Anda di halaman 1dari 11

1. Bagaimana kondisi SME di Indonesia?

Jumlah UMKM di Provinsi Jawa Timur telah mencapai 6.8 juta UMKM. Berdasarkan
sensus BPS jumlah ini meningkat 50% dari sensus sebelumnya yang mencapai 4,2 juta
UMKM.
Dari tahun ke tahun perkembangan UMKM di provinsi Jawa Timur semakin meningkat,
hal ini dapat dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur yang meningkat.
Pada tahun 2011 sebesar 53.08%, pada tahun 2012 54.48%, pada tahun 2014 sebesar
54.38%.

dari peningkatan jumlah UMKM dan peningkatan kontribusi yang juga

meningkat dapat didiketahui bahwa UMKM di Jawa Timur mampu berkembang dari
tahun ke tahun.
2. Berapa persentase SME dibandingkan bentuk entrepreneurship lain (perusahaan
besar)?
Data jumlah perusahaan besar kami tidak memiliki.
3. Seberapa signifikan SME growth di Indonesia tahun demi tahun?
Pertumbuhan UMKM di Jawa Timur mengalami peningkatan tiap tahunnya seperti pada
gambar dibawah ini
Pertumbuhan UMKM di Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 62 % selama 4
(empat tahun) yaitu mulai tahun 2008 hingga tahun 2012 berdasarkan survei BPS.

6,825,931
4,206,051

2008

2012
Sumber: BPS Jawa Timur, 2014b

Selain itu, kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur yang meningkat. Pada tahun
2011 sebesar 53.08%, pada tahun 2012 54.48%, pada tahun 2014 sebesar 54.38%.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan UMKM berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi.
Grafik pertumbuhan ekonomi Jawa Timur
6.64
7
6
6.03
5
4
3
2
1
0
2012

6.08
5.58

5.86
5.02

5.44
4.73

Nasional
Jawa Timur

2013

2014

2015

4. Bagaimana SME mempengaruhi ekonomi Indonesia?


Peran UMKM terhadap perekonomian sangatlah penting, hal ini dilihat dari kontribusi
UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 54,38%. Selain itu, sejarah telah
membuktikan bahwa dengan adanya krisis ekonomi pada tahun 1998 terbukti UMKM
tidak collaps, bahkan pada tahun ini saat MEA telah mulai dilaksanakan dengan jumlah
UMKM 6,8 juta, UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 11,12 juta tenaga kerja.
5. Berapa prosentase pendapatan SME terhadap GDP Indonesia?
kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur yang meningkat. Pada tahun 2011
sebesar 53.08%, pada tahun 2012 54.48%, pada tahun 2014 sebesar 54.38%.

6. Strategi apa yang telah diupayakan agar SME Indonesia dapat dengan mudah
memasuki kancah internasional, khususnya ASEAN yang tengah menghadapi MEA?
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki strategi untuk menghadapi MEA yaitu
JATIMNOMIC. Jatimnomics adalah pengembangan dari Indonesia Incorporated menjadi
sistem ekonomi khas Jatim, dari Jatim untuk Indonesia. Jatimnomics sebagai solusi
tidak untuk Jatim, tetapi untuk Indonesia. Model saling memperkuat.
Jatimnomics ini membutuhkan beberapa aktivitas ekonomi utama sebagai penunjang
diantaranya adalah aspek produksi dari segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM)
dan segmen usaha besar. Dalam aspek MKM dan bisnis usaha besar Pemprov Jatim
telah meningkatkan inkubator bisnis dan standarisasi keterampilan sumber daya
manusia
(SDM) untuk meningkatkan pengembangan SDM UMKM dengan cara membangun
SMK mini dan balai kerja dengan standar internasional untuk meningkatkan pencetakan
wirausawan. Produk SMK Mini kini sudah menjelajah sampai ke Negeri Kincir Angin
(Belanda).
Yang kedua adalah Aspek pembiayaan yang kompetitif, dengan mendirikan Lembaga
Keuangan Mikro Jawa Timur yang di dalamnya merangkap Koperasi Wanita (20092014), pengembangan Koppontren, pengembangan Lembaga Masyarakat Desa Hutan
(LMDH), dan pengembangan koperasi karyawan. Selain itu juga, pemerintah provinsi
Jatim memberikan intervensi melalui program jalan lain menuju kesejahteraan (Jalin
Kesra) dan Jalan Lain Makin Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) untuk kelompok miskin.
Sementara dari aspek pemasaran, Pemprov Jatim mengoptimalkan pasar domestik,
penguatan pasar global, dan penguatan pasar ASEAN. Selain itu juga kondisi politik
sangat mempengaruhi ketiga aspek penunjang tersebut.
7. Bagaimana kondisi SME di Indonesia dibandingkan dengan negara lain ASEAN?

Indonesia telah cukup siap menghadapi MEA. Untuk tenaga kerja saja penduduk Jawa
Timur lebih besar daripada malaysia dan angkatan kerjanya lebih besar daripada
gabungan Brunei, timor leste, singapore, dan laos meskipun dalam MEA bukan hanya
tenaga kerja saja yang penting.
8. Bagaimanakah posisi SME Indonesia di antara negara-negara ASEAN?

Dapat dilihat dari diagram diatas perekonomian Jawa Timur saja hampir setara dengan
2/3 perekonomian vietnam.
9. Bagaimana empowering entrepreneur agar mau bersaing di kancah internasional,
khususnya ASEAN?
Dukungan kepada enterpreneur terus diberikan agar siap persaing. Serta Pemerintah
terus memberikan pemahaman bahwa persaingan adalah sebuah hal yang wajar
dantidak perlu ditakutkan, MEA adalah sebuah tantangan bahkan bisa menjadi peluang
jika dimanfaatkan dengan benar. Fasilitasi juga diberikan melalui peningkatan SDM,
pemahaman di bidang IT, legalitas, dan pemasaran.
10. Apakah dalam kaitannya dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai diberlakukan
ini sebenarnya UKM kita berada dalam posisi yang sangat menguntungkan? Lebih
cenderung manakah antara peluang atau justru menjadi ancaman bila berbicara
mengenai kesiapan UKM kita untuk hadapi MEA?
MEA merupakan tantangan bagi UMKM di Jawa Timur, karena permintaan akan barang
dan pasar juga ikut meluas sehingga kemungkinan UMKM berkembang juga semakin
besar.
Beberapa permasalahan yang dialami pelaku UKM
i.
Ekonomi biaya tinggi
ii.
Birokrasi tidak mementingkan pelaku SME
iii.
Kurangnya sosialisasi di sistem standarisasi dan perijinan
iv.
Lemahnya infrastruktur
v.
Sulitnya akses pendanaan
vi.
Lemahnya teknologi
vii.
Lemahnya SDM
11. Dalam setiap point diatas, apakah memang terjadi di lapangan?
Tidak semua, terutama point ii (birokrasi tidak mementingkan pelaku SME) saat ini
sudah tidak terjadi. Hal ini karena pemerintah sangat memahami akan peranan UMKM
dalam pertumbuhan ekonomi. Bahkan saat ini segala perijinan untuk UMKM sangat
mudah, ada beberapa Kab/ Kota yang sudah melaksanakan perijinan di satu pintu
bahkan bisa secara online.
12. Berdasarkan problem diatas

yang

dialami

pelaku,

manakah

yang

paling

mengkhawatirkan, apakah upaya yang telah dilakukan?


