Anda di halaman 1dari 1

Bunyi yang dilepaskan dari sumber bunyi, akan dihantarkan melalui udara sehingga

mencapai aurikula.
Selanjutnya diteruskan ke telinga tengah melalui meatus akustikus eksternus dan akan
menggetarkan membrane timpani.
Sebagai selaput berbentuk membran yang tipis, gendang telinga manusia normal
diciptakan untuk menerima paparan gelombang suara berkekuatan -15 desibel hingga 75
desibel.
Pada lingkungan yang sehat yang mana polusi suara bising minimal, umumnya gendang
telinga nyaman menerima paparan suara 40-70 desibel.
Meskipun terpapar setiap hari, tingkat kekuatan suara hingga 70 desibel tidak berbahaya
bagi gendang telinga manusia sepanjang hayat.
Patofisiologi Perforasi Membran Timapni
Kekuatan suara melebihi 80 desibel disebut kebisingan atau suara bising.
Sebagai elemen indera pendengaran manusia, tingkat kebisingan yang tinggi di mana
kekuatan gelombang suara yang melebihi 85 desibel merupakan ambang batas berbahaya
bagi kesehatan fisik gendang telinga.
Suara bising yang melebihi 120 desibel dalam kehidupan sehari seperti suara ledakan
bom, letusan senjata api, dan bunyi petasan memiliki beberapa efek terhadap telinga.
Tingkat kebisingan tersebut sudah berada di atas kemampuan gendang telinga untuk
menerima tekanan gelombang suara sehingga dapat menimbulkan trauma gelombang
sonik secara nyata pada gendang telinga atau membran timpani. Tambahan pula, gendang
telinga terpapar selama lebih dari satu jam secara terus menerus.
Indera manusia ini dapat pecah bila menerima kebisingan 120 desibel.