Anda di halaman 1dari 9

BAB 11 UANG PENDANAAN KEGIATAN USAHA DAN PERANAN SISTEM

FINASIAL
A. Fungsi dan Peranan uang dalam perekonomian
1. Fungsi uang :
a. Fungsi Asli Uang
a) Sebagai alat tukar (medium of exchange) Alat tukar merupakan fungsi utama
uang karena pada dasarnya penggunaan uang adalah untuk memudahkan
pertukaran. Adanya uang menjadikan perusahaan lebih fleksibel karena antara
pembeli dan penjual tidak perlu memiliki keinginan timbal balik seperti pada
pola Barter.
b) Sebagai satuan hitung (unit of account) Fungsi uang sebagai satuan hitung
sudah merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya satuan hitung, orang akan
sulit menentukan nilai atau harga suatu barang dan jasa.
b. Fungsi Turunan uang
a) Sebagai alat pembayaran.
b) Sebagai penimbun kekayaan Uang adalah bagian kekayaan seseorang atau
perusahaan. Ini berarti menyimpan uang sama artinya dengan menyimpan
kekayaan.
c) Sebagai pemindah kekayaan Seseorang yang memiliki suatu kekayaan dapat
di pindahkan ke dalam bentuk kekayaan lain dengan perantara uang. Dengan
demikian, uang juga dapat dijadikan alat untuk pemindah kekayaan.
d) Sebagai penunjang kegiatan ekonomi dan social
e) Sebagai alat pembayar hutang.
2. Peranan uang dalam perekonomian
a) Memudahkan pertukaran barang dan jasa.
b) Mempersingkat waktu dan usaha yang di perlukan untuk melakukan
perdagangan.
B. Masalah Pendanaan Dalam Kegiatan Perusahaan
Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk
mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan. Untuk itu biasanya perusahaan
melakukannya dengan cara memperkirakan jumlah dan penetapan waktu investasi dan
pembiayaan yang diperlukan. Dalam membuat rencana keuangan, seorang pengusaha atau
wiraswasta harus memiliki sikap positif sehingga dalam aktivitasnya merencanakan keuangan
mengikuti langkah berikut :

Menetapkan tujuan perencanaan keuangan perusahaan secara tepat.

Menggunakan

perencanaan

keuangan

mengkomunikasikannya dengan pihak terkait.


1

sebagai

motivator

dan

berusaha

Memastikan bahwa proses perencanaan diikuti pula oleh pengendalian dan selalu
mengkomunikasikannya oleh pihak terkait.

Mengevaluasi strategi-strategi keuangan alternatif.

Mengumpulkan dan menetapkan target efisiensi baik jangka pendek maupun jangka
panjang.

Mengembangkan sebuah perencanaan dengan membandingkan terhadap prestasi


standar yang sudah ditetapkan.

Memeriksa kebenaran perencanaan keuangan secara menyeluruh.

Meninjau kembali perencanaan keuangan serta merevisinya sehingga lahir kombinasi


strategi yang tepat.

Jika perencanaan keuangan telah dilakukan dengan baik maka masalah keuangan perusahaan
akan dapat dikelola dengan baik pula. Hal ini sesuai dengan tujuan dari perencanaan keuangan
yaitu :
a)
b)
c)
d)
e)

Meningkatkan investasi dalam usaha.


Perubahan imbalan untuk para wirausaha.
Meningkatkan kemampuan laba dalan usaha.
Dapat memberikan harapan terhadap oertumbuhan usaha.
Meningkatkan efisiensi usaha.
Selanjutnya untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat

mencapai tujuan tersebut, lakukan evaluasi dan analisislah rencana keuangan tersebut,berikut
antara lain cara perhitungannya dan analisisnya:
1. Dana Perusahaan Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi,
karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya
usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge Xpenditures)
Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital Xpenditures)
2. Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang,
perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan
modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga
dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.
3. Sumber Dana Jangka Pendek.
Sumber dana jangka pendek meliputi :
Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang
telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian.
2

Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured Short Term Loan), merupakan
sumber dana jangka pendek yang sangat penting.
Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short Term Loan), Pinjaman ini
merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan jenis
pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.
Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar
sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah
terpenuhi.
Commercial Paper, adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahan
besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui factoring yaitu
dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5faktor (perusahaan pembeli
piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.
4. .Sumber Dana Jangka Panjang.
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi
pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias memulai
usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan.
Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :
Pembiayaan Melalui Utang :
a) Utang jangka panjang
b) Obligasi perusahaan
Pembiayaan Dengan Modal Sendiri (Equity Financing) :
a) Saham biasa
b) Laba ditahan
5. Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan
pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran Modal sebagai Suatu Konsep Investasi Dikatakan sebagai suatu
konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan suatu pengikatan
(penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang
dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan
keterika tan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta
mengandung resiko.
Jenis Investasi
Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :
Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
3

Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit investment)
Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).
Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas
Investasi yang tidak menghasilkan laba.
Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.
Investasi dalam Perluasan Usaha
C. Peranan Sistem Finansial Dalam Mengalirkan Dana
Bank dunia (World Bank) mendefinisikan system keuangan (financial system) sebagai suatu
system yang mengatur transfer dana antara pihak yang kelebihan dana(sarver) dan pihak
yang membutuhkan dana (borrower) agar tercapai alokasi dana yang efisien serta
menyediakan fasilitas keuangan termasuk system pembayaran yang diperlukan dalam
pembiayaan kegiatan bisnis. Dalam sistem keuangan ini, yang terjadi tidak hanya transfer
dana tapi juga transfer resiko khususnya kepada para pemiliki dan pemegang saham.
Suatu system keuangan diperlukan dan menjadi penting dalam mengatur aliran dana antara
saver dan borrower disebabkan oleh system keuangan dapat membantu perusahaan untuk
membuat keputusan yang tepat berdasarkan cash flow dan sumber daya yang ada. Ini
merupakan informasi bagi perusahaan agar dapat efisien dalam mengalokasikan sumberdaya
yang dimiliki. Disamping itu, system keuangan diperlukan untuk memonitor dana
(membandingkan antara pengeluaran dengan pendapatan) sehingga perusahaan mengetahui
kondisi dan prospek usahanya. Sistem keuangan juga dapat menjamin bahwa dana yang
diperlukan ditempatkan pada tempat yang tepat untuk menyelesaikan sebuah kegiatan
produksi. Secara jelas, aliran dana dalam sistem keuangan dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1

Sumber: Federal Reserve Flow of Funds (www.federalreserve.gov/release/z1)


Berdasarkan gambar 1, ada dua jenis pembiayaan yang dilakukan dalam sistem keuangan
yaitu pembiayaan langsung dan pembiayaan tidak langsung. Pada pembiayaan langsung,
lender-server langsung berhubungan dengan borrower-spenders melalui pasar keuangan.
Sementara pembiayaan tidak langsung, hubungan antara pemilik dana dan yang
membutuhkan dana membutuhkan bantuan lembaga intermediaries keuangan. Lender-saver
menyimpan uangnya pada institusi keuangan,kemudian institusi keuangan memberikan
pinjaman kepada yang membutuhkan dana (borrower) dan sebahagiannya di investasikan
dalam pasar keuangan.
Fungsi Pasar Keuangan
Pasar keuangan memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a) Melakukan fungsi dasar dalam mengalirkan dana dari pelaku ekonomi yang memiliki
kelebihan dana kepada mereka yang kekurangan dana
b) Meningkatkan efisiensi ekonomi dengan menghasilkan alokasi kapital yang efisien
untuk meningkatkan produksi
c) Secara langsung meningkatkan kepuasan konsumen dengan meningkatkan daya beli
yang lebih baik
Struktur Pasar Keuangan
Dalam pasar keuangan pasar dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
a) Hutang dan pasar Equity Equity adalah total assets dikurangi total liabilities, dimana
ini juga diartikan sebagai kekayaan pemegang saham (shareholders equity) atau net
worth atau nilai buku (book value).
b) Pasar Primer dan Pasar Sekunder (Primary and Secondary Markets. Pasar primer
adalah

pasar

dimana

bank-bank
5

investasi

menyediaka

sekuritas

untuk

diperdagangkan. Sementara pasar sekunder adalah tempat bertransaksi dan bekerjanya


para broaker dan dealer dalam membeli dan menjual sekuritas. Para investor
mendapatkan share melalui dua jenis pasar ini yaitu pasar primer dan pasar sekunder.
mLebih jelasnya di dalam pasar primer, sekuritas diperjualbelikan secara langsung
oleh

perusahaan

kepada

public

sementara

dalam

pasar

sekunder

saham

diperdagangkan diantara dua investor. Dengan kata lain, sebuah perdagangan


diaktakan pasar primer adalah ketika share pertama kali dibeli oleh investor secara
langsung dari perusahaan atau bank investasi. Setelah itu, setiap saham yang
diperdagangkan akan masuk ke dalam pasar sekunder untuk diperdagangkan diantara
para investor. Di dalam pasar primer, penetapan harga sering dilakukan lebih awal
oleh para perusahaan. Sementara di dalam pasar sekunder, harga sekuritas ditentukan
oleh kekuatan demand dan supply.
c) Exchanges
and
Over-the-Counter

