Anda di halaman 1dari 8

Struktur Pasar Dan Tingkat Persaingan Pasar

STRUKTUR PASAR DAN TINGKAT PERSAINGAN


A. PENGERTIAN STRUKTUR PASAR
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1999, struktur pasar didefinisikan sebagai suatu keadaan
pasar yang memberikan petunjuk tentang aspek-aspek yang memiliki pengaruh penting
terhadap perilaku pelaku usaha dan kinerja pasar. Aspek-aspek tersebut antara lain jumlah
penjual dan pembeli, hambatan masuk dan keluar pasar, keragaman produk, sistem distribusi,
dan penguasaan pangsa pasar.
Para ahli ekonomi dalam membahas struktur pasar tidak hanya melihat tingkah laku
pasar, tetapi lebih menitik beratkan pada berbagai kekuatan perusahaan dalam mempengaruhi
pasar. Tingkah laku perusahaan banyak ditentukan oleh struktur pasar dimana perusahaan itu
berada. Industri dalam teori ekonomi berarti kumpulan dari perusahaan sejenis.
Struktur pasar : pada prinsipnya berarti mengelompokkan produsen atauperusahan
yang didalam industri kedalam beberapa bentuk pasar berdasarkan :
1. Jenis barang yang dihasilkan
2. Banyaknya/jumlah perusahaan dalam industri
3. Mudah tidaknya keluar masuk dalam industri
4. Peranan iklan dalam kegiatan industri (pasar)
B.

TINGKAT PERSAINGAN PASAR


Hakikat Persaingan
Persaingan bersifat perseorangan (impersonal).
Hakikat persaingan ditentukan oleh karakteristik pasar itu sendiri (saham pasar, jumlah
pelaku pasar, mutu produk dan jasa, hakikat harga, struktur pasar, laba, dan hakikat campur
tangan) bukan individu dengan individu.
Mekanisme pasar, jumlah barang, harga, struktur biaya, dan laba menjadi petunjuk
(indicator) bagi pelaku pasar untuk bertindak rasional dan efisien. Pelaku pasar yang
mempunyai strategi harga dengan struktur biaya yang menjadikannya lebih efisien daripada
pelaku pasar yang lain akan dapat lebih bersaing dan mampu bertahan di pasar (market
sustainability).
Efisiensi, struktur harga, struktur biaya, jumlah mutu produk dan jasa yang menjadi landasan
persaingan bukan individu sehingga persaingan bersifat nirperseorangan (impersonal).
Di setiap pasar, perusahaan-perusahaan mencoba untuk memperoleh dan
memanfaatkan pangsa pasar yang besar, dengan tujuan memaksimumkan keuntungan.Ketika
perusahaan-perusahaan saling bersaing, tidak ada perusahaan yang mampu untuk meraih
pangsa pasar yang besar. Ini merupakan suatu proses persaingan yang sehat, dimana
penetapan harga yang rendah, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi dan
merangsang kegiatan inovasi. Bila ada satu atau beberapa perusahaan memperoleh pangsa
pasar yang jauh lebih tinggi dari perusahaan lain, mereka akan memperoleh keuntungan lebih
dengan menentukan harga di atas biaya sehingga harga menjadi lebih mahal.

Bekerjanya persaingan yang efektif berdasarkan struktur pasar tertentu akan


menentukan tingkat persaingan. Kategori persaingan pasar, selain ditentukan oleh tingkat
market power, biasanya didasarkan atas jenis produk dan jangkauan geografis. Dalam teori
mikroekonomi ada 6 kategori pasar berdasarkan tingkat persaingan yang diindikasikan oleh
penguasaan pangsa pasar yaitu:
1.
2.
3.
4.

5.
6.

1.

