Anda di halaman 1dari 186

LAMPIRAN A

HASIL PERHITUNGAN NERACA MASSA


Kapasitas Produksi

= 17.000 ton/tahun

Kemurnian Produk

= 99,95 %

Basis Perhitungan

= 1.000 kg/jam CH3COOH

Pada perhitungan ini digunakan perhitungan dengan alur maju dengan


menggunakan basis perhitungan. Hal ini dikarenakan untuk mempermudah
menentukan jumlah bahan yang akan direcycle kembali.

A.1.

PERHITUNGAN NERACA MASSA BERDASARKAN BASIS 1.000


Kg/Jam CH3COOH TANPA RECYCLE

Tabel LA-1 Komposisi CH3COOH


Komponen
CH3COOH

% Berat

kg/jam

1,000

1000

(Kirk-Othmer, 1999)
kmol/jam
16,6528

Yi
1,0000

Reaksi yang terjadi adalah:


CH3COOH (aq) + C3H6 (g) CH3COOCH(CH3)2 (aq)
Untuk efisisensi reaksi maka C3H6(g) yang digunakan berlebih dengan
perbandingan mol CH3COOH : C3H6 untuk umpan reaktor adalah 1 : 2 (Bearse,
1947).
Jumlah kg C3H6 = (2/1 x 16,6528) = 33,3056 kmol/jam
Jumlah C3H6
= (1/0,920 x 1401,4988)

= 1401,4988 kg/jam
= 1513,6187 kg/jam

Tabel LA-2 Komposisi C3H6

(Kirk-Othmer, 1999)

Komponen

% Berat

kg/jam

kmol/jam

Yi

C3H8

0,0800

112,1199

2,7635

0,0709

C3H6

0,9200 1401,4988

33,3056

0,9291

1,0000 1513,6187

35,8480

1,0000

LA - 1
Universitas Sumatera Utara

LA - 2

Ratio mol HF/BF3 adalah 3/1.


Jumlah katalis yang dibutuhkan adalah 5% dari mol asam asetat yang diperlukan
pada reaksi (Bearse, 1947).
Jumlah katalis yang dibutuhkan

= 0,5 x 16,6528 = 0,8326 kmol/jam

Jumlah HF

= 50% x 0,8333 = 0,4163 kmol/jam

Jumlah BF3

= 50% x 0,8333 = 0,4163 kmol/jam

Tabel LA-3 Komposisi HF


Komponen

% Berat

(Kirk-Othmer, 1999)
kg/jam

kmol/jam

Yi

HF

0,6300

8,3306

0,4163

0,7088

H2O

0,3700

3,0823

0,1710

0,2912

1,0000

11,4129

0,5874

1,0000

Tabel LA-4 Komposisi BF3


Komponen

% Berat

BF3

(Kirk-Othmer, 1999)
kg/jam

1,0000

kmol/jam

28,2290

Yi

0,4163

1,0000

Tabel LA-5 Data Nilai Berat Molekul (kg/mol)


Rumus Molekul

BM

(Kirk-Othmer, 1999)

Rumus Molekul

BM

CH3COOH

60,05

C3H6

42,08

HF

20,01

C3H8

44,10

BF3

67,806

C5H10O2

102,13

H2O

18,02

HBF4

87,816

Perhitungan awal diasumsikan tanpa recycle :


A.1.1. ALIRAN KELUAR DI MIXER (MX-101)
Fungsi : untuk melarutkan antara katalis HF dan BF3. dan membentuk senyawa
kompleks HBF4.
1
MX-101
2

Pada Mixer (MX-101) terjadi pelarutan antara katalis HF dan BF3. dan
membentuk senyawa kompleks HBF4. Senyawa ini akan terurai pada suhu antara
o

150-200 C pada tekanan 1 atm (Michel Devic, et.al, 1985).


Reaksi yang terjadi:
-

HF(aq) + BF3(g) HBF4 (aq)

Neraca Massa Total


Input = Output
39,6418 kg/jam = 39,6418 kg/jam
Komponen
HF
BF3
HBF4
H2O
Total

Input (Alur 1,2)


Kg
8,3306
28,2290
0,0000
3,0823
39,6418

kmol
0,4163
0,4163
0,0000
0,1710
1,0037

Output Atas (Alur 3)


Kg

kmol

0,0000
0,0000
36,5595
3,0823
39,6418

0,0000
0,0000
0,4163
0,1710
0,5874

A.1.2. ALIRAN KELUAR DI MIXER (MX-102)


Fungsi : untuk menghomogenkan antara CH3COOH dengan katalis HBF4.

4
MX-102
3

Neraca Massa Total


Input = Output
1039,6418 kg/jam = 1039,6418 kg/jam

Input (Alur 3,4)

Komponen

Kg

CH3COOH

Output Atas (Alur 5)

kmol

Kg

kmol

1000

16,6528

1000,0000

16,6528

HBF4

36,5595

0,4163

36,5595

0,4163

H2O

3,0823

0,1710

3,0823

0,1710

Total

1039,6418

17,2402

1039,4752

16,2402

A.1.3. ALIRAN KELUAR DI REAKTOR (R-101)


Fungsi : untuk merekasikan antara CH3COOH dengan propilen dengan bantuan
katalis HBF4.
Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
CH3COOH (aq) + C3H6 (g) CH3COOCH(CH3)2 (aq)
Data konversi (Bearse, 1947) :
Konversi terhadap CH3COOH

= 70 - 80 %

Untuk proses ini dipilih konversi reaksi sebesar 75%

R - 101

11

10

Reaksi :
CH3COOH mula-mula
CH3COOH bereaksi

= 1000 kg/jam
= 75 % x 1000 kg

= 750 kg/jam
= 12,48959 kmol/jam

Sisa reaksi
C3H6 bereaksi

= 250 kg/jam
= 1/1 x 12,5 kmol

= 12,48959 kmol/jam

= 525,56203 kg/jam
Sisa reaksi

= 875,93672 kg/jam

CH3COOCH(CH3)2 terbentuk= 1/1 x 12,5

kmol

= 12,48959 kmol/jam
= 1275,56203 kg/jam

Neraca Massa Total


Input = Output
2553,2605 kg/jam = 2553,2605 kg/jam
Input

Output

Alur 5

Komponen

Alur 10

Alur 7

Alur 11

Kg

kmol

Kg

kmol

Kg

kmol

Kg

1000

16,6528

250

4,1632

C3H6

1401,4988 33,3056

875,9367

20,8160

C3H8

112,1199

2,5424

112,1199

2,5424

HBF4

36,5595

0,4163

36,5859

0,4163

H2O

3,0823

0,1710

3,0823

0,1710

1275,5620 12,4896

1565,0373 17,2402

988,0566

23,3584

CH3COOH

C5H10O2
Sub Total
Total

1039,6418 17,2402 1565,2039 35,8480


2553,2605 kg

53,0881 kmol

2553,2605 kg

40,5985 kmol

A.1.4. NERACA MASSA DI ACCUMULATOR (AC-101)


Fungsi: sebagai wadah penampungan sementara hasil dari reaktor (R-101).

12

AC - 101

Neraca Massa Total


Input (12) = Output (13)
1565,2039 kg/jam = 1565,2039 kg/jam

13

Input (Alur 12)

Komponen
CH3COOH

Kg

Kg

kmol

250,0000

4,1632

250,0000

4,1632

36,5595

0,4163

36,5595

0,4163

12,4896 1275,5620

12,4896

HBF4
C5H10O2

kmol

Output (Alur 13)

1275,5620

H2O

3,0823

Total

1565,2039

0,1710

3,0823

0,1710

17,2402 1565,2039

17,2402

A.1.5. NERACA MASSA PADA KOLOM DESTILASI


Neraca Massa Kolom Destilasi (MD-101)
Fungsi: untuk memisahkan C5H10O2, dan H2O sebagian dari CH3COOH,
HBF4 dan H2O.
Ditinjau dari titik didihnya :
Komponen

Td (C)

CH3COOH

117,82

HBF4

150

C5H10O2

88,6

H2O

100

(Sumber : Kirk-Othmer, 1999)


Maka dapat ditentukan :
C5H10O2 semuanya ada pada hasil atas.
H2O terdistribusi pada hasil atas dan bawah
CH3COOH dan HBF4 semuanya ada pada hasil bawah
Diperkirakan 43,7 % mol dari H2O akan terpisah sebagai hasil atas.
Neraca Massa Kolom Destilasi (MD-102)
Fungsi: untuk memisahkan CH3COOH dan H2O dengan HBF4.
Diperkirakan CH3COOH dan H2O yang terpisahkan sebagai hasil atas
adalah sebesar 100 % dari katalis senyawa kompleks HBF4.

A.1.4.1. Kolom Destilasi (MD-101)


Fungsi: untuk memisahkan C5H10O2, dan H2O sebagian dari CH3COOH, HBF4
dan H2O.
14

13

MD - 101

15

Feed(13) = Hasil atas(14) + Hasil bawah(15)


1565,2039 kg/jam = 1276,8376 kg/jam + 288,3663 kg/jam
Menentukan Kondisi Umpan Masuk Menara
Umpan masuk pada T = 368,02 K dan P = 1,0131 bar
Komponen
Kg/jam k.mol/jam P (bar)
K

Xi

Xi.Ki

250,0000

4,1632 0,4767

0,4705

0,2415

0,1136

1275,5620

12,4896 1,2218

1,2058

0,7244

0,8735

H2O

3,0823

0,1710 0,8408

0,8298

0,0099

0,0082

HBF4

36,5595

0,4163 0,1911

0,1886

0,0241

0,0046

1565,2039

17,2402 2,9769

2,9378

1,0000

0,9999

CH3COOH
C5H10O2

Jumlah

Menentukan Kondisi Puncak Menara


Perhitungan trial and error untuk memperoleh kondisi temperatur dew point dan
bubble point pada puncak menara.
Menentukan harga P
P C5H10O2

= 10^(A - B / (T + C))

=10^(4,5517 - 1490,8770 / (368,02 + -34,0980)


=10^(0,0870)
= 1,2218 bar
PH2O

= 0,8408 bar

Menentukan harga Ki
KC5H10O2

= P/P
= 1,2218 bar / 1,0133 bar
= 1,2058

KH2O

= 0,8298

Menentukan harga Yi
YiC5H10O2

= kmol / Jumlah Mol


= 12,4896 kmol / 12,5604 kmol
= 0,9944

YiH2O

= 0,0056

Menentukan harga

Yi/Ki

Yi/KiC5H10O2 = 0,9944 / 1,0029


= 0,9915
Yi/KiH2O

= 0,0085

Yi/Ki

= 1,00000

Dengan cara trial and error pada microsoft excel diperoleh kondisi temperatur
dew point dan bubble point pada puncak menara.
1. Dew Point
Trial and error 1, dengan T = 362,14, diperoleh Yi/Ki = 1,0000
Berikut data excel yang diperoleh:
Komponen
C5H10O2
H2O
Jumlah

kmol out

Kg

12,4896 1275,5620
0,0708

1,2756

12,5787 1276,2750

P (bar)

Yi

Yi/Ki

1,0162

1,0029

0,9944

0,9915

0,6738

0,6650

0,0056

0,0085

1,00000

1,0000

2. Bubble Point
Trial and error 1, dengan T = 362,1125, diperoleh Yi/Ki = 1,0000
Berikut data excel yang diperoleh:
Komponen
C5H10O2
H2O

kmol out

12,4896 1275,5620
0,0708

Jumlah

Kg

1,2756

P (bar)

Xi

Xi.Ki

1,0152

1,0019

0,9944

0,9963

0,6731

0,6642

0.0056

0,0037

1,00000

1,0000

12,5604 1276,8376

Maka ditentukan:
Produk keluar pada Bubble Point T = 362,1125 K dan P = 1,0133 bar
Komponen
C5H10O2
H2O

kmol out

P (bar)

12,4896 1275,5620 1,0152


0,0708

Jumlah

Kg

1,2756 0,6731

Xi

Xi.Ki

1,0019

0,9944

0,9963

0,6642

0,0056

0,0037

1,0000

1,0000

12,5604 1276,8376

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Analog dengan menentukan kondisi puncak menara, diperoleh kondisi dasar
menara sebagai berikut:
Produk keluar pada Dew Point T = 394,2630 K dan P = 1,0133 bar
Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Yi

Yi/Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

1,1185

1,1038

0,8896

0,8059

H2O

0,1003

1,8067

2,0647

2,0376

0,0214

0,0105

HBF4

0,4163

36,5595

0,4938

0,4873

0,0890

0,1826

Jumlah

4,6798

288,3663

1,0000

1,0000

Produk keluar pada Bubble Point T = 392,0798 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

1,0470

1,0332

0,8896

0,9192

H2O

0,1003

1,8067

1,9258

1,9005

0,0214

0,0407

HBF4

0,4163

36,5595

0,4598

0,4529

0,0890

0,0403

Jumlah

4,6798 288,3663

1,0000

1,0000

Neraca Massa Total Kolom Destilasi (MD-101)


Komponen
CH3COOH
C5H10O2

Input (Alur 13)


kmol

Output Atas (Alur 14) Output Bawah (Alur 15)

Kg

kmol

Kg

kmol

Kg

4,1632

250,0000

4,1632 250,0000
12,4896 1275,5620

12,4896 1275,5620

H2O

0,1710

3,0823

0,0708

1,2756

0,1003

1,8067

HBF4

0,4163

36,5595

0,4163

36,5595

4,6798

288,3663

Sub Total

17,2402 1565,2039

Total

17,2402 1565,2039

12,5787 1276,2750
17,2402 kmol

A.1.4.2. Kolom Destilasi (MD-102)


Fungsi: untuk memisahkan CH3COOH dan H2O dengan HBF4.
16

15

MD - 102

17

Feed (15) = Hasil atas (16) + Hasil bawah (17)


288,3663 kg/jam = 251,8067 kg/jam + 36,5595 kg/jam

Menentukan Kondisi Umpan Masuk Menara


Umpan masuk pada T = 392,0798 K dan P = 1,0133 bar

1565,2039 kg

Komponen

kmol in

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000 1,0470

1,0332

0,8896

0,9192

HBF4

0,4163

36,5595 0,4598

0,4529

0,0890

0,0403

H2O

0,1003

1,8067 1,9258

1,9005

0,0214

0.0407

Jumlah

4,6705

1,0000

1,0000

288,1997

Menentukan Kondisi Puncak Menara


Analog dengan Menara Destilasi (MD-101), diperoleh kondisi dasar menara
sebagai berikut:
Produk keluar pada Dew Point T = 390,6512 K dan P = 1,0133 bar
Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Yi

Yi/Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

1,0022

0,9890

0,9765

0,9873

H2O

0,1003

1,8067

0,4373

1,8150

0,0235

0,0130

4,635

251,8067

1,0000

1,0000

Jumlah

Produk keluar pada Bubble Point T = 390,4338 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

0,9940

0,9810

0.9765

0,9579

H2O

0,1003

1,8067

1,8233

1,7994

0,0235

0,0423

4,635

251,8067

1,0000

1,0000

Jumlah

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Produk keluar pada Dew Point T = 417,3698 K dan P = 1,0133 bar
Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Yi

Yi/Ki

1,0133

1,0000

1,0000

1,0000

1,0000

1,0000

HBF4

36,5595

0,4163

Jumlah

36,5595

0,4163

Produk keluar pada Bubble Point T = 417,96 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

HBF4

36,5595

0,4163

Jumlah

36,5595

0,4163

1,0133

1,0000

1,0000

1,0000

1,0000

1,0000

Neraca Massa Total Kolom Destilasi (MD-102)


Komponen

Input (Alur 15)

Output Atas (Alur 16) Output Bawah (Alur 17)

kmol

Kg

kmol

Kg

kmol

Kg

CH3COOH

4,1632

250,0000

4,1632

250,0000

HBF4

0,4163

36,5595

0,4163

36,5595

H2O

0,1003

1,8067

0,1003

1,8067

Sub Total

4,6705

288,1997

4,635

251,8067

0,4163

36,5595

Total

4,6705

288,1997

A.2.

4,6705 kmol

288,1997 kg

NERACA MASSA UNTUK MASSA BERDASARKAN BASIS


1.000Kg/Jam CH3COOH DENGAN RECYCLE
Kemudian untuk perhitungan recycle dihitung berdasarkan trial and error

pada aliran masuk reaktor dengan dasar aliran masuk reaktor sama dengan aliran
bahan baku ditambah aliran recycle menara destilasi II (MD-102) dan hasil atas
reaktor (R-101).
Propilen yang dibutuhkan

= 1401,498 kg/jam

diasumsikan propilen recycle dari reaktor yaitu sebesar 62,5 % dari propilen yang
dibutuhkan.
Propilen recycle

= 75 % x 1401,498 kg = 875,9367 kg/jam

Propilen supply

= propilen yang dibutuhkan - propilen recycle


= 1401,498 kg 875,9367 kg = 525,5620 kg/jam

Propilen yang digunakan mengandung propana sebesar 8%.


Propana yang dibutuhkan

= 112,1199 kg/jam Diasumsikan

propana tidak ikut bereaksi sehingga:


Propana recycle

= 100% x 121,7391 kg

HBF4 yang dibutuhkan

= 36,5595 kg/jam

= 121,7391 kg/jam

Untuk menjaga ketersediaan HBF4 tidak tergantung dari keseluruhan recycle dan
juga demi menjaga kelancaran proses nantinya jika terjadi abnormal proses.
Maka diasumsikan HBF4 dari menara destilasi (MD-102) sebesar 50% dari HBF4
yang dibutuhkan
HBF4 recycle

= 50% x 36,5859 kg

= 18,2798 kg/jam

HBF4 supply

= HBF4 yang dibutuhkan - HBF4 recycle


= 36,5859 kg 18,2798 kg

= 18,2798 kg/jam

A.2.1. ALIRAN KELUAR DI MIXER (MX-101)


Fungsi : untuk melarutkan antara katalis HF dan BF3. dan membentuk senyawa
kompleks HBF4.

1
MX-101

2
Pada Mixer (MX-101) terjadi pelarutan antara katalis HF dan BF3. dan
membentuk senyawa kompleks HBF4. Senyawa ini akan terurai pada suhu antara
o

150-200 C pada tekanan 1 atm (Michel Devic, et.al, 1985).


Reaksi :
-

HF(aq) + BF3(g) HBF4 (aq)


Neraca Massa Total Mixer (MX-101)
Input = Output
19,8209 kg/jam = 19,8209 kg/jam
Komponen
HBF4
HF
H2O
BF3
Sub Total
Total

Input (Alur 1,2)


kg
kmol
4,1653
0,2082
1,5412
0,0855
14,1145
0,2082
19,8209
0,5018
19,8209 kg

Output (Alur 3)
Kg
kmol
18,2798
0,2082
1,5412
0,0855
19,8209
0,2937
19,8209 kg

A.2.2. ALIRAN KELUAR DI MIXER (MX-102)


Fungsi : untuk menghomogenkan antara CH3COOH dengan katalis HBF4.
4

3
5

MX-102
18

Reaksi :

HF(aq) + BF3(g) HBF4 (aq)

Neraca Massa Total Mixer (MX-102)


Input + Recycle = Output
1021,2096 kg/jam + 18,2930 kg/jam = 1039,5026 kg/jam
Komponen

Input (Alur 3,4,18)


Kg

CH3COOH 1000,0000

kmol

Recycle (Alur 18)


Kg

Output (Alur 5)

kmol

Kg

kmol

16,6528

1000,0000

16,6667

HBF4

18,2798

0,2082

18,2798

0,2082

36,5595

0,4163

H2O

1,5412

0,0855

1,5412

0,0855

1019,8209

16,9465

18,2798

0,2082

1038,1007

17,1546

17,1546 kmol

1038,1007

17,1546

Sub Total
Total

1038,1007 kg

A.2.3. ALIRAN KELUAR DI REAKTOR (R-101)


Fungsi : untuk merekasikan antara CH3COOH dengan propilen dengan bantuan
katalis HBF4.
Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
CH3COOH (aq) + C3H6 (g) CH3COOCH(CH3)2 (aq)

Data konversi (Bearse, 1947) :


Konversi terhadap CH3COOH

= 70 - 80 %

Untuk proses ini dipilih konversi reaksi sebesar 75%.


7

R - 101

11

10

Reaksi :
CH3COOH mula-mula

= 1000 kg/jam

CH3COOH bereaksi = 75 % x 1000 kg

= 750 kg/jam = 12,5 kmol/jam

Sisa reaksi

= 250 kg/jam

C3H6 bereaksi

= 1/1 x 12,5 kmol

= 12,5 kmol/jam

Sisa reaksi

= 525 kg/jam

= 875 kg/jam

CH3COOCH(CH3)2 terbentuk= 1/1 x 12,5

kmol

= 12,5 kmol/jam
= 1275 kg/jam

Neraca Massa Total


Input + Recycle = Output
1039,5026 kg/jam + 525 kg/jam + 1015,0321 kg/jam = 2561,2417 kg/jam
Input
Komponen

Alur 5

Output

Alur 10

kg

kmol

1000,0000

16,6528

250,0000

4,1632

C3H6

1401,4988

33,3056

875,0000

20,8333

C3H8

121,7391

2,7668

HBF4

36,5859

0,4167

H2O

1,5412

0,0855

CH3COOH

Kg

Alur 11,7

Recycle (Alur 7)
kmol

kg

kmol

Kg

kmol

121,7391

2,7668

36,5859

0,4167

1,5412

0,0855

1039,5026

17,2453

525,0000

C5H10O2
Sub Total
Total

1275,0000

12,5000

0,0324 1015,0321

23,8085

2561,2417

53,3454

53,5538 kmol

2561,2417

53,3454

2561,2417 kg

A.2.4. NERACA MASSA DI ACCUMULATOR (AC-101)


Fungsi: sebagai wadah penampungan sementara hasil dari reaktor (R-101).
12

13

AC - 101

Neraca Massa Total


Input = Output
1563,6627 kg/jam = 1563,6627 kg/jam
Komponen
CH3COOH
HBF4

Input (Alur 12)


Kg

kmol

250,0000
1275,5620

H2O

1,5412

Total

1563,6627

Kg

kmol

4,1632 250,0000

4,1632

0,4163

36,5595

0,4163

12,4896 1275,5620

12,4896

36,5595

C5H10O2

Output (Alur 13)

0,0855

1,5412

0,0855

17,1546 1563,6627

17,1546

A.2.5. NERACA MASSA PADA KOLOM DESTILASI


Fungsi: untuk memisahkan C5H10O2, dan H2O sebagian dari CH3COOH,
HBF4 dan H2O.
Ditinjau dari titik didihnya :
Komponen

Td (C)

CH3COOH

117,82

HBF4

150

C5H10O2

88,6

H2O

100

(Sumber : Kirk-Othmer, 1999)


Maka dapat ditentukan :
C5H10O2 semuanya ada pada hasil atas.
H2O terdistribusi pada hasil atas dan bawah
CH3COOH dan HBF4 semuanya ada pada hasil bawah
Diperkirakan 43,7 % mol dari H2O akan terpisah sebagai hasil atas.
Neraca Massa Kolom Destilasi (MD-102)
Fungsi: untuk memisahkan CH3COOH dan H2O dengan HBF4.
Diperkirakan CH3COOH dan H2O yang terpisahkan sebagai hasil atas
adalah sebesar 100 % dari katalis senyawa kompleks HBF4.
A.2.5.1. Kolom Destilasi (MD-101)
14

13

MD - 101

15

Feed(13) = Hasil atas(14) + Hasil bawah(15)


1563,6627 kg/jam = 1276,8376 kg/jam + 286,8251 kg/jam

Menentukan Kondisi Umpan Masuk Menara


Umpan masuk pada T = 370,58 K dan P = 1,0131 bar
Komponen kmol in
Kg
P (bar)
K
CH3COOH

Xi

Xi.Ki

4,1632

250,0000

0,4763

0,4701

0,2427

0,1140

12,4896

1275,5620

1,2209

1,2049

0,7281

0,8772

H2O

0,0855

1,5412

0,8400

0,8290

0,0050

0,0041

HBF4

0,4163

36,5595

0,1909

0,1884

0,0243

0,0054

17,1546

1563,6627

1,0000

1,0000

C5H10O2

Jumlah

Menentukan Kondisi Puncak Menara


Analog dengan Menara Destilasi (MD-101), diperoleh kondisi puncak
menara sebagai berikut:
Produk keluar pada Dew Point T = 362,14249 K dan P = 1,0131 bar
Komponen
C5H10O2
H2O

kmol out

P (bar)

12,4896 1275,5620 1,0162


0,0708

Jumlah

Kg

1,2756 0,6738

Yi

Yi/Ki

1,0029

0,9944

0,9915

0,6650

0,0056

0,0085

1,00000

1,0000

12,5604 1276,8376

Produk keluar pada Bubble Point T = 362,11246 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

C5H10O2

12,4896

1275,5620 1,0152

1,0019

0,9944

0,9963

H2O

0,0708

1,2756 0,6731

0,6642

0.0056

0,0037

Jumlah

12,5604

1,00000

1,0000

1276,8376

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Analog dengan Menara Destilasi (MD-101), diperoleh kondisi dasar
menara sebagai berikut:
Produk keluar pada Dew Point T = 394,54183 K dan P = 1,0133 bar
Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Yi

Yi/Ki

CH3COOH

4,1631

250,0000 1,1279

1,1131

0,9061

0,8140

H2O

0,0147

0,2656 1,9208

1,8956

0,0032

0,0016

HBF4

0,4163

36,5595

Jumlah

4,5943 286,8251

0,4983

0,4918

0,0906

0,1842

1,0000

1,0000

Produk keluar pada Bubble Point T = 394,3 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632 250,0000

1,0651

1,0511

0,9062

0,9025

H2O

0,0147

0,2656

1,7847

1,7613

0,0032

0,0056

HBF4

0,4163

36,5595

0,4678

0,4616

0,0906

0,0418

1,0000

1,0000

Jumlah

4,943 286,8251

Neraca Massa Total Kolom Destilasi (MD-101)


Komponen
CH3COOH
C5H10O2

Input (Alur 13)


kmol
4,1632
12,4896

Kg
250,0000

Output Atas (Alur 14) Output Bawah (Alur 15)


kmol

Kg

kmol

Kg

4,1631

250,0000

1275,5620 12,4896 1275,5620

H2O

0,0855

1,5412

0,0708

1,2756

0,0147

0,2656

HBF4

0,4163

36,5595

0,4163

36,5595

4,5943

286,8251

Sub Total

17,1546

1563,6627 12,5604 1276,8376

Total

17,1546

1563,6627

17,1546 kmol

1563,6627 kg

A.2.5.2. Kolom Destilasi (MD-102)


16

15

MD - 102

17
Feed = Hasil atas + Hasil bawah
286,8251 kg/jam = 250,2656 kg/jam + 36,5595 kg/jam

Menentukan Kondisi Umpan Masuk Menara


Umpan masuk pada T = 392,6447 K dan P = 1,0133 bar

Komponen

kmol in

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

1,0651

1,0511

0,9062

0,9525

HBF4

0,4163

36,5595

0,4678

0,4616

0,0906

0,0418

H2O

0,0147

0,2656

1,7847

1,7613

0,0032

0.0056

Jumlah

4,6745

288,2276

1,0000

1,0000

Analog dengan Menara Destilasi (MD-101), diperoleh kondisi sebagai berikut:


Menentukan Kondisi Puncak Menara
Produk keluar pada Dew Point T = 390,9647 K dan P = 1,0133 bar
Komponen
CH3COOH

kmol out
4,1632

Kg
250,0000

P (bar)

Yi

Yi/Ki

1,0119

0,9986

0,9965

0,9978

H2O

0,0147

0,2656

Jumlah

4,1779

250,2656

1,6701

1,6482

0,0035

0,0022

1,0000

1,0000

Produk keluar pada Bubble Point T = 390,9354 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

CH3COOH

4,1632

250,0000

1,0110

0,9977

0.9965

0,9941

H2O

0,0147

0,2656

1,6682

1,6463

0,0035

0,0059

Jumlah

4,1779

250,2656

1,000000

1,0000

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Produk keluar pada Dew Point T = 417,96 K dan P = 1,0133 bar
Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Yi

Yi/Ki

HBF4

0,4163

36,5595

1,0133

1,0000

1,0000

1,0000

Jumlah

0,4163

36,5595

1,0000

1,0000

Produk keluar pada Bubble Point T = 417,96 K dan P = 1,0133 bar


Komponen

kmol out

Kg

P (bar)

Xi

Xi.Ki

HBF4

0,4163

36,5595

1,0133

1,0000

1,0000

1,0000

Jumlah

0,4163

36,5595

1,0000

1,0000

Neraca Massa Total Kolom Destilasi (MD-102)


Komponen

Input

Output Atas

Output Bawah

(Alur 15)

(Alur 16)

(Alur 17)

kmol
CH3COOH

Kg

4,1632 250,0000

kmol
4,1632

250,0000

HBF4

0,4163

36,5595

H2O

0,0147

0,2656

0,0147

0,2656

4,6745 288,2276

4,1779

250,2656

Sub Total
Total

4,6745 288,2276

Kg

4,6745 kmol

kmol

Kg

0,4163
-

36,5595
-

0,4163 kmol
288,2276 kg

A.3. NERACA MASSA UNTUK KAPASITAS PRODUKSI 17.000 ton/tahun


Kapasitas produksi per jam dengan kemurnian 0,9850

ton
1 tahun
1 hari
= 17000 tahun 330 hari 24 jam 0,
9850
= 2114,2677 kg/jam
Perhitungan dengan basis 1000 kg fresh feed didapatkan produk isopropil asetat
sebesar 2114,2677 kg/jam. Untuk mendapatkan produk sebesar 2114,2677 kg/jam
maka fresh feed yang dibutuhkan sebesar :
Bahan baku

= (2114,2677 /1275,5620) x 1000 kg/jam


= 4470,1278 kg/jam

Factor scale up

= 2114,2677 /4470,1278
= 0,4730

Faktor scale up merupakan faktor yang harus dikalikan dengan tiap tiap alur
dalam neraca massa untuk mendapatkan neraca massa aktual.