Poin 6 dan poin 7. Beberapa program kegiatan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
13. Apakah usaha yang telah dilakukan untuk meminimalisir tiap permasalahan tersebut?
Membuat program kegiatan yang sesuai dengan RPJMD agar meminimalisir program
tersebut. Selain itu juga Pemerintah melakukan kerjasama dan sinergisitas dengan

beberapa pihak melalui pembuatan MoU, seperti MoU dengan bank jatim tentang Loan
Agreement yaitu pemberian kredit dengan bunga yang sangat murah kepada UMKM.
14. Saat ini pemerintah sedang fokus terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan dan
terus mempercepat penyaluran KUR dan dana bergulir melalui LPDB (Lembaga
Pengelolaan Dana bergulir). Bagaimana dengan penyerapan KUR dan dana bergulir di
Jawa Timur?
Dapat ditanyakan dibidang FPUSP
15. Bagaimana sinergitas pemerintah, BUMN, dan swasta dalam rangka memajukan Ecommerce UMKM?
Pemerintah Jawa Timur terus melakukan upaya dalam rangka memajukan UMKM
termasuk dalam penjualan e-commerce dengan melakukan sinergi dengan beberapa
pihak. Di Tahun 2016 ini, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan
Informatika memiliki program satu juta domain gratis bagi UMKM. Program tersebut
bertujuan untuk meningkatkan omset UMKM melalui e-commerce. Program tersebut
tentunya tidak akan berjalan sukses jika tidak didukung oleh berbagai pihak. Pemerintah
Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur dan
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur melakukan sinergi, bekerjasama
untuk menyukseskan program tersebut. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur
menyiapkan UMKM binaannya sebagai sasaran program tersebut, serta melakukan
monitoring dan evaluasi kepada UMKM yang menerima program tersebut. Sosialisasi
program dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim dengan
narasumber dari Diskop & UMKM Prov. Jatim. Dalam mendukung program tersebut,
Telkom memberikan bantuan laptop kepada 10 UMKM untuk membantu kelancaran ecommerce pada saat launching program tersebut oleh Menteri Kominfo.
16. Bagaimana dampak sinergisitas tersebut terhadap UMKM?
Sangat berdampak karena UMKM di Jawa Timur menurut sensus BPS 2012 berjumlah
6,8 juta sehingga tidak mungkin program dilakukan tanpa sinergisitas. Selain itu, dengan
adanya sinergisitas maka dampak dari program tersebut akan lebih terasa manfaatnya.
17. Bagaimana partisipasi para UMKM terhadap program website online dari kominfo?
UMKM kurang berpartisipasi. Hal ini dibuktikan dengan sampai saat ini terdapat 337
UMKM yang mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur dari
target 6.000 UMKM. Akan tetapi, kita terus berupaya melakukan berbagai langkah
dengan terus mensosialisasikan program tersebut.
18. Berapa presentase UMKM yang telah memasarkan produknya secara online?
Melalui program Kominfo tersebut hanya 337 UMKM, akan tetapi pemasaran produk
secara online tidak harus mengandalkan program dari Kominfo tersebut. UMKM juga
melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan pemasaran online lain
seperti bukalapak, dsb. Selain itu ada juga UMKM yang sudah memiliki website sendiri
untuk pemasaran produknya. Dinas Koperasi dan UMKM mempunyai program untuk
melatih UMKM agar bisa memasarakan produknya secara online melalui pelatihan di
Klinik UMKM secara gratis.
19. Apakah dengan mengonline kan produk UMKM dapat menambah pasar dan menambah
pendapatan pelaku? seberapa signifikan?
Ya. Dengan mengonline kan produk tersebut jelas berpengaruh menambah pendapatan
pelaku karena pemasaran melalui online tersebut tidak terbatas dan ini sangat
menguntungkan bagi UMKM yang segmen pasarnya luar pulau. Signifikansinya masih
belum bisa diukur.
20. Apa saja dampak positif e-commerce yang diharapkan pemerintah?
Meningkatkan penjualan UMKM, dan memperluas pasar UMKM.

