Anda di halaman 1dari 12

Theme Park di Kawasan

Borobudur

Mk. Proposal
Proyek
BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Sektor pariwisata saat ini mungkin belum merupakan sumber


pemasukan devisa terbesar bagi Indonesia. Namun dalam beberapa
tahun ke depan sektor ini akan menjadi andalan ditengah lesunya ekspor
Indonesia. Seperti yang dikemukakan oleh Menpar Arif Yahya dalam
beberapa kesempatan bahwa pariwisata Indonesia memiliki keunggulan
dari sisi destinasi dan harga. Tidak tanggung, dalam lima tahun ke depan
pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan asing,
dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun. Angka tersebut menurut
Arief sangat wajar, mengingat selama 2014 sektor pariwisata
menyumbang devisa sebesar US$ 10,69 miliar atau setara dengan Rp 136
triliun. Optimisme Menteri Pariwisata Arief Yahya tidaklah berlebihan.
Industri pariwisata Indonesia sudah memiliki pertumbuhan yang bagus
yaitu 7,2 persen per tahun. Angka ini bahkan lebih tinggi dari rata-rata
pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya mencatatakan angka sebesar
4,7 persen.Saat ini sector pariwisata Indonesia berkontribusi untuk kirakira 4% dari total perekonomian Indonesia.
Salah satu bentuk pariwisata selain culture dan nature yaitu man-madeattraction. Pembangunan daya tarik wisata, khususnya man-made
attraction
(buatan
manusia)
antara
lain
diwujudkan
melalui
pengembangan taman hiburan. Potensi taman hiburan menurut data
Theme Entertaiment Association (TEA/AECOM) 2015 pertumbuhannya
sangat tinggi. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan top 25 wisata theme
park di seluruh dunia pada 2014 mencapai 223.500.000. Sementara pada
2015 meningkat menjadi 235.600.000. Selain data dari TEA/AECOM
tersebut data dari Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI)
menyebutkan bahwa pertumbuhan rata-rata theme park di Indonesia 510%. Lokasi yang ditawarkan oleh Menpar yaitu di 10 besar daerah
destinasi salah satunya yaitu kawasan Borobudur
Kawasan Borobudur saat ini merupakan salah satu lokasi pariwisata
prioritas dari Kementrian Pariwisata untuk menggenjot capaian 12 juta
kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Namun kunjungan
wisatawan ke Borobudur masih kalah dibandingkan dengan destinasi
wisata serupa di negara lain. Misalnya kunjungan ke Angkor Wat di

Theme Park di Kawasan


Mk. Proposal
Borobudur
Proyek
Kamboja mencapai 2,5 juta orang per tahun sedangkan Borobudur hanya
mencapai 250 ribu orang per tahun seperti disampaikan oleh Deputi
Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian
Pariwisata, I Gde Pitana. Selain upaya promosi yang lemah menurut Pitana
faktor dukungan insfrastruktur berupa kegiatan-kegiatan di luar Candi
Borobudur juga dianggap masih kurang. Sebuah obyek wisata, lanjutnya,
tidak akan berkembang baik jika single destination tetapi juga harus
multiple destination. Untuk mendukung kawasan ini maka dengan adanya
theme park sebagai penunjang kawasan diharapkan adanya aktivitas lain
bagi wisatawan selain mengunjungi Borobudur dimana para wisatawan
dapat hiburan berupa theme park ini sehingga pada akhirnya kunjungan
wisatawan diharapkan meningkat setiap harinya.
1.2

1.3

1.4

1.5

Tujuan
Memperoleh profit dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke
kawasan Borobudur.
Meningkatkan pendapatan daerah Magelang.
Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Meningkatkan perkembangan wisata kawasan Borobudur.
Sasaran
Wisatawan lokal dan mancanegara
Masyarakat sekitar kawasan Borobudur
Batasan Masalah
Seperti apa jenis-jenis wahana yang akan menarik perhatian
wisatawan?
Fasilitas pendukung yang akan direncanakan untuk menunjang
kegiatan pengunjung Theme Park?
Berapa lama Theme Park ini mencapai Break Event Point?
Pendekatan Masalah
Sebagian besar wahana yang umumnya ada di taman rekreasi
Indonesia dan juga sebagian wahana merupakan wahana yang lain
dengan yang ada di taman rekreasi Indonesia.

Theme Park di Kawasan


Mk. Proposal
Borobudur
Proyek
Fasilitas berupa tempat parkir; ruang terbuka; area pertokoan untuk
souvenir, makanan dan minuman; pos keamanan; dan area servis
seperti toilet.
Dengan mengefisienkan pengeluaran baik dari perawatan wahana,
bangunan, maupun karyawan yang akan dipekerjakan.