A.3.1. NERACA MASSA UMPAN SETELAH ADA HASIL RECYCLE


Komponen

Inject
Kg

Recycle
kmol

Output

Kg

kmol

0,0000

0,0000

Kg

kmol

CH3COOH

2114,2677 35,2085

C3H6

1111,1788

C3H8

237,0515

5,3757

237,0515

5,3757

237,0515

5,3757

HBF4

77,2966

0,8802

77,2966

0,8802

H2O

3,2584

0,1808

3,2584

0,1808

3543,0530 68,0511 2089,0162 49,3859 5395,0177

26,4063
85,6554

Sub Total
Total

528,5669

8,8021

26,4063 1851,9647 44,0106 1851,9647

44,0106

5395,0177 kg

112,0617 kmol 5395,0177

A.3.2. NERACA MASSA PADA MIXER (MX -101)


Input (Alur 1,2)
Kg
kmol

Komponen
HBF4

Output Atas (Alur 3)


Kg
kmol

HF

8,8065

0,4401

38,6483
-

BF3

29,8418

0,4401

H2O
Total

3,2584
41,9067

0,1808
1,0610

3,2584
41,9067

0,4401
0,1808
0,6209

A.3.3. NERACA MASSA PADA MIXER (MX -102)


Komponen

Input (Alur 3,4,18)


Kg
kmol
CH3COOH 2114,2677
35,2085
HBF4

77,2966

0,8802

H2O
Total

3,2584
2194,8227

0,1808
36,2695

Output Atas (Alur 5)


Kg
kmol
2114,2677 35,2085
77,2966

0,8802

3,2584 0,1808
2194,8227 36,2695

A.3.4. NERACA MASSA PADA REAKTOR (R -101)


Input
Alur 5

Komponen
Kg
CH3COOH

Output
Alur 10

kmol

kg

kmol

Recycle (7)
Kg
kmol

Alur 11
Kg

kmol

2114,2677

35,2085

528,5669

8,8021

H2O

3,2584

0,1808

3,2584

0,1808

HBF4

77,2966

0,8802

77,2966

0,8802

C3H6

2963,1435

70,4169

1851,9647

44,0106

C3H8

237,051

5,3753

237,0510

5,3753

C5H10O2

Sub Total

2194,8227

36,2695

Total

2696,8796

26,4063

3200,1950

75,7922

3306,0015

36,2695

2089,0162

49,3859

112,7867

5395,0177

85,6554

5395,0177

A.3.5. NERACA MASSA PADA ACCUMULATOR (AC-101)


Komponen
CH3COOH

Input (Alur 12)


Kg

kmol

Output Atas (Alur 13)


Kg

kmol

528,5669

8,8021

528,5669

8,8021

HBF4

77,2966

0,8802

77,2966

0,8802

H2O

3,2584

0,1808

3,2584

0,1808

C5H10O2

2696,8796

26,4063

2696,8796

26,4063

Total

3306,0015

36,2695

3306,0015

36,2695

A.3.6. NERACA MASSA PADA KOLOM DESTILASI (MD-101)


Komponen
CH3COOH

Input (Alur 13)


Kg

Output Atas (Alur 14) Output Bawah (Alur 15)

kmol

Kg

kmol

Kg

kmol

528,5669

8,8021

528,5669

8,8021

HBF4

77,2966

0,8802

77,2966

0,8802

H2O

3,2584

0,1808

2,6996

0,1497

0,5615

0,0312

C5H10O2

2696,8796 26,4063 2696,8796

26,4063

Sub Total

3306,0015 36,2695 2699,5765

26,5560

Total

3306,0015 36,2695

606,4251

3306,0015

9,7135

36,2695

A.3.7. NERACA MASSA PADA KOLOM DESTILASI (MD-102)


Komponen

Input

Output Atas

Output Bawah

(Alur 15)

(Alur 16)

(Alur 17)

Kg
CH3COOH

kmol

Kg
528,5669

kmol

Kg

kmol

8,8021

77,2966

0,8802

528,5669

8,8021

HBF4

77,2966

0,8802

H2O

0,5615

0,0312

0,5615

0,0312

Sub Total

606,4251

9,7135

529,1285

8,8333

77,2966

0,8802

Total

606,4251

9,7135

606,4251

9,7135

LAMPIRAN B
HASIL PERHITUNGAN NERACA PANAS
B.1

Sifat kimia dan fisika bahan yang digunakan

B.1.1 Kapasitas Panas (Cp) Gas ideal Masing-masing Komponen


Kapasitas panas untuk gas ideal masing masing komponen dinyatakan
dengan persamaan :
2

Cp = A + BT + CT + DT + ET

Dimana : Cp = kapasitas panas gas pada suhu T (J/mol.K)


A, B, C, D, E = konstanta kapasitas panas
T, T1, T2 = suhu (K)
Tabel B.1 Kapasitas Panas Gas Masingmasing Komponen
Komponen
C3H8

A
28,277

C3H6

31,2898

CH3COOH
H2O

34,85
33,933

HF

29,085

BF3

22,487

HBF4

22,582

C5H10O2

-45,829

0,116
0,072449
0,037626
-8418.10

-3

-4

9,612.10
0,11814
0,1891011
0,79654

1,9597.10

-4

1,9481.10

-4

2,8311.10

-4

2,9906.10

-5

-4,4705.10

-6

-8,7099.10

-5

-1,1557.10

-4

-7,989.10

-4

-2,3271.10

-7

-2,1582.10

-7

-3,0767.10

-7

-1,7825.10

-8

-6,783.10

-9

-2,2344 10

-8

-3,1694.10

-8

-4,3031.10

-7

Tmaks

6,8669.10

-11

1500

6,2974.10

-11

1500

9,2646.10

-11

1500

3,6934.10

-12

1500

-12

1500

-13

1500

-8,8680.10

-14

1500

-9,2988.10

-11

1500

-2,1975.10
1,2182.10

(Carl L. Yaws, 1996)


Kapasitas panas gas ideal untuk suhu berubah dapat dihitung dengan
persamaan berikut :
T2

A(T2 -T1 )+B(T2 -T1 )/2+C(T2 -T1 )/3+D(T2 -T


)/4+E(T
-T
)/5
1
2
1
T Cp.dT=
(T2 -T1 )
1

B.1.2 Kapasitas Panas (Cp) Gas nyata


Karena Cvid = Cvreal, maka kapasitas panas gas nyata dapat dihitung dengan
persamaan berikut :
2


Pr 0,132+ 0,712


Cp = Cv R 1+

real
id


2
Tr
Tr

LB - 1
Universitas Sumatera Utara

LB - 2

dimana, R = 8,31451 J/mol.K


Cvid = kapasitas panas gas ideal pada isovolume (kal/mol.K)
Cpreal = kapasitas panas gas nyata pada isobar (kal/mol.K)
Tr = T/Tc (T, Tc dalam satuan K)
Pr = P/Pc (P, Pc dalam satuan bar)
1 J/mol.K = 0,238845897 kal/mol.K
1 kal/mol.K = 4,1868 J/mol.K
Nilai Cp gas ideal dapat dihitung dengan persamaan sebelumnya, maka nilai
Cv gas ideal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Cvid = Cp R 0, 238845897
B.1.3 Kapasitas Panas Cairan Masing-masing Komponen
Kapasitas panas untuk cairan masing masing komponen dinyatakan dengan
persamaan :
2

Cp = A + BT + CT + DT + ET
Dimana :

Cp = kapasitas panas cairan pada suhu T (J/mol.K)

A, B, C, D,E = konstanta kapasitas panas


T = suhu (K)
Tabel B.2 Kapasitas Panas Cairan Masingmasing Komponen
Komponen
A
C3H8
59,642
C3H6
54,718
CH3COOH
-18,944
H2O
92,053
HF
17,7227
BF3
229,392
C5H10O2
107,524
(Carl L. Yaws, 1996)

B
0,32831
0,34512
1,0971
-0,039953
0,904261
-1,6881
0,5934

C
-3
-1,5377.10
-3
-1,6315. 10
-3
-2,8921. 10
-4
-2,1103. 10
-3
-5,6450. 10
-3
5,8510. 10
-3
-1,7664. 10

D
-6
3,6539.10
-6
3,8755.10
-6
2,9275.10
-7
5,3469.10
-5
1,1336.10
-1,3713.10
-6
2,6099.10

Tmins
86
89
291
273
146
210

Tmaks
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500

Kapasitas panas cairan untuk suhu berubah dapat dihitung dengan persamaan
berikut :
T2

T1

Cp.dT=

A(T2 -T1 )+B(T2 -T1 )/2+C(T2 -T1 )/3+D(T


-T
)/4
2
1
(T2 -T1 )

Khusus untuk HBF4, karena data polynomial kapasitas panas (Cp) HBF4 cair
tidak ada, maka digunakan korelasi Sternling-Brown, yaitu :

Cp = Cp R 0, 5 2, 2 3, 67 11,
64 1 Tc

dimana, Cp
Cp
T, Tc

0, 634 1-

Tc

= kapasitas panas liquid (Btu/lbmol.F)


= kapasitas panas gas ideal (Btu/lbmol.F)
= temperatur operasi, dan temperatur kritis (K)

= 1,9858775 (Btu/lbmol.F)

= Acentric factor

Nilai Cp (J/mol.K ) dapat dihitung dengan persamaan kapasitas panas


gas ideal.
1 Btu/lbmol.F = 4,1868 J/mol.K
1 J/mol.K

= 0,238845897 Btu/lbmol.F

B.1.4 Konstanta Antoine digunakan untuk menentukan tekanan uap murni


suatu komponen pada suhu tertentu.
Tabel B.3 Konstanta Antoine Suatu Komponen pada Suhu Tertentu
Komponen
CH3COOH
HF
BF3
C3H8
C3H6
H2O
C5H10O2
HBF4

Temp. range (K)


290,26 s/d 391,01
198,50 s/d 292,90
273,17 s/d 303,09
118,50 s/d 172,50
166,02 s/d 231,41
277,60 s/d 360,80
230,60 s/d 320,70
88,65 s/d 364,76
165,81 s/d 225,98
274,00 s/d 373,00
372,00 s/d 647,00
234,90 s/d 362,00

A
4,6821
4,1613
4,9148
4,6822
4,0116
4,5368
3,9829
4,14162
3,9749
5,19621
3,5596
4,5517
4,4573

(National Institute of Standards and Technology, 2011)

B
1642,540
1142,985
1556,559
663,463
834,260
1149,360
819,296
860,992
795,8190
1730,63
643,7480
1.490,877
1569,5310

C
-39,7640
-17,9930
24,1990
-30,7950
-22,7630
24,9060
-24,4170
-17,255
-24,8840
-39,724
-198,0430
-34,0980
-64,7900

C+T

Log10 P = A-
Dimana :

P = tekanan uap murni suatu komponen pada suhu tertentu (bar)


T = suhu (K)

A, B, C = konstanta
B.1.5 Panas Penguapan (Vaporization)
T n

Hv = A 1 Tc

Dimana : Tc = suhu kritis masing-masing komponen (K)


Hv = panas penguapan pada T (kJ/mol)
A, n = konstanta
Tabel B.4 Panas Penguapan
Komponen Temp range (K)
A
Tc
C3H8
65,44 s/d 369,82 26,8896 364,76
C3H6
87,90 s/d 364,76 26,0984 369,82
CH3COO
289,81 s/d 391,05 35,143 592,71
H2O
273,15 s/d 647,13
54 647,096
HF
189,79 s/d 461,15 11,042 461,15
BF3
144,79 s/d 260,90 29,148
260,9
HBF4
615
C5H10O2
199,75 s/d 538,00 52,3547
538

n
0,365
0,358
0,38
0,34
0,38
0,3809

T (K)
231,11
225,43
391,05
373,15
292,67
173,35

0,435

361,65

(Carl L. Yaws, 1996)

B.1.6 Panas Pembentukan Standar


Dimana : Hf = Panas pembentukan standar pada suhu 298 K (J/mol)
Td

= suhu didih masing-masing komponen (K)

= Ancetric factor

Tabel B.5 Panas Pembentukan Standar


Komponen
C3H8
C3H6
CH3COOH
H2O
HBF4
C5H10O2
(Reklaitis, 1998)

Hf (kJ/mol)
-103,8468
20,4179
-425,5223
-241,826
-239,7
-443,6555

Td
230,95
225
391,2
373
173,1
361,6

0,43
0,142
0,462
0,345
0,395
0,355

B.1.7 Faktor kompresi gas


Tabel B.6 nilai faktor kompresi gas
Komponen
Z factor
C3H8
0,9821
C3H6
0,984
HF
0,9835
BF3
0,9951
(Carl L. Yaws, 1996)
B.2

1.

PERHITUNGAN NERACA PANAS


Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kJ/jam

Kondisi referensi

: 25C (298 K)

Kapasitas

: 17000 ton/tahun

NERACA PANAS PADA KOMPRESOR (K-101)


Tujuan

: menghitung beban panas di dalam kompresor

Pkompresor in = 1 atm
Pkompresor out = 2 atm

Untuk komponen gas


Komponen

BM

Xi

BF3

67,8062 1

xi.BM
67,8062

Nilai kapasitas panas BF3 pada suhu 288 K


Cp (J/mol.K)

Cv (J/mol.K)

48,75406802

40,43955802

1,205603385

Cp
Cv

4 8, 7540680 2
1, 205603385
40, 43955802

Perhitungan efisiensi isentropic (isen)


k = 1,3 (0,31)( 1,55)
k = 1,3 (0,31)( 1,205603385 1,55) = 1,09676
(k 1)/k = 0,088225948
poly = 78 %
n-1
k-1
0,088225948
=
=
=0,113110189
n k Poly
0,78

P2

isen

k 1
k

P1 n 1

P2

P1

0,088225948

2, 0266

1, 0133

1
0, 773224482

0,0113110189

2, 0266

1, 0133

Menentukan suhu keluaran kompresor


k 1




2, 0266
P

0,088225948

1
2 k 1

P1
1, 0133

T2 = T1 1
288 1

0,773224482

isen

= 311,488 K
Menghitung beban panas kompresor
Trefren = 298 K
Tinput

= 288 K

Toutput = 311,488 K
Panas masuk

Q=n CvdT
Tin

Cp.dT=

A (T -T )+B
(T in ref

Tref

Cv = Cp R

2
in

-T

)/2+C (T
)/3+D
ref-T
in
ref(T
(Tin -Tref )

4
in

-T

)/4+E (T
ref-T
in

5
ref

)/5

mana R = 8,31451 J/mol.K

Sehingga diperoleh :

Komponen
BF3

k.mol/jam

Cp (J/mol.K)

Cv (J/mol.K)

Q (kJ/jam)

0,440105678

49,06263125

40,74812125

-179,3347953

Panas keluar
Tout

Tin

Cp.dT=

A(T -T )+B(T
out

ref

-T

out

)/2+C(T

ref

ref

out

ref

-T )/3+D(T -T

out

)/4+E(T

-T )/5

out

ref

(Tout -Tref )

Cv = Cp R
Dimana R = 8,31451 J/mol.K
Sehingga diperoleh :
Komponen

k.mol/jam

BF3

0,440105678

Cp (J/mol.K)
49,76774116

Cv (J/mol.K)
41,45323116

Q (kJ/jam)
246,0819242

Panas keluar T design


T303

Tref

Direncanakan suhu keluar kompresor sebesar 303 K.


A(T -T )+B(T 2 -T 2 )/2+C(T 3 -T 3 )/3+D(T
Cp.dT=

303

ref

303

ref

303

ref

-T

303

)/4+E(T

ref

-T

303

)/5

ref

(T303 -Tref )

Sehingga diperoleh :
Komponen
BF3

k.mol/jam
0,440105678

Cp (J/mol.K)
49,5174691

Cv (J/mol.K)
49,5174691

Q (kJ/jam)
108,9645966

Panas Air Pendingin


Untuk mempertahankan agar temperatur keluar tetap 303 K, maka
dibutuhkan air pendingin.
Q = Q out Q design
Q = 246,0819242 108,9645966
Q = 137,1173277 kJ/jam
Kondisi air pendingin yang digunakan :
T in

= 303 K

T out = 318 K
A (T -T )+B
T out
(T
out
in
Cp.dT=

out

in

-T )/4

out

in

out

in

-T )/2+C
(T

T in

= 75,31367006 J/mol.K

-T )/3+D
(T

(Tout -Tin )

= 4,17944895 kJ/kg. K
Maka massa air pendingin yang dibutuhkan
m

Q
Cp T

137,1173277
4,17944895 318 303

m = 1,3621 kg/jam

(diabaikan, asumsi panas mampu dinetralkan

lingkungan)
Qkompresi = Qout Qin
= 246,0819242 kJ/jam (-179,3347953) kJ/jam
= 425,4167 kJ/jam
Neraca Panas pada Kompresor (K-101)
Tabel B.1 Neraca Panas pada Kompresor (K-101)
Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
Input
-179,3347953 Output
108,9645966
Kompresi
425,4167195 Air dingin 137,1173277
Jumlah
246,0819242 Jumlah
246,0819242

2.

NERACA PANAS PADA VAPORIZER-101


Fungsi

: Menguapkan HF cair dari 15 C gas pada suhu 19,54 C.

Tref

= 298 K Tin

= 288 K Tout (Tb)


292,54 K

Panas masuk

Q=n CpdT
Tin

Cp.dT=

Tref

A(Tin -Tref )+B(T in -T ref )/2+C(T in -Tref )/3+D(T in -Tref )/4


(Tin -Tref )

Sehingga diperoleh :
Komponen

k.mol/jam

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

HF (l)

0,440105678

83,2435345

-366,3595219

H2O (l)

0,180821887

75,6816769

-136,8490364
-503,2085583

Total
Panas vaporasi

Q= n Hv

T
Hv = A 1

Tc

Sehingga diperoleh :
Komponen
HF (g)
H2O (g)
Total
QV

n (k.mol/jam)
0,440105678
0,180821887

Hv (kJ/mol)
7,53
44,01

Qv (kJ/jam)
3315,5863134
7958,0788806
11273,6651940

= 11273,6651940 kJ/jam

Panas keluar

Q=n CpdT
2
Tin

A(T -T )+B(T

Cp.dT=

in

ref

in

-T

in

ref

)/2+C(T -T )/3+D(T -T

ref

in

ref

(Tin -Tref )

Tref

Sehingga diperoleh :
Komponen

k.mol/jam

HF (g)

0,440105678

28,7959278

-126,7325132

H2O (g)

0,180821887

33,6127397

-60,7791903

Total

Cp (J/mol.K)

in

ref

)/4+E(T -T

Qout (kJ/jam)

-187,5117035

)/5

LB 1010

= Qoutput Qinput
= 315,6968547 kJ/jam

Menghitung jumlah uap yang dibutuhkan


Steam yang digunakan adalah saturated steam, dengan temperatur (T) 135C
pada tekanan 3,132 bar.
Hv

= 2726,9 kJ/kg

Hl

= 567,77 kJ/kg

steam = (Hv Hl)


steam = (2726,9 kJ/kg 567,77 kJ/kg)
steam = 2159,13 kJ/kg
Jumlah steam yang dibutuhkan:
Qsteam = 11589,3620487 kJ/jam
msteam =
=

QV
steam
1158 9, 362048 7 k J/ja m
2159,13 kJ/kg

= 5,3676073 kg/jam

Neraca Panas pada Vaporizer (V-101)


Tabel B.2 Neraca Panas pada Vaporizer (V-101)
Input (kJ/jam)
Qin
Qsteam

3.

Output (kJ/jam)

-503,2085583 Qout
11589,3620487 Qvaporation
11086,1534904

-187,5117035
11273,6651940
11086,1534904

NERACA PANAS PADA KOMPRESOR (K-102)


Tujuan

: menghitung beban panas alam kompresor

Pin

= 1atm

Pout

= 2 atm

Nilai kapasitas panas HF pada suhu 292,54 K (R =8,31451 J/mol.K)


n
(kmol/jam)

Komponen

Cp
(J/mol.K)
28,7976899

yi

Cv

(J/mol.K)
20,48317994 1,4059189

0,440106 0,708787
0,180822 0,291213 49.0352731
0,620928 1,000000

HF (g)
H2O (g)

40,72076315 1,2041836

cam p = y y
1
1
2
2
= 0, 70878747 1, 4059187 0, 291212531, 2041836
cam p = 1,347171043

Perhitungan efisiensi isentropic (isen)


k = 1,3 (0,31)( 0,55)
k = 1,3 (0,31)( 1,347171043 0,55) = 1,052876977
(k 1)/k = 0,05022142
Efisiensi polytropic = 78 %

n 1
k 1
0, 05022142

0, 064386436
n
k
0, 78
EPoly
k 1

P 1

E isen

P
n

P1

0,05022142

2, 0266

1, 0133
1

0,064386436
2,
026
6

1, 0133

Menentukan suhu keluaran kompresor


k 1

k 1

T2 =T1 1

P1


E isen

T2 = 305,8915 K

1, 0133

288 1

0,05022142

2, 0266

0, 776154968

Menghitung beban panas kompresor


T refren = 298 K
T input = 292,54 K
T output = 305,8915 K
Panas masuk

Q=n CvdT
2
292,54

A (T -T )+B (T
-T
in

Cp.dT=

ref

)/2+C (T
-T

in

ref

)/3+D (T
-T

in

ref

ref

in

)/4+E (T
-T

in

)/5

ref

(Tin -Tref )

298

Cv = Cp R
Dimana R = 8,31451 J/mol.K
Sehingga diperoleh :
Komponen
HF (l)
H2O (l)

kmol
0,440105678
0,180821887

Cp (J/mol.K)
28,7877032
49,2019867

Cv (J/mol.K)
20,4731932
40,8874767

Qin (kJ/jam)
-49,19661252
-40,36769478
-89,56430730

Panas keluar

Q=n CvdT
2

Tout

A(T -T )+B(T
Cp.dT=

out

out

ref

-T

)/2+C(T

out

ref

-T

)/3+D(T

-T

out

ref

)/4+E(T

-T

out

ref

(Tout -Tref )

ref

Cv = Cp R
Dimana R = 8,31451 J/mol.K
Komponen
HF (l)
H2O (l)

kmol
0,440105678
0,180821887

Cp (J/mol.K)

Cv (J/mol.K)

Qout (kJ/jam)

28,7625881
49,6033025

28,7625881
49,6033025

99,8960301
70,7823352
170,6783654

Panas keluar T design


T303

Tref

Direncanakan suhu keluar kompresor sebesar 303 K.


A(T -T )+B(T 2 -T 2 )/2+C(T 3 -T 3 )/3+D(T
Cp.dT=

303

Cv = Cp R

ref

303

ref

303

ref

(T303 -Tref )

303

-T

ref

)/4+E(T

303

-T

ref

)/5

ref

)/5

Dimana R = 8,31451 J/mol.K


Komponen
HF (l)
H2O (l)

kmol
0,440105678
0,180821887

Cp (J/mol.K)

Cv (J/mol.K)

Qout (kJ/jam)

28,7681458
49,5174691

20,4536358
41,2029591

45,0088063
37,2519841
82,2607905

Panas Air Pendingin


Untuk mempertahankan agar temperatur keluar tetap 303 K, maka
dibutuhkan air pendingin.
Q = Q out - Q out design
Q = 170,6783654 - 82,2607905
Q = 88,4175749 kJ/jam
Kondisi air pendingin yang digunakan :
T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


m

Q
Cp T

m = 1,0583 kg/jam

(asumsi panas mampu dinetralkan lingkungan)

Qkompresi = Qout Qinput


= 170,6783654 kJ/jam (-89,5643073) kJ/jam
= 260,2426727 kJ/jam
Neraca Panas pada Kompresor (K-102)
Tabel B.3 Neraca Panas pada Kompresor (K-102)
Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
Input
-89,5643073 Output
82,2607905
Kompresi
260,2426727 Air dingin
88,4175749
Jumlah
170,6783654 Jumlah
170,6783654

4.

NERACA PANAS PADA MIXER-101


Tujuan

= menghitung beban panas alam mixer

T refren = 298 K
T input

= 303 K

T output = 303 K

Panas masuk

Q=n CpdT
Untuk menghitung panas masuk yang dibawa oleh umpan yang berfasa gas,
harus diketahui nilai Cp gas nyata dengan persamaan berikut :
2


Cp = Cv R 1+ Pr
0,132+ 0,712

real

id

Tr 2
Tr

dimana, R = 8,31451 J/mol.K


Cvid
Cpreal

= kapasitas panas gas ideal pada isovolume (kal/mol.K)


= kapasitas panas gas nyata (kal/mol.K)

Tr = T/Tc (T, Tc dalam satuan K)


Pr = P/Pc (P, Pc dalam satuan bar)
1 J/mol.K = 0,238845897 kal/mol.K
1 kal/mol.K = 4,1868 J/mol.K
Nilai Cp gas ideal dapat dihitung dengan persamaan berikut:

A(T -T )+B(T 2 -T

Tin

Cp.dT=

ref

in

ref

in

ref

)/2+C(T 3 -T
in

ref

)/3+D(T 4 -T

(Tin -Tref )

in

ref

Nilai Cv gas ideal dapat dihitung dengan persamaan berikut :


Cv = Cp R 0, 238845897
id

)/4+E(T 5 -T
in

ref

)/5

Sehingga diperoleh :
n
(k.mol/jam)
0,440106
0,440106
0,180822
1,061033

Komponen
BF3 (g)
HF (g)
H2O (g)

Cpid
(J/mol.K)
49,517469
28,768146
33,650194

Cvid
(Cal/mol.K)
9,841158
4,885267
6,051324

Cpreal
(J/mol.K)
49,656553
29,390479
34,612029

Qin
(kJ/jam)
109,270656
64,674584
31,293062
205,238302

Panas Keluar

Q=n CpdT
Nilai Cp H2O (l) dihitung dengan persamaan berikut :

A(T -T )+B(T

Tout

out

Cp.dT=

ref

-T

out

)/2+C(T

-T

out

ref

)/3+D(T

ref

-T

out

)/4

ref

(Tout -Tref )

ref

sementara Cp HBF4 (l) menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga diperoleh :
Komponen
H2O (l)
HBF4 (l)

n
Cpgas ideal
Cpliq
(kmol/jam) (J/mol.K) (Btu/lbmol.F) (J/mol.K)
0,180822
75,500560
0,440106 68,109903 31,738996
132,884829

Qout
(kJ/jam)
68,260769
292,416839
360,677607

Panas reaksi
Qf = n.Hf
Komponen yang berhubungan langsung dengan reaksi adalah HF, BF3, dan HBF4.
Komponen
H2O
HF
BF3
HBF4

k.mol/jam
0,18082189
0,44010568
0,44010568
0,44010568

Hf (kJ/mol)
-241,826
-273,3
-1136,0
-239,7

Qf (kJ/jam)
-43,7274
-120,2809
-499,9601
-105,4933

Qreaksi = Q produk Q reaktan


= -105,4933310 (-620,2409319) kJ/jam
= 514,7476009 kJ/jam
Qmixing = Qout Qin
= 360,6776074 205,2383017
= 155,4393057 kJ/jam

Panas Air Pendingin


Untuk mempertahankan agar temperatur keluar tetap 303 K, maka dibutuhkan
air pendingin. Panas yang diserap air pendingin adalah :
Q = 514,7476009 kJ/jam
Kondisi air pendingin yang digunakan :
T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


m

Q
Cp T

m = 8,2108 kg/jam

(asumsi panas mampu dinetralkan lingkungan)

Neraca Panas pada Mixer (MX-101)


Tabel B.4 Neraca Panas pada Mixer (MX-101)
Masuk ( kJ/jam)
Input
205,23830173
Q reaksi
514,7476009
Q mixing
155,4393057
Jumlah
875,42520834

5.

Keluar (kJ/jam)
Output
360,6776074
Q cooling
514,7476009
Jumlah

875,4252083

NERACA PANAS PADA MIXER-102


Fungsi : untuk menghomogenkan antara CH3COOH dengan katalis HBF4.
Tujuan : menghitung beban panas di dalam mixer-102

T refren

= 298 K

T input

= 303 K

T output = 303 K
Pmixer

= 2 atm

Panas masuk

Q=n
CpdT
Nilai Cp H2O dan CH3COOH cair dihitung dengan persamaan berikut:
2
2
3
3
4
4
A (T -T )+B
-T )/2+C (T
)/3+D
-T )/4
Tin
(T
-T
(T
in
ref
in
ref
in
ref
in
ref
Cp.dT=

(T
-T
)
in
ref
T
ref

sementara Cp HBF4 cair dihitung dengan menggunakan korelasi SternlingBrown.


Sehingga panas masuk umpan segar diperoleh :
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
HBF4 (l)
Total

kmol/jam
0,180821887
35,208454234
0,440105678
35,648559912

Cp (J/mol.K)
75,4468621
129,3940579
132,8848290
262,2788869

Qin (kJ/jam)
68,2122199
22778,8238275
292,4168389
23139,4528862

Panas Keluar

Q=n CpdT
Tout

Tref

Cp.dT=

A(T out-T ref)+B(T out -T ref )/2+C(T out -T ref )/3+D(T out-T
(Tout -Tref )

4
ref

)/4

Nilai Cp HBF4 (l) dihitung dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga diperoleh :
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
HBF4 (l)
Total

kmol/jam
0,1808218872
35,2084542343
0,8802113559
36,2694874773

Cp (J/mol.K)
75,4468621
129,3940579
132,8848290
337,7257490

Qin (kJ/jam)
68,2122199
22778,8238275
584,8336777
23431,8697251

Panas Recycle

Q = n CpdT
Nilai Cp HBF4 (l) dihitung dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.
Sehingga diperoleh :
Komponen
HBF4 (l)

kmol/jam

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

0,440105678 132,8848290

292,4168389

Qpencampuran = Qinput Qoutput


= 23431,8697251 kJ/jam 23431,8697251 kJ/jam
= 0 J/jam
Neraca Panas pada Mixer (MX-102)
Tabel B.5 Neraca Panas pada Mixer (MX-102)
Masuk ( kJ/jam)
292,4168389

Input
Jumlah

6.

292,4168389

Keluar (kJ/jam)
Output
292,4168389
Q mixing
0,0000000
Jumlah
292,4168389

NERACA PANAS PADA HEAT EXCHANGER (HE-101)


Fungsi : Memanaskan gas propilen dari 30 C menjadi 100C.

Trefren = 288 K
Tinput

= 303 K

Toutput = 373 K
Q = n Cp dT

Panas Masuk
Nilai Cp H2O dan CH3COOH cair dihitung dengan persamaan berikut:
2
2
3
3
4
4
A (T -T )+B
-T )/2+C (T
)/3+D
-T )/4
Tin
(T
-T
(T
in
ref
in
ref
in
ref
in
ref
Cp.dT=

(T
-T
)
in
ref
T
ref

sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga panas masuk umpan segar diperoleh :
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
HBF4 (l)

n (kmol/jam)

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

0,180821887

75,5005598

68,2607686

35,208454234

129,0150415

22712,1009264

0,880211356

133,1618486

586,0528567

Total

23366,4145517

Panas Keluar
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
HBF4 (l)

n (kmol/jam)

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

0,180821887

75,24053755

1020,3852

35,208454234

134,1770687

354312,5387

0,880211356

138,6810184

9155,145545

Total

364488,0694

Qsteam = Qinput Qoutput


= 23366,4145517 kJ/jam - 364488,0694 kJ/jam
= -341121,6548773 kJ/jam
Menghitung jumlah steam yang dibutuhkan
Steam yang digunakan adalah saturated steam, dengan temperatur (T) 135C
pada tekanan 3,132 bar.
Hv

= 2726,9 kJ/kg

Hl

= 567,77 kJ/kg

steam = (Hv Hl)


steam = (2726,9 kJ/kg 567,77 kJ/kg)
steam = 2159,13 kJ/kg

LB 2020

Jumlah steam yang dibutuhkan:


msteam =

QV
steam

341121, 6548773 kJ/jam

2159,13 kJ/kg

msteam = 157,9903271 kg/jam


Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-101)
Tabel B.6 Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-101)
Qin

Masuk ( kJ/jam)
23366,414552

Jumlah

7.

23366,414552

Keluar (kJ/jam)
Qout
364488,069429
Qsteam
-341121,654877
Jumlah
23366,414552

NERACA PANAS PADA KOMPRESOR (K-103)


Tujuan

= menghitung beban panas alam kompresor

Untuk menaikkan tekanan dari 1 Atm menjadi 20 Atm, dibuat dengan 2


tahap. Pembagian tahapan dapat ditentukan dengan persamaan berikut :
P akhir tahap 1= P 2 +P 2
1

= 1 +20
= 4,582575695 Atm 5 Atm
Tahap 1
P in

= 1 Atm

P out = 5 Atm

Nilai kapasitas panas C3H6 pada suhu 288 K (R =8,31451 J/mol.K)


n
(k.mol/jam)
5,3753170
26,4063407
31,7816577

Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

cam p

yi
0,1691
0,8309
1,0000

Cp
(J/mol.K)
72,8530116
63,5911948

Cv
(J/mol.K)
64,5385016
55,27668478

1,12883023
1,15041622

y1 1 y2 2
= 0,16911,12883023 0,83091,15041622

cam p

= 1,146765324

Perhitungan efisiensi isentropic (Eisen)

k 1, 3 0, 31 0,55
k

= 1,3 (0,31)( 1,146765324 0,55) = 1,11500275

(k 1)/k = 0,103141225
Efisiensi polytropic = 78 %

n 1
k 1
0,103141225

0,13223234
n
k
0, 78
EPoly
k 1


P 1

P n
2
1
P

E isen

0,103141225

5, 0665

1, 0133
1

0,13223234
5, 0665
1

1, 0133

Menentukan suhu keluaran kompresor


k 1


k
P

P1

T2 =T1 1

E isen

T2 = 356,302547 K

0,103141225

5, 0665


288 1

1, 0133

0, 761389595

Menghitung beban panas kompresor


T refren

= 298 K

T input

= 288 K

T output

= 356,302547 K

Panas masuk

Q=n CvdT
2

Tin

A (T -T )+B
(T
in

Cp.dT=

ref

-T

in

)/2+C (T -T

ref

in

)/3+D (T -T

ref

in

in

ref

)/4+E (T -T

ref

(Tin -Tref )

ref

Cv = Cp R
Dimana R = 8,31451 J/mol.K
Sehingga diperoleh :
n
(k.mol/jam)
5,3753170
26,4063407
31,7816577

Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

Cp
(J/mol.K)
73,741615
64,277351

Cv
(J/mol.K)
65,4271050
55,9628412

Qin

kJ/jam

-3516,914312
-14777,73852
-18294,65284

Panas keluar

Q=n CvdT
2

Tout

A(T -T )+B(T
Cp.dT=

out

ref

out

-T

ref

)/2+C(T

ref

out

ref

-T )/3+D(T -T

out

)/4+E(T

out

(Tout -Tref )

Tin

Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

n
(k.mol/jam)
5,3753170
26,4063407
31,7816577

Tahap 2
P in

= 5 Atm

P out = 20 Atm

Cp
(J/mol.K)
79,842549
69,012918

Cv
(J/mol.K)
71,5280397
60,6984083

Qin

kJ/jam

22416,50666
93448,65462
115865,1613

-T )/5
ref

)/5

Nilai kapasitas panas C3H6 pada suhu 356,302547 K (R =8,31451 J/mol.K)

C3H8 (g)

n
yi
(kmol/jam)
5,375317 0,1691

Cp
Cv

(J/mol.K) (J/mol.K)
85,067293 76,752783 1,108328449

C3H6 (g)

26,406341 0,8309

73,087701 64,773191 1,128363446

Komponen

31,781658 1,0000

cam p

y1 1 y2 2

0,1691326831,108328449 0,8308673171,128363446

=
cam p

= 1,124974874

Perhitungan efisiensi isentropic (isen)

k 1, 3 0, 31 0,55
k

= 1,3 (0,31)( 1,124974874 0,55) = 1,121757789

(k 1)/k = 0,10854196
Efisiensi polytropic = 78 %

n 1
k 1
0,10854196

0,139156359
n
k Poly
0, 78
k 1

E isen

0,10854196

20, 266


1
5, 0665
P 1

0,139156359
n 1

0, 763159242

20, 266
P n
1
2

5, 0665
1

P1

Menentukan suhu keluaran kompresor


k 1

20, 266 0,10854196


P

k
2

1
1
5, 0665
1
P

T2 =T1 1

T2 = 432,115 K

isen

288 1

0, 763159242

Menghitung beban panas kompresor


T ref = 298 K
T in = 356,302547 K
T out = 432,115 K
Panas masuk
Panas masuk tahap 2 = Panas keluar tahap 1
Panas keluar
2

Tout

Cp.dT=

A (T -T )+B
(T
out

ref

out

)/2+C
(T

-T
ref

-T

ou t

)/3+D
(T
ref

ref

out

)/4+E
(T

-T

out

-T

ref

(Tout -Tref )

ref

Sehingga diperoleh :
n
(k.mol/jam)
5,3753170
26,4063407
31,7816577

Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

Cp
(J/mol.K)
86,632518
74,331803

Cv
(J/mol.K)
78,3180080
66,0172932

Qin

kJ/jam

56460,311037
233799,45047
290259,76151

Panas keluar T design


Tout

in

Direncanakan suhu keluar kompresor sebesar 373 K.


2
2
3
3
A(T -T )+B(T -T )/2+C(T -T )/3+D(T
Cp.dT=

373

ref

373

ref

373

ref

373

-T

)/4+E(T

ref

373

-T

)/5

ref

(T303 -Tref )

Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

n
(k.mol/jam)
5,3753170
26,4063407
31,7816577

Cp
(J/mol.K)
81,339238
70,181406

Cv
(J/mol.K)
73,0247285
61,8668966

Qin

kJ/jam

29439,82997
122525,8762
151965,7062

Panas Air Pendingin


Untuk mempertahankan agar temperatur keluar tetap 373 K, maka dibutuhkan
air pendingin.
Q = Q out - Q out design
Q = 290259,7615160 - 151965,7062
Q = 88,4175749 kJ/jam

)/5

Kondisi air pendingin yang digunakan :


T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


m

Q
Cp T

m = 1655,2172 kg/jam
Q kompresi

= Q out tahap2 Q in tahap 1


= 290259,761516 kJ/jam (-18294,65284) kJ/jam
= 308554,414351 kJ/jam

Neraca Panas pada Kompresor (K-103)


Tabel B.7 Neraca Panas pada Kompresor (K-103)
Masuk ( kJ/jam)

8.

Keluar (kJ/jam)

Input

-18294,6528350 Output

151965,7061926

Kompresi

308554,4143510 Air dingin

138294,0553234

Selisih

290259,7615160 Jumlah

290259,7615160

NERACA PANAS PADA REAKTOR (R-101)


Fungsi : untuk mereaksikan asam asetat (CH3COOH) dengan propilen
(C5H10O2) dengan bantuan katalis HBF4.
Tujuan : menghitung beban panas di dalam reaktor
Preaktor = 20 atm
Treaktor = 100 C

Panas masuk reaktor


Q = n.Cp.dT
Nilai Cp H2O, dan CH3COOH cair diperoleh dengan persamaan berikut :
2

Cp = A + BT + CT + DT

sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown, dan


Cp C3H6 dan C3H8 dapat dihitung rumus Cp untuk gas nyata.
Sehingga diperoleh :

Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
CH3COOH (l)

n
(kmol/jam)
5,37532
70,41691
0,18082
0,88021
0
35,20845

Cpid
(J/mol.K)
88,06281
75,43597
75,53794
138,68102

139,82227

Cv
(Cal/mol.K)
19,04756
16,03169

Cp
(Cal/mol.K)
21,69465
18,59932

Cpreal
(J/mol.K)
90,83116
77,87163

Cv
(Cal/mol.K)
19,04756
17,54325

Cp
(Cal/mol.K)
21,69465
20,11089

Cpreal
(J/mol.K)
90,83116
84,20027

Q
(kJ/jam)
36618,47168
411260,97878
1024,41844
9155,14555

369219,46044
827278,47488

Panas keluar reaktor


Q =n.Cp.dT
Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
CH3COOH (l)

n
(kmol/jam)
5,37532
44,01057
0,18082
0,88021
26,40634
8,80211
85,65537

Cpid
(J/mol.K)
88,06281
75,43597
75,53794
138,68102
143,19480
139,82227

Q
(kJ/jam)
36618,47168
277927,61500
1024,41844
9155,14555
283593,80348
92304,86511
700624,31925

Q = Q out - Q in
Q = 700624,31925 - 827278,47488 kJ/jam
Q = -126654,1556350 kJ/jam
Panas reaksi
Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
CH3COOH (aq) + C3H6 (g) CH3COOCH(CH3)2 (aq)
Panas reaksi pada T = 100C, 20 Atm
Qf =nHf

Nilai Hf diperoleh dengan persamaan berikut :


Hf = A + BT + CT 2
Dimana, Qf = Panas reaksi pembentukan (kJ/jam)
Hf = entalpi pembentukan (kJ/mol)
T = temperatur (K)
A, B, C = konstanta
Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H6 (g)
CH3COOH (l)
C5H10O2 (l)

n
(kmol/jam)
44,01057

Hf
(kJ/mol)
16,3734480

Qf
(kJ/jam)
432362,84550

8,80211

-434,9785479

-12848102,28367

26,40634

-486,5536820

-11486191,72210

Hr 100 = (Qf produk - Qf reaktan)


= (-11486191,72210) (432362,84550 + (-12848102,28367))
= -1794273,4070729 kJ/jam
Panas Air Pendingin
Untuk mempertahankan agar temperatur reaktor senantiasa 373 K, maka
dibutuhkan air pendingin. Panas yang diserap air pendingin adalah :
QCW

= -(Hr 100 + Q)
= -(-1794273,4070729 + -126654,1556350 kJ/jam)
= 1920927,5627079 kJ/jam

Kondisi air pendingin yang digunakan :


T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


m

-QCW
Cp T

1920927, 5627079 kJ/jam


4,17944895 kJ/kg.K 318 303 K

= 30640,8426 kg/jam

Neraca Panas pada Reaktor (R-101)


Tabel B.8 Neraca Panas pada Reaktor (R-101)
Masuk (kJ/jam)
Qin

Keluar (kJ/jam)

827278,474884 Qout

700624,319249

QCW

1920927,562708

Qf
Jumlah

9.

-1794273,407073

827278,474884 Jumlah

827278,474884

NERACA PANAS PADA EXPANSION VALVE (EV-101)


Fungsi : Mengkonversi tekanan keluar reaktor dari 20 atm menjadi 19 atm.
Tujuan : Menghitung beban panas idalam expansion valve
P in

: 20 atm

P out

: 19 atm

Menentukan properties gas campuran


Komponen
C3H8
C3H6
Total

yi

5,3753
44,010
1,00000

Tc (K)
592,71
647,096

yi.Tc
64,5124
576,6640
641,1765

Pc (bar)
59,04
218,20

yi.Pc
6,42610
194,45104
200,87714

0,430
0,142

yi.
0,04680
0,12654
0,17335

Menentukan nilai (Cpreal gas) campuran.


Komponen
C3H8
C3H8

Cpid
Cvid
Cpreal
Cpreal
(J/mol.K) (Cal/mol.K) (Cal/mol.K) (J/mol.K)
0,10884 88,06281
19,04756
23,78081 99,56548
0,10884 75,43597
16,03169
19,05522 79,78039
yi

Tr =

T
37 3

0, 5817
Tc 641,1765

Pr =

P
20, 26 6

0,1009
Pc 200, 87714

yi.Cpreal
(J/mol.K)
10,83702
71,09684
81,93386

H 1 = Tr - Pr - = 0, 6542
RTc
R

H 1R = R Tc -0,6542

= 8, 314 641,1765 0, 6542


= -3487,5977
T
T2 =

H R1

Cp

3487, 5977

in

373

81, 93386

= 330,4340 K
Menghitung beban panas Expansion valve
Trefren = 298 K
Tinput

= 373 K

Toutput = 330,434 K
Panas Masuk
Panas Masuk EV-101 (Qin) = 314546,086674 kJ/jam (panas keluar reaktor)
Panas Keluar
Q n Cp dT
Kapasitas panas yang digunakan adalah Cpreal gas.

LB 3030

Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H8

n
Cp
Cv
Cp
(kmol/jam) (J/mol.K)
(Cal/mol.K)
(J/mol.K)
5,3753 77,5262014 16,53092851 89,02886919

Qout
(kJ/jam)
15521,557444

44,0106 67,2094753 14,06682082 71,55389051 102138,759765

C3H8

117660,317208

Qexpansi = Qout Qin


= 314546,086674 kJ/jam 1184,35642 kJ/jam
= 196885,769466 kJ/jam
Neraca Panas pada Expansion valve (EV-101)
Tabel B.9 Neraca Panas pada Expansion valve (EV-101)
Masuk (kJ/jam)
314546,0866742

Qin
Jumlah

10.

314546,0866742

Keluar (kJ/jam)
Qout
117660,3172083
Qekspansi
196885,7694658
Jumlah
314546,0866742

NERACA PANAS PADA KOMPRESOR (K-104)


Fungsi : mengkompres propilen recycle kembali ke reaktor (R101)
Tujuan : menghitung beban panas i dalam kompresor
Pin

= 19 atm

Pout

= 20 atm

Nilai campuran pada suhu 330,434 K (R =8,31451 J/mol.K)


Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

camp

n
yi
(kmol/jam)
5,3753 0,1088
44,0106 0,8911
49,3859 1,0000

= 1,13372

Cp
(J/mol.K)
80,42736
69,46425

Cv
(J/mol.K)
72,11285
61,14974

yi.

1,11530
1,13597

0,12139
1,01233
1,13372

Perhitungan efisiensi isentropic (isen)


k = 1,3-(0,31) (-0,55)
k = 1,3 (0,31) (1,13372 0,55) = 1,11905
(k1)/k = 0,10638
Efisiensi polytropic (poly) = 78 %

n -1
k -1
0,10638
=

0,13639
n k Poly
0, 78
k 1

1,11905

20, 266

P 1

n 1

isen

P1

19, 2527

0,13639
20, 266

19, 2527

0, 7794

Menentukan suhu keluaran kompresor


k 1


k
P

P1

T2 = T1 1

isen

1,11905

20, 266

19, 2527
330, 434 1
0, 7794

T2 = 332,75373 K
Menghitung beban panas kompresor
T refren

= 298 K

T input

= 330,434 K

T output

= 332,75373 K

Panas masuk

Q=n CvdT
2
292,54

A (T -T )+B (T
-T
Cp.dT=

in

ref

in

)/2+C (T
-T
ref

298

Cv = Cp R
Dimana R = 8,31451 J/mol.K

in

)/3+D (T
-T
ref

(Tin -Tref )

in

ref

in

)/4+E (T
-T

)/5

ref

Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

n
(kmol/jam)
5,3753
44,0106

Cp
(J/mol.K)
77,5262014
67,2094753

Cv
Qin
(J/mol.K)
(kJ/jam)
69,2116914 12066,5718152
58,8949653 84068,9258029
96135,4976181

Panas keluar

Q=n CvdT
2

Tout

A(T -T )+B(T
Cp.dT=

out

ref

out

-T

)/2+C(T

ref

out

-T

)/3+D(T

ref

out

-T

)/4+E(T

ref

(Tout -Tref )

ref

Sehingga diperoleh :
Komponen
C3H8 (g)
C3H6 (g)

n
(kmol/jam)
5,3753
44,0106

Cp
(J/mol.K)
77,7337225
67,3707867

Cv
(J/mol.K)
69,4192125
59,0562767

Qin
(kJ/jam)
12968,3654899
90328,4401933
103296,8056832

Neraca Panas pada Kompresor (K-104)


Tabel B.10 Neraca Panas pada Kompresor (K-104)
Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
96135,4976181 Qout
103296,8056832
Qin
Kompresi
-7161,3080651
Jumlah 96135,4976181 Jumlah
96135,4976181

11.

NERACA PANAS PADA HEAT EXCHANGER (HE-102)


Fungsi : Memanaskan gas propilen dari 59,754 C menjadi 100C.

out

-T

ref

)/5

Trefren = 298 K
Tinput

= 59,754 K

Toutput = 373 K
Q = n.Cp dT
Panas Masuk
Q = n.Cp dT

Tin

Nilai Cp C3H8 dan C3H6 gas dihitung dengan persamaan berikut:


A(T -T )+B(T 2 -T 2 )/2+C(T 3 -T 3 )/3+D(T 4 -T 4 )/4+E(T 5 -T 5 )/5
Cp.dT=

in

ref

in

ref

in

ref

in

ref

in

ref

(Tin -Tref )

Tref

Sehingga diperoleh :
Komponen

n (kmol/jam)

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

C3H8 (g)

5,3753

77,7337225

14521,6185544

C3H6 (g)

44,0106

67,3707867

103045,7457988

Total

117567,3643532

Panas Keluar
Q = n.Cp dT
Sehingga diperoleh :
Komponen

n (kmol/jam)

Cp (J/mol.K)

Qin (kJ/jam)

C3H8 (g)

5,3753

81,33923852

32791,8145

C3H6 (g)

44,0106

70,18140666

231654,2667

Total

264446,0812

Qsteam = Qinput Qoutput


= 117567,3643532 kJ/jam - 264446,0812 kJ/jam
= -146878,7168099 kJ/jam
Menghitung jumlah steam yang dibutuhkan
Steam yang digunakan adalah saturated steam, dengan temperatur (T) 135C
pada tekanan 3,132 bar.
Hv

= 2726,9 kJ/kg

Hl

= 567,77 kJ/kg

steam

= (Hv Hl)

steam

= (2726,9 kJ/kg 567,77 kJ/kg)

steam

= 2159,13 kJ/kg

Jumlah steam yang dibutuhkan:


msteam =

QV
steam
146878, 7168099 kJ/jam

2159,13 kJ/kg

msteam = 68,0268056 kg/jam


Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-102)
Tabel B.11 Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-102)
Qin

Masuk ( kJ/jam)
117567,364353

Jumlah

12.

117567,364353

Keluar (kJ/jam)
264446,081163
Qout
-146878,716810
Qsteam
Jumlah
117567,364353

NERACA PANAS PADA EXPANSION VALVE (EV-102)


Fungsi : Mengkonversi tekanan keluar reaktor dari 20 atm menjadi 1 atm.
Tujuan : Menghitung beban panas i dalam expansion valve.
P in

: 20 atm

P out

: 1 atm

Menentukan properties gas campuran


Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

xi
0,24269
0,00499
0,02427
0,72806
1,00000

Tc
(K)
592,71
647,096
615
538

xi.Tc
143,8427
3,2261
14,9252
391,6959
553,6900

Pc
(bar)
59,04
218,2007
51,08
33,96

xi.Pc

xi.

14,32821
1,08784
1,23964
24,72490
41,38059

0,462
0,345
0,395
0,355

0,11212
0,00172
0,00959
0,25846
0,38189

Menentukan nilai Cp campuran


Nilai Cp H2O, dan CH3COOH,dan C5H10O2 cair diperoleh dengan persamaan
berikut :

Cp = A + BT + CT 2 + DT 3
sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.
Sehingga diperoleh Cp campuran sebagai berikut :
xi
(kmol/jam)
0,24269
0,00499
0,02427
0,72806
1,00000

Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

Cp
(J/mol.K)
139,822274
75,537938
138,681018
218,549530

xi.Cp
(J/mol.K)
33,932973
0,376595
3,365601
159,117036
196,792205

Suhu rata-rata (T) digunakan dalam penentuan Tr campuran, sehingga :


T
36 519 0, 6620
Tr =
6,
Tc 641 765
,1
Tekanan rata-rata (P) digunakan dalam penentuan Pr campuran, sehingga :
P
10, 640

0, 2571
Pc 41, 38059
= Tr - Pr - = 0, 38189

Pr =
R

H1
RTc

H R1 = R Tc -0,38189

= 8, 314 553, 69 0,38189


= -3599,4578
T
T2 =

H R1
Cp

in

3599, 4578

373

196, 792205

= 354,7093 K
Menghitung beban panas Expansion valve
Tref = 298 K
Tin

= 373 K

Tout = 354,709 K

Panas Masuk
Q = n.Cv dT
Cv = Cp - R (R= 8,31451 J/mol.K)
Nilai Cp H2O, dan CH3COOH,dan C5H10O2 cair diperoleh dengan persamaan
berikut :
A(T -T )+B(T 2 -T

Tin

in

Cp.dT=

ref

in

)/2+C(T -T )/3+D(T -T

ref

in

ref

in

)/4

ref

(Tin -Tref )

Tref

sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga diperoleh :
n
(kmol/jam)
8,8021
0,1808
0,8802
26,4063
36,2695

Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

Cp
Cv
(J/mol.K) (J/mol.K)
134,17707 125,86256
75,24054 66,92603
135,03957 126,72506
206,75014 198,43563

Qin
(kJ/jam)
83089,24008
907,62680
8365,86294
392996,91633
485359,64615

Cp
Cv
(J/mol.K) (J/mol.K)
132,82030 124,50579
75,20703 66,89252
133,92100 125,60649
203,98090 195,66639

Qin
(kJ/jam)
66298,86081
771,19475
6684,82904
305458,60763
379213,49223

Panas Keluar
Q = n.Cv dT
Sehingga diperoleh :
n
(kmol/jam)
8,8021
0,1808
0,8802
26,4063
36,2695

Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

Qexpansi = Qout Qin


= 379213,49223 kJ/jam 485359,64615 kJ/jam
= 106146,153922 kJ/jam
Neraca Panas pada Expansion valve (EV-101)
Tabel B.12 Neraca Panas pada Expansion valve (EV-101)
Masuk (kJ/jam)
Qin

485359,64615

Jumlah

485359,64615

Keluar (kJ/jam)
Qout
Qekspansi
Jumlah

379213,49223
106146,15392
485359,64615

13.

NERACA PANAS PADA HEAT EXCHANGER (HE-103)


Fungsi : Memanaskan cairan keluaran EV-102 dari 81,709 C menjadi
94,988 C.

Trefren = 298 K
Tinput

= 354,709 K

Toutput = 367,998 K
Q = n.Cp dT
Panas Masuk
Q = n.Cp dT
Panas masuk HE-103 (Qin) = 379213,49223 kJ/jam (panas keluar EV-102)
Panas Keluar
Q = n.Cp dT
Nilai Cp H2O, dan CH3COOH,dan C5H10O2 cair diperoleh dengan persamaan
berikut :

A(T -T )+B(T

Tout

Cp.dT=

out

ref

out

-T

)/2+C(T

out

ref

-T

)/3+D(T

ref

out

-T

ref

(Tout -Tref )

ref

sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga diperoleh :
Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

n (kmol/jam)
8,8021
0,1808
0,8802
26,4063
36,2695

Cp (J/mol.K)
133,80230
75,22367
134,69496
205,97151

Qout (kJ/jam)
82439,60639
952,11814
8298,95976
380715,65301
472406,33730

)/4

Menghitung jumlah steam yang dibutuhkan


Qsteam = Qinput Qoutput
= 379213,49223 kJ/jam - 472406,33730 kJ/jam
Qsteam = -93192,84506 kJ/jam
Steam yang digunakan adalah saturated steam, dengan temperatur (T) 135C
pada tekanan 3,132 bar.
Hv

= 2726,9 kJ/kg

Hl

= 567,77 kJ/kg

steam = (Hv Hl)


steam = (2726,9 kJ/kg 567,77 kJ/kg)
steam = 2159,13 kJ/kg
Jumlah steam yang dibutuhkan:
msteam =

QV
steam

93192, 84506 kJ/jam

2159,13 kJ/kg

msteam = 43,1622 kg/jam


Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-101)
Tabel B.13 Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-101)
Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
379213,49223
472406,33730
Qin
Qout
-93192,84506
Qsteam
Jumlah
379213,49223 Jumlah
379213,49223

14.

NERACA PANAS PADA KOLOM DESTILASI (MD-101)


Fungsi : untuk memisahkan C5H10O2, dan sebagian H2O dari CH3COOH,
HBF4 dan H2O.
Tujuan : menghitung kebutuhan air pendingin di kondensor dan menghitung
kebutuhan steam di reboiler
P

: 1,0133 bar

Menentukan kondisi umpan masuk menara destilasi


Dew Point
Umpan masuk pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial diperoleh T = 374,986 K
Komponen

kmol/jam

yi

P (bar)

Ki

Yi/Ki

HBF4

0,88021 0,02427 0,249746 0,24647 0,098466

H2O

0,18082 0,00499 0,834503 0,82355 0,006054

C5H10O2
CH3COOH
Jumlah

26,40634 0,72806 1,507345 1,48756 0,489432


8,80211

0,24269 0,605627 0,59768 0,406049

36,26949 1,00000

1,000000

Bubble Point
Umpan masuk pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial diperoleh T = 367,998 K
Komponen

Xi

Ki

Xi.Ki

HBF4

0,88021 0,02427

0,190934

0,18843

0,004573

H2O

0,18082 0,00499

0,840044

0,82902

0,004133

26,40634 0,72806

1,220897

1,20487

0,877218

0,476305

0,47005

0,114076

CH3COOH
C5H10O2
Jumlah

kmol

8,80211

0,24269

36,26949 1,00000

1,000000

Menentukan beban panas Feed


Dengan nilai Tbubble (367,998 K), nilai Cp H2O, dan CH3COOH,dan C5H10O2
cair diperoleh dengan persamaan berikut :

Cp = A + BT + CT 2 + DT 3
sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.
Sehingga diperoleh nilai :
Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

n (kmol/jam)
8,8021
0,1808
0,8802
26,4063
36,2695

Cp (J/mol.K)
QF (kJ/jam)
138,12835
8510,50157
75,22367
952,11814
130,54755 241302,76498
133,80230 82439,60639
333204,99108

Dengan cara yang sama, pada Tdew (374,896 K), maka dapat dihitung nilai Cp
H2O, CH3COOH, C5H10O2, dan HBF4 cair.

LB 4040

Sehingga diperoleh nilai :


Komponen
CH3COOH (l)
H2O (l)
HBF4 (l)
C5H10O2 (l)
Total

n (kmol/jam)
8,8021
0,1808
0,8802
26,4063
36,2695

Cp (J/mol.K) QL (kJ/jam)
138,90722
9412,92494
75,24888
1047,52373
131,39444 267114,84533
134,32686 91025,40992
368600,70391

Karena umpan masuk berfasa cair, maka penentuan nilai Hv menggunakan


Tbubble (367,998 K) melalui persamaan berikut :
T

Hv = A 1 Tc

Sehingga diperoleh :
Komponen

n (kmol/jam)

Cp (kJ/mol)

Qv (kJ/jam)

CH3COOH (l)

8,8021

48,17950

2968,4833

H2O (l)

0,1808

40,57156

513,5208

HBF4 (l)

0,8802

31,71852

58628,1936

C5H10O2 (l)

26,4063

24,30954

14977,8373

Total

36,2695

77088,0350

QV = 77088,0350 kJ/jam
QL = 368600,70391 kJ/jam
QF = 333204,99108 kJ/jam
q

QV - Q F
QV - QL

= 0,8785792
q = 0,8785792 < 1 dan umpan masuk di atas Tbubble maka, kondisi umpan
adalah cair dingin.
Menentukan Kondisi Puncak Menara
Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tdew = 374,896 K

Komponen

kmol/jam

yi

0,14966 0,00564
26,40634 0,99436
26,55600 1,00000

H2O
C5H10O2
Jumlah

P (bar)

Ki

yi/Ki

0,67384
1,01620

0,66500
1,00286

0,00847
0,99153
1,00000

Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tbubble = 374,896 K
Komponen

kmol/jam

Xi

0,14966 0,00564
26,40634 0,99436
26,55600 1,00000

H2O
C5H10O2
Jumlah

P (bar)

Ki

Xi/Ki

0,67307
1,01523

0,66423
1,00190

0,00374
0,99626
1,00000

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tdew = 394,542 K
Komponen

kmol/jam

HBF4 (l)
H2O (l)
CH3COOH (l)

0,88021
0,03116
8,80211
9,71349

Jumlah

yi

P (bar)

Ki

yi/Ki

0,09062 0,49839 0,49184 0,18424


0,00321 1,92088 1,89566 0,00169
0,90617 1,12795 1,11314 0,81407
1,00000
1,00000

Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tbubble = 392,645 K
Komponen

kmol/jam

Xi

P (bar)

Ki

Xi*Ki

HBF4 (l)

0,88021

0,09062

0,46776

0,46162

0,04183

H2O (l)

0,03116

0,00321

1,78469

1,76126

0,00565

CH3COOH (l)

8,80211

0,90617

1,06512

1,05114

0,95252

Jumlah

9,71349

1,00000

Menentukan konstanta Underwood


Komponen heavy key (j) = HBF4
=

Ki
Kj

1- q =

x Fi

-
i

Dimana q = 0,8785792 maka, 1 q = 0,121420839

1,00000

Dilakukan trial harga sampai persamaan di atas mendekati harga


0,121420839. Dari trial diperoleh = 0,584188628
Komponen

kmol

xF

xF./()

CH3COOH

8,80211

0,24269

0,24647

0,41238

-0,11604

-0,862425306

H2O

0,18082

0,00499

0,82355

1,37792

0,84950

0,008086685

C5H10O2

26,40634

0,72806

1,48756

2,48890

1,96048

0,924297169

HBF4

0,88021

0,02427

0,59768

0,47158

0,051462292

Jumlah

36,26949

1,00000

0,121420839

Menentukan Rm dan R
Komponen
H2O
C5H10O2
Jumlah

kmol
0,14966
26,40634
26,55600

Xd
0,00564
0,99436

xd /((-)/)
0,00914
1,26238
1,27152

Rm + 1 = 1,27152
Rm = 0,27152
Untuk pendingin kondensor digunakan air. Dari buku Treyball didapat untuk
pendingin air R=1,25 Rm.
R = 1,25 x 0,27152 = 0,339402
Menentukan komposisi cairan refluks (Lo)
R

= Lo/D

Lo = R x D
Komponen
H2O
C5H10O2
Jumlah

kmol/jam
kg/jam
Lo (mol)
0,149660354 2,696879573 0,050795097
26,40634068 2696,879573 8,962377769
26,55600103 2699,576453 9,013172866

Menentukan komposisi uap masuk kondensor (V)


V = Lo + D
Komponen
H2O
C5H10O2

kmol/jam
0,200455
35,368718
35,569174

kg/jam
3,612207
3612,207215
3615,819422

Lo (kg)
0,915327642
915,3276416
916,2429692

Menghitung panas yang dibawa masing masing alur


Panas yang dibawa input feed (QF) pada T = 367,998 K
Komponen
CH3COOH
H2O
C5H10O2
HBF4

n
(kmol/jam)
8,80211
0,18082
26,40634
0,88021
36,26949

Cp
(J/mol.K)
133,8023035
75,22367
130,5475495
138,12835

Q
(kJ/jam)
82439,60639
952,11814
241302,76498
8510,50157
333204,99108

Panas destilat keluar kondensor (QD) pada T = 362,112 K


Komponen
H2O
C5H10O2

n
(kmol/jam)
0,149660354
26,40634068
26,55600103

Cp
Q
(J/mol.K)
(kJ/jam)
75,21130666 721,6595533
205,0762157 347189,0191
347910,6787

Panas refluks keluar kondensor (QLo) pada T = 362,112 K


Komponen
H2O
C5H10O2

n
(kmol/jam)
0,14966

Cp
(J/mol.K)
75,21131

Q
(kJ/jam)
721,65955

26,40634

205,07622

347189,01912

26,55600

347910,67867

Panas yang dibawa uap masuk kondensor (QV) pada T = 374,896 K


n
Komponen (kmol/jam)
0,14966
H2O
26,40634
C5H10O2
26,55600

Hv
n.Hv
Cp
(kJ/mol)
(kJ/jam)
(J/mol.K)
40,22327
6,01983 33,86172
31,14462 822,41538 146,73519
828,43521

Panas hasil bawah (QW) pada T = 394,542 K

HBF4

n
kmol/jam
0,88021

Cp
(J/mol.K)
136,86555

QW
(kJ/jam)
11630,45323

H2O

0,03116

75,38255

226,78022

CH3COOH

8,80211

135,83972 115432,81153

9,71349

115659,59175

Komponen

Q
(kJ/jam)
390,14730
298301,41563
298691,56294

Neraca Panas pada Kondensor

QV = QLo + QD + QC
QC = 48390,68052 kJ/jam
Menghitung jumlah air pendingin yang dibutuhkan
Kondisi air pendingin yang digunakan :
T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


mair =
=

Q CW
Cp T

48390, 68052 kJ/jam


4,17944895 kJ/kg.K 318 303 K

= 771,8829461 kg/jam

Neraca panas di reboiler


QF + QR = QC + QW + QD
QR = 115659,5918 + 347910,6787 + 48390,6805 + 333204,9911
= 178755,9599 kJ/jam

Menghitung jumlah steam yang dibutuhkan


Analog dengan menghitung jumlah Steam yang dibutuhkan pada Heat
Exchanger (HE-102).
Jumlah steam yang dibutuhkan:
Q
msteam = steam
steam
=

178755, 9599 kJ/jam = 82,7907 kg/jam


2159,13 kJ/kg

Tabel B.14 Neraca Panas pada Menara Destilasi (MD-101)


Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
333204,991081 Qout
115659,591751
347910,678669
Qdestilat
48390,680520
Qkondensor
-178755,959860
Qsteam
Jumlah
333204,991081 Jumlah
333204,991081
Qin

15.

NERACA PANAS PADA KOLOM DESTILASI (MD-102)


Fungsi : untuk memisahkan CH3COOH dan H2O dengan HBF4.
Tujuan : menghitung kebutuhan air pendingin di kondensor dan menghitung
kebutuhan steam di reboiler
P = 1 atm = 1,0133 bar
Menentukan kondisi umpan masuk menara destilasi
Dew Point
Umpan masuk P = 1,0133 bar, dan dengan trial diperoleh T = 394,542 K
Komponen
H2O
HBF4
CH3COOH
Jumlah

kmol/jam
0,03116
0,88021
8,80211
9,71349

Yi
0,00321
0,09062
0,90617
1,00000

P (bar)
1,92088
0,49839
1,12795

Ki
1,89566
0,49184
1,11314

yi.Ki
0,00169
0,18424
0,81407
1,00000

Bubble Point
Umpan masuk P = 1,0133 bar, dan dengan trial diperoleh T = 392,645 K

Komponen
H2O
HBF4
CH3COOH
Jumlah

kmol/jam
0,03116
0,88021
8,80211
9,71349

Xi
0,00321
0,09062
0,90617
1,00000

P (bar)
1,78469
0,46776
1,06512

Ki
1,76126
0,46162
1,05114

Xi.Ki
0,00565
0,04183
0,95252
1,00000

Menentukan beban panas Feed


Dengan nilai Tbubble (392,645 K), nilai Cp H2O, dan CH3COOH cair diperoleh
dengan persamaan berikut :
2

Cp = A + BT + CT + DT

sementara Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.


Sehingga diperoleh nilai :
n
(kmol/jam)
0,03116
0,88021
8,80211
9,71349

Komponen
H2O (l)
HBF4 (l)
CH3COOH (l)
Total

Cp
(J/mol.K)
75,36540
136,68187
135,68945

QF
(kJ/jam)
222,27333
11386,60890
113039,33073
124648,21296

Dengan cara yang sama, pada Tdew (394,542 K), maka dapat dihitung nilai Cp
H2O, CH3COOH dan HBF4 cair.
Sehingga diperoleh nilai :
n
(kmol/jam)
0,03116
0,88021
8,80211
9,71349

Komponen
H2O (l)
HBF4 (l)
CH3COOH (l)
Total

Cp
(J/mol.K)
75,38255
136,86555
135,83972

QL
(kJ/jam)
226,78022
11630,45323
115432,81153
127290,04498

Karena umpan masuk berfasa cair, maka penentuan nilai Hv menggunakan


Tbubble (367,998 K) melalui persamaan berikut :
T

Hv = A 1 Tc

Sehingga diperoleh :
Komponen
H2O (l)
HBF4 (l)
CH3COOH (l)
Total

n (kmol/jam)
0,03116
0,88021
8,80211
9,71349

HV (kJ/mol)
39,31606
48,17950
23,25969

Qv (kJ/jam)
118,27809
4094,15984
19765,44119
23977,87912

QV = 23977,87912 kJ/jam
QL = 127290,04498 kJ/jam
QF = 23977,87912 kJ/jam
q

QV - Q F
QV - Q L

= 0,974429
q = 0,974429 < 1 dan umpan masuk di atas Tbubble maka, kondisi umpan
adalah cair dingin.
Menentukan Kondisi Puncak Menara
Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tdew = 370,965 K
Komponen
H2O
C5H10O2
Jumlah

kmol/jam
0,03116
8,80211
8,83328

yi
0,00353
0,99647
1,00000

P (bar)
1,67015
1,01189

Ki
1,64823
0,99861

yi/Ki
0,00214
0,99786
1,00000

Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tbubble = 370,935 K
Komponen
H2O
C5H10O2
Jumlah

kmol/jam
0,03116
8,80211
8,83328

Xi
0,00353
0,99647
1,00000

P (bar)
1,66820
1,01098

Ki
1,64630
0,99771

Xi/Ki
0,00581
0,99419
1,00000

Menentukan Kondisi Dasar Menara


Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tdew = 417,370 K
Komponen

kmol/jam

yi

HBF4 (l)

0,88021
0,88021

1
1

Jumlah

P (bar)

Ki

yi/Ki

1,01330 1,00000 1,00000


1,00000

Produk keluar pada P = 1,0133 bar, dan dengan trial and error diperoleh
Tbubble = 417,370 K

Komponen

kmol/jam

Xi

P (bar)

Ki

Xi*Ki

HBF4 (l)

0,88021

1,01330

1,00000

1,00000

Jumlah

0,88021

1,00000

Menentukan konstanta Underwood


Komponen heavy key (j) = HBF4
Ki
Kj

1- q =

x Fi

-
i

Dimana q = 0,974429 maka, 1 q = 0,025571355


Dilakukan trial harga sampai persamaan di atas mendekati harga
0,025571355. Dari trial diperoleh = 1,054099184.
Komponen

kmol/jam

XF

XF./()

H2O

0,03116

0,00321

1,89566

3,85419

2,80009

0,004416

CH3COOH

8,80211

0,90617

1,11314

2,26320

1,20910

1,696180

HBF4

0,88021

0,09062

0,49184

1,00000

-0,05410

-1,675024

Jumlah

9,71349

1,00000

Menentukan Rm dan R
Komponen

kmol/jam

Xd

H2O
CH3COOH
Jumlah

0,03116
8,80211
8,83328

0,00353
0,99647
1,00000

Xd /((-)/)
0,004856
1,865200
1,870055

Rm + 1 = 1,870055
Rm = 0,870055
Untuk pendingin kondensor digunakan air. Dari buku Treyball didapat untuk
pendingin air R=1,25 Rm.
R = 1,25 x 0,870055 = 1,087569
Menentukan komposisi cairan refluks (Lo)
R

= Lo/D

Lo = R x D

Komponen

kmol/jam

kg/jam

Lo (mol)

Lo (kg)

H2O
CH3COOH
Jumlah

0,031162
8,802114
8,833275

1,374224
528,566919
529,941143

0,033890
9,572907
9,606797

1,494563
574,853073
576,347637

Menentukan komposisi uap masuk kondensor (V)


V = Lo + D
Komponen
H2O
CH3COOH

kmol/jam

kg/jam

0,065052

2,868787

18,375021

1103,419993

18,440073

1106,288779

Menghitung panas yang dibawa masing masing alur


Panas yang dibawa input feed (QF) pada T = 392,645 K
Komponen
H2O
CH3COOH
HBF4

n
(kmol/jam)
0,031162
8,802114
0,880211
9,713486

Cp
(J/mol.K)
33,921109
70,274181
72,684280

Q
(kJ/jam)
1,490510
769,717609
77,439659
848,647778

Panas destilat keluar kondensor (QD) pada T = 390,645 K


Komponen
H2O
CH3COOH

n
(kmol/jam)
0,031162
8,802114
8,833275

Cp
QD
(J/mol.K)
(kJ/jam)
75,350731
218,216498
135,554773 110887,621830
111105,838328

Panas refluks keluar kondensor (QLo) pada T = 390,645 K


Komponen
H2O
CH3COOH

n
(kmol/jam)
0,033890
9,572907
9,606797

Cp
(J/mol.K)
33,915239
70,155468

Q
(kJ/jam)
1,620562
835,676613
837,297175

Panas yang dibawa uap masuk kondensor (QV) pada T = 394,542 K


Komponen
H2O
CH3COOH

n
(kmol/jam)
0,06505
18,37502
18,44007

Hv
(kJ/mol)
43,69354
26,87850

n.Hv
Cp
(kJ/jam) (J/mol.K)
2,84235 33,92765
493,89302 70,40597
0,49674

Q
(kJ/jam)
3,11260
1609,94314
1613,05575

LB 5050

Panas hasil bawah (QW) pada T = 417,370 K


Nilai Cp HBF4 cair dengan menggunakan korelasi Sternling-Brown.
Komponen
HBF4

n
kmol/jam
0,88021
0,88021

Cp
(J/mol.K)
139,44890

QW
(kJ/jam)
14651,99186
14651,99186

Neraca Panas pada Kondensor

QV = QLo + QD + QC
QC = 109492,285844 kJ/jam
Menghitung jumlah air pendingin yang dibutuhkan
Kondisi air pendingin yang digunakan :
T in

= 303 K

T out = 318 K
Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


mair =
=

Q CW
Cp T

109492, 285844 kJ/jam


4,17944895 kJ/kg.K 318 303 K

= 1746,5187 kg/jam

Neraca panas di reboiler


QF + QR = QC + QW + QD
QR = 109492,28584 + 14651,9919 + 111105,83833 + 124648,21296
= 110601,90308 kJ/jam
Menghitung jumlah steam yang dibutuhkan
Analog dengan menghitung jumlah Steam yang dibutuhkan pada Heat
Exchanger (HE-102).
Jumlah steam yang dibutuhkan:
msteam =

Q steam
steam
110601, 90308 kJ/jam
2159,13 kJ/kg

msteam = 51,225217 kg/jam


Tabel B.15 Neraca Panas pada Kolom Destilasi (MD-102)
Masuk ( kJ/jam)
Keluar (kJ/jam)
124648,212958 Qout
14651,991863
111105,838328
Qdestilat
109492,285844
Qkondensor
-110601,903077
Qsteam
Jumlah
124648,212958 Jumlah
124648,212958
Qin

16.

Neraca panas COOLER (E-101)


Fungsi : mendinginkan isopropyl asetat sisa dari 89,112 C menjadi 30 C.

Trefren = 288 K
Tinput

= 362,112 K

Toutput = 303 K
Q = n Cp dT
Panas Masuk
Nilai Cp H2O dan CH3COOH cair dihitung dengan persamaan berikut:
2
2
3
3
4
4
A (T -T )+B
-T )/2+C (T
)/3+D
-T )/4
Tin
(T
-T
(T
in
ref
in
ref
in
ref
in
ref
Cp.dT=

(Tin -Tref )
T
ref

Sehingga diperoleh :
Komponen
H2O (l)
C5H10O2 (l)
Total

n (kmol/jam)
0,149660
26,406341
26,556001

Cp (J/mol.K)
75,211307
205,076216

Qin (kJ/jam)
721,659553
347189,019115
347910,678669

n (kmol/jam)
0,149660
26,406341

Cp (J/mol.K)
75,500560
197,158789

Qout (kJ/jam)
56,497202
26031,210770
26087,707973

Panas Keluar
Komponen
H2O (l)
C5H10O2 (l)
Total

QCW

= Qinput Qoutput
= 347910,678669 kJ/jam - 26087,707973 kJ/jam
= 321822,9706958 kJ/jam

Menghitung jumlah air pendingin yang dibutuhkan


Kondisi air pendingin yang digunakan :
Tin

= 303 K

Tout

= 318 K

Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


mair =
=

Q CW
Cp T

321822, 9706958 kJ/jam


4,17944895 kJ/kg.K 318 303 K

= 5133,4194950 kg/jam
Neraca Panas pada Cooler (E-101)
Tabel B.16 Neraca Panas pada Cooler (E-101)
Masuk ( kJ/jam)

17.

Qin

347910,67867

Jumlah

347910,67867

Keluar (kJ/jam)
Qout
26087,70797
QCW
321822,97070
Jumlah
347910,67867

Neraca panas COOLER (E-102)


Fungsi : mendinginkan asam asetat sisa dari 89,112 C menjadi 30 C.

Trefren = 288 K
Tinput

= 390,935 K

Toutput = 303 K

Panas Masuk
Q = n Cp dT
Nilai Cp H2O dan CH3COOH cair dihitung dengan persamaan berikut:
2
2
3
3
4
4
A (T -T )+B
-T )/2+C (T
)/3+D
-T )/4
Tin
(T
-T
(T
in
ref
in
ref
in
ref
in
ref
Cp.dT=

(T
-T
)
in
ref
T
ref

Sehingga diperoleh :
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
Total

n (kmol/jam)
0,031162
8,802114

Cp (J/mol.K)
75,350731
135,554773

n (kmol/jam)
0,031162
8,802114

Cp (J/mol.K)
75,500560
129,015042

Qin (kJ/jam)
218,216498
110887,621830
111105,838328

Panas Keluar
Komponen
H2O (l)
CH3COOH (l)
Total

QCW

Qout (kJ/jam)
11,763566
5678,025232
5689,788798

= Qinput Qoutput
= 111105,838328 kJ/jam - 5689,788798 kJ/jam
= 105416,0495304 kJ/jam

Menghitung jumlah air pendingin yang dibutuhkan


Kondisi air pendingin yang digunakan :
Tin

= 303 K

Tout

= 318 K

Cp

= 4,17944895 kJ/kg.K

Maka massa air pendingin yang dibutuhkan


mair =
=

Q CW
Cp T

105416, 0495304 kJ/jam


4,17944895 kJ/kg.K 318 303 K

= 5133,4194950 kg/jam

Neraca Panas pada Cooler (E-102)


Tabel B.17 Neraca Panas pada Cooler (E-102)
Qin

Masuk ( kJ/jam)
111105,838328

Jumlah

111105,838328

Keluar (kJ/jam)
Qout
5689,788798
QCW
105416,049530
Jumlah
111105,838328

LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
1. Tangki Penyimpanan Cairan
Ada beberapa tangki penyimpanan, yaitu :
1. T-101

: Menyimpan asam asetat glasial untuk kebutuhan 10 hari

2. T-102

: Menyimpan hidrogen flourida untuk kebutuhan 120 hari

3. T-105

: Menyimpan isopropil asetat untuk kebutuhan 7 hari

4. T-106

: Menyimpan asam asetat untuk kebutuhan 30 hari

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C


Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan : Single welded butt joints


Jumlah

: 1 unit

*) Perhitungan untuk T-101


Kondisi operasi :
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 30 C

Laju alir massa

= 2114,26768 kg/jam

= 1037,95956 kg/m

Kebutuhan perancangan = 10 hari


Faktor kelonggaran

= 20 %

Perhitungan:
a. Volume tangki

2114, 26768 kg/jam 10 hari 24 jam/hari


Volume larutan,Vl =
= 488,8671

m
3
3
Volume tangki, Vt = (1 + 0,2) x 488,8671 m = 586,6405 m
LC - 1
Universitas Sumatera Utara

LC - 2

b. Diameter dan tinggi shell


Direncanakan :
Tinggi shell : diameter (Hs : D = 3 : 2)
Tinggi head : diameter (Hh : D = 1 : 4)
-

Volume shell tangki ( Vs)


1
2
Di H

Vs = 4
Vs

3
3
D
12

Volume tutup tangki (Vh)


V

3
D
24

(Walas,1988)

Volume tangki (V)


V

= Vs + Vh

586,6405 m

34
3
D
= 96

Di

= 7,65264 m = 301,2849 in

Hs

= 11,47896 m = 451,9274 in

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup

= diameter tangki

= 7,65264 m

Hh

Hh
1
=
D 7, 65264

D
4

= 1,91316 m

Ht (Tinggi tangki)

= Hs + 2Hh

= 13,39396 m

d. Tebal shell tangki


Tinggi cairan dalam tangki = 488,8671m

586, 6405 m3

PHidrostatik

x 11,47896 m = 9,56580 m

=xgxl
3

= 1037,95956 kg/m x 9,8 m/det x 9,56580 m = 97,30332 kPa


P0

= Tekanan operasi = 1 atm

Faktor kelonggaran

= 5%

Pdesign

Joint efficiency (E)

= 0,8

= 101,325 kPa

(1,05) (97,30332 + 101,325)

= 208,55973 kPa
(Brownell,1959)

Allowable stress (S) = 12.500 psia = 86.184,5 kPa


Faktor korosi

(Brownell,1959)

= 0,125 in

Tebal shell tangki:


t

P R
CA n
S E 0,6 P

(Walas, 1988)

(208, 55973 kPa) (150, 6425 in)

10
(86184,5 kPa) (0,8) 0,6 (196, 27118 kPa)
1, 7065 in

0,125

Tebal shell standar yang digunakan =2 in

(Brownell, 1959)

e. Tebal tutup tangki


t

PD
CA n
2SE 0,6P

(Walas, 1988)

(208, 55973 kPa) (302 in)

102(86184,5

kPa)(0,8) 0,2(208, 55973 kPa)

0,125

1,7069 in
Tebal tutup standar yang digunakan =2 in

(Brownell,1959)

Analog perhitungan dapat dilihat pada T-101, sehingga diperoleh :


Waktu
simpan
(hari)

Volume
tangki
3
(m )

Diamete
r tangki
(m)

Tinggi
tutup
(m)

Tinggi
tangki
(m)

Tebal
Shell
(m)

Tebal
Tutup
(m)

Jumlah

(T101)

10

488,8671

7,6526

1,9131

13,3939

0,04335

0,04336

(T102)

120

42,2959

3,1850

0,8001

5,6007

0,03612

0,03612

(T105)

628,5871

7,8308

1,9621

13,7223

0,04861

0,04857

(T106)

30

440,4614

7,3426

1,8415

11,0363

0,04181

0,04180

Tangki

(unit)

2. Tangki Penyimpanan Gas


Ada beberapa tangki penyimpanan, yaitu :
1. T-103

: Menyimpan boron trifluorida untuk kebutuhan 7 hari

2. T-104

: Menyimpan propilen untuk kebutuhan 7 hari

Bahan konstruksi : Low Alloys Steel SA 202 B


Bentuk

: Silinder Horizontal dengan penutup torrispherical dished head

Jenis sambungan : Single welded butt joints


Jumlah

: 1 unit

*) Perhitungan untuk T-103


Kondisi operasi :
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 15 C

Laju alir massa

= 29,8418 kg/jam

= 2,8840 kg/m

Kondisi

= gas

Kebutuhan perancangan = 7 hari


Faktor kelonggaran

= 20 %

Perhitungan:
a. Volume tangki
Kapasitas Larutan,Vg =

29, 8418 kg/jam 7 hari 24


jam/hari
3
2,8840 kg/m

= 1738,3722 m

Volume larutan untuk 1 tangki = 1738,3722 m

Volume Spherical, Vt = (1 + 0,2) x 1738,3722m = 2086,0467 m


b. Volume 2 Tutup dan Shell
Direncanakan :
H/D = 4/3 = 1,33
L/D = 3/1 = 3
3

Volume 2 Tutup, Vh = 2[0,0778 D (2) (H/D) (1,5-H/D)] (Walas,2010)


3

= 2[0,0778 D (2) (0,8) (1,5-1,33)]


3

= 0,09221 D

= 2 Arc Cos (1-1,6)


= 4,4286 rad

1
D2 L

sin
Volume Shell = 4
2

(Walas,2010)

1
2
D L
4, 4286 sin 4, 4286
4
2
2

= 0,67357 D L
Karena L = 3 D ; maka
Volume Shell = 0,67357 (3) D
= 2,02072 D

3
3

Volume 2 Tutup + Shell = 0,09221 D + 2,02072 D

= 2,11293 D
c. Diameter (D) dan Tinggi Tangki

2086, 0467 m
Diameter, D

= 3

2,11293

= 9,95741 m
Jari-jari, r

= 4,9911 m

Tinggi Shell

= 17,1365 m

Tinggi Tutup = 2,3134 m


Tinggi Total = 21,7634 m
d. Tebal Shell dan Head dan Bottom
Allowable Stress, S = 21250 psi = 146513,59 kPa
Joint Efficiency, E

= 0,80

Corrotion Factor, Ca = 0,125 in/thn = 0,00138 m/thn


P Operasi

= 2 Atm = 202,65 kPa

Faktor kelonggaran = 0,2


Umur

= 10 Tahun

P hidrostatik

= 18,73 kPa

P design

= 12,14 kPa
P R

Tebal Shell, ts =
n

Ca

(Walas, 1988)

S E 0, 6
P
=

12,14 4, 9911
0, 00138 10
146513, 59 0,8 0, 612,14

= 0,10008 m = 3,9401 in
Tebal shell standar yang digunakan = 4 in
r/L = 0,06

(Brownell, 1959)

L = D = 4,67547 m
3 L/r
M =
4
=

1/ 2

(Walas, 1988)

3 1/0,06

1/ 2

= 1,7706 m
Tebal head

P L M

(Walas, 1988)

+ Ca

n
2 S E - 0,2 P
=

1238, 3712 12,8524 1, 7706


+ 0, 00138 10
2 146513, 59 0,8 - 0,2 1238, 3712

= 0,0600 m = 2,3624 in
Tebal shell standar yang digunakan = 6 in

(Brownell, 1959)

Analog perhitungan dapat dilihat pada T-103, sehingga diperoleh :


Tangki

(T103)
(T104)

Waktu
simpan
(hari)
7
7

Volume
tangki
3
(m )
2086,0466
4474,7001

Diameter
tangki
(m)
9,9574
12,8427

Tinggi
tangki
(m)
16,9031
21,7634

Tinggi
tutup
(m)
1,7967
3,3134

Tebal
Shell
(m)
0,0370
0,1000

3. Pompa
Ada beberapa pompa, yaitu :
1. P-101

: memompa fluida dari MX-101 menuju MX-102

2. P-102

: memompa fluida dari T-101 menuju MX-102

3. P-103

: memompa fluida dari MX-102 menuju HE-101

4. P-104

: memompa fluida dari AC-101 menuju HE-103

5. P-105

: memompa fluida dari RB-101 menuju MD-102

6. P-106

: memompa fluida dari HE-104 menuju T-105

7. P-107

: memompa fluida dari RB-102 menuju HE-106

8. P-108

: memompa fluida dari HE-105 menuju T-106

Jenis : Pompa sentrifugal


Jumlah : 1 unit

Tebal
Head
(m)
0,0600
0,1520

Jumlah
(unit)
1
4

*) Perhitungan untuk P-101


Kondisi operasi :
T = 30C
Laju alir massa (F) = 41,906731 kg/jam = 0,025663 lbm/s
3
3
Densitas ()
= 2809,63302 kg/m = 175,39926 lbm/ft
Viskositas ()
= 3,30686 cP
= 0,00222 lbm/ft.s
0, 025663 lbm/s 3
Laju alir volumetrik (Q) =
= 0,000146313 ft 3/s
175, 39926 lbm/ft
Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)

0,45

()

0,13

(Timmerhaus,1991)
3

= 3,9 (0,000146313 ft /s )

0,45

3 0,13

(175,39926 lbm/ft )

= 0,1436 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1983, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal

: 1/8 in

Schedule number

: 80

Diameter dalam (ID)

: 0,215 in

= 0,01792 ft

Diameter luar (OD)

: 0,405 in

= 0,03375 ft

Inside sectional area

: 0,00025 ft

Kecepatan linear, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

0, 000146313 ft
/s
2
0,00025 ft

= 0,5853 ft/s


v ID
=

= (175, 39926 lbm/ft )(0, 5853 ft/s)(0, 01792 ft)


0, 00222 lbm/ft.s
= 827,67156 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel, harga = 0,000046

(Geankoplis, 1983)

Pada NRe = 827,67156 dan /ID =

0,000046 ft = 0,0084233
0,13833 ft

Dari Fig.2.10-3 Geankoplis,1983 diperoleh harga f = 0,02


Friction loss :
1 Sharp edge entrance = hc

A v2

= 0,55 1 2
A1 2

= 0,55 1 0 0,25853
1 = 0,09419 ft.lbf/lbm
2 elbow 90 = hf

= n Kf

2
v2
0, 5853
= 2(0,75)
= 0,00798 ft.lbf/lbm
2 gc
2(32,174)

v
1 check valve = hf = n Kf

= 1(2,0) 0, 5853 = 0,01065 ft.lbf/lbm


2(32,174)

2 c

g
2

Pipa lurus 20 ft = Ff = 4f

L v
ID 2 gc

= 4(0,008)

20 0, 5853
0, 01792 2
32,174
2

A1

1 Sharp edge exit = hex = 0,55 1

= 0,47536 ft.lbf/lbm

A 2

2..g c
2

0, 5853
= 0,55 1 0
2 1 32,174

= 0,00293 ft.lbf/lbm

Total friction loss : F = 0,59111 ft.lbf/lbm


Dari persamaan Bernoulli :

1
2

-v

dimana :

+g z -z =0+
2

P2 -P1

+F+W
s

v1 = v2
P1 = 101,325 kPa = 4232,45614 lbf/ft
P2 = 202,65 kPa

= 4232,45614 lbf/ft

P
= 12,065 ft.lbf/lbm

Z = 5 ft

(Geankoplis,1983)

Maka :
32,174 ft/s
0+

2
2

5 ft + 32,2845 ft.lbf/lbm + 0, 59111 ft.lbf/lbm + Ws =0

32,174 ft.lbm/lbf.s
Ws = 17,656 ft.lbf/lbm

P =

Ws Q

17, 656 0, 000146313 175, 39926


550

550

0, 00082385 hp

Effisiensi pompa , = 75 %

(Fig. 10.62 Coulson)

Effisiensi motor = 0,80 %

(Tabel 3.1 Coulson)

Daya pompa : P

0,00082385
= 0,0004348 hp
0,75 0,80

Maka digunakan daya standar = 1/8 hp


Analog perhitungan dapat dilihat pada P-101, sehingga diperoleh :
Pompa
P 01
P 02
P 03
P 04
P 05
P 06
P 07
P 08

Laju Alir
D optimum
(kg/jam)
(in)
41,906731
0,143604
2114,267677
1,153055
2194,822728
1,163082
3306,001543
1,498968
650,254335
0,676834
3306,001543
1,182151
77,296640
0,218071
529,128450
0,518314

ID
(in)
0,215
1,380
1,278
1,610
0,742
1,278
0,302
0,742

v
(ft/s)
0,585253
1,921301
2,269366
2,675334
2,034766
2,021628
0,841929
0,961009

F
0,591107
1,466957
0,716852
0,830012
0,787127
0,530714
8,034650
0,175578

Daya
Daya
(hp)
standar (hp)
0,000435
1/8
0,153511
1/6
2,357298
3
4,402417
5
0,049218
1/8
0,033931
1/8
0,006890
1/8
0,005082
1/8

4. Kompressor
Ada beberapa kompressor, yaitu :
1. K-101

: mengalirkan dan menaikkan tekanan gas boron trifluorida menjadi 2

atm sebelum masuk ke MX-101


2. K-102

: mengalirkan dan menaikkan tekanan gas hidrogen fluorida menjadi 2

atm sebelum masuk ke MX-101


3. K-103A : mengalirkan dan menaikkan tekanan gas propilen menjadi 20 atm
sebelum masuk ke R-101
4. K-103B : mengalirkan dan menaikkan tekanan gas propilen menjadi 20 atm
sebelum masuk ke R-101
5. K-104

: mengalirkan gas propilen recycle sebelum masuk ke R-101

Jenis

: Centrifugal compressor

Jumlah : 1 unit

*) Perhitungan untuk K-101

k P

(k-1)
k

2
hp 2, 78.10 P
1 q
fmi

k-1 P1

dimana:

(Timmerhaus,1991)

qfm i

= laju alir (ft /menit)

P1

= tekanan masuk = 2116,22 lbf/ft

P2

= tekanan keluar = 4232,45 lbf/ft

= rasio panas spesifik = 1,09676

Data:
Laju alir massa

= 29,8418 kg/jam

BF3

= 4,1557 kg/m = 0,25943 lbm/ft

Laju alir volum (qfm i) =

29, 8418 kg/jam


4,1557 kg/m

= 7,1809 m 3 / jam

= 0,070442 ft /detik
1,096761

1, 09676 2116, 22

hp 2, 78.10 4 2116, 22 0, 070442

1,09676
(1, 09676-1) 4232, 45

= 0,02962 hp
Jika efisiensi motor adalah 78 %, maka :
P=

0, 02962
0, 037977 hp
0, 78

Diameter pipa ekonomis (De) dihitung dengan persamaan :


De = 3,9 (Q)

0,45

()

0,13

(Timmerhaus,1991)
3

= 3,9 (0,070442 ft /detik)

0,45

3 0,13

(0,25943 lbm/ft )

= 0,99177 in
Dipilih material pipa commercial steel 1 inci Sch 40 :

Diameter dalam (ID)

= 1,049 in = 0,08742 ft

Diameter luar (OD)

= 1,315 in = 0,10958 ft

Luas penampang (A)

= 0,006 ft

Analog perhitungan dapat dilihat pada K-101, sehingga diperoleh :


Kompresor
K-101
K-102
K-103A
K-103B
K-104

Laju Alir
D Optimum
(kg/jam)
(in)
29,84181
0,991774
0,804742
12,06493
5,228727
1348,23030
3,445762
1348,23030
3,534068
2089,01617

ID
(in)
1,049
0,957
5,761
3,548
3,826

Daya
(hp)

Daya standar
(hp)

0,037977
0,028178
3,568142
4,141538
0,490156

1/8
1/8
4
5
1/2

5. Mixer (MX-101)
Fungsi

: mencampur umpan segar katalis HF dan BF3 sebagai umpan


mixer (MX102)

Bentuk

: tangki silinder tegak dilengkapi dengan pengaduk

Jenis

: Tangki berpengaduk propeller

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C dengan tutup torispherical dished
Head

Data:
Umpan masuk mixer

= 41,90673 kg/jam = 92,40434 lb/jam

Densitas umpan

= 3,21926 kg/m

= 0,20120 lb/ft

Kecepatan volumetrik = 13,01791 m /jam = 459,27177 ft /jam


Diambil waktu tinggal = 10 menit, sehingga:
Vtot =

459, 27177
3
3
= 76,54529 ft = 2,1471 m
6

Over design 20%, sehingga:


Vt = 1,2 x 2,1471 m
= 2,5766 m

Diambil H/D = 2
D = 1,25 m

= 49,16 in

H = 2,50 m

= 98,68 in

Dipilih tangki dengan ukuran


D = 50 in

= 4,166 ft

H = 99 in

= 8,250 ft

Mechanical Design
Tinggi Cairan
Luas penampang cairan dalam mixer:

AT =

2
ID
4

AT

2
4,166 = 13,6409 ft2
4

= 1,2673 m

Tinggi gas = diameter tabung


Tinggi cairan (Z) = 1,270 m
Tebal Shell
f

= 12650

E = 0,8
C = 0,125 in/thn
Umur Alat = 10 Tahun
Poperasi

= 2 atm

Pdesign

= 17,64 psig

ID

= 50 in

ri

= 25 in

ts =
n

P r

= 29.4 psia

+C

f E-0,6 P

17, 64 25
0,125 10
12650 0, 8 0, 6 17, 64

= 1,2936 in

Tebal plate standar

= 1 3/8 in

Perhitungan Tebal dan Tinggi Head


Diambil rc = ID

= 25 in

0,885 17, 64 25
=
0,125 10
0,885 P rc
12650 0,8 0,117, 64
th
C

f E 0,1 P
n
= 1,2886 in

Tebal plate standar

= 1 3/8 in

Dari tabel 5-8 (Brownell, 1959), untuk th = 1 3/8 in, diperoleh sf = (1,5 4,5) in
Diambil sf

= 3 in

OD

= ID

+ 2.ts = 52,75 in

Dari tabel 5-7 (brownell,1959), diperoleh icr


r
a

= 4,125 in
= 42 in

= ID/2 = 12,5

torisphericall dished head dengan perbandingan a:b = 2:1, sehingga:


b

= a/2

= 12,5/2

= 6,25 in

Jadi tinggi head

= t + b + sf
= 1,375 + 6,25 + 3
= 10,6250 in = 0,8854 ft

Tinggi dan volume mixer


Tinggi mixer total = H + 2.tinggi head
3

Vshell .ID 2 .H = 112,4348 ft

= 10,0208 ft

Vhead

24

ID

Vmixer

= 9,4642 ft

= Vshell + 2.Vhead
3

= 112,4348 ft + 2 x 9,4642 ft
= 131,3633 ft
Vcairan dalam shell

= Vtotal + Vhead
3

= 131,3633 ft 9,4642 ft
= 121,8991 ft

Tinggi cairan dalam shell (ZL) :


3
121,8991 ft
VL =
Z L=
42 ft 2
AT
= 8,9396 ft
Pengaduk
Tinggi cairan total

= 9,8217 ft

Dimensi
Diameter pengaduk optimum, Dopt

= D/3 = 4,1667/3

= 1,388 ft

Jarak pengaduk dari dasar tangki, Copt = D/2 = 4,1667/2

= 2,083 ft

Lebar baffle, Bw

= D/12 = 4,1667/12

= 0,347 ft

Panjang sudu, Lopt

= 0,25 dopt

= 0,25 x 1,388 ft

= 0,347 ft

Tinggi sudu

= 0,2 dopt

= 0,2 x 1,388 ft

= 0,277 ft

Lebar pengaduk, Bopt

= 0,075 D

= 0,075 x 4,1667 ft

= 0,3125 ft

Jumlah dan Kecepatan Putar Pengaduk


Jumlah pengaduk = WELH/ID
WELH

= tinggi cairan x sg
3

= 9,8217 ft x 0,2031 lb/ft /62,5


= 0,0319 ft
Jumlah pengaduk =

0, 03119 ft = 0,3228
4,1667 ft

=1
Kecepatan putar pengaduk (N)
600
WELH
600
0,0319
N=
=
d opt 2 d opt
0, 5 2 1, 388
= 14,747 rpm
= 300 rpm (diambil standar)
= 5 rps
Bilangan Reynold pengadukan (Nre)

= 0,0000104 lb/ft/s
= 8,1449 lb/ft3
2

N Re

1, 3882

d opt
N

5 rps
8,1449 lb/ft

0,0000104 lb/ft/s
5
= 1,88 x 10

Dari fig 3.4-4 Geankoplis, 1997 dengan menggunakan kurva 4, untuk pengaduk jenis
impeller, diperoleh Np = 8,5
Sehingga
3

P = Np N Da

P = 8, 5 0, 2031 lb / ft 5 rps x 0, 5 ft / 32, 2


3

= 34,6365 lbft/s
Dengan efisiensi 80 %, maka P sebesar :
P = 43,2956 lbft/s
= 43,2956 lbft/s / 550 = 0,0787 Hp
Ambil standar : 1/4 Hp
Analog perhitungan dapat dilihat pada MX-101, sehingga diperoleh :
Laju Alir

D Optimum

ID

Jumlah

Daya

Daya standar

(kg/jam)

(in)

(in)

pengaduk

(hp)

(hp)

MX-101

41,9067

52,75

49,16

0,007

1/4

MX-102

2194,8227

28,75

25,28

3,653

Mixer

6. Reaktor (R-101)
Fungsi

: tempat berlangsungnya reaksi pembentukan isopropil asetat

Jenis

: fixed bed multitubular

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup torispherical head

Bahan konstruksi : cabon steel SA-299


Jumlah

: 1 unit

Volume reaktor

: 82,6102 m

Reaksi yang terjadi:


Reaksi utama

: CH3COOH(aq) +

C3H6(g)

Temperatur masuk

= 100 C = 373 K

Temperatur keluar

= 100 C = 373 K

Tekanan operasi

= 20 atm

CH3COOCH(CH3)2(aq)

1. Menentukan factor koreksi (z) umpan


Pc campuran = x i Pci
Tc campuran = x i Tci
campuran = x i ci
Komponen
C3H8
C3H6
CH3COOH
H2O
HBF4
C5H10O2
Total

Xi
Tc
0,06773814 369,83
0,51005208 364,85
0,10201041 592,71
0,00396707 647,096
0,01020104
615
0,30603124
538

xi.Tc
Pc
xi.Pc
25,05 42,0102 2,8456
186,04 45,3859 23,1492
60,46
59,04 6,0227
2,56 218,201 0,8656
6,27
51,08 0,5211
164,64
33,96 10,3928
445,04
43,7971

Tr

T
373
=
=0,83811
xi Tci 445,0456

Pr

P
20
=
=0,45665
xi Pci 43,7971

w
0,43
0,142
0,462
0,345
0,395
0,355

xi.w
0,02913
0,07243
0,04713
0,00137
0,00403
0,00403
0,26272

Digunakan Pitzer correlations untuk menghitung harga Z (Smith, 2001),

Z=1+ B

TrPr

+ B1
0

Dimana harga B dan B dihitung dengan persamaan berikut :


0

B 0, 083
0

B 0,139

0, 422
0, 422
0, 083
1,6
1,6
Tr
0, 8381

0, 4768

0,172
0, 422
4,2 0, 2221
4,2 0,139
Tr
0,
8381

0,45665
Z 1 0,4767 0,2627 x 0,2221
0,7084
0,83811
2. Menetukan diameter reaktor
BM campuran = 353,8026 kg/kmol

BMcampuran P
ZRT

353,8026 20
3
=326,346 kg/m
0,7084 0,082057 373

Kecepatan volumetrik umpan dihitung dengan persamaan berikut :


ZnR
TP
0,7084x76,1985x0,082057x373
3

82,6102 m /jam
20

= 0,02295 m /s
Viskositas umpan dihitung dengan persamaan berikut :
7,7.( BM )

1/2

.( Pc)

7,7.(353,8062)

1/2

2/3

.(Tc)

1 / 6

.(43,7971)

2/3

.(445,0456)

1 / 6

-5

= 3,2616 x 10 kg/m.s
Dari buku Bird Fig. 1.3-1 untuk harga Tr = 0,8381 dan Pr = 0,45665, diperoleh
harga /c = 0,28.
-5

= 0,28 x 3,2616 x 10 kg/m.s


-6

= 9,1326.10 kg/m.s
Aliran gas umpan reaktor diharapkan berupa aliran turbulen. Hal ini
dikarenakan untuk memungkinkan molekul molekul zat menghasilkan
yang lebih sempurna agar kemungkinan terjadinya reaksi menjadi
tumbukan
lebih besar.
Untuk aliran turbulen, bilangan Reynolds (NRe)
perancangan reaktor ini, diambil NRe = 1500.

Dimana : NRe

= bilangan Reynolds aliran


3

= densitas umpan reaktor (kg/m )

Dp

= diameter partikel katalis (m)

vg

= kecepatan linear umpan (m/s)

= viskositas umpan (kg/m.s)

N .
1500x9,13266.10 6
v g Re .
3 0,00671m / s
326,346x6,25.10
g .D p
Q
82,610202m3 / s
2
A
.
3,41665m
vg
0,00671m / s

> 1000. Maka, pada

vg

4 x3,41665
4. A
.
2,17621m / s

3,14

Menghitung tebal shell reaktor


Bahan yang digunakan untuk bagian shell reaktor adalah bahan Stainless steel
type 316 Grade A dengan spesifikasi bahan sebagai berikut :
f

= 18450 psi

Joint Effesiensi (E)

= 0,85

Faktor korori (C)

= 0,25

ID sheel

= 2,17621 in

P operasi

= 20 atm

P.ID
C
2fE 0,6P
(294 kPa) (2,17621 in)

0,25
2(18450psi)(0,8) 0,6(294 kPa)

ts

1,0622 in
Digunakan tebal shell standard 11/4 in,
Menghitung tebal head reaktor
Bahan yang digunakan untuk bagian shell reaktor adalah bahan stainless steel
type 316 A dengan spesifikasi bahan sebagai berikut :
f

= 18450 psi

Joint Effesiensi (E)

= 0,85

Faktor korosi (C)

= 0,25

ID sheel

= 2,17621 in

R1

= 0,06x 85,67749 in= 5,1406 in

= 0,25x(3+(2,17621/5,1406)

P operasi

= 20 atm

P.ID.W
C
2fE 0,6P
(294atm) (2,17621 in)(1,7706)

0,25
2(18450psi)(0,8) 0,6(294atm)
0,3474 in

tmin

Digunakan tebal shell standard in,

0,5

= 1,7706 psi

Menghitung tinggi head reaktor


Dari tabel 5-8 (Brownel and Young, 1959) diperoleh :
sf

= 1,5 in

IDD

= 85,6775x(1-3) /2) = 11,4786 in

= 1,5 + 11,4786 +85,6775 = 4,0625 in = 33,8464 cm

,5

Menentukan pressure drop (P)


Pressure drop pada tube dapat di dengan persamaan dari Kern, 1959 :
dP
dz

= -

f. Gt 2 . n

5,22.10 10 . D. s . s

dimana, :

[satuan lbf/(ft ,ft)]

diambil Re

= 1500

friction factor, f

= 0,0006 ft/in (fig 26, kern)

spesific grafity, s

= 0,0035

jumlah passes, n

= 1

= 1, untuk fluida non-viscous

dengan memasukkan nilai-nilai Gt, f, D, s, n, dan s ke dalam persamaan maka :


2

(0,0006)(2,0088) (1)
dP = 10
dz
(5,22.10 )(0,2058)(0,0035)(1)
dP
-11 lb f
= - 6,43944x10
2
dz
ft .ft

Menghitung Tinggi Cairan


Luas penampang cairan dalam reaktor:
AT

2
ID
4

2
AT 1,41667
4

= 0,6633 m

Z
Tinggi cairan (Z) =

1.1VT

AT

1,1x3,41665
0,6633

Menghitung tinggi total reaktor


Tinggi ruang kosong (a)

= 0,06 m

Tinggi inert blast (b)

= 0,06 m

Tinggi reaktor (L)

= 5,6661 m

Tinggi head (h)

= 0,3384 m

= 5,6661 m

Tinggi total reaktor (Ltotal)

= L + h + 2(a) + 2(b)
= 5,6661 + 0,3384 + 2(0,06) + 2(0,06)
= 6,2445 m

Menghitung jumlah tube


Dalam perancangan ini digunakan orifice / diameter gelembung dengan
spesifikasi:
- Diameter luar tube (OD) = 3/4 in
- Jenis tube = 10 BWG
- Pitch (PT) = 1 in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 8 ft
Dari Tabel 8, hal, 840, Kern, 1965, diperoleh UD = 100 - 200, faktor pengotor
(Rd) = 0,003
2

Diambil UD = 120 Btu/jamft F


Luas permukaan untuk perpindahan panas,
31,9918 ft 2
2
A .D / 4
3,14x120
4
2

Luas permukaan luar (a) = 0,1963 ft /ft


(Tabel 10, Kern)
2
A
50,24 ft
Jumlah tube, Nt
31,9918 buah
"
2
La
8 ft 0,1963ft /ft
Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 32 tube dengan ID
shell 8 in.

7. Expansion Valve (EV-101)


Fungsi

: Menurunkan tekanan cairan dari reaktor sebelum dimasukkan ke


accumulator

Jenis

: Expansion valve

Jumlah

: 1 unit

Data:
Laju alir massa

= 3306,0015 kg/jam
3

campuran

= 851,4748 kg/m = 53,1561 lbm/ft


3306,0015 kg / jam
3
Laju alir volumetrik (Q) = 851, 4748 kg / m3 3, 8826 m / jam
3

= 0,0380 ft /detik = 3290,7702 ft /hari


Diameter pipa ekonomis (De) dihitung dengan persamaan :
,45

De = 3,9 (Q) ( )

,13

(Timmerhaus,1991)

,45

= 3,9 (0,0380 ft /detik) (53,1561 lbm/ft )

,13

= 9,0998 in
Dipilih material pipa commercial steel 10 inchi Sch 60 :

Diameter dalam (ID)

= 9,75 in = 0,8125 ft

Diameter luar (OD)

= 10,75 in = 0,8958 ft

Luas penampang (A)

= 0,3652 ft

Tekanan masuk (P1)

= 20 atm = 293,92 psi

Tekanan keluar (P2)

= 1 atm = 14,696 psi

Temperatur masuk

= 100 C

Rasio spesifik (k)

= 1,856

Perhitungan daya (P) dapat dihitung dengan menggunakan rumus, Timmerhaus


(1991).


k xP

P2

xQ

1,1856 x 14,696 x 11,1544

k1

1,18561

Daya (P) =

k 1

293,925 1,1856 1

14,696

1,1856 1

= 19,8605 HP

Jika efisiensi motor adalah 78 %, maka :


P=

19,8605
25,4622 hp
0,78

8. Menara Destilasi
Ada beberapa menara destilasi, yaitu :
1. MD-101

: memisahkan campuran isopropil asetat, H2O dari campuran

2. MD-102

: memisahkan asam asetat dan air dari HBF4

Jenis

: sieve tray

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi: carbon steel SA-283 grade C


Jumlah

: 1 unit

*) Perhitungan untuk MD-101


Data:
Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas diperoleh:
XLW = 0,8913

XLF = 0,0241

XHW = 0,0891

= 23,4513 kmol/jam

XHD = 0,9943

= 8,7205 kmol/jam

XLD = 0,0056

LD = 0,8908

XHF = 0,7248

LW = 0,9191

L ,av .

LD
LW

1,2574 1,5450

(Geankoplis,1997)

1,3938

Nm
)]

log[( X LD D / X HD D)( X HW W / X LW W

(Geankoplis,1997)

log( L,av )
= 8,6457

Nm
= 0,18, maka:
Dari Fig 11,7-3, Geankoplis, hal:676 diperoleh N
N=

Nm
8,6457
= 14,1733

0,18
0,18

Efisiensi piring = 85 %

(Geankoplis,1997)

Maka jumlah piring yang sebenarnya = 14,1733/0,85 = 16,6745 piring 17 piring


Penentuan lokasi umpan masuk
X W X 2
Ne
LW
log
0,206 log HF
Ns
X LF D X HD
2
0,7248 8,7205 0,8913
N
log e 0,206 log

Ns
0,0241 24,4513 0,9943
Ne
1,9707
Ns
1,9707 Ns
Ne =

N = Ne + Ns
N + Ns
17 = 1,9707 s
Ns = 5,7255 6
Ne = 17 6 = 11
Jadi, umpan masuk pada piring ke 11 dari atas,
Design kolom
Direncanakan :
Tray spacing (t)

= 0,4 m

(Geankoplis,1997)

Hole diameter (do)

= 4,5 mm

(Treybal, 1984)

Space between hole center (p)= 12 mm

(Treybal, 1984)

Weir height (hw)

= 5 cm

Pitch

= triangular in

Surface tension () = 0,04 N/m

Ao
Aa
Ao

0,0045

0,907

d
0,907 o
p'

Aa
q

(Lyman, 1982)

Q'
V

= 0,1275

0,0120

1/2

1/2

0,00030 37,4911

0,00063 28,2080

=0,5460

= 0,0744t + 0,01173 = 0,0744(0,40) + 0,01173 = 0,0415


= 0,0304t + 0,015 = 0,0304(0,40) + 0,015 = 0,0272

0, 2
1
log


CF =
(q/Q)( L / V

0,02
)

(Treybal, 1984)

0, 2

1
0,04
0,0272
= 0,0415 log

2,8915

0,02
= 0,0092
0,5

65,4680 54,5697
= 0,0092

65,4680

0,5

= 0,0041 m/s

Asumsi 80 % kecepatan flooding

(Treybal, 1984)

An =

0,0041
0,8 6,874
5
x10

= 0,0208 m

Untuk W = 0,56 T dari tabel 6,1 Treybal, diketahui bahwa luas downspout sebesar
8,8%,
2
0,0208
At = 1 0,088 0,0229 m

,5

Column Diameter (T) = [4(0,0343)/]

= 0,1707 m

Weir length (W)

= 0,56(0,2091)

= 0,0956 m

Downsput area (Ad)

= 0,0881(0,0343)

Active area (Aa)

= At 2Ad = 0,0229 2(0,002) = 0,0188 m

= 0,0188 m

2
2

Weir crest (h1)


Misalkan h1 = 0,0175 m
h1/T = 0,0175/0,1707 = 0,1025
2

0,5

1,7857

h1 T



W
W


T W

1,7857

0,5

20,10251,7857

(Treybal, 1984)

0,3344

Weff

Weff

Weff

h 0,666

2/3

eff

(Treybal, 1984)

2/3

h 1 0,666 0,00192 / 3 0,3344 2 / 3


h 1 0,0049 m

perhitungan diulangi dengan memakai nilai h1 = 0,0159 m hingga nilai h1 konstan


pada nilai 0,0159 m,
Perhitungan Pressure Drop
Dry pressure drop
2

Ao = 0,1275 x 0,0188 = 0,0024 m


6,874x10 -5

Q
uo =
0,0024 0,0286
Ao
u 2
h d 51,0 o 2 v

Co L
2
0,0286
54,5697
2

h d 51,0 0,66

h d 0,0799 mm 0,0001 m

Hydraulic head
-5

Va

6,874x10

= 0,0036 m/s

Aa

0,0188

T W

0,1707

z
0,0956

= 0,1331 m

0,5

h L 0,0061 0,725 h w 0,238 h w Va


V

1,225

h 0,0061 0,725 (0,0134) 0,238 (0,0134)(0,0036)(54,5697)

0,1331
h L 0,0174 m

Residual pressure drop


6gc
h R Ld og
hR

6 (0,04) (1)
= 0,0831 m
65,4680 (0,0045)(9,8)

Total gas pressure drop


hG = hd + hL + hR
hG = 0,0001 + 0,0174 + 0,0831
hG = 0,1006 m
Pressure loss at liquid entrance
2

Ada = 0,025 W = 0,025(0,0956) = 0,0019 m


3 q
h 2 2g A
da

3 0,0003
h2

= 0,0014 m
2g 0,0019
Backup in downspout
h3 = hG + h2
h3 = 0,1006 + 0,0014
h3 = 0,1020 m

0,5

0,0003
1,225

Check on flooding
hw + h1 + h3 = 0,0134 +0,0159 + 0,1020
hw + h1 + h3 = 0,1313 m
t/2 = 0,4/2 = 0,2 m
karena nilai hw + h1 + h3 lebih kecil dari t/2, maka spesifikasi ini dapat diterima,
artinya dengan rancangan plate seperti ini diharapkan tidak terjadi flooding,
Spesifikasi kolom destilasi
Tinggi kolom
Tinggi tutup

= 17 x 0,4 m
1
0,1707
= 4

= 6,8 m
= 0,0427 m

Tinggi total

= 6,8 + 2(0,0427) = 6,8853 m

Tekanan operasi = 1,1 atm = 111,4575 kPa


Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign

= (1,05) (111,4575 kPa) = 117,0304 kPa

Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87,217,955 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
2SE - 1,2P
(117,0304)(0,1707)
= 0,0001 m = 0,0056 in
t
2(87.217,995)(0,8) - 1,2(117,0304)
t

Faktor korosi = 0,125 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan
Tebal shell standar yang digunakan

= 0,0056 in + 0,125 in = 0,1306 in

= in

(Brownell,1959) Analog

perhitungan dapat dilihat pada MD-101, sehingga diperoleh :


Kolom

Bahan konstruksi Diameter kolom (m) Tinggi kolom (m) Jumlah plate

(MD-101)

Carbon steel

2,347

6,8

17

(MD-102)

Carbon steel

2,683

23

46

9. Kondensor
Ada beberapa kondensor, yaitu :
1. CD-101

: mengubah fasa uap isopropil asetat dan air menjadi fasa cair

2. CD-102

: mengubah fasa uap asam asetat dan air menjadi fasa cair

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: in OD tube 10 BWG, panjang = 16 ft, 6 pass

*) Perhitungan untuk CD-101


Fluida panas
Laju alir fluida masuk

= 3615,8194 kg/jam = 7971,5589 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 101,9861 C

= 215,5751 F

Temperatur akhir (T2)

= 89,1124 C

= 192,4024 F

Fluida dingin
Laju alir fluida dingin

= 771,8829 kg/jam = 1701,7159 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 30C

= 86 F

Temperatur akhir (t2)

= 45 C

= 113 F

Panas yang diserap (Q)

= 48390,68 kJ/jam = 45865,33 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 215,5751F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 86F

t1 = 106,4F

T2 = 192,4024F

Temperatur yang lebih rendah

t1 =113F

t2 = 102,5 F

T1 T2 = 23,17F

Selisih

t2 t1 = 27F

t2 t1 = 3,8272F

LMTD

t 1
17,838

89 ,7859 F
99
t 2
ln
ln

t 1
81,162
t

T1 T2
9,162

0,3393
t 2 t1
27

t 2 t 1
27

0,2496
T1 t 1 194,162 113

Dari Fig, 18 Kern , 1965 diperoleh FT = 0,59


Maka :

t = FT LMTD = 0,59 89,7859 = 52,9737 F

(2) Tc dan tc
T1
Tc
T
2

194,162

2
tc

t 1
t
2

86

113
2

189,581 F

185
2

99,5 F

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


- Diameter luar tube (OD) = 3/4 in
- Jenis tube = 10 BWG
- Pitch (PT) = 1 in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 16 ft
a. Dari Tabel 8, hal, 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas light organic
dan fluida dingin air, diperoleh UD = 75 - 150, faktor pengotor (Rd) = 0,003
2

Diambil UD = 120 Btu/jamft F


Luas permukaan untuk perpindahan panas,
A

U D t

33.893,8060 Btu/jam
2
15,9956 ft
Btu
o
120
2 o 52,9737 F
jam ft F
2

Luas permukaan luar (a) = 0,1963 ft /ft


(Tabel 10, Kern)
2
A
15,9956ft
Jumlah tube, Nt
20,3714 buah
"
2
La
16ft 0,1963ft /ft
b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 21 tube dengan ID
shell 8 in,
c. Koreksi UD
ALN

"

t
2

16 ft 21 0,1963ft /ft
14,9188 ft

UD

Q
33893,8060 Btu/jam
Btu

75,9101
2
2
A t
14,0188t
jam ft F
1F

Fluida dingin: sisi tube

(3) Flow area tube,at = 0,182 in


at

(Tabel 10, Kern)

N 'a
t

(Pers. (7.48), Kern)

144 n
21 0,182

ft

0,0040
t
144 6

(4) Kecepatan massa


Gt

w
a

(Pers. (7.2), Kern)

3,6848
m/jam,ft
Gt
920,6635 lb
0,0040

(5) Bilangan Reynold


Pada tc = 189,581F
2

= 0,013 cP = 0,0484 lbm/ft jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari tabel 10, Kern, untuk in OD, 10 BWG, diperoleh :


ID = 0,482 in = 0,0402 ft
ID Gt

Re t

Re t

(Pers.(7.3),Kern)

0,0402 920,6635

764,3335
0,0484

(6) Taksir jH dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 2,5 pada Ret = 764,3335
(7) Pada tc = 189,5810 F
c = 1,0 Btu/lbm,F
k = 0,0960 Btu/jam lbm ft,F
c
.

1
3

1,0 0,0130
0,0960

1
3

0,6894

h
k c.
(8) i jH

t
ID k
hi

t
hio

2,5

hi

0,0960
0,68945 4,1190
0,4820
ID
OD

t t
hio
0,482
4,1190
2,6471
t
0,75

t =1

(9) Karena viskositas rendah, maka diambil


hio

(Kern, 1965)

hio

t t

hio 2,6471 1 2,6471

Fluida panas: sisi shell


(3) Flow area shell
'

as

Ds C B 2
ft
144
PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds = Diameter dalam shell = 8 in


B = Baffle spacing = 6 in
PT = Tube pitch = 1 in
C = Clearance = PT OD
= 1 0,75 = 0,25 in
as

8 0,25 6
2
0,0833 ft
144 1

(4) Kecepatan massa


Gs

w
a

(Pers. (7.2), Kern)

5249,0789
m/jam,ft
Gs
62988,9464 lb
0,0833

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 99,5 F

= 0,2165 cP = 0,5237 lbm/ft jam


in dan 1 in triangular pitch, diperoleh De= 0,73 in,
Dari Gbr. 28, Kern, untuk 3 4
De = 0,73/12 = 0,0608 ft
De Gs

Re s

0,0608 62988,9464

Re s

(Pers. (7.3), Kern)

7316,3460
0,5237

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 35 pada Res = 7316,3460
(7) Pada Tc = 99,5 F
c = 1,1430 Btu/lbmF
k = 0,3120 Btu/jam lbm ft,F
c
.

1
3

1,1430 0,5237
0,3120

h
k c.
(8) o jH

s
De k
ho

35

1
3

1,2426

0,3120
1,2426 223,0568
0,7300

(9) Karena viskositas rendah, maka diambil s = 1


ho

(Kern, 1965)

ho
s 223,0568 1 223,0568
s

(10) Clean Overall Coefficient, UC


UC

h io h o
2,6471 223,0568
2

2,6161 Btu/jam ft F
h io h o 2,6471 223,0568

(Pers. (6.38), Kern)

(11) Faktor pengotor, Rd


U C U D 2,6161 75,9101 0,3691
R d U C U D 2,6161 75,9101
(Pers. (6.13), Kern)
Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi kondensor dapat diterima

Pressure drop
Fluida dingin : sisi tube
(1)

Untuk Ret = 1175,8977


2

f = 0,0005 ft /in

(Gbr. 26. Kern)

s=1
t = 1
(2)

(Pers. (7.53), Kern)

f G t 2 L n
P
10
t 5,22 10 ID s t
(0,0005) (920,6635) 2 (4)
(6)
Pt

(3)

10

(5,22 10

= 0,0000 psi
) (0,4820) (1) (1)

Dari Gbr, 27, Kern, 1965 pada diperoleh

2 =0,0005

2g'

4n
2
V
Pr s .
2g'
(4).(6)
.0,0005
1
0,0120 psi

PT

= Pt + Pr
= 0,0000 psi + 0,0120 psi
= 0,0120 psi

Pt yang diperbolehkan = 10 psi


Fluida panas : sisi shell
(1) Untuk Res = 7316,3460
2

f = 0,0005 ft /in

(Gbr. 29, Kern)

s =1
s = 0,8600
(2)

N 1 12 x
L
B
N 1 12 x
4
6

Ds = 8/1 = 8 ft

=8

(Pers. (7.43), Kern)

(3)

2
P f. G s . D s . (N
s
1)
10
5,22.10 . D s.
e.
s

(Pers. (7.44), Kern)

0,0005 (62988,9464) 2 . (8).


P
(8)
s

10

5,22.10

= 0,0039 psi

. (0,0608) (0,8600). (1)

Ps yang diperbolehkan = 10 psi


Analog perhitungan dapat dilihat pada CD-101, sehingga diperoleh :
Kondensor

Bahan

ID shell Jumlah OD tube ID tube

Pitch

(in)

tube

(in)

(in)

(CD-101) Carbon steel

21

0,482

1 in, triangular

(CD-102) Carbon steel

10

26

0,482

1 in, triangular

konstruksi

10. Akumulator
Ada beberapa akumulator, yaitu :
1. AC-101

: menampung distilat dari MD-101

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C


Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah

: 1 unit

Perhitungan untuk AC-101


Kondisi operasi :
Temperatur

= 60,74 C

Tekanan

= 1 atm

Laju alir massa

= 1021,6711 kg/jam

Kebutuhan perancangan = 1 jam


Faktor kelonggaran

= 20 %

Densitas campuran

= 1001,6636 kg/m3

Perhitungan:
a.Volume tangki
Volume larutan, Vl

1021,6711 kg/jam x 1 jam


3
= 1,0200 m
3
=
1001,6636 kg/m

Volume tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 1,0200 m

Fraksi volum

= 1,0200 / 1,2240 = 0,8333

= 1,2240 m

Dari tabel 10,64 pada buku Perry, Chemical Engineering Handbook diperoleh
Untuk fraksi volum 0,8333 maka H/D = 0,777

Volume tangki, Vt
= LR 2
sin cos
57,30

Dimana cos = 1-2(H/D)


cos = 1-2(0,777)
cos = -0,554
= 2,1580 derajat
Asumsi panjang tangki (Lt)

=5m

Maka, volume tangki, Vt

= LR 2

sin cos
57,30

1,2240 m

2 2,1580

sin 2,1580 cos 2,1580
= 5R
57,30

R (radius) = 0,7005 m
D (diameter) = 1,4010 m = 55,1569 in
H (tinggi cairan) = 1,0886 m
b. Tebal shell tangki
PHidrostatik

=xgxH
3

= 1001,6636 kg/m x 9,8 m/det x 1,0886 m = 42,3091 kPa


P0

= Tekanan operasi

Faktor kelonggaran

= 111,4575 kPa

= 20%

Pdesign = (1,2) (42,3091 + 111,4575)


Joint efficiency (E)

= 1 atm
= 172,3610 kPa

= 0,8

Allowable stress (S) = 12,650 psia = 87,218,71 kPa


Faktor korosi = 0,125 in

(Brownell,1959)
(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
0,125
2SE 1,2P
(172,3610 kPa) (55,1569 in)

0,125
2(87.218,71 kPa)(0,8) 172,3610 kPa)
0,1932 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1 2 in
t

(Brownell,1959)

c. Tutup tangki
Diameter tutup

= diameter tangki

= 1,4010 m

Ratio axis

= L:D

= 1: 4

Lh

Hh
1
=
D 1,4010 = 0,3502 m
D
4

Lt (panjang tangki)

= Ls + 2 Lh

Ls (panjang shell)

= 5 m 2(0,3502 m) = 4,2995 m

Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell sehingga tebal tutup
1

11.

in,

Reboiler

Ada beberapa reboiler, yaitu :


1. RB-101

: menaikkan temperatur campuran asam asetat, air dan HBF4


sebelum masuk ke MD-101

2. RB-102

: menaikkan temperatur campuran HBF4 sebelum masuk ke


MD102

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD tube 8 BWG, panjang = 18 ft, 2 pass

*) Perhitungan untuk RB-101


Fluida panas
Laju alir steam masuk

= 82,7907 kg/jam

= 182,5232 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 135C

= 275F

Temperatur akhir (T2)

= 95C

= 203F

Fluida dingin
Laju alir fluida dingin

= 3306,0015 kg/jam = 7288,5238 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 94,84 C

= 202,72 F

Temperatur akhir (t2)

= 121,39 C

= 250,50 F

Panas yang diserap (Q)

= 178755,96 kJ/jam

= 169427 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 275 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 250,50F

t1 = 0,27F

T2 = 203 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 =202,72F

t2 = 24,49F

t2 t1 = 47,77F

t2 t1 = 24,22F

T1 T2 = 72 F

LM T D

R
S

Selisih

t 2 t 1
t

t1

2 4, 2 2
5, 3 8 9 F
2 4, 4 9
ln
0, 2 7

T1 T2
72

1, 5069
t 2 t1 47, 77

t 2 t1
47,77

0, 661
T1 t1 275 202,50

maka t = 5,066 F
(2) Tc dan tc
Kc = 0,5

Figure 17 Kern

Fc = 0,42

Figure 17 Kern

Tc T2 Fc (T1 -T2 ) 203 0, 42(275 203) 233, 24 F


t c t1 Fc (t 2 -t1 ) 202, 50 0, 42(250, 50 202, 72) 222,79 F

Dalam perancangan ini digunakan reboiler dengan spesifikasi:


- Diameter luar tube (OD) = 1 in
- Jenis tube = 16 BWG
- Pitch (PT) = 1 1/4 in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 12 ft
a. Dari Tabel 8, hal, 840, Kern, 1965, reboiler untuk fluida panas steam dan fluida
dingin light organic, diperoleh UD = 100 - 200, faktor pengotor (Rd) = 0,003
2

Diambil UD = 120 Btu/jamft F


Luas permukaan untuk perpindahan panas,
A

U D t

343834,628 1Btu/jam
2
34,0298 ft
Btu
o
120
2 o 79,8053 F
jam ft F
2

Luas permukaan luar (a) = 0,1963 ft /ft


(Tabel 10, Kern)
2
A
34,0298 ft
Jumlah tube, Nt
21,6695 buah
"
2
La
8 ft 0,1963ft /ft
b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 22 tube dengan ID
shell 8 in.
c. Koreksi UD
ALN

"

t
2

8ft 22 0,1963 ft /ft


34,5488 ft

UD

Q
343834,628 1 Btu/jam
Btu

118,1973
2
2
A t 34,5488 ft
jam ft F
79,8053F

Fluida panas : sisi tube

(3) Flow area tube,at = 0,1820 in


at
at

N 'a
t

(Pers. (7.48), Kern)

144 n
22 0,1820
0,0070
144 4

(Tabel 10, Kern)

ft

(4) Kecepatan massa


Gt

w
a

(Pers. (7.2), Kern)

lbm/jam,ft
0,8733
Gt
125,6246
0,0070

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 334,4 F
2

= 0,0010 cP = 0,0242 lbm/ft jam

(Gbr. 14, Kern)

Dari tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 10 BWG, diperoleh :


ID = 0,482 in = 0,0402 ft
ID Gt

Re t

Re t

0,0402 125,6246

(Pers. (7.3), Kern)

208,5868
0,024

2o

(9) hi = 2500 btu/hr,ft , F

(Gbr. 25, Kern)

h i .ID
OD
2500btu/hr.ft2 .0 F .(0,480in)
hio
0,75in
hio 1606,6667btu/hr.ft2 0
. F

hio

Karena viskositas rendah, maka diambil


hio

t =1

(Kern, 1965)

hio

t t

hio 1606,6667 1 1606,6667

Fluida dingin: sisi shell


(3) Flow area shell
'

D C B 2
as s
ft
144
PT
Ds = Diameter dalam shell = 15 1/4 in
B = Baffle spacing = 2 in
PT = Tube pitch = 1 in

(Pers. (7.1), Kern)

C = Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in
5 0,25 2
2
0,0174 ft
144 0,25

as

(4) Kecepatan massa


w
a

Gs

(Pers. (7.2), Kern)

1271,5477
m/jam,ft
Gs
73241,1498 lb
0,0174

(5) Bilangan Reynold


Pada tc = 254,57F
2

= 0,1164 cP = 0,2816

lbm/ft jam

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in triangular pitch, diperoleh De= 0,73 in,
De = 0,73/12 = 0,0608 ft
De Gs
Re s

Re s

(Pers. (7.3), Kern)

0,0608 73241,1498

15823,0415
0,2816

(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 140 pada Res = 15823,0415
(7) Pada tc = 254,57 F
c = 1,8630 Btu/lbmF
k = 0,3200 Btu/jam lbm ft,F
c
.

1
3

1,8630 0,1164
0,3200

h
k c.
(8) o jH

s
De k
ho

37

1
3

1,1791

0,3200
1,1791 229,4915
0,0608

(9) Karena viskositas rendah, maka diambil s = 1


ho

(Kern, 1965)

ho
229,4915 1 229,4915
s
s

(10) Clean Overall Coefficient, UC


h io
h
1.606,6667
563,6912 Btu/jam ft 2 F

UC o
868,3436
h io h
1.606,6667 868,3436
o

(Pers. (6.38), Kern)


(11) Faktor pengotor, Rd
U C U D 563,6912
R d U C U D 118,1973
563,6912
118,1973

0,006686

(Pers. (6.13), Kern)

Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi reboiler dapat diterima


Pressure drop
Fluida panas : sisi tube
(1)

Untuk Ret = 208,5868


2

f = 0,0023 ft /in

(Gbr. 26, Kern)


(Gbr. 6, Kern)

s=1
t = 1
(2)

f G t 2 L n
Pt
10
5,22 10 ID s t

(Pers. (7.53), Kern)

(0,0023) (125,6246) 2 (8)


(4)
Pt
= 0,000001 psi
10
(5,22 10 ) (0,4820) (1) (1)
(3)

Dari Gbr, 27, Kern, 1965 pada diperoleh

4n
2
V
Pr s .
2g'
(4).(4)
.0,0005
1
0,008 psi

PT

= Pt + Pr

2=

2g'

0,0005

= 0,000001 psi + 0,008 psi


= 0,008001 psi
Pt yang diperbolehkan = 10 psi
Fluida dingin : sisi shell
(1) Untuk Res = 15823,0415
2

f = 0,0003 ft /in

(Gbr. 29, Kern)

s =1
s = 0,86
(2)

N 1 12 x
L
B
N 1 12 x
8
2

= 48

(Pers. (7.43), Kern)

Ds = 0,4167 ft

(3)

2
P f. G s . D s . (N
s
1)
10
5,22.10 . D s.
e.
s

0,0003 (73241,1498)
P
(48)
s

10

5,22.10

(Pers. (7.44), Kern)

= 0,0098 psi

. (0,4167).

. (0,0608) (0,8600). (1)

Ps yang diperbolehkan = 10 psi


Analog perhitungan dapat dilihat pada RB-101, sehingga diperoleh :
Reboiler

Bahan

ID shell Jumlah OD tube ID tube

Pitch

(in)

tube

(in)

(in)

(RB-101) Carbon steel

22

0,482

1 in, triangular

(RB-102) Carbon steel

25

390

0,482

1 in, triangular

konstruksi

LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT UTILITAS
1. Screening (SC)
Fungsi

: Menyaring pertikel kasar yang terikut dalam aliran air

Jenis

: bar screen

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi : stainless steel


Kondisi operasi:
- Temperatur

= 28C

- Densitas air ()

= 996,24 kg/m

(Geankoplis, 1997)

Laju alir massa (F)

= 2878,4991 kg/jam
2878, 4991 kg/jam 1 jam / 3600s
3
= 0,0008 m /s
3
Laju alir volume (Q) =
996, 24 kg/m

Dari tabel 5.1 Physical Chemical Treatment of Water and Wastewater


Ukuran bar:
Lebar bar = 5 mm; Tebal bar = 20 mm;
Bar clear spacing = 20 mm; Slope = 30
Direncanakan ukuran screening:
Panjang screen

= 2m

Lebar screen

= 2m

Misalkan, jumlah bar = x


Maka,

20x + 20 (x + 1) = 2000
40x = 1980
x = 49,5 50 buah
2

Luas bukaan (A2) = 20(50 + 1) (2000) = 2.040.000 mm = 2,04 m

Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,4 dan
30% screen tersumbat.

2
(0,0008)
Q

2 (9,8) (0,4) 2 (2,04)2


Head loss (h) =
2
2
2 g Cd A 2
LD - 1

Universitas Sumatera Utara

LD - 2

= 0,0000000493 m dari air


= 0,0000493 mm dari air
200
0

200
0

20

Gambar LD-1: Sketsa sebagian bar screen , satuan mm (dilihat dari atas)

2. Pompa Utilitas
Ada beberapa pompa utilitas, yaitu :
1. PU-01

: memompa air dari sungai ke bak pengendap

2. PU-02

: memompa air dari bak pengendap ke clarifier

3. PU-03

: memompa alum dari tangki pelarutan alum ke clarifier

4. PU-04

: memompa soda abu dari tangki pelarutan soda abu ke clarifier

5. PU-05

: memompa air dari clarifier ke sand filter

6. PU-06

: memompa air dari sand filter ke tangki utilitas 1

7. PU-07

: memompa air dari tangki utilitas 1 ke kation exchanger

8. PU-08

: memompa asam sulfat dari tangki pelarutan asam sulfat ke kation


exchanger

9. PU-09

: memompa air dari kation exchanger ke anion exchanger

10. PU-10

: memompa NaOH dari tangki pelarutan NaOH ke anion


exchanger

11. PU-11

: memompa air dari anion exchanger ke dearator

12. PU-12

: memompa air dari dearator ke ketel uap

13. PU-13

: memompa bahan bakar dari tangki bakar bakar 1 ke ketel uap

14. PU-14

: memompa air bahan bakar ke generator

15. PU-15

: memompa air dari water cooling tower ke dearator

16. PU-16

: memompa air dari tangki utilitas 1 ke tangki utilitas 2

17. PU-17

: memompa kaporit dari tangki pelarutan kaporit ke tangki utilitas 2

18. PU-18

: memompa air dari tangki utilitas 2 ke distribusi domestic

19. PU-19

: memompa air dari tangki utilitas 1 ke distribusi air proses

Jenis

: pompa sentrifugal

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi : commercial steel


*) Perhitungan untuk PU-01
Kondisi operasi :
-

Temperatur

= 28C

Densitas air ()

= 996,24 kg/m = 62,195 lbm/ft

Viskositas air () = 0,8360 cP = 2,02237 lbm/ftjam

Laju alir massa (F)

(Geankoplis, 1997)
(Geankoplis, 1997)

= 2878,4991 kg/jam = 1,7628 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

F 1,7628 lb m /detik

62,195 lb m /ft 3
3

= 0,0284 ft /s = 0,0008 m /s
Penentuan diameter optimum untuk pipa :
Untuk aliran turbulen,

(Peters et.al., 2004)


0,45

0,4

Di,opt = 0,363 Q

0,13

Untuk aliran laminar ,


Di,opt = 0,133 Q

dengan : Di,opt = diameter optimum (m)


Q

= laju volumetrik (m /s)

0,2
3

= densitas (kg/m )

= viskositas (Pa.s)

Asumsi aliran turbulen,


Di,opt

= 0,363 Q

0,45

= 0,363 (0,0008)

0,13

0,45

(996,24)

0,13

= 0,0360 m = 1,4189 in
Ukuran spesifikasi pipa :

(Geankoplis, 1997)

- Ukuran pipa nominal

= 1,25 in

- Schedule pipa

= 40

- Diameter dalam (ID)

= 1,38 in = 0,1150 ft

- Diameter luar (OD)

= 1,66 in = 0,1383 ft

- Luas penampang dalam (At) = 0,0104 ft


- Bahan konstruksi

= commercial steel
3

Q 0,1082 ft /s

21, 6771 ft/s


At
0, 0050 ft 2
N Re v D 62,195 2,7269 0,1150 36.226, 4295
Bilangan Reynold,

0.0005618

Kecepatan linier, v

Karena NRe >4000, maka aliran turbulen.


Untuk pipa commercial steel dan pipa 1 in Sc.80, diperoleh :
Dari Fig.2.10-3, Geankoplis,1997 untuk NRe

D = 0,0004

= 36.226,4295 dan D = 0,0004,

diperoleh : f = 0,0065

Instalasi pipa:
-

Panjang pipa lurus, L1 = 30 ft

- 1 buah gate valve fully open ; L

13 (App. C2a, Foust, 1980)

L2 = 1 13 0,1151 = 1,4950 ft
- 3 buah standard elbow 90; L

= 30 (App. C2a, Foust, 1980)

L3 = 3 30 0,1150 = 10,350 ft
- 1 buah sharp edge entrance; K= 0,5; L

= 22 (App.C2c;C2d, Foust, 1980)

L4 = 0,5 22 0,1150 = 1,2650 ft


- 1 buah sharp edge exit; K = 1,0 ; L

= 55 (App.C2c;C2d, Foust, 1980)

L5 = 1,0 55 0,1150 = 6,3250 ft


Panjang pipa total (L) = 19,4350 ft
Faktor gesekan,

0,00721,6771 39,2908
2

f v 2 L
F

2g c D

232,1740,0797

Tinggi pemompaan, z = 50 ft
Static head, z

g
30 ft lb f /lb m
gc

25,1843 ft lb f /lb m

v2
0
2 gc

Velocity head,

Pressure head, P1 = P2 = 1 atm;

P
0

v 2 P
g
z
Wf = -Wf

gc
2 g c

(Foust, 1980)

= 30 0 0
25,1843
= 55,1843 ft.lb f /lb m

55,1843 ft.lb
550

=
= 0,6750 hp

/lb
m

0,1082 ft

550 ft.lb f

/s 62,195lb /ft

3
m

/s.hp
Untuk efisiensi pompa 80 , maka

0,6750
hp = 0,2048 hp
Tenaga pompa yang dibutuhkan = 0,8

Analog perhitungan dapat dilihat pada PU-01, sehingga diperoleh :


Pompa

Laju Alir
(kg/jam)

P 01
P 02
P 03
P 04
P 05
P 06
P 07
P 08
P 09
P 10
P 11
P 12
P 13
P 14
P 15
P 16
P 17
P 18
P 19

2878,4991
2878,4991
0,5493
0,2966
2878,4991
2878,4991
9.882,9592
2.335,0958
2.335,0958
1,0746
0,1234
2.335,0958
205,0458
8.514,8412
0,0015
537,7547
680,0000
126,7249
2.335,0958

D
optimum
(in)
0,0658
0,7954
0,0022
0,0017
2,5920
2,5920
2,4715
1,2912
1,2912
0,0016
0,0419
1,2912
0,4321
2,3112
0,0002
0,6668
0,7411
0,3423
1.2912

ID
(in)

V (ft/s)

Daya
(hp)

0,9570
0,9570
0,2150
0,2150
1,9390
1,9390
1,9390
1,3800
1,3800
0,2150
0,2150
1,3800
0,2690
2,4690
0,2150
0,8240
0,7420
0,3640
1,3800

21,6771
1,5700
0,0158
0,0085
5,2765
5,2765
4,7468
2,2108
2,2108
0,00175
0,0032
2,2108
5,0473
2,5253
0,00005
1,4306
2,2318
1,7758
2,2108

25,1843
41,1843
0,0031
0,0009
0,9152
0,9152
1,0441
0,1363
0,1566
0,0077
0,000353
0,1728
51,4034
0,1559
0,00051
0,1091
0,3726
0,6083
0,1363

0,8438
0,2500
0,0500
0,0500
0,2586
0,2892
0,5095
0,0297
0,0720
0,0500
0,0500
0,2000
0,2000
0,3574
0,0500
0,0300
0,0117
0,0020
0,0500

Daya
standar
(hp)
1
1/4
1/20
1/20
1/2
1/2
3/4
1/20
1/10
1/20
1/20
1/4
1/4
1/2
1/20
1/20
1/20
1/20
1/20

3. Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi

: untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.

Jumlah

:1

Jenis

: beton kedap air

Data :
o

Kondisi penyimpanan

: temperatur = 28 C
tekanan

Laju massa air

= 1 atm

: F = 2878,4991 kg/jam
3

Densitas air

: = 996,24 kg/m = 62,193 lbm/ft (Geankoplis. 2003)


F 2878, 4991 kg/jam
3
Laju air volumetrik, Q
0, 0008 ft /s

996,24 kg/m 3
3

= 0,0008 m /s = 1,7006 ft /min


Desain perancangan,
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif

(Kawamura, 1991)

Perhitungan ukuran tiap bak :


Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir

(Kawamura, 1991)

vo = 1,57 ft/min atau 8 mm/s


Spesifikasi,

- Kedalaman = 10 ft
- Lebar

Kecepatan aliran (v) =

= 2 ft
Q 1,7006 ft 3 /menit = 0,0850 ft/menit
= (10 ft)(2 ft)
A

dengan : K = faktor keamanan = 1,5


h = kedalaman air efektif ( 10 16 ft); diambil 10 ft.
h
Desain panjang ideal bak (L) = K
vv
o

(Kawamura, 1991)

10
= 1,5
(0,0850)
1,57
= 0,8122 ft
Diambil panjang bak = 1 ft = 0,3048 m
Uji desain,
Va p l L

=
Waktu retensi (t) = Q
Q

1 2 10 ft
3
3

1,7001 ft /menit

= 11,7638 menit

Waktu retensi (t) yang diizinkan adalah 6 15 menit, maka desain ini dapat diterima
.........(Kawamura, 1991)

1,5453 ft 7,481gal
menit
Q
ft 3 = 6,3593 gpm
Surface loading :

2
A
ft
(2 ft ) (1
ft )
3

Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 10 gpm/ft

.......(Kawamura, 1991).
Bak menggunakan gate valve dan full open (16 in) maka,

ft 1 menit
1m
0, 0850
2

v
menit 60 sekon 3,2808 ft
= (0,12)
Headloss (h) = K 2g

2 9,
8

2
s

-7

= 1.0965 x 10 m dari air


4. Tangki Pelarutan
Ada beberapa jenis tangki pelarutan, yaitu :
1. TP-01

: tempat membuat larutan alum

2. TP-02

: tempat membuat larutan soda abu

3. TP-03

: tempat membuat larutan asam sulfat

4. TP-04

: tempat membuat larutan NaOH

5. TP-05

: tempat membuat larutan kaporit

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 grade C


Jumlah

: 1

*) Perhitungan untuk TP-01


Data:
Kondisi pelarutan: Temperatur = 28C
Tekanan
Al2(SO4)3 yang digunakan

= 1 atm
= 50 ppm

Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30 ( berat)


Laju massa Al2(SO4)3

= 0,1493 kg/jam
3

Densitas Al2(SO4)3 30 = 1363 kg/m = 85,0889 lbm/ft


Kebutuhan perancangan

= 1 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1999)

Perhitungan:
Ukuran Tangki

0,1493 kg/jam 24 jam/hari 30


hari
Volume larutan, Vl
3
0,3 1363 kg/m
= 0,2534 m

3
3

Volume tangki, Vt = 1,2 0,2534 m


= 0,3041 m

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 1 : 1


1
2
D H
4
1,1606 m 3 D 2 D
3
1
4
2
3
3
3
1,1606 m D
8
V

Maka:

D = 0,7290 m ; H = 0,7290 m
volume cairan x tinggi
silinder
volumesilinder

Tinggi cairan dalam tangki =

(0,2534)(0, 7290) = 0,6075 m = 23,9161 in


(0, 3041)

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid = x g x l
3

= 1363 kg/m x 9,8 m/det x 0,6075 m


= 8,1145 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa,
Poperasi = 8,1145 kPa + 101,325 kPa = 109,4395 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (109,4395 kPa)
= 114,9115 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
2SE 1,2P
(114,9115 kPa) (14,3502 in)

2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2( 114,9115 kPa)


0,00007 m 0,0028 in

Faktor korosi

= 1,25 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0028 in + 1,25 in = 0,2528 in


Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da = 1/3 x 0,7290 m = 0,2430 m

E/Da = 1

; E = 0,2430 m

L/Da =

; L = x 0,2430 m = 0,0607 m

W/Da = 1/5

; W = 1/5 x 0,2430 m = 0,0486 m

J/Dt

; J = 1/12 x 0,7290 m = 0,0607 m

= 1/12

dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det


-4

Viskositas Al2(SO4)3 30 = 6,7210 lbm/ftdetik

(Othmer, 1967)

Bilangan Reynold,
N Re N D a

(Geankoplis, 1997)
2

N Re

85,0889 3 40,7972

241.428, 4052
6,72 10

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


P

K T .n .Da
gc

(McCabe,1999)

KT = 6,3

(McCabe,1999)

6,3 (3 put/det)3 .(0,7972 ft)5 (85,0889 lbm/ft 3 )


2
32,174 lbm.ft/lbf.det
1Hp
25, 4425 ft.lbf/det x
550 ft.lbf/det
0,2634 Hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

0,2634
= 0,3292 hp
0, 8

Dipilih daya motor standar = 1/2 hp


Analog perhitungan dapat dilihat pada TP-01, sehingga diperoleh :
Tangki

Volume

Diameter
3

tangki (m )

Tinggi

Daya

Daya

tangki (m) tangki (m) Pengaduk (hp) Standar (hp)

(TP 01)

0,3041

0,7290

0,7190

0,3292

1/2

(TP 02)

0,1687

0,5990

0,5990

0,0031

1/20

(TP 03)

1,0772

1,1112

1,1112

0,0782

1/10

(TP 04)

2,1054

1,3894

1,3894

0,3415

1/2

(TP 05)

0,0038

0,2424

0,2424

0,0031

1/20

5. Clarifier (CL)
Fungsi

: Memisahkan

endapan

(flok-flok)

penambahan alum dan soda abu


Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C


Data:
Laju massa air (F1)

= 2878,4991 kg/jam

Laju massa Al2(SO4)3 (F2)

= 0,1439 kg/jam

Laju massa Na2CO3 (F3)

= 0,0777 kg/jam

yang

terbentuk

karena

Laju massa total, m

= 2878,7208 kg/jam = 0,7996 kg/detik

Densitas Al2(SO4)3

= 2,710 kg/m

Densitas Na2CO3

= 2,533 kg/m

Densitas air

= 996,2 kg/m

(Perry, 1999)

(Perry, 1999)

(Perry, 1999)

Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O 2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air = 5-10 m
Settling time = 1-3 jam
Dipilih : kedalaman air (H) = 4 m, waktu pengendapan = 2 jam
Diameter dan Tinggi clarifier
Densitas larutan,
2878, 4991 0,1439 0,0777
2878, 4991 0,1439 0,0777

996, 24
2.710
2.533
3

= 996,5401 kg/m = 0,9965 gr/cm

2878,4991 kg / jam 2 jam


3
5, 7774 m
996, 2478

Volume cairan, V =
2

V = 1/4 D H
D = (

4V

1/ 2

1/ 2

4 5, 7774

3,14 4

1, 3564 m

Maka, diameter clarifier = 1,3564 m


Tinggi clarifier

= 1,5 D = 2,0347 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid = x g x l
3

= 996,288 kg/m x 9,8 m/det x 3 m


= 29,2909 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa

Poperasi = 29,2909 kPa + 101,325 kPa = 130,6159 kPa


Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (130,6159 kPa) = 137,1467 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
2SE 1,2P
(137,1467 kPa) (2,1640 m)

2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(137,1467 kPa)


0,0021 m 0,0838 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0838 in + 1/8 in = 0,2088 in

Desain torka yang diperlukan untuk operasi kontinu yang diperlukan untuk
pemutaran (turnable drive) :

(Azad, 1976)
2

T, ft-lb = 0,25 D LF
Faktor beban (Load Factor) : 30 lb/ft arm (untuk reaksi koagulasi sedimentasi )
2

Sehingga :

T = 0,25 [(2,1640 m).(3,2808 ft/m) ] .30


T = 378,0293 ft-lb

Daya Clarifier
2

P = 0,006 D
dimana:

(Ulrich, 1984)

P = daya yang dibutuhkan, kW

Sehingga,
2

P = 0,006 (2,1640) = 0,0281 kW = 0,0377 Hp

6. Tangki Filtrasi (TF)


Fungsi

: Menyaring partikel partikel yang masih terbawa dalam air


yang keluar dari clarifier

Bentuk

: silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C


Jumlah

: 1

Data :
Kondisi penyaringan : Temperatur = 28C
Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 2878,4991 kg/jam

Densitas air

= 996,24 kg/m = 62,195 lbm/ft

(Geankoplis, 1997)

Tangki filter dirancang untuk penampungan jam operasi.


Direncanakan volume bahan penyaring =1/3 volume tangki
Ukuran Tangki Filter
10.985,7464 kg/jam 0,25 jam
V
3
Volume air, a
996,24 kg/m

= 2,7568 m

Faktor keamanan 5 %, volume tangki = 1,05 x 2,7568 = 2,8946 m


3

Volume total = 4/3 x 2,8946 m = 3,8595 m


2
.Di Hs
- Volume silinder tangki (Vs) =
4

Direncanakan perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki Hs : Di = 3 : 1


3.Di 2
4,4052 Di 3
4
Vs =
Di = 1,1790 m;

H = 3,5370 m

Tinggi penyaring = x 3,5370 m = 0,8843 m


Tinggi air = x 3,5370 m = 2,6528 m
Perbandingan tinggi tutup tangki dengan diameter dalam adalah 1 : 4
Tinggi tutup tangki = (1,1790) = 0,2948 m
Tekanan hidrostatis,
Pair = x g x l
3

= 996,24 kg/m x 9,8 m/det x 2,6528 m


= 25.899,2275 Pa
= 25,8992 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 25,8992 kPa + 101,325 kPa = 127,2242 kPa
Maka, Pdesign = (1,05) (127,2242 kPa) = 133,5854 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki :


PD
SE 0,6P
(133,5854 kPa) (1,1790 m)

(87.218,714 kPa)(0,8) 0,6.(133,5854 kPa)


0,0011 m 0,0445 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0445 in + 1/8 in = 0,1695 in

7. Tangki Utilitas
Ada beberapa tangki utilitas, yaitu :
1. TU-01

: menampung air untuk didistribusikan ke air proses, tangki


utilitas 2 dan air proses

2. TU-02

: menampung air untuk didistribusikan ke domestik

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi penyimpanan

: Temperatur 28C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

*) Perhitungan untuk TU-01


Kondisi operasi :
o

Temperatur

= 28 C

Laju massa air

= 2878,4991 kg/jam = 6,7275 lbm/s

Densitas air

= 996,24 kg/m = 62,195 lbm/ft

(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 3 jam


Perhitungan Ukuran Tangki :
10.985,7464 kg/jam 3 jam
3
= 33,0816 m

3
Volume air, Va
996,24 kg/m
3

Volume tangki, Vt = 1,2 33,0816 m = 39,6980 m

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 5 : 6

1
2
D H
4
39,6980 m 3 D 2 D
6
1
4
5
3
3
39,6980 m D 3
10
V

D = 3,4799 m ;

H = 4,1759 m

Tinggi cairan dalam tangki

volume cairan x tinggi


silinder
volumesilinder

= (33,0816)(4,1759)
= 3,4799 m = 11,4170 ft
(39,6980)

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
3

Phid = x g x l = 996,24 kg/m x 9,8 m/det x 3,4799 m


= 33.975,2333 Pa
= 33,9752 kPa
Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 33,9752 + 101,325 kPa = 135,3002 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05)( 135,3002 kPa) = 142,0652 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


t

PD
2SE 1,2P

(142,0652 kPa) (3,4799 m)


2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(142,0652 kPa)
0,0035 m 0,1396 in

Faktor korosi = 1/8 in.


Tebal shell yang dibutuhkan = 0,1396 in + 1/8 in = 0,2646 in

Analog perhitungan dapat dilihat pada TU-01, sehingga diperoleh :


Volume
Diameter
Tinggi
3
tangki (m ) tangki (m) tangki (m)
(TU 01)
39,6980
3,4799
4,1759
(TU 02)
15,5458
2,4581
3,2775

Tebal
shell (in)
0,1396
0,0933

Tangki

Jumlah
(unit)
1
1

8. Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)


Fungsi

: Mengurangi kesadahan air

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi penyimpanan : Temperatur = 28C


Tekanan

= 1 atm

Data :
Laju massa air

= 2.335,0958 kg/jam = 1,4300 lbm/detik

Densitas air

= 996,24 kg/m = 62,195 lbm/ft

(Geankoplis,1997)

Kebutuhan perancangan = 1 jam


= 20

Faktor keamanan

Ukuran Cation Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter penukar kation

= 1 ft = 0,3048 m

- Luas penampang penukar kation = 0,7845 ft

Tinggi resin dalam cation exchanger = 0,5023 ft


Tinggi silinder = 1,2 0,5023 ft = 0,6027 ft
Diameter tutup = diameter tangki = 1 ft
Rasio axis = 2 : 1
1 1
Tinggi tutup =
0,25 ft

(Brownell,1959)

2 2
Sehingga, tinggi cation exchanger = 0,6027 ft + 0,25 ft = 0,8527 ft
Tebal Dinding Tangki
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (101,325 kPa)
= 106,3913 kPa

Joint efficiency = 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:


PD
2SE 1,2P
(106,3913 kPa) (0,3048 m)

2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(106,3913 kPa)


0,0002 m 0,0092 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0092 in + 1/8 in = 0,1342 in

9. Penukar Anion (anion exchanger) (AE)


Fungsi

: Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah elipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B


Jumlah

:1

Kondisi operasi

: Temperatur = 28 C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 2.335,0958 kg/jam

Densitas air

= 996,24 kg/m

(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 1 jam


Faktor keamanan

= 20

Ukuran Anion Exchanger


Dari Tabel 12.3, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter penukar anion

= 1 ft = 0,3048 m

- Luas penampang penukar anion

= 0,7854 ft

Tinggi resin dalam anion exchanger = 0,1036 ft


Tinggi silinder = 1,2 0,1036 ft
= 0,1243 ft = 0,0379 m
Diameter tutup = diameter tangki = 1 m
Rasio axis = 2 : 1

Tinggi tutup =
ft

(Brownell,1959)

0, 25

2 2

Sehingga, tinggi anion exchanger = 0,1243 + 0,25 = 0,3743 ft


Tebal Dinding Tangki
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (101,325 kPa) = 106,3913 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
SE 0,6P
(106,3913 kPa) (0,3048 m)

(87.218,714 kPa)(0,8) 0,6(106,3913 kPa)


0,0002 m 0,0092 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0092 in + 1/8 in = 0,1342 in


10. Deaerator (DE)
Fungsi

: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup atas dan bawah elipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C


Jumlah

:1

Kondisi operasi

: Temperatur = 90 C

Tekanan

= 1 atm

Kebutuhan Perancangan : 24 jam


Laju alir massa air = 2.335,0958 kg/jam
Densitas air ()

= 996,24 kg/m

Faktor keamanan = 20

= 62,195 lbm/ft

(Perry, 1999)

Perhitungan Ukuran Tangki :


2.335,0958 kg/jam 24 jam
3
= 56,2538 m
3
Volume air, Va
996,24 kg/m
3

Volume tangki, Vt = 1,2 56,2538 m = 67,5046 m


a. Diameter dan panjang tangki

Volume dinding tangki (Vs)


2

Di L, dengan L direncanakan 3 : 1
4
3
3Di
Vs = 4
Vs =

Volume tutup tangki (Ve)


Di
Ve =
24

Volume tangki(V)
V = Vs + Ve
3
5Di
67,5046 = 6
Di = 2,9548 m ; L = 8,8644 m
b. Diameter dan tutup tangki
Diameter tutup = diameter tangki = 2,9548 m
Rasio axis = 2 : 1
1
Tinggi tutup =
2

2,9548
2

= 0,7387 m
volume cairan
diameter
volume
silinder

Tinggi cairan dalam tangki =

56, 2538 2, 9548


2, 4623 m
67,5046

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid = x g x l
3

= 996,24 kg/m x 9,8 m/det x 2,4623 m


= 24,0401 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa

Poperasi = 24,0401 kPa + 101,325 kPa = 125,3651 kPa


Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (125,3651 kPa)
= 131,6334 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal dinding tangki:


PD
SE 0,6P
(131,6334 kPa) (2,9548 m)

(87.218,714 kPa)(0,8) 0,6(131,6334 kPa)


0,0056 m 0,2197 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal dinding yang dibutuhkan

= 0,2197 in + 1/8 in = 0,3447 in

11. Ketel Uap (KU)


Fungsi

: Menyediakan uap untuk keperluan proses

Jenis

: Ketel pipa api

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi : Carbon steel

Data :
Total kebutuhan uap

= 20.504,5787 kg/jam = 45.204,3942 lbm/jam


0

Uap panas lanjut yang digunakan bersuhu 150 C pada tekanan 1 atm.
Entalpi steam (H) = 2.768,8987,336 kj/kg
= 1191,54 Btu/lbm
W =

34,5 x P x 970,3
H

P =

(452,0439 )(1150,5) = 12,6514 Hp


(34,5)(1191,54 )

(Caplan, 1980)

Menghitung jumlah tube


2

Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft /hp.


Luas permukaan perpindahan panas,

A = P x 10 ft /hp
2

A = 12,6514 hp x 10 ft /hp = 126,5143 ft

Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :


- Panjang tube

= 36 ft

- Diameter tube

= 3 in

- Luas permukaan pipa, a = 0,7850 ft / ft


Sehingga jumlah tube =
2
A
(1.265,1428 ft )
=
'
2
Nt = L x a
36 ft x 0,7850 ft / ft
Nt = 447,6797
Nt = 448 buah
12. Menara Pendingin Air /Water Cooling Tower (CT)
Fungsi

: Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 45C


menjadi 30C

Jenis

: Mechanical Draft Cooling Tower

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA53 Grade B


Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (TL2)

= 45C = 113F

Suhu air keluar menara (TL1)

= 30C = 86F

Temperatur bola basah (Tw)

= 70F

Konsentrasi air

= 2 gal/ft ,mnt

Laju massa air pendingin

= 9.882,9592 kg/jam

Densitas air (50C)

= 988,07 kg/m

Laju volumetrik air pendingin

= 9.882,9592/ 988,07 = 10,0023 m /jam

(Perry, 1999)
3

= 44,0384 gal/mnt
Faktor keamanan

= 0,2
2

Luas menara, A = (44,0384 gal/menit) / (2,0 gal/ft . menit)


Diambil performance 90% maka daya 0,03 Hp/ft
Daya untuk fan

= 0,6606 Hp

Dipakai daya fan

= 2 Hp

= 22,0192 ft

Kecepatan rata-rata udara masuk = 4-6 ft/detik diambil 5 ft/dtk


3

Kapasitas fan yang dipakai 320.000 ft /dtk


Densitas udara (70C)

= 0,0730 lb/ft

(Perry, 1999)

L = 448,8337 lb/ft .jam


3

G = 5 ft/detik x 0,0730 lb/ft = 0,3650 lb/ft .dtk = 1314 lb/ft .jam


448,8337 lb / ft 2 jam
L

0,3416
2
G
1314 lb / ft jam
0

Pada temperatur bola basah 70 C diperoleh H1 = 34,09 BTU/lb (Perry, 1999)


H2 = H1 + L/G (T2-T1)
= 34,09 + 0,3416 (113 - 86)
= 43,3126 Btu/lb udara kering
Dari gambar 17.12 kern,1965 diperoleh
0

Pada temperatur air masuk T2 = 113 F H2= 82 Btu/lb


0

Pada temperatur air keluar T1 = 86 F H1 = 45 Btu/lb


Log Mean Enthalpy Difference :
Bagian atas menara

: H2-H2 = 82 43,3126 = 38,6874 Btu/lb

Bagian bawah menara


: H1-H1 = 45 34,0900 = 10,9100 Btu/lb
38,6874 10,9100
21,9686 Btu / lb
Log mean (H- H) =
38,6874
2,3
log
10,9100
(kern, 1965)
Tinggi tower, Z = nd .L
k.a
HDU =

Z
nd

Dimana :
2

L = liquid loading ( lb/ft jam)


2

K x a = koefisien perpindahan panas overall (lb/ft jam(lb/lb))


Z = Tinggi tower (ft)
HDU = Height of Diffusion Unit (ft)
KxaV
dT
113 86

1,2290
Nd =
L
H 'H 21,9686
2

Untuk industri digunakan harga k x a = 100 lb/ft jam (lb/lb)


nd .L 1,2290 x 448,8337

5,5163 ft
Tinggi tower, Z =
k.a
100

HDU =

Z
5,5163

4,4883
nd 1,2290

Lebar tower dipakai kelipatan 6 ft dari tinggi tower


Maka tebal tower 10,4883 ft = 3,1968 meter

13. Unit Pendingin/Refrigasi (UR-01)


Fungsi

: untuk mendinginkan air pendingin dari menara peningin air pada


o

suhu 28 C menjadi 10 C
Type

: single stage refrigation cycle

Data design :
o

- Suhu air masuk unit pendingin

= 28 C = 82,4 F

- Suhu air keluar unit pendingin

= 10 C = 50 F

- Jumlah air yang akan didinginkan

= 6.1774338 kg/jam

= 343,1907 kmol/jam
o

- Perbedaan temperatur minimum

= 10 F

- Refrigerant

= octafluoropropane (R-218)

kapasitas refrigasi
kapasitas refrigasi = panas yang diserap chiller
Th

Qc =

Cp.dT

Tc

= 343,1907 kmol/jam x 1,8417 kj/kmol


= 632,0429 kj/jam = 599,0588 btu/jam

menentukan coefficient of performance (COP)


o

pada titik (2), T= (50 - 10) F= 40 F


dari table 9.1 (Smith, 1996), diperoleh :
P2 = 49,724 psia
H2 = 108,705 btu/lb
o

S2 = 0,22172 btu/lb R
o

Pada titik (4), T= (82,4+10) F


dari table 9.1 (Smith, 1996), diperoleh :

P4 = 120,1556 psia
H4 = 41,63988 btu/lb
o

S4 = 0,0855 btu/lb R
o

S1 = S2 = 0,22172 btu/lb R. dari gambar 9.3 Smith,1996 pada


o

S = 0,22172btu/lb R dan P = 120,1556 psia diperoleh :


H3 = 115 btu/lb
Keadaan (1) adalah campuran dua fasa, maka berlaku persamaan :
l

S = (1 x)S + xS

v
0

S1 = S4 =0,0855 btu/lb. R
0,0855 = (1-x ) 0,0351 + x 0.22172
0,16813 x = 0,0319644
x = 0,1901
Dengan demikian,
1

H1 = (1-x)H + H

= (1 0,1902) 24,694 + 0,1902 x 108,705 = 40,6659 btu/lb


Coefficient of performance, :
( H 2 H1 )
(H H ) (H H
4
2
1
) 3

12,7867

108,705 40,6659
(115 41,6398) (108,705
40,6659)

Menentukan laju sirkulasi refrigerant


m=
=

Qc
H 2 H1
599,0588 btu / jam
(108,705 40,6659)btu /
lb

= 8,8046 lb/jam = 3,9936 kg/jam

17. Tangki Bahan Bakar (TB-01)


Fungsi

: Menyimpan bahan bakar Solar

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, grade B

(Smith,1996)

Jumlah

:1

Kondisi operasi

: Temperatur 30C dan tekanan 1 atm

Laju volume solar

= 126,7249 L/jam

(Bab VII)

Densitas air

= 0,89 kg/l = 55,56 lbm/ft

(Perry, 1997)

Kebutuhan perancangan = 7 hari


Perhitungan Ukuran Tangki :
Volume solar (Va) = 126,7249 L/jam x 7 hari x 24 jam/hari
= 21.289,7764 L
3

Volume tangki, Vt = 1,2 21,2898 m = 25,5477 m

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 1 : 2


1
2
D H
4
1
3
2
25,5477 m D 2D
4
3
25,5477 m 1,5708 D
V

D = 2,5336 m ;
Tinggi cairan dalam tangki

H = 5,0673 m = 16,6247 ft
=
=

volume cairan x tinggi


silinder
volumesilinder
(21.289,7764)(5,0673)
= 4,2227 m
(25,5477)

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
3

Phid = x g x l = 890,0712 kg/m x 9,8 m/det x 4,2227 m = 36,8335 kPa


Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 36,8335 + 101,325 kPa = 138,1585 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05)( 138,1585 kPa) = 145,0665 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


t

PD
2SE 1,2P

(145,0665 kPa) (2,5336 m)


2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(145,0665 kPa)
0,0026 m 0,1038 in

Faktor korosi = 1/8 in.


Tebal shell yang dibutuhkan = 0,1038 + 1/8 in = 0,2288 in.

LAMPIRAN E PERHITUNGAN
ASPEK EKONOMI
Dalam rencana pra rancangan pabrik isopropil asetat digunakan asumsi
sebagai berikut:
1. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
2. Kapasitas maksimum adalah 17.000 ton/tahun.
3. Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchasedequipment delivered (Peters et.al., 2004).
4. Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 11.825,- (Analisa, 13 Februari 2013).
1.

Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)

1.1

Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)

1.1.1

Biaya Tanah Lokasi Pabrik

Menurut keterangan masyarakat setempat, biaya tanah pada lokasi pabrik berkisar
2

Rp 250.000/m .
2

Luas tanah seluruhnya

= 10.580 m

Harga tanah seluruhnya

= 10.580 m Rp 250.000/m = Rp 2.645.000.000,-

Biaya perataan tanah diperkirakan 5 dari harga tanah seluruhnya dan biaya
administrasi pembelian tanah diperkirakan 1% dari harga tanah seluruhnya
(Timmerhaus, 2004).
Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp 2.645.000.000,- = Rp 132.250.000,Biaya administrasi

= 0,01 x 2.645.000.000 = Rp 26.450.000,-

Total biaya tanah (A) = Rp 2.803.700.000,-

LE - 1
Universitas Sumatera Utara

LE - 2

1.1.2

Harga Bangunan

Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya


No

Nama Bangunan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Areal proses
Pos keamanan
Areal bahan baku
Areal produk
Gudang peralatan
Parkir
Ruang boiler
Unit pembangkit listrik
Bengkel
Unit pengolahan air
Unit pengolahan limbah
Perkantoran
Perumahan karyawan
Taman
Kantin
Laboratorium
Poliklinik
Areal perluasan
Tempat ibadah
Ruang control
Unit pemadam kebakaran
Jalan
Areal antar bangunan
Total

Luas (m )
2400
30
300
300
210
180
150
170
170
240
350
250
400
700
160
200
20
780
35
100
35
2700
700
11.323

Harga
2
(Rp/m )
2.500.000
700.000
2.000.000
2.000.000
1.000.000
700.000
1.500.000
1.500.000
800.000
2.000.000
1.500.000
3.500.000
1.500.000
1.000.000
1.000.000
2.000.000
1.700.000
1.000.000
600.000
1.500.000
700.000
700.000
600.000

Jumlah (Rp)
6.000.000.000
21.000.000
600.000.000
600.000.000
210.000.000
126.000.000
225.000.000
255.000.000
136.000.000
480.000.000
525.000.000
875.000.000
600.000.000
700.000.000
160.000.000
400.000.000
34.000.000
780.000.000
21.000.000
150.000.000
24.500.000
1.890.000.000
420.000.000
15.232.500.000

Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp 15.232.500.000,1.1.3

Perincian Harga Peralatan

Harga peralatan dibagi menjadi 2 bagian yaitu :


1.1.3.1 Harga Peralatan non-Impor
Tabel E.2 Estimasi Harga Peralatan Proses non-Impor
Harga / Unit
Jumlah
No
Nama Alat
(unit)
(Rp)
1 Pompa 101
2
2.300.000
2 Pompa 102
2
2.300.000
3 Pompa 103
2
4.500.000
4 Pompa 104
2
4.500.000
5 Pompa 105
2
2.300.000
6 Pompa 106
2
2.300.000
7 Pompa 107
2
2.300.000

Harga Total
(Rp)
4.600.000
4.600.000
9.000.000
9.000.000
4.600.000
4.600.000
4.600.000

8
9
10
11
12
13
14
15

Pompa 108
2
2.300.000
Kompresor 101
2
965.000
Kompresor 102
2
965.000
Kompresor 103A
2
12.389.000
Kompresor 103B
2
12.389.000
Kompresor 104
2
1.275.000
Expansion Valve 101
1
5.800.000
Expansion Valve 102
1
5.800.000
Total
Ket : Harga Pompa : PT. Aneka Pompa Teknik Rekayasa, 2013

4.600.000
1.930.000
1.930.000
24.778.000
24.778.000
2.550.000
5.800.000
5.800.000
113.166.000

Harga Kompresor : diasumsikan sama dengan harga impor (Indoteknik.com)


Harga Expander : diasumsikan sama dengan harga impor (Indoteknik.com)
Untuk beberapa peralatan proses seperti yang ditabelkan di Tabel E.3, harga per
alat tersebut merupakan total harga dari tiap bagian peralatan.
Contoh : Estimasi Harga TK-01
Tangki Penyimpanan Asam Asetat glasial (TK-101) dari Lampiran C, dengan
bagian :

Silinder
Diameter : 7,6526 m
Tinggi

: 11,4790 m

Tebal

: 0,0433 m

Maka volume silinder tersebut dapat dihitung :


3

V = 7,6526 11,4790 0,0433 = 03,8076 m .


Densitas carbon steel = 7801 kg/m

(Geankoplis, 2003)

Maka massa silinder = 29.703,3648 kg.


Harga per kg carbon steel = Rp 14.500,- (PT Krakatau Steel, 2012)
Maka harga silinder = 29.703,3648 14.500 = Rp 430.698.789,9440,

Tutup Atas
Diameter : 7,6526 m r = 3,8263 m
Tinggi

: 0,7276 m

Tebal

: 0,0064 m

Maka volume tutup atas (selimut bola kosong) dapat dihitung :


3

V = 4/6 3,14 (3,8263 -(3,8263-3,8200) )


3

V = 0,5829 m .

Densitas carbon steel = 7801 kg/m

(Geankoplis, 2003)

Maka massa tutup atas = 4.547,0094 kg.


Harga per kg carbon steel = Rp 14.500,- (PT Krakatau Steel, 2012)
Maka harga tutup atas = 4.547,0094 14.500 = Rp 65.931.635,6542,Maka harga total = harga silinder + harga tutup atas
harga total = 430.698.789,9440,-+ 65.931.635,6542,harga total = Rp 496.630.425,5982,dengan cara yang sama untuk mendapatkan perkiraan harga untuk alat-alat lainnya
seperti ditabelkan di Tabel E.3.
No
1
2
3
4
5
6
3
4
5
6
7
6

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses - Terangkai


Kode
Jumlah
Harga / Unit
(unit)
(Rp)
T-101
1
562.562.061
T-102
1
191.233.436
T-105
1
785.214.640
T-106
1
110.087.251
T-103
1
642.107.822
T-104
1
191.949.541
MX-101
1
44.676.350
MX-102
1
23.004.933
R-101
1
110.445.933
MD-101
1
114.752.039
MD-102
1
259.404.474
AC-101
1
40.478.541
Total

Untuk

R-01,

peralatan

mixer

diimpor

dengan

Harga Total
(Rp)
562.562.061
191.233.436
785.214.640
110.087.251
642.107.822
191.949.541
44.676.350
23.004.933
110.445.933
114.752.039
259.404.474
40.478.541
720.476.704
harga

Rp

15.680.000 (http://www.mesinbejegroup.com, 22 Mei 2013)


Untuk R-01, peralatan koil pendingin dibeli non-impor dengan harga
Rp
1.200.000 (http://jayateknik-waterheater.blogspot.com, 22 Mei 2013)
Maka harga total peralatan proses non impor
= Rp 410.756.480.000,- + Rp 720.476.704,= Rp 1.131.233.184,Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas Pengolahan Air - non-Impor *)
No
Kode
Jumlah
Harga / Unit
Harga Total
(unit)
(Rp)
(Rp)
1
PU-01
2
2.300.000
4.600.000
2
PU-02
2
2.300.000
4.600.000

3
4
4
5
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

PU-03
PU-04
PU-05
PU-06
PU-07
PU-08
PU-09
PU-10
PU-11
PU-12
PU-13
PU-14
PU-15
PU-16
PU-17

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

5.760.000
5.760.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000
5.760.000
2.300.000
5.760.000
2.300.000
5.760.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000

Total
*) sumber : PT. Aneka Pompa Teknik Rekayasa, 2012
Tabel LE.5 Estimasi Harga Peralatan Utilitas - Terangkai
Kode
Jumlah
Harga / Unit
(unit)
(Rp)
1
SC-01
1
2.262.290
2
TP-01
1
39.067.266
3
TP-02
1
31.466.000
4
CL-01
1
29.502.451
5
SF-01
1
12.249.791
6
TU-01
1
53.040.118
7
TP-03
1
469.471.835
8
CE-01
1
5.240.994
9
TP-04
1
45.996.016
10 AE-01
1
5.240.994
11 TP-05
1
18.135.797
12 TU-02
1
99.083.616
13 TB-01
1
70.286.717
Total

No

11.520.000
11.520.000
4.600.000
4.600.000
4.600.000
4.600.000
4.600.000
11.520.000
4.600.000
11.520.000
4.600.000
11.520.000
4.600.000
4.600.000
4.600.000
112.800.000

Harga Total
(Rp)
2.262.290
39.067.266
31.466.000
29.502.451
12.249.791
53.040.118
469.471.835
5.240.994
45.996.016
5.240.994
18.135.797
99.083.616
70.286.717
881.044.486

Perbandingan semen : pasir cor : batu bata = 1 : 2 : 3


3

Harga pasir

= Rp 140.000,- per m

(CV. Indah Traso, 2013)

Harga semen

= Rp 52.000,- per kg (PT Holcim Indonesia, 2013)

Harga batu bata

= Rp 1,000,- per buah (CV. Indah Traso, 2013)

Maka estimasi biaya untuk membuat suatu bangunan dapat dihitung :


BP :
Panjang

= 1 ft = 0,3048 m

Lebar

= 2 ft = 0,6096 m

Tinggi

= 10 ft = 3,0480 m

Tebal

= 0,0048 m
2

Luas bangunan = 22,2882 m .


Untuk biaya bangunan disusun dengan menggunakan RAB yaitu Rencana Anggaran
Biaya Bangunan yaitu perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan
dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan dibangun sehingga dengan adanya
RAB

dapat

dijadikan

sebagai

acuan

pelaksanaan

pekerjaan

nantinya

(www.ilmusipil.com, 24 Mei 2012) dengan biaya per m = Rp 35323,Harga = 22,2882 35323 = Rp 787.287,Maka total harga peralatas utilitas non impor
= Rp.112.800.000,- + Rp 881.044.486,- + Rp 787.287,= Rp 991.631,773
Cara pehitungan yang sama dilakukan untuk beberapa peralatan lainnya seperti yang
ditabelkan di Tabel LE.6
Tabel LE.6 Estimasi Harga Peralatan Pengolahan Limbah Non B3 - Terangkai
Harga / Unit Harga Total
No
Kode
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

POND
BPA
BN
TS
Kolam Ikan
PU-18
PU-19
PU-20
PU-21
PU-22
PU-23

12

PU-24

(unit)
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2

(Rp)
4.798.523
1.032.561
655.920
2.889.671
1.032.561
2.300.000
2.300.000
2.300.000
5.760.000
5.760.000
5.760.000

(Rp)
4.798.523
1.032.561
655.920
2.889.671
1.032.561
4.600.000
4.600.000
4.600.000
11.520.000
11.520.000
11.520.000

5.760.000

11.520.000

Total

70.289.237

Harga peralatan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut:


X
Cx C 2
X
y
1

dimana: Cx

Ix

(Timmerhaus, 2004)

= harga alat pada tahun 2013

Cy

= harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia

X1

= kapasitas alat yang tersedia

X2

= kapasitas alat yang diinginkan

Ix

= indeks harga pada tahun 2013

Iy

= indeks harga pada tahun yang tersedia

= faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)

Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2012 digunakan metode regresi
koefisien korelasi:
r

Xi iY

X
i iY

n X

n Y

(Montgomery, 1992)
2

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift


2

No

Tahun (Xi)

Indeks (Yi)

Xi.Yi

Xi

Yi

1989

895

1780155

3956121

801025

1990

915

1820850

3960100

837225

1991

931

1853621

3964081

866761

1992

943

1878456

3968064

889249

1993

967

1927231

3972049

935089

1994

993

1980042

3976036

986049

1995

1028

2050860

3980025

1056784

1996

1039

2073844

3984016

1079521

1997

1057

2110829

3988009

1117249

10

1998

1062

2121876

3992004

1127844

11

1999

1068

2134932

3996001

1140624

12

2000

1089

2178000

4000000

1185921

13

2001

1094

2189094

4004001

1196836

14
Total

2002
27937

1103
14184

2208206
28307996

4008004
55748511

1216609
14436786

(Sumber: Tabel 6-2, Peters et.al., 2004)

Data:

n = 14

Xi = 27937

Yi = 14184

XiYi = 28307996

Xi = 55748511

Yi = 14436786

Dengan memasukkan harga harga pada Tabel LE-2, maka diperoleh harga
koefisien korelasi :
r =

(14) . (28307996)

(27937)(14184)

[(14). (55748511) (27937)] [(14)(14436786) (14184) ]

= 0,984 1
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linier antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
persamaan regresi linier.
Persamaan umum regresi linier, Y = a + b X
dengan :

= indeks harga pada tahun yang dicari (2012)

X = variabel tahun ke n
a, b = tetapan persamaan regresi
Tetapan regresi ditentukan oleh:

n X

Y X
i i
i Y
i
b
2
2
n Xi Xi
Yi. Xi 2 Xi. Xi.Yi
a
n.Xi 2 (Xi) 2

(Montgomery, 1992)

Maka:
b =

(14)(28307996) (27937)(14184) 53536

16,80879
3185
(14)(55748511) (27937)
2

a=

(14184 )(55748511) ( 27937 )( 28307996 )


(14)(55748511) (27937 )

Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:


Y=a+bX
Y = 16,80879X 32528,8
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2012 adalah:
Y = 16,80879(2012) 32528,8
Y = 1.290,488

103604228
32528,8
3185

Perhitungan harga peralatan yang digunakan adalah harga faktor eksponsial


(m) Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4, Peters
et.al., 2004. Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya dianggap 0,6
(Peters et.al., 2004).
Contoh perhitungan harga peralatan
a. Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)
3

Kapasitas tangki, X2 = 9,836 m . Dari Gambar LE.1, diperoleh untuk harga


kapasitas tangki (X1) 1 m pada tahun 2002 adalah (Cy) US$ 6.700. Dari tabel 6-4,
Peters et.al., 2004, faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0,49. Indeks harga pada

Purchased cost, dollar

tahun 2002 (Iy) 1103.

Gambar LE.1 Harga Peralatan untuk Tangki Penyimpanan (Storage) dan Tangki
Pelarutan.(Peters et.al., 2004)
Indeks harga tahun 2012 (Ix) adalah 1.290,488. Maka estimasi harga tangki untuk
3

(X2) 1,1606 m adalah :


1,1606
1
Cx = US$ 6.700

0, 49

1.290,488
1.103

Cx = US$ 47.604,70 (Rp 9.550,-)/(US$ 1)


Cx = Rp 454.624.912,-/unit

Dengan cara yang sama diperoleh perkiraan harga alat lainnya yang dapat
dilihat pada Tabel LE.3 untuk perkiraan peralatan proses dan Tabel LE.4 untuk
perkiraan peralatan utilitas.
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses
No

Kode

Unit

Ket*)

T 101

Rp

1.590.996.745

Rp

1.590.996.745

T 102

Rp

612.390.039

Rp

612.390.039

T 103

Rp

1.011.226.408

Rp

1.011.226.408

T 104

Rp

1.275.739.528

Rp

1.275.739.528

T 105

Rp

1.647.006.763

Rp

1.647.006.763

T 106

Rp

1.386.473.472

Rp

1.386.473.472

MX 101

Rp

95.663.210

Rp

95.663.210

MX 102

Rp

516.581.083

Rp

516.581.083

K 101

Rp

2.157.850.862

Rp

2.157.850.862

10

K 102

Rp

8.263.476.894

Rp

8.263.476.894

11

K 103

Rp

7.668.633.363

Rp

7.668.633.363

12

R 101

Rp 19.852.349.682

Rp 19.852.349.682

13

EV 101

Rp

17.946.585

Rp

17.946.585

14

MD 101

Rp

89.212.547

Rp

89.212.547

15

Tray MD 101

17

Rp

1.469.531

Rp

24.982.024

16

MD 102

Rp

78.914.874

Rp

78.914.874

17

Tray MD 102

Rp

1.043.266

Rp

47.990.231

18

CD 101

Rp

27.156.426

Rp

27.156.426

19

CD 102

Rp

60.425.855

Rp

60.425.855

20

RB 101

Rp

39.295.263

Rp

39.295.263

21

RB 102

Rp

208.370.508

Rp

208.370.508

22

HE 101

Rp

223.466.175

Rp

223.466.175

23

HE 102

Rp

223.466.175

Rp

223.466.175

24

HE 103

Rp

223.466.175

Rp

223.466.175

25

HE 104

Rp

223.466.175

Rp

223.466.175

26

AC 101

Rp

145.545.218

Rp

145.545.218

Subtotal Non Impor

Harga / Unit

Harga Total

Rp 47.712.092.280

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses (Lanjutan)


27
P 101
1
NI
Rp
15.011.296 Rp

15.011.296

28

P 102

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

29

P 103

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

30

P 104

NI

Rp

30.996.896

Rp

30.996.896

31

P 105

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

32

P 106

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

33

P 107

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

34

P 108

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

Subtotal Non Impor

Rp

136.075.964

Harga Total Peralatan Proses

Rp 47.848.168.245

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah


No.
Kode
Unit
Ket*)
Harga / Unit
Harga Total
1

SC

Rp

CL

Rp 1.074.337.078

Rp 1.074.337.078

SF

Rp

879.363.573

Rp

879.363.573

CE

Rp

89.201.316

Rp

89.201.316

AE

Rp

89.201.316

Rp

89.201.316

CT

Rp 8.897.576.311

Rp 8.897.576.311

DE

Rp 1.398.885.624

Rp 1.398.885.624

KU

Rp

312.806.913

Rp

312.806.913

TU 01

Rp

454.624.912

Rp

454.624.912

10

TU 02

Rp

287.175.251

Rp

287.175.251

11

TP 01

Rp

80.528.769

Rp

80.528.769

12

TP 02

Rp

60.326.971

Rp

60.326.971

13

TP 03

Rp

64.107.007

Rp

64.107.007

14

TP 04

Rp

20.790.600

Rp

20.790.600

15

TP 05

Rp

5.300.670

Rp

5.300.670

16

TP 06

Rp

818.240.132

Rp

818.240.132

17

TB 01

Rp

366.318.615

Rp

366.318.615

18

RU 01

Rp

90.770.026

Rp

90.770.026

19

TS

Rp

95.924.604

Rp

95.924.604

Subtotal Non Impor

1.208.646

Rp

1.208.646

Rp 15.086.688.335

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas (Lanjutan)


20
PU 1
1
NI
Rp
23.719.087 Rp

23.719.087

21

PU 2

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

22

PU 3

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

23

PU 4

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

24

PU 5

NI

Rp

18.869.399

Rp

18.869.399

25

PU 6

NI

Rp

18.869.399

Rp

18.869.399

26

PU 7

NI

Rp

6.373.144

Rp

6.373.144

27

PU 8

NI

Rp

21.570.896

Rp

21.570.896

28

PU 9

NI

Rp

11.094.251

Rp

11.094.251

29

PU 10

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

30

PU 11

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

31

PU 12

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

32

PU 13

NI

Rp

15.011.296

Rp

15.011.296

33

PU 14

NI

Rp

2.019.489

Rp

2.019.489

34

PU 15

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

35

PU 16

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

36

PU 17

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

37

PU 18

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

38

PU 19

NI

Rp

8.825.881

Rp

8.825.881

39

BP

NI

Rp

25.000.000

Rp

25.000.000

40

BN

NI

Rp

25.000.000

Rp

25.000.000

41

BS

NI

Rp

10.000.000

Rp

10.000.000

42

Generator

NI

Rp

90.000.000

Rp

90.000.000

Subtotal Non Impor

Rp

536.285.129

Harga Total Peralatan Utilitas

Rp 15.622.973.465

*)

Keterangan : I untuk peralatan impor, sedangkan NI untuk peralatan non impor.


Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut
Biaya transportasi

= 5

Biaya asuransi

= 1

Bea masuk

= 15

PPn

= 10

PPh

= 10

Biaya gudang di pelabuhan

= 0,5

Biaya administrasi pelabuhan

= 0,5

Transportasi lokal

= 0,5

Biaya tak terduga

= 0,5

Total

= 43

(Timmerhaus,2004)

Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut :
-

PPn

= 10

PPh

= 10

Transportasi lokal

= 0,5

Biaya tak terduga

= 0,5

Total

= 21

(Timmerhaus,2004)

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased equipment delivered) adalah
(A):
= 1,43 (Rp 47.712.092.280,- + Rp 15.086.688.335,-) + 1,21
(Rp 136.075.964,- + Rp 536.285.129,-)
= Rp 90.615.813.203,Biaya pemasangan diperkirakan 10 dari total harga peralatan (Timmerhaus,2004).
Biaya pemasangan (B)

= 0,1 Rp 90.615.813.203,= Rp 9.061.581.320,-

Total harga peralatan (HPT)

= Harga peralatan + biaya pemasangan (C)


= Rp 90.615.813.203,- + Rp 9.061.581.320,= Rp 99.677.394.524,-

1.1.4

Instrumentasi dan Alat Kontrol

Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 13 dari total harga peralatan
(Timmerhaus,2004)
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D)

= 0,13 Rp 99.677.394.524,= Rp 11.674.293.316,-

1.1.5

Biaya Perpipaan

Diperkirakan biaya perpipaan 50 dari total harga peralatan (Timmerhaus,2004)


Biaya perpipaan (E) = 0,5 Rp 99.677.394.524,= Rp 44.901.128.140,1.1.6

Biaya Instalasi Listrik

Diperkirakan biaya instalasi listrik 10 dari HPT


Biaya instalasi listrik (F)

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 Rp 99.677.394.524,= Rp 8.980.225.628,-

1.1.7

Biaya Insulasi

Diperkirakan biaya insulasi 8 dari HPT

(Timmerhaus, 2004)

Biaya insulasi (G) = 0,08 Rp 99.677.394.524,= Rp 7.184.180.502,1.1.8

Biaya Inventaris Kantor

Diperkirakan biaya inventaris kantor 1 dari HPT

(Timmerhaus, 2004)

Biaya inventaris kantor (H) = 0,01 Rp 99.677.394.524,= Rp 996.773.945,1.1.9

Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan

Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 1 dari total harga peralatan
(HPT)

(Timmerhaus, 2004)

Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan (I) = 0,01 Rp 99.677.394.524,= Rp 996.773.945,-

1.1.10 Sarana Transportasi


Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi
No

Jenis Kendaraan

Un

Harga/ Unit

Tipe

It

(Rp)

Harga Total (Rp)

1 Dewan Komisaris

New Vios

Rp 283.100.000

Rp

849.300.000

2 Direktur Utama

New Vios

Rp 283.100.000

Rp

283.100.000

3 Manajer

New Innova

Rp 298.750.000

Rp 1.195.000.000

4 Bus Karyawan

Hino Mini Bus

Rp 410.000.000

Rp 1.230.000.000

5 Mobil Box

Box Kargo

Rp 400.000.000

Rp

6 Tangki

Hino Dutro

Rp 788.000.000

Rp 2.364.000.000

7 Mobil Pemasaran

Avanza

Rp 140.000.000

Rp

420.000.000

Fire Truk 4x4

Rp 849.000.000

Rp

849.000.000

8 Mobil Pemadam
Kebakaran

Rp 7.590.400.000

Harga Total Sarana Transportasi (J)


Total MITL

400.000.000

= A+B+C+ D+ E+ F+ G+ H+ I+ J
= Rp 196.793.6.001,-

1.2

Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)

1.2.1

Pra Investasi

Diperkirakan 7 dari total MITL

(Timmerhaus, 2004).

Pra Investasi (A) = 0,07 Rp 196.793.670.001,= Rp 6.286.157.939,1.2.2

Biaya Engineering dan Supervisi

Diperkirakan 8 dari total MITL

(Timmerhaus, 2004).

Biaya Engineering dan Supervisi (B) = 0,08 Rp 196.793.670.001,= Rp 7.184.180.502,1.2.3

Biaya Kontraktor

Diperkirakan 2 dari total MITL


Biaya Kontraktor (C) = 0,02 Rp 196.793.670.001,= Rp 1.796.045.125,-

(Timmerhaus, 2004).

1.2.4

Biaya Tak Terduga

Diperkirakan 10 dari total MITL

(Timmerhaus, 2004).

Biaya Tak Terduga (D) = 0,1 Rp 196.793.670.001,= Rp 8.980.225.628,Total MITTL = A + B + C + D = Rp 24.246.609.195,Total MIT

= MITL + MITTL
= Rp 196.793.670.001,- + Rp 24.246.609.195,= Rp 221.040.279.197,-

Modal Kerja
Modal kerja didasarkan pada perhitungan pengoperasian pabrik selama 3

bulan (90 hari).


2.1

Persediaan Bahan Baku

2.1.1

Bahan Baku Proses

1. Asam Asetat
Kebutuhan

= 1.865,53 kg/jam

Harga

= Rp 5.500,-/kg

Harga total

= 90 hari x 24 jam/hari x 1.865,53 kg/jam x Rp 5.500,-/kg

(alibaba.com, 08.09.2012)

= Rp 22.162.499.964,2. Propilen
Kebutuhan

= 979,40 kg/jam

Harga

= Rp 16.000,-/kg

Harga total

= 90 harix24 jam/hari x 979,40 kg/jam x Rp 16.000,-/kg

(alibaba.com, 08.09.2012)

= Rp 33.848.181.504,3. Hidrogen Florida


Kebutuhan

= 7,77 kg/jam

Harga

= Rp 14.000,-/kg

Harga total

= 90 harix24 jam/hari x 7,7 kg/jam x Rp 14.000,-/kg

(alibaba.com, 08.09.2012)

= Rp 235.055.520,4. Boron Triflorida


Kebutuhan

= 26,35 kg/jam

Harga

= Rp 31.000,-/kg

(alibaba.com, 08.09.2012)

Harga total

= 90 harix24 jam/hari x 26,35 kg/jam x Rp 31.000,-/kg


= Rp 1.764.596.880,-

1.1.2

Bahan Baku Utilitas

1. Alum, Al2(SO4)3
Kebutuhan

= 0,5493 kg/jam

Harga

= Rp 6.500 ,-/kg

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari 0,5493 kg/jam Rp 6.500,- /kg

(alibaba.com, 08.09.2012)

= Rp 7.712.172,2. Soda abu, Na2CO3


Kebutuhan

= 0,2966 kg/jam

Harga

= Rp 6.000,-/kg

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari 0,2966 kg/jam Rp 6.000,-/kg

(alibaba.com, 08.05.2012)

= Rp 3.843.936,3. Kaporit
Kebutuhan

= 0,0015 kg/jam

Harga

= Rp 22.000,-/kg

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari 0,0015 kg/jam Rp 22.000,-/kg

(alibaba.com, 08.05.2012)

= Rp 71.280,4. H2SO4
Kebutuhan

= 1,0746 kg/jam

Harga

= Rp 5.000,-/kg

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari x 1,0746 kg/jam Rp 5.000,-/kg

(alibaba.com, 08.05.2012)

= Rp 11.605.680,5. NaOH
Kebutuhan

= 2,9628 kg/jam

Harga

= Rp 10.000,-/kg

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari x 2,9628 kg/jam Rp 10.000,-/kg

(alibaba.com, 08.05.2012)

= Rp 63.996.480,6. Solar
Kebutuhan

= 48,8460 liter/jam

Harga solar untuk industri = Rp. 8.000,-/liter

(Pertamina, 2012)

Harga total

= 90 hari 24 jam/hari 48,8460 ltr/jam Rp 8.000,-/liter


= Rp 844.058.880,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan (90 hari) adalah
Rp 56.941.969.896,2.1

Kas

2.1.1

Gaji Pegawai

Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai


Jabatan
Direktur
Dewan Komisaris
Sekretaris
Manajer Teknik dan Produksi
Manajer R&D
Manajer Umum dan Keuangan
Kepala Bagian Keuangan
Kepala Bagian Umum dan Personalia
Kepala Bagian Teknik
Kepala Bagian Produksi
Kepala Bagian R&D
Kepala Bagian QC/QA
Kepala Seksi Proses
Kepala Seksi Utilitas
Kepala Seksi Listrik dan Instrumentasi
Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik
Kepala Seksi Keuangan
Kepala Seksi Pemasaran
Kepala Seksi Administrasi dan HR
Kepala Seksi Humas
Kepala Seksi Keamanan
Karyawan Proses
Karyawan Laboratorium QC/QA dan R&D
Karyawan Utilitas
Karyawan Unit Pembangkit Listrik dan

Jumlah
1
3
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
20
10
10
10

Gaji/bulan Jumlah Gaji/bulan


(Rp)
55.000.000
35.000.000
4.000.000
30.000.000
30.000.000
30.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
3.500.000
3.500.000
3.500.000
3.500.000

(Rp)
55.000.000
105.000.000
8.000.000
30.000.000
30.000.000
30.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
70.000.000
35.000.000
35.000.000
35.000.000

Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai (Lanjutan)


Karyawan Pemeliharaan Pabrik
Karyawan Bag. Keuangan
Karyawan Bag. Administrasi dan Personalia
Karyawan Bag. Humas
Karyawan Penjualan/ Pemasaran
Karyawan Gudang / Logistik
Petugas Keamanan
Dokter
Perawat
Petugas Kebersihan
Supir
Jumlah

10
3
6
4
5
10
20
1
2
10
10
155

3.500.000
3.500.000
3.500.000
3.500.000
3.500.000
3.500.000
3.000.000
10.000.000
2.500.000
1.800.000
2.500.000

35.000.000
10.500.000
21.000.000
14.000.000
17.500.000
35.000.000
60.000.000
10.000.000
5.000.000
18.000.000
25.000.000
831.000.000

Total gaji pegawai selama 1 bulan = Rp 831.000.000,Total gaji pegawai selama 3 bulan = Rp 2.493.000.000,2.1.2

Biaya Administrasi Umum

Diperkirakan 10 dari total gaji pegawai.


Biaya Administrasi Umum

= 0,10 Rp 2.493.000.000,= Rp 249.300.000,-

2.2.3

Biaya Pemasaran

Diperkirakan 10 dari total gaji pegawai.


Biaya Pemasaran

= 0,10 Rp 2.493.000.000,= Rp 249.300.000,-

2.2.4

Pajak Bumi dan Bangunan


Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea


Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut (Rusjdi, 2004):

Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).

Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.20/00).

Tarif pajak ditetapkan sebesar 0,5% (Pasal 5 UU No.21/97).

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar


Rp.
10.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).
Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).
Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut:
Wajib Pajak Pabrik Pembuatan Isopropil Asetat
Nilai Perolehan Objek Pajak
-

Tanah

Rp

2.411.500.000,-

Bangunan

Rp

14.792.500.000,-

Total NJOP

Rp

17.204.000.000,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

(Rp.

40.000.000,- )

(Perda Sumatera Utara)


Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak

Rp

17.164.000.000,-

Pajak yang Terutang (0,5% NPOPKP)

Rp

858.200.500,-

Pajak Bumi dan Bangunan per 3 bulan

Rp

3.849.800.500,-

Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas Selama 3 Bulan


No
1
2
3
4

2.3

Jenis Biaya
Gaji Pegawai
Administrasi Umum
Pemasaran
Pajak Bumi dan Bangunan
Total

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Jumlah (Rp)
2.493.000.000
249.300.000
249.300.000
858.200.500
3.849.800.000

Biaya Start Up

Diperkirakan 8 dari modal investasi tetap


Biaya Administrasi Umum

(Timmerhaus, 2004).

= 0,08 Rp 221.040.279.197,= Rp 17.683.222.197,-

2.4

Piutang Dagang

PD
dimana :

IP
HPT
12

PD

= piutang dagang

IP

= jangka waktu kredit yang diberikan (3 bulan)

HPT = hasil penjualan tahunan


Penjualan :
1. Harga jual isopropil asetat
Produksi isopropil asetat

= Rp 24.000,-/kg (alibaba.com, 08.05.2012)


= 2.378,55 kg/jam

Hasil penjualan isopropil asetat tahunan yaitu :


= 2.378,55 kg/jam 24 jam/hari 330 hari/tahun Rp 24.000,-/kg
= Rp 452.114.993.088,2. Harga jual asam asetat = Rp 5.000/kg
Produksi ammonium asetat

(alibaba.com, 08.05.2012)

= 466,38 kg/jam

Hasil penjualan ammonium asetat tahunan yaitu :


= 466,38 kg/jam24 jam/hari330 hari/tahun Rp 5.000/kg
= Rp 18.468.743.040,Hasil penjualan total tahunan = Rp 470.583.736.128,3
Rp 470.583.736.128,Piutang Dagang =
12
= Rp 117.645.934.032,Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja
No
Jenis Biaya
1 Bahan Baku Proses dan Utilitas
2 Biaya Kas
3 Biaya Start Up
4 Piutang Dagang
Total Modal Kerja

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Jumlah (Rp)
56.941.969.896
3.849.800.000
17.683.222.335
117.645.934.032
196.120.926.263

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp 221.040.279.197,- + Rp 196.120.926.263,= Rp 417.161.205.461,Modal ini berasal dari :
- Modal sendiri

= 60 dari total modal investasi


= 0,6 Rp 417.161.205.461,= Rp 250.296.723.276,-

- Pinjaman dari Bank

= 40 dari total modal investasi


= 0,4 Rp 417.161.205.461,= Rp 166.864.482.184,-

3.

Biaya Produksi Total

3.1

Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)

3.1.1

Gaji Tetap Karyawan

Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji yang
diberikan sebagai tunjangan, sehingga
Gaji total = (12 + 2) Rp 831.000.000 = Rp 11.634.000.000,3.1.2

Bunga Pinjaman Bank

Bunga pinjaman bank adalah 12% dari total pinjaman (Bank Mandiri, 2012).
= 0,12 Rp 166.864.482.184,= Rp 20.023.737.852,3.1.3

Depresiasi dan Amortisasi

Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.

D
dimana : D

P L
n
= depresiasi per tahun

= harga awal peralatan

= harga akhir peralatan

= umur peralatan (tahun)

Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami penyusutan
yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak langsung (MITTL)
juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Biaya amortisasi diperkirakan 20% dari MITTL, sehingga:
Amortisasi

= 20% x Rp 24.246.609.195,= Rp 4.849.321.839,-

Tabel LE.9 Perhitungan Biaya Depresiasi


Komponen

Biaya (Rp)

Umur

Depresiasi (Rp)

Bangunan

13.790.000.000

20

689.500.000

Peralatan proses dan utilitas

99.677.394.524

10

9.967.739.452

Instrumentrasi dan alat control

11.674.293.316

10

1.167.429.331

Perpipaan

44.901.128.140

10

4.490.112.814

Instalasi listrik

8.980.225.628

10

898.022.562

Insulasi

7.184.180.502

10

718.418.050

Inventaris kantor

996.773.945

10

99.677.395

Perlengkapan keamanan dan kebakaran

996.773.945

10

99.677.395

7.590.400.000

10

759.040.000

Sarana transportasi
Total

18.889.617.000

Total Biaya Depresiasi dan Amortisasi = Rp 18.889.617.000,- + Rp 4.849.321.839,= Rp 23.738.938.839,3.1.4

Biaya Tetap Perawatan

Biaya tetap perawatan terbagi menjadi:


1. Perawatan mesin dan alat-alat proses

(Timmerhaus, 2004)

Diperkirakan 10% dari HPT


Biaya perawatan mesin dan alat proses = 0,1 Rp 99.677.394.524,= Rp 9.967.739.452,2. Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 dari harga bangunan
Biaya perawatan bangunan

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 Rp 13.790.000.000,= Rp 1.379.000.000,-

3. Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 dari harga kendaraan
Biaya perawatan kendaraan

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 7.590.4000.000,= Rp 759.040.000,-

4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol


Diperkirakan 10 dari harga instrumentasi dan alat kontrol.

(Timmerhaus,

2004)
Biaya perawatan instrumentasi dan alat kontrol = 0,1 Rp 11.674.293.316,= Rp 1.167.429.331,5. Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10 dari harga perpipaan

(Timmerhaus, 2004)

Biaya perawatan perpipaan

= 0,1 Rp 44.901.128.140,= Rp 4.490.112.814,-

6. Perawatan instalasi listrik


Diperkirakan 10 dari harga instalasi listrik

(Timmerhaus, 2004)

Biaya perawatan instalasi listrik = 0,1 Rp 8.980.225.628,= Rp 898.022.562,7. Perawatan insulasi


Diperkirakan 10 dari harga insulasi

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 Rp 7.184.180.502,-

Biaya perawatan insulasi

= Rp 718.418.050,8. Perawatan inventaris kantor


Diperkirakan 10 dari harga inventaris kantor
Biaya perawatan inventaris kantor

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 Rp 996.773.945,= Rp 99.677.394,-

9. Perawatan perlengkapan kebakaran


Diperkirakan 10 dari harga perlengkapan kebakaran (Timmerhaus, 2004)
= 0,1 Rp 996.773.945,-

Biaya perawatan perlengkapan kebakaran

= Rp 99.677.394,Total Biaya Perawatan


3.1.5

= Rp 19.579.117.000,-

Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)

Diperkirakan 10 dari modal investasi tetap


Biaya tambahan industri

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 Rp 221.040.279.197,= Rp 22.104.027.919,-

3.1.6

Biaya Administrasi Umum

Diperkirakan 10 dari biaya tambahan


Biaya administrasi umum

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 x Rp 22.104.027.919,= Rp 2.210.402.791,-

3.1.7

Biaya Pemasaran dan Distribusi

Diperkirakan 20 dari biaya tambahan

(Timmerhaus, 2004)

Biaya pemasaran dan distribusi

= 0,2 x Rp 22.104.027.919,= Rp 4.420.805.583,-

3.1.8

Biaya Laboratorium, Penelitian dan Pengembangan

Diperkirakan 10 dari biaya tambahan

(Timmerhaus, 2004)

= 0,1 x Rp 22.104.027.919,= Rp 2.210.402.791,3.1.9

Biaya Asuransi

1. Biaya asuransi pabrik adalah 1% dari modal investasi tetap


Biaya asuransi

= 0,01 x Rp 22.104.027.919,= Rp 2.210.402.791,-

2. Biaya asuransi karyawan


Asuransi karyawan 1,54% dari total gaji karyawan
(Biaya untuk asuransi tenaga kerja adalah 2,54% dari gaji karyawan, dimana 1%
ditanggung oleh karyawan dan 1,54% ditanggung oleh perusahaan)
= 0,0154 x Rp 9.972.000.000,= Rp 153.568.800,Total biaya asuransi = Rp 2.363.971.591,3.1.10 Pajak Bumi dan Bangunan
Pajak Bumi dan Bangunan adalah Rp 858.200.000,Total Biaya Tetap (Fixed Cost) = Rp 111.354.007.173,-

3.2

Biaya Variabel

3.2.1

Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun

Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 90 hari adalah
Rp 56.941.969.896,Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun adalah :
= Rp 56.941.969.896,-

330
= Rp 208.787.222.952,90

3.2.2

Biaya Variabel Tambahan

Biaya variabel tambahan terbagi menjadi:


1. Biaya Perawatan
Diperkirakan 15 dari biaya tetap perawatan
Biaya perawatan = 0,15 x Rp 19.579.117.000,= Rp 2.936.867.550,2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi
Diperkirakan 10 dari biaya tetap pemasaran
Biaya pemasaran dan distribusi

= 0,1 x Rp 4.420.805.583,= Rp 442.080.558,-

Total biaya variabel tambahan


3.2.3

= Rp 3.378.948.108,-

Biaya Variabel Lainnya

Diperkirakan 20 dari biaya variabel tambahan


Biaya variabel lainnya

= 0,2 x Rp 3.378.948.108,= Rp 675.789.621,-

Total Biaya Variabel

= Rp 212.841.960.682,-

Total Biaya Produksi

= Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 111.354.007.173,- + 212.841.960.682,= Rp 324.195.968.855,-

Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan

4.1

Laba Sebelum Pajak (Bruto)

Laba atas penjualan

= Total penjualan Total biaya produksi


= Rp 470.583.736.128,- Rp 324.195.968.855,= Rp 146.387.768.272,-

Bonus perusahaan diberikan untuk karyawan 0,5% dari keuntungan perusahaan.


Bonus perusahaan

= 0,005 Rp 146.387.768.272,= Rp 731.938.481,-

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UU RI No. 17/00 Pasal 6
ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 145.655.829.431,-

4.2

Pajak Penghasilan
Berdasarkan UURI Nomor 17 ayat 1 Tahun 2012, Tentang

Perubahan

Keempat atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan


adalah (www.pajak.go.id, 2012):

Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 5 .

Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- dikenakan pajak


sebesar 15 .
Penghasilan Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- dikenakan pajak
sebesar 25 .

Penghasilan di atas Rp 500.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30 .


Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:

5 Rp 50.000.000

= Rp

5.000.000,-

15 (Rp 250.000.000 - Rp 50.000.000)

= Rp

30.000.000,-

25 (Rp 500.000.000 - Rp 250.000.000)

= Rp

62.500.000,-

30 (Rp 145.655.829.431 - Rp 500.000.000)

= Rp 43.516.748.829,-

Total PPh

= Rp 43.614.248.829,-

4.3

Laba setelah pajak

Laba setelah pajak

= Laba sebelum pajak PPh


= Rp 145.655.829.431,- Rp 43.614.248.829,= Rp 102.041.580.601,-

Analisa Aspek Ekonomi

5.1

Profit Margin (PM)


Laba sebelum pajak
100
PM = Total penjualan
PM =

Rp 147.623.719.619, 100 %
Rp 470.583.736.128,-

PM = 30,95 %

5.2

Break Even Point (BEP)


Biaya Tetap
100
BEP = Total Penjualan Biaya Variabel
BEP =

Rp 109.326.999.829, 100
Rp 470.583.736.128,- Rp 212.891.188.942,-

BEP = 43,20 %
Kapasitas produksi pada titik BEP

= 43,20 % 17.000 ton/tahun


= 6.480,56 ton/tahun

Nilai penjualan pada titik BEP

= 43,20 % Rp 470.583.736.128,= Rp 203.309.628.940,-

5.3

Return on Investment (ROI)


Laba setelah pajak
100
ROI = Total Modal Investasi
ROI =

Rp 103.419.103.733, 100
Rp 410.009.967.461,-

ROI = 24,46 %
5.4

Pay Out Time (POT)


POT =

1
1 tahun
24,68

POT = 4,09 tahun

5.5

Return on Network (RON)


Laba setelah pajak
100
RON = Modal sendiri
RON =

Rp 103.419.103.733, 100
Rp 251.405.980.476,-

RON = 40,77 %

5.6

Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan

pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk memperoleh cash
flow diambil ketentuan sebagai berikut :
-

Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 tiap tahun.

Masa pembangunan disebut tahun ke nol.

Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun.

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke 10.

Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.

Dari Tabel LE.11, diperoleh nilai IRR = 33,49 .

Tabel LE.10 Data Perhitungan BEP


%
Kapasitas
0.00
10.00
20.00
30.00
40.00
50.00
60.00
70.00
80.00
90.00
100.00

Biaya tetap

Biaya variabel

111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33
111.354.007.173,33

0,00
21.284.196.068,21
42.568.392.136,42
63.852.588.204,63
85.136.784.272,84
106.420.980.341,06
127.705.176.409,27
148.989.372.477,48
170.273.568.545,69
191.557.764.613,90
212.841.960.682,11

Total biaya
produksi
111.354.007.173,33
132.638.203.241,54
153.922.399.309,75
175.206.595.377,96
196.490.791.446,17
217.774.987.514,38
239.059.183.582,59
260.343.379.650,80
281.627.575.719,02
302.911.771.787,23
324.195.967.855,44

Penjualan
0,00
47.058.373.612,80
94.116.747.225,60
141.175.120.838,40
188.233.494.451,20
235.291.868.064,00
282.350.241.676,80
329.408.615.289,60
376.466.988.902,40
423.525.362.515,20
470.583.736.128,00

LE - 31

BEP=43,20 %

Gambar LE.2 Grafik BEP

Universitas Sumatera Utara

Tabel LE.11 Data Perhitungan IRR


Thn

Laba sebelum
pajak

Pajak

Laba Sesudah
pajak

Depresiasi

-417.161.205.462

145.655.829.431

43.614.248.829

102.041.580.602

23.738.938.839

125.780.519.441

0.6993

87.958.405.204

0.6944

87.347.582.945

160.221.412.374

48.048.923.712

112.172.488.662

23.738.938.839

135.911.427.501

0.4890

66.463.605.800

0.4823

65.543.705.392

176.243.553.612

52.855.566.084

123.387.987.528

23.738.938.839

147.126.926.368

0.3420

50.313.444.420

0.3349

49.272.509.956

193.867.908.973

58.142.872.692

135.725.036.281

23.738.938.839

159.463.975.120

0.2391

38.134.533.333

0.2326

37.086.224.043

213.254.699.870

63.958.909.961

149.295.789.909

23.738.938.839

173.034.728.749

0.1672

28.936.972.340

0.1615

27.946.074.727

234.580.169.857

70.356.550.957

164.223.618.900

23.738.938.839

187.962.557.739

0.1169

21.981.388.464

0.1122

21.081.251.701

258.038.186.843

77.393.956.053

180.644.230.790

23.738.938.839

204.383.169.629

0.0818

16.714.479.918

0.0779

15.918.703.194

283.842.005.527

85.135.101.658

198.706.903.869

23.738.938.839

222.445.842.708

0.0572

12.721.431.797

0.0541

12.031.626.924

312.226.206.080

93.650.361.824

218.575.844.256

23.738.938.839

242.314.783.095

0.0400

9.690.709.461

0.0376

9.101.594.475

10

343.448.826.688

103.017.148.006

240.431.678.682

23.738.938.839

264.170.617.521

0.0280

7.387.953.218

0.0261

6.890.640.469

Net Cash Flow

P/F pada
I = 43%

PV pada i = 43%
-417.161.205.462

76.858.281.506

IRR = 43

76.858.281.506
43)
76.858.281.506
84.941.291.636

(44

33, 49 %

P/F pada
i =44%
1

PV pada i = 44%
-417.161.205.462

-84.941.291.636

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN F
PERATURAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
A. Tarif dan Penerapannya
1. Pegawai tetap, penerima pensiun bulanan, bukan pegawai yang memiliki
NPWP dan menerima penghasilan secara berkesinambungan dalam 1
(satu) tahun dikenakan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang PPh
dikalikan dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP). PKP dihitung
berdasarkan sebagai berikut:
a. Pegawai Tetap: Penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan (5% dari
penghasilan bruto, maksimum Rp 6.000.000,00 setahun atau Rp
500.000,00 sebulan); dikurangi iuran pensiun, Iuran jaminan hari tua,
dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
b. Penerima Pensiun Bulanan: Penghasilan bruto dikurangi biaya pensiun
(5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp 2.400.000,00 setahun atau
Rp 200.000,00 sebulan) dikurangi PTKP.
c. Bukan Pegawai yang memiliki NPWP dan menerima penghasilan
secara berkesinambungan: 50 % dari Penghasilan bruto dikurangi
PTKP perbulan.
2. Bukan Pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dikenakan
tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a dikalikan dengan 50% dari jumlah
penghasilan bruto untuk setiap pembayaran imbalan yang tidak
berkesinambungan;
3. Peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan dikenakan
tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a dikalikan dengan jumlah penghasilan bruto
untuk setiap kali pembayaran yang bersifat utuh dan tidak dipecah;
4. Pegawai harian, pegawai mingguan, pemagang, dan calon pegawai, serta
pegawai tidak tetap lainnya yang menerima upah harian, upah mingguan,
upah satuan, upah borongan dan uang saku harian yang besarnya melebihi
Rp.150.000 sehari tetapi dalam satu bulan takwim jumlahnya tidak
melebihi Rp. 1.320.000,00 dan atau tidak dibayarkan secara bulanan, maka
PPh Pasal 21 yang terutang dalam sehari adalah dengan menerapkan tarif

LF-1
Universitas Sumatera Utara

LF-2

5% dari penghasilan bruto setelah dikurangi Rp. 150.000,00. Bila dalam


satu bulan takwim jumlahnya melebihi Rp.1.320.000,00 sebulan, maka
besarnya PTKP yang dapat dikurangkan untuk satu hari adalah sesuai
dengan jumlah PTKP sebenarnya dari penerima penghasilan yang
bersangkutan dibagi 360.
5. Pejabat Negara, PNS, anggota TNI/POLRI yang menerima honorarium
dan imbalan lain yang sumber dananya berasal dari Keuangan Negara atau
Keuangan Daerah dipotong PPh Ps. 21 dengan tarif 15% dari penghasilan
bruto dan bersifat final, kecuali yang dibayarkan kepada PNS Gol. IId ke
bawah, anggota TNI/POLRI Peltu ke bawah/ Ajun Insp./Tingkat I ke
bawah.
6. Besar PTKP adalah :
Penerima PTKP

Setahun

untuk diri pegawai

Rp 15.840.000 Rp 1.320.000

tambahan

untuk

pegawai

yang

Sebulan

sudah

menikah(kawin)

Rp 1.320.000 Rp 110.000

tambahan untuk setiap anggota keluarga *)


paling banyak 3 (tiga) orang

Rp 1.320.000 Rp 110.000

Universitas Sumatera Utara

7. *) anggota keluarga adalah anggota keluarga sedarah dan semenda dalam


satu garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan
sepenuhnya.
8. Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-undang Pajak Penghasilan adalah:
Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif

sampai dengan Rp 50 juta

5%

diatas Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta

15%

diatas Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta 25%


diatas Rp 500 juta

30%

9. Bagi Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 20 % lebih
tinggi dari tarif PPh Pasal 17.