Anda di halaman 1dari 3

TS: Pendugaan potensi(6)

TS: Contoh Kasus 2

Bagaimana cara pendugaan untuk populasi yang


terstratifikasi?
Hitung potensi untuk setiap stratum
Gabungkan nilai dugaan dari setiap stratum
dengan pendekatan stratified sampling
Lihat kembali rumus-rumusnya!!!

Data berikut adalah hasil inventarisasi pada tegakan Jati


KU IV seluas 20 ha dengan metode 6-tree sampling:
1) Hitunglah volume rata-rata
per hektar!
2) Tentukan penduga selang
bagi total volume tegakan!
3) Berapakah besarnya
kesalahan sampling?

13

Departemen Manajemen Hutan

Departemen Manajemen Hutan

Line/strip Sampling (LS) : Apa Itu?

LS: Apa itu? (2)

Line/strip sampling:

Jalur:

14

plot empat persegi panjang: lebar dan


panjang tertentu (misal: 20 m x 500 m)
umumnya dibuat tegak lurus garis kontur
(atau sungai):

sampling dengan unit contoh berbentuk jalur


(line/strip/transect)

mengarah ke puncak gunung atau bukit


agar keragaman karakteristik tegakan yang diukur
dapat terwakili

biasa digunakan untuk inventarisasi di hutan


alam

Jalur
Departemen Manajemen Hutan

15

Departemen Manajemen Hutan

16

LS: Rancangan Sampling

LS: Apa itu? (3)

Umumnya: systematic line/strip sampling


with random start:

Ilustrasi: jalur pada areal yang beraturan

Dibuat base-line pada peta untuk membantu


memplotkan jalur
Populasi dibagi atas N total jalur:

Lebar 1 km

Panjang 2 km

Jika lebar jalur 20 m:


luas jalur:
20m x 1000m = 2 ha
total jalur (N):
N=2000/20 = 100 jalur

Jalur contoh (n) ditetapkan sesuai intensitas


sampling (IS):

Bagaimana jika arealnya tidak beraturan???


Departemen Manajemen Hutan

17

Departemen Manajemen Hutan

LS: Rancangan sampling(2)

LS: Rancangan sampling(3)

Systematic line/strip sampling with


random start (lanjutan):

Ilustrasi:

18

Misal: panjang base-line = 2 km, N=100, IS=5%,


n=5, k=400 m (4 cm pada skala peta 1: 10000)

Jalur pertama dipilih secara acak


Jalur selanjutnya ditempatkan secara
sistematik dengan interval (k):

Jalur 1 =
Departemen Manajemen Hutan

19

Departemen Manajemen Hutan

20

LS: Rancangan sampling(4)

LS: Rancangan sampling(5)

Ilustrasi: arah jalur (tegak lurus base-line)

Ilustrasi: arah jalur


Arah jalur harus
tegak lurus sumbu
terpanjang:
jumlah jalur dapat
maksimal

Stockdale and Corbett (1999)


Departemen Manajemen Hutan

Stockdale and Corbett (1999)


21

LS: Rancangan sampling(6)

22

Departemen Manajemen Hutan

LS: Rancangan sampling(7)


Ilustrasi: pembuatan jalur di lapangan

Ilustrasi: pada
areal berblok
(terstratifikasi)

Tampak atas

Areal datar

Areal miring

Stockdale and Corbett (1999)

Departemen Manajemen Hutan

23

Departemen Manajemen Hutan

Stockdale and Corbett (1999)

24