Anda di halaman 1dari 45

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di

Indonesia & Dunia Internasional

Makanan ini musuh terburuk lemak! Turun 23 kg dalam satu bulan! Di pagi hari

Diet yang cocok bagi para pemalas! 15 kg dalam 2 minggu!

Lemak perut hilang. Turun 42 kg sebulan jika saat perut kosong minum segelas

Makanan ini musuh terburuk lemak! Turun 23 kg dalam satu bulan! Di pagi hari
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia & Dunia|Pelanggaran HAM
(Hak asasi Manusia) di Indonesia & dunia, contohnya di Indonesia banyak kasuskasus pelanggaram HAM yang kini pelum diusut sampai tuntas, hal ini tentu saja
menjadi perhatian kita semua untuk belajar dari sejarah mengenai contoh-contoh

kasus pelanggaran HAM baik itu di Indonesia atau yang terdapat di berbagai
negara agar tidak terulang di hari kemudian.
Coba kita bayangkan betapa kejamnya negara kita dahulu disaat HAM ibarat
tulisan dan nama saja yang tak berfungsi apa-apa. Tentu kita semua tidak ingin
berada di masa tersebut yang terdapat banyak pelanggaran-pelanggaran HAM
baik yang ringan maupun yang berat. Apalagi jika saat ini HAM sama seperti
dulu, tentu banyak macam-macam kasus pelanggaran HAM di sekitar kita, jadi
beruntunglah kita sekarang ini HAM (Hak Asasi Manusia) kini telah hadir, telah
kuat, dan dapat menjaga kita semua.
Banyak Contoh Kasus Pelanggaran-Pelanggaran HAM, menjadi pelajaran
untuk tidak terjadi lagi dengan intensif kebijakan pemerintah akan ketegasannya
menjaga Hak Asasi Manusia (HAM). Bukti kebijakan-kebijakan menjaga Hak
Asasi Manusia tidak terjadinya pelanggaran-pelanggaran HAM dapat dilihat dari
kurangnya kasus pelanggaran HAM yang terjadi sekarang ini.
Sebelum membahas mengenai contoh-contoh kasus pelanggaran HAM, tahukah
anda mengenai Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) menurut UndangUndang No. 39 Tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada
hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhlukh Tuhan Yang Maha Esa dan
merupakan Anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi
oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia. Menurut Pasal 9 UU No. 39 Tahun
1999 mengenai macam-macam hak dasar manusia adalah sebagai berikut..

Hak atas kesejahteraan

Hak untuk hidup

Hak mengembangkan diri

Hak atas rasa aman

Hak berkeluarga dan melanjutkan keterunan

Hak atas kebebasan pribadi

Hak atas memperoleh keadilan

Hak atas wanita

Hak anak

Hak turut serta dalam pemerintahan

Dasar Hukum Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia tertulis dalam


empat hukum yang menyatakan tentang HAM yakni UUD 1945, Tap MPR, UU,
Perda, Kepres, dll. Salah satu dari keempat hukum tersebut adalah UUD 1945 RI,
seperti pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat
1. Hak asasi Manusia setiap tahun dirayakan diseluruh negara di dunia yakni pada
tanggal 10 Desember.

Bentuk-Bentuk Pelanggaran HAM


Bentuk pelanggaran-pelanggaran HAM yang biasa didapati masyarakat antara
lain:

Diskriminasi adalah pembatasan, pelecehan, dan pengucilan yang


dilakukan langsung atau tidak langsung yang didasarkan pada perbedaan
manusia baik itu etni, agama, suku dan ras.

Penyiksaan adalah perbuatan yang menimbulkan rasa sakit atau


penderitaan baik itu jasmani maupun rohani

Bentuk pelanggaran-pelanggaran HAM berdasarkan jenisnya antara lain


a. Bentuk pelanggaran HAM bersifat berat

Pembunuhan massal (genisida)

Penghilangan orang secara paksa

Pembunuhan sewenang-wenang

Perbudakan atau diskriminasi secara sistematis

b. Bentuk pelanggarna HAM bersifat ringan

Pencemaran nama baik

Pemukulan

Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya

Penganiayaan

Menghilangkan nyawa orang lain

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Sekolah

Guru membeda-bedakan siswanya di sekolah berdasarkan dari kekayaan,


kepintaran, dan perilakunya.

Siswa mengejek, menghina atau membuli siswa lain

Siswa memalak atau menganiaya siswa lain

Siswa melakukan tawuran pelajar ke teman sekolahnya ataupun dengan


siswa sekolah lain

Guru memberikan sanksi/hukuman ke siswanya secara fisik seperti


menendang, mencubit, memukul.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia


1. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Kasus
Tanjung
Priok
(1984)
Kasus pelanggaran HAM. Bermula dari warga Tanjung Priok, Jakarta Utara
berdemonstrasi yang rusuh antara warga dengan kepolisian dan anggota TNI yang
mengakibatkan sejumlah warga tewas dan luka-luka. Peristiwa yang terjadi
tanggal 12 September 1984. Sejumlah warga dan aparat militer dialidi atas
tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Peristiwa ini dilatar belakang pada masa
Orde
Baru.
2. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Kasus
Pembunuhan
TKW,
Marsinah
Marsinah merupakan tenaga kerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) di Porong,
Sidoarjo, Jawa imur. Latar belakang peristiwa tersebut adalah ketika Marsinah dan
teman-temannya unjuk rasa, yang menuntuk kenaikan upah buruh tanggal 3 dan 4
Mei 1993. Masalah tersebut semakin bertambah runyam ketika Marsinah
menghilang dan tidak diketahui oleh rekannya, dan sampai akhirnya tanggal 8
Mei 1993 Marsinah ditemukan meninggal dunia. Mayatnya ditemukan di hutan
Dusun Jegong, Kecamtan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur dengan tanda-tanda
bekas penyiksaan. Berdasarkan hasil otopsi, diketahui bahwa Marsinah meninggal
karena
penganiayaan
berat.
3. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Peristiwa
Aceh
(1990)
Peristiwa Aceh terjadi sejak tahun 1990 yang memakan korban baik di pihak

aparat maupun penduduk sipil yang tidak berdosa. Peristiwa Aceh tersebut diduga
dari unsur politik dimana terdapat pihak-pihak tertentu yang berkeinginan Aceh
untuk
merdeka.
4. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Peristiwa
Penembakan
Peristiwa
Trisakti
Kasus penembakan mahasiswa Trisakti merupakan sebagian kasus penempakan
para mahasiswa yang sedang berdemonstrasi oleh anggota polisi dan militer.
Peristiwa trisakti dilatar belakangi dari demonstrasi mahasiswa trisakti ketika
Indonesia mengalami Krisis Finansial Asia tahun 1997 menuntut presiden
Soeharto mundur dari jabatannya. Dikabarkan, peristiwa ini terdapat puluhan
mahasiswa mengalami luka-luka, sebagian meninggal dunia karena ditembak
peluru
oleh
anggota
polisi
dan
militer.
5. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Kasus
Pembunuhan
Munir
Said
Thalib
Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM yang pernah menangani kasus-kasus
pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang, 8 Desember 1965 dan meninggal 7
September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan menuju
Amsterdam, Belanda. Banyak berita yang bermunculan, bahwa Munir meninggal
di bunung dalam pesawat, serangan jantung sampai dengan diracuni. Namun,
sebagian orang percaya bahwa Munir meninggal karena diracuni dengan
Arsenikum di makanan atau minuman saat dalam pesawat. Kasus yang sampai
sekarang diajukan ke Amnesty Internasional dan masih diproses. Di Tahun 2005,
Seorang piot Garuda yakni Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi hukuman 14
Tahun penjara karena terbuktih tersangka pembunuhan Munir yang sengaja
menaruh Arsenik di makanan munir dan meninggal di pesawat.
6. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:
Peristiwa
Bom
Bali
Peristiwa bom bali terjadi karena aksi terorisme terbesar di Indonesia di tahun
2002. Bom diledakkan di kawasan Legian Kuta oleh sekelompok jaringan teroris.
Peledakan bom tersebut memakan korban meninggal dunia sebanyak 202 orang
baik turis asing hingga warga lokal yang berada di sekitar lokasi. Akibat dari
peristiwa ini, memicu tindakan terorisme dan membuat panik seluruh warga
Indonesia.
7. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di
Indonesia: Pembantaian
Rawagede
Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan
dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari,
Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember
1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil
terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas.
Tanggal 14 September 2011, Pengadilan Den Haaq menyatakan pemerintah
Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi
kepada
para
keluarga
korban
pembantaian
Rawagede.
8. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:

Penculikan
Aktivis
Kasus penculikan aktivis dan penghilangan secara paksa para aktivis pro
demokrasi. Terdapat 23 aktivis pro demokrasi diculik, disiksa dan menghilang,
walaupun terdapat satu orang terbunuh, 9 aktivis dilepaskan dan 13 aktivis masih
belum diketahui keberadaannya sampai sekarang. Diyakini bahwa mereka diculik
dan
disiksa
oleh
anggota
Militer.
9. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:
Peristiwa
27
Juli
Peristiwa yang disebabkan dari pendukung Megawati Soekarno Putri yang
menyerbu dan mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat tanggal 27 Juli
1996. Massa mulai melempari batu dan bentkrok ditambah lagi kepolisian dan
anggota TNI dan ABRI datang bersama pansernya. Kerusuhan tersebut meluas
sampai ke jalan-jalan, massa mulai merusak bangunan dan rambu-rambu lalu
lintas. Dikabarkan bahwa lima orang meninggal dunia, terdapat puluhan orang
baik sipil maupun aparat mengalami luka-luka dan beberapa ditahan. Berdasarkan
KOMNAS
HAM
peristiwa
ini
terbukti
pelanggaran
HAM.
10. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:
Pembantaian
Santa
Cruz
Kasus yang masuk dalam kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yaitu
pembantaian oleh militer atau anggota TNI dengan menembak warga sipil di
pemakaman Santa Cruz, Dili, di Timor-Timur tanggal 12 November 1991.
Kebanyakan warga sipil sedang menghadiri pemakanan rekannya di pemakaman
Santa Cruz ditembak anggota Militer Indonesia. Puluhan demonstran yang
kebanyakan mahasiswa dan warga sipil mengalami luka-luka dan sampai
meninggal. Peristiwa ini murni pembunuhan anggota TNI dan aksi menyatakan
TImor-Timur keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan
membentuk
negara
sendiri.
11. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:
Kasus
Dukun
Santet
di
Banyuwangi
Peristiwa beserta pembunuhan yang terjadi tahun 1998 di banyuwangi yang saat
itu tengah hangat-hangatnya praktetk dukun santet didesa-desa mereka. Banyak
warga sekitar yang melakukan kerusuhan berupa penangkapan dan pembunuhan
terhadap orang yang dituduh sebagai dukun santet. Anggota TNi dan ABRI tidak
tnggal diam dan menyelamatkan yang dituduh dukun santet yang selamat dari
amukan
warga.
12. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia:
Pelanggaran
HAM
berat
pada
peristiwa
G30
S:
Peristiwa G30S PKI merupakan peristiwa penculikan dan pembunuhan beberapa
jenderal dan perwira TNI pada malam hari tanggal 30 september sampai 1 oktober
tahun 1965 oleh anggota PKI (partai komunis indonesia). Terdapat jenderal yang
berhasil meloloskan diri yaitu AH. Nasution tetapi naas yang menjadi kroban
adlaah seorang putrinya.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Dunia Internasional

1. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia


Internasional: Pelanggaran
Israel
dan
Palestina
Israel merupakan wilayah yang terbentuk dari perkumpulan orang-orang Yahudi
yang mengungsi ke wilayah Palestina. Orang-orang yahudi diterima baik oleh
banga Palestina, namun kemudian membentuk sebuah negara bernama Israel.
Israel sedikit demi sekidt mulai memperluas wilayahnya dengan mengusir
penduduk asli. Dengan bantuan Amerika Serikat, Israel kini dapat menguasai
sebagian besar dari wilayah Palestina, sedangkan palestina kini hanya wilayah
kecil yang terletak ditengah negara Israel. Israel selalu melakukan penyerangan
langsung terhadap Palestina. Terdapat ribuan warga Palestina menjadi korban.
Bahkan relawan yang membantu ikut menjadi korban. Palestina kini berjuang
untuk mendapatkan pengakuan PBB sebagai suatu negara, namun diakuinya
palestina tidak menghentingkan peperangan tersebut, sampai-sampai banyak
hukum internasional yang dilanggaran oleh Israel. namun tidak ada ketegasan
PBB.
2. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia
Internasional: Kekejaman
Rezim
Adolf
Hitler
Adolf Hitler merupakan pimpinan partai NAZI yang memenangkan pemile
Jerman. Hitler dianggap orang paling kejam di eranya. Terdapat banyak kasus
pelanggaran HAM, sikap otoriternya membawa pada penangkapan dan
pengasingan terhadap sejumlah musuh politik yang menentang kebijakannya,
melakukan pembunuhan massal dan pengusiran bangsa Yahudi dari Jerman,
pembantaian di Cekoslovakia dan Austria untuk menduduki negara tersebut. Adolf
Hitler merupakan satu tokoh pemicu perang dunia ke II. Hitler ditemukan
meninggal dunia dalam bungker bersama Istrinya karena bunuh diri.
3. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia
Internasional: Pelanggaran HAM Uni Soviet kepada Afganistan
Dari tahun 1979-1990-an tentara Uni Soviet yang terpecah menjadi beberapa
negara melakukan penyerangan terus menerus kepada Afganistan. Terdapat
85.000 tentara yang ditempatkan di Afganistan dengan alasan menjaga
perdamaian, namun dilihat dari kenyatannya, tentara tersebut menyerang siapapun
yang terlihat mencurigakan. Banyak orang yang menjadi korban dari intervensi
tersebut baik itu dari kalangan militer ataupun orang sipil.
4. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia
Internasional: Pelanggaran
HAM
di
Mesir
Rezim Hosni Mubbarak yang berumur lebih empat dekade akhirnya harus terhenti
di tangan rakyat mesir sendiri. Selama berminggu-minggu terdapat ratusan warga
yang turun ke jalan dan menyerukan untuk menurunkan presiden Mesir. Hal yang
dipicu dari krisis ekonomi dan politik yang dialami Mesir. Presiden yang dianggap
baik karena memperhatikan rakyat kecil, namun karena sikap glamor dan
otoriternya membuat sebagian besar tidak menghendaki Mubbarak memimpin
Mesir lagi. Banyak korban yang berjatuhan untuk menghentikan demonstrasi
mulai dari menggunakan pasukan berkuda, menabrakkan mobil ke arah dan
menembakkan peluru tajam ke pengunjuk rasa. Namun akhirnya, wilayah-wilayah
yang dikuasai pemerintah dapat diambil alih oleh demonstran setelah militer

membelot untuk membelah oposisi dibanding Mubbarak. Tak lama Hosni


Mubbarak terkepung oleh ratusan warga Mesir dan bersembunyi di dalam selokan
yang ditemukan warga dan pada akhirnya meninggal di tangan rakyat yang pernah
dipimpinnya.
Dalam kasus ini terdapat dua pelanggaran Hak asasi manusia, pertama
pelanggaran HAM oleh presiden Mesir sendiri yang kedua pelanggaran HAM
yang dilakukan rakat mesir karena tidak memberi Hosni Mubbarak untuk
mempertanggung jawabakkan kesalahan dan perbuatannya di hadapan hukum
dengan
menyiksa
dan
membunuhnya.
5. Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia
Internasional: Krisis Suriah dibawah Pimpinan Bassar Al Ashad
Beberapa warga suriah ingin mereformasi pemerintahan yang dianggap tidak
berjalan baik, hal ini seperti yang terjadi di mesir. Namun perjuangan rakyat
sangat sulit dan mustahil karena pemerintah benar-benar menguasai militer.
Oposisi yang memimpin aksipun kesulitan untuk melawan yang pada akhirnya
terdesak dan keluar di pusat kota. Kerusuhan tersebut menjadi sebuah perang
saudara yang menelan korban jiwa sekitar 60.000 jiwa warga suriah dan sekitar
500 warga asing yang meninggal dunia. Selain itu pihak pemerintah sekitar
12.000 tentara meninggal dunia.

Jenis jenis pelanggaran HAM beserta


Contohnya
Advertisement

Pelangggaran Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan sekelompok orang atau


individu termasuk aparat negara baik sengaja atau tidak sengaja mengurangi,
membatasi, menghalangi, menghilangkan, mengabaikan bahkan mencabut hak
seseorang atau individu dan sekelompok orang yang mendapat jaminan undangundang dan mekanisme hukum sebagai warga negara suatu negara itu sendiri.
(baca : manfaat UUD Republik Indonesia)
Hak asasi manusia
Hak Asasi Manusia (HAM) dimiliki oleh setiap individu yang merupakan hak
dasar yang bila mendapat ancaman maka ia boleh menuntutnya. Adapun hak-hak
tersebut yang setiap orang miliki dalam sebuah negara yaitu:

Hak untuk hidup

Hak memperoleh keadilan

Hak mendapatkan kesejahteraan

Hak memiliki rasa aman

Hak atas wanita

Hak anak

Hak untuk mengembangkan diri

Hak berkeluarga dan memiliki keturunan

Hak untuk kebebasan pribadi

Pelanggaran HAM dapat terjadi dengan dua cara yaitu:

Negara secara aktif melakukan tindakan yang secara langsung


menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

Pelanggaran HAM terjadi karena kelalaian negara dalam menjamin


maupun melindungi hak asasi suatu individu maupun sekelompok orang

Secara umum ada dua jenis jenis pelanggaran HAM yaitu :


1. Kasus pelanggaran HAM yang berat
Berikut adalah penjelasan mengenai kasus pelanggaran HAM yang berat :

Pembunuhan secara sewenang-wenang yang tidak mengikuti keputusan


pengadilan dan hukum yang berlaku secara umum

Melakukan segala bentuk penyiksaan

Melakukan sistem perbudakan dan diskriminasi secara sistematis

Pembunuhan secara massal

Menghilangkan seseorang secara paksa

2. Kasus pelanggaran HAM yang ringan


Berikut adalah penjelasan mengenai kasus pelanggaran yang ringan

Melakukan penganiayaan

Melakukan tindakan yang dapat mencemarkan nama baik seseorang

Melakukan segala bentuk pemukulan

Menghalangi jalan seseorang untuk menyampaikan aspirasinya

Di bawah ini ada beberapa contoh kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi :

Kasus Pelanggaran HAM di Dunia Internasional


Berikut adalah penjelasan mengenai kasus pelanggaran HAM di dunia
Internasional :
1. Kasus Israel terhadap Palestina
Pada mulanya negara Israel adalah sekumpulan orang Yahudi yang hanya ingin
mengungsi ke negara Palestina. Di Palestina,orang Iarael disambut dan
diperlakukan dengan baik. Lalu pada akhirnya negara Israel mulai melakukan
rencana menguasai wilayah Palestina sedikit demi sedikit. Mereka melakukan
pengusiran, penggusuran rumah-rumah penduduk Palestina secara paksa tanpa
memikirkan hak dan kewajiban warga negara. Mereka meyakini di negara
Palestina adalah tanah yang dijanjikan buat mereka mendirikan sebuah negara.
Beberapa waktu kemudian Amerika Serikat membantu Israel sehingga mereka
mendapat sebagian besar wilayah Palestina. Dalam melancarkan misi demi
misinya, Israel melakukan penyerangan dengan mobil tank, pesawat tempur,
serangan bom yang memakan banyak korban penduduk Palestina. Bahkan PBB
tidak mampu menyelesaikan konflik yang menelan banyak nyawa tersebut meski
negara Palestina sudah mendapat pengakuan masih menjadi sebuah negara dan
memperoleh kemerdekaan.
2. Kasus kekejaman Adolf Hitler di Jerman
Pemerintahan otoriter Hitler didukung oleh partai NAZI yang memenangkan
pemilu di Jerman. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang dilakukannya adalah
melakukan penangkapan dan pengasingan para musuh politik yang menentang
pemerintahannya, membunuh dan mengusir bangsa Yahudi , melakukan
pembantaian massal di Austria dan Cekoslovakia.
3. Kasus Uni Soviet kepada Afghanistan
Negara Uni Soviet (sekarang Rusia) di tahun 1979-1990 1n melakukan
penyerangan terhadap negara Afghanistan dengan membagi negaranya terdiri dari
beberapa bagian. Sekitar 85.000 tentara Uni Soviet dikirim ke Afghanistan yang
pada mulanya menyatakan alasan ingin mewujudkan perdamaian namun pada
akhirnya tentara-tentara tersebut menyerang para penduduk Afghanistan yang
dianggap mencurigakan dan menghalangi aksinya. Dari penyerangan tersebut
banyak korban berjatuhan dari penduduk Afghanistan baik dari tentara maupun
penduduknya.
4. Kasus Husni Mubarak di Mesir

