Anda di halaman 1dari 11

PENGAMBILAN SAMPEL TANAH SECARA FISIK DAN ANALISISNYA

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Biologi Tanah

Disusun Oleh
Natassa Wiradikusumah
140410080007

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011
PENDAHULUAN

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan
organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah
mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus
sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat

yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup
berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan
untuk hidup dan bergerak. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting
sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat
tererosi.
Tanah tidaklah merupakan tumpukan bahan yang padat dan bahan organik
sebagai suatu sistem yang mati atau statis, tetapi lebih merupakan suatu sistem
yang hidup dan dinamis dimana tanah memiliki produktivitas tanah yang diartikan
sebagai kemampuan tanah untuk menghasilkan produksi tanaman yang optimum
dengan tidak mengurangi kesuburan tanah yang sangat dipengaruhi oleh ketebalan
solum tanah tersebut. Bahan organic tersusun dari bahan-bahan sisa tumbuhan dan
hewan, jasad-jasad hidup mikro maupun makro organisme dan humus. Pori-pori
tanah yang berupa ruangan berisi udara dan air tanah sangat penting perananya
bagi tanaman.
Tanah dengan nilai produktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari
komponen-komponen padat, cair, dan udara (gas) saja, akan tetapi harus
mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup
tanah ini maka tingkat kesuburan tanah akan dipengaruhinya, karena jasad hidup
memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan
Sifat fisik tanah yang terpenting adalah : solum, tekstur, struktur, kadar air
tanah, drainase dan porisitas tanah, dll.

Sifat kimia tanah meliputi : kadar unsur

hara tanah, reaksi tanah (pH), kapasitas tukar kation tanah (KTK), kejenuhan basa
(KB), kemasaman dapat dipertukarkan (Al dan H), dan lain-lain. Sedangkan sifat
biologi tanah meliputi : bahan organik tanah, flora dan fauna tanah (khususnya
mikroorganisme penting : bakteri, fungi dan Algae), interaksi mikroorganisme tanah
dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah.
Tujuan dari dibuatnya laporan ini adalah untuk mengetahui cara pengambilan
sampel tanah secara fisik serta bagaimana cara analilsisnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Tanah adalah suatu benda alami yang terdapat dipermukaan kulit bumi, yang
tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan dan bahan
organik sebagai hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan, yang merupakan

medium pertumbuha tanaman dengan sifat-sifat tertentu , baik itu sifat fisik,
kimiawi juga sifat biologis. Dilihat dari sudut pertanian, tanah adalah alat atau
faktor produksi yang dapat menghasilkan berbagai produk pertanian. Peranan tanah
sebagi alat produks pertanian adalah sebagai berikut :

Tanah sebagai tempat berdirinya tanaman.

Tanah sebagai gudang tempat unsur-unsur hara yang diperlukan


tanaman.

Tanah sebagai tempat persediaan air bagi tanaman.

Tanah dengan tata udara yang baik merupakan lingkungan yang


baik bagi pertumbuhan tanaman.

Dalam analisis tanah pengambilan contoh tanah merupakan hal penting.


Contoh tanah yang diambil harus mewakili suatu areal tertentu. Contoh tanah yang
dianalisis untuk suatu jenis hara hanya memerlukan beberapa gram saja. Oleh
karena itu kesalahan dalam pengambilan contoh tanah tanah menyebabkan
kesalahan dalam evaluasi dan interpretasi. Pengambilan contoh tanah untuk
mengetahui

status

hara

(kesuburan

tanah)

digunakan

sistem composite

sample yaitu percampuran contoh (susunan contoh) yang diambil dari areal yang
dikehendaki. Contoh itu mewakili areal yang relatif agak seragam dalam hal jenis
tanah, tofografi, kemiringan dan bahan induk.
Pengambilan contoh tanah umumnya dengan berjalan sambil mengambil
contoh tanah dengan mengiris tipis sedalam sekitar 25 cm (daerah perakaran).
Suatu areal diambil sebanyak 10 sampai 20 contoh (umumnya diambil dengan
jumlah ganjil) misalnya sebanyak 15 lokasi. Tanah dari 15 lokasi

tersebut

dikumpulkan dan dicampur sehomogen mungkin. Dari campuran tanah yang


dianggap homogen tersebut diambil contoh untuk dianalisis. Sebagian tanah yang
berasal dari campuran inilah yang digunakan untuk analisis.
Seperti halnya dalam analisis tanah, pengambilan contoh dalam analisis
jaringan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hasilnya. Penyebaran hara
dalam tanaman tidak merata artinya suatu unsur kadar pada daun tidak sama
dengan kadar unsur tersebut dalam tangkai daun atau pada kayu. Seperti
pengambilan contoh tanah pengambilan contoh tanaman untuk dianalisis perlu
mendapat perhatian. Dari berbagai pustaka disebutkan setiap hara tanaman
memerlukan suatu organ tanaman tertentu yang cocok untuk contoh

Pengambilan contoh tanah biasa atau tanah terganggu (disturbed soil)


dilakukan

di

atas

permukaan

tanah

atau

horizon/lapisan

lainnya,

tempat

pengambilan berdekatan atau sama dengan pengambilan contoh tanah utuh dan
pelaksanaannya mudah sekali. Contoh tanah ini untuk kepentingan analisa kimia
dan kestabilan agregat (agregat stability) dan untuk keperluan membuat contoh
tanah utuh secara simulasi atau cara tiruan (buatan) dimana bobot isinya
disesuaikan dengan keadaan lalmi tanah utuh dilapangan.
Tanah yang berada di atas permukaan bumi ini merupakan suatu benda alam
yang bersifat kompleks atau memiliki sistem yang heterogen karena tersusun dari
tiga fase, yaitu fase padat yang terdiri dari bahan-bahan organik dan organik, fase
gas yang terdiri dari udara tanah, fase yang terakhir yaitu fase cairan yang
merupakan air tanah yang mengandung bahan-bahan terlarut di dalamnya. Bahan
organik terdiri dari sisa-sisa tanaman dan hewan dan jasad-jasad hidup lainnya
yang bersifat makro atau mikro, yang hidup dalam tanah. Tanah merupakan media
yang baik bagi perakaran tanaman sebagai gudang unsur hara, dan sanggup
menyediakan air serta udara bagi keperluan tanaman. Jumlah dan macamnya
bahan penyususun tanah tadi bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lain di
permukaan bumi sehingga dibedakan satu jenis tanah dengan jenis tanah lainya
Analisis tanah dilakukan terhadap contoh tanah yang diambil di lapangan
dengan

metode

tertentu

sesuai

tujuan

yang

diharapkan.

Analisa

tanah

dilaboratorium dilakukan terhadap variabel-variabel kimia dan fisik tanah : pH,


kapasitas tukar kation, Nitrogen, kalium, fosfor, kalsium, magnesium (hara makro),
hara mikro (Fe, Cu, Zn, B, Mo, dll), bahan organik, tekstur tanah dan sebagainya.
Kadar unsur hara tanah yang diperoleh dari data analisis tanah bila
dibandingkan dengan kebutuhan unsur hara bagi masing-masing jenis tanaman,
maka dapat diketahui apakah status/kadar unsur hara dalam tanah tersebut sangat
rendah (kurang), rendah, sedang, cukup ataukah tinggi,sesuai kriteria tertentu.
Prinsip yang harus diperhatikan dalam uji tanah ialah bahwa metode analisa
tanah

tersebut

(1)

harus

tersedia saja, secara tepat.

dapat

mengekstraksi

bentuk

unsur

hara yang

Jadi sifatnya selektif artinya tidak mengekstraksi

bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman, (2) metode analisa yang
dipakai dilaboratorium harus sederhana, cepat, mudah dilaksanakan dan memiliki
ketepatan dan ketelitian tinggi, (3) hasil analisis harus dapat direproduksi. Dengan
demikian larutan kimia yang dibuat harus didasarkan pada pengetahuan yang baik

tentang bentuk-bentuk kimia dari unsur hara di dalam tanah dan tentang sifat akar
tanaman dan mekaniusme pelarutan bentuk-bentuk kimia oleh akar tanaman.
Contoh tanah yang diambil dapat berbentuk

contoh tanah

terganggu

(disturb soil samples) dan contoh tanah utuh atau tidak terganggu (undisturb
soil samples).

Contoh tanah utuh biasanya diperlukan untuk analisis sifat fisik

tanah (bobot isi, porisitas dan permeabilitas tanah), sedangkan contoh tanah
terganggu diperlukan untuk analisis sifat kimia tanah dan sifat fisik tanah lainnya
(tekstur, kadar air tanah/pF).

Pengambilan contoh tanah utuh (undisturb soil

samples) harus menggunakan ring samples, sedang-kan contoh tanah terganggu


dapat diambil dengan menggunakan alat cangkul, sekop, atau auger (bor tanah).
Untuk keperluan evaluasi status kesuburan tanah, sebaiknya contoh yang diambil
merupakan contoh komposit yaitu contoh tanah campuran dari

contoh-contoh

tanah individu (sub samples).

Suatu contoh komposit harus mewakili suatu

bentuk/unit

dikembangkan

lahan

yang

akan

atau

digunakan

untuk

tujuan

pertanian. Satu contoh komposit mewakili suatu hamparan lahan yang homogen
(10 - 15 Ha). Untuk lahan miring dan bergelombang satu contoh komposit dapat
mewakili tidak kurang dari 5 hektar. Satu contoh komposit terdiri dari campuran 15
contoh tanah individu (sub samples).
Sebelum pengambilan contoh tanah, perlu diperhatikan keseragaman
areal/hamparan. Areal yang akan diambil contohnya diamati lebih dahulu keadaan
topografi, tekstur, warna tanah, pertumbuhan tanaman, penggunaan tanah, input
(pupuk, kapur, bahan organik, dsb.), dan rencana pertanaman yang akan ditanam
kemudian.

Dari pengamatan ini, dapat ditentukan satu hamparan yang sama

(homogen/mendekati sama) untuk titik sampling.

Berikut ini hanya dikemukakan

cara pengambilan contoh profil dan contoh kesuburan (komposit) disuatu kebun
atau areal yang akan dipakai secara umum.
Contoh pengambilan sampel tanah dengan metode komposit biasanya
diambil dari lapisan 0-20 cm, atau 0-20 cm dan 20-40 cm. Tiap contoh yang dibawa
ke laboratorium, merupakan contoh komposit dari sejumlah anak contoh (cores).
Unit terkecil yang diwakili oleh satu contoh komposit ditentukan oleh : (a) luas areal,
(2) sumber-sumber variabilitas yang ada (faktor-faktor pembentuk tanah, tekstur,
penggunaan tanahnya, keadaan pertumbuhan tanaman, dll.), yang diperkirakan
dapat mempengaruhi sifat tanah.

Cara pengambilan contoh komposit ialah dengan (1) metode sistematik


(sistem diagonal, atau zig zag), dan (2) metode acak.

Pertama-tama kita gambar

blok-blok sesuai dengan luas areal, kemudian diambil contoh komposit. Tiap contoh
komposit dapat terdiri dari 10 - 30 cores(anak contoh) dan dimasukkan kedalam
ember

plastik

misalnya. Contoh

ini

diaduk

merata

kemudian

dengan

sistem quartering diambil 1 kg untuk dianalisis di laboratorium. Jangan lupa


memberi label yang berisi catatan lokasi dan sejarah penggunaan tanah (kalau
ada), keadaan tanaman waktu itu, produksi, rencana penanaman untuk musim
berikut, dan lain-lain.
Alat-alat yang diperlukan : Soil sampler (yang dapat mengambil contoh
sama banyak secara vertikal), pacul, pisau, ember, kantong plastik, label, buku
catatan, peta/denah lokasi pengambil contoh.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

dalam pengambilan contoh antara lain :

Jangan mengambil contoh tanah dari galengan, selokan, bibir teras, tanah

tererosi sekitar rumah dan jalan, bekas pembakaran sampah/sisa tanaman/jerami,


bekas penimbunan pupuk, kapur, bahan organik, atau bekas penggembalaan
ternak.

Permukaan tanah yang akan diambil contohnya harus bersih dari rumput-

rumputan, sisa tanaman, bahan organik segar/serasah, dan batu-batuan atau


kerikil.

Alat-alat yang digunakan dalam pengambilan contoh harus bersih dari

kotoran dan tidak berkarat. Kantong plastik yang digunakan sebaiknya masih baru,
belum pernah dipakai untuk keperluan lain.
Contoh selanjutnya yaitu pengambilan sampel tanah terusik dengan
menggunakan bor :
1. Mata bor diletakkan di permukaan tubuh tanah.
2. Pegangan bor diputar perlahan-lahan ke arah kanan dengan disertai
tekanan sampai seluruh kepala bor terbenam.
3. Kepala bor perlahan-lahan dikeluarkan dari tubuh tanah dengan
memutar pegangan bor tanah ke arah kiri dengan disertai tarikan.
4. Contoh tanah yang terbawa kepala bor dilepaskan perlahansampai
bersih dan diusahakan tidak banyak merusak susunan tanah.
5. Pengeboran dilanjutkan lagi pada setiap ketebalan tanah 20 cm sampai
kedalaman 100 cm.

6. Contoh tanah hasil pengeboran pada setiap ketebalan 20 cm itu


diletakkan tersusun menurut kedalaman aslinya, sehingga akan
diperoleh gambaran profil tanah.
7. Diambil sekitar 1-2 kg contoh tanag kering angin tiap lapisan dengan
plastik yang bertiket : kode tempat,kode perlakuan, kode tanah, nomor
pelapisan, dan ciri-ciri istimewa lain.

Pengambilan contoh tanah utuh ( tidak terusik) yaitu diambil untuk dilakukan
uji analisa kimia dan kestabilan agregat tanah. Pengambilan contoh tanah utuh
(undisturbed

soil

sample)

adalah

penting

sekali,

oleh

karena

banyak

dipakai/diperlukan untuk berbagai analisa sifat fisik tanah, seperti penentuan bobot
isi tanah (bulk density), total porositas tanah, permeabilitas, penentuan pF,
penentuan distribusi pori, kandungan/kadar air yang tersedia bagi tanaman dll.
Tanah utuh atau tanah tidak terganggu di lapangan adalah tanah yang benarbenar utuh tidak terganggu oleh faktor luar seperti tumbukan air hujan, sehingga
dalam pengambilannya benar-benar diperlukan kehati-hatian agar tanah yang
diperoleh benar-benar utuh atau tidak terganggu.
Pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara :
1. Membersihkan permukaan bagian tubuh tanah yang akan diambil dari
penutupan tumbuhan, seresah dan batu.
2. Meletakkan tabung silinder pada permukaan tanah yang yang akan
disidik dengan bagian tajam berada di sisi yang bersinggungan.
3. Menekan perlahan-lahan dengan tekanan yang merata sampai
terbenam nya.
4. Meletakkan tabung silinder kedua di atasnya, kemudian tekan sampai
tabung pertama mencapai kedalaman yang diinginkan.
5. Menggali tanah di sekeliling tabung hingga tabung-tabung tersebut
dapat diambil secara bersamaan dalam keadaan bertautan.
6. Merapikan tanah lebihan di sisi depan dan belakang dengan
menggunakan pisau tipis tajam.
7. Menutup kedua mulut tabung silinder dengan tutup yang tersedia
kemudian diberi label kode perlapisan ( atas dan bawah).

Pengambilan tanah utuh atau tanah tidak terganggu (Undisturbed soil)


dimana dalam pengambilannya diperlukan ketelitian dan kehati-hatian sehingga
tanah yang diambil merupakan tanah yang benar-benar utuh. Dengan contoh tanah
ini kita bisa mengetahui bobot isi, porositas, permeabilitas, pH, distribusi pori,
kandungan air tanah yang tersedia bagi tanaman pada lahan yang kita amati atau
kita analisis.

KESIMPULAN

Pengambilan sampel tanah biasa atau tanah terganggu (disturbed soil)


dilakukan di atas permukaan tanah.

Sampel tanah utuh biasanya diperlukan untuk analisis sifat fisik tanah
(bobot isi, porisitas dan permeabilitas tanah), sedangkan contoh tanah
terganggu diperlukan untuk analisis sifat kimia tanah dan sifat fisik tanah
lainnya (tekstur, kadar air tanah/pF).

Prinsip yang harus diperhatikan dalam uji tanah ialah bahwa metode
analisa tanah tersebut

(1) harus dapat mengekstraksi bentuk unsur

hara yang tersedia saja, secara tepat. Jadi sifatnya selektif artinya tidak
mengekstraksi bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman, (2)
metode analisa yang dipakai dilaboratorium harus sederhana, cepat,
mudah dilaksanakan dan memiliki ketepatan dan ketelitian tinggi, (3) hasil
analisis harus dapat direproduksi.

Sebelum pengambilan contoh tanah, perlu diperhatikan keseragaman


areal/hamparan. Areal yang akan diambil contohnya diamati lebih dahulu
keadaan

topografi,

tekstur,

warna

tanah,

pertumbuhan

tanaman,

penggunaan tanah, input (pupuk, kapur, bahan organik, dsb.), dan


rencana pertanaman yang akan ditanam kemudian. Dari pengamatan ini,
dapat ditentukan satu hamparan yang sama (homogen/mendekati sama)
untuk titik sampling.

Pengambilan tanah utuh atau tanah tidak terganggu (Undisturbed soil)


dimana dalam pengambilannya diperlukan ketelitian dan kehati-hatian
sehingga tanah yang diambil merupakan tanah yang benar-benar utuh.
Dengan contoh tanah ini kita bisa mengetahui bobot isi, porositas,
permeabilitas, pH, distribusi pori, kandungan air tanah yang tersedia bagi
tanaman pada lahan yang kita amati atau kita analisis.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1.

2011.

Tanah.

http://laporanpraktikumpertanian.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikumaaaaaadasar-dasar-ilmu_19.html. Diakses pada tanggal 22 Oktober 2011.


Anonim2. 2011. Tanah. http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/buku/sifat
%20fisik%20 aaaaaatanah1 .pdf. Diakses pada tanggal 22 Oktober 2011.
Anonim3.

2010.

Ilmu

Tanah.

http://brokenbro.blogspot.com/2010/11/laporan-

praktikum-ilmu-tanah-aaaaaahutan.html. Diakses pada tanggal 22 Oktober 2011.


Anonim4.

2010.

Pengambilan

Sampel

Tanah.

http://nasih.wordpress.com/2010/11/01/pengambilan-aaaaaacontoh-tanah-dantanaman/. Diakses pada tanggal 22 Oktober 2011.


Anonim5.

2011.

Definisi

Tanah.

http://www.scribd.com/doc/19333723/DEFINISI-

TANAH. Diakses pada aaaaaatanggal 22 Oktober 2011.


Banu.

2006.

Tanah.

http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?

mod=browse&op=read&id=laptunilapp-gdl-res-2006- aaaaaabanuwairwa-166.
Diakses pada tanggal 22 Oktober 2011.
Ehsa. 2011. Pengambilan Sampel Tanah. http://ehsablog.com/pengambilan-contohtanah-penelitian-aaaaaakimia-dan-mikrobiologi.html.

Diakses

pada

tanggal

22

Oktober 2011.
Mursitoledi.

2011.

Analisis

Tanah.

http://mursitoledi.multiply.com/journal/item/1/jurnalilmukesuburan aaaaaa_tanah ?
&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. Diakses pada tanggal 22 Oktober
2011.
Sito.

2008.

Tanaman

http://mursitoledi.multiply.com/

Dalam

Mengevaluasi

Tanah.

aaaaaajournal/item/1/jurnalilmu_kesuburan_tanah?

&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem.
Oktober 2011.

Kesuburan

aaaaaaDiakses pada tanggal 22