Anda di halaman 1dari 21

MINERAL MAKRO

Di Susun Oleh :
1.
2.

Annisa Ratna N
Dyan Hera W
3. Ferra Kartika D
4. Gandhung H.L
5. Rizkia A.L

( 4411411031 )
( 4411411037 )
(44114110
)
( 44114110 )
( 44114110 )

FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM

Universitas Negeri Semarang


2011
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh
makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal sebagai
zat anorganik atau kadar abu. Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abu
dalam bentuk senyawa anorganik sederhana.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak
atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral esensial dan
nonesensial. Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses
fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Mineral
nonesensial adalah mineral yang perannya dalam tubuh makhluk hidup belum diketahui
dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Beberapa contoh mineral esensial yaitu
natrium, klor, kalsium, fosfor, magnesium, dan belerang, sedadankan mineral non
ensensial yaitu aluminium, boron, dan vanadium.
Ketersediaan mineral dalam tubuh dapat dipenuhi melalui konsumsi buah-buahan,
sayuran, daging, susu dan lain-lain. Selain melalui konsumsi makanan alami tersebut,
kebutuhan mineral juga dapat dipenuhi melalui konsumsi suplemen dalam bentuk pil atau
kapsul
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian mineral makro?
2. Apakah fungsi mineral secara umum?
3. Bagaimanakah penggolongan mineral?
4. Apa saja jenis jenis, sumber, fungsi, dan jumlah kebutuhan mineral makro?
5. Bagaimana proses absorbsi dan ekskresi mineral makro?
6. Apa akibat kekurangan dan kelebihan mineral makro
BAB II

PEMBAHASAN
A. Mineral
Mineral merupakan bagian tubuh yang memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh, baik tingkat sel, jaringan, organ, maupun fungsi tubuh secara
keseluruhan.
Dalam tubuh, mineral-mineral ada yang bergabung dengan zat organik, ada pula
yang berbentuk ion-ion bebas. Di dalam tubuh unsur mineral secara umum memiliki
fungsi pembangunan dan pengatur. Secara lebih detail fungsi mineral dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Komponen penting senyawa dalam tubuh sebagai penyusun struktur tulang dan gigi
(Kalsium dan Fosfor)
2. Kofaktor/metaloenzim dalam reaksi biologis.
Mineral akan berkaitan dengan enzim tertentu dan mengaktifkan enzim yang
bersangkutan, sehingga berbagai reaksi biologis dalam tubuh dapat terus
berlangsung. Selain itu, mineral berkaitan dengan komponen protein dan
mempengaruhi aktivitas protein yang bersangkutan, yakni peran besi sebagai bagian
dari hemoglobin pada sel darah merah.
3. Fasilitator penyerapan dan transport zat gizi.
Penyerapan dan transport beberapa zat gizi sangat bergantung pada beberapa mineral,
seperti sodium yang berperan penting dalam penyerapan karbohidrat dan kalsium
yang memfasilitasi penyerapan vitamin B12.
4. Menjaga keseimbangan asam-basa tubuh.
Sebagian besar reaksi kimia di tubuh dapat berlangsung bila keasaman cairan tubuh
sedikit di atas netral. Keasaman cairan tubuh sangat ditentukan oleh konsentrasi
relative dari ion H+ dan OH- . Beberapa mineral memiliki tendensi untuk berikatan
dengan ion lainnya.
5. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Mineral dalam bentuk ion mempunyai pengaruh besar terhadap perpindahan cairan
tubuh baik dari luar sel maupun inter sel ke pembuluh darah. Mekanisme ini secara

keseluruhan turut serta mengontrol keseimbangan cairan di seluruh tubuh sehingga


proses metabolisme dapat terus berlangsung.
6. Penghantar impuls saraf.
Prinsip mekanisme ini adalah perpindahan ion mineral antar sel saraf di sepanjang
serabut saraf. Mineral yang berperan terutama adalah Natrium dan Kalium yang
bekerja menghantarkan impuls antar membran sel serta kalsium yang akan
merangsang keseluruh saraf untuk mengeluarkan molekul Neuro transmitter,
mengikatnya dan menghantarkan ke sel saraf lain.
7. Regulasi kontraksi otot, yakni mineral yang terdapat di antara sel yang berperan
dalam aktifitas otot.
Kontraksi otot memerlukan ion kalsium dalam jumlah cukup. Sedangkan relaksasi
otot dapat berlangsung normal berkat aktivitas ion Natrium, Kalium dan
Magnesium..
Mineral terbagi dua, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro
adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan
mineral mikro adalah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah kurang dari 100 mg
sehari.Mineral dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan.
Berikut tabel yang menampilkan mineral makro dan mikro dan jumlahnya dalam
tubuh:
Tabel 6.1. Mineral esensial dan jumlahnya dalam tubuh.

B. Mineral Makro
Yang termasuk mineral makro antara lain:
1. Natrium (Na)
2. Klorida (Cl)
3. Kalium (K)
4. Kalsium (Ca)
5. Fosfor (P)
6. Magnesium (Mg)
7. Sulfur (S)
1. NATRIUM (Na)
a. Definisi dan Pendahuluan
Natrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler . 35-40 % terdapat
dalam kerangka tubuh. Cairan saluran cerna, sama seperti cairan empedu dan
pancreas mengandung banyak natrium.

b. Sumber

Sumber utama Natrium adalah garam dapur (NaCl). Sumber natrium yang lain
berupa monosodium glutamate (MSG), kecap dan makanan yang diawetkan dengan
garam dapur. Makanan yang belum diolah, sayur dan buah mengandung sedikit
natrium. Sumber lainnya seperti susu, daging, telur, ikan, mentega dan makanan laut
lainnya.
Tabel 6.2. Kandungan natrium dalam bahan makanan (mg/100g)
Bahan

mg

Bahan makanan

Mg

n
Daging

93

Margarin

950

saping

11

Susu kacang kedelai

15

Hati

Roti cokelat

500

sapi

20

Roti putih

530

Ginjal

Kacang merah

19

sapi

19

Kacang mende

26

Telur

Jambu monyet, biji

26

bebek

15

Selada

14

Telur

Pisang

18

ayam

59

Teh

50

Ikan

13

Cokelat manis

33

ekor

Ragi

610

kuning

18

Sardin

Udang

88

segar

Ten

36

kering

40

Susu

78

sapi

Makana

Yogurt
Mentega

c. Fungsi
1. menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen ekstraseluer.
2. Mengatur tekanan osmosis yang menjaga cairan tidak keluar dari darah dan masuk
ke dalam sel.
3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh dengan mengimbangi zat-zat yang
membentuk asam.
4. Berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot.
5. Berperan dalam absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat gizi lain melalui
membrane, terutama melalui dinding usus sebagai pompa natrium.
d. Dampak Kekurangan dan Kelebihan serta AKG
Akibat kekurangan natrium adalah sebagai berikut:
1. menyebabkan kejang, apatis dan kehilangan nafsu makan
2. dapat terjadi setelah muntah, diare, keringat berlebihan, dan diet rendah natrium
Akibat kelebihan natrium dapat menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut
menyebabkan edema dan hipertensi.
Jadi, taksiran kebutuhan untuk orang dewasa yaitu 500 mg/hari.
e. Absorpsi dan Metabolisme
Natrium diabsorpsi di usus halus secara aktif (membutuhkan energi), lalu
dibawa oleh aliran darah ke ginjal untuk disaring kemudian dikembalikan ke aliran

darah dalam jumlah cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah.
Kelebihan natrium akan dikeluarkan melalui urin yang diatur oleh hormone aldosteron
yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal jika kadar natrium darah menurun.
2. KLORIDA (Cl)
a. Definisi dan Pendahuluan
Klor merupakan anion utama cairan ekstraselular. Konsentrasi klor tertinggi adalah
dalam cairan serebrospinal (otak dan sumsum tulang belakang), lambung dan
pancreas.

b. Sumber
Klor terdapat bersamaan dengan natrium dalam garam dapur. Beberapa
sayuran

dan buah juga mengandung klor.

c. Fungsi
1. berperan dalam memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit dalam cairan
ekstraseluler.
2.Memelihara suasana asam dalam lambung sebagai bagian dari HCL, yang
diperlukan untuk bekerjanya enzim-enzim pencernaan.

3.Membantu pemeliharaan keseimbangan asam dan basa bersama unsur-unsur


pembentuk asam lainnya
4.Ion klor dapat dengan mudah keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam
plasma darah guna membantu mengangkut karbondioksida ke paru-paru dan
keluar dari tubuh.
5.Mengatur system rennin-angiotensin-aldosteron yang mengatur keseimbangan
cairan tubuh.
d. Dampak Kekurangan dan Kelebihan serta AKG
Kekurangan klor terjadi pada muntah-muntah, diare kronis, dan keringat
berlebihan. Dan jika kelebihan juga bisa membuat muntah. Jadi AKG minimum
klor sehari sebesar 750 mg.
e. Absorpsi dan Eksresi Klor
Klor diabsorpsi di usus halus dan dieksresi melalui urin dan keringat.
Kehilangan klor mengikuti kehilangan natrium.
3. KALIUM (K)
a. Definisi dan Pendahuluan
Kalium merupakan ion yang bermuatan positif dan terdapat di dalam sel dan
cairan intraseluler.

b. Sumber
Kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah
makanan segar/ mentah, terutama buah, sayuran dan kacang-kacangan.
Tabel 3. Kandungan kalium beberapa bahan makanan (mg/l00 gram)
Bahan Makanan
Beras giling

Mg
241

Bahan makanan
Pepaya

Mg
221

Singkong

394

Mangga

214

Kentang

396

Durian

601

Kacang tanah

421

Anggur

111

Kacang merah

1151

Jeruk mariis

162

Kacang hijau

1132

Nenas

125

Kacang kedelai

1504

Semangka

102

Jambu monyet/biji

420

Selada

254

Kelapa

555

Bayam

461

Apokat

278

Tomat

235

Pisang

435

Wortel

245

c. Fungsi
1. Berperan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan
asam dan basa bersama natrium.

2. Bersama kalsium, kalium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot.
3. Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologic,
terutama metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein.
4.Berperan dalam pertumbuhan sel.
d. Dampak Kelebihan dan Kekurangan serta AKG
Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui saluran
cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat terjadi karena muntahmuntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan obat pencuci perut. Kebanyakan
kehilangan melalui ginjal adalah karena penggunaan obat diuretic terutama untuk
pengobatan hipertensi. Kekurangan kalium menyebabkan lesu, lemah, kehilangan nafsu
makan, kelumpuhan, mengigau, dan konstipasi.
Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi melebihi 12 g/ m2 permukaan
tubuh sehari tanpa diimbangi oleh kenaikan eksresi. Hiperkalemia akut dapat
menyebabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan kalium dapat terjadi bila
ada gangguan fungsi ginjal.
Jadi, kebutuhan minimum kalium sekitar 2000 mg sehari.
e. Absorpsi dan Eksresi Kalium
Kalium diabsorpsi dengan mudah dalam usus halus. Kalium dieksresi melalui
urin, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf kalium normal darah dipelihara oleh ginjal
melalui kemampuannya menyaring, mengarbsorpsi kembali dan mengeluarkan kalium di
bawah pengaruh aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam bentuk ion dengan menggantikan
ion natrium melalui mekanisme pertukaran di dalam tubula ginjal.
4. KALSIUM (Ca)
a. Definisi dan Pendahuluan

Kalisum merupakan mineral yang paling banyak dalam tubuh yang berada dalam
jaringan keras yaitu tulang dan gigi. Di dalam cairan ekstraseluler dan intraseluler,
kalsium berperan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk transmisi saraf,
kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permebialitas membrane sel. Kalsium
mengatur kerja hormone dan factor pertumbuhan.

b. Sumber
Sumber kalsium terutama pada susu dan hasilnya, seperti keju. Ikan dimakan
dengan tulang, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik, udang,
kerang, kepiting, kacang-kacangan dan hasil olahanannya, daun singkong, daun lamtoro.
Tabel 6.4. Nilai kalsium berbagai bahan makanan (mg/100 gram)
Bahan Makanan
Tepung susu

Mg
904

Bahan makanan
Tahu

Mg
124

Keju

777

Kacang merah

80

Susu sapi segar

143

Kacang tanah

58

Yogurt

120

Oncom

96

Udang kening

1209

Tepung kacang kedelai

195

Ten kening

1200

Bayam

265

Sardines (kaleng).

354

Sawi

220

Telur bebek Telur ayam

56

Daun melinjo

219

Ayam

54

Katuk

204

Daging sapi

14

Selada air

182

Susu kental manis

11

Daun singkong

165

c. Fungsi
1.pembentukan tulang dan gigi
2. kalsium dalam tulang berguna sebagai bagian integral dari struktur tulang dan sebagai
tempat menyimpan kalsium.
3.Mengatur pembekuan darah
4.Katalisator reaksi biologic, seperti absorpsi vitamin B12, tindakan enzim pemecah
lemak, lipase pancreas, eksresi insulin oleh pancreas, pembentukan dan pemecahan
asetilkolin.
5.Relaksasi dan Kontraksi otot, dengan interaksi protein yaitu aktin dan myosin.
6.Berperan dalam fungsi saraf, tekanan darah dan fungsi kekebalan.
7.Meningkatkan fungsi transport membran sel, stabilisator membrane, dan transmisi ion
melalui membrane organel sel.
d. Dampak Kelebihan dan Kekurangan serta AKG
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan menyebabkan gangguan
pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Pada usia lanjut terjadi
osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stress. Dapat juga terjadi pada perokok
dan pemabuk. Selain itu dapat juga menyebabkan osteomalasia yaitu riketsia pada orang
dewasa dan terjadi karena kekurangan vitamin D. kadar kalsium darah yang rendah dapat
menyebabkan tetani atau kejang.
Akibat kelebihan kalsium menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal,
gangguan absorpsi mineral lain serta konstipasi.

Jadi, AKG yang diperlukan adalah sebagai berikut:


- bayi

: 300-400 mg

- anak-anak

: 500 mg

- remaja

: 600-700 mg

- dewasa laki-laki

: 500-800 mg

- dewasa perempuan

: 500-600 mg

- bumil dan menyusui

: + 400 mg

- manula

: 500 mg

e. Absorpsi dan Eksresi Kalsium


Sebanyak 30-50 % kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh yang terjadi di
bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada
dalam kondisi terlarut. Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara aktif dengan
menggunakan alat angkut protein-pengikat kalisum. Absorpsi pasif terjadi pada
permukaan saluran cerna. Kalsium hanya bias diabsorpsi bila terdapat dalam bentuk larut
air dan tidak mengendap karena unsure makanan lain. Kalsium yang tidak diabsorpsi
dikeluarkan melalui feses. Kehilangan kalsium dapat terjadi melalui urin, sekresi cairan
yang masuk saluran cerna serta keringat.
5. FOSFOR (P)
a. Definisi dan Pendahuluan
Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh, sekitar 1 % dari berat
badan. Fosfor terdapat pada tulang dan gigi serta dalam sel yaitu otot dan cairan
ekstraseluler. Fosfor merupakan bagian dari asam nukleat DNA dan RNA. Sebagai
fosfolipid, fosfor merupakan komponen structural dinding sel. Sebagai fosfat organic,

fosfor berperan dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan atau pelepasan energi
dalam bentuk Adenin Trifosfat (ATP).

b. Sumber
Fosfor terdapat pada semua sel mahluk hidup, terutama makanan kaya protein,
seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan serta serealia.
Tabel 6.5. Nilai fosfor berbagai bahan makanan (mg/100 gram)
Bahan Makanan
Ayam

Mg
200

Bahan makanan
Kacang hijau

Mg
320

Daging sapi

170

Kelapa tua, daging

98

Telur ayam

180

Tahu

63

Telur bebek

175

Jagung kuning, pipil

256

Tepung susu

694

Beras setengah giling

221

Susu kental manis

209

Tepung terigu

106

Susu sapi

60

Rod putih

95

Keju

338

Biskuit

87

Ted kering

1500

Kentang

56

Sardin (kaleng)

434

Mie kering

47

Udang segar

170

Ketela pohon (singkong)

40

Ikan segar

150

Gula kelapa

37

Kacang kedelai kering

585

Bayam

67

Kacang merah

400

Daun singkong

54

Kacang tanah terkelupas

335

Wortel

37

Tempe kacang kedelai murni

154

Pisang ambon

28

c. Fungsi
1. kalsifikasi tulang dan gigi melalui pengendapan fosfor pada matriks tulang
2. mengatur peralihan energi pada metabolisme karbohidrat, protein dan lemak
melalui proses fosforilasi fosfor dengan mengaktifkan berbagai enzim dan vitamin B.
3. absorpsi dan transportasi zat gizi serta system buffer
4. bagian dari ikatan tubuh esensial yaitu RNA dan DNA serta ATP dan fosfolipid.
5. Mengatur keseimbangan asam basa
d. Dampak Kelebihan dan Kekurangan serta AKG
Kekurangan fosfor bias terjadi karena menggunakan obat antacid untuk
menetralkan asam lambung, yang dapat mengikat fosfor sehingga tidak dapat diabsorpsi.
Kekurangan fosfor juga terjadi pada penderita yang kehilangan banyak cairan melalui
urin. Kekurangan fosfor mengakibatkan kerusakan tulang dengan gejala lelah, kurang
nafsu makan dan kerusakan tulang.
Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga
dapat menimbulkan kejang.
Jadi, AKG yang diperlukan:
-Bayi

: 200-250 mg

-anak-anak

: 250-400 mg

- laki-laki
- perempuan

: 500 mg
: 450 mg

-ibu hamil dan menyusui

: 200-300 mg

e. Absorpsi dan Metabolime Fosfor


Fosfor dapat diabsorpsi secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus setelah
dihidrolisis dan dilepas dari makanan oleh enzim alkalin fosfatase dalam mukosa usus
halus dan diabsorpsi secara aktif yang dibantu oleh bentuk aktif vitamin D dan difusi
pasif. Kadar fosfor dalam darah diatur oleh hormone paratiroid (PTH) yang dikeluarkan
oleh kelenjar paratiroid dan hormone kalsitonin serta vitamin D, untuk mengontrol
jumlah fosfor yang diserap, jumlah yang ditahan oleh ginjal, jumlah yang dibebaskan dan
disimpan dalam tulang. PTH menurunkan reabsorpsi fosfor oleh ginjal. Kalsitonin
meningkatkan eksresi fosfat oleh ginjal.
6. MAGNESIUM (MG)
a. Definisi dan Pendahuluan
Magnesium adalah kation terbanyak setelah natrium di dalam cairan interselular.
Magnesium merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan magnesium dalam tumbuhtumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan hemoglobin dalam darah manusia
yaitu untuk pernafasan. Magnesium terlibat dalam berbagai proses metabolisme.
Magnesium terdapat dalam tulang dan gigi, otot, jaringan lunak dan cairan tubuh lainnya.

b. Sumber

Sumber utama magnesium adalah sayur hijau, serealia tumbuk, biji-bijian dn kacangkacangan. Daging, susu dan hasilnya serta cokelat merupakan sumber magnesium yang
baik.
c. Fungsi
Magnesium berperan penting dalam system enzim dalam tubuh. Magnesium
berperan sebagai katalisator dalam reaksi biologic termasuk metabolisme energi,
karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat, serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas
bahan gen DNA di dalam semua sel jaringan lunak.
Di dalam sel ekstraselular, magnesium berperan dalam transmisi saraf, kontraksi
otot dan pembekuan darah. Dalam hal ini magnesium berlawanan dengan kalsium.
Magnesium mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan kalsium dalam email gigi.
d. Dampak Kelebihan dan Kekurangan (AKG)
Kekurangan magnesium bisa terjadi jika kekurangan protein dan energi serta
berbagai kompilasi penyakit yang menyebabkan gangguan absorpsi atau penurunan
fungsi ginjal, endokrin, terlalu lama mendapat makanan tidak melalui mulut (intravena).
Penyakit yang menyebabkan muntah-muntah, diare, penggunaan diuretika
(perangsang pengeluaran urin), juga dapat menyebabkan kekurangan
magnesium.Kekurangan magnesium berat akan menyebabkan kurang nafsu makan,
gangguan pertumbuhan, mudah tersinggung, gugup, kejang/tetanus, gangguan system
saraf pusat, halusinasi, koma dan gagal jantung.
Akibat kelebihan magnesium belum diketahui secara pasti. Kelebihan magnesium
terjadi pada penyakit gagal ginjal.
Jadi, AKG untuk orang dewasa untuk pria 280 mg/hari dan wanita 250 mg/ hari.
e. Pencernaan dan Metabolisme

Magnesium diabsorpsi di usus halus dengan bantuan alat angkut aktif dan secara
difusi pasif. Di dalam darah magnesium terdapat dalam bentuk ion bebas. Keseimbangan
magnesium dalam tubuh terjadi melalui penyesuaian eksresi magnesium melalui urin.
Eksresi magnesium meningkat oleh adanya hormone tiroid, asidosis, aldosteron serta
kekurangan fosfor dan kalium . eksresi magnesium menurun karena pengaruh kalsitonin,
glukagon dan PTH terhadap resorpsi tubula ginjal.
7. SULFUR (S)
a. Definisi dan Pendahuluan
Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin tiamnin dan
biotin serta asam amino metionin dan sistein.
Rantai samping molekul sistein yang mengandung sulfur berkaitan satu sama lain
sehingga membentuk jembatan disulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul
protein.
Sulfur terdapat dalam tulang rawan, kulit, rambut dan kuku yang banyak
mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku.

b. Sumber sulfur adalah makanan yang mengandung berprotein.

c. Fungsi Sulfur

Sulfur berasal dari makanan yang terikat pada asam amino yang mengandung sulfur
yang diperlukan untuk sintesis zat-zat penting. Berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi,
bagian dari tiamin, biotin dan hormone insuline serta membantu detoksifikasi. Sulfur juga
berperan melarutkan sisa metabolisme sehingga bias dikeluarkan melalui urin, dalam
bentuk teroksidasi dan dihubungkan dengan mukopolisakarida.
d. Dampak Kelebihan dan Kekurangan (AKG)
Kecukupan sehari sulfur tidak ditetapkan dan hingga sekarang belum diketahui
adanya kekurangan sulfur bila makanan yang kita konsumsi cukup mengandung protein.
Dampak kekurangan sulfur bisa terjadi jika kekurangan protein.
Kelebihan sulfur bisa terjadi jika konsumsi asam amino berlebih pada hewan yang
akan menghambat pertumbuhan.
Jadi, AKG untuk orang dewasa dicukupi oleh asam amino esensial yang mengandung
sulfur.

e. Pencernaan dan Metabolisme


Sulfur diabsorpsi sebagai bagian dari asam amino atau sebagai sulfat anorganik.
Sulfur juga merupakan bagian dari enzim glutation serta berbagai koenzim dan vitamin,
termasuk koenzim A. Sebagian besar sulfur dieksresi melalui urin sebagai ion bebas.
Sulfur juga merupakan salah satu elektrolit intraseluler yang terdapat dalam plasma
berkonsentrasi rendah.

DAFTAR PUSTAKA
http://reninutrisionist.wordpress.com/2009/05/21/makromineral/
http://ag1992.blogspot.com/2011/07/mineral-makro-dan-mikro.html
http://psikologi.infogue.com/mineral_makro_ilmu_gizi
yuniastuti ari.2007.Gizi dan Kesehatan.Graha Ilmu.Jogjakarta