(OTC)

untuk memperdagangkan instrumen keuangan seperti

Markets

adalah

pasar

stock, bonds, commodities

atau derivatif secara langsung antara dua belah pihak (langsung dari bank investasi
kepada nasabahnya secara langsung)
d) Money and Capital Markets (pasar uang dan pasar modal. Perbedaan antara pasar
uang dan pasar modal adalah periode waktunya. Pasar uang (Money markets) terjadi
pada instrumen hutang jangka pendek( short-term debt instruments). Sementara pasae
modal terjadi pada instrumen ekuitas dan hutang jangka panjang (longer-term debt
and equity instruments)
Berikut adalah contoh dari instrument-instrumen yang ada dalam pasar uang:
Pasar Keuangan Internasional
Dalam pasar keuangan internasional ada 4 jenis sekuritas yang diperdagangkan yaitu; foreign
bond,euro bond, Eurocurrencies dan pasar stock dunia. Foreign Bonds, dijual di luar negeri
dan dijual dengan menggunakan mata uang negara tersebut. Eurobondbond, dijual dengan
menggunakan satu mata uang yang sudah disepakati bukan menggunakan mata uang negaranegara yang ada di dalamnya. Eurocurrencies, mata uang luar negeri yang didepositokan di
bank di luar negara tersebut, misalnya Eurodollars, yaitu U.S. dollars yang disimpan pada
bank luar negeri yang berkantor juga di luar negeri atau foreign branches of U.S. banks

Fungsi Intermediaris Keuangan: Pembiayaan tidak langsung


Lembaga intermediasi keuangan dibangun untuk membantu dalam pembiayaan tidak
langsung antara lender dan borrower. Dalam pembiayaan tidak langsung ini, lembaga
intermediasi keuangan memiliki 3 fungsi yaitu menurunkan biaya transaksi (lower
transaction costs) karena pembiayaan akan ditentukan berdasarkan skala ekonominya dan
jasa likuiditas.
Lembaga intermediasi keuangan ini juga dapat menurunkan resiko, karena dengan adanya
lembaga intermediaries, maka resiko akan dibagi sehingga resiko keuangan yang ada tidak
hanya ditanggung oleh satu orang. Hal ini disebbakan oleh adanya perpindahan asset dari satu
orang kepada orang lain. Selain itu, resiko juga dapat diminimalisir karena adanya
diversifikasi dalam produk perbankan (institusi keuangan). Lembaga intermediaries juga
dapat menurunkan tingkat asymmetric information yang dapat menimbulkan adverse
selection yang biasanya terjadi sebelum transaksi keuangan. Hal ini akan lebih meningkatkan
kehati-hatian dalam menilai peminjam yang beresiko. Asymmetric information juga dapat
menimbulkan moral hazard yang biasannya terjadi setelah transaksi keuangan, seperti apakah
peminjam akan mengembalikan pinjaman atau tidak.
Tabel berikut adalah bentuk-bentuk dari asset dan liabilities primer dari intermediasi
keuangan;

Sumber: Federal Reserve Flow of Funds (www.federalreserve.gov/release/z1)

Regulasi Sistem Keuangan


Regulasi sistem keuangan dilakukan untuk meningkatkan jumlah informasi yang disediakan
bagi para investor. Dengan adannya regulasi sistem keuangan, diharapkan lembaga
intermediasi keuangan semakin mampu mengurangi segala jenis resiko seperti masalah
adverse selection dan moral hazard serta insider trading. Disamping itu, regulasi tersebut juga
dapat memperkuat keberadaan dari intermediasi keuangan terhadap:

Restrictions on entry
Disclosure
Restrictions on Assets and Activities
Deposit Insurance
Limits on Competition
Restrictions on Interest Rates

Yang contohnya dapat dilihat pada table 5.


8