Husni Mubarak selaku presiden Mesir dalam empat dekade pada akhirnya
menghadapi penentangan massal oleh rakyat Mesir agar turun dari jabatannya
karena sikapnya yang otoriter. Saat demonstrasi banyak korban berjatuhan yang
dilakukan oleh tentara pemerintahan Husni yakni dengan melakukan penembakan.
Selanjutnya Husni Mubarak akhirnya tewas di tangan rakyat saat terkepung oleh
rakyat.
5. Kasus negara Suriah di bawah pimpinan Bassar Al Ashad
Kasusnya hampir sama dengan di Mesir dimana presiden Bassar Al Ashad selaku
pimpinan negara Suriah ditentang pemerintahannya oleh rakyat Suriah karena
menganggap kebijakan beliau tidak baik. Ketika berlangsung demonstrasii,rakyat
mengalami banyak kesulitan menghadapi pemerintahan yang terdiri dari pejabat
militer, sehingga terjadi kerusuhan dan pertumpahan darah. Tentara militer Bassar
melakukan penembakan dan menelan korban jiwa sekitar 60.000 jiwa penduduk
asli Suriah dan 500 orang penduduk luar. Peperangan ini berdampak di negara lain
yakni Turki yang memiliki 2 pilot pesawat F-4 tewas saat terkena tembakan.
6. Kasus Etnis Rohingya di Myanmar
Agustus 2015, tercatat 650 orang etnis Rohingya tewas, 1.200 warga hilang, dan
sekitar 80 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Selama bertahun-tahun
pemerintah militer Myanmar tidak hanya melakukan pengingkaran terhadap
demokrasi, tapi juga melanggar hak asasi manusia (HAM) kaum
minoritas. Mereka dibantai karena beragama Islam yang dilakukan kaum Budha
karena mengingat sejarah di Indonesia yang dulunya mayoritas Budha kemudian
tergeser oleh ummat Islam. Hal inilah menyebabkan kaum Budha ingin
mengangkat kaum mereka dan menyingkirkan keberadaan Islam. Selain itu,juga
dilatarbelakangi tidak diakuinya etnis Rohingya sebagai salah satu etnis di
Myanmar. Bagi pemerintah Myanmar, etnis Rohingya dianggap sebagai warga
tanpa kewarganegaraan (stateless people). Atas dasar itulah tentara Myanmar
melakukan berbagai pelanggaran HAM.
Sebagian warga etnis Rohingya kemudian mengungsi ke berbagai negara,
termasuk Nanggroe Darussalam (NAD). Ribuan warga Islam Rohingya mendapat
penyelamatan ketika ditemukan terapung-apung di lautan dalam kondisi
memperihatinkan di lautan Aceh. Mereka terusir dari Myanmar. Dikabarkan
pembantaian dilatarbelakangi oleh sosok pemimpin biksu radikal Budha bernama
Ashin Wirathu. Budha adalah kelompok mayoritas di Myanmar. Mereka sangat
membenci Islam dan konflik etnis dan agama ini berlangsung sejak 2012 dan
sudah menewaskan ribuan muslim Rohingya yakni termasuk wanita dan anakanak. Adapun nama gerakan ummat Budha karena kebencian terhadap Islam
namanya adalah 969. Opini-opini gerakan ini tersebar meluas baik melalui
selebaran,stiker,internet,video dan sebagainya. Gerakan ini sangat beralasan yakni
mengingat tahun 2001 saat Taliban yang merupakan gerakan Islam telah
menghancurkan patung Budha di Bamiyan, Afghanistan.

Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Berikut adalah penjelasan mengenai kasus pelanggaran HAM di Indonesia :


1. Kasus di Tanjung Priok (1984)
Di sini terjadi kerusuhan antara aparat dan warga setempat sehingga memakan
banyak ratusan korban karena penembakan dan beberapa bentuk kekerasan.
Penyebab peperangan ini yakni SARA dan unsur politis.
2. Kasus Tragedi di Semanggi
Tragedi ini terjadi saat masyarakat yang bergabung dengan mahasiswa melakukan
aksi protes terhadap jadwal pelaksanaan dan kegiatan Sidang Istimewa yang
memakan banyak korban baik dari pihak warga militer maupun warga sipil yang
dapat menjadi penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan.
Peristiwa ini mengalami masa transisi. Adapun jumlah korban dari tragedi ini
adalah 17 orang sipil dan Semanggi ini terjadi dua kali. Pertama, pada tanggal 1113 November 1998,pada saat Indonesia peristiwa yang kedua terjadi pada tanggal
24 September 1999 dengan 217 orang korban yang megalami luka-luka.
Di antaranya termasuk mahasiswa dan beberapa warga yang hampir semuanya
berasal dari Jakarta. Terdiri dari berbagai gelombang kelompok aksi protes dari
masyarakat dan mahasiwa yang disambut aparat dengan senjata dan gas air mata.
Sehingga tidak dapat dihindarkan korban banyak yangberjatuhan dari peristiwa ini
baik yang terlibat langsung dengan aksi tersebut maupun warga di sekitarnya.
Data yang dikumpulkan Tim Relawan Kemanusiaan tentang jumlah korban dari
tragedi akibat kerusuhan ini adalah korban yang terdiri dari 6 mahasiswa dari
berbagai kampus di Jakarta, 2 orang dari aparat kepolisian yakni POLRI, 2 orang
yang merupakan masih pelajar SMA, 1 orang dari keanggotan satpam Swalayan,
3 orang dari keanggotan PAM Swakarasa dan 3 orang lainnya merupakan warga
masyarakat. Adapun korban yang mengalami luka-luka terdiri dari 456 orang.
Penyebab terjadinya tragedi di Semanggi
Hal ini diakibatkan karena terkena tembakan senjata api, terkena pukulan benda
keras dan tumpul, maupun berupa senjata tajam. Korban luka-luka ini terdiri atas
berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa, aparat keamanan, beberapa dari pihak
wartawan dan anggota masyarakat. Paling tragisnya adalah ditemukan korban
seorang anak kecil bernama Ayu Ratna Sari yang berusia 6 tahun. Anak kecil ini
terkena peluru nyasar yang merupakan tembakan saat peristiwa kerusuhan
berlangsung .Pada 24 September selanjutnya terjadi lagi aksi bentrokan
mahasiswa dan aparat keamanan. Aksi mahasiswa yakni melakukan demonstrasi
akan penolakan dikeluarkannya Undang-Undang Penanggulangan Keadaan
Bahaya (UUPKB). Menurut mahasiswa dan masyarakat yang terlibat peraturan
baru ini akan memberi peluang bagi pihak militer melakukan suatu tindakan di
negara atas kepentingan militer itu sendiri. Dari aksi mahasiswa para tentara
melakukan kekerasan untuk menghentikan demonstrasi yakni dengan penembakan
yang memakan korban seorang mahasiswa berasal dari Universitas Jakarta
bernama Yun Hap. Beliau tewas ketika tertembak di Universitas Atma Jaya.

3. Kasus di Poso (1998-2000)


Kasus ini berupa bentrokan yang menewaskan banyak penduduk jiwa.
Penyebabnya adalah masalah agama. Hingga akhirnya untuk meredam maka
terbentuklah Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II
Poso.
4. Kasus di Santa Cruz
Kasus ini dilakukan oleh pihak militer anggota TNI yang melakukan penembakan
terhadap warga sipil di daerah pemakaman Santa Cruz,di Dili,Timor-Timor pada
12 November 1991. Hal ini dilatarbelakangi atas demonstrasi yang dilakukan oleh
gabungan mahasiswa dan warga sipil. Aksi demonstrasi pasca jajak pendapat
Timor-Timor keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada puluhan
korban yang mengalami luka-luka dan ada yang meninggal dunia.
5. Kasus Dayak dan Madura (2000)
Kedua suku ini terlibat dalam bentrokan yang merupakan pertikaian karena
kepentingan etnis dan memakan banyak korban dari kedua suku ini.
6. Kasus TKI di Malaysia (2000)
Ada berbagai bentuk penganiayaan majikan di Malaysia kepada para tenaga kerja
Indonesia baik dengan kekerasan fisik,mental dan seksual dan tidak diberikan hak
pada mereka yakni gaji atau bayaran mereka.
7. Kasus bom Bali
Berikut adalah beberapa kasus yang ada di Bali :
a. Bom Bali I (12 Oktober 2002)
Kasus pengeboman di Bali ini di tahun 2002 banyak korban berjatuhan. Adapun
waktu tepatnya bom meledak yakni waktu malam hari di salah satu kecamatan
Bali yakni Kuta. Korbannya 202 meninggal,209 cedera dan yang menjadi korban
tersebut adalah kebanyakan dari para wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.
Wisatawan tersebut berasal dari bebrapa negara yakni Australia (88
orang),Britania Raya (26 orang), Amerika Serikat (7 orang), Jerman (6 orang),
Swedia (5 orang), Belanda (4 orang), Perancis (4 orang), Denmark (3
orang),Selandia Baru (3 orang), Swiss (2 orang), Brasil (2 orang), Kanada (2
orang). Jepang (2 orang), Afrika Selatan (2 orang), dan masing satu orang berasal
dari negara Yunani, Ekuador, Polandia , Portugal serta Taiwan.
Para pelaku bom bali ini yaitu:

Abdul Goni (yang didakwa seumur hidup)

Abdul Hamid (yang berasal dari kelompok Solo)

Abdul Rauf (berasal dari kelompok Serang

Ali Gufron atau Mukhlas (yang telah terpidana mati)

Abdul Aziz atau Imam Samudra (yang telah terpidana mati)

Achmad Roichan

Andi Hidayat (berasal dari Serang)

Ali Imron atau Alik (telah didakwa seumur hidup)

Amrozi bin Nurhasyim atau Amrozi (telah terpidana mati)

Andi Oktavia (dari kelompok Serang)

Budi Wibowo (dari kelompok Solo)

Arnasan atau biasa dipanggil Jimi (pelaku yang tewas)

Bambang Setiono (dari kelompok Solo)

Azahari atau Alan (tewas ketika polisi ingin mnyergaap di kota


Batu,Malang pada 9 November 2005)

Umar kecil atau Patek

Herlambang (dari kelompok Solo)

Dulmatin

Hernianto (dari kelompok Solo)

Idris atau Jhoni hendrawan

Junaedi (dari kelompok Serang0)

Makmuri (dari kelompok Solo)

Mohammad Najib Nawawi (dari kelompok Solo)

Mohammad Musafak (dari kelompok Solo)

b. Bom Bali II ( 1 Oktober 2005)


Kali ini aksi teror pengeboman makin parah. Terjadi 3 ledakan bom di wilayah di
kota Bali. Yakni satu ledakan bom di Kuta,dan dua ledakan di Jimbaran. Adapun
tempat-tempat yang dibom yakni kafe Nyoman,kafe Menega,dan restoran
R.AJA`s ,Kuta Square.Pelaku aksi pengeboman diduga aksi teror oleh oknum
yang tidak puas dengan kebijakan presiden SBY saat itu termasuk kenaikan harga
BBM. Korban yang terdata sekitar 23 korban tewas dan 196 korban luka-luka dari
peristiwa pengeboman tersebut. Polisi menemukan pelaku serangan teror bom ini
dilakukan oleh beberapa kelompok fanatik jamaah Islam yang dianggap beraliran
radikal dan fanatik yakni Al Qaeda.
Nama-namanya yaitu Muhammad Salik Firdaus yang berasal dari Cikijing kota
Majalengka, Jawa Barat. Beliau pelaku peledakan bom di Kafe Nyoman, ada juga
Misno yang biasa dipanggil Wisnu (30 tahun). Beliau berasal dari desa Ujung
Manik,Kecamatan Kawunganten,kota Cilacap,Jawa Tengah. Wisnu adalah pelaku
pengeboman Kafe Menega. Selain itu menyusul ditemukan pelaku bernama Ayib
Hidayat (25 tahun) yang berasal dari kampung Panarikan,Ciamis,Jawa Barat.
Beliau ditangkap pada 19 November 2005 lalu diidentifikasi pihak kepolisian.
Korban dari pengeboman kali ini terdir dari 23 orang yaitu:15 orang berasal dari
Indonesia warga pribumi, 1 orang berasal dari warga negara Jepang, 4 orang
berasal dari Australia,dan 3 orang diduga pelaku pengeboman yang tewas saat
terjadi ledakan.
8. Kasus Munir
Nama lengkapnya adalah Munir Said Thalib, yang diduga merupakan korban
pembunuhan di pesawat dari Jakarta menuju Amasterdam. Beliau merupakan
aktivis lembaga HAM di Indonesia. Adapun jabatannya adalah Direktur Eksekutif
Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Impersial. Perannya yakni
selalu memperjuangkan orang yang hilang berupa para korban dari penculikam
Tim Mawar Kopassus.
Peristiwa kematian Munir terjadi pada 7 September 2004,2 jam sebelum pesawat
mendarat di Bandara Schipor Amsterdam pada pukul 08:10 yang kemudian
dimakamkan di tempat Pemakaman Umum di kota Batu,Malang. Pada 12
November 2005 kasus Munir terungkap kembali dimana terdengarnya kabar
bahwa pihak polisi Belanda menjadi anggota Institut Forensik Belanda berhasil
menemukan senyawa arsenikum setelah melakukan otopsi pada jasad Munir. Di
duga ada yang bermaksud meracuni Munir oleh oknum-oknum tertentu. Pada 20
Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dilaporkan oleh awak kabin
pesawat kemudian ia dijatuhi vonis hukuman 14 tahun,beliau sedang cuti Pilot.
Dia telah menaruh racun arsenik di makanan Munir yang merupakan pengkritik
pemerintah.
9. Kasus di Maluku (Ambon)

Di kawasaan Maluku Tengah sering mengalami pergolakan berupa konflik disertai


kekerasan dan yang menjadi penyebab adalah pertikaian agama yakni agama
Islam dan Kristen. Hanya dalam 1 bulan percekcokan tenang kemudian timbul
lagi satu bulan selanjutnya. Diduga ada penyusup masuk ke wilayah. Maluku dan
melakukan pembunuhan dan tindakan membakar rumah-rumah. Suasana kota
sangat menegangkan dengan banyak suara tembaka dan bom di sekitar. Akibat
konflik yang terjadi sekitar 8000 korban tewas,4000 penduduk mengalami lukaluka dan ribuan bangunan hancur di kota Maluku. Dalalm perhitungan selanjutnya
sekitar 692.000 jiwa korban pengungsi koonflik 2 agama di Maluku. Kini wilayah
ibu kota Maluku yakni Ambon terbagi dua wilayah yakni agama Islam dan Agama
kristen ditambah dengan penyelesaian konflik yang tidak selesai-selesai,
komunikasi yang rentan berujung pada keputusan untuk saling menyerang satu
sama lain.
10. Kasus di Aceh
Tahun 1990,terjadi konflik yang disebabkan oleh unsur politik yang
menginginkan Aceh berdiri sendiri dan menjadi wilayah yang merdeka. Akibat
konflik yang terjadi,banyak korban berjatuhan baik dari pihak militer maupun
pihak sipil yang tidak memiliki salah sama sekali.
11. Kasus Babeh Bakeuni
Babeh (50 tahun) adalah seorang pemerhati anak jalanan di Jakarta dengan
menampung anak jalanan yang suka mengamen di sebuah rumah kontrakan kecil.
Setiap pekannya bisa bertambah 10-15 anak yang menginap. Namun pada
akhirnya adalah seorang tersangka pembunuhan dan mutilasi anak jalanan dan
baginya membunuh dan memutilasi anak adalah sensasi tersendiri. Beliau
mengaku telah melakukan pembunuhan sejak 1995. Sebagian besar korban
pembunuhannya ketika sudah dimutilasi disimpan di karton air mineral seperti
saat pergi menjual air mineral dan rokok. Hingga pihak kepolisian menemukan isi
karton yang terdiri dari beberapa potongan manusia yang sudah dimutilasi oleh
Babeh. (baca : hak perlindungan anak)
12. Kasus Pembunuhan TKW Marsinah
Marsinah adalah seorang tenaga kerja di PT. Catur Putra Surya di
Porong,Sidoarjo,Jawa Timur. Di duga dia dalah korban penculikan dan
penganiayaan serta pembunuhan setelah Marsinah melakukan aksi demonstarsi
bersama teman-temannya yang bertujuan untuk menuntut hak kenaikan upah
buruh. Pada tanggal 8 Mei 1993 Marsinah ditemukan tewas di hutan Dusun
Jegong, kecamatan Wilangan, Nganjuk, Timur setelah menghilang berhari-hari
sehabis demonstrasi. Hasil otopsi yang dilakukan pihak kepolisian terungkap
Marsinah tewas dengan mengalami penganiayaan berat,dan di jasadnya ditemukan
tanda-tanda bekas penyiksaan. Pelaku pembunuhan Marsinah diduga adalah
pemilik tempat ia bekerja dan bawahannya.
13. Kasus Salim Kancil

Seorang aktivis petani bernama Salim Kancil yang telah berusia 46 tahun,
dibunuh dengan sadis oleh puluhan orang karena beliau melakukan demonstrasi
terhadap penolakan tambang pasir ilegal, di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang,
Jawa Timur, pada 26 September 2015. Beliau dianiaya dengan cara yang
manusiawi secara beramai-ramai.Ternyata korban pembunuhan sadis ini tidak
hanya Salim sendiri. Ada yang bernama Tosan yang mengalami penganiayaan
berat sehingga beliau terluka parah.
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Sekolah
1. Siswa menganiaya temannya atau sengaja melakukan palak
2. Guru melakukan diskriminasi dalam memperlakukan siswa berdasarkan
kepintaran dan kekayaan
3. Siswa melakukan tindakan pembulian kepada siswa lainnya
4. Guru melakukan kekerasan fisik saat memberikan sanksi atau berupa
hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah seperti
menendang, mencubit, memukul dengan tangan atau benda keras lainnya
5. Siswa mengejek maupun menghina temannya
6. Guru melakukan pelecehan seksual kepada siswinya bahkan melakukan
pembunuhan
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Lingkungan Keluarga

Orang tua yang menyiksa atau bentuk penganiayaan lain ataupun


membunuh anaknya sendiri

Orang tua yang memaksakan anaknya untuk bekerja dan hal lain yang
menekan si anak

Majikan atau keluarga yang melakukan tindakan sewenang-wenang


keoada pembantu ataupun pada sesamanya

Anak yang membunuh saudara maupun orang tuanya

11 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia


Diposkan oleh Cah Samin on Kamis, 10 Desember 2015

Label: PKN, Umum

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang
sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan 11 contoh Kasus Pelanggaran HAM
yang terjadi di Indonesia. Silakan disimak selengkapnya.
1. Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)

Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998. Peristiwa ini berkaitan dengan gerakan
di era reformasi yang gencar disuarakan di tahun 1998. Gerakan tersebut dipicu
oleh krisis moneter dan tindakan KKN presiden Soeharto, sehingga para
mahasiswa kemudian melakukan demo besar-besaran di berbagai wilayah yang
kemudian berujung dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.
Tragedi ini mengakibatkan (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya lukaluka). Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga

sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang


mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).
2. Kasus Marsinah (1993)
Kasus Marsinah terjadi pada 3-4 Mei 1993. Seorang pekerja dan aktivitas wanita
PT Catur Putera Surya Porong, Jatim.
Peristiwa ini berawal dari aksi mogok yang dilakukan oleh Marsinah dan buruh
PT CPS. Mereka menuntun kepastian pada perusahaan yang telah melakukan
PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo tersebut, Marsinah malah ditemukan
tewas 5 hari kemudian. Ia tewas di kawasan hutan Wilangan, Nganjuk dalam
kondisi mengenaskan dan diduga menjadi korban pelanggaran HAM berupa
penculikan, penganiayaan dan pembunuhan. Penyelidikan masih belum
menemukan titik terang hingga sekarang.
3. Aksi Bom Bali 2002

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2002. Sebuah bom diledakkan di kawasan Legian
Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris.
Kepanikan sempat melanda di penjuru Nusantara akibat peristiwa ini. Aksi bom
bali ini juga banyak memicu tindakan terorisme di kemudian hari.
Peristiwa bom bali menjadi salah satu aksi terorisme terbesar di Indonesia. Akibat
peristiwa ini, sebanyak ratusan orang meninggal dunia, mulai dari turis asing
hingga warga lokal yang ada di sekitar lokasi.
4. Peristiwa Tanjung Priok (1984)

Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang
berawal dari masalah SARA dan unsur politis.
Peristiwa ini dipicu oleh warga sekitar yang melakukan demonstrasi pada
pemerintah dan aparat yang hendak melakukan pemindahan makam keramat
Mbah Priok. Para warga yang menolak dan marah kemudian melakukan unjuk
rasa, hingga memicu bentrok antara warga dengan anggota polisi dan TNI.
Dalam peristiwa ini diduga terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat ratusan
korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan.
5. Kasus Penganiayaan Wartawan Udin (1996)
Kasus penganiayaan dan terbunuhnya Wartawan Udin (Fuad Muhammad
Syafruddin)terjadi di yogyakarta 16 Agustus 1996. Sebelum kejadian ini, Udin
kerap menulis artikel kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru dan militer.
Ia menjadi wartawan di Bernas sejak 1986. Udin adalah seorang wartawan dari
harian Bernas yang diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya
ditemukan sudah tewas.
6.

Kasus

Pembunuhan

Munir

(2004)

Munir Said Thalib adalah aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus
pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang, tanggal 8 Desember 1965. Munir
meninggal pada tanggal 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia
ketika ia sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi
mulai bermunculan, banyak berita yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di
pesawat karena dibunuh, serangan jantung bahkan diracuni. Namun, sebagian
orang percaya bahwa Munir meninggal karena diracuni dengan Arsenikum di
makanan
atau
minumannya
saat
di
dalam
pesawat.
Kasus ini sampai sekarang masih belum ada titik jelas, bahkan kasus ini telah
diajukan ke Amnesty Internasional dan tengah diproses. Pada tahun 2005,
Pollycarpus Budihari Priyanto selaku Pilot Garuda Indonesia dijatuhi hukuman 14
tahun penjara karena terbukti bahwa ia merupakan tersangka dari kasus
pembunuhan Munir, karena dengan sengaja ia menaruh Arsenik di makanan
Munir
dan
meninggal
di
pesawat.
7. Pembantaian Santa Cruz (1991)

Kasus ini masuk dalam catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yaitu
pembantaian yang dilakukan oleh militer atau anggota TNI dengan menembak

warga sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-Timur pada tanggal 12


November 1991. Kebanyakan warga sipil yang sedang menghadiri pemakaman
rekannya di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh anggota militer Indonesia.
Puluhan demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan warga sipil mengalami
luka-luka dan bahkan ada yang meninggal. Banyak orang menilai bahwa kasus ini
murni pembunuhan yang dilakukan oleh anggota TNI dengan melakukan agresi
ke Dili, dan merupakan aksi untuk menyatakan Timor-Timur ingin keluar dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membentuk negara sendiri.
8. Peristiwa 27 Juli (1996)

Peristiwa ini disebabkan oleh para pendukung Megawati Soekarno Putri yang
menyerbu dan mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat pada tanggal 27
Juli 1996. Massa mulai melempari dengan batu dan bentrok, ditambah lagi
kepolisian dan anggota TNI dan ABRI datang berserta Pansernya.
Kerusuhan meluas sampai ke jalan-jalan, massa mulai merusak bangunan dan
rambu-rambu lalu-lintas. Dikabarkan lima orang meninggal dunia, puluhan orang
(sipil maupun aparat) mengalami luka-luka dan sebagian ditahan. Menurut
Komnas Hak Asasi Manusia, dalam peristiwa ini telah terbukti terjadinya
pelanggaran
HAM.
9. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi (1998)

Peristiwa beserta pembunuhan ini terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu di
Banyuwangi lagi hangat-hangatnya terjadi praktek dukun santet di desa-desa
mereka. Warga sekitar yang berjumlah banyak mulai melakukan kerusuhan berupa
penangkapan dan pembunuhan terhadap orang yang dituduh sebagai dukun santet.
Sejumlah orang yang dituduh dukun santet dibunuh, ada yang dipancung, dibacok
bahkan dibakar hidup-hidup. Tentu saja polisi bersama anggota TNI dan ABRI
tidak tinggal diam, mereka menyelamatkan orang yang dituduh dukun santet yang
masih
selamat
dari
amukan
warga.

10.

Pelanggaran

HAM

di

Daerah

Operasi

Militer (DOM), Aceh

Peristiwa ini telah menimbulkan bentuk bentuk pelanggaran HAM terhadap


penduduk sipil yang berupa penyiksaan, penganiayaan, dan pemerkosaan yang
berulang-ulang dengan pola yang sama. Kasus-kasus dari berbagai bentuk
tindakan kekerasan yang dialami perempuan yang terjadi dari ratusan kekerasan
seputar diberlakukannya Daerah Operasi Militer selama ini tidak pernah
terungkap.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan informasi ini tidak diketahui oleh
masyarakat
luas
dan
dunia
internasional seperti :

Korban pemerkosaan terutama di Aceh, sering dianggap aib dan


memalukan. Akibatnya korban atau keluarga selalu berusaha untuk
menutupi kejadian tersebut.

Adanya ancaman dari pelaku untuk tidak "mengungkap" kejadian tersebut


kepada orang lain, karena pelakunya aparat yang sedang bertugas di
daerah tersebut, membuat korban/keluarga selalu berada dalam kondisi
diintimidasi.

Penderitaan dan trauma yang dialami oleh korban sangat mendalam,


sehingga sangat sulit bagi korban untuk menceritakan pengalaman
buruknya, apalagi kepada orang yang tidak terlalu dikenalnya.

Adanya ancaman dari pihak-pihak tertentu terhadap orang ataupun LSM


yang mendampingi korban.

11. Pembantaian Rawagede

Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan


dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari,
Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember
1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil
terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas.
Tanggal 14 September 2011, Pengadilan Den Haaq menyatakan pemerintah
Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi
kepada para keluarga korban pembantaian Rawagede.

Baca pula :
HAM - Hak Asasi Manusia (Artikel Lengkap)
Contoh Pelanggaran Hukum di Indonesia
Demikian 11 contoh Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.
Silakan disimak selengkapnya. Semoga bermanfaat..

Home Pelajaran Pengertian HAM, Macam-Macam HAM, Contoh


Pelanggaran HAM, dan Pelanggaran HAM di Indonesia

Pengertian HAM, Macam-Macam HAM, Contoh


Pelanggaran HAM, dan Pelanggaran HAM di
Indonesia
Sejak lahir setiap manusia sudah mempunyai hak asasi yang dijunjung
tinggi serta diakui semua orang. Hak tersebut lebih penting
dibandingkan hak seorang penguasa ataupun raja. Hak asasi itu sendiri
berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada seluruh
manusia. Akan tetapi, pada saat ini sudah banyak hak asasi yang
dilanggar oleh manusia guna mempertahankan hak pribadinya.
Hak dapat diartikan sebagai kekuasaan dalam melakukan sesuatu atau
kepunyaan, sedangkan asasi adalah hal yang utama, dasar. Sehingga
hak asasi manusia atau sering disebut sebagai HAM dapat diartikan
sebagai kepunyaan atau milik yang bersifat pokok dan melekat pada

setiap insan sebagai anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian HAM.