Monopoli murni, suatu perusahaan memiliki 100% dari pangsa pasar. Contoh PLN, Telkom,
PDAM.
Perusahaan yang dominan (dominant firm): suatu perusahaan yang 50-100% dari pangsa
pasar dan tanpa pesaing yang kuat. Contoh: surat kabar lokal/nasional.
Oligopoli ketat: penggabungan 4 perusahaan terkemuka yang memiliki pangsa pasar 60100% kesepakatan di antara mereka untuk menetapkan haga relatif rendah
Oligopoli longgar: penggabungan 4 perusahaan terkemuka yang memiliki 40% atau kurang
dari pangsa pasar. Kesepakatan di antara mereka untuk menetapkan harga sebenarnya tidak
mungkin. Contoh: kayu, perkakas rumah, mesin-mesin kecil, majalah, obat-obatan.
Persaingan monopolistis: banyak pesaing yang efektif, tidak satu pun yang memiliki pangsa
pasar lebih dari 10%. Contoh pedagang eceran, pakaian.
Persaingan murni: lebih dari 50 pesaing yang mana tidak satu pun yang memiliki pangsa
pasar yang berarti. Contoh sapi dan unggas.
Berdasarkan kriteria struktur pasar, dalam analisa ekonomi tingkat persaingan pasar
dibedakan menjadi dua, yaitu pasar persaingan sempurna (Perfect Competition) dan pasar
persaingan tidak sempurna (imperfect competition market) yang meliputi pasar monopoli,
pasar oligopoli, pasar monopsoni, pasar oligopsoni dan pasar persaingan monopolistik.
Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Pada persaingan pasar ini, kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak
secara leluasa. Harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan
konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran
mencerminkan keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat
terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu,
kopra, dan minyak kelapa. Pada bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan
penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa (pertukangan,
kerajinan).
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
a. Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak
Pada pasar persaingan sempurna, pembeli dan penjual berjumlah banyak. Artinya, jumlah
pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing pembeli dan
penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar, atau dengan kata lain, masingmasing
pembeli dan penjual menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum
atau fakta yang tidak dapat diubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan
bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Begitu pula dengan penjual,
sehingga jika penjual menurunkan harga, ia akan rugi sendiri, sementara jika ia menaikkan
harga, maka pembeli akan lari kepada penjual lainnya.

b. Barang dan Jasa yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen


Barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen. Dalam hal ini, konsumen
menganggap bahwa barang yang diperjualbelikan sama mutunya, atau paling tidak,
konsumen tidak dapat membedakan antara barang satu dengan barang lainnya.
Meskipun demikian, dalam kenyataan, barang atau jasa yang benarbenar homogen itu tidak
mungkin ada, yang ada hanyalah barang atau jasa yang mendekati homogen, seperti beras
Cianjur, dukuh Palembang, daging, dan gula.
c. Faktor Produksi Bebas Bergerak
Faktor produksi, seperti bahan baku ataupun tenaga modal bebas bergerak, bebas
berpindahpindah dari suatu tempat ke tempat lain, yang lebih menguntungkan. Tidak ada
yang menghalangi, baik kendala peraturan maupun kendala teknik.
d. Pembeli dan Penjual Mengetahui Keadaan Pasar Pasar
Pembeli dan penjual satu sama lain saling mengetahui dalam hal biaya, harga, mutu, tempat
dan waktu barang-barang yang diperjualbelikan.
e. Produsen Bebas Keluar Masuk Pasar Pasar
Ada kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar. Perusahaan yang mampu memproduksi
barang dapat masuk secara bebas ke dalam industri, tidak ada yang dapat menahannya. Setiap
perusahaan juga bebas keluar dari pasar jika diinginkan.
f.

Bebas dari Campur Tangan Pemerintah


Bebas dari campur tangan pemerintah. Pada pasar persaingan sempurna ini, tidak ada campur
tangan pemerintah dalam menentukan harga. Sebagai akibatnya, harga barang atau jasa
benar-benar terjadi sebagai akibat interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar.

2.

Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)


Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar di mana terdapat satu atau beberapa penjual
yang menguasai pasar atau harga, serta satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar
atau harga. Jika suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar, maka pasar tempat
perusahaan itu menjual produknya digolongkan sebagai pasar persaingan yang tidak
sempurna. Keberadaan sejumlah pihak yang menguasai pasar atau harga akan melahirkan
keberagaman bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna. Secara umum, bentuk-bentuk
pasar persaingan tidak sempurna adalah sebagai berikut :

1.

Pasar Monopoli ( Monopoly )


Struktur pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana pasar hanya ada satu
produsen/penjual saja di dalam pasar, dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak
mempunyai barang pengganti yang sangat dekat (close substitution). Contohnya seperti
Microsoft Windows, Perusahaan Listrik Negara (PLN), perusahaan Kereta Api (PT. KAI),
dan lain sebagainya.

a.

Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut :


Pasar Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan
Sifat ini sudah jelas terlihat dari definisi monopoli tersebut, yaitu hanya ada satu perusahaan
saja dalam industri tersebut. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat
dbeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain, kalau mereka
menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan monopoli
tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh produsen monopoli itu, dan
para pembeli tidak dapat berbuat suatu apapun di dalam menentukan syarat jual-beli.

b. Tidak Mempunyai Barang Pengganti yang Mirip


Barang yang dihasilkan oleh perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain.
Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang ada di pasar dan tidak terdapat
barang yang mirip (close substitution) yang dapat menggantikan barang tersebut. Aliran
listrik contoh dari barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Yang ada
hanyalah pengganti yang sangat berbeda sifatnya, yaitu lampu minyak. Lampu minyak tidak
dapat menggantikan listrik karena ia tidak dapat digunakan untuk menghidupkan televisi atau
memanaskan seterika.
c.

Hambatan Untuk Masuk ke Dalam Industri yang Sangat Tangguh


Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan mampunyai kekuasaan
monopoli. Tanpa sifat ini pasar monopoli tidak akan terwujud, karena tanpa adanya halangan
tersebut pada akhirnya akan terdapat beberapa perusahaan di dalam industri. Keuntungan
perusahaan monopoli adalah tidak adanya perusahaan-perusahaan lain yang dapat memasuki
industri/pasar. Perusahaan lain akan mengalami hambatan yang sangat kuat untuk masuk
kedalam pasar. Hambatan tersebut ada yang bersifat legal formal yaitu melaluisurat undangundang, ada yang bersifat teknologi yang sangat canggih dan tidak mudah dicontoh, ada
karena faktor skala ekonomi usaha (economy of scale), dan lain sebagainya.

d. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga


Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka ia
mempunyai kekuasaan penuh dalam menentukan harga barang yang dijual di pasar. Oleh
sebab itu, perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price taker. Dengan
mengadakan pengendalian terhadap poduksi dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan
monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendakinya.
e.

Promosi Iklan Kurang Diperlukan


Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam pasar/industri, ia
tidak perlu mempromosikan barang yang akan dijualnya dengan menggunakan iklan. Pembeli
yang memerlukan barang terpaksa harus membeli barang yang diproduksi oleh perusahaan
monopoli tersebut. Jika perusahaan tersebut membuat iklan, umumnya hanya ditujukan untuk
menjalin hubungan baik dengan pelanggannya.

f.

Umumnya Monopoli Dijalankan Oleh Pemerintah Untuk Kepentingan Hajat Hidup Orang
Banyak

Dikarenakan monopoli dilarang di Indonesia dan tercantum dalam undang-undang anti


monopoli maka perusahaan monopoli hanya dimiliki dan dijalankan oleh Pemerintah. Karena
monopoli bisa disalahgunakan oleh perusahaan yang mempunyai tujuan untuk mencari
keuntungan sebanyak-banyaknya dan pada akhirnya akan merugikan konsumen.
2.

Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli, masing-masing perusahaan memproduksi dan menjual produk yang serupa
atau hampir serupa. Contoh ; produk batu baterai, pasta gigi, sabun mandi, air minum
mineral, sepeda motor, accu, dan ban mobil/sepeda motor. Strategi yang biasa ditempuh oleh
perusahaan-perusahaan oligopoli dalam menguasai dan menarik konsumen adalah dengan
membuat model serta memberikan merek tertentu pada produk yang dijual.

Ciri-ciri pasar Oligopoli:


a. Terdapat banyak pembeli di pasar
Umumnya dalam pasar oligopoly adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar besar
dan merupakan kebutuhan sehari-hari, seperti semen, Provider telefon selular, air minum,
kendaraan bermotor, dan sebagainya.
b. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.
c.

Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja
(konglomerasi).
Karena ada ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang. Contoh:
bakrie group memiliki pertambangan, property, dan perusahaan telefon seluler (esia)

d. Produk yang dijual bisa bersifat sejenis, namun bisa berbeda mutunya.
Perusahaan mengeluarkan beberapa jenis sebagai pilihan yang berbeda atribut, mutu atau
fiturnya. Hal ini adalah alat persaingan antara beberapa perusahaan yang mengeluarkan
beberapa jenis produk yang sama, atau hamper sama di dalam pasar oligopoly
e.

Adanya hambatan bagi pesaing baru.


Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk
menghambat perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut.
Diantaranya adalah bersifat kolusif, dimana antar pesaing dalam pasar oligopoly membuat
beberapa kesepakatan masalah harga, dan lain-lain. Perusahaan baru akan sulit masuk pasar
karena produk yang mereka tawarkan meskipun mutu dan harganya lebih unggul, tapi
peranan Brand image melalui periklanan mengalahkan hal tersebut.

f.

Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).


Keuntungan yang didapatkan bergantung dari pesaing perusahaan tersebut. Yaitu adanya tarik
menarik pangsa pasar (Market share) untuk mendapatkan profit melalui harga jual bersaing
sehingga tidak ada keuntungan maksimum.

3.

Monopsoni
Monopsoni merupakan pasar dengan pembeli tunggal dan banyak penjual.Monopsoni
menunjuk pada kondisi permintaan dan pasar yang dikuasai oleh pembeli tunggal. Kondisi ini

a.
b.
c.
d.

lebih sering terdapat di kalangan produsen dan jarang di kalangan konsumen. Contoh Sebuah
pabrik teh merek G, misalnya. Untuk menghasilkan produk bermutu, perusahaan ini
membeli teh langsung dari para petani. Lantas, perusahaan ini melakukan pendekatan secara
monopsoni terhadap petani teh di wilayah tertentu. Artinya, perusahaan itu sendirilah yang
menentukan harga teh. Dalam kasus ini, tampak bahwa harga produk ditentukan oleh pihak
pembeli. Kedudukan sebagai price maker dalam hal pembelian tersebut, tidak bisa berlaku
dalam penjualan. Perusahaan teh tadi tidak bisa begitu saja menentukan harga jual
produknya, mengingat masih ada perusahaan lain yang meluncurkan produk sejenis. Contoh
lainnya : PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api
di Indonesia.
Ciri-ciri pasar monopsoni :
Hanya ada satu pembeli
Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
Barang yang dijual merupakan bahan mentah
Harga sangat ditentukan pembeli

4. Oligopsoni
Oligopsoni merujuk pada suatu kondisi pasar di mana terdapat beberapa pembeli. Ciri-ciri
pasar oligopsoni secara umum sama dengan pasar oligopoli. Hanya saja, pasar ini dilihat dari
sudut pandang pembeli/konsumen. Setiap pembeli memiliki peran cukup besar untuk
mempengaruhi harga barang yang dibelinya.

c.
d.
e.

Contoh- contohnya :
Telkom, Indosat, Mobile-8, Eexcelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli
infrastruktus telekomunikasi seluler
Para pemeras susu disuatu desa yang hanya terdapat beberapa pembeli. Karena sedikitnya
jumlah pembeli, sehingga harga dapat dikendalikan oleh si pembeli.
Pasar tembakau
Cengkeh
Pabrik rokok

1.
2.
3.
4.

Ciri-ciri pasar oligopsoni


terdapat beberapa pembeli
Pembeli bukan konsumen tetapi pedagang
Barang yang dijual merupakan bahan mentah
Harga cenderung stabil

a.
b.

5. Pasar Persaingan Monopolistik


Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada antara dua jenis pasar
yang ekstrem, yaitu pasar sempurna dan pasar monopoli. Oleh sebab itu. Sifat-sifatnya
mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan unsur-unsur sifat pasar persaingan
sempurna. Pasar persaingan monopolistik dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana
terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated
products). Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen,
buku, dan sebagainya. Ciri-ciri pasar monopolistik diantaranya :

1. Terdapat Banyak Penjual


Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistik, namun demikian tidak
sebanyak seperti di dalam pasar persaingan sempurna. Apabila dalam pasar sudah terdapat
beberapa puluh perusahaan, maka struktur pasar tersebut sudah dapat dikatakan sebagai pasar
persaingan monopolistik. Yang terpenting tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut
ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasar
monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan
produksi suatu perusahaan relatif sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi
yang terdapat di dalam industri/pasar.
2. Ruangnya Bersifat Berbeda Corak
Ciri ini merupakan sifat yang terpenting dalam membedakan antara pasar persaingan
monopolistik dengan pasar persaingan sempurna. Seperti telah diterangkan sebelumnya,
dalam persaingan sempurna produksi berbagai perusahaan adalah serupa. Oleh karenanya
sukar untuk membedakan barang yang diprodukksi oleh suatu perusahaan denganproduksi
perusahaan lain. Produksi oleh suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik
berbeda coraknya (differentiated products) dan secara fisik mudah untuk dibedakan.
Disamping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut, terdapat pula perbedaan dalam
pengemasannya, pelayanan purna jual, cara pembayaran, dan lain-lain. Sebagai akibat dari
perbedaan-perbedaan tersebut, maka barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan
dalam pasar persaingan monopolistik bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna
(perfect substitute) terhadap barang yang diproduksi oleh perusahaan lain. Barang tersebut
hanya merupakan barang pengganti yang dekat/mirip (close subtitute).
3. Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga
Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna yang tidak mempunyai
kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam pasar ini dapat mempengaruhi
harga. Namun demikian pengaruhnya relatif kecil kalau dibandingkan dengan peusahaan
oligopoli dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistik
bersumber dari sifat barang yang dihasilkan, yaitu yang bersifat berbeda corak atau
differentiated products. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih. Maka
apabila suatu perusahaan menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli
meskipun jumlahnya sedikit dibandingkan seperti sebelum dinaikkan harganya. Sebaliknya,
jika perusahaan menurunkan harga barangnya, tidaklah mudah untuk menjual semua barang
yang diproduksinya. Banyak diantara konsumen dalam pasar persaingan monopolistik masih
membeli barang yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lain, walaupun harganya sudah
relatif lebih mahal karena biasanya ini dipengaruhi oleh faktor kualitas dan kepercayaan
konsumen.
4. Hambatan Masuk Kedalam Industri Relatif Mudah
Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di pasar ini tidak akan mendapat
banyak kesulitan. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di dalam pasar persaingan
oligopoli dan monopoli. Namun tidaklah semudah seperti di dalam pasar persaingan
sempurna. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah Pertama ialah karena
modal yang diperlukan adalah relatif lebih besar dibandingkan dengan mendirikan

perusahaan di dalam pasar persaingan sempurna. Kedua ialah karena perusahaan tersebut
harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah ada di pasar, dan
mempromosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan. Maka perusahaan baru pada
dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang sudah ada di
pasar, dan harus menyakinkan konsumen akan kebaikan mutu barang tersebut.

5. Persaingan Mempromosikan Penjualan Sangat Aktif


Harga bukanlah penentu utama dari besarnya penjualan dari perusahaan-perusahaan dalam
persaingan monopolistik. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga
relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak konsumen. Sebaliknya, sutau perusahaan
mungkin menjual barangnya dengan harga relatif murah tetapi tidak dapat menarik banyak
pelanggan. Hal ini disebabkan oleh barang yang berbeda corak sehingga menimbulkan daya
tarik yang berbeda kepada pembeli. Maka untuk mempengaruhi citarasa pembeli, para
pengusaha melakukan persaingan bukan-barga (non price competition). Persaingan yang
demikian itu antara lain adalah dalam memperbaiki mutu dan desain barang, iklan yang terusmenerus, memberikan syarat penjualan yang menarik, dll.
6. Brand yang Menjadi Ciri Khas Produk Berbeda-beda
7. Untuk Unggul Diperlukan Keunggulan Bersaing yang Berbeda