Anda di halaman 1dari 6

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Parotis

Kelenjar parotis adalah kelenjar saliva yang berpasangan, berjumlah dua.Kelenjar


parotis merupakan kelenjar saliva yang terbesar. Masing-masing beratnya rata-rata 25
gram dan bentuknya irregular, berlobus, berwarna antara hijau dan kuning (yellowish)
terletak dibawah meatus akustikus eksternus diantara mandibula dan muskulus
sternokleidomastoideus. Kelenjar parotis memiliki saluran untuk mengeluarkan
sekresinya yang dinamakan Stensens duct yang akan bermuara di mulut dekat gigi molar
2, lokasi biasanya ditandai oleh papilla kecil.1,2

Gambar 2.1. Kelenjar Saliva Tampak Lateral


Kelenjar parotis bentuknya bervariasi, jika dilihat dari lateral 50% berbentuk
segitiga, 30% bagian atas dan bawahnya membulat. Biasanya kelenjar parotis berbentuk
seperti piramida terbalik dengan permukaan-permukaannya sebagai berikut: permukaan
superior yang kecil, superficial, anteromedial, dan posteromedial. Bentuk konkav pada
permukaan superior berhubungan dengan bagian tulang rawan dari meatus akustikus
eksternus

dan

bagian

posterior

dari

sendi

temporomandibular.

Disini

saraf

auriculotemporal mempersarafi kelenjar parotis. Permukaan superfisialnya ditutup oleh


kulit dan fascia superficial yang mengandung cabang fasial dari saraf aurikuler, nodus
limfatikus parotis superficial, dan batas bawah dari platisma.1

Gambar 2.2. Kelenjar parotis Tampak lateral

Bagian anterior kelenjar berbatasan dengan tepi posterior ramus mandibula dan
sedikit melapisi tepi posterior muskulus masseter.Bagian posterior kelenjar dikelilingi
oleh telinga, prosesus mastoideus, dan tepi anterior muskulus sternokleidomastoideus.
Bagian dalam yang merupakan lobus medial meluas ke rongga parafaring, dibatasi oleh
prosesus stiloideus dan ligamentum stilomandibular, muskulus digastrikus, serta
selubung karotis. Di bagian anterior lobus ini terletak bersebelahan dengan bagian medial
pterygoideus. Bagian lateral hanya ditutupi oleh kulit dan jaringan lemak subkutaneus.
Jaringan ikat dan jaringan lemak dari fasia leher dalam membungkus kelenjar ini.
Kelenjar parotis berhubungan erat dengan struktur penting di sekitarnya yaitu vena
jugularis interna beserta cabangnya, arteri karotis eksterna beserta cabangnya, kelenjar
limfa, cabang auriculotemporalis dari nervus trigerninus dan nervus fasialis.1,2,3

Gambar 2.3. Vaskularisasi Kelenjar Parotis

Vaskularisasi kelenjar parotis berasal dari arteri karotis eksterna dan cabang-cabang
di dekat kelenjar parotis. Darah vena mengalir ke vena jugularis eksterna melalui vena
yang keluar dari kelenjar parotis.
Nodul kelenjar limfe ditemukan pada kulit yang berada di atas kelenjar parotis
(kelenjar preaurikuler) dan pada bagian dari kelenjar parotis itu sendiri. Ada 10 kelenjar
limfatik yang terdapat pada kelenjar parotis, sebagian besar ditemukan pada bagian
superficial dari kelenjar diatas bidang yang berhubungan dengan saraf fasialis. Kelenjar
limfe yang berasal dari kelenjar parotis mengalirkan isinya ke nodus limfatikus servikal
atas.1,2

Gambar 2.4. Kelenjar Parotis dan Nervus Facialis

Persarafan kelenjar parotis oleh saraf preganglionic yang berjalan pada cabang
petrosus dari saraf glossopharyngeus dan bersinaps pada ganglion otikus Serabut
postganglionik mencapai kelenjar melalui saraf auriculotemporal.3
Nervus kranialisVII yang berfungsi motorik untuk wajah, masuk ke kelenjar parotis
dan membaginya menjadi 2 zona surgical (lobus superfisialis dan profunda). Nervus ini
keluar dari skull base melalui foramen stylomastoid. Trunkus kemedian bercabang dua
yakni cabang temporofasialis (atas, bercabang dua: temporal dan zigomaticus) dan
cervicofasialis (bawah, bercabang tiga: bucal, marginal mandibular, dan cervical).3
Nervus fasialis ini dalam kelenjar parotis bercabang menjadi 5, yaitu:
1. Cabang temporal ke otot frontalis
2. Cabang zigoma ke otot orbicularis oculi
3. Cabang bucal ke otot wajah dan bibir atas
4. Cabang mandibular ke otot bibir bawah dagu
5. Cabang cervical ke otot plastisma
Nervus auticulotemporal yang merupakan cabang dari n. trigeminus bagian
mandibularis, berjalan pararel dengan arteri dan vena temporalis superfisialis. Nervus ini

membawa serabut parasimpatik ke parotis jika cedera akan mengakibatkan terjadinya


sindrom Freys. nervus auriculotemporalis ini juga berperan dalam penyebaran tumor
parotis ganas ke basis crania dan intracranial melalui perineuralsheat-nya, terutama untuk
jenis adenoid kistik karsinoma (cylindroma).3
Vaskularisasi kelenjar parotis berasal dari arteri karotis eksterna dan cabangcabang di dekat kelenjar parotis. Darah vena mengalir ke vena jugularis eksterna melalui
vena yang keluar dari kelenjar parotis. Nodul kelenjar limfe ditemukan pada kulit yang
berada di atas kelenjar parotis (kelenjar preaurikuler) dan pada bagian dari kelenjar
parotis itu sendiri. Ada 10 kelenjar limfatik yang terdapat pada kelenjar parotis, sebagian
besar ditemukan pada bagian superficial dari kelenjar diatas bidang yang berhubungan
dengan saraf fasialis. Kelenjar limfe yang berasal dari kelenjar parotis mengalirkan
isinya ke nodus limfatikus servikal atas.2,3

1 Susan, Standring. Dalam: Grays Anatomy: The Anatomical Basis of Clinical Practice.
USA: Elsevier, 2005: 515-518
2 Grays Anatomy:The Anatomical Basis of Clinical Practice. USA: Elsevier, 2005: 515-518
3 Gregory Masters, Bruce Brockstein. Dalam :Head and Neck Cancer. USA: Kluwer
Academic Publishers,2003: 158-161