Pengertian HAM
Hak Asasi Manusia atau HAM adalah hak-hak yang sudah dipunyai oleh
seseorang sejak ia masih dalam kandungan. Hak asasi manusia dapat
berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM yang tertuang dalam
deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat atau Declaration of
Independence of USA serta yang tercantum dalam UUD 1945 Republik
Indonesia, seperti yang terdapat pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal
29 ayat 2, pasal 31 ayat 1, serta pasal 30 ayat 1.
Dalam teori perjanjian bernegara, terdapat Pactum Unionis serta
Pactum Subjectionis. Pactum unionis merupakan suatu perjanjian
antarindividu guna membentuk negara, sedangkan pactum
subjectionis merupakan suatu perjanjian antara individu serta negara
yang dibentuk. Thomas Hobbes mengakui Pactum Subjectionis dan
tidak mengakui Pactum Unionis. John Lock mengakui keduanya yaitu
Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis, sedangkan JJ Roessaeu hanya
mengakui Pactum Unionis.
Ketiga paham ini berpendapat demikian. Namun pada dasarnya teori
perjanjian tersebut mengamanahkan adanya suatu perlindungan Hak
Asasi Warga Negara yang wajib dijamin oleh penguasa dan bentuk
jaminan tersebut haruslah tertuang dalam konstitusi.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, HAM merupakan hak
fundamental yang tidak dapat dicabut karena ia adalah seorang
manusia. HAM yang dirujuk sekarang merupakan seperangkat hak
yang dikembangkan PBB sejak awal berakhirnya perang dunia II.
Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak dapat berkelit untuk
tidak melindungi hak asasi manusia yang bukan warga negaranya.
Selama masih menyangkut persoalan HAM
pada masing-masing negara, tanpa kecuali,

pada tataran tertentu mempunyai tanggung jawab, khususnya terkait


pemenuhan hak asasi manusia pribadi-pribadi yang terdapat pada
jurisdiksinya, termasuk orang asing. Oleh karena itu, pada tataran
tertentu, akan menjadi sangat salah untuk menyamakan antara hak
asasi manusia dengan hak-hak lainnya yang dimiliki oleh warga
negara. Hak asasi manusia sudah dimiliki oleh siapa saja.
Alasan di atas pula yang dapat menyebabkan hak asasi manusia
merupakan bagian integral dari tiap kajian dalam disiplin ilmu hukum
internasional. Oleh karena itu bukan sesuatu yang kontroversial lagi
apabila suatu komunitas internasional mempunyai kepedulian yang
serius dan bersifat nyata terhadap berbagai isu tentang hak asasi
manusida tingkat domestik.
Peran komunitas internasional sangat pokok sebagai perlindungan HAM
karena sifat serta watak HAM itu sendiri merupakan suatu mekanisme
pertahanan dan perlindungan setiap individu terhadap kekuasaan
negara yang rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana yang sering
dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Berikut contoh pelanggaran
HAM :

Contoh Pelanggaran HAM

1. Penindasan serta merampas hak rakyat dan oposisi dengan cara


yang sewenang-wenang.
2. Menghambat dan membatasi dalam kebebasan pers, pendapat,
serta berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi.
3. Hukum diperlakukan secara tidak adil dan juga tidak manusiawi.
4. Manipulatif dan membuat aturan-aturan pemilihan umum sesuai
dengan keinginan dari penguasa dan partai otoriter tanpa diikuti
oleh rakyat dan oposisi.
5. Penegak hukum atau petugas keamanan melakukan kekerasan
terhadap rakyat dan oposisi.

6. Deskriminasi adalah pembatasan, pengucilan, serta pelecehan


yang dilakukan baik itu secara langsung atau tidak langsung
yang didasarkan atas perbedaan manusia suku, ras, etnis, serta
agama.
7. Penyiksaan merupakan suatu perbuatan yang menimbulkan rasa
sakit baik itu jasmani maupun rohani.

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli

1. UU No. 39 Tahun 1999


Menurut UU No. 39 tahun 1999 HAM ialah seperangkat hak yang
melekat pada hakikat setiap keberadaan manusia yang
merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak merupakan
anugerah-Nya yang haruslah untuk dihormati, dijunjung tinggi,
serta dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap
orang untuk kehormatan serta perlindungan harkat martabat
manusia.
2. John Locke
HAM merupakan suatu hak yang diberikan langsung oleh Tuhan
yang bersifat kodrati. Artinya adalah hak yang dimiliki oleh
setiap manusia menurut kodratnya dan tidak dapat dipisahkan
hakikatnya, sehingga sifatnya adalah suci.
3. David Beetham dan Kevin Boyle
Hak asasi manusia dan kebebasan fundamental adalah hak-hak
individual dan berasal dari berbagai kebutuhan serta kapasitaskapasitas manusia.
4. Haar Tilar
HAM adalah hak yang melekat pada diri tiap insan, apabila tiap
insan tidak memiliki hak-hak itu maka setiap insan tersebut

tidak bisa hidup seperti manusia. Hak tersebut didapatkan pada


saat sejak lahir ke dunia.
5. Prof. Koentjoro Poerbopranoto
Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, hak asasi manusia
adalah suatu hak yang bersifat mendasar. Hak yang telah
dimiliki setiap manusia dengan berdasarkan kodratnya yang
tidak dapat bisa dipisahkan sehingga HAM bersifat suci.
6. Mahfudz M.D.
HAM merupakan hak yang sudah melekat pada martabat setiap
manusia dan hak tersebut sudah dibawa pada saat sejak lahir ke
dunia dan pada hakikatnya hak tersebut memiliki sifat kodrati.
7. Muladi
Hak asasi manusia adalah segala hak pokok atau mendasar
yang melekat pada diri setiap manusia dalam kehidupannya.
8. Peter R. Baehr
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang bersifat mutlak dan
harus dimiliki oleh setiap insan di dunia guna perkembangan
dirinya.
9. Karel Vasak
Hak asasi manusia merupakan 3 generasi yang didapat dari
revolusi Prancis. Karel Vasak mengistilahkan generasi hal ini
karena yang dimaksud untuk merujuk pada inti serta ruang
lingkup dari hak yang menjadi suatu prioritas utama dalam
beberapa kurun waktu tertentu.
10.Miriam Budiarjo
Hak asasi manusia adalah hak yang harus dimiliki pada setiap
orang yang dibawa sjak lahir ke dunia dan menurut Miriam
Budiarjo hak tersebut memiliki sifat yang universal, hal ini
karena dimiliki tanpa adanya perbedaan ras suku, budaya,
agama, kelamin, dan sebagainya.
11.C. de Rover
Hak asasi manusia merupakan hak hukum yang harus dimiliki
oleh tiap orang sebagai manusia. Hak tersebut memiliki sifat

yang universal serta dimiliki oleh setiap orang. Hak tersebut


seringkali dilanggar, namun hak-hak tersebut tidak akan pernah
untuk dapat dihapuskan. Hak asasi merupakan hak hukum, hal
ini berarti bahwa hak tersebut merupakan hukum. Hak asasi
manusia itu sendiri dilindungi oleh konstitusi serta hukum
nasional diberbagai negara di dunia. HAM merupakan hak dasar
yang dibawa manusia sejak lahir yang merupakan anugerah
Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia haruslah dihormati,
dilindungi, dan dijunjung tinggi. Hak asasi manusia mempunyai
sifat yang universal dan abadi.
12.Austin-Ranney
Hak asasi manusia merupakan ruang kebebasan bagi setiap
individu yang dirumuskan dengan jelas dan rinci dalam
konstitusi serta sudah dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.
13.A.J.M. Milne
Hak asasi manusia merupakan suatu hak yang sudah dimiliki
oleh semua umat manusia di dunia, di segala masa, dan juga di
segala tempat karena keutamaan keberadaannya ialah sebagai
manusia.
14.Franz Magnis Suseno
Hak asasi manusia ialah hak-hak yang sudah dimiliki pada setiap
manusia dan bukan karena diberikan oleh masyarakat. Bukan
karena hukum positif yang berlaku, namun dengan berdasarkan
martabatnya sebagai seorang manusia. Manusia memiliki HAM
karena ia adalah manusia.
15.Oemar Seno Adji
Menurut Oemar Seno Adji, hak asasi manusia adalah hak yang
melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan dari
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki sifat tidak boleh
dilanggar oleh siapapun itu.
16.G.J Wolhos
Hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang sudah mengakar
serta melekat dalam diri setiap manusia dunia dan hak-hak
tersebut tidak boleh dihilangkan, karena menghilangkan hak
asasi manusia orang lain sama saja sudah menghilangkan
derajat kemanusiaan.

17.Leah Kevin
Konsepsi mengenai HAM mempunyai 2 makna dasar. Yang
pertama adalah bahwa hak-hak hakiki serta tidak dapat
dipisahkan menjadi hak seseorang hanya karena ia adalah
manusia. Hak tersebut merupakan hak moral yang berasal dari
keberadaannya sebagai seorang manusia. Makna yang kedua
dari HAM adalah hak-hak hukum, baik itu secara nasional
ataupun internasional
18.Komnas HAM
HAM adalah Hak asasi manusia yang mencakup dari berbagai
bidang kehidupan manusia, baik itu sipil, politik, sosial dan
kebudayaan, ataupun ekonomi. Bidang-bidang tersebut tidak
dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Hak-hak asasi
politik dan sipil tidak mempunyai makna apabila rakyat masih
harus saja bergelut dengan kemiskinan serta penderitaan.
Tetapi, pada lain pihak, persoalan kemiskinan, keamanan, dan
alasan yang lainnya tidak dapat digunakan untuk melakukan
pelanggaran hak asasi manusia serta kebebasan politik dan
sosial masyarakat. HAM tidak mendukung adanya
individualisme, melainkan membendungnya dengan cara
melindunginya individu, kelompok, ataupun golongan , di
tengah-tengah kekerasan kehidupan yang modern. Hak asasi
manusia merupakan tanda solidaritas yang bersifat nyata dari
suatu bangsa dengan warganya yang lemah.

Ciri Khusus Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia atau HAM mempunya beberapa ciri-ciri khusus jika
dibandingkan dengan hak-hak yang lainnya. Berikut ciri khusus hak
asasi manusia.

1. Tidak dapat dicabut, HAM tidak dapat dihilangkan atau


diserahkan.
2. Tidak dapat dibagi, semua orang berhak untuk mendapatkan
semua hak, baik itu hak sipil, politik, hak ekonomi, sosial, dan
budaya.
3. Hakiki, HAM merupakan hak asasi semua manusia yang sudah
pada saat manusia itu lahir.
4. Universal, HAM berlaku bagi semua orang tanpa memandang
status, suku, jenis kelamin, atau perbedaan yang lainnya.
Persamaan merupakan salah satu dari berbagai ide hak asasi
manusia yang mendasar.

Macam-Macam HAM

Ada bermacam-macam hak asasi manusia dan secara garis besar, hak
asasi manusia dapat digolongkan menjadi 6 macam. Berikut macammacam HAM.
1. Hak Asasi Pribadi
Hak asasi pribadi ialah hak yang masih berhubungan dengan
kehidupan pribadi manusia. Contoh dari hak asasi pribadi
sebagai berikut :
o

Hak kebebasan untuk dapat bergerak, bepergian, serta


berpindah-pindah tempat.

Hak kebebasan dalam mengeluarkan atau menyatakan


suatu pendapat.

Hak kebebasan dalam memilih dan juga aktif


berorganisasi.

Hak kebebasan dalam memilih, memeluk, dan


menjalankan agama yang diyakini oleh tiap-tiap manusia.