21. Bagaimana upaya untuk encourage pelaku usaha agar memasarkan produknya secara
online?
Mensosialisasikan program dan memberikan pemahaman akan pentingnya penjualan
secara online, melatih UMKM untuk bisa melakukan penjualan secara online,
bekerjasama dengan asosiasi UMKM atau instansi lain.
22. Bagaimana sinergisitas akademisi, pemerintah, dan para pelaku UMKM?
Sinergisitas tersebut sangat bagus, terjalin sesuai tupoksinya untuk memajukan UMKM.
23. Bagaimana cara mencapai sinergisitas?
Melalui MoU dengan beberapa perguruan tinggi, instansi pemerintah, perbankan dan
swasta.
24. Apakah ada upaya dan niatan agar terciptanya segitiga ABG (academic-businessgovernment)?
Ada. Baik pemerintah maupun instansi lain melakukan kerjasama dan sinergisitas yang
diwujudkan dalam penandatanganan MoU sesuai dengan tupoksinya masing-masing
sehingga memajukan UMKM.
25. Bagaimana peran masing-masing SDM dari akademisi, pelaku UKM dan pemerintah?
Sesuai dengan tupoksi dari masing-masing instansi tersebut.
26. Bagaimana pendapat dinas untuk bekerjasama dengan akademisi agar mencapai tujuan
dalam memajukan UKM?
Kerjasama sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan dalam memajukan UKM Indonesia
karena kerjasama tersebut sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak demi memajukan
UKM.
Strategi RPJMN
i.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia
ii.
Peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan
iii.
Peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran
iv.
Penguatan kelembagaan usaha, dan
v.
Kemudahan, kepastian, dan perlindungan usaha
27. Manakah yang paling vital?
Peningkatan Kualitas SDM merupakan strategi yang paling vital karena produktivitas
dan efisiensi organisasi dan UMKM tergantung dari SDM pemilik dan pelaku UMKM.
28. Manakah yang paling problematik ?
Peningkatan kualitas SDM dan peningkatan nilai tambah produk dan jangkaun
pemasaran
29. Bagaimana kejelasan tiap point dalam strategi tersebut dalam lingkup Jatim?
Pemerintah Jawa Timur mendukung penuh program pemberdayaan koperasi dan
UMKM dengan memfokuskan kebijakan ekonomi kerakyatan yang pro growth, pro poor,
dan pro job yang dituangkan pada visi misinya. Adapun visi Pemerintah provinsi Jawa
Timur yang telah dituangkan dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur adalah Jawa Timur
Lebih Sejahtera, Berakhlak, Berkeadilan, Mandiri, dan Berdaya Saing, sedangkan
misinya yaitu Makin Mandiri dan Sejahtera bersama Wong Cilik. Dari misi tersebut,
kemudian diterjemahkan kedalam lima misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan
2. Meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri dan berdaya saing,
berbasis agrobisnis/ agroindustri dan industrialisasi
3. Meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan penataan ruang
4. Meningkatkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik
5. Meningkatkan kualitas kesalehan sosial dan harmonisasi sosial
Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah mendukung misi kedua yaitu meningkatkan pembangunan ekonomi
yang inklusif, mandiri dan berdaya saing, berbasis agrobisnis/ agroindustri dan
industrialisasi.

Misi

tersebut

memiliki

tujuan

meningkatkan

aktivitas

ekonomi,

produktivitas usaha, serta kualitas kelembagaan koperasi dan UMKM. Sesuai Pergub
Jawa Timur No. 86 Tahun 2008 tentang Uraian Sekretariat, Bidang, Sub Bagian, dan
Seksi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Provinsi Jawa Timur maka
Bidang UMKM memiliki tugas melaksanakan

kebijakan teknis dalam

rangka

pengembangan usaha, kelembagaan, dan manajemen UMKM. Untuk melaksanakan


tugas tersebut Bidang UMKM mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut yaitu:
1. Penyusunan kebijakan teknis dalam pembangunan dan pengembangan UMKM;
2. Pelaksanaan pemberdayaan dan bimbingan teknis dalam usaha dan kerjasama
antara koperasi UMKM dengan koperasi, swasta, Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD);
3. Pelaksanaan penyusunan pedoman dalam pengembangan informasi bisnis usaha
mikro, kecil, dan menengah;
4. Pengawasan terhadap pengembangan kerjasama dalam rangka pembinaan usaha
dan manajemen usaha mikro, kecil, dan menengah.
Agar pelaksanaan tugas Bidang UMKM sesuai dengan visi dan misi visi Pemerintah
provinsi Jawa Timur yang telah dituangkan dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur, maka
disusunlah sasaran, strategi, dan arah kebijakan terkait Koperasi dan UMKM dalam
RPJMD 2014 2019 yang ditunjukkan pada Tabel
SASARAN
Meningkatnya
volume
UMKM

usaha

STRATEGI
1. Memperluas

ARAH KEBIJAKAN
1. Perluasan Jaringan

akses

permodalan

akses

UMKM melalui peran stimulasi pemerintah,

permodalan bagi

lembaga keuangan bank dan nonbank,

UMKM

mengutamakan

melalui

lembaga
keuangan
maupun

UMKM
bank
non

pendampingan

untuk

kelancaraan

kepada

pembiayaan

usaha
2. Peningkatan perluasan jaringan Bank UMKM
dan bank pelaksana lainnya di wilayah-

perbankan

wilayah

strategis

untuk

mendukung

kemudahan akses permodalan bagi UMKM


2. Meningkatkan

1. Perluasan

cakupan

kelompok

sasaran,

peran UMKM dan

substansi pendidikan dan pelatihan UMKM

koperasi

untuk efisiensi dan evektivitas proses usaha

dalam

aktivitas ekonomi

termasuk manajemen pemasaran


2. Optimalisasi
peran
UMKM
pembentukan
lapangan

PDRB

kerja

pembiayaan,

dan

melalui

peningkatan

terhadap
penciptaan

fasilitasi

skema

daya

saing,

perluasam dan penguatan kelembagaan,


serta

peningkatan

usaha

koperasi

dan

UMKM
3. Penyediaan dan perluasan akses pasar bagi
UMKM dengan mengutamakan tujuan pasar
dalam negeri, selanjutnya didorong untuk
mampu bersaing di pasar internasional
4. Peningkatan
dukungan
pengembangan
usaha mikro tradisional dan pengrajin melalui
pembinaan sentra produksi/ klaster disertai
dukungan

penyediaan

infrastruktur

yang

makin memadai
Meningkatnya

Meningkatkan

Peningkatan

jumlah

inkubasi

menengah baru yang bergerak di sektor UMKM

wirausaha baru

kewirausahaan bagi

melalui

(WUB)

calon

kewirausahaan,

wirausaha

tumbuhnya

pelatihan

wirausaha

budaya
dan

kelas

usaha

bimbingan

dan
teknis

baru

manajemen usaha, serta akses permodalan

Meningkatnya

Meningkatkan

1. Peningkatan dan perluasan jaringan usaha,

volume

usaha

kualitas

ekonomi

dan akses permodalan (kredit usaha) bagi

ekonomi

kaum

produktif

berbasis

perempuan melalui pengembangan lembaga

perempuan

gender

dalam

keuangan nonperbankan
pemenuhan hak-hak 2. Peningkatan peran perempuan
dasar

untuk

dalam

pengembangan usaha ekonomi produktif

menanggulangi

melalui berbagai pelatihan ketrampilan dan

feminisasi

pendampingan

kemiskinan

kapasitas usaha ekonomi perempuan

untuk

meningkatkan

30. Upaya apa sajakah yang telah dilakukan?


Sesuai rencana strategis diatas maka program/ kegiatan bidang UMKM yang dilakukan
sampai dengan Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
1. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil
Menengah / Fasilitasi pengembangan inkubator teknologi dan bisnis.
Kegiatan yang dilakukan adalah berupa Kegiatan Training Of Trainer (TOT) bagi
UMKM di Jawa Timur dengan harapan tercetak para pelaku UMKM yang handal
yang berbasis kompetensi di bidangnya agar mampu melatih dan menstransfer
Pengetahuan, Keterampilan, dan sikap bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dengan materi sebagai berikut: membangun mindset seorang trainer, manajemen
keuangan dan pengelolaan kas, pengelolaan SDM UMKM, dan strategi pemasaran.
Tujuan jangka pendek dalam kegiatan ini adalah peningkatan kualitas produktivitas
usaha UMKM serta peningkatan SDM UMKM yang secara tidak langsung dapat
meningkatkan volume usaha UMKM. Dengan model TOT tersebut diharapkan
UMKM yang sudah difasilitasi pada kegiatan tersebut dapat mentransfer ilmunya ke
UMKM lain di sekitar kawasannya sehingga dampak dari kegiatan ini bisa juga
dinikmati lebih banyak oleh UMKM.
2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil
Menengah / Fasilitasi Penumbuhan Wirausaha Baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat konsen dalam menumbukan wirausaha
baru. Dalam pengembangan kewirausahaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur
melakukan secara bertahap mulai pelatihan tingkat awal hingga magang di tempat
prduksi UMKM sehingga calon wirausaha baru bisa benar-benar memahami usaha
yang akan dijalani secara menyeluruh.
Tahap awal yang dilakukan adalah Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur
melakukan pelatihan ketrampilan kegiatan pembinaan kemampuan dan ketrampilan
kerja bagi umkm dan masyarakat secara gratis dengan diberikan bahan
percontohan sehingga peserta bisa mempraktekkan secara langsung. Pelatihan

yang dilakukan berasal dari dana APBD Provinsi Jawa Timur dan dana bagi hasil
cukai hasil tembakau. Selain melakukan pelatihan di Klinik K-UMKM Jawa Timur
yang berada di belakang Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur,
Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur juga jemput bola
mendatangi langsung ke lokasi sasaran.
Tahap kedua yang dilakukan adalah peningkatan ketrampilan calon wirausaha baru
secara lebih intensif yang dilakukan yaitu melalui magang ke UMKM sukses selama
lima hari. Di sela materi juga diberikan materi manajemen kewirausahan dan
bussiness plan sebagai modal awal nantinya untuk membuka usaha.
Setelah mengikuti tahap pertama dan kedua diharapkan calon wirausaha baru bisa
mandiri jika terdapat kendala terkait usahanya maka bisa melakukan konsultasi ke
KLINIK K-UMKM Jawa Timur yang sampai saat ini telah memiliki 13 layanan.
3. Promosi Produk UMKM melalui Pameran dalam dan luar Negeri/ Promosi Produk
UMKM melalui Pameran dalam dan luar Negeri.
Fasilitasi prmosi produk UMKM dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi
Jawa Timur secara bertahap mulai dari fasilitasi promosi di tingkat lokal, regional,
nasional hingga internasional. Fasilitasi yang diberikan adalah stand gratis,
sedangkan untuk biaya transportasi, akomodasi dan komsumsi ditanggung oleh
UMKM secara langsung sehingga UMKM bisa lebih mandiri dan berjuang untuk
mempromosikan produknya. Ada 58 event yang diikuti pada Tahun 2015 dengan
rincian 14 skala lokal, 18 skala regional, 24 skala nasional, dan 2 skala
internasional.
31. Apakah ada strategi baru?
Selain beberapa program diatas sampai Tahun 2016 ada beberapa inovasi yang
dilakukan yaitu:
1. Pengembangan layanan KLINIK K-UMKM Jawa Timur
Klinik
K-UMKM
Jawa
Timur
merupakan
sebuah

lembaga

yang

menumbuhkembangkan kewirausahaan secara terpadu dan berkelanjutan dengan


menyediakan layanan secara GRATIS, bersifat personal dan profesional untuk
meningkatkan kuantitas dan kualitas K-UMKM Jawa Timur.
Sampai Tahun 2016 terdapat 13 layanan yang diberikan oleh Klinik K-UMKM Jawa
Timur, yaitu:
1. Layanan Konsultasi Bisnis
Layanan yang ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang
dihadapi oleh Klien (Koperasi dan pelaku UMKM), terkait permodalan, pemasaran,
manajemen, teknologi, dan sumber ekonomi produktif lainnya;
2. Layanan Informasi Bisnis
Klinik K-UMKM akan memberikan informasi bisnis yang didukung dengan data-data
pendukung yang dibutuhkan melalui database yang dimiliki terkait dengan
permodalan, pemasaran, manajemen, teknologi, penyediaan bahan baku, tenaga
kerja/ tenaga ahli dan sebagainya;
3. Layanan Advokasi
Adalah bentuk layanan pendampingan dan monitoring secara langsung kepada
Klien (Koperasi dan pelaku UMKM) yang membutuhkan pendampingan karena
mengalami kesulitan pada bidang tertentu seperti proses permodalan, pemasaran,
manajemen dan sebagainya;
4. Layanan Short Course
Adalah bentuk pelatihan singkat yang diberikan kepada Pengurus maupun anggota
Koperasi dan pelaku UMKM, berupa pelatihan manajerial dan pelatihan teknis

