Anda di halaman 1dari 2

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA

RUMAH SAKIT ANAK DAN BUNDA HARAPAN KITA


Nomor : HK .02.04/I/010/2015
TENTANG
PERLINDUNGAN REKAM MEDIS DARI AKSES/ PENGGUNAAN YANG TIDAK SAH
DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT ANAK DAN BERSALIN HARAPAN KITA
Menimbang

a. Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien


serta mengutamakan privasi, keamanan dan kerahasiaan
informasi pasien yang ada dalam rekam medis.
b. Diperlukan perlindungan data dan informasi yang ada dalam
rekam medis dari akses / penggunaan yang tidak sah dan tidak
berwenang.

Mengingat :

1. Undang-Undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran


2. Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2010 tentang Rumah Sakit
4. Permenkes 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Kesatu

Dalam mengelola dan menyelenggarakan pelayanan Informasi


kesehatan untuk pasien yang tertuang dalam rekam medis,
diwajibkan untuk melakukan perlindungan rekam medis dari akses /
pengunaan yang tidak sah

Kedua

Dalam melaksanakan perlindungan akses rekam medis dari :


1. Melindungi rekam medis dan informasi medis hanya yang ada
dalam komputer

hanya boleh dibuka oleh

personil yang

berwenang dengan menggunakan pin dan password.


2. Data pasien harus dijaga dengan ketat. Setiap personil tertentu
hanya bisa mengakses data tertentu yang sesuai dengan modul
aplikasinya,

dengan

menggunakan

security

level

tertentu.

Misalnya ( level operator, supervisor dan administrator)


3. Tidak ada informasi dalam rekam medis yang dapat dibuka tanpa
seijin pasien.

4. Prosedur distribusi rekam medis oleh staf Instalasi Informasi


Kesehatan dan tidak diperkenankan untuk memindahtangankan
rekam medis tersebut kepada orang lain.
5. Ruang penyimpanan harus selalu tertutup (steril) dan dilarang
bagi

orang

yang

tidak

berkepentingan

masuk

ke

ruang

penyimpanan termasuk area Instalasi Informasi kesehatan.


6. Dibuatkan rambu-rambu untuk memperlihatkan larangan masuk.
7. Rekam medis yang digunakan selama di Unit Pelayanan ( Rawat
Jalan dan Rawat Inap) menjadi tanggung jawab Unit Pelayanan.
8. Proses pemusnahan rekam medis in-aktif, dilakukan dengan cara
dibakar, dicacah, dibubur melalui pihak ketiga yang terstandar
melalui Panitia Pemusanahan yang dibentuk oleh Direktur Utama
RSAB Harapan Kita.
9. Dilarang mengkopi, menggandakan, memfoto data dan informasi
dalam rekam medis bagi dokter tamu, mahasiswa, residen tanpa
seijin Direktur Utama Rumah Sakit.
Ketiga

:
Permintaan akses rekam medis akan dituangkan dalam SPO
Pelepasan Informasi

untuk menjadi panduan bagi yang akan

memanfaatkan data dan informasi dalam rekam medis.


Keempat

Kelima

Keputusan ini mulai berlaku mulai sejak tanggal ditetapkan.


Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini,
akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Ditetapkan

: di Jakarta

Tanggal

Januari 2015

Direktur Utama,

OMO ABDUL MADJID