2. Hak Asasi Politik


Hak asasi politik ialah hak yang berhubungan dengan kehidupan
politik. Contoh dari hak asasi politik sebagai berikut :
o

Hak dalam memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan


umum.

Hak ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Hak guna dalam membuat dan mendirikan partai politik


serta mendirikan organisasi politik lainnya.

Hak untuk membuat serta mengajukan usulan petisi.

3. Hak Asasi Hukum


Hak asasi hukum ialah kesamaan kedudukan dalam hukum dan
juga pemerintahan, yaitu hak yang berhubungan dengan
berbagai kehidupan hukum dan juga pemerintahan. Contoh dari
hak asasi hukum sebagai berikut :
o

Hak guna mendapatkan perlakuan yang sama dalam


hukum serta pemerintahan.

Hak menjadi pegawai negeri sipil atau PNS.

Hak untuk mendapat layanan dan perlindungan hukum.

4. Hak Asasi Ekonomi


Hak asasi ekonomi ialah hak yang berhubungan dengan
berbagai kegiatan perekonomian. Contoh dari hak asasi ekonomi
sebagai berikut :
o

Hak kebebasan dalam melakukan berbagai kegiatan jual


beli.

Hak kebebasan dalam mengadakan perjanjian kontrak.

Hak kebebasan dalam menyelenggarakan kegiatan sewamenyewa atau utang piutang.

Hak kebebasan untuk mempunyai sesuatu.

Hak memiliki serta mendapatkan pekerjaan yang layak.

5. Hak Asasi Peradilan

Hak asasi peradilan ialah hak untuk diperlakukan sama terhadap


tata cara pengadilan. Contoh dari hak asasi peradilan sebagai
berikut :
o

Hak dalam mendapatkan pembelaan hukum di depan


pengadilan.

Hak persamaan dalam perlakuan penggeledahan,


penahanan, penyelidikan, penangkapan di muka hukum.

6. Hak Asasi Sosial Budaya


Hak asasi sosial budaya ialah hak yang brhubungan dengan
kehidupan dalam bermasyarakat. Contoh hak asasi sosial
budaya sebagai berikut :
o

Hak dalam memilih, menentukan, serta mendapatkan


pendidikan.

Hak mendapatkan pengajaran.

Hak dalam mengembangkan budaya yang sesuai dengan


bakat dan juga minat.

HAM ialah hak dasar yang sudah dimiliki oleh semua manusia. Sejak
lahir, tiap-tiap manusia/individu sudah memilikinya dan itu merupakan
anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya dalam kalangan
bermasyarakat, kita seharusnya menghormati hak-hak orang lain.
Namun pada kenyataanya sekarang masih banyak terjadi berbagai
pelanggaran dengan masalah hak asasi manusia.
Jika dilihat pada masa lampau sudah banyak terdapat berbagai
peristiwa yang sudah menyalahi hak asasi manusia, seperti misalnya
penjajahan yang dilakukan pernah terjadi yang dilakukan oleh Belanda
dan Jepang terhadap Indonesia.

Selain itu masih banyak


contoh-contoh yang lainnya yang sudah banyak terjadi setelah

Indonesia merdeka. Beberapa di antaranya bahkan hingga


menimbulkan banyak korban yang berjatuhan. Berikut beberapa
contoh mengenai penyelewengan hak asasi manusia yang pernah
terjadi di Indonesia. Yang mungkin hingga saat ini sudah banyak yang
masih tanda tanya.

Pelanggaran HAM di Indonesia


1. Kasus tragedi 1965-1966

Sejumlah jenderal telah dibunuh dalam peristiwa 30 September


tahun 1965. Pemerintahan pada masa orde baru menuding
Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai penyebab masalahnya.
Lalu pemerintahan pada saat itu membubarkan organisasi Partai
Komunis Indonesia tersebut serta melakukan berbagai razia
terhadap simpatisan partai tersebut.
Razia tersebut dikenal dengan operasi pembersihan partai
komunis Indonesia (PKI). Komnas HAM telah memperkirakan
bahwa setidaknya 500.000 hingga 3 juta warga tewas dibunuh
pada saat itu. Ribuan warga lainnya diasingkan serta jutaan
orang lainnya hidup dibawah bayang-bayang cap PKI hingga
bertahun-tahun.
Dalam peristiwa tersebut, Komnas HAM malah balik menuding
Komando Operasi Pemulihan Kemanan serta semua panglima
militer [ada daerah yang menjabat pada saat itu sebagai pihak
yang bertanggungjawab.
Sampai saat ini, kasus tragedi 1965-1966 masih ditangani oleh
Kejaksaan Agung. Akan tetapi penanganannya lamban dan pada
tahun 2013 lalu, Kejaksaan mengembalikan berkas-berkas

tersebut kepada Komnas HAM, dengan alasan data yang di


dapat kurang lengkap.
2. Kasus penembakan misterius (Petrus) pada tahun 1982-1985

Penembakan misterius atau dapat disebut juga dengan Petrus


alias operasi clurit merupakan sebuah operasi rahasia yang
digelar oleh mantan Presiden Soeharto dengan dalih untuk
mengatasi tingkat kejahatan yang tinggi pada saat itu.
Operasi tersebut meliputi operasi penangkapan dan juga
pembunuhan terhadap orang yang dianggap mengganggu
ketentraman dan keamanan masyarakat, khususnya di daerah
Jakarta dan juga Jawa Tengah. Pelakunya tidak jelas, tidak
pernah tertangkap, dan tidak pernah diadili.
Hasil dari operasi clurit, sebanyak 532 orang tewas pada tahun
1983. Dari jumlah tersebut, 367 orang tewas yang diakibatkan
karena luka tembakan. Kemudian tahun 1984, tercatat sekitar
107 orang tewas dan di antaranya 15 orang tewas akibat
ditembak. Selang setahun kemudian, tercatat 74 orang tewas
dan 28 di antaranya tewas akibat ditembak.
Korban Tembakan Misterius tersebut selalu ditemukan dalam
keadaan tangan dan lehernya terikat. Sebagian besar dari
korbannya juga dimasukkan ke karung dan ditinggal di pinggir
jalan, depan rumah, buang ke sungai, kebut, laut, dan hutan
3. Tragedi Semanggi dan Kerusuhan pada Mei Tahun 1998

Pada tanggal 13 hingga 15 Mei 1998, terjadi berbagai kerusuhan


massif yang terjadi hampir di seluruh tanah air. Puncaknya
kerusuhan ini di Jakarta. Kerusuhan ini diawali dengan kondisi
krisis finansial Asia yang semakin hari semakin memburuk. Dan
dipicu oleh tewasnya 4 anggota mahasiswa Universitas Trisakti
yang terkena tembakan dalam demonstrasi pada 12 Mei tahun
1998.
Dalam proses hukumnya, Kejaksaan Agung menyatakan, kasus
tersebut dapat ditindak lanjuti apabila ada rekomendasi dari DPR
ke Presiden. Karena belum adanya rekomendasi, Kejaksaan
Agung mengembalikan berkas penyelidikan tragedi tersebut
kepada Komnas HAM. Namun, Kejaksaan Agung beralasan
bahwa kasus ini tidak bisa ditindak lanjuti karena DPR sudah
memutuskannya, bahwa tidak ditemukan pelanggaran hak asasi
manusia berat di dalamnya.
Dalih lainnya, Kejaksaan Agung beranggapan bahwa kasus
penembakan Trisakti sudah diputus oleh Pengadilan Militer pada
tahun 1999, sehingga tidak perlu diadili untuk yang kedua
kalinya.
4. Kasus terbunuhnya seorang aktivis HAM Munir Said Thalib

Munir Said Thalib ditemukan meninggal dalam pesawat jurusan


Jakarta-Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pada saat
itu ia berumur 38 tahun. Munir Said Thalib merupakan aktivis
HAM paling vokal di tanah air. Jabatan terakhirnya ialah Direktur
Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia Imparsial.
Saat menjabat menjadi Dewan Kontras,
namanya mencuat sebagai pejuang bagi
orang-orang hilang yang diculik pada kala itu. Pada saat itu ia
membela para aktivis yang merupakan korban penculikan Tim Mawar
dari Kopasus Tentara Nasional Indonesia. Setelah Soeharto sudah jatuh
tidak menjadi presiden, penculikan itu menjadi alasan dalam
pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto serta diadilinya para
anggota tim Mawar.
Namun, sampai saat ini, kasus tersebut hanya mengadili seorang pilot
maskapai Garuda yang bernama Pollycarpus Budihari Priyanto. Polly
mendapatkan vonis hukuman penjara selama 14 tahun lamanya
karena ia terbukti berperan sebagai salah satu pelaku yang meracuni
Munir dalam penerbangan menuju Amsterdam. Namun, sampai saat ini
sudah banyak pihak yang meyakini bahwa Polly bukan otak
pembunuhan tersebut.
5. Tragedi Wamena Berdarah pada tanggal 4 April 2003

Tragedi Wamena berdarah terjadi pada tanggal 4 April 2003


pukul 01.00 waktu Papua. Terdapat sekelompok massa yang
tidak dikenal membobol sebuah gudang bersenjata Markas
Kodim 1702/Wamena. Penyerangan tersebut menewaskankan 2
anggota Kodim, yaitu Lettu TNI AD Napitupulu serta Prajurit
Ruben Kana yang keduanya merupakan penjaga gudang senjata.
Kelompok penyerang tersebut diduga membawa lari sejumlah
senjata dan juga amunisi. Dalam rangka pengejaran terhadap
pelaku pembobolan gedung bersenjata tersebut, aparat TNI-Polri
diduga melakukan penyisiran, penyiksaan, perampasan secara
paksa, penangkapan sehingga pada saat itu menimbukan
korban jiwa serta pengungsian penduduk yang dilakukan secara
paksa.
Tercatat 42 orang meninggal dunia yang disebabkan karena
kelaparan dan sebanyak 15 orang jadi korban perampasan.
Komnas HAM menemukan pemaksaan penanda tanganan surat
pernyataan dan perusakan fasilitas umum. Proses hukum atas
kasus ini sampai saat ini masih buntu. Terjadi tarik ulur diantara
Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung. Sementara tersangka
terus dapat menikmati hidupnya, mendapatkan sebuah
kehormatan sebagai pahlawan, dan menerima kenaikan pangkat
serta promosi jabatan tanpa tersentuh hukum sekalipun.