pembuatan produk yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan


keterampilan UKM.
5. Layanan Akses Pembiayaan
Pendampingan yang dilakukan bagi Koperasi dan pelaku UMKM yang bermasalah
di bidang permodalan di mulai dari pembuatan laporan keuangan, hingga
pendampingan pengajuan kredit di Bank.

6. Layanan Akses Pemasaran Produk


Membantu Koperasi dan pelaku UMKM yang bermasalah di bidang pemasaran
melalui fasilitas pameran atau mengisi stand di Gedung Pusat Souvenir, Galeri Batik
dan Gedung Pamer yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
7. Layanan Pusat Pustaka Enterpreneurship
Menambah wawasan Pengurus Koperasi dan pelaku UMKM di bidang usaha
melalui penyediaan fasilitas buku bacaan praktis yang disediakan bagi Koperasi dan
UMKM.
8. Layanan Mobil Klinik
Melayani Koperasi dan UMKM yang tidak sempat berkunjung ke Klinik K-UMKM
Jawa yang secara periodik akan berkeliling atau mendatangi pusat-pusat usaha
(pasar) dan sentra yang ada di Jawa Timur.
9. Layanan IT Enterpreneur
Layanan pendukung guna meningkatkan Skill / Keahlian Pelaku Koperasi dan
UMKM di bidang IT dalam menunjang kegiatan usahanya.
10. Layanan TV UKM Online
Layanan yang dapat digunakan sebagai sarana publikasi informasi yang bermanfaat
bagi Koperasi dan UMKM. Dalam layanan ini juga ditampilkan Profil-profil K-UKM
berhasil. Sebagai media pembelajaran bagi Koperasi dan pelaku UMKM lainnya.
11. Layanan Pendampingan Pengurusan HAKI
Layanan yang dapat digunakan sebagai sarana bagi K-UMKM yang masih belum
mengerti tentang bagaimana mengurus HAKI.
12. Layanan Pendampingan Ekspor
Layanan yang dapat digunakan sebagai sarana bagi K-UMKM yang masih belum
memahami prosedur ekspor.
13. Layanan Pendampingan Pperhitungan dan Pengisian Pajak
Layanan yang dapat digunakan sebagai sarana bagi K-UMKM yang masih belum
memahami prosedur ekspor.
14. Layanan Temu Bisnis K-UMKM
Layanan yang dapat digunakan

sebagai

sarana

bagi

K-UMKM

untuk

mempromosikan produk K-UMKM hasil produksinya sehingga dapat menambah


jaringan pemasaran dan jaringan kemitraan K-UMKM.
2. Revitalisasi Galeri Batik dan Galeri Cinderamata Jawa Timur
Permasalahan utama K-UMKM adalah di bidang pemasaran sehingga produk yang
diproduksinya belum dikenali masyarakat. Menyadari permasalahan tersebut, Dinas
Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur mendirikan Galeri Batik dan Galeri Jawa
Timur yang bertujuan untuk mengenalkan produk unggulan UMKM Kab/ Kota dan
juga memangkas jalur distribusi pemasaran produk yang panjang. Dengan adanya
dua galeri tersebut, diharapkan konsumen bisa langsung belanja dan melakukan
transaksi penawaran secara langsung dengan harga termurah dari K-UMKM.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak membebankan biaya apapun pada K-UMKM
sehingga harga yang dijual juga lebih murah dari harga yag ditawarkan oleh toko
ataupun tempat penjualan lainnya. Di Galeri tersebut terdapat produk unggulan dari
38 kab/ kota di Jawa Timur.

