, dan berkata :
" Bahwasanya tiada Tuhan hanya Aku, bahwa kamu itu daripada NUR DZATKU."
Berdirilah kamu, dan Allah berdiri tidak berbenda dan tidak ada bertempat.
Selanjutnya Allah berkata :
" Akulah Tuhanmu."
Setelah itu Nur Muhammad menjawab :
" Akulah Tuhanmu."
Dan dijawab oleh Allah Taala :
"Jika Engkau Tuhanku Nyatakanlah Dirimu."
Pada waktu itu juga Nur Muhammad gaib, dan Nur Muhammad mengatakan :
" Dirimu juga yang Aku lihat."
Dan Allah pun menyatakan dirinya yang sudah nyata :
" Alastu Birabbikum.?" (Siapa Tuhanmu?)

Nur Muhammad menjawab :


" Qalu Balaa." (Engkau juga Tuhanku)
Allah berkata :
" Syahadallahu annahu laa illaha." (Saksiku bagi Diriku, tidak ada Tuhan yang lain selain Aku)
Maka sujudlah Nur Muhammad 5000 tahun lamanya, dan pada kelahiran berikutnya, dinamai
ADAM, maka berdirilah ALIF = Adam Insan.
Demikianlah, kerana itu dalam pandangan Ilmu Hakekat Usul Diri mengatakan :
Allah-pun kita, Adam-pun kita, Muhammad-pun kita, kerana sekalian itu cuma nama-nama saja,
yang dimaksud EMPUNYA nama itu adalah yang tidak mempunyai huruf dan suara.
" La Sautin Wala Harfun."
RAHSIA DIDALAM RAHSIA.
Pucuk paku Daun paku
Paku Ada didalam dulang
Diluar Aku didalam Aku
Aku ada didalam terang
OLEH :
TOK PENJEJAK BADAI.
31.5.2016.
SELASA.