Theme Park di Kawasan


Borobudur

Mk. Proposal
Proyek

BAB II
LANDASAN TEORITIS
2.1 Pengertian Kawasan Wisata/Rekreasi
Rekreasi berasal dari bahasa latin yaitu creature yang berarti
mencipta, lalu diberi awalan re yang sehingga berarti pemulihan
daya cipta atau penyegaran daya cipta. Kegiatan rekreasi biasanya
dilakukan diwaktu senggang (leasuretime).Leasure berasal dari kata
licere (latin) yang berarti diperkenankan menikmati saat-saat yang
bebas dari kegiatan rutin untuk memulihkan atau menyegarkan
kembali.
1. Rekreasi dapat diartikan sebagai kegiatan penyegaran kembali
tubuh dan pikiran; sesuatu yang menggembirakan hati dan
menyegarkan seperti hiburan; piknik. Sedangkan rekreatif berarti
bersifat rekreasi.
2. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyegarkan
kembali fisik dan mental dari kehidupan sehari-hari, sehingga
dapat mempertinggi daya kreasi manusia dalam mencapai
keseimbangan bekerja dan beristirahat.
3. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk
mendapatkan kesenangan dan kepuasan.
4. Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala,
sebagai kegiatan yang merupakan perubahan bentuk rutinitas dan
kewajiban seperti dalam kegiatan bekerja.
5. Rekreasi merupakan proses memenfaatkan kegiatan selama waktu
luang dengan seperangkat perilaku yang memungkinkan
peningkatan waktu luang.
6. Rekreasi adalah penyegaran bagi kekuatan dan semangat setelah
bekerja keras.
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian
rekreasi adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang
(lapang) yang bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali
kesegaran fisik, mental, pikiran dan daya rekreasi (baik secara
individual maupun secara kelompok) yang hilang akibat aktivitas rutin
sehari-hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan
yang berbeda dan dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan
yang ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin manusia.

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur

2.2 Pengertian Theme Park


Merupakan atraksi yang ditujukan untuk rekreasi ditekankan pada
fantasi dan imajinasi yang dibuat dengan pertimbangan khusus,
seperti Disney World (skala besar), Water Activity Park (skala kecil).
Istilah Theme Park memiliki arti yang lebih luas daripada sekedar
taman bertema. Michael Sorkin dalam pengantarnya di buku A
Variation on Theme Park: The New American City and the End of Public
Space, memberikan definisi tentang Theme Park sebagai dunia atau
tempat yang memiliki ciri antara lain tidak terikat pada geografi
tertentu, lingkungan yang terkontrol dan teramati, memberikan
stimulasi tanpa henti (Sorkin, Michael; 1992;ix).
Dunia hiburan tidak dipungkiri merupakan salah satu faktor
pendorong munculnya konsep Theme Park, namun adalah begitu
besarnya impian masyarakat akan suatu kondisi dimana dunia
mereka nampak atau jadi lebih baik inilah yang menyebabkan
naiknya popularitas konsep ini.
Theme Park yang menampilkan visi kesenangan yang teratur dan
terkendali meski seringkali menggunakan bentuk/wujud artistik yang
cenderung menipu atau memperdaya merupakan suatu pengganti
kenyataan demokrasi publik dan bahkan menjadi lebih menarik karena
orang diberi stimulasi dan simulasi tentang keadaan yang lebih baik,
dimana tidak ada kemiskinan, kecelakaan, kesenjangan sosial,
kejahatan, sampah/limbah dan kondisi negatif urban lainnya karena
seluruh komponen dalam lingkungan ini dapat dikontrol sesuai kondisi
paling ideal yang diharapkan.
Disney dan industri film Hollywood bisa disebut sebagai pemrakarsa
munculnya konsep ini. Kerajaan Disney yang terpuruk semenjak
kematian Walt Disney, membuat Michael Eisner pimpinan Disney
yang baru - mengeluarkan ide untuk membangun sebuah kawasan
terpadu yang terdiri dari taman hiburan, hotel, resort, pusat
perbelanjaan dan lainnya. Keberhasilan ide tersebut membuat banyak
pihak mencoba mengikutinya dengan resep yang kurang lebih sama.
Beberapa bahkan bereksperimen lebih jauh dengan mengintegrasikan

Theme Park di Kawasan


Mk. Proposal
Borobudur
Proyek
juga area kerja mereka seperti studio, setting lokasi pengambilan
gambar, kondisi pengambilan gambar yang sebenarnya, ke dalam
kawasan terpadu tersebut sehingga menghasilkan variasi dan mixeduse yang begitu menarik dan hidup.
Penerapan konsep Theme Park tidaklah terbatas pada desain taman
hiburan atau rekreasi (Amusement Park) saja, namun juga dipakai
dalam perkembangan kota. Dengan diterapkannya konsep ini pada
pusat-pusat kota (downtown) lama, diharapkan mampu mengatasi
hilangnya koneksi antar unsur-unsur kota (bangunan dan ruang kota)
akibat pengaturan kota yang hanya berdasarkan fungsi saja dan
menghidupkan kembali aktivitas dan peranannya.
Dalam bukunya Lukas (2008) mengatakan ada 6 jenis karakteristik
theme park, yaitu:
1.Theme park as oasis
Taman bertema yang menciptakan ketenangan
2.Theme park as land
Taman bertema yang meciptakan suasana dunia impian
3.Theme park as machine
Taman bertema sebuah mesin besar yang tersusun dari bermacam
kendaraan
4.Theme park as show
Taman bertema yang menjadikan pertunjukan sebagai fungsi utama
5.Theme park as brand
Taman bertema yang menawarkan merek sebagai dasar dari hiburan
yang ditawarkan
6.Theme park as text
Taman bertema menjadi sebuah bacaan yang mengibaraktan
pengunjung sebagai pembaca, sehingga pencitraan menjadi berlipat
ganda

2.3 Tinjauan Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur
BAB III
GAMBARAN TEKNIS PROYEK

3.1 Data Lokasi Proyek

Pemilihan lokasi sudah mengikuti zonasi yang direncanakan pada


kawasan Borobudur dimana lokasi Theme Park ini berada di zona 3
yang dikhususkan untuk kegiatan ekonomi dan bisnis
Luas
: 18 Ha
Lokasi lahan
: Jalan Dara Nindra, Magelang, Jawa Tengah
Batas site :
Utara : Pemukiman warga dan jalan setapak
Selatan: Jalan Dara Nindra
Timur : Pemukiman warga dan jalan setapak
Barat : Pemukiman warga dan jalan setapak
3.2 Data Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur

Theme Park di Kawasan


Borobudur

Mk. Proposal
Proyek

BAB IV
ASPEK PROYEK
4.1 Aspek Teknis
4.2 Aspek Manajerial dan Administratif
a. Sistem Hubungan Kerja Pelaksanaan Proyek
Pemberi Tugas
Owner

Investor

Kontraktor
Pelaksana

Keterangan :

b.

Konsultan
Perencana

Hubungan Kontrak
Hubungan Kerja

Konsultan
Pengawas

Administratif Pelaksanaan Proyek


Tim Perencana
Seorang perencana dan seorang drafter yang telah
berpengalaman minimal 5 tahun.
Seorang kontraktor struktur dan seorang drafter yang telah
berpengalaman minimal 10 tahun.
Seorang kontraktor mekanikal & elektrikal dan seorang drafter
yang telah berpengalaman minimal 5 tahun
Seorang manager di bidangnya yang telah berpengalaman
minimal 5 tahun

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur

Tim Lapangan
Seorang manager proyek yang telah berpengalaman minimal 5
tahun dibidangnya
Seorang site manager proyek yang telah berpengalaman minimal
3 tahun
Seorang Q/C supervisor telah berpengalaman min 4 tahun
Seorang kepala lapangan berpengalaman min 4 tahun
Seorang kepala administrasi telah berpengalaman min 5 thun
Seorang kepala logistik telah berpengalaman 3 tahun
Seorang kepala pelaksana bagian M & E berpengalaman 5 tahun
Seorang kepala pelaksana bagian struktur berpengalaman 5 tahun
Seorang kepala pelaksana bagian arsitektur berpengalaman 5
tahun
Seorang kurir
Tiga orang penjaga gudang berpengalaman 3 tahun
Para pekerja yang yang terampil sesuai dengan keahliannya
Penyediaan dan pengadaan peralatan yang baik dan tepat guna
Penyediaan material sesuai dengan kebutuhan dan selalu tersedia
ada di proyek

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur
Site Manager

Sub. Bag. Keuangan & Administrasi

Penanggung Jawab Lapangan Site Engineer

Quantity Surveyor

DrafterPelaksana Bidang Arsitektur


Pelaksana Bidang Struktur
Pelaksana Bidang ME

Logistik

Mandor

Pekerja Tukang
Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana Proyek

Mk. Proposal
Proyek

Theme Park di Kawasan


Borobudur