3. Perluasan Galeri Cinderamata hingga ke Hotel Majapahit dan POSTSHOP milik


PT. Pos Kanreg VII Jawa Timur.
Untuk memperluas akses pasar produk cinderamata Jawa Timur. Dinas Koperasi
dan UMKM menjalin kerjasama dengan PT. POS kanreg VII Jawa Timur sehingga di
setiap POSTSHOP kantor pos ada produk K-UMKM yang tersedia disana. Begitu
pula di hotel Majapahit Surabaya yang selalu memiliki tamu-tamu internasional
diharapkan dengan adanya galeri mini K-UMKM di hotel tersebut dapat
mempromosikan produk K-UMKM Jawa Timur.
4. Fasilitasi dalam penerapan standarisasi ISO dan standarisasi produk
Memberikan pendampingan pada UMKM makanan untuk memperoleh sertifikat
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) sehingga dapat meningkatkan daya
jual produk dalam rangka meningkatkan daya saing produk UMKM.
5. Sertfikasi Profesi Gratis bagi pelaku Koperasi dan UMKM
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Badan
Standarisasi Nasional serta Lembaga Sertifikasi Profesi mengadakan fasilitasi gratis
bagi pelaku Koperasi dan UMKM sehingga pelaku K-UMKM mendapatkan
pengakuan akan kemampuan dirinya dalam mengelola usahanya sehingga dapat
meningkatkan daya saing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN saat ini.
6. Fasilitasi Domain Gratis bagi K-UMKM
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas
Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur serta Kementrian Kominfo
Republik Indonesia menyadari betul permasalahan K-UMKM di bidang pemasaran
serta teknologi dan informasi. Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi
Jawa Timur memberikan fasilitasi domain dan hosting gratis bagi pelaku koperasi
dan UMKM sehingga dapat mempromosikan produknya melalui penjualan secara
online.
7. Membangun kemitraan dengan stakeholder terkait untuk pemberdayaan
Koperasi dan UMKM
a. Kerjasama dengan Bank Jatim tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil di
Provinsi Jawa Timur melalui program SIUMI sehingga K-UMKM mendapatkan
kemudahan dalam akses layanan perbankan kepada pelaku koperasi dan usaha
mikro dan kecil sesuai dengan ketentuan Bank Jatim
b. Kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi
Jawa Timur tentang Pembinaan manajemen dan pengembangan wirausaha baru
dalam menjaga kelangsungan wirausaha bagi peserta pasca pelatihan di UPT
Pelatihan Kerja dan Lembaga Pelatihan Kerja lainya khususnya korban PHK
c. Kerjasama dengan Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
tentang Sinergi program pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur
terutama dalam bidang manajemen.
d. Kerjasama dengan Fakultas Manajemen Universitas Ciputra tentang Peningkatan
kinerja K-UMKM di Provinsi Jawa Timur melalui program edupreneurship sehingga
menambah pemahaman enterpreneur bagi pelaku Koperasi dan UMKM serta
perluasan jaringan pemasaran
e. Kerjasama dengan PT. Pan Pages Indonesia tentang Promosi online di website
f.

panpages (www.panpages.co.id) untuk memperluas akses pemasaran K-UMKM


Kerjasama dengan PT. Holcim Indonesia, Tbk tentang Penguatan akses pasar dan
permodalan bagi K-UMKM di Tuban, Pendampingan pengolahan produk dan

rancang bangun produk serta penguatan kelembagaan K-UMKM.


g. Kerjasama dengan retail modern (carrefour dan giant) untuk memperluas akses
pasar produk K-UMKM.

h. Kerjasama dengan PT. HM. Sampoerna, Tbk tentang peningkatan kualitas KUMKM, jejaring K-UMKM, serta pengembangan pemasaran.
32. Mana yang sudah terealisasi dan apakah ada saran?
Semua terealisasi tetapi secara bertahap, dan untuk memaksimalkan pemberdayaan
UMKM agar mandiri dan berdaya saing maka program tersebut harus dilakukan
berkelanjutan.