Dalam perwujudannya, hak asasi manusia tidak mampu untuk


dilaksanakan secara mutlak, hal ini karena melanggar hak asasi orang
lain. Dalam memperjuangkan hak sendiri dengan mengabaikan hakhak orang lain, merupakan suatu tindakan yang sangatlah tidak terpuji.
Kita haruslah menyadari bahwasannya hak asasi kita selalu berbatasan
dengan hak-hak asasi orang lain, namun karena itulah ketaatan
terhadap peraturan menjadi sangat penting.

Posted by Muhammad Yovi


Read more: http://woocara.blogspot.com/2015/10/pengertian-hammacam-macam-ham-contoh-pelanggaran-ham.html#ixzz4LRpvPTfq

Pengertian HAM beserta dengan jenis dan contohnya

HAM (Hak Asasi Manusia)

Pengertian HAM
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dimiliki oleh suatu
individu sejak ia masih di dalam kandungan hingga sampai dia lahir.
HAM berlaku di seluruh dunia atau bersifat Universal, HAM berbeda
dengan hak warga negara HAM dapat dimiliki oleh semua kalangan
orang selama dia masih bisa disebut sebagai manusia sedangkan Hak
Warga Negara adalah hak yang hanya dimiliki seseorang di negaranya
sendiri
Jenis-jenis HAM

Hak Asasi Pribadi

Hak Asasi Sosial dan Budaya

Hak Asasi atas perlakuan yang sama di mata hukum dan


pemerintahan

Hak Asasi atas perlakuan yang sama di mata pengadilan

Hak Asasi Politik

Hak Asasi Ekonomi

Pelanggaran HAM

Pelanggaran suatu HAM dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :


1. Kasus pelanggaran HAM Berat
A. Kejahatan Genosida atau Pembunuhan Massal suatu
Kelompok
Genosida adalah kejahatan yang dilakukan dengan tujuan untuk
memusnahkan atau menghancurkan suatu kelompok bangsa, etnis,
ras, agama bahkan suatu negara.
B. Kejahatan Kemanusiaan
Kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan yang dilakukan berupa
serangan yang dilakukan atau ditujukan terhadap penduduk sipil
seperti pengusiran penduduk secara paksa, pembunuhan,penyiksaan,
perbudakkan dan sebagainya.

2. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat ringan

Pemukulan

Penganiayaan

Pencemaran nama baik

Membatasi orang mengekspreksikan dirinya

Menghilangkan nyawa orang lain

Bentuk Pelanggaran HAM yang Perlu Anda Ketahui


Bentuk - Bentuk Pelanggaran HAM ( Hak Asasi Manusia ) dan
Sifat Pelanggaran HAM - Kita sudah sering mendengar berita di
televisi kasus kasus pelanggaran HAM, baik itu pembunuhan, begal,
pembantaian, penyiksaan, korupsi, premanisme, pemerkosaan, dan
lain sebagainya.

Sudah sangat banyak peristiwa pelanggaran HAM di sekitar kita,


bahkan tanpa kita sadari sudah terjadi berkali kali. Bahkan di
lingkungan sekolah pun ada, misalnya saja bullying sesama teman,
pengeroyokan, tawuran pelajar, mencontek, membuang sampah
sembarangan
dan
lain
sebagainya.

Namun

tahukah

sobat

pelanggaran

HAM

macam

apa

itu

Untuk lebih paham pelanggaran HAM, baca ini : Contoh kasus


pelanggaran
HAM
di
Indonesia
Untuk menjawabnya, berikut adalah bentuk pelanggaran HAM yang
sering terjadi dan dapat dikategorikan dalam 2 bentuk.
A. BENTUK PELANGGARAN HAM
1.

Penyiksaan

Penyiksaan adalah salah satu bentuk perbuatan yang dilakukan oleh


seseorang maupun kelompok dan dipengaruhi oleh unsur kesengajaan
sehingga menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat, baik rasa sakit
rohani
maupun
jasmani
kepada
seseorang.
2.

Diskriminasi

Diskriminasi adalah tindakan pelecehan, pembatasan, atau pengucilan


yang secara sengaja dilakukan oleh kelompok masyarakat terhadap
seseorang atas dasar suku, agama, ras, kelompok, budaya, etnik, jenis
kelamin, bahasa, keyakinan dan politik yang selanjutnya berimbas
pada pengurangan, bentuk penyimpangan atau penghapusan hak
asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik secara
individu, maupun kolektif di dalam berbagai aspek kehidupan.
B. SIFAT PELANGGARAN HAM
Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dapat dibagi menjadi 2 lagi,
yaitu :

Pelanggaran HAM Ringan adalah pelanggaran HAM yang


tidak mengancam keselamatan jiwa manusia, tetapi jika
dibiarkan atau tidak ditanggulangi dapat membahayakan.

Contohnya adalah pencemaran lingkungan ( membuang sampah di


sungai jika tidak ditindak dengan tegas maka kegiatan tesebut akan
selalu dilakukan hingga menyebabkan banjir ).

Pelanggaran HAM Berat adalah pelanggaran HAM yang


berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa manusia.

Contohnya
adalah
pembunuhan,
penyiksaan,
perampokan,
perbudakan, penganiayaan, penyanderaan, penembakan, dan lain
sebagainya.
C. BENTUK PELANGGARAN HAM MENURUT DASAR HUKUM
Di dalam Undang- Undang RI Nomor 26 Tahun 2000 tentang
Pengadilan HAM, Pelanggaran HAM berat dapat dikategorikan menjadi
dua,
yaitu
:
1.

Kejahatan

Genosida

Kejahatan Genosida adalah segala perbuatan yang dilakukan dengan


maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh maupun sebagian
bangsa, ras, kelompok, maupun agama secara besar besaran dengan
rangkaian penyiksaan, pembantaian dan pembunuhan dengan tujuan
untuk
kepentingan
kelompok
tertentu.
Kejahatan Genosida dapat dilakukan dengan cara :

Membuat anggota kelompok menderita akibat penderitaan fisik


dan mental yang sangat berat.

Menciptakan
kondisi
kehidupan
kelompok
yang
bisa
mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau
sebagiannya.

Membunuh setiap anggota kelompok baik secara perlahan


ataupun sekaligus dalam skala besar.

Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu


ke dalam kelompok yang lain.

2.

Kejahatan

Terhadap

Kemanusiaan

Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang


dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik
yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung
terhadap penduduk sipil, yang berupa :

Perbudakan, yakni segenap tindakan yang dilakukan dengan


cara mengekspoitasi tenaga orang lain dengan paksaan dan
terang-terangan.

Kejahatan apartheid, yakni sistem pemisahan ras yang


diterapkan oleh suatu pemerintahan bertujuan untuk melindungi
hak istimewa dari suatu ras atau bangsa.

Pemusnahan, yakni segenap tindakan yang dilakukan dengan


sengaja sekiranya menyangkut hidup mati seseorang. Misalnya,
menghambat pemasokan obat-obatan dan makanan yang dapat
membuat orang sangat merasa menderita.

Penyiksaan, yakni tindakan yang secara sengaja menimbulkan


penderitaan baik fisik maupun psikis terhadap diri orang lain.

Pembunuhan, yakni perbuatan yang dilakukan dengan maksud


menghilangkan nyawa ( hak hidup ) orang lain, baik dilakukan
secara spontan maupun secara terencana.

Perampasan kekerdekaan dan hak milik, yakni tindakan


yang dilakukan dengan cara menghambat kebebasan orang lain
dalam hal-hal yang dibenarkan oleh hokum, serta tidak
mengakui adanya hak milik yang melekat pada diri tiap-tiap
orang.

Pemerkosaan dan perbudakan seksual, yakni tindakan


melkakukan hubungan seksual dengan orang lain di bawah
ancaman dan paksaan.

Pengusiran, yakni tindakan pemindahan secara paksa dan


diluar ketentuan hokum, dilakukan terhadap orang-orang yang
bermukim di suatu tempat yang telah sah menjadi tempat
tinggalnya.

Penghilangan orang secara paksa, yakni tindakan yang


dilakukan dengan sengaja berupa penculikan target, lalu
membuangnya
kesuatu
tempat
yang
sulit
dilacak
keberadaannya.

Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik


lain dengan sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas)
ketentuan pokok hukum internasional.

Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa,


pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa
atau segala bentuk kekerasan seksual lainnya yang setara.

Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu maupun


perkumpulan yang didasari dengan persamaan paham politik,
ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau
alasan lainnya yang telah diakui secara universal sebagai hal
yang dilarang menurut hukum internasional.

Semua Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) tersebut umumnya


mengarah pada bentuk pelanggaran kepada hak kebebasan, hak
hidup, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan, dan hak

kebahagiaan

yang

dimiliki

oleh

setiap

manusia.

Pelanggaran HAM berat ataupun pelanggaran HAM ringan tetap saja


merupakan salah satu bentuk penyelewengan terhadap HAM. Segala
sesuatu yang melanggar HAM sebenarnya telah menghina harkat dan
martabat
umat
manusia.
Baca juga : Perilaku yang mendukung upaya penegakkan HAM di
Indonesia
Perbuatan yang menyimpang dan melanggar tentunya tidak baik untuk
dilakukan. Jadi, sebagai generasi penerus bangsa sobat harus
menjunjung tinggi HAM dalam diri sobat dan berusaha untuk menjauhi
hal-hal yang dapat mendorong diri untuk melakukan pelanggaran HAM
tersebut. Intinya Bentuk pelanggaran HAM dibedakan menjadi 2, yaitu
diskriminasi dan penyiksaan.
Adapun menurut Undang- Undang RI Nomor 26 Tahun 2000
tentang Pengadilan HAM, Pelanggaran HAM berat dapat dikategorikan
menjadi dua, yaitu kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan.